Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Penerjemah: binex - IDFLโข SubsCrew
Pesta sepuasnya!
Jimmy!
- Apa kabar? - Halo, Des.
Kita ke atas.
Ayo!
- Sudah berapa lama? - Sejak makan siang, Bibi Mags.
Antar aku ke tempat tidur. Aku tak merasa baikan.
Berbaringlah.
Tak apa-apa. Kembalilah ke kamarmu. Ibumu akan baik-baik saja.
Ada apa denganmu, Jackie? Duduklah.
Freddie.
Freddie bersama wanita lain.
- Kelly Hutchins? - Bukan! bukan wanita bodoh.
Sialan.
Orang penting, Maggie.
Kemarilah.
- Ini barangnya? - Ya.
- Ini yang mereka konsumsi di bawah? - Ya.
Anak-anak menyebutnya ekstasi.
Des. Namamu Desmond, kan?
- Des saja. - Benar.
Dengar, Des. Aku tak memahami...
...mengapa kau yang disuruh McCoy untuk bicara padaku?
Maksudku, mengapa bukan dia saja yang langsung bicara padaku?
- Aku bekerja untuknya. - Maaf?
Lihatlah ini, teman! Ada pai lezat!
Sudah kubilang, kami akan berhasil menjualnya.
Des, teman hebatku. Beri aku pundi-pundi uangmu.
Kau pasti Freddie Jackson.
Senang sekali punya kesempatan bertemu legenda sepertimu.
Ini suatu kehormatan bagiku.
Shane. Shane Mankin.
Apapun yang kau inginkan di sini, tinggal bilang saja padaku.
Ha-ha!
Kadang dia kemari di tengah malam.
Dan dia menginginkan...
Kau tahu yang kumaksud.
Aku harus berpura-pura, kalau saat itu bukanlah kedua kalinya dia bercinta.
Berpura-pura tak mencium aroma wanita lain pada tubuhnya.
Takkan kubiarkan jalang itu merebut Freddie dariku.
Mengapa kau masih bertahan dengannya, Jackie?
Dia telah memberimu kepedihan.
Aku mencintainya, Maggie.
Aku tak bisa hidup tanpanya.
Akan kudiskusikan dengan McCoy dan akan kujelaskan padanya.
Jika kalian ingin berbisnis dengan barang ini...
...kita bisa membuka Lab lagi.
Membagi resikonya, menggandakan produksi.
Tepat sekali. Satu terungkap, yang lainnya masih bisa jalan.
Bagaimana, Fred?
Yang ingin kutahu, dari mana asalmu?
- Apa? - Di mana kau tumbuh?
London, Freddie. London utara.
Tidak. Kau pernah bekerja di pai babi, kan?
Kami semua tahu, logatmu bukan dari sekitar sini.
Apa-apaan ini? Aku dari sekitar sini.
Untuk apa kau lihat dia? Dia tak setuju denganmu, kan?
Ayolah, dari mana aslinya kau tumbuh, anak gaul?
Hah?
Windsor.
Bagus!
Apa kau keberatan?
Maaf, Doris. Apa aku bertanya denganmu?
Dengar, kita akan menyepakati hal ini, Freddie.
Belum. Maksudku adalah...
...mengapa bocah ini menyombongkan diri di hadapanku...
...tanpa sopan santun?
Lepaskan dia, sekarang!
Suruh temanmu untuk menurunkan senjatanya dan tetap tenang.
- Kami hanya ingin uangmu. - Sebaiknya kau pertimbangkan dulu.
Karena setelah ini, kalian akan mati.
Bajingan! Ini bukan di daerah asalmu. Ini di London.
Dan kau masuk di wilayah yang bukan kekuasaanmu.
Benarkah? Lalu apa? Kau akan menembaknya
- Mungkin. - Silahkan.
- Lihat apa selanjutnya. - Apa?!
Sepertinya kau akan menembakku.
Tembak dia, lalu akan kutembak kau.
Bunda Maria! Jangan biarkan aku mati. Keith, kumohon!
Baiklah, coba kita lihat kemampuanmu.
Whoa! Kau baik-baik saja, Jimmy?
- Ya! Aku tak apa-apa! - Aku sekarat! Brengsek!
Brengsek!
Astaga, Fred. Apa kau sadar di mana kau mengacau?
Kau terlalu resah, Jimmy. Itulah masalahmu.
Apa kau lupa dengan rencananya? Orang ini dilindungi oleh McCoy!
Persetan dengan McCoy, mereka hanya klompotan banci.
Kita harusnya punya kesepakatan dengan mereka!
Aku tahu, teman. Tapi kita dapatkan banyak uang dari mereka.
Sekarang, mari kita cari pelacur oriental.
Itu di luar rencana kita.
Ozzy menyuruh kita bernegosiasi.
Dan kau malah merampok para anak buah rendahan!
Tak ada orang yang sempurna.
Apa yg harus kuceritakan pada Ozzy, minggu depan?
Mengapa tak kau lewatkan saja ceritanya?
Kita hadapi saja, Jimmy. Maksudku, kau pasti lelah menjenguknya...
...dengan harus selalu ramah padanya.
Mungkin kau sebaiknya mengambil kesempatan menuju level lebih tinggi!
Oh, sialan. Jimmy!
Jimmy! Maaf, teman. Harusnya aku tak berkata seperti itu.
Oi! Jimmy!
Ayolah, mari kita minum bir.
Minum saja sendiri!
Halo, Freddie.
- Aku ngompol. - Kemari.
Mari kita bersihkan.
Oh...
Kebetulan sekali.
Sedang apa kau?
Freddie, lepaskan!
Itu bukan sikapmu yang manis.
Aku hanya ingin mengobrol, sumpah.
Oh, Jimmy.
Dia pria beruntung.
Menikahi wanita secantik kau.
- Di mana Jimmy? - Kami sedang bertengkar.
Suamimu terlalu sensitif, dia harusnya sedikit santai.
Tidak, dia harusnya tak bergaul denganmu.
Ha-ha!
Oh...
Freddie.
Kau mabuk. Tidurlah.
Katakan padaku, apa Jimmy...
...pernah bercinta denganmu?
Freddie.
Freddie, sayang. Apa itu kau?
Menyingkirlah!
Freddie, di mana kau?
Di lain waktu, sayang.
Tunggu, aku sedang mabuk berat.
Sayang, di mana kau?
Sayang, aku merindukanmu
Aku juga. Kemarilah.
Orang itu sudah menghancurkan kesepakatan besar dengan McCoy.
Dia kira, dia tak tersenutuh.
Saat ini, pelindungnya hanyalah ibunya.
Dia terlalu takut membuka setiap kesepakatan.
Biar kuurus sendiri kesepakatan lainnya.
- Aku menyesal. - Tidak, kau tak menyesal.
Jadi, jangan lanjutkan omong kosongmu.
Kata sesalmu sudah terlambat.
Dia harus menanggungnya.
Jangan, aku masih bisa mengontrol dia.
Dia tak bisa mengontrol dirinya sendiri!
Bagaimana kau bisa mengatur dia?
Ini mengenai bisnis, Jimmy.
- Akan kukembalikan uang mereka. - Tidak. Biarkan Freddie menyimpannya.
Ceritakan mengenai narkobanya. Ekstasi. Bagaimana?
- Sepertinya itu akan menjadi hal besar. - Aku kira juga begitu.
Aku sudah bicara pada McCoy, mereka masih ingin berbisnis dengan kita.
Mereka bersedia melupakan masalah kemarin.
- Kelihatannya, temanmu, Des? - Ya.
Des menyukaimu. Dia pikir, kau layak ke level lebih tinggi.
Tapi, mereka tak ingin Freddie terlibat. Bukan saat ini saja, tapi juga seterusnya.
Aku setuju dalam hal ini.
Kau ingin aku mengurus sendirian?
- Dia pasti tak terima. - Biar aku yang urus dia.
Akan kukendalikan dia.
Sepertinya, aku tak bisa mengurus sendirian.
Demi Fred.
Pikirkan masa depanmu.
Dia bilang apa?
Semua baik-baik saja.
Tak ada masalah. Sudah kubereskan.
Benarkah?
Ya.
Dia tak senang.
Tapi kubuat dia mengerti.
Kau luar biasa, Jimmy.
Baiklah. Ayo jalan.
Mari kita rayakan, ya?
Kau ramah pada Nenek, kan?
Kami baik-baik saja. Iya kan, Freddie?
Halo, apa kabar, Ayah?
Mulai dari awal lagi. Menyedihkan.
Menyedihkan. Dasar anak durhaka.
Ayah jadi gila, ya?
Freddie, biarkan Ayahmu.
Kemari.
Baiklah.
Dah.
Sialan, bagaimana bulumu bisa setebal ini?
Bagaimana kesepakatan baru mengenai narkoba yg dilakukan Ozzy.
- Kesepakatan baru? - Dengan McCoy.
Tak ada kesepakatan baru.
Tak seperti yang kudengar.
Apa maksudmu?
Memangnya Ozzy bilang padamu?
Ozzy tak bilang apa-apa padaku.
Ceritakan padaku!
Ceritakan padaku!
Kudengar dari anak buahnya, saat dia mabuk di Club.
Jangan terlalu memikirkannya.
Aku tak bisa.
Aku hanya ingin kau lepas dari pekerjaan ini.
Freddie membenciku. Dia kira, aku sengaja menghancurkannya.
Jangan pedulikan anggapan Freddie.
Haruskah?
Silahkan saja kau peduli, sampai kau atau dia yang terbunuh.
Itulah yang akan kita hadapi, jika kau tak mengambil kesempatan emas ini.
- Tapi dia yg menbantuku seperti ini. - Omong kosong!
Tak ada orang yang membantumu!
Kesuksesanmu adalah karena dirimu.
Freddie memang membantumu, tapi lebih banyak kau membantu dia.
Bagaimanapun juga, kau tak harus menuruti setiap perintah banci itu.
Karena dia selalu memerintahmu.
Dengarkan nasehat Ozzy.
Kau harus menerimanya.
Kenapa kita ingin punya anak, Jimmy?
Apa untungnya dia tumbuh tanpa seorang Ayah?
Ada-ada saja Maggie mengajak kita ke sini.
Hanya karena Bibi punya selera tinggi, kalian bisa-bisanya mengomel.
Selera? Kau menertawakan kami, ya?
Ibu lebih baik disengat lebah daripada harus memakai gaun kuno.
Ibu.
- Kita mau ke mana? - Inilah inti acaranya!
Memangnya ke mana?
Kita mau ke mana?
Kesanalah, Jimmy!
Jimmy, inilah kesempatan terakhirmu!
Maaf, aku tak bisa melakukannya.
- Ayolah, mumpung masih bujang. - Sialan, aku tak mau.
Ayo, para gadis. Layani dia.
Aku tak mau. Demi Mags!
Lupakan Mags. Dia mungkin sedang bercinta dengan orang lain juga.
Apa?
Jangan merendahkannya, Fred.
Bukan begitu maksudku. Aku hanya berkata, mungkin saja...
...ada penis yg menusuk dia, teman.
Jangan merendahkannya seperti itu!
Mmm!
Tenang, Jimmy.
Kau belum pernah melewati masa-masa seperti ini, kan?
Ya. Aku tak sepertimu.
Menyingkirlah dari jalanku.
- Ayolah, Jim. - Persetan!
Kau tak mau mengijinkanku masuk?
Tidak untuk malam ini.
Nyamankan dirimu.
Freddie.
Jimmy orangnya.
Jimmy apa?
Jimmy menjalankan ekstasi untuk Ozzy.
Dia sendiri.
Freddie.
- Ya? - Kau bawa cincinnya?
Ya. Tentu.
Sekarang kunyatakan kalian sebagai sepasang suami istri.
Kemarin, Ozzy memberiku ini. Dia menyuruhku membacakannya.
Jadi...
Ini dia.
"Teruntuk Maggie dan Jimmy."
"Sayang sekali aku tak bisa hadir di sana"
"Karena para sipir brengsek mengira, jika aku di luar, maka aku takkan kembali."
"Tapi, sebagai bagian dari apa yang telah kita bicarakan sebelumnya...
...aku ingin mempersembahkan sesuatu yang dapat diurus oleh Maggie."
"Jadi, Maggie sayang..."
"Pergilah ke 24 The Drive, South Woodford, di Senin pagi...
...karena disanalah Salon barumu berada!"
- Kau sudah tahu tentang hal ini? - Ya.
- Serius? - Ya.
Jacks!
Bagaimana perasaanmu?
Luar biasa.
- Kau puas, kan? - Ya. Dia cantik sekali.
Aku tak membicarakan tentangnya.
Kita harus mengobrol sejenak, bukan begitu, Jimmy?
- Mengenai apa? - Mengenai kau dan Ozzy.
Aku mendengar desas-desus mengenai kalian berdua.
Ayo, Jimmy.
Aku sangat menyukaimu, Jimmy!
Ayo sayang, ini saatnya.
Astaga! Biarkan dia bersamaku.
Mereka sangat serasi, kan?
Ya.
Aku baru tahu, ternyata Ozzy dermawan.
Aku juga.
Aku harus melakukan ini...
Jangan permalukan dirimu sendiri.
Freddie, jangan di sini.
Brengsek.
Jacks, dengarkan.
- Jackie... - Hentikan!
Baiklah!
Hei!
Aku tak mengerti.
Ini seperti tim sepakbola.
Tim sepakbola?
Ya. Anggaplah aku pemilik West Ham.
Dan kau manajernya.
Kau mengurus klub, memilih pemain, membeli dan menjual pemain.
Baiklah. Jadi, aku...
Apa kedudukan Jimmy dalam hal ini?
Jimmy menjadi tangan kananmu.
Dia seperti pelatih utama.
Lalu aku memutuskan untuk mempromosikannya.
Bagaimana kau bisa mempromosikan, padahal aku manajernya?
Kalau begitu, Freddie. Anggaplah aku bukan pemilik West Ham.
Aku pemilik Arsenal.
Lalu Jimmy sebagai manajer Arsenal.
Manajer satu-satunya.
Jimmy-lah yang akan mengurus transaksi narkoba, Freddie.
- Sudah berapa lama dia di sini? - Sekitar satu jam.
Dia terlihat sedang teler.
Apa yang dikatakannya?
Jimmy, temanku!
Jadi, ini tempat kerjamu selama ini?
- Apa kabar, Fred? - Baik, terima kasih.
Setelan yang bagus.
Kau yang membelikannya, Des?
Apa kalian selalu memakai pakaian mencolok?
Kau ingin mengobrol secara pribadi?
Kenapa? Aku tak pernah menyembunyikan sesuatu pada orang lain, ya kan, Des?
Kita semua keluarga besar di sini.
Kau, aku, dan McCoy.
Dan Jimmy punya tempat eksperimen yang besar.
- Aku punya kantor. - Benarkah?
Sebenarnya, aku sudah tahu.
Ozzy cerita padaku.
Tunjukan jalan ke kantormu, Jimmy.
Kau ingat saat hari pertama aku bebas? Kau ingat yang pernah kuucapkan?
Mengenai kita berdua spesial.
Ya.
Bagus, karena...
...aku yakin kita spesial.
Maksudku, itulah yg selalu kuyakini dalam beberapa tahun belakangan.
Bahwa kita menjalankan sesuatu yang spesial.
- Bersama-sama. - Dengar...
Jangan kau sela, Jimmy. Tunggu sebentar.
Kau tak harus sungkan padaku, karena...
...aku memahami situasinya.
Ozzy mungkin memang menyuruhmu.
Demi hasil terbaik bagi semua.
Kuakui, aku bukanlah...
...sosok yang handal akhir-akhir ini.
Tapi, aku tak pernah mengira, kau akan menusukku dari belakang.
Tak pernah kukira.
Aku minta maaf.
Benarkah?
Dengar, ini cuma bisnis. Tak merubah segalanya.
Jangan munafik!
Sekarang semua kacau gara-gara kau.
Karena kau memilih jalan ini!
Ozzy mempermainkanmu, Jimmy.
Sama seperti nasib Siddy.
Pikirkanlah itu.
Terserah kau.
Fred, mau ke mana kau? Duduklah!
Persetan!
Kita berdua spesial, Jimmy.
Sialan.
Ayah sedang apa?
Ayah mencari sesuatu, Nak.
Kenapa ayah tak tinggal di sini lagi?
Ayah masih tinggal di sini.
Kemarilah.
Ada apa?
Apa belang basah ini? Kau ngompol?
Kenapa kau tak bilang ibumu?
Baiklah.
Ayo, sini ayah bersihkan.
Kau tahu, dia menanyakanmu.
"Kenapa ayah tak pulang?"
"Kenapa ayah tak kembali?"
Kau ingin tahu jawabanku?
Jawabku, "Ayah sedang kencan dengan pelacurnya, Patricia."
Ayah tak peduli lagi pada kita, iya kan?
Aku sedang tak ingin berdebat, Jackie.
- Benarkah? - Ya.
Baiklah!
Katakan padaku Freddie, kapan kau akan berhenti mengunjungi pelacur sombong itu?
Kumohon, Jackie. Jangan bertengkar saat ini.
Kenapa kau tak bisa tinggal di rumah dan menjadi ayah untuk anak-anakmu?
Apa kau tak pernah merasa, Freddie?
Jangan ganggu aku. Atau kau ingin kuhancurkan.
Kau memang ayahnya, tapi kau tak pernah menyayanginya.
Persis seperti ayahmu!
Apa kau bilang?
Kau ingin tahu kenapa aku berpaling pada wanita itu?
Karena saat bersamanya, aku bisa melupakan kekacauan di sini!
Silahkan saja! Pergi sana!
Kenapa juga aku harus merubah watak Freddie Jackson?
Bawa watakmu sekalian!
Kami tak butuh watakmu!
Bawa sekalian uangnya. Kami tak butuh apa-apa darimu!
Kau hanyalah pengecut, Freddie!
- Apa kau bilang? - Kau pengecut!
Jimmy dan kami semua sudah muak.
Sialan, Jackie.
Ya Tuhan.
Sudah tak apa-apa.
Dia binatang.
Jangan begitu, Mags.
Baru kali ini dia melakukannya. Dia tak pernah melukaiku.
Dengar. Kau harus meninggalkannya.
Ini bukan salah dia.
Ini salahku.
Aku keterlaluan.
Ibu minta maaf.
Maaf.
Maggie, Jimmy di atas.
- Di mana Freddie? - Apa?
- Di mana Freddie? - Dia di Lounge.
Ada apa denganmu, Freddie? Apa kau terlahir untuk melukai?
Kau menutupi pandanganku, sayang.
Hanya bajingan sepertimu yang tega menyakiti istrinya sendiri!
Maggie, pulanglah sebelum aku lupa kalau kau saudariku.
Aku bukan saudarimu, bajingan! Akan kusuruh dia menceraikanmu.
Apa kau bilang?/ Dia seharusnya melakukannya dari dulu.
Sumpah, akan kupaksa dia menceraikanmu kali ini!
Aku tak takut padamu, Freddie!
Aku tak takut padamu!
Kau terlahir sebagai pecundang. Semua orang tahu perbuatanmu!
Kau harusnya memasung wanita itu!
Lepaskan aku!
Jangan mampir ke distrik Red Light! (=Kawasan prostitusi Amsterdam)
Itu mudah, kan? Banyak pria serong mampir ke sana.
Sayang, kami ke Amsterdam hanya untuk berbisnis.
Ayo!
Kemarilah, beri aku ciuman.
Aku akan merindukanmu. Kita akan mencobanya lagi saat kau pulang, OK?
Kim dan Mike butuh satu setengah tahun untuk anak pertama mereka.
Oh!
Halo, Maggie!
Jimmy akan segera pulang.
Itu tak benar, ya kan, sayang?
Hah?
Karena kita berdua tahu, kalau Jimmy...
...sedang terbang ke Amsterdam.
Hah?
Hm?
Kau menyukainya, kan?
Kumohon, pulanglah, Freddie!
Ah-ah.
Hai, sayang. Kukira kau di rumah. Kau pasti sedang keluar.
Ngomong-ngomong, kami sudah sampai.
Kuhubungi lagi nanti. Aku mencintaimu.
Beginilah caranya bikin anak.
Hah?
- Mau kuangkatkan teleponnya? - Keluarlah!
- Kau menyesali perbuatanku? - Jimmy akan membunuhmu!
Bagaimana kau akan menceritakannya?
Kumohon...
Oh...
Mari kita perjelas. Kita berdua tahu seperti apa Jimmy.
Aku ingat saat dia kecil...
Jimmy punya mainan aneh. Tapi dia tak mau memainkannya lagi saat rusak.
Kau tahu maksudku?
Bahkan ketika kau meluruskan ceritanya, itu takkan membuatnya...
...melupakannya sampai tua.
Kumohon, pergilah.
Saat ini, 200.000 orang tumpah-ruah di jalanan kota London untuk merayakan...
Ini akan menjadi tahun yang indah untuk kita. Aku bisa merasakannya.
Untuk kita bertiga.
Akhirnya bung, setelah sekian lama. Kami kira pelurumu kosong.
- Freddie, diam! - Kita semua mengatakan itu!
- Tidak! - Aku tak pernah mengatakannya!
Sekarang kalian bisa bernapas lega. Nyatanya, aku berhasil, kan?
Waktunya sudah dihitung mundur!
Ayo, cepat!
8, 7, 6, 5, 4...
...3, 2, 1.
Selamat tahun baru!
Selamat tahun baru!
Penerjemah: binex - IDFLโข SubsCrew
English Sub by shashu1984 - addic7ed
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.