All language subtitles for Blame.It.on.Rio.1984.GBR.Blu-Ray.AVC.DTS-HD.MA.2.0-LAZERS.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Yang terjadi, sudah terjadi.

Kau tak pernah tahu.

Suatu kali, perusahaan tempatku bekerja memindahkanku ke sebuah pulau di Pasifik.

Tempat yang fantastis.

Aku mengundang pacarku untuk mengunjungiku.

Aku mengiriminya kartu pos setiap hari dengan satu kata di setiap kartu.

Aku menulis, "Menemukan surga perawan. Ini milikmu. Matthew."

Tentu saja, kartunya dikirim dengan urutan yang salah.

Pesan yang dia dapat adalah,

"Menemukan perawan. Ini surga. Salam, Matthew."

Aku tidak pernah mendengar kabarnya lagi.

Liburan penuh kejutan, belum lagi perawan,

yang membawaku ke tahun lalu.

Itu masa yang sangat kacau.

Baru saja aku mulai memakai penahan gigi yang lebih kecil,

orang tuaku mengajukan perceraian.

Agak menghilangkan kesenangan dari tersenyum.

Aku bekerja di Brasil di Sao Paulo,

New York-nya Brasil.

Sao Paulo adalah tempat semua pekerjaan dilakukan.

Tempat semua kesenangan adalah di Rio,

dan di sanalah aku dan Karen, istriku,

memutuskan untuk menghabiskan liburan terakhir kami.

Entah bagaimana aku tak pernah sampai ke sana.

Dari semua cerita, kota paling menarik, paling sensual di dunia.

Aku tak tahu apa ini benar, tapi setelah 20 tahun menikah,

fantasi apa pun membantu.

Victor ikut, tentu saja.

Itu temanku, Victor Lyons.

Dia sedang melalui masa sulit saat itu.

Perceraian ini akan membunuhku.

Telepon, surat.

Lihat ini. Dari pengacaranya.

Ada saja setiap hari. Jika tak dapat surat, aku dapat telegram.

Kami lebih sering berhubungan sekarang daripada saat bersama.

Siapa tahu, mungkin perceraian akan menyelamatkan pernikahan.

Tutup mulutmu.

Satu hari saja di Rio, kau akan melupakan semuanya. Aku berjanji.

Sejujurnya, jika bukan karena Jennifer, aku tak akan ikut.

Aku tidak perlu keluar kota untuk menderita.

Jauh lebih murah melakukannya di rumah.

Kapan dia datang?

Dia naik penerbangan pukul 15.00.

Bayangkan dampak semua ini pada anak itu.

Dia akan baik-baik saja. Anak-anak adalah penyintas.

Bayaran untuk bertahan hidup, bukan?

Setengah. Hanya itu yang dia inginkan. Setengah dari semua yang kupunya.

Andai aku punya penyakit herpes.

- Jennifer. - Hai.

Coba kulihat dirimu. Kau menawan.

- Kau juga. - Ya.

Apa yang terjadi? Kau hampir menjadi wanita dewasa.

Aku juga kuat, Ayah. Aku tidak akan hancur.

Ya. Benar. Tentu.

Biar kubawakan barang-barangmu. Mereka memberimu makan? Kau pasti lelah.

Sini. Berikan tasmu.

Radio yang bagus. Kau bisa terkena hernia dari rock and roll.

Ayah yang malang. Aku ingin memberitahunya dia tidak perlu merasa bersalah,

tapi aku tidak bisa mengambil kebahagiaan itu darinya.

Orang tuaku sudah menikah hampir 50 tahun.

Tidak pernah berkata kasar. Tidak pernah berkata baik.

Mereka hanya tidak bicara.

Aku bersumpah Karen dan aku akan berbeda.

Tapi sesuatu terjadi pada pernikahan kami.

Tidak ada yang menggemparkan.

Hanya tanda-tanda kecil yang bisa dideteksi suami.

Karen.

Karen, ada apa?

Tidak ada apa-apa.

Baca bukumu.

Tapi kau menangis.

Aku akan mencoba melakukannya dengan lembut.

Apa karena sesuatu yang kulakukan?

Ini bukan perbuatanmu.

Kau harus melakukan sesuatu agar itu menjadi perbuatanmu.

Tunggu.

Ibu punya tempat untuk ini?

Taruh di koper Ayah.

Sebentar. Kau punya lebih banyak ruang daripada aku.

Jangan cengeng.

Nicole putriku. Dia juga bertindak sebagai istri cabang.

Tas ini berantakan.

Terima kasih, Sayang. Mau kuajari caranya?

Jennifer.

- Boleh kutaruh ini di tasmu? - Sebaiknya tidak.

Tidak sulit. Ini sangat datar.

- Kalau begitu, masukkan ke kopermu. - Tak bisa. Ada perlengkapan Nikki.

Matthew, jika kau ingin menggunakannya, jangan taruh di sini.

Maksudmu, jika kutaruh ini di kopermu, kau tak mengizinkanku memakainya di Rio?

Tidak, Matthew. Maksudku, kau tak akan bisa memakainya,

karena kau dan aku tak akan ke Rio.

Apa maksudmu?

Persis seperti yang kukatakan.

Tapi kita berkemas untuk ke Rio.

Kau berkemas untuk Rio. Aku berkemas untuk Bahia.

- Apa? - Apa kabar?

- Jennifer. - Bibi Karen.

Kau tampak mengagumkan.

Bagaimana sekolahmu? Bagaimana di Connecticut?

Bagus. Kecil.

- Hai, Paman Matthew. - Hai.

Kau butuh bantuan? Ada dua taksi di bawah.

Aku akan segera ke sana.

Semua baik-baik saja?

Ya. Beri kami waktu sebentar. Bantu Nikki membawa tasnya ke bawah.

Apa maksudmu, Bahia?

Club Med. Selama sebulan.

- Kapan kau memutuskan semua ini? - Beberapa pekan lalu.

- Kau tak memberitahuku? - Aku tak ingin membuatmu kesal.

Menunggu saat yang tepat, ya?

Saat kau ingin membuat seseorang kesal, kau akan melakukannya dengan benar, bukan?

Inilah yang kutakutkan.

Memang apa yang kau harapkan? Kita seharusnya berlibur.

Kita memang akan berlibur. Hanya saja dua liburan berbeda.

Kenapa?

Kau tak tahu?

Apa aku membosankan saat kita bersama?

Hampir.

Aku membosankan saat kita bersama.

- Kata siapa? - Kau.

- Tidak pernah. - Bukankah kau bilang ada saatnya

kau lebih suka tanpa aku?

Itu hanya saat aku bersamamu. Sering kali, kita terlalu dekat.

Terkadang kita sangat mirip, aku lupa rasanya menjadi diriku sendiri.

Tapi saat kita terpisah, aku sangat merindukanmu.

Karen.

Jujurlah.

Apa ada seseorang dalam hidupmu?

Tidak ada siapa pun dalam hidupku.

Tidak ada.

Kukira ada aku.

Nyaris tidak ada, Matthew.

Hanya sedikit lebih banyak daripada aku di hidupmu.

- Dengar, maafkan aku. Aku tahu aku salah. - Tentang apa?

Tentang apa pun yang menurutmu aku salah. Aku mengakuinya.

Aku tidak bilang kau melakukan kesalahan.

Baiklah. Kalau begitu, aku menyangkalnya. Apa pun yang berhasil di sini.

Kumohon, Sayang. Victor menunggu.

Masa bodoh dengan Victor.

Hei, kita harus mengejar pesawat.

Dia tidak berangkat.

Apa maksudmu kau tak berangkat? Apa yang terjadi?

Apa kalian bertengkar? Apa?

Aku tak perlu menjawabmu juga, Victor.

Aku tak mengerti. Siapa yang berkemas untuk tak berangkat?

Dia akan pergi ke Bahia.

Tapi kita akan pergi ke Rio. Bukankah kita bilang Rio?

Victor, ini antara aku dan Matthew.

- Kita bilang Rio, bukan? - Benar.

Lalu apa yang ada di Bahia?

Bukan aku. Itu daya tarik besarnya.

Itu tidak adil.

Apa yang terjadi?

Matthew akan menjelaskan semuanya, aku yakin.

- Aku harus bilang apa kepada Nikki? - Aku akan bicara dengan Nikki.

Dia serius.

Kita tidak akan pergi sampai aku mengubah pikirannya.

Penerbangan tanpa dia mengerikan.

Hanya dia yang kupikirkan.

Aku sangat sibuk dengan pernikahanku.

Victor sangat sibuk dengan perceraiannya.

Bagaimana keadaanmu?

Para pengacara. Kau akan berpikir aku berselingkuh dari mereka.

Mereka makan penderitaan.

Tunjukkan dua orang berpisah,

dan akan kutunjukkan pengacara berputar-putar.

Syukurlah ada Rio. Memikirkannya saja menghibur.

Tolong kencangkan sabuk pengaman dan amati tanda dilarang merokok.

Beberapa menit lagi, kita akan mendarat di Rio.

Dia tampan!

Aku melihatnya lebih dahulu.

Kau mau kehilangan 60 cm dari hidungmu?

Dasar aneh!

- Itu emosi yang kita kenal dan cintai. - Aku tidak mudah marah.

Kau akan membunuh siapa pun yang bilang begitu.

- Mungkin kita harus membicarakan pria. - Pria?

Peraturan dasar.

Itu jika kami mendapatkan pria.

Ayolah. Dia sedang bicara.

Kurasa kita harus setujui pukul berapa kalian pulang jika pergi kencan.

Bagaimana kalau pukul 11, Victor?

Pukul 11 terdengar bagus. Kurasa 11 bijaksana.

- Pukul 11? - Keesokan paginya, bukan?

Aku yakin baru selesai pukul 11.

- Bagaimana kalau tengah malam... - Pukul 01.00.

Maksudku 01.00.

Tengah malam. Bagaimana menurutmu?

Tidak lebih dari itu. Tengah malam sudah cukup.

Ibu mengizinkanku pulang pukul 01.00.

Benarkah?

Aku tidak tahu apakah...

Coba kupikirkan. Akan kami bicarakan.

Apa?

Aku tidak mengatakan apa pun.

Aku hanya memikirkannya.

Apa kita hampir sampai?

Entahlah. Kurasa sebentar lagi.

Kau menyewa rumahnya, tapi tidak tahu di mana?

Sebentar lagi.

- Kau hanya tahu sebentar lagi? - Itu lebih baik daripada nanti.

Lihat ini. Luar biasa.

Indahnya.

Ini sangat tinggi, bukan? Kenapa rumah harus begitu tinggi?

Aku tidak akan membiarkan Ayah jatuh.

Ayo, kita lihat kamar kita.

Itu hanya iguana.

Aku benci kadal.

Kadal memang benci kadal.

Dia tergila-gila padamu.

Hei! Lihat ini.

Itu telur.

Itu pertanda.

Masih hangat. Pertanda apa itu?

Kesuburan.

Atau telur dadar. Mana pun yang lebih dahulu.

Ayo, Nikki.

Matthew, berjanjilah kepadaku.

Berjanjilah kau akan bersenang-senang.

Pengacara!

Waktunya bangun.

Jennifer. Kami ingin ke pantai lebih awal.

Ayo, Nikki.

Kau sudah bangun?

Setengah.

Ayahmu manis sekali.

Dahulu aku menyukainya.

Aku juga.

Selamat pagi, Nyonya. Atau tidak.

Terima kasih.

Terima kasih banyak.

Terima kasih.

Maaf. Aku tidak mengerti...

Maaf. Kau tak bisa bahasa Portugis.

Hanya cukup untuk membuatku ditampar.

Aku tetanggamu. Aku Eduardo Marques.

Aku Victor Lyons. Senang bertemu denganmu.

Apa dia pernah bicara?

Tidak pernah. Ini berkah.

Mau minum kopi?

Baiklah. Terima kasih.

Kau di sini bersama keluargamu?

Temanku dan aku. Dan putri-putri kami.

Dan istri-istrimu?

Aku berpisah dengan istriku.

Maaf.

Haruskah aku minta maaf?

Ini belum final. Kami sedang dalam proses.

Dia ingin bercerai bulan Juni.

Dia sangat sentimental.

- Apa kau merindukanku? - Sama sekali?

Ya, Sayang, aku merindukanmu sama sekali.

Berarti seberapa?

Bagaimana Nikki, Jennifer?

Mereka baik-baik saja.

- Sedang apa kau di sana? - Tidak ada.

Di sini indah.

Kau bisa tahan sebulan?

Itu akan memberiku kesempatan bagus untuk berpikir.

Apa yang harus kau pikirkan?

Aku tak mau mengejutkanmu, Matthew, tapi aku sudah berpikir bertahun-tahun.

Kami merindukanmu di sini.

Anak-anak. Victor juga.

Suruh Victor bermain dengan surat penyelesaiannya.

Aku merindukanmu, Karen.

Lebih dari "sama sekali".

Jaga dirimu, Matthew.

Kau juga.

Matthew! Ini tetangga kita. Eduardo Marques.

- Marques. - Marques, ini Matthew Hollish.

Hollis.

Eduardo punya restoran di dekat kota. Kubilang kita akan mencobanya.

- Kau baik-baik saja? - Ya. Aku baru bicara dengan Karen.

Semua baik-baik saja?

Kurasa begitu. Dia tampak baik-baik saja.

Sedang apa dia di sana?

- Berpikir. - Berpikir?

Berpikir. Begitulah aku kehilangan istriku.

Jangan tersinggung.

Memikirkan apa?

Apa yang harus dipikirkan?

Kita datang untuk bersenang-senang. Mari bersenang-senang.

Aku akan melupakan istrimu. Aku akan melupakan istriku.

Kau juga bisa melupakan istriku. Tidak apa-apa.

Bagaimana, Matthew?

Akan kucoba.

Apa maksudmu akan mencoba? Ini semua idemu.

Ini Rio, ingat?

Entah apa aku bisa tahan sepekan seperti ini.

Matthew! Victor!

Halo, Peter. Helaine.

Kejutan yang menyenangkan.

- Kalian menginap di mana? - Kami di Verde Oro.

Oro Verde.

Kami punya rumah.

Bagus.

Kami akan meneleponmu.

- Silakan. - Ya.

Aku selalu punya firasat tentang Helaine.

Kau punya firasat tentang semua orang.

Aku tidak tahu mereka kembali bersama. Peter punya hubungan dengan sekretarisnya.

Sepertinya dia membawa barangnya pulang.

Mereka tersenyum.

Mungkin kita harus bicara dengan mereka.

Tidak bisa. Mereka telanjang.

Coba bayangkan mereka memakai pakaian.

Kuharap aku tidak menginjak apa pun.

Aku selalu kesulitan menangani ketelanjangan.

Aku menyukainya, tapi itu meresahkan.

Siapa pun. Bahkan ketelanjanganku sendiri.

Terkadang, saat aku membuka pakaian,

aku hampir berharap bisa meninggalkan ruangan.

Kau tahu maksudku?

Tempat ini bisa membuatmu gila.

Kurasa monyet itu menyukaimu.

Hei, itu anak-anak.

- Hai! - Hai.

- Bukankah ini hari yang luar biasa? - Luar biasa.

Kau tidak kedinginan, Jennifer?

Dingin?

Ya. Aku merasa agak kedinginan.

Sungguh, bagaimana jika kita berpakaian dan berenang?

Kau malu.

Tidak, aku tidak malu.

Ayah. Tolong aku, Nikki.

Ayolah. Hei!

Ayolah, jangan dorong aku.

Hei, apa yang kau lihat? Hei! Ayolah.

Hei, dingin! Ayolah. Berhenti.

Masuklah, Paman Matthew!

Paman Matthew yang malang.

Entah kenapa beberapa orang tak bisa menua

tanpa menua.

Rambutmu tak dikeringkan.

- Nanti kering. - Tentu, tapi jika dikeringkan,

kau tidak perlu menunggunya kering. Di mana handukmu?

Aku tidak membutuhkannya. Ayah.

Kau butuh flu, bukan?

Jangan begitu.

Jika kau terkena flu, pengacara ibumu akan mengubahnya menjadi pneumonia ganda.

Cepat, Ayah. Susul mereka.

Ada apa?

Ikuti mereka. Mari kita lihat mereka menikah.

- Kita bahkan tidak mengenal mereka. - Lalu? Itu tidak penting.

Ini di Brasil. Ini pernikahan yang berbeda.

Aku akan menunggu dan melihat perceraiannya.

Ayo, Nikki.

- Bagaimana dengan makan malam? - Mereka akan punya banyak makanan.

Ingat, pukul 01.00!

Paling lambat pukul 02.00.

Mereka akan baik-baik saja. Mereka gadis baik.

Ya.

Ayo cari yang nakal.

Mereka sendirian.

Mungkin ada alasannya.

Mereka terus menatapku.

Mungkin mereka pengacara.

Aku beruntung.

Pelayan.

Apa yang kau lakukan?

Aku akan mengirimkan minuman.

Kurasa mereka akan lebih mudah didapatkan daripada pelayan.

Victor, jangan memulai sesuatu di sini.

Minuman tak masalah, tapi setelah itu, kau sendirian.

Aku datang ke Rio bukan untuk selingkuh.

Jangan pernah gunakan kata itu.

Mencicipi kehidupan, menciptakan sedikit sihir.

Apa itu selingkuh?

Kita sudah lama mati.

Dan tidak setia akan membuatku lebih cepat mati.

Kau setia karena takut, bukan?

Mungkin karena takut, mungkin karena kebiasaan,

tapi ini sudah lama sekali, aku jelas kurang latihan.

Lihat itu.

Yang memegang cerutu, kau menyukainya?

Wanita itu tipeku.

Jangan menunggu.

Ceroboh, impulsif, tak berpikir.

Bukan Victor. Aku.

Seperti yang hampir kuketahui.

Aku di pihak pengantin pria.

Hai, Paman Matthew!

Hai.

Nikki!

Di mana Ayah?

Dia tidak ada di sini. Dia sedang mencari teman.

Itu ayahku. Mau menari?

Tidak, terima kasih. Ini bukan musik kesukaanku.

Tapi mendengarkan tidak masalah.

Ayolah. Iramanya luar biasa.

Tidak, aku tidak bisa menari yang harus menggunakan tubuh.

- Aku akan menunggu di sini. - Tidak, kau harus melihat pengantin baru.

Ibunya seorang wanita Macumba.

Boleh kucium pengantinnya?

Tidak.

Dia bilang jika ada yang pantas dicium, itu dia,

karena doanya bertanggung jawab atas pernikahan ini.

Ayo masuk.

Masuk? Kau bercanda?

Aku yakin airnya dingin sekali.

Ini gila.

Gila itu luar biasa. Gila itu yang terbaik.

Aku terlalu tua untuk gila. Tidak bisakah kita puas dengan konyol?

Ini terlalu dingin!

Tidak. Ini tidak terlalu dingin, dan kau tidak terlalu tua.

Ini lebih hangat daripada dugaanku.

Jennifer!

Jennifer.

Jennifer.

Jennifer.

Lihat.

Cangkang kerang.

Bercintalah denganku.

Aku 20 tahun lebih tua darimu.

- Dua puluh delapan. - Dua puluh lima.

Aku salah.

Kita tak pernah terlalu tua untuk menjadi gila.

Aku suka upacara itu.

- Aku senang sekali. Menurutku luar biasa. - Indah.

Jauh lebih baik daripada Pernikahan Kerajaan.

Tentu saja.

Kurasa ini liburan terbaik yang pernah kita alami.

Kurasa aku suka tempat ini.

- Indah. - Ini sangat berbeda dari Brighton.

Lihat bebatuan ini.

Bicara tentang Brighton, lihat batu-batu ini.

Ya, sangat kasar, bukan?

Ini tempat yang indah.

Benar. Matthew! Apa itu kau?

Benar. Ini aku.

Ini Peter dan Helaine.

Ya. Tentu saja. Aku tahu.

Kau baik-baik saja?

Ya, aku baik-baik saja, terima kasih.

Bagaimana kabar kalian?

Kau di sini selama sebulan?

- Bulan apa? - Bulan ini.

Bulan ini. Ya.

Aku di sini untuk bulan ini.

Kami baru dari upacara.

Menyenangkan, bukan?

Apa itu Karen?

Tidak. Itu bukan Karen. Karen tidak bisa datang.

Dia sudah meninggal.

Tidak juga.

Tidak. Dia tidak benar-benar mati.

Bukan berarti dia tidak hidup.

Matthew, kau baik-baik saja?

Ya, aku baik-baik saja. Baik, terima kasih.

Aku hanya keluar untuk berjalan-jalan.

Dan mengubur dirimu di pasir?

Ya, benar, bukan?

Telepon kami jika kau mau.

Ya, kami di Verde Oro.

Oro Verde, Sayang.

Ya, tentu saja.

Di mana saja.

Tuhan memberkati.

Jennifer, bangun. Bangun, Jennifer.

Kau tertidur.

Kau bermimpi. Kau bermimpi sangat buruk.

Bahwa kita bercinta.

Mungkin. Ya. Mungkin itu.

Bagaimana kau tahu?

Aku pasti juga memimpikan hal yang sama.

Jangan merasa bersalah.

Aku tak tahu harus merasakan apa.

Aku siap untuk mimpi lain jika kau siap.

Bagus sekali.

Mantan suamiku benci bau cerutu.

Istriku tidak tahan dengan itu.

Sudah berapa lama kau dan suamimu berpisah?

Dua belas hari.

Boleh kuberi tahu sesuatu?

Kau kekasih ke-12-ku dalam 12 hari.

Benarkah?

Aku tak menyakiti perasaanmu?

Tidak. Aku selalu menjadi pemain tim.

Lebih baik bercinta dengan seseorang saat tidak menikah.

- Membuatmu sedikit binal. - Apa itu binal?

Akan kutunjukkan semenit lagi.

Atau dua menit.

Jennifer. Kau terjaga. Apa aku membangunkanmu?

Tadi aku harus melakukan sesuatu.

Kau tidak sakit, bukan?

Ada apa, perutmu?

Kau makan sesuatu?

Kau terkena flu, bukan?

Sudah kubilang, rambutmu basah.

Ayah bersenang-senang?

Lumayan. Kau?

Lumayan.

Selamat malam, Sayang.

Selamat malam.

Aku tidak akan pernah melupakan rasa dia.

Rasa kita.

Tapi tidak ada yang sempurna.

Butuh sebulan untuk mengeluarkan semua pasir dari pusarku.

Tiga!

Siap mendengar tentang semalam?

Lima puluh.

Pertama, namanya Isabella,

yang pasti bahasa Portugis untuk "gerakan abadi".

Itu luar biasa.

Di mana kau berakhir?

Aku tahu!

Ada susu di kumismu, Kucing.

Siapa gadis beruntung itu? Di mana kau bertemu dengannya?

Aku tak bertemu siapa pun.

Baiklah. Kita akan bicara saat sarapan.

Aku ingin tahu semua detail tentang dia.

Kau bisa mulai dari bawah jika mau.

Jadi, kalian bersenang-senang di pernikahan?

Ya. Kami semua bersenang-senang di pernikahan.

Biar kucium.

Apa kau gila?

Mereka sedang sarapan di luar.

Cium aku.

- Jennifer, soal semalam... - Cium aku dahulu.

Menciummu? Aku harus memukulmu.

Kumohon. Gigit aku juga.

Hentikan itu.

Kau menerima bunga pasirku?

Itu milikmu? Aku terima. Itu indah. Terima kasih.

- Kau indah. - Tidak.

Kau kekasih yang luar biasa.

Jangan bicara seperti itu.

Kenapa? Kau akan mengadukanku kepada ayahku?

Tidak ada yang perlu diceritakan. Semalam tidak pernah terjadi.

Aku tahu. Aku ada di sana saat itu tidak terjadi.

Tidak, aku serius. Itu hanya satu momen liar.

Hanya itu. Kau harus melupakannya.

Kita berdua harus melupakannya.

Aku hanya cinta satu malam?

Tidak. Kau lebih dari itu.

Benarkah?

Jennifer, jangan.

Ada apa?

Kau terlalu di sampingku.

Kau ingin aku pergi?

Sebaiknya begitu.

Satu ciuman, dan aku akan pergi.

Baiklah. Sedikit saja.

Sedikit.

Selamat pagi, Ayah.

Apa yang terjadi dengan kopi di ranjangku pagi ini?

Aku lupa.

Kita di sini baru satu malam dan aku sudah kehilanganmu.

Mungkin kau mendapatkan seorang putra.

Apa maksudnya?

Haruskah aku tahu apa artinya?

Itu hanya Nikki.

"Hanya Nikki" apa?

Bersikap khas Nikki.

Ada apa di wajahmu?

Krim kocok.

Katakan yang sebenarnya, Jennifer.

Kau bersenang-senang sejauh ini?

Aku ingin ini menjadi waktu terbaik yang pernah kita lalui bersama.

Aku menyayangimu apa pun hal buruk yang ibumu katakan tentangku.

Dia tidak mengatakan hal buruk tentangmu.

Ya, tapi kau tak bisa selalu memercayainya.

Hei, jangan terlalu banyak anggur. Ini sulit dicerna.

Selamat pagi, Semuanya.

- Tidur nyenyak, Paman Matthew? - Ya, aku tidur nyenyak, terima kasih.

Hei, telur lagi.

Kita benar-benar menemukan kesuburan di sekitar sini.

Pasti ada sesuatu di airnya.

Nikki bilang pernikahannya menyenangkan.

Tampaknya baik-baik saja beberapa menit aku di sana.

Kau bertemu pria baik?

Aku tidak cukup lama di sana.

Aku bertanya kepada Jennifer.

Satu. Satu pria baik.

Bagus.

Ada apa denganmu?

Maafkan aku. Aku hanya sedikit gelisah.

Kenapa kau gelisah?

Entahlah.

Aku tidak tidur nyenyak.

Tadi kau bilang tidurmu nyenyak.

Kalau begitu, pasti itu sebabnya.

Kau juga mulai merokok lagi.

Aku? Tidak.

Kurasa aku akan membuat salad selada air segar.

Pilihkan beberapa yang bagus. Jangan yang layu.

Ya.

Kau yakin tidak akan berubah pikiran tentang setelah makan malam?

Aku yakin.

Teman Isabella juga baru saja berpisah.

Kau tidak mungkin gagal.

Victor, aku tak berniat untuk tak gagal.

Kau tahu apa ini? Fruta-do-conde.

Seharusnya ini afrodisiak.

Semua ada di pikiran.

- Mau cari tahu? - Tidak, terima kasih.

Kau tidak menemui wanita yang semalam lagi?

Tidak,

aku tidak akan menemui Karen selama sebulan.

Makan saja satu dan tahan dirimu.

- Halo. - Hai.

Bagus sekali. Kalian membeli bahan makanan bersama.

Kalian, bagaimana mengatakannya, pasangan queer?

Pasangan yang aneh.

Ya. Astrid, perkenalkan Pak Hollis, Pak Lyons.

- Halo. - Belanja untuk restoran?

Tidak. Hanya beberapa hal untuk diriku sendiri.

Selamat siang, Teman-temanku.

Aku ingin tahu apa ini bisa dibekukan.

Aku suka melakukan ini.

Sudah bertahun-tahun aku tidak menyiapkan makan malam untuk Jennifer.

Perjalanan ini harus membuatnya gemuk.

Kurasa dia terlalu kurus. Bukan begitu?

Apa?

Bukankah Jennifer terlalu kurus?

Dia tampak baik-baik saja bagiku.

Kau pikir mungkin itu sebabnya Karen mundur,

agar kau dan Nikki bisa menghabiskan waktu bersama?

Kurasa tidak.

Entahlah.

Mungkin.

Aku yakin anak laki-laki lebih mudah.

Kau tahu apa yang terjadi dengan Nikki?

Maksudku, soal anak laki-laki.

Dia meminta izin untuk minum pil KB.

Benarkah? Apa jawabanmu?

Kami setuju.

Pikirkan konsekuensinya jika tidak.

Aku tidak.

Apa?

Kubilang tidak.

Tidak?

Jennifer memintaku musim panas lalu.

Dia bertanya soal pil itu?

Benar.

Kau bilang tidak?

Kubilang terserah dia mau meminumnya atau tidak.

Begitu rupanya.

Jika dia melakukannya, itu tanpa restuku.

Aku hanya peduli dia memberitahuku.

Memberi tahu apa?

Kami punya perjanjian.

Perjanjian?

Perjanjian macam apa?

Jika dia dan seorang pria berada di titik dalam hubungan mereka

di mana mereka akan, kau tahu...

Dia akan memberitahuku lebih dahulu.

- Lebih dahulu? - Sebenarnya, sebelumnya.

Bagaimana dia akan melakukan itu?

Dia akan meneleponku.

Kau tak serius.

Kau tak berpikir dia akan berhenti tepat di tengah

apa pun yang mereka lakukan dan meneleponmu?

Bukan di tengah. Sebelumnya.

Tapi anggaplah tak ada telepon di pantai.

Pantai apa?

Pantai mana pun. Jika kebetulan itu terjadi di pantai,

terjadi di pantai.

Dan aku tak bilang itu sudah terjadi atau akan terjadi.

- Hei. - Apa?

Kami membuat perjanjian. Aku percaya dia tak akan melanggarnya.

Apa ini?

- Terkejut? - Fantastis.

Romantis sekali.

Tidak. Kami hanya ayah penyayang.

Aku suka ayah penyayang.

Selamat malam, Nona. Makan malam sudah siap.

Aku tidak mau.

Ini chateaubriand.

Jangan steik untukku. Aku vegetarian.

- Sejak kapan? - Aku bukan karnivor lagi.

Aku tidak makan apa pun yang pernah punya orang tua.

Kami punya artichoke. Mereka yatim piatu.

Kau mau ke mana?

Keluar. Aku butuh sweterku.

- Dengannya? - Ya.

- Siapa namanya? - Diego.

Kau tak boleh ke mana-mana sampai aku bertemu dengannya.

Kau, kemarilah.

Diego, ini ayahku.

- Apa dia bisa bicara? - Dia pemain drum.

Bisakah dia mengetuk "halo" di meja?

- Ayah, dia seniman. - Dia juga karnivor.

Ayo.

Bagus. Aku punya kalian berdua untuk diriku sendiri.

Kepada dua orang yang paling dekat dengan hatiku.

Dua orang yang membuatku merasa aku pasti bernilai sesuatu,

karena jika mereka menyayangiku, maka aku tidak mungkin seburuk dugaan

seseorang yang merupakan ibu dari salah satu dari dua orang itu.

Bernilai atau tidak, aku menyayangi kalian berdua.

- Aku harus pergi. - Tunggu.

Aku sudah terlambat.

Kau tak akan meninggalkan Jennifer di sini sendirian, 'kan?

Kenapa?

Kau ikut denganku?

- Tidak. - Kalau begitu, kau akan mengasuh.

Jika dia nakal, aku ingin kau menghukumnya, ya?

Selamat malam, Sayang.

Selamat malam, Ayah. Bersenang-senanglah.

Kau juga.

Tak perlu tersenyum.

Ini akan memberi kita kesempatan untuk meluruskan masalah di antara kita

untuk selamanya.

Jennifer.

Kau mendengarkanku?

Apa?

Aku hanya mengingat kali pertama aku menciummu.

Itu saat pembaptisanmu.

Ibumu membedaki bokongmu,

dan kubilang aku ingin menjadi pria pertama yang menciumnya.

Aku membungkuk, dan aku melakukannya.

Beraninya kau membuat bayi kecil menjadi liar dengan hasrat.

Mereka kebetulan menggunakan ini untuk kontrasepsi.

Siapa di antara kita yang memakainya?

Kau harus menata rambutmu seperti ini.

Pukul berapa ini?

Sekitar pukul 01.00. Aku suka seperti ini.

Itu membuatmu terlihat lebih tua.

Ini hampir pukul 03.00.

Berpura-puralah ini pukul 01.00.

Kita terlalu banyak berpura-pura belakangan ini.

Kau harus pergi.

Biarkan aku tetap di sini.

Kita tidak perlu bercinta lagi.

Aku berjanji tidak akan membuatmu bersemangat.

Aku akan menggigit lehermu sedikit.

Jennifer.

Jahat.

Aku tidak pernah bermalam dengan siapa pun.

Nikki pasti sudah pulang.

Kau selalu mengkhawatirkan sesuatu.

Ayahmu memberitahuku tentang perjanjianmu.

Perjanjian yang mana? Ayahku suka sekali perjanjian.

Dia bilang kau akan memberitahunya jika kau dan anak laki-laki pernah...

"Pernah"?

Kau pikir aku akan "pernah" dengan anak laki-laki?

Kau pikir aku gadis seperti itu?

Aku hanya berjanji kepada Ayah untuk membuatnya merasa lebih baik.

Aku tak pernah bermaksud memberitahunya.

Kau sudah memanipulasi kami berdua, ya?

Aku mencintaimu.

Aku tak pernah tak mencintaimu.

Jennifer, ini sudah larut.

Aku suka saat kacamatamu beruap.

Hanya saat aku bersamamu.

Kau tahu aku berpura-pura apa saat masih kecil?

Aku takut menebak.

Bahwa kita menikah.

- Kau dan aku? - Saat usiaku sepuluh tahun.

Usiaku baru 90 tahun.

Akan menyenangkan jika menikah.

Jennifer, orang yang sudah menikah tidak menikah lagi.

Kalau begitu, mungkin bulan madu saja.

Ayo sana, tidurlah.

Butuh seluruh sisa kekuatanku untuk mengirimnya pergi.

Itu tidak sepenuhnya benar.

Jika aku punya kekuatan, dia tidak akan pernah ada di sana.

Jennifer.

- Kau baik-baik saja? - Aku baik-baik saja, Ayah.

Kenapa kau belum tidur?

Kenapa kau belum?

Benar juga.

- Selamat malam, Sayang. - Selamat malam, Ayah.

Cerutu!

Nikki, apa kau membenciku?

Tidak. Dia.

Apa dia bilang dia mencintaimu?

Tidak.

Kau akan terbiasa.

Jika kau ingin pria mencintaimu, kau harus menyalakan banyak lilin

dan memberi hadiah kepada Dewi Yemanja.

Dewi Yemanja?

Lempar bunga ke laut. Yang putih.

Jika bunganya kembali, artinya dia menolaknya.

Jika tidak, dia mendengarkan doamu.

- Akan kulakukan. - Dan ini.

Suruh pria tersebut selalu memakai ini.

Kau mencintaiku! Bunganya tidak kembali!

Kau mencintaiku! Aku ingin memberi tahu seluruh dunia!

Aku senang sekali! Bunganya tidak kembali! Kau mencintaiku!

Kau mencintaiku!

Jennifer, astaga.

Ini.

- Apa ini? - Artinya kau milikku.

Kau tahu apa itu cinta?

Seolah-olah kau menelan rahasia besar.

Rahasia hangat dan indah yang tidak diketahui orang lain.

Begitulah seharusnya.

Tapi di lain waktu, itu lebih seperti lagu.

Lagu yang ingin kau nyanyikan dengan lantang untuk didengar semua orang!

Tidak. Itu lebih seperti rahasia.

Percayalah, itu lebih baik sebagai rahasia daripada lagu.

Matthew.

Ya?

Aku belum pernah memanggilmu Matthew. Tanpa "Paman".

Hanya Matthew.

Apa kau mencintaiku, Matthew?

Ya.

- Sejujurnya? - Ya.

Diam-diam, tapi jujur.

Tidak ada lagi rahasia.

Kau harus memberi tahu Ayah.

Aku tidak bisa! Dia akan mati jika tidak menyiksaku lebih dahulu.

Yang menyiksa adalah kau bisa merasakan satu hal dan hidup dengan cara lain.

Tidak mungkin kita bisa mengungkap ini.

Siapa yang akan mengerti? Aku tidak yakin aku mengerti.

Sudah berakhir, Jennifer. Harus begitu.

Aku tidak akan membiarkannya.

Makan siang, Semuanya!

Itu yang kubutuhkan. Dewa 2,5 cm dengan kemaluan 5 cm.

Kau baik-baik saja?

Seseorang menaruh lilin ini di luar...

Jennifer, entah sihir apa yang menyatukan kita,

tapi itu tidak akan terus menyatukan kita.

Tidak bisakah kau memberinya sedikit waktu?

Aku membohongi cukup banyak orang sekarang.

Aku tidak ingin kau menjadi salah satunya.

Ini juga tidak mudah bagiku.

Jadi, kumohon, mari kita terima bahwa ini sudah berakhir,

sebelum kau membakarku.

Jennifer?

Ada apa?

Kau mau ke mana?

Jennifer.

Terima kasih, Sayang.

Kenapa kopi selalu terasa lebih enak saat orang lain membuatnya?

Ayah.

Itu aku.

Ayah selalu bilang kita bisa membicarakan apa pun.

Apa pun dan segalanya.

Ada apa? Apa soal laki-laki?

Semacam itu.

Hei, itu tidak perlu ditangisi.

Aku berusaha tidak menangis.

Ayah. Sesuatu terjadi.

Sesuatu terjadi? Dengan anak laki-laki?

Semacam itu.

Apa maksudmu "semacam itu"?

Semacam anak laki-laki atau semacam sesuatu terjadi?

Apa maksudmu?

Lebih dari "semacam".

- Seberapa lebih? - Aku tidur dengannya.

Kau tidur dengan seseorang?

- Kenapa kau tidak memberitahuku? - Aku baru saja memberitahumu.

Sekarang kau memberitahuku? Apa gunanya bagiku sekarang?

Seharusnya apa gunanya bagimu?

Jennifer, kita sudah sepakat!

Kau akan memberitahuku lebih dahulu. Setidaknya telepon!

Aku tahu, Ayah.

Jangan menangis. Maafkan aku. Tolong jangan menangis.

Aku tidak bisa meneleponmu lebih dahulu.

- Dia mengejutkanmu? - Aku tidak punya uang.

Kau tidak punya uang.

Bagaimana dengan telepon berbayar?

Pernah dengar membebankan panggilan pada penerimanya?

Kami sedang di pantai.

Di pantai.

Di sanakah dia memaksamu?

Aku menginginkannya, Ayah.

Di mana di pantai? Kapan? Aku ingin tahu semuanya.

Malam itu.

Setelah pernikahan.

Ada pernikahan? Pernikahan siapa?

Orang-orang itu malam itu.

Pernikahan orang-orang itu.

Ada hal lain.

Kau hamil.

Kehamilan di luar nikah.

Itu sesuatu yang kau pikir hanya terjadi kepada pria lain.

Aku tidak hamil.

Aku minum pil KB.

Kukira aku sudah melarangmu memakai pil itu.

Begitukah caramu mendengarkanku?

Syukurlah kau tidak mendengarkanku.

Dengar, yang berlalu biarlah berlalu, bukan?

Ceritakan tentang dia.

Siapa namanya? Siapa dia, anak sepertimu yang baru lepas popok?

Dia lebih tua.

Pria yang lebih tua.

Berapa, 19, 20?

- Lebih tua. - Dua puluh satu?

- Empat puluh tiga. - Empat puluh tiga!

Kau bercinta dengan pria berusia 43 tahun?

Tidak setua itu.

Itu cabul. Percayalah.

Aku setua itu, dan itu cabul!

Itu indah!

Benarkah?

Sekarang apa? Apa hal indah berikutnya yang terjadi?

- Tidak ada. - Sungguh?

Kau berubah dari indah menjadi tidak ada.

Kenapa begitu?

Karena dia sudah menikah.

Tertutuplah, Berengsek.

Dia sudah menikah?

Akan kuberi tahu apa lagi. Habislah dia!

Aku mencintainya, Ayah!

Anakku yang malang.

Katakan saja siapa dia. Hanya itu yang ingin kuketahui.

- Siapa dia, Jennifer? - Itu tidak penting. Sudah berakhir.

- Matthew! - Apa?

- Kau mau ke mana? - Sao Paulo.

- Sekarang? - Harus. Ada urusan mendadak.

Tidak bisa.

Aku akan kembali, tapi aku harus pergi dulu.

Matthew! Aku membutuhkanmu.

Aku tidak bisa menolak.

Aku sahabatnya dan dia butuh bantuanku.

Bantuanku.

Rasanya seperti meminta pembakar untuk menjadi kepala damkar.

Ini salahku. Semuanya.

Andai aku lebih sering ada,

jika bukan karena perceraian, itu tidak akan pernah terjadi.

Pria itu sosok ayah.

Itu klasik. Kau tahu maksudku?

Ya.

Anak itu punya naluri yang bagus.

Dia merasa harus melindungi bedebah itu.

Aku harus mengagumi itu.

Ya. Tapi aku tak bisa membiarkannya seperti ini.

Aku harus tahu siapa dia.

Harus kau, Matthew.

Apa?

Dia menyayangimu. Dia memercayaimu.

Ajak dia keluar, ya?

Mungkin dia akan memberitahumu sesuatu.

Ini dia. Momen itu telah tiba.

Aku mengumpulkan semua keberanianku.

- Victor. - Apa?

Ke mana aku harus mengajaknya?

Pertama, dia bilang sudah berakhir,

lalu mengajakku makan siang.

Itu seperti mengambil Crazy 1 dan 2.

Tapi aku tidak peduli.

Aku sangat bahagia, aku ingin memberinya hadiah.

Sesuatu yang tidak bisa diberikan orang lain di dunia kepadanya.

Ini untukmu.

Kau sudah gila? Aku tidak bisa menyimpan ini.

Kau tidak menyukainya? Menurutku ini cantik.

Pergilah.

Mungkin aku akan menjualnya di sekolah.

Sebaiknya kau simpan sebelum mereka menjualnya di seluruh Tokyo.

Ya, Paman Matthew.

Kuharap aku hanya seperti itu lagi.

Sungguh.

Tidak, atau kau tak akan mengajakku makan siang.

Kau tahu kenapa kita di sini?

Aku harus mencari tahu siapa kekasihmu

sebelum itu membuat ayahmu gila.

- Ayah yang malang. - Ayahmu atau ayah Nicole?

- Ayahku. - Rupanya Ayah malang yang itu.

Di sini ada banyak Ayah yang malang.

Apa yang akan kau katakan kepadanya?

Dia temanku. Aku harus berbohong.

Aku akan bilang kau tak mau memberitahuku siapa pria tua beristri itu,

tapi kau berjanji hubungan kalian sudah berakhir.

Maka kau akan berbohong. Ini tidak akan pernah berakhir.

Kau tidak mengerti?

Aku akan mencintaimu selamanya.

Kau harus berhenti menggunakan kata-kata seperti "selamanya" dan "menikah".

- Kenapa? - Karena aku salah satunya,

dan kita tidak akan pernah bisa menjadi yang lain.

Jennifer, Sayang, kalaupun itu mungkin bagi kita...

Maksudku, jika mengabaikan orang lain...

Kau terus melupakan perbedaan...

Aku tahu, usiamu 1.000 tahun.

Itu tidak penting.

- Jennifer. - Kau bisa memanggilku sayang, jika mau.

Itu tidak penting sekarang,

tapi saat kau seusiaku, kau tahu bagaimana keadaanku?

Sudah mati, kurasa.

Tewas setengah tahun.

Chaplin dan Picasso menikahi wanita yang jauh lebih muda.

Yang akhirnya menjadi janda yang jauh lebih muda.

Aku lebih suka menghabiskan beberapa tahun dengan pria yang kucintai

daripada seumur hidup dengan orang yang tidak kucintai.

Jika kau menggunakan logika, aku akan kehilangan keuntunganku.

Aku suka saat kau memperlakukanku seperti wanita.

Maksudku, di luar ranjang.

Makan dagingmu.

Sia-sia saja perlakuan itu.

Kau tidak kenal anak laki-laki seusiamu yang kau sukai?

Aku tidak suka anak laki-laki.

Kau akan suka jika memberi mereka kesempatan.

Kau pernah menyapanya.

Dia tampak baik. Rapi.

Orang yang memanggil ayahmu "Pak"

dan mencoba mengunyah paku keling dari celana jinmu?

Usia tidak penting. Lagi pula, aku akan mati muda.

Lihat betapa pendeknya garis hidupku.

Itu semua omong kosong. Aku sama sekali tidak punya.

Itu bukan garis hidupmu.

Itu garis hatimu.

Benda kecil, bukan?

Kau biasa memegang tanganku sebelum kita menjadi kekasih.

Lihat cara kerjanya?

Bernardo!

Usianya 19 tahun. Itukah yang kau pikirkan?

Sembilan belas itu sempurna.

Aku sendiri sudah 19 tahun beberapa kali.

Kau sungguh ingin aku melakukannya?

Silakan.

Dia persis seperti yang kubilang Jennifer butuhkan.

Muda, tidak terlibat, tidak rumit.

Aku sangat bahagia.

Kecuali ada sensasi mendadak di pelipisku

yang turun sampai ke jantungku.

Dia tak memberitahumu apa pun tentang pria itu?

Maaf, Victor.

Tak ada petunjuk? Tidak tahu siapa pria itu?

Dia hanya bilang pria itu bingung.

Tentang apa?

Antara perasaannya kepada Jennifer dan istrinya.

Sekarang dia memikirkan istrinya, bukan?

Kurasa bedebah malang itu tidak pernah berpikir akan melibatkan emosi.

Bedebah malang, ya?

Jika aku menangkapnya, aku akan memukulinya sampai mati.

Itu akan membuatnya tak bingung.

Pukulan bukan caranya, Kawan.

Dia benar.

Secara pribadi, aku lebih suka penyiksaan.

Ada apa?

Kurasa aku radang tenggorokan.

Aku harus masuk lebih awal. Terima kasih untuk malam ini.

Kau memberitahunya?

Tidak.

Selamat malam.

Apa itu Jennifer?

Ya.

Dia baik-baik saja? Bagaimana penampilannya?

Sebenarnya cukup cantik.

Benar, bukan?

Kurasa begitu.

Sama seperti ibunya.

Salah satu kekacauanku lagi.

Butuh dua orang, Victor.

Tidak untuk mengacau.

Pertama pernikahanku, sekarang anakku.

Apa yang harus kuhancurkan selanjutnya, persahabatan kita?

Jika aku kehilangan itu...

Maksudku, jika aku mengacaukan hubungan kita,

tamatlah sudah.

Victor, ada sesuatu yang harus kukatakan kepadamu.

Aku tak tahan melihatmu seperti ini.

- Aku juga. - Tidak, biar kuselesaikan.

Kita kemari untuk bersenang-senang,

dan aku hanya membebanimu dengan masalah-masalahku.

- Itu tidak benar. - Kau adalah batu.

Seluruh hidupku yang buruk kacau. Badai.

Kau satu-satunya batu di tengah yang bisa kujadikan pegangan.

Kau adalah batu.

Tidak sepenuhnya, Victor.

Maksudku, aku tak sepenuhnya batu.

Aku tak layak untukmu.

Aku tak layak untuk siapa pun.

Victor, kau tak boleh.

Ini bukan untukku.

Kau pikir aku gila?

Ini untuk pria itu.

Aku akan menemukannya, dan siapa pun dia, dia akan merasakan ini di kemaluannya.

Nikki.

Dari mana saja kau malam ini? Semalam?

- Apa pedulimu? - Aku ayahmu.

Apa aku bertanya kau pergi ke mana?

Aku di sini sejak tadi.

Tentu. Di sinilah aksinya.

Aku terlalu sering pura-pura bodoh denganmu,

hingga aku tahu saat kau pura-pura bodoh denganku.

Kuharap aku sepintar kau saat aku seusiamu.

Kau selalu bilang kejujuran tidak boleh menyakitkan.

Aku salah.

- Dia kasmaran. - Dia berpikir begitu.

Jika berpikir begitu, itu benar.

Yang pertama selalu yang tersulit.

Kau bukan yang pertama.

Aku tahu.

Semuanya sulit.

Dia akan melupakanmu. Jadilah dirimu sendiri.

Harus kuakui Jennifer membuatku kesal.

Aku tidak punya siapa pun untuk dimintai saran.

Yang kubutuhkan adalah bantuan profesional objektif.

Makin banyak masalah di hati dan pikiran,

makin banyak lilin yang harus dibakar untuk bantuan para dewa.

Berapa usia gadis itu?

Dia cukup muda.

Setengah usiamu?

Kurang dari setengah.

Berapa banyak yang harus kuambil?

Ambil seluruh kotak.

- Matthew! - Apa?

Sini.

Masuklah!

- Ada apa? - Tutup pintunya.

- Ada apa? - Kemarilah.

Diam. Tunggu.

- Sial. - Apa yang terjadi?

Buku harian Jennifer.

- Buku hariannya? - Bukan itu saja. Lihat ini.

Kau tidak boleh melihat itu. Pria itu memotret Jennifer.

Aku yakin dia tidak akan melakukannya.

Tidak, ya?

Dia memerkosanya di pantai, bukan?

- Victor! - Apa?

Kau tidak boleh membacanya. Itu properti pribadi seseorang.

Apa kau gila? Kau memihak siapa?

Dengarkan ini.

"Semalam itu akhirnya terjadi.

Kami berbaring di pasir bersama, tubuhku di sampingnya.

Kakiku, kakinya, kami satu sama lain."

Menjijikkan.

- Dia bilang begitu? - Aku yang bilang begitu.

Itu terus berlanjut.

Ayolah, Jennifer, siapa namanya?

Victor, aku bisa jelaskan.

"Hanya dia yang kuimpikan.

Dia kekasih yang jauh lebih baik daripada Moose."

Moose?

Siapa Moose?

Pasti anak di sekolah.

Dia juga tak pernah cerita.

Bagaimana kau bisa mengirimnya ke sekolah yang para prianya disebut "Moose"?

- Menjelaskan apa? - Apa?

- Kau bilang kau bisa menjelaskan sesuatu. - Aku bisa. Ya.

Ini. Aku bisa menjelaskan ini.

Masa muda. Itu saja.

Anak-anak melebih-lebihkan.

Mereka mengarang cerita. Mereka mengarang orang.

Benarkah?

Apa dia mengarang ini?

"Aku tidur dengan senyumnya di bibirku.

Aku suka mulut manisnya. Gigi kecilnya yang lucu.

Aku suka melihat jauh ke dalam jiwanya, melalui mata birunya yang indah,

mata yang tampaknya melihat diriku yang sebenarnya

untuk kali pertama."

Kenapa kau memakai itu?

- Aku punya bintit. - Tiba-tiba saja?

Bagaimana lagi?

Aku tidak percaya.

Dia tidak bilang siapa pria itu di mana pun.

Tidak di mana pun?

Masa bodoh dengan itu.

- Kita punya cukup petunjuk. Ayo. - Ke mana?

Kau dan aku akan menemukan bedebah itu.

Cobalah berpikir.

Dia tidak memberitahumu apa pun? Kau sahabatnya.

Terkadang sahabat pun saling menyimpan rahasia.

Julukan, nama kesayangan. Tempat tinggalnya.

Siapa yang bisa mengingat semua orang yang berkencan dengannya?

Ada lebih dari satu?

Ada penari di kelab yang kami kunjungi.

Penyanyinya juga.

- Dia mengencani mereka semua? - Ayah tahu bagaimana keadaannya.

Saat kau berahi, kau berahi.

Ada yang punya Polaroid?

Apa?

Lupakan saja. Ayo.

- Hati-hati, Nikki. - Kau tak akan menaiki itu, bukan?

Aku suka hidup berbahaya. Sudah keturunan.

Aku sangat menghargai kau tak mengatakan apa pun.

Ayahku punya banyak pengalaman, tapi dia tidak akan pernah memahami ini.

Tapi kuharap dia tahu.

- Kenapa kau tidak memberitahunya? - Aku ingin ayahmu melakukannya.

Tidak akan. Dia pengecut.

Ayahku buta.

- Aku akan menukarmu. - Aku sudah melakukannya.

Kau mengirimnya untuk mencari siapa?

Hanya beberapa orang untuk mengecoh mereka.

Itu lucu sekali. Siapa?

Seperti penyanyi di kelab.

Dia menjijikkan.

Itu sebabnya aku memilihnya.

Kau pikir ayahmu akan cemburu?

Setidaknya itu yang bisa kulakukan untuknya.

Naik dan menarilah! Seseorang! Siapa pun! Jangan malu! Naik dan menarilah!

Tidak.

Jangan aku. Aku bersama temanku.

Tidak, aku tidak bisa menari.

Aku tidak bisa!

Aku tidak bisa. Aku tidak tahu cara menari.

Hai, Paman Matthew.

Itu tidak akan berhasil.

Mencoba membuatku cemburu.

Kau pikir kau bermain dengan anak kecil.

Menurutmu kau begitu?

Kumohon, aku sedang berduka.

Ayahmu sudah gila.

Apa lagi yang baru?

Dan aku tidak jauh lebih baik.

Benarkah?

Aku butuh waktu untuk memikirkan semuanya.

Kau tidak punya banyak waktu di usiamu ini, bukan?

Kau sungguh berkencan dengan android ini?

Kurasa dia lebih menyukaimu.

Sampai nanti.

Bagaimana menurutmu? Apa dia orangnya?

Entahlah.

Kau tak tahu?

Kau mau menari sekali lagi dengannya?

Pria itu bernyanyi untuknya.

Itu tak berarti apa pun.

Apa kata-katanya? Apa yang dia nyanyikan?

Dia bilang,

"Cintanya adalah laut

yang berlangsung selamanya."

Ya?

"Dia hidup untuk kembali kepadanya

berulang kali."

Ya?

"Dan memukul pantainya."

Aku akan memberinya "memukul pantainya."

Victor! Victor, jangan!

Ayah! Tidak!

Victor, hentikan!

Victor, jangan!

Victor, hentikan!

Victor.

Matanya cokelat.

Selamat datang, Teman-Teman. Semuanya milikmu.

Malam, langit, kotaku, restoranku.

Claudio, sampanye.

Ini bukan malam untuk merayakan.

Kau tak menemukannya?

Belum.

Tapi dia tak bisa bersembunyi selamanya.

Sudahlah, Victor.

Kau bisa membuat dirimu sakit karena ini.

Emas. Pria itu adalah emas.

Seperti yang seharusnya dilakukan teman.

Sekarang kita lihat menunya, ya?

Perut juga punya jantung.

Ayah?

Aku harus bicara denganmu.

Tentu saja, Sayang. Kau ingin sendirian?

Begini tidak apa-apa.

Aku sangat menyayangi Ayah.

Aku tidak bisa membiarkanmu memukuli orang.

Kau sendiri terluka.

Kejadian itu

terjadi karena kelembutan, karena perasaan yang indah.

Jangan anggap itu buruk.

Aku tidak mau.

Katakan saja siapa dia, Sayang.

Katakan saja agar kita bisa melupakan semua ini.

Kau.

Aku akan memberimu "Ela esta louca!" Kemarilah!

- Kenapa kau tak memberitahunya? - Kau ingin aku melakukannya.

Ya.

Maka kau yang memberitahunya.

Kau akan berbicara untuk kita berdua.

Tidak mungkin aku.

- Tidak, ya? - Aku impoten.

Aku pernah melihatmu di pasar dengan wanita muda.

Berbelanja bukan masalah.

Victor, apa dia tampak 43 tahun bagimu?

Usiaku 57 tahun!

- Omong kosong! - Baiklah. Enam puluh satu.

Dia terlalu tua. Dia belum menikah.

Dia tidak seperti yang tertulis di buku harian itu.

Kau bilang anak-anak mengarang banyak hal.

Dan kau melihatnya.

Dia menatapnya.

- Itu dia! - Itu bukan orang yang pernah kita temui!

Bagaimana kau tahu?

Karena itu aku.

Kau.

Aku.

Katakan sesuatu, Victor.

Pukul aku.

Pukul dia.

Tidak memukulku terasa lebih buruk daripada jika kau melakukannya.

Bagaimana kejadiannya?

Itu salahku.

Aku bertanggung jawab penuh.

Kau baik sekali.

Itu malam pernikahan.

Ada romansa di mana-mana.

Burung, musik, tarian, drum.

Semuanya sekaligus.

Salahkan Rio, ya?

Aku tak memikirkan tindakanku.

Kau mengerti.

Hanya saat seorang pria tidak memikirkan tindakannya,

kau bisa yakin dia melakukan yang dia pikirkan.

Terima kasih.

Kau ada di sisiku selama kita mencarinya.

Kau pasti berpikir aku bodoh.

Aku tak punya keberanian.

Siapa yang memintamu berani sekarang?

Kenapa kau harus memberitahuku?

Terlepas dari semuanya,

aku temanmu.

Jika kau benar-benar temanku, kau akan merahasiakan perbuatanmu.

Yang tidak akan pernah kau lakukan jika kau benar-benar temanku.

Pukul aku.

Kumohon.

Apa kau akan merasa lebih buruk jika aku tidak melakukannya?

Sangat buruk.

Selamat malam, Matthew.

Matthew.

Aku ingin bicara denganmu.

- Kau memberitahunya? - Ya.

Kenapa kau belum tidur?

Aku baru mau.

Tidurlah.

Ayo. Turunlah.

Hati-hati.

Cepat, masuk ke mobil. Ayo.

- Kita mau ke mana? - Tidak ke mana-mana. Masuklah.

Kau sungguh memberitahunya? Aku sangat bangga padamu.

Mungkin hanya kau yang bangga.

Matthew.

Tunggu.

Ini harus berhenti. Sungguh.

Kita tidak bisa melanjutkan. Tidak semenit pun.

Tapi karena dia sudah tahu...

Itu hanya membuat hubungan kita makin mustahil.

Berhentilah bersembunyi di balik kata-kata seperti "hubungan".

Kita saling mencintai. Kau yang bilang.

Aku berharap, dengan cara bodohku yang biasa

bahwa kapan pun itu berakhir,

itu akan berakhir tanpa sepengetahuan ayahmu.

Tapi sekarang dia tahu...

Pasti Nikki.

Aku terlalu tua untuk ini.

Bersembunyi di kursi depan seperti remaja.

Tahu-tahu, kulitku akan berjerawat.

Jika ini tidak membunuh rasa hormatmu kepadaku...

Tidak ada yang bisa.

Kau tak serius dengan ucapanmu.

Kumohon, jangan.

Itu hanya akan berpengaruh.

Dan itu tidak boleh.

Matthew...

Selamat malam.

Matthew.

Aku sangat mencintaimu.

Jennifer.

Kau tahu kau mencintaiku.

Tidakkah kau mengerti?

Itu tak penting.

Hanya itu yang penting.

Aku hanya berpikir kau harus segera datang.

Kau baik-baik saja?

Nicole?

Ayah membutuhkanmu. Dia dalam masalah besar.

Apa yang terjadi? Apa dia terluka?

Dia akan terluka, Bu, dan bukan hanya dia.

Jennifer! Bawa barang-barangmu kemari! Sepuluh menit!

Kita akan pergi dari surga ini!

Masa bodoh denganmu!

Jennifer! Ayo!

- Victor. - Minggir, Mata Biru.

Jika kau pikir aku akan meninggalkan bahan panganku di sini, kau gila.

- Tunggu sebentar. - Sebentar?

Aku ingin memberimu kehidupan!

Berhenti berteriak!

Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku bukan orang

yang berkeliaran di halaman sekolah memakai jas hujan.

Cobalah. Kau akan sangat hebat.

Aku akan memberimu surat rekomendasi.

Aku sangat menyayangi Jennifer.

Kasih sayang sejati.

- Menyentuh. - Meski begitu, aku memutuskan

untuk merelakannya. Kubilang padanya aku akan merelakannya.

Tentu saja.

Tapi aku tidak bisa.

Aku terlalu memedulikannya.

Kenapa tidak?

Dia menggemaskan, manis, pintar, dan polos.

Sebagian besar! Kau harus lebih pikun untuk tidak memedulikannya.

Aku tidak pikun.

Aku tergila-gila kepadanya.

Apa yang kau lakukan, melamarnya?

"Dengan cincin tumbuh gigi ini, aku menikahimu"?

Begitukah?

Kau ingin izin untuk menikah?

Kurasa sebaiknya kau tanya istrimu dahulu. Itu sopan santun yang lebih baik.

- Victor. - Tapi tunggu, jika dia menolak,

mungkin kau dan Karen bisa mengadopsi Jennifer.

Aku masih bisa menemuinya, tentu saja. Aku bisa mengasuh untukmu.

Dia seorang wanita, Victor. Dia sangat dewasa.

Sayang sekali kita tak bisa mengatakan hal yang sama tentangmu!

Aku mencintainya. Sesederhana itu.

Tentu saja. Apa lagi yang bisa kau katakan?

Aku serius! Aku tidak pernah mengira bisa peduli seperti ini lagi!

Katakan sekali lagi, aku akan memenggal kepalamu!

Victor.

- Karen. - Sedang apa kau di sini?

Lepaskan Matthew.

Kenapa kau meninggalkan Bahia? Kau baik-baik saja?

Nikki menelepon. Dia bilang kau dalam masalah.

Aku, dalam masalah?

Tak ada masalah di sini? Itukah maksudmu?

Victor mencekikmu hanya untuk bercanda?

Victor, hentikan! Berhenti bersikap seperti orang gila!

- Aku? Kau mau dengar gila? - Ya.

Baiklah, ini dia. Beri tahu dia!

- Tunggu! - Aku tahu ini sulit bagimu.

Kau bisa memberitahunya nanti, aku akan memberitahunya sekarang.

- Memberi tahu apa? - Tunggu.

- Persiapkan dirimu. - Berhenti mempersiapkanku!

Karen, aku tidak setia.

Matthew.

Apa ini lelucon?

Tunggu sampai kau dengar leluconnya.

Matthew?

Itu benar.

Tanya dia dengan siapa.

Diam, Victor!

Karen, bisakah kita berdua saja?

Kurasa kau sudah cukup lama sendirian.

Siapa dia?

- Jennifer. - Jennifer siapa?

Jennifer?

- Jennifer kecil yang manis? - Ya.

- Jalang kecil itu. - Tunggu. Jennifer putriku.

Makanya! Kenapa kau membiarkan ini terjadi?

Aku? Bagaimana bisa kubiarkan?

Dia tak tahu.

Apa Nikki tahu?

- Nikki siapa? - Berengsek.

Aku tak bermaksud berengsek.

Aku tahu. Ini hanya bakat.

Apa itu tugas menulismu, Sayang?

"Yang kulakukan saat liburan musim panasku."

- Karen. - Aku datang secepat mungkin

karena kupikir kau membutuhkanku.

Kau tak membutuhkanku. Kau baik-baik saja.

Fantasi menjadi kenyataan.

Gidget Goes to Rio.

Ada apa denganmu?

- Apa kau buta? - Aku tak tahu.

Mereka hanya berdua. Aku keluar setiap malam.

Benarkah?

Bukan masalah besar. Hanya untuk makan malam.

Aku yakin.

Kenapa kau harus menjelaskan kepadanya?

Tidak. Sungguh.

Benar sekali. Yang kau lakukan bukan urusanku.

Yang kau lakukan adalah urusanku.

Tapi penting bagimu untuk mengerti...

Victor, ini antara Matthew dan aku.

- Aku bukan hanya orang luar di sini. - Saat ini kau orang luar.

Victor, kau berhak terluka.

Aku tahu betapa kau menyayanginya.

Siapa bilang aku menyayanginya?

Victor.

Maksudmu kau tidak menyayangi Jennifer?

Tentu saja aku menyayangi Jennifer. Kau menganggapku apa?

Kau pikir siapa maksudku?

Apa yang terjadi di sini?

Aku ingin memberitahumu, Matthew.

Aku pergi untuk memikirkan itu.

- Memberi tahu apa? - Kami saling mencintai.

Tidak.

Apa maksudmu, "Kami saling mencintai"?

Apa maksudmu tidak?

Diam, kalian berdua! Aku tidak bisa menjalani kehidupan ganda.

Kau punya pernikahan semacam itu, Victor, aku tidak.

- Apa kalian berdua berselingkuh? - Tadinya.

Tadinya berselingkuh?

Kau dan Victor?

Yang lebih buruk, Victor dan kau?

Dia tersinggung. Tn. Bersih.

Pantas kau kesal dia tak datang.

Lebih kesal darimu.

Selalu sibuk. Sangat terluka. Sangat sok benar.

Tidur dengan istri orang lain tidak dihitung, bukan?

Setidaknya istrimu bukan putri siapa pun.

Matthew, teganya kau.

Aku tega?

Ibu?

Nikki, Sayang.

Teganya kau.

Kami saling mencintai. Itu membuat perbedaan besar, Kawan.

- Cinta? - Kami tak hanya mencari sensasi.

Itukah alasanmu melakukannya?

Dengarkan ini.

"Matthew tersayang, aku tidak mau melanjutkan tanpamu.

Aku akan memimpikanmu selamanya."

Kali terakhir kita bersama seperti ini,

kita menunggunya lahir.

Victor.

Meski terdengar aneh,

aku menyayangimu.

- Pak Lyons. - Ya?

Kami sudah berusaha semampu kami.

Dia sudah melewati masa kritis.

Syukurlah.

Aku tak tahu dia punya obat tidur.

Berapa banyak yang dia minum?

- Tidak ada. - Tidak ada?

Putrimu overdosis pil KB.

Itu bukan masalah, bukan?

Dia tidak akan menumbuhkan janggut atau semacamnya?

Tidak.

Apa dia boleh dikunjungi, Dokter?

Satu, mungkin, dan...

Sebentar saja.

Halo, Bibi Karen.

Dokter bilang kau akan baik-baik saja.

Mereka memompa perutku.

Aku tidak memakai mesin apa pun, bukan?

Percayalah, Jennifer. Tidak ada yang layak dicabut di sini.

Kau hanya butuh istirahat.

Aku punya obat tidur jika kau mau.

Kau marah.

Tidak. Akan butuh waktu untuk marah.

Aku harus mengatasi murka dahulu, Berengsek.

Saat kau bertambah tua, dan jelas kau akan mendapatkan kesempatan kedua untuk itu,

kau akan tahu kau tak bisa memiliki apa pun yang kau inginkan,

dan ada harga untuk semua yang kau dapatkan

dan terkadang orang lain harus menanggungnya.

Dia mencintaimu.

Dia memberitahuku.

Fakta bahwa kalian bicara bersama menggangguku lebih dari apa pun.

Ini semua salahku, sungguh.

Dia tidak pernah punya kesempatan.

Pria jarang punya.

Kumohon.

Jangan membenciku.

Itu lebih seperti iri.

- Karen? - Pergilah.

- Nikki? - Pergilah.

Ini rekaman.

Apa maumu?

Tidak ada ranjang lain.

- Berengsek. - Bedebah.

Aku bilang sayang pula.

- Kepada siapa? - Kepadamu.

Kau menyayangi apa pun yang diam.

Tidak seperti beberapa orang yang kukenal.

Berengsek kau.

Dasar munafik.

Dahulu aku merasa bersalah tentang aku dan Karen.

Jangan berpikir aku bersama Jennifer membuatmu lolos.

Minggir.

Kau tak pantas mendapatkannya. Kau tahu itu, bukan?

- Yang mana? - Keduanya.

Kau juga tidak.

Sulit. Karen tak akan kembali.

Yang benar saja!

Kukira kau menginginkan Jennifer!

Berikan kepadaku! Beri aku setengah!

Setengah? Kau mau setengah? Siapa kau, istriku?

Kau juga ingin menjadi ibu Jennifer?

Berhenti melempar Jennifer kepadaku!

Kau bisa berhenti berpura-pura memiliki semacam keunggulan moral

karena kau penipu!

Pantas saja kau tidak memukulku saat kau tahu!

Masih ingin aku memukulmu?

Ya? Bagaimana dengan sekarang?

Baiklah!

Bangun agar aku bisa menendangmu! Ayo.

Jangan menggigit!

Hei! Kemarilah!

- Jangan menendang! - Rabies tidak menular lewat tendangan!

Lepaskan!

Aku akan membunuhmu!

Diam!

Awas! Itu kemaluanku!

Kau bercanda? Aku tak bisa menemukannya dengan kaca pembesar!

Itu malam terburuk dalam hidupku.

Rasa maluku bertambah karena fakta

Victor kini tidur dengan dua dari tiga anggota keluargaku.

Jennifer, aku baru mau menjemputmu.

Aku dapat tumpangan. Lorenzo mengantarku.

Kau baik-baik saja? Bagaimana perasaanmu?

Baik.

Di mana kau bertemu Lorenzo?

Di rumah sakit. Lorenzo!

Dia merawatku dengan baik.

Dia belajar untuk menjadi dokter.

Aku ingin kau bertemu ayahku.

Senang bertemu, Pak.

Dia.

Ambil barang-barangmu. Kita pergi.

Itu yang ingin kutanyakan kepadamu.

Apa?

Boleh aku tinggal?

- Tinggal di mana? - Di sini.

Rumah ini masih kita sewa sepekan lagi.

Nikki akan tinggal denganku, bukan?

Bolehkah?

Kau tetap di sini?

- Tidak. - Kalau begitu, kau boleh tinggal.

Kau tak keberatan meninggalkan mereka?

Maksudmu mereka mungkin tak akan bersikap sebaik kita?

Lorenzo akan menjaga kami. Dia bilang begitu.

Apa yang aku tahu tentang Lorenzo?

Usianya 21 tahun.

Dia sempurna. Aku suka dia.

Baik, sebaiknya aku menelepon maskapai dan memberi tahu mereka.

Victor.

Ayo lihat rumahnya. Ini indah. Nikki?

Semua berjalan lancar,

kecuali aku, pria yang terasing.

Aku tak mengeluh. Aku menerima konsekuensinya.

Aku hanya tak pernah mengira akan berakhir sendirian.

Paman Matthew, kau benar.

Entah tentang apa.

Yang di pantai itu mimpiku.

Mimpi yang indah.

Apa kau akan melupakanku?

Saat aku mati.

Aku serius. Aku tak tahu kapan.

Perceraianmu sendiri dan kau tak tahu kapan?

Aku bisa mendapatkannya besok jika ingin menyerah pada pengacaranya.

Jika tidak, akan butuh berbulan-bulan.

Berbulan-bulan?

Setidaknya.

Lalu?

Ini akan berakhir. Aku akan bebas.

Tepat saat aku bisa bebas.

Ya.

Hati-hati, Victor. Jangan biarkan antusiasmemu kabur bersamamu.

Karen, kita tak mau terburu-buru.

Tidak untuk kali kedua, tentu saja.

Jangan panik, Victor, aku tak punya permintaan.

Kita saling membantu melalui masa yang buruk.

Aku masih bisa menemuimu?

Kurasa tidak, Victor.

Kenapa?

Ritsletingmu terbuka.

Tidak sekarang.

Hanya sering kali.

Kau mau ke Sao Paulo?

Kurasa begitu.

Aku akan ke Bahia.

Sudah kuduga.

Kamar hotelku sudah dibayar untuk bulan ini.

Ya.

Victor sedang apa?

Dia berkemas.

Ada ruang di tasmu untuk ini?

Kau tak mau membawa ini ke Bahia?

Itu akan dibawa ke Bahia.

Aku tak mengerti.

Kau akan pergi ke Bahia.

Banyak yang harus kita bicarakan, Matthew.

Kau mau bicara?

Kau pikir aku ingin membuang 20 tahun

hanya karena kebodohanmu?

Atau kebodohanku?

Karen.

Ini akan menjadi perjalanan panjang, Matthew.

Ada banyak hal yang harus kita lupakan,

apalagi maafkan.

Tidak ada lagi gumaman, Matthew.

Aku ingin kau bicara denganku.

Raihlah perasaanmu dan katakan apa yang kau pikirkan.

Apa yang kau takutkan.

Aku ingin kau berhenti memendam semuanya.

Aku akan melakukan yang terbaik.

Aku juga akan menerima yang terburuk. Berbagilah denganku.

Aku akan melakukan yang terburuk.

Sebaiknya kita bergegas.

Victor, tunggu.

Ayo.

Aku senang kita bisa tetap di sini.

Mereka datang. Aku akan bicara dengan ibuku.

Apa yang terjadi?

Kami akan pergi.

Kau dan Ibu, maksudnya bersama?

Kami akan berada di Club Med di Bahia.

Sampai jumpa, Jennifer.

Sampai jumpa, Paman Matthew.

Nikki.

Aku juga menyayangimu.

Banyak yang harus kita bicarakan.

Aku tahu.

Aku senang kau akan pergi.

Sampai jumpa di Sao Paulo.

Sampai jumpa, Paman Victor.

Dah, Nick.

Terima kasih atas apa pun yang kau lakukan.

Aku tak melakukan apa pun.

Syukurlah ada yang tak melakukannya.

Sampai jumpa, Bibi Karen.

Sampai jumpa, Jennifer. Jaga dirimu.

Cobalah untuk tak bermain dengan benda tajam.

Kita harus berangkat.

- Apa itu? - Kacamata hitam.

Benda lainnya.

Entahlah.

Bukan apa-apa.

Aku sudah mendengar semua yang kuinginkan darimu.

Ayo.

Bagus. Akhirnya aku menjadi sopirmu.

Kuharap kau lebih baik dalam hal itu daripada menjadi teman.

Yang benar saja.

Setelah perbuatanmu, entah bagaimana kau bisa menatap wajahku.

Yang mana, Victor? Wajah mana yang kau pikirkan?

Sulit untuk menyadari setahun telah berlalu sejak saat itu.

Victor akhirnya bercerai,

lalu dia dan istrinya berbalik dan menikah kembali.

Victor bilang itu karena istrinya ingin mendapatkan setengah hartanya lagi.

Soal Karen dan aku, itu bukan kasus bahagia selamanya.

Kami beruntung bisa mendapatkan sesuatu yang selamanya.

Kurasa beberapa bulan lagi kami akan bahagia.

Tapi kami akan mengusahakannya.

Kita hanya hidup sekali,

tapi akan membantu jika kita menjadi muda dua kali.

Penerjemah: Novia Hartanthi

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.