Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
-- Diterjemahkan oleh pakesbeye -- Resync/Edited By (Coffee_Prison)
Suatu hari di musim semi...
seorang murid memperhatikan dahan-dahan pohon yang bergerak tertiup angin.
Dia lalu bertanya kepada gurunya...
"Guru, dahan itu bergerak sendiri atau disebabkan oleh angin?"
Tanpa menoleh ke arah yang ditunjukkan oleh si murid...
sang guru tersenyum dan berkata...
"Bukanlah dahan-dahan itu maupun anginnya yang bergerak... "
"melainkan hati dan pikiranmu. "
Sun-Woo, kau harus kebawah sebentar.
Mengapa?
Ada sedikit masalah.
Baik, akan kutangani.
Mohon maaf, jam kerja kami telah usai.
Silahkan berdiri dan tinggalkan ruangan ini, sebelum kuhitung sampai tiga. Satu.
Dua.
Tiga!
Duduklah, bodoh!
Min-Gi, kunci pintunya.
Bangsat kau!
Mari pak.
- Kami pamit. - Silahkan.
Ya, pak. Akan kutransfer uangnya besok pagi.
Baik, akan segera saya tutup pak, pak.
[ A BITTERSWEET LIFE ]
Jadi, sudah kau selesaikan urusan yang kemarin?
Sudah, pak.
Bagus. Kau selalu bisa diandalkan.
Sepertinya anak ketua Baek yang membuat masalah.
Ya, bukan sepertinya lagi, ketua Baek sendiri terlibat dalam hal ini.
Anaknya dijadikan renternir...
Saya dengar ketua Baek tertarik dalam bidang ini.
Kerangnya, pak.
Ada kabar yang mengatakan bahwa ketua Baek membuat kesepakatan dengan Asia Tenggara.
Mengapa?
Dia berusaha untuk mempekerjakan wanita dari Filipina dan bukan dari Rusia.
Brengsek. Bapak dan anak sama saja.
Ini aku...
Moon-Suk.
Seharusnya aku tidak membawa mobil...
Kuharap aku tidak mengganggu?
Oh, cukup.
Apa itu? Kerang?
Aku minta satu.
Baik, pak.
Aku minta maaf tentang masalah kemarin.
Aku tak percaya itu terjadi. Apalagi hanya kutinggal sebentar.
Padahal kau cukup sibuk diatas, kan.
Mereka kemarin hanya anak-anak sekitar sini.
Tidak perlu khawatir, pak.
Menurutmu apa yang kau lakukan?
Pak?
Apa kau berkepentingan disini?
- Aku hanya... - Keluar sekarang.
Keluar dan tunggu!
Jadilah cerdas.
Segala yang baik ada padamu sekarang.
Tapi dunia ini tidak mudah.
Seratus keberhasilan yang kau buat, bisa hancur hanya dengan satu kesalahan.
Baik, akan selalu kuingat itu, pak.
Akan kukaji ulang hubunganku dengan ketua Baek.
Akan tetapi, alasan sebenarnya aku mengajakmu bicara adalah...
Aku harus pergi ke Shanghai besok siang untuk sebuah urusan...
Aku butuh bantuanmu sebelum aku pergi.
Ini tentang...
Tuangkan aku minum.
Oh, ya, pak. Maaf
Sebenarnya...
Aku punya pacar seorang gadis muda.
Seseorang yang sangat kuperhatikan.
Dia tidak seperti kita. Dia orang yang sangat istimewa.
Apakah aku membuatmu bosan?
Oh... selamat, pak.
Lupakan tentang "selamat."
Soalnya, aku berpikiran kalau dia menemukan pria baru.
Beberapa pria muda sering mengelilinginya.
Ini membuatku gila, dan aku tidak bisa memberitahu orang lain.
Kau tahu, kau adalah satu-satunya orang yang bisa kuajak bicara.
Tak seorangpun tahu seberapa besar kekhawatiranku akan hal ini.
Jadi, aku ingin kau mengawasi Hee-Soo selama 3 hari.
Mengawasinya?
Mengawasinya. Memperhatikannya.
Cari tahu, apakah dia benar-benar tertarik dengan orang lain.
Mungkin ada orang brengsek yang ingin mengganggunya.
Perhatikan apakah dia memberikan tubuh dan jiwanya serta semuanya.
Kau pasti tahu prilaku anak muda, pertama menyikutkan tangan kebahu...
lalu berpegangan tangan, berciuman, lalu... kau tahulah...
bagaimana selanjutnya.
Dan aku tak bisa menjauhkan pikiranku tentang semua itu darinya.
Tolol, kan?
Tidak, pak.
Bodoh.
Jadi ... aku ingin kau cari tahu siapa saja orang yang ditemuinya.
Dan apa yang dia lakukan saat mereka bertemu.
Hanya untuk 3 hari
Ini alamat Hee-Soo dan nomor teleponnya.
Kuharap dia tidak menemui siapapun, tapi jika dia...
Jika mereka terlihat seperti terlibat dalam...
Hubungi aku segera. Atau kau selesaikan sendiri.
Maaf?
Kau tahu, aku tidak suka jika dibohongi, kan?
Cinta bukanlah cinta jika kau dibohongi, kan.
Kau bisa menghubungiku di sini saat aku di Shanghai.
Langsung.
Selamat malam.
Kau punya pacar?
Tidak pak.
Pernahkah dirimu jatuh cinta
Tidak, kau tidak.
Itulah sebabnya aku mempercayakan pekerjaan ini padamu.
Itulah mengapa aku menyukaimu.
Ayo berangkat.
Selamat jalan, pak!
Ketua Kang menyuruh saya untuk memberikan ini kepada anda secara pribadi.
Maaf?
Ketua Kang menyuruh saya untuk memberikan ini kepada anda secara pribadi.
Apa itu?
Wow, ini terlihat sangat lucu.
Sangat mirip tuan Kang.
Ini lucu.
Bukan begitu?
Halo, belum.
Sudah siap? Tunggu sebentar...
Presiden Kang mengatakan, aku juga harus mengantar anda.
Oh, aku bisa pergi sendiri. Kau bisa pergi, tidak apa-apa.
- Saya diperintahkan begitu. - Aku yang akan bilang padanya nanti.
Baiklah, sampai jumpa.
Jika anda membutuhkan sesuatu, silahkan hubungi saya di sini.
Terima kasih, aku tidak membutuhkannya.
Oh, sini, biar aku simpan.
Selamat tinggal.
Hee-Soo, Hee-Soo.
Mereka senang sekali berputar-putar... Apa karena mereka masih muda?
Mengapa dia tidak keluar?
Hei, Moon-Suk. Apakah semua baik-baik saja?
Apa?
Ketua Baek, brengsek itu...
dia terus menelepon dan menggangguku.
Menanyakan bagaimana bisa kita melakukan ini padanya.
Dia bilang dia kehilangan muka karena kamu.
Dia ingin bertemu denganmu.
Aku bilang tidak, anak buahnya yang harus disalahkan.
Tapi dia bersikeras ingin bertemu denganmu.
Dia meneleponku setiap 10 menit.
Kupikir kau harus...
Apa lagi ini ... Siapa yang menggangguku sekarang?
Lihat? Dia menelepon lagi. Aku sudah muak dengan ini.
Kau urus sendiri.
Halo, disini Kim Sun-Woo.
Jika ada yang ingin kau katakan, kemarilah dan katakan langsung padaku.
Aku tutup teleponnya.
Sudah kuurus.
Halo, halo. Dia... halo? Halo?
Bangsat itu menutup teleponku.
Dasar bajingan tak tahu diri. Halo?
Haruskah aku?
Biarkan!
Tertawa? Kau pikir itu lucu? Lucu ya?
Apakah kau selalu tersenyum seperti orang idiot begitu... Tak heran jika seseorang menendang pantatmu.
Dasar brengsek, lihat aku.
Lihat aku, bangsat.
Lucu?
Maaf, pak.
Kau pikir ini lucu?
Lucu, lucu, lucu?
Lucu?
Sial!
Apa yang ada di otakmu? Kau hanya akan memperburuk suasana!
Hei, ini karena ulahmu.
Aku mengurusnya sebab kau tidak ada disana.
Sebenarnya ini adalah pekerjaanmu. Seharusnya kaulah yang menyelesaikannya.
Mereka ingin berurusan dengan kita...
...dan yang mereka lakukan adalah menggertak kita.
Tidak pahamkah, kau?
Jadi kau menguliahi aku sekarang?
Hei, taruh teleponnya disini.
Ya, pak.
Disini, pak.
Apa-apaan kau ini?
Kau pikir aku mesin penjawab telepon?
Tidakkah kau berpikir kalau kita perlu menekan angkanya?
Kau suruh aku menekan dengan mulutku?
Bajingan bodoh.
Panggil Oh Moo-Sung dari Samseongyo.
Ya, pak.
Kau tidak menjawab teleponku, jadi aku meninggalkan pesan ini.
Jika kau punya waktu senggang, aku perlu bantuanmu sebentar.
Hubungi aku sebelum jam 3 sore. Lebih dari itu, tidak jadi.
Jika kau menerima pesan ini...
Ya, ini aku, Sun-Woo.
Ah, ya. Jam berapa? Dan sekarang jam...
Aku akan sampai dalam sejam.
Aku dalam perjalanan .
Tuan Kang bilang, kau seorang pria yang menakutkan.
Maaf?
Dia bilang begitu?
Ya...
Kau ini semacam aparat penegak, begitu ya?
Aku memberimu kartu namaku waktu itu.
Aku bekerja di sebuah hotel.
Jadi kau seorang aparat penegak untuk hotel?
Aku bukan orang semacam itu.
Kau begitu membosankan untuk diajak bicara.
Bolehkah aku menanyakan sesuatu?
Tentu.
Bagaimana pertama kali kau bertemu tuan Kang?
- Sebentar. - Baik.
Berapa harga lampu merah ini?
$280
$280?
- Oke, permisi. - Silahkan.
Ayo.
Apa yang kau tanyakan tadi?
Kapan aku bertemu dengan tuan Kang?
Ya.
Mengapa kau ingin tahu?
Hanya... kau tak harus menjawabnya.
- Hai. - Hai.
Sini aku yang bawa.
Maafkan aku.
Untuk apa?
Untuk pertanyaan tadi.
Tidak apa-apa.
Terima kasih untuk kesediaanmu mengantarku. Aku tidak ingin makan sendiri.
Jika kau ingin melihat-lihat, kau bisa masuk lewati pintu itu.
Pulangmu nanti bagaimana?
Tidak sulit mencari taksi di sini.
Kalian siap semua?
- Ya, siap. - Oke.
Mulai.
Halo, Min-Gi.
Seseorang datang menemuimu pagi ini
Siapa?
Oh Moo-Sung. Apakah kau mengenalnya? Sepertinya orang suruhan ketua Baek.
Oh Moo-Sung? Aku tidak kenal.
Ada yang lain?
Moon-Suk juga mencarimu. Kau ingin bicara dengannya sekarang?
Tidak, Min-Gi, jangan sambungkan aku dengannya.
Aku akan sampai ke hotel segera.
Ya, ya, ya.
Habiskan.
Seseorang datang.
Hei, Sun-Woo, kemarilah.
Sun-Woo?
Halo.
Kemarilah, sini.
Sini.
Mengapa kau tidak mampir barang sebentar?
Ji-Hyun, beri tuan Kim kursi.
Kemarilah.
Silahkan duduk.
Hei, mengapa kau selalu begitu tertutup tentang segala hal yang kau lakukan?
Ada apa?
Minumlah.
Kalian para gadis, keluarlah.
Apa yang kau lakukan?
Jangan merusak suasana. Tenang.
Beri salam pada ketua Baek.
Dari Agen Manajemen Baek-Sang.
Hai. Maafkan tentang ketidaksopananku kemarin.
- Aku kira kita telah salah paham. - Itukah sebabnya kau datang kemari?
Ya, dan...
Tidak ada kesalahpahaman.
Kau pikir siapa kami ini?
- Hai, Sun-Woo! - Kau diam saja.
Jangan suruh orang-orangmu untuk mengacau lagi.
Sun-Woo!
Dia di sini sebagai tamuku hari ini!
Bisa-bisanya kau lakukan ini padaku?
Aku melakukannya karena kamu.
Kim Sun-Woo, kau pikir semua isi dunia adalah milikmu?
Jangan lakukan apa pun yang akan membuatmu menyesal.
Apakah kau tidak akan pergi?
- Kau saja duluan. - Sampai ketemu.
Hee-Soo.
Hai.
Kencanmu baik-baik saja hari ini?
Berhentilah bercanda.
Kau bilang akan tidur dimana malam ini?
Trims.
Bagaimana kita melakukannya?
Aku akan meneleponmu besok.
Hubungi aku...
Ya, Min-Gi.
Si brengsek itu tak becus menyetir!
Aku tidak bicara...
Aku tadi bukan bicara denganmu.
Bagaimana dengan Moon-Suk?
Sudahkah kau pergi ke klub?
Oke.
Siapa itu?
Siapa itu?
Se-Yoon, jangan!
Se-Yoon!
Hentikan!
Kau bajingan!
Kau tahu siapa yang akan aku telepon, kan?
Punya kata-kata terakhir?
Kau selesaikan sendiri.
Baik. Ini adalah apa yang akan kita lakukan.
Aku akan memberimu kesempatan.
Dengar. Kalian berdua.
Kalian tidak boleh bertemu lagi.
Semua ini, anggap saja tidak pernah terjadi diantara kita, aku anggap ...
kejadian hari ini tidak pernah ada.
Hapus semuanya.
Tidak hanya dari ingatan kalian, tapi dari tingkah laku kalian juga.
Jangan katakan itu sulit...
Karena ini bisa jadi lebih serius daripada yang kalian bayangkan.
Tidak ada yang perlu dipikirkan lagi, jadi...
Kau, cepatlah berpakaian dan tinggalkan tempat ini.
Se-Yoon, jangan lakukan ini.
- Se-Yoon! - Hee-Soo, Hee-Soo.
Hee-Soo.
- Tinggalkan aku! - Dengarkan aku!
Lepaskan aku!
Apakah kau benar-benar percaya kami bisa melupakan apa yang sudah terjadi di sini malam ini.
- Ini... - Apakah kau... benar-benar... berpikir begitu?
Aku pikir... cuma ini cara terbaik keluar dari masalah ini.
Baik, kau bisa pergi sekarang.
Hee-Soo.
Tak ada lagi yang ingin kukatakan.
Kau mengerti, kan. Aku tak bisa berkata apa-apa lago?
Haruskah aku berterima kasih karena kau telah menyelamatkan hidupku?
Silakan pergi sekarang. Aku akan melakukan seperti yang kau katakan.
Hee-Soo.
Bukan begitu caranya
Kau tahu, ini takkan bisa dihapus.
Hei, buka jendelanya.
Hei!
Bajingan itu!
Ada apa dengan orang itu?
Hei!
Bangsat!
Siapa disana?
Keluarlah,
Keluarlah bangsat!
Cepat keluar. Sekarang.
Apakah kau sendirian?
Ayo kita duel satu satu.
Aku Oh Moo-sung dari Samseongyo.
Aku tak peduli siapa kamu, ayo cepat majulah.
Aku muak berbicara.
Tenang.
Aku kemari hanya ingin menyampaikan pesan.
Apakah Baek yang mengirimmu?
Katakan padaku.
Minta maaflah. Lalu, semuanya akan selesai.
"Aku. Yang. Salah. " Hanya tiga kata.
Jika kau katakan tiga kata tersebut, Sesuatu yang mengerikan takkan pernah terjadi.
"Aku. Yang. Salah. " Hanya tiga kata.
Enyahlah. Kau. Bangsat.
Pikirkan lagi.
Berhentilah bicara dan enyahlah dari sini.
Semua orang punya kehidupan sendiri.
Apakah kau tidak akan menjawab teleponnya?
Tidak apa-apa, bukan telepon penting.
Apakah kau mau kubuatkan kopi?
Tidak. Aku akan segera pergi.
Kemarilah.
Kau terlihat sangat kesal.
Ada apa?
Tidak aku baik-baik saja.
Ehm, sebenarnya aku mau bilang...!
aku akan pindah.
Aku akan menjual rumah ini.
Kau tahu mengapa aku menyukaimu?
Itu karena kau tidak pernah ambil pusing dengan apa yang dikatakan orang.
Itu menarik.
Awalnya aku berpikir kalau kau terlalu muda.
Tapi aku tetap datang untuk menemuimu, seperti hari ini.
Dan kau terus membuatku ingin selalu menemuimu.
Itulah yang kusuka darimu.
Apa kau juga berpikir jika menjadi muda itu adalah berkah.
Ketika kau beranjak tua, Kau kehilangan kesabaran.
Bibi...Bibi...
Bibi...Bibi...
Bibi...Bibi...
Hei, Sun-Woo.
Ya ampun.. Orang hebat seperti anda mengapa...
...bisa berada ditempat seperti ini, hah?
Ya ampun, kau terlihat sangat berantakan, bukan begitu?
Tahukah kamu apa yang sedang kamu lakukan sekarang?
Dasar, keparat busuk.
Jangan buang waktu, cepat singkirkan dia.
Ini benar-benar kotor.
Dimana tuan Kim yang sombong sekarang berada?
Tersenyum, seperti seorang profesional. Tersenyum.
Kami takkan pernah melupakan ini.
Kau tak tahu apa yang sedang terjadi.
Tetaplah menunduk, bangsat!
Kenapa kau melakukannya?
Mengapa kau tidak menghubungiku?
Seperti bukan kamu saja.
Jadi apa alasannya?
Apakah kita sedang berbicara?
Inikah akhir yang kau inginkan?
Semua ini sekedar bisnis saja.
Jangan menyalahkan siapapun.
Dunia adalah panggung yang lucu.
Kau tahu sebabnya?
Orang tidak peduli dengan sampah.
Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi hari esok.
Apa yang akan kau lakukan?
Santai dan duduklah yang manis.
Tn.Moon.
Ya, pak. Baik.
Boss memberimu kesempatan.
Mengapa kau tidak melapor padaku?
Mengapa kau membuat kesalahan itu?
Jika mereka berdua tidak bertemu lagi...
Teruskan.
Jika mereka bisa memegang janji tersebut, aku pikir itu adalah jalan keluar yang terbaik.
Tidak...tidak, bukan itu yang ingin kudengar. Katakan alasan yang sebenarnya.
Jujurlah padaku.
Apakah karena dia?
Apa?
Kau tidak bisa mengatakan?
Kembalikan teleponnya pada Moon.
Baik, pak. Laksanakan.
Ya.
Baik, pak.
Pegang lengannya.
Apa yang akan kau lakukan?
- Lepaskan, keparat. - Bawa kesini.
Apa yang kau lakukan?
lepaskan aku.
Hei! Hei, Moon.
Jangan lakukan ini. Jangan.
- Jangan lakukan ini. - Pegang dia erat-erat.
Hei, Moon!!
Hei! Moon, ah, Moon, Moon.
Moon, jangan lakukan ini.
Kau...
Apakah lubangnya kurang dalam?
Selamat. Ku ucapkan selamat.
Di dalam tas ada hadiah untukmu. Bukalah.
Jangan bermain-main dengan kehidupan seseorang.
Ha-ha. Bangsat kau.
Kau ingin terlihat keren sampai akhir ya, hah?
Apakah ini keren?
Lakukan apa yang kukakatakan, brengsek.
Dia bilang kau hanya punya 15 menit.
Hubungi dia segera setelah kau tahu apa yang akan kau katakan.
Ingat apa yang terjadi dengan Young-Duk saat itu?
Kau pernah mengatakan sesuatu kepadanya seperti ini ...
"Tidak ada jalan kembali. Terima saja."
Dan kau potong pergelangan tangannya.
Itu mengagumkan.
Gunakan 15 menitmu dengan bijaksana. Jangan mengecewakan bos.
Kau berutang hidup padanya.
Mereka mungkin menggali lubang tiga kali lebih dalam saat ini.
Ini.
Ya, aku mengerti.
Apakah kau akan memohon pengampunan? Jadi hanya begini saja akhirnya.
Kau adalah bangsat yang beruntung.
Berikan padaku.
Apa ini? Tak ada baterainya!
Mundur.
Berhenti menggali. Kita sangat kacau.
Oh, para brengsek kecil itu. Selalu saja tak bisa menyelesaikan pekerjaan.
Mereka lebih buruk daripada kita.
Tampaknya kau punya banyak tamu.
Ya.
Dia ingin lari lagi...
Omong-omong, dari kabar yang kudengar.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Ceritanya panjang...
Kau tak harus menceritakan pada kami awal mulanya.
Maaf, aku kurang sopan.
Tidak, tidak, aku yang salah.
Jika palu itu ringan, kuku akan tumbuh kembali.
Mari kita luruskan masalah.
Apa yang ingin kami lakukan untukmu?
Tahun lalu, seorang pemuda yang cerdas bekerja padaku.
Suatu hari aku memberinya sebuah pekerjaan yang sederhana.
Dia mungkin beranggapan kalau ini adalah masalah yang sepele. Sampai akhirya dia membuat kesalahan.
Kalau kupikir-pikir lagi, itu bukan kesalahan yang serius.
Seharusnya aku hanya menegurnya saja, dan membiarkannya pergi.
Tapi dia orangnya agak aneh.
Dia tidak akan mengakui kalau itu kesalahannya.
Dia bilang dia tidak melakukan kesalahan apa pun.
Mungkin saja dia benar. Kalau semua itu salahku.
Tapi kita bukan sebuah keluarga?
Jika seorang atasan mengatakan kamu salah, maka kamu salah...
...bahkan jika kamu benar sekalipun.
Hanya itu. Titik!
Tapi orang itu kehilangan tanganya.
Kehidupan satu orang yang menjanjikan berakhir sudah. Seperti pagi hari.
Saat ini satu tangan saja tidak cukup.
Halo? Sebentar.
Min-Gi!
Ya, halo.
Ya, aku mengerti.
Ya, Ketua Won.
Tdakkah kau pikir itu sudah cukup?
Kau baik-baik saja?
Apakah aku terlihat baik-baik saja?
Dia dulu mempunyai reputasi yang hebat bukan?
Bagaimana denganmu? Baguskah reputasimu?
Mengapa kau lakukan ini?
Kurasa aku salah menilai dia.
Apa yang akan kau lakukan?
Entahlah.
Alasan tak penting lagi saat ini.
Entahlah...
Kurasa aku harus mengakhiri ini semua.
Akan kusaksikan sampai selesai...
Siapa itu?
Siapa itu?
Perlihatkan dulu uangnya.
Akankah semua baik-baik saja? Periksalah apakah uang itu asli.
Sabar, biar kulihat. Orang macam apa dia.
Akan kau gunakan untuk apa barang ini?
Perlukah aku mengatakannya padamu?
Jika kami tidak yakin, Kami tidak bisa memberikannya padamu...
Tak peduli berapapun harga yang kau tawarkan.
Kita akan membuat kesepakatan atau apa?
Apa yang harus kita lakukan?
Aku tak bisa menebak orang ini.
Apakah dia seorang mata-mata polisi?
Apa kau yakin dia bukan mata-mata?
Sialan! Jangan berteriak di telingaku.
Tunggu ...
Biarkan aku berpikir.
Suruh dia datang besok jam empat.
Dengan uang.
Mikhail, jika itu kamu, akankah kau datang lagi?
Sialan!
Mengapa kau sebut namaku?
Kita sepakat untuk tidak menyebutkan namakan. Dasar tolol!
Bagaimana jika aku mengatakan kalau namamu adalah Myung-Goo?
Bagaimana jika seperti itu, bangsat?
Apa? Bangsat?
Ya, bangsat, Aku bilang kamu seorang bangsat!
Sialan kau brengsek, kemari sebentar.
kau mau menantangku? Cobalah, dasar idiot.
hail-hail
Ah, oke, oke.
Bajingan. Kembalilah ke negaramu!
Dasar tidak berguna...
Datanglah kesini jam 4 besok.
Datanglah sendiri.
Adakah seseorang yang bisa menjaminmu?
Kami tak bisa memberimu apa-apa kecuali kami sudah yakin padamu.
Besok carilah seseorang yang bisa menjaminmu.
Mengerti, sampai jumpa besok.
Sial...
Hei, lihat apa!
Diamlah.
Apa ini? Aku tak bisa mengenali nomor ini.
Hei, Myung-Goo, Myung-Goo!
Halo!
ini adalah wajah baru!
Apa yang kau maksud itu kamu?
Ketua Han memperkenalkanku.
Ketua Han?
Ketua Han yang mana?
Dia bilang ketua Han dari Gyungsan.
Aha! Han Sang-shik...
Apa hubunganmu dengan dia?
Dia menyuplai kami penari dari Rusia.
Sebuah klub malam, begitu ya?
Ya.
Aku paham. Tapi mengapa kau butuh barang kami?
Aku hanya melaksanakan perintah, jadi aku tidak tahu secara pasti.
Apa yang terjadi dengan wajahmu?
Apakah kau juga menggunakan barang ini sebelumnya?
Ya.
dimana?
Saat aku menjadi pengawal.
Kau seorang pemula.
Yah, aku bukan satu-satunya yang akan menggunakan ini, jadi...
Kau tahu bagaimana cara membongkar-pasang pistol?
Aku sudah pernah melakukannya.
Hei.
Hei, bawa senjatanya kemari.
Pernahkah kau...
Pernahkah kau melihat yang seperti ini?
Ini...
kemungkinan berbeda dari apa yang kau gunakan.
Senjata terbaik buatan Rusia.
Pistol Otomatis Stechkin.
Bocah-bocah KGB menggunakannya.
Kau bawa uangnya?
Sebentar.
Aku rasa, kami harus memeriksanya dulu.
Aku sudah mengatakannya.
Aku dengar apa yang kau katakan, tapi...
Aku ingin mendengar apa yang Han Sang-shik katakan.
Hei, hubungi Tn.Han...
Saat kau kembali, bawalah pelurunya.
Ini takkan lama.
Sambil menunggu, kau ingin aku mengajarimu cara menggunakannya?
Baiklah, sekarang lihat aku dan ikuti apa yang kulakukan.
Kau harus mampu melakukannya sebelum mengajari orang lain.
Baik, lihat.
Paham?
Cepat, cepat, cepat.
Perhatikan baik-baik.
Sekarang, pertama...
buka tutup ini...
lalu dorong dan masukkan.
Mudah, kan? Selanjutnya...
isikan pelurunya...
Dan lalu... dor.
Mudah, kan?
Coba sekali lagi. Ini.
Baik, mari kita lihat apa benar kau tadi memperhatikan.
Mereka bilang mereka akan menelepon lagi nanti.
Baiklah, baiklah, sebentar.
Hei, lihat ini.
Kita cocokkan waktunya, oke?
Hei, tanpa peluru. Siap?
1.., 2.., 3.
Sial.
Halo? Siapa?
Ah, tuan Han.
kau mengirim seseorang?
Kau tahu, seorang petugas.
Hah?
Kenapa dia? mabuk lagi?
Abang!
Kenapa tidak menjawab?
kau tidak ditempat ya?
Aku baru saja tiba.
Aku bawa barang dagangan.
Aku akan ke sana dalam sejam.
Sampai ketemu.
Berhenti menatapku dan hubungi ketua Baek.
Aku tidak punya banyak waktu.
Apa yang kau lakukan? Cepatlah katakan...
Arena es, kan?
Aku sudah menunggu di sini dari tadi.
Hubungi aku segera bila kau menerima pesan ini.
Sialan, sangat dingin di sini.
Kejutan?
Kukira kita takkan pernah bertemu lagi. Senyum.
Hei, bersikaplah profesional.
Aku melakukannya, dan banyak orang memiliki kenangan buruk, kan?
Kenangan yang tidak pernah bisa dihapus, apapun yang terjadi.
Tapi setidaknya kau dapat menghapus jejaknya...
Maksudku, orang-orang yang menyebabkan kenangan itu.
Apa yang kau bicarakan?
Hidup ini penuh dengan sampah. Mengapa kau bertingkah seperti anak kecil?
Aku bilang kalau kau adalah kenangan buruk bagiku.
Dan aku...
oh, lupakan. Aku ingin bertanya satu hal.
Mengapa kau berbuat seperti itu padaku?
Oh, aku...aku, apa yang kulakukan...
Hei, tuan Sun-Woo...
Kau brengsek.
Sial, kau orang yang brengsek!
Kau bangsat sialan!
Kau pikir aku seorang amatiran?
apa artinya itu?
Kau pikir ini tidak adil? Tidak adil?
Tahukah kau alasan untuk semua ini?
Kau terus saja mencari ditempat yang salah.
Seharusnya kau tidak datang padaku.
Hidup adalah tentang penderitaan.
Tidakkah kau tahu itu?
Hei kau, berdiri tegak. Tegak.
Aku mengajarimu sesuatu. Berdiri yang tegak.
Sebentar. Tunggu.
Sial.
Ah, keparat.
Apa itu tadi?
Oh, hai, bagaimana kabarmu?
Apakah kau mendengar suara tembakan?
Suara dari lubang, yang merobek kehidupan.
Hah? Oh, oke.
Semua kejadian sulit hari ini. Semua orang mempunyai masa-masa sulit.
Semakin dingin. Musim dingin telah tiba.
Terlalu sulit untuk hidup.
Aku ingin tahu, sebenarnya apa yang dilakukan para polotisi kepada kita.
Karena jalur baru "khusus bis", Mengemudi jadi lebih sulit.
Pak, antarkan aku kepusat kota.
Oh, baik.
Kau salah memilih musuh. Perhatikan dirimu.
Sial.
Lepaskan talinya.
Beri aku telepon.
Apa?
Bawa teleponnya kesini, bangsat!
Akan kubuat jadi mudah.
Pernahkah kau melihat Sun-Woo?
Maksudmu tuan Kim?
Benar, Manejer Kim.
Kau tidak melihatnya akhir-akhir ini, kan? Kemana dia?
Bagaimana aku tahu?
Hei Mi-Ae. Aku dalam perjalanan sekarang.
Ya.
[ 1 Panggilan tak terjawab: Kim Sun-Woo ]
Keluar, cepat!
Hei, cepat!
Aku akan kebawah. Hubungi aku jika terjadi sesuatu.
Ini. Orang itu menjatuhkan ini lalu pergi.
Bagaimana bisa sampai kesini?
Tak apa-apa.
Tak apa-apa...
Moon-Suk.
Siapa itu?
Anda tidak boleh lewat sini, pak.
Janganlah membuat keributan.
ini adalah pemberhentian terakhirku.
Aku takkan pergi kemana-mana.
Kau benar-benar menginginkannya sampai sejauh ini?
Mengapa kau lakukan ini padaku?
Katakan mengapa.
Kau menghinaku.
Tidak, bukan hal seperti itu. Katakan alasan yang sebenarnya.
Katakan padaku.
Aku sudah berpikir keras tentang hal ini, tapi aku masih belum mengerti.
Katakan, bagaimana kita bisa sampai sejauh ini?
Bagaimana ini bisa terjadi?
Apakah kau benar-benar ingin membunuhku?
Benarkah itu?
Aku melayanimu seperti anjing, selama tujuh tahun.
Katakan sesuatu padaku.
Apa saja. Katakan padaku!
Apa yang merasukimu?
Apakah karena dia?
Jangan lakukan ini.
Kita tidak bisa kembali ke masa lalu, bukan?
Halo?
Halo?
Ini terlalu keras ...
Satu malam di musim gugur, seorang murid terbangun sambil menangis.
Lalu sang guru bertanya kepada si murid...
- "Apakah kau bermimpi buruk?" - "Tidak."
"Apakah kau bermimipi sedih?"
"Tidak," jawab si murid.
"Aku bermimpi indah."
"Lalu mengapa kau menangis begitu sedih?"
Si murid menjawab dengan tenang, sambil menyeka air matanya...
"Sebab mimpi indah itu tidak bisa menjadi kenyataan."
-- Diterjemahkan oleh pakesbeye -- Resync/Edited By (Coffee_Prison)
English Subtitle and Ripped by [ SkyFury ]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.