All language subtitles for Elite.2018.S08E03.SPANISH.NF.WEB.h264-EDITH.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian Download
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese Download
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Marcos Dalgo Alonso.

- Selamat datang. - Selamat datang.

Joel Castellano Soler.

Selamat datang.

Terima kasih.

Selamat datang.

Chloe Ybarra Silva.

Selamat datang.

- Terima kasih. - Selamat datang.

Bagus. Selamat, Semuanya.

Kini kalian anggota tetap Alumni.

- Aku menyesal. - Kau tak menyesal, Joel!

Kau bajingan egois.

Sumpah,

kau akan menyesali ini setiap hari selama hidupmu. Aku bersumpah.

Kau tampak kacau. Ada masalah?

Semuanya kacau.

Apa yang bisa kubantu?

Aku sangat merindukan ayahku.

Dia tak mau jawab telepon,

atau saat dia jawab, dia langsung matikan. Jujur, aku ingin bertemu dia.

Aku ingin minta maaf padanya, mengatakan dia benar,

dan meminta bantuannya karena aku tak sanggup lagi.

Kau ingin kunjungan keluarga.

Tolong.

Isa, hukuman ayahmu tak mengizinkan kunjungan.

Kau mau imbalan apa?

Tidak, kau jadi berutang dua kali. Dua utang yang besar juga.

Ayo, minta saja.

Mau kupesan layanan kamar?

Ya, boleh juga.

Tapi berdandanlah. Jangan pakai piama.

Buka baju, mandi, ganti baju. Terserah.

Berdandanlah. Ini makan malam spesial.

Apa kau bisa mempertemukanku dengan ayahku?

Akan kuusahakan. Serahkan saja padaku.

Dan tersenyumlah.

Aku lebih suka kau tersenyum.

Ayo, mandi sana.

Aku pergi, ya? Aku ada rapat dengan Virginia.

Omong-omong,

besok acara Alumni pertamamu.

Oh, aku lupa.

Kutaruh di sini, ya?

Apa itu?

Iuranmu.

Apa maksudmu? Ada iuran?

Ya, Joel. Tentu ada iuran.

Kita perlu membayar acara, perjalanan, simposium...

Itu hanya alasan untuk bergembira di luar negeri.

Pemeliharaan dan lain-lain.

Iuran dua ribu euro. Kau bercanda?

- Tidak, kenapa? - Per bulan?

Seribu per bulan dan seribu lagi untuk acara besok.

Dan itu murah.

Héctor, aku tidur di sini dan aku pramusaji.

Bayar 100 euro pun aku tak mampu.

Makanya kami tak menerima murid penerima beasiswa.

Oke. Biar kubayar iuranmu.

Tidak. Uang sekolahku sudah dibayar oleh...

Siapa?

Iván.

Aku perlu cemas?

Tidak. Aku tak mau bergantung padanya, padamu, atau siapa pun.

Anggap saja pinjaman.

Kapan aku akan membayarmu? Bagaimana caranya?

Begini saja.

Katakanlah acara besok adalah kompetisi dengan hadiah yang sangat besar.

Iuran, iuran tambahan, dan uang kas, biasanya kami sumbangkan untuk amal.

Jika aku menang, dan aku selalu menang, akan kuberikan padamu.

Jadi, aku amalmu sekarang?

Dengan hadiah seperti itu, kau tak perlu mencemaskan iuran, uang sekolah,

dan banyak hal untuk sekian lama.

Sayang, Ibu sangat bangga padamu

dan merasa sangat senang.

Jadi milik keluarga Krawietz.

Kopi? Diet Cola?

Sikapnya itu wajar.

Kau memutuskannya lewat WhatsApp.

Aku tahu.

Tapi itu cara terbaik.

Ya, dia mungkin sendirian, di rumah,

di tempat yang aman, bisa bereaksi sesuai yang dia mau.

- Tentu saja, Sayang. - Ya.

Kawula muda sangat pengertian akhir-akhir ini...

Siapa yang mengganggu sekarang?

- Belikan sesuatu dari mesin. - Ada apa?

Tak ada, Sayang. Hanya pengganggu yang ingin bertemu. Ibu tak mau.

Kapucino. Terima kasih.

SERATUS RIBU EURO, DALAM PECAHAN 50 EURO, DALAM TAS OLAHRAGA

LOKER BAGASI

Ayah tampak sehat.

Kau sendiri tampak sangat kurus.

- Menyebalkan! Tidak. - Itu benar. Kau jarang makan.

Yah...

Apa kabar?

Berantakan.

Jujur, sangat kacau.

Ayah pikir kau lebih kuat.

Tak ada yang bisa menghentikan atau menghancurkanmu.

Ayah pikir kau putri yang setia.

Ayah, maafkan aku.

Ya, permintaan maaf tak akan membebaskan Ayah.

Yang akan membebaskan Ayah adalah permintaan Ayah padamu.

Aku akan melakukan apa pun.

Kau ingat Cibrán?

Tidak, siapa dia?

Kau sering melihatnya. Kau mungkin hanya memikirkan dirimu.

Tolong. Kita berbisnis dengannya beberapa kali.

Dan, katakanlah kita masih berutang banyak uang padanya.

Berapa banyak?

- Banyak. - "Kita" maksudnya Ibu dan Ayah?

Bukan, maksudnya kita bertiga. Ibu, kau, dan Ayah.

Karena kau pemiliknya sekarang.

Juallah semuanya ke Cibrán, berapa pun harga yang dia tawarkan.

- Aku tak akan menjual apa pun. - Ya.

- Menjual itu bodoh. - Lakukanlah.

Berikan apa yang dia mau.

Dengan uang itu, segera ke sini, dan tebus Ayah.

Itu prioritasmu. Lupakan soal menyelamatkan bisnis.

Prioritasmu adalah menebus Ayah

dan mengeluarkan Ayah agar kita bertiga pergi jauh ke Argentina.

Ya, tolong.

Satu-satunya tempat di mana, kelak,

Ayah mungkin bisa melupakan kau putri yang mengecewakan.

Ayah dramatis. Aku bisa memperbaiki semuanya.

- Akan kubayar utang, Cibrán... - Isadora...

Akan menguntungkan...

Isadora! Kau tak mendengarkan Ayah.

Jangan berdebat.

Waktu Ayah sedikit.

Apa maksud Ayah?

Pergilah ke sana, temui Cibrán,

dan lakukan seperti yang Ayah minta.

Jangan. Stop.

Banyak yang ingin kukatakan.

Apa aku sungguh putri yang mengecewakan?

Sampai jumpa.

Sayang. Sayang, dengarkan aku.

Tunggu, katakan sesuatu. Bagaimana kabarmu?

Sialan!

Jalang sialan!

Halo.

Hai.

Aku ibu Chloe.

Kau terlihat tak asing.

- Kau kenal putriku, 'kan? - Ya, aku kenal.

Bisa kubantu?

- Aku mencari... - Bu.

...anak yang berkulit agak hitam.

Bukan "agak".

Dalmar.

- Dolmar. - Dalmar.

Maaf, aku suka salah sebut nama.

Jika namanya eksotis, lebih parah lagi.

- Begitu. - Dia ada?

Pasti ada. Kulihat dia masuk.

Aku tak melihatnya masuk, tapi... Dalmar!

Ibu Chloe mencarimu.

Halo.

Mau jalan-jalan, Tampan?

Aku mau cerita soal Chloe.

Aku mau keluar. Silakan mengobrol.

- Oke. - Omar, jangan. Tunggu.

- Senang bertemu kau. - Jangan pergi.

- Semoga harimu baik. - Ada surat untukmu.

Dah!

Kau tinggal dengan orang lain?

Kau yakin?

Boleh minta segelas air? Dengan es.

Bisa kubantu, Bu?

Tak usah basa-basi.

Kau memerasku.

Kau takut polisi, Dalmar?

Apa?

Aku juga.

Jika polisi melihat video itu, mereka mungkin mengira aku

berkaitan dengan kematian Raúl.

Padahal, tidak, dan aku yakin kau akan paham.

Itu seolah-olah...

Seolah-olah aku mengambil pisau ini...

dan menyayat diriku.

Aku pergi ke kantor polisi dan bilang kau pelakunya.

Siapa yang akan mereka percayai? Katakan.

Wanita Spanyol berkulit putih paruh baya

atau...

Perlu kulanjutkan? Tidak, 'kan?

Ayo, Sayang.

Kembalikan uangnya, oke?

Kita lupakan videonya, semua omong kosong ini,

dan hidup seolah-olah tak ada apa-apa.

Bagaimana?

Sampai jumpa.

KANTOR IMIGRASI PEMERINTAH SPANYOL

SATU BULAN UNTUK MENINGGALKAN NEGARA

Tak bisa bertemu di tempat lain?

Ini cuma sebentar. Ayo.

- Pinjaman ditolak lagi. - Benar-benar kacau.

Apa semua bank sepakat untuk tak meminjamkanku uang?

Kau ingin segelas air?

Tidak.

Jual saja ke teman keluargamu itu. Cimbel?

Cibrán? Aku tak bisa.

Kau tahu bagaimana rasanya mengecewakan orang tuamu?

Aku Muslim dan aku gay. Aku tahu.

Benar. Maaf.

Aku harus menyelamatkan bisnisku

dan memamerkannya ke orang tuaku.

Aku harus begitu.

Oh, ya?

Caranya?

Hei. Jangan. Sini.

Sini.

Jangan terlihat menangis.

Aku tak akan menangis. Tapi aku tak tahan lagi, Omar.

Bukankah kau sahabat Iván?

Bukankah dia penolong fakir miskin?

Tak bisa. Aku bakal malu. Jumlah uangnya banyak.

Itulah gunanya teman.

Kau sadar terlibat dalam hal apa?

Alumni adalah sekelompok fasis.

Adikku kenal mereka. Mereka mengerikan.

Aku tak peduli.

Kau tak peduli bergabung dengan sekte fasis?

- Aku punya kepentingan. - Apa?

Membangun jaringan.

Yang tak bisa kau bayar.

Aku akan cari solusi soal iuran dan lainnya.

Aku selalu melakukan itu.

Las Encinas juga seharusnya menjamin masa depan yang cerah, tapi lihat aku.

Sadarlah.

Adikmu sukses.

Ya, 'kan?

Itu dia.

Kau mendadak kaku.

Aku akan menghargai jawaban, jika memungkinkan.

Jumlahnya banyak.

Aku tahu.

Maksudku, Isa...

jika kupinjamkan uang yang kau mau,

aku ingin kau janji akan melunasiku lebih dulu.

Sebelum melunasi pinjaman lain, menutupi biaya,

dan jauh sebelum ada keuntungan, jika ada.

Aku ragu akan ada.

- Apa? - Dengar.

Bayar aku sebelum orang lain.

Bayar yang lain.

Tutupi biaya.

Dan dapatkan keuntungan.

Keuntungan apa pun jelas akan dibagi,

tapi aku ragu akan ada.

Kau tak memercayaiku.

- Aku percaya. - Tidak. Aku tak menyangka.

Aku percaya, tapi bangunan itu baru runtuh.

Memang kenapa bangunannya, Iván?

Apa ada laporan polisi?

Dokumenku lengkap. Bangunan runtuh karena apes.

Kemalangan biasa terjadi, mau bagaimana lagi?

Aku tak menyangka.

Ayahku, ibuku, sahabatku. Tak ada yang memercayaiku.

- Aku percaya, tapi... - Sudahlah. Aku sangat berterima kasih.

Akan kuminta tagihannya. Kau tak akan dapat diskon.

Sayang?

Ya?

Sudah bicara dengan Cibrán, 'kan?

Tidak, aku putuskan tidak.

Apa maksudmu?

Akan kucari solusi lain, Bu.

Cukup, Sayang! Dengarkan Ibu sekali ini saja.

Ayahmu menyuruhmu menjual semuanya ke Cibrán

dan itulah yang akan kau lakukan. Paham?

- Aku tak... - Kita akan membebaskan ayahmu.

Kau yang memenjarakan dia, Anak Nakal.

Tahu kita harus apa? Kita telepon Cibrán sekarang.

Ibu temani kau bicara dengannya karena kau tampaknya tak paham. Ini.

Halo, Cibrán. Apa kabar?

Bukan. Aku Isadora, putrinya.

Sama-sama.

Inikah tawaranmu?

- Uangku di bank lebih banyak. - Dengan utangmu padaku, kita impas.

- Aku harus menebus ayahku. - Tak bisa ditawar. Ambil atau pergi.

Berapa utang kami?

Tidak.

Aku sudah beri ayahmu waktu yang lama. Aku tak akan memberikannya padamu.

Kau harus putuskan hari ini.

Ya? Ada orangnya!

Sial...

Ya ampun. Apa semua orang kencing berbarengan?

RUANG GANTI PRIA

- Ada apa? - Apa kabar, Joel?

Baik, kau?

- Baik. - Syukurlah.

Benarkah yang kudengar tentang acara Alumni?

Kau tahu dari mana?

- Chloe yang bilang. - Seharusnya tak boleh.

Bukan, aku bohong. Bukan Chloe.

Chloe beri tahu Sonia karena dia ingin beri tahu Eric,

tapi Eric mendiamkannya, lalu Sonia beri tahu Eric.

Dan Eric, yang mendiamkanku juga, tapi kadang tidak,

bicara denganku dan memberitahuku soal itu.

Itu benar atau tidak?

Nico, yang terjadi di Alumni adalah rahasia.

- Berarti benar. Di mana? - Aku tak bisa bilang.

Tapi hadiahnya akan mengejutkanmu.

- Mau tahu itu apa? - Ya!

- Tapi rahasiakan, ya? - Pasti!

Mau apa kau?

Ikut denganmu.

Sayang, kau tak bisa.

Tunggu.

Kau butuh apa?

Aku harus ikut.

Apa?

- Aku tak... - Tidak, dia tak memberitahuku.

Lalu siapa?

Mana kutahu. Jadi, aku bisa ikut?

Tak bisa.

Hanya Alumni. Maaf. Dah!

Bagaimana jika kubayar dengan saham Isadora House?

Agar aku ikut. Persentase.

Apa-apaan? Kau sudah gila.

Kau diam saja.

Sadarlah, Isa.

Oke. Lanjutkan.

Jika aku menang, hadiahnya jadi milikku.

Jika aku kalah, akan kuberikan saham Isadora House.

Kelabmu yang bangkrut?

Itu lebih dari sekadar kelab.

Kau pun akan menyelamatkannya. Kau serbabisa, 'kan?

Ayo.

Sampai nanti.

The fascist and the furious.

Mau memberiku ciuman keberuntungan?

Kau harus mengupayakannya.

Kemarilah.

Isa.

Kau serius?

Jangan mengganggu. Akan kulakukan.

- Kau tak becus menyetir. - Aku jago menyetir.

Ya, untuk belanja, bukan balapan.

Kau bisa mati.

Aku sudah kehilangan banyak hal.

Sial!

Iván! Kemarilah.

Di sana, di belakang, dan di sana lagi.

Yang pertama melakukannya menang.

Cewek-Cewek, siap?

Cowok-Cowok, siap?

Dalam tiga,

dua,

satu!

Joel, jangan dimulai!

Apa?

Isa!

Ayo!

Isa!

Ayo!

- Kenapa kau di sini? - Kau kesal aku di sini bukan untukmu?

Dia tak bisa menyetir! Dia bisa mati!

- Itu keputusannya. - Kau sangat egois!

Aku? Aku egois?

Kenapa?

Jika aku mencarimu, kau tak akan berciuman dengan Héctor?

Kalian berpacaran?

Joel!

Isa!

Iván!

Sial, Ivan!

Joel, ayo!

Joel, ayo!

Celaka...

Minggir!

Joel, dengar. Lihat aku.

Iván?

Ayo, bangun.

Ayo.

- Bisa? - Ya?

Ayo.

Tunggu, biar kubantu.

Kau tak apa?

Pelan-pelan.

Oke, lihat aku.

Kau tak apa-apa?

- Ya. - Benarkah?

Kau tak apa?

- Ya, kurasa begitu. - Baguslah.

Mau membahas bisnis?

- Maaf? - Aku tak bicara denganmu.

- Bisnis apa? - Bisnismu. Kau berutang bisnismu padaku.

Apa maksudmu?

Dia menawarkan saham kelabnya untuk ikut serta.

Yah...

Tak mungkin.

- Aku tak bicara denganmu. - Kau harus.

Karena aku pemilik Isadora House.

Apa?

Isa menjualnya padaku kemarin

dan aku tak tahu kenapa dia menjanjikan sesuatu yang bukan miliknya.

Itu atas namaku, jadi kau harus bicara padaku.

Kau berutang pada Alumni.

Aku jamin kau akan membayarnya.

Terima kasih.

Ibu benci datang ke tempat sialan ini.

Untung semua sudah berakhir.

- Kapan kau meneken kontrak? - Tidak akan.

- Apa? - Dia menawariku harga murah, Bu.

- Apa kata ayahmu? - Masa bodoh.

Aku tak bisa menerima tawarannya.

Aku hampir harus membayarnya. Uang tebusan Ayah kurang.

Dia bilang begitu karena utang Ayah...

Dia bahas utang?

Hanya itu yang dia bahas.

Apa lagi yang dia katakan, Isadora?

Aku harus memberinya jawaban kemarin.

Aku mau bertemu suamiku.

- Aku harus bertemu dia. Ini mendesak. - Bu.

- Jangan sentuh! - Tenang.

- Tolong. - Aku harus bertemu suamiku.

Tolong, namanya Martín Artiñán.

Aku harus menemuinya. Ini mendesak.

Roberta! Roberta, ada apa?

Jangan sentuh!

Ibu, ada apa?

Tidak!

Tidak!

Tidak!

Tidak!

Tidak. Mereka membunuhnya.

Mereka membunuh ayahmu?

Mereka membunuhnya.

Kau membunuhnya.

Kau membunuhnya.

Dasar pencandu narkoba sialan! Kau membunuhnya!

Kau membunuhnya! Kau hal terburuk yang Ibu miliki.

Yang terburuk!

Martín-ku yang malang...

Kau pikir aku takut kau polisi?

Kau mengancamku?

Tahu, tidak?

Aku tak akan menunggumu mendengarkanku.

Bajingan sepertimu pantas mati.

Aku akan menghancurkanmu dan aku akan melakukannya sekarang.

Terjemahan subtitle oleh Cindy F

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.