All language subtitles for Saala.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian Download
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Tamilnadu, negara bagian yang melarang alkohol, karena kekurangan dana pada tahun 1971,

toko minuman keras dan tuak pun dibuka .

Setelah ini, Tasmac dibentuk pada tahun 1983.

Akhirnya, pemerintah mulai melelang bar tersebut kepada perorangan.

Para politisi dan orang-orang kuat lainnya memenangkan lelang dan mengambil alih kendali bar.

Salah satu bar paling populer di Chennai adalah Bar Royapuram Parvathy.

yang punya GB Guna

..karena rasa hormat dan takut terhadap Guna, tak seoranpun berani melelangnya.

Akibatnya, bar Parvathy berada di tangan Guna selama tujuh tahun.

Sathya yang cemburu,

ingin mengambil alih ketenaran dan kekuasaan Guna dalam semalam.

Sathya dan kerabatnya, Thangadurai memutuskan untuk melelang bar Parvathy.

Baik geng Guna maupun Sathya bertarung di tempat pelelangan.

Pejabat yang frustrasi itu memperingatkan keduanya dan menunda pelelangan selama seminggu.

Malam itu, dengan niat untuk membunuh Guna, Sathya dan Thangadurai memasuki bar Parvathy.

mulai menyerang anak buah Guna.

Saat Guna dikepung dan diserang,

Saala, anak kecil yang bekerja di bar, menyelamatkan Guna.

Guna pun berdiri dan menebas Sathya dan anak buahnya.

Sathya meninggal di tempat.

Thangadurai yang ketakutan dan terluka ,melarikan diri dari bar.

Guna mulai merawat Saala dan Das karena mereka menyelamatkannya.

Nenek Saala yang sakit meninggal dunia.

Guna merawat Saala yang yatim piatu!

Saala memperlakukan Guna seperti adiknya sendiri!

Saala dan Das selalu ada saat Guna menghadapi masalah.

Karena konflik antara Guna dan Sathya, pemerintah menyegel bar Parvathy.

Melihat ini, Guna yang berlinang air mata, hatinya hancur.

Melihat kakaknya menangis,

Saala yang percaya diri mengatakan bahwa pintu bar akan terbuka untuk mereka suatu hari nanti!

Mendengar ini, Guna menatap bar Parvathy dengan penuh harapan!

Setelah kematian Sathya,

Thangadurai mengambil alih bar, kekayaan, dan pengaruhnya.

Thangadurai akhirnya menjadi anggota dewan lingkungan.

Dengan memanfaatkan wewenangnya, ia melelang banyak bar dan mengelolanya.

Dia telah menunggu untuk melelang bar Parvathy sesuai keinginan pamannya,

Dan membunuh Guna dan Saala sesuka hatinya keesokan harinya.

Di sisi lain, Saala,

meskipun melelang dan menjalankan banyak bar bersama Guna,

sedang menunggu bar Parvathy dilelang.

Hingga saat ini, Saala hidup dengan tujuan untuk mengalihkan bar Parvathy atas nama Guna!

Parvati 1969

Hari ini

Pak! Bersihkan semuanya segera.

-Bangun -Hei! Suruh semua orang keluar.

Hei! Semuanya keluar.

-Pergi! Pergi sekarang. -Kau tak mau pergi?

Jangan bawa kotak minumannya.

Tutup pintunya! Kalian semua keluar!

Mengapa?

Pengadilan telah memberikan perintah penutupan bar dan toko anggur ini.

Apa? Menutup bar?

Pak! Tau siapa pemilik bar ini?

Bar Thangam Brother!

Jangan berani-berani mengacaukannya.

-Itu akan menghancurkanmu. -Pak!

Ada perintah pengadilan untuk menutup bar.

Kami sedang melakukan pekerjaan kami.

Apa pun itu, lakukan secara legal.

Hei! Tutup jendelanya !Tutup rapat.

-Keluar! -Pak!

Saudara Thangadurai sedang dalam perjalanan! Mari bicara setelah dia datang.

Suruh saudaramu menyelesaikannya di pengadilan.

Sekarang tutup pintunya.

Tutup!

Hei! Bubar!

Harus aku beritahu satu-satu? Pergilah sekarang.

Ada apa inspektur!

Kau mendapatkan keuntungan besar dari kami,

Tetapi kesetiaanmu ada pada pemerintah.

Tuan!Ada Tahsildhar.

Dia datang atas perintah pengadilan.

Aku tidak bisa apa-apa

Jika aku menentang perintah tersebut,

..mereka akan memecatku!

Jadi, kau akan menutup barku,

Aku harus tetap diam?

Tuan, beri aku waktu satu hari saja.

Aku akan memberimu rincian lengkap orang yang mendapat perintah penangguhan ini.

Bicaralah pada mereka.

Jika dia tak mau, bunuh saja dia dan buka barnya.

-Kau punya waktu 24 jam! -Baik, Tuan.

Apa yang terjadi, Bung?

Kau makan lebih sedikit dari biasanya.

Ada yang menaruh pandangan jahatnya padamu.

Kita harus memberitahu Big Brother dan menangkal mantra jahat itu.

Poster penawaran Bar kita sudah siap.

Jika kau setuju, kami akan tempelin di seluruh area.

Penawaran eksklusif pertengahan tahun dari Nayanthara Wines

Penawaran pertama.

Bagi mereka yang minum lebih dari 360ml sehari,

kami akan mengundi dan memberikan hadiah spesial seperti tv, kulkas, mesin cuci.

Penawaran kedua.

Mereka yang minum karena kegagalan cinta, masalah keluarga dan kesulitan keuangan,

kami akan memberikan konseling.

Penawaran ketiga.

Meskipun kau ingin minum, apakah kau kekurangan uang?

Penawaran menarik!

Bawalah produk-produk lama yang sudah terpakai dari rumahmu.

Berikan kepada kami dan dapatkan minuman berkualitas.

Demi kepentingan publik, saudara-saudara terhormat GB Guna , Saala dan Das.

Sempurna!

- Tutup! Tutup! - Tutup Tasmac!

-Pendapatan dari Alkohol! -Siapa itu?

-Siapa lagi! Pasti guru yang tak berguna itu! -Memalukan bagi pemerintah!

Dia pasti akan memulai protes baru. Ayo!

Mari kita nyalakan petasan.

-Pendapatan bagi Pemerintah -Ranjang kematian bagi rakyat!

-Pendapatan bagi Pemerintah -Ranjang kematian bagi rakyat!

- Tutup! Tutup! - Tutup Tasmac!

-Pendapatan dari minuman keras! -Aib bagi pemerintah!

-Pendapatan dari minuman keras! -Aib bagi pemerintah!

- Tutup! Tutup! - Tutup Tasmac!

Apa masalahmu?

Membuat keributan di pagi hari!

Dalam radius satu kilometer dari sekolah, kuil, dan rumah sakit,

Toko anggur tak dapat beroperasi, itu aturanya.

Tetapi toko anggurmu terletak 400 meter dari sekolah kami.

Tunggu! Tunggu! Kenapa pergi lewat jalan utama Royapuram?

Seharusnya jangan ambil jalan itu, sayang!

Pertama ke Kasimedu, kemudian ke Thandayarpettai..

dan lewat sini melalui jalan utama Thiruvatriyur. Jaraknya 6 kilometer.

Karena, sudah 15 hari sejak kami menutup pintu depan bar dan membuka pintu belakang.

Pengadilan membuat hukum untuk melindungi rakyat.

Tetapi orang-orang sepertimu dengan mudah menghancurkannya karena alasan egoismu.

Kau tak peduli dengan orang-orang yang menghabiskan seluruh penghasilan mereka

di toko anggurmu dan tertidur di jalan.

Begitu pula keluarganya yang hidup dengan satu kali makan sehari.

Hei! Aku beri kalian waktu 5 menit. Kalian semua harus bubar dari sini.

Atau aku akan laporin dan meminta mereka menahanmu selama 15 hari.

Pasal KUHP tak mengizinkan siapa pun menangkap pengunjuk rasa damai.

Namun tak seorang pun di antara kalian yang protes secara damai!

Lihat! Kau telah memecahkan kaca bajaj ini.

-Kau juga memecahkan kaca bajaj itu! -Lihat ke sana!

Panggil polisi, sobat!

Dengar Punitha! Aku rasa ini tak akan berhasil!

Kau tahu betul! Adikku akan menikah besok!

Tidak baik berurusan dengan polisi atau pengadilan. Ayo! Bubar saja.

-Petasanya sedang bekerja! -Tunggu! Lihat mereka meledak sekarang!

Punitha! Ayahku pasien jantung. Aku satu-satunya yang merawatnya.

Jika aku terlibat secara hukum, siapa yang akan mengurusnya?

-Ayo! Ikut aku! - Aku tak mau.

Dengar! Berjuang untuk rakyat dan masyarakat adalah perbuatan baik.

Tetapi hanya sampai hal itu tak memengaruhi kami dan keluarga kami.

Lihat apa yang mereka lakukan. Mereka memecahkan kaca bajaj itu dan menyalahkan kita

Mengharapkan keadilan dari mereka adalah suatu kebodohan.

Dengarkan aku! Ayo kita pergi!

Jika kita memutuskan untuk berjuang, kita tak perlu peduli dengan kekalahan.

Itulah yang dikatakan pejuang kemerdekaan Sathyamoorthy.

-Oh! - Kalian pergi saja! Aku akan mengurusnya.

Ayo! Kami pergi!

Tersisa setengahnya!

Kakak!

Ajaklah anak-anak bersamamu.

-Bu! Kami akan tetap bersamamu. - Ya, Bu! Kami akan protes bersamamu.

Ya, Bu. Biarkan mereka pergi! Kami akan protes.

Hei! Dengar. Pergi sekarang.

-Hei! -Apa?

Kau bahkan belum dewasa sepenuhnya! Kau ingin protes?

Berhati-hatilah! Suatu hari nanti, aku akan menutup barmu dengan tanganku sendiri.

Datanglah jam 10 malam. Aku akan memberikan kunci barnya sendiri!

Tutup dan pergi! Satu pekerjaanmu berkurang!

Hei! Kenapa kau bicara dengan orang-orang tak berguna ini? Ayo! Ayo!

Dengar! Pejabat pemerintah sedang berbicara!

-Hah! Kayak kolektor aja deh! -Hei, mata empat! Bawa gurumu..

Pendapatan bagi pemerintah. Ranjang kematian bagi rakyat.

Pendapatan bagi pemerintah. Ranjang kematian bagi rakyat.

Saudaraku! Aku ada di bar Royapuram kami!

Tutup Tasmac!

Pendapatan bagi pemerintah. Ranjang kematian bagi rakyat.

- Tutup! Tutup! - Tutup Tasmac!

-Masyarakat tanpa alkohol! -Bawa dia!

-Akan menjadi masa depan kita. -Mengganggu publik sepanjang waktu.

Mengapa kau melakukan ini?

-Apa kau tak punya hati nurani? -Mengganggu kami tanpa alasan. Masuklah.

Mengapa kau menangkapku, Pak?

Mereka yang seharusnya ditangkap.

Mengapa aku harus menangkap mereka?

Mereka menjalankan bar berdasarkan peraturan pemerintah.

Jadi Anda mengklaimnya!

Bukan hanya bar ini.

Tak ada satu pun bar atau toko anggur di Tamilnadu yang beroperasi sesuai aturan.

Undang-undang mengatakan rokok tak boleh dijual di bar.

Tunjukkan padaku satu bar yang tak menjual rokok.

Bar harus punya toilet! Undang-undang bilang toilet harus bersih!

Tapi, bar kita sendiri terlihat seperti toilet!

Gelas yang Rs.2 harganya Rs.8. Makanan ringan yang Rs.10 harganya Rs.30.

Sebotol air yang Rs.20 adalah Rs.40. Minuman yang Rs.30 adalah Rs.60.

Cemilan di sini harganya tiga kali lipat.

Di toko anggur, bir dijual sepuluh rupee lebih tinggi dari harga eceran yang disarankan.

Sebotol yang isinya setengah dijual dengan harga dua puluh rupee lebih tinggi dari harga eceran yang disarankan.

Siapa yang akan mempertanyakan semua ini?

Seorang petani di coimbatore..

ditangkap karena menjual bawang miliknya sendiri dengan harga sepuluh rupee lebih tinggi!

Hukummu yang menangkapnya akan tetap buta ketika menyangkut jeruji besi.

Benar-benar mengejutkan!

-Bala -Pak!

-Kekejaman seperti itu terjadi di bar? -Tak ada yang pernah melapor, Pak.

Bu, apa di stasiun kita pernah menerima laporan seperti itu?

*Meludah*

Pak! Mereka bilang tidak.

Tahu yang terburuknya, Pak?

Pemerintah tak mengikuti aturannya sendiri.

Tahu isi Pasal 328?

Jika seorang pria memberikan sesuatu kepada pria lain

untuk membuatnya pingsan atau mabuk, dan dia pingsan,

maka dia akan dijatuhi hukuman penjara 10 tahun.

Kau benar! Kita berdua tahu itu.

Tetapi tak ada orang lain yang memahaminya!

Karena kau sangat tulus, aku tak akan mengajukan kasus apa pun terhadamu.

Tulis saja permintaan maaf dan katakan kau tak akan merepotkan orang lain dan pergi.

Hei! Berikan kertasnya.

Pak! Mengapa aku minta maaf jika aku tak melakukan kesalahan?

Itu hanya formalitas. Biar nanti ada yang tanya kami bisa jawab.

- Hei! Berikan kertasnya! - Pak! Kertasnya habis.

Apa? Kita membeli dua bundel bulan lalu!

Pak! Ini keluhan dari bulan lalu. Ini keluhan dari bulan ini.

Sebagian besar adalah keluhan yang diajukan olehnya.

Keluhan jika bar dibuka dua menit sebelumnya.

Keluhan jika bar tutup terlambat 5 menit.

Keluhan Jika seseorang meninggalkan motornya di jalan untuk mengambil minuman.

Keluhan jika seseorang pingsan di jalan setelah minum

-Jadi ke mana seseorang akan pergi setelah minum? -Hei!

Kau tak perlu memberikan surat permintaan maaf! Silakan pergi.

Pergi.

Bangunannya tak sesuai Vaastu!

Dan ritual Kumbabisheikam pun selesai.

Tak ada lagu suci yang diputar saat mereka membuka toko itu.

Tak ada bau Aarthi atau dupa.

Namun kemudian, kerumunan mengalir seperti sungai!

dan uangnya.. mengalir deras seperti air terjun!

-Benarkah? -Memang!

-Berapa kau punya? -Bung!

Empat puluh rupee, bung.

Aku punya lima puluh rupee, sobat.

Lima puluh... Aku juga mungkin punya lima puluh juga..

Ini! 130 rupee. Beli bir yang enak.

Aku akan membeli makanan ringan seharga sepuluh rupee.

Hei! Bagaimana aku bisa pergi?

Lewat sini.

Sobat! Semua tetanggaku biasanya minum di sini.

-Kalau aku pergi, aku pasti ketahuan. -Kalau dia ketahuan, aku juga akan ketahuan.

Dengarkan aku baik-baik.

Kau orang luar di sini.

Tak akan ada seorang pun yang tahu jika kau yang beli!

Jadi kau yang beli.

Aku mengerti masalahmu.

Tapi kalau aku yang beli, aku akan minum dua teguk lagi! Oke?

Pergilah!

Harganya naik mulai hari ini?

Ya, bro! Mereka menaikkan dua puluh rupee!

oleh manajemen!?!

Biarkan manajemenmu hancur!

Sobat! Udah dapat?

-Tidak, Bung! -Kenapa?

Mereka sudah menaikkan harganya.

Apa? Mereka menaikkan harganya lagi?

Mereka menaikkan dua puluh rupee.

Siapa yang memberi mereka hak untuk menaikkan harga empat kali sebulan?

-Jangan berteriak. Diam. -Bung!

Jika harga susu naik, 1000 orang protes.

Jika harga bensin naik, 10.000 orang protes.

Jika harga alkohol naik, tak ada yang berani protes.

Mulai sekarang, aku akan protes!

Susu sangat penting bagi bayi yang baru lahir.

Makanan sangat penting bagi balita.

Namun bagi remaja seperti kita, bukankah bir itu penting?

Bir seharga Rs.50 sekarang berharga Rs.160.

Mereka terus menaikkan harga alkohol berkali-kali...

Politisi ini akan membuat alkohol menjadi barang yang tak terjangkau oleh orang miskin seperti kita.

Kebebasan hanya tercapai setelah adanya perlawanan.

Jallikattu terjadi setelah pemberontakan.

Aku sudah putuskan.

Jika tidak sekarang, maka tak ada waktu baik lainnya.

Apa kalian ikut?

Selesai! Kumpulkan semua orang.

Apa yang kalian lakukan di sini?

Ibu memintaku untuk membeli cabai kering sepulang sekolah.

Jadi, kami sedang mencari tokonya, Pak.

Jadi, toko anggur mana yang menjual cabai kering?

Kau masih muda dan mau alkohol...!

Cabai kering? Mereka menjual cabai kering?

Hajar mereka!

-Kakak? -Hei Saala! Kau di mana? Cepat ke sini.

-Aku akan sampai dalam lima menit, kak!

-Salam! -Selamat datang! Selamat datang Guna!

Apa kabar? -Aku baik.

Apa yang membawamu tiba-tiba ke sini?

Kalau kau bilang, aku pasti akan datang menemuimu! Silakan duduk.

Apa yang membawamu jauh-jauh ke sini?

Teman! Kalau kau punya masalah, temui aja aku.

Begitu pula ketika aku punya masalah, bukankah seharusnya aku menemuimu?

Saudaraku! Apa yang kau bicarakan? Aku tak punya kekuatan atau wewenang lebih darimu.

Apa yang dapat aku lakukan untukmu?

Aku punya kekuasaan dan wewenang. Namun kau populer di kalangan masyarakat.

-Aku tak mengerti. - Aku akan langsung saja.

Pemilu akan dilaksanakan pada tanggal 30 bulan depan.

Guru Tamil kita yang baik hati, Jayaraman, adalah kandidat partai kita.

Salam!

-Kau kenal dia, kan? -Aku kenal dia, saudaraku.

Dia telah bekerja 15 tahun untuk partai kami.

Orang yang sangat jujur.

Aku menjadikannya kandidat dengan hanya mempercayaimu.

Lakukan apa pun yang kau bisa dan buat dia menang.

Lupakan memenangkan pemilu.

Bahkan Uang deposit lawan ga bakal kembali. Aku jamin!

Ada masalah! Lawan kita adalah musuhmu, Thangadurai.

Saudaraku! Seharusnya dia yang takut. Bukan kita!

Aku pikir dia tak akan melupakan sayatan yang diterimanya.

Jika dia sudah lupa, mari kita ingatkan dia lagi.

Saala! Dapatkan daftar siapa saja yang ikut kontes.

Suruh semua kandidat independen mundur. Suara akan tersebar.

1000 poster dan 300 spanduk.

Minta mereka untuk menempelkannya di seluruh area kita!

Wajah kita harus ada di setiap sudut! Oke, bro.

Kami akan meliput semua jalan. Jika kita mulai sekarang, kita akan meliput semua area.

Itulah sebabnya aku mencarimu.

Kau berhenti meneleponku sesering mungkin.

Suamiku sudah cukup curiga.

Aku akan meneleponmu saat dia tak ada.

-Kau mengerti? -Hmm

Gimana? Kakak kelihatan menawan, kan?

Kakak!

Lihat ini! Poster bar kita telah robek dan berserakan di seluruh jalan.

- Hei! Bajingan mana yang melakukannya? - Aku tak tahu, kak!

Aku cukup curiga pada Thangadurai.

Itu bukan Thangadurai! Aku tahu siapa dia. Ayo ikut!

Hei! Bawa semua poster bar itu!

Apa kabar Logu..!

Ada apa, saudara?

Aku pergi selama dua hari dan kota ini telah mengalami perubahan!

Apa yang kau bicarakan, saudara?

Guna memasang poster di sekitar area yang mendukung lawan kita, Jeyaraman.

Sudah saatnya untuk membungkus tubuh mereka.

Ayo kita taruh mereka di lemari es segera.

Kita terus berunjuk rasa tanpa henti.

Namun tampaknya tak seorang pun berubah!

Kita tak seharusnya mengharapkan mereka berubah begitu kita protes.

Kita harus protes sampai mereka berubah! Itulah semangat protes yang sebenarnya.

Tuan! Tolong dengarkan!

Apapun itu, mari kita bicarakan besok pagi, Tuan!

-Wanita tetaplah di sini! -Minta mereka untuk keluar.

Mengapa kau membuat keributan di sini, Tuan?

-Dengarkan aku, Tuan. -Lihat itu!

-Kami ingin guru itu keluar sekarang. - Aku akan kehilangan pekerjaan, Tuan!

Pekerjaan apa? Berapa penghasilanmu?

Tolong mengertilah. Keluargaku akan menderita!

Setidaknya pertimbangkan usiaku!

Datanglah ke barku! Aku akan memberimu pekerjaan.

Orang yang membawa ember ini.. Kau tahu berapa penghasilannya?

Rs.50.000 per bulan. Bahkan bosmu tak akan memperoleh penghasilan sebanyak itu.

Hei! Kenapa kalian ribut-ribut di sini?

Ya! Aku merobek poster-poster itu! Apa yang akan kau lakukan?

Kau melihat semuanya! Benar?

Lupakan apa yang kulihat! Berbaliklah dan lihat sekelilingmu!

Giman sayang! Apa posternya bagus?

Sobat! Dia merobek poster-posternya!

Robeklah sepuasnya!

Hei! Terus pasang poster baru saat dia merobeknya.

Baik kak!

Dia pasti terbangun dan melihat poster kita..

dan tidur sambil melihat poster kita!

Tunggu sebentar, sobat!

Aku belum puas dengan posternya!

Ayo kita tempelkan di punggungnya dan pergi!

Punggungnya sendiri terlihat seperti posternya, sobat!

Kalau begitu, mari kita lepas dan pergi!

Mereka mabuk dan membuat keributan di asrama wanita!

Mengapa kau tak melakukan apa pun?

Kamu yang panggil polisi atau aku?

Hei! Kau mau nomor AC atau nomor DC?

Atau mau ku telponin?

Tuan! Maafkan kami kali ini!

Bukan hanya dia! Ada 45 gadis yang menginap di sini!

Aku bertanggung jawab kepada semua orang.

Katakan itu padanya!

Besok pagi, tugas pertamamu adalah mengusirnya.

-Baik, Tuan. -Dia pasti akan mengusirnya!

Tak apa-apa jika sipir tak mengajukan keluhan.

Baiklah, kita ajukan keluhan terhadap mereka besok.

Coplos ya.

- Seluruh rakyat kami akan memilih Anda. -Berkatilah saudara kami!

Pilih simbol layang-layang.

-Ambillah -Berikan suaramu untuk Layang-layang!

Pilih simbol layang-layang.

-Jangan lupa untuk memberikan suaramu. -Berikan suaramu untuk Layang-layang!

Pilih simbol layang-layang!

Bung! Bukankah itu dia?

Mengapa dia keluar dari kantor polisi?

Apa dia benar-benar laporin kita?

-Saudara! Ini Saala yang bicara. -Ada apa, Saala?

Aku melihat seorang gadis masuk. Mengapa dia di sana?

-Gadis yang mana? -Gadis yang memakai sari biru itu.

Oh, itu! Tak ada yang besar!

Tadi malam, sekelompok orang mencoba memasuki asrama secara ilegal.

..dan berperilaku buruk terhadap dia dan temannya

Jadi dia laporin mereka atas kasus percobaan pemerkosaan.

-Kasus percobaan pemerkosaan? -Percobaan pemerkosaan?

Kau bersamaku tadi malam, kan?

-Mau aku kasi tau terdakwanya? -Tidak apa-apa. Tidak perlu.

Hei! Dia melaporin kita berdua!

-Ayo! -Berani sekali dia!

Dia pasti berada di sekolah. Langsung saja ke sana.

-Hei! Teruslah berjalan. - Kembali

Kau tak dengar?

Mereka melakukan apa yang ingin kita lakukan!

Pergi. Terus berjalan.

Semuanya akan berakhir sekarang! Ayo!

Ayo!

-Beraninya kau menolak untuk mencabutnya? -Aku tidak akan!

Lepasin!

Masuk!

Keluar sekarang juga!

Keluar!

-Buka pintunya, paman! -Tolong paman!

- Minggir! Minggir! - Lepaskan!

-Peegi! -Lepaskan aku, Paman!

Sakit! Lepaskan aku!

Sakit sekali!

-Minggir! Minggir! -Sakit!!

-Paman! -Aku akan menusukmu! Pergi!

Halo!

Pak, aku kepala sekolah Venkateshwara!

-Halo -Ada geng yang membuat masalah di sekolah, Pak.

-Cepat kemari Pak! -Halo

Bisa dengar?

-Siapa ini? Aku tak bisa mendengar apa pun. -Aku bisa mendengarmu dengan jelas, Pak!

-Apa kau dengar? Halo, Pak? -Halo! Halo?

Paman, tolong! Turunkan aku!

Tolong lepaskan aku! Sakit sekali!

Sakit sekali! Turunkan aku!

Sakit sekali! Turunkan aku!

Paman, kumohon turunkan aku.

Masih berani mendekati bar itu?

Salah satu dari kalian harus mati! Baru setelah itu, yang lain akan takut.

Paman, kumohon lepaskan aku!

-Kau mau mati juga? -Sakit sekali, kumohon paman!

Aku takut, paman!

Bawalah Gurumu.

Bu! Bu! Bangun, Bu!

-Bisa dengar? -Punitha?

-Halo! -Pak Inspektur!

-Seseorang memukul kami di sekolah! -Halo!

Pak! Pak! Bisa dengar aku?

-Halo? Siapa dia? -Selamatkan kami, Pak!

Dia memukul kami sampai babak belur ! Bisa dengar aku?

Aku bisa mendengarmu dengan jelas, brengsek! Bisa ga?

Aku tak bisa mendengarmu, brengsek!

Selamatkan kami. Halo? Kau bisa mendengar kami, dasar bodoh?

Dengar! Aku merasa kita sedang mengobarkan permusuhan di sekitar kita!

Mari menjauh dari semua masalah ini selama beberapa hari.

-Gimana? -Aku baik-baik saja!

Apa masalah antara kau dan mereka?

Ada sebuah bar di depan sekolah St. Mary.

Kami mencoba berunjuk rasa di jalan!

Kami bahkan mencoba memberikan petisi.

Itu tak ada gunanya.

Jadi kami pergi ke pengadilan dan mendapat perintah penangguhan pada bar mereka!

Mengancam kami untuk mencabut kasus tersebut,

mereka datang ke sekolah dan asrama berkali-kali.

Aku tak peduli.

Mereka datang ke asrama tadi malam, setelah kau pergi.

Mereka berbicara sangat buruk tentangku.

Mereka mencoba untuk berbuat jahat.

Mereka memberiku waktu 24 jam untuk mencabut kasus tersebut..

Jika tidak, mereka bilang konsekuensinya akan kejam.

Jadi kau pergi ke kantor polisi buat ngelaporin mereka?

Ya!

Mengapa kau tak bisa memprotes minuman keras ilegal dan bukannya Tasmac?

Karena kau tak akan mendapat masalah dengan siapa pun..

..dan protesmu juga akan mendapatkan perlindungan polisi yang tepat!

Mereka bahkan memberimu medali!

Tak masalah di mana kau menusuk! Pembunuhan adalah pembunuhan!

Kita tak dapat menghapus bayangan tanpa menghapus kebenaran.

Bagus!

Menyelamatkannya tak berhasil bagi kami!

Hei! Minggir.

Paman!

Paman! Bisa tunggu sebentar?

Ada apa sayang?

Terima kasih telah menyelamatkan Bu Punitha kami, paman!

Paman! Bisa kita berteman mulai sekarang?

Kalian berdua nampaknya selalu bergaul dengan guru tak berguna itu!

Apa orang tuamu tak bermasalah dengan hal itu?

Kami tak punya siapa pun untuk memarahi kami! Kami hanya punya Bu Punitha.

Ya, Tuan!

Anak-anak itu tinggal di panti asuhan terdekat.

Bu Punitha membayar biaya mereka dari gajinya.

Hubungi aku jika anak-anak butuh apa-apa!

Baik, Tuan!

-Oke? -Oke paman.

Paman!

Kapanpun itu, akulah yang akan menutup barmu!

Mari kita lihat!

Berapa lama waktu yang kau perlukan untuk membawa lima puluh rupee?

Lima puluh rupee? Rs.500.

Kok bisa dapat Rs.500?

Ayah memintaku untuk duduk di toko. Aku duduk di dekat kotak uang!

Jangan pergi ke toko sendirian. Aku akan ikut.

Mengapa? Untuk menutup usaha ayahku?

Sudah saatnya tokonya buka! Ayo, beli!

-Baiklah! Sampai jumpa! Aku akan beli. -Pergilah.

Apa ini, saudara! Sudah jam 12 dan mereka belum buka.

-Kau pelanggan baru? -Tidak!

Aku sudah minum semua jenis alkohol, lho!

Jadi meskipun minum semua jenis minuman keras,

tidakkah kau tahu toko Gandhi Jeyanthi tutup?

Apa? Tokonya tutup? Apa yang kau katakan, Saudaraku!

Itu bohong, kan? Katakan yang sebenarnya, saudaraku!

Aku bersumpah, yang ku katakan benar!

Hei! Kenapa kau menangis?

Aku bilang tokonya tutup tapi tidak pernah bilang kalau tak ada stok!

Tapi, segelas bir Rs.250.

Saudaraku! Kita bertiga!

Aku hanya punya Rs.500.

Berikan.

Ini!

Bawalah token ini kepada wanita yang menjual bunga di depan kuil.

Berikan padanya dan dia akan memberikan apa yang kau butuhkan.

Nyonya! Tuan memintaku memberikan ini kepadamu!

Tak ada orang!

-Sobat! -Apa lagi?

Lihat ke sana!

-Astaga! -Ya ampun!

Bukankah mereka biasanya mengikatkan sari di sekitar pohon nimba?

Mengapa mereka memasang kamera?

Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan di sini?

Kami hanya ngobrol.

Apa tak ada tempat lain?

Kebebasan macam apa yang kalian perjuangkan?

-Astaga! Kerja kerasku! -Halo! Kantor polisi?

-Lari! Lari cepat! -Jangan lari!

-Naik! -Cepat naik!

-Paman! Lepaskan! -Siapa kau?

-Siapa kau? -Lepaskan!

Lepaskan kami!

Makanlah, sayang!

Kukira mereka kembali!

Kau tidak perlu takut kepada siapa pun lagi.

-Oke! -Hmm!

-Ada apa Jeni? -Kita belum pernah ke tempat seperti ini,

..juga tak punya makanan seperti itu!

-Terima kasih banyak, Paman! -Hei! Jangan baper!

Berikan kami seporsi Ayam Lolipop lagi.

-Baik tuan! -Bro Moorthy?

Apa kabar? Aku pernah melihatmu waktu aku masih kecil.

-Kau tak mengenaliku? - Kau..?

Aku Das! Putra penjahit Velu.

-Kau anaknya penjahit Velu? -Ya!

Kau terlihat sangat berbeda!!

Ngomong-ngomong, ayah dan ibumu berkulit coklat!

Kok bisa kau putih?

Sait diseberang rumahnya putih!

Masuk akal! Jadi, ayahmu bukan penjahit?

Jadi ayahku bukan penjahit? Aku bertanya kepadamu!

Katakan padaku! Ayahku seorang Sait?

Katakan padaku, mata empat!

Kasihan! Dia baik-baik saja beberapa menit yang lalu!

Bung! Katakan padaku! Apa ayahku Sait?

Jadi ayahku bukan penjahit? Apa dia anak Sait?

Ya ampun! Selama ini, aku selalu memanggil orang lain dengan sebutan ayah!

Bung! Aku ingin menemui ayahku Sait!

-Ayo, kita berangkat! -Kita berangkat setelah makan siang.

-Mana helmmu, Paman? -Helm? Apa itu?

Aku kasih tau, ya!

Di antara negara bagian dengan jumlah kecelakaan tertinggi,

Tamilnadu menempati peringkat pertama di negara ini.

Di India, tahun lalu saja, lebih dari 50.000 orang meninggal dalam kecelakaan motor.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 1500 orang meninggal karena tak mengenakan helm.

-Sekarang, kau mengerti apa itu helm? -Hmm!

Lain kali kita bertemu, paman harus memakai helm!

Kau berbicara dengan baik. Ayo!

-Selamat tinggal, Paman Sait! -Pegang erat-erat

-Berapa kecepatannya? -40

- Naikkan hingga 70. Pasti sempurna. - Oke, Saudaraku.

-Saudara!

-Apa kabar, saudaraku? -Baik! Kau baik-baik saja?

Matilah kau, brengsek!

Saudaraku! Sudah selesai!

Bagus! Mari kita berikan dia karangan bunga besok dan memberikan penghormatan terakhir kita.

Oke saudara!

Simpan ini untuk pengeluaranmu.

-Jangan datang ke kota ini selama seminggu! -Baik, saudaraku!

Aku akan menyelesaikan kasus ini dan menghubungimu sendiri.

-Kau akan meneleponku? -Ya.

-Halo! -Sayang! Kau di mana?

-Aku sudah sampai rumah! -Aku sedang dalam perjalanan.

Benar?

Hanya kau dan aku untuk minggu depan.

Kalau begitu, datanglah segera. Aku tak sabar untuk bertemu denganmu.

Ya ampun!

Aku masih tak percaya. Bagaimana ini bisa terjadi?

Aku tidak yakin Guna!

Kata Polisi dia mabuk dan truk menabraknya saat dia menyeberang jalan!

Bahkan laporan rumah sakit mengatakan dia mabuk.

Sejauh pengetahuanku, dia tak minum.

Seseorang melakukannya.

Hei Saala! Apa pun yang dia katakan, jangan bereaksi! Kita urus nanti saja.

Mengapa kau melakukan hal tersebut?

Dia berjuang untuk masalah-masalah kecil seperti pemadaman listrik dan masalah air!

Kau menggodanya dengan kursi MLA.

Dan sekarang dia sudah meninggal! Kau akan hidup dengan tenang sekarang?

-Hei! -Mengapa kau mengancam kami?

Caramu bereaksi tampak seperti aku membunuhnya.

Aku bersumpah, aku tak membunuhnya.

Tetapi mereka yang mencintaiku bisa saja melakukan sesuatu.

Mereka mungkin melakukannya lagi jika diperlukan.

Jadi, sebaiknya kau tetap berhati-hati.

Hei Thangadurai!

Apan kau penjahat besar jika kau membunuh seseorang yang berjalan sendirian di malam hari?

Dengar aku baik-baik. Calon anggota dewan legislatif daerah pemilihan Royapuram berikutnya.

..saudara kami GB Guna.

Beritahu orang yang kau sayangi!

Aku tak peduli mereka datang siang atau malam.

Aku akan menunggu membunuhmu 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Jangan membuat kekacauan demi kekacauan!

Aku meninggalkan kalian hidup-hidup agar kalian bisa melihatku memenangkan lelang bar Parvathy.

Aku masih bisa mencium bau darah pamanku.

Jika kau terus menerus membuatku kesulitan,

Maka, kematianmu akan terlihat jauh lebih mengerikan dari yang kau bayangkan.

Tak seorang pun akan dapat menemukan tulangmu! Hati-hati.

Hei Raj! Kakak!

Berikan permen lolipopmu. Biarkan dia menghisapnya sepanjang perjalanan pulang.

Tuan!

Kau ingin mencobanya?

Kau tidak tertarik?

Dia mungkin ingin yang baru.

Belikan dia yang baru dan dia mungkin akan mengisapnya. Putar musiknya.

Jangan dianggap serius. Dia mengoceh dengan marah.

Aku serius!

Serius? Aku akan menghancurkan wajahmu! Diamlah.

Guna!! Apa yang dikatakan Saala benar! Jadilah kandidatnya.

Dia ngoceh! Kenapa kau bicara seperti dia?

Aku sudah berpikir baik-baik!

Mereka sudah membunuh kandidat kita.

Siapa lagi yang siap menjadi lawannya?

Bahkan jika kita bisa membuat seseorang menentangnya,

Bagaimana kau akan melindunginya dari pagi hingga larut malam?

Saudaraku! Aku sama sekali tak tahu apa-apa tentang politik! Aku tidak tahu apa-apa tentang itu.

Apa lagi yang kau ketahui?

Hal-hal seperti penculikan, pemukiman, memicu protes, membunuh orang.

Aku akan melakukannya segera.

Bagaimana aku bisa berpolitik?

Jabatan politik merupakan promosi bagi orang yang mampu melakukan semua hal tersebut dengan sempurna.

Kau memiliki semua kualifikasi untuk menjadi MLA

Aku akan bicara dengan ketua partai. Kau urus sisanya.

Saudaraku! Kau harus setuju! Tolong katakan ya!

Jeni! Kenapa kalian berdiri di sini?

Mereka menyuruhku untuk tak mengizinkan anak-anak masuk ke kelas karena belum membayar uang sekolah.

Aku mencoba berbicara dengan mereka. Namun, mereka cukup keras kepala.

Jadi, kau akan membuat mereka berdiri di luar kelas?

Aku akan bicara dengan mereka! Kalian semua, ikut aku!

Pak! Beri aku waktu sepuluh hari. Aku akan melunasi semuanya.

Kau telah mengatakan hal yang sama selama 6 bulan.

Apa aku menjalankan sekolah pemerintah ini, untuk menerima semua anak yatim ini?

Mereka bukan anak yatim! Mereka adalah anak-anakku.

Bukankah aku memberimu seluruh gajiku setiap bulan?

Gajimu 15.000 rupee. Bagaimana cukup untuk menutupi semua biaya yang mereka keluarkan?

Masih kurang Rp40.000! Apa yang akan kau lakukan?

Dengar! Aku memberimu waktu satu hari lagi.

Selesaikan seluruh biayanya.

Kalau tidak, aku akan memberimu TC. Bawa anak-anak dan pergi.

Oke, Pak.

Tuan!

Kepala sekolah menyuruh anak-anak berdiri di luar karena mereka tak membayar uang sekolah.

Kasihan anak-anak! Mereka sudah berdiri di luar selama dua hari terakhir.

Ini pembayaran untuk 6 bulan terakhir.

Ini untuk 6 bulan ke depan.

Ambillah!

Jika kau berani menyebut anak-anak ini yatim piatu,

Aku akan memecahkan tengkorakmu!

Maaf tuan!

Dia tak akan pernah mendengar bahasa seperti itu sebelumnya. Dia pasti akan mengerti. Ayo!

Terima kasih atas bantuannya! Tapi aku pasti akan membalas budimu.

Ambil jalan ini.

Disini!

-Hentikan! -Tunggu!

-Berhenti sekarang. -Tunggu!

Ayo! Aku akan membawamu ke tempat yang tak seorang pun akan datang.

Dorang lebih keras!

Hei! Dia makan semua dagingnya!

Hei! Kau belum makan?

Aku masih anak-anak! Aku akan makan! Kenapa kau makan?

-Cukup! Berhenti makan! -Ssst! Ibuku!

Ibu! Aku di rumah teman!

Sepertinya ada penyakit baru bernama Corona..

Jadi mereka memberiku tonik. Aku meminumnya.

Kau telah mabuk! Jangan minum lagi!

Berikan padaku! Percayalah padaku!

Baiklah! Ambil saja.

Bala! Kau di mana?

-Dia pergi ke arah sana. -Bala!

Hei Bala!

Bala, kau dimana?

Bala! Ke mana kau pergi?

Ini dia!

Bala! Apa yang kau lakukan di sini? -Ssst!

-Siapa orang-orang ini? -Kemasi botol-botol ini terlebih dahulu!

Tempelkan stiker dengan benar.

Produksi macam apa ini?

Mereka yang memulai bisnis ini setahun yang lalu,

..memasok lebih dari 200 bar!

Kami memulai bisnis ini lima tahun lalu!

Kami bahkan tak mampu menyediakan 150 bars

-Apa sebenarnya masalahnya? -Kakak!

Minuman kerasnya tak tersedia seperti dulu.

Aku tak mengatakan sesuatu yang tidak kau ketahui!

Sebelumnya, satu orang memasok ke 10 kota.

Saat ini, sepuluh orang memasok ke satu kota!

Aku telah bekerja keras untuk membawa spirit ini dari pabrik Pondichery dan Thindivanam.

Selain itu, kami juga memperdagangkan 50 lebih kotak Hans!

Dengar, aku membayar gaji untuk 55 orang yang bekerja di sini,

..komisi untuk pengawas untuk mencampurnya dengan aslinya,

komisi untuk penjual di toko,

komisi untuk pejabat polisi yang menjamin perlindungan,

dan komisi untuk departemen cukai.

Setelah semua ini, menurutmu berapa yang tersisa untukku?

Baiklah, apa pendidikanmu? - M.Sc. Kimia.

-Berapa gajimu? -Lima lakh.

Alih-alih lima lakh, aku ingin memberimu lima belas lakh.

Namun, produksinya saja tidak cukup!

Apa yang harus aku lakukan?

-Aku takut! Ayo pergi! -Diamlah!

Kak! Mungkin kita bisa mencoba metanol.

Metanol? Apa artinya?

Metanol seperti kakaknya spirit etanol yang kita tambahkan dalam alkohol.

Keduanya memiliki bau, warna, dan rasa yang sama. Tak mungkin menemukan perbedaannya.

-Efeknya tinggi? - Jauh lebih kuat!

Metanol 90ML setara dengan etanol 180ML.

Ini lebih dari cukup!

Menurut masyarakat kiya, kalau sampai mabuk, itu alkoholnya bagus.

Jika tidak, maka itu duplikat.

Jadi! Buat mereka mabuk lebih cepat!

Kasihan mereka! Biarkan saja mereka bersenang-senang!

-Gimana? -Kau benar, saudaraku!

Tapi, kerusakannya akan jauh lebih tinggi daripada sisanya.

Tidak apa-apa!

Seolah-olah mereka akan hidup seratus tahun dengan meminum alkohol berkualitas baik!

Apa pun yang mereka minum, mereka akan mati juga.

Dengar! Hanya ada satu perbedaan antara minuman keras yang baik dan minuman keras yang haram.

Minuman keras yang bagus jika kita memproduksinya dan memasoknya ke Tasmac agar mereka menjualnya.

Haram hukumnya kalau kita memproduksi minuman keras lalu langsung menjualnya ke masyarakat dengan harga lebih murah.

Itulah satu-satunya perbedaan.

Dengar! Mulai bulan depan,

..kami akan menjualnya hingga 400 bar. Mengerti?

Iya kakak!

Hei! Siapa dia?

Aku tak tahu! Tapi dia melompati tembok untuk masuk ke sini!

Bagaimana Ganesh tertangkap?

-Aku tak tahu! Aku datang untuk mencarimu! -Kenapa kau meninggalkannya sendirian!

-Hei! Siapa kau? -Sakit sekali!

-Aku takut! Ayo, kita pergi. -Diamlah. Kita bisa ketahuan.

Tolong angkat kakimu. Kau menyakitiku.

Hei! Ada berapa orang kalian?

-Kami bertiga! -Di mana mereka?

Mereka pergi ke arah itu!

Ayo! Ayo!

-Ayolah Bung!

Sobat! Setidaknya salah satu dari kita harus selamat.

Aku akan ke arah sini. Kau ke arah sana. Jangan sampai ketahuan!

Lepaskan aku, saudaraku! Tolong!

Saudara! Saudara!

Lepaskan aku saudaraku! Ya ampun!

Ya ampun!!

Lepaskan aku..

Aku mohon!

Kumohon! Aku tak akan memberi tahu siapa pun!

Lepaskan aku saudaraku! Aku mohon padamu!

Saudaraku! Ya ampun!

Sobat!!!

Sobat!

Hei! Sobat!

Bangun sobat!

Bangun!!

Ganesh!!

Raja!

Bangun sobat!!

Kakak! Kumohon!

Lepaskan aku, Saudaraku!

Ada berapa orang kalian?

Saudara!

-Saudara! Lepaskan aku! -Aku akan melepaskanmu!

-Tetapi katakan yang sebenarnya padaku. -Aku bersumpah hanya kami bertiga.

Percayalah padaku, saudaraku!

-Jadi, hanya kalian bertiga? -Ya, saudaraku.

-Jadi, kau pastikan hanya tiga orang? -Ya, saudaraku.

Lepaskan aku, saudaraku!

Lepaskan, saudaraku!

-Lemparkan ketiganya ke rel kereta api. -Baik saudaraku.

Suruh anak buah kita untuk bersaksi bahwa mereka melihatny minum di rel dan kereta menabrak mereka.

Inspektur ingin berbicara denganmu, saudara.

Bawa mereka!

Pegang kakinya.

-Ada apa, Pak? - Kasus pengacara Parvathy kita sudah dibatalkan.

Bar itu akan dilelang pada tanggal 12.

-Urus dengan baik, Tuan. -Apa yang kau katakan, Pak?

Ya, Tuan. Aku meneleponmu dari pengadilan.

Penghakiman itu muncul lima menit yang lalu.

Kau mengatakan berita besar seperti itu dengan begitu santai.

Aku telah menantikan ini selama 23 tahun terakhir!

Sudah saatnya mendapatkan keadilan atas kematian pamanku.

Muat!

-Berhenti bicara dan muat dengan cepat! -Lakukan dengan cepat!

Muat dengan cepat.

Botol-botol itu harus sampai di jeruji sebelum matahari terbit.

Berhenti bicara dan mulai bekerja.

-Pak -Hmm

Bar itu akan dilelang pada tanggal 26.

Pemilu akan dilaksanakan pada tanggal 30 bulan depan! Apa yang harus kita lakukan?

Kak! Saala dan Guna adalah masalahnya!

Jika kita menyingkirkannya, semua masalah kita teratasi!

Hei Logu! Diamlah.

Tuan! Tolong jangan dengarkan mereka dan segera lakukan tindakan.

Bar tersebut ditutup selama 20 tahun hanya karena masalah seperti itu!

Jika terulang lagi, pengadilan akan langsung menyegelnya.

Kalau begitu, kau tak akan pernah bisa memilikinya sepanjang hidupmu.

Jadi! Kau ingin melepaskan mereka?

Sampai kemarin, mereka hanya menjadi lawan di lelang bar.

Sekarang, mereka menentang kita dalam pemilu.

Jika kita lepaskan, mereka akan terus memberikan lebih banyak masalah!

Kita perlu melakukan sesuatu!

Hei! Siapa yang memintamu untuk tak membunuh mereka?

Kataku, jangan lakukan sekarang.

Bukankah aku sudah merencanakan empat eksekusi terakhir untukmu ?

Bukankah aku sudah menghabisi tiga orang yang mati di Chengalpet minggu lalu?

Tuan! Mengenai masalah bar, tolong lakukan sesuatu selain bertengkar dengan mereka.

Seluruh kantor polisi Royapuram akan mendukungmu.

Tuan, ini asli kan?

Benar. Aku menyimpannya untukku!

-Terima kasih, Tuan! -Baiklah.

Hei Gandhi! Kau di mana?

Pulanglah ke rumah di pagi hari.

Ambattur (Tempat Pembuangan Sampah)

Hei! Itu ponsel!

Hei! Tunggu.

-Tunggu. -Kakak! Lepaskan bajuku.

-Tunggu. -Berikan teleponnya.

-Berikan padaku. -Lepaskan aku .

-Lepaskan aku!

-Berikan padaku! -Enyahlah!

-Tolong! -Tak ada tombolnya!

Ini ponsel sentuh!

-Enyah! -Cara menyalakannya!

Tampaknya kita bisa menghasilkan banyak uang dengan menjualnya.

-Ya! -Itu keberuntunganmu!

-Akan kuhancurkan wajahmu! -Itu ponsel ayahku!

Ini bukan ponsel yang ayahmu. Minggir!

- Berikan atau tidak? - Tidak akan. Pergilah!

-Pak Inspektur! -Inspektur?

-Hei tunggu! -Tunggu!

Dia lewat sini!

Kau pergi ke arah ini! Kau pergi ke arah itu.

-Dia lari! Tangkap dia! -Lepaskan aku!

-Dimana? -Bagaimana aku tahu?

- Ponsel yang mana? -Keluarkan.

-Ponsel apa yang kau bicarakan? -Hei!

Mengapa kau berisik?

Ini adikku! Dia mengambil ponsel rumah. Jadi kami bertanya kepadanya.

-Teruslah jalan! -Jangan pergi!

-Jangan pergi, saudaraku! -Teruslah berjalan!

Teruslah jalan!

-Jalan! -Terus jalan!

-Jangan pergi! -Pegang dia.

Lanjut ya Kakak!

Pegang dia! Pegang dia

Teruslah jalan!

Jangan. Lepaskan!

Katakan yang sebenarnya! Di mana kau menyimpan ponsel itu?

Aku meninggalkannya di dalam truk yang baru saja pergi!

Mengapa kau tak menceritakannya lebih awal?

Kau tak punya otak?

Bagaimana orang bisa bicara kalau mulutnya tertutup?

Sulit untuk melihatmu dari dekat! Minggir!

Baiklah.. Apa yang kita tunggu?

Ayo cepat mencalon dan berpesta.

Waktu yang baik dimulai setelah pukul 11. Mari kita arsipkan setelah itu.

Setiap kandidat mengajukan pencalonannya pada waktu yang tepat.

-Jadi mengapa salah satu mereka menang? -Hanya satu orang yang dapat menang di satu daerah pemilihan.

Kalau begitu, mengapa kita peduli hal itu?

Hei, bajingan! Kau bilang waktu yang baik akan tiba.

Namun tampaknya pertanda buruk dan waktu yang buruk datang bersamaan!

Hei! Kami sudah menunggu di sini! Kau langsung gas aja?

Banyak juga pengemis di pintu masuk!

Apa kita harus berbicara dengan mereka semua?

Aku akan membunuhmu!

Ini sudah menjadi rutinitas! Apa kau menyemangati mereka dan bersenang-senang?

Itu sesuatu yang kau lakukan!

Jika aku tak menghentikan anak buahku, kalian akan mati!

Dia memukul saat kita sedang berbicara! Kau hanya menonton.

Maaf pak!

Mengapa kau memberi kami waktu yang sama?

Waktunya sudah ditentukan untuk mereka. Silakan masuk, Pak.

-Terjadi sedikit miskomunikasi. -Lalu mengapa kau meminta kami datang?

Setelah selesai, kami akan selesaikan prosesnya, Pak.

-Enyahlah! -Maaf, Pak!

-Kau akan tertangkap suatu hari nanti! -Enyahlah, brengsek!

Ini, ambillah.

Ada apa, saudara?

Aku sudah bicara dengan pemilik tanah bar Parvathy.

Besok pagi jam 10, selesaikan pembayarannya dan dapatkan NOC.

Bagus kak! Kirimkan saja rinciannya!

Ini akan dilakukan pada pagi hari

Aku akan segera mengirimkannya kepadamu.

Selamat, Guna! Di satu sisi, kau telah mendapatkan bar Parvathy sesuai keinginanmu.

Di sisi lain, kau mendapat kursi partai!

-Saat-saat menyenangkanmu telah dimulai! -Kakak! Berhentilah menggoda!

Jika begini terus, tak seorang pun di daerah ini akan menghormati kita.

Aku malu!

Kita seharusnya langsung menebasnya!

Brengsek! Kau seharusnya menusuknya saat itu juga.

dan tak mengomel seperti anak kecil sekarang.

Dimana Gandhi?

Saudaraku! Aku akan telpon begitu pekerjaan selesai.

-Jangan membuat kesalahan! -Baik saudara!

Siap? Bisa kita rekam?

Apa yang kau lakukan jika mereka melarang alkohol di Tamilnadu?

Aku akan segera mati.

-Tahu apa itu larangan? -Bukankah itu benda kuning besar?

Apa yang akan kau lakukan jika mereka melarang alkohol di Tamilnadu?

Aksi protes seperti Marina akan bermunculan lagi.

Seluruh negara akan hancur!

Kau menjualnya! Jadi aku mengonsumsinya!

Aku mengonsumsinya hanya karena kau menjualnya, bukan?

Selama Corona, toko tutup lebih dari 6 bulan. Aku tak minum setetes pun.

Aku bisa bertahan tanpa minum. Bisa kau bertahan tanpa membuka toko?

-Apa yang akan kau lakukan jika mereka menutup toko? -Jika mereka menutup toko!?!

Mengapa? Mengapa harus ditutup?

Hanya karena toko anggurnya buka, berarti kau membuang semua penghasilanmu di sini, bukan?

Jadi jika tokonya tutup, bukankah kau akan menghabiskannya untuk keluargamu?

Kau benar! Tapi mengapa mereka harus menutup tokonya?

Banyak keluarga kehilangan segalanya karena alkohol!

Benar! Tapi mengapa mereka harus menutup tokonya?

Tasmac memperoleh penghasilan 110 crores dari rakyatnya tiap hari.

Selama seminggu, jumlahnya 770 crores.

-Dalam sebulan, jumlahnya mencapai 3300 crores! -Astaga!

-Kau tahu berapa totalnya dalam setahun? --uh!

40.150 crore!

-Bagaimana cara kerjanya? - Semuanya keluar seperti kencing.

Kau benar! Benar sekali!

Tapi lalu, mengapa mereka harus menutup tokonya?

Hei kau! Enyah!

Apa yang akan kau lakukan jika mereka melarang alkohol?

Berikan formulir NOC itu.

Ini dia!

-Semuanya baik-baik saja! -Sempurna.

Berikan.

-Ini, ambillah . -Terima kasih.

-Selamat! -Terima kasih.

Bar Parvathy jatuh kembali ke tanganmu sesuai keinginanmu.

Terima kasih telah memberiku NOC untuk tempat itu.

Tempat itu mendapatkan kembali kehidupannya setelah 23 tahun.

-Aku pamit sekarang. -Terima kasih!

Ayo berangkat!

Kirimkan DD sebesar dua lakh, NOC dan formulir tender di kantor.

-Urus prosesnya. -Oke.

Ikut ke kantor polisi. Kita perlu bicara.

Apapun itu, mari kita bicarakan di sini!

Ikutlah ke kantor polisi sekarang juga, kalau tak keadaan akan bertambah buruk.

Hei! Kau pikir kau sedang bicara dengan siapa?

Hei polisi! Cara bicaramu tak pantas.

Kau pamer pada kami setelah mengunyah tulang yang dia lemparkan padamu?

Kalau kau bersikap begini lagi, aku akan mengurungmu dan adikmu di penjara!

Kau membuat keributan di sini? Aku akan membuat kalian lari menyelamatkan diri!

Ada apa, Siva?

Kak! Mereka yang minum di bar kita tiba-tiba muntah darah!

-Apa? -Sekarang aku mau membawa mereka kerumah sakit!

-Bagaimana ini bisa terjadi? -Aku tak tahu. Tadi semuanya baik-baik saja!

Tiba-tiba, mereka mulai muntah darah satu demi satu.

Sekitar 15 orang tidak sadarkan diri. Aku takut.

Bisa datang, saudara?

Dia sedang berbicara di telepon dan kau mengawasinya?

Tangkap dia dan masukkan dia ke dalam jip.

Melangkah hanya jika kau punya nyali!

Jangan takut!

Bawa mereka kerumah sakit. Aku akan meminta Saala untuk menanganinya.

Baik kak!

Periksa apa ada orang di dalam.

Apa ini, Saala?

Apa kami terlihat seperti penjahat?

Aku juga punya senjata di ikat pinggangku!

Aku akan taruh semua peluru itu di kepalamu dan anggap itu sebagai pembelaan diri!

Hei!

Bahkan sebelum pistol mencapai tanganmu, kepalamu akan tergeletak ke lantai.

Jika kau ragu, cobalah menyentuhnya.

Yang kau inginkan hanya aku, benar? Ayo!

-Ambil ini! -Apa yang terjadi kak?

Hei Siva!!!

Kemarilah! Apa yang terjadi? - Kakak.

Pagi harinya, tuan memintaku untuk membeli daging. Aku pun pergi membelinya.

Dia mulai memasak dan aku menerima pesanan.

Semua orang baik-baik saja sampai sore.

Namun setelah itu satu per satu, mereka mulai muntah darah.

Kami tak tahu harus berbuat apa.

Aku memanggil ambulans dan membawa mereka ke rumah sakit.

-Ada melihat melihat orang baru? -Tidak, kak!

Namun pada sore harinya datang seseorang dari saluran TV.

Dia meminta informasi dari orang yang sedang minum.

Guru menyuruhnya untuk tak merekam di dalam. Jadi dia keluar.

Aku meragukan sesuatu! Mani kita tak berbicara pada siapa pun di dalam bar.

Namun hari ini dia terus berisik sepanjang waktu.

Bahkan setelah aku membawanya masuk, dia terus menggangu.

Dia butuh waktu lama untuk menenangkan diri.

Apa nama saluran TV tersebut?

"Pullingo" kak!

Pada tanggal 26 bulan ini,

..delapan orang yang minum alkohol di bar Guna

..muntah darah satu demi satu.

Empat orang diantaranya meninggal dunia dan empat orang lainnya tengah berjuang untuk hidup.

Alasan di balik ini adalah makanan yang tidak disiapkan secara higienis di bar.

Adanya pestisida pada ayam yang dimakannya

..dikonfirmasi dalam laporan dokter ini.

Bukan hanya bar ini.

Semua bar yang dikelola Tn. Guna tidak mengikuti tindakan pencegahan sanitasi.

Jadi, aku meminta Yang Mulia untuk bertindakan lebih tegas terhadap Tn. Guna dan semua barnya.

Memang benar makanan yang mereka makan mengandung pestisida.

Namun bukan karena masalah kebersihan.

Karena persaingan bisnis, hal ini dilakukan oleh seseorang untuk membalas dendam kepada Tn. Guna.

Dia menciptakan kebingungan yang tiak perlu, Yang Mulia!

Yang Mulia! Aku mencoba menjernihkan kebingungan rekan pengacaraku di sini.

45 piring ayam dijual dari 12 hingga 3 dan tidak ada satupun yang memakannya jatuh sakit.

Bahkan karyawan bar yang memakan ayam itu tak terpengaruh.

Delapan di antaranya hanya terkena dampak ayam yang dijual setelah jam 3 sore.

Dari sini kita bisa 100% yakin bahwa, dengan maksud membalas dendam,

seseorang telah meracuni makanan di bar Tn. Guna.

Anda punya bukti untuk mendukung pernyataan Anda?

Ya, Yang Mulia! Namun aku mohon Anda memberiku waktu seminggu untuk menyerahkan bukti-buktinya.

Tak ada kamera CCTV di bar atau sekitarnya.

Jadi sudah pasti permintaannya itu hanya membuang-buang waktu pengadilan saja dan tak ada yang lain.

Hukum menyatakan bahwa terdakwa harus diberi kesempatan untuk membuktikan ketidakbersalahannya.

Berdasarkan hal itu, Dalam dua hari ke depan,

pengadilan memerintahkan terdakwa untuk menyerahkan bukti, untuk membuktikan ketidakbersalahannya.

Sampai penyelidikan selesai, terdakwa akan tetap ditahan di tahanan pengadilan.

Hei Inspektur! Apa kau tak tahu borgol tidak dibolehkan di dalam pengadilan?

Itu di dalam pengadilan. Ini di luar pengadilan.

Hei Saala! Mereka pikir dengan mengurungku, mereka akan mudah mendapatkan bar itu.

Benar-benar tolol! Mereka hanya melihatku bermain!

Sekarang, kau yang bermain! Biarkan mereka menonton!

Kak! Saat kau kembali, bar ini akan menjadi milik kita!

Tuan! Kami sedang berusaha keras untuk menutup bar yang ada.

Tetapi Anda berjuang untuk membuka bar yang sudah tutup.

Jangan lakukan itu, Tuan. Tinggalkan saja!

Bicara hal lain!

Kalau masih menganggap bar itu penting, jangan temui kami.

Kau tak perlu melakukan apa pun untuk anak-anak.

Juga, jangan temui mereka.

Jadilah dirimu sendiri! Kami akan menjadi diri kami sendiri!

Apa itu?

Saudaraku! Hentikan! Tunggu sebentar!

-Ada apa? -Aku ingin buang air kecil. Sebentar.

Ayo cepat! Kau terus mengulangnya!

Tunjukkan video berikutnya.

Tunjukkan lebih banyak lagi!

Berikutnya!

Tuan! Aku sudah menunjukkan semua rekamannya!

Hanya ini saja yang kami rekam.

- Periksa yang lain! - Silakan pergi. Aku punya banyak pekerjaan.

Mani tidak berbicara pada siapa pun di dalam bar.

Namun dia tetap berisik hari itu.

Kau di mana, Nak? Kemarilah!

Duduk!

-Perbesar jendela itu. -Tuan!

Perbesar.

Tunggu!

Putar lagi!

Siapa dia, Tuan? Dia tampaknya mencampur sesuatu dalam makanan.

Maaf, Tuan! Aku tidak memperhatikannya!

Hentikan sebentar!

Kirim semua video ke ponselku. Ambil.

-Ada apa, sobat? -Hai Das!

Aku mengirimmu foto.

Tanyakan siapa dia. Kirim juga ke anak buah kita.

Raji! Aku sudah mengirimmj foto. Periksa apa dia dari daerahmu.

Apa itu Das?

-Ada apa, Tuan? -Hei Selvam!

Aku sudah kirim fotonya ke whatsappmu.

Temukan di daerah mana dia berasal.

Aku tidak punya WhatsApp. Ponselku jadul.

-Kenapa.. -Gak masalah, Kak!

Temanku ada di sini. Kirimkan padanya. Aku akan mengurusnya.

-Beritahu aku nomornya -9710219290

Siapa ini?

Lihat apa kau menerima foto di Whatsapp

Berhentilah menatap! Ayo, tangkap ikan!

Kau sudah menerimanya?

Ayo, saudara!

Ikannya segar. Ayo!

Hei Gandhi! Muatanmu sudah sampai.

Aku akan datang! Tunggu.

Butuh waktu untuk mengunduhnya. Kau periksa.

Mengapa mereka mencarinya?

Kau mengenalinya?

Mengapa kau menanyakannya?

Dia datang ke daerahku untuk menemui calon pengantin.

Keluarga pengantin wanita ingin menanyakan tentangnya.

Itulah sebabnya aku menelponmu.

Oh! Hanya itu? Dia anak yang sangat baik.

Namanya Gandhi! Dia menjual ikan di pasar ikan Puliyanthope!

Dia bekerja di sebelahku beberapa waktu lalu. Kau dapat mempercayainya. Aku jamin.

Aku tak keberatan jika kau memberi jaminan. Kami akan putuskan pernikahan ini.

Oke saudara!

Aku sudah bersamamu selama ini. Kau bahkan tak peduli untuk memberitahuku!

Memberitahu apa?

-Biarkan saja! -Beritahu?

-Lepaskan!

Aku akan menghajarmu sekarang!

Jangan marah-marah!

Keluarga pengantin wanita mengirimkan fotomu. Aku menceritakan hal-hal baik tentangmu.

Undang aku ke pesta pernikahannya, ya.

Kau benar-benar beruntung! Kamu sudah punya dua sekarang tambah satu.

-dasar brengsek! Kau kasih tahu! -Kenapa kau memukulku?

Aku hanya mengatakan hal-hal yang baik tentangmu.

-Aku seharusnya tak pernah berpikiran baik padamu. -Aku akan menghajarmu lain kali aku melihatmu.

Kedua istrimu akan kawin lari.

Mobil siapa ini? Pindahkan sekarang!

Itu bukan milikku, bro! Kurasa itu miliknya!

-Panggil dia! -Hei kemeja biru!

Hei! Kemeja biru!

-Dia memanggilmu! -Pindahkan mobilmu!

-Mobil itu milikku, saudaraku! -Pindahkan ke belakang!

Hei! Jangan!

Jangan lakukan itu!

Jangan lakukan itu!

Jangan!

Jangan..

Pengumuman tender bar untuk Tasmac 3546

Tender diminta oleh Thyagarajan, Alandur.

ID Pan, jumlah DD 2,5%, NOC.. semuanya baik-baik saja.

Tender 3546 diberikan kepada Thiyagarajan.

Pak!

-Sudah memverifikasi NOC? -Ya, Pak! Itu ada di sana.

Pengumuman tender bar untuk Tasmac 4777

20 tahun yang lalu,

..bar ini cukup populer dengan nama Parvathy Wines.

Tender diminta oleh GB Guna dari Royapuram.

ID Pan, Lembar Cek, Sertifikat Tidak Keberatan..

Semuanya sempurna!

Ada aplikasi lain untuk Parvathy Bar, Pak.

Satu lagi? Thangadurai, Royapuram.

Jumlah DD 2,5%, NOC.. Apa ini, Bu?

Keduanya memiliki sertifikat Tidak Keberatan.

Bagaimana kita menemukan aslinya?

-Yang asli adalah yang ada disampulku. -Bagaimana saya bisa mempercayainya tanpa verifikasi?

Dua NOC datang untuk satu bar!

Aku tak dapat mengambil keputusan tanpa mengonfirmasikannya dengan pemilik tanah.

Tidak perlu, itu tidak perlu, Pak!

Aku tahu orang-orang akan melakukan penipuan. Jadi, aku membawa pemilik tanah itu.

Bawa pemilik tanahnya ke sini!

Putriku berangkat kuliah kemarin. Dia belum pulang.

Mereka menculiknya. Aku tak punya pilihan lain!

Oke.

Ada dua NOC atas namamu. Kepada siapa kau memberikannya?

Katakan pada mereka, Pak!

Aku memberikannya kepada Thangadurai, Pak.

-Jadi, NOC GB Guna? -Tidak, Pak!

Pemilik tanah selalu main-main!

Aku akan berikan kertas! Tulislah dengan tulisan tanganmu dan tandatangani NOC.

Dia dan wajah pemarahnya!

Berikan NOC kepada semua orang!

Tulisan tangannya indah, kan?

-Ada apa, sayang? -Kau di mana?

Orang tak dikenal datang ke rumah kita.

-Apa? -Di mana kau? Kemarilah.

-Siapa itu? -Sayang!

Tiga orang mengancam kami dengan pisau!

-Siapa itu? -Berteriaklah!

Ayahmu seharusnya mendengar suaramu saat berbicara di bartender.

Bicaralah dengan keras atau aku akan menggorok lehermu.

-Apa yang kau katakan? - Mengapa kau menangis?

Kau di mana? Tiga orang asing mengancam kami dengan senjata!

-Apa yang terjadi? -Mereka punya senjata!

Mereka berasal dari daerah mana?

-Aku tak tahu! -Berikan teleponnya.

Siapa kau sebenarnya?

Lupakan itu!

Ketika kau pergi bekerja, ada orang lain yang bekerja dirumahmu.

Tanyakan pada istrimu siapa dia! Ini, ambillah!

Siapa dia?

Yah.. Dia ke rumah untuk melakukan pooja!

Pooja dilakukan di ruang tamu!

Pooja apa yang kau lakukan di kamar tidur?

Ayo cepat sayang, Aku takut!

-Jangan takut! -Hei! Kenapa kalian menangis?

Saudaraku! Mereka menghabisi istri dan anak-anakku!

Apa yang kau katakan?

Aku akan mulai sekarang! Aku akan segera datang.

Halo?

Kau membangun rumah besar tetapi tak ada lauk pauk sama sekali...

Yang tersisa hanya jeruk!

-Siapa kau sebenarnya? -Tanyakan saja itu pada istrimu.

Ini! Bicaralah padanya.

Astaga! Siapa orang-orang ini?

-Apa yang terjadi? -Mereka mengancam kami dengan pisau.

Kau di mana? Cepatlah ke sini! Aku takut!

Hei! Berikan teleponnya padanya.

Saudara!! Ada orang tak dikenal yang mengancam kami dengan pisau.

Hei! Aku akan datang. Tunggu! Berikan teleponnya pada mereka dulu.

Apa sekarang?

-Ada apa, Bung? -Siapa kau sebenarnya?

Hei! Ini aku!

Aku minta teh!

Tehnya cukup panas.

Bahkan vada-nya pedas! Sama seperti dia!

Aku kira semua makanan ringan lainnya juga akan panas!

Kau ingin mencicipinya?

Tuan! Semuanya sempurna!

Jika kau menandatangani sekarang, Anda dapat mengikuti tender tahun ini.

Pak! Beri aku waktu dua menit!

Kau ada di mana?

Mereka telah membuka tabung gas! Kami kesulitan bernapas!

Cepatlah kemari.

Anak-anak ketakutan.

-Jawab aku! -Kami taak bisa bernapas, Ayah!

Bicaralah padaku! Kami takut!

Apa yang harus aku lakukan sekarang?

Pesan teh lagi!

-Aku akan menarik kembali bartendernya! -Hmm.

-Aku akan melepaskan putri pemilik tanah itu! -Hmm.

Minta anak buahmu untuk keluar dari rumah kami!

Biarkan putri pemilik tanah pulang dengan selamat. Semua akan baik-baik saja!

Sudah terlambat! Silakan tanda tangani!

Pak menunggumu! Pergi!

Aku menarik kembali tawaran bartender itu!

Baik!

Parvathy Bar tampaknya ditakdirkan untuk Guna!

Berdasarkan barang bukti terdakwa Gandhi masuk ke bar dan mencampur racun.

Berdasarkan Pasal 300, 307 dan 328 KUHP, terdakwa

dihukum 8 tahun penjara dan

denda sebesar Rs.25.000.

Terdakwa Guna dinyatakan tidak bersalah.

-Saudaraku!! Aku baru saja mendapatkan jiwaku kembali! -Saala! Sayangku!

Kau sudah gila?

Aku akan membunuhmu! Pergilah!

Tunjukkan keberanianmu pada mereka, jangan tunjukkan padaku!

Kalau kau terus bicara, aku akan mematahkan tulangmu! Pergi!

23 tahun haus! Lihat! Ia terus minum!

Siramkan pada anak laki-laki kita, saudaraku!

???Semua yang menentang minggirlah Jika tidak, kalian akan hancur

???Pengkhianat pergi bersembunyi Jika aku melihat, kau akan ditebas

???Jika pengkhianat menusuk hatimu dengan pisau tajam

???Dan tetap saja, jika kau berdiri di depan mereka dengan gaya, kau adalah rajanya

???Semua yang menentang minggirlah Jika tidak, kalian akan hancur

???Pengkhianat pergi bersembunyi Jika aku melihat, kau akan ditebas

???Memberikanmu sanjungan Dia akan menguburmu enam kaki di bawah tanah

???Sekalipun orang kepercayaanmu bermain curang Percayalah padamu, aku bisa membalas mereka

???Jangan gelisah atas peluang yang belum ada Lanjutkan saja apa yang kau punya

???Jangan menyerah pada sanjungan, jangan menunggu untuk berusaha

???Berlarilah tanpa henti, hidupmu adalah kesuksesan

???Hidup itu ibarat roda raksasa, Terpeleset sedikit saja dapat membuatmu terlempar!

???Bahkan jika kau jatuh, bangkitlah dan berlari. Bertransformasilah dan tunjukkan bahwa kau bisa melakukannya

???Semua yang menentang minggirlah Jika tidak, kalian akan hancur

???Pengkhianat pergi bersembunyi Jika aku melihat, kau akan ditebas

???

Dia harus mati dengan kematian yang mengerikan.

Dia seharusnya terbaring mati di bar yang sama yang dia hargai.

???Meski ditindas, meski dikhianati dan ditusuk dari belakang,

???Singkirkan debu dan datanglah ke arena!

???Biarkan benderamu berkibar tinggi.

???Tak seorang pun berhasil tanpa dikhianati. Pengkhianat dan musuh hanyalah batu loncatan.

???Biarkan semua orang membenci dan menentang, kau mainkan permainanmu.

???Hidup itu ibarat roda raksasa, Terpeleset sedikit saja dapat membuatmu terlempar!

???Bahkan jika kau jatuh, bangkitlah dan berlari. Bertransformasilah dan tunjukkan bahwa kau bisa melakukannya

???Semua yang menentang minggirlah Jika tidak, kalian akan hancur

???Pengkhianat pergi bersembunyi Jika aku melihat, kau akan ditebas

???Jika pengkhianat menusuk hatimu dengan pisau tajam

???Dan tetap saja, jika kau berdiri di depan mereka dengan gaya, kau adalah rajanya

Saala!

Aku cukup gembira hari ini!

Kau berhasil menghancurkannya!

Ingat ketika kau berbicara padaku sewaktu aku masih kecil?

Aku pikir itu untuk menghiburku!

Tapi.. apa yang kau lakukan hari ini...

..ini adalah peristiwa besar sekali!

Mengapa kau menatapku seperti itu?

Aku belum pernah melihatmu sebahagia ini!

Butuh waktu 23 tahun untuk melihatmu bahagia!

Hei! Kau sangat menyukaiku?

Kaulah tuhanku, saudaraku!

Hei! Bawa minuman lagi!

Hei!

Siapa orang-orang ini?

Beristirahatlah sebentar, saudaraku!

Ada lebih dari 30 orang!

Cuma 30! Minumlah minumanmu!

Hati-hati!

Siapa yang menyalakan petasan di tengah malam?

Hei! Bangun!

Ayo kita potong-potong dia!

Hei! Ayo! Dia terpojok! Kelilingi dia!

Ayo!

Ayo!

Maju selangkah!

Ayo!

Kemana kau lari, wahai orang kikir sialan!

Saudara!

Saudara!

Ada apa?

Aku tak merasa nyaman membiarkan Thangadurai hidup.

Dia akan terus mengganggu kita selama dia masih hidup.

Lebih baik menghabisinya.

Berapa hari lagi pemilunya?

-15 hari, saudaraku. -Hmm

Setelah pemilu selesai, mari kita bunuh dia.

Setelah itu, kita tak akan punya lawan!

Setiap bar di Royapuram akan menjadi milik kita.

Sekarang aku tak punya keinginan seperti itu lagi, saudaraku!

Mengapa? Jadi, apa lagi yang kau inginkan?

Rumah untuk kita sendiri!

Hei! Apa yang kau katakan?

Kita punya 11 bar! Ini rumah kita!

Saudaraku! Itulah masalahnya!

Kau makan dan tidur di bar. Dia tidur di bar lain dan aku tidur di tempat lain.

Kita butuh rumah untuk diri kita sendiri!

Aku berharap kita bisa makan dan tidur di bawah satu atap!

Sama seperti saat kau mengantarku ke sekolah saat aku masih kecil,

Aku ingin kau mengantar anakku ke sekolah juga.

Apa? Anak-anak?

Hei Das!

Aku baru saja masuk penjara selama seminggu, dan dia sudah bicara tentang anak-anak!

-Kau tidak tahu cerita itu? -Tidak.

Ingat gadis yang protes di depan bar?

Ya!

Sudah 6 bulan sejak dia menjadi anggota kelompok mereka.

-Dia? -Dia sponsor untuk seluruh kelompok.

Kau detektif!

-Akan kuhancurkan wajahmu! -Tunggu! Kenapa kau memukulnya?

Dia terus membocorkan rahasia..

Jadi mengapa dia melakukan begitu banyak kebaikan untuknya?

Tanyakan padanya, saudara!

Mengapa kau menolongnya? Jawab dia!

Bantuan apa yang kau lihat?

Bagaimana aku bisa tahu? Siapa yang tahu apa saja yang telah kau lakukan bersamanya!

-Aku akan menghajarmu! -Tunggu sebentar! Diam!

Lupakan dia! Katakan padaku! Siapa gadis itu?

-Kakak! Bukan begitu! - Mana mungkin! Jawab aku dulu.

Namanya Punitha. Dia guru di sekolah Venkateshwara.

-Guru? -Ya, Kakak!

Dia juga yatim piatu seperti kita. Gadis yang sangat baik.

Lalu bagaimana? Mari kita bicarakan dan selesaikan.

-Ada masalah kecil! -Masalah apa?

Ambisi kita adalah menambah jumlah bar.

Ambisinya adalah menutup semua bar.

Inilah masalahnya!

Kau sungguh tergila-gila padanya?

Kita hanya akan menjadi pemilik bar selama 15 hari ke depan.

Setelah itu, kita akan menjadi keluarga MLA!

Aku akan sibuk dengan partai dan daerah pemilihan.

Das akan menjaga bar.

Pertama-tama kau coba cari pekerjaan bagus yang disukainya.

Setelah itu, kita semua bisa hidup bahagia di bawah satu atap sesuai keinginanmu.

Anakmu akan menjadi tanggung jawabku sejak aku mengantarnya ke sekolah.

dan membawanya pulang.

-Saudara! -Sekarang apa?

Kau berubah begitu cepat!

Berubah secara bertahap.

Dengan kecepatan seperti ini, aku ragu kalau kau akan menjadi penjahat pada akhirnya.

Sayangku! Siapa lagi yang ada untukku selain kalian berdua?

Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku!

Besok, pagi-pagi sekali, mari kita cari rumah besar dan pesan.

Setelah itu, mari kita melamarnya.

Apa dia akan setuju?

Hei! Aku ada untukmu!

Begitu dia setuju, aku akan membuat pernikahanmu menjadi yang termegah di Chennai utara!

-Kau pikir semuanya akan baik-baik saja? -Semuanya akan baik-baik saja setelah menikah.

Setelah menikah, dia akan sibuk memberi makan kau dan anak-anak.

Bagaimana dia punya waktu untuk protes?

- Dasar bajingan! Kau terus saja... - Hei! Tunggu! Berhenti!

-Dia terus bicara seperti itu. -Hentikan! Tunggu.

Lihat dia!

-Dia terus menggodaku sepanjang hari! -Bagaimana kalau kita minum?

-Kita minum saja?

Oke!

-Kakak! Lihat! -Dari mana kau mendapatkan ini?

-Di bawah bantal! -Hebat!

Hei! Bangun.

Mengapa kau membangunkanku pukul 6 tengah malam?

Kapan ini akan berakhir?

Pusat pijat mengirimkan pesan di pagi hari.

Kak! Bangun!

Kak!

Kak!

Kak!

-Saala! -Apa yang terjadi?

-Lihat ke sini! -Kakak!

-Kakak! -Apa yang terjadi?

Apa yang terjadi padanya?

Kakak, buka matamu!

Kak!

-Hei! Cepat kemari! -Nyalakan kendaraannya!

-Kakak! -Angkat dia

-Angkat dia! -Kakak!

Ayo cepat!

-Pak! Tunggu!

Katakan pada mereka untuk tetap di luar!

Seperti yang kau bayangkan, Tn. Guna tidak diserang oleh siapa pun!

Karena alkohol, 80% paru-paru dan ginjalnya terinfeksi.

Namanya ARDS. Sindrom gangguan pernapasan akut.

Mereka yang terkena akan mengalami kesulitan bernafas.

Ketika jantung menekankan pernapasan,

katup darah dapat terbalik dan mungkin menyebabkan muntah darah.

Inilah yang terjadi pada Guna!

Tolong selamatkan saudara kami dengan cara apa pun.

Kumohon Dokter!

-Kumohon, Pak! -Kami sepenuhnya bergantung pada Anda!

Organ-organnya harus cukup kuat untuk..

Pak, denyut nadi Pasien Guna melemah.

???Ke mana kau pergi meninggalkanku

???Dimana kau tersesat saat mencabut hatiku

???Ke mana kau pergi meninggalkanku

???Dimana kau tersesat saat mencabut hatiku

???Aku masih mencium bau keringatmu Tapi kau pergi begitu saja

???Hanya kau yang kumiliki Namun kau tinggalkan aku sendiri

???Aku tak punya ibu dan ayah, Tak menyadari itu semua berkat cintamu

???Aku tak butuh keluarga, tak ada yang bisa menandingi kasih sayangmu

???Makanan yang kau berikan padaku masih ada di perutku Tapi kau terbaring disini tanpa nafas

???Setiap kali aku menangis kau memelukku erat Sekarang aku menangis bangunlah, baiklah

???Kesepian menyiksa, menghancurkanku Perjalanan hidupku kini menjadi kegelapan total

???Ke mana kau pergi meninggalkanku

???Diama kau tersesat saat mencabut hatiku

Cobalah untuk melupakan semua yang telah terjadi. Tutup bar dan toko anggur itu.

Memulai hidup baru.

Kakakku Guna tinggal di sana, Bar itu akan tetap bersamaku selama aku hidup.

Kau tahu apa?

Kakakmu mungkin tak akan meninggal seandainya kau tak mabuk!

Pikirkan! Saat ia kesulitan bernapas, tangannya akan mencarimu.

Dia pasti memanggil namamu!

Dia akan mencoba membangunkanmu.

Kau tidak akan menyadarinya karena kau sedang mabuk.

Das! Das!

-Apa? -Das sendirian!

Kita bisa membunuhnya sekarang juga!

-Kau yakin! - Aku sudah memeriksa dengan teliti!

Tetap di ponsel!

Ayo! Biarkan Karuna yang melakukan penusukan pertama!

Kita punya waktu tepat 10 detik sejak saat itu.

2 sayatan tiap detik. Tubuhnya seharusnya mendapat 20 sayatan!

Ayo!

Saala!

Berapa kali kau akan gagal!

Berikan aku dua cangkir dan sebotol air.

-Bisa isi daya ponsel ku? -Berikan!

Aku terpesona!

Aku mengetahui kematian kakakku hanya melalui poster!

Hatiku hancur melihatnya di poster!

-Airnya sudah terisi! -Aku datang!

Aku pamit dulu, Das!

-Sampai jumpa lagi, Saala! -Baiklah!

Hei Siva!

-Kakak? - Anak itu lupa bawa teleponnya!

-Berikan! -Lari!

Tunggu! Tunggu!

Kau lupa ponselmu!

Saudaraku! Tankernya sudah pergi!

Oh! Das tahu nomor kontak mereka! Berikan padanya.

Saudara! Petugas kebersihan tangki air lupa membawa ponselnya!

Saudara! Aku lupa membawa ponsel! Hentikan kendaraannya!

Kita minum siang malam sejak saudara meninggal!

Saudara! Aku lupa membawa ponsel!

Terima kasih saudara!

-Paman! Ini Jeni. -Katakan padaku, Jeni!

Kami semua bersama-sama telah membeli hadiah untukmu.

-Apa ini? -Kepo!

-Kemarilah! Aku akan tunjukkan! -Bisa aku datang besok?

Tidak! Tidak! Sekarang!

Oke! Kalian di mana?

-Kami dekat Lalu lintas Royapuram! -Kalian sudah makan?

Belum! Kami makan setelah protes.

-Berapa jumlah kalian? -Sekitar 20, paman!

-Mau biryani? - Mau sekali, paman!

Saudaraku! Mereka berangkat dengan motor!

Masuk! Masuk!

Kita tak boleh melewatkannya kali ini! Ayo!

Biarkan mobilnya menyala!

Begitu mereka naik motor dan mencoba menyalakannya, tabrak mereka dengan kecepatan penuh!

Sebelum mereka sadar, pisau kita harus berlumuran darah mereka.

Aku, Karuna, Babu dan Ramesh akan menghabisi Saala.

Kalian singkirkan Das.

Tutup!

Mengapa kau melakukannya?

Ini korek api yang kau tinggalkan di rumahku!

Dia melihatku! Dia melihat!

Ayo segera! Ayo!

Dia akan membunuhku! Cepatlah! Tolong aku!

Ayo cepat! Dia semakin dekat!

Simpan ini untuk biayamu! Tinggalkan kota selama seminggu!

Aku akan menyelesaikan kasus ini dan meneleponmu. Datanglah setelah itu.

Kalau begitu cepatlah!

Aku tak sabar untuk bertemu denganmu!

Simpan saja!

Mereka datang. Bersiaplah.

-Kau mabuk? -Tidak, Pak.

-Aku minum sangat sedikit. -Kau tahu berapa dendanya?

Rp.10.000.

-Mau dibayar? -Pak! Aku baru saja minum satu bir!

-Hanya ini yang kumiliki. -Pergilah sekarang.

Apa yang ada di tanganmu bukanlah sekedar pemberitahuan!

Itulah masa depan generasi kita.

Menurut masyarakat, alkohol hanyalah sebuah zat

untuk diminum saat kita senang atau sedih.

Tetapi alkohol adalah raja para pembunuh, raja para monster!

Karena alkohol, terus menerus ada satu orang meninggal setiap satu jam di negara kita.

Dalam setahun, 260.000 orang meninggal!

Bukan hanya satu atau dua, 260.000 orang meninggal dalam setahun!

20 tahun yang lalu, kita dapat menghitung jumlah pusat fertilitas di India!

Ini adalah pusat yang membantu pasangan yang tidak memiliki anak untuk membuat embrio.

Namun saat ini, ada ribuan pusat fertilitas di negara kita.

Apa artinya? Artinya, jumlah pria yang tidak subur meningkat dari hari ke hari.

Saat ini kita bergantung pada negara lain untuk mendapatkan air.

Di masa mendatang, kita mungkin bergantung pada negara lain untuk urusan pria.

Ini akan terjadi begitu saja dalam 20 tahun mendatang!

Pada masa itu, toko minuman keras itu terletak 10 km dari kota.

Saat ini, ada 10 toko minuman keras dalam jarak satu kilometer!

Tepat di kota kita, di samping rumah kita!

Sampai tahun 2004, pendapatan Tasmac 3000 crores setahun.

Telah meningkat menjadi 52.000 crores!

Artinya, jumlah orang yang minum meningkat 10 kali lipat.

10.000 orang minum hari ini di tempat di mana 1000 orang minum.

Saat itu, pemabuk dipandang rendah.

Hari ini, kau akan dipandang rendah jika tidak minum.

Pada tahun 2019, tanggal 27 November,

Empat orang membunuh Priyanka, seorang gadis dari Hyderabad dengan memperkosanya dan membakarnya.

Polisi berhasil menemui mereka dan membunuh mereka dalam seminggu.

Namun tahu apa pengakuan mereka?

Mereka menangis sambil berkata bahwa mereka mabuk dan tidak sadarkan diri dan memohon belas kasihan.

Jika mereka tidak mabuk malam itu,

Gadis itu tak akan diperkosa dan dibunuh!

Keluarga keempat pelaku tak akan kehilangan mereka.

Siapa yang bertanggung jawab atas kelima kematian ini? Alkohol yang selalu disalahakan!

Bukan hanya ini!

80% kejahatan seperti pembunuhan, pemerkosaan, perampokan dan pelecehan seksual

terjadi di bawah pengaruh alkohol.

Kita tak perlu menambah jumlah kantor polisi dan petugas untuk mengurangi kejahatan.

Jika kita bersatu dan menciptakan masyarakat yang bebas alkohol, itu lebih dari cukup.

Namaku Jennifer.

Ibuku sudah tiada.

Aku dibesarkan oleh ayahku.

Foto ini adalah ayahku.

Dulu , aku selalu berbicara dengan dia setiap hari.

Suatu hari, setelah minum, ketika dia pulang dengan motornya,

dia mengalami kecelakaan.

Dia berlumuran darah.

Dia kehilangan banyak darah! Sekarang, dia sudah tiada.

Aku yatim piatu.

Kau juga memiliki keluarga dan anak-anak sepertiku.

Jangan tinggalkan mereka.

Kau pulang untuk menemuinya!

Jangan buat mereka datang ke kamar mayat untuk menemuimu.

Kumohon! Jangan minum!

Jangan minum alkohol dan mengemudi!

Kenakan helm! Jangan mengemudi secara gegabah.

Terima kasih! Aku menyayangimu, Ayah!

Demi anak kita! Aku tak akan minum!

Ayah! Pakai helm dulu!

Beri dia air!

Tunggu sebulan!

Setelah itu, aku dan anakku akan bergabung dengan timmu.

Kita bubar?

Anak-anak, kita bubar?

Hentikan kendaraannya! Hentikan! Hentikan!

Tunggu! Sekali saja!

Minggir! Mundur! Minggir!

Pak! Anak-anak mengalami kecelakaan.

Apa yang terjadi?

-Balaji! -Astaga!

Ada orang yang tertimpa musibah!

Masukkan anak-anak ke dalam ambulans.

Bu.. di mana korban Lalu lintas Royapuram? Anak-anak..

Pak! Kemarilah!

Banyak yang meninggal di tempat!

Orang yang kritis berada di ICU.

Pertama aku akan membawamu ke kamar mayat!

Jika kau mengenal seseorang, harap identifikasi mereka.

Jeni!

Jeni!

Oh tidak!

Ya ampun!!

Balaji!

-Saala! - jeni!

Itu Balaji!

-Itu Balaji! -Jeni ada di sini

Sayang!

Jeni sayang!

Kau meninggalkanku sendiri!

Kau bilang kau akan menutup barnya!

Bahkan ketika kami memasukkannya ke dalam ambulans, dia tak melepaskan tasnya!

Lain kali kita bertemu, kau harus mengenakan helm.

Sayang!!

Jeni!

Jeni!!

Katakan Tidak pada Tasmac!

Pendapatan dari Alkohol! Malu pada pemerintah.

Suatu hari nanti! Aku akan menutup barmu.

Kami menghadirkanmu video eksklusif yang kami terima dari kepolisian!

Pak! Lihat video ini!

-Tempat manakah ini? -Ambattur Pak!

-Polisi! -Tangkap mereka!

Kau parasit!

Kau mendapat banyak uang dariku!

Beraninya kau membantah petugas polisi?

Apa ada informasi tentang distribusi minuman keras ilegal yang diproduksi di sini?

Kami tak dapat memberi tahumu apa pun saat ini!

Apakah polisi setempat atau partai yang berkuasa benar-benar tak menyadari adanya pabrik sebesar itu di sini?

Kami akan memberitahukanmu setelah penyelidikan.

-Bagus sekali, Inbaraj! -Terima kasih, Pak!

Kau telah menangkap penjahat dalam waktu tiga puluh menit sejak menerima pengaduan.

Kepolisian membutuhkan pejabat jujur ​​sepertimu.

-Aku akan mengatur promosimu. -Terima kasih, Pak.

-Di mana dapurnya? -Siapa Anda, Pak?

-Departemen Kesehatan. -Salam Pak!

Pabrik di Ambattur ini ditutup 25 tahun lalu.

Semua orang di sini ditangkap oleh petugas polisi.

Dugaan sementara adalah minuman keras ilegal ini mungkin menjadi alasan kematian akibat alkohol baru-baru ini.

Jadi, sampai ada jaminan dari pihak kepolisian bahwa minuman keras ilegal sudah dibersihkan,

Para aktivis sosial menuntut penutupan semua toko anggur.

Banyak anak muda terlihat berunjuk rasa menuntut penutupan toko anggur.

Tutup! Tutup! Tutup Tasmac!

Tutup! Tutup! Tutup Tasmac!

Tutup! Tutup! Tutup Tasmac!

Hentikan! Evakuasi tempat ini sekarang juga!

Atau aku akan membuatmu lari menyelamatkan diri!

Kami tidak peduli jika kau membunuh kami! Tutup tokonya

Hajar mereka.

Tutup! Tutup! Tutup Tasmac!

Tasmac!

utup Tasmac!

c!

!

!

ac!

!

Tasmac!

p Tasmac!

Tasmac!

tup Tasmac!

c!

asmac!

smac!

c!

ac!

c!

tup Tasmac!

c!

!

!

up! Tutup Tasmac!

smac!

!

!

p! Tutup Tasmac!

Tasmac!

mac!

!

c!

c!

smac!

utup Tasmac!

Tasmac!

Tutup Tasmac!

mac!

!

p Tasmac!

mac!

ac!

asmac!

tup Tasmac!

up Tasmac!

asmac!

!

ac!

smac!

! Tutup Tasmac!

c!

utup Tasmac!

smac!

utup Tasmac!

utup Tasmac!

utup Tasmac!

mac!

c!

!

Tasmac!

ac!

!

! Tutup Tasmac!

asmac!

smac!

tup Tasmac!

Tasmac!

!

!

Tasmac!

Tasmac!

!

!

tup! Tutup Tasmac!

!

asmac!

Tasmac!

!

p Tasmac!

asmac!

smac!

c!

mac!

up! Tutup Tasmac!

p Tasmac!

ac!

asmac!

!

!

mac!

p Tasmac!

c!

utup Tasmac!

asmac!

asmac!

Tutup Tasmac!

!

utup! Tutup Tasmac!

tup Tasmac!

c!

utup Tasmac!

!

Tasmac!

smac!

asmac!

c!

utup! Tutup Tasmac!

Tutup! Tutup Tasmac!

Tutup! Tutup! Tutup Tasmac!

mac!

ac!

!

Tasmac!

!

asmac!

Tutup Tasmac!

Tutup! Tutup Tasmac!

c!

utup Tasmac!

utup Tasmac!

up! Tutup Tasmac!

ac!

!

up Tasmac!

ac!

Tasmac!

!

c!

mac!

mac!

up Tasmac!

Tutup Tasmac!

utup Tasmac!

c!

c!

smac!

c!

asmac!

c!

ac!

ac!

!

smac!

asmac!

c!

c!

up! Tutup Tasmac!

!

!

416 Tutup! Tutup! Tutup Tasmac!

ac!

asmac!

up Tasmac!

mac!

smac!

mac!

asmac!

ac!

ac!

p Tasmac!

c!

ac!

c!

c!

ac!

!

smac!

mac!

up Tasmac!

!

!

c!

c!

smac!

Tasmac!

asmac!

c!

!

! Tutup Tasmac!

Tasmac!

Tasmac!

!

Tutup Tasmac!

asmac!

ac!

c!

! Tutup! Tutup Tasmac!

Tasmac!

!

Tasmac!

p! Tutup Tasmac!

! Tutup Tasmac!

!

utup! Tutup! Tutup Tasmac!

ac!

c!

mac!

c!

ac!

,416 Tutup! Tutup! Tutup Tasmac!

!

Tasmac!

up Tasmac!

up Tasmac!

up Tasmac!

asmac!

utup Tasmac!

utup Tasmac!

Tasmac!

Tasmac!

utup Tasmac!

asmac!

!

c!

!

Tasmac!

tup! Tutup Tasmac!

mac!

c!

!

c!

!

c!

!

c!

Tasmac!

c!

up Tasmac!

tup Tasmac!

Tutup Tasmac!

asmac!

mac!

utup Tasmac!

mac!

asmac!

!

ac!

mac!

Tasmac!

p Tasmac!

smac!

c!

up Tasmac!

utup Tasmac!

asmac!

ac!

tup Tasmac!

!

mac!

c!

!

!

Tasmac!

Tutup Tasmac!

up Tasmac!

asmac!

Tutup Tasmac!

! Tutup Tasmac!

!

p Tasmac!

!

Tutup Tasmac!

Tutup Tasmac!

p! Tutup Tasmac!

ac!

c!

smac!

p Tasmac!

tup! Tutup! Tutup Tasmac!

p Tasmac!

tup Tasmac!

up Tasmac!

c!

p Tasmac!

Tasmac!

Tutup Tasmac!

Tasmac!

smac!

asmac!

asmac!

! Tutup Tasmac!

!

! Tutup Tasmac!

c!

c!

Tutup! Tutup! Tutup Tasmac!

c!

asmac!

!

Tasmac!

!

!

!

!

tup Tasmac!

c!

!

!

c!

ac!

c!

asmac!

utup Tasmac!

tup Tasmac!

mac!

p Tasmac!

mac!

utup Tasmac!

!

up Tasmac!

Tasmac!

smac!

ac!

p Tasmac!

utup! Tutup Tasmac!

Tutup! Tutup! Tutup Tasmac!

smac!

Tutup! Tutup Tasmac!

up Tasmac!

mac!

!

ac!

utup! Tutup Tasmac!

Tasmac!

c!

Tutup! Tutup Tasmac!

ac!

!

ac!

!

ac!

Tutup Tasmac!

!

Tutup! Tutup Tasmac!

!

!

Tasmac!

p Tasmac!

asmac!

up Tasmac!

smac!

tup Tasmac!

c!

p! Tutup Tasmac!

Tasmac!

asmac!

c!

c!

smac!

mac!

tup Tasmac!

smac!

tup Tasmac!

p Tasmac!

!

Tutup Tasmac!

p Tasmac!

asmac!

ac!

mac!

!

!

mac!

09:33,416 Tutup! Tutup! Tutup Tasmac!

c!

Tutup! Tutup Tasmac!

p Tasmac!

Tutup Tasmac!

!

p Tasmac!

tup Tasmac!

smac!

!

smac!

!

Tutup Tasmac!

Tasmac!

tup! Tutup Tasmac!

! Tutup! Tutup Tasmac!

Tasmac!

Tutup Tasmac!

asmac!

tup! Tutup! Tutup Tasmac!

! Tutup! Tutup Tasmac!

!

9:33,416 Tutup! Tutup! Tutup Tasmac!

!

smac!

mac!

! Tutup Tasmac!

ac!

smac!

mac!

smac!

Tasmac!

!

c!

!

p Tasmac!

ac!

c!

tup Tasmac!

c!

!

!

tup Tasmac!

smac!

smac!

asmac!

16 Tutup! Tutup! Tutup Tasmac!

Tasmac!

utup! Tutup Tasmac!

smac!

smac!

tup Tasmac!

smac!

Tutup Tasmac!

!

ac!

tup! Tutup Tasmac!

smac!

p Tasmac!

asmac!

Tasmac!

up Tasmac!

mac!

! Tutup! Tutup Tasmac!

ac!

asmac!

tup Tasmac!

p! Tutup! Tutup Tasmac!

Tasmac!

c!

ac!

Tasmac!

Tasmac!

Tasmac!

asmac!

Tutup! Tutup! Tutup Tasmac!

!

tup! Tutup Tasmac!

asmac!

asmac!

!

tup Tasmac!

-> 01:55:31,625 80% kejahatan seperti pembunuhan, pemerkosaan, perampokan dan pelecehan seksual

terjadi di bawah pengaruh alkohol.

Kita tidak perlu menambah jumlah kantor polisi dan petugas untuk mengurangi kejahatan.

Jika kita bersatu dan menciptakan masyarakat yang bebas alkohol, itu lebih dari cukup.

Nama saya Jennifer.

Ibu saya sudah tiada.

Saya dibesarkan oleh ayah saya.

Yang dalam foto ini adalah ayah saya.

Dulu , saya selalu berbicara dengan dia setiap hari.

Suatu hari, setelah minum, ketika dia pulang dengan sepeda,

dia mengalami kecelakaan.

Dia berlumuran darah.

Dia kehilangan banyak darah! Sekarang, dia sudah tiada.

Saya yatim piatu.

Anda juga akan memiliki keluarga dan anak-anak seperti saya.

Jangan tinggalkan mereka.

Anda pulang untuk melihatnya!

Jangan membuat mereka datang ke kamar mayat untuk menemui Anda.

Tolong! Jangan minum!

Jangan minum alkohol dan mengemudi!

Kenakan helm! Jangan mengemudi secara gegabah.

Terima kasih! Aku sayang kamu, Ayah!

Demi anak kita! Aku tidak akan minum!

Ayah! Pakai helm dulu!

Beri dia air!

Tunggu sebulan!

Setelah itu, saya dan anak saya akan bergabung dengan tim Anda.

Apakah kita akan pergi?

Anak-anak, kita berangkat sekarang?

Hentikan kendaraannya! Hentikan! Hentikan!

Tunggu sebentar! Sekali saja!

Minggir! Mundur! Minggir!

Tuan! Anak-anak mengalami kecelakaan.

Apa yang telah terjadi?

-Balaji! -Astaga!

Ada orang yang tertimpa musibah!

Masukkan anak-anak ke dalam ambulans.

Bu.. di mana korban sinyal Royapuram? Anak-anak..

Tuan! Kemarilah!

Banyak yang meninggal di tempat!

Beberapa yang kritis berada di ICU.

Pertama aku akan membawamu ke kamar mayat!

Jika Anda mengenal seseorang, harap identifikasi mereka.

Anda!

Anda!

Oh tidak!

Ya ampun!!

Balaji!

-Saala! - jeni!

Itu Balaji!

-Itu Balaji! -Jeni ada di sini

Sayang!

Jin sayang!

Kau meninggalkanku sendiri!

Kamu bilang kamu akan menutup bar!

Bahkan ketika kami memasukkannya ke dalam ambulans, dia tidak melepaskan tasnya!

Lain kali saat kita bertemu, kamu seharusnya mengenakan helm.

Sayang!!

Anda!

Anda!!

Katakan Tidak pada Tasmac!

Pendapatan dari Alkohol! Malu pada pemerintah.

Suatu hari nanti! Aku akan menutup barmu.

Kami membawakan Anda video eksklusif yang kami terima dari kepolisian!

Tuan! Lihat video ini!

-Tempat manakah ini? -Tuan Ambattur!

-Polisi! -Tangkap mereka!

Kau parasit terkutuk!

Kamu mendapat banyak uang dariku!

Beraninya kamu membantah petugas polisi?

Apakah ada informasi tentang distribusi minuman keras ilegal yang diproduksi di sini?

Kami tidak dapat memberi tahu Anda apa pun saat ini!

Apakah polisi setempat atau partai yang berkuasa benar-benar tidak menyadari adanya pabrik sebesar itu di sini?

Kami akan memberitahukan Anda setelah penyelidikan.

-Bagus sekali, Inbaraj! -Terima kasih, Tuan!

Anda telah menangkap penjahat dalam waktu tiga puluh menit sejak menerima pengaduan.

Kepolisian membutuhkan pejabat jujur ​​seperti Anda.

-Saya akan mengatur promosi Anda. -Terima kasih, Pak.

-Di mana dapurnya? -Siapa Anda, Tuan?

-Departemen Kesehatan. -Salam Pak!

Pabrik di Ambattur ini ditutup 25 tahun lalu.

Semua orang di sini ditangkap oleh petugas polisi.

Dugaan sementara adalah minuman keras ilegal ini mungkin menjadi alasan kematian akibat alkohol baru-baru ini.

Jadi, sampai ada jaminan dari pihak kepolisian bahwa minuman keras ilegal sudah dibersihkan,

Para aktivis sosial menuntut penutupan semua toko anggur.

Banyak anak muda terlihat berunjuk rasa menuntut penutupan toko anggur.

Tutup! Tutup! Tutup Tasmac!

Tutup! Tutup! Tutup Tasmac!

Tutup! Tutup! Tutup Tasmac!

Hentikan! Evakuasi tempat ini sekarang juga!

Atau aku akan membuatmu lari menyelamatkan diri!

Kami tidak peduli jika Anda membunuh kami! Tutup tokonya

Hancurkan dan kejar mereka.

Tutup! Tutup! Tutup Tasmac!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.