Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Baiklah.
Mari kita mulai dan berhenti bermain-main.
Pada hari Jumat, 15 Februari 2019 kembali lagi di APM Radio.
Kami mendedikasikan program ini untuk Donald Trump.
Pasalnya, teman kita Donald Trump mengatakan bahwa dia ingin mendeklarasikan
keadaan darurat nasional agar dia bisa mulai membangun tembok perbatasan Meksiko!
Faktanya, Presiden Amerika Serikat membutuhkan 5,7 miliar
untuk mulai membangun tembok tersebut.
Orang ini tahu banyak tentang uang, dan jika dia mengatakan bahwa...
Ya, mungkin itu benar.
Kita semua bisa memulai penggalangan dana
menyumbangkan apa yang kita bisa untuk tembok Trump.
-Satu euro, dua, seratus.... -Terminal satu atau dua?
-Terminal satu. -Maskapai apa?
AirFlight.
Baiklah, berita hari ini.
-Kenapa? -Sepertinya aku lupa membawa...
-Apa? -Pasporku.
Apa kau bisa berhenti sebentar?
...bencana alam karena semua orang tahu tembok itu adalah bencana alam.
-Periksa di sini. -Ada.
-Ada? -Ketemu.
-Lanjutkan saja? -Ya.
Hai, Ayah!
Ya, kami sedang dalam perjalanan. Semuanya sudah siap.
Ayah, kami akan pulang setiap tahun.
Sampaikan salamku.
Ada salam dari Diego.
Baiklah, aku akan menghubungimu saat kami sampai.
Aku sayang Ayah. Aku juga.
Sampai jumpa.
Ya. Kami sedang dalam perjalanan ke bandara.
Aku akan meneleponmu saat sudah sampai di sana.
Terima kasih.
Terima kasih.
Penumpang sekalian, karena kita akan segera mendarat di Bandara Newark
mohon gunakan kamar mandi sekarang
-karena kami akan membatasi aksesnya. -Permisi.
Bagi penumpang yang duduk, pastikan sandaran kursi dan meja nampan
-dalam posisi tegak lurus. -Terima kasih.
Pastikan sabuk pengaman terpasang dengan benar
dan semua barang bawaan disimpan di bawah kursi depan
atau di tempat penyimpanan di atas kepala. Terima kasih.
Penumpang sekalian, katalog bebas bea akan ditutup untuk penjualan
karena kita sudah mendekati bandara tujuan.
Silakan gunakan kesempatan ini untuk melakukan pembelian terakhir.
Perlu diketahui bahwa pembelian Anda akan...
Sialan.
Halo. Hai. Halo. Kami di sini dengan visa imigran kami dan...
kami akan pindah ke sini...
Penumpang sekalian, seperti yang disampaikan pramugari
kita akan mendarat, tanda sabuk pengaman menyala...
Ari! Kami baru saja...
mendarat di New York, dan kami punya waktu sekitar dua jam
sebelum terbang ke Miami. Dan juga, kami akan...
kami akan memasukkanmu ke daftar orang yang akan mengunjungi kami. Jadi...
aku harap Sergi baik-baik saja. Cium dia dan kuharap Bernat merasa lebih baik.
Dan aku akan menghubungimu saat aku tiba.
Aku menyayangimu.
Setiap orang yang tiba di bandara di AS harus diperiksa oleh petugas bea cukai
dan perlindungan perbatasan untuk mematuhi peraturan imigrasi
bea cukai, dan pertanian. Semakin internasional...
Visa lewat sini! ESTA lewat sini!
Air minum ada padamu?
-Aku lapar. -Ya.
Siapkan paspor kalian!
Formulirnya ada padamu atau aku?
Ada padamu. Lihat di sakumu.
Tidak ada. Formulirnya hilang.
Tidak. Kau yang menghilangkannya.
Di sana, dekat antrean dimulai, ada banyak formulir kosong.
Terima kasih. Tunggu, pegang ini.
Pegang ini.
Tolong semuanya maju!
-Kau butuh bantuan? -Tidak!
Tidak perlu khawatir.
Aku bisa sendiri.
Boleh kulihat paspornya?
Itu visaku.
Kau dari Barcelona?
Ya.
Bahasa Katalanmu sangat bagus.
Guruku sangat hebat.
Ya. Sepertinya aku melihat kalian di pesawat.
Tidak. Ini bukan visa yang sesuai.
Menakutkan, bukan?
Maju!
Benar-benar menakutkan.
Kau orang Latin?
Ya.
Formulirnya.
Tinggal diisi. Kau punya pulpen?
Tidak.
-Permisi. Apa kau punya pulpen? -Ya, ini.
Terima kasih.
Tidak membawa buah. Tidak membawa sayuran.
Tidak membawa binatang.
Uang tunai 10.000 euro. Tidak.
Semoga kita mendapatkan yang nomor 18.
Kita di sini sebagai apa?
Penduduk atau pengunjung?
Kosongkan saja.
-Ya, kosongkan saja. -Maaf.
-Kembalikan saja saat kita sudah masuk. -Baiklah. Terima kasih.
-Sama-sama. -Terima kasih.
Baiklah.
Keluarga... dua orang. Baiklah.
Selesai!
Selesai. Tadi kau bilang apa?
Semoga kita mendapatkan yang nomor 18.
-Sama-sama. -Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Baiklah. Berikutnya.
Nomor 18, ayo.
Halo. Selamat pagi.
-Halo. -Halo. Hai.
Pak, tolong turunkan itu.
Baiklah.
Maaf.
Tolong paspornya.
Tolong paspornya, Pak.
Apa kalian ada hubungan keluarga?
Ya, kami ada dengan visa imigran kami.
Baiklah.
Pak, bisakah kau letakkan keempat jari kananmu di mesin pemindai?
Ya.
-Bisa tolong ulangi? -Ya.
Maaf.
Baiklah. Sekarang jempol kananmu.
Sekarang tangan kirimu.
Sekarang jempol kirimu.
Baiklah. Tolong lihat ke kamera.
Baiklah.
Selanjutnya kau, Bu. Seperti tadi. Tangan kanan.
Baiklah. Sekarang jempol kananmu.
Sekarang tangan satunya.
Sekarang jempol.
Baiklah. Tolong lihat ke kamera.
Baiklah.
Ikuti aku.
Apa ada yang salah?
Tolong ikuti aku.
Mungkin mereka hanya ingin memeriksa visa kita saja.
Maaf. Kita mau ke mana?
Ke Ruang Pemeriksaan Sekunder.
Silakan duduk di sini.
Kita harus bertanya kepada mereka ada apa.
Ya.
-Ayo. -Tunggu.
Baiklah.
Halo Pak, maaf.
Apa ini akan lama?
Kami ada penerbangan lanjutan ke Miami.
Semuanya juga begitu. Silakan duduk.
-Baiklah. -Baiklah.
Kita tidak akan sempat bertemu dengan adikku.
Pesawatnya baru berangkat dua jam lagi.
Ya, tapi dia menunggu kita di luar.
Aku akan meneleponnya.
Pak!
Tidak boleh menggunakan telepon di sini!
Dia bilang apa?
-Maaf. -Tidak boleh pakai telepon?
Baiklah.
Pak Bachir. Kemarilah.
Kenapa membawa begitu banyak barang bawaan?
Aku membawa hadiah untuk keluargaku.
Menurutmu berapa lama mereka akan menahan kita di sini?
Sepertinya tidak akan lama.
Sial, kau benar. Kita seharusnya makan tadi.
Aku selalu benar.
Berapa lama kau berencana untuk berada di sini?
-Permisi. -Ya?
Sudah berapa lama kau menunggu di sini?
-Sekitar tiga bab. -Apa?
Tiga jam.
Terima kasih.
Waktunya satu setengah jam lagi.
-Hei. -Apa yang kau lakukan?
Ini.
Baiklah.
Ya.
-Baiklah. -Kau baik-baik saja?
-Baik. -Ya.
-Pak Hernández, Bu Pà mies. -Ya.
Apa tujuan kunjungan kalian?
-Kami akan pindah ke sini. -Baik.
Dan visa imigran kami disetujui di Spanyol.
Apa kalian terbang langsung dari Spanyol?
Ya.
Berarti kalian tidak ada penerbangan lanjutan.
-Itu... -Tidak.
Kami terbang dari Barcelona ke Madrid, kemudian Madrid ke New York.
Baiklah kalau begitu kalian terbang langsung dari Spanyol.
-Ya. -Ya.
Hanya itu yang kutanyakan.
-Siapa yang membeli tiketnya? -Kami sendiri.
Di mana?
Internet.
Baiklah. Silakan duduk.
-Terima kasih. -Ya.
Maaf, apa di sini ada tempat untuk membeli makanan?
Tidak ada, Bu.
-Kalau minum? -Tidak ada.
Sebaiknya jangan bertanya terus.
-Semakin sedikit mengeluh, semakin baik. -Kenapa?
Karena jika mereka marah, kau bisa kacau.
Kalau mereka membuatku kesal, aku bisa mengacaukan mereka lebih lagi.
Tidak. Tunggu saja. Kita harus melihat garis besarnya.
Tapi jika kita harus di sini selama lima jam, setidaknya beritahu kita.
Setidaknya kita harus tahu apa yang sedang terjadi.
Sederhana.
Mereka memeriksa informasi. Kau harus menunggu di sini.
Kemudian mereka akan memanggilmu untuk menanyakan beberapa pertanyaan.
Selesai.
Tapi jika kau membuat mereka tidak nyaman...
mereka bisa menyebalkan.
Maksudmu semakin menyebalkan?
Sambutan yang ramah sekali!
Bu, Pak.
Ikuti aku.
Ayo.
Bu?
Duduklah.
Kau. Letakkan barang bawaanmu di atas meja.
-Tolong dibuka. -Baik.
Siapa yang mengemas koper ini?
Aku. Bukan, kita.
Apa itu?
Pemeriksaan rutin.
Apa kau membawa gawai? IPad atau ponsel?
Aku membawa ponsel.
Bisakah kau mematikannya, taruh di koper dan menguncinya?
Seseorang sedang menunggu kami di luar.
Kami harus memberi tahu mereka bahwa kami sudah sampai.
Apa tujuan akhir kalian adalah New York City?
Bukan, Miami.
Lalu kenapa ada orang yang menunggu kalian di sini?
Dia adikku.
Kami ingin menyapa sebelum terbang ke Miami.
Kau tahu berapa lama waktu untuk keluar dan masuk kembali melewati keamanan?
Bisakah kau menaruh ponsel dan barang bawaanmu?
Pak, duduklah.
Bu!
Tolong kemarikan barang bawaanmu.
Siapa yang mengemas koper ini?
Aku.
Kau atau kalian berdua?
Aku!
Kau suka membaca?
Ya, masalah?
Apa ini?
Obat-obatanku.
Dan ini?
Suntikan insulinku.
Aku penderita diabetes. Itu hanya...
Apa yang dia lakukan?
Tidak bisa kupercaya.
Aku takut.
-Apa? -Tidak, maksudku...
Ponselmu, Bu.
Ponsel.
Baiklah.
Bagus.
Dan ini?
Ini tasku yang lain.
Isinya dokumen-dokumen kami.
Biar kulihat.
Ini.
Tasnya.
Duduklah, Bu.
Kemari.
Kemari.
Kemari.
Ayo.
Kemari.
Kemari.
Pak Hernández, bisakah kau melangkah ke sini?
Apa ada yang memberimu sesuatu di pesawat atau di bandara?
Berdirilah, Bu.
-Tidak ada. -Tolong berbalik.
Apa ada yang memberimu sesuatu di pesawat atau di bandara?
Tidak ada.
Berbaliklah.
Tolong berbalik.
Kalian berdua bisa duduk sekarang.
Tunggu di sini. Seorang petugas akan segera menemui kalian.
-Ini tidak normal, bukan? -Tidak.
Kenapa mereka menggeledah kita seperti ini?
Pengacara bilang mereka mungkin akan menanyakan
lebih banyak pertanyaan, tapi tidak seperti ini.
Entahlah. Aku tidak pernah digeledah seperti ini selama hidupku.
Seumur hidupku!
Mungkin karena paspormu yang dicuri.
-Dicuri. -Ya...
Tidak, tapi itu seharusnya sudah diurus.
Entahlah.
Menurutmu apa kita sedang direkam?
Tidak.
Sepertinya tidak.
Tapi mereka bisa merekam kita jika mereka mau.
Aku tidak peduli!
Kau tidak menyimpan ganja di badanmu atau apa pun, 'kan?
Tidak.
Diego Hernández Armas?
Bu, duduklah.
Jadi.
Diego Hernández Armas.
Lahir tanggal 14 Juli 1981? Di Venezuela?
Ya.
-Dan Elena... -PĂ mies.
Pami... PĂ mies Bassedas.
-Lahir di Spanyol... -Barcelona.
Tanggal 4 Desember 1987?
Ya.
Apa kalian membawa dokumen pemeriksaan kesehatan dan berkas-berkas kalian?
Maaf, tapi kami ada penerbangan lanjutan.
Kami harus segera pergi ke pintu keberangkatan.
Dan ada orang di luar yang menunggu kami.
Jadi, kalian ada penerbangan lanjutan, atau ada yang menunggu kalian. Yang mana?
Dua-duanya.
Aku tidak peduli dengan keduanya sekarang.
Bisa berikan hasil tes kesehatanmu? Pak Hernández duluan.
Ya.
Sekarang punyamu, Bu PĂ mies.
Apa kalian punya paspor lama?
Tidak.
Kau punya?
Pernah masuk ke Amerika Serikat dalam sepuluh tahun terakhir?
Ini.
Negara yang dikunjungi dalam sepuluh tahun terakhir.
Ada di dokumen yang sama.
Seharusnya ada di dua dokumen yang berbeda.
Supaya kalian tahu saja.
Akun media sosial dan nama pengguna?
Ya.
Diego Hernández Armas, lahir 14 Juli 1981?
Ya.
Ada apa dengan wanita ini, dia ingin bermain-main dengan kita?
Berapa kali kita harus mengalami hal ini?
Sebanyak yang diperlukan.
Baiklah, maaf, tapi kami tak mengerti kenapa kami harus melakukan ini
mengulangi semuanya lagi dan lagi.
Demi kebaikan kalian sendiri, kusarankan kalian
menjawab pertanyaan yang diajukan di sini.
Dan kuingatkan bahwa berbohong di negara ini adalah sebuah kejahatan.
Pak Hernández, apa kau punya kewarganegaraan lain?
Tidak.
Apa status legalmu di Spanyol?
Aku memiliki izin tinggal sebagai mitra dari anggota Uni Eropa.
Itu saja?
Aku mengajukan permohonan kewarganegaraan Spanyol.
-Apa kau sudah menerima jawabannya? -Belum.
Kau tak perlu berada di Spanyol untuk menyelesaikan proses ini?
-Ya. -Jadi, kau melepaskan kesempatan itu?
Kami punya batas waktu untuk datang ke sini.
Apa maksudnya?
Artinya, aku harus melanjutkan prosesnya dari sini.
Apa itu bisa dilakukan?
Semoga saja.
Kau adalah pasangannya?
Ya.
-Elena PĂ mies, lahir di Spanyol... -PĂ mies.
-Tanggal 4 Desember 1987. -Di Barcelona.
Kau menerima Visa Keberagaman ini karena kau mendaftar ke Lotere Kartu Hijau AS.
-Betul? -Betul.
-Siapa pemenangnya? -Aku.
-Maaf. Boleh aku minta air? -Kau mendaftar juga?
Ya.
-Tapi kau tidak menang. -Ya.
Apa ini pertama kalinya kalian mendaftar untuk lotere visa?
-Aku ya. -Aku tidak.
Tahun berapa kau mendaftar?
Tahun ini.
Tahun 2012 dan pertama kali tahun 2008, kurasa.
Yang ketiga biasanya berhasil?
Kau sangat ingin datang ke AS, ya?
Bagaimanapun caranya.
Siapa saja anggota keluarga yang sudah mengajukan visa ini?
Ayahku dan adik perempuanku.
-Apa mereka sudah mendapatkan visa? -Belum.
Apa kalian menikah?
Tidak, kami adalah pasangan domestik.
-Apa? -Pasangan domestik.
-Ikatan sipil. -Benar sekali.
Kenapa kalian tidak menikah?
Untuk apa?
Kapan kalian menandatangani ikatan sipil kalian?
-Dua tahun yang lalu. -Ya.
Apa kalian punya kerabat di sini?
Bibi dan pamanku dan saudara tiriku tinggal di New York.
Apa mereka warga negara Amerika?
Bibi dan pamanku warga negara Amerika. Saudaraku belum.
Dan kau, Bu PĂ mies?
Tidak ada.
-Kau seorang penari? -Ya.
Kau berlatih di mana?
Di Brussels.
Berapa lama kau berada di Brussels?
Tiga tahun.
Di sana banyak imigran, 'kan?
Ya.
Jadi, kau adalah seorang perencana kota?
Betul.
Menurut data yang kami miliki di sini, kami menemukan bahwa
saat prosedur ini disetujui, statusmu sedang menganggur.
Ya.
-Dan kau? -Tidak, aku bekerja.
Kerja apa?
Guru.
-Mengajar apa? -Menari.
Di mana?
Di Barcelona, di sebuah sekolah tari.
Siapa yang kau ajar?
Anak-anak kecil.
Kenapa kalian memutuskan untuk datang ke sini?
-Untuk... -Untuk bekerja.
Kenapa tidak memilih negara Eropa lain, bukankah akan lebih mudah bagi kalian?
Kami ingin mencoba negara di luar Eropa.
Kenapa tidak Kanada?
Atau bahkan Australia. Ada beberapa program yang bagus untuk pasangan asing.
Sebagai pasangan muda, kami lebih suka mencoba sesuatu di sini.
Usia 32 dan 38 tahun tidak dianggap sebagai pasangan muda di sini.
Jadi, menurut kalian, lebih mudah mencari kerja di AS daripada di Spanyol?
Menurutku, kualifikasi pekerjaanku lebih dihargai di sini daripada di Spanyol.
Namun dari yang kulihat di sini, kau tidak memiliki dokumen
yang menunjukkan bahwa kau memiliki tawaran pekerjaan atau sponsor.
-Aku mendapat tawaran dan... -Apa ada yang tertulis?
Tidak.
Jadi, kau tak punya kontrak atau apa pun.
Ya, tapi aku akan menemuinya minggu depan.
Biar kuingatkan, kau belum resmi berada di Amerika Serikat.
Meskipun kau memenangkan Lotere Visa, wawancara ini adalah penentunya.
Keputusan ada di tanganku.
Apa kota tujuan akhir kalian?
Tujuan akhir kami adalah Miami.
Setelah itu?
Tidak ada, kami berencana untuk tinggal di Miami.
Jika di Miami sulit, mungkin New York atau Philadelphia.
Atau San Francisco...
Atau San...
Apa kalian sadar betapa jauh dan berbedanya kota-kota ini satu sama lain?
Ya.
Kami terbuka dengan semua pilihan.
Kenapa Miami?
Bibi dan pamanku ada di sana.
Apa kalian sudah memberikan dokumen yang berisi saldo bank kalian?
Ada di sana.
-Ada salinannya... ini dia. -Ya.
Hanya ini yang kalian punya?
Ya.
Kami rasa itu sudah cukup.
Apa kalian punya properti atas nama kalian, di Spanyol, Venezuela?
Di negara lainnya?
Tidak ada.
-Mobil? -Tidak ada.
Tidak ada apa pun atas nama kalian?
Kami punya seekor anjing.
Kalian membawanya?
Tidak sekarang.
Apa kalian pernah ditolak visanya?
Untuk Amerika Serikat?
Ya.
Visa kemampuan luar biasa.
Alasan apa yang mereka berikan pada kalian?
Aku tidak tahu, mereka tidak menjelaskannya kepada kami.
Apa saja kemampuan luar biasa yang kau sertakan dalam pengajuanmu?
Karier profesionalku.
Kenapa kau tidak mengajukannya dengan kemampuanmu?
Karena kami pikir kemampuannya memiliki peluang yang lebih baik.
Mungkin sebaliknya.
Kenapa kami menjawab pertanyaan yang sama seperti di Kedutaan?
Karena kami memiliki informasi baru.
Kami sedang membandingkan data.
Kapan kalian bertemu?
Di Barcelona.
-Kapan? -Tiga tahun yang lalu.
Barcelona. Di mana?
Di sebuah pesta.
Apa kalian tinggal bersama sebelum menandatangani ikatan sipil?
Ya.
Berapa lama sebelumnya?
Enam bulan.
Siapa yang mengusulkannya?
Kami berdua.
Apa ada acara keagamaan atau semacamnya?
Tidak. Kami hanya menandatangani surat-suratnya.
Tidak ada yang lain?
-Ya. -Kalian tidak beragama?
-Tidak. -Tidak.
Tapi kami menghormati semua agama.
Orang tua kalian menyetujui ikatan ini?
Ya, tentu saja.
-Ya. -Orang tuamu, Pak Hernández
-apa mereka tinggal di Spanyol? -Tidak.
Mereka ikut menyaksikan penandatanganan?
Tidak, mereka tak bisa datang.
Kapan terakhir kali kau masuk ke Amerika Serikat?
Sekitar...
Empat tahun yang lalu.
Apa ini pertama kalinya kau dibawa untuk diinterogasi?
Ya.
Tapi kau pernah menjalani pemeriksaan sekunder sebelumnya, bukan?
-Ya. -Karena di sini dikatakan bahwa
kau bepergian dengan paspor curian.
Kau mencurinya?
-Tidak. -Lalu siapa?
Tidak ada. Masih ada padaku.
Sebenarnya, itu...
-Yang ini? -Ya.
Siapa yang melaporkannya dicuri?
Aku tidak tahu.
Itu salah paham.
Ini sudah diperiksa.
Ngomong-ngomong, bahasa Inggris-mu sangat bagus.
Apa kau sering berlatih?
Namun aksen Spanyol-mu terdengar sedikit aneh.
Karena aku bertahun-tahun jauh dari Spanyol.
Apa kau gugup?
Sedikit.
Kenapa?
Ini membuatku gugup.
Apa yang membuatmu gugup?
Ditanyai.
Kau tahu apa yang membuatku gugup?
-Pembohong. -Semua ini bisa membuat orang gugup...
Nona! Aku sedang bicara dengan Pak Hernández.
Jadi, kalian berdua bisa dibilang hampir hidup sebagai pasangan de facto, kan?
Karena pernikahan tidak cocok untuk kalian, bukan?
Mungkin pernikahan itu sedikit kuno.
Untuk generasi sebelumnya. Begitukah?
Ya, kurasa begitu.
Tapi itu tidak mengubah cintamu pada pasanganmu
bahkan jika kau tidak ingin menikahinya.
Tidak, tentu saja tidak.
Lalu kenapa dulu kau menikah dengan orang Amerika?
Kau belum pernah ditanya seperti itu, 'kan?
-Kau menikah dengan orang Amerika? -Tidak. Aku belum menikah.
-Kau yakin? -Ya, aku yakin.
Meskipun kau tak percaya pada pernikahan, kau mengajukan visa tunangan, bukan?
-Ya. -Kenapa?
Aku pernah berpacaran
-dan kami bertunangan. -Kapan?
Aku tidak ingat.
Kau seharusnya ingat. Itu belum lama.
Di sini tertulis bahwa visa itu disetujui.
Ya. Tapi aku tidak datang ke wawancaranya.
Kenapa?
Karena kami mengakhiri hubungan kami.
Siapa namanya?
Kate RodrĂguez.
Dia tinggal di mana?
Dulu dia tinggal di Miami.
Dia sudah tidak tinggal lagi di Miami?
-Aku tidak tahu. -Apa pekerjaannya?
Koki.
Di mana kalian bertemu?
Di internet.
Di mana kalian bertemu langsung pertama kali?
Kami tidak pernah bertemu secara langsung.
Kenapa?
Kami tidak pernah bisa bertepatan.
Aku tak punya visa dan dia tak bisa bepergian.
Kau tak menghubunginya lagi?
Tidak.
Berapa lama hubungan itu bertahan?
Sekitar setahun.
Setahun!
Kalian tidak pernah bertemu?
Secara langsung, tidak.
Kapan kalian bertunangan?
Setelah kami berpacaran selama tujuh bulan.
Berapa usiamu saat itu?
Aku tidak ingat.
Ingatanmu cepat sekali hilang.
Berapa perbedaan usia kalian?
Delapan... Sepuluh tahun.
Siapa yang lebih tua? Kau atau dia?
Dia.
Berarti...
usianya 45.
Kau tahu di negara ini, pernikahan demi kenyamanan dianggap sebagai kejahatan?
Ya, aku tahu.
Apa kau menjalin hubungan dengan Kate RodrĂguez untuk mendapatkan dokumen?
Tidak, tidak seperti itu.
Di sini tertulis bahwa visa ini telah disetujui
tetapi kau tidak datang ke wawancara di konsulat di Caracas.
Kau tidak berada di Caracas, 'kan?
Ya, aku sudah pergi.
Ke Barcelona.
Kurasa ada sesuatu yang janggal di sini.
Apa kau bertunangan dengan Kate RodrĂguez
di saat yang sama ketika kau sudah berpacaran dengan dia?
Itu sebabnya aku meninggalkan Kate. Aku bertemu Elena dan semuanya berubah.
Tapi, kecuali jika kau berbohong padaku
sepertinya kau bertunangan tujuh bulan setelah kalian mulai menjalin hubungan.
Mungkin kau tak ingin melewatkan kedua kesempatan itu.
Jawablah.
Kenapa kau bertunangan pada saat itu
dan kali ini kau memutuskan untuk menjalin ikatan terbuka?
-Apa yang berubah? -Itu dua situasi yang sangat berbeda.
Tapi untuk tujuan yang sama, untuk mendapatkan visa.
Tidak.
Aku tahu kau tak punya anak.
Ya.
Apa kau sedang hamil?
Tidak.
Apa kalian punya anak dari hubungan sebelumnya?
Tidak.
Kau?
Tidak.
Apa ada anggota keluarga yang bergantung pada kalian di sini atau di luar negeri?
Tidak ada.
Tolong antarkan Bu PĂ mies ke ruang tunggu dan berikan segelas air?
Bu PĂ mies, mari.
Pak Hernández, tunggulah di sini.
Aku akan segera kembali.
Pak Hernández.
Apa kau mencintai pasanganmu?
Suara apa itu?
Ponselku.
-Matikan ponselmu. -Aku harus menjawabnya, itu adikku.
Dia menunggu kami di luar.
Keluarkan. Matikan.
Kenapa aku tidak boleh menjawab teleponku?
Ini adalah interogasi. Matikan dan duduklah.
Ya, tapi...
Cukup, berikan ponselmu.
Tidak, baiklah, aku akan mematikannya.
-Berikan teleponnya padaku. -Aku akan mematikannya.
Buka kuncinya.
-Sungguh? -Ya.
-Kau mau apakan ponselku? -Kau menyembunyikan sesuatu?
Tidak, tapi...
Kami bisa memeriksa kopermu, kami bisa memeriksa ponselmu...
Kau bawa laptop? Ya, laptop juga.
Apa kata sandinya?
Verdi217.
Tolong ejakan.
V kecil...
e-r-d-i...
2-1-7.
Biar kulihat.
Sudah benar?
-Tidak ada huruf kapital, tanpa spasi? -Ya, benar.
Baiklah.
Hei. Ini. Bawa ini ke bagian IT.
Terima kasih.
Jadi, Pak Hernández, apa kau mencintai pasanganmu?
Ya, tentu saja.
Dulu aku juga pernah mencintai orang lain.
Di sisi mana dia tidur?
Kanan.
Apa dia tipe pencemburu?
Tidak, tidak juga.
Tidak juga. Tidak? Dia tidak pernah cemburu?
Mungkin sekali.
Pada siapa?
Temanku.
Siapa namanya?
Federica.
Federica?
Apa ada masalah?
-Jawab saja pertanyaannya. -Di mana kau ingin pensiun?
Aku tidak tahu.
Tidak tahu. Kau tak pernah membicarakannya dengannya?
Tidak juga. Tidak.
Kapan terakhir kali kalian bepergian bersama?
Musim panas tahun ini.
Negara mana saja yang kalian kunjungi tahun lalu?
Italia, Prancis...
-Belgia. -Apa kau pernah bepergian sendiri?
Berlin. Caracas.
Kapan terakhir kali kau mengunjungi Venezuela?
-Tahun lalu. -Berapa lama?
Sebulan.
Kenapa?
Tidak apa-apa.
Untuk mengunjungi keluarga.
Ada lagi?
Aku memperbarui pasporku.
Kau pergi jauh-jauh ke Venezuela untuk memperbarui paspor?
Lebih cepat kalau di sana.
Saat pergi ke Venezuela, apa pasanganmu ikut?
-Tidak. -Pernahkah dia ke sana?
-Tidak pernah. -Kenapa?
Bukan waktu yang tepat untuk berkunjung.
Kenapa begitu?
Kau tahu apa yang terjadi di sana, 'kan?
Di sana sedang terjadi kekerasan dan situasi politiknya juga kacau.
Kenapa?
Apa maksudmu kenapa? Kau tidak melihat berita?
Apa menurutmu aku punya waktu untuk menonton berita dari Venezuela?
Kau bisa dijebloskan ke penjara, atau ditembak atau hilang.
Begitulah keadaannya.
Apa di sana tidak ada polisi?
Polisi di sana sama sekali tidak seperti di sini.
Jadi, kau pernah mendapat masalah.
Aku diculik.
Kau diculik oleh polisi?
Mereka bilang mereka polisi.
Kapan itu terjadi?
Setahun sebelum aku pindah.
Bagaimana kau bisa keluar?
-Aku membayar. -Jadi, kau menyuap polisi?
Berapa lama kau diculik?
Seharian.
Bukan hal yang aneh.
Apa kau akan kembali tinggal di Venezuela?
Sekarang? Tidak.
Kau tahu bahwa kau hanya memiliki kewarganegaraan Venezuela, 'kan?
-Ya. -Jika kau berpisah dengan pasanganmu
ke mana kau akan pergi?
Kau harus kembali ke Venezuela.
Sekarang.
Kenapa aku harus berpisah dengan pasanganku?
Bagaimana jika dia memutuskanmu?
Beritahu kami kenapa kau memilih Barcelona?
Aku ingin belajar di sana.
Apa saat itu kau berencana untuk tinggal di Barcelona?
Tidak, aku tidak tahu itu akan terjadi.
Kapan kau memutuskan untuk tinggal dan menetap di Barcelona?
Apa?
Kapan kau memutuskan untuk tinggal dan menetap di Barcelona?
Ketika aku bertemu Elena.
Ketika aku bertemu Elena!
Apa kau pernah menjalin hubungan lain sebelum dengan Bu PĂ mies?
-Di Spanyol? -Dari pernikahan pertamamu dan yang ini.
Saat itu aku belum menikah dan sekarang juga belum.
Tapi apa kau pernah berkencan
-dengan seseorang pada kurun waktu itu? -Ya.
Dengan siapa?
-Teman sekamarku. -Dari mana dia berasal?
Kassel.
-Di mana itu? -Jerman.
Kau punya selera untuk banyak negara.
Kau suka mencampurnya, bukan?
Seberapa sering kau melakukan hubungan intim?
Apa?
Seberapa sering kau berhubungan intim dengan pasanganmu?
Kau serius?
Entahlah. Dua kali seminggu!
Apa kau ingin punya anak?
-Ya. -Secepatnya?
Ya. Tidak.
-Tapi tidak sekarang. -Apa kau tidak apa-apa...
memiliki anak sendiri jauh dari rumah?
Aku tinggal jauh dari keluargaku cukup lama dan baik-baik saja. Ya.
Apa kau mempercayai pasanganmu?
Ya, tentu saja.
Apa menurutmu dia mempercayaimu?
Ya.
Apa kau sudah menceritakan pertunanganmu sebelumnya padanya?
Ya. Kami sudah membicarakannya.
-Berarti dia tahu? -Ya.
Dia secara sadar tahu tentang pertunanganmu sebelumnya?
Ya.
Diego.
Aku tahu ini tidak nyaman.
Seseorang seperti pasanganmu dapat membuat perbedaan.
Aku tahu apa yang sedang kau lakukan.
Aku tak menghakimimu.
Aku tidak menghakimimu.
Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan.
Kau pikir kau imigran pertama yang datang ke sini
dengan sudah menyiapkan segalanya untuk tinggal?
Dia menikahi seorang perempuan keturunan Amerika dan...
sekarang dia sudah memiliki kartu hijau.
Aku tidak melakukan itu.
Katakan yang sebenarnya dan kita akhiri ini.
Kau tak bisa masuk, tentu saja, tapi...
kau kembali ke Spanyol, di mana kau bisa dengan mudah menyelesaikan prosedurmu.
Katakan yang sebenarnya.
Jika kau tidak mengatakan yang sebenarnya, kami akan memenjarakanmu
entah berapa lama
kami akan mendeportasimu ke Venezuela
dan kau tidak akan bisa kemari, bahkan untuk berlibur.
Katakan!
Aku menjalin hubungan dengan dia untuk kepentingan dokumen.
Itu saja.
Aku tidak melakukan apa yang sepupumu lakukan.
Apa?
-Kau menghakimi sepupuku? -Tidak, hanya saja...
Ini adalah hal yang berbeda.
Karena kau berimigrasi ke sini dengan uang.
Kau bukan salah satu dari orang-orang yang menyeberang masuk.
Kau... Apa namanya?
Seorang yang sombong.
Apa kau orang yang datang ke sini dan meremehkan para pendatang baru?
Bagiku, tidak ada bedanya.
Aku lebih suka orang yang menyeberang masuk.
Aku lebih menghormati mereka.
-Tolong bawa Bu PĂ mies ke sini. -Baik, Pak.
Bu PĂ mies, masuklah.
Bagaimana keadaanmu?
Pak Hernández, pergilah dengan petugas dan tunggu di aula.
Aku butuh gula.
Maaf. Apa?
Aku penderita diabetes. Aku butuh asupan gula.
Sekarang?
-Ya. -Tidak bisa nanti?
-Apa kau membawanya? -Di dalam koperku.
Silakan.
Bawa ponselmu juga.
Baiklah.
Apa kata sandinya?
1-8-1-1.
Mike.
1811.
Bisa kau jelaskan padaku apa ini?
Tolong dalam bahasa Inggris.
Nanti kita bahas itu.
Baiklah.
Sial! Ada apa?
Biar kulihat ada apa.
Hei, teman-teman.
Ada apa?
Aku akan memeriksanya!
Jangan khawatir, kawan, akan segera selesai.
Sebentar saja.
Kami sedang mengatasinya.
Kau baik-baik saja?
Baiklah, ayo pindah.
Kita ke ruang tiga.
Tidak, tinggalkan saja barang-barangmu di sana. Tidak apa-apa.
-Di sini? -Ya, tidak akan apa-apa.
-Mike, ruang tiga sudah siap, 'kan? -Ya.
-Tolong tutup sebentar. -Baik, Pak.
Apa kau ingin punya anak?
Apa?
Kenapa kau ingin tahu? Itu bukan urusan kalian.
Itu urusan kami.
-Ya. -Secepatnya?
Aku tidak tahu.
Apa kau sudah mendiskusikannya dengan pasanganmu?
Sudah.
Jadi, kau ingin punya anak
yang jauh dari rumahmu, dari keluargamu? Tidak masalah?
Tidak masalah.
Jadi, kau sudah memikirkan apa yang akan kau tinggalkan?
Ya.
Kau tak keberatan membayar $600 per bulan untuk asuransi kesehatan.
Mau bagaimana lagi.
Apa kau mencintai pasanganmu?
Ya.
Kau tahu semua yang kau katakan di sini direkam.
Apa kau pernah menikah sebelumnya?
Tidak.
-Berapa kali kau berhubungan intim? -Dengan pasanganmu.
-Maksud kalian seks? -Ya.
Tergantung pada musim.
-Apa kau pernah ke Venezuela? -Tidak.
Kenapa?
Aku ingin, tapi...
Tapi apa?
Dia mengkhawatirkan situasinya.
Masalah politik, 'kan?
Ya. Dia khawatir sesuatu akan terjadi pada kami.
Caracas adalah kota yang sangat keras.
Jadi, kau tak kenal teman-temannya.
Kau tak tahu di mana dia tinggal.
Bagaimana kau tahu semua yang dia katakan padamu itu benar?
Aku pernah bertemu dengan orang tuanya.
Mereka mengunjungi kami beberapa bulan sekali.
Selama itu? Bagaimana hubungan kalian?
Baik-baik saja.
Baik-baik saja.
Mereka tinggal di Caracas, bukan?
Bagaimana mereka mengatasinya?
Itu tidak mudah bagi mereka.
Mereka pernah berpikir untuk meninggalkan negara itu?
Kemungkinan.
Ke mana?
Ada kemungkinan mereka pindah ke Spanyol.
Bisakah mereka melakukannya jika dia tidak tinggal di sana lagi?
-Sepertinya tidak. -Rencananya adalah membawa mereka ke sini.
Kenapa tidak?
Itu akan lama sekali.
Kau dekat dengan keluargamu?
-Ya. -Ya?
Apa mereka akrab dengan Diego?
Ya.
-Sungguh? -Apa?
Apa mereka merestuinya?
-Apa tujuan dari pertanyaan ini? -Untuk melihat apakah kau jujur pada kami.
Dia sudah menceritakan versinya. Kami ingin mendengar versimu.
Baiklah.
Ibuku awalnya tidak menyukai dia, tetapi sekarang dia menerimanya.
Ayahku tidak terlalu peduli.
Ibumu tidak menyukainya karena dia berasal dari Amerika Latin.
Bagaimana perasaanmu?
Ya...
Aku mengerti ibuku, dia dibesarkan di masa yang berbeda.
Jadi, kau tidak masalah dengan ibumu yang sedikit rasis?
Itu bukan rasis.
Dia dibesarkan seperti itu.
Seberapa sering kau menemui mereka di Barcelona?
-Tiga kali seminggu. -Tiga kali seminggu?
-Ya. -Berarti 12 kali sebulan.
Kalau 12 bulan...
sekitar 140... 150 kali setahun?
-Kurasa ya. -Ya.
Berapa usia mereka?
Ibuku 72 tahun dan ayahku 75 tahun.
Menurutmu berapa harapan hidup mereka yang tersisa? Sepuluh atau 20 tahun?
-Entahlah. -Berapa kali lagi kau bisa menemui mereka?
Sekitar sepuluh atau 20 kali lagi kau bertemu mereka sebelum mereka mati.
Dengan asumsi mereka dalam keadaan sehat...
dan jika kau bisa berkunjung setiap tahun... ya, itu tidak selalu terjadi.
Bu PĂ mies.
Ini pertama kalinya kau ke Amerika Serikat, 'kan?
-Ya. -Jadi, kau bersedia meninggalkan semua itu
dan pindah ke negara yang belum pernah kau kunjungi sebelumnya?
Aku tidak mengerti.
Apa dulu kau sering bepergian dengan perusahaan tarimu?
Ya.
-Apa pasanganmu ikut? -Tidak.
Apa itu tidak mempengaruhi hubungan kalian?
Tidak.
-Tidak? -Mempengaruhi bagaimana?
Jarak bisa menjadi masalah kadang-kadang.
Kesempatan untuk mendapatkan teman baru, wajah baru, teman lama, Federica...
hal semacam itu.
Apa kalian masih saling mempercayai satu sama lain?
Ya.
Apa kau tahu dia pernah bertunangan dengan wanita lain?
Tidak.
Memangnya itu penting?
Entahlah.
Pentingkah?
Apa yang Diego lakukan ketika kalian bertemu?
-Dia sedang menyelesaikan gelar Masternya. -Dalam urbanisme modern, benar?
Benar.
-Kalian bertemu tahun itu? -Ya.
Setelah menyelesaikan studinya, apakah dia bekerja?
Tidak.
Bagaimana dia menghidupi dirinya?
Dia bekerja paruh waktu di pabrik pakaian pamanku.
Di mana kalian tinggal sampai sekarang di Barcelona?
-Di apartemen. -Apartemenmu?
Apartemen kakekku.
Tidak hanya pekerjaan, dia juga mendapatkan tempat tinggal. Tidak buruk.
Apa kau ingat tanggal ketika kau menandatangani perjanjian ikatan sipil?
Sekitar saat itu.
Maret 2018.
Apa kau setuju untuk menjadi pasangannya untuk membantunya?
-Tidak. -Jadi kau tidak ingin membantunya?
Itu bukan alasan utamanya.
-Tapi salah satu alasannya. -Ya, supaya kami bisa terus bersama.
Seperti apa yang tunangan Amerika-nya lakukan padanya.
Apa kau pernah berpikir dia berhubungan denganmu demi dokumen?
Tidak.
Aku tahu dia membutuhkan sesuatu, tapi...
-Kurasa bukan... -Jadi, kau adalah penari?
Ya.
-Tari jenis apa? -Kontemporer.
Kontemporer. Kau mempelajarinya?
Ya!
Bisa tunjukkan pada kami?
Apa?
Tunjukkan tarianmu.
-Di sini? -Ya.
Aku tidak mau. Aku bisa menunjukkan video jika ka mengembalikan ponselku.
Aku tidak meminta. Tunjukkan saja sedikit.
Silakan.
-Tidak. -Apa?
Tidak, aku...
Aku akan melakukannya jika menjadimu.
Aku tidak akan melakukannya.
Kau tidak akan?
-Kau mengerti maksudku, 'kan? -Ya. Tapi...
Kau akan melakukannya atau tidak?
-Tidak. Aku tidak perlu membuktikannya. -Kau ingin masuk atau tidak?
Duduklah.
Silakan duduk.
Bu Pà mies, apa kau tidak sadar Pak Hernández berhubungan denganmu
karena kau adalah warga negara Eropa?
-Aku tidak setuju dengan itu. -Apa kau tidak sadar
Pak Hernández berhubungan denganmu karena kau memenangkan Visa Lotere?
-Tidak. -Apa kau tidak sadar Pak Hernández
berhubungan denganmu karena kau adalah satu-satunya jalannya untuk keluar?
-Apa kau tidak melihat -Apa?
dia mencoba melakukan yang dia lakukan pada Kate RodrĂguez padamu?
Dia mengencani kalian berdua di waktu yang sama.
Kurasa kau yang beruntung karena dia memilihmu.
Tapi apa kau tidak merasa kau jatuh cinta terlalu cepat?
Apa kau tidak merasa kau menandatangani surat-surat hukummu terlalu cepat?
Aku yakin ini bukan pertama kalinya seseorang mengatakan hal ini padamu, 'kan?
Ya, ini bukan pertama kalinya aku mendengar hal ini. Tapi apa masalahnya?
Kenapa kau tidak bisa mengencani seseorang
yang berasal dari negara yang kacau dan tidak dipertanyakan tentang hal itu?
Dengarkan aku. Apa kau benar-benar perlu
untuk menandatangani surat-surat ikatan sipil itu?
-Apa kau bahkan menginginkannya? -Pikirkanlah, Bu PĂ mies.
Menurutmu siapa yang paling diuntungkan di sini?
Bukankah visa imigrasinya sudah ditolak sejak awal?
Tolong hentikan!
Siapa yang punya ide untuk mengajukan permohonan Visa Lotere?
Dia.
Apa kau pernah berpikir untuk datang ke Amerika sebelum bertemu Diego?
Tidak.
Bu PĂ mies?
Kau adalah satu-satunya pemenang Visa Lotere ini.
Jika kau mau, kami bisa mengatur agar kau bisa tinggal di Amerika.
Hanya kau.
Mau bagaimana, Bu PĂ mies?
Biar kujelaskan.
Jangan sekarang.
Jangan bilang hanya karena aku tidak memberitahumu
tentang hal ini, kau percaya yang lainnya juga.
Aku seharusnya memberitahumu.
Aku membuat kesalahan.
Kita ketinggalan pesawat.
Kau tidak akan mengatakan apa-apa? Apa yang kau pikirkan?
Aku ingin pulang.
Tapi apa yang harus kukatakan padamu?
Aku berpacaran, dan kami bertunangan
tapi tidak berlanjut dan kami tidak menikah.
Lagi pula, kau ingin pergi juga.
Bahkan sebelum aku.
Kau ingin perubahan pemandangan karena...
orang tuamu membekapmu.
Dan situasi di Spanyol tidak jelas, 'kan?
Aku sudah berusaha keras untuk ini.
Hidupku adalah tentangmu.
Tolong jangan berisik!
Kau belum mengambil risiko sebanyak yang sudah kulakukan.
Kau selalu punya tempat untuk pulang.
Kukira kaulah yang sudah menyiapkan rencana cadangan.
Aku tidak menanganinya dengan baik, tetapi...
hubungan itu tidak pernah penting bagiku.
Kau dulu berniat untuk menikah.
Kau tahu, mereka bertanya apa aku tahu kau pernah bertunangan?
Kau menjawab apa?
Yang sebenarnya.
Bahwa aku tidak tahu sama sekali.
Apa mereka menanyakannya juga padamu?
Kau jawab apa?
Kebenarannya.
Maaf, aku ingin ke toilet.
Tolong antarkan dia.
Terima kasih.
Pak Hernández, Bu Pà mies, bisakah kalian kemari?
Perangkat kalian sudah dicadangkan
jika kami perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Barang bawaan kalian akan segera menyusul.
Selamat datang di Amerika Serikat.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.