All language subtitles for How to Make Millions Before Grandma Dies (2024)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian Download
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino Download
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician Download
ka Georgian
de German Download
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese Download
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Penghormatan kepada Yang Teberkati, Yang Tak Ternoda,

Yang Terjaga Sempurna.

Penghormatan kepada Yang Teberkati, Yang Tak Ternoda,

Yang Terjaga Sempurna.

Penghormatan kepada Yang Teberkati, Yang Tak Ternoda,

Yang Terjaga Sempurna.

Ibu berdoa kepada siapa?

Ibu kenal orang di dalam sana?

Ibu berdoa kepada makhluk suci.

Ibu mau dimakamkan di pemakaman tunggal begini.

Sepertinya itu tak akan terkabul. Harganya satu juta per kaveling.

Ibu!

Siap untuk pergi? Keluarga asli mereka datang.

Ya, tunggu sebentar.

Ayo, Ibu.

Ibu bisa dimakamkan di pemakaman seperti ini.

Dekat dengan Nenek dan Kakek.

Ini nyaman dan tidak mahal.

Jangan dengarkan dia.

Nanti aku belikan. Dapat satu juta mudah sekarang.

Menjauhlah dari Ibu.

Napasmu bau rokok.

Coba kembalikan uang yang Ibu pinjamkan dahulu.

Berapa banyak utangmu kepada Ibu, Soei?

Entah. Aku lupa. Aku hanya ingat hal-hal baik.

Ingatanmu selektif. Beraninya kau melangkahinya!

Kau! Sudah berapa dekade kau datang ke sini?

Bokong bebek dan ayam itu menghadap wajah orang tua Ibu.

Kalau begini boleh?

M.

M.

M.

Bantu Ibu.

Aku sudah bantu menggelar tikar, Bu.

Ayolah.

Beraninya kau! Upacaranya belum dimulai.

Kita di sini untuk Hari Menyapu Makam, tapi kau hanya main gim.

Ayolah, Amah. Setidaknya aku datang.

Lihat keluarga Paman Kiang.

Begitu rupanya. Ya.

- Sudah kubilang, semua datang. - Baik.

Apakah panas?

Tidak.

Kau belum bersiap?

Aku akan menyalakan dupa untukmu, ya?

- Ibu. Ini Ibu. - Rainbow, sapalah Nenek.

Selamat pagi, Nenek.

- Bagus… - Setahun sekali,

kita datang ke sini memberi hormat. Istri dan putrimu tidak pernah hadir.

Sebentar.

Sebarkan di sana.

Lihat wajahmu.

KAKEK DAN NENEK

Astaga. Lihat yang kau lakukan. Tidak bisakah kau sebarkan dengan baik?

- Semua cara sama. - Lihat?

Kakek dan nenek buyutku telah ke awan.

Kau benar-benar qi chou.

Apa?

- "Tidak berguna." - Ya.

Ibu, turunlah. Nanti jatuh.

Nanti juga tersebar tertiup angin.

Ibu keras kepala.

Turunlah.

Dia mencari masalah.

Ibu!

Ibu, turunlah sekarang.

- Hei, Ibu! - Ibu!

IGD

Keluarga pasien, silakan isi formulir.

Baik.

Sampai jumpa, Bu.

Sew, masuklah dan isi formulirnya.

Hai, Kalian.

Aku harus menjemput Rainbow. Siapa yang bisa tinggal? Kuberikan uang.

Motorku di rumahmu, Kiang.

Aku harus ambil kendaraanku dahulu, lalu kembali untuk menemani Ibu.

Kau gila? Rumah Kiang jauh di perdesaan.

Jangan repot bolak-balik. Aku bisa menjaganya.

- Benarkah? - Ya.

Ambil ini.

M.

Paman Kiang akan melewati MRT?

Ya.

Boleh aku menumpang?

Baiklah. Ini.

- Ayo. - Sampai jumpa.

Kau yang urus, ya?

Tempat ini penuh dengan jimat, Semuanya.

Tunggu, ada hantu!

Ada hantu, Kawan-Kawan. Rasakan itu!

- Tunggu, hantunya ke mana? - Hanya empat penonton?

Suara Ibu tertangkap mikrofon.

Ibu, duduk dan istirahat dahulu.

Ibu sudah berdiri seharian.

Ibu sudah baca pesanku?

Kau ingin komputer baru untuk gimmu

dan ingin detail kartu Ibu. Kenapa tak pakai kartumu sendiri?

Mereka akan memblokir kartuku.

Biarkan itu ditangguhkan.

Jika internetmu terputus lagi, Ibu tak akan membayarinya.

Ibu tak paham.

Saat berhenti sekolah demi jadi penyiar gim, kau bilang apa?

Kau akan punya banyak uang.

Kau akan menyewa apartemen sendiri dan memberi Ibu uang.

Ibu ingin pensiun di usia 60 tahun.

Aku tahu.

Jangan memperburuk perasaanku.

Astaga.

Saat Amah jatuh di Hari Menyapu Makam,

dia bilang sakit perut kepada dokter dan kotorannya berdarah.

Jadi, mereka memeriksa ususnya.

Hasilnya keluar pagi ini.

Amah mengidap kanker.

Sudah stadium akhir.

- Dokter bilang waktunya satu tahun lagi. - Mati!

Mereka sudah kusuruh berdoa dahulu.

Sial.

Kita cari waktu untuk mengunjunginya.

Namun, jangan bahas soal kanker itu.

Ibu tidak mau dia stres.

Ibu mau membayarku untuk pergi?

Waktuku adalah uang.

Astaga.

MUIII: TELEVISINYA BERMASALAH LAGI

JIKA ADA WAKTU, BISA DATANG DAN MEMPERBAIKINYA UNTUK AGONG?

Perbarui aplikasinya atau ia akan terus bermasalah.

Apa?

Dia bilang berat badanmu turun. Kau harus banyak makan.

Dia hanya meracau, tapi kau tahu yang dia katakan?

Sebenarnya, aku mengarang. Dia melarangmu menghalangi TV.

Hei.

Agong!

Kau masih hebat.

Popok Agong berat. Aku akan menggantinya.

Kuturunkan ranjangnya.

Kau dambaan semua kakek nenek, cucu yang belajar jadi perawat.

Apa itu benar, Agong?

Siapa yang paling Agong sayang?

Ayolah, Agong!

Agong menyakiti perasaanku. Agong akan tidur sendiri malam ini.

Kau tak mau lakukan hal lain? Kapan kau ada waktu untuk diri sendiri?

Agong pernah menyuruhku cari pekerjaan mudah dan bergaji tinggi.

Kenapa kau tak cari?

Itu yang kini kulakukan.

Ini sabuk perak murni.

Kau bisa dapat 10.000 lebih.

Terima kasih.

Ayahmu sudah tiada. Jadi, Agong menyerahkannya padamu.

Terima kasih.

Ibu akan mengurusnya untukmu. Kau mungkin akan menjualnya.

Ibu.

Agong sangat pintar. Dia sudah membagi warisannya.

Dia menunggu ajal untuk mengungkap semua.

Menyisakan sakit kepala bagi yang ditinggalkan.

Apa Agong meninggalkan hal lain untukku?

Tidak ada lagi.

Dia mewariskan rumahnya kepada Mui.

Semua saudara ayahmu hanya dapat sedikit uang.

Perhatian. Kereta yang mendekati Stasiun Talat Phlu

berangkat dari Stasiun Mahachai…

Slot Gacor Bantengmerah Bonus New Member 100%

Kunjungi Melalui Link >>> gacor.zone/hoki

Tambahan Modal Bermain Khusus Slot & Casino

Amah.

HOW TO MAKE MILLIONS BEFORE GRANDMA DIES

Kuno sekali.

RUMAH TOKO BERGAYA ANTIK DI AREA TALAT PHLU

DEKAT MAKANAN ENAK, MUDAH DIKUNJUNGI, DAN DEKAT STASIUN MRT THA PHRA

HUBUNGI M. THANAPAT

Siapa itu di depan?

Amah.

Ini aku, M.

Aku senggang, jadi mampir.

Aku rindu Amah.

Kiang dan Soei juga berkunjung tempo hari.

Benarkah?

Kenapa kalian semua berkunjung?

Aku ingin melihat keadaan kaki Amah. Amah senang cucu Amah berkunjung, bukan?

Tentu.

Amah sedang apa?

Sudah makan?

Ini. Aku membelikan mi untuk Amah.

Mari makan bersama.

Ini bukan waktu makan Amah.

Mi apa yang kau beli?

Mi restoran daging sapi terkenal itu. Amah suka makan jeroan, bukan?

Ada tendon,

hati, daging sampil datar, dan babat.

Lihat? Ini empuk. Mari kita makan.

Amah menyembah Dewi Kwan Im. Amah tak makan daging sapi!

Lalu Amah makan apa?

Apa ini ikan goreng bintang Michelin?

Mau ikan goreng?

Baru digoreng.

Mau ikan goreng?

Ikan goreng?

- Baru digoreng dan besar. - Satu, dua, tiga, empat, lima, enam…

Ikan goreng?

Ikan goreng? Mau yang mana?

Astaga, ikan goreng dari kios pria itu tampak lezat.

Kenapa kau cepat kembali?

Antrean kiosnya pendek?

Dia memakai dua wajan, Amah. Ini hari yang sibuk baginya.

Amah sudah membeli darinya selama 40 tahun.

Kau pikir bisa menipu Amah?

Ikan dari kios lain

menyerap banyak minyak. Amah tak mau memakannya.

Jika sudah makan gorengan, tak perlu mencemaskan kesehatan.

Ini ikan goreng pria itu, Amah. Panas sekali.

Astaga.

Amah sudah kenyang!

Amah makan apa?

Ikan yang kau belikan itu.

Amah Mau merebus air?

Amah mau buat teh persembahan.

Biar aku saja.

Airnya sudah mendidih?

Tentu saja.

Kenapa Amah tak mendengar suara ketel?

- Kupanaskan di microwave. - Anak ceroboh!

- Astaga! - Apa?

Turunkan sekarang juga!

- Kenapa tak boleh? - Tidak boleh!

- Lebih cepat dan hemat gas. - Turunkan.

Tidak bisa digunakan.

Tentu saja bisa.

Tehnya sama saja, Amah.

Dewa tak akan mengomentari airnya direbus atau tidak.

Jika asal melakukan sesuatu, sebaiknya tak usah.

- Besok aku datang untuk merebus air, ya? - Pergilah.

Dua ketel besok.

Kau tak perlu datang.

Biasanya juga kau tidak pernah datang.

Hati-hati melangkah.

Baiklah, ini.

Entah Mui mau meninggalkannya atau tidak. Sayang dibuang.

Kenapa kau keras kepala?

Sudah kubilang barang-barang itu akan kubuang.

Namun, kau membawakannya.

Jika kau datang untuk meminta uang seperti yang lain, aku tidak punya.

Tidak, bukan itu.

Aku…

Menurutku kau menjaga Agong dengan baik.

Orang yang merawatnya harus mendapatkan warisan.

Biar kubawakan.

Aku datang untuk membicarakan

pekerjaan mudah

dan bergaji tinggi seperti yang kau lakukan itu.

Aku ingin menabung uang dari penjualan rumah Agong,

jadi aku sewa kamar hotel bulanan.

Ada sarapan

dan pembersihan kamar.

Jika bosan, aku bisa pindah.

Kau bekerja jadi perawat? Di rumah sakit mana?

Itu pakaian untuk akun OnlyFans-ku.

Semua itu menghasilkan banyak uang.

Mau berlangganan?

Tidak perlu.

Apa yang membuatmu malu?

Kita bahkan pernah berciuman.

Saat masih kecil, ketika orang tua kita bermain kartu di rumah Agong,

kita main rumah-rumahan, ingat?

Aku ibunya dan kau ayahnya.

Kita pelukan di balik selimut.

Ya,

aku ingat sekarang.

Kenapa kau ingin merawat Amah-mu?

Aku ingin bisa hidup sendiri.

Aku tak punya awalan seperti orang lain, mereka yang terlahir di keluarga kaya.

Mereka diwariskan bisnis keluarga.

Jadi, kau anggap Amah sebagai aset?

Itu menyakitkan.

Apa yang kita lakukan itu

salah?

Kau tahu,

aku sangat benci anak-anak Agong.

TAMAN BOONYANUCH

Mereka berkunjung 15 menit sekali sepekan.

Kenapa harus datang?

M.

Ya?

Kita tak berniat membuat mereka sedih.

Kita beri mereka kebahagiaan.

Bagaimana kau bisa jadi kesayangan Agong,

meski kau hanya cucunya?

Kau tahu

apa yang diinginkan kaum lansia, tapi tak pernah didapat dari anak mereka?

Jawabannya waktu, M.

Aku sudah bersamanya seharian.

Saat mengunjungi Amah, kau mencium sesuatu yang aneh?

Bau orang lansia.

Berarti kau belum lama bersamanya.

Kau harus lama dengannya sampai terbiasa.

Aku bahkan tak terpengaruh oleh air seni Agong!

Astaga!

Kau akan kubawa jika dapat uang.

Kenapa kau? Kenapa menginap di rumah Amah?

Ibu ingin aku ke sana, bukan?

Bagaimana kau bisa masuk?

Ibu memberiku kuncinya.

Apa maksud semua barang ini?

Sebagian milikku dan sebagian kubeli.

Ini untuk Amah. Aku dapat uang dari jual barang di internet.

Kenapa kalian terus ke sini?

Jika Amah baik-baik saja,

kalian tidak perlu datang!

Saat Ibu membawa Amah ke dokter,

dokternya mendapati…

Amah mengidap kanker.

Ibu dan para paman tak mau Amah tahu.

Parah?

Stadium empat. Dokter memvonis usia Amah tinggal setahun.

Namun, Amah bisa mengabaikannya.

Dokter suka berpura-pura tahu semuanya.

Ingat Bibi Yen di ujung blok? Dia divonis dokter enam bulan,

setelah sepuluh tahun dia masih hidup di rumah lima lantainya.

Saat kecil tinggal di sini, Amah merawatku selama bertahun-tahun.

Sekarang giliranku merawat Amah.

Mulai sekarang,

aku mau habiskan waktu bersama Amah.

Uang ini untuk keperluan sehari-hari.

Besok aku mau bantu jual bubur. Pukul berapa berangkat?

Pukul 05.00.

- Apa? - Pukul 05.00!

Kenapa pagi sekali?

Kau mau jual bubur di siang hari?

Orang juga makan bubur malam hari.

Kapan pun bisa makan bubur.

Belum pernah dengar?

Burung yang bangun pagi mendapatkan cacing.

Amah juga belum dengar?

Cacing yang bangun pagi akan dilahap lebih dahulu.

Cacing yang kesiangan selamat.

Kesal, ya?

Slot Gacor Bantengmerah Bonus New Member 100%

Kunjungi Melalui Link >>> gacor.zone/hoki

Tambahan Modal Bermain Khusus Slot & Casino

- Kenapa aku tak dibangunkan? - Amah bukan jam alarm.

- Amah urus bungkusan berikutnya. - Ya.

- Kau bisa apa tidak? - Tunggu saja.

Berikan uangnya padaku untuk disimpan di ATM,

jadi Amah tak perlu jalan ke bank.

Sudahlah. Amah selalu berjalan seperti ini setiap bulan.

Kalau bulan ini tidak ke bank, bisa?

Ngek.

Ngek.

Siapa?

Teman Amah.

Ini.

Ngek, apa kabar? Mereka sudah mengizinkanmu pulang?

- Baru kemarin. - Begitu, ya?

Dokter bilang aku memenuhi ranjangnya.

Aku juga mengidapnya.

Di mana?

Usus.

Tahap berapa?

Empat.

Sama.

Baiklah,

aku mendukungmu.

Setidaknya kau punya cucu yang mengurusmu.

Aku iri.

Lihat?

Semua orang iri kepada Amah.

BANK TABUNGAN SIAM

Tetap di sini! Nanti kau mencuri detail bank Amah.

Aku cucu, bukan pencuri.

- Kebanyakan nonton berita? - Diam di sini.

- Halo, Bu. - Amah pikir aku penipu?

Terima kasih.

- Menyetor uang seperti biasa? - Ya.

Ibu, ini gawat. Bau kulkasnya seperti tempat sampah.

Ibu harus membuang semua yang kedaluwarsa.

Belum. Itu masih bisa dimakan.

Ibu makan ini setiap hari. Itu sebabnya Ibu sakit perut.

Jika dibuang, akan Ibu ambil lagi.

Kalian bertengkar pagi-pagi sekali.

Kenapa kau tidur di bawah, bukan di atas?

Kamarnya dikunci. Dia tak mau tidur bersamaku.

Kenapa Amah berpakaian rapi?

Rapi?

Ya.

Kenapa yang ini tak dikancingkan? Amah mau berdandan seksi?

Hentikan. Tidak perlu.

Ini terlalu ketat. Amah tidak suka!

Tentu saja ketat.

Kenapa kau mengganggu Amah?

Amah mencuri sendal Rainbow? Bukankah itu sempit?

Ini pas sekali.

- Pas sekali? - Ya.

- Ini pas? - Kenapa?

Kenapa mengganggu Amah?

Amah mengerti arti "pas sekali", bukan?

Ini kaki Amah.

Jika bisa Amah pakai, berarti aman. Bagaimana sendalmu?

Pas juga.

Kenapa Amah berpakaian rapi?

Ini hari Minggu.

Semua orang datang. Hanya kau yang tidak pernah datang.

Ayam ini dari Hotel Montien yang terkenal. Tempat semua naratama makan, Bu.

Kau tahu, Rainbow,

dahulu kami memelihara ayam di bawah.

- Kau suka? - Aku suka anak ayam.

- Anak ayam kecil itu manis. - Benar, bukan?

Bibimu, ayahmu, dan Paman biasa bermain dengan ayam.

Sampai di satu Tahun Baru Imlek,

Amah memotong ayamnya.

Dia memotong

dan mengukusnya untuk makanan kami.

Siapa yang bisa makan? Jadi, diberikan pada anjing.

- Ingatanmu bagus. - Benar, Sew?

Ingat Kiang menangis sampai ada ingusan?

- Benar, bukan? - Hei!

Bisa berhenti menceritakan kisah bodoh kepada anakku?

Ayolah, Kiang. Ini bukan apa-apa.

Itu mewariskan pengetahuan.

Hei.

Setelah selesai makan, mari bermain kartu.

Kita semua ada di sini.

Ibu berencana ambil uang dari anak-anak Ibu, ya?

Buka brankasnya. Akan kurebut semua uang Ibu.

Ibu ingin melihatmu mencobanya.

Ayo main!

Ibu, tapi keluargaku tak bisa lama. Aku antar Rainbow kursus bahasa Inggris.

Ayolah, dia tak akan terlambat jika kau bermain satu atau dua kali.

- Benar. - Waktunya sempit. Jalanan pun macet.

Soei, kau juga. Jangan bermain kartu dengan Ibu.

- Kenapa? - Biarkan Ibu beristirahat.

- Ibu masih sakit perut? - Benar.

Apa ada yang sakit?

Ibu sudah tahu soal kanker itu.

Apa?

M memberi tahu Ibu.

Itu tubuh Amah.

Kurasa Amah berhak tahu.

Ibu mau menemui dokter itu sendiri. Ibu tidak akan mengganggu kalian.

Bukan begitu.

Awalnya, aku ingin Ibu diobati.

Tapi mereka tidak setuju.

Apa? Kenapa membuat dirimu terlihat baik? Kau bahkan tak datang dan bayar apa pun.

Astaga, kau membahas uang lagi.

Kalau aku punya uang, akan kubayar.

Sebab kau menganggur.

Tidak, aku punya pekerjaan.

- Bisnis sepi. - Jangan marah.

- Aku kerja. - Kau pun sama.

- Aku datang. - Kau sibuk.

Aku juga bekerja, 'kan?

- Maksudmu, Soei dan aku tak bekerja? - Ya.

Jika sudah besar,

aku akan belajar menjadi dokter agar bisa sembuhkan Amah.

Tenang, temanku kenal dokter yang merawat banyak orang hebat.

Aku yang bayar, yang peting Ibu sembuh.

Tidak apa. Jangan cemas.

Aku akan membawa Ibu ke rumah sakit.

Tidak perlu…

Itu tugasku, Bu.

Ibu.

Ibu, tadi aku buang air besar dan lantainya sangat licin.

Aku akan memasang selusur untuk Ibu, ya?

Terima kasih, Semuanya.

Ayolah. Tidak perlu dramatis.

Ibu baik-baik saja.

Bukankah hari ini Ibu sif siang?

Tidak. Ibu sudah berganti ke sif malam

agar bisa membawa Amah untuk kemoterapi.

Ibu tak bisa cuti lima-enam hari.

Ibu harapkan sesuatu?

Mengharapkan apa?

Nenekmu sakit.

Bukankah Ibu harus menjaganya?

Jika tidak, Ibu akan dianggap anak durhaka.

Ibu datang sekali ini saja.

Ibu tak mau kembali.

Ibu lupa apa kata dokter? Dia menyuruh Ibu sering berolahraga.

Ibu bisa jalan sendiri.

Lihat? Kau terpaksa cuti kerja.

Nanti kau dipecat.

Jangan khawatir, Amah.

Ibu sudah bertukar ke sif malam agar bisa membawa Amah ke dokter.

Begitu, ya?

Kau sudah berganti sif?

Pulang pukul berapa?

Pukul berapa?

Di pagi hari, Amah. Dia bekerja malam hari.

Begitu rupanya!

Apa itu artinya kau belum tidur?

Ibu sudah, tak mau melakukan ini lagi.

Kenapa? Tidak bisakah Ibu membiarkanku melakukan hal baik untuk Ibu?

Setiap kau melakukan hal baik untuk Ibu, Ibu selalu kesusahan.

Saat kau berhenti sekolah untuk bantu Ibu jual bubur…

Apa salahku?

Aku tak mau tidak berguna seperti Kiang dan Soei

dan membiarkan Ibu bekerja keras menjual bubur setiap hari.

Bagaimana hasilnya? Kini kau bekerja lebih keras daripada Ibu.

Ibu mau kalau Kiang yang bawa kemari?

Baiklah! Akan kukatakan kepadanya.

Semoga dia punya waktu untuk itu.

Amah menangis di toilet.

Itu mustahil.

Dia tidak pernah menangis untuk Ibu.

Benar.

Selalu Ibu yang menangis.

Makin kalian bertengkar, makin dia stres.

Aku saja yang bawa Amah kemoterapi.

Anggap saja aku perwakilan Ibu.

- Lampunya sudah dimatikan? - Sudah.

- Di bawah dan atas? - Ya.

Mui.

Amah, ini Mui.

Sepupuku.

Amah sudah makan?

Sudah.

Amah mau ke mana?

Amah mau menemui dokter.

Aku akan mengantar Amah ke sana.

Terima kasih.

Kau bisa bahasa Tiochiu?

Hei!

Kau berutang kepadaku, ya?

Ya.

PUSAT PINDAI CT

M, lepas sepatu untuk pesan tempat. Pasien diterima pukul 08.00.

Kita bangun pukul 04.00.

Ayo cari tempat duduk, Amah.

Tunggu di sini. Aku ambil kursi roda untuk Amah.

Lain kali, masuk dan temani dia.

Ini saatnya kau ambil hatinya.

Di dalam panas, seperti terbakar.

Simpan uangnya.

- Di lemari. - Baik.

Tunggu, aku akan bantu Amah naik.

Tidak. Tidak mau.

Saat kecil, kau minta Amah memegang tanganmu, tapi matamu ke TV.

Amah jatuh dari tangga karenamu.

Aku tidak ingat.

- Lebih baik Amah naik sendiri. - Ayo.

Ulurkan kedua tangan Amah.

Kata Mui jika bantu Amah naik, aku di atas agar Amah tak jatuh.

Kau yakin?

Ya. Ayo. Ulurkan tangan Amah.

Jika jatuh lagi…

Hati-hati. Perlahan.

Istirahatlah.

Apa ini Paman Soei?

Ya.

Lucu sekali.

Amah.

Dahulu Amah dan Agong cukup keren.

Saat masih kecil,

kau takut hantu.

Kau tidur di antara Amah dan Agong setiap malam.

Aku? Takut hantu?

Amah harus menyanyikan ninabobo agar kau tidur.

Omong kosong.

Bagus kau tidak takut lagi.

Karena Agong suka berjalan-jalan di bawah setiap malam.

Jika melihatnya, jangan katakan apa pun.

Astaga!

Kau bilang tidak takut.

Apa yang Amah lakukan dalam gelap?

Amah berdoa.

Amah memimpikan orang tua Amah.

Mereka mau membawa Amah tinggal dengan mereka.

M…

Amah akan mati, bukan?

Ayolah, Amah. Amah sudah berdoa kepada Dewi.

Amah sudah lama tak makan daging sapi. Berapa sapi yang selamat karena Amah?

Amah tidak akan mati semudah itu.

Kalau begitu, Amah akan kembali tidur.

- Hei, tidak perlu. - Kau tidur…

Tidurlah di sini. Jangan sampai terlalu lelah.

Ayo masuk ke kelambu bersama.

Amah tak keberatan berbagi tempat? Bergeserlah sedikit.

Amah zoi sia-mu.

Amah mengutukku?

Amah bilang, "Terima kasih."

Bagaimana kau itu orang Tionghoa? Kau tak mengerti sepatah kata pun.

Aku ini orang Tionghoa berbahasa Thailand.

- Terserah, Amah mau tidur. - Baik.

Selamat malam.

Amah, ninabobo.

Terus lakukan ini saat kau senggang.

- Tentu. Amah akan kehilangan pekerjaan. - Itu kurang kencang.

Jika terlalu kencang, cukanya akan sesak.

Konternya sudah buka.

Amah, ayo. Cepat.

Amah sudah siap?

Sebentar.

Amah.

Amah.

Ada apa?

- Astaga. - Tunggu, berhenti.

Tunggu.

Astaga.

Hari ini libur jual bubur.

Ayo, aku akan mandikan Amah.

Amah sanggup jualan.

Aku akan mandikan Amah dengan spons. Hati-hati. Akan kubantu berpegangan.

Satu, dua, tiga.

Ayo.

Baiklah. Lengan.

Lap bagian bawah juga.

Tunggu! Apa yang Amah lakukan?

Lap tubuh Amah juga. Lengket semua.

Amah sudah tua. Amah tak malu.

Sebentar. Aku belum pernah melakukan ini. Biar kusiapkan diriku dahulu.

Astaga.

Kenapa menghela napas?

Astaga!

Kau kenapa?

Benjolan tadi itu puting Amah?

Kau gila?

Itu tahi lalat Amah!

Payudara siapa yang kendur sampai ke bawah?

Mana kutahu?

Payudara Amah tidak sekendur itu.

Untuk apa kamera itu?

Untuk mengawasi.

Mengawasi apa?

Mengawasi Amah.

Jika Amah pingsan, aku bisa membantu.

Jika Amah berubah jadi Putri Tidur, sulit mencari pangeran untuk mencium Amah.

Kau mengutuk Amah?

Tidak.

Ini, lihatlah.

Hei!

Kenapa memindahkan dewinya?

- Kenapa? - Tidak boleh!

Pindahkan dia kembali sekarang.

Lakukan sekarang.

Kau tega sekali, M.

- Sudah. - Tidak! Lakukan lagi.

Lakukan dengan baik. Gunakan kedua tanganmu.

Pindahkan dia dengan hati-hati.

Sudah. Kembali ke tempat semula seperti tak pernah dipindahkan.

KWAN IM

Baik, selesai.

Ini mudah. Duduk dan berjalan dengan mudah.

Sudah?

Ibu, menjauhlah. Ibu benci bau rokok.

Kenapa berkeliaran di sini?

Ibu. Delimanya tampak lezat. Aku minta, ya?

Biarkan saja.

Aku mau. Aku tak peduli.

Itu bukan milikmu!

Apa? Astaga.

Soei!

- Kenapa Ibu protektif sekali? - Itu bukan milikmu.

- Apa? - Ini untuk Kiang, putra kesayangan, 'kan?

Apa yang bisa dimakan?

Lihatlah sendiri.

Hei, M.

Apa kau tahu?

Dahulu Amah sering menyebut istri Kiang payah.

Payah? Apa maksud Paman?

Kau…

Kau tak sekolah? Apa yang kau pelajari di sana?

Payah itu berarti sesuatu yang cacat. Tidak ada yang menginginkannya.

- Begitu? - Ya.

Saat Pinn bisa mendekati Kiang,

Kiang berubah menjadi orang yang sangat berbeda.

Dia menjadi sok.

Meregangkan lehernya. Mengirim anaknya ke sekolah internasional.

- Apa kau tahu? - Soei.

- Dia pinjam uang… - Saat mabuk, kau asal bicara.

Apa? Aku belum selesai bergosip.

Dia melindungi putranya.

Baiklah, aku akan diam.

Motoku adalah "hiduplah sesuai kemampuan."

Tak seperti dia. Tak pernah merasa cukup.

- Cukup. - Dia harus berikan pada yang butuh, 'kan?

Omong-omong, Ibu punya 1.000?

Tidak!

- Di mana? - Tak ada.

- Kucari, ya? - Tidak.

- Seribu saja. - Tidak.

- Seribu. - Tidak ada!

- Ibu akan terus kucium. - Astaga!

Jika menyangkut Soei,

sebaiknya dia tidak datang.

Kenapa?

Jika tak datang, artinya dia baik-baik saja.

Begitulah, M.

Mereka anak, kita cucu. Mereka sudah disayangi sebelum ada kau.

Kau bisa membuat peringkat? Siapa yang paling disayang Amah?

Nomor satu adalah Paman Kiang atau Paman Soei.

Yang satu bermain saham, yang lain bermain-main.

Peringkatku lebih tinggi dari ibuku.

Nomor tiga tak ada untungnya.

Saat itu, bagaimana kau tahu jadi nomor satu?

- Agong memberitahumu? - Tak secara langsung.

Kau bisa merasakannya.

Merasakannya?

Aku tak bisa merasakan apa pun.

Hanya merasakan kata-kata menyayat hati, tiap hari.

Mungkin saat Agong memberi tahu kerabat lain aku merawatnya dengan baik.

Kurasa begitu.

Kita hampir sampai, Bu. Ini agak jauh, tapi udaranya lebih baik.

Maaf tak pernah mengajak Ibu ke sini.

Selamat datang, Amah.

Halo, Ibu.

Tunjukkan gambarmu kepada Amah.

Ayo.

Amah suka?

Ya.

Indah sekali.

Ibu sudah lihat ranjangnya? Rainbow yang memilih bantal dan selimutnya.

Televisinya terhubung internet. Ibu bisa nonton opera seharian.

Ibu harus mengurus rumah Ibu.

Ayolah, Ibu. Rumah itu sangat tua. Tinggal di sini jauh lebih nyaman.

Ada restoran, salon rambut, salon kuku, dan klub warga lansia.

Mereka taici setiap hari.

Namun, Amah harus menjalani kemoterapi. Bepergian jauh tidak bijaksana.

Paman berdagang saham di rumah, jadi bisa terus menjaganya.

Bagaimana jualan buburnya?

Pelanggan sudah mengeluh dia libur di hari Minggu.

Paman ingin dia berhenti menjual bubur.

Paman punya uang.

Tinggallah di sini. Aku akan antar kemoterapi.

Tempat ini sangat jauh. Itu berarti Amah harus bangun pukul 02.00, 'kan?

M.

M.

Ya?

Paman sangat menghargaimu.

Ini, untuk waktumu mengurus Amah selama beberapa bulan terakhir.

Tidak usah, Paman Kiang.

Aku tidak melakukannya demi uang.

Ibu. Aku hanya mendengar anak-anak harus menjaga ibu mereka.

Kenapa harus keponakanku?

Ibu.

Aku mau jadi putra sejati Ibu.

Slot Gacor Bantengmerah Bonus New Member 100%

Kunjungi Melalui Link >>> gacor.zone/hoki

Tambahan Modal Bermain Khusus Slot & Casino

- Sudah kunci semuanya? - Sudah.

Rainbow.

Tanya Amah apa dia bersenang-senang. Ayah ingin tahu apakah dia senang.

- Bisakah? - Tentu.

- Amah bersenang-senang? - Tentu saja.

- Bagaimana denganmu? - Aku juga senang.

Cucuku yang cantik.

Kuil ini menerima sumbangan untuk peti mati, Ibu. Sangat sakral.

Temanku baru saja berkunjung dan dia membaik dalam waktu singkat.

Naik kereta menyenangkan, 'kan? Sama saat kami kecil.

Aku ingat saat diajak Ibu dan Ayah naik kereta.

- Kau masih kecil saat itu. - Aku?

Kau.

Soei terus berlarian?

Ya. Kalian bertiga begitu.

- Semoga kalian diberkati telah datang… - Tujuh.

Delapan.

Sembilan.

Ibu bisa naik?

- Sebelas. - Paman pergilah. Aku akan mengurusnya.

Dua belas.

Tiga belas.

Jadi, Amah mau tinggal di rumah sendiri atau rumah Paman?

Bisakah kau diam?

Amah menghitung langkah, nanti bisa lupa.

- Kenapa menghitungnya? - Untuk lotre.

Astaga.

Apakah sakit?

Ayolah.

Dahulu, saat Kiang masih kecil,

kami ke sini untuk berdoa.

Saat kami selesai, sepatunya dicuri.

Amah harus memberinya sepatu Amah agar dia bisa berjalan pulang.

Hari itu, matahari seterang hari ini.

Tanahnya juga sepanas hari ini.

Paman Kiang yang belikan sepatu ini?

Lihat?

Baiklah.

- Ayo. - Lalu?

"Semoga aku, Bu Mengju Saejiew…"

Aku mau menempel label dan menunggu Ibu di luar.

- Lalu? - "Pulih dari penyakit."

- Baiklah. - Belum selesai.

Kau terburu-buru ke mana?

Kenapa permohonannya?

"Semoga putra sulung…

putri…

dan putra bungsuku…

sehat dan kuat…

kaya akan uang dan emas."

Astaga. Dengan permohonan ini, kita butuh label lagi.

Kalau begitu, tulis lebih kecil.

"Lalu kuharap cucuku…

dapat pekerjaan yang bagus."

- Baik, akan kutempelkan untuk Amah. - Baiklah.

Amah, lihat. Satu.

SEMOGA KELUARGAKU BAHAGIA

Dua.

SEMOGA AKU DAN TEMAN-TEMAN TETAP SATU SEKOLAH

Tiga.

SEMOGA AKU KAYA

Tak ada yang memohon untuk Amah.

Kurasa Paman tak ingin Amah tinggal dengannya.

Dia menabur benih, berharap bisa menuainya.

Dia punya keluarga.

Dia harus memikirkan keluarganya dahulu.

Apa Amah bukan keluarganya?

SEMOGA AKU BISA SEMBUH

SEMOGA SEMUA ANAKKU SEHAT, KUAT, SERTA KAYA

DAN CUCUKU DAPAT PEKERJAAN TERBAIK

SEMOGA AMAH MENANG LOTRE

Ibu.

Siapkan barang-barang Ibu untuk hari Minggu depan.

Nanti Ibu dijemput.

M.

Kaki Amah sakit.

Amah ingin mengganti sepatu.

Coba ini dahulu.

Bagaimana?

Agak terlalu longgar.

- Longgar? - Ya.

Ini bagus. Kali ini Amah dapat ukuran yang tepat.

M.

Ya?

Kau menabur benih untuk menuainya juga, bukan?

Aku

sama seperti Paman Kiang.

Aku ingin jadi cucu sejati Amah.

Kau konyol sekali.

"Kau konyol sekali." Tidak apa jika Amah tak percaya.

Mana lagi yang ingin dicoba?

Coba sebelah-sebelah, mana yang Amah suka.

Apa yang kau lakukan?

Lihat, bukankah Amah cantik?

Amah kembali jadi diri Amah yang cantik, lihat?

Astaga. Amah juga terobsesi dengan penampilan, 'kan?

Setelah pengobatan berakhir,

Amah akan terlihat seperti ini.

Apa?

Omong kosong.

Apa? Bukankah terlihat keren? Amah memang terlihat keren.

Amah tak perlu lagi bangun pagi untuk mengeriting rambut.

Amah menyukainya?

Ya.

Baik, beristirahatlah.

Beristirahatlah.

Tutup mata Amah.

Amah mau daging babi. Tambah lagi.

- Amah hanya mau daging? - Perut dan sayuran juga.

- Amah bilang hanya ingin daging. - Berikan yang banyak!

Baiklah. Banyak daging.

Lihat dan pelajari. Teruslah mengaduk.

Nanti kau bisa menggantikan Amah menjual bubur.

Aku tak bisa setiap hari bangun pukul 04.00.

Boleh aku jualan malam?

Jangan lupa,

setiap jenis pekerjaan mengarah pada kelahiran pemenang, zhuangyuan.

Kau hanya perlu menguasainya.

Maka kau bisa hidup dengan nyaman.

Sama seperti para zhuangyuan itu.

Bukankah mereka harus dikebiri?

Itu kasim!

Kau mengacaukan semuanya.

Aku akan mengalahkan Amah.

Coba saja.

Baiklah.

Ayo mulai.

Baiklah.

Di babak ini, akankah Nyonya Ju dari Talat Phlu

bisa menggertak kemenangan dengan kartu ini?

Bisakah kau diam?

Kau membuat kartu Amah jelek.

- Coba kulihat. - Tidak.

Paman Soei pasti mewarisi darah pejudi dari Amah.

Pada Tahun Baru Imlek dan Festival Hantu,

kami tidak tahu harus bagaimana lagi setelah ritual.

Jadi, kami berkumpul dan bermain kartu.

Amah kesepian selama bertahun-tahun sendirian?

Kesepian? Entahlah.

Seperti inilah hidup.

Tapi Amah tidak suka hari setelah Tahun Baru Imlek.

Kulkas akan penuh dengan makanan sisa.

Lalu Amah…

Soal itu…

Amah harus makan semuanya sendiri.

Mari bermain kartu.

- Ini, kartu Amah. - Baiklah.

Tujuh dengan deng ganda.

Buka kartu Amah.

Amah punya delapan dengan deng ganda.

Apa? Itu enam, bukan delapan.

Ini dobel, Amah punya dua delapan.

Amah yakin tidak dicurangi saat menjual bubur?

Amah punya satu kartu lagi.

Apa?

- Menyerah saja. Aku menang. Berikan. - Apa?

Keluarkan 20 baht dari keranjang itu.

Apa ini? Kau bahkan bisa merampok Amah-mu.

Apa? Aku tak pernah mengeluh saat Amah mengambil uangku.

Baik, satu babak lagi?

Amah senang kau di sini.

Rasanya seru.

Ayo. Lanjutkan permainannya.

Ya.

- Kali ini, sungguhan. - Ya.

Paman Kiang tidak menjawab. Dia mungkin kecewa Amah tidak pindah.

Ponsel Paman Soei tak aktif.

Ibu bilang hari ini swalayan kekurangan staf.

Mungkin hari ini tak ada yang datang.

Simpan makanannya di lemari. Jika tidak, nanti dimakan serangga.

Tutupnya longgar.

Hei! Ke mana semua uang Amah? Hilang.

- M! - Apa?

Kenapa hilang?

Bukan aku.

Aku tak mengambilnya.

Tidak kuambil, sungguh.

Lihat?

Paman mengambil abon dan uangnya.

Pantas saja dia menghilang.

Dia mengambil berapa?

Astaga!

Sial! Paman pernah bantu Amah jual bubur?

Dia dapat 10-20 baht per bungkus.

Berapa yang harus dia jual untuk dapat 200.000 baht?

Apa Paman punya hati nurani?

Amah tak pernah memarahi Paman seperti ini.

Berapa utang Paman?

Satu juta baht?

Atau…

Haruskah Paman meminta bantuan Amah?

Paman Soei.

Apa itu?

Ini perak murni.

- Harganya pasti mahal. - Astaga.

Astaga. Kemari.

Kau penyelamat.

Menghilanglah lebih lama kali ini.

Maaf atas semua ini.

Tolong jaga Amah.

Paman Soei tak ada di apartemennya. Aku juga tak melihat motornya.

Tetangganya bilang dia ke luar kota untuk bekerja.

Ada orang di dalam?

Siapa yang datang?

Pemiliknya ada di rumah?

Pasti penagih utang Soei.

Sembunyi. Amah akan bicara dengannya.

Bu, halo.

Soei tidak ada di sini. Dia jadi biksu dan tak akan kembali.

Aku hanya pembantu di sini.

Aku bukan mencari orang bernama Soei, Bu.

Aku melihat unggahan penjualan rumah ini.

Saat aku mengirim pesan, tidak ada balasan.

Aku tidak yakin harus bagaimana.

Terima kasih, Bu.

Rumah ini tidak dijual.

Ini, Bu.

Namanya M. Thanapat. Apa dia makelar untuk seseorang?

Tidak. Aku tak mengenalnya.

Amah.

Dia sudah pergi?

Amah bilang apa padanya?

Amah bilang Amah pembantu.

Cocok sekali. Pakaian Amah dan semuanya.

Wajah Amah juga.

Pembantu, bekerjalah. Jangan hanya duduk saja.

Amah membelikanmu kemeja.

Untuk apa?

Untuk kau pakai bekerja.

Astaga.

Kemejanya agak kuno.

Setelah pengobatan ketiga,

Amah akan sembuh.

Kau tak perlu mengurus Amah lagi.

Amah mengusirku?

Saat masih kelas satu SD, kau yang terbaik di kelasmu.

Kau bisa melakukan apa pun jika sendirian.

Mengerti?

Carilah pekerjaan yang layak.

Aku tak berguna, Amah. Aku tak bisa bersaing dengan yang lain.

Slot Gacor Bantengmerah Bonus New Member 100%

Kunjungi Melalui Link >>> gacor.zone/hoki

Tambahan Modal Bermain Khusus Slot & Casino

Pohon delima ini ditanam saat kau lahir.

Usianya sama denganmu.

Konon, jika kita menanam pohon delima, anak itu akan sehat.

Kau pernah meminta Amah untuk tidak memberikannya kepada siapa pun

jika pohon delimanya berbuah.

Amah menyimpannya hanya untukmu. Ini, makanlah.

Aku tidak ingat.

Maaf karena selalu menyebutmu qi chou.

Biarkan aku dekat Amah untuk saat ini.

Aku akan pergi jika Amah sembuh.

Kalau begitu, besok bisakah kau ikut Amah ke suatu tempat?

Benarkah ini rumah kakak Amah?

Kenapa aku tak lahir di keluarga ini?

Rumahnya seperti hotel.

Astaga.

- Bangkitkan aku saat aku membutuhkan - Bangkitkan aku saat aku membutuhkan

- Bimbing aku saat aku tersesat - Bimbing aku saat aku tersesat

- Selalu menjadi sumber energiku - Selalu menjadi sumber energiku

- Menghangatkan hatiku - Menghangatkan hatiku

- Hatimu - Hatimu

- Seperti hatiku - Seperti hatiku

- Menyegel hati di antara bintang-bintang - Menyegel hati di antara bintang-bintang

- Murni dan terang - Murni dan terang

Alasan aku dan cucuku datang hari ini

karena aku sakit kanker.

Aku mau beli tanah pemakaman agar bisa panjang umur.

Jadi, aku ingin kau membantuku.

Jika bisa, sekitar sejuta?

Saat Ayah dan Ibu memberimu rumah di Talat Noi,

kau dapat beberapa saat menjualnya.

Aku tidak pernah meminta sepeser pun.

Ayah dan Ibu memberikannya kepadaku, 'kan?

Kau tak ingat? Kau juga ada di sana.

Tapi aku yang menyeka bokong mereka.

Kenapa aku tidak pernah menerima apa pun?

Sejak aku kecil,

apa pun yang Ayah dan Ibu dapatkan, mereka selalu memberikannya kepadamu.

Bagaimana dengan orang sepertiku yang merawat mereka?

Kenapa aku tidak dapat apa pun?

Tindakan mereka benar.

Jika diberikan kepadamu,

semua akan jatuh pada suamimu yang payah.

Tapi suamiku yang payah itu

dijodohkan oleh Ayah dan Ibu untukku.

Jika kau ingin uang…

minta saja kepada anak-anakmu.

Mengerti?

Aku tak akan memberimu sepeser pun.

M, ayo pulang.

Pergi dan jangan pernah kembali.

Kita tidak satu nama keluarga lagi.

- Mendekati Stasiun Tha Phra. - Amah. Ayo.

Tolong hati-hati saat…

Kenapa Amah ingin pemakaman luas?

Amah ingin tanah yang bagus

agar keturunan Amah makmur.

Orang akan melihatnya dan berpikir

kalian berbakti.

Itu omong kosong, Amah.

Bodoh sekali. Orang tua Amah berada di tanah pemakaman yang kecil dan buruk,

tapi kakak Amah tetap kaya.

Saat orang mati, mereka hanya mati.

Otak berhenti bekerja.

Lalu tubuh akan menjadi bagian dari tanah atau air.

Entah akan ada di mana.

Amah tak akan tahu keadaan semua orang, kaya ataupun miskin.

Namun, jika Amah mati dan kau menyebarkan bunganya sembarangan,

Amah akan kembali untuk menghantuimu.

Ya.

Datang saja.

Kuharap Amah datang.

Di Hari Menyapu Makam, Amah bahkan tak tahu siapa yang datang.

Paman Kiang bayar orang untuk ritual.

Aku cari di Google Street View dan beri penghormatan.

Jika Amah punya tanah pemakaman indah…

mungkin kalian akan ingin berkumpul.

Duduklah.

Halo.

Setelah memeriksa hasil pengobatannya,

pasien belum menunjukkan kemajuan.

Dokter bilang Amah sudah membaik.

Tak perlu melanjutkan kemoterapi.

Awalnya kau bilang kemoterapi akan menyingkirkannya.

Kau sudah melihatnya baik-baik?

Mulai kini, kita obati sesuai gejala.

Amah harus selesaikan pengobatan, 'kan?

Seperti yang kukatakan.

Kau harus memberi pasien banyak waktumu.

- Ini yang terpenting. - Tenanglah.

- Sudah. - Keluarga harus tegar.

Kau tahu,

Ngek sudah tiada, sekitar beberapa hari lalu.

Dia pun tak selesaikan kemoterapi.

Ini tubuh Amah.

Amah berhak tahu, bukan?

Apa kata Amah?

Apa artinya, Bu?

"Nasi telah menjadi bubur."

Yang sudah terjadi tidak bisa diubah.

Ayah. Ibu.

Datanglah dan bawa aku bersama kalian. Aku sangat kesakitan.

Agong, Amah. Di mana kalian?

Aku ingin mati.

Aku ingin mati.

Sew. Bagaimana keadaan Ibu?

Dokter akan tes lagi.

Jika aman, Ibu bisa pulang besok.

Bangunlah.

Sew, ayo bicara di luar.

Di mana akta rumah Ibu?

Ibu bahkan belum meninggal.

Kenapa menanyakannya sekarang?

Pada akhirnya, seseorang harus mengurusnya, 'kan?

Sekarang jauh lebih mudah daripada nanti.

Istrimu yang menyuruhmu, ya?

Lihat? Ini sebabnya aku tak mau jadi bagian keluarga ini.

Kenapa Pinn diperlakukan seperti bukan keluarga?

Di mana aktanya?

Ada di lemari di rumah Ibu.

Ibu, jika Paman Kiang minta Amah menandatangani apa pun, jangan izinkan.

Ibu.

Ibu mendengarkanku?

Ibu.

RUANG PASIEN

Cepat pindahkan kepemilikan.

Terima kasih, Sew.

Amah memberikannya pada Soei.

RUANG KHUSUS

Sebentar.

Ibu mau bayar tagihannya. Bawa Amah ke antrean taksi dan tunggu di sana.

M.

JEMPUTAN DAN PENGANTARAN PASIEN

Apa Amah belum jera memberikan uang kepada Paman Soei?

Dia tidak bisa mengurus dirinya.

Amah selalu begini. Itu sebabnya Paman jadi pecundang.

Katanya perawat Amah akan diberi hadiah.

Amah tak punya apa-apa lagi.

Kau tak perlu mengurus Amah lagi.

Amah aku urus dengan baik, 'kan?

Kau mengurus Amah dengan baik.

Malah, sangat baik.

Kenapa bukan aku yang pertama?

Di mana peringkatku?

Di mana Amah menempatkanku?

Jawab aku!

Jawab aku, Amah!

Amah bodoh…

sayangi orang yang salah.

TEMPAT MAKAN 24

Matilah!

Ibumu sudah mati!

Selesai.

Kau sudah tidur?

Ibu! Mikrofonnya menangkap suara Ibu.

Hei.

Apa ada penonton sepagi ini?

Ibu belum pernah dengar?

Burung yang bangun pagi mendapatkan cacing.

Tapi harus cacing asing.

Pembeli rumah Amah akan datang untuk merenovasinya.

Pergilah ke sana dan bantu berkemas.

Semua yang di sana bisa dibuang.

Ada apa?

Kau terdengar persis seperti Kiang.

Dia bahkan bilang tak akan datang ke pemakaman jika Amah meninggal.

Sebenarnya, baguslah kau dan Ibu tak mendapatkan rumah itu.

Menjadi pemberi terasa jauh lebih baik daripada penerima.

Apa Ibu mencoba menghibur diri?

Ibu juga ingin rumah itu, 'kan?

Kapan Ibu menginginkannya?

Jika tidak, kenapa tukar sif dan sering kunjungi Amah?

Karena Ibu merindukannya.

Saat kau tak di rumah,

rumah sangat sepi.

Ibu kesepian?

Akhirnya Ibu mengerti

perasaan Amah

saat semua orang pindah.

Hai. Kau bisa parkir di dalam. Aku sudah siapkan kamar untukmu.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Kali terakhir, bibiku pingsan.

Ternyata dia mengidap sakit jantung. Jadi, dia ingin aku menjaganya.

Putra tunggalnya meninggal beberapa tahun lalu.

Menantu dan cucunya pindah permanen ke luar negeri.

Bantulah aku, M.

Dia akan kuurus di rumah.

Kau bisa bawa dia ke rumah sakit.

Saat waktunya berakhir, kau akan kuberi sebagian jatahku.

Slot Gacor Bantengmerah Bonus New Member 100%

Kunjungi Melalui Link >>> gacor.zone/hoki

Tambahan Modal Bermain Khusus Slot & Casino

Kukira kau akan mendapatkannya.

Amah bilang kepadaku kau merawatnya dengan baik.

Kau pernah mimpi Agong?

Sehari sebelum meninggal…

dia tersedak makanannya dan terdiam.

Aku tahu cara membantunya.

Tapi tidak kulakukan.

Dia terus memberitahuku…

ini saatnya merelakannya pergi.

Kurasa dia sudah pergi ke tempat indah.

Karena itu dia tak pernah datang.

Sembah sujudku, Dewi Kwan Im.

Dewi Kwan Im yang terhormat, penyelamat dari bahaya dan suar ilahi.

Sembah sujudku bagi Dewi Kwan Im…

KAMERA SATU

RUANG TAMU SATU

KAMERA SATU

PANTI JOMPO

Ibu tahu? Paman Soei tak bawa Amah untuk tinggal bersamanya.

Dia dimasukkan ke panti jompo. Aku akan mengunjunginya.

Halo, Nenek.

Halo.

Selamat pagi.

- Kau berkunjung? Selamat datang. - Halo. Berkunjung?

Halo.

- Hai. - Berkunjung?

Ya.

Pak Chaiyapon, keponakanmu datang.

- Ya. - Kau boleh masuk.

Amah baru saja tertidur.

Utang Paman sudah lunas.

Ada sisa uang.

Ambillah.

Simpan saja.

Hei, tidak apa-apa.

Sekarang tak akan ada yang bantu Paman.

Siapa itu?

Qi chou-mu, Amah.

Sudah makan?

Sempurna, Amah ingin memamerkan keseksian.

Amah, pulanglah bersamaku.

Aku akan membuatkan Amah bubur.

Ayo pulang.

Ibu!

Kenapa kau menyimpan ini?

Apa? Ibu juga melakukannya.

Sedang apa Ibu di sini? Kembalilah berbaring.

Jangan menyantap makanan kedaluwarsa seperti Ibu.

Kanker itu genetik.

Aku tahu.

Putra mewarisi aset.

Putri mewarisi kanker.

Apa yang kalian bicarakan?

Sedang membuat kenangan, bukan?

Lanjutkan saja.

M…

selalu mendesak Ibu…

dengan bertanya

siapa yang paling Ibu sayangi.

Ibu juga tidak tahu.

Ibu hanya tahu

Ibu paling ingin bersamamu.

- Halo, Bibi. - Halo.

Selamat Tahun Baru Imlek.

Kau bisa mengatakannya dalam bahasa Tiochiu, Rainbow.

Ayo temui Amah.

Entah apa Paman tahu.

Amah pernah bilang

dahulu daging sapi makanan favoritnya, tapi saat masih kecil, Paman sering sakit.

Dia minta Dewi Kwan Im menjaga Paman,

agar Paman kuat dan sehat. Untuk itu, dia berhenti makan daging sapi.

Kiang.

Keluarlah. Belakangan ini Kau tak bisa tidur.

Amah.

Putra Amah datang berkunjung.

Senyumlah.

Amah.

Paman Kiang memegang tangan Amah.

Ibu sangat beruntung memiliki cucu yang merawat Ibu dengan baik.

KELUARGA DAOCHAI

Tendon, babat, dan daging sampil datar, direbus sampai empuk.

Kau lihat sabuk perak pemberian Agong?

Entah di mana. Tak bisa Ibu temukan.

Halo?

Apa ini penipuan?

Amah-ku sudah meninggal. Maaf.

BANK TABUNGAN SIAM

BU MENGJU SAEJIEW UNTUK PAK THANAPAT THAWARAKUL

Kapan rekening ini dibuka?

Kenapa aku tak ingat?

Kau hanya bermain gim.

Kau berjalan sangat lambat.

Bank akan tutup.

Amah juga berjalan lambat.

Amah mau membuka rekening.

Lihat? Amah akan menyetor uang untukmu.

Kau bisa menjadi yang terbaik di kelasmu. Amah akan menabung sepanjang tahun.

Amah terus menabung sampai tiada?

Aku ingin punya uang jutaan.

Astaga. Kau mengutuk Amah?

Mau apa kau dengan uang satu juta?

Aku akan membelikan Amah rumah baru.

Rumah Amah sudah tua.

Rumah itu banyak kecoak. Membicarakannya saja aku merinding. Lihat?

Astaga, kau merinding?

Kau sombong sekali.

Aku tarik semua dan tutup rekeningnya.

M. Ketuk peti matinya dan beri tahu Amah arahnya.

Amah.

Kita akan berangkat.

Amah.

Kita melewati kios bubur.

Amah.

Kita menyeberangi jembatan.

Amah. Kita sudah tiba di rumah yang kubelikan untuk Amah.

Amah.

Amah peringkat pertamaku.

Slot Gacor Bantengmerah Bonus New Member 100%

Kunjungi Melalui Link >>> gacor.zone/hoki

Tambahan Modal Bermain Khusus Slot & Casino

Rainbow.

Apa yang kau lakukan?

Kemarilah.

Sebarkan bunga untuk Amah.

Soei, bantulah siapkan makanan.

- Aku coba menangkan lotre 12 juta. - Astaga.

Ini. Sebarkan dengan baik untuk Amah.

Kiang, berapa usia Ibu? 78 tahun, bukan?

- Rainbow. Mari kubantu. - Hitungan Tiongkok 79.

Lakukan begini, akan kutunjukkan.

- Lihat. - Begini, 997…

Tidak masalah berapa angkanya.

Kau tidak akan pernah menang.

Ada yang berakhiran 22?

Kenapa ingin angka itu? Harus 79!

Ambil foto!

Baik, kau mau tetap di sini? Baiklah.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.