Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Sebelumnya"
Tunggu! Tunggu aku.
- Jalan! - Hei! Kau! Berhenti!
Hei! Berhenti!
Kembalikan dompetku!
Berhenti, kalian menyakitiku.
Hentikan sekarang! Hei! Lepaskan aku!
Hei!
Apakah ini tentang uang yang aku pinjam?
Aku akan mengembalikan semuanya.
Jika tak percaya, tanyakan Tong.
Tong dari Pattaya Selatan, apa kau mengenalnya?
Apa kau berutang uang kepada semua orang?
Siapa itu?
Kau!
Aku punya pekerjaan untukmu.
Uang yang kau ambil dari dompetku silakan ambil.
Ditambah uang ekstra untuk waktumu.
Kau tak harus menculikku!
- Bicarakan saja baik-baik. - Aku sedang berbicara denganmu!
Bicara denganku di sini atau di kantor polisi.
Apa? Apakah ayahmu polisi?
Selalu membicarakan polisi dan penjara!
Masih berani membuka mulutmu?
Tidakkah kau mengerti keadaan sulitmu?
Baik! Akan kulakukan.
Akan kulakukan, baiklah.
Apa ini?
Apa kau mengutukku?
Ini buruk. Tidakkah kau tahu? Bagi kami, hadiah ini adalah kutukan.
Apa? Aku tak mengerti.
Yang!
Permisi, Nn. Nida.
Kalian berdua, kembali ke mobil.
Hebat! Perusahaanmu tampak kaya.
Bersama dengan denda karena menyerangku, benar.
Hei!
Untuk seorang penerjemah, siapa yang hanya mbayar 3.000 baht?
Mau atau tidak?
Jika tidak, kau boleh masuk penjara.
Kau mulai lagi!
- Aku akan menelepon polisi. - Tidak.
Permisi, Tn. Phu. Aku tak tahu kau ada tamu.
Aku penerjemah yang Tn. Phu cari.
Bagus! Akhirnya kami punya penerjemah. Situasinya agak genting.
Tuan San tampak sangat tak senang dengan apa yang kita sudah siapkan.
Kurasa yang terbaik adalah kau pergi dan melihatnya sendiri.
Soal jam?
Kenapa?
Sejujurnya, aku tak tahu.
Dia mengatakan sesuatu tentang kutukan.
Aku tak mengerti apa maksudnya.
Aku dalam masalah.
Tunggu di sini.
Nida, carikan pakaian untuk dia.
Pakaian yang terlihat lebih profesional.
Tunggu! Duduk. Mari membuat kesepakatan.
Jadi, apakah 3.000 atau 30.000 baht,...
- ...atau mungkin lebih. - Kau ingin pekerjaannya atau tidak?
Begini saja,...
...agar tak membuang waktu, mari putuskan seperti ini.
Aku tak punya waktu untuk memainkan permainanmu.
Sebentar saja dan kau akan mendapat jawaban.
Jika kepala, kau membayarku 30.000 baht,...
...tapi jika ekor, aku akan terima 3.000 baht.
Terserah kau saja.
Jika ekor, aku akan bekerja untuk 3.000 baht, setuju?
Kau saksi kami.
Baiklah.
Sebesar 30.000 baht.
Sudah diputuskan!
Jangan khawatirkan pakaiannya, aku akan mengurusnya.
- Lakukan saja. - Tentu.
Selamat siang, Tn. Chern.
Namaku Phurich.
Senang sekali bertemu denganmu.
Selamat menikmati teh krisantemum kami.
Semua yang dia lakukan adalah kutukan!
Aku sudah selesai bicara. Ayo pergi!
Pak!
Tuan San, Tn. Phurich tak mengetahui adat kita.
Jika kita akan berbicara soal bisnis dan dia tak mengerti kita,...
...aku sudah selesai berbicara.
Halo, Tn. San.
Tolong berikan kami kesempatan untuk memperbaikinya.
Dia bisa berbahasa Mandarin.
Apa yang kau katakan kepadanya?
Aku mengatakan yang perlu dikatakan.
Apa yang kau pikirkan dengan memberikannya jam dinding?
Orang China percaya kalau jam sebagai hadiah berarti kematian.
Dalam Bahasa Mandarin, jam diucapkan "sonjong".
Lihat mulutku, "sonjong".
Itu memiliki arti lain, yaitu "Mengirim arwah ke surga."
Mengerti?
Bukan itu saja. Bunga itu,...
...bunga krisantemum itu digunakan untuk pemakaman,...
...dan dalam Bahasa Mandarin, kata untuk itu...
...terdengar seperti kata untuk...
...itu.
Itu?
Kau tak mengerti? Itu!
"Kaki ketiga."
Itu buruk.
Itu menjelaskan kenapa dia sangat kesal.
Ayo lakukan ini, Nn. Nida. Mari kita mulai dari awal.
Nona Nida, tolong kumpulkan semua dokumen mengenai bisnis...
...yang kau akan bahas dengan Tn. San.
Itu tak perlu.
Fokus saja menerjemahkan, itu saja.
Kuberi tahu! Lakukan seperti yang kubilang.
Dalam dua jam, aku akan menemui kalian di ruang rapat.
Beri aku waktu dan akan kuurus semuanya.
Percayalah kepadaku.
Lima menit lagi akan dua jam.
Tuan San sudah lama menunggu.
Di mana dia?
Nona Linin.
Aku siap.
Nona Nida, bisakah kau membantuku dengan satu hal lagi?
Boleh aku meminta fail presentasi untuk perkebunan anggur dan anggur...
...beserta dokumen lain yang aku sebutkan?
- Tolong siapkan di proyektor. - Ya.
Halo lagi, Tn. San.
Namaku Linin.
Hari ini, aku akan menjadi penerjemahmu.
Terima kasih.
Kami doakan kekayaan, kekuasaan, dan kesehatan...
...dengan tanda terima kasih dari perusahaan kami.
Terima kasih.
Perkenankan aku menghidangkan teh untukmu.
Rasanya nikmat, terima kasih.
Makanlah sup panas ini, Paman.
Terima kasih, letakkan saja di sana.
Aku juga menambahkan ginseng, Paman.
Makanlah agar Paman sehat dan kuat.
Aku memang sehat.
Paman bekerja keras setiap hari, jadi, harus menjaga diri.
Jika terjadi sesuatu kepada Paman, aku akan merasa sedih.
Apa yang kau bicarakan?
Maksudmu...
...jika aku mati, benar?
Tidak. Bukan begitu, Paman.
Aku takkan berani memikirkan sesuatu yang sangat tak masuk akal.
Omong-omong,...
...jika sampai pada hari itu, saat sesuatu terjadi kepadaku,...
...aku takkan membiarkan sesuatu terjadi kepadamu.
Kau sudah lama merawatku.
Aku hanya keponakanmu...
...dan Paman selalu merawatku.
Seolah aku ini...
...putrimu.
Aku sudah memiliki utang yang tak bisa dibayar.
Dia takkan kembali.
Jangan khawatir.
Kau akan mendapatkan apa yang seharusnya milikmu.
Dalam ketiadaanmu, aku sudah merawatnya.
Aku harus mendapatkan semuanya, bukan begitu?
"Anggur Phutharapat"
Bahasa Mandarinmu sangat bagus.
Tuan Phu adalah eksekutif saat ini dan cucu pendiri.
Dia tak mengerti apa pun.
Dia memiliki masa kecil yang sangat menyedihkan.
- Dia dioperasi karena kerusakan otak. - Benarkah?
Itu sangat menyedihkan.
Jaga dirimu.
Ya.
Apa yang kau katakan kepadanya?
Aku mengatakan betapa pintar dan berbakatnya dirimu.
Jika ada lagi yang kau mau kukatakan, beri tahu saja aku,...
...karena saat ini, dia akan memercayai apa pun yang kukatakan.
Tapi aku ingin 10 kali dari jumlah yang sebelumnya kita diskusikan.
Sekalian saja merampokku!
Ini bisnis. Kau sudah mendapatkan jauh lebih banyak daripadaku.
Atau apa kau ingin aku mengambil 10 persen...
...dari kesepakatan dengan Tn. San?
Aku tak keberatan.
Sebanyak 50.000 baht, itu saja.
Sebanyak 100.000 baht pas.
Setuju atau tidak? Jika tidak, aku pergi saja.
Jumlah bulat yang bagus, 'kan?
- Terserah kau... - Tunggu.
Setuju, 100.000 baht.
Benar.
Jangan lupa menjemputku besok pagi.
Dah. Sampai jumpa besok.
Kau melakukannya dengan sangat baik.
Kau sangat beruntung memilikinya sebagai asisten.
Sampai jumpa besok pukul 08.00 di perkebunan anggur.
Permisi, bisa kami memanggil orang lain?
Linin mungkin ada acara besok.
Tidak.
Atasanku meminta kehadirannya.
Aku ingin 50 persen dari uangku hari ini.
Tunai. Bayar aku sekarang.
Bagaimana jika aku membayarmu dan kau tak datang besok?
Kau yang curang.
Tapi jika kau tak membayar 50 persen, aku pasti takkan datang besok.
- Hanya 30 persen. - Sebanyak 50 persen.
- Hanya 30 persen. - Sebanyak 50 persen.
Baiklah, 50 baht!
Sebanyak 50 persen, bukan 50 baht!
Sebanyak 50 persen! Lihat bibirku. Kau tahu, 50 persen?
Hanya 30 persen.
- Sebanyak 50 persen. - Cukup 30 persen.
Sebanyak 50 persen.
- Sebanyak 30 persen. - Sebanyak 50 persen.
- Sebanyak 30 persen. - Sebanyak 50 persen.
Baiklah!
Jika kau tak datang besok,...
...aku berjanji akan memburumu sampai ke ujung dunia.
Sebanyak 50 persen.
- Nida. - Ya.
Ambilkan uang untuk Linin.
Ya, Pak.
Sampai jumpa besok pukul 08.00.
Mainan seru! Belikan untuk anak-anak kalian!
Kemari dan belilah!
Beli mainan!
Beli mainan!
Tidak?
Mau mainan?
Nida.
Kirimkan mobil untuk menjemputku.
- Ini! Jangan terlambat lagi. - Terima kasih.
- Hai, Nin. Sudah makan? - Belum.
Ini 30.000 baht.
Hei, masukkan ke dalam catatan! Pembayaran bunga 30.000 baht.
Apa? Kenapa hanya bunga?
Apa?
Ayahmu tak mencicil pembayaran selama enam bulan.
Apa yang harus kulakukan?
Aku memberikan ayahku 5.000 baht setiap bulan untuk membayarmu.
Dia tak memberikannya kepadamu?
Kau sungguh-sungguh bertanya kepadaku?
Kau masih tak mengerti kebiasaan ayahmu?
Tuan.
Ayah macam apa dia? Hanya merepotkan anaknya.
Teganya dia melakukan ini.
Kau putrinya,...
...tapi harus melakukan semuanya untuk melunasi utangnya.
Siapa yang akan melakukan yang sama untuk dia?
Kau masih beruntung.
Menurutku kau anak baik.
Tapi jika kau berurusan dengan orang lain,...
...mereka akan menyuruhmu turun ke jalan untuk menjual diri.
Sampai kapan kau bisa terus melakukan ini untuk dia?
Dengan ayah seperti ini?
Jangan salahkan dia, Kakak.
Jika merasa sangat kasihan kepadaku,...
...kau bisa menurunkan bunganya.
Aku berjanji akan melunasi semua utangnya.
Aku akan menasihatinya untuk menjadi lebih baik.
Aku akan membantumu sebisaku.
Pergilah.
Gadis malang, si Nin itu.
Silakan duduk.
Nona So, apa yang kau ingin bicarakan?
Aku akan berterus terang dan langsung ke intinya.
Aku mengundangmu datang hari ini karena butuh saran.
Aku ingin tahu apa ada cara untuk melihat surat wasiat...
...tanpa melibatkan orang yang hilang itu.
Aku yakin itu mustahil, Nn. So,...
...karena dalam kasus ini, orang yang hilang adalah keponakannya.
Menurut yang aku dengar,...
...jika seseorang telah hilang selama lima tahun,...
...mereka dianggap meninggal.
Harus ada bukti kematian.
Lagi pula,...
...dia menyebutkan keponakannya sebagai penerima yang penting.
Bukti!
Bagaimana aku bisa mendapatkan bukti?
Lebih dari 80 persen orang di wilayah itu sudah meninggal!
Orang yang aku kirim untuk menyelidiki hal ini...
...mengatakan tak ada lagi jejak mereka.
Nona So, kau mengirim penyelidik juga?
Itu...
Aku sudah merawat pamanku dan membantu sebisaku.
Selain itu, siapa lagi yang mengirim penyelidik?
Tuan Phu.
Phu.
Phu menyelidiki?
Ya, Nyonya.
Tuan Phu mendapat perintah langsung dari pamanmu...
...untuk menemukan cucunya yang sudah lama hilang.
Terima kasih banyak atas bantuanmu hari ini.
Bagaimana kalau mentraktirku makan malam?
Bagaimana menurutmu, Nn. So?
Dasar penggoda!
Kau tak mengirim orang untuk menjemput Tn. San?
Nona Linin bilang dia akan mengurusnya.
Lagi?
Ini mungkin mereka.
Selamat datang, Pak.
Halo.
- Halo. - Halo, Tn. San.
Besar sekali perkebunan anggurnya!
- Halo. - Halo.
Pengemudinya juga keluarga, ya?
Kau akan mengambil semua yang kau bisa, 'kan?
Maaf, tapi bukankah seharusnya kita berfokus pada pekerjaan sekarang?
Hei, siapa itu?
Nona Nida. Dia sekretarisnya.
Ayo.
- Silakan lewat sini. - Terima kasih banyak.
Nona Nida.
Semuanya makanan pedas. Apa dia akan bisa memakannya?
Nona Linin mengatakan...
...Tn. San ingin mencoba makanan Thailand asli.
Aku melakukan apa yang diperintahkan.
Tom yum adalah makanan Thailand yang terkenal.
Selain lezat,...
...bahan-bahannya memiliki khasiat medis.
Kelihatannya lezat.
Daun jeruk purut membantu sistem pernapasan...
...dan membantu meningkatkan kapasitas ingatan otak.
Bagus! Tolong tambahkan.
Berikan kepada Tn. Phurich.
Dia membutuhkan khasiat medis.
Apa yang dia katakan?
Tuan San menyuruhmu makan. Itu baik untuk otak.
Terima kasih.
Lezat.
Apa yang dia katakan?
Semuanya, makanlah.
Permisi, aku perlu ke kamar mandi.
Aku permisi sebentar.
Lezat! Makanlah.
Pedas. Pedas sekali...
Bagaimana menurutmu? Kau suka?
Aku suka. Indah sekali.
Siapa yang biasanya tinggal di sini?
Tidak ada.
Ini hanya untuk tamu VIP kami.
Biasanya ditutup.
Sekali seminggu, pembantu datang dan membersihkan.
Nona Linin, silakan melihat-lihat.
Mungkin undang Tn. San untuk menginap di sini.
Baiklah, aku akan berkeliling.
- Baik, mari kuantar. - Tentu.
Ayo.
Ini ruang tamu, Nn. Linin.
- Terutama digunakan untuk tamu. - Ya.
Lewat sini.
Ini ruang makan.
Di sebelah sana ada dapur.
Selanjutnya, aku akan menunjukkan kamar di atas.
Ini kamar mandinya.
Tak ada yang pernah menggunakannya, Nn. Linin.
- Ayo lihat kamar yang lain. - Tentu.
Sebelah sini.
Kita akan segera bertemu lagi.
Terima kash banyak, Tn. San.
Senang berbisnis denganmu. Semoga kau sukses.
Terima kasih.
- Mari mengambil foto. - Satu, dua, tiga.
Kau sangat beruntung...
...memiliki seseorang seperti Nn. Linin untuk membantumu.
Sulit mencari bantuan seperti ini.
Berhati-hatilah sebelum aku merebutnya darimu.
Jika tak terlalu lamban,...
...dia bisa bekerja dengan yang lain selain aku dan Nn. Nida,...
...lalu aku akan senang ikut denganmu.
Dia menggosipkan dirimu.
Terima kasih.
- Sampai jumpa lagi. - Sampai jumpa lagi.
Terima kasih.
- Terima kasih, sampai bertemu lagi. - Sampai bertemu lagi.
Apa yang dia katakan barusan?
Dia bilang kau harus menaikkan bayaranku 10 kali lipat.
Itu lucu. Jangan gila.
Apa?
Di mana uangku?
- Apa? - Artinya, "Di mana uangku?"
Ini.
Puas?
Baiklah. Tunggu!
Aku lupa memasukkan biaya untuk satu set teh, transportasi,...
...bayaran untuk pengemudi, hadiah untuk Tn. San...
Tunggu, ada lagi yang aku lupakan.
Apa kau pikir aku tambang emas?
Kau mencari keuntungan sekecil apa pun dari ini, ya?
- Biaya pakaianku. - Kau meminta bayaran untuk pakaian?
Tentu saja! Kau pikir aku biasa memakai pakaian China ke mana-mana?
Saat ini, kau memiliki jumlah yang kita sepakati di dalam amplop,...
...mau atau tidak?
Ya, tapi aku akan kembali untuk sisanya besok.
Tunggu! Aku lupa mengurangi pajakmu.
Kenapa kau pelit sekali?
Saat kau punya uang sebanyak ini, kau perlu membalas budi kepada negara.
Tolong berikan kartu identitasmu kepada Nida.
Begitu menyelesaikan dokumennya, kau bisa mendapatkan uangmu.
Hei!
Kau!
Kau anak Tuan! Takkan kuizinkan kau menunda pembayaran lagi.
Kali ini, kau bisa menutup semua tagihanku.
Bagaimana bisa kau menjadi sangat kaya?
Atau apa kau berganti karier?
Biar aku hitung dulu.
Suamiku datang.
Baiklah, semua sudah lunas.
Ayahmu beruntung memiliki putri yang melunasi semua utangnya.
Terima kasih. Biaya 500 baht-nya masukkan ke tagihanku, ya?
Hanya itu yang aku punya di ponselku.
Apa maksudmu 500? Biayanya 5.000 baht!
Baiklah! Ayo pergi!
Hei, tunggu!
Kau akan pergi seperti ini?
Kau harus berlatih untuk menerima tamu.
Lain kali, kau harus menanyakan tentang suami sang wanita.
Apa kau tak tahu apa pun?
Menerima tamu?
Jangan lagi.
Aku takkan bermain. Jangan main.
Apa kau sudah makan?
Kau pasti lapar.
Mau makan ini?
Ini.
- Apa ini? - Ini barbeku.
Seperti ini. Makanlah.
Apa?
- Apa? - Apa?
- Ada apa? - Ini...
- Ini menarik kemaluanku. - Apa?
Kemaluanmu!
Jangan khawatirkan itu.
Apa lagi isi tasmu?
Apa kau biasa melakukan ini?
Maksudmu duduk dan makan di pantai?
Tidak. Biasanya, aku terus bergerak.
Terima kasih.
Berapa utangku?
Makanannya aku yang traktir.
Utangnya, aku turunkan dari 5.000 menjadi 500 baht.
Bagus! Potongan harga.
Hei, aku bekerja secara etis.
Kau masih baru. Aku melihat bagaimana kau kesulitan.
Tak memeriksa latar belakang tamu-mu.
Pada akhirnya, kau takkan bertahan.
Kau sangat tak berpengalaman.
Aku bisa tahu hanya dengan melihatmu.
Jika ingin menjadi penghibur, kau perlu tahu cara bertindak licik...
...dan cara kabur dengan cepat dari para suami.
Kau perlu selalu waspada.
Seorang penghibur...
Apa yang harus kulakukan?
Kau harus memperhatikan.
Jika itu wanita yang lebih tua, berarti dia sudah menikah.
Tak apa-apa, kau akan belajar perlahan-lahan.
Kau akan bisa.
Pekerjaanmu adalah...
Tidak. Berhenti. Kau salah paham.
Aku memang punya banyak pekerjaan, tapi tak menjual diri.
Tapi seperti kau, aku perlu bisa kabur dengan cepat.
Jadi, apa pekerjaanmu?
Ini terlalu dini. Kau tak perlu tahu.
Anggap saja, aku mengerti...
...kalau kita tak suka melakukan pekerjaan seperti ini.
Tapi terkadang kehidupan memaksa kita.
Telepon macam apa itu? Kelihatannya mahal.
Halo, Ibu.
Ya, aku akan segera pulang.
Tunggu saja sebentar. Tak lebih dari sejam.
Aku akan berbaring di pangkuan Ibu.
Baiklah!
Ya, Nyonya. Dah.
Dengan bersikap manis seperti itu, kau akan mendapat banyak tamu.
Itulah yang disukai wanita tua dan janda.
Baiklah, aku harus pergi.
Baiklah.
Hei, kau.
Aku butuh pakaianku kembali.
Coba kulihat ponselmu.
Ini.
Sudah tersimpan.
Aku akan meneleponmu.
- Lain kali, aku yang traktir, setuju? - Setuju.
Dia siuman sepenuhnya hari ini.
Itu berarti kondisinya membaik, benar?
Sejujurnya, kami tak yakin.
Untuk saat ini, aku bisa katakan kalau kondisinya stabil.
Jadi, aku harus merekomendasikan bedah pirau jantung.
Tapi...
...dengan kondisinya saat ini, tubuhnya perlu pulih terlebih dulu.
Kami akan terus mengawasi perkembangan kondisinya.
- Aku permisi sekarang. - Ya, tentu.
"Unit Perawatan Intensif"
Kakek.
Tuan Chern menandatangani kontrak hari ini.
Semua sudah diurus.
Semuanya berjalan lancar.
Aku mengelola proyek AFC saat ini yang Kakek mulai.
Kakek tak perlu khawatir.
Aku mengurus semuanya dengan baik.
Jangan khawatir.
Aku akan membawanya untuk menemui Kakek.
Dari mana saja kau, Anakku? Apa kau kabur bersama sirkus, Mark?
Ibu.
Aku sungguh tak menyangka bertemu Ibu di sini.
Jika kartu kreditmu tak kublokir, aku takkan pernah melihat wajahmu.
Itu tak benar, Ibu.
Aku bermaksud datang dan menemui Ibu.
Kau tak bisa membodohiku.
Apa itu yang kau pakai, Mark?
Kau terlihat seperti anak kecil.
Aku merindukan omelan Ibu.
- Mark. - Ya.
Ini saatnya kau kembali dan membantu Phu dengan bisnisnya.
Tunjukkanlah perhatian.
Kita memiliki 30 persen saham di perusahaan...
...dan kau tampaknya tak sedikit pun tertarik.
Saat ini, aku lelah, kepanasan, bau, dan kostum ini lengket.
Aku akan mandi terlebih dulu,...
...lalu besok aku akan mulai melakukan semua yang Ibu perintahkan.
Mark. Tunggu.
Polisi!
Sial!
Ke arah mana jalan keluarnya?
Lepaskan aku. Aku hanya menonton.
Lepaskan aku! Aku hanya menonton.
Memang sudah nasibku.
"Episode Selanjutnya"
Hei! Aku bertemu seorang gadis.
Gadis ini seperti seseorang yang kau ingin rawat...
...dan ingin bersamanya setiap hari.
- Pekerjaan apa pun, aku akan terima. - Aku ingin seorang gadis...
...untuk menjenguk kakekku bersamaku hari ini.
Apa kau yakin ingin berbohong kepada orang yang kau sayangi?
Hal ini sangat penting bagiku.
Kita harus bekerja sama.
Baiklah.
Alih Bahasa: SDI Media
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.