Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
English Sub by shashu1984 - addic7ed
Penerjemah: binex - IDFL๏ฟฝ SubsCrew
Ibu.
Ibu.
Ibu tak ingin menidurkanku?
Tidurlah.
Mau bagaimana lagi, ini sudah tak menguntungkan kami, Jimmy.
Jimmy.
Kau mengerti? Banyak penolakan di luar sana.
Dengar, bung. Jangan ucapkan kata itu, Ahmet.
Produkmu sudah payah.
Oh, ya? Kau kira kami tak menguji sebelum dijual?
Cicipi saja sendiri. Ini produkmu terkini.
Kami takkan merubah haluan.
Freddie bilang, kaulah orang yang bertanggung jawab dalam negosiasi.
Itu alasan kami kemari.
Bukan Freddie yang membuat keputusan di sini.
(Bahasa Turki)
Baiklah.
Kami akan menemui kalian lagi.
Tak apa-apa. Kami mengerti.
- Apa yang dipermasalahan mereka? - Entahlah.
- Apa menurutmu? - Di mana Freddie?
Kau tak harus menjenguknya, mengerti?
Dia menyuruhku. Jika tidak, dia akan mencurigaiku.
Aku ingin menjenguknya untuk terakhir kalinya.
Kemarilah.
Apa alasan bajingan itu melupakan kita?
Kau dan aku.
- Tanpa alasan. - Benar.
Ini satu-satunya cara untuk dapat merubah segalanya, sayang.
Kau mengerti, Pat?
Aku benci orang-orang Turki itu. Aku tak percaya mereka.
Tak masalah, kita butuh mereka.
Semoga tak ada masalah.
Ada apa, nenek tua?
Kau tak menangis, kan?
Tidak.
Pat?
Hanya tak enak badan.
Tak ada orang yang menyakitimu, kan?
Tidak.
Aku baik-baik saja. Hanya meriang.
Harry, kemarilah.
- Kau punya tisu? - Ya.
Terima kasih.
Ini, sayang.
Terima kasih.
Selamat ulang tahun!
Bersulang!
Ini untukmu.
Selamat ulang tahun, nak!
Dia semakin tampan. Mirip ayahnya, kan?
Terima kasih, teman.
- Kau harusnya bilang apa? - Terima kasih.
Sama-sama, nak.
Ayo buka. Tarik, tarik.
Ayo, buka semua.
Cepat!
Sampaikan salamku pada iblis.
Hai, Mags, Terbuat dari apa meja ini?
Marmer Italia.
Mantap!
Marmer Italia! Sebaiknya tak kutaruh rokokku di sana, kan?
Sudahlah, Bu.
Bibi butuh bantuan?
Tidak, bibi masih mampu.
Oh, iya. Taruh jelly itu di kulkas.
Bagaimana menurutmu, Jimmy?
Ini mainan favorit baru untukku, Paman Freddie.
Benarkah?
Bolehkah paman lihat istanamu?
Boleh? Kemarilah!
Jangan merusaknya, Freddie!
- Akulah raja di kastil ini. - Apa?
- Akulah raja di kastilku. - Kaulah rajanya, nak.
- Ada berapa kamar tidur di sini? - Tujuh.
Kapan kau akan punya lima anak lagi? Jangan lama-lama.
Terus mau apa? Berakhir sepertimu?
Hentikan!
Apa maksudmu?
Berikan dia padaku!
Kemari, Jimmy.
- Dia punya mataku, kan? - Kemarilah.
Bukankah ini saat bagi kita untuk bikin anak lagi?
Lepaskan tanganmu!
Kita bisa kabur berdua, memulainya dari awal lagi.
Tolong jaga dia.
Kau mau ke mana?
Berbaring, istirahat.
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Ada apa dengannya?
Entahlah.
Kemari, nak.
- Jimmy! - Llihatlah kuenya!
Untuk yang berulang tahun!
Ayo, tiuplah. Benar, begitu caranya!
Apa kau tak bisa berhenti?
- Apa maksudmu? - Kau mulai merayu Maggie, kan?
Oh, kau sudah mabuk.
Aku melihatmu merayunya.
Siapa bilang aku merayunya?
Kau pulang dengan ibumu, ya?
Aku pergi dulu.
- Des, masuklah. - Apa kabar, Jimmy?
Apa kabar, teman?
- Ada apa? - Ozzy ditusuk.
- Apa? - Dia mungkin masih bisa selamat.
Ada apa?
- Ozzy ditusuk. - Apa dia mati?
- Belum tahu. - Sepertinya pelakunya orang Turki.
Sepupu Ahmet.
Kau harus siaga.
Mungkin kau selanjutnya, Jimmy.
Aku tahu.
- Kita lanjutkan besok pagi, Des. - Baiklah.
Ada apa? Tak bisa tidur?
Aku takut dengan nasibmu.
Tak perlu takut.
Aku tadi mendengar. Mereka juga mengincarmu.
Tak ada yang mengincarku.
Aku tak bodoh, Jimmy.
Aku mendengarnya dengan jelas.
Takkan terjadi apa-apa padaku...
...padamu...
...dan Jimmy kecil, mengerti?
Aku janji.
Jimmy.
Jimmy.
Jimmy. Jimmy!
- Ada apa denganmu? - Tak ada apa-apa!
- Kau menjauh dariku akhir-akhir ini. - Aku hanya khawatir denganmu!
Aku akan tidur.
Tak kukira akan seperti ini.
Ozzy punya banyak musuh.
Ini perang antargeng. Tak diragukan lagi.
Kau yang lebih akrab dengan geng Turki. Apa yang mereka katakan padamu?
Aku tak tahu asal kekacauan ini.
Terakhir kulihat, mereka ada di dermaga.
Ahmet terlihat sangat senang.
- Benarkah? - Ya.
Penuh canda bersama anak buahnya.
Dia bahkan mengundang kita berdua di pernikahan putrinya.
Terlihat janggal bagiku.
Kenapa?
Aku tak berpikir, mereka mampu melakukan ini.
Kau ingat, dulu kita sering bersepeda kemari?
Ingat saat musim panas tahun '76...
...kau melihat wanita seksi.
- Siapa? Rosie Phillips? - Benar, Rosie Phillips!
Lalu kugoda adiknya, si Lucy.
Si Doris cabul yang menyuruhku.
- Benarkah? - Ya.
Kau juga punya jaket saat itu.
- Jacket apa? - Jaket kulit yang selalu kaupakai.
Aku selalu ingin memilikinya.
Apa kabar, Jimmy? Apa yang kalian obrolkan?
Halo, J. Kau ingat saat kami kecil, Freddie pernah punya jaket?
- Sudahlah. - Jaket yang berkancing?
- Ya. - Dengarkan ceritaku.
Dia memakainya saat kencan pertama dan dia bergaya seperti Elvis!
Bagaimana nasib jaketnya?
Orangtuaku membakarnya.
Menyuruhku berganti pakaian, aku tak menurutinya.
Brengsek.
Freddie, kemari. Kau siap? Kita harus pergi.
Bersiaplah, Freddie.
Freddie?
Buka pintunya, atau ibu akan memukulmu!
Aku tak takut pada ibu!
Freddie!
Buka pintunya atau kupanggilkan ayahmu.
Kau dengar ibu? Ibu akan panggil ayahmu!
Lalu apa? Ayah takkan pernah kemari!
Freddie, ini peringatan terakhir.
Baiklah, ibu akan panggil ayahmu!
Ayah menjauhi ibu!
- Apa? - Ayah mulai menggoda bibi Maggie!
Aku mendengar ayah menggodanya.
Apa?!
Kapan kau mendengarnya?
Ayo, ceritakan pada ibu!
Kapan kau mendengarnya?
Apa?
Tak ada apa-apa.
Kukira...
...kita tak pernah bertemu empat mata.
- Benar, kan? - Tidak dengan Jimmy.
Sayang sekali.
Aku merasa sedikit cemburu padamu.
Cemburu?
Ya. Aku dan Jimmy telah berteman lama.
Lalu kau datang...
...mencampuri urusan kami?
Tiba-tiba kau jadi teman terbaiknya, orang kepercayaannya.
Menjalankan perintahnya.
Andai saja kau tak mengacau...
- Itu cukup adil. - Ya.
Aku senang kita di sini bisa mengobrol, Desmond.
Aku mengagumi kejujuranmu.
Namaku cuma Des. Di mana kapalnya?
Di depan kita, Des.
Kau tidak apa-apa? Sampai nanti.
Ibu akan menjemputmu di rumah nenek.
- Apa ibuku pesan tempat hari ini? - Tidak, kenapa?
Ibu belum pesan tempat.
Ibu kemari meminta penjelasan bibi Maggie.
- Kau baik-baik saja? - Menurutmu bagaimana, dik.
- Ada apa denganmu? - Ibu, tolong jangan bicara dulu.
Apa?
- Ayo, kita masuk saja. - Tidak!
Aku ingin bicara denganmu di sini.
OK.
Silahkan.
Sudah berapa lama kau dengan Freddie?
Kau bercanda?
Tatap mataku! Kalian berdua bermain di belakangku.
- Cukup, silahkan keluar... - Tidak!
Aku takkan pergi sebelum kau cerita yang sebenarnya,
Sialan!
Dasar pelacur.
- Ibu, diam. - Jangan pedulikan itu.
Kau selalu cemburu aku bersama Freddie.
- Kau gila, Jackie. - Mulai lagi dari awal.
Caramu menatapnya! Harusnya aku menyadarinya...
- Dasar bodoh... - Oh, jelas sekali!
Aku akhirnya tahu.
Apa masalahnya? Jimmy tak cukup untukmu?
- Apa dia terlalu sibuk? - Hentikan, Jackie.
Ayo.
Aku tahu tempat yang bagus.
Bagaimana kabar Maggie?
Apa?
Kau dekat dengannya, kan?
Dia sering ke tempat sampah?
- Apa sih yang kau bicarakan? - Oh, ayolah, Des.
Kita tahu, Maggie dan Jimmy punya masalah.
Itu rahasia besar. Maggie terlihat berwajah sayu.
- Apa yang kau bicarakan? - Jimmy tak bisa punya anak.
Bahkan jika Maggie menunggunya sampai tua.
Itu alasanmu butuh suamiku?
Karena suamimu impoten?
- Dasar bodoh... - Sialan, kau!
Kau dengar, brengsek!
Jangan menyentuhku!
- Aku benci dengan suamimu! - Oh, ya?
Takkan pernah kuijinkan kulitnya menyentuh tubuhku!
- Ya. - Kau mengerti, Jackie?
Dasar tak punya otak!
Lebih baik aku mati daripada dia menyentuhku.
Di mana Jimmy kecil?
- Apa? - Ke mana perginya?
Sial.
- Freddie. - Jimmy.
Freddie!
Jimmy!
- Jimmy! - Freddie!
Jimmy!
Jimmy mandul, teman. Dia tak punya sperma.
- Jangan bodoh, dia punya anak. - Itu bukan anaknya.
- Apa? - Percayalah, aku tahu yg sebenarnya.
Jimmy bukanlah ayahnya.
Bagaimana kau tahu?
Karena Jimmy kecil adalah anakku.
Bocah itu adalah anakku, tak diragukan.
Maggie juga tahu.
Kau ingat saat kau ke Amsterdam...
...untuk membuka Lab baru, sekitar 5 tahun lalu?
Pada malam itu, aku masuk rumah Jimmy...
...dan kuperkosa Maggie.
Lalu, 9 bulan setelahnya...
Kau ingin tahu leluconnya?
Aku menyayangi anak itu.
Aku sangat menyayangi anak itu.
Bahkan melebihi Freddie kecil.
Aku tak pernah sudi melihat Freddie kecil.
Ya Tuhan. Aku lega meluapkan pengakuanku.
Semua salahku.
Jangan khawatir. Sudah ada petugas yang mencari.
Kau tak mengerti.
Aku sudah menakutinya.
- Dia anakku. - Ini bukan salahmu.
Jangan salahkan dirimu.
Memang salahku.
Ya Tuhan, aku ibu yang buruk.
Kita mau ke mana, Freddie?
Melihat kereta. Kau suka kereta, kan?
Oi! Kalian sedang apa?! Menjauh dari sana!
Menjauhlah!
Ya.
Ada kabar?
Baiklah.
OK. Diterima.
Mereka baik-baik saja.
Oh! Freddie!
- Ya Tuhan! - Oh!
- Ya Tuhan! - Takkan kubiarkan dia pergi lagi!
Sudahlah, sayang.
Ya Tuhan!
Ya Tuhan!
Apa yang telah kau lakukan?
Freddie.
Lihat ayah. Ayah takkan menyakitimu.
Ayah dan ibu hanya ingin tahu.
Kenapa kau pergi begitu saja?
Umpatan keras.
Aku hanya ingin menjauh dari para pengumpat.
Kau membuat ibu khawatir.
Jangan pernah pergi lagi, ya?
Ya.
Itu baru anak ibu.
Tidurlah.
- Bagaimana perasaanmu? - Mengerikan.
Bagaimana kabar keluargamu?
Baik. Terima kasih.
Seperti suara buaya dalam cerita Peter Pan.
Tik-tok, tik-tok.
Kau target selanjutnya.
Ya, aku tahu.
Kau tahu pelakunya?
Ya.
Geng Turki. Pasti sudah merencanakannya beberapa bulan.
Tidak, astaga! Bukalah matamu!
Geng Turki butuh orang dalam.
Seseorang yg memberi informasi.
Yang tahu gerak-gerik kita.
Yang tahu jaringan kita.
Tidak, tak mungkin dia.
Dia tak mungkin sejauh ini.
Freddie tak mungkin melakukannya sendiri.
Bukan hanya Freddie.
Patricia.
Adikku.
Saudari kandungku.
Menyakitkan, kan?
Patricia sudah kuurus.
Kau urus temanmu.
Cepat dan bersih.
Tapi...
Kau yakin? Bagaimana kau bisa yakin?
Jangan bodoh. Kau kira dia takkan melakukannya padamu?
Freddie itu binatang.
Sudah tiba waktunya...
...kau harus mampu membunuh orang yang kau sayangi.
Apa kau mengerti? Ozzy memang sedang lemah...
...tapi dia sudah bicara ke Jimmy. Dia tahu, akulah pelakunya.
Tak ada yang mengaitkannya denganmu.
Dia tahu akulah pelakunya, itu yang Ozzy katakan.
Pat, sudahlah.
Tuan-tuan, sepertinya kita harus menyingkirkan Ozzy secepatnya.
Tapi Jimmy tak tahu mengenaimu. Setidaknya, tidak secara jelas.
Aku dan dia belum bicara lagi.
Istrimu masih saudarinya.
Maaf, apa maksudmu?
Kita harus menyingkirkan Ozzy.
Sekarang juga.
Sepertinya, kita bicarakan dulu dengan Jimmy./ Ayolah, Freddie.
Kau sudah tahu, Ozzy akan tetap kami bunuh.
Kuharap kau lebih dari sekedar penjual Kebab.
Jika ini Turki, kami sudah menyumpal mulutmu dengan semen.
Benarkah? Sayangnya ini di negara Uni Eropa.
(Bahasa Turki)
- Freddie. - Ada apa?
Kau yg harus melakukannya. Kau orang yg paling dekat dengannya.
- Di mana toiletnya? - Di atas.
Baiklah.
Akan ada pesta pertunangan putriku.
Minggu depan.
Jimmy akan berada di sana.
Akan kubereskan ini dengan Tony.
Akan kutunggu di lantai atas Pub.
Tidak.
Takkan kulakukan di saat pesta.
Tidak di depan keluarga.
Kau mungkin takkan mendapatkan kesempatan lagi, Jimmy.
Tidak.
Ini pertunangan Kim. Dia bekerja pada istriku.
Freddie takkan berhati-hati.
Kau ingat apa yang dilakukannya pada Siddy.
Akan kucari cara untuk membuatnya pergi dengan mobilku.
Kau ingin aku menunggu di parkiran?
Tidak.
Tunggulah di Pub. Kau menjaga di Pub.
Aku sungguh minta maaf.
Aku mabuk dan paranoid.
Kau harusnya berhenti minum.
Sudah kucoba.
Apa dia sering menengok Kim?
Ya.
Kulakukan ini demi Kim.
Ini adalah malamnya.
Pelankan musiknya!
Sekarang juga, atau akan kuhancurkan sound-systemnya.
Astaga, bising sekali suara musiknya.
- Aku suka. - Ibu sudah tua.
Bukan selera orang tua!
Kau pernah tahu Fleetwood Mac? (=Band Rock)
Ibumu dulu suka musik rock.
Aku pernah kabur ikut tur Band.
Lima bulan, aku ikut tur mereka, ingat?
Ya. Apa nama bandnya?
The Gasoline Engines! Mereka gagah dengan sepeda motornya.
Ayah dan ibu marah.
- Berapa umur ibu saat itu? - Seumuran Roxanna.
- 17 tahun? Tak mungkin! - Ya.
Aku ingat, penyanyinya mengumpatku dari panggung di Camber Sands
- Dan aku dicegat saat pulang. - Ya. Lalu ayah menjemputmu.
Akan kulakukan dengan bersih.
Ya.
- Kapan dia datang? - Sejam lagi.
Freddie.
Tadi malam di luar, kulihat dua orang mengintai dari mobil.
Dan...
...aku belum minum susu.
Jangan khawatir, sayang.
Akan kuperiksa saat aku tiba di sana.
Ya.
Cepatlah, sayang.
Dengar ini, Jacks biasanya pergi ke diskotek...
...dengan dandanan layaknya model majalah...
...dan mencari tahu di mana para pesepakbola./ Diam, Mags!
Itulah ibumu.
- Mags. - Freddie.
Ayah, setelan ayah mantap.
Benarkah?
Demi pesta pertunangan putriku.
Di mana Freddie? Akan kuajak dia ke rumah neneknya.
Kau baik sekali.
Freddie, kemarilah anak baik.
Pastikan Tony menyimpan mainanya. Kau tahu tingkah anak kita, kan?
Bagaimana kabar Jimmy?
Aku tak melihatnya akhir-akhir ini.
Kabar dia baik.
Dia akan kemari nanti malam.
Ayah akan keluar sebentar, ya?
Kunci pintumu!
Bajingan!
Ayah.
Ayah baik-baik saja?
Ya.
Ya, ayah baik-baik saja, nak.
Hai, ini.
Mags akan menjemputnya.
Kemari, sayang.
Hei, sepupumu sudah di sini.
- Freddie kecil juga di sini? - Ya, kami ditamui dua anak bandel.
Jangan pergi, sayang. Ya, kemari sejam lalu.
Jangan khawatir. Mereka akan terus kuawasi.
Baiklah.
Jangan nakal.
Apa yang kau khawatirkan?
- Tak ada. Sampai nanti. - Ya.
Hai! Ke mana saja kau bersembunyi?
Aku menyayangimu!
Seperti Mr Big yang dikerubuti penggemarnya.
- Senang melihatmu, J. - Aku juga.
Halo, paman Jim.
Ini untukku? Terima kasih.
Ya Tuhan!
Apa ini asli?
Indah sekali!
Kemari, coba kami lihat!
Terima kasih!
Lepas dulu yang lama!
Ooh!
Kau baik sekali!
Tambah lagi!
Itu kalung yang bagus untuk Kim.
- Bukan apa-apa. - Nyatanya dia suka. Bagus.
- Seperti apa cowoknya? - Siapa? Tony?
- Masih muda. - Pemarah?
Biarkan mereka tumbuh, ya kan? Biarkan mereka belajar.
Dia menolak semua kata yg kuucapkan.
Kau legenda baginya.
- Andai saja dia tahu. - Mengingatkanku pada seseorang.
Tidak, kau selalu berada di atasku.
Meskipun kita kembali di hari itu.
Tony takkan pernah jadi bajingan.
Dia akan menjaga Kim dan Jacks.
Takkan kubiarkan dia menyeret Kim ke dalam kegelapan.
Aku selalu berharap, suatu saat nanti, kita akan seperti mereka.
- Apa? - Para bajingan tua.
Ke bar, membicarakan istri tambun masing-masing.
Kita akan seperti mereka, kan?
Ya.
Kuharap kita bisa jalan-jalan nanti.
Tentu.
Ada sedikit hal yang ingin kubicarakan padamu.
Ya, kita di sini dulu, ya?
Bagaimana kabar Ozzy?
Dia baik.
Semakin membaik.
Ya, Patricia juga bilang begitu.
Kenapa dia menyetir lambat sekali?
Sepertinya dia sedang banyak pikiran.
- Kakek. - Ya, nak.
Boleh aku pergi ke toilet?
Tak perlu minta ijin. Tentu saja boleh.
Jangan sampai membangunkan Jimmy kecil.
Ambilkan minuman lagi!
Penerjemah: binex - IDFL๏ฟฝ SubsCrew
English Sub by shashu1984 - addic7ed
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.