All language subtitles for Elite.2018.S08E02.SPANISH.NF.WEB.h264-EDITH.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese Download
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Bagus, Anak-Anak!

Ayo bersalaman.

Siapa putra mendiang pemain bola queer itu?

Iván Carvalho?

- Kau cemburu? - Penasaran.

Kau bukan memperebutkan Joel, tapi mengujinya untuk Alumni.

Siap, Bu.

Dia harus usahakan, bukan masuk berkat kegenitanmu.

Emi, tolong fokus. Apa yang kau tahu soal Iván?

Awas. Aku jadi kegerahan.

Ayo, dua berikutnya.

Iván adalah pacarnya.

Sebelum dia ke luar negeri berbulan-bulan.

Iván.

Sial.

Iván

dan Joel.

Kalau sekarang?

Ayo.

Entah. Berakhir buruk, tapi mungkin berpacaran lagi.

Kalau sudah retak,

tak bisa ditutupi meski mereka ingin.

Dipikir-pikir, mungkin kau memperebutkan Joel.

Jika Joel kembali bersama Iván, dia akan melupakanmu dan Alumni.

Itu tak akan terjadi.

Pegang.

Tentu saja bisa terjadi.

Pasangan dan mantan itu sangat sulit untuk disingkirkan.

PACARKU MENGIDAP BPD, TERUS?

DIA BEROBAT, HIDUP NORMAL, DAN AKU TERGILA-GILA PADANYA

Apa yang kau rencanakan?

Tesku untuk Chloe.

Kau sudah tahu tesmu?

Aku mengalir saja.

Oke, berhenti.

Cukup!

Jangan, Iván! Hentikan! Sudah!

Hentikan.

Bersalaman.

Ya sudah.

Toh, dia bakal pergi.

Percayalah, tidak akan.

Ibu?

Ada apa?

Tak apa-apa, Ibu hanya kelelahan.

Kau tahu Ibu seperti bayi.

Saat lapar atau mengantuk, Ibu mulai...

Ibu mulai sedih.

Ibu stres, ya?

Tentang Raúl dan semuanya, kurasa.

Tentang semuanya, ya.

Polisi mengincar kita dan...

Terlebih, Ibu tersiksa karena saudaramu jauh dari kita.

Itu faktanya.

- Ya. - Ibu tak sanggup.

Dengar, Chloe, Ibu tahu kau selalu menganggap Ibu jahat.

Serta egois dan

plin-plan.

Ibu gila, licik, manipulatif.

Oke, cukup.

Tapi Ibu juga pemberani

yang rela melakukan apa pun untuk membelaku.

Dan wanita yang dulu tak punya apa-apa,

tapi terus berjuang agar aku tak kekurangan.

Agar aku bisa menjadi siapa pun yang kumau, tak peduli omongan orang lain.

Bu, aku baru sadar, aku melihat sifat-sifat Ibu

yang bisa dibilang lumayan.

Kemarilah.

Sayangku.

Ibu mandek. Sumpah, Ibu tak tahu harus bagaimana.

Belum tentu, Bu.

Itu tak menghentikan Ibu.

Itu tak menghentikan Ibu. Ibu selalu melangkah maju.

Ya.

Tapi sekarang Ibu pikir

Ibu tak akan bertemu Iván lagi setelah Ibu menemukannya dan...

apa pun bisa terjadi padamu karena masalah Raúl.

Ibu tak tahu harus apa,

tapi Ibu akan nekat meski segila apa pun.

Aku tahu. Tapi dengar, Bu.

Jika Ibu mandek, untuk sekali ini saja, biarkan orang lain yang menjaga Ibu.

Sekali ini saja.

Aku akan jadi garda terdepan dan memastikan Ibu baik-baik saja.

Sekali ini saja.

Oke?

Ya?

Kapan kau jadi dewasa begini?

- Entah. Tiba-tiba saja. - Tidak, Ibu serius.

Kau harus suntik botoks besok.

- Serius? - Apa maksudmu?

- Botoks? - Coba lihat.

Botoks preventif. Lakukan itu lagi.

- Ini sudah terlihat jelas. - Ibu!

Kemarilah! Ibu sedih sekali melihatmu sudah tumbuh dewasa.

KELAS PENDIDIKAN JASMANI KEMARIN MEMALUKAN KAU BERUTANG SINGLET

Selamat pagi!

Bagaimana? Bagaimana tidurmu?

Jujur, sangat nyenyak.

Baguslah. Karena ini hari penting.

- Apa? - Tes-tes untuk bergabung dengan Alumni.

Tes-tes?

Tesnya banyak?

Sebanyak yang kupikirkan.

Seberapa banyak?

Aku sudah bilang. Sebanyak yang kupikirkan.

Sampai nanti, oke?

Kau siap?

Sangat siap.

Gugup?

Jujur, tidak.

Haruskah?

Tidak sama sekali.

Bisa belikan Diet Cola?

Ini tes untuk Alumni.

Bisa jadi.

Oke.

Aku mengerti. Ini seperti perpeloncoan, ya?

Belikan aku Diet Cola.

Oke.

Apa dia yang bayar?

Sayang, hanya sekaleng. Bukan satu drum minyak Brent.

Kau mau permalukan dirimu demi masuk klub?

Apa ini mempermalukan diriku?

Mengangguk dan mematuhinya seperti bos? Ya.

Sayang, anarko-sindikalisme pagi-pagi begini? Jangan.

Kenapa kau ingin bergabung?

Karena kita akan lulus. Sudah mau tamat.

Aku bisa bangun relasi yang kubutuhkan.

Mereka sangat menuntut. Mereka ingin kau selalu ada.

Itu bukan masalah.

Sayang, mereka seperti sekte. Orang bilang begitu.

Akan kupastikan sekte itu tak menguasaiku.

- Kau tak yakin pada kita lagi, 'kan? - Apa?

- Ya, 'kan? - Apa?

Begitu lulus, kau akan memutuskanku, jadi kau bersiap-siap.

Kenapa kau...

Kau bersiap-siap agar tak terlalu sakit saat waktunya tiba.

- Tak usah cemaskan aku. Sekarang saja. - Eric.

Eric, hentikan.

Kau benar-benar membuatku bahagia.

Lagi pula, jika kita putus, itu karena kau meninggalkanku.

Tidak.

- Tidak? - Itu tak akan terjadi.

Nah, itu dia. Itu tak akan terjadi.

Oke?

Isadora, kau ingin aku datang lima jam sebelum sifku,

dan ini hari liburku.

Aku tahu hanya sekali ini. Besok jadi dua kali.

Aku tak yakin lemburku dibayar, aku saja tak diberi upah layak.

Ada apa?

Ya sudah, aku akan datang. Aku akan ke sana.

Apa maksudmu naik taksi?

Kau tahu berapa ongkosnya?

Terima kasih kau mau bayar separuh. Kau baik sekali.

Apa maksudmu separuh?

Lebih baik aku naik bus.

Ya sudah. Aku akan naik taksi. Oke, dah.

Stres seperti ini tak baik untukmu.

Mungkin aku hanya belum siap kembali ke kehidupan normal.

Kau siap. Kau hanya belum siap memiliki bos yang sangat...

Katakanlah.

Katakanlah. Ayo.

Lawan dia!

- Ayo sarapan. - Aku tak bisa.

Apa? Telepon dia dan katakan.

Aku tak bisa, Nadia!

Jangan buat aku makin stres!

Kita punya rencana.

Kita tunda dulu?

Omar, aku akan terbang ke New York besok.

Kalau begitu, ayo makan siang.

Atau makan malam?

Atau kita bisa bertemu besok sebelum kau pergi. Oke?

Apa itu rencana? Ya?

- Ya. - Ya?

Sayang kau!

Ya ampun.

Terima kasih, Chloe. Sampai jumpa.

Kau baik saja?

Aku baik saja.

Aku mencintaimu.

Aku juga mencintaimu.

Aku mencintaimu.

Dah.

Selamat pagi.

Kenapa kau di sini?

Aku berpatroli, aku lihat barmu buka, dan aku mau menyapa.

Berpatroli? Seorang inspektur?

Ya, aku masih berpatroli di jalan sesekali.

Kita tak bisa mengobrol, Luis. Aku ada rapat kerja.

Nanti aku mampir lagi.

Dengan segala hormat dan setulus hatiku,

aku sudah bilang ribuan kali aku tak mau berhubungan denganmu.

Kau tak bisa tiba-tiba muncul. Aku bisa menelepon...

Menelepon polisi?

Maaf.

Maaf. Aku tak bermaksud menyusahkanmu.

Rapatku.

- Pesta besar? Hari ini? - Megah. Pesta festival super seksi.

Kita tak bisa tanpa uang, tanpa izin...

Diam! Aku bilang apa? Bagaimana cara menghasilkan uang?

- Kita belanjakan. - Es batu pun tak bisa kita bayar!

Aku akan minta bantuan.

- Bantuan yang harus kau balas. - Benar. Itu masalahku.

Stan DJ harus menakjubkan.

Kau DJ, 'kan?

Aku tak mau. Lagi pula, aku tak memikat massa lagi.

Lalu siapa yang murah dan memikat?

Wah! Kau tiba-tiba cemas.

Aku mau menelepon. Untuk sementara, pakai "DJ kejutan".

Stannya bagaimana?

Kau bakal suka.

Seperti ini.

Itu lebih mahal daripada rumahku.

Bukan hanya strukturnya, tapi orang yang menyiapkannya, waktu...

Tidak. Para pelayan bisa menyiapkannya.

Berapa pelayan harus kupekerjakan?

- Sebelas. - Apa?

Sebelas.

Sebelas lagi? Atau total 11?

Total sebelas.

Tak perlu menghamburkan uang.

Tenang. Jangan menyindir lagi.

Aku tak bisa bayar struktur dan 11 pelayan.

Singkirkan beberapa orang. Berapa? Empat? Begini saja.

Suruh semua penjaga pulang kecuali penjaga pintu.

Pesta megah tanpa keamanan?

Dan tanpa asuransi. Masa bodoh.

Maaf. Aku tak bisa bekerja dalam kondisi seperti ini.

Omar, jangan bilang begitu.

Semuanya akan lancar. Kau yang terbaik. Yakinlah pada dirimu.

Boleh kutawarkan 5% dari hasilnya sebagai bonus?

Sepakat?

Mantap! Luar biasa. Ini pesta!

- Terima kasih. - Pesta!

Ayo berpesta!

Kita berduaan di kamar mandi, tapi tak saling memandang?

Tapi tadi aku memandangimu sebentar.

Kepala hingga kaki.

Entahlah, Iván. Aku tak nyaman.

Rasanya agak aneh setelah...

Maaf kita bertengkar.

Aku juga sangat merindukanmu dan...

Aku senewen soal semuanya...

Aku juga.

Apa kabar? Sudah menemukan tempat untuk tidur?

Sudah, aku tidur di Alumni.

Begitu.

Aku lihat kau nyaman dengan presidennya.

Yah, kami akrab.

Dia merasa aku cocok dan aku ingin bergabung.

Tapi itu saja. Tidak lebih.

Aku ingin kita berpacaran lagi.

Kita lanjutkan yang dulu.

Andai aku bisa bilang ya, tapi...

Sulit bagiku melupakan apa yang terjadi.

Terutama pertengkaran itu.

Aku tahu dan aku paham, tapi...

Bagaimana jika pelan-pelan?

Kita bisa mulai dengan bermalam bersama, jika kau mau.

Biar kupikirkan dulu.

Oke?

Oke.

KITA MULAI?

Rekamlah gadis-gadis yang mandi di ruang ganti.

Apa?

- Kau bercanda? - Tidak. Kenapa?

Aku menduga hal lain.

- Hal lain? - Yang kurang...

Kurang apa?

Kurang kekanak-kanakan?

Kurang seperti anak SD?

Dahulu mungkin begitu.

Kini, dengan semua omong kosong feminis,

kau bisa dipenjara.

Lebih parah lagi,

dikeluarkan.

"Omong kosong feminis"?

Feminis radikal.

Kaum feminis.

Yang bau dan berbulu.

Kau tahu, Héctor? Aku tak berminat untuk bergabung lagi.

- Aku bercanda, Joel. - Sahabatku juga berkulit hitam.

Apa hubungannya dengan kaum feminis?

Ya sudah.

Maaf.

Hei.

Maukah kau memaafkanku?

Kalau aku ketahuan?

Kau harus buktikan padaku kau mau nekat agar masuk.

Bahkan terancam keluar dari sekolah terbaik di negeri ini.

KAU SUDAH MEMIKIRKANNYA?

Teman-Teman, tas siapa ini?

Joel.

Mencari ini?

Sepupu!

- Ada apa? - Entahlah.

Butuh dokter?

Entah apa ini kecemasan atau apa.

Kutelepon orang tuaku?

Eric!

Sial.

Chloe!

Sayang, kau baik saja?

Aku tak apa-apa.

Kau sudah minum obatmu?

- Sudah. Kau tak percaya, ya? - Aku tak bilang begitu.

"Bocah itu cemas karena tak minum obatnya."

- Jangan melantur. - Jangan manipulatif.

Apa maksudmu?

Sepertinya kau akan meninggalkanku.

- Kau sangkal, aku marah. - Tidak...

Dan kau mengguruiku agar aku minum obat.

Jangan berlagak polos.

Maaf, Emilia.

Seharusnya ini tak terjadi.

Menyebalkan, ya? Inilah aku.

Kau mungkin tak suka, tapi apa boleh buat.

Uruslah dia.

Permisi.

Eric.

Mungkin Eric bisa memberitahumu sesuatu.

Menurutmu sepupuku cocok jadi detektif sekarang?

Benar...

Tapi mungkin dia tahu tentang Chloe dan Raúl, dan kau bisa beri tahu aku.

Tidak, kami ribut saat membahasnya.

Ya.

Kau baik saja?

Aku tak tahu harus apa lagi.

Ikhlaskan saja.

Dan terimalah bahwa Raúl lompat.

Raúl tak akan begitu.

Sara, kau mulai lupa siapa Raúl dan semua perbuatannya padamu.

- Apa dia pantas mati? - Bukan begitu.

Maksudku, jangan memperindah hubungan kalian.

Jangan biarkan ingatanmu menjadikannya sosok berbeda.

Oke?

Peluk?

Tidak, aku tak bisa.

Sara.

Berikan kuncinya.

Berikan. Ayo.

Tidak. Aku mau pergi.

Nico! Nico, ayolah!

Aku tak akan meninggalkanmu sampai kau masuk.

Kau masuk lebih dulu atau aku?

Oke, aku lebih dulu.

Kau bisa buka matamu sekarang.

Terima kasih.

Hai.

Bagaimana pacarmu?

Mendingan. Kusuruh pulang, jadi semoga dia baik saja.

Dia sangat emosional, ya?

Kudengar dia buat kegaduhan.

Tidak. Yah, dulu begitu.

Tapi dia menjalani pengobatan dan terapi, sudah mendingan.

Kini dia berbeda.

Duduklah.

Aku khawatir ini bisa memengaruhi keanggotaanmu di Alumni.

Jika kau masuk.

Kenapa? Kenapa harus begitu?

Ini hanya masalah prioritas.

Sejauh apa kau bersedia jadi bagian dari kami?

Aku bersumpah Eric baik-baik saja dan aku tak tahu jika...

Masalah mental tak bisa sembuh.

Mungkin dia akan jarang kambuh,

tapi itu akan selalu mengusiknya.

Lalu apa?

Apa maksudmu?

Kau akan meninggalkan aktivitasmu,

bahkan saat bersama kami, untuk pergi mengurusnya, 'kan?

Tentu saja.

- Pasti. - Itu maksudku.

Pasti.

Prioritas.

Sampai bertemu lagi. Dah.

Jadi, itu tesku.

Apa?

Yang baru kau tanyakan.

Apa aku akan mengutamakan Eric daripada Alumni, 'kan?

Sama sekali bukan.

Itu hanya pertanyaan. Obrolan singkat.

- Dah. - Ya. Dah.

Kau merekam gadis-gadis itu saat mereka mandi, bukan?

Kau sadar ini bukan lelucon kekanak-kanakan, tapi kejahatan?

Maaf. Aku sungguh menyesal, Virginia.

Kenapa kau lakukan itu?

Apakah itu idemu atau kau dipaksa?

Karena jujur, kau bukan orang yang seperti ini.

Katakan.

Joel, jika kau tak menjawab,

aku harus mengeluarkanmu sekarang.

Tolong jelaskan apa yang terjadi.

Selamat pagi!

Apa terjadi sesuatu?

Itu ponsel Joel.

Ini. Pergilah ke klub dan tunggu aku di sana.

Tutup pintunya saat keluar.

- Kau mau apa? - Membantumu, Virginia.

Karena jika kau keluarkan Joel,

seorang pengacara andal akan menuntut Las Encinas atas malapraktik.

Lalu seseorang akan bocorkan videonya.

Gadis-gadis malang itu akan terekspos dan orang tua mereka akan bertanya,

"Kok, videonya bocor? Kok, bisa direkam?"

Manajemenmu akan dipertanyakan.

Kau yang akan disalahkan.

Aku tak mau kau pergi, Virginia. Sungguh.

Aku sangat menyukaimu.

Aku akan menghapus videonya.

Oke? Aku berjanji.

Anggap saja tak terjadi apa-apa.

Tak perlu berterima kasih padaku.

Kita saling membantu, bukan?

Aman. Kau tak akan dikeluarkan.

Serius?

Tapi kau bilang apa padanya?

Sini. Duduklah dan tunjukkan videonya.

- Untuk apa? - Duduklah dan tunjukkan videonya.

Tapi kenapa?

Karena itu tes berikutnya.

Dan tutup pintunya.

Seksi sekali.

Itu membuatmu terangsang?

Semua yang cantik dan mesum.

- Aku pergi saja. - Jangan.

- Tesnya. - Tes apa?

Benar. Lihat aku.

Kau ereksi.

Tidak, lebih baik jangan.

Kau tak boleh ejakulasi.

Itu tesnya.

Stop. Kita akan ketahuan.

Oh, ya? Masa? Mari kita lihat.

Héctor...

Jangan menyerah. Kau hampir masuk Alumni.

Kau ejakulasi?

Héctor!

Di mana kau?

Ya! Jangan masuk. Aku akan keluar.

Mau apa kau?

Nanti lanjutkan.

Ya?

Wiskinya enak, 'kan?

Jika aku tidur dengan Iván, aku akan bilang, "Ya, aku simpananmu."

Itu yang kita perdebatkan sampai sekarang.

- Kurasa kau tak perdebatkan lagi. - Apa?

- Kau sudah yakin. - Aku bersama Chloe, Sayang.

- Kau ingin kembali dengan Iván. - Tentu saja.

Tapi aku tak mau jika kami tak setara.

- Siapa yang setara? Aku dan Sonia? - Tidak. Itu sebabnya.

Apa maksudmu? Sonia tak akan membelikanku keripik.

Tak akan kubiarkan.

Jika kau tak ingin merasa jadi simpanan, jangan biarkan.

Tapi kau malah biarkan.

Kau biarkan orang mengurusmu.

Apa maksudmu?

Presiden klub itu?

Lihat, itu Iván.

Kau tahu dia membayar ibu Chloe dua juta lebih?

Ibunya sendiri. Supaya dia pergi.

Siapa? Pria klub itu?

Bukan. Iván.

- Ibu Chloe adalah ibunya Iván? - Ikuti aku.

Dua juta, oke? Dua. Segampang itu.

Segampang aku mentraktirmu minum.

Tidak. Nanti dipotong dari gajiku.

Sama saja.

Singkatnya, ya, aku ingin kembali bersamanya.

Tapi aku harus mandiri dulu.

Tanpa donatur atau keluarga kaya?

Jika lahir miskin, mati miskin.

Jadi, aku harus apa?

Jika kau mencintainya, kejar dia.

Kau lihat betapa cepatnya dia melupakanmu di Afrika Selatan.

Bagus. Terima kasih.

Terima kasih sudah membuatku makin minder.

Itu pendapatku.

Ya. Bagaimana denganmu dan dokumenmu? Aman?

Berengsek.

Itu balasanku, Berengsek.

Kejarlah sang jutawan.

- Dalmar... - Jangan sampai kau jadi simpanan.

Kejar dia.

Aku harus mengurus bar. Tak bisa.

Kau mencintainya atau tidak?

- Jangan ganggu aku. - Cari alasan.

- Jangan ganggu. - Bawakan dia es, gelas, lemon.

Bawa apa pun! Ayo!

Oke.

AKU MEMIKIRKAN TES LAIN. SEKARANG.

AKU SEDANG BEKERJA.

TINGGALKAN DAN TEMUI AKU. YANG MANA PRIORITASMU?

TINGGALKAN DAN TEMUI AKU. YANG MANA PRIORITASMU?

LURING

Hei!

Kita sepakat kau istirahat di rumah, 'kan?

Ya, tapi aku baik saja.

Aku lebih suka bersamamu daripada di rumah memandangi plafon.

Aku mau pesan. Mau sesuatu? Kau?

Tak usah. Dan kau tak boleh minum.

- Kau tak memercayaiku? - Percaya, tapi kau mengamuk hari ini.

- Mengamuk? - Ya, mengamuk. Kambuh.

Kau mengatakan itu karena muak denganku?

- Tidak. - Santai, itu hanya ungkapan.

Aku sangat santai.

- Jangan bentak dia. - Kau seharusnya di rumah.

- Pas sekali. - Sial.

- Dia seharusnya di rumah, 'kan? - Aku sudah bilang.

Kau tak membuatnya bingung dengan pesan tetap di rumah dan merindukannya?

Nico, stop.

Jangan ikut campur.

Hentikan. Kalian kenapa?

Kenapa aku selalu disalahkan?

- Chloe. - Aku tak mau bicara sekarang.

- Semua baik saja? - Kalian berdua kurang ajar!

Kau puas sekarang, Sepupu?

Eric, tunggu!

Hai.

Hei, kau tak kelihatan tadi.

Ya, ada yang harus kuurus dengan Isa.

Sialan!

- Aku mau ambil pel. - Orang lain bisa. Sifmu sudah selesai.

- Iván, lihat itu kotor. - Aku bayar Isa untuk meliburkanmu.

Kita bisa ke tempatku sekarang. Dia menagihku sesuai tarif manajer bar...

Kubilang aku ingin memikirkannya.

- Tapi kau suka, 'kan? - Ya.

- Ya sudah. - Kau tak bisa mengatur pekerjaanku.

Joel, aku tak...

Minta uangmu kembali dan tunggu sifku selesai.

- Tapi aku bicara dengan... - Tak usah tunggu aku.

- Aku sedang malas. - Tapi, Joel...

Aku muak dengan ini, Iván.

Kini kau membayar bosku agar bisa bermalam denganku.

Aku bukan simpananmu lagi, tapi pelacurmu.

Pergilah.

Pergilah dan biarkan aku kerja.

Omar!

Omar!

Omar!

Mau mengecek keadaanku?

Mau mengenal tempat ini.

Ya.

Ini keren sekali.

Aku baik saja, Nadia.

Aku sangat sibuk. Minumlah, aku akan menemuimu nanti.

Hei!

Hati-hati.

Sial! Sepedaku!

- Apa? - Sepedaku hilang!

Dia tak bisa kerja tanpa sepedanya.

- Harus dia yang melapor. - Tidak, dia terlalu gugup.

Kemarilah, Nak. Kami butuh identitasmu untuk laporan.

- Aku yang melapor! - Itu sepedanya, 'kan?

Nak!

Kartu identitasku tertinggal di rumah. Dia bilang akan melaporkannya...

Kau yakin? Kau punya?

Kau tanya itu karena dia kulit hitam?

Bukan, aku yakin dia punya. Jika dia bekerja...

- Minta keteranganmu, akan kucari. - Dengar...

Lupakan saja. Kami akan kembali lain hari. Itu hanya sepeda.

Sayangku, aku...

Aku sudah memikirkannya, dan ya,

mungkin lebih baik aku menjauhimu.

Menjauh... Kita sekelas dan teman kita sama.

Tapi...

Kupikir lebih baik kita berteman saja.

Mungkin mereka benar dan...

Aku bukan yang terbaik untukmu.

Aku percaya, Sayang, aku memberimu yang terbaik,

tapi saat kau minder dan kambuh,

meskipun makin jarang, yang kau butuhkan...

adalah ketenangan.

Nanti kita bahas langsung, oke? Tapi...

Agar kau bisa memahaminya

dan tak membuatmu terkejut.

Omar.

Hei, tenanglah. Tenang.

Tarik napas.

Hai, Isadora.

Tenang. Ini biasa terjadi.

Omar, aku butuh semua dokumennya. Surat Izin, polis asuransi...

Maaf.

Waktunya tidak tepat.

Bawa dia ke paramedis.

Bisa tunjukkan dokumennya?

Siapa yang bisa tunjukkan?

Aku tak punya.

Apa?

Aku tak punya izin, asuransi, dan uang. Aku tak punya apa-apa.

Ikut aku.

Hentikan! Kau mau apa?

Jika kau mau, aku bisa salah menaruh laporan.

Apa?

Mintalah dan aku akan melakukan apa pun untuk memastikan ini tak melebar.

Tentu, ini akan rumit.

Lebih dari menyelundupkan telepon ke penjara, tapi jika kau memintaku,

akan kulakukan dengan kuasaku.

Kau tak akan berhenti sampai seluruh keluargaku dipenjara, termasuk aku.

Kenapa bilang begitu?

Aku sudah melihat kemampuanmu, Luis.

Aku hanya mau membantu teman.

Ya.

Apa imbalannya?

Teman tak membantu untuk imbalan. Bukan seperti itu.

Tapi kau mau imbalan. Kita sama-sama tahu.

Isa, yang penting sekarang adalah apakah kau butuh dan ingin aku membantumu.

Ya.

Ya, aku ingin kau membantuku, Luis. Terserah kau.

Pergilah. Nanti ketinggalan pesawat.

Masih ada waktu.

Bagaimana keadaanmu?

Aku tidur di lantai dengan sehelai kain yang menutupi lututku.

Aku tak boleh kencing.

Dia ke kamar saja untuk istirahat.

Mereka membebaskanku seolah-olah mereka membantuku.

Kini aku punya catatan kejahatan.

Mereka mengincarku.

Ayo.

Yah...

Apartemen ini penuh kesialan dan masalah.

Aku juga mau tidur.

Ayo. Cepatlah kembali ke New York.

Dan untuk magang impianmu di PBB.

- Aku ragu apa aku harus melakukan itu. - Ya.

Hanya itu yang harus kau lakukan.

Keluar dari sini selagi bisa.

Terima kasih, Bu.

Dah, Sayang.

Sayang!

Kau yakin tak mau kita pergi melakukan aktivitas cewek?

Aku harus bicara dengan Eric.

Jika dia di sini, karena dia mungkin di rumah.

Ibu hanya ingin kau nyaman.

- Ya. Aku juga. - Kalau begitu, ayo! Bolos saja.

Bu, ada hal penting yang harus kuurus.

Bukan karena aku tak mau, oke?

- Sayang Ibu. - Ibu juga.

Emilia.

- Hai, Chloe. - Hai.

Selamat pagi.

Aku ingin tanya apa kau sudah membuat keputusan tentang aku dan Alumni.

- Sayangnya belum. - Aku meninggalkan Eric.

Prioritas, bukan?

Selain itu, aku masuk dalam berkas.

Kini mendapatkan dokumen...

Jangan pikirkan itu.

Aku segera kembali.

PILIH NAMA PENGGUNA

AKU TAHU KAU DAPAT 2 JUTA EURO. PERLU KITA BICARA?

Selamat pagi.

Kau harus cari tempat lain untuk tidur, oke?

Kemarilah.

Apa?

Kubilang kemari.

Tolong.

Apa? Kau mau apa?

Aku ingin bergabung.

- Prioritasmu tak jelas semalam. - Itu tak jelas bagiku.

Ini tesku, bukan?

Kau mempermainkanku dengan idemu, tapi kau mengharapkan ini, 'kan?

Kau ingin tahu apa aku akan nekat.

Jadi, ini dia.

Kau anggap aku begitu?

Pengorbanan?

Apa itu penting?

Jika kau mau, ambillah.

Kalian terbiasa mendapatkan semua yang kalian mau.

Ayo.

Kuizinkan.

Héctor. Héctor, lihat aku.

Héctor. Héctor, tenanglah.

Tarik napas.

Tenanglah.

Terjemahan subtitle oleh Cindy F

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.