Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Manusia yang lahir di dunia yang beradab...
hanyalah suatu topeng yang menyembunyikan bahwa dirinya yang sebenarnya adalah...
...binatang.
Berburu dan membunuh.
Itu adalah ketetapan alam bagimu.
45 menit selanjutnya...
kau akan menjadi binatang sesungguhnya.
Ini bukan permainan.
Inilah kehidupan.
Bukan tentang menang atau kalah...
melainkan hidup atau mati.
diterjemahkan oleh: D A N D E R
Banjarmasin, 19 September 2015
Selamat, Coach. / Trims.
Baiklah.
Kalian berhasil. Ayolah, kalian tim, kalian berhasil.
Ya Tuhan, aku ingin cepat pulang.
Apa?
Aku senang kau datang.
Aku tahu kau selalu sibuk.
Ultah ibu dan ayah? Tentu, aku pasti datang.
Kau tahu, aku tak lupa seperti yang kau kira.
Aku ingin membelikanmu bunga tapi pesawat tak mengizinkan...
jadi aku membelikanmu ini.
Silakan... coba cium.
Selamat ulang tahun.
Apa benar yang mereka katakan?
Ayah punya aturan?
Aturan?
Over protektif.
Eva, kau sudah dewasa.
Bilang saja kau mau tahu apa mereka ingin bercinta.
Ayolah, katakan saja.
Tak mau.
Lalu kenapa ayah memaksakan begitu?
Sayang sekali.
Tidak juga.
Hey, aku tak main bola.
Tunggu, kau tak percaya pada kondom?
Aku tak mengerti.
Aku tidak mengkhayal, bukan itu maksudku.
Aku tak memakai trojan, itu prinsip.
Kenapa?
Berdasarkan sejarah, Yunani terkenal karena berhasil menembus pertahanan Troya.
Ya Tuhan.
Kau Yunani, kau setuju dengan kakakmu?
Aku Yunani, tapi aku tak bodoh.
Tenang. Santai saja.
Berapa banyak kartu kuning yang kau dapat musim ini?
Sedikit.
Ya, sedikit.
Pesawat sialan.
Kau tahu apa yang kulakukan jika aku jadi kau?
Tutup matamu. Serius. Tutup matamu.
Tarik napas dalam-dalam... dan tidurlah.
Nanti kubangunkan kau setelah pesawatnya mendarat.
Sungguh?
Apa?
Aku mau kencing.
Kau lihat? Apa?
Ada artikel tentang tim kita.
Aku sudah membacanya.
Lucu sekali, kan?
Coba lebih spesifik lagi.
Mereka cuma menampilkan Felix dan Slim.
Felix menyelamatkan pertandingan.
Yeah, dan Slim?
Slim menambah skor terhadap Turks.
Mereka tak menganggapku asis?
Asis? Itu tendangan langsung. Itu...
Tak masalah. Dia kaptenmu.
Omong kosong... dan jika kau tanya aku...
Siapa juga yang mau menanyaimu.
Hey. / Hey.
Bagaimana keadaanmu?
Jalan darat lebih berbahaya dibanding ini.
Kau selalu bilang begitu, tapi tetap saja tak mudah buatku.
Aku punya ide.
Ayahmu 30 kaki dari sini.
Aku tahu... aku suka caranya menakutimu.
Baiklah, jika kau masih punya nyali...
1 jam lagi, ketinggian kita mencapai 1 mil.
Akan kuingat itu.
Harus.
Ingat apanya?
Tak ada.
Tak ada.
Hey, kau pikir kau akan berhasil?
Apa? Latihan senin.
Kau bisa melakukannya?
Ya, aku siap.
Kau baik-baik saja?
Ya.
Kau kelihatan tak sehat. Silakan duduk.
Apa ini?
Kau tak suka naik pesawat.
Itu membantumu melayang.
Kupikir kau pelatih, bukan apoteker.
Trims.
Tidur nyenyak.
Tanda sabuk pengaman telah dinyalakan.
Silakan kembali ke kursi anda dan kencangkan...
Tolong!
Eva!
Bernapas!
Tolong dia!
Bantu dia! / Aku menolongnya!
Hey, Connie.
Sudah 22 orang yang tewas.
Apa Sevy akan selamat?
Aku cuma pelatih.
Dia perlu rumah sakit, dia butuh dokter asli.
Kau tak apa?
Siapa saja yang masih hidup?
Slim.
Felix.
Arnie.
Dan Markese, Patton, McKenna...
saudaraku, Elena dan Eva.
Kita tinggal 15 orang.
Sekarang bagaimana?
Entahlah.
Pikirkan cara bertahan hidup.
Aku melihat sesuatu.
Sepertinya aku melihat ayahku.
Tunggu di sini.
Tak ada apa-apa di sana.
Tak mungkin.
Baru saja kupikir tak ada yang namanya Tuhan.
Itu milik ibuku.
Maaf.
Lepas, itu milik Buteri. Jadi.
Jika tak kau lepas, kupatahkan lehermu!
Tenang, apa?
Dia memakai jersey Buteri.
Hey... Buteri sudah mati.
Lihat apa yang bisa kau lakukan dengan ini.
Pahlawanku.
Sedang apa kau?
Coba lihat.
Tak terlalu basah.
Kutunggu sampai kering sebelum mencobanya.
Akan kunyalakan ponsel ini, GPS...
Aku tak melihat satu pun pemancar di tempat ini.
Tim kita sedang bingung.
Slim, kita perlu rencana baru.
Kapten tak boleh begitu. / Jangan ceramahi aku, ok?
Aku tak memintanya.
Sedikit pun.
Apa?!
Kau tak apa? / Aku baik saja!
Connie!
Ada apa?
Kau memukulnya?
Tidak, aku tak memukulnya!
Dia berdarah dan terjatuh saat bicara!
Sepertinya dia mengalami gejala dekompresi.
Apa kita akan mengalaminya juga?
Entahlah, mungkin saja.
Jangan sampai kita kehausan atau ini akan semakin buruk.
Seburuk apa?
Aku mau kau menjaganya, paham?
Ya.
Kita perlu kotak pertolongan.
Berapa yang kita punya?
Tak cukup.
Aku tak bisa melanggar aturan. Tak terkecuali untukmu, Georgie.
Cepat!
Aku datang!
Ini cukup untuk seminggu!
Kita perlu lebih banyak! Jangan bergerak!
Jangan ke mana-mana!
Jangan bodoh! / Aku mengerti!
Ayo.
Kenne! Kenne!
Mau ke mana dia? Apa-apaan kau, Kenne!
Tidak! Sial.
Dengarkan aku, ok? Aku tak sengaja melepaskannya. Ada hiu di sana!
Hiu apanya? / Tadi ada, aku...
Omong kosong, Arnie! / Tenang!
Dasar banci! Hey!
Sebentar!
Lepaskan aku!
Kendalikan dirimu.
Kenne bilang dia melihat hiu. / Aku tidak bohong!
Dia ngawur! Dia tak melihat hiu!
Dia takut, dia mencari alasan.
Tanya dia diapakannya makanannya.
Makanan apa?
Kami ke dasar laut, dapat dua bungkus penuh.
Namun arus laut membawanya begitu saja.
Aku tak lihai berenang, dan ada hiu, aku langsung kabur.
Aku tak bisa. / Kau harus!
Tak ada makanan dan minuman lagi sampai besok.
Ada yang keberatan?
Kau juga.
Aku? Kenapa?
Bertengkar.
Kau tak boleh begitu.
Begitu?
Kita masih tim!
Kita harus prioritaskan kepentingan tim dibanding kepentingan pribadi.
Kau percaya padanya?
Kennefick? Entahlah, aku tak melihat hiu.
Companero! Como estas?
Asi, asi.
Sudah 2 hari kau tak sadarkan diri.
Elena mencarimu.
Aku senang kau tak apa.
Hey. Masih hidup rupanya.
Begitu? Entahlah. Sepertinya aku perlu minum.
Tunggu beberapa jam lagi.
Pembagian jatah?
Perintah siapa?
Kakakku, dia yang memimpin semenjak kau koma.
Itu dia!
Bagaiman keadaanmu?
Agak pusing.
Bung, sepertinya kepalamu mau meledak.
Ayo bicara.
Bekal semakin menipis.
Sangat sedikit.
Bukan makanan yang kukhawatirkan. Kita bisa berbagi.
Air minum yang kukhawatirkan.
Dilihat dari bekal kita...
mungkin hanya cukup untuk 3 atau 4 hari saja.
Setelah itu, kita akan mati kehausan.
Jadi, menurutmu akan ada tim penyelamat yang sedang mencari kita?
Tim penyelamat yang takkan menemukan kita.
Mereka pasti menemukan kita. / Mungkin tidak.
Kau bicara seakan mau kiamat saja.
Persiapan menghadapi kiamat.
Pesawat jatuh, orang-orang bertahan hidup. Lalu mereka diselamatkan, bukan?
Kita harus berpikir positif.
Tentu, dan ada sejumlah orang yang terluka yang perlu bantuan kita...
sampai bantuan datang, kan?
Mereka ingin kita optimis.
Bukan itu yang ingin kubahas.
Kenapa kau pikir aku tak ingin membahas dan mendengarnya.
Memang tidur.
2 terluka, 1 sekarat.
Mereka mulai bertanya kenapa kita mesting membuang-buang jatah.
Bagaimana menurutmu?
Jika ini pilihan mengenai teman yang sekarang dan kelangsungan tim kita...
maka tak ada pilihan lain.
Bawa Sevy. / Kaki Sevy terluka, kita tahu itu.
Terluka dan terinfeksi.
Aku tak meminta apa-apa, aku berpendapat secara objektif.
Setiap dia makan dan minum, tim kita menderita.
Itu kenyataannya.
Aku tahu ini terdengar gila, tapi faktanya bekal kita semakin tipis.
Kau sadar jika kita ambil air dia, sama saja kita membiarkannya mati, kan?
Biarkan saja begitu.
Semua orang akan mati... itu bukan pertanyaan.
Pertanyaannya adalah berapa banyak.
Semuanya baik saja?
Ya, tadi kami membahas sesuatu.
Jadi bagaimana, Slim?
Yeah, yeah, yeah, mis a mi.
Seburuk apa?
Aku harus bersihkan luka ini. Aku perlu air lagi.
Kita tak boleh buang-buang air.
Maaf, Sev, kami setuju sampai nanti malam.
Dia serius?
Gunakan jatahku.
Aku bisa melewati malam ini.
Kubilang cuma itu cara agar kita bertahan lebih lama.
Aku tahu maksudmu, menurutku kau sudah gila.
Jadi intinya, kita akan membunuh teman-teman kita.
Jangan nyaring-nyaring, nanti mereka dengar.
Tidak, jawabannya tetap tidak.
Tak semudah itu, Connie!
Kita kehabisan air!
Selain itu, makanan tinggal sedikit. / Makin sedikit?
Dari mana kau tahu?/ Aku sudah memperhitungkannya.
Ditambah ada bekal yang hilang, pasti ada seseorang yang mencurinya.
Sepertinya kita tak punya banyak pilihan.
Jadi, kita potong jatah makanan dan minuman mereka?
Sebentar, siapa yang kita singgung ini?
Sevy dan Stephan.
Kenapa tak ditambahkan Slim...
atau mimisan tak termasuk?
Eva, hentikan!
Kenapa kita membicarakan ini?
Karena separuh orang di sini memintaku begitu.
Kita tak punya pilihan sekarang.
Jahat kau biarkan mereka hidup sampai sekarang, teman-teman kita menderita.
Mereka akan mati dengan tenang.
Bijak sekali kau.
Ya, untung saja kau ada di pihak mereka.
Apa kau ingat saat menyelamatkan Sevy?
Andai kutahu akan begini jadinya...
Dari dulu aku tak mau repot merawat mereka.
Hey, ingat kau hampir mati, tapi aku menyelamatkanmu?
Ya, jika tahu begini kubiarkan saja kau mati.
Aku tak mau.
Kita voting.
Bukankah hanya ini yang bisa kita lakukan? Kemukakan pendapat kalian.
Aku duluan.
Potong jatah mereka. / Aku setuju.
Tentu.
Ya.
Tidak.
Ya. / Tidak.
Tidak. / Ya.
Ok.
Eva?
Tidak.
Seimbang.
Giliranmu, Slim.
Ya.
Bagus.
Hey... boleh aku duduk?
Ada apa?
Ayahku memberikan ini padaku sewaktu dia hamil.
Mereka masih hidup.
Apa kau percaya?
Tidak.
Tak pantas rasanya.
Tak apa.
Ini akan baik-baik saja.
Ini cuma mimpi.
Kau akan pulang secepatnya.
Kau janji?
Stephan meninggal.
Apa?
Kenapa kita baru sadar?
Bisa jadi di sana ada makanan dan minuman, kan?
Berapa jarak ke sana?
Sekitar 1 mil menurutku.
Ya, aku setuju.
Akan kubawa Markese, Arnie dan Elena.
Kenapa Elena?
Jaraknya 1 mil, dia perenang yang handal.
Kenapa kau tak membawaku?
2 hari yang lalu kau koma.
Bisa saja kau koma lagi saat ke sana...
Aku mengerti.
Selain itu, aku ragu menyerahkan bekal dengan yang lainnya.
Bagaimana denganku?
Jika ada yang tak beres dan kami tak pulang-pulang...
Aku mau kau bersama Slim.
Bukankah kita sudah terbiasa berpencar saat latihan?
Anggap saja ini pergumulan.
Saat bergumul, kita bergantian, kan?
Hey, aku memikirkan sesuatu.
Bung, kau bilang Kenne bohong sejak awal.
Aku tahu, kubilang, "bagaimana jika?"
Jangan!
Kau menakutiku.
Pohon berdarah.
Bukan darah.
Lalu apa?
Resin.
Semoga ada makanan di sini! Ya Tuhan!
Semua tempat sama saja.
Di sini tak ada apa-apa.
Kita bisa membuat tali dari ini.
Cukup untuk membuat jaring... jebakan kalau perlu.
Jangan anggap aku bocah pramuka.
Sebenarnya senior pramuka.
Kau hampir pingsan. Aku tahu, begitulah.
Sedang apa kau?
Oh, aku cuma melihat-lihat.
Kau melihat Connie?
Dia sedang jalan-jalan.
Baiklah.
Aku segera kembali. Awasi barang-barang, ok?
Ok.
Kau takut ketinggian? / Mm-mm.
Aku tak takut... Aku cuma tak suka.
Kau tahu, semakin aku melawannya...
Aku semakin takut...
begitulah.
Tak ada yang datang.
Kau tahu, aku tak takut jika aku tak bisa bertahan.
Yang kukhawatirkan, jika ini merupakan akhir segalanya.
Kau lihat berry ini?
Ada di seluruh penjuru pulau.
Sayang tak bisa dimakan.
Beracun.
Tak ada yang hidup di hutan ini.
Tinggal masalah waktu.
Aku bingung kenapa sampai di sini.
Ini mimpi buruk.
Aku sering berpikir... aku akan terbangun.
Ya.
Jika kau bangun, jangan lupa bangunkan aku.
Tidur nyenyak.
Oh, tidak! Connie!
Film di sebuah pulau.
Castaway?
The Beach.
Pirates of the Caribbean?
Ok, begitulah. / Ya, ya.
Uh... The Beach. Itu yang kukatakan tadi?
Ya, sepertinya begitu.
Uh, The Island. / Whoa! Doug!
Doug!
Ya Tuhan!
Doug? Doug! Doug. Ya Tuhan!
Tenang dan tatap aku, jangan bergerak.
Aku di sampingmu.
Georgie.
Apa?
Georgie.
Sepertinya ada orang lain sebelum kita.
Tatap aku.
Jangan lihat, tatap aku.
Sial. Kenapa aku jadi begini sedangkan kau tak tergores sedikit pun?
Georgie! Agh!
Cari Connie! Sekarang!
Connie!
Connie!
Connie!
Pertanyaannya...
Kupikir setelah semua yang terjadi hari ini...
sebagian orang berpikir berbeda tentang jatah makanan.
Kupikir kita perlu melakukan voting lagi.
Jangan ada voting-votingan lagi.
Kita sudah voting, keputusan sudah dibuat.
Tak perlu diubah lagi.
Sial.
Kenapa kau pikir ini akan berguna?
Slim!
Eva punya ide, mungkin bisa membantu persediaan air kita.
Kupikir kita bisa memakai rakit ini sebagai penampung embun.
Jika kita bisa menahannya pada sudut yang tepat...
kita bisa membuat penampung embun.
Ada apa?
Itu akan berhasil?
Ya, harus.
Apa yang kita bicarakan?
Kau pernah melakukannya sebelumnya?
Jujur saja, tidak.
Hello? Apa aku tak kelihatan?
Kita harus memotong rakit ini. / Memotongnya?
Apa kau gila?
Rakit ini bukan milikmu. / Kau pikir ini milikmu?
Aku mendapatkannya. / Dan aku yang mendapat semua makanan.
Dengar, kita bicara tentang merusak satu-satunya harapan kita pergi dari sini.
Slim, tolong dengar, kita hampir kehabisan makanan dan minuman...
dan rakit ini merupakan harapan satu-satunya.
Dan jika dia berhasil melakukannya...
mungkin sebagian dari kita tak betah lagi hidup di pulau ini.
Bukankah Connie buktinya?
Jangan ada yang merusak rakit ini. / Sejak kapan kau bisa menyuruh-nyuruh?
Sejak kapan?
Hey! Felix, kumohon?
Buat alatnya, ok?
Teman-teman! Doug dan McKenna kabur menggunakan rakit!
Teman-teman! Hey! Hey!
Guys! Rakitnya! Cepat!
Felix! Hey!
Cepat! Dayung!
Singkirkan dia!
Oh, sial!
Dia mengambil dayungku!
Pergi dari sini!
Cepat dayung!
Apa yang terjadi?
Kau serius?
Dari mana saja kau?
Kencing.
Kenapa mereka membawa rakitnya?
Ini salahku.
Kubilang pada Eva bahwa dia akan memotong rakitnya dan mereka panik.
Seharusnya kuperhitungkan dari awal.
Kau tak sadar akan tingkah aneh mereka sebelumnya?
Bukannya tadi kubilang itu salahku?
Kupikir idemu tentang pergi dari pulau ini juga tak berhasil.
Sekarang bagaimana?
Boleh kulihat?
Sedang apa kau?
Buang air, paham?
Apa-apaan?
Buang air apanya!
Doug! Kejar Kennefick! Dia mencuri!
Kejar dia! Doug!
Keparat kau, Kenne!
Di mana kau, Kenne?
Kenne! Ke mana dia?
Kenne!
Brengsek, Kenne! Di mana kau?
Kejar dia!
Jangan sentuh aku!
Ya, dasar maling! Berdiri!
Bajingan ini mencuri, itulah yang terjadi.
Aku menemukan bekal yang dikubur di hutan!
Aku minta maaf, ok? Maaf!
Ande... jika kau mau memintanya, ambil saja.
Ya. / Ande?
Kembalikan. / Apa?
Semuanya. / Ande.
Kembalikan sekarang! / Tidak!
Tidak, berhenti! / Kembalikan, Kenne!
Tidak! Hey! Hey!
Kembalikan! / Tahan dia!
Cepat!
Dasar kau...
Begitu! Hentikan! Berhenti!
Saat kita kelaparan, bahkan saat adikku kelaparan!
Bukan aku saja!
Slim memberi air pada Sevy!
Ini orang yang ingin kau selamatkan!
Dia benar!
Aku dan Eva juga bergiliran memberinya jatah kami.
Kau juga akan menyakiti kami?
Gara-gara dia, kita tak punya kesempatan.
Jangan lakukan ini.
Apa yang terjadi dalam permainan jika kau tak bertindak?
Ande, ini bukan permainan.
Apa yang terjadi jika kau biarkan tim kalah?
Ande, kumohon?
Mati kau.
Ande... Ande, ayolah.
Tidak! Lari!
Berhenti!
Felix! / Slim, hentikan dia!
Ambil pisaunya! Tidak!
Felix, lakukan sesuatu!
Hentikan! Tidak!
Aku akan pergi ke pulau kedua.
Mulai dari awal.
Akan kuajak siapa saja yang mau ikut.
Elena! Tidak!
Akan kubawa bekal-bekal.
Setengah.
Setengah.
Kalian sendirian.
Siapa yang masih di sini?
Eva, Sevy...
Dan aku.
Yeah...
dan kau.
Tentang Felix...
aku tak sengaja.
Aku tahu.
Jika kau berubah pikiran kenapa kau di sini...
Tidak.
Andreas!
Saat pesawat kita jatuh, kau lihat pria yang mengapung itu?
Terlalu gelap untuk mengenalinya...
tapi dia tenggelam.
Dia tepat di depanku.
Aku bisa saja menolongnya...
tapi aku berenang melewatinya begitu saja.
Aku bahkan tak menoleh padanya.
Kupikir, kita di sini karena suatu alasan.
Kau juga.
Semuanya siap!
Ayo.
Masih ada satu untukku?
Eva.
Tak kusangka ini berhasil.
Keren, kan?
Ada sesuatu?
Akan kukatakan jika ada sesuatu.
Markese... berhenti!
Kau tak apa?
Kapan terakhir kau makan?
Kau boleh kembali.
Ada makanan.
Aku tahu yang kau katakan... dan aku tahu maksudnya.
Tapi itu takkan terjadi.
Tak seperti yang kau pikir.
Elena... apa dia aman?
Dia harusnya ada di tempatnya.
Ada yang datang ke kemah kami tadi malam.
Meninggalkan sejumlah jejak... mengambil sejumlah bekal.
Barang.
Air.
Berapa skor terakhir permainan kita?
Aku lupa.
Slim! Semuanya baik-baik saja?
Bagaimana?
Ada apa?
Kupikir mereka kembali.
Bergabung dengan kita?
Tidak.
Ini salahku.
Kakak, ini antara mereka atau kita.
Tak mungkin keduanya.
Tak apa.
Ini aku.
Ow! Dasar jalang!
Arnie, jangan!
Tak apa. Ini aku.
Tidak, hentikan!
Tidak! Bangsat kau...
Dasar jalang!
Elena?
Elena.
Kembali!
Kau lihat apa yang dilakukan Kenne pada Elena?
Kau melihatnya, kan?
Kau melihatnya, kan?
Ya, tak apa... Akan kukejar dia.
Kenne, apa yang kau pikirkan!
Kupikir jika aku ke sana, aku bisa menebus kesalahanku...
tapi ternyata tidak, maaf.
Apa kau terluka?
Aku baik saja... tapi Elena...
Elena, apa?
Elena, apa!
Entahlah, dia tak bergerak.
Andreas?
Tidak, dia tak ada di sana.
Slim, selalu mengacau. / Ini bukan salahmu.
Andai kau tak pergi, kita tak tahu dia kenapa-kenapa, kan?
Aku akan melihatnya, aku akan ke sana...
Mereka akan mengejarku, kan?
Mereka akan mengajar kita.
Sembunyi sampai aku kembali.
Lalu?
Lalu dia lari.
Elena, ini aku.
Aku tahu kau terluka... tapi kita harus kembali.
Tetap di sini sampai aku kembali.
Mengerti? Aku takkan lama.
Hey! Hey! Kemari!
Hey!
Hey, Slim, bagamana?
Aku mendapatkannya. Waktu habis, Slim.
Slim, pergi dari sini.
Aku tahu kau orangnya!
Kalian tak apa?
Kau sudah menemukan Elena?
Dia masih hidup dan aman.
Sekarang bagaimana?
Tersisa 3 orang dan mereka mengejar kita.
Hanya ada satu harapan untuk bertahan... kita harus menyerang.
Tak mungkin.
Kita tak punya pilihan, Kenne...
kecuali kau punya ide.
Mereka 3 orang.
Kita cuma satu.
Tak cuma satu, buka matamu.
Kenne! Apa aku bisa mengandalkanmu?
Ya.
Baik, inilah yang akan kita lakukan.
Arnie!
Arnie!
Arnie!
Hey, Slim... Maafkan aku, Slim. Maaf, kumohon...
Slim...
Elena!
Kau tak apa? Ya Tuhan.
Kau tahu siapa kau, Kenne?
Ya, aku tahu.
Umpan.
Kenne.
Cepat.
Elena.
Ande!
Slim, berbalik!
Kami menemukan yang lainnya di atas rakit, mereka berdua teman kalian.
Apa ada yang lain lagi?
Tidak.
diterjemahkan oleh: IZHAR AHMAD
Banjarmasin, 19 September 2015
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.