All language subtitles for Fitoor.2016.All.BluRay.1080p.720p.480p.x264

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam Download
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish Download
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahkan Oleh : Galank87 AKA Battosai212

IDFL™ SubsCrew Kunjungi kami di http://idfl.me

Movie, West-Series, K-Drama, Anime, Music, Software, Subtitle and Many More

Kiamat adalah peristiwa mengerikan.

Ia akan datang padamu secara tak terduga.

Dengan cara yang beragam, sampai pada puncaknya.

Dan membakar habis semuanya.

Aku masih ingat saat musim dingin di masa kecilku.

Kekerasan yang kami lihat... dalam sesaat.

Seolah-olah lembah itu diselimuti kain kafan.

Lepaskan aku.

Lepaskan.

Nama?

Namamu?

Noor.

Noor apa?

Nizami.

Noor Nizami.

Dengar, aku belum minum sejak 2 hari terakhir.

Aku ingin makan sesuatu sekarang.

Jika tak kau beri, aku bersumpah akan mencabikmu.

Dan, jangan pernah pikir untuk kabur.

Aku akan menemukanmu lalu mencabikmu.

Kelompok kami ada 5 orang.

3 orang tewas oleh tentara di perbatasan.

Salah satu dari kami jadi pengkhianat.

Aku cari bajingan itu.

Dan mencungkil matanya.

Sekarang satu matanya itu akan menghantuinya seumur hidup.

Adakah tempat agar aku bisa menginap?

Peringatan! / Tentara sudah mengepungmu.

Kami takkan menembakmu.

Berikan senjatamu. Menyerahlah!

Periksa di sana.

Kami peringatkan lagi.

Berikan senjatamu.

Menyerahlah!

Atau kau akan ditembak.

Berikan kotak peralatannya.

Noora.

Cuacanya dingin sekali, ya?

Dari mana kau semalam?

Aku sampai ketiduran menunggumu.

Aku yang menyuruhnya... mengambil peralatan di gudang.

Aku terjebak karena salju, Kak.

Kalian sudah bekerja keras untuk membangun Taj Mahal!

Apa desain bordirnya sudah siap?

Kenapa tak kau tunjukkan?

Kalian bebas melakukan apapun.

Kuminta kalian pulang lebih awal.

Persiapan Lebaran bahkan belum disiapkan.

Hati-hati, sayang.

Situasi di kota tidak aman.

Kenapa kau lakukan itu?

Kau tahu dia akan khawatir.

Sampai kapan aku harus membelamu?

Ini bagus sekali, Noor!

Kau yang membuat ini?

Kenapa tak kau tunjukkan padanya?

Kali ini aku ingin hadiah Lebaran yang bagus.

Jangan pelit.

Selama baku tembak dengan tentara, 3 militan tewas.

Komandan Militan Muazzam Bhatt masih buron.

Situasi memburuk...

...setelah bendera itu dikibarkan di Lal Chowk.

Tentara berjaga-jaga. Ada patroli di mana-mana.

Begum memanggilku untuk memperbaiki atap rumahnya.

Syukurlah.

Dengan kebaikan Begum, kita akan bisa melalui musim dingin ini.

Perahu kita tak bisa dipakai tahun ini.

Bawa anak ini juga.

Biar dia tahu bagaimana caranya mencari nafkah.

Itu akan buat dia mengerti.

Begum berasal dari keluarga bangsawan.

Cantik bagai malaikat.

Ibunya dari Lucknow.

Ada sebuah rumor bertahun-tahun lalu...

...yang menyebar seperti api.

Seseorang memandang sinis pada keluarga itu.

Begum sangat disiplin.

Dia tak suka dengan perilaku buruk.

Konsentrasi pada pekerjaanmu.

Tetaplah rendah hati dan selalu ucapkan salam.

Jika ada yang menyuruh, segera lakukan.

Orang-orang kota bilang rumah itu berhantu.

Noora, hati-hati pada hantu.

Junaid, teh?

Berhenti menatap.

Firdaus, Ibu menunggumu.

F-I-R-D-A-U-S

Firdaus.

Dengar.

Ibu memanggilmu di dalam.

Kami akan ke sana sebentar lagi.

Bukan kau. Kau boleh istirahat.

Hanya dia.

Ketapelku?

Apa?

Ketapel.

Lupakan saja itu.

Jangan beritahu siapa pun.

Itu untuk kebaikanmu.

Kau sangat cantik.

Bagaimana kau bisa belajar bicara begitu baik?

Matamu jangan jelalatan...

...maka tutur katamu akan bisa baik juga.

Kau bilang siapa namanya?

Noor.

Tn. Hoor, apa pekerjaanmu?

Apa yang kau bisa?

Bukan Hoor, tapi Noor.

Apa yang harus kulakukan?

Sial, selalu berhenti di sini.

Nyanyikanlah sesuatu.

Sesuatu yang bisa menyentuh jiwaku.

Aku sudah lama tak menangis.

--=Lagu Rakyat Kashmir=--

Masya Allah, Firdaus.

Di mana kau bertemu dengannya?

Tn. Noor Khan, kau bagaikan mutiara.

Apa lagi yang kau bisa?

Kau bisa menunggangi kuda?

Apa?

Setidaknya, apa kau tahu cara merawat kuda?

Ibu, lihat sepatunya.

Jadi mulai besok, kau akan menjaga kandang kuda.

Jika kau bekerja keras, kau akan diberi gaji yang tinggi.

Dan jangan pikir aku tawarkan pekerjaan ini...

...karena aku terkesan dengan nyanyianmu.

Firdaus suka sepatumu.

Dan aku tak bisa bilang tidak padanya.

Firdaus akan punya teman bermain.

Tapi kau jangan goyah dengan hatimu.

Ini memang masamu untuk bersenang-senang.

Simpanlah patah hatimu untuk nanti saja.

Ambil upahmu dari Kaleem sebelum pulang.

Sekarang kau akan jadi bagian dari keluarga ini.

Kehormatanmu, kehormatan kami juga.

Pakailah baju yang bagus mulai besok.

Ada hal yang lebih penting dari sepatu itu.

Kalau begitu, aku pergi dulu.

Siapa yang tahu Allah memberi rezeki pada pekerjaan ini?

Sekarang, akhirnya dia bisa melakukan hal yang berguna.

Kau harus berusaha membuat mereka senang.

Apa kau dengar?

Kali ini, jangan lakukan hal yang konyol.

Begum bisa mengubah hidupmu jika dia mau.

♪ Dengan benang lembut Pashmina ♪

♪ Seseorang merangkai mimpinya ♪

♪ Bagaimana bisa begitu? ♪

♪ Di perbukitan suara bergema ♪

♪ Lagu baru, instrumen ini ♪

♪ Bagaimana bisa begitu? ♪

♪ Dengan benang lembut Pashmina ♪

♪ Kuncup bunga telah berubah ♪

♪ Pikiran, perasaan mereka ♪

♪ Bagaimana bisa begitu? ♪

♪ Kelopak mata telah terbuka ♪

♪ Rahasia baru, emosi ♪

♪ Bagaimana bisa begitu? ♪

♪ Dengan benang lembut Pashmina ♪

♪ Seseorang merangkai mimpinya ♪

♪ Bagaimana bisa begitu? ♪

Itulah jaman kearifan, itulah jaman kebodohan.

Itulah masa terang, itulah masa kegelapan.

Itulah...

♪ Angin lembut dan asap baru semakin menyatu ♪

♪ Hati dan waktu yang baru juga saling memilih ♪

♪ Hangatnya sinar mentari baru saja tergelincir ♪

♪ Seseorang diam-diam berbisik ♪

♪ Aku akan menjadi bayanganmu ♪

♪ Berjalan di belakangmu ♪

♪ Berjalan denganmu ♪

♪ Dengan benang lembut Pashmina ♪

♪ Seseorang merangkai mimpinya ♪

♪ Bagaimana bisa begitu? ♪

♪ Di perbukitan suara bergema ♪

♪ Lagu baru, instrumen ini ♪

Keluarga Narang menawarkan potongan di atas harga pasar.

Mereka ingin mengubah rumah ini menjadi Hotel Heritage.

Katakan satu hal, Zafar.

Apa Ayahmu tak meninggalkan apapun untukmu?

Setiap tahun kau kemari untuk mengemis.

Sekarang meminta bantuanku dengan wajah memelas.

Jual saja, Kakak.

Keadaan pasar sudah buruk.

Jagirdar, antar mereka keluar.

Wanita tua itu sudah gila.

Dia menyia-nyiakan sebagian hartanya pada perhiasan.

Dia harus dikirim ke Tussauds.

Agar mereka merampas hartanya.

Tenang, Sameera.

Masih ada yang bisa kita lakukan.

14 Oktober. Jam 03:10 sore.

Ingatlah hari dan waktu ini.

Kubuat kau jadi temanku.

Ulang tahunku minggu depan.

Kau harus datang.

Jangan lupa.

Berhenti menatap, Noor. Itu tidak sopan.

Apa dia suka?

Ya, Ibu.

Aku melihatnya.

Dia tak mau melepaskannya.

Aku sudah mengundangnya di hari Minggu.

Nak, saat ini dunia akan kiamat...

...dan kau masih belum tahu apa yang akan kau pakai.

Lagipula, jika Rukhsar tahu,...

...entah apa yang akan dia lakukan pada kita.

Kau sangat takut padanya, ya?

Kau tak bisa buru-buru dalam hal ini.

Hari ini ulang tahun Firdaus.

Bukan seperti perayaan biasa.

Yakin, aku terlihat tampan?

Ya, seperti Pangeran.

Noor!

Sekarang, Kakak sudah melihat pakaianku.

--=Doa Untuk Orang Meninggal=--

Firdaus!

Firdaus!

Kau baru datang sekarang?

Ulang tahunnya kemarin.

Sekarang Firdaus akan menunggumu di ulang tahun berikutnya.

Di mana Firdaus?

Firdaus.

Jika ada surga di bumi, maka adanya di sini.

Ini waktu yang kejam.

Semua orang inginkan sebagian dari surga ini.

Aku sudah mengirim Firdaus ke London untuk sekolah.

Ini bukan tempat yang cocok untuknya.

Ada bom meledak di mana-mana.

Dia tak bisa tinggal di sini.

Sekarang kau juga harus hati-hati.

Jangan percaya apa yang kau lihat.

Dengarkan suara hatimu, Noor.

Tapi sekarang ia bukan milikmu lagi.

Kau harus merelakannya.

Aku sudah melarangmu.

Ini hancur, kan?

Cinta itu tidak mudah, Noor.

Kau akan tenggelam atau mungkin berenang.

Kau harus menjadi sukses agar layak di sisi Firdaus.

Itu tak mudah untuk bisa masuk ke dunianya.

Kau harus berikan semuanya.

Kau bukan anak kecil lagi.

Berhenti menangis dan pulanglah.

Keadaan di sini sudah semakin memburuk.

Teruslah hidup, Noor.

Kau tak berguna jika mati.

Baik untuk Firdaus, ataupun aku.

Dan seperti itulah, semuanya berakhir.

Kata-kata Begum terus berdengung di pikiranku.

Seakan jurang terbuka dalam diriku...

...dan aku terus jatuh, semakin dalam.

Jurang yang hitam pekat.

Begitu gelapnya hingga teriakanku mati di dalamnya.

Hari berganti bulan dan bulan berganti tahun.

Aku tak bisa mengeluarkannya dari hatiku.

Tapi setidaknya aku bisa mencarinya...

...di setiap percikan kehidupan, di setiap bara kematian.

Dia, yang tak ada di mana pun.

Dia, yang ada di mana-mana.

Selesaikan sisanya besok.

Ayo kita makan malam.

Aku akan tidur di gudang malam ini.

Jiju?

Aku sudah sering bilang pada Junaid.

Aku bahkan mengirim buku seni pada Kaleem.

Tapi kau tak pernah mengunjungiku.

Aku sibuk dengan bekerja di sini.

Begitu banyak penderitaan.

Kenapa kau bawa begitu banyak penderitaan ke dalam karyamu?

Aku langsung mengenalimu begitu aku melihatmu.

Dulu aku sering membeli banyak perhiasan.

Ini adalah hari yang baik.

Aku ingin dapat kehormatan...

...untuk menjadi pelanggan pertamamu.

Ini penghasilan pertamamu. Terimalah.

Hidup barumu dimulai hari ini.

Bismillah.

Ada kabar dari Firdaus, Begum?

Kapan-kapan, kau mungkin bisa tanyakan hal itu padaku.

Firdaus ada di Delhi.

Dia menanyakanmu.

Syukurlah kita bertemu.

Sekarang ada banyak yang bisa kuceritakan padanya.

Nooruddin Nizami.

Usia 23 tahun.

Ada kabar baik.

Dia telah dipilih untuk Beasiswa Seni.

"Art For Freedom".

Mereka mempromosikan seniman muda.

Singkatnya, hidupnya akan berubah.

Hanya ada syarat kecil.

Dia harus ke Delhi dan bergabung dengan program keresidenan.

Dia akan dapat tunjangan setiap bulannya.

Semua biaya makanan dan tempat tinggal akan ditanggung oleh klien-ku.

Apa klien-mu itu Begum?

Syarat ke-5.

Aku tak punya hak untuk beritahukan namanya.

Klien-ku ingin pelatihannya bisa dimulai secepatnya.

Kenapa aku?

Kenapa aku yang dipilih?

Anggap saja ini anugerah Tuhan.

Yang kita kenal "Lady Luck"...

...atau dalam bahasa Hindi "Kismet".

Sampai jumpa di Delhi.

Tapi Jun Jiju, aku tak bisa meninggalkanmu.

Tak ada gunanya lagi kau di sini, nak.

Kerjamu hanya duduk saja di sini.

Dia telah membuka jalan bagimu.

Jangan melawan kehendak-Nya lagi.

♪ Jika ada surga di bumi ♪

♪ Di sinilah tempatnya ♪

♪ Hidupku, jiwaku, hatiku bertekad ♪

♪ Di sinilah tempatnya ♪

Doa Jun Jiju terkabul.

Entah ini anugerah Tuhan atau kebaikan Begum.

Tapi aku akan temukan tujuanku.

Seolah dunia telah memanggilku.

Ia mengulurkan lengannya.

Ayo, terimalah.

Aku sudah bicara dengan pemilik rumah.

Dia sudah terima uang sewa untuk satu tahun.

Keresidenan-mu dimulai besok.

Leena Becker, Kurator ternama, yang akan mengarahkanmu.

Dia akan jelaskan sisanya.

Paham?

Ya.

Selamat pagi!

Maaf atas kebisingan tadi malam.

Mau sarapan?

Noor, kan?

Arif Peerbhoy. Bergabunglah dengan kami.

Jagirdar bilang, kau akan datang.

Silahkan duduk.

Jadi, kau seniman, ya?

Aku coba membuka usaha sendiri.

Aku punya beberapa koleksi. Kebanyakan para pemula.

Apa yang kau kerjakan saat ini?

Aku masih mencarinya.

Untuk?

Diriku sendiri.

Tidak buruk.

Jadi, sering bereksperimen, ya?

Kau dari Kashmir, kan?

Begum Hazrat Jaan adalah Tanteku.

Katakan, apa hubunganmu dengan Begum?

Dia orang yang sulit.

Hati-hatilah dengannya.

Oh ya, kamarku juga ada di atas.

Kau bisa bekerja dengan tenang.

Ini rumah yang nyaman. Santai saja.

Aku ingin batalkan yoga-ku hari ini.

Aku tak bisa melakukannya.

Jadi kau sering ke Kashmir?

Siapa yang ingin pergi ke rumah hantu itu?

Dia memutuskan hubungan dengan keluarga.

Katakan satu hal, mana bisa seseorang hidup sendirian?

Itu tak mudah untuk memahami dirinya.

Aku sudah lihat kabaikannya. Dia cukup peduli pada orang lain.

Maksudmu, padamu?

Aku hanya bercanda.

Jadi, apa rencanamu hari ini?

Aku ingin menemui Leena Becker.

LBG Gallerie.

Tidak buruk.

Kau cukup mengejutkan.

Kau sudah dapat tempat tinggal? / Ya.

Kau suka studionya? / Ya.

Aku sudah lihat lukisan yang kau kirim.

Karyamu cukup menarik.

Tapi pekerjaanmu butuh presentasi.

Butuh skala. Dan, butuh konteks.

Dan ke sanalah tujuan kita.

"The India Art Summit" akan berlangsung bulan depan.

Dan karya pertamamu akan dipamerkan di sana.

Ini ruanganmu.

Isilah. Kau punya waktu 6 minggu.

Kau gugup?

Bagus!

Orang bekerja keras agar mencapai ke sini, Noor.

Setelah di sini, tak ada jalan pintas.

Jangan khawatir, semua akan baik saja.

Oke?

Selamat datang di Delhi.

Semoga berhasil!

Leena orangnya angkuh, kan?

Galerinya sungguh luar biasa.

Aku jadi merasa takut.

Lihat saja. Kita akan lakukan sesuatu.

Itu omong kosong!

Tunjukkan seluruh kemampuanmu.

Untuk masa depan.

Hei, apa kabar?

Firdaus!

Kau sudah bertemu pegawai barunya Leena?

Baru datang dari Srinagar.

Sapalah dia.

Tn. Noor Khan.

Bintang Baru!

Bagaimana Delhi menurutmu, sayang?

Berhenti menatap, Noor.

Berapa usiamu?

Hai, sayang. Ayo!

Aku segera ke sana.

Ada begitu banyak yang ingin kutanyakan padanya.

Begitu banyak hal kenapa, apa, kapan...

...yang kupendam selama bertahun-tahun...

...itu semua mengalir menjadi cinta.

Firdaus.

Aku sudah temukan jodohku.

Kalian memang gila.

Dah!

Ibu bilang, kau akan datang.

Terutama dia menyuruhku, "Jagalah Noor".

Dan akhirnya kau ada di sini.

Separuh hidupku telah berlalu.

Jika tidak sekarang, lalu kapan?

Kau masih belum berubah.

Jadi,...

...kapan pameranmu?

Bulan depan.

Aku akan menghadirinya.

Kehormatanmu, kehormatan kami juga.

Jadi, bagaimana menurutmu?

Indah sekali.

Firdaus Jaan Naqvi.

"London School Of Design".

Karena melihatmu, akupun belajar melukis.

Apa kau terima lukisan yang kukirim setiap tahun?

Tn. Noor Khan, aku punya pacar sekarang.

Cincinnya akan segera melingkar di jari manisku ini.

Noor, dari mana saja kau?

Aku dari tadi mencarimu.

Tenanglah, Arif.

Ayo kita minum lagi.

Baiklah.

♪ Hidup telah terkonspirasi ♪

Pekerjaan kami adalah tentang mimpi dan keinginan.

Itulah apa yang akan dilihat orang lain.

Saya harap Anda semua menyukai pertunjukan ini.

Jadi, kapan kau tunjukkan karyamu?

Ya... maaf...

Beberapa minggu lagi. Karyanya indah sekali.

Halo.

Apa kau menguntitku?

Di sini, di atas.

♪ Obsesiku telah membawaku dekat denganmu ♪

♪ Obsesiku adalah anugerah-Mu ♪

♪ Obsesiku telah mengubah takdirku ♪

♪ Cintamu adalah obsesiku ♪

♪ Ya Tuhan! ♪

♪ Keinginanku perlahan terbakar ♪

♪ Keinginan terpendam dalam hatiku kian menyesakkan ♪

♪ Dibawa melalui-Mu dalam sebuah bara ♪

♪ Ya Tuhan! ♪

♪ Aku telah mencapai puncak kegilaan ♪

♪ Ya Tuhan! ♪

♪ Obsesiku telah membawaku dekat denganmu ♪

♪ Obsesiku telah membawaku dekat denganmu ♪

♪ Obsesiku adalah anugerah-Mu ♪

♪ Obsesiku telah mengubah takdirku ♪

♪ Cintamu adalah obsesiku ♪

♪ Ya Tuhan! ♪

Kau suka?

Dan untuk pertunjukan puncak kami malam ini,...

...yaitu "Rantai Kebebasan".

Puaskan mata Anda sekalian. Ini semua sudah terjual.

Mempersembahkan tokoh saat ini, Noor Nizami.

Apa cerita di balik karya ini?

Apa ide Anda ini untuk memperkenalkan Kashmir?

Hal-hal menyakitkan itu aku tuangkan melalui karyaku.

Anda tak bisa lihat seni dan politik secara terpisah.

Bicara tentang politik, apa pendapat Anda tentang situasi di sana?

Apa Anda juga ingin kebebasan?

Apa tak cukup puas dengan kebebasan ini?

Aku masih hidup. Dan bernafas.

Berdiri di sini, di antara Anda sekalian.

Aku hanya ingin mengatakan, bagiku, Kashmir akan selalu sama.

Tulus.

Cantik.

Penuh perasaan.

Mungkin aku dikutuk seperti itu.

Itulah yang pernah dirindukan hati.

Keharuman di hari-hari itu dari masa laluku.

Bagaimana menurutmu?

Indah sekali!

Kau terlihat elegan.

Hati-hatilah dengan wanita.

Harusnya kau biarkan aku mengemudi.

Kau mengemudi seperti wanita, Arif.

Kenapa kau terus minum kalau sudah tak sanggup?

Aku akan bertunangan.

Sudah kubilang padamu.

Kau tak pernah mau dengar, ya?

Bilal dan aku kuliah bersama di London.

Ayahnya seorang Menteri di Pemerintahan Pakistan.

Sekarang Bilal yang jadi penggantinya.

Kau tak takut pada apapun?

Tentu, aku takut.

Aku takut kau akan pergi lagi.

Tapi kali ini takkan mudah.

Kita harus berperang.

Mereka sudah kalah perang di tahun 65 dan 71.

Juga di tahun 99.

Apa dia sudah punya visa?

Dasar bodoh!

Assalamualaikum, Ibu.

Anakku sayang.

Bagaimana kabarmu?

Kau tak meneleponku kemarin.

Ya, aku lupa.

Lagipula, tak selalu harus melapor setiap hari.

Pasti ada sesuatu. Pasti.

Apa kau bertemu Noor?

Kau pergi ke pamerannya?

Ya, Ibu.

Dia tak bisa menjauh, kan?

Jadi, bagaimana dia menurutmu?

Dia baik.

Dia terus mendekatiku.

Biarkan dia terus di belakangmu.

Urusan nanti sudah diputuskan.

Dan sisanya, kau yang selesaikan.

Aku takkan mengenalimu jika aku melihatmu seperti ini.

Jangan!

Aku sudah menangkapmu, Firdaus Jaan Naqvi.

Kupikir kau akan membebaskanku.

Kau, juga?

Hanya kematian yang bisa membebaskanmu.

Atau cinta.

♪ Keinginanku perlahan terbakar ♪

♪ Keinginan terpendam dalam hatiku kian menyesakkan ♪

♪ Dibawa melalui-Mu dalam sebuah bara ♪

♪ Ya Tuhan! ♪

♪ Aku telah mencapai puncak kegilaan ♪

♪ Ya Tuhan! ♪

Tn. Frost, bagaimana kabar Anda?

Baik.

Paket Anda dalam perjalanan.

Akan Anda terima Selasa pagi.

Klien Anda pasti akan suka.

Hal pertama yang orang lakukan saat datang ke kota, yaitu membeli rumah.

Dan mobil yang mahal.

Tapi ini mobil bekas?

Kau yakin?

Sangat yakin.

♪ Obsesiku telah membawaku dekat denganmu ♪

♪ Obsesiku adalah anugerah-Mu ♪

♪ Cintamu adalah obsesiku ♪

♪ Ya Tuhan! ♪

Kita mau ke mana?

Kembali ke masa lalu. Menuju waktu yang tak diketahui.

Itulah waktu terbaik. Itulah waktu terburuk.

Itulah jaman kearifan, itulah jaman kebodohan.

Itulah...

Kuberikan buku untuk dibaca, bukannya diingat.

Noor!

Ya, Leena?/ Dari tadi aku coba menghubungimu.

Kau akan mengadakan pameran di Hayworth!

Benarkah?

Kemasi tasmu, kawan.

Kita akan pergi ke London. Selamat, Noor!

Terima kasih.

Ini prestasi terbesarmu.

Dah.

Itu dari Leena.

Ada Email dari penyelenggara London.

Karyaku dipilih untuk dipamerkan di Hayworth.

Kemari.

Selamat!

Aku turut senang untukmu.

Kau sedang apa di sini?

Kau baru tiba kemarin.

Dari Kashmir ke Delhi.

Delhi ke London. Orang ini menakjubkan.

Kau hebat, kawan.

Bersulang untuk Noor!

Selamat, Noor. Selamat!

Firdaus, pertama kali aku melihatmu, pikiranku langsung meledak.

Biarkan aku bicara.

Ini waktuku, ini tempatku.

Kau tahu, Firdaus?

Aku ingat semua hal tentangmu.

Syalmu. Buku-bukumu.

Mobil yang mewah itu.

Merahnya pohon Chinar.

Semua momen yang pernah aku alami setiap hari.

Siapa yang mengira kita akan bertemu seperti ini?

Kita akan duduk di sini?

Ibumu terus bilang padaku...

Ssst...

Aku suka lagu ini.

Tidak, aku harus pergi.

Aku mencintaimu!

Sulit dipercaya.

Kau masih menyimpannya?

Kau gila!

Apanya yang gila?

Ini milikku yang berharga.

Sama halnya dengan perhiasanmu.

Kita masih muda saat itu, Noor.

Ya.

Pentingkah bagimu jika aku hidup atau mati, Firdaus?

Katakan saja, ada apa?

Aku sedang sekarat! Tak ada lagi.

Pembuluh darah di tenggorokanku sakit karena batuk ini.

Aku akan ke sana 1 atau 2 hari lagi.

Kenapa tak langsung saja ke pemakamanku?

Apa kau ini anak kecil?

Aku akan segera ke sana.

Siapa itu?

Panggilan kerja.

Aku harus pergi.

Sekarang?

Apa semuanya baik saja?

Dah.

Kapan kita akan bertemu lagi?

Aku akan meneleponmu.

Dia gadis beruntung, Noor.

Dia akan suka ini.

Aku mau pergi, Noor.

Ada surat untukmu. Kutaruh di sini.

Ya. Dah!

Dah!

Noor, aku pergi.

Sebenarnya, aku harus pergi.

Entah kapan kita akan bertemu lagi.

Atau, kenapa kita harus bertemu?

Yang aku tahu, aku akan selalu menghargai waktu yang kuhabiskan denganmu ini.

Dan ya, Ibu menanyakanmu.

Aku bohong padanya kalau kau sudah dewasa.

Akankah kita bisa dewasa, Noor?

Ada beberapa hal yang tak bisa kita ubah.

Dan meski jika bisa, kita tetap tak bisa bahagia.

Aku akan berdoa untukmu, Noor.

Kaulah yang terbaik.

Berusahalah dengan keras.

Tunjukkan seluruh kemampuanmu.

Inilah waktumu.

Selamat tinggal, Noor!

Kita akan bertemu lagi... jika kehidupan mengizinkan.

Diterjemahkan Oleh : Galank87 IDFL™ SubsCrew

Halo.

Noor...anakku!

Kudengar dari Jagirdar kalau kau akan ke Srinagar.

Kapan kau pulang?

Sebentar lagi, ada sesuatu yang perlu kuurus lebih dulu.

Baiklah. Sampai ketemu malam nanti.

Aku ingin dengar mengenai kota. Cepatlah datang.

Ya, Jun Jiju. Aku akan ke sana.

Siapa di sana?

Siapa itu?

Noor!

Assalamualaikum.

Sudah kukira kau akan kemari.

Sudah bosan tinggal di kota?

Aku dalam perjalanan pulang. Tapi aku ingin mampir menemuimu dulu.

Oh, jadi Tuan Muda datang kemari ingin bertemu Begum.

Apa kau bertemu Firdaus?

Bagaimana dia menurutmu?

Bukankah dia cantik?

Putri kecilnya Noor.

Kau kemari ingin menemuinya, kan?

Panggillah dia.

Panggil.

Panggil.

Firdaus!

Firdaus!

Hati-hati, Noor.

Bilal akan datang.

Itu pilihannya sendiri. Apa yang bisa kulakukan?

Hai, Noor. Apa kabar?

Kapan kau datang?

Aku akan menemuimu nanti.

Ayo, Ibu. Ini sudah sore.

Dokter memintamu untuk beristirahat.

Kau pergi begitu saja, Firdaus!

Aku harus melakukannya. Begitulah seharusnya.

Hidup terus berjalan... jangan berhenti karena siapa pun.

Tapi tak bisa seperti ini.

Terkadang kau hangat, dan kemudian, kau dingin.

Apa masalahmu, Noor?

Kenapa kau harus mengikutiku?

Apa yang ingin kau lihat?

Apa aku menyuruhmu untuk mengikutiku seumur hidup?

Kau sudah berlebihan!

Ibu, kau harus berhenti mengisap pipa itu.

Bagaimana obatnya akan bekerja?

Obat-obatan ini tak membiarkan aku mati dengan mudah.

Mungkin opium ini bisa membantu.

Noor, apa yang mau kau lakukan sekarang?

Kau mau pulang?

Jika iya, bantulah aku.

Aku berutang pada Junaid di musim dingin lalu.

2300 rupee.

Ambillah dari Kaleem sebelum kau pulang.

Minggir. / Ya.

Begum hanya diam saja dan waktu seolah terhenti.

Kenapa aku harus dihukum?

Siapa yang memadamkan cahaya cinta di rumah ini?

Kisah siapakah yang ada di antara kami?

Keharumanmu ini bisa membuatku gila.

Cukup! Itu bisa membawa petaka bagi kita.

Sekarang tunjukkanlah pesonamu...

...atau seseorang akan merenggut keharuman ini.

Lihatlah perhiasan ini.

Ini akan bagus dipakai olehmu.

Masya Allah, indah sekali!

Salman, berapa lama kau akan tinggal di sini?

Ayah ingin tinggal, tapi dia harus pergi untuk ikut pemilu.

Aku berangkat ke London hari Minggu dan dari sana ke Islamabad.

Aku ingin bawa Hazrat ke London untuk belanja baju pengantin.

Kenapa kau tak tanya sendiri?

Hazrat suka sekali jalan-jalan.

Sampai kapan kita harus bertemu seperti ini, Mufti?

Pada siapa lagi kita harus berbohong?

Aku terus khawatir akan ketahuan.

Aku tahu ini memang sulit. Tapi kita jangan menyerah.

Tak ada yang bisa menghentikan pernikahan kita, Hazrat.

Hazrat akan mengerti dan menghargai pilihan kita.

Lagipula, dia takkan jauh.

Kita akan menikahkannya, tapi apa kau bisa hidup tanpa dia?

Salman akan menjaganya dengan baik.

Kita tak harus menunda pernikahannya lagi.

Mufti!

Mufti!

Peganglah ini.

Tiket.

Aku mau beli air. Kau tunggu di sini.

Permisi, istriku duduk di sana.

Tolong jaga dia, aku hanya mau beli air.

Baiklah.

Mufti!

Mufti!

Halo.

Tanggal berapa hari ini, Noor?

Aku butuh waktu lagi, Leena. Akan kukerjakan.

Pelelangannya 3 hari lagi.

Tunjukkanlah sesuatu.

Aku akan meneleponmu jika sudah kukerjakan.

Noor, ini salah satu acara seni terbesar di Delhi...

Kenapa kau tak mengangkatnya?

Seseorang benar-benar putus asa di luar sana.

Ponsel itu berdering seharian.

Jangan bicara omong kosong.

Bantu aku. Ini terjebak (Macet).

Siapa yang terjebak olehmu sekarang?

Pak Menteri, apa aku mencium sesuatu yang terbakar?

Pastinya! Lihat saja dirimu.

Kau gadis tercantik di dunia malam ini.

Hati seseorang pastinya akan terbakar.

Terima kasih, Tuan. Itu pujian secara tak langsung.

Bisa kita teruskan sisanya nanti malam?

Semua orang sudah menunggu.

Batas bisa memisahkan Negara,...

...tapi mereka tak bisa pisahkan bahasa kita, adat dan tradisi.

Kita ada di dalam hati masing-masing.

Dan inilah saatnya untuk saling menyambut di rumah kita.

Untuk saling berpelukan dengan sepenuh hati.

Kami menikmati makanan kalian, kalian menikmati Ghazal kami.

Keramahan hanya akan memberi kemakmuran.

1 lagi permintaan terakhir.

Ini sudah 25 tahun sejak pertandingan kriket,...

...maafkanlah Javed Miandad karena sudah mengejutkan kalian.

Dan itulah Bilal Latif, Menteri muda dan dinamis...

...dari Pakistan berpidato di Indo Pak Summit Roots...

Silahkan duduk.

Ayah...

Tn. Shaikh, Anda tampak baik.

Sepertinya India telah tumbuh di diri Anda.

Bagaimana kabarmu, nak?

Aku baik saja.

Ibu ingin bicara dengan Anda.

Hazrat! Kau tak bisa begini. Kau seharusnya datang.

Kami menutup parlemen untuk datang ke sini, dan kau...

Berapa kali lagi kau akan mengecewakanku?

Kapan aku punya kesempatan untuk melayanimu sebagai tamu?

Salman, kau adalah tamu kami.

Bahkan, kamilah yang seharusnya jadi tuan rumah.

Tak ada yang bisa menang berdebat denganmu, Hazrat.

Oh ya, kita harus menetapkan pertunangan putri kesayanganmu.

Firdaus tampak bagai malaikat.

Kita tak harus menunda pernikahannya lagi.

3 crore lukisan di ruang tengah...

...dengan pria...

...karya Shahzia Sikandar "Dunia Milikmu, Dunia Milikku"...

...seharga crore.

Berikan harganya, jika sepakat, saya akan jual.

Dan...terjual!

Boleh kulihat nomor Anda, Tuan?

Tenanglah. Kita yang berikutnya.

Dan sekarang, hadirin sekalian...

...beralih ke Lot berikutnya.

Lot nomor 21, hasil karya seniman pendatang baru dari India.

Namanya Noor Nizami.

Dan karyanya yang berjudul "Scar Tissue".

Saya akan buka tawaran seharga 17 lakh.

17 lakh, hadirin sekalian.

Apa ada yang menawar di atas 17 lakh?

17 lakh... Berikan harganya... 17...

18 lakh... kita punya 18 lakh.

Kita di harga 18 lakh, hadirin sekalian...

Ada lagi di atas 18 lakh?

Berikan harganya... Saya akan jual.

Dan...terjual!

Pada Tuan yang memberi harga 18 lakh.

Itulah akhir pelelangan kami, hadirin sekalian.

Terima kasih atas kedermawanan Anda sekalian.

Dan saya ingin memperkenalkan untuk pertunjukan berikutnya.

Akan ada penampilan duet dari India dan Pakistan.

Permisi sebentar.

Sambutan hangat untuk Anda sekalian...

...di Indo Pak Summit Roots.

Dan saya akan mempersembahkan penampilan khusus di malam ini...

...didedikasikan untuk kedua warga Negara kita.

♪ Biarlah ada ungkapan cinta ♪

♪ Ada cinta yang terkubur jauh di dalam hati ♪

♪ Jantung berdetak sendirian ♪

♪ Sendirian ♪

♪ Dari hati ke hati ♪

♪ Biarlah ada ungkapan cinta ♪

♪ Biarlah ada ungkapan cinta ♪

♪ Terkubur jauh di dalam hati ♪

♪ Jantung berdetak sendirian ♪

♪ Sendirian ♪

Apa yang terjadi, Firdaus? Tak adakah yang ingin kau katakan?

Aku sudah mengatakannya, Noor.

Aku mencintaimu.

Jangan kekanakan, Noor.

Kau tak mengenalku.

Kita ditakdirkan hanya untuk sejauh ini.

Sebaiknya kita bersyukur dengan apa yang kita dapat.

Apa ini semacam sedekah yang kau berikan?

Aku mencintaimu, tidakkah kau mengerti?

Tapi aku tidak, Noor.

Aku tak bisa mencintai seperti ini.

Apa yang kau inginkan?

Aku harus tinggalkan semua ini?

Ikut denganmu dan tinggal di rumah kapalmu itu?

Lalu, apa yang akan terjadi? Pernahkah kau pikirkan itu?

Pernahkah kau pikirkan semua itu?

Kau berlebihan, Noor.

Aku akan bertunangan 2 hari lagi.

Bilal akan membuatku bahagia.

Kita sudah lama berteman. Kita saling mengerti.

Dan aku tak bisa biarkan kesalahan menghancuran ini.

Bagaimana dengan cinta, Firdaus?

Apa uang itu segalanya?

Kau tahu tak ada yang bisa mencintaimu seperti aku.

Aku tak ingin kegilaan ini, Noor.

Dan ini bukan tentang uang.

Pernikahan itu harus sederajat.

Keluarga yang terlibat. Kau takkan mengerti.

Kau takkan mengerti apapun selain cintamu itu.

Kenapa kau bohongi dirimu sendiri, Firdaus?

Aku harus pergi sekarang. Aku tak boleh pergi lama-lama.

Firdaus.

♪ Kenapa kita berdiri berjauhan? ♪

♪ Dalam napasmu ♪

♪ Dan dalam napasku ♪

♪ Kita menghirup udara yang sama ♪

♪ Aku akan mati ♪

♪ Jangan tinggalkan aku seperti ini ♪

♪ Biarlah ada ungkapan cinta ♪

♪ Ada cinta yang terkubur jauh di dalam hati ♪

♪ Jantung berdetak sendirian ♪

♪ Sendirian ♪

Arif. / Ya?

♪ Dari hati ke hati ♪

♪ Biarlah ada ungkapan cinta ♪

Noor...

Sudah cukup. Ayo pergi dari sini.

Tidak. Belum cukup.

Sebentar lagi.

Noor, kita sudah terlalu lama di sini.

Ayo pergi ke tempat lain.

Tunggu sebentar.

Akan kutemui Firdaus lalu ikut denganmu.

Noor...

Biarkan dia pergi.

Di bagian manakah yang tak kau mengerti?

Ini tak berarti dia membohongimu.

Aku tahu... tapi mereka seperti ini.

Dia itu putrinya Begum.

Mereka tak peduli siapa pun.

Mereka akan melahapmu dan bahkan kau takkan menyadarinya.

Lupakan semua ini.

Jangan hancurkan karirmu.

Kau memang teman baik. Aku takkan pernah lupa itu.

Sekarang, pulang. Jangan menasehatiku.

Simpan itu untukmu.

Persetan denganmu, Leena dan masa depanku.

Kawan, beri aku minuman.

Noor, kau sudah jadi seniman yang berbakat!

Noor, ada apa denganmu?

Kau benar-benar sudah gi...

Firdaus!

Permisi...

Tidak, Tuan...jangan.

Tolong, Tuan, mundurlah.

Jika kau minta susu, kami akan berikan puding!

Tapi jika kau minta Kashmir, kami akan berikan pukulan!

Jika kau minta susu, kami akan berikan puding!

Tapi jika kau minta Kashmir, kami akan berikan pukulan!

Kecerdasan orang itu...menghilang!

Kau jangan buat keributan...

...di acara penting semacam ini!

Bawa dia!

Penjarakan dia untuk malam ini.

Sebuah pukulan akan membuatnya sadar.

Kau harus biarkan dia diperiksa.

Apa perlunya hingga berbuat seperti ini?

Apapun yang terjadi di masa lalu,...

...aku tak tertarik untuk tahu lebih dalam.

Tapi masa depanmu adalah milikku seorang.

Benar 'kan?

Benar 'kan?

Nizami!

Kau sudah dijamin.

Bawa dia bersamamu.

Dia sudah 2 hari duduk di sini.

Keluarga gila!

Ayo kita pulang, Jun Jiju.

Aku melakukan yang seharusnya kulakukan.

Ini, minumlah.

Tenang.

Aku merusak segalanya.

Aku sudah gila.

Aku hanya memikirkan diriku...

...dan besarnya rasa cintaku ini!

Maafkan aku, Jun Jiju!

Jangan menangis.

Semuanya akan baik saja.

Ini barang berharga milik Ibuku.

Aku menjaganya dengan baik.

Kau harus lupakan kejadian di Delhi, Firdaus.

Kisah itu sekarang sudah berakhir.

Sekarang kau akan jadi milik orang lain.

Apa yang bisa kulakukan jika jadi milik orang lain?

Bergantung pada mereka di sepanjang hidupku?

Jangan gila, Firdaus.

Kau tak tahu apa yang kau katakan.

Aku tahu, aku harus melakukan yang benar.

Aku tahu...aku tahu semuanya.

Aku sudah dengar semua ini sejak aku masih kecil.

Tapi hatiku merasakan yang sebaliknya.

Sesuatu yang tidak benar.

Katakan, Ibu... apa yang harus kulakukan?

Jangan khawatir, sayang.

Aku pernah seusiamu.

Aku juga pernah punya emosi seperti ini.

Tapi apa yang kudapatkan?

Kau ingin menjalani hidup seperti aku, Firdaus?

Apa yang telah terjadi padamu tak perlu...

...terjadi juga padaku.

Ya, tentu saja.

Itu tak perlu sama sekali.

Lagipula, apa yang pernah terjadi padamu?

Kau orang yang beruntung.

Anak yatim mana yang pernah bisa hidup di istana ini?

Perlukah itu terus diingatkan padaku, Ibu?

Ya, itu perlu, Firdaus.

Kupikir Tuhan mengirimkanmu padaku untuk tujuan tertentu.

Aku melindungimu dari semua orang.

Kau istimewa.

Kau tetap istimewa, sayang.

Kau tak diciptakan untuk merana dalam cinta.

Istana ini sekarang butuh seorang pria, nama, gelar.

Dan kau akan mengembalikan kehormatan yang telah hilang.

Kita tak boleh kembali ke jalanan lagi.

Baik kau, ataupun aku.

Cepatlah berpakaian.

Bilal akan segera datang.

Selamat!

Semoga diberkati!

Alhamdulillah, berbahagialah kalian berdua.

Tante Nargis, taruh sendoknya dan makan dengan tanganmu!

Kau takkan jadi gemuk.

Dasar anak nakal!

Kaleem, hidangkan bakso untuknya.

Bertahun-tahun telah berlalu...

...Anda masih belum bisa melupakannya.

Nak, hati bergerak dengan cara yang misterius.

Yang tak merasakan kerinduan itu, maka tak hidup sama sekali.

Itu suatu anugerah untuk bisa jatuh cinta!

Dengan berjalannya waktu, ia hanya akan semakin kuat.

Tulus, cantik, penuh perasaan.

Mungkin aku dikutuk seperti itu.

Itulah yang pernah dirindukan hati.

Keharuman di hari-hari itu dari masa laluku.

London adalah kesempatan terakhirku.

Maukah kau ikut denganku?

Aku tak punya kekuatan melakukan ini sendirian.

Arif?

Haruskah aku push up untukmu?

Lakukan 50x sekarang.

Mari kutunjukkan galeri dan ruang untuk pameranmu.

Dan ini ruangan luar untuk pameranmu.

Kuharap ini cukup menginspirasi!

Ini 30 meter... jangan sampai salah. Paham?

Ukur dan kembalilah lalu beritahu aku.

Baiklah.

Selamat...kita berhasil masuk di London Time Out.

Inilah pusatnya panggung! London, kan?

Ada hal yang sangat menarik dari cara berpikirnya.

Cara dia mengartikulasikan ekspresinya.

Apa yang bisa mengerikan bagi seseorang...

...bisa menjadi kebebasan bagi orang lain.

Noor, anakku... Kau menghilang lagi!

Sekarang aku harus bertemu denganmu di Negeri asing ini.

Saat Jagirdar bilang padaku, aku tak bisa menahan diri untuk datang.

Firdaus mengirim bunga ini untuk hari besarmu.

Ya Allah!

Kau memang perajin yang hebat.

Tapi sekarang kau telah berkembang menjadi seniman!

Ada yang mendalam di karyamu kali ini.

Masya Allah, Noor!

Seseorang menghancurkan hati di masa kejayaanmu!

Kau telah mencurahkan segalanya, kau pasti sangat hampa saat ini.

Kau pasti merasa telanjang.

Noor... Kemari!

Begum!

Begum... Firdaus tidak datang?

Firdaus! Firdaus!

Aku datang... apa tak berarti apapun?

Masuklah, Noor.

Ini hari terbesar dalam hidupmu.

Lupakan yang lainnya.

Begum!

Noor Nizami... Seniman.

Jangan khawatir. Jagirdar yang mengutusku.

Ayo, akan kuantar kau pulang.

Tidak, aku ingin sendirian.

Kita semua sendirian.

Ayo. Minumlah denganku.

Ayolah, Tuan.

Aku akan mentraktirmu teh Kashmir terbaik di London.

Ayo.

Noor Nizami.

Anak kecil yang dulunya naik perahu di Danau Dal.

Lihatlah dia sekarang.

Bintang Baru dari dunia seni!

Apa kita pernah bertemu?

Aku bersumpah.

Aku akan mencabikmu.

Muazzam!

Saat ini, aku dikenal dengan nama Mirza Baig.

Apa yang kau inginkan dariku?

Jagirdar? / Ya.

Aku yang mengirim Jagirdar padamu.

Beasiswa seni-mu sudah ada di hadapanmu.

IIC Delhi... "Galeri Seni Modern".

"Pameran di Aman".

"Rantai Kebebasan".

Semua pertunjukan suksesmu!

Aku yang membeli semuanya.

Aku menghargainya 2x lipat.

Bohong!

Setelah yang terjadi di Delhi,...

...aku kesulitan meyakinkan penyelenggara London.

Kenapa?

Aku punya dua anak seusiamu.

Jihadku telah mengorbankan mereka.

Aku tak dapat kebebasan, ataupun kematian.

Aku datang ke sini dengan nama yang berbeda.

Bekerja siang dan malam.

Dan membangun semua ini dari awal.

Tapi jauh dari Negeriku.

Aku tak bisa lupakan anak itu...

...yang telah rela membawakanku mantel hangat.

Karena mantel itu telah menghangatkanku di banyak malam.

Hari ini saat semua orang di galeri menyanjungmu...

...aku sangat terharu!

Noor, anakku. Kita berhasil!

Kita? Ini hanya tentangmu.

Adakah yang pernah bertanya apa yang kuinginkan?

Jangan marah, Noor!

Setidaknya jangan hari ini.

Hari ini?

Hari ini kau telah membuatku seakan tak berarti!

Hari ini, aku bahkan tak tahu siapa diriku.

Apa aku layak atas segalanya?

Kenapa kau lakukan semua ini?

Siapa yang menyuruhmu melakukan semua ini?

Kau tak bisa bertingkah seperti Tuhan.

Persetan dengan amalmu!

Aku tak inginkan ini!

Sekeras apapun kau berusaha, masa lalumu takkan melupakanmu.

Ia terus mengikutimu seperti bayanganmu.

Sekarang kau akan jadi bagian dari keluarga ini.

Hidup barumu dimulai hari ini. Bismillah!

Untuk yang terbaik atau terburuk.

Aku akan selalu menjadi anak kecil dari Dal.

Si kecil Noora!

Agar layak di sisi Firdaus...

...kau harus menjadi sukses.

Mempersembahkan...tokoh saat ini Noor Nizami!

Seluruh hidupku hanyalah kebohongan...sebuah konspirasi.

Kenapa kau bohong padaku?

Kenapa kau bilang jika aku ingin dapatkan Firdaus...

...aku harus menjadi sukses?

Kenapa kau buat aku merasa...

...bahwa kau membuatku layak untuknya?

Kau boleh berpikir semaumu.

Aku tak pernah menjanjikan apapun.

Pikiranmu selalu ada di hadapanmu.

Pikiranku?

Dan yang kau lakukan itu tidak salah?

Semua ini hanya permainan bagimu.

Kau gunakan hatiku dan bermain di permainan ini.

Dan Firdaus?

Setidaknya kau harus memikirkan dia?

Kau jangan berani melibatkan namanya.

Saat pertama aku melihatmu...

...aku langsung tahu.

Itu sikap yang sama.

Itu tatapan kurang ajar yang sama.

Aku tahu kau akan berkhianat saat ada kesempatan.

Tapi tidak kali ini...

Tidak kali ini, Mufti.

Aku telah mengunci hati Firdaus dalam petiku.

Itu sangat berharga.

Orang sepertimu bahkan tak pantas untuk meliriknya.

Dia akan menikah dengan Bilal.

Bisa kau rasakan? Ini hancur. / Ya!

Dan sekarang kau merasakan kehancuran ini.

Dan menanggungnya di sepanjang hidupmu.

Kenapa kau mengkhianatiku?

Di mana kurangnya cintaku?

Sekarang kau akan tahu, Mufti.

Bagaimana rasanya hati yang hancur.

Bagaimana rasanya harus tetap menjalani hidup ini.

Sekarang kau akan tahu!

Tidak, Ayah! Tidak!

Tidak, Ayah... Anakku!

Anakku akan mati!

Tidak, Ayah!

Anakku akan mati.

Ayo!

Lepaskan dia. Maafkan dia!

Minggir.

Tolong jangan lakukan ini.

Dia sudah buat kesalahan. Lepaskan dia.

Dia putrimu!

Kita sudah memelihara pelacur sebagai putri kita!

Dia sudah membuatku malu di hadapan dunia.

Tutup teleponnya!

Takkan ada Dokter yang datang ke rumah ini.

Biar dia membusuk dengan anak haramnya!

Ibu...

Anakmu perempuan.

Nyonya.

Firdaus.

Noor...

Noor!

Firdaus.

Jika aku ditakdirkan untuk hancur,...

...aku terima.

Jika seperti inilah caranya harus berakhir,...

...maka aku terima.

Aku terima! Aku terima! Aku terima!

--=Menyalati Jenazah=--

Nak.

Itu kecelakaan, sayang.

Jangan terlalu menyalahkan dirimu.

Ini akan membutuhkan waktu, tapi kita akan coba melaluinya.

Mari kita selesaikan ritual dan pergi ke Islamabad.

Noor datang menemui Ibu.

Aku harus menemuinya.

Apa?

Noor...

Aku ingin menemuinya.

Ibumu baru saja meninggal.

Banyak orang yang bicara macam-macam.

Dan kau masih belum sadar juga, Firdaus?

Bukankah sudah kuperingatkan?

Jangan seperti ini lagi. Sudah cukup!

Mengerti?

Jangan buat kesalahan sama seperti yang dilakukan Ibumu.

Aku bukan seperti Ayahku yang seumur hidupnya merana.

Ia tak bisa lepas meski setelah kau mati.

Cinta...

Cinta bagai binatang yang aneh.

Bisa kau dera, membuatnya lapar, memaksanya masuk ke dalam dirimu.

Tapi kau tak bisa mengeluarkannya darimu.

Jika hatimu tahu di mana pemiliknya...

...kau akan memperjuangkannya untuk sampai ke sana.

Orang bijak pernah berkata,...

...itu suatu anugerah untuk bisa jatuh cinta.

Biarkan ia merasukimu.

Tanpa rasa takut, tanpa rasa malu.

Tanpa berpikir.

Cinta itu sendiri adalah ganjarannya.

Tak ada yang menang, tak ada yang kalah.

Noor!

Noor!

Bisa kau berhenti menatap, Noor?

Diterjemahkan Oleh : Galank87 AKA Battosai212

IDFL™ SubsCrew Kunjungi kami di http://idfl.me

Movie, West-Series, K-Drama, Anime, Music, Software, Subtitle and Many More

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.