All language subtitles for EP15_ Best Choice Ever [WeTV Subindo]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean Download
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

=Cerita Bahagia=

=Episode 15=

Ayah, ada apa dengan Ibu?

Gang 111 di sebelah sudah relokasi. Kita di Gang 113 belum, jadi dia kecewa.

Chengzao ambil air di bawah, nanti aku akan mencuci sayuran.

Baik.

Ada apa?

- Ibu, baik-baik saja, 'kan? - Sudah, tidak apa-apa.

Pergilah, biar aku yang membereskannya.

- Ayo. - Semoga semua aman dan damai.

Coba kulihat tangan Ibu terluka atau tidak.

Coba kulihat tangan yang ini.

Kesulitan datang secara beruntun, sial sekali aku.

Ibu, makanlah mumpung masih hangat.

Barusan kuminta Bos menambahkan dua telur untuk kalian.

Makanlah.

Tidak mau makan.

Cuaca begitu panas, kulkas malah rusak.

Besok barang-barang di dalam kulkas pasti akan berbau busuk.

Sebenarnya aku ingin mendinginkannya di rumah Bibi Wang.

Kulkas mereka juga sudah penuh.

Jadinya sekarang hanya bisa beli sedikit untuk makan secukupnya.

Cuaca panas begini, hidup macam apa ini.

Ibu, ini hanya kejadian tidak terduga.

Lagi pula sekarang juga tidak bisa relokasi,

bagaimana kalau perbaiki dulu rumahnya?

Jika hal ini terus terjadi, siapa yang sanggup menghadapinya?

Kau hanya bisa berkata memperbaiki rumah saja.

Tahukah kau berapa harga untuk memperbaiki rumah?

Enak saja kau bilang memperbaiki rumah.

Sudah lama memperbaikinya kalau bisa, tidak perlu tunggu sampai sekarang.

Chenghuan, sekarang bagaimana hubunganmu dengan Jialiang?

Ibu untuk apa menanyakan hal yang sudah jelas?

Bagaimana kalau pertimbangkan lagi mau putus atau tidak?

Aku sungguh menyesal.

Kata-kata yang kuucapkan karena impulsif membuat mereka marah.

Chenghuan.

Ibu tahu hatimu masih belum bisa melepaskan Jialiang.

Ibu tidak salah bicara.

Masih ada lagi, sudah kuberi tahu berkali-kali pada Ibu

kalau aku dan Keluarga Xin sudah tidak punya hubungan lagi.

Pikiranmu ini!

Bisakah kau berpikir dengan jernih?

Terus bilang tidak punya hubungan lagi!

Kau harus tahu setelah kau menikahi Xin Jialiang,

kau tidak perlu tinggal di rumah

yang bobrok dan sudah rusak di berbagai bagian.

Aku membuat pernyataan terlebih dulu, ya.

Aku melakukannya bukan demi diriku, tetapi demi kebaikanmu.

Kulakukan supaya kau bisa hidup bahagia.

Pokoknya aku sudah terbiasa, jadi bukan masalah.

Aku menikahi ayahmu dan sudah tinggal 30 tahun lebih di rumah bobrok ini.

Aku sudah terbiasa tinggal di rumah kecil ini.

Semua ini kulakukan untuk apa? Bukankah demi putriku,

- agar anakku... - Ibu, sudah cukup!

Aku akan mencari tukang renovasinya.

Ibu tidak perlu mencemaskan masalah lainnya.

Masalah rumah,

aku akan berusaha mencari solusinya, oke?

Kau terus bilang akan mencari solusi, solusi apa yang bisa kau temukan?

Solusi yang kau temukan hanya untuk sementara,

bukan solusi untuk seumur hidup.

Sekarang berapa gajimu sebulan? Tahukah kau kalau kau tidak akan mampu

membeli satu pun apartemen dengan satu toilet di gedung itu?

Sekarang kau putus dari Xin Jialiang, bisakah mulai dari awal lagi?

Kau sudah berusia 30 tahun, akan segera menjadi perawan tua.

Sudahlah, Ibu. Kenapa Ibu malah kembali ke topik ini lagi?

Ibu, jangan mengatai Ibu seperti itu.

Sudahlah. Putri kita sudah berkata

dia akan mencari tukang renovasi. Tindakannya ini sudah cukup baik.

Kau jangan berpikir sembarangan

karena mengalami hal buruk yang mengejutkan.

Seolah-olah...

Kau jangan bicara lagi, aku sudah tahu. Aku yang berpikir sembarangan, oke?

Kalian keluarga bermarga Mai semuanya orang baik.

Tiga orang bermarga Mai bermoral dan berharga diri tinggi.

Mengagumkan sekali. Aku yang tidak berkelas. Oke?

Wanyu.

Ibumu terutama karena relokasi rumah kita gagal,

jadi hatinya terasa tidak nyaman.

Jika mau dibahas lebih lanjut, semua salahku.

Salahku yang tidak berkemampuan, sehingga membuat kalian

ikut hidup menderita denganku.

Bukan begitu, Ayah.

Mana bisa menyalahkan Ayah? Hal ini tidak berhubungan dengan Ayah.

Chengzao, kau temani Ayah di sini. Aku akan pergi mencari Ibu.

Ibu, tadi aku yang salah.

Aku tidak seharusnya bicara kasar, Ibu jangan marah lagi, ya?

- Ibu. - Bagaimana mungkin aku tidak marah?

Aku paling takut jika menyerah pada harapan yang kuyakini ini,

lalu aku akan menyerah untuk seumur hidup.

Kelak keluarga kita tidak ada harapan untuk berhasil lagi.

Aku menerima nasib hidup seperti ini.

Namun, kau tidak boleh. Kau harus hidup bahagia.

Ibu.

Aku merasa hidupku saat ini sudah cukup membahagiakan.

Lagi pula, aku akan selalu tinggal bersama kalian.

Jika rumah itu rusak, kita bisa memperbaikinya.

Perbaiki pelan-pelan, pasti akan baik kembali.

Selama kita bisa tinggal bersama, semuanya sudah cukup.

Perbaiki terus. Kau bisa memperbaikinya untuk sesaat, tidak bisa untuk selamanya.

Sudahlah, kau pergi saja. Jangan mengikutiku.

Halo, kapan bisa mengirimkan kulkas kami itu?

Baik. Tolong Anda segera mengirimkannya. Terima kasih.

Bendera kehormatan, 300. Komisi perpanjangan penyewaan, 2.000.

Setelah potong pajak jadi 1.800.

(Ringkasan akun: 72,454.75)

(Chengzao: 8.000 silakan terima pembayaran)

Apa maksudmu mentransfer uang ini untukku?

Aku juga ingin membantu keluarga kita.

Kau baru bekerja berapa lama? Dari mana kau mendapatkan uang ini?

Dulu kukumpulkan saat menjadi guru les.

Bagaimana? Apakah tindakanku sesuai dengan julukanku

yang selalu sukses sejak usia muda?

Sekarang aku masih punya uang.

Jangan sok punya uang, cepat ambil kembali uangmu.

Sudahlah, Kak. Kalian bisa tidak jangan seperti ini?

Saat ada hal baik, kalian mengabaikanku, saat ada hal buruk, masih sama saja.

Kalau begitu, apakah aku masih bagian dari keluarga ini?

Pokoknya sekarang rumah ini tidak bisa direlokasi,

bukankah hanya sedikit biaya renovasi saja?

Selain itu Kakak juga tidak punya banyak tabungan, biarkan aku membantu.

Apalagi dulu Kakak juga sering memberikanku uang saku.

Jika Kakak tidak menggunakannya, bantu saja aku menabungnya.

Nanti kembalikan padaku beserta bunganya.

Baiklah. Kalau begitu, aku tidak akan sungkan-sungkan lagi.

Uang ini aku terima dulu.

Aku tidur dulu.

Selamat malam.

Chengzao, belakangan ini pekerjaanmu bagus sekali.

Bekerja keras, ya. Kelak aku akan memberimu bonus.

Terima kasih, Pak. Aku akan terus berusaha keras.

Ayah, kenapa hari ini Ayah yang memasak sarapan?

Ibumu semalam tidur terlalu larut, biarkan dia tidur lebih lama.

Hari ini aku akan memamerkan kemampuan masakku.

Ayo, makan mumpung masih hangat.

- Chenghuan, ayo cepat. - Ayah yang memasak sarapan?

Xiaolongbao hari ini sangat enak.

Kulitnya tipis, isinya banyak, begitu menggigitnya dan airnya menyembur,

rasanya segar sekali, hingga ekspresi wajahmu ikut terbuai. Cepat, makan.

Ayah, aku sudah tidak sempat.

Itu, hari ini aku akan memastikan perusahaan renovasinya.

Lalu, akan ada beberapa proposal, nanti kalian pilih, ya.

Kak, tunggu sebentar. Aku akan berangkat bersamamu.

- Kalau begitu, ayo jalan. - Tunggu dulu.

Kalian masing-masing bawa satu bungkus, makan di jalan mumpung hangat.

Semalam ibumu sudah berpesan.

- Aku sudah tahu. - Aku sudah tahu.

- Siapkan dua porsi untuk kalian. - Ayah, berangkat dulu.

Kalau begitu, aku saja yang memakannya.

Chengzao, hari ini kau tidak perlu pulang lebih awal, tempat kerjaku lebih dekat.

Kau harus bekerja baik-baik, jangan karena hal ini,

lalu memengaruhi pekerjaanmu.

- Kak, aku sudah tahu. - Kau saja yang makan ini.

- Hati-hati di jalan. - Kakak juga.

(Pusat Layanan Mitra Kerja Stasiun Mitra Pengiriman)

Istirahat, gerak! Ayo, sebutkan slogan kita.

- Pesan antar. - Makin cepat makin baik!

- Pesan antar. - Makin banyak makan makin tampan!

Tepuk tangan.

Hari ini aku mau memuji, Mai Chengzao, staf kita yang baru.

Meskipun dia telat kerja di industri ini, hasil kerjanya sangat baik.

Mari, pakai helm juara kita. Tepuk tangan!

Semuanya perhatikan keselamatan, semangat!

Baik.

- Halo. - Kapan pesan antarku tiba?

Aku akan segera tiba.

- Cepat, ya. - Baik.

Chenghuan, ayo cepat.

- Tuan Wang sudah mendesak terus. - Aku sudah tiba.

Tuan Wang, maaf telah membuat Anda menunggu lama.

Kenapa kau baru datang sekarang?

Coba kau pikir, pesan antar tidak boleh di antar sampai ke atas

dan harus aku sendiri yang turun mengambilnya.

Aku mengeluarkan banyak uang untuk tinggal di apartemen kalian ini,

apakah kuat mengambil barang berat begini?

Tuan Wang, benar-benar minta maaf. Pesan antar tidak boleh ke lantai atas,

demi melindungi kehidupan pribadi dan keselamatan penghuni.

Selain itu, kami sebagai pengurus rumah bisa mengantarkannya ke atas.

- Mai Chenghuan, ya? - Benar.

Apakah kau sedang mengajarku dalam bertindak?

Bukan begitu, Tuan Wang. Aku minta maaf karena menyebabkan masalah bagi Anda.

Aku akan segera menghubungi staf kebersihan untuk membersihkannya.

- Kamar 412, cepat kemari. - Lagi-lagi mau menunggu.

Sebenarnya kapan staf kebersihan kalian akan datang?

Temanku akan segera datang. Barang-barang dan aroma di lantai ini,

bukankah kau di sini dan punya tangan? Kau saja yang bersihkan.

Tidak masalah.

Aku hanya merasa kurang teliti jika membersihkannya dengan tanganku.

Aku akan bantu Anda membersihkannya dengan cepat.

Nanti staf kebersihan akan membersihkan ulang untuk Anda.

Chenghuan.

Kau...

Pak Xin.

Sekarang aku sedang bekerja, jika ada urusan apa pun,

silakan tunggu aku di lantai bawah. Terima kasih.

Tuan, halo.

Aku transfer 10 ribu yuan, kau jangan mempersulit dia.

Kau...

Kau menggunakan uang untuk menghinaku? Dasar, kalian ini!

Maaf, Tuan Wang.

Xin Jialiang. Tolong jangan buat onar, cepat pergi.

Dua puluh ribu. Biar dia berduaan saja denganku.

- Xin Jialiang. - Sepakat.

Terima kasih.

Aku tidak mengganggu pekerjaanmu.

Tadi kami telah berdiskusi dan kedua pihak menyetujuinya.

Aku sarankan agar kau ambil kembali uang pemborosanmu itu.

Tentu saja, kalau kau ingin buang-buang uang seperti itu,

aku juga tidak bisa berkomentar.

Kau bahkan sudah berkata seperti ini, nanti aku akan minta uangnya,

aku tidak mau menjadi orang boros begini.

Pak Xin. Hari ini untuk apa kau datang mencariku?

Chenghuan.

Aku hari ini datang untuk meminta maaf.

Ayahku telah memarahiku dan kakakku saat di rumah sakit.

Menurutku, dia memarahiku dengan baik.

Selama beberapa waktu ini, aku telah memikirkan banyak hal.

Aku berjanji padamu,

Jika kau ingin dihormati, aku akan menghormatimu.

Jika kau ingin dukunganku, aku akan mendukungmu.

Jika kau memerintahkanku berjalan ke timur, aku akan patuh.

Aku pasti akan menghargaimu dengan baik.

- Kau bisa... - Xin Jialiang.

Kita sudah putus.

Sekarang kita tidak ada hubungan apa pun.

Jadi, kau tidak perlu meminta maaf kepadaku.

Hubungan Yueda dan Deshan sudah hancur.

Kami telah mencari hotel lain untuk bekerja sama.

Pihak manajemen mereka membutuhkan staf penghubung dan aku merekomendasikanmu.

(Tawaran Kerja Grup Hotel Larry) Gaji bulanan 30 ribu, pertimbangkan dulu.

Kenapa Xin Jialiang ini muncul terus?

Apa yang dilakukannya? Merendahkan diri untuk minta berbaikan?

Kau tidak takut nanti Mai Chenghuan akan melunak dan jatuh dalam masalah lagi?

Kali ini, kau tidak segera menjadi penyelamat yang tiba-tiba muncul

untuk menyelamatkan Mai Chenghuan? Kau tunggu apa lagi?

Sudah begitu lama, kau masih belum memahaminya?

Dia berhati yang kuat dan teguh, penampilannya tampak lemah lembut.

Dia tampak mudah ditaklukkan, sebenarnya lebih tegas dibandingkan siapa pun.

Dia tidak akan berbaikan.

Memang, baru-baru ini keluargaku mengalami kesulitan.

Pekerjaan ini jauh lebih menarik perhatian dibandingkan sebelumnya.

Sepertinya, akhirnya aku melakukan satu hal yang tepat.

Namun, aku sudah bukan Mai Chenghuan yang dulu lagi.

Daripada aku duduk di kantor megah karena mengandalkan koneksi,

lebih baik mengandalkan diri sendiri untuk bekerja keras dan menghasilkan uang.

Jialiang.

Hari ini tidak peduli apa pun alasanmu menawarkan pekerjaan ini kepadaku.

Baik itu pengakuan ayahmu kepadaku, ataupun rasa bersalahmu kepadaku.

Aku akan menolak semuanya, aku juga tidak membutuhkannya.

Kita sudah putus. Tolong kelak kau jangan mencariku lagi.

Bos, aku suka makan saus pedas saat makan hotpot.

Bahkan yang rasanya manis, kau tahu, 'kan?

Apa hubungannya denganku?

Apa hubungannya denganku?

Aku sama sekali tidak suka makan hotpot, apalagi yang manis.

Aku sudah kerja lama denganmu, tetapi hal ini saja kau tidak tahu.

Dasar!

Kau baru kenal Mai Chenghuan beberapa bulan ini.

Kenapa kau bisa begitu memahami karakter dan pikirannya?

Maksudku adalah

jika Mai Chenghuan sungguh butuh bantuan orang lain,

apakah kau sebagai kakaknya bersiap mengamati dari kejauhan saja?

Diam!

Antar aku ke panti jompo setelah rapat.

Kau malu, 'kan? Bersiap meminta bantuan Nenek untuk mewakilimu?

Kenapa kau cerewet sekali?

Harganya bisa lebih murah lagi?

Harga ini sudah sangat murah.

Sherry telah berpesan padaku, tenang saja.

Harga yang kami berikan kepada Anda semuanya adalah harga yang terendah.

Aku tahu. Namun...

Sobat, kau terluka atau tidak?

Aku baik-baik saja. Mobilmu baik-baik saja, 'kan?

Mobilku tidak apa-apa, yang penting kau baik-baik saja.

Terima kasih.

Kenapa lambat sekali?

Nyonya, aku minta maaf.

Barusan terjadi sedikit kecelakaan padaku sehingga waktunya agak tertunda.

Itu, tolong, Anda jangan beri aku rating buruk.

Coba kau lihat makananku sudah tumpah begini.

Itu... Maaf, tadi aku tidak melihatnya.

Berapa harganya? Bagaimana kalau aku ganti rugi saja?

Sudahlah, biarkan saja. Biar begini saja.

Terima kasih. Maaf, ya.

Kak, cepat sekali pulangnya?

Kak, kau mengernyit sampai bisa membunuh nyamuk.

Jangan gundah lagi.

Baru-baru ini aku menerima kasus besar, bulan depan sudah bisa penutupan kasus.

Seharusnya bisa dapat puluhan ribu yuan.

Kita berdua kompak bekerja, seharusnya bisa melalui seluruh rintangan.

Bukan, aku...

Kak, aku...

Sebelumnya saat rumah kebanjiran, lalu aku izin pulang.

Akhirnya, Luo Mingli sengaja mencari kesalahanku.

Aku pikir, terus bekerja di sana juga tidak ada artinya.

Aku lebih baik mengundurkan diri saja.

Kak, aku sedang mencari pekerjaan baru.

Pesan antar hanya sementara untuk mengatasi masalah mendesak.

Kakak jangan mencemaskanku.

Kau telah mengalami begitu banyak penderitaan,

kenapa sama sekali tidak cerita?

Tidak ada yang aneh tentang hal ini.

Dunia kerja, bukankah kita yang anak kuliahan ini

menjadi pelatihan bagi mereka yang bekerja?

Aku juga bisa dianggap telah mengalami masalah di dunia kerja.

Kutanya kau, hari ini kau sudah ambil berapa banyak pesanan?

- Tidak banyak. - Jangan membohongiku.

Aku sudah mencarinya di internet. Jika ingin meraih posisi puncak,

kau harus mengantar makanan hingga kakimu sakit.

Boleh juga, Kak. Cukup profesional, Kakak bahkan memahami hal ini.

Jangan membohongiku!

Sekarang kau sudah tahu rasanya sakit.

Kau harus cerita jika ada kesulitan, bagaimana kesepakatan kita sebelumnya?

Jika kau mengalami kesulitan, kau pasti akan menceritakannya padaku.

Lalu, kenapa sekarang tidak cerita?

Sebenarnya hal ini juga bukan apa-apa.

Setidaknya aku di riwayat kerjaku ada pengalaman magang

di Firma Hukum Fangyuan, lebih baik daripada tidak ada sama sekali, 'kan?

Kak, jangan merasa bertanggung jawab atas segala beban.

Bolehkah membiarkanku membantu Kakak menanggung sedikit beban ini?

Aku juga putra Keluarga Mai, 'kan?

Jika Kakak terus seperti ini, aku akan kehilangan harga diri.

Aku merasa sangat tidak berguna.

Chengzao, aku lebih buruk darimu,

jauh lebih buruk.

Kak, ada apa?

Tidak apa-apa.

Hari ini aku menerima 90 pesanan, kemarin menerima 101 pesanan.

Aku jujur, Kakak juga tidak boleh membohongiku.

Xin Jialiang hari ini mencariku.

Dia berkata, merekomendasikan posisi kerja yang bagus untukku.

Asalkan aku melunak dan menerima tawarannya,

jadi aku tidak perlu menghadapi para penghuni yang aneh-aneh itu.

Aku juga tidak perlu tunduk dan hormat pada mereka.

Terlebih lagi, aku tidak perlu peduli pada bonus bulanan yang hanya 2.000 yuan.

Sepertinya semua masalah bisa diatasi dengan mudah.

Namun, Kakak menolaknya, 'kan?

Aku hanya berpikir,

sekarang kondisi keluarga kita seperti ini.

Kau bahkan sudah selelah ini,

aku tetap sok bermartabat.

Aku bahkan merasa diriku yang terlalu sensitif.

Menurutmu, apakah harga diri bisa menjadi uang? Tidak bisa.

Kak, aku baru akan protes jika Kakak menyetujuinya.

Dia telah melukaimu, baru memberikan pelipur lara.

Memang tawarannya tidak menyakitimu, tetapi terlalu menghinamu.

Keluarga kita memang tidak terlalu kaya, tetapi tidak perlu begini juga.

Jika waktunya berlangsung lama dan Kakak sudah terbiasa,

lalu kehilangan harga diri, mungkin kelak Kakak pun tidak berani berbicara lantang.

Chengzao kami sudah dewasa kini. Sekarang sudah bisa menghiburku.

Coba kau pikirkan, padahal aku yang seharusnya menjagamu.

Aku sungguh bukan kakak yang baik.

Kakak katakan saja ucapanku benar atau tidak?

Benar. Pantas saja kau menjadi pengacara.

Mendengar ucapanmu membuatku bersemangat, sama sekali tidak ada rasa bersalah.

Kakak tenang saja.

Keluarga kita selama masih ada pancinya Ibu dan roda mobilnya Ayah,

serta sepasang kaki dan mulutku yang ahli berdalih,

ditambah lagi semangat Kakak yang tidak mudah menyerah,

seluruh masalah pasti akan bisa kita lalui.

Aku sudah memikirkannya dengan baik, kita sama-sama bekerja keras.

Renovasi rumah ini dulu,

lalu kita beli rumah baru untuk Ayah dan Ibu.

- Aku akan mengumpulkan uang mukanya. - Aku yang bayar kredit bulanannya.

Kita bicara seperti sekarang sudah punya uang saja.

Pasti bisa.

Oh, ya. Masalah aku terluka karena bekerja pesan antar,

jangan beri tahu Ayah dan Ibu dulu.

Tenang saja, aku juga tidak bodoh.

Tempelkan plester luka ini.

- Masih sakit? - Tidak sakit lagi, sudah jauh lebih baik.

Nenek, cicipi ini.

Ini kue bulan berisi daging.

Satu kue bulan memiliki kalori yang sama dengan empat mangkuk nasi.

Aku tidak sanggup memakannya.

Kulihat ini produk legendaris, baru bisa kubeli setelah antre satu jam lebih.

Tidak disangka kalau Nenek tidak menyukainya.

Kau sudah bekerja keras lama di pegunungan.

Baik-baik merawat penyakitmu, banyak minum air.

Jangan selalu memikirkanku.

Bukankah aku ingin lebih banyak menemani Nenek?

Kau ini, jangan menyembunyikan masalah lagi.

Katakan terus terang, untuk apa mencariku?

Nenek sungguh cerdas.

Tugas yang Anda berikan kepadaku mungkin akan berakhir.

Coba ceritakan.

Rumah Mai Chenghuan, pipa airnya pecah hingga kebanjiran.

Kulihat dia cukup kesulitan. Bagaimana kalau Nenek membantunya?

Dasar, masalah besar begini kenapa tidak menceritakannya padaku?

Chenghuan, masalah di rumahmu butuh bantuanku atau tidak?

Dasar, anak ini!

Bukan, bukankah kau tinggal dekat sekali dengannya?

Kenapa minta bantuan padaku yang jauh begini?

Dia tetap teguh pada pendiriannya di depan orang lain,

jika memanfaatkan hubungan Nenek dengannya mungkin masih bisa membantunya.

Dia telah menolak bantuanmu?

Tidak. Karena aku tahu jika aku menawarkan bantuan,

dia pasti akan menolaknya, jadi aku datang meminta bantuan Nenek.

Terima kasih Nenek. Masalah di rumah sudah beres, Nenek tidak perlu cemas.

Nenek melihatnya sendiri, 'kan? Aku sudah tahu dia akan bicara begitu.

Chenghuan bawaannya tegar. Tenanglah, dia bisa menyelesaikan masalahnya.

Kau sudah mengalami kemajuan besar karena bisa mencari bantuanku.

Sepertinya liburan di gunung kali ini cukup baik juga.

Aku...

Bagaimanapun, dia adalah misiku dan target ujian Anda kepadaku.

Ini juga berkaitan dengan penilaian dan pengaturan Nenek padaku di masa depan.

Kalau begitu, kau harus berusaha lebih keras lagi.

Tentu, aku pasti melakukannya.

Ayo, kita makan bersama.

Kalau begitu, makan yang kalorinya rendah saja.

Ini.

Bagus sekali.

Bos telah memancing selama beberapa saat, tetapi tidak dapat ikan juga.

Apakah Anda punya beban perasaan? Sedang memikirkan Chenghuan?

Nenek sudah berkata, dia bisa melakukannya sendiri.

Tidak butuh bantuan, kalau begitu ya sudah.

Chenghuan tidak butuh bantuan, tetapi kita butuh.

Bicarakan intinya.

Sekarang kita masih kurang satu langkah untuk menyelesaikan tugas.

Masalah Xing'anli, Nenek punya pemikiran dan pengaturannya sendiri.

Mohon maaf atas keterusteranganku.

Kau sebagai cucu kandungnya,

tidak ada keunggulan di depan Nyonya Tua.

Lebih baik kau ajak Chenghuan untuk bekerja sama dengan kita.

Suruh dia menerobos pertahanan dan membuka jalan yang sulit.

Paling tidak, kelak berikan dia bonus yang agak banyak.

Aku mengingatkanmu dulu, ya. Sedekat apa pun hubungan darah,

percuma selama kau tidak berada di sampingnya.

Tetap kalah dengan mereka yang selalu menemani nenekmu.

- Sekarang tidak cocok. - Apanya yang tidak cocok?

Lebih cepat, lebih ekonomis, stabil, dan tepat.

Ini adalah caramu bekerja.

Kenapa sekarang kau berubah menjadi mudah bimbang dan kurang tegas?

Rumah Mai Chenghuan sedang terkena masalah dan sekarang sedang kerepotan.

Aku berbaik hati mengingatkanmu.

Kali ini kau kembali untuk memancing keuntungan,

jangan sampai terakhir kau yang terperangkap

dan menyia-nyiakan umpan.

Kau cari mati, ya? Kau tidak membalas WeChat dan teleponku.

Bagaimana pembicaraanmu dan Mai Chenghuan?

- Menurutmu? - Dasar, kau sudah besar begini

kenapa sama sekali tidak berguna?

Kalian sendiri tidak tahu berapa banyak hal buruk yang telah kalian lakukan?

Kalau satu kali gagal, kau cari dia untuk kedua kalinya.

Jika masalah ini tidak dibereskan, keluarga kita pun akan lenyap.

Xin Jialiang, kenapa Ayah memanjakan dan mencintaimu?

Karena kemampuan kerjamu hebat, karena kau cerdas, atau karena kau patuh?

Kau sendiri tidak bisa mengatakannya, 'kan?

Kuberi tahu kau, alasannya karena kau putra satu-satunya di keluarga ini.

Nanti kalau Ayah punya putra lain di luar sana,

bahkan kau pun tidak akan dianggap.

Ayah tidak akan mencampakkan keluarga ini.

Kau jangan memedulikan hal lainnya, cepat hubungi Mai Chenghuan.

Ayo, ini ponsel untukmu.

Kau sendiri yang hubungi dia kalau tidak merasa malu.

Baiklah, aku akan menghubunginya.

Wanyu, ini sudah tengah malam, kau masih belum tidur?

- Besok saja memasak telur tehnya. - Lagi pula, aku tidak mengantuk.

- Belakangan ini aku selalu susah tidur. - Ada apa?

Belakangan ini aku selalu berpikir dan berpikir.

Coba kau pikir, Chenghuan dan Jialiang,

apakah putus begini saja?

Sudah lama tidak melihat mereka berhubungan lagi.

Kalau kupikir-pikir agak menyayangkan sekali.

Mereka sudah putus, jangan dibicarakan lagi.

Karakter Jialiang juga bermasalah.

Sebagai pria, dia sama sekali tidak bisa diandalkan.

Aku merasa dia tidak pantas bagi Chenghuan.

Kau tidak boleh bicara begitu. Jialiang sangat baik kepada Chenghuan.

Apalagi, jika Chenghuan

ingin mencari pria yang bisa memaklumi latar belakangnya seperti ini,

juga bukan hal yang mudah.

Meskipun mereka menyuruh Chenghuan menandatangani surat perjanjian pranikah,

selama Chenghuan tidak bercerai dari Jialiang,

hidup Chenghuan masih baik-baik saja kelak.

Maknanya juga tidak seperti ini.

Bukan masalah cerai atau tidak. Aku tidak bisa menjelaskannya padamu.

Aku tidur dulu, kau juga tidurlah lebih awal.

Bibi, maaf mengganggu Anda malam-malam begini.

Saat itu, aku dan kakakku memang keterlaluan.

Sekarang dia sudah tahu salah, dan menyuruhku minta maaf kepada Anda.

Aku sangat menderita selama beberapa waktu ini.

Aku benar-benar mencintai Chenghuan dan tidak bisa hidup tanpanya.

Kuharap Anda memberiku satu kesempatan lagi.

Bibi, aku sudah membicarakannya dengan keluargaku.

Rumah setelah menikah juga telah kupersiapkan.

Besok sore pukul 15:00, kuajak Anda pergi melihatnya.

Melihat rumah pengantin baru? Apakah aku mau mengajak Chenghuan juga?

Nomor 1301, benar yang ini. Jialiang.

Kau di mana? Kenapa aku tidak melihatmu?

- Jialiang? - Bibi, Anda sudah datang?

Kenapa kau yang di sini? Kau yang membawa ponsel Jialiang?

Jialiang belakangan ini sangat menderita karena memikirkan Chenghuan.

Dia juga ingin mencarimu untuk berbincang,

siapa tahu dia masuk angin begitu keluar rumah.

Dia juga khawatir akan menularkan flunya.

Jadi, hanya bisa memintaku yang datang mewakili dirinya.

Tidak ada yang ingin kubicarakan denganmu.

Bibi, coba lihat rumah ini. Coba Bibi lihat dulu.

Coba Bibi lihat lingkungan dan pencahayaannya.

Bagus, tidak? Tempat ini cocok sekali untuk ditinggali satu keluarga.

- Satu keluarga apanya? - Tentu saja kita sekeluarga.

Aku yang tidak pengertian mengenai masalah makan-makan sebelumnya.

Chenghuan adalah gadis yang baik, percintaan mereka juga sangat baik.

Kami sekeluarga berharap mereka bisa bersama.

Bibi, bagaimana menurut Anda?

Menurut sepengetahuanku, mereka sudah putus.

Bibi, maaf. Sebelumnya aku yang berpandangan sempit.

Tolong Anda bantu Jialiang dan berikan satu kesempatan lagi untuk dia, oke?

Aku hanya takut, putriku sudah dewasa dan tidak mematuhiku lagi.

Aku mengerti, anak gadis memang begitu. Semuanya menginginkan rasa aman, 'kan?

Bagaimana kalau begini saja?

Melihat pada hubungan percintaan Jialiang dan Chenghuan yang sudah lama,

aku akan mencobanya.

Cepat bangun.

Apa yang kau lakukan? Tidak lihat aku sedang tidur, ya?

Kenapa kau tidur siang-siang begini? Cepat bangun, kau mau menikah.

Menikah dengan siapa?

Tentu dengan Mai Chenghuan yang kau cintai.

Sudahlah, kau keluar sana, jangan ganggu aku.

Aku telah kehilangan reputasi dan harga diriku.

Ibunya baru setuju membantu setelah aku bicara dengan segala alasan.

Apa lagi yang kau lakukan?

Kau jangan buat masalah lagi, oke? Kumohon padamu.

Lagi pula,

aku menikah dengan Chenghuan, bukan ibunya.

Untuk apa kau terus mengganggu ibunya?

Pikiranmu bermasalah, ya? Jika kita berhasil membujuk Mai Chenghuan,

bukankah sama seperti kita berhasil menangani Ayah? Jika kita membujuk ibunya,

bukankah sama seperti berhasil menangani masalah Mai Chenghuan?

Kuberi tahu kau, ibunya telah memastikan

kalau Chenghuan setuju, hanya tinggal menunggu kau yang hadir.

Kumohon padamu, sungguh. Kumohon kepada kalian semua.

Jangan mengganggu kami berdua lagi, oke?

Siapa yang mau mengganggumu?

Aku sudah kehilangan harga diri dan bicara panjang lebar,

bahkan rumah juga sudah diberikan, akhirnya mendapatkan

persetujuan Mai Chenghuan dan ibunya.

Semua terserah padamu, mau menikah atau tidak?

Kalau kau tidak mau menikah, ya sudah.

Jangan sampai kandunganmu terganggu.

Aku pasti ingin menikah,

tetapi sekarang aku baru bertengkar dengan Chenghuan.

Tiba-tiba muncul pertunangan seperti ini, tidak canggung?

Masalah kami berdua,

biarkan kami sendiri yang menanganinya, oke?

Kalian jangan ikut campur lagi. Tolong beri kami lebih banyak waktu.

Biarkan kami berhubungan dengan baik, oke?

Berhubungan apanya? Kau sungguh mau membuatku mati kesal, ya?

Jangan sampai kandunganmu terganggu.

Aku akan menjelaskannya lagi padamu, alasanku sangat tergesa-gesa.

Aku ingin melihat sendiri kau dan Chenghuan punya anak.

Kata pepatah memang benar, cucu pria lebih penting dari putra sendiri.

Itu ikatan terpenting bagi kakeknya. Asalkan hubungan keturunan ini muncul,

mungkinkah ayah kita tidak akan memilihmu dan memilih anak tidak sah itu?

Cucu lebih penting dari putra sendiri, apa hubungannya dengan pernikahanku?

Sejak kapan pikiranmu akan menjadi lebih cerdas?

Kuberi tahu kau, jangan lewatkan kesempatan sebab tidak akan terulang lagi.

Apa maksud pembicaraanmu?

Ibu, cepat keluar makan.

Aku segera makan.

Sebentar. Kau makan yang banyak.

Kenapa makan sedikit sekali? Makan telur ayamnya juga.

Cepat makan telur ayamnya.

Kenapa hari ini berpakaian formal begini? Ibu mau ke mana?

Grup tariku telah menyiapkan acara baru.

Hari ini ada pementasan, semuanya memakai congsam.

- Kalau begitu, nanti aku mau menontonnya. - Baik.

Ibu, aku bekerja dulu. Makan yang banyak, ya.

- Kau sudah kenyang? - Sudah kenyang.

Hati-hati di jalan.

Halo, Kak. Kalian sudah sampai?

Baik, aku akan menjemput kalian. Kututup dulu teleponnya.

Aku sudah memastikan jadwal Pak Wang. Lalu, nanti akan kuhubungi dulu.

Jika waktunya tiba, akan kuatur jadwalmu.

Masih ada satu hal lagi, Pak Zhang sudah mulai mendesak.

Jadi, kita harus mempercepat masalah Xing'anli.

Hati-hati. Jangan sampai menyentuhnya.

Jika tersentuh, pintunya akan berhenti. Anak-anak hati-hati, ya.

- Jangan menabraknya. - Kenapa tempatnya megah begini?

Lokasi ini sangat strategis.

Berada di samping Sungai Suzhou dan Waitan.

Kuajak kalian naik ke lantai atas, aula utamanya di atas.

Bagus sekali, sangat hebat.

Aula utamanya ini adalah tempat menyelenggarakan pernikahan yang bagus.

Coba kaulihat layar besar di atas itu.

- Seperti melihat film saja. - Benar sekali.

Adik, cepat kemari.

- Sudah mau pulang kerja? - Kak Chenghuan, sampai jumpa besok.

Sampai jumpa besok.

Ibu, ada apa?

Chenghuan, nanti kita makan bersama, ya.

Nanti makan bersama? Kenapa tiba-tiba mau makan bersama?

Bukankah ini karena bibi dan pamanmu datang ke Shanghai?

Aku mau menjadi tuan rumah yang baik, 'kan?

Bibiku dan lainnya sudah datang? Baiklah.

Makan di mana?

Itu tempatnya di hotel kalian, bocelli?

Hotel Botticelli, kenapa tiba-tiba datang makan ke tempatku?

Mereka datang dari luar kota, tidak pernah datang ke tempat kerjamu.

Biar menambah pengalaman mereka, sekalian makan.

Ibu ini terlalu menjaga gengsi.

Keluarga sendiri, tetap harus mentraktir mereka.

Kau cepat turun, aku menunggumu.

Baik, aku siap-siap dulu, lalu turun ke bawah.

♪Anakku♪

♪Aku tidak tahu apakah yang kulakukan sudah cukup baik♪

♪Ini pertama kalinya aku menjadi ibu♪

♪Sekalipun waktu telah membuat rambutku memutih♪

♪Tidak punya waktu untuk makan dan sibuk bukan salahku♪

♪Namun, jika kau tahu, aku akan merasa sangat bersalah♪

♪Aku tahu kau bertanya tentang keadaanku demi kebaikanku♪

♪Namun, itu membuatku merasa tidak pernah dipercaya♪

♪Orang yang tidak khawatir tidak akan menjadi ibu♪

♪Aku tahu semuanya, tetapi aku merasa sakit hati♪

♪Harap tenang dan biarkan aku menjalani kehidupanku♪

♪Kau begitu berani dan baik, aku tidak takut asalkan mirip denganmu♪

♪Suatu hari nanti, kau juga akan menjadi seorang ibu♪

♪Pada hari itu, apakah kita akan berpelukan?♪

♪Seperti arus air yang mengelilingi dunia♪

♪Memeluk kembali sungai kelahirannya♪

♪Aku berharap kau dicintai♪

♪Aku berharap kau bahagia♪

♪Aku berharap kedua tanganku bisa mengadang angin untukmu♪

♪Aku tahu cinta akan bertengkar♪

♪Aku tahu manusia akan menua♪

♪Jadi, aku harus mengucapkan♪

♪kata mencintaimu dengan lantang♪

♪Melewati tatapan ibu dan gang keluar rumah (Apakah akan segera tiba?)♪

♪Melewati bus yang penuh, kenangan yang hangat (Pintunya terbuka)♪

♪Melewati waktu yang lembut♪

♪Selama kau di sana♪

♪aku akan punya jalan untuk pulang♪

♪Pulanglah♪

♪Anakku♪

♪Percayalah pada dirimu sendiri♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.