Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Di mana Manny?
Beri tahu dia si tukang es krim datang.
Mematung. Saatnya menari.
Kita bisa langsung ke bisnis?
Kau punya uangnya?
- Beri tahu dia. - Dia bilang takkan beri satu sen pun
hingga kau katakan apa rasa es krimnya.
Vanili. Itu yang kau pesan.
- Beri tahu dia. - Ya.
Yang penting adalah uang!
Bawa barangnya.
Bawa barangnya!
- Arnold Schwarzenegger, pria lucu! - Dia lucu!
Itu es krimmu.
Kuberi tahu. Aku melihat dia. Dia datang dan berkata...
Kukatakan, aku bilang, "Yesus!"
Dia datang dan berkata...
- Beri tahu dia. - Katanya...
FBI. Kau ditahan.
- Dia akan lari. - Takkan.
Kau utang satu dolar.
Mau ke mana, Jagoan?
Sial! Kini aku harus menghajarmu.
Sial!
Cuma itu kemampuanmu?
- Cukup! - Kevin!
Kevin! Tolong!
Baik, kalian kemari, sekarang. Sungguh, akan kutembak kalian.
Kevin!
Marcus, kenapa kau selalu memilih yang terbesar?
Entah. Aku suka tantangan.
Lihat, apa yang kukatakan?
- Kita berhasil, 'kan? Sudah kubilang? - Ya.
- Tanpa pertolongan. - Kau jagoan.
Kita dapat semua pujian.
- Penangkapan terbesar kita. - Ya.
Sebanyak 400 kg...
- es krim vanila? - Apa?
Hei, Bung! Di mana narkobanya?
Aku tak tahu apa pun tentang narkoba.
Aku menjual es krim. Misalnya, stroberi, vanila, Neapolitan.
Hei. Beri tahu Manny kiriman es krimnya tiba.
Lupakan. Salah toko.
- FBI! - Jangan bergerak!
- Marcus? - Aku tak apa.
- Mereka lari. - Ayo.
- Yang mana? - Entah.
Astaga.
Sial.
Kubilang kita harus minta bantuan.
Kau tahu Ketua akan bunuh kita, 'kan?
Biar aku beri kalian saran.
Jika kalian hendak bertindak di luar jalur resmi,
melakukan tindakan "polisi murtad",
kau mungkin ingin memastikan kalian mendapatkan orang yang tepat.
Ya...
Ketua, kami hampir menangkap orangnya.
Intelijen kami sedikit meleset.
- Hanya... - Tunggu. Intelijen?
Lihat, Copeland. Tak ada yang cerdas dari hal ini.
Aku lelah dengan ulah kalian. Hentikan.
Aku tak ingin menjadi bahan tertawaan FBI.
Terlebih lagi...
Tunggu.
- Sayang, aku tak bisa bicara. - Hai, Marcus.
Ketua memarahiku. Kuhubungi nanti.
- Maaf, Ketua. - Seperti kataku tadi...
- Ini Gordon. - Ketua, ini Gina. Marcus di sana?
- Ada. - Bisa bicara dengan dia?
- Untukmu. - Terima kasih.
- Aku masih bersama Ketua. - Tak punya hormat.
Dia tak terlalu senang.
Aku harus pergi. Sampai jumpa. Terima kasih, Ketua.
Kalian... Bersihkan tempat ini.
Kutunggu laporan lengkap di mejaku esok.
- Baik. - Baik.
Sementara itu,
aku akan tanya FBI apakah mereka punya lowongan.
Di Irak.
Duet Dinamis beraksi lagi. Bagus sekali, Baskin dan Robbin.
Ataukah Haag dan Dazs?
- Haag dan Dazs? Kau menulis itu? - Itu bagus. Aku suka.
- Sampai jumpa, Haag. - Sampai nanti, Dazs.
- Aku benci mereka. - Ya ampun.
Baik, mari bersihkan tempat ini.
Baik.
Kau urus lantainya, bersihkan semua es krim,
- aku akan panaskan mobilnya. - Baik.
Baik. Makanan panas apa?
- Sayang. - Jangan berkata begitu.
Kau membuatku duduk semalaman mencemaskanmu.
Semalaman? Sayang.
Ini baru pukul 20.00.
Usai kerja, aku dan Kevin ke bar dan minum-minum sedikit.
Aku tahu. Kutelepon barnya. Kau pergi pukul 19.45.
Kuperiksa MapQuest. Hanya enam menit untuk pulang.
Jika kau punya orang lain, katakan kepadaku.
Dengar ucapanmu tadi.
MapQuest bilang butuh enam menit untuk kemari.
Aku tiba dalam delapan menit.
Ada dua menit tak terduga.
Jika selingkuh, bukankah butuh lebih dari dua menit?
Kau tahu? Aku takkan menghadapi ini.
Aku lelah. Lelah sekali di tempat kerja. Aku ditembaki.
Lihat, itulah yang aku maksud.
Kita tak berkomunikasi.
- Baik. Kau ingin berkomunikasi? - Ya.
Ayo. Mari berkomunikasi.
Baik. Mari mulai dengan pekan lalu.
Pekan lalu.
Kita seharusnya belanja bersama. Kita pergi ke mal.
Aku membeli gaun indah. Aku menata rambutku.
Kau tak bilang apa-apa.
Entah, mungkin kau tak mau...
Marcus!
Kau dengar aku tadi? Katakan yang kukatakan.
Aku dengar semua, kau bicara.
Marcus, jangan main-main. Aku tak berminat.
Aku tak percaya kau telat...
Marcus! Kau tertidur lagi. Aku sedang bicara kepadamu.
Aku bukan tidur. Aku menutup mata dan bayangkan ucapanmu.
- Sungguh? Membayangkan? - Ya.
Kenapa tak buatkan gambar dari ucapanku tadi?
- Sebentar. - Kau tahu?
Sebab kau tertidur lagi. Marcus. Marcus!
BIRO INVESTIGASI FEDERAL
Lihatlah Ben dan Jerry.
Biar aku tanya kalian.
Saat Ketua ke toilet, siapa dari kalian yang memegangi skrotumnya
- dan siapa yang mengelap? - Itu si pemegang skrotum.
Ya. Kita bisa tahu dari tangkupan tangannya.
Lihat, itulah sikap
yang membuat kalian tangani kasus remeh
sementara kami menangani kasus penculikan sosialita.
Kalian mendapatkan kasus penculikan sosialita itu?
Benar.
Apa itu? Sepertinya aku dengar Ketua menggelontor.
Sebaiknya kita pergi. Giliran siapa mengelap? Giliranmu?
Sepertinya giliaranmu mengelap dan aku akan pegangi skrotumnya.
Benar.
Kita menerima ini dari Tn. Andrew Wilson,
Dirut Wilson Cruise Lines.
Ini dikirim ke rumahnya.
Para gadis di foto ini adalah putrinya dan ahli waris kekayaan Wilson.
Kami meyakini mereka korban penculikan selanjutnya.
Tuan Wilson beri kita izin mengikuti putrinya.
Kita siapkan pengintaian.
Jika si penculik beraksi, kali ini, kita akan siap.
Para putri Wilson akan terbang ke JFK pagi ini.
Siapa yang menjemput?
Baik.
Jelas, semua telah membaca profil para gadis itu.
Tetap saja, harus ada yang melakukan.
Aku rasa ini bukan ide bagus.
- Kevin! - Aku tak peduli.
Kita pantas tangani ini seperti Gomez dan Harper.
Ya, tapi jangan menyela saat pengarahan.
- Harus ada yang menentang dia. - Kevin.
- Ketua. - Apa?
- Marcus mau bilang sesuatu. - Apa?
Kami ingin tahu bolehkah kami menangani kasus itu.
Silakan.
Intel tampaknya menduga si penculik adalah pria bernama Ted Burton.
Burton adalah rekan Wilson dan beberapa rekanan lain
dalam usaha yang gagal.
Dia dikurung di penjara federal dan kehilangan harta.
Dia hilang sejak dibebaskan
dan semua tanggal itu cocok dengan penculikan awal.
- Bagaimana? - Kerjaan mengasuh ini menyebalkan.
Bung, tenang.
Kita hanya perlu menjemput para gadis ini,
antar ke The Hamptons, kita disukai Ketua lagi.
Aku tak bergabung dengan FBI untuk jadi pengasuh.
Aku ingin ke jalan tempat aksi terjadi.
Blackie Chan, kau akan bisa. Bisa kita lakukan ini dulu?
- Baik. - Ini tak pakai susu, 'kan?
- Tidak. - Sebab aku alergi laktosa.
Terakhir, aku nyaris tak sampai toilet.
Kenapa aku ingin usik perutmu?
Itu gadis-gadismu.
- Mari lakukan ini. - Gawat.
- Hai, aku Kevin Copeland. Ini... - Kami sudah menyumbang United Negro Fund.
Ya.
Apa?
- Tunggu. - Permisi.
Kami kemari untuk mengawal kalian ke The Hamptons.
- Tasnya di pesawat. - Bawa Baby dan bersihkan tasnya.
Ia tak meminum koloniknya dan buang air di mana-mana.
- Apa ini? - Baby harus duduk di kursi.
Lalu aku harus duduk di mana?
Ini tak benar.
Kalian membawa banyak tas untuk satu akhir pekan.
- Ini bukan akhir pekan biasa. - Ini akhir pekan penting.
Hari Buruh di The Hamptons. Akhir pekan terakhir musim sosial.
Hanya orang-orang terkeren yang akan hadir.
Hanya yang terkeren dari yang terkeren yang akan bisa tampil di sampul
Hamptons Magazine dan ini tahun kami.
Ya.
Buka jendelanya. Baby suka embusan udara segar.
Semoga jet pribadi Vandergeld jatuh dalam perjalanan ke sana.
- Astaga, Brittany! - Kau memikirkan itu!
- Benar, tapi kau mengatakannya. - Benar.
Heather sangat membencimu sebab kau tidur dengan kekasihnya.
Astaga. Lalu? Aku tidur dengan kekasih semua orang.
Semua baik-baik saja?
Astaga! Bibirmu.
Astaga! Hidungmu.
Marcus, kau tak apa?
- Aku tak apa. - Baby dalam bahaya!
Aku tak percaya kau pikir kami akan ke The Hamptons
dengan wajah seperti ini!
Tak separah itu. Kenakan saja riasan dan tutupi.
Menaruh riasan di atas ini?
Aku sungguh kesal.
Astaga, ini hari terburuk dalam hidupku.
Aku pergi untuk merapikan alis dan minta agar menjadikanku mirip J-Lo.
Katak Rusia itu membuatku mirip Liza Minelli
Astaga! Aku akan jadi JM.
Tunggu. Apa itu JM?
Dia akan jadi jalang mengamuk! Sebaiknya kau pergi dari sini.
- Aku akan hubungi bosmu. - Tak perlu.
Aku akan hubungi pemilik perusahaan.
Ayolah, santai saja.
- Kita bisa bicarakan. - Tidak!
- Aku akan menulis surat. - Jangan.
Tolong jangan menulis surat. Tenanglah.
Tinggal saja di sini. Di sini sepanjang akhir pekan.
Terserah kalian, tapi apa pun itu, jangan tinggalkan ruangan.
Jangan tinggalkan ruangan ini, jika tidak, semua akan melihat parut mengerikan itu.
- Parut? - Parut?
- Astaga! Kerusakan permanen! - Hidupku berakhir!
Jika kehilangan pekerjaan ini, Gina akan menghajarku.
- Jadi? - Mereka tak mau pergi.
- Apa maksudnya tak mau pergi? - Mereka tak mau pergi.
Akhir pekan di The Hamptons sangat berarti bagi mereka.
Mereka takkan muncul dengan hidung lecet dan bibir bengkak.
Baik.
Bagus.
- Kau sedang apa? - Bunuh diri sebelum dibunuh Ketua.
- Dah, Kevin. - Ayolah.
- Jangan lakukan itu. Jangan konyol. - Tidak. Kau dengar dia.
Sekali lagi mengacau, kita habis.
- Aku tahu. - Lihat? Itu mungkin dia.
Ada apa, Ketua?
- Ada yang ingin kami sampaikan. - Ya, Ketua? Hei.
Kami hanya ingin berterima kasih atas kesempatannya.
- Tak benar... - Ya. Kami sangat menghargai.
Mereka hanya ingin berhenti dan membeli makanan.
Dia berbohong...
Ya.
Dua, tiga jam paling lama.
Percayalah, jika tak kuantar dalam tiga jam,
akan kupotong dan kirimkan kepadamu.
- Jaga dirimu. Dah. - Dia bohong, Ketua.
Kenapa begitu? Gadis-gadis itu takkan ada di sana.
Mereka akan hadir.
Hei, Josh.
Kau ingin menjadi bagian tim?
Di mana para wanita kulit putih?
Mari kerjakan.
ANALISIS SELESAI
Buat lebih besar.
Ketua, mereka tiba.
Gadis-gadis itu tugas kalian. Kawal mereka. Jangan sampai ketahuan.
Baik.
- Yakin ini akan berhasil? - Percayalah. Ikuti arahanku.
Kenapa? Ada masalah? Kenapa menatap bokongku?
Tidak, pegang pudelku. Pegang.
Ada apa? Ada masalah? Kalian ingin ini?
Kau ingin ini, Berandal? Apa?
- Akan kuhabisi kalian. - Mari pergi.
Aku punya ini.
- Cium bokong hitamku. - Hentikan.
- Dia menatap seolah aku wanita. - Kau memang wanita.
Mulai bersikap begitu atau kau jadi gadis pengangguran.
Astaga. Aku ingin mencicipi itu.
Pegang ini! Hei, kau ingin menatap payudaraku?
Akan kulepas G-string-ku dan serahkan ini.
- Akan kuserahkan. - Itu Gomez.
Selamat datang di Hotel Royal Hamptons.
- Tasnya di dalam mobil, Jose. - Nama saya Gomez.
- Terserah. - Bagus. Ini, bawa Baby.
Bersihkan tasnya. Ia buang air di mana-mana.
Ajari dia bicara "Quiero Taco Bell".
- Terima kasih, Rico Suave. - Terima kasih, Julio.
Segera.
Sayang, kau harus pelan-pelan minum kosmos itu.
Brittany dan Tiffany Wilson, mendaftar masuk...
Maaf. Masih baru.
- Dokter Dorfman luar biasa. - Terasa sangat asli.
Hai. Saya butuh kartu kredit.
Juga KTP.
Kartu kredit? KTP?
Aku sungguh kesal.
- Nona, saya... - Pertama,
aku mendatangi dr. Dorfman. Dia mengacaukan bedah hidungku.
Aku minta dia membuatku mirip Gwyneth Paltrow.
Aku turun dari meja bedah terlihat mirip Shrek.
Lalu aku kemari, dan Tn. Harper
membuatku merasa seperti gadis pirang bodoh berdada palsu
yang menghadiri pesta Hugh Hefner.
Saya tak berniat menyinggung.
- Ini hanya protokol. - Aku akan jadi JM.
- Dia akan jadi jalang mengamuk. - Tidak. Jangan jadi JM.
Aku ingin bicara kepada atasanmu. Atau aku akan menulis surat.
- Tak ada alasan... - Kau dalam masalah besar.
"Tuan Royal Hampton terhormat,
aku wanita kulit putih...
- di Amerika." - Nona-nona, ada masalah?
- Ya. - Tidak.
Pak, tidak, tak ada masalah.
Ini dua tamu VIP kita.
- Berikan kunci mereka. Segera. - Baik.
VIP. Pelajari akronim-mu.
- Manis sekali. - Silakan. Selamat menginap.
Ada yang pernah bilang kau mirip Denzel Washington?
Ya, saya pernah dengar satu dua kali.
Pria kulit cokelat yang tampan.
Tampan. Astaga.
- Nyaris saja. - Ya.
- Mereka melambai ke arah kita? - Entah.
- Kita harus bagaimana? - Bersikap ramah.
Astaga.
Jangan bersikap seolah tak kenal kami.
Karen, Lisa, Tori.
Astaga.
Sudah lama sekali tak bertemu kalian.
Baru satu tahun.
Rambutmu ditata berbeda?
- Tidak. - Bobotmu naik?
- Tidak. - Aku tahu! Kau baru berulang tahun.
- Ya. - Tentu. Zodiak api. Sudah kuduga.
- Sudah aku kira. - Tunggu.
Jelas ada yang berbeda dari kalian berdua.
Kolagen.
Dasar nakal. Bagaimana kau tahu?
Jelas sekali. Bibirmu berubah dari Cameron Diaz menjadi Jay-Z.
Kalian juga lebih tinggi.
Kami melakukan bedah lutut.
Ada operasi begitu?
- Kau harus coba. - Ya.
Senang sekali bertemu kalian. Sampai jumpa.
- Sampai nanti. - Permisi.
Kalian pikir mau ke mana?
- Menyegarkan diri? - Ya.
Resepsi Hamptons Magazine baru dimulai, jadi, ayo ke sana.
Tunggu dulu...
Hei, lihatlah.
Itu Wilson bersaudari?
Lebih mirip Wilt Chamberlain bersaudari. Aku tak sadar betapa besar mereka.
Tapi aku tetap bergairah.
Astaga. Itu Heath.
Hai.
Kau mendekati Karen Googlestein sang ahli waris sabun juga?
Bagaimana kau pertahankan dia?
Aku terus bilang akan putus dengan pacarku.
- Semoga Heather tak tahu. - Tak akan.
Hingga aku dapat kesepakatan dengan ayahnya.
Hei, Tn. V.
Lihat, itu mereka. Si kembar fen-phen.
Mereka seksi.
Kau buta?
Itu Heather dan Megan Vandergeld.
Kalian musuh bebuyutan sejak usia delapan tahun.
- Sangat lupa. - Aku bilang seksi? Maksudku, tidak.
- Aku benci mereka. - Kau dengar tentang Megan?
Dia dicegat keamanan di Saks karena coba mengutil.
Megan.
Astaga.
Ayolah.
- Permisi. - Ini akan menyenangkan.
Minggir.
Lihat siapa yang baru datang dari tempat kumuh Beverly Hills.
Orang udik Beverly Hills.
- Maaf? - Kau tak mengatakan itu.
Maaf, tapi kami baru melihat video barumu.
Ada pemutaran di Saks Fifth Avenue, di ruang keamanan.
Jalang kleptomaniak.
Ibumu belanja di Saks.
Apa?
Astaga. Kau ingin membahas ibu.
- Astaga. - Kau ingin membahas ibu.
- Saatnya ibu. Baik. - Kau bisa?
Ibumu sangat bodoh hingga ke Dr. Dre untuk pap smear.
"Ada yang salah, Dr. Dre. Kemaluanku melakukan beatbox."
Ya? Ibumu sangat bodoh
dia berolahraga padahal bisa sedot lemak atau semacamnya.
Ya.
Ibumu sangat tua hingga ASI-nya menjadi bubuk.
Kau menyusu seperti ini.
Ibumu sangat...
Dia begitu...
Megan, giliranmu.
Ibumu sangat bodoh
hingga dia pergi ke Restoran Dek Atap Barneys untuk makan siang
memesan salad Nicoise dan menyebutnya nikois.
Salad nikois?
Bokong ibumu sangat berbulu
seolah Don King akan muncul dan berkata, "Hanya di Amerika!"
Ibumu sangat bodoh
hingga dia memasuki Gucci dan coba membeli Fendi dan lainnya.
Megan, Heather. Ayo. Begini cara kalian bicara kepada tamu?
Brittany dan Tiffany Wilson.
Lama tak bertemu sejak kalian... Lebih kecil.
Ya. Kami kini sudah dewasa.
Aku bisa lihat itu.
Aku sangat berharap bertemu kalian nanti di pesta putih.
- Akan menjadi yang terbaik. - Kami akan hadir.
- Hati-hati. Senang bertemu lagi. - Sampai jumpa, Tn. V.
Ini belum usai.
Akhir pekan yang panjang. Sebaiknya kalian waspada.
- Nona-nona. - Terserah.
Aku tak percaya kalian melakukan itu kepada keluarga Vandergeld.
Mereka bisa mencoret kalian begitu saja.
- Ya, tapi keren sekali. - Sangat keren.
Bukankah itu Denise Porter dari New York 1 News?
Ya, aku mengusahakan agar kalian diwawancarai dia.
Bagus untuk citra kalian.
Aku akan ke sana dan memperkenalkan diri.
- Menurutmu ini saat yang baik? - Ini sempurna.
- Jangan sampai lewatkan kesempatan foto. - Jangan sampai.
- Sampai nanti. - Senang.
- Ada apa? Kau keram? - Ya.
- Kau butuh tampon? - Bantalan panas?
- Hidangan pembuka? - Terima kasih, Wolfgang Paco.
Bisa berikan kepada Baby? Terima kasih.
- Dah. Pergilah. - Selamat makan.
Aku ambil satu.
- Hai, namaku... - Brittany Wilson, tentu saja.
Bagaimana kau tahu? Brittany Wilson.
- Ya. - Tugasku untuk tahu.
Publisismu Tori meneleponku tanpa henti untuk mewawancaraimu.
Andai aku tahu kau sangat cantik, mungkin aku menghubungi langsung.
Jika aku tak keliru, aku akan mengira kau merayuku, Nn. Wilson.
Aku? Merayumu? Wanita? Tak pernah.
Maaf, Sayang. Aku tak makan sushi. Hanya daging sapi.
- Kau kuat sekali, ya? - Akibat semua protein itu.
Astaga. Ini lezat.
Sebaiknya kau pelan-pelan makan kejunya.
Maksudmu, ada keju, yang dari susu?
Ya. Kecuali kau tahu cara lain untuk membuat quiche.
Benar?
- Aku harus ke kamar mandi. - Bagus. Kami ikut.
Tidak, aku bisa sendiri. Terima kasih.
- Tak akan kami biarkan pergi sendiri. - Ya, ayo.
- Sudah saatnya perbaiki riasan. - Baik.
Minggir.
Astaga. Heath di sini. Aku harus bagaimana?
Karen, entah apa yang kau lihat dari dia.
Dia aktor yang tak bekerja tinggal di rumah bersama,
dan mengendarai BMW seri tiga.
Tori, kau harus beri Heath kelonggaran.
Bibinya wafat tiga tahun lalu dan dia butuh foto baru.
Dia sedang melewati masa sangat sulit.
Kau tak apa?
Semua baik-baik saja?
Tak apa.
Sial.
Tiff, kami akan menemuimu di luar, ya?
Baik.
Aku sayang kalian.
Mungkin musim panas di The Hamptons, tapi di sini bersalju.
Tony, ambilkan botku sebab aku hendak berski.
Ayo.
- Pertandingan hebat semalam. - Begitulah aku.
Itu yang aku maksud.
Gadis kulit putih dengan bokong gadis kulit hitam.
Aku akan bawa pulang itu.
Permisi.
Sinterklas tiba lebih awal tahun ini...
sebab kau yang pertama di daftar Natal-ku.
Itu dia.
Aku mau tahu.
Kau nakal atau baik hati?
Maaf, aku tak tertarik.
Aku akan anggap itu nakal.
Nakal.
Kau tahu kata orang:
"Begitu beralih ke hitam, kau akan butuh kursi roda."
Hei, Latrell. Aku sangat senang semalam.
Tony.
- Hubungi aku. - Seperti kataku...
Ya, dengar, King Kong.
Bawalah rayuan 1980-anmu
ke puncak Empire State Building,
pukuli dada kera besarmu, lalu melompat? Permisi.
Tunggu dulu. Aku...
Singkirkan tanganmu.
Dia belum tahu, tapi itu jelas calon istri.
Halo, semuanya. Sebentar saja.
Saya Warren Vandergeld. Saya yakin sebagian besar kenal.
Saya hanya ingin mengingatkan malam ini saatnya.
Lelang amal tahunan Yayasan Vandergeld.
Bawa buku cek kalian, berdandanlah untuk memikat,
dan sampai jumpa di sana.
- Selamat bergembira. - Baik.
Apa yang akan kalian kenakan?
Ini?
Kau lucu sekali.
Nona-nona, kalian tahu apa artinya.
Berbelanja!
- Berbelanja. - Berbelanja.
Kini, lagu nomor satu yang paling banyak diminta di WQQR.
- Astaga. - Ini lagu kita.
Ini lagu kita. Ayo.
- Siap? Lima, enam, tujuh, delapan. - Ya.
Menuju pusat kota, berjalan cepat
Wajah melintas dan aku menuju rumah
Menatap kosong ke depan, berjalan
Berjalan melintasi kerumunan
Lakukan, Tiff dan Britt. Ini bait kalian.
...ke langit
- Menurutmu waktu... - Menurutmu waktu akan melewati?
- Kau tahu aku rela jalan seribu mil - Aku rela naik bus seribu mil
Jika aku bisa melihatmu
- Tersenyum, malam ini - Malam ini
C-minus.
Astaga. Sungguh keren.
Rasakan negro
Teman-teman!
Aku tak percaya kau baru mengatakan itu.
Mengatakan apa?
Kata "N" itu.
Lalu?
- Tak ada orang di sini. - Ya.
50 Cent dan B.I.G., negro
Jangan bersikap seolah tak merasakan
Biggie, ayo, 50, ayo Tarik pelatuk, tinggalkan saja
Baik!
Celana dalam.
- Semak-semak. Bagus! - Bagus!
- Bola! - Bola!
Aku akan muntah.
Nona-nona, bisa saya bantu?
Ya. Aku butuh sesuatu untuk kawanku.
Sesuatu yang mengatakan,
"Bukan pelacur, tapi juga bukan perawan."
Saya punya itu. Ayo.
- Bagaimana denganmu, Brittany? - Terima kasih. Tak usah.
Bagus. Bantu aku.
- Aku? - Kita perempuan. Ini kegiatan kita.
Astaga.
Ayolah.
- Halo? - Hai, Sayang.
Ada apa, Sayang?
Aku sedang menata rambutku. Aku terpikir kita bisa ke bioskop.
Bagaimana?
- Aku kembali. - Siapa itu?
Kepala besar Anda takkan muat ke lubang mungil itu.
- Biar saya bantu. - Sebentar.
- Akan saya buka selagi Anda masukkan. - Baik.
Apa yang dia buka? Marcus?
- Dorong. Hampir masuk. - Apa yang hampir masuk? Marcus.
Masuk!
Marcus Anthony Copeland II, jawab aku sekarang juga.
- Sangat ketat. - Ketat?
Yang akan ketat adalah kakiku di tenggorokanmu.
- Jawab aku. - Sangat pas.
- Tak percaya yang aku dengar. - Sudah kubilang.
Aku kelelahan.
Gina. Sial. Halo? Sayang?
Bagaimana?
Itu tampak sangat seksi.
Kau bergurau?
"Hai, aku Sally Selulit. Lihat lemak besarku."
"Lalu aku. Betty si Lemak Punggung." Siapa yang berkata begitu?
Ya, ini Tina si Perut Bicara.
Aku bahkan tak bisa mengenakan rok pendek dan atasan
tanpa terlihat seperti babi gemuk.
Tenanglah. Aku akan carikan yang lain untukmu, ya?
Menurutmu Heath akan suka...?
Butuh bantuan?
Aku butuh ukuran lebih besar.
Sayang, kau tak pernah perlu ukuran lebih besar. Kemarilah.
Aku tunjukkan triknya.
Bersiaplah.
Kencangkan perut. Kencangkan bokong itu.
Tarik masuk. Ayolah. Bantu aku.
Jangan menyerah. Kau bisa. Tarik masuk.
Itu tampak sangat manis.
Astaga! Kau bergurau?
"Hai, aku Carnie Wilson sebelum bedah pirau gastrik."
Yang ini? Cocok dengan warna kulitmu.
Kembalikan Shamu ke lautan!
Baik. Akan kuambilkan yang lain.
Bagaimana?
Aku tak bisa bernapas.
Sayang, ini tak akan berhasil. Maaf.
Tentu saja tidak. Celana dalammu keliru.
Lebih baik?
Aku bisa rasakan kulitnya.
Kau butuh sepatu seksi. Berapa ukuranmu?
- Ukuran 47. - Apa?
Ukuran 47.
Sayang.
Bisa bawakan kami ukuran 43?
- Berapa? - Ukuran 43. Modelnya jari terbuka.
Memberi dua nomor di depan dan dua nomor di belakang.
- Bagaimana dengan ini? Ini... - Bodoh! Itu sangat buruk!
Biar kucari bantuan di luar.
Bantuan profesional. Kau butuh bantuan profesional. Sebentar.
- Baik. - Dokter Phil!
Oprah. Siapa pun, tolong aku.
Tiff.
Keluarlah, Sayang. Mari kita lihat.
Luar biasa indah.
Jika Anda tak beli, saya akan beli sendiri.
Entah. Berdirilah tegak.
Tegak. Baik.
Berputar.
Berputar.
Sayang, santai saja. Bernapaslah.
Mungkin gaun yang indah saja.
Baik. Siapa yang akan kau pilih?
Janet Reno atau Rosie O'Donnell?
Ayolah.
- Kau harus cium dan puaskan mereka. - Apa? Yang benar saja?
- Kematian bukan pilihan. - Aku...
Entah.
Rosie.
- Kau menjijikkan. - Apa maksudmu?
- Rosie lumayan. - Waspada. Itu mereka.
- Ada yang mau sangria? - Ya.
- Tunggu. Siapa yang kau pilih? - Tak ada waktu. Kita bertugas.
Apa...?
- Pistol dan lencanaku diambil. - Kejar dia!
Masuk ke mobil!
- Astaga. - Aku butuh rokok!
- Kau percaya ini? - Kita harus bagaimana?
Ikuti mereka. Tanpa membongkar samaran.
- Kembalikan tasku! - Astaga.
Berhenti atau kucabut kepalamu.
Kena kau.
Siapa gadis ini, bintang lapangan?
Astaga.
Kau main-main dengan pirang yang salah.
- Astaga. - Sekarang aku kesal.
Sepertinya dia bionik.
Kena kau!
Astaga.
Bagus!
- Bagus sekali. - Astaga. Itu demi sebuah tas?
Bukan sembarang tas. Ini Prada.
- Seperti acara realitas. - Keren sekali.
Lewat belakang.
Bagus, Tori.
Kita dapat meja pecundang. Aku kira kau sudah siapkan semua.
Maaf. Aku memang menyiapkan.
Bukan salahku.
Salahkan Nn. Def Jam, yang bermain "ibumu" dengan Vandergeld.
Kita bisa habis di kota ini.
- Harus ada yang lawan mereka. - Mereka gadis populer.
Selalu demikian.
Terserah.
Sayang, cepat, tepuk aku.
Bukan, bedak untuk hidungku. Lekas.
- Terima kasih. - Baik.
Aku hanya bergurau.
Hei, Heath.
- Karen, hei. - Jadi...
Aku coba menghubungimu, tapi nomormu berubah?
Benar. Aku mengubahnya.
Baiklah, aku berpikir jika mungkin...
nanti kita bisa...?
Halo. Kau dari mana semalaman? Aku mencarimu ke mana-mana.
Mengapa kau bicara dengan dia?
Bersihkan, Pemadat.
Kau punya lebih banyak?
Jangan benci aku sebab kau bukan aku.
Mohon perhatiannya.
Tuan-tuan, keluarkan dompet sebab kalian akan menawar kencan
dengan beberapa lajang wanita paling layak di Hamptons.
Pertama, saya tersayang.
Siapa mau mulai menawar?
Apa?
- Lima ratus dolar. - Lima ratus dolar.
- Baik. Ada yang tawar 1.000? - Seribu dolar.
Tampaknya kita semua ada di daftar bawah Vandergeld.
- Kursi ini terisi? - Tidak. Duduklah.
- Ada yang ingin lebih tinggi? Baik. - Seribu lima ratus.
Kau percaya ini? Mereka melelang perempuan.
- Kau akan melakukan itu? - Ini demi derma.
Lagi pula, kencan makan bersama pria kaya akan menyenangkan.
- Ada yang tawar dua? - Begitu rupanya, kau suka pria kaya?
Mungkin perubahan menyenangkan dari para pecundang.
- Tiga ribu. - Bagus.
Baiklah.
Tapi rasanya kita bisa tawar lebih baik.
- Sebesar 20.000 dolar. - Terjual!
Sebesar 20.000 dolar. Itu rekor baru.
Bagus sekali.
Yang akan dilelang selanjutnya adalah Tiffany Wilson.
Itu kau.
- Kau. - Aku?
Bagus. Lakukan sesuatu.
Lekas.
Permisi, Sayang. Aku segera kembali.
Siapa ingin mulai menawar?
Empat dolar.
Empat dolar. Ada yang tawar lima?
Seribu dolar.
Seribu dolar. Ada yang ingin lebih tinggi?
Ada 2.000 dolar di sini.
Tiga ribu dolar.
Lima ribu dolar.
Siapa?
Hei.
Lima ribu dolar untuk si mesum di belakang.
Takkan ada yang lebih tinggi, jadi bisa kita sudahi.
Sepuluh ribu dolar.
Dua puluh ribu dolar.
Dua puluh ribu dolar!
Sekali, dua kali...
Lima puluh ribu dolar.
Tunai!
Bagus! Lima puluh ribu dolar.
Baik!
Terjual!
Kepada pria besar kulit hitam di sana.
Naik dan ambil hadiah Anda.
Bagus.
Tidak.
Aku tak ingin berkencan dengan Buff Daddy.
Kemari, Sayang.
Astaga, kakiku sakit sekali.
Ditambah, G-string itu menimbulkan ruam.
- Berapa lama lagi? - Beberapa hari.
Aku tak punya beberapa hari lagi. Kau tahu siapa istriku?
Ini, dengarkan pesan ini. Dia menggila.
Dengan wanita lain melakukan...
Kau tak ingin dengar sisanya.
Pada ujung akhir pekan, kita jadi pahlawan dan semua dimaafkan.
Baik.
- Kau pesan layanan kamar? - Tidak.
Siapa?
Sial! Gadis-gadis ini tak mau berhenti.
Brit.
Tunggu sebentar.
- Tiff. - Bukalah!
Buka.
Sebentar.
Kami segera ke sana. Sebentar.
- Es krimnya meleleh! - Meleleh!
Sebentar!
Kami sedang mencukur kaki kami.
Mengepang kemaluan kami.
Baik.
Hai.
Apa, kalian lupa? Giliran kalian mengadakan pesta piama.
Baik.
Apa artinya saat seorang pria dalam hubungan yang sangat buruk
dan jelas sekali dia ingin bersamamu,
tapi tampaknya dia tak bisa berpisah dengan pacarnya?
Artinya kau hanya teman tidur.
Astaga! Brittany!
- Kau memikirkannya. - Kau yang bilang.
Kadang kau terdengar seperti pria.
Begitu kabarnya.
Maksudnya, Sayang,
mungkin kau hanya membuat dirimu terlalu tersedia.
Ayolah.
Jangan bersikap seolah kalian belum pernah melakukannya.
Kau tahu bagaimana saat sangat menyayangi seseorang.
Kau menelepon mereka seharian sebab ingin tahu bagaimana hari mereka.
Apa yang mereka pikirkan dan apakah mereka memikirkanmu.
Kau habiskan seharian coba cari pakaian sempurna.
Kau bahkan mengubah gaya rambut agar dia menoleh lagi.
Mereka tak pernah sadar.
Kadang aku berharap mereka bisa bertukar tempat dengan kita
agar mereka mengerti rasanya.
Astaga, lihat. Itu iklan Megan.
Takkan saya biarkan herpes kelamin menghambat.
Karena itu saya memakai Valtrum.
Hei, ingin bermain denganku?
Tentu.
MANJUR AGAR BISA BERMAIN
Takkan kubocorkan.
Aku jelas bisa melakukan itu.
Dia bahkan tak mengidap herpes.
- Selesai. Ya. - Sungguh?
Ya ampun.
Ini keren sekali. Kau tahu?
Kurasa kau mungkin berkulit hitam di kehidupan sebelumnya.
Tentu saja.
Baik.
Cukup obrolan perempuannya.
Saatnya kesenangan sejati.
Ya. Itu yang aku maksud.
Ayo. Perlihatkan keahlianmu.
Benar. Ajari keahlianmu.
Kentang panas.
- Sebenarnya... - Lakukan.
Tiffany pakarnya.
Ya, tapi kau yang membuat video.
Ayo. Perlihatkan.
- Perlihatkan! - Perlihatkan!
Baik.
Baik.
Begini, pertama yang dilakukan
adalah mencengkeramnya di sini,
jangan terlalu ketat atau akan kapalan.
Sudah?
Lalu tataplah dan katakan,
"Kemarilah. Kemari, Mungil.
Kemarilah, Cacing Tanah Kecil.
Kemarilah. Ya, kau suka itu?"
Aku pelajari itu dari porno Eskimo.
"Kemarilah. Astaga, ya."
Lalu, aku akan ajari kalian cara menelan dalam.
Pastikan salurannya lancar dari kerongkongan hingga dagu.
Letakkan benda itu di sini.
Lalu lakukan...
Ya, kau suka itu? Dasar aneh.
Pria menyukai itu?
Mereka sangat suka.
Satu lagi yang mereka suka adalah ini.
Mereka suka... Ya. Kau suka?
Aku sebut itu benturan kepala.
Tidakkah kau pernah masukkan ke mulut?
Tidak pernah! Jangan pernah masukkan ke mulut.
Itu 1980-an. Sekalian saja beli Trans Am.
Baik, tunggu, aku siap. Sepertinya aku bisa.
Tangkapan bagus.
Ambil dan cengkeram.
Cengkeram, tapi pelan-pelan, agar tak kapalan.
Lalu tatap tajam dan katakan,
"Siapa yang bersikap baik?"
Kau membuatku takut.
Lalu benturan kepala.
Tepukkan...
Bagus sekali!
Baik, ada satu lagi untukmu.
Carmen Electra atau Pam Anderson?
Mudah.
Namun, mereka infeksi ragi.
Sulit sekali.
Aku akan memilih Pam Anderson.
Kau menjijikkan.
Apa?
Mereka punya infeksi ragi.
Siapa yang akan kau pilih?
Hei, Gomez.
Ada beberapa musuh.
- Tak ada waktu. - Ayolah!
Pam Anderson, seolah kau peduli.
Periksa wajah mereka. Ayo.
Brittany Wilson?
Ya, itu aku.
Mari tangkap dia.
Pasang penutup matanya!
Gadis ini kuat.
- Kau bekerja untuk siapa? - Intimate Fantasies!
Astaga. Kau butuh bantuan?
Brittany, kau sedang apa?
Itu para penari telanjangnya, Raoul dan Tito.
Penari telanjang?
Kukira mereka akan menculikku.
Itu bagian dari aksi mereka.
Ya ampun.
Aku sungguh minta maaf.
Keamanan hotel. Semua baik-baik saja?
Semua baik-baik saja. Hanya kasus datang bulan.
Aku hanya sangat emosional.
Kalian bisa ambilkan Midol dan Snickers?
- Sekarang. - Mari pergi.
Bokongku gemuk.
- Jangan lihat. - Ini Harper. Aman.
Nona-nona, ayo fokus. Kita harus temukan tempat sempurna.
Kau lihat anak-anak kelaparan di Afrika ini?
Saat melihat mereka, aku ingin menangis.
Maksudku...
mengapa aku tak bisa sekurus itu?
Tak apa, Megan.
Pikirkan, mereka tak bisa memakai anting perut
dengan perut busung mereka.
Benar.
Aku merasa lebih baik.
Waspada jalang.
Astaga. Aku lupa losion berjemurku.
Aku akan ambil losion berjemur. Sebentar.
Hei, Russ.
Hei, Bung. Lemparan jauh.
Aku punya rencana. Lekas.
Hei! Jika kau ulangi, aku akan...
Aku akan berurai air mata.
- Gawat. - Ya ampun.
- Bajingan! - Kau berengsek!
- Dungu! - Salahku, Sayang. Lempar kemari.
Jangan sampai terluka.
Jangan cemas. Tak akan.
Maaf. Sebaiknya kurangi bayamnya.
Ya, Tony. Ayo berburu.
Aku senang sudah bercukur hari ini.
Aku juga. Kau pilih apa?
Elang Bondol.
Aku memilih Segitiga Bermuda.
Landas Pacu.
Aku pilih Gandum Hitam.
Menjijikkan.
Hari yang cerah dan indah.
Astaga. Ada apa dengan mataharinya?
Pelan-pelan, cokelat putih.
Jangan sampai kau meleleh.
Sampai jumpa, Schwarzenegro.
Hei, kalian ingin dapat lima dolar?
- Tentu. - Ya.
Baik, kalian harus lakukan ini.
Ya, aku pesan yang biasa. Masukkan tagihanku.
Hei, Latrell Spencer! Boleh minta tanda tangan?
Tentu, Nak.
Terima kasih. Kau sangat hebat.
Itulah pekerjaanku.
Terima kasih. Keren.
- Silakan. - Bagus.
Baik. Hei, teruslah sekolah.
- Baik. - Pasti.
Kau pasti cukup hebat.
Aku lumayan.
Kadang aku merasa harus membayar mereka untuk meminta tanda tanganku.
Maaf, aku tak tahu namamu.
Latrell. Latrell Spencer. Kau?
Denise Porter.
Denise. Denise Porter. Ya.
Kau tampak sangat familier.
Aku merasa pernah melihatmu.
Tidak. Aku pemain pro. Mungkin kau lihat pertandinganku.
Bukan. Jika ya, aku pasti akan mengingatmu.
Baik.
Denise, aku tak ingin terlalu mendesak atau semacamnya,
tapi aku di sini, menengok beberapa real estat...
Di mana?
- Di sekitar atas sana. - Montauk?
Lebih di dekat...
Hampton Timur.
Di mana-mana. Satu hal buram yang besar. Bisnis besar buram.
Aku ingin lari dari semua bisnis itu
dan bercengkerama dengan seseorang sambil berbincang sungguhan.
Jika kau tak terlalu sibuk, mungkin kita bisa bercengkerama?
Ya, tentu.
- Sungguh? - Ya.
Baik.
Bagus.
Bagus.
Aku akan menjemputmu sekitar...
Jetnya akan tiba sekitar pukul 19.30.
Limo akan butuh setengah jam...
Sekitar pukul 20.00?
- Pukul 20.00 terdengar bagus. - Bagus? Baik.
- Baik. - Baik.
- Dah. - Hati-hati.
Bagus.
- Hei, mana lima dolar kami? - Hei, mana lima dolar kami?
Baik, tenanglah.
Ini dia. Lima dolar, masing-masing 2,5 dolar.
- Kau janji masing-masing lima dolar. - Tetap sekolah.
Pelit.
Aku tak akan beralasan. Aku menolak percaya.
Sungguh?
Aku tak ingin percaya Marcus selingkuh.
Aku tak ingin percaya Michael Jackson terus memotong hidungnya.
Maaf. Kartu Anda ditolak karena dananya tak cukup.
Ini perwakilannya.
Ya, ini Ny. Copeland.
Gaun 4.000 dolar?
Di mana aku membelinya?
The Hamptons.
Ya, aku ingat.
Terima kasih.
Sudah dimulai.
Mengapa aku harus pergi dengan Mandingo dan anakondanya?
Sebab jika kau tak pergi, samaran kita terbongkar.
Apa yang akan kau lakukan?
Aku?
Menindaklanjuti petunjuk.
Kau akan berkencan.
Dia reporter.
Siapa yang lebih mengenal warga Hamptons?
Baik, aku suka gadis itu.
Kau yang selalu menyuruhku mapan.
Ya, kau harus.
Tak berarti harus kencan dengan Buffy si Pembasmi Gadis Putih.
Baik. Pergi makan malam saja.
Aku hanya pergi beberapa jam dan kutemui kau kembali di klub.
- Janji? - Aku janji.
Aku serius. Janji.
Ya. Aku serius.
- Baik. - Baik.
Beri tahu Latrell jika dia butuh kondom,
ada tirai pancuran tambahan di kamar mandi.
Masuklah.
Santai saja. Hati-hati dengan marswmallow itu.
Pelan-pelan.
Aku takkan menggigit, kecuali kau minta.
Kau sangat cantik.
Anak baik, Baby.
Bagaimana jika kita dengarkan musik?
Apa-apaan?
Bagaimana kau tahu?
Aku suka lagu ini.
Menuju pusat kota
Berjalan cepat
Wajah melintas dan aku menuju rumah
Aku membutuhkanmu
Aku merindukanmu
Kini aku penasaran
Jika aku bisa terjatuh ke langit
Menurutmu waktu
Akan melewatiku
Sebab kau tahu aku rela menempuh Seribu mil
Jika aku bisa melihatmu
Malam ini
PARKIR VALET
- Selamat malam. Selamat datang. - Terima kasih.
- Sedang apa di sini? - Ingin pinjam mobil
dan kunci ke rumahnya.
Kau gila? Jika kau tabrakkan mobil pria ini, dia akan membunuhmu.
Takkan kutabrakkan.
Hubungi aku sebelum kau pergi, akan kukembalikan.
Lalu temui aku kembali di klub.
Tidak, Bung. Kau harus cari sendiri.
Tolong.
Terima kasih.
Bisa saya bawakan sesuatu dari bar?
Aku pesan sebotol sampanye terbaikmu.
Tentu.
Bawakan kami tiram.
- Baik. - Harus kuakui...
Aku sangat...
Aku senang saat membelimu di pelelangan.
Sangat langka aku berpeluang...
menikmati aura wanita berkelas seperti dirimu.
Astaga.
- Aku tersanjung... - Kutu air ini membunuhku
- Sifat indah. - Baunya.
- Itu infeksi. - Kelas tertinggi...
Astaga. Itu kuku yang terkoyak?
Terpikat kecantikanmu.
Lekuk tubuhmu mengingatkanku akan perbukitan di Italia.
Maaf.
Apa katamu?
- Sempurna. Terima kasih. - Terima kasih.
Anda siap memesan?
Ya, aku akan pesan ayam.
Hanya daging putih.
Untuk sang nona...
mungkin salad?
Mungkin tidak.
Aku pesan steik, banyak bawang bombai.
Iga. Pasta dengan bawang putih ekstra.
Kentang goreng dengan banyak cuka
dan tambahan bawang bombai goreng dengan banyak kol masam.
Kau pernah menyantap tiram?
Kau tahu bahwa tiram adalah afrodisiak?
Maaf.
Lidahku agak besar.
Akan terbuka. Tahan.
Aku akan dorong.
Ya. Lihat, itu berhasil.
Sedikit diputar.
Ada begitu banyak kunci
hingga kadang sulit mengetahui apa yang mana.
Hei.
Ini Mei Ling.
Sedang apa kau di sini? Sudah larut.
Kau harus pulang. Beristirahatlah.
Kau tak boleh tinggal. Ada hukum untuk pekerjaan semacam ini.
Orang akan mengira aku jalankan bengkel kerja.
Gadis itu tak tahu kapan harus pulang.
Sungguh, dia akan tetap di sini dan membersihkan selamanya.
Ini sangat indah.
Ya, ini keren.
Rumah musim panas keren yang kupilih.
Siapa itu?
Si pria botak kekar dengan bulu itu?
Ya.
Itu pelatihku.
- Kau memasang foto pelatihmu? - Ya, untuk inspirasi.
Aku ingin tampak seperti itu.
Aku kemari setiap pagi dan menatap... Kau pernah menonton Titanic?
- Tidak, aku... - Aku juga. Ingin minum?
Segelas anggur akan menyenangkan.
Anggur.
Aku akan ambilkan segelas anggur...
Itu pasti ada di dapur, 'kan?
Entah. Ini rumahmu, Latrell.
Siapa? Aku. Latrell.
Benar. Aku Latrell.
Benar. Akan kuambilkan anggurku di rumahku.
Ini rumahku dan aku tinggal di sini.
Astaga, Nona.
Kau jelas bisa menghabiskan.
Kau lucu sekali.
Kau punya seekor anjing.
Aku tak punya anjing.
Kalau begitu...
anjing siapa itu?
Sial.
Itu bukan anjing.
Itu keluarga.
Hei, sepupu.
Kemari, Nak.
Ia terlihat sangat marah. Kau tak apa?
Aku tak apa.
Ia hanya merindukanku.
Baik, waktu bermain selesai.
Biar aku bangun.
- Kau ingin aku minta bantuan? - Tidak, kami bersenang-senang.
Kau sangat ceria hari ini.
Kau ingin jalan-jalan?
Aku segera kembali.
Lupakan. Aku akan pergi.
Aku coba berkencan dengan pria dan anjingnya menggigit dia...
Apa yang ia lakukan? Apa itu?
Jangan pikirkan. Ia akan melakukan itu hingga tertidur.
Sampai di mana tadi?
Anggur.
Astaga.
Kau tahu...
Aku suka wanita dengan tambahan.
Sedikit bantalan untuk dorongannya.
Aku mau kau hadir di pertandinganku.
Tidak, terima kasih.
Aku pernah melihatmu.
- Tak kagum. - Maaf?
Aku pemain pencetak skor tertinggi di liga.
Ya, tapi seluruh bakat itu?
Sungguh tertutupi oleh skandal dan kemalasan.
Ayolah.
Kau menembak di bawah 50% dari garis lemparan bebas.
Rasio pergantianmu, sangat buruk.
Ditambah, kau tak bisa menembak tiga angka sama sekali.
Jadi, maaf.
Tak pernah ada yang peduli begitu.
Kemari, Sayang.
Maaf, aku harus buang air.
Kita akan sangat akur.
Kembali kepadamu.
- Nikmati auranya. - Aku akan muntah.
Nikmati auranya.
Tidak, aku melompati pagar, terjatuh.
- Lututku tergores. - Yang benar saja?
Sungguh, dengar.
Lututku tergores. Aku dikejar polisi
dan bermalam di penjara.
Gila. Semua itu demi menemukan persembunyian J-Lo dan Ben?
Aku tak tahan.
Jurnalisme penyelidikan adalah hasratku.
Bagaimana kau berakhir menulis omong kosong untuk berita lokal?
Sayangnya, aku dapat musuh
dan berakhir dipecat.
Apa yang terjadi?
Percayalah, kau tak mau tahu.
Kuhabiskan semalaman membahas diriku.
Kadang baik bagi seorang pria duduk mendengarkan.
Karena kau berkata begitu.
Aku menulis artikel tentang Warren Vandergeld.
Dia dan rekannya mencoba menipu seorang pria.
Maksudmu Ted Burton?
Ya, bagaimana kau tahu?
Ada di koran. Aku membacanya.
Yang tak dilaporkan di koran adalah
Burton 10 kali lebih cerdik dari mereka semua.
Dia menggelapkan jutaan dolar dan menimbunnya di rekening luar negeri.
Saat Vandergeld dengar itu akan meluas,
dia tak mau dipermalukan.
Hilanglah pekerjaanku.
Kau pendengar yang baik.
Tampaknya kau punya paket utuh.
Astaga.
- Halo? - Kev, kau harus pergi.
- Apa? Sekarang? - Sekarang. Kami dalam perjalanan.
Ayolah. Bisa tahan dia sebentar?
Dengar, pria ini bernyanyi untukku.
Dia coba menciumku, dan juga, dia buang angin 20 menit terakhir.
Baik. Aku akan segera tiba. Sampai jumpa.
Ekor kapas.
Aku datang, Hitam.
Gomez, apa yang kita cari?
Entah.
Ada yang tak beres tentang gadis-gadis ini.
Akan kuperiksa kamar mandi.
Dapat sesuatu?
Tidak.
Belum.
Kau takkan percaya yang aku--
Kau sedang apa?
Mengendus celana dalam wanita.
Apa--
Ini-- Apa?
Mereka pria, 'kan?
Kau memang menjijikkan.
Boleh kubelikan minuman?
Enyahlah, Smallville.
Astaga. Aku tak paham.
Pria merasa jika membelikan minum, bisa merogoh celana kita.
- Tidak. - Bisa saya ambilkan sesuatu?
- Aku mau Panty Dropper. - Screaming Orgasm.
Slow, Comfortable Screw.
Blue Balls, dengan es batu?
Aku pernah minum itu. Lezat.
Jangan terlalu banyak.
Latrell.
Apa kabar?
- Permisi. Apa kabar? - Hei, Latrell.
Latrell, jagoanku.
- Apa kabar? - Apa kabar?
Dua martini apel.
Kau dekati dia?
- Ini sulit ditaklukkan. - Tiffany Wilson?
Sang Ratu X?
Ini. Taruh ini di minumannya.
Kau yakin ini akan berhasil?
Aku baru minum dua dan kuberi tahu,
aku akan meniduri seseorang malam ini.
Permisi.
Ini untukmu, Miracle Whip-ku.
Kau harus bersantai.
Silakan.
Itu untukmu.
- Astaga. Itu Britney Spears? - Mana?
Di sana.
Lupakan, dia baru pergi.
Dia melakukannya lagi.
Astaga.
- Mari minum. - Mari.
Habiskan.
Lezat sekali.
Kau mau menari?
Ide bagus.
- Ini, pegang Baby. Ayo. - Ayo.
Aku menemukan informasi menarik.
Ted Burton mengkhianati Vandergeld.
Membawa lari 100 juta dolar.
Jalani kehidupan mewah sejak keluar dari penjara.
Hilang sudah motif kita.
Para jalang itu merasa mereka seksi?
Ayo tunjukkan keseksian sejati.
Mereka mau tarung.
Ayo.
Kalian menginginkan ini?
Silakan saja.
Baik, mari lakukan.
Lima, enam, tujuh, delapan.
Ayo.
Sebentar...
Jangan berani-berani kalian para jalang anggap ini usai.
Mari lakukan gaya lawas.
Mereka payah.
Bagus.
Astaga.
Kita menang!
- Heath! Heath. - Ayo, lekas.
- Heath. - Jangan halangi aku. Minggir!
Aku butuh minum.
Hei, Latrell.
Apakah berhasil?
Entah.
Aku harus menari.
Harus kulakukan.
Bawakan anjing ini.
Bawakan.
Keluarkan, Sayang.
Ya. Sudah keluar.
Kuhabiskan ribuan dolar untuk baju ini dan menurutmu dia memperhatikan?
Semuanya akan berlalu.
Nn. Vandergeld masuk dan Heath melupakanku.
Baik. Keluarkan.
Aku penasaran,
akankah Heath anggap dia seksi
jika tahu gadis itu melarat.
Vandergeld melarat?
Kita tak boleh membicarakan itu.
- Tidak. - Tak akan.
Tapi, ya, mereka bangkrut.
Ayahku bahkan harus pinjami ayahnya uang
agar mereka bisa pertahankan rumah mereka.
Mereka baru melunasi kami.
- Aku sayang kalian. - Kami juga menyayangimu.
Aku sangat sayang kalian.
- Terima kasih. - Yang terbaik.
Bisa kami ambilkan permen karet atau min?
Hei, Nona Kecil.
Sungguh?
Aku juga cinta kau.
Kau sedang apa? Berikan.
Sinting. Di mana Latrell?
Lantai dansa.
Pagi, Manis.
Astaga.
- Brittany. - Apa?
- Kita di lembar enam. - Tidak.
- Tidak. - Ya.
Lihat, "Wilson bersaudari mengguncang Hamptons".
- Kita keren! - Ya!
Bagus.
Tunggu...
Kita tak ke sana akhir pekan ini.
- Gawat. Kami digandakan! - Gawat. Kami digandakan!
Dia pasti di sekitar sini.
Tunggu. Bukankah itu Marcus?
- Itu memang dia. Pembohong. - Tertangkap.
Marcus.
- Seperti Gina. Gina. - Marcus!
- Diam. Dia akan pergi. - Tak akan.
Aku takkan ke mana-mana hingga kau membuka pintu.
- Sudah kubilang. Aku harus bagaimana? - Singkirkan dia.
Baik, kuusir dia. Sembunyikan semuanya.
Sembunyikan.
Marcus!
- Aku tak main-main. - Segera datang.
Kenapa ribut?
Tak ada. Baik, Sayang, aku datang.
Marcus!
Aku datang. Sembunyi.
Hei, Sayang.
Hai, Manis.
- Kamar bagus, Marcus. - Kenapa kau di sini?
- Aku bisa bertanya juga. - Aku?
Aku sedang tugas.
Kau pakai lipstik?
Bukan. Ini Kool-Aid. Kau mau?
Kaya vitamin C dan riboflavin.
Itu bra?
Bukan, ini?
Ini sarung pistol baru dari kantor.
Keluaran pemerintah. Kau bisa masukkan dua pistol
lalu "Diam. FBI."
Ada seseorang di sini.
Sayang, tak ada orang di sini.
Lihat?
Tak ada orang di sini.
Periksa di bawah ranjang. Kau pikir ada orang.
- Aku dengar. - Periksalah.
- Apa maksudmu? - Periksa di bawah.
- Tempat orang sembunyi. - Marcus, tak ada yang muat.
Tak ada orang, 'kan?
- Tak ada. - Kau tahu?
- Akan kucari di kamar mandi. - Tunggu. Jangan periksa kamar mandi.
- Kau tak mau kamar mandinya diperiksa. - Jangan periksa!
Lihat? Tak ada apa-apa.
Tak ada di kamar mandi atau di kamar.
Tak ada orang di sini. Lihat?
Sayang, ini harus dihentikan.
- Tak cinta jika tak saling percaya. - Aku tahu. Dengar.
Aku sedang di restoran dan kartunya ditolak...
Sayang, dengar, jika tak ada kepercayaan, tak ada apa pun.
- Ini bukan tentang kepercayaan. - Gina!
Itu dia.
Sayang, aku bisa jelaskan.
- Sudah kuduga. - Sayang, tak seperti dugaanmu.
- Tak seperti dugaanmu. - Jangan bicara apa pun kepadaku.
Aku bisa jelaskan. Tak seperti dugaanmu.
Dia seorang pria.
Kau tak waras.
Banyak wanita cantik hari ini.
Hei, Russ.
Ada apa denganmu?
Aku...
Aku terjatuh?
Kita harus temukan dan hentikan sebelum mereka laksanakan rencana jahat.
Tunggu, mereka seperti apa?
- Kita. - Selamat siang.
Ketua mau bicara dengan kalian.
- Astaga, Tiffany. - Apa?
Mereka Men in Black.
Ayolah.
- Santai, Ponch dan Jon. Rambutku. - Menyingkirlah.
- Ayo ikut. - Rambutku.
- Ayo, Jimbo. - Tunggu.
Ketua, kami menerima konfirmasi, Burton tiba di JFK.
Buntuti dia, tapi jaga jarak.
Jangan ada yang tergesa-gesa. Aku mau dia tertangkap basah.
- Baik. - Singkirkan tanganmu.
Ayo.
- Hei... - Sebelah sini.
Kalian sedang apa dengan Wilson Bersaudari?
Ketua, ini bukan Wilson Bersaudari.
Bukan.
Ketua, lihat ini.
Astaga... Apa yang kau lakukan?
- Melekat cukup baik. - Lepaskan dia.
Bukan apa-apa, Ketua.
Bagaimana dengan...
- Itu-- Indah sekali. - Sudah cukup.
- Cukup. - Ketua, entah bagaimana dia lakukan itu,
tapi kau tak bisa palsukan ini.
Astaga. Lihat siapa ini.
- Bukankah itu-- - Simpan saja.
Karena kalian, aku harus menskors dua agen terbaikku.
- Ketua, aku bisa jelaskan. - Aku tak mau dengar.
Untung kami tangkap Burton sebelum dia bisa menyerang.
- Bukan Burton orangnya. - Benar.
Coba aku tebak. Intuisi wanita?
Kalian dipecat.
Serahkan pistol dan lencana. Operasi ini selesai.
Ayolah. Kau tak bisa memecat kami.
Baru saja kulakukan.
Lupakan, Marcus. Kita bisa sendiri.
- Kita hanya perlu... - Tunggu. "Kita"?
Kevin, ini bukan tentang "kita".
Tidak pernah. Ini tentang dirimu.
Kau memberi ide bodoh dan aku cukup bodoh untuk mengikuti.
Lihat akibatnya, Kevin.
Aku baru kehilangan istri dan pekerjaanku karena dirimu.
Jangan bicara tentang "kita" lagi.
Mereka percaya. FBI mundur.
Mereka takkan mengusik kita lagi dalam beberapa jam.
Kita bisa menculiknya malam ini.
Kau yakin kau dan temanmu bisa menyelesaikannya?
Aku tak akan mengecewakanmu, Tn. V.
Aku hanya ingin minta maaf.
Lupakan, Bung.
Tidak. Kau benar. Kau memang benar.
Aku egois.
Aku selalu menyeretmu ke dalam masalah.
Aku tak pernah bertanya kau mau apa.
Entahlah, ada sesuatu dari berada di dekatmu yang...
Mendorongku agar lebih baik.
Karena aku selalu tahu kau akan melindungiku.
Halo?
Terima kasih.
- Siapa? - Josh.
Sidik jari Vandergeld ada di surat tebusan itu.
- Kau sedang apa? - Menelepon Ketua.
Jangan.
Kau bilang kita bisa sendiri.
Bagaimana dengan bantuan?
Aku menjagamu, kau menjagaku. Itu bantuan yang kita butuh.
Ini WBBM.
- Waktunya benar-benar menghajar. - Waktunya benar-benar menghajar.
Tiga generasi di FBI dan aku yang pertama dipecat.
Ayahku akan membunuhku.
Ya? Apa? Siapa?
- Copeland? - Copeland, Berengsek!
Kau berani sekali menelepon.
Di mana?
Sebaiknya kau tak keliru.
Apa?
Sepertinya kita akan dapat pekerjaan kita kembali.
- Apa maksudmu? - Kita harus pergi.
Apa maksudmu pergi?
Bagaimana dengan ini? RuPaul atau Whoopi Goldberg?
- Sudah kubilang, aku tak mau main. - Ayolah.
- Ada tanda-tanda Vandergeld? - Aku tak lihat dia.
Terus waspada mencari dia.
Jika akan terjadi, di sinilah akhirnya.
Syukurlah, kalian di sini.
- Aku berhasil. - Kau berhasil apa?
- Kalian masuk ke peragaan busana! - Astaga!
- Brittany, kau dengar itu? - Ya.
- Kita masuk peragaan busana. - Ya ampun.
Tapi kta harus bergegas. Ayo, cepat!
Lebih cepat, Nona-nona.
Seolah kau lupa.
- Wilson bersaudari masuk? - Kami keluar?
Maaf. Begitulah adanya.
Mereka keren. Kalian tidak. Terima saja.
- Kau setrika blus itu sekarang. - Mustahil!
Kami di panggung itu setiap musim panas enam tahun beruntun!
Dengar, kita langsung ke intinya saja.
Kami harus tidur dengan siapa agar masuk ke peragaan ini?
Sayang, kalian sangat salah sasaran.
Jika berhasil, kalian pasti masuk sampul Hamptons Magazine.
Sayang! Kalian dari mana saja?
Megan! Jangan!
Ini tak bisa diterima.
Mereka cari masalah dengan gadis yang salah.
Aku mencari kalian dari tadi.
Bisa ambilkan pakaian Wilson bersaudari?
- Cepat. - Ayo.
Hei...
Bisa kita bicara?
Tentu.
Kau luar biasa di kelab semalam.
- Terima kasih. - Luar biasa.
Heather akan pergi setelah pesta malam ini,
aku berpikir, mungkin kau bisa mampir sekitar pukul 02.00...
Anggap saja pukul 03.00.
Kau tahu? Aku rasa tidak.
Apa?
Heath, kau pikir aku murahan. Tidak.
Aku pantas mendapat yang lebih baik.
Aku muak menjadi kesetmu.
Keset?
Sayang...
Apa yang membuatmu berpikir kau seistimewa itu?
- Berengsek. - Permisi.
Hei, Bajingan.
Ada drama di balik panggung.
- Kau akan menyesal. - Aku sangat takut.
Astaga. Tiffany.
Terima kasih banyak, Sayang.
Aku sangat bangga padamu.
Terima kasih. Andai aku merasa tak terlalu sedih.
Sayang.
Kadang pria tak bisa melihat
saat ada orang yang istimewa duduk di depan mereka.
Apa kau lesbian?
- Sebaiknya aku ganti pakaian. - Baik.
Hadirin, malam ini dengan bangga kami mempersembahkan
lini adibusana musim gugur Aubrey Allure.
Silakan duduk.
- Maaf? - Kau tak ada di daftar.
Undangan apanya?
- Mereka tak tahu cara kita. - Benar.
- Mari membaur. - Baik.
Ayo. Terus bergerak.
Bukankah kita baru bicara seperti ini?
Bisakah kita bawa supermodel cantik ini ke ruang ganti?
Aku tak percaya!
Astaga.
- Mereka berganti secepat itu. - Menakjubkan.
Mereka berganti secepat itu.
Ini akan menarik perhatian kritikus.
Baju kedua, semua. Cepat. Sekarang!
Ini akan jadi hadiah bagus.
Astaga. Ada apa ini?
Itu bukan milikku!
- Ayo pergi. - Astaga.
Baik... Maaf!
Baiklah. Astaga.
Ulurkan saja tanganmu. Tak apa-apa.
Maaf sekali. Astaga.
Aku minta maaf...
Maaf. Sini, aku pegangi.
Aku akan memegangmu!
Ini dia. Naik.
- Astaga! - Semoga dia tak apa.
Tamatlah aku.
Tampaknya beberapa orang tak tahu kapan harus berhenti.
Ayo, Teman-teman.
Kemarilah.
- Sudah kupegang. - Pelan.
Karen, kau sedang apa?
Dengar, harus ada yang buat mereka merasakan perbuatannya.
Sangat revolusioner! Sunggu berani dan...
Sungguh brilian!
- Benar! - Sekali lagi!
Tidak!
Semuanya, mereka peniru!
Astaga.
Matikan lampu.
- Marcus? - Brittany?
Di mana Brittany?
Brittany?
Kau di mana?
- Brittany! - Tiffany!
- Menunduk! - Kenapa?
Sudah kubilang, kau akan menyesal.
Kau memukul seperti perempuan.
Ayo.
Kalau lari, akan kutembak. Ayo.
- GIliranku. - Ibu?
Kita akan butuh bantuan.
Keisha? Hubungi NayNay dan LaQuanda.
Suruh bawa Vaseline dan pisau cukur.
Gadis-gadis ini sinting.
Apa yang terjadi?
- Jangan sentuh gaunku! - Vandergeld menangkap Tiffany.
Apa? Tidak ada yang boleh sentuh ratuku.
Marcus, kau baik-baik saja?
- Tidak. - Ada apa?
G-string ini menyiksaku.
- Jangan bergerak! - FBI.
Kalian urus mereka berdua.
- Kami akan kejar Vandergeld. - Copeland, kau akan butuh ini.
Ayo, cepat.
FBI! Jangan bergerak!
- Ayah, kau sedang apa? - Heather.
Bawalah ibu dan saudarimu pulang.
Ayah, kenapa kau melakukan ini?
Ayah tak beri tahu? Dia bangkrut.
Apa maksudmu bangkrut?
Bangkrut seperti Martha Stewart atau bangkrutnya MC Hammer?
Bangkrut seperti MC Hammer!
Tidak!
Ayah mengalirkan uang dari badan amal
ke rekening pribadi agar kita bisa bertahan.
Kau merekam ini?
Kau merekam ini? Akan kuberi kau sesuatu untuk ditembak!
- Minggir kau! - Aku tak bisa.
Tidak!
Jatuhkan!
Tenang. Kita akan bersihkan noda itu. Jangan cemas.
Jangan bergerak!
Warren Vandergeld, kau ditahan.
Aku sangat menghargai tindakanmu.
Kau sungguh berani.
Tidak ada pilihan. Tidak bisa kubiarkan mereka merenggut cinta sejatiku.
Bung, aku tak seperti dugaanmu.
Sayang, kita semua punya rahasia. Tak apa-apa.
Maksudmu kau bukan...
Ya, aku bukan wanita.
Kulit putih?
Penipuan! Pengkhianatan! Kau mengelabui aku!
Tenanglah, aku agen FBI.
- Aku menyingkap... - Kawan, sudahlah.
Kau tak diberi tahu ini pesta khusus kulit putih?
Tolong jauhkan si hitam ini dariku.
Kau tak apa-apa?
Ya, aku baik saja. Terima kasih.
Aku bisa melihat kesatria berbaju zirahku?
- Yah.... - Tangkap!
- Turun dariku! - Aku akan menghajarmu!
- Kau belum pernah berurusan denganku! - Ini aku!
Kau tak tahu main-main dengan siapa. Namaku Gina. Halo.
Ini aku!
- Kevin? - Latrell?
- Gina. - Marcus?
Ini seperti acara Jerry Springer.
Sekali lagi, kalian berhasil melakukan semua yang aku minta tak kalian lakukan.
Kalian menimbulkan kerusakan sebesar 250.000 dolar.
Dua orang tertembak.
Namun setidaknya, kalian menangkap orang yang tepat.
- Kerja bagus. - Terima kasih banyak, Ketua.
Kami takkan bisa tanpa Gomez dan Harper.
Baik. Sampai bertemu di kantor besok.
- Baik. Sampai jumpa. - Kerja bagus.
Siapa yang akan ditampilkan di sampul Hamptons Magazine?
Aku harus mengurus sesuatu...
Sampai jumpa Senin.
Menurutmu celana dalam siapa yang kau endus?
Kevin atau Marcus?
Gomez, sudah kubilang aku mencari DNA.
Benar.
Apa yang kau tertawakan, "Denzel"?
"Pria kulit cokelat yang tampan!"
Hei, kalian punya pekerjaan?
Saya Denise Porter. Selamat malam.
Denise.
Hai.
Aku Kevin Copeland. Aku agen FBI.
Penghasilanku 30.000 dolar setahun setelah pajak.
Aku tak mengemudikan Bentley dan tak punya rumah di bukit.
Tapi aku sangat ingin mengajakmu berkencan.
Kau bercanda? Pria mana pun...
yang rela menghadang peluru demi aku...
jelas bisa mengajakku kencan.
- Sayang? - Ayo, kita pergi.
- Tunggu... Biar aku jelaskan... - Aku tak ingin bicara.
Aku tahu. Tolong dengarkan aku.
Gina, aku membohongimu.
Aku simpan rahasia darimu.
Tapi aku tak pernah berselingkuh.
Aku memang bersalah.
Aku bersalah lebih memperhatikan pekerjaanku ketimbang istriku.
Aku bersalah tak menghargai hal kecil yang kau lakukan untukku.
Misalnya menata rambutmu.
Mengenakan parfum Chanel beraroma manis yang sangat aku suka.
Kejahatan terbesarku adalah
tak mengatakan aku mencintaimu setiap hari.
- Jangan biarkan dia lolos semudah itu. - Diamlah.
Baiklah.
Aku mencintaimu.
Kursi roda?
Ya, tapi rasanya akan kembali. Aku janji.
Menuju pusat kota, berjalan cepat Wajah melintas dan aku menuju rumah
Bantu, Tony.
- Hei, semua. - Hei.
- Hai. - Hei.
Kalian pura-pura jadi mereka selama ini?
Benar, tapi kami hanya melakukan tugas kami.
Semoga kalian tak marah.
Kami sangat sedih.
Kami lebih suka Brittany dan Tiffany
saat kalian jadi mereka.
Jauh lebih suka.
Kurasa ini artinya kita takkan bercengkerama lagi?
Jangan bilang begitu. Kita akan bercengkerama.
Ya. Kita semua akan berkumpul dan pergi:
Berbelanja!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.