All language subtitles for A.Dog.Year.2009.WEB-DL.HBOGO

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Anjing Pertamaku

Berdasarkan Buku Karangan Jon Katz

Kedatangan Pesawat

Halo? Tunggu sebentar.

- Siapa ini? - Richard. Kau di mana? Ada apa?

Richard, aku di bandara.

- Sedang apa di sana? - Bukan apa-apa, nanti kujelaskan.

Aku mau tahu apa kau kerjakan bukunya.

- Richard, aku tak akan menulisnya. - Mana bukunya?

- Tak akan kuberikan kemauan mereka. - Dengar, kau punya kontrak, Jon.

Kau harus menulisnya. Pikirkan kontraknya.

Mereka bisa ambil rumahku dan menuntutku. Aku tak peduli.

Dewasalah, Jon. Tulis bukunya.

Nanti kita bicarakan lagi. Aku harus pergi. Sampai jumpa.

Aku menjaga kandangnya sampai kau mengambilnya.

- Kukira dia mungkin berbahaya. - Devon?

Mari kita lihat dirimu, Sobat.

Ini tali kekang. Akan kupakaikan padamu sekarang.

Benar begitu.

- Pintu akan kubuka. Tanganku masuk. - Jangan buka pintunya.

Semuanya tolong menyingkir!

- Permisi! - Anjing siapa ini?

- Bu, tenanglah. Ini anjingmu? - Ya.

Tolong pasang kekangnya!

Jika dia menggigit orang, kau tanggung jawab.

Itu sangat membantu. Aku menghargainya. Devon.

- Jangan bergerak, Nyonya. - Duduk, Devon!

- Baiklah. Devon. - Pak?

- Pak, kau tak boleh naik ke sana. - Ayo. Duduklah, Devon!

Aku perlu bantuan di sini.

Demi keamanan, selalu bawa barang Anda.

Maaf.

Permisi. Devon.

Jangan bergerak.

Tenanglah. Anjing pintar.

Kau akan baik-baik saja.

Aku Jon Katz.

Aku seorang penulis.

Umurku 56 tahun.

Punggungku sakit.

Devon, lihatlah.

Devon, aku punya sesuatu untukmu. Sungguh. Lihatlah.

Devon, ini enak. Lihatlah. Ambillah.

Tak mau? Tak cukup enak untukmu? Baiklah.

Jangan bergerak, Devon.

Kemarilah. Anjing pintar.

Devon. Anjing pintar. Kita akan pulang. Tenanglah.

Jangan. Kita akan pulang sekarang. Baiklah.

Julius dan Stanley menunggumu di rumah.

Aku tak tahu apa yang kau alami, tapi aku bekerja di rumah.

Aku akan bersamamu. Kau akan sering jalan-jalan...

Mendapat banyak makanan dan kesabaran.

Ayo.

Stanley? Julius?

Ini dia, Kawan-kawan.

Itu Stanley dan Julius.

Baiklah, mundur, kami mau masuk.

Jangan. Ayo, kemarilah.

Kemarilah. Biar kuperiksa.

Anjing pintar. Baiklah.

Baiklah.

Anjing pintar.

Kau sedang apa? Ini kamar Emma. Dia sedang kuliah. Ayo!

Kau mencari nyonya rumah ini?

Kau kurang beruntung, Kawan. Dia sudah pergi. Ayo.

Kemarilah!

- Jangan coba-coba! - Jon?

- Siapa ini? - Ini Devon, anjing dari neraka.

Dari mana kau mendapatkan dia?

Ada pembiak di Texas.

Dia baca salah satu bukuku yang menyebut Julius dan Stanley.

Dia pikir aku bisa membantu anjing ini.

Dia bilang dia menyelamatkan anjing korban kekerasan ini.

Dia butuh rumah bagi anjing ini dan aku setuju.

Aku tak tahu apa yang kupikirkan.

Kemarilah.

Hiburlah dirimu.

Bagaimana kabarmu?

Aku sendirian, punggungku sakit. Aku baik-baik saja.

Anjing itulah yang jadi masalah.

Matanya terinfeksi. Bau napasnya tak sedap.

Benar sekali.

Ada lecet di punggungnya.

- Di belakang sini juga ada. - Ya.

Lecet di kaki kanan belakang. Ada dua di kaki kiri belakangnya.

Kau melihat punggungnya bungkuk dan bengkok? Beberapa kukunya patah.

Aku melihat kondisi ini pada anjing yang lama dikurung di kandang.

Devon?

Tahu kapan kulihat hal seperti itu?

Aku melihat itu pada anjing yang selalu dipukuli pemiliknya.

Itu sebabnya dia marah. Dia marah pada lingkungan.

Baiklah, Devon, saatnya mandi.

Perpustakaan Umum

Masalah Pada Anjing

Baca ini.

"Ini peranakan yang tak pernah lelah dan energinya besar." Benar sekali.

"Tanpa kegiatan, 'border collie' akan kebosanan dan tertekan.

Perilakunya juga bisa bermasalah." Ikut perkumpulan.

"Anjing 'border collie' sudah berabad-abad dibiakkan...

Untuk mengejar sesuatu yang bergerak."

Di sini dikatakan kau sangat pintar.

Bisa dilatih.

Kita lihat saja.

Ayo.

Anjing pintar.

Baiklah. Kemarilah.

- Max, kau harus melihat ini. - Ayo, jalan.

Pelan-pelan. Devon.

- Kenapa Jon Katz punya anjing baru? - Ayo.

Ayo...

Baiklah. Ini tak berhasil. Ayolah! Devon!

Baiklah, masuklah. Kemarilah, berkumpul.

Duduklah. Biar kulihat. Baiklah, ayo. Astaga.

Baiklah.

Ayolah.

Jon. Kau punya anjing baru.

Ayo. Teruslah jalan, kita tak bicara pada siapa pun.

Sungguh, Jon, apa yang akan kau lakukan dengannya?

Sungguh, Margo, aku tak tahu.

Kemari! Devon!

Jangan, Devon!

Sial! Devon!

Devon!

Tidak! Devon!

Berhenti!

Berhenti!

Devon! Berhenti!

- Berhenti! Devon! - Ada orang tua aneh mengejar kita.

Berhenti!

Devon!

Apa yang kau lakukan?

Apa yang kau lakukan? Kemarilah.

Bagaimana kau bisa melakukan itu?

Satu pesan baru.

Jon, ini aku, hanya meninggalkan pesan lagi.

Aku ditelepon Margo, katanya kita punya anjing baru. Benarkah?

Kuberi jarak agar kau bisa menulis, tapi itu artinya kau harus menulis.

Kurasa kau tak tahu bagaimana rasanya tinggal bersamamu.

Kau selalu keluar, dan aku tak bisa membina hubungan sendirian.

Terlalu sepi.

Kau sudah mengganti pakaian, Jon?

Adakah barang di kulkas? Maukah kau meneleponku?

Kakakku mengirim salam.

Jon.

Sekarang waktu yang paling tepat, 'kan?

- Kurasa kita harus bicara padanya. - Baiklah. Silakan.

- Jon, bisa bicara sebentar? - Tidak.

Pengalamanku banyak dengan anjing. Max memenangkan enam penghargaan.

- Aku tak peduli banyaknya. - Baiklah, Jon.

Kami memperhatikan caramu membawa anjing jalan-jalan.

Kami mencoba untuk membantumu dan menjaga lingkungan tetap aman.

Jon, kau harus melakukan sesuatu soal anjingmu. Aku ingin membantumu.

Aku bisa datang dan memberimu kiat dalam melatih kapan saja.

Bayi kecilku.

Kau merindukan ibumu?

Halo, Devon.

Benar di sana.

Ada apa? Tak mau buang air?

Devon, cukup! Ayolah!

- Sial, Jon, anjing itu berbahaya! - Ayo.

Dasar anjing nakal, Devon.

Anjing pintar. Baiklah.

"Aku sama sekali tak punya ide."

Astaga.

Astaga.

Yang benar saja.

Apa?

Jangan!

Kemarilah! Bagaimana kau bisa naik ke sana?

Baiklah, aku terkesan.

Kemarilah!

Devon?

Aku tahu kau takut.

Kau lapar?

Ayo, aku tak akan menyakitimu.

Kau harus berani.

Apa yang kau lakukan?

Ayah, ini aku. Ayah di sana?

Ibu kesulitan menghubungi Ayah. Karenanya, aku ingin menelepon.

Kudengar Ayah punya anjing baru?

Aku pulang akhir pekan ini untuk ambil beberapa barang.

Jadi bisa telepon aku? Aku tak mau memaksa Ayah bicara.

Kumohon teleponlah aku agar aku tahu Ayah baik-baik saja.

- Holly? Aku Jon. - Penyelamatku. Bagaimana keadaan?

- Tak baik. Tak berhasil. - Kenapa? Kupikir kau antusias.

- Kenapa, Jon? - Karena dia anjing dari neraka.

- Tapi, Jon... - Dia akan kukirim kembali.

Aku keluar biaya untuk mengirimnya. Sudah kubilang perlu waktu.

- Tidak. Kau salah. Holly, dengar. - Kau tahu berapa biayanya, Jon?

Telepon maskapai, pesan tiket, hubungi mesin penjawabku.

Tinggalkan pesan kau mau penerbangan pukul berapa.

Bus Sekolah

Devon!

Apa?

Sial!

Devon?

Sial.

- Ya? - Astaga, Jon, akhirnya.

Kau ke mana? Kita punya janji temu.

Aku duduk di sini dan ada wanita menggodaku.

- Jon, ayolah, cepatlah kemari. - Richard, maaf aku tak bisa datang.

- Maksudmu? Kita harus bahas buku. - Aku tahu.

- Aku serius. Ayo, cepatlah kemari. - Dengar. Aku tak bisa.

Aku sangat ingin menulis sesuatu seperti yang kau inginkan.

- Tapi, Richard, aku tak bisa. - Ayolah, Jon.

- Aku harus temukan hal yang beda... - Jon, kau melanggar kontrak.

- Atau aku akan menembak diriku. - Kau bisa dituntut.

Jangan bilang begitu, Jon. Kau sudah minum obatmu?

Keadaanmu baik-baik saja? Kita semua minum itu.

Aku agenmu. Aku hanya mau yang terbaik untukmu. Kau tahu itu?

Aku tak punya ide ingin menulis apa.

Jon?

Devon?

Jon, kau baik-baik saja?

Aku akan membunuhmu. Dasar anjing menyebalkan.

Baiklah.

- Holly, aku tak akan pulangkan dia. - Bagaimana? Benarkah?

- Tapi tiket pulang sudah kubayar. - Tidak. Tak akan kupulangkan dia.

Sudah siap?

Kau menyukainya.

Kenapa kau bisa kacau sekali?

Anjing pintar.

Kau ingin udara segar? Sudah.

Jangan! Devon, apa yang kau lakukan?

Jangan! Devon!

Kau suka, ya?

Kau menyukainya, ya?

Ayo, Julius!

Lihatlah diri kalian, seperti lukisan cat minyak.

Baiklah, kalau begitu, kalian diam saja di sana.

Saatnya makan. Baiklah.

Kemarilah. Menjauh dari itu.

Devon, duduk. Devon, turunlah. Lihatlah.

Duduk, Devon.

Kemarilah.

Kita harus melatih itu.

Orang-orang biasanya datang padaku untuk minta nasihat tentang anjing.

Pertama aku mendapatkan Julius dari pembiak.

Lalu aku mendapat Stanley dari pembiak yang sama.

Aku mengambil anjing untuk Emma, tapi...

Tentu saja mereka menjadi anjingku.

Juga sahabatku.

Dan temanku satu-satunya. Baiklah, tetaplah di sana.

Ayo, kemarilah.

Keluar!

Keluar dari sana!

Sekarang kau senang?

Ayah?

- Ayah? - Emma?

Apa yang terjadi?

Ayah baru selesai mandi, segera turun.

Kenapa kau pulang?

Sudah kubilang akan pulang untuk mengambil beberapa barangku.

- Aku suka cara Ayah menata rumah. - Mau lihat anjing baru Ayah?

Keluarlah, bawa Stanley dan Julius. Kita bertemu di luar.

- Aku merindukan kalian. Halo. - Emma? Mereka sudah masuk?

Ya. Ayo, masuk. Ke dalam.

Ayo, masuklah. Anjing pintar.

- Mundurlah. Kau siap? - Ya.

Devon, lihat siapa yang mau bertemu. Itu Emma!

Jangan bergerak. Dia takut pada orang.

- Dia aneh. - Devon!

- Apa yang dilakukannya? - Dia menggiringmu.

- Kenapa dia mau menyakitiku? - Bukan, menggiring.

Dia pikir semua yang bergerak adalah domba. Itu nalurinya.

Itu sangat menarik, Yah.

Lihatlah. Dia ahli, bukan?

Bagaimana menurutmu?

Aku tak tahu harus berpikir apa.

Jules?

Stanley?

Jules.

Stanley?

Kawan, ada apa?

Ayah, ada yang tak beres dengan Stanley!

Ternyata Stanley lambat merespons karena denyut jantungnya rendah.

Jauh di bawah normal.

Bahkan dia mungkin sudah mengalami stroke ringan.

Rontgen memastikan displasia pinggul yang parah. Itu biasa pada labrador.

Menyakitkan bagi Stanley untuk berlari atau berjalan.

Aku terkejut dia bisa mengejar bola biru itu.

Tapi yang paling memprihatinkan adalah penurunan denyut jantungnya.

Kemungkinan jantungnya akan berhenti sebentar lagi.

- Ini ada kaitannya dengan Devon? - Astaga, tidak.

Bagaimanapun juga ini akan terjadi.

Kau harus memutuskan cara agar Stanley melewati ini.

Stan?

Stan, ini bola birumu.

Ini benda favoritmu.

Stan.

Aku menyayangimu.

Anjingku yang baik.

Begitu banyak malam

Aku duduk dekat jendelaku menunggu...

- Yah, kumohon, jangan lagu itu. - Kenapa? Itu lagu favorit mereka.

Menunggu seseorang

Untuk menyanyikanku lagu itu

Dan kau...

Kau menerangi hidupku

Ayah, lagu itu membosankan.

Kau...

Di mana-mana kecuali di atas koran. Ya ampun.

Sampai jumpa besok.

Baiklah.

- Ayah. - Kau masih bangun.

Apa?

Apa?

Apa yang terjadi, Yah?

- Ayah sedang menulis buku? - Ayah sedang menulis jurnal.

Ayah lebih memperhatikan anjing daripada pekerjaan.

Ayah tak mau menyingkirkannya. Ayah mau memeriksa anjing itu.

Ibu menyuruhku kemari karena kami mengkhawatirkan Ayah.

Emmy.

Ayah rindu padamu, Emmy.

Aku tahu itu.

Ayah rindu pada kalian...

Berdua.

Sudah?

Dia sudah mati.

Baiklah.

- Kau siap? - Ayah yakin soal ini?

Mungkin aku harus tetap di sini.

Ayah baik-baik saja. Kau baik-baik saja?

Jangan sampai ketinggalan kelas.

Jangan khawatirkan Ayah.

- Ayah yakin? - Ayah tak apa-apa. Pergilah. Ayo.

Sampai jumpa.

Ayo kita jalan-jalan, Devon.

Astaga.

Devon!

Devon!

Devon!

Jangan! Devon!

Kemarilah!

Silakan jalan!

Berengsek kau!

Astaga, aku membencimu! Dasar berengsek! Sudah cukup!

Kau tak mengerti? Jika tak berubah, kau tak bisa tinggal di sini.

Menurutmu teman sekamarmu tak akan keberatan?

Julius anjing hebat. Kau tahu itu.

Ayah, katakan apa yang terjadi? Kenapa aku harus bawa Julius?

Devon ada di basemen. Dia tak boleh naik.

Ayah harus menguncinya di basemen. Dia benci itu. Semua akan baik saja.

Ayah hanya tak ingin hal buruk lainnya terjadi.

- Apa artinya? - Em.

Ada telepon di saluran lain, harus Ayah terima. Sebentar.

Kabar baik, Jon. Ternyata rumah itu kosong.

- Itu tempat sempurna untuk menulis. - Bagus. Sempurna.

- Aku mau segera melihatnya. - Sekarang?

Aku sedang siap-siap. Aku mau masuk mobil sekarang.

- Kau mau kucarikan hotel? - Tidak, aku akan tidur di mobil.

Ini tempat yang kau inginkan.

Luasnya 17 hektare, sudah diiklankan selama tiga tahun.

Dan pemiliknya pasti mau menyewakan jika kau mengerti keadaannya begini.

Biaya sewanya murah, pemiliknya sudah tua dan tinggal di Florida.

Karenanya, mereka tak bisa kemari dan melakukan perbaikan kecil.

Tak masalah. Ini hanya sementara. Apa mereka menyewakannya per bulan?

Kurasa mereka sudah cukup senang jika tempat ini bisa hasilkan uang.

Di bawah sana adalah Bedlam Corners.

Kita bisa ke sana, akan kukenalkan pada beberapa orang jika kau mau.

Tidak, aku tak mau bertemu siapa pun.

Ponselmu tak dapat sinyal di gunung.

- Syukurlah. - Tak ada telepon di rumah ini.

Tapi aku bisa menghubungi perusahaan telepon jika kau mau.

Tak perlu. Aku tak mau ada telepon di dalam rumah.

Tetaplah di sini.

Senang melihat ada yang menghuni peternakan Matthew lagi.

- Mau kopi? - Baiklah.

- Silakan ambil sendiri. - Terima kasih.

Peternakanku bisa terlihat dari jendelamu.

Ya, seluruh kota bisa melihat peternakanmu di bukit itu.

Kalian bisa melihat semuanya.

Ya, kami tak ketinggalan kejadian apa pun di sini.

Apa pekerjaanmu?

- Aku tak tahu apa pekerjaanku. - Bukankah kau si pengurus anjing?

Ya, aku si pria anjing. Terima kasih.

Harganya satu dolar.

Maaf.

Aku belum pernah bertemu penulis.

- Apa buku terakhir yang kau tulis? - Siapa yang bilang aku penulis?

Masukkan nama dalam komputer, maka kau akan tahu pekerjaannya.

Kemarilah.

Ada yang perlu diperbaiki di rumah?

- Tidak. - Aku bisa memperbaiki apa saja.

Tak ada yang perlu diperbaiki.

Apa ini?

Ada wanita yang bisa bantu soal anjing.

- Aku tak perlu bantuan soal anjing. - Tentu kau perlu.

Ada apa?

- Ada telepon untukmu di toko. - Baiklah.

- Halo? - Ini kau, Jon?

- Paula. - Apa yang terjadi?

Emma memberiku nomor telepon umum tempat terpencil.

Kau di mana?

Aku menyewa sebuah tempat di perdesaan.

Kenapa, Jon?

Bahkan untuk ukuranmu, ini gila. Dengar, aku akan pulang.

Ayo kita pecahkan masalah ini. Temui aku.

Jon?

Jon?

Kurasa sambungannya terputus. Jon, kau bisa mendengarku?

Halo?

Halo?

Kau tak menggonggong.

- Siapa kau? - Jon Katz.

Ya. Kau pria yang punya anjing yang pernah disiksa.

Ini Joe.

- Akan kutes anjingmu. - Anjingku tak suka tes.

- Sayang sekali. - Aku juga.

Jika mau menjadi muridku, kau harus mengikuti tes dariku.

Ayo, Joe.

Aku menerima pembayaran di muka untuk sesi pertama. 200 dolar.

Aku hanya menerima uang tunai.

Bawa anjingmu.

"Border collie" anjing pekerja, berabad-abad gembalakan domba...

Di Irlandia dan Skotlandia. Di seluruh dunia.

Perhatikan baik-baik karena selanjutnya giliranmu.

Mundur, Joe.

Mundurlah bersama anjingmu.

Keluarlah, Domba-domba.

Menjauhlah dariku, Joe.

Menunduklah.

Jalanlah, Joe.

Ke arahku.

Bagus, Joe.

Giliranmu. Aku ingin melihat reaksi anjingmu terhadap domba.

Ini kunamakan tes naluri.

- Siap? - Kemarilah.

Devon. Aku ingin kau melakukannya dengan baik. Baiklah.

- Sudah siap? - Ya.

Domba, keluarlah.

Lepaskan Devon.

Pergilah!

Dia seharusnya mulai melingkari kawanan itu.

Kenapa dia ke arah sana?

Dia melingkarinya.

Kau melihat perbedaan antara kedua anjing?

Joe tenang dan menggiring domba hanya dengan melihat mereka.

Anjingmu kesulitan. Dia mengejar mereka.

Baiklah, cukup. Panggil dia.

Devon!

Devon!

Kemarilah! Devon!

Devon!

Dasar anjing berengsek!

Kemarilah!

Kenapa kau sulit diatur?

Pergilah, Joe.

Kemarilah! Devon!

Lari ke arahku, Devon. Ayo, bekerjasamalah denganku.

Lari ke arahku, Joe.

Jangan bergerak.

Bagus, Joe.

Lingkari dombanya. Hanya itu yang harus kau lakukan.

Dia gagal tesnya, 'kan?

Ya.

Kau harus melihat anjing ini apa adanya.

Dia kehilangan hubungan dengan sekitarnya dan dirinya.

Dia kehilangan nalurinya dan kau tak membantu menemukannya.

Aku tak mengerti maksudmu.

Bukan anjing ini yang berantakan, tapi dirimu.

Anjing ini bukan masalahmu.

Ayo.

Kau sudah membayar 200 dolar.

Akan kuberikan yang setimpal dengan itu.

Aku tak membayar 200 dolar untuk bualanmu.

- Kembalilah! Ya. - Itu masalahku?

- Diriku? - Ya, kau orang yang penuh amarah.

Ayo!

Sial.

Berengsek! Sial.

Halo. Aku tak perlu bantuan.

- Aku tak perlu bantuan apa pun. - Namaku Anthony.

Bagus. Kau punya nama.

Bagian mana yang tak kau mengerti dari "aku tak perlu bantuan"?

Apa ini? Celaka.

Lebih berguna jika mesinnya hidup.

Operator baru.

Jaga agar tetap lurus.

Baiklah...

Baiklah. Kemarilah.

Aku punya campuran anjing gembala dan husky.

Tenaganya bahkan kurang dari setengah anjing ini.

Kau sudah menikah?

Ya.

- Istrimu tak di sini. - Benar.

Bercerai?

Tidak.

Pernikahan kami luar biasa. Kami mandiri.

Kami setuju berpisah untuk sementara waktu.

Terkadang dia menerimanya dengan antusiasme yang mengganggu.

Beri tahu berapa aku berutang padamu.

Akan kukirimkan tagihan.

- Jangan terlalu keras, Pak Tua. - Baiklah, Anthony.

Anjing ini energinya banyak sekali. Siapa pemilik anjing gila ini?

- Bersikap baiklah. - Itu dia.

Ini putriku, Ida.

Aku memberitahunya tentang anjingmu.

Siapa orang-orang itu?

Mereka ingin melihatnya juga.

Turunlah, Ida.

- Anjing ini kau beri makan apa? - Makanan anjing spesial.

Tinggi protein dan lemak.

Anthony bilang kau menyikat gigi anjing ini.

Giginya keropos saat aku mendapatkannya.

- Berapa biaya makan anjing ini? - 40 dolar per minggu.

Aku tak bisa habiskan uang sebanyak itu untuk sapi.

Anjingku lebih pintar daripada sapimu.

Aku ingin menjadi anjing orang ini.

Jika dia menjadi masalah, mungkin kau harus menyingkirkannya.

Aku tak akan menyingkirkannya. Aku tak menyerah soal anjing ini.

Tinggalkan anjingmu di mobil.

Salurkan amarahmu pada rumput kering itu.

Jika sudah selesai, temuilah aku.

Pertama-tama, kau harus tetap tenang.

Buatlah kontak mata.

Panggil namanya.

Dan beri dia imbalan.

- Devon, lihat ini. - Jangan.

Panggil namanya saja.

Devon.

Lagi.

Devon.

Lakukan lagi.

Devon.

Devon.

- Devon. - Lakukan lagi.

Devon.

Lakukan lagi.

Devon.

Devon.

- Lagi. - Devon.

Dan lagi.

Devon.

Mari kita mencoba satu hal lagi hari ini.

Tatap matanya, panggil namanya, lalu minta dia untuk duduk.

Devon, duduk.

Duduk.

Anjing pintar.

Bagus sekali. Anjing pintar.

- Cukup untuk hari ini. - Sudah?

Satu demi satu langkah kecil.

Kau boleh datang dan melanjutkan kapan saja kau bisa.

Awalnya sangat sulit.

Ayo.

Seharusnya aku di sana saat kau datang. Maafkan aku.

Kapan kau pulang?

Segera.

Kapan?

Paula, segera.

Aku akan segera pulang.

TAHUN ANJING

Oleh Jon Katz

Dia adalah anjing ras Border Collie berusia dua tahun...

Devon?

Devon?

Devon!

Devon?

Sial!

Devon!

Devon!

Devon!

- Ada apa? - Itu kunci rumah peternakan.

- Aku akan pulang. - Bagus.

Aku akan kembali.

- Kau akan kembali? - Ya.

Mungkin bisa kubawa serta istri dan anakku.

Kau bisa menjaga rumah itu untuk sementara waktu?

Ya, dengan senang hati.

Baiklah.

Ada yang kau ingin kukerjakan secepatnya?

Bocor pada keran di dapur tak bisa kuhentikan.

- Akan kuperbaiki. - Baiklah. Terima kasih, Anthony.

Sampai jumpa.

Sampai jumpa, Devon.

Anjing pintar.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.