Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
CERITA FIKSI YANG TERINSPIRASI DARI KISAH NYATA
Sebentar lagi siap, Nona Goldman.
Sempurna.
Oke.
DUA MINGGU SEBELUMNYA
Pertama kali tampil di tv?
- Apa maksudmu? - Tak apa.
Kau pasti bisa tampil bagus.
- Kulitku kelihatan bagaimana? - Bagus.
Kau pasti bisa. Kau yang terbaik.
Semuanya baik saja. Tak usah khawatir.
- Oke? - Oke.
Bagus.
Tunjukkan ke mereka siapa dirimu.
- Oke. - Oke, siap.
Selamat datang kembali.
Hari ini kita kedatangan pakar kecantikan, Hope Goldman.
Hope adalah pemilik studio...
perawatan kulit ternama di Hollywood, Hope Goldman Skincare.
Hope, kau impian orang-orang Amerika.
Dari kota kecil,
sukses jadi ahli kecantikan langganan selebriti.
Sekarang kau meluncurkan produk kecantikan sendiri.
Aku santai saja, tapi makasih.
Katanya Brett memuji produkmu...
- tadi. - Aku dengar.
- Hai, Brett. - Aku cuma mau...
- nyapa sebelum syuting. - Senang bertemu.
Aku sudah cerita ke semua orang...
produkmu bagus.
Aku senang sekali...
kau akhirnya punya produk sendiri.
Sudah waktunya orang-orang mengingat siapa pelopornya.
Mandy, wanita muda ini ratu perawatan kulit asli...
Hollywood,
dan sebentar lagi namanya bakal terkenal.
Sampai ketemu diluar.
Tunggu, benar semua produk ini...
- dibuat di Italia? - Ya.
Mungkin ada yang bilang...
membuat produk paling bermutu...
dan mengirimnya dari belahan dunia lain...
bukanlah rencana bisnis yang logis.
Tapi bagiku, cuma itu pilihannya.
Dalam persaingan bisnis ini,
caramu bisa tetap eksis?
Aku tak mau terkesan tua,
tapi reputasi itu segalanya di bisnis ini.
Bagiku, hidup dan...
siapa diriku tak terpisahkan dari pekerjaanku.
Hope Goldman Skincare, Hope Goldman,
Hope Goldman Skincare.
Semua kucurahkan di sini.
Semua pengalamanku...
selama 20 tahun di bisnis ini,
kucurahkan di sini.
Jadi, bisa beli di mana?
Aku pasti mau beli lagi.
Peluncuran resminya dua minggu lagi.
Untuk sementara, cuma ada di studioku, HGS, Hollywood.
Tapi segera akan ada di toko-toko.
DITERJEMAHKAN | COMELMUEWA
Maaf, sayang.
Dilarang menggunakan ponsel di studio Hope,
jika mau telepon, silahkan di luar.
Terima kasih.
Sang bintang di dunia perawatan kulit
- Halo! - Makasih.
Baiklah. Daah, nona-nona.
Sampai bertemu.
MAIN DI BEBAS69, BEBAS GANGGUAN DAN BEBAS PINDAH SALDO BONUS DEPO 100% 50K+50K = 100K, KETIK BEBAS69 DI GOOGLE
KETIK BEBAS69 ATAU https://cutt.ly/bbs_login
Tempat baru apa yang mau dibuka di situ?
Kurasa dilarang pasang papan lampu baru di sini.
Mau ganti papan neonnya?
Andai kita tak pesan 5.000 botol toner.
Ini kutitip ke Armen saja sekalian yang lain?
Di sini sudah penuh, di garasinya masih muat.
Ku-sms dia, kalau kau mau ke sana.
Dia jatuh cinta padamu.
Aku mau ke sebelah dulu,
lihat-lihat siapa tahu kenal.
Hope, ada janji sama Colleen siang nanti.
Dia pasti telat.
Halo?
Halo? Tetangga?
Tempat apa ini?
Butik Perawatan Kulit Terbaru Hollywood
- Kami belum buka. - Aku tidak...
Mau buat janji temu?
Tidak, aku tidak...
Aku Hope.
Dari Hope Goldman Skincare, seberang jalan.
- Oh iya. - Yang di sana.
Namaku Angel. Angel Vergara.
- Salam kenal. - Ya.
- Oke. - Aku bawakan ini.
Sedikit produkku.
- Kau pasti suka. - Makasih.
- Kau baik sekali. - Ya.
- Aku kembangkan sendiri di Italia. - Bagus!
Aku tak tahu kau juga punya produk,
tapi formulanya sudah dipatenkan.
Cerdas sekali.
Aku tak tahu kalau kau yang punya.
Maksudmu?
Kalau kau juga punya usaha skincare.
- Jeff tak cerita? - Jeff? Tidak.
Jadi...
Hari ini aku sibuk sekali, selamat datang.
Namanya juga bisnis, kan? Jadi...
Ya.
Semoga kau tak merasa kalau aku ini saingan.
Kenapa bilang begitu?
Tapi pelanggan kita beda.
- Benarkan? - Tidak, kurasa tidak.
- Tidak. - Bagus.
- Bagus. - Bagus.
Karena kita bertetangga,
aku tak keberatan kau parkir di situ,
tapi itu tempat parkirku.
Itu khusus pelanggan Shimmer.
Senang berkenalan.
Kenapa kau sewakan tempat di seberangku...
ke terapis kecantikan lain, Jeff?
Kusewakan ke siapa pun yang bisa bayar tepat waktu, Hope.
Sebenarnya ada sedikit masalah...
dengan lini produkku, dan merugikanku.
Kenapa tak dipikirkan dari awal?
Aku punya pendana.
Ada komanditer yang mendanai pengembangan...
dan mendukungku sampai peluncuran.
Tapi orang itu tiba-tiba menghilang. Bukan salahku.
Hope, kami juga merintis bisnis.
Ini bukan masalah pribadi. Oke?
Jeff, ayolah.
Sudah berapa lama kau mengenalku?
- Hope... - 15 tahun, Jeff.
Dan selama itu, aku pernah telat bayar sewa?
- Ya. - Oke.
Tapi ini tak seperti dulu.
Aku punya mitra sekarang. Butuh uang.
Oke, dengar,
harusnya aku tak bilang ini,
tapi aku baru saja syuting "The Brett & Kylie Show."
Tayang minggu ini.
Akan segera booming.
Aku kembali fokus. Kubawakan...
produk khusus untukmu,
dari Italia.
Karena kau juga bagian dari ini.
Terima kasih.
Oke.
Kau harus mengusir Angel itu, oke?
Seolah dia pemilik tempat ini, Jeff.
Hope, bisa kita selesaikan masalahmu dulu.
- oke? - Ya.
Akan kuselesaikan minggu depan.
-Senin, Selasa? - Terserah kau, Jeff.
Senin, Selasa.
Oke, tapi aku dapat 90 menit penuh, kan?
- Tentu saja. - Colleen. Itu dia.
- Aku tahu. Aku telat. - Tak masalah.
Kita sudah atur jadwalnya minggu ini.
Bukan salahku.
Karena dia terus mengobrol,
jadi kami lupa waktu.
Aku tahu.
Kita memang keterlaluan.
Kita memang keterlaluan.
Kalian harus saling kenal.
Dia tinggal di Thai Town. Kalian sebetulnya tetangga.
Kau pasti...
- pekerja hebat Hollywood. - Hope.
Jordan. Aku sudah mendengar tentangmu.
Jadi, bagaimana? Aku tak ada harapan,
atau aku bisa seperti umur 19 lagi?
Berapa umurmu?
26 tahun.
- Apa? - Sudah kubilang, kan?
Kok bisa?
Jordan, kau bisa temani Marine.
Yakin aku tak bantu?
- Tanganku sangat jago. - Pastinya.
Jadi, kalian berdua...
Ayolah, dia sangat muda.
Itu bukan penghalang buatmu.
Aku tak yakin dia suka wanita.
Itu juga bukan penghalang bagimu.
Anak muda zaman sekarang.
Sibuk semua.
Tidak ada waktu buat begituan.
Seperti aku.
Entahlah, dia membuatku merasa...
muda lagi.
Kau tidak akan percaya ceritanya.
Dia pekerja keras, sepertimu.
Hope?
Jessica! Astaga!
Maaf, aku bau dan berkeringat.
Sudah lama.
Kapan main ke tempat kami?
- Kami rindu. - Aku tahu.
Sebenarnya aku sibuk sekali.
Baru balik syuting dari Azerbaijan.
- Serius. Gila. - Memang gila.
- Kau makin terkenal! - Makasih.
- Kalau kau? Kabarmu? - Baik saja.
Aku sudah punya produkku sendiri.
Begitulah. Sebentar.
Marine sudah berusaha kirimkan produk buatmu,
kebetulan aku bawa pelembabnya!
Suka sekali!
Kuharap kau bisa bagikan ini, dan juga di media sosial.
Ada stok khusus untuk VIP-ku, termasuk kau.
- Kau memang terbaik! - Kau tak akan kehabisan.
Aku teringat tempat perawatan kulit yang baru dibuka di seberang sana.
- Itu kau? - Tempatnya keren.
Tidak, itu bukan tempatku.
- sebenarnya aku... - Bukan?
Itu...bukan.
- Oke. - Ya, tapi...
Ini tehmu.
- Terima kasih banyak. - Keren sekali.
Nanti aku mampir lagi, sampai ketemu.
Oke. Senang bisa ketemu.
Daaah.
Permisi.
Masih jual rokok?
- Oh ya. - Bisa beli sebungkus?
- Tentu. - Buat temanku.
- Oke. - Oke.
Jordan?
Aku baru beberapa tahun di LA,
tapi aku suka tempat ini.
Orang-orang di sini terlihat nyata dan menarik.
Apa?
- Apa? - Oke. Ya.
Tentu saja ada kekurangannya.
Begitulah.
Tapi ada juga orang-orang sepertimu.
- Sepertiku? - Ya.
- Kenapa aku? - Kau hebat.
Bukannya kau memulai produkmu sendiri?
- Colleen bilang begitu. - Datanglah minggu ini,
kuberikan sampel untuk dicoba.
Inilah yang kumaksud.
Orang-orang di sini ramah, mereka mengejar mimpi,
- dan mewujudkannya. - Jujur saja,
punya produk sendiri itu tak seindah yang dibayangkan.
Biayanya terus bertambah,
dan kau harus pertaruhkan apa yang sudah kau peroleh...
agar bisa terus maju.
Aku masih muda saat memulai ini semua.
Saat itu aku cerai,
dan fokus sepenuhnya pada bisnis.
Begitulah yang harus kau lakukan.
Ada yang mau kuberitahu.
- Tidak. - Ini bukan hal buruk.
Aku janji. Saat pertama pindah ke sini,
aku mau jadi fotografer, kan?
Jadi aku bekerja sebagai asisten gratis...
di berbagai pemotretan.
Dan ada satu sesi foto yang aku ikuti,
berjudul "The Seven Faces of Wellness."
- Diam. Tak mungkin. - Ya, itu benar.
- Aku tak mengingatmu. - Memang kau tak ingat.
Aku cuma figuran. Tapi aku sangat mengingatmu.
Aku terinspirasi...
- Astaga. -...oleh kesuksesanmu.
Serius, itu sangat mempengaruhi karierku.
- Apa pekerjaanmu sekarang? - Motivator hidup.
- Serius? - Ya.
Selain sebagai motivator,
aku juga mengajarkan bela diri...
dan spiritualitas.
Semua saling berkaitan.
Baiklah, aku harus pergi.
Sebelum pergi, ini kartu namaku.
Siapa tahu? Mungkin aku bisa bantu.
Mungkin saja.
Halo?
Halo.
Aku dengar. Halo?
Siapa ini?
Halo?
- Hei, Colleen. - Kau baik-baik saja?
Tadi malam aku terima pesan aneh,
tapi acaraku "Brett & Kylie"
tayang pagi ini.
- Marine dan aku mau menontonnya. - Hope, apa maksudmu?
Marine bukan cuma asistanku,
dia juga kepala Humas, dan...
- Hope, email. - Email apa?
Yang kau merasa kesepian dan terangsang.
Maaf?
Dan masih banyak lagi.
Tunggu, apa?
Colleen, email apa? Itu bukan aku.
Apa aku harus khawatir?
Bentar. Yang begini " Hai, teman-teman?
Teman-teman, sudah lama aku merasa kesepian.
Tak bisa kutahan lagi..." Tunggu.
- Apa-apaan ini? - Kau mabuk tadi malam?
- Tidak! - Hope! Hei.
- Sial. - Colleen, sebentar.
- Kau tak apa? - Hai, Jeff.
Marine, aku tahu aku harus lakukan itu.
Lakukan apa? Maksudmu?
- Aku tahu. - Aku mau tanya soal...
Marine butuh aku tepati janjiku,
jadi nanti aku temui.
Jangan lupa nonton "Brett & Kylie".
- Oke. - Bagus. Bentar.
Sampai di mana tadi? "Aku merasa bukan diriku."
Aku merasa sangat kesepian"? Astaga!
Maaf. Terima kasih.
- Oke. - Teruskan.
"Rasanya tubuhku seperti terbakar"?
Apa? "Dan waktu terus berjalan.
Saat bangun pagi, yang kuinginkan hanyalah..."
Oh! ..."burung yang keras"?
- Begitulah. - Astaga.
"Kumohon pada kalian, semua klien dan teman-temanku,
untuk minta bantuan.
Aku terlilit utang dan bisnisku terancam."
Apa?
"Dan aku sangat butuh seseorang untuk memuaskanku?"
- Yang benar saja? - Astaga...
- Sialan! - Maaf.
Enak saja.
Kau minum obat baru?
Jelas ini bukan aku. Ada yang pakai emailku.
Tertulis dikirim dari akunmu ke semua kontakmu.
- Astaga. - Dan BCC.
Aku tahu. Oke, bagaimana ini?
- Maksudku... - Bagaimana caranya...
Hope, kau minum tadi malam?
Tentu saja, tidak, Marine.
Itu bukan aku, kan?
Bukan aku, Marine.
Aku tahu, hanya saja...
Angkat.
Hai.
Ini Hope Goldman Skincare.
Oke. Baik.
- Terima kasih sudah menelepon. - Siapa?
Bet Clarkson. Dia membatalkannya.
- Dan Renee juga. - Oh, oke.
Begini.
Kau akan email semua orang.
Ke semua daftar klien, oke?
Dan telepon mereka juga, jelaskan situasinya.
Kita kena hack, dan bukan masalah besar,
tapi kita mau semuanya tahu...
agar tidak ada kebingungan. Oke?
- Karena itu bukan aku. - Ya, mengerti.
Akan kuganti semua kata sandinya.
- Pastinya. Baiklah. - Dan Hope...
sebagai kepala Humasmu, kita bisa tangani ini.
- Ya. - Oke?
Baiklah. Oke.
- Astaga. Sialan. - Apa?
Margaret juga dapat emailnya. Sial.
Kita telepon dia duluan.
Ya, bagus. Telepon dia.
- Brett juga menelepon. - Telpon dia kembali.
Balas teleponnya sekarang juga.
Oke. Astaga.
Ini penawaran terbatas.
Kau bisa langsung bawa mobilnya...
- Tak diangkat. - Bunga 0%.
Astaga, acaranya hampir mulai.
Ini akan jadi konten bagus.
Kau akan merekamku?
-Ya. Serius? - Oke.
Cantiknya.
Selamat datang kembali.
Jika kulitmu menceritakan kisahmu pada dunia,
maka tamu berikutnya mungkin malaikat pelindung barumu.
Angel Vergara bersama kita hari ini.
Dia pemilik Shimmer, salon terbaru...
dan terkenal di Hollywood.
Terima kasih sudah mengundangku.
- Astaga. - Kini kau...
menggunakan teknologi NASA
- pada kulit? - Benar, Brett.
Sulit kupercaya. Ini pasti bohongan!
- Diam. - Saat ini,
kami memegang hak eksklusif untuk ruang mikrogravitasi...
yang bisa membalikkan efek penuaan.
- Membalikkan? - Ya, pak.
Tidak ada teknik atau ahli wajah lain,
sehebat apa pun mereka,
- yang bisa menyaingi ini. - Terdengar luar biasa.
Memang luar biasa,
karena di Shimmer, kami masa depan perawatan kulit.
Pasti tempat barumu sudah penuh dipesan...
- untuk 2 bulan ke depan. - Ya.
Bagaimana cara buat janji?
Sepertinya aku kenal yang bisa bantu.
Ini orangnya.
- Ya. - Taruhan lima dolar,
pasti orang ini. Hebat sekali.
Apa...
Jangan... Tidak.
Tidak apa...
Hope?
Sekali lagi terima kasih tumpanganya. Kunciku tidak ketemu.
Aku tak mau telat ketemu orang ini.
Astaga. Tidak. Senang bisa bantu.
Makanya kuberikan kartu namaku.
Mau ketemu siapa?
Atau rahasia?
Tunggu, ini...
Apa aku mengantarmu kencan?
- Begitukah? - Tidak.
Cuma mau ketemu salah satu kru acara TV.
- Mantap. - Ceritanya panjang.
- Itu tempatnya. - Ya.
Oke, mampir lagi minggu ini.
Aku akan siapkan...
- semuanya. - Astaga.
- Oke? - Oke.
- Sekali lagi terima kasih. - Santai saja.
Sampai ketemu nanti.
Angel ini... dia muncul,
lalu aku kena hack.
Kau tahu kan, orang suka skandal.
Jujur, aku mau cuekin saja.
Tapi produserku sudah tahu.
Astaga.
Dan karena segmen Angel sudah syuting,
mereka mau tayangkan duluan, menggantikan segmenmu.
Tepat sebelum peluncuran produkku.
Menurutmu ini...
bisa jadi kebetulan?
Entahlah.
Aku setuju...
waktunya kurang tepat,
tapi jangan terlalu dipikirkan.
Tapi dunia ini, dan internet khususnya,
penuh orang gila.
Dunia kecantikan itu kejam.
Bisnis itu kejam.
Kau makeup?
Ketahuan. Ya, aku masih pakai...
Aku tak cuci muka habis syuting tadi. Kukira tak kentara.
Dengan pencahayaan di sini,
kukira tak ada yang bakal tahu.
Tidak, bagus kok.
Terima kasih.
Kontur wajahmu jadi lebih tegas.
Terutama dirahang.
Tidak, itu membuat wajahmu lebih tegas.
Terima kasih. Tentu saja...
Pantas saja kau bisa tahu.
Kau memang berbakat.
Tidak heran produkmu luar biasa.
Aku senang kau suka.
Lebih senang lagi kau mau bantu...
segmen itu tayang lagi.
Terima kasih atas makan malamnya.
Senang setelah melewati hari yang berat.
Sama-sama.
Dan akan kuusahakan...
agar segmenmu tayang minggu depan.
Brett, terima kasih. Sempurna.
Astaga, kau seksi sekali.
Sebentar, aku cuma...
Marine meneleponku semalaman.
Pasti dia baik-baik saja.
Banyak panggilannya tak kuangkat.
- Hari ini sibuk sekali. - Ya.
Maaf...
Kau sudah menikah, Brett?
Ya, sudah...
Tapi...
kami ada masalah.
- Mungkin akan bercerai. - Sedih mendengarnya.
- Memang sangat berat. - Ya.
Aku tahu, perceraian itu berat.
Tapi kita berdua...
Kurasa kita ada kecocokan.
Aku juga merasa begitu.
Tapi aku tak bermaksud kasih harapan.
Acaramu jangkauannya sangat luas,
- belum lagi produk... - Oke.
dan email ini, aku tahu kau pasti...
Begini saja. Kita buat kesepakatan.
Akan kupastikan segmenmu tayang,
dan kau...harus...
Apa? Harus apa?
Isap anuku.
Di mobil ini?
Atau di rumah, terserah. Aku tak masalah.
Ini kesepakatan bagus, kan?
Astaga.
Kita lagi sibuk.
Aku tak sengaja merekamnya.
- Apa? - Aku tak sengaja...
Bagaimana matikan ini? Oke, sudah mati.
Oke.
Maaf.
Kau harus menghapusnya.
-Sudah. Terhapus. - Sudah kau hapus?
- Sudah, Brett. - Bisa lihat ponselmu..
- sebentar? - Kubilang, sudah kuhapus.
- Brett, ayolah. - Boleh aku...
- Lihat dulu ponselmu? - Brett!
Sudah berapa lama kau mengenalku?
Aku takkan pernah menyakiti orang seperti itu.
Terima kasih. Kau teman baik.
- Kau lupa sesuatu? - Belum ketemu.
Sudah kucari ke mana-mana.
Aku hampir terlambat.
- Tapi Jordan mengantarku. - Jordan?
- Dia mencariku? - Tidak, aku yang telpon dia.
Benarkah?
Aku juga bilang dia bisa ambil produk minggu ini.
Bagaimana dengan Brett?
Sudah beres.
Segmennya akan tayang minggu depan.
Bagus. Waktunya sangat tepat.
Menurutmu Angel tak mungkin...
nge-hack email kita?
Apa? Tak mungkin dia begitu?
Aku menelponmu tadi malam.
Banyak pesan aneh.
Ya.
Kukira karena peretasan,
tapi ini bukan daftar email kita.
Pesannya sangat vulgar dan agresif.
Apa Jessica datang hari ini?
Seingatku tidak ada di jadwal.
Hope, semua pesan ini untukmu,
- dan sangat vulgar. - Apa?
Jangan lupa, kau ada janji dengan Pam.
- Astaga, aku senang sekali. - Aku senang bisa di sini.
Jalang itu.
- Pengkhianat! - Apa?
Mau bersihkan lobang pantatmu?
- Apa? - Maaf?
- Bisa kubantu? - Kau becanda?
Bukan apa-apa. Cuma mau perawatan wajah.
Jessica, berapa lama?!
Sudah berapa lama aku membantumu?
- Sebaiknya kau pergi. - Ini bukan masalah pribadi.
- Ini masalah pribadi, Jessica. - Hope, kumohon.
Jessica, kalau kau masuk...
Kau tidak boleh masuk...
ke studioku lagi. Mengerti?
Kau sudah keterlaluan.
Jessica, masuklah. Aku segera ke situ.
- Jessica! - Hope...
- Jessica. -...tenanglah.
- Jessica, ikut aku. - Tenanglah.
Semoga berhasil dengan jerawat kistikmu!
Sekarang itu masalahmu, kan?
Hargai aku, jangan teriaki klienku.
Klienmu? Kau bangga dengan dirimu?
Bisa lihat, kami lagi sibuk,
jadi jika boleh...
Aku takkan kemana-mana.
Persetan kau!
Apa-apaan ini?
Astaga.
Hei!
Lihat siapa pelakunya?
Bisa bahasa Inggris?
Tidak bisa? Tak bisa bantu?
Karena aku akan hubungi polisi. Oke?
Polisi!
911, apa laporan daruratmu?
Ada yang bocorkan ban mobilku,
dan aku butuh...
Aku di Crossroads of the World, Hollywood,
diparkirkan belakang.
aku butuh bantuan.
Kau bersama orang lain?
Tidak, aku sendirian. Cuma sendiri.
- Siap? -Ya.
Syukurlah kau angkat teleponnya.
Aku tak yakin kau masih buka.
Kami selalu buka.
Menakutkan.
Jika banmu dikempeskan, itu pertanda bahaya.
Bahaya apa?
Jika aku jadi kau, kubuat daftar musuhnya,
periksa satu per satu, siapa...
yang mau menyakitimu.
Aku selalu dikirimi pesan-pesan ini.
Mau beli pistol?
Aku bisa ajari cara menembak.
Pikirkanlah beli pistol.
- Jaga dirimu, Hope. - Terima kasih.
Bannya gratis.
Tidak, Armen, aku bisa bayar.
Tidak. Ayolah.
Kau baik sekali.
Hope, aku sayang padamu.
- Aku juga. - Tidak.
Jika ada masalah, hubungi aku.
Aku pernah hadapi orang-orang jahat berbahaya.
Baguslah.
Oke.
Oke. Ban mobilmu sudah baru.
Barangmu aman di belakang.
Mungkin kapan-kapan kita bisa jalan-jalan...
di luar bengkel ini.
Malam, Armen.
Malam, Hope.
Mau beli pistol?
Aku masih ragu.
Cari yang seperti apa?
Untuk membela diri.
Bela diri? Oke.
Aku punya yang cocok buatmu.
- Pegang. - Oke.
Bagus? Lembut dan nyaman?
Bagaimana?
Agak berat.
Benarkah.
Berapa?
$579 plus pajak.
Astaga, mahal juga.
Harganya sesuai kualitasnya.
Kita ke kantor, lakukan FST,
lalu pemeriksaan latar belakangmu?
- Apa itu FST? - Uji keamanan senjata.
Aku tak mahir soal ujinya.
Mudah kok, hanya formalitas saja.
Bukan...
Dan pemeriksaan latar belakangnya 10 hari,
dan senjatanya jadi milikmu.
Tapi aku mau yang cepat.
Yang cepat. Hari ini.
Oke.
- Kalau yang itu? - Klasik. 30 dolar?
Hope!
Maaf.
Kalau mengagetkanmu.
- Cucuku, Ben. - Hai.
Kami mau belanja perlengkapan...
- memancing. - Keren.
- Hai, Nak. - Hei, Ben,
coba ke konter umpan dulu?
Aku susul nanti.
Hope, uang sewanya.
Tidak, Jeff, sudah ada.
Baguslah. Besok aku mampir...
- ambil. - Oke.
Aku tahu kau pasti bisa.
Makasih. Oke.
Ada klien yang harus kutemui.
- Daah. - Besok aku mampir.
Oke, baringlah.
Margaret, terima kasih sudah mengerti...
soal email itu.
Aku tahu. Aku juga pernah diretas.
Pastinya takkan kutolak perawatan wajah gratismu.
Itu traktiranku.
Pelangganmu pasti suka produk ini.
Setelah ini,
akan kujelaskan semua produknya.
Bantuanmu sangat berarti bagiku.
Maaf, bisa kubantu?
Ya. Aku cari Hope Goldman.
Melayani klien. Sudah ada janji?
Ya.
Aku tak tahu kalau harus buat janji dulu.
Siapa namamu?
Lebih baik tak kubilang.
Maaf, kami tak melayani tanpa janji.
Ada yang bisa kubantu?
- Aku di sini untuk iklan. - Iklan apa?
Untuk Hope, iklannya.
Kau mau perawatan wajah atau...
Ya, aku mau semuanya.
Pasti bisa dijadwalkan kon...
Konsultasi? Kau bisa...
Kenapa? Itu bagian dari ini?
Di internet tertulis...
Maaf, sepertinya ada kesalahpahaman.
Apa-apaan ini?!
Margaret.
Permisi.
Tunggu sebentar ya?
Baik.
Kuperiksa dulu apa yang terjadi.
- Permisi? - Kau Hope Goldman?
Bisa kubantu?
Katanya dia kemari mau menidurimu.
Kau kenapa jalang?!
Dasar bajingan,
keluar sekarang!
Ada apa?
Katanya dia mau meniduri Hope.
- Apa?! - Marine!
- Kau tak dengar? - Apa-apaan ini?!
Lepaskan aku!
Jangan temui temanku lagi!
Mengerti? Pergi sekarang, bro!
Astaga.
Dasar orang aneh!
Aku cuma mau bercinta.
Klik yang pertama itu.
- Ini gila. - Lihat semua postingan ini.
Bisa klik yang ada fotonya?
- Apa-apaan ini? - Itu wajahnya.
Ada yang mau menghancurkanku.
Ada yang tahu...
yang bisa mengambil foto wajahmu?
Menurutmu? Aku ini figur publik.
Dia sering ada di majalah, bro. Foto-fotonya di mana-mana.
Mungkin cuma ulah anak-anak...
iseng, tapi tenang saja,
- kami akan selidiki. - Kalau ada yang datang lagi?
Kalau orang lain baca ini...
- dan datang juga? - Oke.
Dia terluka, diserang.
Aku tak pernah berikan nomor pribadiku,
tapi kali ini akan kuberikan.
Pakai dengan bijak.
Kami akan mulai kerja.
Oke, ayo pergi.
- Itu saja. - Jangan khawatir.
Bisa hapus itu dari internet?
Akan kuusahakan.
Maaf, Hope, postingannya selalu ada.
Ada berapa halaman?
Selalu saja ada. Tidak tahu.
Kau sudah hubungi Hope Goldman Skincare.
Hari ini kami libur untuk perawatan diri, sebaiknya kau juga.
Kami akan kembali besok untuk menerima janji temu...
dan pre-order produk baru kami,
yang sudah tersedia di studio...
dan resmi diluncurkan minggu depan.
Tinggalkan pesan, dan kami akan hubungi kembali.
Duduklah. Kuambil makanannya.
Untungnya kau di sini hari ini.
Aku sungguh... Syukurlah.
Jujur, aku senang.
Aku ke sini cuma mau ambil sampel,
sekarang malah dapat masker wajah.
Hanya itu yang kubisa.
Boleh aku... bertanya?
Tentu saja.
Seandainya aku klienmu,
apa saranmu untuk bisnisku?
Oke, tapi aku harus jujur,
kau janji tidak tersinggung.
- Oke. - Janji?
- Aku janji. - Oke.
Sini, ulurkan tanganmu.
Salah satu kelebihanmu, Hope, dari sekian banyak kelebihanmu,
kau bisa buat orang merasa nyaman.
Saat bersamamu,
mereka merasa tenang dan rileks.
Kalau orang...
yang belum pernah bertemu denganmu?
Kau tahu?
Yang ingin kau ajak membeli produkmu?
Karirmu sudah melegenda, kan?
Produkmu sempurna.
Dan kisah hidupmu sangat menginspirasi.
Kenapa tiga hal ini tak terhubung?
Hope Goldman harus jadi wajah utama bisnis ini.
Banyak kebohongan tentangmu di internet.
Kita harus lawan semua kebohongan ini....
dan mengendalikan ceritamu.
Oke? Jadi, bagaimana caranya?
Akun medos untuk pekerjaan, iklan online, dan lainnya.
Tapi ini juga soal pekerjaan di kehidupan nyata.
Jadi, menurutku, entahlah,
kita bisa adakan pesta peluncuran di studio...
untuk produk barumu.
aku undang teman-teman modelku,
dan kau undang klien VIP-mu. Pasti seru.
Yang paling penting, ini akan menceritakan yang sebenarnya.
Benar.
Kau benar sekali.
Bagaimana memulainya?
Oke, ini belum sempurna, tapi ini awal yang baik.
- Hope Goldman Skincare. - Ya.
Miringkan kepalamu sedikit ke belakang.
Ya.
Terserah kau mau apakan wajahmu,
lakukan juga pada lehermu.
- Benarkah? - Ya.
Aku pernah bilang dulu aku fotografer, kan?
Katanya kau asisten di beberapa pemotretan.
Pernah jadi model?
Maksudku...
Kau pernah, kan? Aku tahu kau pernah.
Ya. Lihat itu?
- Sempurna. - Lihat dirimu.
Arahkan pandangan ke kolam.
Kau bercanda? Ya. Oke.
Mungkin ini foto terbaik...
yang pernah kuambil.
- Coba lihat. - Postingan pertamamu.
Tunggu. Mulai memerah.
Kuambilkan sesuatu.
Ya.
Hope, foto-fotonya bagus sekali.
- Terima kasih. - Aku serius.
Lihat.
Cocok untuk foto profilmu.
Oke. Baiklah.
Sini.
Sakit, tidak?
Tidak.
MAIN DI BEBAS69, BEBAS GANGGUAN DAN BEBAS PINDAH SALDO BONUS DEPO 100% 50K+50K = 100K, KETIK BEBAS69 DI GOOGLE
KETIK BEBAS69 ATAU https://cutt.ly/bbs_login
- Tak apa. Terima kasih. - Sialan.
Brett, aku baru memikirkanmu.
Hai, Hope, maaf soal kemarin.
Terima kasih sekali lagi atas makan malamnya.
Kau baik sekali.
- Senang bisa ngobrol lagi. - Aku juga.
Aku cuma mau tahu,
kapan segmenku tayang?
Aku mau tahu rekamannya sudah kau hapus.
Sudah kuhapus. Aku sudah bilang, kan?
- Jadi... - Oke, begini.
Mereka tak mau tayangkan dua segmen skincare...
berturut-turut.
Katanya kau akan urus ini, Brett.
Hope, reputasimu belakangan ini kurang bagus.
Dari dulu juga memang tak pernah bagus.
Oh iya,
soal tawaran baikmu malam itu,
begitu caramu mendapatkan tamumu atau...
Tidak. Hope, kau harus hapus rekaman itu.
Merekam orang tanpa izin itu tindak pidana.
Sudah kubilang, itu tak disengaja, Brett.
Aku sudah hapus.
Kenapa kau jadi parno begitu?
Aku mau meeting sekarang...
bersama website kecantikan terbesar dunia.
Mereka suka sekali produkku. Suka sekali.
Kau bodoh...
jika segmenku tidak segera tayang.
Aku harusnya hubungi produsermu...
dan cerita soal peretasan dan email-email itu...
- Tidak, jangan... - Maaf, apa?
- Aku akan usahakan. - Kau usahakan. Baguslah.
Makasih banyak, Brett. Kau memang yang terbaik.
Dah. Oh Tuhan.
Margaret.
- Hope. - Senang sekali bisa bertemu.
Makasih sudah mau ketemu.
- Tentu saja. - Aku akan singkat saja.
Aku tahu kau sibuk.
Pertama, maaf soal yang kemarin.
- Itu... - Ya. Siapa dia?
Ada yang mau sabotase aku.
Tapi kabar baiknya, aku baru tahu...
segmenku di "Brett & Kylie"
tayang minggu depan, tepat sebelum peluncuran.
- Bagus. - Ya!
Begini rencananya. Aku mau adakan...
peluncuran online eksklusif bersamamu dan "Under The Skin."
Aku cuma butuh uang muka sedikit agar kita...
Hope, dengar...
sayangnya, situsnya...
sudah penuh beberapa bulan ke depan.
Aku baru tahu juga.
- Oke. - Ya.
Oke.
Padahal, kita sudah rencanakan...
- Aku tahu. -...masukkan produknya ke...
Tahu? Aku harus pergi. Ada janji makan siang.
Nanti kalau sudah beres, aku kabari lagi.
- Oke. - Senang bertemu denganmu.
Terima kasih.
Hope, Jeff tadi mencarimu.
Katanya kau punya uangnya?
Aku bisa bayar $1.500 untuk semuanya.
$1.500? Serius? Ini barang bagus.
Ini desainer, semuanya desainer.
- Berapa usiamu? 27 tahun? - Ya. Dari mana kau...
Tampaknya kau gadis baik.
Akan kuberikan bonus.
Ada serum dan pelembab.
Ini barang bagus, buatan Italia.
Kemampuanku cuma $1.750.
Baik.
Baiklah. Aku ambil.
Oke.
Oke.
Senang berbisnis denganmu.
Sayang, ini Colleen.
Aku mau batalkan perawatan muka Kamis depan.
Aku mau keluar kota.
Oh iya, kemarin aku mau menontonmu di "Brett & Kylie",
tapi yang tampil malah orang lain, namanya Angel.
Ternyata, tempatnya di sebelahmu.
Aneh.
Nanti kita bicara lagi.
Hope, ini Jeff. Aku tadi ke tempatmu.
Kau tidak ada. Aku butuh uang sewanya, Hope.
Oke? Aku tak bisa tunggu lagi.
Oke? Tolong hubungi aku.
Hai.
Aku menelepon soal iklan...
"Kooky dumb cari pasangan yang serius."
Margaret.
Telepon balik. Sudah tak tahan.
Hope, ini Armen.
Cuma mau tahu kabarmu...
dan ban mobilmu. Kalau butuh sesuatu,
aku ada di bengkel, jadi, jaga dirimu.
Jeff!
Jeff!
Jeff, ini Angel. Dia berusaha menjatuhkanku.
Angel Vergara. Dia menggangguku.
Melecehkanku.
Menyebar fitnah di internet,
dan menyuruh orang membuntutiku, Jeff.
Jeff, tolong kirim polisi untuk menangkapnya.
Daripada kau mengurusi...
masalah orang lain,
kau urus dulu janji bayar sewa Senin atau Selasa lalu...
yang belum kau tepati.
Dia jelas merasa tersaingi.
Dia ingin menguasai seluruh plaza ini.
Begini, kau sudah...
cukup lama di sini, tapi kami punya banyak...
rencana lain untuk properti ini.
Apa?
Sudah kukorbankan segalanya untuk usaha ini.
Sekarang aku bisa kehilangan semuanya.
- Aku takut kehilangan ini semua. - Kurasa...
itu bukan ancaman besar.
Mungkin karena ini bukan hidupmu.
Ini hidupku, dan aku merasa sangat terancam.
Angel bilang...
kau ganggu beberapa kliennya.
Itu klienku, Jeff! Klienku, Jeff!
Hope Goldman, jika kau tak bisa buktikan...
orang ini sengaja dan terus-menerus mengganggumu,
aku tak yakin bisa membantu.
Jeff, dengarkan aku!
Apa aku harus buktikan ini?
Kau takkan senang sampai aku mati!
Oke.
Apa?
Hei, ini Jordan.
Apa pun bisa terjadi hari ini.
Tinggalkan pesan.
Ini aku, di depan rumah Angel.
Betul, aku mengikutinya sampai rumah.
Aku tak bisa lihat, tapi aku dengar suaranya di dalam.
Dia sangat mencurigakan. Kita bisa buktikan ini ulahnya.
Telepon aku balik.
Manusia itu pada dasarnya pemburu.
Sudah DNA kita. Begitulah kita diciptakan.
Tapi lihatlah sekitar, banyak orang...
yang lupa siapa diri mereka....
Oke? Menjadi domba...
yang rela jadi mangsa.
Mereka berkata, "Oh, aku tak tahu harus berbuat apa.
Mungkin aku tunggu arahan saja."
Yang ingin kutekankan hari ini, ingatlah...
apa pun yang terjadi,
jika kau fokus pada jati dirimu,
kau bisa mengendalikan hidupmu.
Dia di dalam. Ayo.
Kau mau jadi domba? Tidak mau.
Kau mau jadi singa.
Saat bangun besok pagi,
kendalikan hidupmu.
Serius. Kau bisa terhubung,
bahkan bisa melampaui batas.
Mana uangnya?
"Mana uangnya?"
- "Mana uangnya?" - Ayolah,
- aku tak tahu dia punya semprotan merica. - Aku juga.
Tapi sepertinya kau berhasil.
- Kau berhasil, bro. - Makasih.
- Aku kerjakan ini di kelas. - Oke.
- Kau masih akting? - Tidak.
Setelah ikuti beberapa audisi,
tapi aku mau yang lebih berbobot.
Makanya aku jadi motivator sekarang.
- Bisnisnya berkembang. - Ide bagus.
Mungkin aku butuh bantuan kalian lagi.
Bayarannya bisa sesi motivator juga,
kalau mau.
- Aku lebih suka uang tunai. - Ya?
Kau...
Ya.
Jadi...
Sedang apa sekarang?
Aku lagi sibuk.
Oke.
- Sampai ketemu. - Nanti aku hubungi kalian.
Terima kasih banyak, bro.
Bagaimana caranya naik ke level berikutnya?
Pertanyaan bagus.
Tetap waspada...
dan siap saat kesempatan itu muncul.
Kadang kita harus memulai masalah untuk menyelesaikannya.
Kau harus buat masalah untuk menjadi pahlawan,
dan dirimu yang terbaik.
Kesuksesan tidak datang begitu saja.
Kau harus kejar.
- Kita harus singkirkan dia. - Dia terus lolos.
Polisi tak berbuat apa-apa, dan kurasa...
Aku tak punya pilihan.
- Aku tak punya pilihan. - Kacau.
- Maksudku... - Sangat kacau.
Sangat kacau. Aku...
Tapi, Hope, bagaimana kalau aku pindah ke studio?
- Apa? - Sampai masalah ini selesai.
Bukannya kau akan merasa lebih aman...
kalau ada aku?
- Mungkin benar. - Pikirkanlah.
Ada tempatku tersendiri untuk menangani klien...
dan membantumu membangun citra baru secara lebih profesional.
Aku bisa membantu...
dan membuatmu merasa lebih aman.
- Juga... - Apa maksudmu?
Jordan, kalau Angel?
Angel tidak akan berhenti sampai diajak bicara.
Betul. Siapa yang mau bicara dengannya?
Biar aku saja yang urus.
- Kau bisa? - Tentu saja.
Oke.
Sudah lama aku mau membantumu.
- Nanti kutelpon. - Oke. Kabari aku.
Tak apa, diamkan dulu 5 menit,
dan jangan sentuh wajahmu.
Aku akan kembali. Kau.
- Hei, bro. - Bisa dibantu?
Aku mau bicara sebentar soal...
Ada tempat yang lebih privat...
- untuk kita bicara? - Maaf mengganggu, Angel.
Aku ingin pastikan...
- syuting minggu depan. - Syuting yang mana?
Yang di New York.
Aku baru bisa hari Kamis pagi,
tapi aku cek dulu penerbangan ke New York.
Oke.
Maaf, musibah datang bertubi-tubi.
Gila, kau terkenal sekali.
Terima kasih.
Mau bicarakan apa tadi?
Namaku Jordan Weaver, motivator hidup.
Aku sangat mahir dalam bela diri,
jadi pekerjaanku...
menggabungkan mental dan fisik.
Aku mau membahas kerjasama...
yang mana aku bisa melayani klien VIP-mu.
Aku yakin kita bisa saling menguntungkan.
Kau butuh bantuan apa?
- Ini kartuku. - Aku tak butuh bantuan.
- Dan aku tidak mengenalmu. - Aku motivator hidup.
Aku tak peduli.
Pergilah.
- Sekarang. - Baik. Oke.
Dasar bodoh.
Hope.
Semuanya sudah beres.
Dia tidak akan jadi masalah lagi.
Tenang saja.
Dia tidak akan jadi masalah lagi, oke?
Tidak. Hope. Sudah beres.
Seharusnya tak jadi masalah lagi.
Kau harus melihatnya.
Memalukan sekali.
Bagaimana?
Dia bilang apa? Bagaimana?
- Aku sudah urus. Selesai. - Astaga! Benarkah?!
Kau hebat. Dia mengakuinya?
Dia mengakuinya?
Dia tidak akan jadi masalah lagi.
Semuanya beres. Aku tinggal selesaikan sedikit...
urusan di sini, lalu aku akan datang...
dan ceritakan semuanya.
Ya Tuhan! Oke.
Hope punya sampanye.
Oke. Sampai ketemu lagi.
Oke. Baiklah.
Keluar dari rumahku!
Keluar!
Hope? Senang sekali kau menelepon.
- Aku tadi... - Dengar!
Aku diserang.
- Katanya sudah beres! - Apa?
Maksudmu apa? Hope, pelan-pelan.
Jangan suruh aku pelan-pelan.
Itu tak mungkin.
- Itu tak masuk akal. - Katanya sudah selesai,
tapi malah makin parah!
- Ini sudah kelewatan! - Maksudmu,
dia menyerangmu? Sudah aku tangani.
Jelas belum kau tangani!
Jika kau sudah tangani,
kenapa orang suruhan Angel ada di rumahku?!
Aku tak tahu, Hope. Tenang saja.
Semuanya akan baik-baik saja.
Aku akan ke sana, dan kita selesaikan ini.
- Oke? - Jangan datang.
Tak usah ikut campur. Aku yang tangani sendiri.
- Aku tak membutuhkanmu. - Kenapa? Tunggu.
Dia mau mengancamku mengirim video-video ini.
Menjijikkan.
Lalu orang itu ada di rumahku.
Aku tak tahu mesti bagaimana.
Kau menelepon itu sudah benar.
Aku mau tegaskan satu hal.
Jangan bicarakan ini dengan siapa pun lagi.
Oke?
Aku mengerti. Tenang saja.
Jangan bicara dengan siapa pun tentang ini lagi.
Kau dengar?
Tidak akan ada masalah lagi sekarang, tenang saja.
Aku akan urus semuanya.
Tapi aku tak mau ada yang terluka.
Tentu saja tak ada yang terluka.
Yang terpenting, orang ini...
tidak akan mengganggumu lagi.
Aku mau berikan ini.
Pelembab.
Masih banyak stoknya dibelakang, ingat?
Ya...
tapi yang ini... khusus buatmu.
Oke.
Baiklah.
Datanglah beberapa hari lagi.
Semuanya akan jadi kenangan, Hope.
Makasih, Armen.
Kau senang sekali hari ini.
Masa?
Jordan lagi.
Kubilang kau tidak ada?
Tak usah angkat.
Katanya kalian bertengkar,
tapi dia kirim paket ini untukmu.
Kau bisa membukanya.
Baik sekali dia.
Ini bagus buat di dinding belakang, kan?
Tidak, aku bawa pulang saja.
Hope.
Aku mengkhawatirkanmu.
Aku baik-baik saja.
Serius, kau harus tetap kuat.
Kau tak boleh berantakan.
- Kita sudah sangat dekat. - Aku tahu sudah dekat.
Kita hampir mencapai semua yang kita perjuangkan.
Aku di sini karena aku percaya pada ini dan padamu.
Seluruh karierku kuhabiskan untuk mendukung impianmu.
- Sekarang ini impianku juga. - Oh, sayang.
Aku tahu. Terima kasih.
- Tidak, aku... - Aku tahu.
Jangan sia-siakan kesempatan ini.
Kau mengerti?
Aku takkan sia-siakan.
Aku janji.
Halo.
Nn. Goldman, ini Detektif Emerson...
dari Departemen Kepolisian Hollywood.
Kau di kantor sekarang?
Aku dikantor.
5 menit lagi aku tiba. Ketemuan di parkiran.
Kau akan menangkap Angel?
Temui aku diparkiran.
Nn. Goldman!
Di sini silahkan.
Ada apa ini?
Ada yang mau kutunjukkan.
Aku sibuk sekali.
Kau harus lihat ini, dan ini bukan permintaan.
Silahkan.
Oke.
Maaf. Apa ini?
Ini rekaman CCTV.
Di mana? Kamera CCTV yang mana?
Di situ.
Oke, kita cari.
Itu. Lihat pria itu?
Orang itu?
Mengikat tali sepatu.
- Ya. - Sebentar.
Itu.
Jadi?
Kau kenal?
Tetanggamu yang kau ceritakan?
Tidak. Itu bukan dia.
Kurasa bukan.
Kami akan sebarkan foto ini di daerah sini dan kukabari...
- jika ada informasi baru. - Baguslah.
Oke. Terima kasih sekali lagi.
Maaf. Aku sibuk sekali.
Kalau ada info, akan kukabari.
Ya.
Hei, ini Jordan.
Hari ini bisa jadi apa pun yang kau mau.
Tinggalkan pesan.
Jordan, angkat teleponnya, sialan!
Aku tahu kau di situ. Kau disana.
Hubungi aku. Kau berhutang.
Telpon balik!
- Apa kabar, bro? - Apa kabar?
- Senang bertemu. - Ya.
Bantu aku yang kita bahas kemarin.
- Oke? Dan temanmu? - Chris?
- Ya, benar. - Kau mau kami buat apa?
Seperti terakhir kali, tapi kali ini lebih besar.
Rumahnya, lusa, jam 5:45.
Aku datang jam 6:00, jadi pahlawan.
Lalu kalian pergi...
sebelum ada masalah.
Ini alamatnya.
Masih soal motivator-hidup itu?
Ya. Ini jadi makin besar.
Angkat, angkat.
Ini Armen.
Armen, ini Hope lagi. 4 kali sudah kutelpon.
Kau dimana? Dengar...
lupakan saja soal...
yang kita bicarakan. Lupakan saja.
Aku baik-baik saja.
Tetap di situ dan segera hubungi aku.
- Angel Vergara? - Ya. Bisa kubantu?
Ambil saja apa yang kau mau!
- Kau kenal Hope Goldman? - Apa?!
Hope Goldman! Kamu kenal dia?!
Aku kenal, tapi aku tak peduli soal dia.
Tidak! Tunggu.
Dekati dia lagi, sumpah...
akan kubunuh...
Sialan.
- Bisa kutelpon nanti... - Kau kemana saja?
Baru selesai rapat.
Kenapa tak angkat teleponku?
Kuhubungi kau semalaman. Tapi tak ada...
- panggilan masukmu. - Temui aku.
- Ke kantorku. - Besok malam?
- Mungkin jam 6 di rumahmu? - Tidak, sekarang!
Sekarang. Semuanya kacau.
Maksudmu, semuanya kacau?
Aku harus bertemu denganmu.
Sesuatu terjadi pada Angel.
- Oke? - Apa yang terjadi?
- Kenapa dengan Angel? - Ini sudah di luar kendali.
Kau harus menemuiku sekarang.
Halo? Jordan? Jordan!
Tak apa.
- Kepolisian Hollywood. - Halo.
Aku mau laporkan informasi...
kejahatan tanpa nama.
Hope Goldman dari Hope Goldman Skincare...
mengincar dan menguntit tetangganya,
Angel Vergara, dan perilakunya sangat aneh.
Takutnya sesuatu yang buruk terjadi,
dan aku tak mau ada yang terluka.
Terima kasih.
Halo. Hope Goldman Skincare.
Bisa kubantu?
Apa? Kapan?
Astaga. Maafkan aku.
Terima kasih sudah menelepon.
Hope? Itu Anto.
Armen terbunuh tadi malam.
Dia kecelakaan mobil.
Batalkan semua janji.
Aku kurang sehat.
- Mau pulang. - Oke.
Tetaplah di situ.
- Kau Hope Goldman? - Ya.
Apa sesuatu terjadi?
Kami sudah beri tahu tetangga kalau ada penyelidikan.
Angel Vergara diserang tadi malam.
Sekarang ada di rumah sakit...
dalam kondisi kritis. Kami belum tahu...
apa ini serangan acak atau memang target.
Oke.
Maaf, kau pasti mengenalnya.
Ya.
Ya, dia orang baik.
Dia orang baik.
- Terima kasih. - Kita akan bertemu lagi.
Oke.
Hope, ada apa?
Hope?
Jordan.
Ini semua gara-gara Jordan.
- Benarkah? - Ya.
Tak ada yang tahu di mana dia tinggal.
Mungkin Colleen tahu? Kita cari dia.
Hope?
Aku tahu di mana dia.
Marine?
Maaf. Aku dipecat?
Dia tinggal dimana?
Hope! Astaga.
- Syukurlah kau datang. - Kau menipuku.
Maksudmu apa?
- Hei. - Jangan mendekat!
Tetap di situ.
Hope, ada yang harus kukatakan.
Aku tahu semuanya jadi kacau.
- Diam! - Tidak, Hope,
aku jatuh cinta padamu.
- Sialan kau, Jordan! - Makanya...
aku terlibat dalam semua ini!
Dan sekarang Angel mengejarku.
Angel di rumah sakit, kondisinya kritis!
- Apa? - Bodoh sekali kau,
tertangkap kamera, membocorkan bannku?!
Entah apa maksudmu, Hope.
Pergi dari sini! Astaga!
Kurang ajar...
Kau mau apa dariku?
Uang?! Aku tak punya!
Kau yang menyuruhku!
Katanya kau butuh bantuanku!
Kau pura-pura lupa semuanya?!
Sialan!
Kenapa aku bisa sebodoh ini?
Karena kau bodoh dan menyedihkan...
yang egois, suka mengeluh...
soal... Sialan!
Jalang sialan!
Sialan.
Hope Goldman, ini polisi!
Keluarlah dan angkat tangan!
- Sebentar! - Buka pintunya!
Bentar!
Masuk!
Lihat! Di sini! Di sini!
Oke, di sini!
- Kami sudah bicara dengan temanmu, Jordan. - Teman?
Aku baru kenal dia. Cuma bicara sedikit dengannya.
Dia menguntitku.
Bertemu di sesi foto 3 tahun lalu,
dan jatuh cinta sejak itu.
Dia yang kempeskan ban mobilku,
kalau kau belum tahu.
Dan dia pernah dipenjara.
Aku tak tahu kemampuannya, tapi dia sudah pernah berbuat begini.
Oh, dan tolong...
jangan lupa tutup pintunya.
Produkku ada di sana, dan sangat berarti bagiku.
Semuanya bagus-bagus.
Tolong pastikan semuanya terkunci dan aman.
Kami akan menutupnya.
Kalau kau mau ambil pelembap, ambillah.
Kalian semua.
Itu produk uniseks, dan sangat bagus. Kalian pasti suka.
Sialan. Astaga, bro.
Oke.
Semua yang kulakukan, dia yang suruh.
Dia yang suruh aku kempeskan bannya.
Kau salah tangkap.
Dia gila.
Lihat dia apakan wajahku.
Pintunya terbuka.
Halo? Hope Goldman?
Tidak ada orang.
Bukannya ini wanita yang ada di berita?
Halo. Shimmer.
Oke. Terima kasih.
Angel. Tunggu, tunggu.
Bajingan sialan.
Bantu kami. Kenapa ada yang mau menyakitimu?
Sayang.
Kenapa Hope Goldman mau membunuhmu?
Hei, pergi dari sini.
- Oke. - Terima kasih.
- Siap? - Aku lebih mencintaimu.
- Semoga berhasil. - Terima kasih.
Pantau aku di monitor. Pastikan tak terlalu mencolok.
Aku akan awasi.
- Dia sudah hapus. - Terima kasih.
Sesaat lagi, berita eksklusif...
kisah yang terus dibicarakan oleh Brett dan aku.
Meski kebenarannya masih belum jelas,
bisa dipastikan pemilik...
produk perawatan kulit buatan Italia yang mendadak populer ini...
sedang menghadapi kontroversi serius.
Halo.
Sudah kubilang, itu stok yang terakhir.
Aku tak mau berdebat.
Aku cuma kau mengerti, yang bisa kulakukan...
menempatkanmu di daftar tunggu sampai musim depan.
Benar, dia sekarang dijuluki si pembunuh perawatan.
Itulah sebabnya. Di sini,
ada rekaman eksklusif estetisi Hope Goldman,
yang diduga menyewa pembunuh bayaran untuk menyingkirkan pesaingnya.
Dan itu rekaman eksklusif dalam wawancara...
- yang diambil oleh Kylie dan aku... - Aku ingat.
beberapa minggu sebelum kejahatan yang mengguncang Hollywood.
- Cukup menyeramkan. - Ya.
Perawatan kulit bukan cuma soal penampilan.
Bagiku, ini tentang rasa percaya diri,
menunjukkan versi terbaik dirimu pada dunia.
Ini bukan tentang seperti apa kulitmu saat ini.
Sejauh mana kau mau berusaha
mencapai apa yang kamu inginkan.
Tapi ini mengenai mengendalikan hidupmu.
MAIN DI BEBAS69, BEBAS GANGGUAN DAN BEBAS PINDAH SALDO BONUS DEPO 100% 50K+50K = 100K, KETIK BEBAS69 DI GOOGLE
KETIK BEBAS69 ATAU https://cutt.ly/bbs_login
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.