All language subtitles for Cobweb.2023.KOREAN.WEB-DL.AAC2.0.H.2

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Buka pintunya!

Buka pintunya sekarang!

Aku tak akan membiarkan ini! Buka!

Tidak!

Buka pintunya!

Tolong tenang.

Darah!

Baiklah, tunggu saja!

Jangan ke mana-mana!

Cut!

Berhenti merekam.

- Hong. - Ya?

Dari saat dia menikamnya

sampai klimaks,

bisakah kau merekam semuanya sekaligus?

Itu tak akan mudah.

Ya, akan kucoba.

Bagus. Ayo ulangi lagi.

- Minja. - Ya?

Tadi sangat bagus.

Kali ini, ambil pisau dapurnya dahulu.

Kemudian, pecahkan jendela, buka pintu, dan masuk.

Setelah bergelut dengan Hose, lakukan!

- Tikam dia dengan pisaunya. - Baik.

Lalu, setelah menatap tubuhnya yang ambruk

dengan ekspresi sinis,

perlahan turuni tangga.

Beraktinglah sampai akhir. Kita rekam sekaligus.

- Baik. - Seperti ini.

Hei, pegang ini.

Kacanya sudah diganti? Ayo bersiap.

- Bisa rapikan rambutku? - Baik.

Mari kita lakukan.

Siap.

Mulai!

Buka pintunya!

Tolong jangan lakukan ini.

Aku sangat takut.

Serahkan sekarang

sebelum kau kumutilasi!

Sekarang!

Sayang, tolong letakkan pisaunya.

Dasar bedebah jahat!

(Song Kang Ho)

(Lim Soo-jung, Oh Jung Se)

(Jeon Yeobeen, Krystal Jung)

(Park Jeong-su, Jang Young-nam)

(Disutradarai oleh Kim Jee-woon)

(Adegan #24. Pabrik)

Selama berhari-hari, aku mengalami mimpi yang sama.

Setiap malam, film diputar di kepalaku.

Adegan luar biasa muncul

dalam mimpiku.

Adegan itu begitu jelas

sehingga sulit diabaikan.

Obatnya tak mempan sekarang.

Awalnya satu tablet, lalu dua, tiga...

Aku perlu sebotol penuh untuk menenangkanku.

Aku perlu syuting ulang.

Jika tidak,

siksaan ini akan terus menghantuiku.

Jika aku merekamnya, pasti akan menjadi mahakarya.

Mengabaikan mimpi ini karena takut dikritik

merupakan sebuah dosa.

Percayalah, orang tahu apa yang mereka lihat.

- Sudah memesan? - Sebentar lagi datang.

- Makanlah dahulu. - Tidak, aku akan menunggu.

Sutradara Kim, kudengar syutingmu sudah selesai?

Drama vulgar lainnya?

Jika kau menggarap drama, buatlah yang berkelas,

jangan yang tak bermutu.

Tidak bermutu? Jaga ucapanmu.

Apa lagi sebutannya?

Kecuali debutmu,

semua filmmu drama vulgar yang tak bermutu.

'Love Like a Flame'

karya terakhir Sutradara Shin Sangho.

Benar,

Kim hanya meneruskan upaya Sutradara Shin.

Aku menulis semua naskah itu, setiap kata...

Kurasa Shin mendiktekannya.

Lagi pula, Kim itu babunya.

Untuk ukuran kritikus film,

kalian memang tak berkelas.

Kalau begitu, buatlah film yang bagus!

Jangan hanya mencoreng reputasi Shin.

Dia masih tinggal sebagai babu di rumah Shin?

Bayaranku.

(Awal 1970-an, Musim Gugur)

(Cobweb)

(Studio A)

Biarkan itu, jangan dibawa!

Di mana Manajer Kim?

Hei, Manajer Kim!

Kau mau pergi ke mana?

Jangan kabur. Manajer Kim!

- Halo. - Hai.

- Manajer Kim! - Ada apa lagi?

Teganya kau menghindariku.

Aku belum selesai menjelaskan di telepon,

tapi aku hanya perlu dua hari.

Kenapa?

Jika bagian akhirnya kuubah,

filmnya akan benar-benar berbeda.

Mahakarya.

Ada apa dengan syuting ulang ini?

Kupikir aku mungkin mengubah bagian akhirnya sedikit.

Kenapa? Filmnya sudah selesai.

Jika bagian akhirnya diubah,

film itu akan menjadi mahakarya.

Kenapa membuat mahakarya?

Buatlah film yang kau kuasai.

Dua hari saja, Bu Baek.

Panggil aku Presdir!

Suamiku sudah meninggal,

akulah bosnya sekarang.

Baik, Presdir Baek. Dua hari saja. Hanya itu.

Jika kau syuting ulang,

apa ceritanya masih masuk akal?

Aku sudah mengecek kelanjutannya.

Tidak ada masalah sama sekali.

Bagaimana dengan lembaga sensor?

Maka itu aku ingin Presdir Baek

menggunakan pengaruhnya.

Pengaruh apa?

- Mido lebih berpengaruh. - Mido?

Studionya akan dibongkar dua hari lagi.

Kenapa?

'Aimless Bullet of Love' akan mulai syuting di sini.

Film itu belum selesai?

Bahkan belum dimulai.

Aku harus bersiap-siap untuk perjalananku ke Jepang.

Tunjukkan ke lembaga sensor besok.

Jika mereka menolak?

Hentikan syutingnya.

Hanya dua hari! Lagi pula,

'Aimless Bullet of Love' akan tayang.

Kau tahu bagaimana mereka.

Hentikan pembicaraan ini!

- Manajer Kim. - Ya?

Temui pihak sensor,

bicaralah dengan Mido, dan kabari aku. Mengerti?

Aku pamit.

Kenapa merekam ulang film yang sangat bagus?

Kalau tak lolos sensor, jangan diteruskan!

Semoga perjalananmu menyenangkan!

Mido.

Bu Kwon, margamu Kwon atau Jeong?

- Kwon. - Di mana Mido?

Mungkin ada di lokasi syuting.

Ini lokasi syuting.

- Begitu rupanya. - Ini sangat penting.

- Sangat mengesankan. - Begitukah?

- Itu sutradara! - Sutradara!

- Tunggu sebentar. - Permisi.

Bisakah kami berfoto dengan sutradara?

Ya, bisa.

- Tunggu sebentar. - Ya, terima kasih.

Sutradara Kim, investor dari Jepang ini

ingin berfoto.

- Baiklah, tentu. - Ayo.

Namun, ada yang ingin kutanyakan. Bisa kita duduk?

Aku mau syuting 'Cobweb' dua hari lagi.

Filmnya sudah selesai.

Aku melewatkan bagian penting.

Jika direkam ulang,

itu akan jadi mahakarya.

Apa kata bibiku?

Bicaralah denganmu.

Itu perusahaan ayahmu,

kau harus mengambil alih.

Bibiku mengelolanya dengan baik.

Dia tahu uang, bukan film.

Film bukanlah bisnis.

Kau harus mengambil alih.

Baek hanyalah aktris tak terkenal

yang menjadi simpanan sutradara dan...

Baiklah,

akan kubaca naskah revisinya.

- Sungguh? - Ya.

- Sungguh? - Ya.

Sekarang, mari kita berfoto.

- Haruskah? - Ayo, Sutradara.

- Semuanya. - Ya?

Ini sutradaranya.

- Sutradara? - Sutradara?

Ayo, kita berfoto!

Satu, dua, tiga.

Sekali lagi. Senyum.

Sial!

Tahu apa orang-orang bodoh itu tentang filmku?

Menargetkan film yang sangat sulit digarap,

dan mengkritiknya dengan ocehan yang tak ada habisnya...

Kritik itu tindakan balas dendam

oleh mereka yang tak bisa berkarya.

Dalam dua hari, aku bisa membuat mahakarya

yang menunjukkan sifat irasional manusia.

Semua orang akan mengatakan

aku melampaui film debutku.

Perseteruan sengit mendebarkan

yang mengejutkan penonton.

Setiap tokoh berusaha mengubur

irasionalitasnya yang mengerikan,

dengan adegan menegangkan yang menunjukkan sisi kemanusiaan

dengan segala keburukannya.

Apa?

Kenapa kau berdiri di sana?

Dari mana kau masuk?

Semuanya sudah berakhir.

Untukmu dan keluarga ini.

Sayang, apa maksudmu?

Kenapa kau diam saja?

Apa maksudmu?

Kau masih menganggapku

sebagai benalu putramu?

Di keluarga ini,

beginilah caramu memanfaatkan dan mencampakkan wanita!

Lihatlah ini.

Ya?

Halo?

Sutradara Kim!

Apa?

Telepon ini.

Apa?

Ini telepon untukmu!

Baiklah.

Siapa itu?

- Itu dari Manajer Kim? - Ya.

Manajer Kim?

- Halo? - Tunggu.

- Hei, jangan berisik! - Kau menyuruhku diam?

Tidak.

Sutradara Kim, aku mendatangi lembaga sensor,

tapi mereka bilang filmnya antikemapanan

dan menghina kesusilaan umum, jadi ditolak.

Mereka bilang kau merombak naskahnya.

- Mereka bahkan berteriak. - Hanya beberapa halaman.

Memang agak aneh, kuakui...

Namun, kau seharusnya berusaha lebih keras membujuk mereka.

Tidak. Tidak ada yang bisa kita lakukan dengan film ini.

Di zaman ini, kita akan diseret oleh polisi! Tidak mau.

Film itu bukan antipemerintah sama sekali.

- Tidak... - Akan kujelaskan secara langsung.

Halo?

Aku hanya butuh dua hari.

Bagaimana ini?

Hanya dua hari...

Jika aku gagal merekam ini,

seluruh hidupku akan tersiksa.

Aku akan dicela sebagai sutradara yang tak bermutu.

Tuhan, jika Engkau sungguh ada,

tolong dengarkan permohonan putus asaku.

Tuhan.

- Mido? - Sutradara Kim!

Aku sudah membaca naskahnya.

Sungguh? Bagaimana menurutmu?

Luar biasa.

Aku begitu menghormatimu.

Aku sangat tersentuh.

Naskah itu yang terbaik!

Naskah itu seperti novel Kafka yang aneh.

Kafka?

Aku tahu kau kuliah di luar negeri.

Kau sungguh akan merekam akhir ceritanya seperti itu?

Apa itu terlalu aneh?

Filmnya akan hebat.

Kau bisa melihatnya!

Namun, lembaga sensor menolaknya.

- Rekam saja. - Bisakah?

Ya, firasatku bagus.

Saat membacanya, jantungku berdebar kencang.

Filmnya benar-benar yang terbaik.

Filmnya akan sukses besar.

Aku juga ingin terlibat dalam film yang bagus.

Aku punya cita-cita baru.

Aku sudah memutuskan.

Akan kuambil alih perusahaan ini.

Dengan memanfaatkan jurusanku,

aku akan menjadi produser

yang mendukung seniman sepertimu.

Apa jurusanmu?

- Bukan itu intinya. - Benar.

Sutradara Kim, apa yang kau lakukan?

Rekam semua adegan yang ada di pikiranmu sekarang juga!

Pergilah!

- Ya. - Ya!

(Jung Woo / Lee Sejung)

- Ya, hanya satu hari. - Ini naskahnya.

- Buat lima salinan, cepat. - Ini Mido.

Kujamin, ini jauh lebih baik.

Ya?

Kita akan syuting di sela drama TV-mu.

Jangan khawatir, akan kita selesaikan dengan cepat.

Sutradara Kim, kita dapat konfirmasi dari Hose.

Kita dapat persetujuan investor Jepang.

Sungguh? Kalau begitu, tinggal membawa Yurim ke sini.

- Ya, Sutradara. Kita pasti bisa. - Bagus.

Sutradara Kim,

bagaimana kau menghadapi konsekuensinya?

Aku harus bilang apa kepada Presdir Baek?

- Mido yang menyetujuinya. - Ya, aku menyetujuinya.

Bukan itu masalahnya di sini!

Jika kementerian tahu,

habislah kita semua!

Jadi, mari syuting diam-diam dan cepat.

Bagaimana cara syuting diam-diam dan cepat?

Diam-diam dan cepat.

Permisi.

Naskahnya akan ditulis ulang,

menjadikan Minja wanita progresif.

Bukan tokoh wanita menyedihkan

yang mengorbankan dirinya

demi suami dan keluarga,

tapi wanita baru yang tegas

dan memahami ekonomi.

Maka cerita ini akan berpengaruh.

Maka itu, konflik dengan Nyonya Oh...

Bukan hanya konflik.

Namun, ledakan hasrat tirani perempuan!

Klimaksnya belum pernah ada.

Lalu, sebanyak apa yang direkam ulang?

Dari adegan saat Minja kali pertama bertemu Nyonya Oh.

Itu cukup awal dalam naskah.

Mari kita bersiap.

Untuk mengubah akhirnya,

kita rekam ulang dari adegan itu.

- Ayo mulai bekerja. - Aku akan mulai bekerja.

Penonton menginginkan hal baru.

Aku akan menghadirkan adegan intens dan unik

yang belum pernah mereka saksikan.

(Studio Film Shinseong)

Halo.

Hai. Halo, Semuanya.

Nyalakan lampunya!

Terima kasih. Pinjam cermin itu.

Nyonya!

- Terima kasih sudah datang. - Kenapa syuting ulang?

Kau juga datang, Nyonya?

Apa yang mau dia rekam ulang?

Entahlah, aku baru tahu. Hanya satu hari, 'kan?

Nyonya!

Kukira hanya aku.

Bagaimana mereka bisa syuting film denganmu saja?

Hai, Hose.

Minja, kau kelihatan sehat.

Ada banyak adegan yang harus kita rekam hari ini,

jadi cepatlah pergi ke ruang ganti.

Aroma lokasi syuting.

Sudah lama tak datang ke sini.

Kau sudah lama tak kemari?

- Tiga atau empat tahun? - Selama itu?

Cepatlah, Semuanya!

Ambil saja apa yang mereka berikan!

Jika ukurannya tidak pas, tukar dengan orang lain di dalam.

Lebih cepat!

Maaf. Mantelku ditaruh di sini.

Dengan mantel itu, kau kelihatan seperti detektif sungguhan.

Aku sering memerankan detektif.

Kau detektif

di 'Lonely Black Rose'?

- Hwang, 'kan? - Kepala Hwang.

Kumainkan lebih dari satu dekade.

Kalau begitu, kau hampir jadi polisi.

Aku memasang sel penjara di rumah.

Aku perlu hidup seperti polisi.

Sel penjara?

Kau luar biasa.

Aktor metode sejati!

Aku tidur di sana

saat bertengkar dengan istriku.

Terkadang lebih nyaman.

- Sungguh? - Ya.

- Aku siap. - Aku juga siap.

- Mari mulai bekerja. - Ayo.

Apa ini? Naskahnya sangat berbeda.

Aku terlalu kaget sehingga tak bisa bicara.

- Nyonya, akan kutata rambutmu. - Baiklah.

- Kemarilah sebentar. - Tunggu sebentar.

Kali ini, masukkan semuanya.

Dia mengubah semuanya.

Karakterku berubah total di tengah cerita.

Namun, apa kau memahami akhir ceritanya?

- Pak, kostummu sudah siap. - Baik.

Aneh memang,

tapi aku juga tidak menyukai akhir yang lama.

Apa maksudnya pengambilan gambar langsung?

Apa itu bahasa Prancis? Kedengarannya bahasa Prancis.

Kenapa meninggalkan bahasa Inggris dan mendadak pakai bahasa Prancis?

Benar sekali.

- Pertegas garis matanya. - Ya.

Lebih dramatis.

Kenapa? Tetaplah di sini.

Jangan pergi.

Aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku.

Yurim.

Yurim.

Di sini! Ayo pergi ke tempat tersembunyi.

Yurim, fokus saja pada syuting.

Aku syuting drama TV semalaman.

Aku juga lelah,

tapi kita hanya perlu menahannya.

Bagaimana aku bisa menahannya lagi?

Apa yang harus bagaimana?

Bagaimana denganku? Aku berusaha sebaik mungkin.

Jangan menangis. Kau tak boleh menangis sekarang.

Bagaimana jika matamu bengkak?

Baiklah, jaga matamu.

Jangan sampai riasannya luntur.

Siap untuk syuting!

Maaf, akan kuurus semuanya.

(Yurim dan Hose)

(Apa hubungan mereka?)

Sunwoo, itu dua kilowatt.

Hei, hati-hati.

Riasan sudah selesai!

Nyalakan lampu di sana!

- Bisakah kita panggil sutradara? - Ya, panggil dia.

Ayo bersiap!

Kita akan mulai syuting.

Lee!

- Lee, ikutlah denganku. - Ya.

- Siap untuk syuting. - Ya.

Mereka sudah baca naskah baru?

Ya.

Apa ada yang mengeluh?

Akan kucek.

Pasti mereka mengeluh.

Jangan simpan sendiri urutan syutingnya, beri tahu kami.

Baik.

- Kru sudah berkumpul? - Ya.

- Halo. - Halo, Semuanya.

Halo.

Siap!

Mulai!

Sebagai menantuku,

jangan urus pekerjaan rumah saja

atau lebih mementingkan pabrik.

Ya. Aku berharap bisa mendukungmu di dalam dan di luar rumah.

Minja lulusan jurusan bisnis, Bu.

Itu kepala pabrik.

Kau akan menderita jika membuatnya marah.

Ikuti aku.

Lewat sini.

Pernah menggunakan mesin jahit?

Ya, walau jarang...

Pernah tertusuk?

Tidak pernah.

Hati-hati.

Jika tidak, kau akan berakhir seperti ini. Hancur!

Usai makan malam, kepala pabrik

akan memberikan minuman berenergi...

Setelah berbagai hambatan, aku akhirnya melanjutkan syuting.

Film ini harus dilanjutkan.

(Kebangkitan Kudus)

Ini kebangkitan yang kudus

Bersukacitalah, haleluya

Haleluya Haleluya

Haleluya

Tuhan kita Kristus telah bangkit

Segala kemuliaan bagi Yesus

Dengan suara kalian yang semerdu burung bulbul,

aku merasa sudah berjalan ke hutan.

Mari kita sudahi untuk hari ini. Bagus sekali.

Terima kasih, Pak.

Ayo.

Ada wajah yang asing. Kau baru di sini?

Ya, aku tiba kemarin.

Semua pasti asing dan tak biasa bagimu.

Jika ada yang mengganggumu, temui aku kapan pun.

Tidak ada.

Semua orang sangat baik. Tidak ada yang menggangguku.

Tangan halus inilah

yang menghasilkan musik indah.

Kau pandai bicara.

Mau belajar organ?

Jika demikian, kunjungi aku kapan pun.

Ayo.

- Cut. Bagus. - Sudah bagus.

Aku tak merasakan emosi di sini.

Sutradara Kim, akting ini terlalu sulit.

Aku pun belum pernah main organ.

Kalau begitu, berlatihlah lagi.

Ha Chunhwa berlatih 1.000 kali

sebelum rekaman.

Naskahnya kuterima satu jam lalu,

bagaimana bisa latihan 1.000 kali?

Lakukan sekali seolah-olah itu yang ke-1.000 kalinya.

- Apa maksudnya? - Hose, pergi ke ruang ganti...

Bawa jasku.

Lakukan sekali seolah-olah itu yang ke-1.000 kali?

Sutradara Kim.

- Sutradara Kim. - Ya?

Naskahnya dirombak.

Mustahil merekam ini dalam sehari.

Satu hari? Tidak bisa. Kita akan merampungkannya dalam dua hari.

Apa? Asisten sutradara bilang satu hari.

Apa?

Semua orang bilang tidak bisa,

jadi kubilang satu hari.

Maaf!

Bagaimana kau bisa berbohong seperti itu?

Dua hari? Aku ada syuting drama TV.

Kita akan fokus pada adeganmu dahulu.

Tidak! Aku bisa kena masalah! Aku harus pergi!

Tidak kusangka akan selama... Tunggu!

Sutradara Kim, dengarkan aku.

Yurim!

Yurim!

Yurim!

Yurim!

- Ini luar biasa! - Hasilnya memuaskan.

Dengan semua aspek visual juga.

Yurim!

Yurim!

Yurim!

Yurim.

Aku sungguh minta maaf.

Tolong bantu Sutradara Kim sekali ini.

Kau seharusnya bilang syutingnya dua hari!

Jadwalku sudah pasti,

aku harus bagaimana sekarang?

- Aku harus pergi. - Yurim.

Ini juga yang terakhir bagiku.

Aku...

Aku akan menggarap film dengan Lee Manhee.

Kau bisa kuberi peran.

Jadi, bantulah Sutradara Kim untuk kali terakhir.

Aku syuting drama itu sampai subuh

setiap hari dan aku kelelahan.

Yurim. Han Yurim, kau...

Sutradara Kim memberimu nama itu, Yurim!

Berhenti mengatakan itu!

Aku tak suka nama itu!

Kenapa memanggil tokoh Yurim juga?

Dia bilang itu agar kau bisa merasakan karakternya...

Omong kosong. Aku pamit!

- Mido! - Apa itu?

Dasar gadis tak diuntung.

Apa katamu?

Siapa yang mengubahmu

dari pramusaji murahan menjadi bintang?

Bukan filmnya,

tapi drama TV!

Beraninya kau menamparku!

Mido. Yurim hanya meredakan stres.

Kau akan membiarkan tiap kali aktris meredakan stres?

Aku pergi! Aku serius!

Rambutku! Lepaskan!

Kau akan merusak mahakaryanya?

Mahakarya apa?

Filmnya jelek sehingga dia harus syuting ulang!

Akankah wanita jalang sepertimu mengenali mahakarya?

Wanita jalang?

- Gadis bodoh! - Apa?

Rambutku!

Lepaskan dia! Apa yang kau lakukan?

- Ayo. - Hei, hentikan!

Kenapa dia berbahasa Jepang?

Dia memakiku?

Tunggu, Mido!

Beraninya kau menampar aktris.

Aku sering dipukul saat masih kecil.

Hei, bukan itu masalahnya di sini.

Pokoknya, kementerian tahu kita syuting.

Bagaimana ini?

Pikirkan solusinya.

Bagaimana aku bisa memikirkannya?

Cobalah mengulur waktu!

Ini momen penentu lahirnya mahakarya.

Dengar, kita syuting tanpa izin lembaga sensor sekarang.

Jika ketahuan, habislah kita.

Kasihanilah Sutradara Kim

dan bantu dia.

Kenapa tak kasihan padaku?

Sebenarnya, aku yang paling pantas dikasihani.

Apa maksudmu?

Ada apa dengan wanita itu?

Beraninya dia menamparku.

Haruskah aku syuting sambil diperlakukan seperti ini?

(Yurim / Wanita Berambut Pendek / Hose / Cinta Segitiga?)

Aku tak pernah menyangka dia akan begitu.

Bukankah orang-orang diutamakan?

- Semuanya, berhenti! - Sekretaris Park!

Kementerian Kebudayaan!

Kenapa kau ada di sini?

- Apa yang kalian lakukan? - Kenapa?

Kalian pikir bisa syuting diam-diam?

Kami pakai naskah yang disetujui dan merekam ulang bagian itu.

Jangan khawatir.

Kalian merekam ulang bagian akhirnya!

Di mana Presdir Baek?

Dia pergi ke Jepang.

Mari kita bicara di luar.

Lalu, siapa yang memerintahkan ini?

- Memerintahkan? - Sutradara Kim?

Bukan.

Hentikan syutingnya!

Sekretaris Park!

Mido!

Jika kau bisa mengabaikan ini

dan keluar denganku...

Bagaimana aku bisa mengabaikan ini?

Atasanku tahu aku ada di sini!

Sekretaris Park, aku akan jelaskan ini kepada Pak Kepala.

Sudah terlambat. Laporan sudah diajukan.

- Laporan? - Tunggu.

Kebetulan ada yang ingin kubahas denganmu.

- Ayo kita naik... - Denganku?

Kuberikan sesuatu yang enak.

Kita akan membahas ini pelan-pelan dan mencapai kesepakatan.

- Naiklah. - Aku bertanya-tanya

kenapa kau tak datang lebih awal.

Lalu, Manajer Kim?

- Jangan cemaskan aku. - Kembali bekerja.

Yurim, ada apa? Kau sakit?

Yurim.

Perasaan Hose terhadap ibunya sangat kompleks,

dengan kata lain...

Hose, senang kau datang.

Ibumu merasa bersalah

atas kecelakaan ayahmu.

Lalu, rasa bersalah ini membuatnya

terobsesi dengan kesuksesan.

Penderitaan keluarga ini bermula dari...

Sutradara Kim.

Tolong biarkan Yurim pergi.

Kondisinya tak memungkinkan untuk syuting.

Bagaimana kita bisa syuting tanpa Yurim?

Naskahnya terlalu kejam.

Apa maksudmu? Bagaimana naskah bisa kejam?

Suruh asisten sutradara bersiap untuk adegan berikutnya.

Baik.

Ada apa?

Apa yang terjadi?

Yurim...

Yurim sedang mengandung.

Anakku.

- Tiba-tiba? - Itu terjadi tiba-tiba.

Bukankah kau berselingkuh dengan Kim Jinhee?

Itu tahun lalu.

Kenapa kau terus berselingkuh?

Aku juga merasa tertekan.

Jika ada adegan yang sulit untuk Yurim,

tolong diubah.

Kenapa kau harus...

Kenapa harus Yurim?

Kenapa kau harus merekam ulang film ini?

Kau terus-menerus berselingkuh.

Kau baru saja mengukuhkan dirimu

sebagai aktor utama.

Kendalikan dirimu!

Siapa yang akan lepaskan?

Yurim atau istrimu?

Aku tak bisa memutuskan.

Aku mencintai Yurim dan istriku.

Hei!

Itu sangat buruk!

Maka itu aku tersiksa.

Beruntungnya kau, punya begitu banyak cinta.

Tutupi bagian dalam atap di lantai dua.

Bersiaplah untuk sekarang

dan curahkan siksaan itu di depan kamera!

Tolong jaga rahasiaku.

Pertahankan lampu ini di tengah,

pindahkan furniturnya ke sebelah ini.

Adegan apa ini?

- Adegan 31. - Adegan 31. Mari kita lihat.

Adegan saat aku menyelamatkan Yurim. Adegan yang luar biasa.

Tolong cintai film kami juga.

Kudengar Sekretaris Park ada di sini!

Haruskah kita berhenti syuting?

Tidak perlu. Mido...

Mido masuk bersama Sekretaris Park.

Dia bilang akan mengurusnya.

Mido bisa apa? Ini mengkhawatirkan.

Mido wanita yang kuat.

Kuat minum alkohol juga.

Tidak perlu khawatir.

Tidak akan ada masalah, 'kan?

Kita hanya bisa menunggu.

Untuk sekarang, teruslah syuting.

Aku hanya berharap Mido tak menghajarnya.

- Pergilah! - Baik.

Bersulang! Minumlah!

Sekretaris Park? Minumlah!

Astaga, aku jadi gila.

Akan kau apakan dia?

Tahan dia di sini.

Bagaimana cara menahannya di sini?

- Kunci studionya. - Apa?

Agar tak ada yang bisa pergi.

Putuskan juga saluran teleponnya.

Jika tak hati-hati, kita akan tamat.

Aku akan bertanggung jawab.

Bagaimana?

Saatnya makan siang. Ayo.

- Keluarlah. - Baik...

Kenapa dia tiba-tiba bersikap begini?

Pak Park? Ini Yurim.

Han Yurim. Ya, halo.

Aku ingin meminta tolong.

Saluran telepon...

Aku ada syuting besok pagi,

jadi harus berangkat dari sini hari ini.

Jadi, bisakah kau mengirimiku mobil?

Sungguh? Terima kasih.

Akan kuberi tahu alamatnya.

Ini Shin...

Halo?

Sial!

Sial! Di mana Sutradara Kim?

Sutradara Kim, kau mau pergi ke mana?

Sutradara Kim,

kenapa kau melakukan ini padaku?

Ada apa kali ini?

Ada apa dengan naskahnya?

Pertama, aku pahlawan perang,

lalu kepala pabrik,

dan sekarang aku pemburu?

Anggap saja itu

sebagai simbol kejatuhan umat manusia.

Melambangkan apa kepala pabrik yang dipecat

dan menjadi pemburu?

Aku tak berniat mengatakan ini,

tapi jika kau tak kukenalkan pada Shin, kau tetap jadi figuran.

Duduk di pojok bersama mereka, makan kotak bekal.

Aku bertanya-tanya kenapa kau belum mengungkitnya.

Kau berjanji sepuluh tahun lalu

aku bisa jadi pahlawan perang!

Kau bahkan tak pernah menjalankan wajib militer!

Pahlawan perang?

Peran ini akan membuatmu menjadi nomine

di Penghargaan Daejong!

Penghargaan Daejong apanya?

Aku berhenti! Aku enggan berakting untukmu!

Teganya kau memanggilku seperti ini.

- Hei. - Lepaskan!

Tahukah kau betapa pentingnya peran ini?

Masa bodoh!

Kau sebut ini seni?

Kau tak akan menemukan peran seperti ini bahkan di Hollywood!

Ini jauh lebih baik daripada pahlawan perang!

Siapa yang mengunci ini?

Tidakkah kau tahu penderitaan masyarakat kelas bawah

yang bekerja keras di rumah orang lain

sampai perbudakan tertanam dalam jiwa mereka?

- Tidak bisakah kau berempati? - Tidak!

Senapan itu palsu.

Tidak bisakah kau memberiku senapan sungguhan?

Bagaimana kau bisa menjadi aktor,

padahal kau begitu picik?

Membuang kesempatan seperti ini?

Dasar bodoh!

Sutradara Kim?

Lihatlah kostum Hose

untuk adegan berikutnya.

Yurim.

Belakangan ini, kau kurang bertenaga.

Perlu kubuatkan sup tulang.

Aku akan tidur.

Tidurlah dengan istrimu!

Punggungku...

Bangun!

Tolong!

Aku sangat muak dengan ini!

Aku takut laba-laba. Tolong!

Ada apa? Kau baik-baik saja?

Ada apa? Kenapa kau berteriak?

Laba-laba.

Seseorang menaruh laba-laba di ranjangku.

Wanita ini pelakunya! Dia mau mengusirku!

Kau sudah gila?

Tenanglah, Yurim.

Laba-laba tak menyakiti manusia.

Wanita itu ingin menyakitiku.

Sayang, aku takut sekali.

Kenapa kau menamparku?

'Wanita itu?'

Akulah yang akan mewarisi kekayaan keluarga ini!

Dengar.

Wanita ini akan membuatmu

tidak berdaya seperti ayahmu.

Para wanita di rumah ini

melemahkan pasangan mereka!

Cut! Bagus!

Astaga!

Wajah ketakutanmu luar biasa.

Terlihat sangat nyata.

Aku memang takut!

Berapa kali ini?

Pakai laba-laba asli?

Adegan apa berikutnya?

Sudah kubilang aku benci laba-laba!

Berhentilah ketakutan!

Kru di sini gila?

Teganya kalian memakai laba-laba sungguhan!

Sutradara Kim menyuruhku...

- Cari laba-labanya. - Baik.

Di sana.

Yurim merasa mual

dan bayinya... Aduh!

Kau gila? Apa yang kau katakan?

Maaf!

Minggir!

- Sutradara Kim. - Ya?

Tolong gunakan pemeran pengganti untuk adegan sulit.

Itulah yang kami lakukan.

Tidak ada lagi yang sulit.

Aktingmu bagus.

Ini sulit bagiku. Sangat sulit.

Baiklah, tapi aktingmu bagus.

Kita hampir selesai.

Tolong usahakan.

Jika terlalu berat, katakan saja.

Ini terlalu sulit bagiku.

Ini sulit sebelumnya. Aku terus mengatakannya!

Ayo berusaha lebih keras, Yurim.

- Aku menemukan laba-laba! - Sungguh?

Kita perlu menangkap satu lagi!

Itu dia. Masuklah, ada di sana!

Ini anak Hose.

Dari istri gelap, seperti kau.

Tampaknya temperamen buaya darat diturunkan.

Masuklah.

Tidak apa-apa.

Masuklah.

Kau lelah?

Masuk dan istirahatlah.

Masuklah ke sini!

Cut! Bagus!

Aktingmu luar biasa.

Menatap cucumu yang lahir

secara tak biasa.

Kenapa film ini begitu klise dan berlebihan?

Siapa lagi selain kau yang bisa, Nyonya?

Bagus sekali, Sutradara Kim!

Mengenai emosi...

- Sutradara Kim. - Sutradara Kim.

- Apa? - Kurasa

sebaiknya kau ikut ke kantor sebentar.

Apa lagi sekarang?

Ayo lihat saja.

Hei, bagaimana kau bisa membuat aktor kita mabuk?

Bukan aku.

Apa?

Kau biasa membuat aktor mabuk sepanjang waktu.

Membuat mabuk dan mencampakkan mereka

ke sungai pada musim dingin.

Aku disuruh Sutradara Shin!

Mengikuti perintahnya bahkan lebih buruk!

Kau bahkan mencuci kaus kakinya.

Kau mencucinya bersamaku.

Hentikan! Hanya Sutradara Kim penerus Sutradara Shin.

Penerus apanya?

Saat Shin berselingkuh, orang ini berjaga di luar.

Kaulah yang memperkenalkan semua wanita itu kepadanya!

Kau bisa sukses karena naskahnya.

Kau pikir karena bakatmu?

Aku menulis seluruh naskah itu!

Berapa kali harus kukatakan?

Dasar pecundang.

Kau bukan apa-apa tanpanya!

Lalu, kau? Tidak ikut wajib militer,

tapi ingin berperan sebagai pahlawan perang?

Peran pahlawan perang itu idemu.

Hei, Mido, hentikan.

Dia akan pingsan jika meminumnya.

Jangan lakukan itu!

Lagi pula, dia tak bisa bersikap seperti ini.

Dia sudah pingsan. Hei, bangun!

Kini kita menghadapi masalah. Apa rencana kita?

Apa lagi sekarang?

Sekretaris Park!

Ada apa?

Kenapa kau mabuk berat?

Jangan meremehkanku, Berengsek!

Bedebah itu berpikir

dia bisa berbicara denganku seenaknya.

Aduh, perutku...

- Kenapa aku minum begitu banyak? - Berbaring saja di sini.

Kau juga membuat Sekretaris Park mabuk?

Akan kubereskan semua ini. Jangan khawatir.

Bagaimana kau akan membereskannya?

Beraninya kau melakukan ini.

Hanya itu cara agar aku bisa menahannya di sini.

Namun, obat apa itu?

Jika Presdir Choi muncul, kita bisa kena masalah.

Siapa jadi pemburunya?

Bisakah kita menghubungi Oh Dongsoo?

Dia tak pernah datang ke sini tepat waktu.

Benar.

Kalau begitu, pilih pemain figuran yang wajahnya mirip.

Bukan masalah miripnya, tapi yang bisa berakting.

Astaga, Sutradara Kim.

- Anggota kru yang tinggi itu! - Tidak. Mereka tak bisa.

Panggil saja beberapa dari mereka!

Apa menurutmu ada orang yang bisa memainkan peran itu?

- Perlu aktor sungguhan. - Mereka bisa.

Pelankan suaramu!

Biar aku saja.

Akan kumainkan peran itu.

- Apa? - Apa?

Aku sudah hafal dialognya.

Aku hanya butuh janggut.

Aktingku akan jauh lebih bagus darinya.

Lepaskan bajunya.

Ide bagus. Aku akan melepas janggutnya.

Itu janggut sungguhan.

Kita perlu membuatnya.

Aku akan memberi tahu tim rias.

Bawa beberapa orang ke sini

dan sembunyikan mereka berdua di suatu tempat.

Bagus.

- Cepat siapkan adegan berikutnya! - Baik!

Serta rahasiakan ini!

Lepaskan ini.

- Lampunya saat itu... - Sebelah sini! Cepat!

- Sesuatu terjadi. - Kelihatannya begitu.

Selalu ada sesuatu di lokasi syuting ini.

Kau benar.

Kita sungguh perlu menyumpalnya?

Bagaimana jika dia berteriak saat syuting?

Menyumpalnya?

- Lakukan. - Baik.

Jangan sentuh itu!

- Sutradara Kim? - Teruskan!

Aku memasang banyak jebakan. Hati-hati.

Kulihat kau tak bisa meninggalkan kota ini.

Aku menghabiskan separuh hidupku di rumah itu.

Ke mana aku harus pergi?

Jika kau menghabiskan separuh hidupmu di sini,

bukankah kau layak mendapat imbalan yang sepadan?

Tidak adil

aku dan kau dicampakkan seperti ini.

Apa aku salah?

Kita berdua hidup sebagai budak

sebelum diusir.

Kau tahu hal terburuk

tentang hidup sebagai budak?

Tidak bisa merasakan penderitaan.

Merasakan penderitaan berarti menjadi manusia!

Karena penderitaan itu bukti kita hidup!

Kita harus bagaimana?

Hampiri dia.

Sutradara Kim?

Sutradara Kim?

Boleh kami hentikan?

Cut.

- Cut! - Cut!

Dialog itu sangat mengharukan.

Ambil senapannya.

Apa aktingku bagus?

Lebih dari bagus, sungguh luar biasa! Terbaik!

Sutradara Kim, apa sudah bagus?

- Tentu, bagus. - Sudah bagus!

Bagus!

- Apa aktingku bagus? - Sepertinya begitu.

Dengan janggut,

kau kelihatan seperti pemburu.

Kenapa aku begitu pandai berakting?

Ayo lakukan adegan berikutnya!

Adegan berikutnya!

Aku masih terkesima.

(Adegan R42)

Siap!

Mulai!

Bagaimana kau bisa melakukan ini?

Hidupku sudah usai.

Tidak ada alasan lagi untuk hidup.

Aku diusir dari rumah itu.

Mereka bahkan mengambil bayiku...

Kendalikan dirimu! Apa ini?

Biarkan saja aku di sini.

Tidak ada harapan lagi untukku.

Tidak ada yang lebih penting daripada nyawa manusia!

Kau mau anakmu kembali?

Kau akan terus menjebak hewan

tanpa pesangon?

Apa yang kau pikirkan?

Aku berniat untuk balas dendam pada keluarga keji itu.

Bagaimana?

Kau akan segera tahu.

Aku punya ide bagus.

Ini sangat menakutkan dan menyesakkan.

Siapa di sana?

Apa salahku sehingga pantas menerima ini?

Sesuatu di mataku...

Yurim...

Jadi, kau pelakunya.

Aku sangat bodoh.

Maaf.

Kita bisa mulai dari awal lagi.

Hanya kau yang ada di hatiku.

Kau mencampakkanku!

Bukan aku!

Aku hanyalah pion ibuku!

Yurim, kita sungguh saling mencintai.

Demi bayi kita,

yang mewarisi matamu dan hidungku...

Ya, ini dia.

Syuting ini langkah yang tepat.

Semua orang akan takjub.

Belum pernah ada di perfilman Korea...

Semua orang akan takjub.

Di perfilman Korea, belum pernah ada adegan

yang membuat jantung...

Apa itu?

- Lihatlah. - Baik.

Apa yang terjadi di sini?

Kenapa pintunya dihalangi?

Siapa bilang kau boleh syuting ini?

Hentikan kameranya!

Di mana Mido?

Dia bersama Sekretaris Park.

Sekretaris Park ada di sini?

Kacau sekali.

Kepala Choi baru saja menelepon.

Ini bencana!

- Apa? - Di mana Mido?

Sutradara Kim?

Apa yang terjadi padamu?

Kami butuh pengganti.

Kenapa diam-diam syuting film yang ditolak?

Karena filmnya ditolak?

Kau sungguh bodoh.

Inilah sebabnya kau dianggap tidak kompeten!

Di mana Mido?

Aku menyuruhmu berdiskusi dengan Mido dan mengabariku.

Aku tak menyuruhmu syuting!

Ini tak boleh.

Kepala Choi sedang menuju kemari!

Berhenti merekam!

Hong, hentikan kameranya! Jangan lakukan apa pun! Jangan bergerak!

Kau pikir bisa menyamai kehebatan Sutradara Shin? Omong kosong!

Hei, bongkar semua ini!

Semuanya pulang!

Aktor, pergilah ke ruang ganti!

Bagaimana kau membayarnya?

Aku tak akan membayar kalian untuk hari ini!

Kau pikir sutradara hebatmu akan membayarnya?

Di mana Mido? Ke mana dia pergi usai membuat kekacauan ini?

Di mana dia? Mido!

Omong kosong tentang mahakarya...

Sutradara Kim.

Dia pikir siapa pun bisa membuat mahakarya?

Sutradara Kim.

Mari istirahat!

Hei, lepaskan ikatanku. Ambilkan kursi.

Jangan bicara padaku!

Aku tak mengatakan apa pun.

Lokasi syuting terkutuk ini.

Orang-orang terkutuk ini.

Kenapa aku?

Kenapa aku?

Kenapa semua orang selalu berusaha menjatuhkanku?

(Penghargaan Film Daejong Ketiga)

Mereka akan membandingkanku dengan Sutradara Shin lagi.

Tanpa tahu tentang film ini,

mereka mengejek, mengkritiknya...

Aku sudah tamat.

Karier filmku berakhir tanpa pencapaian. Sudah berakhir.

Kenapa begitu murung?

Suara apa itu?

Sutradara Shin?

Apa yang kau lakukan di sini?

Bagaimana menurutmu?

Aku selalu berada di sini.

Semuanya masih sama.

Meja yang kugunakan, kursi, buku catatan,

meja, dan rak buku.

Karena itu ada,

aku juga ada.

Namun, katakan,

kenapa kau begitu sedih?

Film yang sempurna muncul di hadapanku,

tapi aku tak bisa merekamnya dengan benar.

Apa yang menghalangimu?

Semuanya. Semua orang menghalangiku.

Lembaga sensor mengkritikku,

orang-orang industri menggunjingkan dan mengejekku...

Ini sangat sulit.

Ayolah.

Apa pembuatan film itu mudah?

Semuanya tampak tidak sempurna,

semua orang menghalangi,

dan setelah semua upaya itu,

kritikus mencelamu.

Namun, katakan.

- Apa hanya itu alasannya? - Apa?

Apa ada hal lain?

Hal lain?

Mungkin...

aku tak berbakat.

Bakat.

Apa istimewanya bakat?

Bakat itu percaya pada diri sendiri.

Kau bilang sesuatu muncul di hadapanmu?

Percayalah pada hal itu.

Itu tak berasal dari pikiran orang lain.

Namun, semua orang bilang naskah itu bukan karyaku.

Jangan pedulikan omongan itu.

Lagi pula, kau sutradaranya.

Percayalah pada dirimu sendiri.

Fokuslah pada suara yang muncul dari dalam hatimu.

Kau tak mendengarnya?

Aku mendengarnya.

Suara jiwa seseorang.

Suara kegembiraan.

Suara badai!

Awas, ada api.

Sutradara Shin, kau terbakar!

Benar. Biarkan apinya berkobar.

Nyalakan apinya dan bakar tempat itu!

Itulah bakat!

Keluarkan semuanya dan bakarlah.

Hingga menjadi abu putih.

- Percayalah. - Sutradara Shin, kau terbakar!

Sutradara Shin!

Sutradara Shin!

Ada apa di sini?

Sutradara Kim?

Apa yang kau lakukan?

Tadi Sutradara Shin ada di sini, tapi dia menghilang.

- Pamanku? - Ya.

Kau minum obat lagi?

Tidak juga. Aku serius.

Tadi dia duduk di sini

dan memberiku petunjuk.

Dia menyuruhku mendengarkan suara yang muncul dari dalam diriku.

Saat dia meninggal,

adegan kebakaran...

Lokasi syuting terbakar...

Kebakaran. Bagaimana menghentikannya?

Tidak apa-apa! Hanya 20 detik!

Teruslah berakting! Kamera, arahkan ke potretnya!

- Geser! - Sutradara Shin, ini berbahaya!

- Hentikan syutingnya! - Keluarlah!

Berikan kameranya!

Bagus!

Asisten Sutradara, keluarkan aktornya!

Cepat keluar! Ini berbahaya!

Hati-hati!

Cut, bagus! Pegang kameranya!

Sempurna!

Sempurna!

Untuk merekam adegan itu,

dia menghilang ke dalam api.

Kini aku mengerti.

Dia percaya pada dirinya sendiri dalam segala situasi.

Untuk membuktikan keyakinannya,

dia memberikan jiwanya dan mempertaruhkan nyawanya.

Kau mengerti?

Sutradara Kim,

kurasa aku mengerti sekarang.

Kurasa aku merasakan energi yang kau pancarkan

saat memulai debut.

Energi itu kembali padamu sekarang.

Aku pasti bisa, 'kan?

Tentu saja.

Belum bisa dibilang tak bercela,

tapi hampir sempurna.

Kau pasti bisa.

Omong-omong, kau perlu turun.

Bibiku ingin bicara denganmu.

Kali ini, tunjukkan pada bibiku kalau kau bisa.

Mengerti?

Kalau begitu, aku turun dahulu.

Bersiaplah dan segera menyusul.

Ya, Sutradara Shin benar.

Aku harus percaya pada diriku.

Aku agak lepas kendali tadi.

Namun, ini mustahil.

Film ini akan dianggap antikemapanan,

menghina nilai kesopanan,

dan juga merusak moral!

Itulah yang mereka katakan di kementerian.

Aku tak mengerti akhir ceritanya.

Apa itu?

Drama vulgar, film horor,

film bencana, film hewan?

Adakah di sini yang paham akhir ceritanya?

Apa hanya aku?

Apa itu?

Blanc sequence?

Blanc secance?

Apa itu?

Itu pengambilan gambar panjang,

saat kamera dibiarkan merekam dalam waktu lama.

Ini membuatku kesal.

Yang ini!

Bagaimana kau akan merekam

adegan panjang yang berbahaya itu?

Hong, bagaimana kau merekamnya?

Kau punya rencana?

Kami belum sempat

membahasnya.

Baiklah, tentu.

Mengesampingkan itu,

Kepala Choi bisa datang kapan saja.

Bisakah syuting selesai sebelum itu?

Tampaknya mustahil bagiku.

Jika dia datang dan ingin membaca naskahnya,

apa yang akan kau lakukan?

Seluruh perusahaan kita akan ditutup!

Presdir Baek...

Permisi.

- Apa? - Aku baru saja menemukan ide.

Jika kita khawatir

Kepala Choi membaca naskahnya,

kita bisa bilang itu film antikomunis.

Ide bagus.

Dia meraih penghargaan untuk film antikomunis,

jadi dia akan menyukainya.

- Bagus. - Bagus sekali.

Apa itu mungkin?

Aku akan mencoba menulisnya.

Aku tak melihat pilihan lain.

Katakan sesuatu, Sutradara Kim.

Apa ini mungkin?

Percayalah padaku.

Kami akan mulai bekerja.

Ayo.

Asisten sutradara itu terkadang sangat pintar.

Apa yang kau rencanakan?

Apa? Apa maksudmu?

Adegan kebakaran itu. Brankasnya.

Serta akhir yang aneh.

Ada apa di balik semua ini?

Hei, ayolah...

Apa yang kau curigai?

Itu hanyalah kreativitas. Imajinasi sinematik.

Sikapmu terlalu sensitif.

Film ini membutuhkan adegan seperti itu.

Aku akan mengawasimu.

Jika itu sesuai dengan kecurigaanku,

walau aku rugi besar,

akan kubakar negatifnya

dan kubongkar segalanya

tentang film debutmu.

Selesaikan dengan cepat sebelum Kepala Choi datang.

Jika ada masalah, itu tanggung jawabmu.

Halo?

Aku mengerti.

Apa suamiku selamat?

Ya, aku akan memberitahunya.

Apa? Kenapa kau tutup teleponnya begitu saja?

Mereka minta uang.

Apa? Berapa?

Ayo hubungi polisi.

Kau gila?

Dia akan dibunuh jika kita lapor polisi!

Siapa itu?

Yurim, 'kan? Apa ini rencana wanita itu?

Itu suara pria.

Dia bilang, jika kita bawa uangnya,

suamiku akan dibebaskan tanpa terluka.

Berapa banyak uang tunai yang kita punya?

Investasi yang kita dapatkan dari bank ada di brankas,

tapi aku harus mengecek jumlahnya.

Periksalah sekarang. Ini mendesak!

Jika kita terlambat, dia mungkin akan dibunuh.

Kenapa kau mengikutinya?

Manajer Kim bisa mengeceknya.

Andai kau mati pada hari itu.

Kau penyebab semua ini!

Aku kehilangan Hose gara-gara kau!

- Hose! - Ibu!

- Hose! - Ibu!

Apa yang terjadi? Siapa pelakunya?

Yurim. Pelakunya Yurim.

Yurim?

Sudah Ibu duga.

Apa yang dia lakukan?

Akan kuceritakan semuanya.

Di mana Minja?

Dia pergi ke bank, tapi belum kembali.

Uangnya masih ada di brankas?

Syukurlah.

Kalau begitu, pertama-tama mari kita panggil polisi

dan mengeluarkan Ibu dari sini.

Tentu, ayo.

Kenapa kau berdiri di sana?

Dari mana kau masuk?

Semuanya sudah berakhir.

Untukmu dan keluarga ini.

Sayang, apa maksudmu?

Kenapa kau diam saja?

Apa maksudmu?

Kau masih menganggapku

sebagai benalu putramu?

Di keluarga ini, beginilah caramu

memanfaatkan dan mencampakkan wanita!

Sayang.

Lihatlah ini!

Itu kau?

Benar. Wanita yang kau usir.

Dia ibuku!

Setelah menjadi istri gelap suamimu,

dia dibuang ke jalan

hanya dengan sedikit uang.

Sudah 30 tahun aku menantikan hari ini.

Untuk menghancurkan keluarga ini

dan merebut kembali kekayaan sah ibuku.

Hari ini saatnya.

Apa maksudmu?

Kalau begitu, itu berarti...

kau saudara tiriku!

Saudara tiri?

Jangan konyol!

Ayah kita berbeda.

Ibumu meyakini aku putri ayahmu.

Maka itu ibumu mengusir kami dari rumah ini!

Syukurlah!

Tidak begitu!

Wanita itu adikmu!

Minja, ini benar-benar kau.

Kau bisa bicara?

Namun, apa maksudmu?

Minja adik tiri Hose?

Apa katamu?

Istriku adalah adik tiriku?

Tidak. Ini mustahil.

Ayahku pria lain!

Itu tak masuk akal! Jangan bicara omong kosong!

Tidak, Minja!

Kau putriku!

Di lengan kananmu,

ada tujuh tahi lalat berbentuk Bintang Biduk!

Tujuh tahi lalat?

Apa katamu?

Tidak. Ini mustahil.

Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh.

Tujuh bintang! Tujuh!

Keluarga kita hancur!

Ini mustahil.

Ini mustahil.

Tidak mungkin.

Dasar pria terkutuk!

Matilah!

Matilah!

Orang bodoh sepertimu harus mati!

Apa kau manusia? Matilah!

Tatapan gila di matamu!

Lebih menakutkan!

Cut!

- Aku sangat lelah! - Ini bagus sekali.

Ini terlalu berlebihan, 'kan?

Film ini harus berpengaruh

dan segar.

Aku percaya pada diriku.

- Aku makin gugup! - Tentu.

- Astaga, ini menjengkelkan. - Pengambilan gambarnya bagus?

- Hasilnya bagus. - Baiklah. Bagus.

Berikan kepadaku.

Baiklah, ayo beralih ke lokasi berikutnya!

Kami ada makanan, tapi untuk menghemat waktu,

silakan makan sambil jalan. Ayo!

- Nyonya, camilanmu. - Taruhlah di sana.

Makanlah bersama.

- Saatnya makan. - Pak, makanlah.

Makanlah bersama kami.

- Kami akan makan di luar. - Baiklah.

- Selamat menikmati. - Baik, terima kasih.

- Seah. - Hose, ayo makan.

Makanlah lebih dahulu.

- Biar aku saja. - Kau mau ke mana?

Ya, mulailah tanpa aku.

Pergilah.

Pergilah. Biar aku saja.

- Pergilah. - Ini kelihatan enak.

Yurim, kau baik-baik saja?

Makanlah.

Makanlah.

Aku baik-baik saja. Aku akan tidur lagi.

Kau sebaiknya makan dahulu.

Kau tidak sakit, 'kan?

Kau demam!

Bagaimana jika kau terlalu memaksa dan sesuatu terjadi?

Hose.

Aku jadi tak nyaman saat kau memperhatikanku.

Jangan begitu.

Tidak nyaman?

Tentu saja aku harus memperhatikanmu.

Tidak.

Aku hanya perlu tidur lagi.

Kapan ini akan selesai?

Aku harus syuting drama besok.

Tunggulah di sini.

- Sutradara Kim. - Mari ubah seperti ini.

Sutradara Kim,

Yurim demam tinggi saat ini.

Tidak bisakah kita dahulukan adegan Yurim?

Yurim ada di lokasi kebakaran,

bagaimana merekamnya lebih dahulu?

Kenapa tiba-tiba?

- Akan kutemui dia. - Jangan ganggu dia.

Apa adegan Yurim berikutnya?

Dia mengejar Hose di hutan,

kena perangkap, dan berlumuran darah.

Setelah itu bagian akhir, 'kan?

Kita rekam adegan itu sekarang

agar Yurim bisa beristirahat di antaranya.

Bukan begitu? Siap?

Kau tak boleh mengubah plot dalam film antikomunis...

Yurim.

- Yurim. - Ya?

Kau disuruh keluar.

Kau harus keluar sekarang. Cepatlah.

Kenakan sepatumu.

Berikan pakaianmu.

Cepatlah.

Apa ini cukup?

- Akan kurapikan bajumu. - Lakukan setelah latihan.

Jangan terlalu banyak.

Kalau begitu, sedikit saja.

Semuanya minggir, ayo mulai latihan!

Siap.

Mulai!

Lakukan dengan benar.

Seharusnya aku tak pernah memercayai laki-laki.

Tunggu saja.

Cut!

Kau harus berakting dengan benar.

Lagi?

Apa hanya itu dialognya?

Kenapa pendek sekali?

Hei.

- Kau tak bisa berakting? - Apa?

Kau akan merusak mahakarya ini?

Merusaknya? Aku sakit,

jadi aku pelan-pelan saat latihan.

Jika kau sakit, berhentilah.

Lagi pula, aktingmu jelek.

Apa?

Aku alergi terhadap darah itu, jadi tak bisa dirias.

Alergi terhadap darah?

Itu palsu. Kenapa bisa alergi?

Aku alergi terhadap darah palsu!

Kalau begitu, jangan lakukan!

Sutradara Kim, aku akan berperan sebagai Yurim.

- Dia sudah gila? - Hei!

Yurim kita mengalami kesulitan!

Kau pikir akting itu lelucon?

Beraktinglah.

Aku ada alergi!

Kau tak ada alergi sebelumnya.

Sutradara Kim, bagaimana Yurim kita tahu itu?

- Dia bukan dokter. - Diamlah!

Tunggu.

Kenapa kau terus mengatakan 'Yurim kita'?

Apa ada sesuatu antara kalian berdua?

Aku mengatakan secara umum.

Maksudku anggota tim kita.

Baiklah.

Tunjukkan saja sedikit ketegaran dan keputusasaan!

Seharusnya aku tak pernah memercayai laki-laki.

Tunggu saja!

- Kukira ada orang di belakangku. - Kau tak bisa begitu?

Kau sungguh mengerti tokohnya.

Sutradara Kim, aku ada alergi!

Sutradara, waktunya mepet. Akan kulakukan.

Tidak bisa! Semua orang di sini gila!

Kau baik-baik saja?

Tunggu.

Tunggu.

- Aku perlu istirahat. - Tinggal beberapa adegan lagi.

Kenapa memperlakukan orang sakit seperti itu?

Memangnya dia putri raja?

Kita harus bagaimana?

Kami tak tahu apa yang akan terjadi,

jadi aku akan bersiap-siap.

Yurim masih berbaring?

Ya, dia kelihatan sakit parah.

Jika adegan itu tak direkam hari ini,

mustahil selesai besok.

Apa Mido sudah siap?

Sutradara Kim, aku siap! Ayo kita syuting.

Dia sungguh siap?

Aku menyiapkan ini dengan terburu-buru.

Ini upaya terbaikku.

Akan kurapikan sebelum syuting.

Kenapa gaun ini sangat ketat?

Lengan bawah Mido agak besar...

Lenganku sama dengan Yurim!

Apa perutmu sebesar itu?

Apa ada gaun lain?

Hanya ini yang tersisa.

- Namun, ini... - Ke mana dia pergi?

Kau lihat Sekretaris Park?

Apa yang terjadi padanya?

Terlihat mirip. Ayo segera syuting!

- Mirip? - Ayo syuting saja!

Apa? Dia sungguh akan menggantikanku?

Apa kalian berencana merusak filmku?

Yurim...

Jangan marah. Itu berbahaya.

Kau tak punya aktris?

Kenapa dia yang berakting?

Kenapa dia memainkan peranku?

- Kalau begitu, lakukan. - Aku lelah!

- Yurim bilang dia lelah! - Jangan ikut campur!

- Kenapa kau bisa lelah? - Kenapa dia bisa lelah?

Jangan ikut campur!

Bukan urusanmu, jangan ikut campur!

Ini urusanku.

Kondisi Yurim sedang rentan!

Kenapa kau mengatakan itu?

Apa maksudmu?

Ini urusanku!

- Dia sedang mengandung anakku! - Hentikan!

Ini bukan anakmu!

Apa yang terjadi sebenarnya?

Itu...

Ini kali pertama aku mendengarnya.

Bukan itu yang penting.

Ayo syuting. Waktunya mepet!

Hose, kau masih berselingkuh?

Apa ini?

Aku butuh...

- waktu sendirian. - Hose.

Diam!

Tolong jangan ajak aku bicara.

- Hose! - Biarkan mereka

dan ayo lakukan tugas kita.

Dia sedang sensitif, kita tak bisa membiarkannya.

Mereka benar-benar ingin merusak filmku.

Sutradara Kim.

Tunggu, kenapa aku datang ke sini? Sekretaris Park!

Mau pergi ke mana?

Kau perlu menata rambutku. Masuklah.

Lokasi syuting sutradara Kim benar-benar seperti opera sabun.

Kau tak menyembunyikan Sekretaris Park, 'kan?

Untuk apa aku menyembunyikannya?

- Menyembunyikan siapa? - Siapa ini?

Aku curiga ada kaitan antara

kebakaran dahulu dan film ini.

Maaf, dia aktor metode.

Kau juga ada di sana saat itu, Presdir Baek?

Siapa ini? Kau polisi sungguhan?

Demi aktingku,

aku menjalani hidupku sebagai detektif.

Aku menyelidiki kejadian itu...

Apa kau melihat Hose?

Tidak ada apa-apa di sini.

Kenapa menyelidikinya?

Hei, Asisten Sutradara, kenapa kau memilih pria seperti ini?

Kau bilang cari pemeran detektif.

Dia orang aneh!

Dia cukup terkenal dengan peran detektif.

Jangan membantah!

Sutradara Kim, waktunya mepet. Ayo mulai syuting!

Cari Sekretaris Park dahulu!

Aku setia kepadamu, Sutradara Kim!

Apa maksudmu setia?

Aku bisa melihatnya di matamu.

Kau ikut Sutradara Lee Manhee?

- Aku sudah dengar. - Itu kesalahpahaman!

Kesalahpahaman apanya? Sudahlah.

Hose!

Sutradara Kim selalu begini?

Jangan tanya.

Hose, keluarlah sekarang!

Buka pintunya! Apa yang terjadi di sini?

Kepala Choi datang.

Kita harus bagaimana?

Sebaiknya aku bersembunyi.

- Aku ada perjalanan bisnis. - Kau tak boleh bersembunyi.

Jika kita panik,

kita semua akan ditangkap!

Tenanglah.

Buka pintunya sekarang!

- Buka! - Kita perlu membuka pintunya.

Berikan kuncinya.

Akan kubuka! Tunggu sebentar!

Siapa yang mengunci pintu ini?

Siapa yang menguncinya?

- Cepatlah! - Tunggu sebentar.

- Tunggu sebentar, Pak Kepala! - Maaf.

- Sudah terbuka. - Sudah terbuka!

Selamat datang, Pak Kepala!

Ada perlu apa datang ke studio?

Di mana Sekretaris Park? Dia ada di sini, 'kan?

Ya, dia datang, kemudian pergi.

Dia tak bisa dihubungi.

Kenapa tidak?

- Cari Sekretaris Park! - Baik, Pak.

Pencarian tak diperlukan.

Film apa yang kalian rekam di sini diam-diam?

Tidak diam-diam. Syutingnya di tempat terbuka.

Kita syuting secara terbuka, 'kan?

- Benar! - Sangat terbuka.

Lalu, kenapa mengunci pintu?

Kenapa kami menguncinya?

Benar juga.

Ada masalah pencurian properti.

- Banyak properti dicuri. - Serta kucing masuk.

- Kucing. - Mereka kepanasan...

Makanan yang kami berikan terlalu banyak...

Berhenti bicara omong kosong!

Di mana Sutradara Kim?

Sutradara Kim.

Itu dia, 'kan?

Dia cepat.

Dia lari ke mana?

Tunggu sebentar, Pak Kepala.

Lupakan dia sejenak.

- Ikutlah ke kantor kami. - Ya, benar.

Kita perlu membahas hal mendesak

dan aku punya sesuatu yang enak.

Kenapa dia kabur?

- Dia tidak kabur. - Bawa Kepala Choi ke atas.

Minta semua orang istirahat

dan suruh Sutradara Kim ke atas. Naiklah.

Bawakan juga naskah barunya! Naskah baru.

Itu semua demi kebaikan.

Semangat.

Aku tak tahu harus bagaimana.

Sebagian besar kesalahan ada padaku.

Ada hikmah di balik kesialan.

Coba pikirkan.

Jika itu anakmu, apa yang akan kau lakukan?

Yurim sangat licik dan jahat

menipumu seperti itu,

tapi keadaanmu jauh lebih baik.

Bersikap baiklah pada Yurim.

Dia memaksakan dirinya datang kemari...

dalam keadaan seperti ini karena tanggung jawabnya.

Jadi, jangan biarkan sesuatu terjadi padanya.

Apa yang kulakukan?

Semuanya berkaitan dengan Yurim sekarang!

Kenapa pakai laba-laba sungguhan,

padahal dia sangat membencinya?

Pernahkah kau benar-benar jujur

di depan kamera?

Aku ingin melihat akting sungguhan!

Apa ini hanya demi aku?

Saat aktor melihat dirinya terbaring

di layar lebar,

bukankah itu mengerikan?

Aku melakukannya agar tak ada yang kita sesali.

Tidak ada alasan lain.

Lalu, apa yang kau lakukan di sini?

Sutradara Kim?

Wiski yang enak.

Ada banyak wiski yang lebih enak.

Apa ini sungguh film antikomunis?

Begini,

jika akhir ceritanya diubah, ini akan menjadi...

film antikomunis yang bagus.

- Ya, benar. - Sungguh?

Lalu, bagaimana kelanjutannya dari sini?

Begini...

Kami syuting ulang mulai dari adegan ini.

- Dari kebakaran? - Benar.

Adegan ini akan menjunjung tinggi pembentukan kapitalis

dan bisa dikatakan menyerukan era baru.

Ya, benar.

Jadi, kau membakar semua komunis?

Tentu saja,

ini ritual sakral untuk membakar ideologi subversif.

Jika diakhiri dengan Nyonya Oh membunuh suaminya,

itu hanyalah drama vulgar.

Namun, apa itu pengambilan gambar tanpa terputus?

Itu pengambilan gambar panjang.

Saat kami membiarkan kamera merekam tanpa jeda.

Jadi, kau menunjukkan pembakaran komunis

dalam waktu yang lama?

Ya, benar.

Bakar semuanya!

Kau juga bisa langsung meminumnya.

Apa yang kau lakukan? Ayo mulai syuting!

Terima kasih.

Pergilah.

Terima kasih banyak, Pak Kepala.

Kami tak akan mengecewakanmu.

Kami akan berusaha semampu kami.

Terima kasih.

- Kau melihat Mido? - Tidak.

- Kau melihat Mido? - Aku tak tahu siapa itu.

Kau tim apa?

- Sinematografi. - Jangan merokok!

Hei, Mido, apa yang kau lakukan di sana?

Kau juga merokok?

Mau membakar lokasi syuting?

Kenapa kau tak bersiap-siap?

Kita boleh syuting?

Aku membujuknya agar diizinkan.

Ayo syuting.

Sutradara Kim, aku menghargaimu.

Masa bodoh dengan rasa hormat itu.

Aku menyayangimu!

Itu lebih buruk lagi. Cepatlah bersiap-siap.

Baik!

Mari buat mahakarya

seperti 'Love Like a Flame'.

Baiklah. Kau sungguh bisa?

Akting itu tak mudah.

Aku merasakannya sekarang.

Aku akan pergi ke sana!

Kepala Choi, silakan duduk. Di sini.

Aku benar-benar boleh minum di lokasi syuting?

Tentu. Nikmatilah.

Ini sungguh luar biasa.

- Aku harus pergi ke mana? - Di sana. Sebelah sana.

Bukan di sana, di sini.

Di sini.

Bukankah peran ini dimainkan oleh Han Yurim?

Yurim mengalami... alergi darah.

Itulah alasannya.

Kau bisa mengganti aktor

untuk peran penting seperti itu?

Terkadang, jika ada adegan yang sulit bagi aktor,

kami pakai pemeran pengganti.

Bagaimana kalau kita berlatih?

Kita mulai latihannya!

Semuanya minggir. Ini dia!

Siap!

Mulai!

Seharusnya aku tak pernah memercayai laki-laki.

Tunggu saja!

Apa itu?

Bagus sekali.

Bagus.

Bagus.

Itu bagus, tapi...

- Perbaiki aktingmu. - Baik.

- Ayo kita rekam! - Baik.

- Wajahnya kelihatan berbeda. - Kami bisa menutupi wajahnya.

Baiklah, wajah.

Biarkan rambut ini tergerai, tutupi.

Kau tampak mirip sekarang.

Jika rambutku begini, aku tak bisa lihat ke depan.

- Lihatlah ke bawah. - Bawah.

Baiklah, ini dia! Siap!

- Merekam. - Mulai!

Seharusnya aku tak pernah memercayai laki-laki.

Tunggu saja!

Dia terlihat seperti hantu!

Menakutkan.

Kenapa kau begitu menakutkan?

Seperti hantu.

Memangnya kau hantu?

- Bagaimana kalau berpaling? - Haruskah aku berbalik?

Seperti ini. Sebelah sana. Bagus!

- Ayo mulai lagi! - Tunggu sebentar.

Berikan aku segelas air.

Akting itu...

mungkin terlihat mudah...

tapi di depan kamera,

orang jadi gugup.

Jadi, mereka menghilangkan rasa gugupnya seperti itu.

Baiklah, siap!

Merekam.

Mulai!

Seharusnya aku tak pernah memercayai laki-laki.

Tunggu saja!

Berjalanlah.

Turunkan lenganmu.

Bagus.

Untuk adegan ini, tak apa-apa jika kelihatan sedikit lucu.

Teruslah berjalan. Jangan menoleh ke belakang.

Sutradara Kim, cut!

Ini sama sekali tak meyakinkan.

Cut.

Aku juga tak yakin.

Asisten Sutradara,

- coba cek keadaan Yurim. - Baik.

Sutradara Kim.

Kenapa Yurim? Apa aku...

- Siap? - Ya, aku sudah selesai.

Dia sudah siap. Kami sudah selesai.

Mereka pikir semua orang bisa berakting.

Konyol sekali.

Ayo. Kepala Choi ada di sana?

Ya, ayo.

Semuanya sudah dibawa?

Yurim datang.

Sutradara Kim,

emosi di sini kemarahan terhadap Hose, 'kan?

Kemarahan yang tertahan.

- Benar. - Jadi, aku benar.

Itulah yang kupikirkan.

Aku mengerti. Baiklah.

Dia cukup bersemangat.

Benar. Aku memberinya nama itu saat dia baru mulai,

terinspirasi oleh film Hong Kong berjudul

'Passionate Yurim'.

- 'Passionate'... - Ya, 'Passionate Yurim'.

Sudah siap?

Mari mulai merekam.

Ayo menyingkir.

Sudah siap.

- Baiklah, ini dia. - Tunggu sebentar.

Dia membangun emosinya.

Hei, apa yang kau lakukan? Pergilah!

Baiklah, siap.

Kamera merekam.

Mulai!

Seharusnya aku tak pernah memercayai laki-laki.

Tunggu saja!

Terasa berbeda dengan aktor sungguhan.

Emosi yang sangat kuat.

Kepala Choi,

selera sinematografimu tak tertandingi.

Cut! Bagus!

Bagus sekali! Sangat bagus!

Dasar wanita licik.

- Apa bagus? - Bagus. Sangat bagus!

Namun, bagaimana kau bisa terpikir merobek gaunmu

untuk menghentikan pendarahan?

Aku menghayati emosi karakterku,

jadi itu muncul begitu saja.

Benar! Maka itu, kau Yurim yang penuh semangat.

- Bagus, 'kan? - Dia memang penuh semangat!

Ayo beralih ke lokasi berikutnya!

Sutradara Kim,

merekam adegan dengan api

dalam sekali coba tidaklah mudah.

Maka itu harus kita lakukan.

Jika ada sesuatu yang mustahil, lakukanlah.

Saat kita kesulitan,

energi itu akan tecermin di layar

dan menghasilkan dampak besar.

- Itulah arti film, 'kan? - Benar.

- Percayalah padaku. - Aku mengerti.

Namun, jika ada satu saja kesalahan,

kita harus mengulanginya lagi.

- Benar. - Masalahnya,

kita perlu memberikan kameranya kepada tim lain.

Mereka membutuhkannya kemarin,

tapi aku hanya mendapatkan satu hari lagi.

Kapan mereka tiba?

- Mereka sudah tiba. - Di mana?

Halo.

Sekarang saatnya klimaks.

Ini akan menyenangkan.

Pengambilan gambar langsing.

- Pengambilan gambar langsung. - Langsung!

Semua mata-mata Korea Utara akan terbakar dan mati di adegan ini?

Mereka akan berderak dan terbakar.

Berderak dan terbakar.

Ini akan bagus.

Aku tak sabar.

Sekali lagi, kita harus mempraktikkan

hasil latihan kita

tanpa satu kesalahan pun.

Bersiaplah,

terutama Nyonya Oh.

- Baik. - Baiklah kalau begitu.

Semuanya sudah siap? Keluar dari lokasi syuting.

Kita sungguh melakukannya?

Ya, masuklah dari sana.

Pastikan kau menangkapku.

Berikan kami hujan!

- Semuanya siap untuk mulai? - Ya, siap.

- Siap! - Merekam!

Mulai!

Minja perlahan turun.

Dia melihat sesuatu dan berhenti.

Bagus.

Kamera, perlahan mundur.

Nyonya Oh, bersiaplah.

Nyonya Oh, tunggu sebentar.

Tarik kakimu ke belakang.

Bagus.

Kamera pelan-pelan.

Lalu, turun.

Kamera majulah. Nyonya Oh, mulailah!

Cepat jalan.

Tutup pintunya! Hujan!

Hanya kami yang melakukan ini di Korea.

(Cobweb)

Pandanganmu terhalang, 'kan?

Kami akan segera membukanya.

Dalam pengambilan gambar panjang ini,

kameranya berputar 360 derajat,

tapi saat berputar ke arah lain,

kami akan membukanya lagi.

Nyonya Oh.

Kau merasakan kemarahan.

Nyonya Oh, berhenti.

Tataplah Presdir Kang dengan segenap kemarahan dan cemoohanmu.

Sekarang, masuklah.

Masuklah.

Nyonya Oh, ambil pemantik dari meja.

Pelan-pelan.

Sekarang, tutupi jasad Kang dengan selimut.

Mulailah menuang bensin di kamar.

Pelan-pelan.

Bagus.

Kesedihan, penyesalan, kemarahan...

semua emosi yang kompleks itu.

Ganti jasadnya. Presdir Kang.

Presdir Kang, cepat menyingkir.

Buka pintunya!

Jika sudah selesai, keluarlah.

- Kini dialog terakhir Nyonya Oh. - Peganglah!

Tidak kusangka hidupku...

dan keluarga ini berakhir begini.

Jangan cari aku di dunia berikutnya.

Kepala Choi?

Pergilah ke neraka,

Pria Terkutuk!

Air mata kesedihan.

Sekarang, jentik pemantiknya.

Lemparkan!

Kebakaran, keluar! Menyingkir dari kamera.

Sekarang, berbalik dan keluar dari ruangan.

Yurim, bersiaplah. Cepat!

Bersiaplah, Semuanya!

Katak emasnya.

Pemeran Pengganti, bersiaplah!

Ikuti.

Ikuti, cepat!

Pemeran pengganti menyingkir, Nyonya Oh berbaring.

Minja!

Ambil katak emasnya.

Minja pernah membunuh,

kenapa tidak sekali lagi?

Tanpa belas kasihan...

pukul dia!

Nyonya Oh, jangan bergerak atau bernapas.

Siapkan apinya.

Ambil kunci dari lehernya.

Nyalakan apinya sekarang.

Minja menyeringai puas.

Cepat menyingkir!

Dia menatap sejenak api yang menjalar,

lalu melangkah ke lantai dua.

Yurim, bersiaplah!

Sekretaris Park...

Sekretaris Park dan si pemburu ada di sana!

- Apa? - Bagaimana ini?

Kau menaruh mereka di sana?

Sekretaris Park ada di atas sana?

Apa semuanya akan terbakar?

Aku akan memberi tahu Sutradara Kim.

Tatap Nyonya Oh.

Lalu, katak emasnya. Ini dia.

Ambil katak emasnya.

Ada orang di atas sana.

Tunggu, aku hanya butuh 30 detik.

Sutradara, syuting harus dihentikan.

Apinya berkobar, bagaimana kita bisa menghentikannya?

Sekretaris Park ada di atas!

Minggir! Hanya 20 detik!

Yurim, berjalanlah ke atas dengan tatapan serius.

Haruskah aku naik?

Aku butuh kau di sini!

Kalian Berdua, cepat lari!

Minggir!

Menatap penuh arti ke lantai dua.

Tataplah, lalu pergi ke tangga!

Berjalanlah perlahan.

Sepuluh detik!

Plafonnya runtuh!

Lima detik!

Berjalanlah. Satu langkah lagi! Dua, satu!

Cut! Bagus!

Bagus! Matikan apinya!

Kamera!

Hong, kau merekam semuanya?

Semuanya terekam?

- Ya, semuanya! - Baiklah!

Yurim!

Yurim!

Aku datang!

Yurim, aku akan melindungimu.

Itu Sekretaris Park, 'kan?

Tidak apa-apa, Yurim.

Astaga!

Sekretaris Park, kemari!

Sekretaris Park!

Presdir Baek, kemarilah!

Sulit kupercaya.

Hal serupa terjadi.

Hal serupa apa?

Insiden kebakaran sebelumnya?

Apa-apaan?

Presdir Baek, ada apa ini?

Yurim!

Hose, nanti kutelepon.

Aku harus segera pergi.

Maaf!

Hati-hati di jalan. Jangan memaksakan diri dan...

Semoga hidupmu menyenangkan!

- Di mana mobilmu? - Di sana.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Ada informasi lain soal kebakaran dengan Sutradara Shin?

Syuting sudah selesai,

jadi kenapa repot-repot?

Aku hanya mendalami karakter di lokasi syuting.

Metode akting!

Detektif Hwang itu hidupmu.

Kini aku harus mencoba peran lain.

Bagaimana dengan drama kostum?

Ide bagus.

Naiklah, Yang Mulia!

- Aku akan naik. - Baik.

- Bagus, Semuanya! - Bagus!

Bagus sekali.

Semua sudah naik! Jalanlah!

Sampai jumpa!

Cari tahu kapan truk peralatan datang.

- Bagus sekali, Pak. - Kerja bagus!

Di sini! Parkirlah di sini.

Terus.

Terus. Berhenti! Bagus.

Astaga!

Tidak!

Apa yang terjadi?

Sutradara Shin pingsan!

Sutradara Shin!

Asisten Sutradara!

Cepat masuk!

Ambilkan air!

Sutradara Shin!

Selamatkan dia! Sutradara Shin!

('Love Like a Flame' oleh Shin Sangho)

(Sutradara Kim Yeol)

Dasar bedebah jahat!

Baik, matilah!

Tidak kusangka hidupku...

dan keluarga ini berakhir begini.

Jangan cari aku di dunia berikutnya.

Pergilah ke neraka,

Pria Terkutuk!

Lepaskan!

Kau pikir aku akan mati dengan mudah?

Minja!

Yurim!

Kau baik-baik saja?

Kurasa...

ini kunci brankas keluarga.

Sebanyak apakah kekayaan Pak Kang?

Kabarnya...

dia punya banyak uang.

Kau tahu, Minja?

Aku juga tak tahu.

Sebanyak apa pun uangnya,

keluarga terkutuk ini sudah mati,

jadi kita bisa bagi dua.

Namun, akulah yang memegang kuncinya.

Apa maksudmu?

Ini semua rencanaku!

Kau cukup mengikuti perintahku!

Minja,

kenapa kau kelihatan sangat ketakutan?

Aku hanya bercanda.

Kau pikir aku akan berkhianat?

Jangan khawatir, istirahat saja di sana.

Aku akan membukanya.

Kenapa kau melakukan ini?

Lagi pula, satu orang tak bisa menghabiskan uang itu!

Aku hanya butuh sedikit.

Jangan tamak.

Aku sudah merencanakan ini selama bertahun-tahun!

Tidak ada tempat untuk tamu tak diundang!

Aku harus menyingkirkanmu.

Maaf.

Bukan aku yang membunuhmu,

tapi dia.

Jangan membenciku.

Kenapa kau muncul dalam hidupku?

Selama 30 tahun, aku sudah menunggu hari ini.

Jadi, beginilah drama balas dendamku berakhir.

Benar...

hidup itu tak bisa ditebak...

Laba-laba! Aku benci laba-laba!

Aku takut laba-laba!

Aku benci laba-laba! Selamatkan aku!

Aku...

benci...

laba-laba.

Nyonya?

Presdir Kang?

(Tamat)

(Song Kang Ho)

(Lim Soo-jung, Oh Jung Se)

(Jeon Yeobeen, Krystal Jung)

(Serta Park Jeong-su, Jang Young-nam, Jung Woo Sung)

(Disutradarai oleh Kim Jee-woon)

Bagus sekali!

Bagus sekali!

Hore!

(Disutradarai oleh Kim Jee-woon)

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.