Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Gila! Kau mau aku bilang apa?
Aku bingung, Jo. Bilang kau mau aku komentar apa.
Masalahnya kau tak tahu harus bilang apa.
Kau tahu?
Mereka tak suka padaku.
Itu tidak benar.
Karena ayahmu menawarkanku anggur seolah tak tahu.
Ibumu juga menatapku jijik.
- Mungkin marah kalkunnya dingin, Ray. - Harus bagaimana?
Kita terlambat datang.
Kecepatanku 55, itu batasnya.
Begitu? Aku pengemudi yang aman.
Baiklah.
Kita pulang saja dan merayakan Thanksgiving lagi.
Bertiga saja. Cara kita.
Kita bisa pesan piza. Peri suka piza.
Lalu kita saling bersyukur.
Setuju?
Kita tak bisa terus begini.
Kita...
hancur.
Sudah sejak lama.
Entah kenapa kau berkata begitu.
Ingin kubahas saat bicara serius, tapi tidak pernah.
Itu tak adil.
Aku kerja dan kadang aku suka berpikir.
Kau tak berjuang lagi seperti dulu.
Kita bagaimana?
Aku harus jadi siapa?
Dirimu sendiri.
Yang kunikahi enam tahun lalu.
Pria yang dulu aku ajak tertawa dan impikan...
Aku masih begitu, Jo.
Kuakui aku sedang punya banyak masalah.
Tapi aku cinta padamu.
Mungkin harus lebih sering kuucap karena aku cinta...
Ray!
Ini mati.
Baiklah.
Rusak, Ibu. Lagunya tidak memutar.
Biar Ibu lihat.
Mungkin baterainya. Benar, Ayah?
Benar. Mungkin baterainya.
Kau bawa cadangannya, bukan?
Tertinggal di meja.
Ayah akan belikan baterai lagi, Sayang.
Ibu punya ide.
Ayo kita main I Spy.
- Tidak. - Tidak?
Apa maksudmu?
Bernyanyi saja.
- Mulai yang jelas saja. - Kita nyanyi.
"Shake It Off".
- I Spy. - Itu bagus.
tapi "Sing a Rainbow" saja.
Baiklah.
Mungkin terlalu kekanak-kanakan.
Merah dan kuning dan merah muda dan hijau
Jingga dan ungu dan biru
Aku bisa nyanyikan pelangi
Nyanyikan pelangi
Nyanyikan pelangi untukmu
Dengarkan dengan matamu
Dengarkan dengan telingamu
Dan nyanyikan semua yang kau lihat
Aku bisa nyanyikan pelangi
Nyanyikan pelangi
Nyanyikan pelangi bersamaku
Ayah?
Ya.
Aku mau pipis.
Sekarang?
- Harus. - Bisa kau tahan?
Tidak.
Nanti kita mampir dan...
pipis.
Ya?
Mungkin di sana ada baterai.
TEMPAT PERISTIRAHATAN
Ibu, ayo! Aku mau pipis!
Baiklah.
Majukan badanmu.
Ingat, jangan sentuh yang tak diperlukan.
Tolong belikan Coke.
- Baik. - Entah kenapa aku haus.
Tolong baterai AA empat bungkus.
Dan ini dua.
Baik.
Tak terima kartu kredit.
Kalau begitu, kopi, Coke, dan...
Terima kasih.
Baterainya ada?
Tidak ada.
Ibu, kotak bedakku. Ada di mana?
Entah, kenapa tanya Ibu?
Karena hilang!
Sudah periksa di bawahmu?
Ya, tak ada.
- Aku bawa ke toilet, ingat? - Sudah periksa saku?
Di toilet?
Baiklah. Ibu akan cari di sana.
Jika ketemu, Ibu simpan sampai di rumah.
Baiklah.
Bisa periksa jok belakang?
Ya.
Ayah, periksa joknya.
Ayo.
Kemari. Ayah pegangi.
Baiklah.
Tetap di situ.
Peri, di sini berantakan sekali. Ayah mulai dari mana?
Sial!
Ayah.
Hanya saja...
Ini akan meninggalkan noda, tahu?
Bagaimana jika Ayah mau jual mobil ini? Tak bisa.
Kurasa ini bonusnya saja.
Peri, kotaknya tidak ketemu.
Ayah.
Ayah!
- Ayah! - Apa?
Jangan bergerak.
Jangan takut. Tetap di situ.
Hei.
Anjing. Pergi.
Hei! Pergilah.
Pergi. Minggir.
Bukan kau, Peri. Tetap di situ. Jangan bergerak.
Tetap di situ.
Sana!
Pergi!
Jangan bergerak.
Peri, berhenti.
Diam.
Tenang. Ayah akan menakutinya.
Tidak!
Maaf, Pak Monroe. Dia sudah tiada.
Mereka berdua tiada.
Ray?
Ray?
Ray!
Anakku!
Ray!
Ayah.
Sayang?
Astaga. Sayang.
Sayang?
Joanne, jangan angkat.
Dia baik-baik saja.
Baringkan dia.
Dia baik-baik saja.
Ini dia.
Ayah di sini.
Kau terluka?
Kurasa tidak.
Tampaknya tidak ada lecet atau lebam.
Dia butuh dokter.
- Aku tahu yang kulakukan. - Ray.
Ayah gendong, ya?
Tunggu. Ada apa?
- Lenganku sakit, Ayah. - Yang ini?
Sepertinya patah.
Ayo coba lagi.
Pelan-pelan.
Jangan sakiti aku, Ayah.
Tidak akan, Sayang.
Tidak akan pernah.
Pelan-pelan, Ayah.
Pelan-pelan.
Tak apa-apa.
Tenanglah. Ayah gendong.
SEMOGA LEKAS SEMBUH
Kita masuk.
Tak apa-apa.
Kutelepon 911.
Tak usah. Aku jalan lagi.
Tadi aku lihat rumah sakit.
Saat ambulans tiba, dia sudah dapat bantuan.
Kau yakin?
Biar aku urus.
Tetap sadar sampai di rumah sakit. Ayah akan bawa kita secepatnya, ya?
Minggir.
Cepat.
Sedikit lagi.
Ayo.
Cepatlah.
Baiklah.
Itu dia.
Ayah mengantar kita.
Hampir sampai.
Baiklah.
Aku ambil kursi roda.
Aku gendong saja.
Baik, Sayang.
Aku akan daftar. Tak akan lama.
IGD
Kami sudah menunggu berjam-jam. Kenapa lama?
Aku mengerti.
- Dia kesakitan. - Maaf.
Aku panggilkan...
Ray.
Ini butuh waktu. Duduk. Buat dia lebih nyaman.
Dia kesakitan.
Aku tahu. Biar aku yang urus.
Baiklah.
Tak apa jika alamatnya sudah ganti?
Permisi, aku butuh dokter. Ada kecelakaan.
- Maaf? - Duduk. Nanti ditangani.
- Ini putriku. - Tidak!
- Lengannya patah. - Duduklah.
- Dia kesakitan! - Nanti akan ditangani.
- Harus ditangani. - Cukup.
Duduk.
Tunggu giliran.
Tolonglah.
Tidak lama lagi.
Aku dengar.
Tenang saja.
Aku tenang jika dokter periksa Peri.
Ayah akan mengurusnya.
Kau mau aku menendang pintu dan menyeret dokter ke sini?
Ya.
Aku mau lihat itu.
Lakukan sesuatu.
Lakukan.
Tuan?
Ada yang bisa kubantu?
Ya, aku harus temui dokter sekarang.
Aku mengerti.
Tapi seperti yang kubilang, pasien lain mengantre.
Bisa selipkan kami? Anakku sakit dan bingung.
Sudah daftar?
Apa?
Akan lebih cepat jika daftar.
Tadi kau bilang duduk.
Pak Fellows? Dale Fellows.
Hai, Dale. Bagaimana kondisimu?
Perutnya terasa ditusuk.
Urus berkas dulu baru dirawat.
Kau tahu golongan darah Dale?
B positif.
Satu lagi.
Mungkin 15 tahun.
B positif.
Beri tahu Dr. Berthram.
Dr. Berthram...
Harap kembali duduk, Pak.
Akan kuberi tahu saat dokter sudah ada.
Kita sudah daftar.
Dia tidur.
Baik.
Pegang ini.
Gerah sekali.
Maaf.
Bukan maksudku...
marah-marah tadi.
Tak apa-apa.
Kita akan baik saja.
Terima kasih.
Untuk apa?
Membawa kita ke sini dengan cepat.
Aku hanya melakukan yang semestinya.
Kau kehilangan keinginanmu.
Mengemudi NASCAR.
Aku rindu.
Rindu apa?
Tertawa bersamamu.
Kau baik saja?
Kepalaku...
sakit.
Mungkin kau dehidrasi.
Bisa kuobati.
Ini.
Terima kasih.
Siapa mereka? Mereka yang tak menyerah,
menjaga keluarga kita.
Putra, suami, ayah. Pahlawan kita.
Monroe. Ray Monroe.
Ayo.
Bisa lihat SIM dan kartu asuransimu?
Semua informasi ini benar?
Ya.
Pekerjaan?
Di Craft Home Improvement.
Dia asisten manajer pusat desain dapur dan kamar mandi.
Apa Peri pernah operasi? Alergi?
Ya. Dia alergi penisilin. Kulitnya kering dan merah.
Riwayat penyakit mental di keluarga?
Tidak.
Narkoba? Alkoholik?
Aku sedang pemulihan. Berapa lama lagi?
Sebentar lagi.
Data asuransi menunjukkan tanggungan lama, Abby Monroe.
Istri pertama, meninggal.
Kapan?
Delapan tahun lalu. Apa kaitannya?
Perencanaannya tumpang tindih. Belum diralat oleh asuransimu.
Pekerjaan dulu sama?
Tidak. Dulu wiraswasta dan...
- Dengar... - Sudah menikah?
- Tentu saja. - Benar.
Berapa tahun?
Enam.
Berapa lama lagi?
Kita hampir selesai.
Bersedia Peri terdaftar untuk donasi organ?
Tidak.
Coba pikirkan kembali.
Anak di daftar transplantasi...
Tidak sekarang.
Golongan darah putrimu?
Golongan darah?
"O", kurasa.
Tidak apa-apa. Kami bisa cocokkan nanti jika perlu.
- Pentingkah? - Terakhir.
Pertanyaan wajib pemerintah tentang keamanan rumah.
- Sungguh? - Ray...
Jenis cederanya mewajibkan pertanyaan ini.
Tapi ini kecelakaan di lokasi konstruksi.
Ray. Benar, kami aman.
Rumah kami...
- aman. - Ibu?
Baiklah. Selesai.
Kupanggilkan perawat.
Lenganku masih sakit.
Apa?
Pak, asuransi kesehatanmu tak berlaku di sini.
- Ray... - Maaf.
Jika menghubungi operator, akan ada daftar...
Aku hanya butuh dokter.
Rumah sakit ini mengharuskan adanya pertanggungan.
Apa pun itu, akan kulakukan. Paham?
Terima uang tunai? Apa ada ATM?
Terima uang tunai?
Biar kuperiksa dulu.
Permisi.
Ini gila.
Sulit dipercaya, bukan?
Dia duduk dan tanya...
"Ukuran sepatumu?"
Ibu?
Dia tak punya...
Kotak bedakku ketemu?
Tidak, Sayang. Nanti Ibu belikan lagi, ya?
Baiklah.
Semuanya lancar, Pak. Silakan.
Suster Anne akan menjemput.
Baiklah.
- Hai, ini Peri? - Ya.
- Kami akan menanganimu. - Ya, satu lagi.
Duduk di kursi roda, ya?
Gadis usia enam tahun, golongan darah tak diketahui.
Beri tahu Dr. Berthram.
Kirkbride tangani tiga wilayah, jadi memang sibuk.
EMS bawa dua pasien luka kepala, jadi kami agak terbantu.
Aku lihat. Ada apa?
Dua remaja. Tabrakan. Pengemudi mabuk.
Mengerikan. Mereka baik saja?
Belum pasti.
Apa itu harus? Dia kesakitan.
Aku ingin tahu di mana sakitnya.
Baik, Sayang. Berbaringlah.
Dokter segera ke sini.
Dr. Volk, lapor ke bangsal sembilan.
Sayang, jangan pindahkan lenganmu, bersandarlah.
Tak akan lama.
Sebaiknya.
Atau kupatahkan lengan orang.
Semoga bukan aku.
Hai. Aku Dr. Berthram.
Hai.
- Kau pasti... - Peri.
- Peri. - Maaf, aku tidak...
Tidak apa-apa.
Kadang aku harus pecahkan kepala orang agar cepat selesai.
Jadi, Perry Mason, apa yang bisa kami bantu?
Monroe. Peri Monroe.
Ya. Sekarang aku lihat.
Ya. Peri. Benar P-E-R-I?
Itu singkatan dari Periwinkle.
Manis sekali.
Itu cangkang favorit ibuku.
Sayang, biar dokter baik memeriksamu.
Tidak, aku tak sebaik itu.
Jadi...
ada apa, Nona Kecil?
Aku jatuh.
Astaga.
Semua orang juga pasti begitu.
Benar, Ayah?
Aku akan periksa lengan itu
danjika ada yang sakit, apa pun itu, beri tahu aku. Setuju?
Setuju.
Baiklah.
Terjadi di mana?
Pom bensin beberapa kilo dari sini.
Kami menuju Minneapolis.
Pasti mau mengunjungi Nenek dan Kakek untuk Thanksgiving.
Benar.
- Jadi, kalian di pom bensin? - Ya.
Rute 20.
Ya, maaf.
Ada anjing yang menakutinya.
Anjing?
Hanya kecelakaan.
Kau tak cerita soal anjing.
Sakit jika kusentuh ini? Baik, Sayang. Itu sakit.
Bukan itu intinya. Dia jatuh.
Ayah hampir menangkapmu, 'kan?
Sayang, saat kau jatuh, apa kepalamu terbentur?
Benarkah?
Kau tahu, kau kuat sekali.
Apa patah?
Bengkaknya sama dengan patah pergelangan tangan,
tapi harus dipastikan dengan rontgen.
- Dia butuh penyangga? - Kita akan...
Kau gadis pemberani. Sungguh.
Kurasa tak perlu amputasi.
Tapi satu hal. Dalam beberapa pekan,
lengan ini akan sembuh seperti semula.
Sekarang lihat bahuku.
Benar. Bahuku.
Benar.
Mata terindah yang pernah kulihat.
Peri, Suster Anne akan kemari untuk memberi obat.
Aku akan bicara dengan ayah dan ibumu.
Ibuprofen. Tolong periksa vitalnya.
Lewat sini.
Baiklah.
Sepertinya ada cedera kepala.
Tak perlu khawatir.
Pupil matanya tidak terlihat normal.
Karena bepergian,
aku akan lakukan pemindaian CAT untuk pemeriksaan internal.
Dia tampak baik saja.
Itu benar.
Tapi ada kemungkinan otaknya berdarah, yang biasa disebut hematoma subdural,
itu bisa sangat serius.
Cedera kepala seperti itu bisa menyebabkan kebingungan, kejang,
bahkan mungkin menjadi koma.
Sudah cukup. Lakukanlah.
Ya, tapi kau harus tahu, prosedurnya mahal.
Apa pun demi keluargaku, lakukan saja yang perlu dilakukan.
Pastikan dia sehat.
Pilihan yang bijak.
Lukamu juga terlihat serius.
Mau kuperiksa?
Bukan apa-apa. Aku kuat.
Baik, aku akan siapkan keperluan Peri.
Dia baik saja, bukan?
Ya. Kau dengar, ini tidak serius.
Hanya pencegahan. Lebih baik, bukan?
Kita akan baik saja.
Pasti.
Kita akan baik saja.
Lihat itu.
Akan kupakaikan ini di kepalamu.
Kau berani sekali. Sebentar lagi kita pulang.
Bawa dia ke bawah untuk apendektomi.
Sepertinya kau sudah membaik.
Kita bisa menginap di motel,
dan pulang besok.
Itu ide terbaik hari ini.
Kepalaku sakit.
Mungkin ada air panas.
Halo, Peri.
Ini dari Suster Anne dan aku
karena kau pasien nomor satu hari ini.
Lihat. Terima kasih. Baik sekali.
Tak masalah.
Cepat sembuh.
Aku Bruce.
Kita akan ke bawah untuk memeriksa kepala kecilmu, ya?
- Baik. - Baik.
Kau pasti sudah membuat Dr. Berthram terkesan.
Dia tak selalu tersenyum.
Ya, dia punya pesona.
Ayah pasti harus berjaga-jaga menjauhkan pria darinya, ya?
Jaga lengan dan kakimu di dalam kursi roda.
Ini bagian rumah sakit yang lebih terbatas.
Hanya satu orang yang bisa ikut pasien ke bawah.
- Baik. - Maaf.
Kau saja.
Kau yakin?
Ya, aku tak apa.
Baiklah.
Hei.
Ayah akan di sini saat kau keluar.
Sebenarnya, harus di depan.
Pindaian bisa lama, terutama jika dibantu.
Baiklah.
Akan kupesan motel.
Ayah, aku boleh makan piza?
Boleh.
- Dengan tambahan keju. - Tambahan keju.
Ya.
Aku sayang Ayah.
Ayah menyayangimu, Sayang.
Ayah hebat.
Baiklah, sampai nanti.
Ya.
Tahun depan naik pesawat.
Bagaimana kalau di rumah saja?
Lain kali naik pesawat.
Hei, Bung, kau tak apa?
Kau mengigau.
Misal ada yang kemari
dan membayarmu sejuta dolar.
Kau terima?
John, jangan begitu.
Maksudmu, aku akan matI?
Tidak apa-apa.
Nyawamu lebih dari sejuta dolar.
Jangan yakin mengabaikan mobil hanya demi menghemat waktu.
Judi tak ada gunanya.
Risiko untuk meninggalkannya tinggi.
Masih sakit.
Maaf, kurasa bayiku terkena infeksi. Dia terus menangis.
Baik. Sudah berapa lama?
Dua hari.
Baik, harap tanda tangani formulir ini.
Duduk saja, Pak. Terima kasih.
Bisa kubantu?
Kau tahu berapa lama lagi?
Pak, aku tak mengerti maksudmu.
Putriku, Peri Monroe, melakukan pemindaian dengan istriku.
- Jadi, dia sudah mendaftar? - Ya.
Ini pasti bagian sif pagi. Jadwalnya tidak padaku.
Tunggu sebentar.
Aku tahu, hanya saja...
anakku pasti lapar, dan aku mau tahu keadaannya.
Seperti kubilang, informasinya tak ada.
Sudah lama sekali.
Duduklah. Sebentar lagi dia keluar.
Kardiologi, 54-12, Kardiologi.
Aku mau bicara dengan Dr. Berthram.
Dr. Berthram sudah pulang.
Tadi dia bantu kami.
Aku mengerti, tapi pasti dia serahkan ke dokter lain.
Aku bisa sampaikan ke perawat yang bertugas.
Baik.
Tolong tunggu.
- Tidak! - Truk!
Aku hidup lagi dan lagi, dalam gerakan lambat...
Kita akan menabrak!
APA TUJUAN HIDUPMU?
KETAHUI TANDANYA
Cukup membuatmu gila, ya?
Maaf?
Menunggu.
Aku melihatmu.
Suamiku masuk pukul 06.00.
Melanoma.
Prosedur yang sederhana, tapi sekarang hampir malam.
Cepat dan tunggu,
cepat dan bayar.
Kadang mereka berharap kita mati perlahan.
Kau ke sini untuk apa?
Bukan apa-apa.
Permisi.
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KIRKBRIDE
Apa itu?
Bisa kubantu?
Putriku?
Benar, sudah kusampaikan, tapi belum ada jawaban.
Bisa tolong periksa lagi?
Siapa namanya tadi?
Peri Monroe.
Monroe. M-U-N?
Tidak, M-O-N-R-O-E.
Ada beberapa Monroe, tapi tak ada Peri Monroe.
Mungkin atas nama lain?
Aku tanda tangan di papan itu, bukan?
Tadi ada di sini.
Ya, tapi dibuang setiap akhir sif.
Semua sudah masuk sistem tapi tak ada Peri Monroe.
Tidak mungkin. Dia diperiksa.
Kalian minta semua informasi ini.
Tapi berkas selalu disertai nama pasien. Tak ada "Peri Monroe".
Dia pasien Dr. Berthram. Diperiksa olehnya.
Dia sudah pulang.
Aku tahu. Kau yang bilang.
Pak, tak perlu berteriak.
Periksa lagi.
Tadi putriku masuk dan diperiksa.
Lalu, dibawa untuk pemindaian.
Mungkin dengan nomor asuransimu. Bisa kulihat?
Kalian bilang asuransiku ditolak dan bisa bayar tunai.
- Tunai? - Ya, semua lancar.
Wanita yang terima kami. Katanya bisa.
Kami tak pernah begitu.
Aku tak peduli. Bukan aku yang buat aturannya.
Tanyakan wanita yang terima kami.
Sudah pulang.
Kalau begitu, tanya IGD.
Karena ada perawat bernama Anne, lalu ada Bruce.
Sif sudah bergilir.
Aku mau temui istri dan anakku. Mereka di dalam.
Pasien harus diidentifikasi...
Ini hari yang panjang, hubungi orang yang lakukan pemindaian.
Lihat adakah wanita bersama anak enam tahun,
apa mereka menunggu atau pulang.
Bisa tolong lakukan itu?
Kau berdarah.
Hai, ini meja utama.
Hai, Tim.
Hentikan atau terima akibatnya.
Omong-omong, apa ada anak kecil yang datang untuk dipindai?
Menjelang siang.
Aku tahu, tapi bisa periksa lagi?
Kau nakal.
Dah.
Maaf, tak ada pemindaian sejak pukul 09.00 dan itu cuma pinggul wanita lansia.
Jadi, apa maksudmu?
Maaf, mereka tak ada.
Kau menghilangkan keluargaku?
Mungkin di tempat lain.
Aku di sini seharian.
Mungkin sudah pulang.
Tidak mungkin.
- Kami kemari bersama. - Pak, tak ada.
Maaf, aku mau tangani pria di belakangmu.
Apa maksudmu?
Bisa kubantu?
Istriku sudah dua jam duduk di sana.
Permisi, kau tak boleh masuk.
Drew, pria itu tak boleh masuk.
Panggil keamanan.
Astaga. Kau mau apa?
- Maaf, aku mencari... - Hei!
- Kau tak boleh di sini. - Baik.
- Hei. - Baiklah, cukup.
- Ada apa? - Orang ini masuk dari depan.
Keluargaku kemari. Resepsionis melarangku...
Aku tak peduli. Tenanglah.
Ada apa ini?
Aku cari keluargaku. Joanne dan Peri Monroe.
Mereka pasien?
Ya, putriku. Itu yang ingin kujelaskan.
Baiklah, ayo kita tenang saja.
Aku Dr. Lucado. Kau?
Aku Ray Monroe.
Baiklah, Ray.
Ceritakan ada apa ini.
Tadi kami kemari dan putriku diperiksa Dr. Berthram.
- Katanya lengan putriku retak. - Sudah dipulangkan?
Belum. Dia bilang soal cedera kepala. Lalu dipindai, Joanne ikut.
- Aku tak lihat lagi. - Kapan?
Beberapa jam lalu.
Monroe?
M-O-N-R-O-E.
Melelahkan sekali.
Seharian aku di sini dan tak ada Monroe.
Itu tak mungkin.
Tadi kami...
di sana.
Dia juga.
Dia tahu aku. Dia bantu kami. Tanya dia!
Baik, tenanglah. Anne, bisa bicara sebentar?
- Ya. - Pernah lihat pria ini?
Ya.
- Dia tadi kemari. - Benar, 'kan?
Dirawat karena cedera kepala.
Cedera kepala?
Itu tidak benar.
Begitu.
Kenapa berbohong?
Lukamu cukup serius.
Kau bohong.
- Ray, tenang. - Kau tak tahu. Pergi.
- Tenang. - Diam.
Kau tak kenal aku.
Kau apakan keluargaku?
- Di mana istriku? - Tenang!
Di mana keluargaku?
- Tenang! - Lepaskan aku!
Droperidol. Lima miligram.
Lepaskan aku!
- Pegangi dia. - Tenanglah!
Pegangi dia.
Diam!
Kau membuat kegaduhan di sini.
Tahan di lantai empat. Kuhubungi lantai atas.
Astaga.
- Hei. - Pegang yang erat.
Naik.
Lepaskan.
Mau terus bergerak?
Kemarikan tanganmu.
Tolonglah. Itu tak perlu.
- Kau akan tenang? - Ya.
Tak apa-apa.
Maaf. Aku hanya bingung.
Ini, usap matamu.
Kau tetap di sini sampai dokter datang.
Berbaringlah, biar obatnya bekerja.
Baik.
Ayo bangun.
Bangun.
Bangun! Di mana?
ADRENALINE
Ayolah.
Baik. Ayo.
Tiga, dua, satu...
Astaga.
Panggil keamanan!
Hei!
Hei. Kau ingat aku? Kau ingat putriku, Peri Monroe?
Pasti kau harus berjaga-jaga menjauhkan pria darinya, ya?
Hei! Kau!
Sial.
Minggir!
- Hei, Jeff. - Sial.
Tertangkap?
Frank, dia kabur.
Baik, aku harus bagaimana?
Kabari resepsionis seandainya dia kembali.
Astaga.
Keluhan gaduh. Dua pria kulit putih di tanah kosong.
Sepertinya mereka teler...
- Tolong! Keluargaku diculik! - Astaga. Apa ini?
Mereka diculik. Aku dilarang lihat.
Mundur. Tenanglah.
Mereka juga menyuntikku dan aku pingsan.
- Tenang. - Kurasa istriku juga.
- Entah ada apa. - Tenanglah.
Aku tenang.
Kau bicara apa?
Putriku di dalam sana, usianya enam tahun.
Ini soal hak asuh?
Bukan, kami ke sini untuk minta bantuan dan sekarang mereka bilang...
Putriku tak pernah ke sini.
Mereka melakukan sesuatu.
Mereka melakukannya dan merahasiakannya.
Tanganmu kenapa?
Ini?
Aku dikurung dan mendobrak keluar.
Ada kartu identitas?
Ada.
Ini.
Ini mereka. Istri dan putriku.
Kami merayakan Thanksgiving dan saat pulang,
kami berhenti di pom bensin.
Putriku terjatuh dan cedera. Jadi kami kemari.
Aku tahu mereka masih di dalam.
Baiklah. Nama mereka?
Joanne dan Peri Monroe.
Aku Ray.
Baiklah.
- Mau bantu aku? - Baik.
Kita ke dalam dan bereskan ini.
Ya, kumohon.
Ayo.
Hei, ini meja depan.
Panggil orang kemari. Dia datang lagi.
Kami yang mengantar pasien OD.
Ya, bisa kubantu?
Jadi, pria ini mendatangi kami, bilang rumah sakit menahan keluarganya.
- Menjauhlah. - Itu konyol.
Itu orangnya.
Dia yang mengurungku dan menahanku.
Kau kenal dia?
Ya.
Baiklah, dia bilang kau kasar padanya
- dan suntikkan obat. - Ya.
Tidak, dia bertingkah jadi dokter suntikkan penenang.
Itu yang terjadi.
- Pembohong. - Tidak.
Kenapa tak ditangkap?
Tenang. Biar kami urus.
Di mana kau terakhir melihat keluargamu?
Di IGD, bangsal sembilan. Lewat pintu itu.
Kalian percaya padanya? Dia gila! Lihatlah.
Bisa antar ke bangsal sembilan,
Jeff?
Sekarang.
Rontgen dadamu menunjukkan adanya infiltrasi
di katup kanan bawah depan paru-parumu...
Dokter.
Mau beri tahu di mana istri dan anakku?
- Kau harus dipenjara! - Kami urus.
Dia kabur.
Bisa jawab pertanyaannya?
Katanya istri dan anaknya hilang di sini.
Jawabannya, aku tak tahu.
Menurut perawat,Pak Monroe datang sendiri untuk periksa cedera kepala.
Peri yang dirawat.
Mana berkas medisnya?
Bisa ke kantorku?
Pasti ada berkas, 'kan?
Pasien rawat.
Saat itu aku tak bertugas.
Kadang berkasnya salah taruh atau nama berkasnya salah.
Mungkin tak masuk di sistem.
Sering terjadi.
Omong kosong.
Telepon Dr. Berthram.
Dia bawa Peri untuk dipindai, itu terakhir aku lihat dia.
Telepon Dr. Berthram.
Ini konyol.
Di mana Dr. Berthram?
Dia tak bertugas. Mungkin di rumah.
Jika bisa membantu, tak ada salahnya hubungi, bukan?
Benar?
- Panggil Gabe. - Di mana pemindaian?
Di lab pencitraan, lantai tiga.
Baik. Antar kami ke sana.
Antar ke sana.
Tunggu.
Pemindaian di bawah.
- Lab di lantai tiga. - Tidak.
Aku lihat mereka masuk lift dan turun.
Dia jelas kebingungan. Labnya di lantai tiga.
Bisa antar ke sana?
Komputer ini mencatat penggunaan.
Ada tanggal, waktu, dan durasi.
Kau lihat, mesin ini dipakai pukul 09.07
selama tepat 29 menit.
Itu data terakhir.
Sudah jelas, Pak Monroe?
Tak buktikan apa pun.
Ini bukti tak ada pemindaian saat putrimu diperiksa di sini.
Masuk akal.
Permisi.
Kalian lihat?
Tak ada karena bukan ini tempatnya.
Tak ada pemindaian, dia dibawa ke tempat lain.
Ke mana?
Entahlah.
Dan kenapa?
Entah. Kau detektif, cari jawabannya.
Yang aku tahu ada yang tak beres.
Dr. Berthram, yang bertugas pagi ini, akan segera tiba.
Bagus. Mungkin dia bisa jelaskan semua ini.
Kuharap begitu.
- Silakan. - Terima kasih.
Siapa namamu?
Anne.
Jadi, Anne. Dua sif?
Wanita lajang harus mencari nafkah.
Tidak tidur? Selesai jam berapa?
Itu orangnya. Ray Monroe.
Kutemukan di tempat sampah. Ini daftar pasien pagi.
Ini namaku. Ada di sini.
Ray, itu namamu.
- Kudaftarkan Peri. - Untukmu sendiri.
Ada apa, Aaron?
Anne cerita tentang pasien hilang.
- Kau ingat aku, bukan? - Mundur.
Kau periksa putri kecilku.
Kau merawat lengannya. Ingat?
- Kau ingat dia? - Katakan!
Tolong beri tahu mereka.
Benar. Dia tadi kemari.
- Ya! - Baiklah.
Bagaimana keadaannya?
- Sudah kita bahas... - Dr. Berthram,
bagaimana keadaannya?
Dia...
dibawa kemari dan dokter kami, Bruce Volk,
memeriksanya.
Dia bilang Anne dia alami kecelakaan mobil.
Dia terlihat kebingungan.
Dr. Volk minta aku memeriksanya.
Kusarankan pemindaian, yang dia tolak.
Dia bersikeras kembali ke lobi untuk menunggu istrinya.
- Siapa namanya? - Abby.
Namanya Abby.
Kau bilang nama istrimu Joanne.
Memang.
Lalu siapa Abby?
Istri pertamaku.
Di mana dia sekarang?
Tewas.
Wafat.
Tak berkaitan dengan Joanne dan Peri.
Joanne dan Peri?
Itu nama istri dan anaknya sekarang.
Ini nyata.
Ini Joanne dan ini Peri.
Periwinkle. Kau ingat? Karena itu cangkang favorit Joanne.
Ini keluarga yang aku sayangi.
Apa hubungan istri pertamamu dengan ini?
Tak ada.
Kau tahu asuransiku atas nama Abby, bukan?
Kau gunakan itu agar aku terlihat gila,
padahal sebenarnya
kau menculik dan melakukan sesuatu.
Baiklah. Sudah cukup.
Ada cara mudah untuk percaya atau tidak omong kosong orang ini.
Itu.
Ini rekaman ruang tunggu hari ini.
Pukul berapa kalian datang?
Menjelang siang.
Kuputar dari pukul 09.00,
Kupercepat sampai kau terlihat.
Berhenti.
Mundur.
Ini aku dan Joanne bersama Peri di belakangku.
Benar, itu aku.
Di sini, dia bilang "tunggu". Aku kembali duduk.
Apa itu? Kenapa ada gangguan?
Ini sistem lama. Ada celah rekaman setiap 30 detik.
Menenangkan.
Di mana keluargamu?
Di sana...
Di bawah kamera.
Tempat duduk mereka terhalang.
Bisa lebih jelas?
Yang kau lihat adalah yang terjadi di sana.
Percepat saja.
Berhenti.
Aku kembali. Itu setelah Peri akan dipindai.
Tapi kau tak terlihat datang bersama mereka.
Sistem keamananmu buruk. Tak ada rekaman keluargaku masuk.
- Permisi. - Omong kosong!
Ada rekaman dari dalam IGD?
Tak ada rekaman di area perawatan karena masalah privasi.
Dr. Jacobs bertugas?
Periksa lorongnya.
Periksa.Posisi kameranya lebih baik.
Kita akan di sini semalaman.
Seisi rumah sakit!
Tidak bisa.
Tak ada surat perintah dan dasarnya, video itu bukan bukti ada orang hilang.
Menurutmu aku pura-pura? Menurutmu aku mengarangnya?
Kalian lihat fotonya!
Itu bisa siapa saja.
Adik atau keponakanmu.
Kau selalu mengatakan Abby.
Aku tak membicarakan Abby, tapi kalian.
Ayolah, Ray. Kau pasti bisa.
Kasir toko di SPBU tempat Peri jatuh, melihat kami.
Gas N 'Go, beberapa kilometer dari sini.
Tanya dia.
Tanya dia.
Aku coba cari dia.
Baik.
Pak Monroe...
ada orang dari bangsal yang bisa menjelaskan semua ini.
Ayo.
Ayo.
Panggil jika butuh bantuan.
Ini milik Peri.
Ini syal Peri.
Jo berikan padaku.
Pasti...
jatuh di sini tadi pagi.
Bisa buktikan?
- Ada namanya? - Ini miliknya!
Ada tanda terima?
Ini miliknya.
Boleh kulihat?
Pelan-pelan.
Perlahan.
Ini darahnya juga?
Itu darahku.
Itu darah dari kepalaku saat jatuh ke lubang.
Kau tahu itu.
Dengar, karena cedera kepala,
wajar jika kau bingung atau pikiranmu kacau
dan kau jelas sedang bingung.
Tidak.
Kenapa bisa ada syal putriku tapi dia tidak?
Ini syalnya karena dipakainya saat pulang dari acara Thanksgiving
dia perlu baterai, jadi kami mampir.
Dia jatuh ke lubang, aku di atasnya. Jadi dia kena darah.
Karena lengannya patah, kami kemari dan...
Kami melihatmu dan...
Hentikan!
Tenangkan dirimu, atau kau masuk penjara!
Mengerti?
Kau mengerti? Tenanglah.
Halo, Ray.
Aku Dr. Teresa Jacobs.
Aku dari departemen kejiwaan di daerah ini.
Kau psikiater?
Aku lebih suka "konselor medis", tapi...
"psikiater" boleh.
Aku tidak gila.
Tak ada yang bilang begitu.
Aku mau bantu kau cari tahu ke mana Joanne dan Peri.
Kami sama khawatirnya denganmu.
Kurasa tidak.
Dengarkan dia, Bung.
Pak, terima kasih. Biar kutangani.
Mau ke tempat tertutup untuk membahas ini?
Ya.
Bagus.
Ayo.
Kupikir kau akan senang mengetahui menemukan berkas penerimaanmu.
Ya.
Akhirnya.
Ini berkasmu, bukan putrimu.
Tak ada nama Peri di sini.
Tidak, itu hanya omong kosong karangan mereka.
Aku ingin dengar sedikit tentang kejadian sebelum kecelakaan mobil.
Bukan kecelakaan mobil.
Dia jatuh di lokasi konstruksi.
Maaf, itu yang aku tahu. Mungkin kau bisa cerita yang diingat.
Aku ingat semua. Jangan anggap aku orang gila.
Aku memperlakukanmu sebagai orang biasa.
Sekarang aku mau dengar darimu apa mereka pernah kemari.
Ada ini.
Ini bukti mereka ke sini.
Dan mereka disembunyikan.
Mereka sembunyikan...
Sembunyikan apa?
Bahwa istri dan anakmu sekadar datang dan diobati? Untuk apa?
Kau bekerja di sini, beri tahu aku.
Ceritakan tentang Abby.
Dia istri pertamamu?
Ini tak berkaitan dengan Abby.
Dia wafat?
Delapan tahun lalu.
Bisa ceritakan kejadiannya?
Kecelakaan.
Tabrakan dari bagian depan.
Kecelakaan mobil?
Benar. Ini tak ada hubungannya.
Dengan ini atau keluargaku.
Di dalam berkas, kau kecanduan alkohol.
Apa hari itu...
kau minum?
Ray!
Saat itu terjadi...
kau terlalu mabuk untuk menolong Abby?
Kau tidak tahu.
Kau tak melihatnya.
Tak ada yang bisa menolongnya.
Aku tak bisa.
Pernah pingsan?
Lupa waktu?
Aku tidak minum alkohol lagi.
- Sudah delapan tahun. - Kenapa
kau beri tahu staf kau sedang menunggu Abby?
Bantu aku pahami semua ini.
Abby tewas dalam kecelakaan mobil delapan tahun lalu dan itu menyiksaku.
Setiap hari.
Hanya saja...
Baiklah.
Aku akan mengatakan hal
yang akan sulit diterima.
Tapi kau harus dengar,
karena aku percaya kau.
Aku percaya sesuatu terjadi pada Peri dan Joanne.
Oleh karena itu,
kurasa kita harus lihat lokasi tempat Peri mengalami kecelakaan.
Kenapa? Tak ada apa-apa di sana.
Kurasa itu ide bagus.
Permisi sebentar.
Dia jelas mengalami trauma berat.
Dia bingung.
Kurasa kita harus ke tempat putrinya terluka.
Maksudmu?
Mereka mungkin ada di sana.
Astaga.
Aku akan menelepon unit K-9 dan minta mereka ke pom bensin.
Tokonya tutup, tapi aku sudah minta melacak kasirnya.
Lebih baik jika kau ikut.
Tentu saja.
Mereka tak ada di sana.
Mungkin kalian berkomplot, mungkin tidak.
Tapi yang pasti istri dan anakku ada di lorong ini dan tak pernah kembali.
Itu yang terjadi.
Itu lokasinya?
Ya.
- Terima kasih sudah datang cepat. - Sama-sama. Ada apa?
Dua orang hilang. Satu wanita, satu anak.
Tahu di mana TKP-nya?
Ray, di mana putrimu jatuh?
Ada bau untuk diendus Mandy?
Syalnya, Ray?
Yang diendus anjing itu cuma tadi kami kemari.
Kita harus coba.
Mandy, cari.
Anjing pintar.
Apa yang terjadi, Ray?
Tak ada.
Kotak bedak Peri hilang.
Sebuah mainan cermin kecil. Dia kesal, jadi...
aku dan Jo, kami mencarinya.
Jo mencari di toilet, aku di mobil
dan Peri hilang sejenak.
Saat kulihat, anjing menggeram padanya. Dia ketakutan dan jatuh.
Bukan apa-apa.
Kurasa dia melacak sesuatu.
Kami dapat sesuatu.
Ayo.
Biar kulihat. Kumohon.
Berikan. Milik Peri. Dia kehilangan itu.
Kumohon, itu milik Peri.
Pasti sejak awal ada di sakunya
dan keluar saat dia jatuh.
Darahnya?
Ini darah putrimu?
Itu darahku. Kepalaku terbentur.
- Dari kepalamu. - Ya.
Darahnya terlalu banyak.
Ini darahku. Aku yang terbentur.
- Lihat saja! - Enyahlah, orang gila!
- Hei! - Tidak lagi.
Sekarang ini TKP.
Panggil unit CSI.
Dasar gila.
Cari lagi. Mungkin ada lagi.
Dia yang taruh cermin itu!
- Dia yang menaruhnya! - Darahnya juga?
Mungkin kau!
- Sungguh? - Opsir.
Beri kami waktu.
Bantu aku. Lihat semua ini?
Aku coba menolongmu.
Sudah kutanyakan ini. Kutanya lagi.
Apa yang terjadi sebelum kecelakaan itu?
Apa kau marah karena sesuatu?
Mungkin kesal pada putrimu?
Aku...
bertengkar dengan istriku soal pernikahan.
Aku tahu dia tidak bahagia,
dan mau aku berusaha lebih keras. Aku sudah lakukan!
Aku suruh Peri tetap di situ. Tetap di situ.
Dia tak mau dengar. Harusnya dengar aku.
Jadi, kau marah padanya.
Ya, aku ambil batu dan kulempar.
Ke siapa?
Ke anjing itu.
Aku berusaha keras.
Aku berusaha menangkapnya.
Dia tetap jatuh.
Ray.
Kau yakin ada anjing?
Tidak ada anjing. Benar, Ray?
Tak ada kecelakaan.
Peri tidak jatuh.
Kau mengarangnya.
Itu kejadiannya!
Itu yang terjadi.
Pikirkan.
Kau kesal pada putrimu,
marahpada istrimu,
marahpada dirimu.
Jadi kau mengambil batu.
Saat berakhir,
kau sangat marah pada yang kau lakukan,
lalu Joanne muncul.
Ray!
Jadi kau... mengamuk.
Tidak!
Itulah yang terjadi, bukan?
Kau terluka?
Pikiranmu,
kadang bisa menciptakan kenyataan lain, kenyataan palsu,
untuk melindungi diri dari trauma.
Dari ketakutan
dan kengerian yang tak terbayangkan.
Apa tulangnya patah?
Kau pernah kehilangan keluarga.
Dan saat kau lihat perbuatanmu terhadap Peri
dan Joanne,
pikiranmu tak bisa menerima kenyataan hal itu terulang lagi
dengan tanganmu sendiri.
Aku tak akan menyakitimu, Sayang.
Di mana mereka?
Di mana Peri dan Joanne?
Di mana kau meletakkan mereka?
Ray.
Ray?
Berdiri, Pak Monroe.
Berdiri, Pak Monroe!
Berdiri.
Bangun. Sekarang.
Tuan Monroe, kau ditahan atas dugaan pembunuhan.
Kau berhak untuk diam.
Semua ucapanmu bisa dan akan digunakan saat sidang.
Kau berhak didampingi pengacara. Jika tidak mampu...
Ayah!
Jangan bergerak.
Tenang. Ayah hanya menakutinya.
Ayah!
Tidak!
Kau terluka?
Kurasa tidak.
Benar terjadi.
Tidak, Ray!
Turunkan senjata kalian.
- Baik. - Sekarang!
Sekarang!
Letakkan senjata dan radio, singkirkan semuanya.
Kau juga!
Kau bahayakan dirimu.
Tetap di sana.
Sekarang, semua bangun!
Kau, ke sana. Bangun dan ke sana.
Semuanya bangun!
Kau tak akan sakiti aku.
Kau pikir aku membunuh istri dan putriku.
Jadi, kau siapa aku?
Sekarang jalan.
Jalan!
Belok ke sana.
Buka pintu itu.
Semua masuk.
Ayo.
Berikan kartu aksesmu.
Jika kau pikir melihat anjing itu membuatmu yakin semuanya nyata,
kau salah.
Atau kau yang salah.
Berikan kartunya.
Kesalahan.
Kita lihat nanti.
Bedebah! Kau dalam masalah besar!
Aku jemput kalian.
IGD
- Masih bertemu Phil dari radiologi? - Tidak.
Cukup aneh, ya?
Aku bahkan takut menggendongnya.
Bagaimana jika jatuh?
Anak pertamamu?
Maaf, Pak Monroe. Dia tiada.
Keduanya tiada.
Beres. Konfirmasikan.
Maaf, Pak Monroe. Mereka tiada.
Lakukan sesuatu.
Lakukan sesuatu.
Delapan puluh dua derajat.
Awas.
Tolong aku.
Tolong aku.
Tolong.
Dokter? Dokter!
Tanda tangan.
Terima kasih. Bagus.
Sini!
Diam.
Diam.
Aku hanya mau jemput keluargaku lalu pulang.
Jauhkan senjatanya.
Baik.
Aku bawa kau ke keluargamu.
Mereka di bawah.
Hanya 30 detik.
Berikan kuncinya.
Baik.
Semoga lekas sembuh.
ORGAN MANUSIA
EMS bawa dua pasien trauma kepala.
Tabrakan depan. Pengemudi mabuk.
Mata terindah yang pernah kulihat.
Apa kau mau Peri terdaftar untuk donasi organ?
Tidak.
Coba pikirkan kembali.
Jangan sentuh dia! Mundur! Jauhi meja.
Letakkan itu! Letakkan! Ke dinding!
Peri.
Peri?
Tetap di sana.
Lepaskan maskermu.
Lepaskan.
Kau monster.
Kalian semua monster.
Ray, jangan lakukan ini.
Tenanglah. Ada Ayah, Sayang.
Kau tak perlu begini.
Ray...
Jo?
Jo!
Tidak.
Ray.
Ayo.
Kalian pikir bisa membedah keluargaku?
Kalian pikir bisa membedah putriku?
Singkirkan senjatamu.
Tak ada yang perlu terluka.
Ayah di sini.
Ray, kau sangat kebingungan.
Aku tak takut padamu.
Jangan lakukan ini.
Ray.
Mereka membius kami.
Aku tahu. Gendong Peri.
Ray.
Kau tak berpikir jernih.
Tak pernah sejernih ini.
Ayo.
Tahan dia!
Propofol, 15 miligram!
Jo, kau baik-baik saja.
Kau baik saja.
Ada aku.
Ada aku.
Berhenti!
Minggir.
Pak Monroe, dengar. Kau harus dengar.
Kau tak boleh pergi. Kalian tak bisa pergi.
Kau ingat aku?
Aku Dr. Bruce Volk. Kau ingat?
Kami hanya menolongmu. Letakkan senjatamu.
Bedebah!
Berhasil.
Aku berhasil.
Kau menembakku!
Aku berhasil.
Sebentar lagi.
Ini. Tetaplah hangat.
Ayah?
Ya?
Apa kita sudah di rumah?
Sebentar lagi, Sayang.
Sebentar lagi.
Kau baik saja?
Sekarang, ya.
Lenganku masih sakit, Ayah.
Apakah lagu bisa membuatmu merasa baikan?
Merah dan kuning dan merah muda dan hijau
Ungu dan jingga dan biru
Aku bisa menyanyikan pelangi
Nyanyikan pelangi
Nyanyikan pelangi untukmu
Jangan sentuh dia!
Peri!
Ray.
Kau tak berpikir jernih.
Ada aku.
Pikiranmu kacau.
ORGAN MANUSIA
Kau sangat bingung.
Hentikan!
Ray! Kau sangat bingung.
Pikiranmu, Ray,
Tidak!
kadang bisa menciptakan kenyataan lain,
kenyataan palsu,
untuk melindungi diri dari trauma.
Dari ketakutkan.
Dari kengerian yang tak terbayangkan.
Ayah.
Dia baik-baik saja.
Dimana Ayah?
Dia baik-baik saja.
Nyanyikan pelangi
Nyanyikan pelangi untukmu
Bagaimana?
Bagus.
Ayo kita pulang.
Terjemahan subtitle oleh Jessie Dima K.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.