Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SERIAL NETFLIX
Daan.
Daan.
Tolong aku, Daan! Kumohon. Mereka akan membunuhku!
Daan!
ENAM JAM SEBELUMNYA
Halo. Aku Daan Ludik.
Di Furnitur dan Karpet Ludik, kau bisa mengandalkan aku.
Buatlah dirimu nyaman.
- Apakah itu suara suamiku? - Aku lebih dari sekadar suara.
- Begitu? - Kupikir aku harus menunjukkan kepadamu.
Baiklah.
Mau merasakan seperti bos lagi? Siapa yang tidak mau?
Bagaimana dengan sebuah meja kantor keren yang akan menaruhmu kembali di atas?
Aku akan menahan Danie di rumah hari ini.
- Apa dia sakit? - Tidak.
Kecuali dia mati atau sekarat,
dia berangkat sekolah.
Datanglah berkunjung.
Temukan kenyamanan.
FURNITUR & KARPET LUDIK TEMUKAN KENYAMANAN
Paspor.
Ini.
Furnitur Ludik. Benar?
Ya.
- Bisa buka bagian belakang? - Ya. Ini surat-suratku.
Semua barang biasa.
- Barang biasa? - Ya. Barang biasa.
Baiklah!
Ini paspornya.
- Ya. - Kembali ke mobil.
KELUAR POS PERBATASAN ZIMBABWE
- Semoga selamat. - Semoga selamat.
SELAMAT DATANG DI AFRIKA SELATAN
TAMBANG BERLIAN CAPRICORN, LIMPOPO
Hai, Eric.
Ya.
- Aku sudah tiba, Pak. - Ini dia.
- Baiklah. - Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
FURNITUR & KARPET LUDIK TEMUKAN KENYAMANAN
Danie, ayo! Kita harus pergi.
Dari mana kau datang?
Aku ketiduran di tempat teman.
- Dia punya nama? - Ya.
Danie! Ayo.
Hai, Danie. Dah, Danie.
Tidak, Nak.
Seperti inikah kau akan menampilkan diri kepada dunia?
Ini dia.
IKAN YANG SANGAT KECIL
Selamat pagi, semua yang ganteng dan cantik.
Kau mendengarkan Living Hope FM bersama DJ Jakes.
Bukankah kita sangat bersyukur tinggal di tempat indah bernama Mzansi ini?
Munafik.
Ibumu bilang kau punya proyek yang butuh bantuanku?
Hei, aku bicara padamu.
Aku tidak bisa membantumu kalau kau tidak mau bicara.
FURNITUR & KARPET LUDIK
- Pagi, semuanya. - Pagi, Bos.
- Daan. - Pagi.
Charles menelepon. Dia kembali, dan aku menyetor 50,000 ke Perserikatan Ludik.
Dan saudara iparmu sudah menelepon kantor tiga kali.
Sialan, angkat. Sialan, Daan.
Sialan.
Linda.
Terima kasih sudah menghubungi Alcoholics Anonymous.
Halo?
Halo.
Namaku Swys.
Swys, tidak apa-apa. Aku mendengarkan. Aku di sini.
Terima kasih.
Kau baik-baik saja?
Ya, aku...
Aku baik-baik saja.
Di mana kau tinggal, Swys?
Di Silverton.
Kau pernah bergabung grup?
Ya, aku...
Aku tidak minum 15 bulan.
Luar biasa, Swys.
Begini, ada grup di ujung jalan.
Di Lynwood?
Ya, aku tahu. Aku...
Aku hanya perlu bicara dengan seseorang.
Tidak apa-apa. Aku mendengarkan.
Aku akan baik-baik saja.
- Baiklah. - Aku akan baik-baik saja.
Jangan lupa menelepon grupnya, Swys.
Terima kasih.
Charles, senang kau kembali.
Terima kasih, Daan.
- Semua baik-baik saja? - Tidak ada masalah.
- Nikmatilah harimu. - Terima kasih, Daan.
Pagi!
Ada yang bisa kubantu?
Selamat pagi, aku sedang mencari pemilik. Namanya Swys.
Kau sudah menemukan dia.
- Itu aku. - Itu kau.
Oh, kebiasaan buruk. Kebiasaan buruk.
- Senang sekali bertemu. - Senang bertemu. Bagaimana...
Ayo pergi!
PRETORIA, OKTOBER, 1979
"Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,
aku tidak takut.
Sebab Engkau besertaku.
Dalam tangan-Mu
aku aman.
Engkau menyediakan hidangan bagiku,
di hadapan lawanku."
Pagi, Linda. Kau berangkat ke sekolah?
Tidak, tidak hari ini.
Ada yang bisa kulakukan?
Kau bisa duduk bersama Ibu.
Silakan.
Kau suka, Hein?
Selai itu mahal.
Yang lain juga harus makan.
Ya, Ayah. Maaf, Ayah.
Apakah ayam bertelur hari ini?
Tidak.
JUAL TELUR SEGAR
Ya, Ludik kecil.
Pagi, Bu.
Bukankah seharusnya kau sudah di sekolah?
Aku punya tawaran yang tidak bisa kau lewatkan hari ini.
Bu. Satu telur dua sen.
- Sejak kapan? - Keluarga harus makan.
Begini saja, cuma buatmu,
sepuluh sen enam.
Aku tidak akan membayar lebih dari satu sen untuk satu telur.
Ayahmu tahu soal ini?
Di mana lagi kau akan menemukan telur besar dan bagus?
Masih segar. Masih hangat.
Kompetisi memanggang tidak menang dengan sendirinya.
Jahitan yang bagus, Bu.
Silakan, Bu. Hadiah pertama untukmu.
- Ayah, Hein. - Daan.
Senang kau punya waktu berkumpul bersama kami.
Daan, kuharap kita bisa membicarakan situasiku.
Sekarang?
Aku bertanya-tanya apakah kau akan bertindak.
Untuk apa? Aku sudah memperingatkanmu.
Kau benar. Ini bukan waktu dan tempat yang tepat.
DALAM KENANGAN TERCINTA MARIE LOUISE LUDIK 1936 - 1979
ISTRI, ANAK DAN KAKAK TERSAYANG LINDA DE VILLIERS (TERLAHIR LUDIK)
12,05.71 - 16,09.2019 ALLAH YANG MEMBERI. ALLAH YANG MENGAMBIL.
"Tak ada
yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus."
"Penindasan,
atau kesesakan,
atau penganiayaan,
ketelanjangan atau kelaparan,
bahaya atau pedang."
PRETORIA, OKTOBER, 1979
Halo, Swys!
Mengapa kau sangat menyukainya?
Swys? Dia membuatku tertawa.
Dia sangat lucu.
Daan. Ayo.
Ibu memerlukanmu.
Ayo.
Daan.
Ayo berdoa bersamaku.
Tuhan adalah Gembalaku.
Takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau.
Ia menyegarkan jiwaku.
Di air yang tenang,
Ia menuntun aku di jalan yang benar
oleh karena nama-Nya.
Ya, sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,
aku tidak...
tidak takut bahaya.
"Saat ini,
atau masa yang akan datang,
tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih-Nya."
Swys.
Dari mana saja kau?
Kau lupa ini hari apa?
Daan Ludik.
- Pedagang furnitur. - Halo?
Siapa ini?
Aku ikut berduka mendengar kematian saudaramu.
Siapa ini? Di mana Swys?
Kau, Tn. Ludik, punya bisnis yang sangat menarik bagi bosku.
Dengarkan baik-baik.
Tidak. Berengsek kau. Dengarkan aku.
Di mana Swys?
Kau dengar?
Kau punya dua pilihan.
Kau lakukan apa yang kukatakan
dan si berengsek Swys bisa terus menjalani kehidupan pecundang yang menyedihkan,
atau apa pun yang dia lakukan.
Atau kau akan mendapati polisi mendatangi rumahmu besok.
Dan tentu saja,
tubuh saudara iparmu di sungai di suatu tempat.
Apa ini semacam lelucon?
Bukan.
- Jangan. - Swys?
- Maafkan aku, Daan. - Swys! Kau di mana?
Siapa orang-orang berengsek ini? Swys!
Mereka akan membunuhku, Daan!
Swys! Diam. Katakan di mana kau berada.
Swys!
Pilihan di tanganmu.
Aku akan mengirim alamat. Bos menunggumu pukul tujuh.
Dengar, Bung. Aku tidak punya bos, oke?
Halo?
- Sialan! - Daan! Kau baik-baik saja?
TIDAK DITEMUKAN 87 HIGHGROVE LANE
Hubungi Lil.
- Bunga Lil. - Ini aku. Tolong lacak alamat.
- Baik. - 87 Highgrove Lane.
PERMAINAN SELESAI
- Aku perlu komputer. - Untuk apa?
Alamat.
Kau benar-benar harus mulai membayarku untuk pekerjaan ini.
Sok pintar. Ingin ditampar?
Lil? Kau di sana?
Lil!
Daan, apa yang kau inginkan dengan orang ini?
Siapa dia?
- Arend Brown. - Kau tahu dia?
Ya. Nama resminya Percival Brown.
Dia gemar mengakuisisi perusahaan. Kelas kakap. Apa yang sudah kau lakukan?
Bisakah kau datang ke toko segera?
Sepertinya kita ada masalah.
- Seberapa besar masalahnya? - Aku belum tahu.
Sial!
Lima potongan dan gaya rambut terbaik, pendek, shaggy, spikey, edgy dan pixie.
Kau mau kudapan lezat, Tn. Ludik?
Masalah di surga, aku beri tahu kau.
Daan.
Kurasa jangan pergi.
Dia bisa membunuh Swys.
Charles benar.
Dia saudara iparku. Aku harus bertindak.
Rina, cari tahu semua yang kau bisa tentang Percival Brown.
Penghindaran pajak. Bisnis. Dengan siapa dia bergaul.
Mengapa dia memanggil dirinya "Arend"?
- Apa saja. - Dia sangat berbahaya.
Ini bukan hanya tentang citramu. Bagaimana dengan berliannya?
Para pembeli? Mau beri tahu mereka?
Aku sudah membagi berlian itu. Ada dokumennya.
- Kau antar setengahnya. - Setengah?
- Mengapa setengah? - Karena aku bilang begitu, Lil.
Aku tidak mengantar setengah.
Ini akan berakhir dengan "tembak utusannya". Tidak mau.
Lakukan sesuatu. Katakan ada konflik di utara. Ulur waktu untuk kami. Oke?
Kau belum pernah antarkan setengah.
Farhad tidak bodoh.
Bagaimana menurutmu?
Daan, kau sudah tidak memegang kendali.
Kau harus tenang dan berpikir.
Dia bukan orang pertama yang membuat masalah denganmu.
Dia juga bukan yang terakhir.
Balik badan.
Hei, hati-hati dengan mobilku.
Oh, benarkah?
Ups.
Cukup!
- Berengsek. - Ikuti aku. Ayo.
Berengsek!
Berengsek.
- Terima kasih, Christina. - Terima kasih, Tuan.
Aku berenang supaya aku bisa merokok.
Kita semua punya sifat buruk.
Oh, kumohon, Daan. Duduk.
Ayo bicara.
Berapa yang kau inginkan?
Tidak.
Aku punya masalah.
Dan, aku yakin kau orang yang tepat untuk membereskannya.
Memangnya siapa aku, Dr. Phil?
Sangat lucu.
- Ceritakan tentang bisnismu. - Aku menjual furnitur.
- Ayolah, aku tidak punya waktu semalaman. - Aku juga tidak.
Kau punya bentuk pendapatan lain.
Benar. Aku juga menjual karpet.
Serius?
Kau menyelundupkan berlian.
Aku tahu ini bukan bisnis besar, tapi memberimu kemewahan.
Siapa yang bilang?
Kau mendukung kapitalisme.
Rumah bagus. Istri cantik.
Penghasilan bagus.
Namun, hanya sampai di situ.
Aku suka menentukan nasibku sendiri.
Aku bisa melihat itu.
Namun, apa itu memberimu kuasa?
Kekuasaan punya kemampuan untuk memengaruhi perubahan.
Itu yang diperlukan Pretoria.
Itu yang diperlukan negara ini.
Perubahan.
Itu yang kulakukan.
Organisasiku memberi makan 300,000 mulut yang kelaparan setiap hari.
Aku sudah menghabiskan dua miliar dolar untuk proyek perumahan
dengan listrik tenaga surya.
Apa yang dilakukan pemerintahmu?
Tidak ada.
Apa yang kau lakukan?
Aku menjaga orang-orangku. Apa maksudmu?
Maksudku adalah...
Kau itu ikan kecil. Kau ikan kecil mungil di lautan luas.
Dan itulah yang kuperlukan.
Seseorang yang tidak berarti. Yang tidak akan terjebak dalam jaring.
- Aku butuh pindahkan barang. - Kau mau pakai trukku?
Aku ada pengiriman yang datang minggu ini yang perlu dipindahkan ke Gabon.
Pengiriman apa?
Apa menurutmu yang dikirim ke Afrika Tengah?
Jadi, Tn. Panel Surya juga Tn. Kriminal.
Kriminal mengenali sesamanya.
Menurutmu bagaimana aku menemukanmu?
Di mana saudara iparku?
Dia baik-baik saja.
Jika ini kulakukan, kau akan bebaskan dia? Dan, kau tidak akan mengusik bisnisku?
Bells akan memberitahumu semua detail yang rumit.
Aku ingin janjimu.
Belajarlah untuk tunduk, Daan Ludik.
Sekarang pergi dari rumahku.
- Bajingan! - Jangan. Hei.
Akan kuhubungi kau untuk detailnya.
- Bagaimana dengan Swys? - Dia tinggal bersamaku.
Keluar.
TEMUKAN KENYAMANAN FURNITUR DAN KARPET LUDIK
Itu cerita yang gila. Wow.
- Luar biasa, menurutku. - Jangan sampai dagingnya gosong.
Tidak, oh, apa maksudmu aku tidak bisa memanggang?
- Ini dia. Akhirnya. - Hai.
Makanan hampir siap.
Ayah, aku ingin kau bertemu Pieter Davies.
Teman yang kita bicarakan pagi tadi?
Hai, Pieter. Daan Ludik, senang bertemu denganmu. Selamat datang di rumahku.
Terima kasih, Tuan.
Panggil aku Daan saja.
Biar aku ambil itu.
Tidak apa-apa. Aku tidak keberatan bertanggung jawab.
- Aku bersikeras. - Ayah, biarkan dia melakukannya.
Mari kita minum bir. Ayo.
Maaf.
Kau bisa saja memberitahuku
pacar putrimu akan datang untuk makan malam.
Aku tidak tahu.
Ya, jantung hatimu.
Tidak ada salahnya kau memberi lebih banyak perhatian pada Danie.
Hari ini ada janji dengan psikolog sekolah.
Dia ingin bertemu dengan kita.
Kau mendengarkan?
Aku mendengarmu.
Apa yang kau inginkan dariku?
Danie!
Makanan hampir siap.
Nah, ceritakan tentang dirimu, Pieter.
Apa pekerjaanmu?
- Ayah. - Aku...
Apa?
Dia Pieter Davies.
- Tidak apa-apa, sayang. Biarkan. - Tidak, Pieter Davies?
Tidak apa-apa. Maksudku, ayahmu lebih hebat dari aku.
Kau pedagang furnitur. Ibuku menyukai tokomu.
Pieter Davies, pelari cepat.
Dia meraih empat medali emas untuk Afrika Selatan. Kau pasti tahu dia.
Jadi, kau pelari?
Bagus. Sekarang aku tahu.
Danie mengikuti uji coba tim rugbi.
Ya, pelatih bilang posturnya mendukung,
hanya perlu lebih percaya diri. Bukan begitu, Sayang?
Keren.
- Ya. - Ya.
Hanya perlu belajar tangkap bola.
Belilah es krim. Kau bisa makan di depan TV.
Jadi, kau hanya berlari atau kau punya pekerjaan?
Aku punya organisasi amal yang kukelola sebagai sampingan.
Kami galang dana untuk hadirkan olahraga dan berbagai aktivitas ke sekolah miskin.
Ya, dia baru saja menggalang 300,000 rand untuk sekolah dasar
untuk membangun dan pelihara kolam renang.
- Ya. - Bukankah itu keren?
Aku tidak bertanya soal amal, aku bertanya soal pendapatan.
Perusahaanku berdonasi untuk amal, kau lebih tahu itu daripada siapa pun.
Namun, amal tidak memberimu makanan.
Ada apa denganmu?
Hidup itu keras. Kau harus siap.
Siap untuk apa?
Kau tahu, Ayah? Kadang kau terdengar sangat serakah.
Yah, secara pribadi, aku tidak percaya uang bisa membeli kebahagiaan.
Oh, benarkah?
Lalu, apa yang dibeli dengan 100,000 rand yang kau galang itu?
Itu untuk anak-anak, Pak.
Namun kau mendapat banyak pemberitaan, bukan?
Membuatmu bahagia. Pastinya Louise senang membicarakannya.
Ada apa denganmu?
Uang bukanlah musuh, Louise.
Aku tidak mendengar kau mengeluh soal gajimu.
Karena itu jerih payahku.
- Terima kasih untuk makan malamnya, Anet. - Sama-sama.
Senang bertemu denganmu, Pak.
Permisi.
Terima kasih makan malamnya.
Aku penasaran siapa yang dia pikir membayar makanannya.
Mari bersulang.
Pagi, Martha.
Pagi, Ayah. Apa yang membawamu ke sini? Kopi?
Teh.
- Martha, tolong? - Tentu saja.
Kau tidak ingin menyapa kakekmu?
Ada apa dengannya?
Begadang menonton TV, tidak cukup tidur. Benar, Nak?
Bagaimana kalau kau bermain di luar? Kita akan berpamitan sebelum kita pergi.
Ya.
Sepertinya yang dia lakukan hanya menonton TV dan makan makanan sampah.
- Kau beri makan apa dia? Dia makin gemuk. - Hei.
Yah, aku tidak heran. Semua anak orang kaya itu gemuk.
- Aku akan panggil Daan. - Oh, masih tidur. Bagus.
Ayah, apa kau sedang melakukan kunjungan rumah?
Ada apa dengan anakmu?
Sulit dipercaya dia anakmu, dia tidak punya sopan santun.
- Seseorang tahu ketika dia tak diterima. - Tidak, tidak, duduklah. Ayo.
Apa yang bisa kulakukan?
Tidak, hanya berpikir aku akan mampir, karena lama tidak bertemu denganmu.
Namun aku menemuimu kemarin.
Di mana Swys?
Aku tidak tahu.
Aku kesal karena dia tidak ada di pemakaman Linda kemarin.
Dia setidaknya bisa menampakkan wajahnya.
Pengecut.
Omong-omong.
Kenapa keluargamu tak datang? Tak cukup mewah?
Itu pilihanku, Ayah.
Begitulah orang bisa kehilangan kendali. Kau terlalu lunak.
Ayah, kami ada janji di sekolah.
- Hari Sabtu? - Aku akan mengunjungimu di pastoran.
Ya. Kapan kami akan bertemu denganmu di gereja lagi?
Atau kau terlalu sukses untuk Tuhan sekarang?
Berapa tagihanku untuk tehnya?
Aku akan menelepon dulu lain kali.
Jadi, seperti yang kau tahu, aku sering bertemu Danie tiga bulan terakhir ini.
Dan, dia anak yang sangat manis, tapi...
Sayangnya, dia belum membuat
kemajuan seperti yang kita harapkan.
Dan, aku prihatin padanya.
Dengar, aku tidak tahu apakah sekolah memberikan dukungan yang tepat
untuk kebutuhannya, tapi itu nanti. Ya?
Pertama-tama, kita perlu mengatasi perilaku sosialnya.
Dan, ini alasan utama sekolah ingin dia tinggal kelas satu tahun.
Namun mereka tidak bisa melakukan itu. Nilainya di atas rata-rata. Kau tak bisa...
Aku tahu. Aku tahu, tapi kekhawatiranku bukan pada pemahamannya akan pekerjaan,
tapi pada kemampuannya untuk menggunakannya.
Dan, berfungsi dengan baik di lingkungan sekolah.
Sosial dan akademis.
Aku akan bicara dengannya.
Cinta yang kuat tak akan mengatasi kediamannya.
Bahkan bisa memperburuk.
Apanya?
Kediamannya. Dia tidak berkomunikasi.
Apa yang kau ingin kami lakukan?
Aku akan terus menemui dia,
dan kami akan mencoba menemukan sumber kecemasannya.
Secara bertahap, kami akan kembangkan cara membantu dia menghindari ketakutannya,
dan mudah-mudahan dia akan mulai membuka diri.
Akan sangat membantu jika kau bisa mendukung, menjaga.
Dia tak setangguh yang kau harapkan.
Umurnya 11 tahun.
Kau ingin aku memperlakukan dia seperti bayi?
Dia butuh dukungan. Dia butuh ruang yang aman untuk membuka diri.
- Tn. Ludik... - Jangan ajari aku membesarkan anak.
Aku sekadar memberikan saran.
- Ya, ini satu saran. - Daan.
Mengapa kau tak cari meja baru?
Jangan meja kayu lapis payah ini sambil memberi tahu apa yang salah dengan anakku.
Aku heran meja ini masih berdiri di bawah beban penghakimanmu.
Maaf.
Pembicaraan dengan perawat sekolah tentang perasaanmu ini berakhir sekarang.
Orang seperti dialah yang mendorongnya untuk menangisi setiap hal sepele.
Apa yang kau harapkan? Dia tidak bicara.
Dia diinjak-injak orang lain. Dia dirundung.
Dia seorang Ludik. Dia akan bisa bangkit.
Baiklah, jadi ini masalahku?
Katakan, mana yang lebih penting? Pekerjaanmu atau anakmu?
Dia menderita. Kita perlu menolong dia dengan perundungan ini.
Anjing seperti itu takkan mendengarkan. Aku tidak punya waktu untuk ini sekarang.
Kenapa tidak? Beri aku satu alasan yang masuk akal.
- Swys. - Bagaimana dengan Swys?
Dia dalam masalah.
Namun kupikir kau sudah cuci tangan soal dia sejak kematian Linda?
Jadi, kebutuhan saudara ipar pemabukmu lebih penting daripada kebutuhan anakmu?
Jangan terlalu dramatis, oke? Tenang. Aku akan bicara dengan Danie.
Segala hal tentang Swys adalah prioritas. Titik.
Tn. Ludik.
Aku tahu kau punya reputasi di kota ini, dan aku yakin
kau berusaha keras menjaganya,
tapi Danie berjiwa lembut.
Apa pun pilihan yang akan kau buat, akan berpengaruh padanya.
Danie tak akan menemuimu lagi. Terima kasih atas perhatianmu.
Kau sungguh berpikir punya kuasa atasku soal ini?
Kau harus datang di obral musim panas kami.
Pilih sesuatu yang bagus. Gratis.
Baik, pegang. Ini, ini. Baiklah, sedikit lebih kuat dan bersandarlah padaku.
Bersandarlah padaku. Benar begitu. Bagus. Baiklah, wow. Ada seseorang di sini.
Paman Daan, apa yang kau lakukan di sini?
Astaga, dengan siapa kau berkelahi?
- Berapa lama waktu untuk memperbaikinya? - Sepanjang sore.
Namun, kau seharusnya mengerahkanku untuk menyelesaikannya. Satu-dua pukulan.
Kau punya mobil untukku?
Ya, pakai Tweety. Kuncinya di dalam.
Kapan terakhir kali Swys di sini?
Aku datang kemarin dan tempatnya kosong.
Menurutmu dia minum lagi?
Aku akan membayarmu gaji manajer. Namun, jangan rusak tempat itu.
Tidak akan, Pak. Wah, terima kasih, ya.
Aku bisa gunakan uang tambahan itu untuk berlatih Kejuaraan Nasional MMA.
Ayahku mungkin tahu soal pelatih.
Agak mahal, tapi bagaimana menurutmu?
- Itu yang ayahmu katakan? - Ya.
- Mimpi besar, Ludik. - Pasti.
- Baiklah, bawakan kalau sudah selesai. - Ya.
Bukankah dia dari toko furnitur?
- Ya, itu pamanku. Tempat ini miliknya. - Bagaimana? Akankah dia mensponsoriku?
Dia tidak akan memberikan uang pada orang sepertimu, Bung.
Ayo. Baiklah.
Ayo lawan. Jangan lelah dahulu.
- Dasar payah. - Ada apa kali ini?
Ada apa sekarang? Kau sudah isi bahan bakarnya?
Bahan bakar? Aku mengisi solar senilai 15 rand.
Mungkin dua minggu yang lalu.
- Oh, lihat. - Ada apa sekarang?
Jiwa yang malang. Tersesat di hutan yang lebat dan gelap.
Ayahnya yang sangat malang.
Diam dan dorong. Dorong.
Oke, bagus. Namun, mendorong bukan pekerjaanku.
Luke.
Beri tahu tim untuk pulang sore, kita tutup lebih awal.
Baiklah, Semuanya, ini waktunya tutup. Ingat, Senin adalah hari penjualan,
jadi kami mau semua orang dengan performa terbaik, tapi nikmati akhir pekanmu.
Dah, Daan.
Sampai jumpa, Teman-Teman. Nikmati harimu. Sampai ketemu Senin.
Sampai jumpa.
Sampai ketemu Senin. Bagus.
Baiklah. Sampai jumpa, Daan!
Cantik.
Kapan kau akan berkata ya?
- Soal apa? - Ayolah.
Makan malam apa, Martha?
- Ayam dan sayur, Bu. - Bagus.
Sepertinya Daan akan pulang, jadi kau bisa siapkan piring untuknya.
Baiklah.
Kau sudah berterima kasih pada Martha?
Sudah.
- Aku akan duduk di dekat TV. - Baiklah.
- Terima kasih untuk makanannya. - Sama-sama, Ludik Muda.
PRETORIA, OKTOBER 1979
Siapa
atau apa, yang dapat memisahkan kita dari kasih Yesus Kristus?
Dia yang sudah mati.
Namun, bangkit lagi.
Kehendak-Nya akan terjadi.
Amin.
Dan Tuhan Yesus berkata Allah menegur orang-orang yang dikasihi-Nya.
Dalam nama Yesus. Amin.
FURNITUR & KARPET LUDIK
Aku ingat orang berengsek di toko
yang ingin membeli tempat tidur bayi dari bak trukmu.
"Hei, kenapa aku tidak bisa membelinya?" Aku akan membayarmu...
tiga ratus rand.
Tiga ratus rand, dan ini lebihnya.
- Tip dua rand. - Tip dua rand.
Sialan.
Kalau saja dia tahu sesungguhnya berapa banyak uang ada di tempat tidur bayi itu.
Wah. Lalu, kau bilang apa?
Aku bilang persetan dengan tip dua rand.
- Masa-masa yang sederhana. - Mari bersulang.
Charles, apa aku menuntut terlalu banyak darimu untuk menyelesaikan ini?
Daan, saudaramu adalah saudaraku.
Aku hanya tidak percaya para bangsat ini.
Aku sudah bekerja sepanjang hidup untuk membangun gambar ini.
Aku tidak akan membiarkan orang asing mengacaukannya.
Namun Swys bisa mati.
Aku berjanji pada saudariku aku akan menjaga dia.
Aku sudah gagal.
Mereka di sini.
- Bisakah kita mulai? - Aku ingin bicara dengan Swys dulu.
Kau terlalu khawatir. Dia sedang makan malam.
Tidak, bukan itu yang kukatakan, Pieter.
Ya. Aku tahu.
Mungkin kita lihat saja nanti.
Yah, maksudku, tidak, itu sepenuhnya tergantung.
- Aku tahu, dan kemudian aku bilang ya. - Louise.
- Ya? - Apakah ini waktunya untuk pulang?
Maaf? Tunggu sebentar, aku akan meneleponmu balik, oke?
Danie sudah tertidur.
Kau dan pacarmu terlalu berisik.
Ayahku benar soal dirimu.
Kau terlalu memanjakan dia.
Namun, bukan urusanku.
Bukankah ini sudah waktunya untuk mengunjungi ibumu?
Anet.
Ini bukan rumahmu.
Ini rumah Ludik.
Malam!
- Petugas bea cukai menunggumu. - Siapa namanya?
Begitu melewati perbatasan, kau harus mengantarkan itu
ke lokasi ini Senin pagi.
Siapa nama agennya?
Tn. Ludik, ini bukan urusanmu, kau bisa pulang.
Hei!
- Nama. - Silo.
Kau tidak akan melewatkan dia, dia buruk rupa. Dia akan menemukanmu.
Kapan aku akan mendapatkan Swys kembali?
Antarkan ini tepat waktu, dan kau akan mendapatkan dia kembali.
Daan.
Semua akan beres.
Yakinlah.
Hubungi aku kalau kau sudah melewati perbatasan.
Kalau seorang berjalan di malam hari, terantuk karena terang tak ada di dirinya.
Dengar, aku berkata bahkan jika ini malam, ini waktu yang tepat.
Benar. Hewan-hewan keluar untuk bermain, tapi jangan takut.
Allah akan menjagamu.
Dia hebat. Sementara itu,
mari kita dengarkan rilis baru yang sangat istimewa.
PRETORIA, OKTOBER, 1979
Aku mau yang itu, tanpa salib.
Kau untung besar dariku hari ini.
Kita akan pergi ke gereja.
Bersiaplah.
Ayo.
PERBATASAN ZIMBABWE
Sini, akan aku beri tahu ke mana kau harus pergi.
CHARLES - DIA MEMBAWAKU KELUAR DARI RUTE
Selamat datang, Keluarga dan Teman.
Dan, selamat datang kepada mereka yang jarang kita lihat di rumah Tuhan.
Linda.
Linda.
Linda.
Dan, sekarang aku memintamu memberi kepada rumah Tuhan
dengan hati terbuka dan tangan terbuka.
CHARLES - HUBUNGI AKU, ADA YANG TIDAK BERES.
Silo, bangun. Bangun.
Baiklah, tunggu.
Ada apa?
Ada apa?
KARAKTER DAN KEJADIAN YANG DIGAMBARKAN DALAM PROGRAM INI ADALAH FIKSI.
TIDAK DIMAKSUDKAN UNTUK MENGGAMBARKAN ORANG ATAU KEJADIAN AKTUAL.
Terjemahan subtitle oleh Hendra Hong
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.