Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PROZAC NATION (memoar 1994 oleh Elizabeth Wurtzel tentang pengalaman depresi & penyakit mental...
...termasuk pengobatannya dengan pil Prozac dan obat-obatan lainnya)
Translated by: "CoolBreeze"
FIND ME AT: "Subdl, Subsource & Subscene'best"
Collection of 50's to 90's and Early 20's Translated by: "CoolBreeze"
Extracted, Translated & Time Resynchronize For Your Comfort "@CoolBreeze"
Simple support: "Like / Good" "@CoolBreeze"
Sebuah Kisah Nyata
Mundur... mundur... mundur.
Kau mundur sejauh mana?
Ibu ayahku berpisah sebelum aku 2 tahun.
Dan sejak itu, ayahku hampir tak ada untukku,
dan ibuku terlalu mencampuri kehidupanku.
Dia ingin memperbaiki semua kesalahannya melaluiku.
Suatu malam, ada sesuatu di celanaku, seperti noda darah.
Ibuku bilang,
"Oh, wah, kau mens.
Di sinilah semua masalah dimulai."
Dia benar.
Sekarang ayah ibuku sungguh punya sesuatu untuk diributkan,
Aku.
Lalu suatu hari, ayahku menghilang.
Tak ada no.telpon, surat...
hilang begitu saja.
Aku menulis ke majalah "Seventeen",
surat yang panjang tentang kami.
Mereka mau publikasikan sebagai artikel...
tapi selalu bertanya,
"Ayahmu pergi?
Apakah dia kembali?"
Apakah ada akhir bahagia?"
Kenyataannya, tidak.
Tapi kupikir,
masa bodoh?
Kuberikan apa yang mereka mau.
Ini dia.
Waktunya pergi.
Ibu, kumohon....
Kita tidak boleh terlambat.
Kita ada beberapa jam.
Sayangku, kau harus daftar jam 4:00.
Ayolah.
Oh, Lizzie,
Kau mau bawa karpet'mu?
Ibu!
Apa?
Ayolah.
Ini hari terpenting dalam hidupmu.
Kupikir itu saat aku akan menikah.
Tidak, Sayang. Itu hari terburuk kehidupanmu.
Ya, dia sangat bersemangat.
Oh, Bu, dia terlihat cantik.
Sayang sekali, aku mengincar psikotik.
Iya benar,
nenek sangat senang, dia sampai menangis.
Ini beasiswa jurnalisme, Bu.
Jurnalisme, ya.
Dia ingin menjadi penulis.
Hari-hari pertama, itulah saatnya mecari teman.
Aku tahu.
Selanjutnya akan lebih sulit.
Ibu, kurasa aku cukup dewasa.
Jangan jadi kesal.
Aku tidak kesal.
kenapa kau bilang aku kesal?
Aku hanya coba membantu. Kau tahu itu.
Kau tahu betapa bangga aku denganmu, Lizzie.
Kau miliki banyak potensi, sayang.
Kau mendengarkanku?
Lizzie?
Lizzie.
Lizzie, kau ngapain?
Ayo, turunkan barang-barang ini ke mobil.
Aku tak perlu ke Harvard untuk menjadi penulis.
Lizzie, kau bicara apa
di Harvard, kau bertemu orang-orang.
Kau akan relasi.
Kau akan... orang yang membantumu.
Aku tahu yang kukatakan, Lizzie.
Pengalaman hidupku penuh.
Kau tak mau ke Harvard?
Ya, kau tunggu saja hingga kau tak punya pilihan apapun,
di mana kau tak punya apapun,
seorangpun,
tak ada yang peduli padamu.
Kemudian kau akan tahu perasaanmu.
Bu, aku tak bilang tak'kan pergi.
Dr. Isaacs mengingatkanku.
Bu, aku bilang akan pergi.
Dia bilang kau'kan mengasingkan diri, berdiam di kamarmu seharian.
Aku tak mengasingkan diri, oke?
Aku tak'kan mengasingkan diri.
Aku ingin sesuatu yang berbeda.
Baiklah.
Itu saja yang kau perlukan.
Itulah yang kumaksudkan.
Kau akan mengetahuinya, Lizzie.
Dunia sangat berbeda di luar sana.
Ya Tuhan, betapa sangat mudanya aku.
Kamu berhati-hatilah.
Jika kupikir-pikir, aku hanya setahun lebih tua darimu,
dan aku sudah jadi ibu rumah tangga.
Ya ampun, aku sangat bosan hingga beli monyet,
agar ada yang bisa diajak bicara.
Tapi kemudian kau muncul.
Oh, Tuhanku.
Lizzie.
Lizzie, itu sangat...
...Harvard.
tapi kau di lantai 5.
Aku tahu.
Bagaimana kita mengaturnya, huh?
Aku bisa, Bu?
Jangan kuatir.
Tidak... tidak.
Hai.
Bisa aku bantu?
Benarkah?
Oh, itu baik sekali.
Dengan senang hati.
Sejak kelas-2, dia selalu menykai menulis.
Pria itu memiliki "tangkapan bagus"
tertulis di dahinya.
Sebentar lagi, ibuku akan tanya aku untuk kepastiannya.
Lizzie.
Aku selalu membantu ibuku memlih pacar.
Satu-satunya yang tak pernah bisa kusampaikan adalah yang terpenting,
Ayahku.
Wow!
Itu namanya kualitas.
Itulah seorang "Bapak".
Bisak kau bayangkan ayahmu masih ada di Manhattan?
Kubilang padanya, kau sudah menerbitkan sesuatu.
Bu, bukannya sudah saatnya kau kembalikan mobilnya?
Ini sudah terlalu lama.
Jangan lupa makan.
Daah, sayang.
Daah, bu.
Sejak kecil, aku dan Ibuku selalu pergi bersama-sama.
Aku banyak tak cocok dengan teman di sekolahku.
Mereka berpikir aku aneh.
Jadi mereka membuatku merasa aku orang asing.
Dan ibuku memanfaatkannya sejak usia dini,
mengajakku bermain drama, lomba mengeja,
belajar, menulis, musium, konser, dan bahkan banyak menulis.
Dia meyakinkanku bahwa itu akan mengarahkanku pada kesuksesan, Harvard,
tempat di mana aku akhirnya dikelilingi orang-orang yang punya kesamaan denganku.
Aku tak berharap banyak,
Mereka tak perlu seperti penggemar "Springsteen". (penyanyi rock)
Senang ketemu kalian.
Hai.
- Hai. - Kamu Elizabeth, kan?
Ya, kurasa aku mengenalimu dari Facebook.
Kau tahu, aku baca tulisan artikelmu soal perceraian orang tuamu.
Itu... itu sangat luar biasa.
Terima kasih.
Aku Ruby.
Hai.
Kita akan jadi teman sekamar.
Oh, bagus.
Kau sungguh tak tahu betapa berartinya artikel itu bagiku.
Kau mengatakan kebenaran yang mengerikan tentang orang tua'mu...
dan membongkar semua kebohongan.
dan kemudian pertemuan dengan ayah'mu...
dan perdamaian dengannya.
Sangat menginspirasi.
Kau merokok?
Aku tak pernah merokok siang hari.
Ya, tapi kita di Harvard saat ini.
Kita bisa lakukan apa yang kita mau.
Keren.
Kita akan menjadi seperti orang-orang sastra yang aneh dan indah...
dan cerdas, misterius, seksi.
Masalahnya, aku sangat serius.
Cowok-cowok tak pernah memperhatikanku sebelumnya.
Aku bahkan tak ada dalam daftar cadangan mereka.
♫Tapi setiap hari, setiap malam, kutemukan pencapaian misteri.♪
♫Kamu ada di pikiranku, di pikiranku, di pikiranku♪.
♫Tapi setiap hari, saat kumerasa.....♪
Ruby mengerti.
Dia mengerti aku.
Jika dia pria, semuanya akan sempurna.
Saat Lou Reed berusia 17 tahun,
dia didiagnosa menderita perubahan suasana hati.
Dia jalani prosedur setrum listrik 3x seminggu.
Setiap prosedur itu menghantamnya seperti cahaya putih yang menyilaukan,
dan di situlah letak kejeniusannya,
untuk menerima pembantaian atas psikisnya sendiri
dan menciptakan beberapa rock n roll terhebat yang pernah didengar dunia.
Aku merasakan pelukan dinginnya,
belaiannya yang nakal, tergeletak di kamarku berhari-hari,
semuanya dingin, gelap, keperakan.
Kutakut dia'kan membawaku kembali ke ke dalam...
hasratku yang menyimpang,
ke tempat yang aku terlalu takut...
untuk ke sana karena mungkin ku' tak'kan pernah bisa melarikan diri.
Kuyakin kau punya ribuan di rumah'mu,
bungkusan rokok.
dengan tulisan kecil di atasnya.
Kisah hidupmu?
Diari?
Bukan?
Ayolah, ini membuatku resah.
Ini sebuah tugas.
Kamu adalah mahasiswi paling teliti di Harvard.
Ini ulasan musik.
Aku coba memulai kolom musik untuk "Crimson."
Itu hebat.
Kau mau rasakan "X"?
Kau tak pernah gunakan "X"?
Acid masuk menuju kepalamu, kan?
"X" masuk menuju hatimu.
♫Oh, ini hari yang sempurna♫
♫Memberi makan hewan di kebun binatang♫
♫Kemudian ke bisokop juga, dan kemudian pulang♫.
♫Oh, ini hari yang sempurna♫
♫Aku senang menghabiskannya denganmu.♫
♫Sungguh hari yang sempurna♫
♫Kamu hanya perlu membuatku bertahan♫
♫Kamu hanya perlu membuatku bertahan♫
Hei.
Kau tak apa-apa?
Apa yang kau lakukan di sini?
Oh, tidak.
Kau mau kembali ke dalam?
Ada seorang pria di sana...
Kurasa dia mencarimu.
♫Kau akan menuai♪
♫apa yang kau tanam♫
♫Kau akan menuai apa yang kau tanam♫
♫Oh, betapa sempurnanya hari♫.
Suaranya terdengar di balik selimutku.
Kemarilah, sayang.
Dia ada di dalam diriku, di tempat yang belum pernah ada orang lain,
di tempatku yang gelap dan rahasia.
Kubiarkan dia membawaku ke sana,
tapi ketakutanku kembali lagi.
Aku mau dia untuk berhenti.
Bagaimana menurutmu rasanya?
Dan kapan menurutmu itu akan berhenti?
Aku tak ingin dia yang pegang kendali.
Aku mau dia menghilang.
Kuingin dia tak pernah ada.
Maksudku, hadapi saja.
Lou Reed harusnya mati.
Ini bagus.
Kau akan "bobo" denganku malam ini?
Jangan bilang aku tak mengingatkanmu.
Itu maksudnya apa?
Maksudnya, jangan bilang aku tak mengingatkanmu.
Bagus.
Aku sangat ingin seks terjadi dengan cara yang benar,
dengan pria yang cocok, di waktu dan tempat yang tepat.
- Itu bukan masalah besar. - Oh, tapi kapan?
Seharusnya begitu.
Setidaknya dia cukup ganteng.
Ini pertama kali'ku.
Ya, tentu.
Aku serius.
Kau bercanda?
Itu sungguhan.
Tak mungkin.
Aku tak percaya kamu.
Aku berpikir harus nge'seks normal seperti anak 19 tahun pada umumnya.
Kurasa menurutku ini perlu perayaan.
Kita bisa adakan pesta.
Pesta?
Itu dimaksudkan secara halus.
Tapi tentunya...
Elizabeth, ini luar biasa.
ini ide yang liar.
Semuanya mengerti.
Hanya saja tak semuanya senang.
Aku berharap memikirkan hal seperti ini.
Terima kasih.
Aku suka gaunmu!
Hei.
Bagaimana kau merubah sesuatu yang pribadi menjadi konsumsi umum?
Awalnya itu bukan urusan pribadi
Itu.. itu sangat bagus.
Itu sangat menarik.
Menarik?
Maksudku, ini bukan tentang aku, kau tahu?
Itu bukan spesial.
Itu hanya seks.
Oke, tak masalah.
Kau tak terlihat begitu.
Aku jaga keperawananku untuk pria yang sungguh mencintaiku,
yang sangat mengenal diriku.
Noah tidak termasuk.
Dia memberitahuku setelah itu bahwa dalam hal nilai mutlak,
- seks & narkoba tak berarti baginya, - Hei, pacarmu dengan pria lain.
hanya dua cara berbeda untuk bersenang-senang,
yang semuanya baik dan bagus,
sampai seorang gadis mencoba pendekatan yang sama.
Lizzie?
Kalian lihat Lizzie?
Teuing. (No, in Sundanesse)
Lizzie?
Lizzie?
Lizzie?
Hei, kau dapat telpon.
Siapa?
"Rolling Stone."
"Rolling Stone"?
Penghargaan jurnalisme perguruan tinggi tahun 1985
diberikan kepada Elizabeth Wurtzel untuk karya "Harvard Crimson" miliknya
tentang Lou Reed.
Aku ingin melupakan semuanya,
yang telah terjadi padaku sebelumnya.
Aku ingin bekukan momen ini...
selamanya.
Terima kasih.
Ini hebat.
Tidak, kamu yang hebat.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Aku memikirkan semua band yang datang ke Cambridge yang bisa kau ulas.
Sangat jarang kita temui seseorang yang tampil di semua pertunjukan,
menulis dengan jernih.
Jadi menurutku dia akan mendatangiku.
Dan dia... dia, seperti, editor di "Rolling Stone."
berapa umurnya?
Oh, Tuhanku.
Apa?
Itu Ayahku.
Oh, bagus.
Lihat itu.
Apa?
Aku tak percaya dia tinggalkan kami untuk itu.
Apa?
Ada masalah apa?
Aku belum pernah ketemu dia dalam 4 tahun.
Sebentar dulu.... kupikir, kupikir kau bilang...
Aku tahu yang kukatakan.
Kapan Ayah akan tinggal dengan kami lagi?
Tidak sayang, kau tahu itu.
Tapi Ibu bilang Ayah mau, dan Ibu juga ingin.
Kuyakin Ibumu tak bilang itu, kan?
Dia bilang begitu.
Sayang, itu tidak akan terjadi
Bukan berarti aku tak lagi mencintaimu.
Dikiranya siapa dirinya?
Dia menghilang selama 4 tahun,
Lalu dikiranya bisa kembali ke sini
dan memotret putri Ivy League-nya yang sempurna?
Tempat ini tak ada hubungan dengannya.
Setidaknya di memiliki kesadaran untuk memahami hal itu.
Mungkin kau harus katakan sesuatu padanya.
Seperti apa?
Aku tak tahu.
Bagaimana kehidupanmu? Bagaimana teman barumu?
Lizzie, dia Ayahmu, dia mencintaimu.
Kau tak tahu seperti apa rasanya.
Saat aku kecil, kami menonton "The Last Waltz."
Dia pingsan karena obat penenang.
Aku harus menonton film itu 3 kali sebelum dia bangun.
Orang seperti apa yang seperti itu?
Aku tak menyadari itu.
Artikel itu, hanyalah pemenuhan keinginan.
Aku hanya menulis tentang apa yang kuinginkan.
Dan cara orang membicarakannya, caramu membicarakannya,
membuatnya seperti nyata.
Itu mungkin bisa saja.
Tidak.
Itu hanya mimpi yang kusimpan terlalu lama.
Aku bahagia di sini, aku tak butuh dia lagi.
Kita sudah harus masuk, kau ikut?
Tidak.
Aku berjanji ke editor'ku artikel itu minggu depan.
Ampun, Lizzie, ini jam 4 pagi. Bisakah?
Aku tahu.
Maafkan aku.
Musik bantu aku konsentrasi.
Springsteen seperti penyair mekanik di garasi.
Kau bisa rasakan keringat di suaranya.
debu di gitarnya.
Saat dia bernyanyi, aku melihat jalanan beruap,
sepasang kekasih berpegangan,
bemper rusak.
Kotoran ada di bawah kukunya dan penglihatan di matanya.
♫Janji diingkari,♫
♫Kamu terus mencoba hidup♫
♫Tapi mencuri sesuatu dari dalam...♫
Ya ampun, Lizzie, kamu belum tidur berhari-hari.
Aku sudah melakukannya dengan sempurna sebelumnya.
Aku tahu bisa mendapatkannya kembali.
Kata-katanya memutarbalikkan dan menggiling...
serta membentuk cerita untuk otak, tetapi gitar dan suaranya...
langsung menyentuh hatimu.
Musik bertiup dari dalam dan keluar dari perjuangan dunia.
Springsteen menyukai puisi mekanik garasi ini.
Musik terdengar dari dalam dirinya.
Dan keluarlah pergumulan dunia,
dari ilmu yang datang dengan kesempurnaan.
Ini seperti yang dia rasakan dengan pengetahuan yang ada di masa lalu
selama berabad-abad menjadi satu nada di otak kita,
suar yang dapat disentuh.
Dia memiliki kekuatan untuk mengenali emosi murni.
Gila!
Dia masih belum tidur.
Jadi kita menangis, kita menari, dan keringat bercucuran...
Lizzie.
Lizzie!
Aku tak tahu bagaimana mengatakannya, oke?
Tapi kau mulai bau.
Ini penting.
Lizzie, itu tak lebih penting dari kesehatanmu
Kau harus tidur.
Bisakah kau diam!?
Aku harus selesaikan ini.
Aku bisa bawakan kamu obat penenang, oke?
Ya?
Ya, ya.
Noah! Noah, Ayolah.
Berikan padaku.
Noah!
Lizzie, ini hanya coretan.
Apa?
Apa-apaan?
Hentikan!
Noah, hentikan!
Astaga!
Dia menjadi seperti tuna wisma Harvard.
Apa yang kau lakukan?
- Dia butuh sesuatu. - Apa?
Aku tak tahu, pertolongan medis.
Ruby!
Semua kertas-kertas'mu.
Tak apa-apa, Lizzie.
Kudapatkan semuanya.
Tak apa-apa.
Lizzie.
Kau harus tenang, oke?
Bukan itu yang kau katakan saat penis'mu di mulutku.
Kau minum obat dalam 24 jam terakhir?
Tidak.
Baiklah,
Kurasa aku pakai kokain dan merokok ganja,
tapi, uh, itu hanya membuat ekstasi lebih awet.
Yakin kau tak melupakan sesuatu?
Mungkin beberapa bir.
Apakah menurutmu kau mungkin ada masalah penyalahgunaan zat?
Masalah soal zat yang kumiliki sekarang...
kumau kau beri akut penenang agar kubisa turunkan efek kokain ini.
Lalu kemudian apa?
Jadi kau tak suka ke sini, dan kau tak mau bicara.
Kau tak perlu bicara.
Kau tak perlu katakan apapun yang tak kau mau.
Tapi jika kau tak bicara apapun, jika kau tak bicara padaku,
Aku tak bisa membantumu.
Kau tahu? jika kau ingin sarankan terapi, jangan lakukan itu.
Aku bukti hidup bahwa itu tak berguna.
Lalu apa yang kau lakukan di sini?
Temanku yang bawa aku ke sini.
Aku tak ada hubungannya denganmu?
Kau kan beri aku sesuatu, dokter?
Tidak,
bukan hari ini.
Aku terjatuh.
Aku bahkan tak bisa selesaikan artikelku.
Mungkin Noah benar.
Itu semua hanya coretan.
Aku tak ada sesuatu yang orisinal untuk dikatakan.
Menulis tak bisa menyelamatkanku.
Bahkan Harvard tak bisa menyelamatkanku.
Bagaimana aku bisa lepas dari Iblis di kepalaku?
Trus gimana? Dia menghisap penismu?
Kau lakukan.... apa?
Ya, dia hisap penisku, oke?
Kau bangsat!
Bisa-bisanya kamu?
Betapa...
Aku...
Lizzie.
Lizzie, berhenti!
Lizzie.
Lizzie, Aku akan membunuhmu!
Aku akan membunuhmu, kau jalang!
Sam beritahu aku!
Dia katakan semuanya!
Kau kehilangan keperawananmu, apakah itu juga kebohongan?
Kau tak mengerti, oke?
Kau tak mengerti.
Itu "kecelakaan".
Kecelakaan?
Kau sebut itu kecelakaan?
Saat itu... kau tahu saat itu seperti..
Ayo, apa?
Kecelakaan menghisap penis.
Oh, bangsat kamu!
Aku bisa membunuhmu, Lizzie. Sumpah!
Aku bisa membunuhmu.
Hemingway punya momen klasik dalam "The Sun Also Rises"
ketika seseorang tanya Mike Campbell bagaimana dia bisa bangkrut.
Yang bisa dia katakan hanyalah, "secara bertahap, lalu tiba-tiba."
Itulah bagaimana masa depresi menerjang.
Kau terbangun pagi hari takut kau akan hidup.
Aku tak percaya kita kembali ke soal ini.
Menurutmu aku menyukai jadi seperti ini?
Aku tak tahu.... Aku tak tahu, Lizzie.
Kupikir semuanya akan baik saja.
Aku sangat bangga padamu di Harvard.
Apa karena aku belum menjengukku?
Tidak, Bu.
Kukira semua ini sudah lewat,
kemudian aku terima telpon agar datang...
Ibu, ini tak ada kaitannya denganmu.
Maksudku ini bukan karena kamu.
Kenapa kau pindah ke sini?
Aku meminta kamar single.
Kenapa?
Untuk alasan ketidakstabilan mental.
Kukatakan pada mereka aku tak bisa hidup bersama orang lain.
Kau beritahu mereka...
kau katakan itu?
Oh, Lizzie.
Pendidikanmu,
kesempatan ini.
Maafkan, bu.
Kau tahu, aku tak bisa menghadapinya.
Ini terlalu berat.
Ini semua gila.
Aku tak'kan lakukan ini lagi!
Tidak! Kau dengarkan aku!
Aku yang besarkan dia!
Aku besarkan dia sendiri tanpa bantuan darimu.
Tak ada bantuanku?
Aku yang lakukan semuanya,
dan aku tak dihargai.
Kau jadikan dirimu sebagai pengambil semua keputusan,
dan kau terbebani sendiri,
benarkan?
Apa yang kau bicarakan?
Kau tak lakukan apapun untuknya.
Kau tak melakukan apapun untuknya.
Kau bahkan tak pernah menemuinya.
Kau tak mengajaknya liburan.
kau tak membawanya saat akhir pekan.
Apa yang pernah kau lakukan untuknya, Donald?
Aku ayahnya!
Aku membawanya ke klinik, dan apa yang lakukan?
Kau mengeceknya dari Manhattan.
Kau bangsat!
Sialan! Aku benci kamu.
Aku benci kamu! Kau bajingan!!
Ada apa denganmu?
Tidak ada.
Oh, Tuhan.
Kau hamil?
Tidak, Bu.
Aku tidak hamil.
Lagipula ini tahun 80-an. Itu tak'kan jadi masalah.
Tolong, Lizzie, jangan bicara seperti itu.
Lalu apa?
Aku tak mengerti kamu, Lizzie.
Tempat ini kotor.
Akan kubantu kamu beres-beres.
Ibu, jangan.
Aku tak punya solusi mudah, oke?
Aku tak tahu harus apa, Lizzie.
Aku ambil beberapa hari libur.
Tidak, jangan.
Aku mau membantu.
Tuhan tahu aku tak mampu, tapi...
Aku... aku akan lebih baik jika sendiri,
Oke?
Jika kutahu reaksimu begini.
Aku harus belajar.
Kau tahu aku bekerja sangat keras.
Dan... aku telah alami masa-masa yang sulit.
Aku hanya butuh beberapa hari.
Aku sangat kuatir denganmu, Lizzie.
Aku janji akan mengurus diriku sendiri,
Oke?
Dan aku akan datang menemuimu.
Aku sudah cukup melihat.
Kita habiskan waktu bersama di New York.
Kumohon?
Aku janji.
Aku hanya ada pekerjaan yang harus kuselesaikan di sini.
Mungkin untuk ultahmu.
Hmm?
Ya.
Aku janji ada di rumah saat ultahku.
Kita bisa merayakannya.
Kita akan adakan pesta.
Oke.
Akan kubuatkan pie buah pir yang kau suka.
Itu bagus.
Hei.
Lizzie, aku mencintaimu, sungguh.
Tapi kau bisa ke kamarku jika kau tak minum atau 'ngobat.
Ayolah, kau tak serius.
Sangat.
Bilang saja "Iya".
Tapi, Noah, tak ada alasannya untuk "sadar' di kamarmu.
Aku ingin jelaskan pada Noah betapa lelahnya aku,
bahkan dalam mimpiku,
betapa lelahnya saat aku terbangun,
bagaimana aku tenggelam di semacam gelombang air hitam.
Aku tak bisa menulis.
Dan dia tak mau tahu soal itu.
Ini dia.
Terima kasih.
Hai.
Hai.
Ruby, ini gila.
Kita harus bicara.
Kau tahu, sebaiknya tidak.
Maafkan aku.
Kau tahu itu.
Dan aku tak punya alasan.
Lalu kenapa? Kenapa kau melakukannya?
Aku hanya sungguh kacau.
Ya, aku seperti produk gagal,
dan kau tak tahu kecuali kau ada di sisiku cukup lama.
Kau tahu, suatu hari, aku terbangun dan merasa sangat...
kacau sehingga kulakukan apa saja untuk merasa berbeda.
Lizzie, saat kita bersama, kau baik-baik saja.
Kau asyik. Kau...
Aku berpura-pura.
Ya, semua orang begitu.
Tidak seperti aku.
Dengar, kita semua punya saat buruk.
Inil yang orang katakan di situasi saat mereka tak tahu harus bicara apa lagi.
Sialan.
Aku juga tak tahu harus menyarankan apa.
Aku peduli padamu, Lizzie.
Yang kumau agar orang mengerti.
tapi mereka tak begitu.
Dan itu membuat basa-basi semakin sulit diterima.
Iti benar, orang ingin membantu,
oke?
Aku ingin bantu kamu, tapi kutak tahu harus apa.
Saat ini aku tak terlalu butuh kata-kata pertemanan saat ini, oke?
Oke.
Astaga, dengarkan aku.
yang kulihat hanyalah sisi hitam dari apapun.
Ruby yang malang.
Aku membunuh keceriaannya.
Lihatlah wajahnya yang sedih dan putus asa.
Lizzie, aku tak tahu harus bicara apa.
Bagaimana, "sialan, hubungi ahlinya."
Jadi kurasa ini bagian di mana aku tak katakan apapun,
dan kau tak katakan apapun.
Tiba-tiba,
"tentu saja, kamu ingin "tidur" dengan ayahmu."
Jadi menurutku, kau tak ingin tidur dengan ayahmu?
tidak.
Dan aku juga tak mau bicara soal masa kecilku.
Aku tak tahu kenapa aku di sini.
Mengapa kau bisa ada di sini?
Aku tak bisa menulis.
Dan apa yang kau tulis?
Aku menulis kisah-kisah, puisi, artikel.
Aku di sini dengan beasiswa jurnalisme.
Aku menulis selamanya,
Aku harus.
Sejak kapan kau berhenti menulis?
Sekitar sebulan.
Kau ingat yang pertama kali kau tulis?
Puisi.
Puisi?
Soal apa?
Ayahku.
Kau ingat sesuatu yang dikatakannya?
Sudah kubilang, aku tak mau bicara soal masa kecilku.
Aku... kumerasa bodoh duduk dalam terapi.
Banyak orang punya masa kecil yang jauh lebih sulit dari aku.
Kita tak bicarakan orang lain.
Kita bicara soal kamu.
Kuberikan dia sebanyak itu,.
Akulah masalahnya.
Aku kuatir menjalani terapi.
Aku khawatir tidak menjalani terapi.
Aku bahkan kuatir, tak cukup menghibur dr. Sterling.
Aku selalu berpikir jika aku bisa bersikap normal,
Kau tahu, jika kubisa bangun dari tempat tidur di pagi hari,
bahwa semuanya akan baik saja.
Oke.
Lalu apa menurutmu "normal" itu?
Orang umumnya, kau tahu, mereka melukai diri mereka sendiri.
mereka pasang perban. Lanjutkan hidup.
Mm-hmm.
Dan apa yang kau lakukan?
Aku tak berhenti berdarah.
Jadi menurutmu menjadi normal adalah memiliki...
luka dan beri perban,
dan lanjutkan kehidupanmu?
Bukankah begitu caranya?
Bukankah begitu namanya hidup?
Kau tetap maju walaupun apa yang terjadi padamu.
Begitukah caramu ingin hidup?
Collection of 50's to 90's and Early 20's Translated by: "CoolBreeze"
Extracted, Translated & Time Resynchronize For Your Comfort "@CoolBreeze"
Simple support: "Like / Good" "@CoolBreeze"
Ibu.
Oh, ayo, sayang.
Kenapa kau tak gulung rambutmu, huh?
Wajahmu sungguh cantik.
Huh?
Ini mereka.
Ayo, Lizzie.
Oh!
Sayang, oh.
Apakah dia rumah, sayang?
Kubutuh seseorang untuk hentikan otakku
dan hidupkan hatiku.
Aku punya rambut coklat panjang, mata hitam.
Tapi, hei, kau mungkin ketemu banyak sekali gadis di kamar mandi pria.
Oh, ya.
"Dewi ekstasi"
Ya.
Aku tak sangka kau ingat itu.
Lizzie.
Bisa tunggu sebentara?
Kakek dan Nenekmu di sini.
Ya, ku dengar.
Kau tahu?
Satu-satunya alasan ku'adakan pesta ultah untuk buatmu bahagia.
Aku tak mengerti kau perlakukan aku seperti ini.
Ibu, apa kubisa sendirian?
Hmm, tadi ibuku.
Ini ulang tahunku.
Dia adakan pesta besar untukku.
Bagus.
Sesungguh tidak.
Itu hanya aku, ibuku dan kakek nenek'ku.
Aku bahkan belum keluar ke sana.
Tidak'kah mereka kangen kamu?
Kau terdengar seperti anak Yahudi yang baik.
ya, mungkin, jika aku Yahudi.
Ya, aku hanya ingin telpon menyapa.
Ayo ketemu saat kau kembali ke kampus.
Oke, itu bagus.
Hei, um, met ulang tahun.
Terima kasih.
Rafe nampaknya tak menyadari,
dia telah ditunjuk untuk selamatkan hidupku.
Majalah "Rolling Stone".
Ini majalah musik.
Itu bagus, sayang.
Mereka ingin dia kerja untuk mereka, ya.
Dibayar untuk kerja di "Rolling Stone."
Mereka akan membayarnya!
Kurasa dia menulis hingga tengah malam semalam.
Kau begadang menulis semalam, sayang?
Aku belum ada menulis lagi berbulan-bulan.
Dia selalu mengerjakan sesuatu.
Dia hanya tak suka membicarakannya.
Oh, seperti kau pernah membacanya.
Lizzie, itu tak baik.
Kau mau?
Kenapa dia?
Tidak ada!
Bu, tak ada apa-apa dengannya.
Dia mabuk.
Tentu saja aku mabuk.
Dia hanya lelah.
Dia kurus seperti hantu.
Dia kelelahan.
Mereka bekerja keras di sana.
Lizzie.
Apakah dia gunakan narkoba?
Oh.
Aku harap aku memakai obat-obatan.
Lizzie!
- Dia bilang bahwa dia... - Tidak, Bu. Tak apa-apa.
Semuanya baik saja.
Bu, percaya padaku.
Jika kupakai barkoba, kau'kan kuberitahu.
Orang tak'kan bersikap begitu jika bukan karena narkoba.
Aku memang begitu.
Maafkan aku, Bu.
Kuimpikan semua hal yang ingin kukatakan,
kebalikan yang keluar dari mulutku.
Kuharap aku berkata, Bu, maafkan aku.
Kumohon, tolong aku.
Aku tahu aku tak berhak bersikap seperti ini.
Halo.
Hei.
Hei.
Bagaimana kabar yang ultah?
Kau terlambat.
kau telat sehari.
Aku bisa apa? kau tahu bagaimana itu.
Lagi pula, kau tahu yang kupikirkan? kuharus berurusan dengan sekretarismu.
karena sekarang kau jurnalis hebat...
menulis untuk "Rolling Stone."
Kau membacanya?
Kau tahu, kumau kau ingat ini, sayang.
Mereka beruntung memilikimu.
Orang-orang ini,
mereka pintar. Mereka sangat pintar.
Mereka tahu yang dilakukan. Dan mereka mengenali bakat.
Kau tahu, mungkin aku akan dapat tugas di seluruh negeri,
jadi mungkin aku bisa mengunjungimu.
Kau bicara dengan siapa, Lizzie?
Bukan siapa-siapa.
Siapa?
Bu, bukan siapapun.
Jangan dengarkan dia!
Tolonglah, bu.
Lihatlah kalian berdua.
Silakan.
Kau sangat mencintainya.
- Bu. - Kau dengar itu?
- Ayah. - Kau tahu kenapa aku tak telpon?
Di mana dia saat masa kecilmu?
Dimana?
Hentikan!
Hentikanlah!
Aku hanya ingin bicara dengannya.
Kau tahu, Lizzie, Aku menyerah.
Aku bekerja lembur terus.
Tak pernah jalan-jalan keluar.
Aku tak pernah beli pakaian.
Kuhabiskan semua uang kita untuk terapimu.
Semua uang kita?
Ayah membayar, bu.
Kau kira dia bayar?
Kau pikir dia membayar?
Dia tak membayar seribu perak'pun.
bahkan tak sepeser'pun
Itu tidak benar.
Kau mau menunjukannya, huh?
Kau ingin lihat?
Kau ingin lihat berapa banyak yang masih kubayar...
untuk tagihan semester terakhir'mu?
Huh?
ini.... ini, lihat ini!
Lihatlah ini!
Ini dia, lihatlah, Lizzie.
- Maafkan aku, Bu. - Lihat yang terakhir.
Kau mau lihat berapa banyak kubayar dr. Sterling?
Maafkan aku.
Tidak, kau tak'kan bisa membicarakan hal ini, Lizzie.
Tanyakan padanya, siapa yang membayar!
Kau tahu, ini salahku karena aku telah memanjakanmu.
Aku berkorban besar agar kau masuk Harvard,
dan kau pulang terlihat seperti zombie.
Aku tahu, maafkan aku.
Aku sangat.... Kenapa dia tidak?
- Kenapa dia tak membayar? - Aku tahu.
Aku tahu, sayang.
Aku tahu.
Oh, dan kubenci diriku.
Tidak.
Oh, aku benci yang kulakukan.
Lizzie, tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Ini sangat buruk..
Ini sangat buruk..
Ini sangat buruk sekali!
Dan aku menyakiti orang-orang yang mencintaiku.
tapi saat dia telpon...
ya Tuhan, pesta?
Dan tart buah pir'mu.
Kenapa kau lakukan ini, Lizzie?
Karena aku bukan mainan'mu.
Maafkan aku, Bu.
Aku tak bermaksud itu.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Aku tak bermaksud itu.
Maafkan aku.
Dia adakan pesta untuk dirinya sendiri?
Bukan, kurasa untuk nenek.
Kenapa dia lakukan itu?
Untuk tunjukan betapa hebat putrinya.
Itu pasti menyakitkan.
Lihatlah dia.
Ini bukan terobosan,sayang.
Ibuku membayar $100/jam untuk ini.
Ini omong kosong yang sama.
Waktu untuk wawasan.
Seperti halnya dengan pria itu, Rafe.
Aku tak harus jadi Freud untuk tahu bahwa aku takut ditolak.
Dan kutahu itu asalnya dari mana.
Kutahu itu dari ayahku...
tapi itu tak merubah apapun.
Aku masih tak bisa jalan-jalan dengannya.
Kenapa tidak?
Baru saja kubilang padamu.
Kau tak bilang apapun padaku soal Rafe.
Pernahkah dia beri kau alasan untuk percaya dia akan menolak'mu?
Jangan tunjukan padanya betapa kau menyukainya.
Monyet?
Namanya Percy.
Aku tahu, aku saja heran.
Dia bilang butuh orang untuk mengobrol.
Dia memilikimu?
Tidak, ini sebelumnya.
Kau mendengarkan?
ya tentu saja.
Aku tak membosankamu?
Tolonglah, Lizzie.
Aku bertemu kamu di toilet cowok.
Kau tak membosankan.
Aku ini apa?
Menakutkan.
Jadi kita akan ke prtunjukan itu?
Aku tak yakin.
Aku tak tahu di mana itu.
Kau datang untuk pertunjukan, dan tak tahu di mana?
Aku bilang akan pergi melihat pertunjukan.
Uh-huh.
Kau tahu?
Apa?
Oke, sekarang kau jutek.
Tidak... bukan.
- Kau bilang... - Aku bilang...
Aku datang untuk pertunjukan, tetapi....
Aku datang untuk menemuimu.
Menunggu.... menunggu.... menunggu...
Menunggu dia untuk "memulai".
Apakah dia tak tahu?
Dia harus jadi penyelamatku.
Indah sekali dia penuh perhatian, penuh kasih sayang,
dan benar secara politik. (berhati-hati untuk tidak menyinggung)
Tapi kubutuh dia menciumku.
Sekarang.
Ruby!
Ruby!
Hei.
Hei.
Aku tak tahu kau pindah kamar.
Kukiira kau masih di sini.
Ruby memberitahuku soal semua artikel itu
yang rencananya akan kau tulis.
Artikel itu tidak sulit untukku.
dr. Sterling pasti menelpon dia.
Buat apa lagi dia ke sini?
Mungkin untuk melihat betapa parahnya situasi,
melihat apakah putri kecilnya masih bisa jalani hari.
Atau...
mungkin dia akhirnya merindukanku.
Ini baru putriku.
Ayah, kau tahu tagihan-tagihan medis itu,
yang untuk perawatan psikiater?
Uh-huh.
Mereka selalu kirim ke Ibu,
jadi kurasa kau belum membayarnya.
Aku kaget kau tanya itu padaku.
Oh, kau sudah membayarnya?
Kau jaga jarak & dingin,
dan...
sekarang kau tanya aku soal itu?
Apa yang kau bicarakan?
Jika kau tak tahu.
Tidak.
Tidak, aku tak tahu.
Kau membuat janji.
Kau tak menyuratiku.
Kau tak pernah telpon aku.
Itu seperti aku tak ada.
Kau pikir kau bicara dengan siapa?
Aku bahkan datang mengunjungimu.
Sialan kamu.
- Jaga bahasamu. - Tidak.
Itu cara bicara pada ayahmu?
Tidak, dengarkan aku.
Kamulah yang pergi meninggalkan.
Kamulah yang pergi selama 4 tahun.
Kau kira aku tak tahu itu?
Itukah yang kau kira?
Kau pikir aku tak merasakannya?
Menurutmu mudah bagiku untuk jauh darimu?
Aku membencinya.
Efek yang terjadi padamu, ibumu dan aku sendiri.
Aku benci melihatmu terjebak....
di tengah-tengah antar kami berdua.
Ayah, tolonglah.
- Kau tahu... - Kumohon.
- Kau ayahku, - Benar.
dan kau bahkan tak mau membayar tagihan medisku.
Meskipun itu tak'kan merugikanmmu,
yang kau lakukan hanyalah menandatangani surat-surat.
Itu 10%.
Itu bukan apa-apa.
Tidak.
Aku kehilangan apartemen, semuanya saat kami bercerai.
Kau tak akan rugi apapun.
Maafkan, Lizzie.
Itu tanggung-jawab Ibumu.
Kau ingin aku bagaimana? Kau mau aku iris tanganku...
sehingga kupenuhi syarat sebagai kasus trauma.
Ini menyusahkanku juga.
Ini menyulitkanku.
Maksudku, aku tak bisa apa-apa.
Aku lihat semua kesalahan yang aku buat.
Aku membuat banyak kesalahan.
Dan tidak ada yang bisa kulakukan.
Apa yang bisa kulakukan?
Hei, kamu.
Hai.
Tebak siapa?
Apa yang kau lakukan?
Tidak ada, hanya jalan-jalan.
Ya, aku datang dengan seseorang.
Dan jangan konyol. Aku bisa saja berjalan dengan wanita.
Oke, baik. Kau benar. Dia pria.
Dia tinggi.
Sangat tinggi.
Tentu saja lebih tinggi dariku.
Berapa tinggimu?
Cukup tinggi.
menurutku 182 cm.
Bulu mata panjang, mata coklat.
Dia ada sifat intelektual yang seksi.
Apa?
Oh, bagus.
Ya, baik.
Kutanyakan padanya saat kututup telponnya.
Baiklah.
Oke, daah.
Daah.
Sekarang siapa yang berpikir aku intelektual yang seksi?
Ibuku.
Oh.
Dia ingin kita datang saat liburan.
Dia baru pindah.
Aku tetap pergi.
Setiap aku bersamanya, aku melihat diriku...
dan aku benci diriku untuk itu.
Tapi aku... aku tak bisa menghentikannya.
Oke, misalnya kau bisa.
Apa hal berbeda yang akan kau lakukan?
Jadi... umm,
saat kulihat kamu dengannya, aku....
tak tahu.
maksudku aku tahu ini gila,
tapi, um,
Aku tak bisa menahan perasaan ini.
Maafkan aku.
Aku tidak...
Aku tak menyangka.
Hei, itu akan terus terjad.
Wanita cantik mendekatkan dirinya padaku.
Itu "Earl gray". (jenis teh)
Waduuh, maaf.
Akan kuminta yang baru.
Tidak apa-apa.
Tidak masalah.
Aku bilang tak mau.
Bisa kami minta teh "Earl gray" lagi, disini?
Aku bilang tak mau.
Bisakah kau tenang, Lizzie?
Ini hanya teh, oke?
- Jangan teriak padaku. - Jangan konyol, oke?
Kau menidurinya, kan?
Apa?
Kau gila?
Jangan meneriaku.
Aku tak tahu masalahnya apa.
Kenapa kau tak tetap menidurinya saja, jika itu yang kau mau?
Menjauhlah.
Hei.
Lizzie, Lizzie, Lizzie.
Ayolah.
Maafkan aku, oke?
Maafkan aku.
Aku tak mengerti bagaimana aku membuatmu kesal.
Itu bukan...
kesalahanmu, oke?
Itu kesalahanku.
Kau akan meninggalkanku, kan?
Tidak, aku tak bisa.
Aku mencintaimu.
Kenapa?
Karena perasaan yang kau rasakan...
yang menurutmu tak terasa benar
hingga ke dalam dirimu.
kamu luar biasa.
Aku sekarang mengerti mengapa kadang seseorang...
ingin membunuh...
kekasih mereka, memakan tubuhnya,
menghirup sisa abu dari tubuh tercinta mereka.
Hanya itu cara mereka untuk merasuki seseorang.
Ibuku akan menyukaimu.
Kau mau jus?
Tentu.
Lizzie, dengar. uum...
Aku tak'kan bisa ikut denganmu untuk liburan.
Ada sesuatu yang terjadi dengan ibuku, dan aku harus...
Aku harus pulang.
Tapi ini liburan.
Aku butuh kamu bersamaku.
Dan kuharap aku bisa.
Aku hanya tak bisa di dua tempat bersamaan.
Oke.
uum...
Aku ikut denganmu.
Aku akan membantumu untuk ibumu.
Itu hal yang benar dilakukan.
Ibuku akan mengerti.
Ibumu baru saja pindah apartemen, Lizzie.
tapi aku ingin bersamamu.
Tapi saat ini, ibumu membutuhkanmu.
Ini situasi yang sungguh rumit.
Lizzie, Ibuku, dia tak biasa dengan orang asing, oke?
Aku sedang ada di tengah-tengah situasi yang tak buatku bahagia, Lizzie.
Aku tahu.
Maafkan aku.
Aku mencintaimu, dan aku ingin bantu.
Iya kau benar.
Lizzie, kamu memang membantuku.
Dengan tahu bahwa aku akan menemuimu lagi.
Kita akan bertemu lagi di semester berikutnya, oke?
Oke?
Oke.
Dia memintaku untuk membantunya,
untuk menguatkan dirinya.
Dan aku bilang, oke. Tpi itu benar.
Kau tahu, kulakukan semuanya.
Kukecup saat berpisah dengannya.
Aku tak menyulitkan dirinya.
Dan...
Dan itu sebenarnya itu memudahkan diriku.
Dan kami berdua sungguh bahagia.
Ya, itu bagus.
Oh.
Hai.
Wow.
Apa pindahan'mu lancar?
Tentu.
Maksudku, ini juga tak banyak.
Kau tahu, ini apartemen menghadap selatan.
Aku mendapat cahaya seharian.
Dan lebih mudah dibersihkan.
Ya.
Ya.
Kurasa kau akan suka kamarmu.
Oh, ya.
Jadi aku akan, menyimpan barang-barangku.
Aku belum siapkan makan malam, sayang.
Tidak apa-apa.
Akan kubalas kebaikannya suatu hari nanti.
Aku bersumpah.
- Kau bilang bahwa temanmu... - Dia ada urusan keluarga mendadak.
Oh.
Tapi sebetulnya dia akan datang?
Ya.
Uum...
Dia hanya harus kembali ke Texas karena...
Aku tak tahu.
Namanya Rafe.
Huh.
Itu nama yang bagus.
Kau akan menyukainya.
Dia tampan dan ramah.
Dan dia Yahudi.
Dan kau tahu, dia bekerja keras dengan sungguh-sungguh.
Baiklah, mungkin lain waktu.
Ya.
Dia ingin bertemu dengan Ibu.
Hubungannya dengan ibunya sangat dekat.
Itu bagus.
Aku harus menelpon.
Lizzie, jangan. It'u seperti sudah 10 kali hari ini.
Terus?
Terus kau'kan buat dia gila dan jengkel.
Kau tak tahu yang kau bicarakan.
Dan sialan kamu bicara itu.
Halo, Ny. Stevenson?
Hai.
Ini Lizzie.
Lizzie.
Aku teman dari Rafe.
Um, dia ada?
Oh, dia lagi sibuk?
Bisakah kau beritahu bahwa ini penting?
Oh, Oke.
Daah.
Kenapa dia tak menjawab telpon?
Aku tak'kan pernah begitu dengannya.
Jadi, bagaimana dia?
Aku tak tahu, dia lagi di luar.
Apakah saat dia terbangun di malam hari...
akan merindukanku, seperti yang aku rasakan.
Kau pernah mencintai seseorang, Ruby?
Maksudku, sungguh mencintai seseorang?
Kau bercanda? tentu saja.
Itu menurutmu.
Kau tak mengerti itu.
Kurasa kau begitu.
Cinta murni itu total.
Itu seperti hidup atau mati.
Seperti kau tahu akan mati saat kau terpisah karena kebutuhannya begitu murni,
sangat melengkapi.
Yang kau tahu hanya seks.
Ya ampun,
kau membuatku sulit soal Sam.
Kau tak pernah mencintai Sam. Bisa-bisanya kamu?
Ugh.
Oh, apakah aku kasar?
Kau tak bisa menerimanya?
Kau cewek yang sedang nge'tren?
Lizzie, aku menangis bukan karena kamu kasar.
Aku tak'bisa bayangkan betapa menyakitkannya jadi dirimu.
Uh, dengar, aku ada di bandara.
Bukan.
Maksudku, aku di sini di bandara Austin.
Oh, Tuhan.
Aku telah menjadi pacar yang paling mengerikan.
Mungkin kau harus telpon Ibumu,
beritahu dia bahwa kamu baik saja.
Aku tak bisa.
Lizzie.
Dengar, ingat saat kubilang bahwa datangnya kamu bukan...
bukan ide yang bagus?
Jika kau cukup mencintaiku.
Baiklah, dengar.
Ada sesuatu yang belum kusampaikan padamu.
Oh, ya ampun, jangan tatap aku seperti itu, Lizzie.
Katakan saja padaku.
Ini bukan seperti yang kau duga.
Bangsat.
Bangsat murahan.
Ini soal adik perempuanku.
Ini adikku, oke?
Jadi kau aslinya dari New York,?
Manhattan.
Aku besar di "Upper West Side". (kawasan elit)
Rafe menunjukan beberapa salinan artikelmu.
Itu merupakan keberhasilan yang baik di tahun pertama.
Ellen, Ellen.
Hei. Hentikan.
Ayolah, kumohon.
Hei.
Kita makan, oke?
Janjilah padaku.
Janji padaku kau akan tidur, oke?
Bagus, ayo.
Ya begitu, ayo.
Hei, ayo.
Ayo.
Ellen, tidurlah, dan...
kita ke taman besok, oke? Ayolah.
Kumohon, ayolah. Kumohon.
Hei, kau mau ke taman besok, huh?
Kami mungkin harus membawa dia dokter.
Jika ini terus berlanjut, ku'tak tahu apa yang akan kami lakukan.
Ada apa?
Kau melarikan diri dari ini.
Apa?
Kau melakukan ini.
Kau bicara apa?
Kau sembunyikan dia dariku.
Apa ada alasan untuk itu?
Tidakkah menurutmu itu memberitahuku sesuatu?
Oh, ya ampun.
Kau semacam tukang intip yang menyeramkan.
Kau menyukai kesengsaraan orang lain.
Kau "sakit".
Kau memang begitu.
Kau sungguh "sakit".
Katakan padaku itu tidak benar.
Rafe, tolong!
Aku akan ambil mobil.
Ibu, apa kabarmu?
Bagaimana menurutmu?
Ya ampun, Lizzie, apa kau pernah berpikir?
Maafkan aku.
Aku harus ke Bandara segera.
Seharusnya aku memberitahumu.
Kami mengalami suatu masalah.
Memang sangat sulit, tetapi kami sedang berusaha memperbaikinya.
Ya, dia mencintaiku.
Aku tahu dia begitu.
Hanya saja...
dia sedang mengalami urusan keluarga.
Dia coba menolong mereka dan aku.
Dan dia harus menolong dirinya dulu.
Dan saat dia lakukan, semuanya akan baik saja.
Aku yakin.
Aku tahu, kami akan baik-baik saja.
Aku tahu itu.
Begitu kan?
Aku tak bisa bantu kamu di sana, Lizzie.
Aku tahu.
Ibu, maaf karena kau harus pindah.
Aku tahu, sayang.
Aku harus pergi sekarang,
Oke?
Bu?
Telpon aku...
Ibu?
saat kau....
menemui dr. Sterling.
Ibu?
Daah, sayang.
Ibu!
Seharusnya aku mendengarkan Rafe.
Dia katakan bahwa aku jangan datang ke sini.
Aku lebih banyak timbulkan masalah daripada bermanfaat.
Bagaimana dengan bacaanmu?
Tidak.
Sayang, kau harus ada yang diselesaikan.
Lizzie, ini tidak berhasil.
Aku tahu... aku tahu.
Begitu aku kembali, akan kuberikan jadwal ujianmu.
Tidak perlu.
Oke? Tidak perlu.
kalau begitu kan'ku telpon kamu.
Tidak.
Jangan telpon.
Jangan telpon, oke?
Dengar, ini tak berhasil, oke?
Ini bukan kehidupanku.
Aku tak ingin ini lagi.
Apa yang kau mau?
Oh, kau terbangun putuskan ingin meniduri gadis baru dan gunakan narkoba?
Itu yang kau mau?
Ya.
Ya, itu yang kuinginkan.
Aku mau pesta.
Aku ingin bersenang-senang.
Kau yang bilang agar aku mempercayai seseorang.
Lihat yang terjadi!
Dengan kau mempercayai Rafe, itu tak ada kaitannya...
Tidak.
Yang kumau agar Rafe kembali,
dan kau membicarakan pil?
Karena segalanya makin sulit untukmu sekarang.
Kurasa kau butuh bantuan.
Kau katakan aku membuat kemajuan.
Kadang sesuatu lebih menyakitkan sebelum kau merasakan...
Kau bilang semua ini akan hasilkan sesuatu.
Semua hal menyakitkan ini!
Dan aku masih mengatakan itu.
Aku terkejut kau mendorongku dengan obat-obatan setelah semua ini.
Kurekomendasikan kamu untuk mencoba obat ini...
sehingga kau bisa dapat beberapa perspektif baru...
dan tidak kehilangan kendali.
Lizzie, bukankah itu yang kau mau?
Butuh 2 minggu sebelum sistem tubuhmu merespon.
Aku tahu kau tak merasakannya,
tapi kukatakan itu mulai bekerja.
Ibumu menelpon. Dia mau datang menemuimu.
Mesinnya mulai melambat, sekarang pada 94%.
Mesin nominal untuk sebagian besar penerbangan, 104%.
Tiga mesin bekerja normal.
Tiga sel bahan bakar yang bagus.
Tiga mesin kondisi bagus.
Kecepatan, 687 m/detik.
Hei, hei!
Apa yang kau lakukan!?
Tidak ada.
Mencoba mencuri tasku!
Challenger, naikkan mesinnya.
Roger, naik'kan tenaga mesin.
Pesawat angkasa Challenger meleduk!
dalam bola api tak lama setelah tinggalkan landasan peluncuran hari ini.
...yang merupakan pecahan dari STS-51-...
Informasi resmi katakan bahwa tak'ada bukti yang tunjukkan salah satu dari 7 astronot tersebut...
President Reagan janjikan untuk melanjutkan...
...menghormati kita dengan cara mereka menjalani hidup mereka.
video udara dari langit yang laporkan pesawat itu menghilang...
Kecelakaan terburuk dalam sejarah Program Luar Angkasa Amerika.
Harapan terbaik terakhir manusia.
Ruby?
Ruby?
Ya ampun! Lizzie, tunggu. Oke?
Ruby, ayo, ini serius.
Apa?
Ibuku di rampok.
Aku harus ke New York.
Kau harus ikut denganku.
Tidak.
Ruby, ayo.
Aku meminta bantuanmu.
Lizzie, aku selesai membantu.
kau selesai?
Bisanya kamu...
Aku tak bisa.
Sudah cukup.
oke? Aku tak bisa lagi.
Ini harus berakhir.
Minggu depan hanya akan ada lagi krisis lainnya.
Untuk yang terakhir.
Collection of 50's to 90's and Early 20's Translated by: "CoolBreeze"
Extracted, Translated & Time Resynchronize For Your Comfort "@CoolBreeze"
Simple support: "Like / Good" "@CoolBreeze"
Dia menolak injeksi "Demerol". (anti nyeri berat)
Dia menolak obat nyeri.
Mungkinkah kami ada hubungannya?
Sepertinya dia akan di sini untuk beberapa hari,
tapi dia akan baik-baik saja.
Dia akan butuh bantuan saat kembali pulang,
tapi semuanya akan baik saja.
Ini menakutkan.
Untuk pertama kalinya, aku kehabisan air mataku.
Aku tak tahu apa yang kulakukan.
Maksudku, terimalah.
Aku di sini untuk membantu, terdengar seperti lelucon buruk.
ketinggian bahkan tak lagi menakutkanku.
Kau terlihat lebih baik.
Itu yang semua katakan.
Kau tahu, Lizzie,
Aku tak apa-apa.
Dan tak beralasan kau tidak bisa kembali ke Cambridge.
Bu, aku telah bicara dengan perawat,
dan mereka bilang, kau butuh...
Sayang, sebentar lagi kamu ujian.
Harus ada seseorang di dekatmu.
Walau hanya untuk beberapa hari.
Aku bisa urus diriku sendiri.
Aku selalu bisa.
Kau tak'kan pulang sendirian.
Lemari sebelahnya, Ma.
Aku tak tahu.
Nenek, biar aku yang ambil.
Aku tak tahu yang akan kulakukan tanpa Lizzie di sini.
Ini semua tidak akan terjadi...
Shh, Ma, jangan bilang begitu.
...jika bukan karena dia.
Mereka telah pergi.
Ya.
Aku tidak sungguh merasa ingin ucapkan selamat tinggal.
Sekian lama ini, aku tak pernah tanya soal Rafe.
Ya, itu sudah berakhir.
Dia, uh, dia tak mau ketemu aku lagi.
kau tahu, saat Donald pergi dariku,
tampaknya begitu luar biasa.
Aku tak bisa mempercayainya.
Kurasa aku melupakanmu, Lizzie.
Kau tahu?
Saat itu kau masih anak-anak.
begitu....
kecil.
Tapi kau membutuhkanku.
Dan....
itu memaksaku untuk beri perhatian lagi.
Tahu maksudku?
Aku harus merawatmu.
Dan dengan cara tertentu, kau menghidupkanku lagi.
Dan kau jadi segalanya bagiku.
Aku begitu terhanyut dalam dirimu.
Tapi, Demi Tuhan, kau begitu menjanjikan, Lizzie.
Dan aku sangat menginginkanmu...
dalam hidupmu.
Dan aku tak bisa melihat...
bahwa itu tak bagus untukmu.
Kau begitu...
Kau tahu, kau ingin aku...
menjadi segalanya.
Dan aku tak bisa.
Aku tak bisa.
Dengar, Lizzie,
Kau tak harus jadi segalanya bagiku.
Kau tak harus sempurna demi aku.
Kau mengerti?
Kau tak harus berpura-pura.
Aku akan baik-baik saja, Bu.
Aku akan baik-baik saja.
Aku janji.
Aku akan baik-baik saja.
Dan ada alasannya...
Aku menyebutnya rumah candu,,
saat aku mau menggunakannya.
dr. Sterling adalah bandarku.
Sepertinya semua dokter sedang berurusan dengan hal ini sekarang.
Kadang itu terasa kita semua hidup di negara "obat penenang". (Prozac nation)
Amerika Serikat yang Depresi.
Aku tak tahu lagi siapa aku.
Aku punya kepribadian ini,
dan ini kacau.
Tapi inilah aku.
Dan aku melihat diriku menjadi orang yang melakukan hal yang benar,
yang mengatakan hal yang benar,
tapi itu bukan diriku.
Kau merasa berbeda, kan?
Tentu saja aku merasa berbeda.
Aku dalam pengobatan.
Itulah intinya, kan?
Ya, itulah intinya.
Kau hanya belum merasa nyaman dengan kepribadian baru ini.
Tetapi aku tak bisa menjadi orang ini tanpa minum pil.
Pil memberimu ruang untuk bernafas.
Rasanya seperti semuanya ditutup-tutupi.
Kusarankan kau tetap minum obat, tapi itu bukan pilihanku.
Itu pilihanmu.
Kau mau lepaskan diri dari pil?
Oh, sayang. ke sini.
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Jika saja hidupku bisa seperti di film-film.
Kuingin malaikat turun ke arahku seperti pada Jimmy Stewart
dalam "It's A Wonderful Life" dan membujukku agar tak bunuh diri.
Aku selalu menunggu satu momen kebenaran untuk membebaskanku
dan merubah hidupku selamanya.
Tapi tak pernah datang.
Tidak bekerja seperti itu.
Semua obat, semua terapi, perkelahian, kemarahan, rasa bersalah, Rafe,
pikiran bunuh diri.
semua itu adalah bagian dari proses pemulihan yang lambat.
Dengan cara yang sama aku turun,
aku kembali naik.
Bertahap,
dan lalu secara tiba-tiba.
Pil bukanlah penyembuh, dan Tuhan Maha Tahu.
Tapi itu memberiku ruang untuk bernafas,
yang membuatku bisa menulis lagi.
Hanya kali ini, tidak seakan ini mempertaruhkan hidupku.
~Thanks For Choosing This Translation~ "Semoga Terhibur" "CoolBreeze"
7 TAHUN KEMUDIAN, BUKU "PROZAC NATION" KARYA ELIZABETH WURTZEL TERBIT DAN MENJADI BEST-SELLER.
DI AMERIKA SENDIRI, LEBIH DARI 300 JUTA RESEP DIBUAT SETIAP TAHUN UNTUK PIL PROZAC DAN OBAT ANTI DEPRESI LAINNYA.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.