Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TIDAK ADA HEWAN YANG DISAKITI DALAM PEMBUATAN FILM INI.
Setiap hari,
hal pertama yang dilakukan orang-orang
adalah berlari.
Beberapa berlari ke sekolah,
ke pekerjaan, ke kewajiban dan tugas.
Beberapa lari dari tanggung jawab,
dari cinta,
untuk mengejar kebebasan.
Jarang, ada orang seperti aku,
seperti Binh dan putranya,
kami lari karena menjadi buronan.
Tidak masalah kenapa kau lari,
selama kau lari,
kau adalah tuan dari ketakutanmu.
Selama kau lari,
hari di depan,
hidup ini indah,
masa depan penuh harapan.
Unit Satu, kau mendengarkan?
- Ya, aku di sini. - Dengarkan.
Kami baru saja menangkap truk dengan kayu ilegal
datang dari selatan Sungai Ta Nieng.
Hari hujan, jalannya berlumpur, dan hewan-hewan...
Kau terlalu berisik!
Kau meninggalkan rumah tanpa pengawasan.
Para ranger makin mendekati Phat dan aku.
- Peluru beterbangan. - Sial!
Setelah pengiriman ini, bersembunyilah baik-baik.
Terima kasih, Pa!
Tidak usah berterima kasih padaku.
Aku telah menyiapkan jebakan baru.
- Jangan mati. - Sialan.
Ki!
Saat dorongan untuk lari memuncak,
kita sering mendapati diri berada di jalan buntu.
Sial sekali!
Bangun, penduduk desa!
Tadi malam, ada pembunuhan mengerikan.
Dan korbannya...
orang yang tertua di grup kita.
Nah, itu kau, Sayang!
Itu Mee!
Siapa pun yang membunuhku membuatku marah!
NHAN PENGAWAS KELAS
HOANG PENGULANG KELAS
HA NONA ANGGUN
SON MANAJER KAMPANYE
MEE CALON MAHASISWA
MINH PENDISIPLIN
THANG KELUAR SEKOLAH
Mari beralih ke sesuatu yang lebih bersemangat!
- Ini sudah beberapa permainan, Bung! - Ambilkan bir, pencundang!
Aku sudah membuka bir sepanjang hari.
Keberuntungan apa itu?
Aku menyelamatkanmu dan kau menggigitku?
Salahmu kau terasa sangat enak.
- Cocok untukmu! - Silakan!
- Baumu enak sekali! - Dia tidak untuk dibagi, Bung!
Bersulang!
Aku mungkin akan membuka bir sampai akhir zaman.
- Aku akan menebusnya! - Kedengarannya seksi!
Minum! Kau kalah tiga.
Hei, dia belum cukup umur!
Usiaku 18! Tapi bir terlalu pahit, tolong aku!
- Baik, Sayang. - Dia begitu lembut dan imut!
Ya, persis seperti aku saat usiaku 18.
Yang pertama atau kedua kali?
Dia sengaja mengulang kelas dua tahun untuk pergi ke pesta dansa dengan Ha!
Sial!
Terlalu bodoh!
Yang dua ini juga imut sekali! Kalian bertemu di pesta keluarga?
Tangkapan bagus.
Jangan sembarangan!
- Seseorang di sini kesepian! - Siapa dia?
Kita tidak bicara tentang kau, Son!
Hei... Aku tidak kesepian. Aku pacaran jarak jauh.
Aku di sini,
pacarku di masa depan.
- Puitis sekali! - Kau lucu hari ini, Son!
Ada pasangan jarak jauh di mobil ini juga.
Siapa?
Mereka di sini tapi cinta mereka di masa lalu.
Ya Tuhan, jaga mulutmu!
- Tapi kau ingin punya anak! - Sial, semoga dia berterima kasih padaku.
Aku tak bicara soal kau, Minh!
- Tenang! - Sayang, itu kasar.
Lucu. Aku takkan bercanda begitu kalau mereka dulu tak dekat.
- Apa? - Kau sebut itu menyetir?
Apa kita sudah sampai?
- Biar kusetir kalau kau tak bisa. - Kita semua naratama di sini.
Bung, mau ke mana kau?
Kenapa kau berjalan mundur padahal negara ini berjalan maju?
Itu karena kau ada di sini.
Ya Tuhan, Son!
- Rambu peringatan lagi? - Ayo!
Hei, hentikan.
- Aku tidak suka area terlarang ini! - Jangan khawatir!
Mungkin ada hewan liar.
Sungguh menakutkan!
Cerialah! Kau terlihat bosan!
Kita punya rencana!
Apa itu?
Ada apa? Beri tahu aku.
Apa? Ke mana kita pergi?
- Kencing! - Sialan kau!
- Gayamu serius sekali! - Kau mudah ditipu untuk ukuran lansia!
Pudel, kemari kalau mau sosis!
Mau main anggar?
Apa yang kau lakukan?
Aku...
Mengikat tali sepatuku.
Hanya mengikat tali sepatumu?
Apa kabar?
Lanjutkan kalau begitu.
Aku tiba-tiba kedinginan!
Karena kau kekurangan wanita!
Lihat rambu peringatannya!
Persis seperti pakaian dalam!
- Pantas saja orang lakukan hal terlarang. - Bersemangat!
Para lelaki pasti akan melakukan hal tolol.
Selalu menerobos tempat-tempat berbahaya!
Kau dulu menyukai ketegangan,
apa yang berubah?
Usiaku hampir 30, aku tidak bisa muda selamanya.
Pukul enam! Pukul dua belas!
Pukul enam! Pukul dua belas!
Pukul enam! Pukul dua belas!
Pukul empat!
Kalau begitu, menikahlah!
Thang masih sangat mencintaimu.
Rasanya agak jijik mengatakan ini,
tapi kembali pada mantanmu itu seperti memakan muntahmu sendiri.
Jadi mencintai orang lain itu
seperti memakan muntahan orang lain?
Kau yang terbaik!
Hoang hanya memakanmu!
Aku kenal temanku.
Siapa yang minta dilamar saat matahari terbenam? Kau memesannya!
Kau tidak bisa menyalahkanku setelah membawa kita ke tempat yang berbahaya.
- Salahmu kalau ini tidak berhasil. - Kau gila!
Hei! Apa yang kau takutkan?
Entah!
Nyamuk, lintah...
Hewan liar?
Jika bisa dapatkan Minh, kau takkan takut pada hewan liar apa pun!
Baiklah, jangan mundur lagi.
Kami mendukungmu!
Hei, apa pun yang kau lakukan, jangan sia-siakan usaha kami!
Kau mengerti? Tidak ada yang meninggalkanmu!
Son akan sedih kalau kau berkecil hati, benar?
- Apa itu? - Bukan apa-apa.
Itu bukan apa-apa.
Tato baru?
Ya.
Cupid?
- Di mana Mee? - Maksudmu makan bersama keluargamu?
Aku tidak akan menghalangi kalian berdua untuk bahagia.
Baiklah, akan kututup teleponnya.
Sudah berapa lama kalian di sana?
Cukup lama untuk mengetahui bahwa kau tidak suka makan di rumah.
Kemarilah!
Bersikaplah tulus!
Berani, jangan takut-takut, kau mengerti?
Jadi, bagaimana sekarang, Teman-teman?
Para lelaki ingin masuk ke dalam sana,
bagaimana dengan para cewek?
Bisakah ke tempat lain saja?
Nah, waktunya pulang.
- Sayang, kemarilah! - Pudel, serahkan padaku.
Yah, kalau Minh bilang begitu,
mari kita cari bungalo bintang lima untuk menginap, itu aman.
- Aman itu menyenangkan bukan, Sayang? - Kamping berubah jadi liburan?
Semua untuk satu, Sayang!
- Benar? - Tapi aku tidak suka!
Kenapa selalu aku yang salah, Nhan?
Tapi tahun ini giliranku memilih, Bung!
Ayolah!
Ya, itu benar, aku lupa tahun ini giliranmu memilih.
Kau yang membuat peraturan ini.
Kau mempermalukan dirimu sendiri!
Jangan takut. Aku akan menguburmu kalau kau mati!
Baiklah.
Kalau begitu, ayo.
Kau yakin? Ada gajah di sini!
Aku yakin! Aku mau pergi!
Aku sungguh ingin melewati rambu peringatan ini, puas?
- Berani sekai! - Itu terlalu berbahaya, jangan...
Kenapa kau terus menggigitnya?
Kau masih mencintainya, 'kan?
Ayo berangkat.
Ayo!
Kubur dia
lalu tanam sesuatu di atasnya.
Setengah jam kemudian dan ini pemandangannya?
Kenapa pelan sekali, Son?
Tenang, kita hampir sampai.
- Aku akan memaafkanmu! - Ayo!
Kita sampai. Keluar!
Kenapa parkir dekat tepian?
- Kita bisa jatuh. - Semua demi foto yang bagus, Kawan!
Ulurkan tanganmu!
Tarik aku ke atas!
Kebebasan.
Ya!
Aku sudah melihat banyak hal,
tapi bagiku,
hal yang paling cantik adalah matahari terbenam!
Matahari terbenam adalah bukti bahwa akhir apa pun bisa cantik!
Cantik sekali!
Lihatlah pantai berbatu di bawah!
Itu jauh!
Dengar,
dari sini ke pantai berbatu di bawah itu sekitar empat lantai!
Hanya ada satu jalan masuk dan keluar dari sini, Son?
Ya! Itu menjadikannya unik, bukan?
Unik sekali!
Apa kau menjerit seperti itu setiap kali kau senang?
Ayolah! Ini keren!
Halo, angin!
Halo, matahari!
Nyanyian rapmu payah!
Foto-foto yang bagus. Mari kubantu kau menggantungnya!
Sekarang setelah aku masuk grup,
apa aku bisa memilih lokasinya tahun depan?
Tergantung!
Kita lihat saja apakah kalian masih bersama!
Jangan-jangan kau cemburu?
Kau berpaling pada wanita setelah patah hati?
Aku hanya cemburu akan kepolosanmu.
Kau menggodaku terus!
Cium!
Aku pasti sudah menciumnya kalau jadi aku.
Aku akan pergi dan bicara dengan dia.
Kau payah dalam hal ini.
Kejutan!
Nona!
Bagaimana kau tahu semua yang aku lakukan?
Kau lihat itu?
Aku dirikan tendanya persis
seperti saat pertama kali kita bercinta.
- Ingat? - Penginapan di Nha Trang?
Ya, aku ingat.
Ayo, coba ini untukku.
Salad...
Bagaimana menurutmu kalau nama anak kita Salad?
Apa kau akan memberi nama anakmu Kudos kalau kau makan mi?
Mi, Kudos...
Hei, itu nama yang bagus!
Aku pikir itu bagus.
Kau tidak suka nama itu?
Tidak, menurutku Kudos bagus!
Itu bisa untuk anak laki-laki atau perempuan.
Memaksakannya tidak mendatangkan kebahagiaan, Sayang!
Tidak.
Aku benar-benar ingin menamai anakku Kudo, puas?
- Apa itu? - Aku mengatur alarm.
Dokter menyuruh untuk melakukannya pukul delapan dan pukul dua setiap hari, ingat?
Waktu inkubasi?
Di mana telurku?
Di mana kantong telurku?
Sial!
Kau butuh bantuan?
- Ambil dua ini dan panggang, Sayang! - Baik.
Hoang sepertinya benar-benar ingin punya bayi!
Lihat ini.
Hei... Kau akan kehilangan pesawat nirawak itu.
Batas ini...
Kau tahu aku!
- Pesawat nirawak itu akan kembali. - Ya Tuhan!
Dia membeli kereta bayi dan memenuhi rumah dengan popok dan susu.
Lalu setiap hari dia punya ide nama baru,
dan memenuhi dinding dengan nama itu.
- Lalu... - Hei...
Bagaimana kau akan mendapatkan bayi dengan implan?
Apa itu ketinggalan di rumah?
Aku belum ingin punya bayi.
Kenapa kau tidak bilang terus terang padanya?
Lihat wajah itu!
Bagaimana bisa aku mengatakannya?
Bagaimana keadaan ibumu belakangan ini?
Masih cuci darah dua kali seminggu.
Tapi dokter bilang
bahwa bulan depan akan ada donor yang cocok.
Itu kabar baik!
Beri tahu aku kalau kau butuh bantuan.
- Itu sakit. - Apa sakit?
Pikirkan itu.
Thang masih sangat mencintaimu!
Kalau dia sangat mencintaiku, kenapa tidak melamar?
Aku tidak punya karier, bahkan tidak bisa mengurus diriku sendiri.
- Bagaimana mungkin aku menikah? - Kaburlah kalau kau bisa.
Bagaimana aku bisa kabur?
Sepuluh tahun pacaran dan tidak menikah,
bagaimana aku bisa menunggu?
Kau tidak bisa menunggu, jadi sekarang kau bertingkah?
Apa?
Kau dulu sangat manis,
sekarang tidak.
Inilah aku!
Kau yakin? Atau kau ingin mengganggu si Pudel?
Kalau kau tak bisa dapatkan Minh
aku akan menendangmu ke bawah tebing, percayalah.
Aku gugup.
Omong kosong!
Kau tinggal buka mulut!
Lihat! Buka!
Maafkan kami.
Kau membuatku kaget!
Pudel! Kemarilah!
Hei, Minh!
Dengarkan aku.
Berpura-puralah
kau ingin menjadi ibu tunggal,
dengar apa yang dia katakan!
Ada apa?
Apa yang kau lakukan di luar sana begitu lama?
- Aku bicara dengan Nhan. - Berisik sekali!
"Bicara dengan Nhan!" Apa dia satu-satunya temanmu?
Aku bukan?
Aku punya begitu banyak waktu luang menunggumu!
Di mana cincinmu?
Hei!
Kenapa kecil sekali, Bung?
Ulang tahun pertama?
Berikan!
Kesungguhan itu lebih penting!
Baiklah.
Aku jadi dirimu.
- Kau jadi dirinya! - Wajahku tidak setegang itu!
Itu kau. Seriuslah!
Baik.
Musik!
AKU MENCOBA MINTA MAAF AKU TAK BERMAKSUD MELUKAI HATIMU
DAN AKU MENEMUKANMU MENUNGGU DI BAWAH SINAR MATAHARI
ADA BANYAK HAL YANG INGIN KUKATAKAN PADAMU
TAPI AKU TIDAK TAHU HARUS MULAI DARI MANA
AKU BERUSAHA BERHASIL
AKU HANYA TERSESAT DI SEPANJANG JALAN
DAN SETIAP KALI AKU MEMELUKMU
Hei?
Ha?
Ya, ini dari Kiss,
kau ingat?
Son.
Jujurlah...
Kau ingin menciumku?
Apa aku bilang aku ingin menciummu?
Tenanglah.
Tarik napas dalam-dalam!
Pejamkan matamu!
Maafkan aku, Kawan.
Tidak!
Kau menyelamatkanku, Bung!
Bagaimana menurutmu?
Aku membuatnya semalaman!
Bagus?
Tentu saja.
Kau lebih baik!
Maksudnya kau keren, Bung, apa yang kau pikirkan?
Aku tidak berani memikirkan apa-apa, Bung.
Jangan khawatir. Aku datang setelah ciuman kalian.
Kau sudah selesai bermain-main?
Periksa perangkapnya denganku.
Kau dulu saja,
aku akan menyusul saat selesai dengan ini.
Bersulang!
Mee, hari ini 1 November, hari ulang tahunmu,
buatlah permohonan.
Aku berharap untuk menjadi pemilih lokasi bagi kita tahun depan.
Tahun depan, aku akan memilihnya denganmu.
Skenario ini tak asing, tapi artisnya berbeda.
Hei...
- Jangan merusak hubunganku. - Aku datang, Nhan.
Seumur hidupku,
aku harus mengikuti jalan yang ditetapkan orang lain.
Tahun ini, aku akan mengikuti jalanku sendiri.
Bagus.
Tahun depan aku ingin pergi ke Italia.
Grande!
Jadi tahun depan, kami akan membawa Mi kecil ke Italia.
Mi? Tolong satu sup mi sapi!
- Es teh juga. - Hei, harapanku untuk kalian.
Aku berharap tahun depan kalian akan punya keponakan perempuan!
Berharaplah sesukamu, jangan mengeluh kalau terwujud.
Baiklah, mari kita tenang.
Bayi Mi akan sekuat Minh,
dan seimut Mee, dan terutama
harus secantik ibunya.
- Bagaimana kalau dia laki-laki? - Lebih memesona darimu sudah cukup!
Giliranmu, Son.
Tahun kemarin aku mengharapkan kekasih,
dan aku mendapat Zippo ini.
Tahun ini aku berharap "Zippo" bisa bahagia.
Jadi siapa kekasihmu, Son?
Ha? Siapa? Hei!
Aduh! Rasanya sakit!
Ayolah, hei, ini makanan favoritmu.
Giliran siapa ini?
Giliranku.
Tahun depan,
aku ingin punya anak.
Lucu seperti Hoang,
cerdas
seperti Nhan,
sehat seperti Son.
Dan ayahnya adalah...
aku butuh benih, bukan suami.
- Apa maksudmu? - Ini sudah lazim sekarang.
Orang asing bagus juga, bukan?
Kau ingin menjadi ibu tunggal?
Wanita mandiri sekarang.
Aku selalu mengira kau bisa mandiri.
Kalau kau mandiri, kau tidak butuh anak.
Kemandirian
berarti kau bisa memilih gen yang bagus untuk anak-anakmu.
Karena... saat ini sebagian pria sungguh lemah!
Paham?
Hei, tapi Minh benar.
Menjadi ibu seharusnya diputuskan oleh perempuan.
Wow!
Jadi, bagaimana dengan si kecil?
Ya.
Semua orang butuh ayah saat tumbuh dewasa.
Aku akan menjadi ayahnya,
dan ibunya, puas?
Nah...
Chihuahua menghabisi si Pudel.
Imut sekali!
Seseorang katakan sesuatu!
- Kenapa serius saat bersenang-senang? - Ayo kita bersulang.
Satu, dua, tiga, bersulang!
Apa harapanmu, Thang?
Katakan sesuatu, Bung.
Persetan kau!
Apa kau mencariku?
Imut sekali!
Gunakan Minh sebagai perisai!
Ayo maju! Aku menantangmu!
Dor!
Dor!
Dor!
Kau main curang!
Dor!
Dor!
Dor!
Waktunya pergi!
Ini dia Hoang Tiga-Menit!
- Tiga jam! - Ya, benar!
Tidak sopan.
Hai!
Dokter Strange!
Dor!
Dor!
Dor!
Wow!
Tangkapan bagus!
Apa?
Aku membeli gelang kaki!
Cepat!
Ayo...
Satu lagi untuk keamanan!
Grande!
Kau bertanggung jawab untuk aku dan anakku.
Aku akan memindahkan mobilnya.
Jangan khawatirkan itu. Kita berencana melihat bintang nanti.
- Apa yang terjadi? - Kau pantas mendapatkannya!
Apa yang membawamu kemari, Hoang?
- Hei, itu bukan... - Apa itu darah?
- Hoang? - Tolong!
Tolong aku!
Lari! Itu sejenis binatang!
- Itu tenda yang berlari! - Angkat dia dan lari! Ya Tuhan!
Cepat! Tendanya kemari!
Tutup pintunya.
Cepat! Lukanya dalam sekali! Lakukan sesuatu...
- Apa robek buku hentikan pendarahan? - Apa kau gila?
Berhenti berteriak.
- Siapa yang kau teriaki? - Aku takut, Sayang.
Nhan, tekan.
Pertolongan pertama!
Apa-apaan itu?
Nyalakan mobilnya, Son!
Suamiku akan mati!
- Thang, di mana kunciku? - Kenapa kau bertanya padaku?
Kau yang menyetir atau aku?
Siapa saja bisa, ayo!
- Tidak ada kunci! - Di mana kuncinya?
- Mana aku tahu? - Di mana kuncinya?
- Sayang, aku takut! - Tenang, jangan rewel.
Aku takut!
Perban lukanya!
- Kotak peralatan! - Peralatannya, cepat!
- Ini bisa? - Ini bisa...
Buka!
Tarik!
Pelan-pelan!
- Gunting! - Tutup lukanya!
Tidak ada gunting... Gigit saja...
Kau tidak apa-apa?
- Tidak apa-apa. - Ingat untuk minta divaksin.
Rasanya sakit!
Sayang, bagaimana kita membawanya pulang?
Panggil orang-orang untuk menolongku!
Hei, di mana ponsel kita?
Ya, panggil ambulans, Minh.
Aku tidak membawanya, kita sibuk membawa Hoang, kedua tanganku penuh.
Kenapa tak seorang pun membawa ponsel?
- Son! - Kami sedang tertawakan Hoang Tiga-Menit.
Lalu dia tersungkur, Ha berlari keluar, aku menjerit, "Tenda yang berlari",
lalu kita semua membawa Hoang dan lari ke mobil,
tidak ada yang mengambil ponsel.
Kalau begitu, turun dan ambil kuncinya.
Tenda yang berlari itu masih di luar sana, kau ingin mengorbankanku?
- Berbaringlah. - Apa kita sudah di rumah?
Tidak adakah cara untuk menyalakan mobilnya?
Ada!
Film-film hanya menunjukkan dua kabel, ada banyak di sini!
Hei... Lampunya menyala!
- Cepat! - Ayo!
Lampunya menyala, tapi mesinnya tidak.
Ya Tuhan, temukan cepat.
Diam, Nhan!
Diam, semua! Diam!
- Tidak masalah! - Sayang, aku takut...
Diam, itu dia...
Diam...
- Kau diam! - Kau menyakitiku.
- Sayang, aku takut! - Tutup mulutmu sialan!
- Kau memakiku? - Maaf!
Kau yang paling berisik, Nhan.
Kau diam! Kau selalu bilang...
Apa itu tadi?
Aku tak peduli!
Tentunya Hoang tidak bisa bertahan sampai pagi!
Aku sudah menduga saat Son berhenti di rambu peringatan pagi ini.
- Benar-benar bodoh! - Pilihanku.
Ini salahku, puas?
Ya, jangan berdebat lagi.
Binatang berbahaya...
Mereka tidak suka tempat-tempat ramai.
Ia punya alasan untuk menyerang kita.
Karena kita tidak mengundangnya ke pesta ulang tahun?
Bagaimana dengan Hoang?
- Dia harus dibawa ke IGD. - Bagaimana kita akan sampai di sana?
Di mana kuncinya?
- Bisa kau menyalakan mobilnya? - Tidak.
Itu mungkin akan merusak mobilnya.
Kalau begitu, semua orang harus berlari keluar.
Kita pasti bisa mengakalinya.
Lalu orang yang beruntung akan hidup,
dan yang lain mati?
Atau biarkan aku mengambil kuncinya.
Hentikan.
Kau tidak bisa lari lebih cepat dari dia.
Apa satu orang sekarat belum cukup?
Aku dengar itu, Thang.
Jika orang yang berbaring di sini itu kau, apa kau akan mengatakan itu?
Kalau kau tidak berani, serahkan padaku.
Minh!
Bisakah kau tidak impulsif?
Minh!
Minh!
Si bodoh ini!
Bagaimana bisa kau sebodoh itu?
Aku memberimu dua tahun, dan nihil.
Siapa yang tidak butuh ayah?
Minh!
Minh! Lari!
Lari...
Cepat! Lari!
Cepat! Lari lebih cepat!
Tutup pintunya!
- Apa itu? - Itu tenda yang berlari!
- Di mana Thang? - Dia di belakang sana.
- Dia tidak di belakang sini. - Tidak di atas sini juga.
Thang!
Duduk diam.
- Biarkan aku keluar! - Duduk!
Nhan. Lepaskan aku.
Thang!
Buka pintu!
Thang!
Buka!
Apa yang keras ini?
Senter!
Di mana Minh?
Di mana Minh?
- Siapa yang menutup pintu untuk Thang? - Kau tidak apa-apa?
- Apa kau gila? - Aku...
Aku tidak akan bisa meraihnya.
Siapa kalau begitu?
Aku...
minta maaf.
Kau bahkan tidak bisa mengurus dirimu sendiri,
tapi kau ingin menjadi orang tua?
Katakan lebih keras!
Aku mencoba mencari kuncinya, tapi tak bisa.
Tapi aku dapat ini.
Apa ponselnya nyala?
Ponselku.
Tetap bangun, kau tidak boleh tidur.
Sayang...
Kau harus bangun, jangan tidur.
Bisakah kau memikirkan
tentang ke mana kau akan pergi
saat kau di Italia?
Itu negara yang besar.
Dia mengigau karena demam...
Aku tidak tahu ada infeksi atau tidak.
Nekrosis tidak bisa disembuhkan...
Kita hanya punya waktu satu atau dua jam.
Kita tidak punya waktu sebanyak itu.
Pergi ke Italia bersama Kudos kecil...
Pergi bersama istriku dan Italia...
Ada orang di bawah sana... Aku butuh tali!
Semua orang tetap di sini dan tunggu aku!
- Benar. - Apa yang kalian lakukan?
Lepaskan bajumu.
Kenapa kita melepas baju?
- Mengikatnya untuk membuat tali! - Apa maksudmu?
Kita punya tiga celana 1,8 meter, celana Mee 1,6 meter. Total tujuh meter.
Ditambah dua tirai 1,5 meter menjadi tiga meter.
Celana tujuh meter ditambah tirai tiga meter jadi sepuluh meter.
Baju para lelaki menambah empat meter lagi.
Son, berikan bajumu padaku.
Baju Son dua meter ditambah rok Ha dua meter, total 18 meter.
Lepaskan celana pendekmu.
Lepas baju Hoang dan berikan padaku.
- Aku tidak pakai baju dalam. - Maksudku jubahnya.
Hei, 18 meter tidak cukup.
Aku 1,9 meter. Aku bisa memanjat.
Memperhitungkan elastisitas, masih ada satu meter untuk mencapai pantai berbatu.
- Tidak cukup. - Bagaimana dengan dari batu ke sungai?
Ini tebing yang landai.
Ada beberapa semak, ikuti itu ke bawah.
- Kau akan menemukan manusia. - Tidak.
Menurutku ini tetap berbahaya.
Jika itu berbahaya, duduk saja di sana dan terus berpikir.
- Atau haruskah kita tunggu sampai Hoang... - Hei!
Aku ini monyet, jangan khawatir!
Son! Kau tidak apa-apa?
Tolong melamarlah!
Biar aku saja yang pergi.
Kau tak apa-apa? Hati-hati!
Memanjatlah ke atas kalau perlu.
Bagaimana kalau perhitungan kita keliru?
Kita tidak mungkin keliru.
Kau baik-baik saja, Son?
Aku baik-baik saja.
Ada apa?
Thang! Zippo-nya!
Berpindahlah ke sisi lain! Cepat!
Ayo!
Thang! Lebih banyak orang!
Tarik Son ke atas!
Kenapa ringan sekali?
Son.
Di mana Son?
Son.
Thang.
Di mana Son?
Ini salahku.
Ini salahku.
Sayang, apa dia punya peluang?
Tebingnya sekitar 20 meter...
celanaku...
lima meter.
Tinggi Son 1,9 meter...
Jangan menangis.
Hentikan.
Kenapa kau menangis?
Son tidak pernah membuat kita menangis.
Benar, bukan?
Son seperti monyet.
Percayalah, Teman-teman.
Tidak apa-apa.
Kita bertujuh.
Hei.
Ini milik Son.
Baiklah.
Kau tak masalah dengan itu?
Mee.
Kau tidak apa-apa?
Ibu menelepon tadi dan menyuruhku pulang makan...
Aku berkata kasar padanya.
Sekarang aku pikir aku tidak bisa pulang lagi...
Tidak apa-apa.
Semua akan baik-baik saja.
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa. Ini sudah pukul 02.00.
Dalam empat jam, kita akan diselamatkan.
Kau dengar aku?
Kita akan diselamatkan.
- Ponsel! - Cari di sebelah sana.
Cari di mana?
- Ponselnya ada di sekitar sini. - Sudah ketemu?
- Halo, taipan Tran Khanh Hoang di sini. - Tunggu! Pencuri...
Alarm? Sial.
- Ini waktunya inkubasi? - Coba aku lihat.
Ada apa, Sayang?
Tidak ada sinyal di sini.
Kalau begitu, tamat riwayat kita.
Hei.
Kau lihat pohon tertinggi di atas tenda kita?
Yang ada sulurnya.
Kita mungkin dapat sinyal di atas sana.
Kalian tetap di sini dan tunggu aku.
Pokoknya tunggu.
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa. Serahkan padaku.
Beruang itu juga terluka kakinya.
Ia tidak akan bisa menangkapku.
Aku bilang aku bisa melakukannya.
- Biarkan aku. Thang! - Hei... Thang!
Apa yang kau lakukan?
Berikan ini pada Minh.
Sedangkan untuk ibuku...
kuserahkan dia padamu.
Tidak, jangan.
Thang!
Jangan. Tidak!
Thang!
- Thang... - Minh!
Bisakah kau memercayainya sekali saja?
Jangan berisik.
Halo...
Halo. 911.
Kami butuh bantuan di hutan Ta Nieng.
Dia mendapat sinyal!
Di mana? Di mana lokasimu?
Halo?
Pak?
- Halo? - Tolong kami.
Tolong kami, kumohon!
Beruangnya sangat besar!
Beruangnya bisa memanjat.
Tenang.
Lengannya terluka, ia tak bisa memanjat. Percayalah padaku.
Ta Nieng! Hutan Ta Nieng!
Dekat tebing.
Ada seekor beruang!
Thang!
Thang! Bangun.
Maafkan kami.
Thang!
Thang!
Apa yang dia katakan padamu barusan?
Dua tahun yang lalu, dia membatalkan pertunangan...
karena ibunya sakit.
Dia tidak ingin kau menderita, Minh.
Sungguh mengejutkan.
Hei, Minh.
Ada apa, Thang?
Bagaimana aku harus memanggilmu setelah pernikahan?
Aku akan memanggilmu seperti kau memanggilku.
Ayahf...
Ibuf...
Hei, itu manis!
Begitulah anak-anak kita akan memanggil kita.
Ha? Kenapa kau tiba-tiba bicara tentang anak di sini?
Kau yakin kau siap untuk itu?
Hei.
Mama.
Ada apa, Papa?
Apa yang harus kita lakukan untuk pernikahannya?
Aku pikir...
kita harus pergi ke hutan.
Mari kita cari tempat dengan sungai yang indah...
Perhatian, Unit Satu.
Kami terima panggilan dari 911.
Sekelompok orang terjebak dekat tebing.
Benarkah?
Hubungi tim penyelamat segera.
Butuh dua jam untuk sampai di sana.
Apa sebaiknya kita panggil Paramedis?
Panggil mereka. Cepat kerahkan kekuatan.
Lari ke luar dan kau akan mati.
Turuni tebing dan kau akan mati.
Panjat pohon...
Satu-satunya cara untuk pergi adalah kita menumbuhkan sayap dan terbang...
Kalau tidak, bagaimana kita bisa kabur?
Itu ide bagus, Hoang. Kita bisa lakukan itu.
Kau bisa terbang?
Untuk apa senter itu?
Supaya mereka bisa melihat kita.
Ha, buka atap suryanya.
Hei, sesuatu bergerak di sini.
Bukankah itu seekor beruang yang terjebak di dalamnya?
Melihat ukurannya, itu pasti anak beruang.
Jadi yang satunya adalah induk beruang.
Biarkan aku menerbangkannya kembali.
Baterainya hampir habis.
Hei, Teman-teman. Ada seseorang di sana.
Kita selamat.
Apa ada yang datang selamatkan kita, Sayang?
Sayang, kita selamat.
Anak beruang itu terjebak di tepi tebing.
Juga ada beberapa orang di sini.
Bawa senapan ke sini dan bantu Ayah.
Kita tamat kalau orang-orang tahu.
DALAM PENERBANGAN
Tidak!
Pak!
Pak, kami di sini!
Pak!
Pak. Kami di sini!
Pak!
Di sini!
Pak, lari!
Mat.
Tenanglah.
Ini Papa.
Mat.
Tenang! Ini Papa.
Ini Papa.
Jangan membuatku takut.
Aku baik-baik saja.
Apa ini sudah pagi?
Aku akan mencabut gigimu.
Aku akan mencabut gigimu.
Masih ada Hoang...
Kau ingin kita mati di sini?
Perban lukanya, kalau tidak, lukanya akan infeksi.
Terima kasih.
Aku baik-baik saja.
Sayang.
Seandainya situasi menjadi buruk...
Ini hanya nasib sial...
Kau harus terus hidup...
dan mengurus anak kita.
Nhan.
Kemarilah.
Kau harus menjadi ayah baptis anakku.
Kau yang paling pintar di grup kita.
Yang paling bermartabat.
Sial, aku tak pernah mendengar kau memaki.
Kau harus mendidik anakku
untuk menjadi orang
yang sama sepertimu.
Apa kau gila?
Anak itu harus sepertimu.
Sayang.
Sayang.
Aku harus memberitahumu sesuatu.
Apa?
Hoang.
- Ya? - Hoang.
Dengarkan aku.
Kau lucu.
Kau tulus.
Kau juga tampan.
Aku
dan Nhan,
akan menjadi orang tua baptis Mi.
Membantu istrimu membesarkan bayinya.
Dia akan memiliki keluarga yang bahagia.
Manis sekali!
Suamiku...
Hoang...
Hoang...
Hoang...
Hoang...
Beristirahatlah dalam damai, Sayang...
Mobil kita sudah sangat dekat dengan tepi tebing.
Satu kali tumbukan dari beruang itu dan kita akan tamat.
Ia pikir kita mengambil anaknya.
Jadi kalau kita ingin kabur,
mengembalikan anaknya adalah satu-satunya cara.
Tapi kalau ia tetap di sana,
bagaimana kita bisa memberitahunya bahwa kita ingin menyelamatkan anaknya?
- Sayang. - Ya?
Kita tidak perlu memberitahunya.
Ya.
Kita cuma perlu mengalihkan perhatiannya.
Nah, ini adalah van kita.
Ini anaknya.
Kita berdua harus lari maju dan mundur untuk mengalihkan perhatian ibu beruang.
Lalu seseorang pergi dan membebaskan anak beruang itu.
Dua tutup botol ini adalah kau dan aku.
Mustahil. Kalau kalian berdua berdiri sejauh itu
dengan semua pohon ini, mana mungkin ia mendengarmu berteriak?
Kita tidak perlu berteriak saat kita punya ini.
Baik, Minh.
Satu untukku, satu untukmu.
Dan aku akan mengembalikan anak beruang itu kepada induknya.
Hei...
Kau harus tetap di sini.
Kau harus membawa dia pulang.
Aku akan pergi.
Mee benar.
Kau tinggallah di sini bersama Hoang.
Ayo berangkat.
Sayang...
Tolong jaga kami.
Hati-hati.
Itu saja?
Seumur hidupku, hal yang paling aku benci adalah bertemu orang tua.
Saat pagi tiba,
aku ingin mengajakmu pulang
untuk makan dengan ibumu.
Setuju?
Jangan ke mana-mana, ya?
Hei, beruang!
Di sebelah sini.
Kemarilah!
Beruang!
Kemari!
Mee, lari!
Mee!
Lari!
Mee!
Lari! Minh!
Hei, beruang!
Ha! Jangan.
Lari!
Grande!
Ha!
Hei! Aku di sini!
Bawa aku!
Mee!
Thang!
Terjunkan dan gerakkan semua kekuatan pencarian segera.
- Dimengerti? - Dimengerti.
AMBULANS POLISI
Siapa di sana?
Kumohon, tolong aku!
Siapa di sana?
Tolong aku!
Tolong aku!
Hei, Kawan...
Biar aku coba.
Tahan.
Apa kau gila?
Maaf.
Darahnya licin.
Biar kucoba lagi.
Kenapa kau di sini sendirian?
Tolong bantu aku!
Ada beruang di hutan ini!
Teman-temanku masih di dalam sana.
Kumohon, tolong aku!
Kau tampan!
Tapi aku tidak bisa melepaskanmu.
Apa yang kau tertawakan?
Thang!
Mee!
- Kau tidak apa-apa? - Ayo masuk ke van.
- Di mana Nhan? - Di mana Ha?
Ha berlari ke luar untuk menyelamatkanku...
tapi aku tidak menginginkannya.
Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Nhan...
Maafkan aku...
Tapi ini... ini bukan salahmu.
Tidak ada yang salah di sini.
Dalam hidup...
tidak ada yang bisa meramal masa depan.
- Kalau itu kau... - Pergilah sana, Thang!
Baiklah... Kau... Minh...
- Nyalakan mobilnya. - Bantu aku menghibur dia.
- Aku tahu. - Maaf.
- Hibur dia untukku. - Aku mengerti!
Baik...
Sialan!
- Sialan kau, Son! - Cepat!
- Musik apa itu? Matikan! - Aku matikan.
- Matikan! - Sebentar.
Beruangnya kembali!
Beruangnya kembali!
Cepat!
Sebentar!
Kita akan baik-baik saja!
Bagaimana kita bisa menemukan Nhan sekarang?
Mee! Mee, bangun!
- Thang! - Bawa keluar Mee dulu.
Keluarkan dulu Mee.
Mee... Ayo.
Naik. Thang akan menyusul kita.
Beruang itu! Thang, kau tidak apa-apa?
- Minh! - Lari!
Minh.
Tenang!
Dengarkan aku, Minh!
Tidak ada yang salah...
dengan perjalanan ini.
Ini hari paling bahagia dalam hidupku.
Aku cinta kau. Persetan!
- Apa kau gila? - Apa yang kau katakan barusan?
Kumohon ampuni aku! Beruangnya!
Naik...
Thang, ulurkan tanganmu!
Lari!
Bensinnya bocor, mobilnya akan meledak!
Thang, berikan botol bir itu untuk membuat bom molotov!
Taruh botolnya di bawah pipa.
Thang! Zippo!
Minh!
Tenanglah.
Aku pasti...
membawa pulang semua orang.
Thang, ulurkan tanganmu!
Cepat!
Cepat!
Thang, cepat.
Lari!
Lari, Minh!
Lari, Minh!
Lari, Minh...
Lari!
Ayo bertarung!
Mee!
Kalian!
Kau benar-benar punya nyali!
Aku hanya ingin anak beruang itu kembali pada induknya.
- Ayolah. - Tidak apa-apa... Kau hebat!
Sekarang mari kita pergi...
Ayah.
Ayah.
Rasanya sakit.
- Ayo, Ayah. - Ayah tak sanggup lagi.
Bertahanlah...
Phat...
Kau...
dengarkan Ayah...
Ayah sangat kesakitan...
Phat...
Phat...
selesaikanlah.
Jangan takut.
Selesaikanlah.
Akhiri ini untukku.
Jangan takut.
Jangan takut.
Jangan takut, Nak.
Mee!
Mee.
Itu arloji Nhan.
Ini?
Apa yang kau lakukan pada Nhan?
Jadi namanya Nhan?
Aku menguburnya.
Lepaskan!
Lepaskan dia!
Menyingkir dari dia!
Tolong aku!
Tembak aku!
Bangun, Minh.
Jangan mati.
Bangun, Minh.
Bangun, Minh.
Bangun.
Bangun, Minh.
Dia masih hidup.
Bangun, Sayang.
Minh tidak mati. Jangan menangis.
Minh...
Bangun, Sayang.
Jangan menangis!
Minh!
Minh.
Aku pikir aku sudah kehilanganmu...
Minh.
Ayo pulang.
Bisakah kau berjalan?
Aku bahkan bisa menggendong kalian berdua.
DALAM MENGENANG MENDIANG GURU NGUYEN THE HIEP
SKUAD NOVEMBER
Terjemahan subtitle oleh Hendra Hong
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.