Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Download Movies & Series di Adikfilm https://adikfilm.link
Ponce, cepat!
Cukup dengan kunang-kunangnya. Kau tahu hal aneh terjadi malam hari.
Namun, Ibu hanya ingin tiba di pegadaian tepat waktu.
Ibu mencuri tempat lilin Don Diego…
Kau banyak bicara.
Ayo, jalan lebih cepat.
Nak.
Pastor.
Aku tidak mengenalimu.
Akan kuberikan sebagian kue berasku.
Ibu?
Ibu!
Lari.
Lari!
Pastor, ampuni anakku.
Kumohon, Pastor.
Ibumu menyayangimu.
Benar.
Rahasiakan ini, ya?
- Kita akan mengejutkannya. - Baiklah.
Baiklah. Dia sudah tiba.
Dokter, dia sudah tiba.
Anak-anak?
Ada apa ini?
Sayang.
Sayang.
Kenapa kau di sini?
Aku tahu kau sangat menyayangi anak-anak ini,
jadi kuputuskan menjadikan mereka saksi.
Agar kau tidak akan mundur.
Agnes, Sayang, kau tahu kaulah cahayaku,
hidupku,
dan cintaku.
Akan kuterobos surga dan neraka agar bisa bersamamu
selamanya.
Agnes Salvador.
- Maukah kau... - Jonathan.
Kau yakin?
Kenapa tidak?
Seorang pria harus mengendalikan hidupnya.
Aku yakin.
Bisa kuselesaikan?
Ya.
Agnes Salvador.
Maukah kau menikahiku?
Jawablah ya!
Nanti minya mengembang!
Ya!
- Baiklah. Ya! - Ya!
Ya!
- Ya! - Ya.
- Aku cinta kau. - Aku cinta kau.
Ayo makan mi.
- Hore! - Ayo, mari makan!
Habiskan semuanya.
Agnes?
Ini salahku.
Nona Agnes tak bisa disembuhkan.
Dia sudah sekarat.
Setelah semua yang terjadi,
aku tidak pernah membayangkan
dia tega melakukan ini kepadaku.
Kau akan hidup.
Akan kupastikan itu.
Tunggu.
Dengar,
Jonathan.
Kau baik-baik saja? Kau mau air?
Mimpi buruk lagi?
Tentang Agnes lagi?
Mimpiku selalu sama, Lucas.
Aku melamarnya, lalu...
Jangan khawatir.
Dia akan pulih, jika itu kehendak Tuhan.
Mungkin kau bisa mengenalkanku kepada Agnes.
- Kita bisa… - Lakukan pengurapan?
Lucas, sudah kubilang. Agnes belum mati.
Maksudku mendoakannya, Jonathan.
Aku ini diaken, tak bisa mengurapi orang sakit.
Tampaknya kita sudah sampai di kota terlantar.
Baik, aku akan membantumu.
Namun, tepati janjimu.
Jangan khawatir.
Hei, mereka sudah sampai!
Bibi Mes!
Bibi Mes!
Bibi Mes.
Omong-omong, apa yang kau cari?
Sesuatu.
Hai, Pak!
- Pak! Apa kabar? - Amal!
Lama tidak bertemu.
Terakhir kita bertemu, kau masih kecil.
Di mana Mes?
Bibi Mes
istirahat di rumah!
Dia terkena strok saat siaran langsung.
Dia ketagihan siaran.
Kuno, bukan? Kabarnya itu dibangun era 1800-an.
Kenapa dr. Jonathan tiba-tiba ingin pulang kampung?
Katanya, dia harus mencari sesuatu sebelum rumahnya disita.
- Mencari apa? - Entahlah.
Pak!
Pak, kau tak apa?
Jon, dari mana saja?
Astaga.
Maaf berantakan.
Semua ini dijual.
Dijual?
Rumah ini akan disita.
Jadi, setelah Pak Jon tanda tangan berkas bank,
semua sudah bersih.
Maaf, di sini seperti bau vagina.
Astaga.
Pak Pastor, maafkan aku. Aku lupa kau telinga Yesus.
Aku masih diaken.
Aku Saudara Lucas.
Saudara Lucas…
Kau yang diamksud Pastor Mac
soal pemimpin katekisasi untuk Penguatan kami.
Untung kau datang dengan Pak Jon.
Pak!
Tunggu.
Ini dia.
Pak, mereka berkata dia adalah nenek buyut dari nenek buyutmu,
Doña Facunda. Lihat wajah cemberut itu.
Pria yang di sini
adalah John Rey Mallari.
Dia semacam
kakek buyut dari pamanmu.
Dia seorang dokumenter selama Perang Dunia II.
Pembuat film independen, keren!
Apa pekerjaannya?
Kalau ini,
dia adalah Pastor Juan Severino Mallari,
putra dari Doña Facunda.
Dia pastor paroki.
Digantung.
Semacam dibunuh.
Lukisan itu juga disita?
Sayang sekali.
Jon, lihat ini.
Ada proyektor tua. Aku ingin tahu apa isinya.
John Rey Mallari.
Tahun 1946.
Pria di lukisan itu.
Pak, jika orang bertanya kepadaku alasanmu kembali ke sini,
akan kuberi tahu mereka bahwa kau di sini untuk penyitaan rumah.
Kenapa mereka bertanya?
Gosip khas kota.
Keturunan Severino Mallari telah kembali.
Pembunuhan bisa terjadi lagi.
Hei!
Itu tidak sopan!
Ayo. Aku akan mengantarmu keluar.
Jon, aku akan melapor ke gereja paroki.
- Ayo pergi. - Dah, Pak.
Dari mana kau dengar semua itu?
- Maaf. - Berhenti bergosip.
Di mana?
Di mana ruangannya?
Sekarang kau bisa mulai pengakuanmu.
Pastor Mac, kurasa
aku ini nonbiner.
Nonbiner?
Kau bahkan tidak tahu cara mengeja kata itu.
Gereja tidak setuju
mengubah hal yang Tuhan berikan kepada kita saat lahir.
Namun,
jika itu mendekatkanmu kepada Tuhan, maka lakukanlah.
Didi, kita belum selesai.
Kau dengar itu?
Pastor menyetujui wanita trans!
Kau dalam masalah, Pastor! Kau akan tren di internet!
Hei, itu ponselku!
Aku akan menjebak Pastor Mac, ya?
Jika dia berkata orang trans dilarang,
yang buktikan Gereja ketinggalan zaman.
Hei! Kalian siap?
Ayo pergi!
Hei!
Saudara!
Didi,
akan kuganti ponselmu.
Tak usah, Pastor.
Aku mencurinya dari pelanggan.
Akan kuganti.
Lain kali, izinkan aku siaran.
Seharusnya jangan berbuat begitu kepada Didi.
Apa kata kaum muda kritis sekarang?
Bagaimanapun, terima kasih karena menyelamatkanku dari pengucilan.
Kau terlalu baik kepada mereka.
Tindakan seperti itu harus dihukum, Pastor.
Didi hampir tersesat,
berkeliaran di alun-alun malam hari.
Tahu julukan Didi?
- Apa? - Perancap.
Bercanda! Kata Didi, "Tertipu!"
Ini kamarmu.
Belum dibersihkan sejak seminaris yang terakhir menggunakannya
pergi tiba-tiba.
Apa yang terjadi?
Jatuh cinta dengan putra altar.
Akan kubersihkan kamar ini, Pastor.
Kami di sini hanya beberapa pekan.
Hanya sampai berkas penjualan beres.
Kau sangat setia kepada keluarga Mallari.
Saat dengar kepulangannya, kau tinggal semua demi dia.
Tentu saja, Pastor.
Keluarga Mallari membantu kami selama puluhan tahun.
Ibu Jon membiayai sekolahku di Holy Angel.
- Kau tahu di mana itu? - Ya.
Berarti,
kau keluarga Alarcon dari Guagua?
Benar, Pastor.
Sebenarnya, Pastor,
alasanku datang ke sini bersama Jon
karena aku penasaran soal peristiwa di rumah itu.
Selain itu,
bagaimana kisah Pastor Severino Mallari?
Kemarilah.
Pastor Severino Mallari.
Aneh, bukan?
Aku merinding.
- Apa? Ada patungnya… - Dari tahun 1812.
Saat itu, Pasor Severino baru diangkat jadi pastor paroki.
Kenapa ada di sini?
Mau kupamerkan?
Dia pastor paroki yang membunuh 57 orang.
Banyak korbannya tak ditemukan.
Aku tak mau dikucilkan.
Jadi, kusimpan di belakang.
Namun, dahulu orang bilang
bahwa Pastor Severino hanya membunuh bandit,
tuan tanah yang kejam, dan penjahat.
Pembunuh berantai yang main hakim sendiri.
Keren, bukan?
Aduh.
Sensitif?
Apa…
Saatnya doa malam. Naruto lupa membunyikan bel lagi!
Naruto!
Naruto!
Apa yang terjadi kepadamu?
Bagaimana awal mulalnya?
Astaga.
Kameraku buram
karena ponselku yang lain
dihancurkan oleh pastor.
Baiklah.
Ya, kau membuatku bergairah.
Kau suka ini?
Itu bagus.
Tunjukkan kepadaku. Tunjukkan lagi. Ayo!
Ayolah, Sayang.
Aku suka penampilanmu.
Ya, itu bagus sekali.
Suka pria tampan, ya?
- Maaf, Pak Horlick. - Kau membuatku senang.
Gelap sekali!
Tunggu sebentar.
Ada yang mengintip.
Berengsek!
Ayolah.
Ya, benar begitu.
Kapan kau akan melepas pakaianmu? Ayolah!
Lakukan sekarang. Ya. Sekarang!
Sayang.
Sayang.
Apa ada orang di belakangmu?
Ada yang menonton?
Sayang…
Sayang?
Tolong!
Sayang!
Tolong!
Tolong!
Dasar bodoh!
Sudah kubilang ikat patung itu ke gerobak.
Maafkan aku, Nyonya.
Dasar bodoh.
Kami akan berikan patung itu untuk putraku.
Dia pastor paroki baru di gereja ini.
Doña, kau bisa turun dari kereta sekarang.
Kemari, aku mau membuang pinang ini.
- Ibu! - Putraku!
Syukurlah perjalanan Ibu aman dari Bacolor.
Tepat waktu.
Pelayan kita untuk rumah baru ada di sini.
Maria Capac, kepala pelayan.
Aku Maria, kepala pelayanmu, Doña Facunda.
Aku bersumpah untuk melayanimu selama sisa hidupku.
Nak,
apa aku harus bersabar dengan wajah wanita itu?
Ibu.
Ini gerejanya, Bu.
Kusekolahkan ke Universitas Santo Tomas,
tetapi ini yang diberikan kepadamu.
Sebuah kapel?
Ibu.
Aku yakin Ibu akan senang di sini.
Ini santo pelindung
kesukaan Ibu.
Santo Bartolomeus, sang rasul.
Doña, pinangmu.
- Bodoh! - Ibu.
Aku tidak akan mengunyah pinang di depan santo pelindungku.
Kau tahu kenapa Santo Bartolomeus membawa parang?
Karena dahulu, dia menebas semua bidat sesat
dari Armenia sampai India.
Sebagai pembalasan atas hal itu,
musuhnya mengulitinya hidup-hidup.
Bagus sekali.
Memang sangat bagus.
Aku sayang Ibu.
Terima kasih, Mosang.
Ibu,
mata Ibu bisa sakit.
Tunggu sebentar, ini hampir selesai.
Luar biasa, Nieves.
Cukup untuk malam ini.
Maria Capac memasak sup darah.
Rasanya pedas.
Kau tidak tahu organ apa yang dia gunakan.
Mungkin isi perut manusia.
Seramnya!
Jangan bilang begitu, itu bisa menjadi kenyataan!
Apa kau tak melihat
penyembuh tradisional di dalam gereja?
Dia menjual lilin hitam.
Jadi, orang-orang di sini pasti mempraktikkan ilmu sihir.
Kenapa Ibu membeli jimat darinya?
Ibu.
Mungkin ada troll di pohon kenitu.
Mungkin ada tikbalang di pohon bambu.
Aku harus pergi.
Kenapa kau harus pergi? Sudah larut.
Ibu, pastor paroki tidur di gereja.
Aku akan ke Manila besok untuk mengambil barang-barangku.
Selamat malam, Bu.
Suruh Juancho segera kembali.
Tidak ada pria di rumah ini.
Baik, Bu.
Maria?
Ambilkan teh kamomil.
Maria?
Dasar wanita kurang ajar!
Nieves?
Kau mendesis pada siapa?
Doña?
Severino!
- Doña! - Severino!
- Severino, tolong aku! - Doña!
- Ikut kami! - Severino!
Tolong aku, kumohon!
Akan kukirimkan ini ke pasienmu, agar semua kena serangan jantung.
Aku hanya melakukan tugasku kepada pasien jantung nomor satuku.
- Apa yang kau mau dariku? - Banyak anak!
- Tiga anak, maksimal. - Delapan sekaligus.
- Delapan? - Rambut ikal.
Dengan rambut ikal?
- Maksudmu, aku seperti babi? - Bercanda!
- Aku seperti babi? - Aku hanya bercanda!
- Sayang. - Kau cantik, Sayang.
- Hebat. - Aku cepat belajar.
Kau berbakat.
- Aku bisa lakukan ini. - Tentu saja.
Namun, kenapa aku harus belajar menembak?
Tak ada alasan.
Amal?
Pak Jon, sudah makan makanan yang kubuat untukmu?
Ada adobo katak
dan jangkrik goreng.
Pak Jon, kau harus memakannya. Dah!
Jonathan.
Apa yang kau lihat?
Apa yang terjadi? Kenapa kau di lantai?
Tunggu.
Kenapa kau di sini?
Sudah larut.
Proyektor rusak?
Ini. Obeng, besi solder. Kita bisa perbaiki proyektor sekarang.
Generasi masa depan…
Generasi masa depan Amerika
dan Filipina akan diuntungkan dari dokumentasi kami
tentang momen bersejarah dalam sejarah kita.
Tiba di Manila usai oper pesawat di Yashima,
Letnan Jenderal Kawabe, menjelang misi penyerahan Jepang,
memberi hormat ke Kolonel S. Mashbir,
koordinator Penerjemah Sekutu Bagian Interogasi.
Musuh kejutkan kolonel dengan jabat tangan tiba-tiba,
yang menggagalkan tujuannya.
Tiba di Balai Kota Manila untuk perjanjian,
Jenderal Kawabe memimpin 16 tentara Jepang dalam penyerahan pistol kebanggaan,
yang mereka pakai dari tanah air.
Tes satu, dua, tiga.
Itu film dokumenter resmiku.
Namun,
ini di luar film dokumenter.
Aku hanya mengatakan kepada kalian.
Sejak kecil, aku tahu ada hal aneh dalam keluarga.
Kuharap kelak,
aku bisa mengungkap misteri keluarga Mallari.
Dengar.
Dua rekaman berikutnya akan membuktikan
hal yang kutemukan.
Ini penting untukmu, Jonathan.
Lucas, hentikan.
Apa itu tadi?
Putar ulang. Dia menyebut namaku. Jonathan.
Cuma eror.
Putar ulang.
…aku bisa mengungkap misteri keluarga Mallari.
Dengar.
Ibumu bahkan belum hidup saat itu.
Mana mungkin dia tahu namamu?
Ini penting untukmu, Jonathan.
Pastor.
Bisa kita bicara?
Sersan Vizbal.
- Sersan Sancho. - Bisa kita bicara?
- Ada apa? - Polisi?
Di mana kau mulai pukul 22.00 sampai 01.00?
Aku bersama dr. Jonathan.
Kami menonton film di rumahnya.
Lalu minum.
Kau tak pergi setelah itu? Kau atau dr. De Dios?
Kenapa?
Didi Malapungas dari Barangay Ungot ditemukan termutilasi.
Benarkah?
Pastor, kau tahu dari mana?
Kami belum mengumumkannya.
Pak, aku ini pastor.
Aku dengar semua gosip.
Lagi pula, semua orang sudah tahu.
Lihat anak-anak, mereka pakai bawang putih.
Sancho, tunjukkan.
Pastor.
Astaga! Ini seperti yang ada di internet.
Apa namanya? Pembunuhan peniru?
Namun, Pak,
korbannya Didi,
kau tahu dia itu…
Semua tahu Didi adalah pekerja seks.
Kami menyelidiki soal kejahatan seks.
Kami juga memeriksa alibi dr. De Dios.
Saudara, bicaralah ke temanmu. Dia terlalu bersemangat.
Mudah marah.
Ya. Akan kulakukan, Sersan.
Aku akan bicara dengannya.
Mereka mencurigaimu dan kau mengecam mereka?
Kau memang suka masalah.
Jika mereka taruh sabu di sini, mampuslah kau.
Ayo kembali ke Manila.
Aku belum menemukannya.
Apa yang kau cari yang lebih penting dari hidupmu?
Memastikan Agnes tetap hidup.
Agnes?
Apa hubungannya dengan ini?
Kenapa aku harus kembali ke rumah terkutuk ini?
Aku tahu bisa mendapat solusi untuk penyakit Agnes di sini.
Di sini?
Di tempat terpencil ini?
Obat?
Apa itu semacam herbal?
Bukan obat.
Aku tak tahu.
Kau tak tahu.
Jonathan,
aku serius.
Kau ini kenapa? Katakan kepadaku.
Kumohon.
Saat kecil,
aku melihat ruang rahasia di sini.
Nenek buyutku,
yang ada di lukisan itu.
Dia makan sesuatu untuk tetap hidup.
Entah caranya, tetapi aku melihatnya.
Nenekmu dari tahun 1812?
Caranya?
Ruang rahasia apa?
Tak ada Tuhan pada malam hari.
Tak ada Tuhan pada malam hari.
Tak ada Tuhan pada malam hari.
Tak ada Tuhan pada malam hari.
Tak ada Tuhan pada malam hari.
Tak ada Tuhan pada malam hari.
Tak ada…
Tak ada Tuhan pada malam hari.
Tak ada Tuhan pada malam hari.
Kakek buyut.
- Kau yang ada di lukisan itu… - Ya.
Kau siapa?
Jonathan Andrew Mallari De Dios.
Jonathan,
kau tak boleh di sini.
Kenapa? Apa yang dia lakukan?
Nenek buyut sedang melakukan sesuatu
untuk tetap hidup.
Siapa di sana?
Siapa di sana?
Kakek buyut, aku takut.
Kau melihatnya juga?
Ayo pergi.
Nieves?
Nieves!
Namun, tak ingat peristiwa selanjutnya?
Aku masih kecil.
Kau tak mengerti.
Belum paham juga? Jika aku tahu cara dia untuk tetap hidup,
bisa mengobati Agnes.
Caranya?
Apa itu? Ramalan?
Mantra? Roh? Kutukan?
Karena menurutku,
dalam keputusasaanmu menyembuhkan Agnes,
kau mulai berhalusinasi.
Itu sungguh terjadi. Aku ingat jelas.
Kurasa saat itu umurku empat atau lima tahun.
Di ruang rahasia
yang sudah tak ada lagi.
Ruangan yang tidak ada, Jonathan.
Karena jika ada ruang rahasia di sini,
kita akan menemukannya.
Lihat.
Facunda Mallari, hidup tahun 1761 sampai…
Tak disebutkan kapan dia meninggal.
Jika itu nenek buyutmu yang kau lihat,
dia akan berumur 250 tahun!
John Rey Mallari.
Tahun 1912 hingga 1948.
Kakek buyutmu meninggal tahun 1948.
Jika kau bertemu dia, umurnya lebih dari 100 tahun.
Ucapanmu tidak masuk akal.
Mereka sudah lama mati.
Jika itu benar,
kenapa aku masih punya ini?
Monyet-monyet itu Tak punya ekor di Zamboanga
Monyet-monyet itu Tak punya ekor di Zamboanga
Monyet-monyet itu Tak punya ekor di Zamboanga
Monyet-monyet itu Tak punya ekor di Zamboanga
Kita tak akan kembali ke Subic lagi
Kita tak akan kembali ke Subic lagi
Kita tak akan kembali ke Subic Di sana mereka campur anggur…
Pak Jefferson.
Kau minta dokumentasi Filipina pascaperang dan sedang kulakukan.
Sungguh.
Fenomena aswang ini sangat menarik.
Apa? Aswang?
Kau fotografer film yang brilian, tetapi kau agak gila.
Sungguh, Konsul Jenderal. Aku punya buktinya di film.
Biar kutebak.
Pemberontak komunis,
mati di jalan, dua luka tusukan di leher,
tidak ada darah.
Lansdale.
Kau bertemu pria itu. Orang CIA.
Dia menangkap segelintir pemberontak, menguras darahnya,
membuang mayat mereka di sekitar Luzon.
Itu berhasil.
Ratusan pemberontak menyerah.
Mereka berpikir ada aswang di hutan.
Mereka tak tahu
bahwa kamilah aswang itu.
Johnny?
Halo?
Sial.
Conching?
Satu lagi.
Lalu taruh koperku di kamarku.
Ya, Pak.
Conching.
Conching!
Conching?
Rupanya Tuan.
Ada apa? Aku baru pejamkan mata untuk berdoa.
Kau di sini bersama Conching?
Conching adalah cicitku.
Aku Maria Capac,
kepala pelayan di rumah Mallari ini.
Aku masih muda saat pertama bekerja untuk Doña Facunda.
Keluarga kami bersumpah untuk melayani keluarga Mallari.
Nenek buyutku?
Berarti kau amat tua, bagaimana…
Orang-orang di keluargaku selalu berumur panjang.
Siapa sangka?
Lihat aku.
Aku sudah hidup cukup lama untuk melayanimu,
generasi terbaru Mallari.
Aku beruntung, Tuan.
Orang-orang menunggu di ruang bawah tanah.
Kau biarkan mereka menggunakan mesin filmmu.
Proyektor?
Tunggu.
Aku tak meminjamkannya.
Itu kau, 'kan?
- Itu aku! - Benar!
Matamu jatuh!
Yang ini juga!
Dia tenggelam!
Suamiku!
Pak.
Terima kasih telah diizinkan menonton filmmu.
Kami semua senang melihatnya.
- Belum kutunjukkan ke kedutaan… - Kau!
Conching?
Pak,
sudah berapa kali kubilang
kalau tak ada orang di sini?
Tidak ada ruang bawah tanah.
- Kau pasti bermimpi. - Siapa wanita tua itu?
Aku satu-satunya pelayan di sini.
- Ada seorang wanita tua… - Sayang!
Terkejut?
Kau bercanda?
- Nak, ambilkan air. - Felicity.
Aku tak mengira kau datang.
Bukankah mestinya kau tunggu di Hotel Manila?
Tak mau tunjukkan kampung halaman ke istri barumu?
Kau benci tempat terpencil.
Katakan.
Kenapa kau ke sini?
Konsul jenderal mengutusku.
Jefferson minta rol film diserahkan.
Proyek ditutup.
Mungkin tak seharusnya kurekomendasikan suamiku
untuk membuat film dokumenter.
Pak?
Aku tak tahu kau sudah menikah.
- Apa itu untukmu? - Sayang!
Ya, Conching. Kami menikah di Honolulu tahun lalu.
Dia tak seperti orang Amerika, bukan?
Dia dari pengungsian Filipina di Hawaii.
Ibuku dari ladang nanas. Seorang pelayan, sepertimu.
Namun,
aku seperti kelapa.
Cokelat di luar, putih di dalam.
Itulah tujuanku ke sini.
Sayang, kita harus kembali ke AS.
Kau janji membiarkan aku menyelesaikan ini.
Kau pun berjanji kita akan kembali saat punya bayi.
Ya, aku hamil.
Tunggu.
Dokter bilang aku hamil tiga bulan.
Astaga, luar biasa!
Luar biasa!
Sayang,
aku janji.
Kita pulang.
Sebentar lagi.
Aku hanya meneliti paman buyutku. Ingat?
Apa?
Obsesi itu lagi?
Kau bercanda, ya?
Pastor Severino,
pembunuh berantai di Filipina,
lebih awal 50 tahun dari Jack the Ripper!
Buat apa menyeledikinya?
Masalahnya,
pembunuhan itu berlanjut.
Masih ada pembunuhan aneh hingga saat ini.
Bertahun-tahun.
Benar, Conching?
- Ya. - Pelakunya belum diketahui.
Severino digantung lebih dari 100 tahun lalu.
- Siapa pelaku pembunuhan? - Siapa peduli?
Ada banyak pembunuh berantai di AS,
sangat banyak.
Sayang,
ini berbeda.
Ini keluarga.
Keluarga kita.
Aku mau pastikan bayi kita bukan keturunan pembunuh.
Ayolah!
Sangat menyentuh.
Menggunakan bayi kita yang malang sebagai alasan.
Sayang.
Baiklah.
Besok, aku akan kembali ke Manila dengan membawa film itu.
Aku akan menunggumu di sana.
Dua sampai tiga hari, maksimal.
Atau aku bersumpah
bayi ini akan tumbuh dewasa tanpa ayah.
Sekarang, ayo tidur.
Ini sudah sebulan.
Tak ada Tuhan pada malam hari.
Tak ada Tuhan pada malam hari.
Tak ada Tuhan pada malam hari.
Tak ada Tuhan pada malam hari.
Tak ada Tuhan pada malam hari.
Tak ada Tuhan pada malam hari.
Tak ada Tuhan pada malam hari.
Tak ada Tuhan pada malam hari.
Nieves?
Nieves!
Ibu,
tak perlu begitu.
Kau juga bisa melintasi waktu, Jonathan. Tahun berapa?
Kau tak tahu? Kini tahun 1990.
Aku dari tahun 1948.
Tahukah sekarang tahun berapa?
Tahun 1812.
- Tahun 1812? - Dengarkan aku.
Di keluarga kita,
ada beberapa orang seperti kita yang bisa melintasi waktu.
Kita ini apa, Cicit?
Kita pengelana waktu.
Pengelana waktu?
Aku tak tahu caranya,
tetapi kita bisa kembali ke masa lalu melalui mimpi.
Kita bisa pergi ke masa lalu.
Mungkin kita bisa pergi ke masa depan juga,
tetapi cuma lewat mimpi.
- Bisa bertemu lagi dalam mimpi? - Jangan ke sini lagi.
Aduh!
Aduh.
Mallari muda itu,
dia seperti aku.
Sayang?
Aku membawa selimutnya.
Itu artinya,
aku bisa kembali dan membawa…
Aku akan kembali.
Jika bisa kembalikan selimut, aku juga bisa membawa ini.
Tunggu.
Jawab teleponnya, Agnes.
Pastor.
Pastor, boleh aku tanya sesuatu?
Pergilah.
Pergi!
Ini arsip orang mati. Kuserahkan kepadamu.
Hei, Jonathan.
- Omong-omong, itu kuburan... - Aku sudah melihatnya.
Ada apa di sana, Pastor?
Orang yang tak diampuni Tuhan.
Korban bunuh diri, pembunuh. Itu sebelum Konsili Vatikan ke-2.
Lihat.
Menurut arsip yang kami temukan,
istrinya, Felicity Sullivan Mallari, meminta bahwa…
Dia menyuruhku pergi.
Siapa?
Pria yang dikubur di sana. John Rey.
Tunggu.
Ini arsip yang kau minta, Dokter.
Fotokopi yang kau butuhkan. Aku harus
kembali merawat tanamanku. Aku pamit.
Dah, Pastor.
Jonathan, kubilang ke Pastor Mac,
aku keluar dari seminari sebentar untuk membantumu.
Kenapa?
Kau tak butuh dibantu?
Bukankah kau mencari obat untuk Agnes, tetapi tak tahu harus mencari di mana?
Kau tak dengar namamu di rekaman lama?
Seseorang terbunuh
dan kau tersangkanya.
Kini kau mendengar suara dari kubur.
Jonathan, kau masih ingin menemukan obat untuk Agnes?
Karena sepertinya
kau yang sakit.
Kau tak mau kutemani?
Kenapa kau mengkhawatirkanku?
Apa maumu?
Saudara Lucas, selamat pagi.
Kalian sedang apa?
Putriku, Linggit, berkata
mereka akan belajar di rumah dokter hari ini.
Apa ini tur hantu?
Masuklah. Cepat!
Jangan berteriak, ya?
Bergegaslah.
Bayar tiket masuknya nanti.
Kurasa tak ada hantu sungguhan.
Di sini tak menakutkan.
Tunggu saja!
Tidak ada hantu. Kau bohong.
Lihat sekelilingmu, ada hantu di sini.
Menjauhlah, kau bisa merusak sesuatu.
Siapa?
- Ada apa? - Ada hantu!
Di sana!
- Di mana? - Di sana!
Tak ada apa-apa.
Nona?
Itu Linggit?
Linggit?
Linggit, ayo pergi.
Linggit, ayo kita pergi!
Kalian baru melihat hantu? Rasakan itu.
Dasar anak-anak ini. Cepat pulang!
- Tangani sisanya. - Ya, Pak.
Tunggu, Ayah.
Mereka berikan ini untukmu.
Kami pamit.
- Kami harus menangkap penjaga rumahmu. - Bibi Mes?
Ya. Nama aliasnya "Bes Murah Meriah," penipu yang siaran di internet.
Korban terakhirnya sangat marah, kena serangan jantung, lalu meninggal.
Di mana sopir itu? Kenapa dia tak menjawab telepon?
Sudah berjam-jam kuhubungi!
Ayo, jawablah!
Lucas.
Bukankah kau bilang Agnes berusaha bertahan hidup di rumah sakit?
Ya.
Alasan kita di sini
adalah menemukan obat untuknya.
Benar, 'kan?
Kenapa kau bertanya?
Jonathan,
seorang wanita mengemudi berputar-putar di alun-alun.
Pasti tersesat.
Agnes.
Apa tak cukup kau menghilang
setelah kita bertunangan?
Kini, kau bilang...
- Lucas. - Kepada Lucas
bahwa aku sekarat?
Baiklah.
Aku menuntut penjelasanmu.
Agnes.
Kau memang akan sakit.
Kau hampir mati, sungguh.
Di masa depan.
Di masa depan?
Di masa depan!
Sebentar.
Tunggu sebentar.
Mungkin aku harus mulai memakimu!
Terakhir kali kita bertemu, kau dokter.
Kini kau jadi cenayang?
Aku pun tak tahu.
Yang aku tahu,
itu takkan terjadi kini, tetapi kelak.
Aku ada di sana.
Aku melihatmu dan diriku.
Entah kenapa atau bagaimana, tetapi aku tahu
aku harus melakukan ini untukmu.
Mimpi?
Kau berbohong selama ini.
Kenapa ikut campur?
Kau yang minta ikut, bukan?
Dari mana asalmu?
Katakan.
Kau hanya cucu
salah satu pelayan kami.
Ibuku menyekolahkanmu, itu saja.
Kini kau menguntit, melibatkan diri dalam semua urusanku!
Kau terobsesi denganku?
Agnes.
Agnes.
Dasar bocah kaya sialan.
Aku hanya berusaha menjadi temanmu.
Kau malu memiliki aku karena aku cucu pelayanmu?
Itu sebabnya kau tak mengenalkan Agnes dan merendahkan aku?
Lucas.
Agnes.
Agnes, biar kujelaskan.
Itu sebabnya kutanya,
"Jonathan, kau yakin?"
Karena aku selalu yakin kepadamu.
Namun, kau tak yakin kepadaku.
- Kau mempermainkanku? - Tidak! Kumohon.
Cuma kau yang kumiliki.
Jika kau pergi, aku bisa gila.
Kenapa mendadak pergi?
Katakan.
Aku tak mau jadi penyebab kematianmu.
Karena mengikutiku ke sini, kau melibatkan dirimu dalam bahaya.
Jonathan, aku tak mengerti.
Namun, mungkin aku memang bodoh.
Karena terlepas itu semua,
aku percaya kepadamu.
Aku tahu di dalam hatimu,
semua ini benar.
Agnes, itu memang benar.
Percayalah.
Kalau kau hanya berkhayal…
Kau ceritakan kecelakaan orang tuamu.
Tabrakan mobil.
Bahwa mungkin itu disengaja.
Katamu insiden bunuh diri sering terjadi di keluargamu.
Apa maksudmu?
Aku sama gilanya dengan mereka?
Tidak, Jonathan, bukan itu yang ingin kukatakan.
Sebenarnya, aku kagum kepadamu.
Aku terkesan pada caramu mengubah nasib.
Kau memilih menjadi dokter.
Kau memilih menyelamatkan nyawa.
Jadi, Jonathan,
kumohon.
Jangan memilih jalan kelam.
Aku hanya ingin memastikan visiku tentang dirimu tak akan terjadi.
Andai harus memilih jalan kelam, akan kulakukan.
Agnes, tunggulah aku.
Jonathan Mallari De Dios.
Aku bisa menemanimu,
bahkan ke neraka.
Kita lakukan bersama.
Terima kasih.
Sebentar.
Sebentar.
Kubuktikan semuanya kepadamu.
Aku tahu kau akan kembali.
Akan kutunjukkan apa yang kulihat.
Ingat, ini peringatan, Jonathan.
Namun,
itu direkam tahun 1948.
Dia tahu dirimu pada tahun 1948?
Jonathan, dengarkan.
Kehidupan orang Filipina berbeda saat itu.
Ini Magalang tahun 1812.
Tahun 1812?
Mustahil. Kamera ditemukan tahun 1890.
Namun, ini tahun 1812!
Apa itu buatan?
Efek khusus?
Bagaimana cara melakukannya?
Ini rumah kita, rumah Mallari.
Ibunya, Doña Facunda, kembali saat dia kuat.
Awalnya, Pastor Severino tidak jahat.
Dia bahkan membela orang miskin saat berkhotbah.
Penyakit Doña Facunda memburuk
dan berada di ambang kematian.
Setelah beberapa pekan, kudengar ada yang dibunuh.
Aku kembali ke rumah Doña Facunda.
Aku tak percaya yang kulihat di sana.
Doña Facunda yang berbeda,
cantik, dan hidup.
Ini rahasia keluarga yang kubilang.
Yang sudah lama kucari
untuk menyelamatkanmu.
- Kita hanya perlu menemukan… - Sebentar.
Kau mau ke mana?
- Aku mau pulang ke Manila. - Apa?
Kau meninggalkanku?
Meninggalkanmu?
Aku akan mencari dokter anak lain untuk membantuku.
Akan kucari yang ahli juga.
- Aku akan kembali. - Ahli apa?
Jonathan, dari yang kulihat di rekaman ini,
mereka memakai obat tradisional abad ke-19.
Atau sihir.
Apa itu bisa berhasil?
Kau akan temukan cara?
Demi kau.
Aku tak mau ayah dari delapan anakku
merasakan kehilangan
yang tak tergantikan.
Aku ingin Jonathan yang akan kunikahi
merasa utuh.
Aku akan mencari semuanya.
Aku cinta kau.
Aku juga.
Kau harus menemukan rekaman ketiga saat aku kembali.
Pemilik tanah yang menindas petani miskin
adalah perbuatan dosa.
Apa pun perbuatan kalian pada saudaraku yang paling hina,
kau lakukan padaku.
Apa maksudnya?
Bersikaplah baik.
Selalu ingat
bahwa semua harus saling menyayangi.
Jangan pernah meremehkan orang lain
karena situasi bisa berubah.
Apa kata Tuhan?
Apa lagi yang harus kita lakukan?
Apa lagi?
Jangan lupa padamkan lilinnya.
Baik, Pastor.
Tuan Ruizmayor.
"Pemilik tanah yang menindas
petani miskin adalah perbuatan dosa."
Sialan!
Khotbah macam apa itu?
Apa rencanamu?
Revolusi?
Tuan.
Kudengar pekerjamu kelaparan karena kau mengeksploitasi mereka.
Kau pun memerkosa putri salah satu petanimu.
Apa itu benar, Tuan Ruizmayor?
Siapa yang mengatakan itu?
Pelayanmu yang pengadu?
Hati-hati.
Kudengar Maria Capac merawat monster.
Dia menyebarkan berita bahwa Santo Bartolomeus berkeliaran malam hari
dan memutilasi orang sepertiku.
Namun, inilah aku.
Hidup dan sehat.
Waktumu akan tiba.
Apa, Pelayan?
Waktumu bicara lebih lama dengan Pastor akan datang,
tetapi untuk saat ini,
Pastor?
Nieves.
Doña Facunda tidak sehat lagi.
Jagalah ibumu.
Kenapa dia tiba-tiba sakit setelah pindah ke sini?
Aku baru beberapa pekan di Manila.
Aku pulang karena ibuku sakit. Apa yang terjadi?
Apa dia diracun?
Tanya saja sendiri.
Aku harus melakukan sesuatu di dapur, Pastor.
Kembali, wanita kurang ajar!
Anakku.
- Jangan marah kepada mereka. - Ibu.
Aku senang
punya putra yang menjadi murid kebajikan
dan bisa menghapus dosaku.
Dosa Ibu?
Doña Facunda kelelahan.
Aku harus menidurkannya sekarang.
Ibu!
Ibu kenapa?
Dia akan mati jika tak kau selamatkan.
Aku bukan dokter.
Apa cara menyelamatkannya, Maria? Aku harus apa?
Ibumu dikutuk.
Kau harus membunuh agar dia bisa hidup.
Kau harus meniru Santo Bartolomeus dan membunuh pendosa pada malam hari.
Ada seseorang yang bisa kau bunuh, Pastor.
Lakukan agar dia bisa hidup.
Beri makan organ manusia.
Dia tak akan ingat apa pun setelahnya.
Namun, membunuh itu dosa, Tuhan.
Aku tak mau membunuh.
Kau tak akan jadi pembunuh.
Kau akan jadi penyelamat.
Penyelamat?
Karena saat kau membasmi orang jahat,
kau selamatkan korban masa depan mereka.
Bukankah kita harus menyerupai Tuhan?
Kita membantu Dia
membersihkan dunia.
Manusia tak boleh menghakimi dan menghukum.
Itu kuasa-Nya.
Mungkin…
kau tidak menyayangi ibumu.
Aku menyayangi ibuku.
Aku sangat menyayangi ibuku.
Namun, aku akan merenggut nyawa manusia
dan aku akan masuk neraka.
Kau akan masuk neraka,
tetapi ibumu akan hidup.
Silakan memilih.
Tuan Ruizmayor.
Hama desa.
Tunggu.
Tunggu sebentar.
Aku harus buang air kecil
dan toiletnya ada di luar.
Dia selalu kencing sebelum bercinta.
Jadi itu sebabnya.
Aku baru tahu.
Tetap di sini.
Adela! Meding!
Aku datang…
Astaga!
Pastor?
Pastor, maafkan aku!
Nieves?
Ibu,
tak perlu melakukannya.
Jangan marah, Pastor.
Ibumu menyembunyikan penyakit paru-paru.
Dia sudah sekarat.
Dia pindah ke sini
untuk menemanimu pada hari-hari terakhirnya.
Pada malam kau pergi ke Manila adalah malam dia menemukan kami.
Wanita kurang ajar itu!
Nieves? Kau mendesis kepada siapa?
- Tak ada Tuhan pada malam hari. - Tak ada Tuhan pada malam hari.
Tak ada Tuhan pada malam hari.
Doña.
- Tak ada Tuhan pada malam hari. - Tak ada Tuhan pada malam hari.
Tak ada Tuhan pada malam hari.
- Tak ada Tuhan pada malam hari. - Tak ada Tuhan pada malam hari.
Maria Capac?
Apa yang kau lakukan?
Severino?
Severino, tolong aku!
Severino!
Severino, tolong aku!
Severino! Tolong aku!
Tolong aku, kumohon.
Kau jadikan ibuku monster agar kau bisa memanfaatkannya!
Apa salahnya dimanfaatkan?
Berabad-abad, kami dimanfaatkan…
Aku akan membunuh kalian semua!
Kau akan membunuh kami? Siapa yang akan menjaga ibumu?
- Siapa lagi di Magang yang tahu cara… - Anakku?
Apa yang dikatakan pelayanku tentang aku?
Ibu.
Tidur yang sangat menyegarkan.
Aku tidur sangat nyenyak.
Nieves, mainkan lagu untuk kami.
Baiklah, Doña.
Putraku dan aku akan menari.
Sudah lama aku tak merasa sesehat ini.
Nieves,
putarkan lagunya.
Pastor.
Rekaman ketiga itu
ada di mana?
Bibi Mes?
Bibi Mes.
Itu kau?
Bibi Mes.
Kau berikutnya.
Dr. De Dios!
Dr. De Dios!
Pak, kau baik-baik saja?
Ya.
Selain gereja, kau berada di rumah dua hari, bukan?
Kau tidak pergi keluar?
Kenapa bertanya begitu?
Bibi Mes dibunuh di ladang.
Kau mencurigaiku lagi?
Kami meminta Saudara Lucas untuk menjadi saksi
dan meminta pernyataanmu juga.
Kami juga ingin meminta maaf karena kami tahu kau bukan pembunuhnya.
Tahu dari mana?
Kami mengawasimu
di luar rumahmu selama beberapa hari.
Kau di rumah pada malam pembunuhan Mes.
Kalian mengawasiku?
Kurasa itu lebih baik.
Mungkin aku harus berterima kasih.
Begini…
Pembunuhan dimulai saat aku kembali. Benar?
Kalian tahu apa yang diinginkan pembunuh?
Mungkin kita berikutnya.
Apa kau jahat, Dr. De Dios?
Apa aku terlihat jahat?
Didi,
Mes.
Kedua korban itu semacam hama masyarakat.
Pembunuhnya adalah hakim dan algojo.
Kami pamit.
Lucas…
Lucas, tunggu.
Maaf soal tempo hari.
- Lupakan. - Tunggu.
Aku hanya ingin memberitahumu
bahwa aku tak malu memilikimu.
Kau masih di seminari saat aku dan Agnes bertunangan.
Saat itulah mimpi buruk dimulai.
Mimpi buruk kematiannya.
Mimpi yang sama, berkali-kali.
Kau tahu siapa yang dia bilang akan menyakitinya?
Siapa?
Lucas.
Aku tak pernah membayangkan
dia bisa melakukan ini kepadaku.
Kau, Lucas.
Aku tak tahu kapan atau bagaimana.
Namun, kau akan menyakiti Agnes. Aku harus mencegahnya.
Saudara Lucas!
Mau tumpangan ke gereja?
Aku pergi dahulu.
Ingat saat kubilang bahwa kita pengelana waktu?
Melintasi waktu lewat mimpi.
Mimpi, Jonathan.
Di Amerika, mereka menyebutnya proyeksi astral.
Namun, kita berbeda, Jonathan.
Kita bisa memproyeksikan astral ke masa lalu
dan masa depan.
Astral?
Jadi, begitu…
Begitulah caraku melihatnya saat kecil.
Begitulah caraku memimpikan Agnes di RS.
Kau ingat bagaimana kita bertemu saat kau kecil.
Kita memproyeksikan astral bersamaan.
Sudah kubilang jangan kembali
karena situasi berbahaya, Jonathan.
Dengarkan aku.
Di keluarga kita, ada yang bisa melintasi waktu seperti kita.
Kita ini apa, Cicit?
Pengelana waktu.
Pengelana waktu?
Namun, aku bisa kembali saat pertama kita bertemu.
Aku punya selimutmu saat kau kecil.
Selimutmu saat kita melihat Severino Mallari.
Jadi, kapan pun aku ingin kembali ke sana,
kubawa selimutmu.
Aku harus kendalikan mimpiku.
Aku harus ke masa Pastor Mallari!
Apa yang bisa kupegang?
Tunggu.
Konsul Jenderal.
Apa?
Apa maksudmu Felicity hilang? Dia menemuimu di Manila!
Jonathan,
jangan kembali.
Situasinya sangat berbahaya.
Aku akan mencari istriku.
Anak muda, bangun.
Bangun.
Kenapa kau tidur di sana?
Kenapa aku di sini?
Mana kutahu?
Kau punya jimat yang kujual ke Doña Facunda.
Orang-orang akan pergi.
Terlalu banyak pembunuhan.
Pak! Kau tahu di mana rumah Doña Facunda?
Doña Facunda? Ibu pastor paroki?
Ya, Pak.
Mereka tinggal di sana.
Rumah di sudut.
Tunggu!
Pembunuhan akan terjadi di rumahnya.
Pastor Severino akan membunuh seseorang!
Pastor Severino?
Dia pastor paroki.
Kau sudah gila.
- Kita sudah sampai? - Hampir sampai.
Pastor.
Pastor Macalinao.
Selamat malam. Kembalilah besok, Nona…
Agnes Salvador.
Aku tunangan dr. Jonathan De Dios.
Nona Agnes.
Suadara Lucas pernah cerita tentangmu.
Aku ingin bicara denganmu.
Sayang. Aku buru-buru untuk bertemu dengan uskup agung
soal kejahatan di paroki kami.
Aku lupa.
Maaf, seharusnya aku membuat janji, tetapi ponselku tertinggal di…
Aku memotong bunga sepatu dari kebunnya juga.
Mau kutanam sini.
Apa yang ingin kau tanyakan?
Apakah ada riwayat
sekte penyembuhan di Magalang?
Tidak ada sama sekali. Aku terlambat…
Kalau ilmu sihir?
Sihir? Ilmu hitam?
Aku tahu soal Pastor Severino.
Aku ingin tahu alasan dia melakukannya.
Jika kau ingin tahu tentang sihir dan ilmu hitam,
sebaiknya kau tanya ke Saudara Lucas.
Apa?
Itu kata orang-orang tentang keluarga Alarcon saat itu.
Kabarnya, mereka menguasai ilmu hitam.
Karena itulah aku senang saat mendengar Lucas bergabung dengan seminari.
Lucas adalah keturunan keluarga Alarcon?
Kepala pelayan keluarga Mallari adalah Maria Capac,
alias Maria Capacocia Alarcon,
nenek moyang Lucas Alarcon Segundo.
Apa dokter tak menceritakan hal ini?
Mungkin dia tak tahu.
Dokter tak tahu.
Aku harus pergi.
Uskup agung sudah kirim pesan.
Aku harus pergi sekarang.
Jika ingin bicara dengan Lucas,
dia di kamarnya.
Baiklah.
Berikan pisaunya.
Dia membunuh pelayannya, Pastor,
karena selingkuh dengan suaminya.
Dia hamil.
Diam, Maria!
Pikirmu, aku peduli?
Aku hanya peduli pada nyawa ibuku, bukan keadilan iblismu.
Memang ini keadilan iblis. Namun,
kaulah iblis kami.
Apa yang Ibu lebih suka, hati atau usus?
Doña Facunda akan memakan hati langka.
Nieves,
besok, aku akan memasak usus menjadi sup darah.
Dia kelaparan.
Makhluk itu sehat.
Kau melihat apa?
Apa?
Kau!
Mimpi Jonathan benar.
Kau akan menyakitiku.
Aku takkan menyakitimu, Agnes,
jika kau tak memaksaku.
Sebenarnya,
kami berharap kau mau bergabung.
"Kami"?
- Ya. - Ada orang lain?
Lihat saja.
Kami punya rencana.
Kau tak bisa menghentikan kami.
Saudara Lucas!
Apa yang terjadi?
Ayo pergi!
Ayo cepat!
Panggil bantuan! Aku akan mencari Jonathan.
Sial.
Kunciku.
Kau akan segera menari dengan Doña Facunda, Pastor.
Kenapa dia lama sekali?
Nieves,
panggil ibuku.
Aku saja. Aku harus menyeka darah di tubuhnya.
Nieves, handuknya.
Kau siapa?
Severino?
Doña?
Jangan sakiti dia!
Jangan sakiti dia!
Kau siapa?
Kenapa kita mirip?
- Lepaskan ibuku! - Tenang!
Dia juga keluarga Mallari.
Apa maksud Ibu?
Dari mana asalnya?
Menurutnya, dia dari masa depan yang jauh.
Kau! Jangan membohongi kami!
Dia bilang 200 tahun kemudian,
kau tak akan dikenal lagi sebagai pendeta terkenal
atau orang suci seperti yang kuimpikan.
Kau akan dikenal sebagai
seorang pembunuh!
Nak, kenapa dia bilang begitu?
Apa kau pembunuh?
Ibu,
Ibu tak ingat.
Putraku,
dia bilang kau memberiku makan
dengan organ manusia?
Ibu muntah darah.
Ibu sudah lama meninggal
jika bukan karena…
Monster itu?
Monster itu ada di dalam diriku?
Kini aku jadi monster?
Hentikan! Sudah cukup, Nak!
Kumohon, Putraku!
Karena tahu, dia tak mau makan lagi!
Cukup!
Dia lebih baik mati!
Cukup!
Dia takkan mati selama makhluk itu di dalam dirinya!
Kumohon.
Kau membuat hidupnya sengsara!
Cukup!
Kumohon!
Kenapa kau datang kemari?
Kenapa tidak hidup di zamanmu sendiri?
Jonathan!
Aku tahu siapa pembunuhnya!
Jonathan?
Kenapa pembunuhan belum berhenti di masa depanku?
Bukan aku pelakunya. Aku tak membunuh siapa pun di zamanmu.
Bukan aku!
Jika bukan kau, lalu siapa?
Jangan sakiti dia.
Cukup!
Hentikan!
Dia pelakunya!
Dia membunuh ibuku!
Bukan aku, Tuan-tuan.
Dia pelakunya!
Agnes!
Tidak!
Lucas!
Kenapa kau begini?
Apa yang kulakukan?
Apa yang kulakukan pada Didi? Bibi Mes?
Orang-orang yang kubunuh di seminari?
Mereka semua sampah. Hama yang memangsa orang tak bersalah.
Tuan, kita bisa saling membantu.
Bantu apa? Membunuh orang?
Membersihkan dunia, Jonathan.
Seperti perbuatan nenek moyang kita.
Seperti Pastor Severino.
Seperti Santo Bartolomeus.
Kenapa sekarang, Lucas?
Karena rumah ini akan lenyap.
Aku harus menemukan makhluk itu!
Makhluk apa?
Makhluk yang kami izinkan untuk digunakan keluargamu.
Itu tugas yang diberikan orang tuaku dan dari orang tua mereka.
Untuk menjagamu dan mengembalikan sumpah lama.
Percuma.
Kita tak tahu di mana monster itu, Lucas.
Makhluk itu tak bisa mati.
Selama ada kejahatan di dunia ini,
ia akan terus hidup dalam bayang-bayang.
Kita bisa memanfaatkannya.
Bantu aku.
Bantu aku menemukan makhluk itu.
Ikut aku ke polisi, Lucas.
Ikut aku.
Tidak mau!
Tuan!
Kenapa belum paham juga?
Jonathan Mallari De Dios,
yang kulayani sepanjang hidupku,
yang kusayangi seperti saudara,
yang ditakdirkan menyelamatkan kami,
membela kami,
membalas dendam kami,
tiba-tiba menentangku?
Pilihlah.
Bergabung dengan kami
atau mati?
Lucas…
Jawab aku, Tuan!
Tuan.
Angkat tangan, Pastor!
Angkat tangan!
Agnes.
Agnes!
Agnes, jangan tinggalkan aku!
Agnes, jangan.
Agnes, aku di sini. Kumohon.
Apa kau mengerti…
Agnes!
Agnes, kumohon!
Dia menyelamatkan hidupku.
Menyelamatkan nyawa anak kami.
Felicity?
Suamiku, John Rey. Dia membuat pengorbanan terakhir
untuk membuat generasi masa depanmu
bebas dari kutukan ini.
Conching!
Conching!
Felicity.
- Diam! - Felicity!
Tetap di sana!
Kalian apakan istriku?
Nenek Buyut, kenapa kau masih hidup?
Anakku.
Mereka tak mengizinkanku mati.
Mereka menggantung dan membunuh Pastor Severino.
Doña Facunda berusia 200 tahun.
Dia terlalu tua dan tak bisa hidup lagi.
Itu sebabnya kami membutuhkanmu, Tuan, agar kami bisa menepati janji lama.
Tolong bersedialah, Tuan.
Kami akan mewariskan makhluk itu ke Nona Felicity.
Tidak!
Agar dia tetap hidup, kau harus memberi makan dia dengan orang jahat di dunia.
Kau bisa membantu orang tertindas seperti kami.
Tidak!
Kenapa bukan aku?
Kenapa memilih istriku?
Jika ada Felicity,
kau akan tunduk kepada kami.
John Rey, anak kita…
Kumohon,
Severino.
Tolong biarkan aku mati.
Aku bukan Severino!
Semuanya ulah Severino…
Tuan, jangan!
Tuan, jangan!
Tuan…
Jangan mendekat.
Kenapa kau lakukan itu, John?
Tidak!
Hanya ada
satu cara untuk mengakhirinya.
Cintaku…
Kita tak bisa bertemu lagi.
Kuburlah aku.
Kubur aku hidup-hidup.
Dia memintaku…
Dia minta dikubur di sini.
Dia melakukannya
agar kutukan itu akan berakhir dengannya.
Monster itu ada di tubuhnya.
John Rey!
Agnes.
- Agnes. - Pak, ada apa ini?
Amal, kemarilah!
Agnes, tidak. Kau akan hidup!
- Pak! - Tekan di sini.
- Pak! - Tahan!
Kau! Panggil ambulans!
Tidak…
Jangan lakukan itu...
Kasihanilah kami…
Jangan lepaskan kutukan itu…
Ingat peringatan kami…
Jangan lakukan.
Harus kulakukan.
Hanya ini cara menyelamatkan Agnes.
Aku dikubur hidup-hidup puluhan tahun.
Semua orang yang kucintai hidup dan mati
tanpa diriku.
Semua itu demi mencegah monster itu keluar.
Lalu kau akan membebaskannya?
Agnes akan menjadi monster.
Itu yang kau mau?
Lalu kau akan menjadi monster, sepertiku.
Kau terpaksa melakukannya, ya?
Kurasa begitu.
Ternyata,
aku memberi ibuku nasib yang lebih buruk dari kematian.
Dia hidup saat jiwanya terbakar di neraka.
Kehilangan orang yang kita cintai lebih buruk dari neraka.
Itu sebabnya kau mau lepaskan kutukan?
Bukankah mencintai
adalah kutukan?
Kau akan hidup, Agnes.
Akan kupastikan itu.
Dengar!
Dengar!
Kau akan hidup, Agnes.
- Tidak. - Kau akan hidup.
- Tidak! - Kau akan hidup, Agnes.
Kubeli rumah itu kembali
dan memperbaikinya.
Jadi milikku lagi.
Di sini menyenangkan, Nona Agnes.
Sangat tenang.
Siapa namamu?
Aku Amal.
Amelia Alarcon.
Saudara Lucas adalah pamanku.
Semoga jiwanya damai.
Aku melihatnya.
Kita akan menikah di sini.
Kita akan punya banyak anak, cucu, dan…
Tidak.
Tak ada pernikahan.
Tak ada anak.
Bukankah impianmu punya banyak anak?
Monster tak boleh punya anak.
Kau tahu, Jonathan,
aku mencintaimu.
Seharusnya kau biarkan aku mati.
Bukankah kau bilang
bahwa pria
harus mengendalikan hidupnya?
Namun,
bukankah pria
mencerminkan orang yang dia cintai?
Seorang pria
selalu membuat kesalahan.
Bulan purnama.
Aku akan lapar malam ini.
PASTOR JUAN SEVERINO MALLARI (1785-1840) MAGALANG, PAMPANGA
DIHUKUM MATI ATAS PEMBUNUHAN 57 ORANG.
DIA SEORANG AHLI KALIGRAFI TERBAIK.
PATUNG SANTO BARTOLOMEUS TIDAK BERKAITAN DENGAN KEJAHATAN NYATA.
MAGALANG ADALAH KOTA NAN INDAH, SEJAHTERA, DAN BANYAK CERITA HANTU YANG TEREKAM.
GEREJA PAROKI ASLI TIDAK DAPAT DITEMUKAN.
Download Movies & Series di Adikfilm https://adikfilm.link
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.