All language subtitles for EP16_ Best Choice Ever [WeTV Subindo]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali Download
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean Download
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

=Cerita Bahagia=

=Episode 16=

- Halo. - Halo.

Ibu.

Kau akhirnya datang. Cepat pergi ganti pakaian, ayo.

Ganti pakaian apa? Bukankah mau pergi makan?

Memang mau makan, tetapi sekarang kau memakai seragam kerja.

Ganti baju yang cantik,

- biar bibimu senang saat melihatmu. - Tidak masalah, Ibu. Bibi...

- Pergi, dengarkan aku. - Bukan, aku ganti baju apa?

Bagus, 'kan?

Memang bagus, tetapi kita hanya makan dengan Bibi, 'kan?

Kenapa harus memakai baju yang begitu formal?

Kau belum tentu bisa bertemu bibimu sekali dalam setahun, 'kan?

Tentu harus memakai baju yang lebih formal dan bagus.

Apalagi, memakai baju seperti ini bisa menonjolkan postur tubuhmu.

Ibu telah menghabiskan banyak uang.

Ibu, bukankah kau sedang menghamburkan uang?

Setelah dibeli, aku biasanya juga tidak pakai, untuk apa kau membelinya?

Kalau begitu, begini saja.

Ke depannya, kau lebih sering pakai.

Pakai dengan hati-hati agar tidak kotor, bukankah jadi tidak sayang?

Cepat pergi, masih ada sepatu.

- Cepat pergi. - Kenapa sampai ada sepatu?

Sepatu hak tinggi, cepat pergi.

Pakai semuanya.

Yang cepat, aku menunggumu.

Ibu, tadi siapa yang meneleponmu?

Bibimu, dia mendesak kita.

Untuk apa dia mendesak?

Waktu bagusnya sudah tiba, tidak sempat lagi.

Waktu bagus apa?

Waktu bagus untuk makan di perjamuan.

- Cepat. - Ibu.

Sebenarnya ada apa? Kau aneh sekali hari ini.

Ibu...

Chenghuan, dengarkan Ibu.

Ibu melakukan semuanya demi kebaikanmu dan kebahagiaanmu.

Selama kau senang,

tidak peduli bagaimana kau marah dan menyalahkan Ibu,

Ibu bersedia menerimanya.

Apa maksudnya?

Buka pintu. Ayo.

Mari sambut pengantin wanita kita, Mai Chenghuan.

(Pesta Pertunangan Xin Jialiang dan Mai Chenghuan)

Ayah, kau tenang saja.

Pepatah berkata berkeluarga dulu, baru membentuk karier.

Setelah pernikahan Jialiang ditetapkan, kau istirahat saja.

Serahkan pengelolaan Deshan kepada Jialiang.

Dengan bantuan Chenghuan, pasti tidak ada masalah.

Jarang-jarang

kau dan adikmu bisa berpikir dengan jelas.

Bos.

Kau tahu di lantai bawah tadi...

Kau tahu dekorasi lokasi pertunangan di bawah tadi milik siapa?

Sherry bilang itu milik Xin Jialiang dan Mai Chenghuan.

Kau adalah kakaknya, kenapa informasimu telat sekali?

Kau tenang sedikit.

Ibu, ini yang kau maksud demi kebaikanku?

Ya. Chenghuan, demi pesta pertunangan ini,

Ibu dan semua orang sibuk selama berhari-hari.

Bibimu, pamanmu,

semua kerabat yang tidak pernah kau temui telah datang semua.

- Mereka semua... - Wanyu.

Situasi apa ini?

Ibu, pertunangan apa ini?

- Bukankah Kakak sudah putus? - Pelan-pelan, sedang apa?

Mereka berdua adalah pasangan serasi yang ditakdirkan.

Tidak akan bisa dipisahkan oleh sedikit masalah.

Sekarang, aku hanya ingin mempercepat langkah

dan memberikan semua orang kejutan bahagia.

Ibu, ini jelas kejutan yang menakutkan.

Hal sebesar ini, apakah kau sudah menanyakan pendapat Chenghuan?

Chenghuan.

Kau sudah datang.

Kau memanfaatkan pertunangan denganku untuk menyenangkan hati ayahmu, 'kan?

Bukan begitu.

Jiali bilang kau sudah setuju.

Kakakmu bilang aku sudah setuju?

Menurutmu, aku yang bodoh atau kau yang bodoh?

Chenghuan, naik ke panggung dulu.

Selesaikan prosedur agar masalah ayahku teratasi.

Kelak, aku akan memberimu semua yang kau inginkan.

Aku juga tidak akan menghalangi hal yang ingin kalian berdua lakukan.

- Apa maksudnya? - Ibu.

Anggota Keluarga Xin tidak akan bertindak tanpa tujuan.

- Mereka memanfaatkan Kakak. - Bukan.

Bibi, jangan bicara tentang ini dulu.

Sekarang ada banyak orang yang melihat, cepat suruh mereka naik ke panggung.

Benar. Chenghuan, dengarkan Ibu. Naik dulu.

Ibu demi kebaikanmu.

- Ibu. - Ibu sudah memikirkannya untukmu.

Ibu, kau jangan memaksa Kakak.

Kau ini memaksa Kakak dengan memanipulasinya.

Apa yang kau lakukan?

- Berpikirlah dengan jelas. - Naik ke panggung denganku.

- Apa yang kalian lakukan? - Kakak.

Cepat pergi.

Halo, para kerabat dan teman-teman. Namaku Mai Chenghuan.

Terima kasih sudah datang ke sini di tengah kesibukan kalian semua.

Aku dan Xin Jialiang berpacaran selama bertahun-tahun.

Kami pernah memiliki kenangan yang indah.

Namun, hari ini...

Aku ingin memberi tahu semua orang dengan serius dan penuh penyesalan.

Aku dan Xin Jialiang sudah putus.

Ini adalah hasil pertimbangan matang dari kami berdua.

Kesalahpahaman hari ini bukanlah keinginanku.

Aku ingin memberi tahu semua orang dengan sungguh-sungguh,

mohon maaf.

Apa gunanya minta maaf?

Maaf, semuanya. Kedatangan kalian menjadi sia-sia.

Chenghuan.

Teman-teman...

Halo, semuanya.

Dia... Pasangan muda sedang bertengkar.

Tidak apa-apa, kalian makan saja. Makan dan minum sepuasnya.

- Hari ini hanya pertunangan... - Ibu!

Kukatakan sekali lagi.

Tolong hormati keputusanku.

Chenghuan, biar Ibu beri tahu,

Jialiang sudah berbuat sampai seperti ini untukmu.

Apakah dia belum cukup mencintaimu? Belum cukup baik padamu?

Kau ingin dia bersikap seperti apa kepadamu?

Dia bilang mencintaiku,

jadi, menyembunyikan status keturunan keluarga kaya dan mengujiku sangat lama.

Dia bilang mencintaiku,

jadi tidak bisa membuat keputusan di antara aku dan orang tuanya.

Bersembunyi saat terjadi masalah, tidak memedulikan nasibku.

Atau dia bilang mencintaiku,

setelah putus baik-baik denganku, lalu demi menyenangkan hati ayahnya,

dia menempatkan kita berdua di sini untuk menyetujui lamaran tidak jelasnya?

Chenghuan, Ibu...

Chenghuan, dengarkan Ibu, tidak ada orang yang sempurna.

Sifat Jialiang tetap baik, dia mencintaimu dengan tulus.

Aku menyetujui pertunangan atau tidak

dan bertunangan dengan siapa, itu hal yang harus kupikirkan.

Siapa pun tidak bisa menggantikanku.

Chenghuan!

Tidak apa-apa.

Chenghuan, Ibu tahu kau merasa dirugikan.

Hatimu merasa sedih, tetapi apakah kau bisa bersabar?

Setelah pulang ke rumah baru bertengkar, bisa?

Di hadapan begitu banyak orang, harga diri kerabat

dan harga diri Ibu harus diletakkan di mana?

Ibu!

Pikiranku tidak pernah sejernih sekarang.

Aku tidak mau bermain lagi, kalian saja yang main.

Mai Chenghuan!

Jika hari ini kau berani pergi, aku tidak punya putri sepertimu lagi!

Ibu.

Karena Ibu melahirkan dan membesarkanku,

aku sangat berterima kasih dan sangat menghormatimu.

Karena aku mengerti kesulitanmu,

jadi dari kecil sampai dewasa, masalah kecil sampai besar,

aku berusaha untuk mendengarkanmu.

Aku sebisa mungkin mengalah terhadap permintaan tidak masuk akalmu.

Dulu aku selalu berpikir,

karena Ibu demi kebaikanku,

jadi setiap kali aku selalu mengalah.

Tanpa disadari, terbentuklah situasi seperti hari ini.

Kupikir...

Ibu mungkin hanya mau boneka yang patuh.

Diatur dan dikendalikan oleh Ibu

untuk menyelesaikan harapan masa mudamu yang tidak terwujud, sedangkan aku...

Sedangkan aku, Mai Chenghuan...

Sekarang, aku tidak ingin menjadi boneka ini lagi!

- Chenghuan. - Kak.

Kau kembali.

Biarkan kakakmu menenangkan diri.

- Wanyu, jangan marah lagi. - Kenapa marah?

Chenghuan sudah hampir 30 tahun, 'kan?

Kelak, mungkin akan sulit baginya untuk menikah.

Jangan bicara lagi.

Ibu.

Pak Xin.

Keluarga Mai kami memang miskin,

tetapi putri Keluarga Mai punya harga diri.

Tolong minta putramu untuk jangan mengganggu putriku lagi.

Ayo pergi.

Ayah.

Mukaku ini

benar-benar sudah dipermalukan habis-habisan oleh kalian.

Ayah, kami melakukan ini untuk membuatmu senang.

Kami juga sedang berbakti.

Tutup mulutmu.

Kalian hanya berbakti kepada uangku!

Untuk apa terburu-buru?

Setelah saatnya tiba, bukankah uangku akan menjadi milik kalian?

Milik kami?

Kau mungkin akan memberikannya kepada wanita di luar itu.

- Dasar bocah ini... - Pak Xin! Cepat panggil ambulans!

Kau baik-baik saja?

Kenapa kau ada di sini?

Kebetulan lewat, takut kau berpikiran sempit,

Nenek akan memarahiku.

♪Debu di bawah lampu menyebar ke mana-mana♪

♪Duduk di kamar yang kosong sambil membuka jendela♪

♪Tidak bisa membedakan apakah cinta ini♪

♪Diberikan secara sukarela atau untuk mengikat♪

♪Bagaimana cara membayangkan masa depan?♪

Kau tahu apa arti namaku?

Mai Chenghuan.

Mengikuti kehendak orang dan memberikan kesenangan.

Melayani orang tua dan menyenangkan hati mereka.

Ini baru makna inti dari kata ini.

Memang cukup sedih.

Nama sendiri, tetapi malah lahir untuk orang lain.

Hari ini adalah pertama kalinya

aku membuang arti nama ini dalam hidupku.

Suasana hatiku sedikit rumit.

Namun, biar bagaimanapun...

Dulu untuk menyenangkan hati orang tua,

tetapi mulai sekarang,

aku hanya ingin menyenangkan hatiku sendiri.

♪Berharap bisa mandiri seperti yang mereka harapkan♪

♪Berharap bisa hidup dengan lugas seperti yang diriku harapkan♪

Wanyu.

Kau tidak makan seharian.

Mau kumasakkan sesuatu?

Ayah, Ibu, aku sudah mengantar Bibi dan Paman Tertua ke stasiun kereta.

- Kalian tidak perlu khawatir. - Baik, bagaimana dengan kakakmu?

Apakah kau mencoba mencarinya?

Tidak tahu, dia tidak menjawab telepon.

Biarkan dia menenangkan diri saja selama beberapa waktu ini.

Masalahnya sampai seperti ini,

aku tidak punya cara untuk membujuknya pulang.

Wanyu, kau sungguh harus introspeksi diri. Pertunangan

dan pernikahan Chenghuan, urusan sebesar ini.

Kau bahkan tidak meminta persetujuannya dan langsung...

Selama bertahun-tahun ini, kau yang memutuskan segalanya.

Aku tidak punya pendapat.

Namun, anak kita sudah dewasa.

Anak zaman sekarang ingin mandiri. Tujuanmu memang baik.

Namun, harus putri kita yang merasa

hal ini baik, maka baru benar-benar baik.

Benar, Ibu.

Masalah menikah tetap harus Kakak yang memutuskan sendiri.

Chenghuan.

Kak, apa yang kau lakukan?

Apa yang ingin kau lakukan?

Aku mau pergi ke tempat yang bebas. Aku seharusnya pindah sejak lama.

Kau...

Apakah kau mau memberontak?

Wanyu, tenang. Tenang sedikit.

Dia mau memberontak,

- kau masih menyuruhku tenang? - Ibu.

Bebas?

Kau sudah 29 tahun, jadi ingin meminta kebebasan denganku?

Kenapa kau tidak memintanya saat berusia sembilan tahun?

Kau tumbuh dengan meminum air susuku. Kau besar dengan memakan masakanku.

Biaya sekolahmu dibayar dengan uangku. Aku juga yang memberimu kartu identitasmu.

Sekarang, kau sudah dewasa dan mau pindah?

- Chenghuan. - Kak.

Jaga ibumu.

Aku melakukan begitu banyak hal,

demi apa?

Bukankah demi kebaikannya?

Pada akhirnya,

malah aku yang salah?

Ibu.

Kau jangan merasa bersalah.

Beberapa waktu lagi setelah amarah Kakak mereda, dia akan pulang.

Chenghuan. Chenghuan, tunggu.

Ayah, kau jangan membujukku lagi. Aku sudah membuat keputusan.

Aku paham.

Kalian sudah dewasa.

Pasti akan meninggalkan rumah.

(Bank CCB) Ini tabungan dari uang jajanku sendiri.

Meski tidak banyak,

tetapi bisa membantumu selama beberapa hari.

- Pegang. - Ayah, aku tidak mau.

Aku sudah dewasa, pekerjaanku juga menghasilkan uang.

Kau simpan untuk sendiri saja.

Anak bodoh.

Tidak peduli kau di rumah atau tidak di rumah,

meskipun kelak kau berkeluarga, kau tetap adalah putriku.

Ayah.

Aku memang ingin kebebasan,

tetapi secara bersamaan, aku juga akan memikul tanggung jawab.

Tolong berikan aku satu kesempatan

agar aku benar-benar menjadi orang yang mandiri, bisa?

Kau sudah bekerja keras selama beberapa waktu ini, Ayah.

Apanya yang bekerja keras? Ini sudah seharusnya.

Dengan temperamen ibumu,

aku tentu harus mengalah kepadanya, benar?

Jika tidak, keluarga kita akan bertengkar hebat setiap hari.

Chenghuan.

Ketika kau masih kecil, Ayah berharap kau tumbuh dewasa.

Setelah kau tumbuh dewasa,

aku ingin kau bahagia.

Jika kau bahagia, Ayah juga bahagia.

Sudah.

Jangan bicara lagi. Jika bicara lagi, aku tidak rela kau pergi.

Kau pergi ke mana? Ke tempat Mao atau tempat nenekmu?

Lihatlah, aku punya banyak tempat tinggal, kau tidak perlu khawatir lagi.

Beri tahu aku setelah tempat tinggalmu teratasi, agar aku bisa tenang.

Ayah.

(Sanheli)

Kau mau pindah ke mana?

Dengan pertunjukan besar hari ini, semua aibku sudah terlihat olehmu.

Kau menyelamatkanku, aku melihat aibmu.

Tampaknya, hubungan kita termasuk cukup dekat.

Bisa dibilang begitu.

Perlu kubantu atur tempat tinggal sementara untukmu?

Tidak perlu, terima kasih untuk niatmu.

- Namun... - Chenghuan.

Chengzao mengirimiku pesan, jadi aku bergegas datang.

- Kau tinggal di tempatku saja, ayo. - Tidak.

Aku tidak bisa tinggal di tempatmu. Jika aku tinggal di tempatmu,

ibuku akan pergi ke sana dan memengaruhi bisnismu.

Kau lebih penting atau bisnis yang lebih penting?

- Tidak apa-apa, ayo. - Aku sungguh tidak boleh ke sana.

Tokomu baru dibuka, ini waktunya mengumpulkan popularitas.

Aku pergi ke tempat Nenek.

Ibuku takut pada Nenek, dia tidak berani membuat onar di sana.

Kalau begitu, ayo,

- kuantar kau ke tempat Nenek. - Biar kuantar saja.

Kau siapa?

Aku lupa masih ada satu orang lagi.

Cucu kandung Nenek dan mantan atasanku, Yao Zhiming.

Kau adalah cucu kandung itu?

Membuat Chenghuan diberhentikan dan gajinya menurun.

Lalu, kau juga yang membuat masalah Keluarga Xin ini, 'kan?

Sekarang malah berpura-pura menjadi orang baik, untuk apa?

Kau bicara baik-baik.

Aku tidak menyangkal tentang masa lalu, juga tidak akan membela diri.

Hanya saja, aku diminta tolong oleh Nenek untuk menjaga Chenghuan.

- Ucapanmu memang enak didengar. - Mao.

Kejadian hari ini memang tidak berhubungan dengannya.

Maaf, kami pergi dulu. Bukankah kau mau mengantarku? Ayo pergi.

Sampai jumpa, Cucu Kandung.

Kau belum makan, 'kan?

Jika kau lapar, buka kotak kecil itu, ada makanan.

Ganjal perut dulu, nanti kubawa kau makan makanan enak.

Aku tidak lapar, tidak apa-apa.

Apa perlu kubuatkan mutiara keberuntungan untukmu?

Lihatlah pria seperti apa yang kau temui.

Menjebakmu dalam karier, menipumu dalam cinta.

Begitu dipikirkan, aku langsung marah pada Xin Jialiang.

Berpacaran selama tiga tahun depanmu.

Selalu bilang mencintaimu, tetapi malah kencan buta dengan orang lain.

Sekarang bahkan mengadakan pertunangan palsu

demi merebut harta warisan. Orang macam apa ini?

Tidak pernah bertemu orang yang begitu tidak tahu malu.

Sekarang, Keluarga Xin adalah orang luar bagiku,

sedikit pun tidak berhubungan denganku.

Hanya saja, kali ini...

Kali ini, aku terlalu kecewa dengan ibuku.

Ibu Angkat hampir tidak pernah menikmati hidupnya.

Ditambah rumah kebanjiran dan tidak jadi dibongkar.

Masalah rumah yang beruntun sudah membuatnya pusing.

Dia pasti asal mencari solusi karena saking paniknya.

Aku bukan membantunya berbicara.

Kali ini, perbuatannya memang keterlaluan.

Aku juga mendukungmu.

Kau dan ibumu bisa berpisah untuk sementara, ini cukup bagus.

Masih ada perbedaan pandangan hidup yang menakutkan.

Kenapa meningkat sampai pandangan hidup?

Xin Jialiang pernah mencariku dengan membawa pekerjaan bergaji tinggi.

Aku menolaknya.

Keluarga kami memang sedang kekurangan uang,

tetapi aku tahu

ada uang yang bisa diambil, ada uang yang tidak bisa diambil.

Hingga aku melihat Chengzao

yang sedang mengantar makanan,

sebenarnya aku sempat merasakan keraguan di hatiku.

Pilihanku sebenarnya benar atau salah?

Namun, kemudian

Chengzao memintaku berpegang teguh pada pendirianku.

Kami tetap berusaha, teguh,

tidak bergantung pada orang lain.

Alhasil...

Alhasil, ibuku memberi kami jawaban yang sepenuhnya bertolak belakang.

Kenapa Chengzao bisa mengantar makanan?

Bukankah dia bekerja dengan baik di firma hukum?

Aku dan Xin Jialiang putus.

Orang di firma hukum menindasnya.

Apakah Chengzao baik-baik saja?

Chengzao sangat dewasa, juga sangat optimis.

Dia memberiku semua penghasilannya dari mengajar selama bertahun-tahun.

Kami mengumpulkan uang bersama untuk merenovasi rumah.

Masalahnya banyak sekali.

Aku juga anggota keluarga ini.

Kau harus beri tahu aku jika butuh sesuatu. Dengar, tidak?

Mai Chenghuan, lain kali berpacaran,

kau harus cari yang tampan dan punya postur tubuh bagus.

Lihatlah, ada banyak gadis yang punya latar belakang pendidikan,

punya karier dan berotak cerdas, juga termotivasi dan bertanggung jawab.

Bagian mana dari mereka yang tidak baik?

Kenapa harus menaruh semua harapan pada pria?

Biar kuberi tahu, pria jauh lebih realistis daripada kita.

Mereka bisa menyembunyikan kondisi keuangan darimu,

juga bisa mengendalikanmu dari segi mental.

Hanya wajah yang tidak akan menipu. Jadi, harus cari yang berwajah tampan.

Pernyataan dari pecinta wajah tampan.

Memang begitu.

Hanya pria yang boleh mendambakan kecantikan,

kita para wanita tidak boleh mendambakan ketampanan?

Kuberi tahu kau satu hal, Song Huaimin botak.

Tidak kelihatan, 'kan? Dia memakai rambut palsu.

Pantas saja kau langsung bercerai dengannya.

Mao Yongxin, kau memang hebat.

Lain kali, buka matamu lebar-lebar saat mencari pacar.

Cari yang tampan, paham?

Sekarang, aku hanya berpikir untuk meningkatkan keuanganku.

Selama punya uang, semua yang diinginkan bisa didapatkan.

Sudah paham, ya?

Ini namanya mementingkan karier dulu, baru membicarakan cinta.

Baik, Guru Mai.

Bos, saat ini adalah masa kritis Xing'anli, ini.

Sebenarnya apa yang kau pikirkan? Kau harus berikan kejelasan.

(Kapsul Buluofen)

Kau bantu kerjakan untukku.

Apa maksudnya aku yang kerjakan?

Memangnya aku siapa? Apa aku punya kekuasaan sebesar itu?

Aku sedang berbicara denganmu, kau dengarkan, tidak?

Bantu belikan bunga matahari. Berikan kepadaku besok pagi, aku butuh.

Sudah begitu larut, yang ada hanya melati tongkeng.

Ke mana aku harus mencari bunga matahari untukmu?

Ini pekerjaanmu, kau malah bertanya kepadaku?

Baiklah, Mai Chenghuan yang bertunangan, tetapi kau yang dibuat sakit kepala.

Kau minum obat pereda nyeri dan juga beli bunga matahari, untuk apa?

Akan kutanam untukmu, harap tunggu.

Ini, minum teh pereda bengkak,

lalu tidur dengan nyenyak. Kau akan segera sembuh.

Terima kasih, Nenek.

Nenek memang baik.

Bersedia menerimaku.

Sudah kubilang ini adalah tempat berlindungmu.

Kau tinggal saja dengan tenang. Apakah wajahmu masih sakit?

Aku hidup bersama Ibu selama 29 tahun.

Sebelumnya, aku selalu merasa Ibu tidak mudah.

Jadi, aku menurutinya dalam segala hal.

Aku sendiri merasa telah menyentuh langit dan bumi.

Alhasil, tidak disangka,

aku dipukul menjadi anak durhaka.

Orang tuamu berharap kau menyenangkan hati orang tua.

Dulu, kau berulang kali bersabar.

Saat tidak bisa bertahan, kau kembali bersabar.

Kali ini adalah satu-satunya pengecualian.

Chenghuan.

Orang tua dan saudara hanya tamu yang berlalu dengan cepat.

Manusia harus hidup demi diri sendiri.

Saat kau hidup hingga usia Nenek, kau akan sadar,

kau hanya punya dirimu sendiri.

Oh iya, Nenek.

Coba lihat.

- Ini dari mana? - Coba buka dan lihat.

Baik.

Ini kita berdua.

Nenek, ini buatan tangan Mao.

Terakhir kali, Nenek memberiku gelang, anggap ini sebagai hadiah balasan.

Ke depannya, Nenek harus selalu memakainya.

Pasti akan selalu kupakai.

Aku suka sekali. Aku suka sekali.

Nenek, pagi.

- Pagi. - Ini bunga yang kubeli untuk Nenek

saat lewat toko bunga.

Bunga matahari.

Kau tidak pernah membawa bunga ke sini sebelumnya.

Kau sudah patuh.

Ini karena Nenek mengajariku dengan baik.

Chenghuan di mana?

Lihatlah mulut manismu.

Aku hanya mendapat hadiah berkat Chenghuan, 'kan?

Tidak.

Pagi.

Matamu kenapa merah sekali?

Mai Chenghuan, jangan-jangan kau menangis, ya?

Kak, aku bukan protagonis wanita di drama idola,

langsung menangis begitu mengalami sedikit masalah.

Tadi aku membantu Nenek mencuci dua baju berbahan sutra.

Busa detergennya benar-benar banyak sekali.

Aku pertama kali memakainya dan tidak mengontrol jumlah,

jadi beterbangan ke seluruh wajahku dan mataku menjadi perih.

Ini mudah.

- Tinggal merekrut pembantu saja. - Tidak bisa.

Pembantu tidak sebersih cuci sendiri.

Apalagi, aku masuk sif siang hari ini, jadi tidak ada urusan.

Selain itu, aku tidak bisa menempati ranjang Nenek secara cuma-cuma.

Aku masih bingung kenapa kau datang pagi-pagi begini,

ternyata untuk melihat Chenghuan.

Mana mungkin? Aku sengaja datang untuk melihat Nenek.

Jika datang demi Nenek, kau harus menunjukkan kebaktianmu.

Nenek katakan saja,

mau makanan enak, arak bagus atau jalan-jalan?

(Panti Jompo Hejing) Itu, maaf mengganggu.

Dua-duanya bukan. Harus pakai yang ungu dulu.

Aku tahu.

Tidak boleh langsung dituang di atas seprai.

Kau harus tuang detergen ke dalam air dan dilarutkan dulu.

Kau harus lebih lembut saat mencuci seprai Nenek, paham?

Terima kasih sudah memberitahuku.

Duduk di sana dan hanya berbicara tanpa bertindak, nyaman sekali.

Menyalahkanku? Kau sendiri yang mau berbakti.

Kau...

Lupakan saja.

Berhenti.

Sudah kuduga kau akan memeras seperti ini.

Tidak boleh begitu kuat saat memeras.

Jika tidak, seprainya akan berubah bentuk.

Kau saja.

Kalau begitu,

aku akan memaksakan diri dan mengajarimu.

Baik.

Lipat lagi.

Terakhir kali.

Sudah, peras semua airnya.

Tidak boleh digulung. Harus ditekan seperti punyaku.

Bagus sekali.

Jika dibulatkan,

kita juga termasuk setengah...

Setengah apa?

Setengah kakak dan adik.

Kau kira apa? Sudah.

Selanjutnya?

Buka seprainya.

Diayun untuk buang sisa airnya.

Sebenarnya, aku cukup puas sekarang.

Meskipun pernikahanku gagal dan juga bertengkar dengan ibuku,

tetapi ada sahabat yang menemaniku, juga ada Nenek di sisiku.

Aku lumayan senang.

Kau cukup bisa menghibur diri.

Senang juga bisa melewati hari, tidak senang juga bisa melewati hari,

kenapa harus menambah masalah sendiri?

Apa yang kau lakukan? Kau sengaja, 'kan?

Membantumu kembali ke dunia fana agar pikiranmu jernih.

Kalau begitu, kubantu kau naik ke surga.

♪Secercah cahaya perlahan-lahan jatuh menuju riak waktu♪

♪Pada saat tertentu, kehangatan tiba-tiba muncul di hati♪

♪Sebuah suara perlahan-lahan mendekat♪

♪Juga menyembuhkan semua kesedihan di masa lalu♪

♪Selamat tidur♪

♪Kau menyinariku♪

Ibu.

- Sudah pulang, Nak? - Sudah pulang.

Ibu, malam tidak perlu masak, kita makan di luar saja.

- Baik. - Baik, ayo.

Mai, untuk apa kau membawa begitu banyak ikan?

Tidak bisa dihabiskan dalam waktu singkat.

Jika tidak habis, simpan di kulkas.

Bukankah kulkasnya rusak?

Kulkas lama memang rusak. Bukankah Chenghuan membeli kulkas baru?

Kenapa kau tidak pakai?

Apanya yang pakai?

Apakah Mai Chenghuan masih anggota Keluarga Mai? Dasar.

Kuberi tahu, kau juga tidak boleh pakai.

Jika kau pakai, kau juga keluar dari rumah ini.

Siapa? Sebentar.

♪Anakku♪

♪Aku tidak tahu apakah yang kulakukan sudah cukup baik♪

♪Ini pertama kalinya aku menjadi ibu♪

♪Sekalipun waktu telah membuat rambutku memutih♪

♪Tidak punya waktu untuk makan dan sibuk bukan salahku♪

♪Namun, jika kau tahu, aku akan merasa sangat bersalah♪

♪Aku tahu kau bertanya tentang keadaanku demi kebaikanku♪

♪Namun, itu membuatku merasa tidak pernah dipercaya♪

♪Orang yang tidak khawatir tidak akan menjadi ibu♪

♪Aku tahu semuanya, tetapi aku merasa sakit hati♪

♪Harap tenang dan biarkan aku menjalani kehidupanku♪

♪Kau begitu berani dan baik, aku tidak takut asalkan mirip denganmu♪

♪Suatu hari nanti, kau juga akan menjadi seorang ibu♪

♪Pada hari itu, apakah kita akan berpelukan?♪

♪Seperti arus air yang mengelilingi dunia♪

♪Memeluk kembali sungai kelahirannya♪

♪Aku berharap kau dicintai♪

♪Aku berharap kau bahagia♪

♪Aku berharap kedua tanganku bisa mengadang angin untukmu♪

♪Aku tahu cinta akan bertengkar♪

♪Aku tahu manusia akan menua♪

♪Jadi, aku harus mengucapkan♪

♪kata mencintaimu dengan lantang♪

♪Melewati tatapan ibu dan gang keluar rumah (Apakah akan segera tiba?)♪

♪Melewati bus yang penuh, kenangan yang hangat (Pintunya terbuka)♪

♪Melewati waktu yang lembut♪

♪Selama kau di sana♪

♪aku akan punya jalan untuk pulang♪

♪Pulanglah♪

♪Anakku♪

♪Percayalah pada dirimu sendiri♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.