All language subtitles for Elite.2018.S08E04.SPANISH.NF.WEB.h264-EDITH.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian Download
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese Download
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Senang kalian datang melihat klub baru ini.

Guillermina dan Pier pasutri dan anggota Alumni.

Kami bertemu di sini, di Las Encinas.

Dulu aku murid pertukaran.

Amore...

Kau kenapa?

- Aku... - Tersandung.

Ya, konyol. Sangat konyol.

Joel, mereka pemegang saham mayoritas di beberapa perusahaan multinasional.

Nanti kita bahas lagi berdua saat mereka tak ada.

Mereka berniat menyumbang besar-besaran.

Luar biasa besar.

Bagus sekali. Keputusan kalian bergantung pada apa?

Pada apakah mereka puas dengan kerja kita di klub.

Kita ajak berkeliling, Emi?

Kita?

Mereka harus mengenal Joel, 'kan?

Dia ada kelas. Lain kali saja.

Oke. Pergilah, Joel.

Mari ikut kami.

Kalian akan melihat usaha dan perhatian Emi dan aku dalam meluncurkan klub ini,

yang setara pusat-pusat lain di dunia.

Pemuda itu sangat tampan.

Mengesankan.

Maaf, siapa?

- Joel. - Ya, dia baru bergabung.

Belum tahu apa-apa.

Justru lebih bagus.

Tidak, dia bukan tipe kalian.

Ada pemuda lain.

Kami suka Joel.

- Kalian berpacaran, ya? - Serius.

Lebih baik kukenalkan pemuda lain.

Kami pertimbangkan kembali sumbangan kami.

Kabari kami, oke?

Apa-apaan? Joel bukan milikmu. Sumbangan...

Aku tak peduli.

Akan ada donatur lain. Banyak yang mau ikut andil.

- Ya, tapi Pier dan... - Kubilang tidak!

SOPIRMU MENUNGGU UNTUK MENGANTARMU KE SEKOLAH

Tak usah mencemaskan kelab itu.

Masalahmu sudah banyak.

Tidak, aku cemas.

Aku cemas karena harus kubuka lagi. Kalau tidak, tak ada pemasukan.

Tak usah cemas soal uang. Aku membantumu secara finansial.

Ya, aku tahu. Semuanya memalukan.

Aku malu meminta padamu, apalagi menerimanya.

Apa memang harus?

Membukanya lagi?

Ya.

Demi aku...

ayahku, ibuku, demi...

Entahlah, situasi yang normal.

Ya, tapi aku akan membantumu.

Oke?

Aku akan bicara dengan Omar dan kita buka lagi.

Terima kasih.

- Maaf. Berada di dekatku menyakitkan. - Tidak, Isa.

Tak perlu minta maaf.

Ini bukan salahmu.

Oke?

Isa?

Aku mau minta tolong.

Berhenti menghukum dirimu.

Ini bukan salahmu.

Oke?

Hei, halo.

Bagaimana tanganmu?

Baik-baik saja.

Kejadiannya sangat cepat.

- Sekejap mata. - Ya.

Antara pertanyaanku dan jawabanmu.

Setelah pertanyaanku dan sebelum jawabanmu.

Apa maksudmu?

- Tidak ada. - Tidak, katakanlah.

Aku bertanya apakah kau memacari Héctor.

Lalu aku mengejar Isa,

kau tetap di sana, dan

kau ditabrak.

Joel, Tampan, mau ke rumahku? Ke kolamku?

Kami tak berpacaran. Sungguh.

Masa?

Ya.

Tak berpacaran.

Apa dia tahu?

Sial.

HEI! KARENA KAU MEMBLOKIRKU DARI SEMUANYA...

Hei. Eric.

Jangan marah. Itu hanya lelucon pencair suasana.

- Suasananya baik-baik saja. - Oke, tapi tolong...

Aku berusaha bijak, tapi tak tahu caranya.

Setidaknya kita bisa berteman.

Aku tak mau kita berteman.

Kau menyakitiku dan sekarang pun begitu.

Kita akan terus bertemu, jadi bisakah kita berbaikan?

Bisa, tapi aku yang menderita.

Andai aku bisa melupakanmu sekarang.

- Tak perlu kejam begitu. - Tidak, kau yang kejam padaku.

Aku ingin melupakanmu. Entah bagaimana, tapi akan kulakukan.

Butuh sesuatu?

Semua baik saja?

Ya.

Sangat baik.

Kenapa?

Buka celanamu juga.

Sambil dilihat saudarimu?

Siapa peduli, Joel?

Emi hanya memperhatikan dirinya sendiri.

Ayo.

Kau saja yang buka.

Kau mengundang orang lain?

Ya, akan kusuruh masuk.

Siapa, Emilia?

Seseorang.

Sial.

Tidak, Joel, kau mau ke mana?

Ada yang datang dan aku bugil.

Tunggu.

Dengar, aku tak peduli.

Apalagi...

aku terangsang.

Bagaimana denganmu?

Entahlah. Jujur, ini agak memalukan.

Bagian bawahmu sepertinya tidak.

Dalmar sialan.

Kau lihat, 'kan?

Dia pasti putus asa hingga memeras orang.

Tapi sebenarnya dia baik.

- Masa? - Ya.

Entahlah. Dia kurir makanan.

Dia tak punya dokumen, keluarganya tak ada.

Ibu paham sekarang.

Jadi, pemerasan adalah tindakan putus asa.

Kasihan.

Tak punya keluarga, sendirian...

Dia tak sendirian, Bu.

Ada pacarnya, Sonia. Ibu kenal dia.

Teman sekamarnya juga, jadi dia tak sendirian.

Oke, jadi kita harus pastikan dia kehilangan orang terdekatnya.

Ya, 'kan? Itu yang harus kita lakukan.

Saat dia lemah dan rapuh, kita bisa membujuknya.

Itu sangat jahat, Bu.

Percayalah, Sayang. Ini demi kita.

- Tak akan berakhir buruk, Ibu janji. - Ini bukan ide bagus.

Siapa nama gadis itu? Apakah Sonia?

- Ya. - Begitu. Suruh mereka putus.

Apa?

Putus cinta bisa ditahan, tapi dipenjara lebih sulit.

Suruh dia putuskan. Kau ahlinya.

Di perusahaan mana dia bekerja?

Hai.

Kau terlambat.

Hentikan. Tunggu.

Apa kabar, Eric?

Hei. Apa kabar?

- Bagaimana keadaanmu? - Hei.

Biarkan mereka bergembira.

Hei, aku merasa canggung ada saudaramu dan Joel di sana.

Abaikan mereka.

Atau pandangi saja.

Apa kau terangsang?

Ya, tapi...

Joel temanku.

Kau ingin melupakan Chloe atau tidak?

Kalau begitu, sini.

Lupakan dia.

Selamat malam, Teman-Teman. Kami di pembukaan kembali Isadora House.

Aku di sini bersama temanku Sonia.

Sonia si cewek lengah. Jika kalian goda dia, kutraktir minum.

Ini mudah. Dia seksi.

PESTA! TEMAN TERBAIK!

Kau sudah mengirim pesan ke Dalmar?

Dia dipecat.

Apa? Kok, bisa?

Ada pelanggan yang berkata Dalmar kurang ajar padanya.

Kata pelanggan?

Pelanggan yang parah! Tak kusangka.

Kusuruh ke sini, tapi dia tak mau.

Dia juga tak ingin kutemui.

- Tapi aku akan ke sana. - Jangan.

Tetaplah di sini 15 menit.

Lalu kau bisa temui dia jika kau mau.

Terserah kau. 15 menit saja.

Oke, tapi 15 menit saja.

Asyik. Terima kasih.

Asyik.

Tidak.

Hai! Kau sangat tampan.

Terima kasih.

Siapa namamu?

Bernat.

Oke, bisa tunggu di sini sebentar?

Say, pria itu lebih tampan.

Dia manis, 'kan?

Sini. Siapa namamu tadi?

- Bernat. - Bernat, ini Sonia. Sonia, Bernat.

Ayo cium. Ayo.

Mau minum?

Aku pamit.

Kenapa?

KAU SEDANG APA?

KAU SEDANG APA?

AKU BERSAMA ERIC DI KELAB ISADORA. KAU?

MAU GANTI ACARA? DUDUK-DUDUK MENONTON FILM DI RUMAHKU.

Hei, ini birnya.

Aku mau pergi.

Apa? Kita baru sampai.

Ya, tapi Sara mengundangku.

Sara? Bagaimana jika kuganggu, seperti kau menggangguku dengan Chloe?

Kenapa begitu? Chloe tak baik untukmu.

Janda gila itu baik untukmu?

Mau bahas orang gila?

Maaf, Eric. Maksudku bukan kau.

Bukan? Siapa maksudmu?

Maksudku Chloe.

Ya, tentu.

AKU SUDAH MEMESANNYA UNTUK KALIAN DAN MEMINTA LAYANAN KAMAR.

TERIMA KASIH, SEBENTAR LAGI SAMPAI.

Kau mau ke mana?

Isadora House.

Sekarang?

Untuk apa?

Menemui Joel.

Kau agak terobsesi, bukan?

Ayolah...

Temani aku. Ayo menonton film.

Aku akan pulang larut bersama Joel.

Tunggu!

Apa?

Aku akan ikut.

Aku pun menginginkan lebih dari Eric.

Tidak.

Tetaplah di sini dan jangan ganggu aku.

HÉCTOR JUGA MENUJU KE SANA. JANGAN KELUAR DARI SUITE KALIAN.

Temanku lama sekali.

Biarkan saja dia.

Hei!

Wow, kau bahkan menyapa?

Pasti karena kau belum melupakanku.

Justru sebaliknya.

Kusapa karena sudah melupakanmu.

Lupa sama sekali.

Aku hanya butuh bantuan seorang gadis.

Emilia.

Apa?

Dan itu luar biasa.

Seks kami luar biasa.

Kau mengada-ada untuk menyakitiku.

Tanya saja dia jika kau mau.

Dah.

Sedang apa dia di foto ini?

Kenapa lidahnya seperti itu?

Entah kenapa orang mengikuti Chloe.

Abaikan dia.

Tapi lihatlah dia!

Oke, tunggu.

Ini.

Sebentar.

Jika aku mencapai 50 ribu, akan kutunjukkan vaginaku ke Teman Dekat.

Itu persis seperti dia.

Hanya perlu terlihat dan terdengar seperti pelacur.

Baiklah.

Cocok sekali.

Ayo berpose biasa.

Aku tak bisa.

Kau punya pacar?

Astaga, aku tak tahu.

Tidak, kau tak tahu karena aku tak bilang.

Lupakan saja, oke?

Tentu. Tenang saja.

Aku paham.

Hei, senang bertemu denganmu.

Jika mau, kuberikan Insta-ku, kau bisa...

Tak usah.

Oke, tenang saja.

Aku paham.

- Aku akan menyusul teman-temanku. - Oke.

- Dah. - Dah.

SAYANG, BAGAIMANA KEADAANMU? MAU KUTEMUI?

Hei.

Apa kita...

Ya.

Dan itu luar biasa.

Sial.

"Sial"? Ada apa?

Aku benar-benar gila.

Apa?

Aku tak berpikir jernih.

Dan kau yang untung.

Apa?

Nico, aku teler dan kau tahu.

Dan...

Dan apa?

Yah, itu.

Maksudmu aku memanfaatkanmu?

Aku tak bilang begitu.

- Ya, begitu. - Tidak, entah apa yang terjadi.

Aku tak seperti itu.

Aku kaget kau memikirkannya

dan tiba-tiba berkata seperti itu.

Yang kau maksud itu tak masuk akal.

Jadi, kau korbannya?

- Apa? Tak ada korban di sini. - Oke.

Aku tak mau terus mengomel. Aku jadi resah. Tolong pergi.

Aku mau ke kamar mandi. Pakai bajumu dan pergilah.

- Sara, maksudku... - Kubilang pergi, Nico!

Jangan bicara atau mengirim pesan. Pergi saja.

- Sara... - Nico, aku mau sendiri. Pergilah.

- Kita sama-sama mau. - Kau membantahku seperti Raúl?

Nico, pergilah.

Dah.

Layanan kamar.

Halo, selamat malam. Layanan...

Halo! Aku Joel, dari Alumni.

Halo, Joel.

Hei, maaf aku pakai seragam pelayan.

Kami tahu kau kerja di sini. Makanya kami datang dan memintamu.

Untuk mengakrabkan diri.

Kami ingin tahu lebih banyak tentangmu.

Sama.

Masuklah, santai saja.

Kau bersama Sonia?

Ada es batu?

Entah kenapa kau putus dengan Eric jika kau masih mencintainya.

Entahlah.

Kubiarkan semua orang ikut campur.

Khususnya Nico dan

orang lain pun menghalangi.

Entahlah.

Omong-omong, sudah cukup membahas drama ini.

Aku agak tegang.

Mari bersulang

untuk malam yang buruk.

Bagaimana?

Untuk malam yang buruk.

Bersulang.

Kenapa kau tak pergi dengan Sonia?

Karena aku tak bisa menemukannya.

Kenapa kau kemari?

Karena dia bilang kau sedang sedih.

Dan karena dua jiwa yang kacau dengan sebotol Jäger

bisa mengubah dunia.

Ayo minum lagi.

Kau bilang tak menemukan Sonia...

Apa karena dia bersama pria ini?

Boleh aku jujur kepadamu?

Kupikir tidak bagus

Sonia terus berpesta dengan pria ini

setelah kau dipecat, sungguh.

Dia tak mau meninggalkannya.

Dia tersenyum, menyentuh perutnya...

Mereka pasti mengobrol.

Dia berhak bersenang-senang, 'kan?

Ya, tentu. Tapi sampai sebatas apa?

Apa maksudmu?

Batas apa?

Maaf, aku kelewatan.

- Batas apa? - Tidak. Tak ada batas.

Abaikan aku. Jäger membuatku bawel.

Chloe.

Mereka sangat mesra.

Tapi asal kau tahu, Sonia sangat pintar.

Dia tak akan menyelingkuhi pria seksi sepertimu.

Bukan hanya seksi.

Sangat seksi.

TOLONG JAWAB. PERLU AKU DATANG ATAU TIDAK?

KUBILANG TIDAK, AKU MAU SENDIRI SAJA.

Apa orang pernah bilang

kau sangat berbeda dari pria lain?

Karena aku miskin? Atau berkulit hitam?

Kau misterius.

Aku tak tahu isi hatimu dan itu tak biasa.

Aku jadi terangsang.

Ada satu hal lagi tentangmu yang kurasa tak kau sadari.

Apa?

Kau sangat menawan.

Kau menyadarinya?

Aku tak bisa, Chloe.

Kenapa?

Aku memacari Sonia.

Ya, tapi apa kau yakin Sonia memikirkanmu sekarang?

Karena menurutku tidak.

Hei! Di mana Joel?

Hei!

- Mana sopan santunmu? - Apa?

Sekolah swasta mahal, tapi kurang ajar.

- Kau cari ribut? - Tidak.

Kau siapa mau macam-macam denganku, Aladdin?

Aku manajer bar, Berengsek. Aku yang putuskan kau di sini atau pulang.

- Aku tanya soal Joel. - Dia kerja.

- Di mana? Tak kulihat. - Bukan urusanmu.

Butuh hal lain? Meja?

Kau cari masalah, tahu?

Grazie, amore.

Tidak, terima kasih. Aku tak boleh... Aku bekerja.

Untuk kami.

Kami menyuruhmu minum.

Oke, terima kasih.

HEI, DI MANA KAU? AKU DI ISADORA HOUSE.

Permisi.

DI SUITE DENGAN PIER DAN GUILLERMINA.

TERIMA KASIH SUDAH MEMPERTEMUKAN KAMI.

Joel di suite mana?

Di suite nomor... Tentu saja tak akan kubilang.

Jangan main-main. Nanti kuhajar.

Di lantai atas, 'kan?

Hei!

Joel!

Joel!

Itu Héctor, bukan?

- Ya, kurasa. - Joel!

- Jangan buka pintunya. - Kenapa? Mungkin ada hal mendesak.

Hei, ada apa?

Ikut aku.

Apa? Kau mengatur semuanya, lalu menarikku keluar?

Ayo pergi. Bukan aku. Aku tak mengatur apa pun.

Oke, tapi kenapa kau menarikku keluar?

- Dia bekerja. Keluar. - Jangan ikut campur, Berengsek.

- Héctor, hentikan. - Aku tak mau kau bersama mereka.

- Kenapa? - Tolong masuk.

Kembali bekerja. Urus tamu kita.

Joel!

- Ayo. - Pergi sana, Kepala Turban Sialan!

- Kau bilang apa? - Kepala Turban. Tak bisa bahasa Spanyol?

Aku orang Spanyol dan queer sepertimu.

Apa tempat asalku masalah bagimu? Tak masalah jika ayahku seorang syekh?

Benar. Pada akhirnya, masalahmu hanyalah aku miskin.

Keamanan.

Ada bajingan klimis agresif turun. Dia menyerangku dan Joel.

Tolong usir dia. Terima kasih.

- Keluar! - Lepaskan aku, sialan!

Keluar!

Kau tak tahu macam-macam dengan siapa, Mustafa!

"Pak Mustafa", Berengsek.

Dan satu hal lagi. Aku suka Joel.

Dia menyukaiku.

Dan dia mendengarkanku.

Sumpah, aku tak akan berhenti sampai dia menjauhimu, Fasis Sialan.

Eric. Apa kau melihat...

Tidak. Lupakan saja.

Chloe? Kau bisa menyebut namanya. Tak apa-apa.

Dia pergi sejak tadi.

Dia pergi dari kelab?

Ada apa? Apa dia meninggalkanmu?

Ya ampun! Chloe?

Itu bukan kebiasaannya, bukan?

Astaga, dia membuat video seks viral lagi?

Kenapa dia tak mau aku bertemu kalian?

Karena

kami mau menawarimu kesepakatan.

Kami menyukaimu.

Kami ingin kau punya kehidupan layak.

Semuanya oleh Alumni dan untuk Alumni.

Imbalannya apa?

Begini...

Aku gay.

Oke? Benar-benar gay.

Amore...

Label itu untuk orang miskin dan bodoh.

Kenikmatan hanya mengenal tubuh.

Aku harus pergi.

Kami membayar dua jam lagi untuk layanan kamar.

Ya, aku tahu, tapi aku tak mau melakukan ini, oke?

Akan kusuruh mereka mengirim pria atau wanita lain.

Héctor tak ingin kau bersama kami.

Dia pikir kau miliknya.

Apa kau miliknya?

Seorang Alumni tak punya pemilik atau majikan.

Kau punya, Joel?

Tidak.

Aku bukan milik siapa pun.

Geniale.

Karena jika kau bebas, barulah kau akan sukses.

Sebutkan hargamu.

Eh, vai.

- Tidak, aku tak punya harga. - Kau punya.

Tapi bukan itu tawaran kami.

Itu wajar, amore. Dia sangat tampan.

Sangat tampan.

Seribu lima ratus?

Tambahkan.

- Tutto? - Tutto.

Ti amo.

Tenanglah.

Santai saja.

Sayang, apa kabar?

Kau gugup?

Kita bisa berhenti jika kau mau.

Tidak.

Ayo kita lakukan.

Sudah kubilang, kau tak tahu lawanmu siapa.

Kau sebut aku apa tadi?

"Fasis sialan"?

Tidak. Kumohon, jangan.

Hajar dia.

Terjemahan subtitle oleh Cindy F

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.