Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[ SUBTITLE By VIU ] ..::Resync/Edited By (Coffee_Prison)::..
(Mereka kaget dan ketakutan, mengira telah melihat hantu)
(Ia berkata kepada mereka...)
(Mengapa terkejut dan apa sebabnya timbul keraguan di dalam hatimu?)
(Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku. Aku sendiri ini; raba dan lihat)
(hantu tak ada daging dan tulang, seperti yang kau lihat pada-Ku)
(Lukas 24: 37 - 39)
(Kwak Do-Won)
(Hwang Jung-Min)
Masih subuh. Ada apa?
Ada yang meninggal.
Siapa?
(Chun Woo-Hee)
Kau tahu petani ginseng itu, Cho?
Ya.
Istrinya meninggal.
Hujannya deras...
Hei, kau mau pergi ke mana?
Ada yang meninggal.
Siapa?
Istri petani ginseng.
Hanya itu yang aku tahu.
Namun, dia masih sangat muda.
Itu benar.
- Jangan pergi tanpa sarapan. - Aku harus bergegas.
Makan sedikit saja!
Meskipun kau bergegas, orang itu takkan hidup lagi.
Namun, aku harus pergi sekarang.
Makanlah lebih dahulu.
Ayolah.
Apa yang terjadi?
Entahlah. Kurasa seseorang membunuhnya.
Manusia macam apa yang membunuh orang?
Keji sekali...
Ada yang meninggal?
Makanlah, Sayang.
Siapa yang meninggal?
Makan sarapanmu.
Sampai jumpa, Ayah.
Astaga!
- Kenapa kau lama sekali? - Beri aku jas hujan!
Bergegaslah! Kita punya 2 mayat di sini.
Di mana Kapten?
Dia pergi ke Seoul. Ingat?
Benar juga.
- Ayolah! - Aku datang.
[ POLISI ]
Lihat aku, Heung-Gook!
Lepaskan aku!
Aku pamannya!
Jong-Goo!
Selamat pagi, Sersan.
Kurasa ini senjata pembunuhnya. Dia ditusuk sekitar 20 kali.
Astaga.
Apa itu?
Sepertinya dia tidak dibunuh di sini.
Sepertinya mayatnya dipindahkan ke sini setelah dibunuh.
Berantakan sekali.
Itu Cho, suaminya?
Ya. Sepertinya begitu.
Terkutuklah aku.
Lalu, anak itu?
Kami membawanya ke kerabatnya.
Kenapa dia melakukannya?
Aku tidak mencium bau alkohol, tapi dia tidak akan bicara.
Pasti dia teler. Bagaimana lagi dia bisa bertindak seperti itu?
Apa yang terjadi?
Bagaimana situasinya, Sersan?
Aku pamannya! Lepaskan aku!
Keparat.
Tidak bisakah dia menggunakan GPS? Kenapa aku harus membawanya?
Itu tempatnya?
Ambil pemotong kawat.
Tarik.
Bau apa ini?
Jadi, Cho dibunuh di sini.
Apa-apaan ini semua?
Jadi, dia mengundang Cho, membunuhnya...
memasukkan mayatnya ke karung, menyeretnya ke rumahnya...
dan bahkan membunuh istrinya?
Kejahatan atas dorongan nafsu.
Pastikan kau memotret semuanya.
Di sini, di sana, barang-barang di sana itu.
Jong-Goo!
Ke sini!
Sersan, kemarilah.
Astaga!
Ya, Tuhan...
Pria kejam itu...
Orang gila macam apa dia?
[ THE WAILING ]
Bukankah itu menakutkan?
Menakutkan apanya.
Omong-omong, seluruh kota membicarakannya.
Siapa yang menceritakan kisah itu kepadamu?
Byung-Gu.
Keparat itu.
Sekarang dia mengarang cerita kepadamu juga?
Namun, dari apa yang kudengar...
pasti ada sesuatu yang aneh tentang pria itu.
Seperti apa?
Pemilik toko di pojok menjadi gila.
Pria di pabrik itu mati.
Kemudian Heung-Gook, 2 hari yang lalu.
Lalu?
Semua ini dimulai setelah pria Jepang itu datang.
Berhenti berbicara omong kosong...
Dasar bodoh.
Siapa yang kau panggil bodoh?
Lihat, hasil tes Heung-Gook keluar hari ini.
Rupanya dia memakan jamur beracun.
Apa?
Kau tahu, jamur yang membuatmu menjadi gila.
Darahnya penuh dengan kandungan jamur itu.
Lalu, ada banyak jamur kering di rumahnya.
Kau benar-benar percaya itu?
Itulah yang tertera dalam hasilnya!
Bukankah kau pernah mencoba jamur itu ketika masih kecil?
Tidak.
Yang aku tahu mustahil jamur bisa menimbulkan dampak seperti itu.
Kau melihat pria malang itu.
Jamur tidak akan pernah bisa membuatmu seperti itu.
Namun, aku benar tentang pria Jepang itu.
Jika semua orang membicarakannya...
berarti ada alasan kuat di balik itu.
Apa-apaan ini?
Listriknya padam lagi.
Astaga.
Aku terus memberi tahu Kapten untuk memperbaiki kabelnya
alih-alih menghabiskan uang untuk kumpul-kumpul!
Dia tidak pernah mendengarkan!
Apa-apaan ini?
- Ada apa? - Apa itu?
- Di luar. - Ada apa di luar?
- Di luar, itu... Astaga! - Apa masalahmu?
Ada apa?
Periksalah.
- Aku? - Ya, kau!
Kau ingin aku keluar?
Aku menyuruhmu! Keluarlah!
Astaga!
Baik, aku akan keluar.
Ayo, cepat!
Astaga.
Siapa kau? Apa-apaan?
Hentikan!
Hentikan! Dasar gelandangan!
Makan ini juga.
Aku sudah terlalu tua untuk ini.
Jangan konyol.
Aku diberi tahu pria masih bisa ereksi meski usianya 70 tahun.
Kalau begitu, belikan aku suplemen herbal.
Aku terus mengalami mimpi buruk yang menyeramkan.
- Apa yang kalian lakukan di sana? - Astaga!
Tidak ada apa-apa! Menjauh dari mobil.
Jangan dibuka! Tidak!
- Jangan dibuka! - Apa yang kalian lakukan?
Astaga!
Ayah!
Ayah?
Lihat.
Bagaimana penampilanku?
Cantik.
Sangat cantik.
Berapa lama kau sudah melihatnya?
Berapa banyak yang kau lihat?
Jangan khawatir, aku tidak akan memberi tahu.
Jadi, kau melihat semuanya.
Tidak masalah. Ini bukan pertama kalinya.
Apa?
Ini.
Apa?
Tidak apa-apa. Minumlah.
Cepat!
Hei! Berandal!
Kenapa kau lama sekali? Kau mengabaikan panggilanku!
Ibu mertuaku sakit.
Menggunakan ibu mertuamu sebagai alasan?
Kau tidur siang. Aku tahu!
Tidak. Aku bersumpah.
Bekerjalah.
Jangan biarkan siapa pun masuk!
Permisi, Nyonya?
Apa-apaan?
Apa yang kau lakukan? Hentikan dia!
Ya, Pak.
Ikut denganku, Nyonya.
Lepaskan aku!
Sersan, bawa dia keluar dari sini.
Tolong mundur.
Mundur, Semuanya.
Ada apa dengan dia? Yang benar saja!
Tolong tenanglah.
Si bodoh itu.
Tenanglah, Nyonya.
Jong-Goo.
Mandilah, Kawan.
Hei, jangan menyalahkan dirimu sendiri.
Bukan salahmu...
...bahwa kau pengecut
Astaga.
Halo!
- Halo, Pak! - Hai, Hyo-Jin.
Halo, Kapten.
- Apa kabarmu? - Baik.
- Punya pakaian bersih untuk Ayah? - Ya.
Ibu menyuruhku membawakannya untukmu. Pakaian bersihmu.
Terima kasih, Sayang.
Mandilah.
Baik. Kau pulang saja.
Ayah bahkan belum makan, 'kan?
Baiklah, keluar. Apa kau tak lihat Ayah sedang bekerja?
Sampai jumpa.
Sampai jumpa, Pak Polisi.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
- Hati-hati, Sayang. - Astaga.
Anak kecil itu.
Oh Sung-Bok?
Ya.
Aku baru sadar.
Apa?
Wanita itu...
Wanita apa?
Wanita yang rumahnya terbakar...
Aku tahu aku pernah melihatnya di suatu tempat.
Itu wanita telanjang yang semalam.
Apa?
Wanita yang berdiri di sini semalam saat listrik padam.
Orang bodoh.
Mereka tidak mati terbakar. Mereka ditusuk.
Mereka bertiga?
Ya.
Aku juga sangat ketakutan.
Tersangka utama adalah gadis yang gantung diri.
Astaga... apa ini semua?
Entahlah.
Di sini.
- Di sini. - Apa?
Bantu kami.
Sedikit lagi.
Kita hampir mendapatkannya.
Astaga.
Ketemu.
Bodoh, jangan menyentuhnya dengan tangan kosong!
Apa-apaan...?
Apa kau bodoh?
Itu barang bukti.
Dia harus membungkusnya dengan kain atau semacamnya, 'kan?
[ KANTOR POLISI GOKSEONG ]
Dia membunuh semua orang?
Itu yang mereka katakan.
Terkutuklah aku.
Jadi, begitu kejadiannya.
Kenapa kau memanggilku? Banyak hal gila di tempat kerja.
Karena kasus ini.
Ingat apa yang aku katakan sebelumnya?
Apa?
Bagaimana pria Jepang itu memerkosa seorang wanita?
Ada apa dengan itu?
Jalang.
Wanita itu... Dia orangnya.
Apa maksudmu?
Wanita yang diperkosa itu...
adalah wanita yang sama yang rumahnya terbakar.
Wanita itu... Dia menjadi gila setelahnya...
dan biasa mondar-mandir telanjang di malam hari.
Istriku melihatnya beberapa kali di pemandian umum.
Tubuhnya penuh dengan ruam dan bisul...
serta bergumam tidak jelas sepanjang waktu.
Apa kau sudah gila?
Byung-Gu harus berhenti melakukan itu...
berbicara omong kosong dengan teman-teman bodohnya.
Dasar tidak berguna. Itu teorimu.
Aku hanya main-main denganmu.
Orang waras mana yang akan percaya omong kosong seperti itu?
Tidak. Kupikir kau benar.
Tidak mungkin penyebabnya jamur. Itu tidak masuk akal.
Yang benar saja.
Apa yang kau lihat?
Pergi dari sini!
Apa?
Abaikan dia. Dia melakukan itu sepanjang pagi.
Dasar gila.
Bagaimana jika kau memeriksa dokter kulit setempat?
Lihat apa ada catatan medis pada Heung-Gook atau wanita itu.
Berhenti melempar!
Aku tidak percaya ini.
Itu penting!
Ruamnya! Ruam itu adalah penghubung dalam kasus ini.
Ayo, cepat pergi dan periksa!
Hentikan! Kau bisa melukai seseorang!
[ PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT ]
Astaga.
Kau benar-benar membuatku jengkel!
Nona, kau tinggal di mana?
Apa kau dari desa ini?
Hei.
Jangan mendekatiku!
Astaga!
Gadis itu membunuh mereka semua.
Apa?
Di sana. Dia membunuh semua orang di ruangan itu.
Apa yang kau bicarakan?
Wanita tua itu menyuruh dukun untuk melakukan ritual,
jika tidak, gadis itu akan mati.
Namun, gadis itu menolak.
Itu sebabnya mereka semua terbunuh.
Apa kau kerabatnya?
Bukan.
Kalau begitu, kau siapa?
Ikutlah denganku.
Hei!
Apa-apaan...?
Kau tidak boleh masuk ke sana.
Tidak apa-apa.
Hei...
Ayolah.
Gadis itu membunuh mereka di sini.
Wanita tua itu yang paling parah.
Kepalanya terbelah... seperti semangka.
Kau melihatnya dengan mata kepalamu sendiri?
Tentu saja.
Bagaimana?
Wanita tua itu memberitahuku
bahwa pria Jepang itu hantu.
Dia akan mengisap darah mereka.
- Pria Jepang? - Ya. Pria Jepang pincang itu.
Dia rupanya!
Kau pernah melihatnya?
- Ya. - Berapa kali?
Sesekali.
Hati-hati.
Kenapa?
Wanita tua itu berkata, jika kau terus melihatnya di dekatmu...
itu berarti dia menguntitmu.
Untuk mengisap darahmu.
Tunggu di sini sebentar.
Baik.
Kemarilah.
Apa?
Ke sini sekarang!
Apa maksudmu? Aku baru saja menemukan dokter kulitnya.
Aku menemukan seorang saksi.
Jadi, ke sini secepat mungkin.
Apa-apaan...?
Dia pergi ke mana?
Dosa apa yang kau lakukan sampai berteriak seperti itu?
Kau melakukannya hampir setiap hari.
Apa kau sakit?
Aku terus mengalami mimpi aneh.
Obat siapa ini?
Hyo-Jin sedang tidak enak badan. Dia tidak bisa masuk sekolah.
Astaga. Demamnya tinggi.
Di mana kau saat dia sakit?
Itu sebabnya aku membeli obatnya!
Ada apa denganmu?
Bawa dia ke rumah sakit.
Apa-apaan itu?
Matikan selangnya terlebih dahulu.
Bodoh!
Kau baru masuk kerja sekarang?
Hyo-Jin sedang tidak enak badan.
Sekarang kau bahkan menyalahkan putrimu?
Aku tidak mengada-ada.
Apa kau menemukan saksimu?
Tidak, Pak.
Setelah membuat seluruh kota menjadi heboh,
kau pikir kasus ini akan menjadi istirahatmu?
Oh Sung-Bok terus menelepon.
Itu alasanmu?
Lihatlah dia. Dia bahkan tak bisa mencuci mobil dengan benar.
Dia membuatku kesal.
Hei, bahkan Pak Kepala mendengar tentang saksimu.
Entah kau berbohong, atau membiarkannya lolos...
tulislah laporan kejadiannya.
Baik, Pak.
Ini membuatku gila.
Jangan pikirkan kata-kata gadis gila itu.
Bukan dia. Maksudku adalah ini.
(Tragedi keluarga yang disebabkan oleh jamur liar)
Dibunuh oleh... jamur liar.
Apa yang dikatakan dokter kulit itu? Jamur?
Dia tak yakin dan merujuk Heung-Gook ke rumah sakit besar.
Sudah kubilang. Itu bukan jamur.
Bukan tidak mungkin.
Diamlah.
Kau tahu cerita yang Byung-Gu ceritakan kepadamu?
Ada banyak sekali.
Cerita tentang pria telanjang yang memakan bangkai rusa.
Apa yang merasukimu?
Di saat kacau seperti ini?
Itu karena semuanya sangat gila.
Kau tahu pria yang melihat itu, bukan?
(Herbal & Tonik)
Di sini.
Kau mungkin tidak percaya...
tapi aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.
Lihat ini. Bisakah kau melihatnya?
Tentu.
Aku mendapat 22 jahitan.
Akibat jatuh dan kepalamu terluka saat kau mabuk?
Apa maksudmu?
Aku terlalu tua untuk mengada-ada.
Kau punya bukti?
Bukti? Ya!
Aku bukan tipe orang yang suka bicara tanpa bukti.
Ayo lihat ini.
Kalian siap untuk ini?
Lihatlah.
Kalian lihat? Kosong, 'kan?
Aku menjauhi pegunungan sejak hari itu.
Aku bahkan menjual tokoku.
Mana bisa itu menjadi bukti?
Apa?
Kau ini.
Bukan itu intinya.
Intinya adalah, ketika aku membuka mataku...
pria itu ada di sana, hanya mengenakan popok.
- Popok? - Benar.
- Pria dewasa? - Benar.
- Pria dewasa bisa memakai popok. - Yang benar saja.
Masalah kandung kemih sangat umum terjadi pada orang dewasa.
Namun, kenapa pergi ke hutan untuk mengobati inkontinensia?
- Inkontinensia... - Kalian bertanya padaku,
tapi kalian malah berbicara sendiri?
Pokoknya...
Dia membenamkan wajahnya di bangkai itu...
tubuhnya berlumuran darah...
dan matanya sepenuhnya merah.
Lalu, dia mendongak.
Lalu, tiba-tiba...
Aku belum tidur sejak hari itu.
Dia sedang mengunyah bangkai?
Benar.
Kau melihatnya memakan daging mentah?
Tentu...
Tunggu. Lihat ini.
Ini membuatku merinding.
Pria itu bahkan menggigitku.
Apa yang lucu?
Di mana pria itu tinggal?
- Kenapa? Kau mau ke sana? - Kurasa aku harus pergi.
Jangan pernah. Kau akan menyesalinya.
Ini hanya kecurigaanku, tapi...
Kau tahu bagaimana penduduk desa tewas baru-baru ini?
Dia ada hubungannya dengan itu.
Dia bukan manusia.
Beri aku alamatnya.
Itu berada di suatu tempat di pegunungan.
Kau pasti tahu perkiraan lokasinya.
Sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata.
Jauh di suatu lembah.
Seberapa jauh lagi?
Masih jauh.
Astaga!
Ada apa?
Di sana.
Di sana.
Aku tidak melihat apa-apa.
Lihat.
Di sebelah sana.
Astaga, bukankah itu rusa?
Jadi, kau tidak mengada-ada?
Sudah kubilang, bukan?
Apa yang terjadi?
Lihat.
Kau tahu...
Apa yang terjadi?
Sudah cukup, bukan?
Apa? kau harus menunjukkan rumah itu kepada kami.
Di balik bukit itu.
Hanya satu rumah itu. Kalian tidak akan melewatkannya.
Kau datang jauh-jauh ke sini. Kau harus melihatnya.
Jangan sentuh aku. Aku harus pergi!
Kau mau ke mana?
Kubilang, lepaskan!
Astaga!
Hei!
Pak.
Pak?
Kau baik-baik saja?
Keparat.
Kami minta maaf.
Minggir.
Tunggu saja.
Aku akan membuat kalian dipecat. Tunggu saja.
Kami benar-benar minta maaf.
Kalian layak disambar petir.
Kau mau ke mana?
Kau baru saja tersambar petir.
Hei!
Apa gunanya meminum semua tonik kesehatan itu...
jika kau akan terbunuh oleh petir?
Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi?
Kau tidak bisa tersambar petir sekalipun kau mau!
Namun, mereka bilang, berkat semua tonik itu...
dia selamat.
Perawat!
Itu Park Heung-Gook di Kamar 302!
Kau harus datang sekarang. Itu Park Heung-Gook!
Ini darurat!
Dokter!
Apa yang terjadi?
Adakah yang bisa menjelaskan...
apa yang terjadi di sini?
Mari kita kembali ke rumah pria Jepang itu besok.
Pasti ada sesuatu yang terjadi di sana.
Minumlah.
Habiskan!
Hyo-Jin!
Hyo-Jin.
Sayang!
Ayah ada di sini.
Ayah ada di sini, Sayang.
Lihatlah Ayah. Hyo-Jin!
Lihat aku.
Hyo-Jin! Lihat aku.
Hyo-Jin! Buka matamu!
Lihat aku!
Lihatlah Ayah.
Ayah...
Ayah ada di sini.
Lakukan sesuatu, Ayah!
Ada apa, Sayang?
Seseorang terus menggedor pintu...
dan mencoba masuk.
Siapa?
Seorang pria aneh mencoba masuk.
Tidak apa-apa.
Hyo-Jin.
Hyo-Jin?
Apa ini?
Apa kau makan ikan?
Selamat pagi, Ayah.
Dia makan ikan seperti orang gila. Ini tidak pernah terjadi...
Ada yang salah dengannya.
Aku mendengar kau dan Hyo-Jin tadi malam.
Aku meminta nenek tetangga merekomendasikan dukun yang bagus.
Aku akan berkonsultasi dengannya, asal kau tahu saja.
Paham?
Baik.
Bagus.
- Hei. - Hei.
- Ucapkan salam. - Ini keponakanku.
Apa, seorang pendeta?
Belum, dia masih dalam pelatihan. Dia diakon, bekerja untuk pendeta.
Kami membutuhkan penerjemah untuk berbicara dengan pria itu.
Kau bisa berbicara bahasa Jepang?
Hanya sedikit.
Dia tinggal di Jepang ketika dia masih muda.
- Benda apa itu di lehermu? - Bukan apa-apa.
Kau pasti bercanda.
Siapa namamu, Nak?
Yang Yi-Sam.
- Apa itu nama aslimu? - Ya, Pak.
- Ayo pergi. - Masuklah.
Apa ada orang?
Apa ada orang?
Ada apa?
Dasar mesum.
Lihat ini. Apa tulisannya?
Paman, ini ilegal.
- Aku tahu. - Kalau begitu, kenapa...?
Tunggu di luar jika kau tidak mau membantu.
- Namun, Paman! - Baik, tunggu saja di luar.
Apa yang kau lihat? Kau membuatku malu.
Pergilah mengawasi.
Apa-apaan ini?
- Keparat! - Ke sini!
Singkirkan dia dariku!
Apa yang kau lakukan bermain-main di kandang anjing?
Halangi pintunya! Sekarang!
Ke sini!
Sial!
Oh Sung-Bok, keparat kau!
Keparat!
Di mana anjing itu? Ke mana perginya?
Di sana.
Oh Sung-Bok.
Kurasa itu pemiliknya.
Oh Sung-Bok?
Permisi.
Apa kau baik-baik saja?
Ya.
Ada apa denganmu?
Apa kau digigit?
Apa?
Katakan sesuatu.
Dia adalah penjahatnya.
Kau membuatku takut.
Sadarlah.
Itu bukan hanya satu atau dua orang.
Dia memotret mereka saat mereka masih hidup...
dan kembali untuk memotret lagi setelah mereka gila dan mati.
Apa maksudmu?
Dia adalah penjahatnya.
Cukup. Aku akan berurusan denganmu nanti.
Aku yakin akan hal itu.
Dia...
Dia mengambil barang-barang korbannya...
dan melakukan sesuatu dengan itu.
Apa yang kau lihat?
Beri tahu aku!
(Jeon Hyo-Jin)
Kau basah kuyup!
Di mana Hyo-Jin?
Di ruang tamu.
Hyo-Jin.
Ayah pulang lebih awal.
Apa kau kehilangan sepatu ketsmu?
Tidak. Kenapa?
Kalau begitu, apa ini?
Itu bukan milikku.
Bukankah ini tulisan tanganmu?
Kubilang itu bukan milikku.
Kau tahu tentang pria Jepang yang tinggal di desa ini?
Kau membasahi rumah.
Jawab aku.
Apa kau mengenalnya atau tidak?
Kau pernah bertemu dengannya sebelumnya, 'kan?
Jawab aku.
Kau membuatnya takut.
Keluar sebentar.
Ayolah, ini serius.
Ayah adalah seorang polisi.
Aku akan tahu jika kau berbohong.
Kau pernah bertemu dengannya sebelumnya, 'kan?
Beri tahu aku.
Memberi tahu apa?
Semuanya. Di mana kalian bertemu, dan apa yang kau lakukan.
Kenapa aku harus memberitahumu itu?
Karena itu penting.
Apa yang begitu penting?
Jawab aku, Nak!
Kubilang, apa yang begitu penting?
Apa yang sangat penting?
Apa...
...yang sangat penting?
Kau bahkan tidak tahu apa yang penting.
Berhentilah menanyaiku!
(Sial!)
Apa yang ayah lakukan?
Kupikir sedang tidur.
Apa yang ayah lakukan?
Mengintip rok putrimu di tengah malam?
Bicaralah.
Beri tahu aku!
Beri tahu aku!
Astaga!
Berhenti menatapku!
Jangan bentak ayahmu!
Jangan lihat aku!
Hentikan! Ayah sudah minta maaf.
Aku akan membunuh kalian semua.
Kenapa kau bicara begitu?
Aku bertemu dukun itu hari ini.
Dia pikir ada roh jahat di rumah kita.
Makhluk itu merasuki Hyo-Jin.
Jika kita tidak bertindak, akan ada yang mati.
Dia dukun yang terbaik.
Mengapa kau tidak menjawab panggilanku?
Ikut aku, dan jangan bicara omong kosong.
Tanyakan di mana dia menyimpan barang yang tadinya ada di sana.
Barang-barang di sana... ada di mana sekarang?
Barang-barang apa?
Dia bertanya barang apa.
Barang-barang yang kami lihat sebelumnya.
Barang-barang yang kami lihat... sebelumnya.
Foto-foto itu?
- Maksudmu fotonya? - Ya, fotonya, dan barang lainnya.
Ya.
Aku membakarnya.
Apa?
Aku membakarnya.
Dia membakarnya.
Di mana?
Di mana...?
Di dapur.
Di dapur.
Astaga!
Kau!
Apa yang kau lakukan di sini?
Apa yang kau lakukan di sini?
Tanyakan lagi padanya.
Apa yang kau lakukan di sini?
Bepergian.
Bepergian, katanya.
Katakan aku akan menjebloskannya ke penjara jika dia tidak mengaku.
Katakan yang sebenarnya.
Kau tidak akan percaya padaku sekalipun aku memberitahumu.
Dia bilang kau tidak akan percaya padanya.
Dengar, terjemahkan semua yang aku katakan...
- Huruf per huruf. - Baik, Pak.
- Keparat! - Apa...
Kau keparat terkutuk!
Jadi, begini...
Turis macam apa yang menggantung foto orang mati di temboknya?
Bepergian... orang mati...
Kenapa ini ada di rumahmu?
Bagaimana ini...?
Siapa kau?
Siapa kau?
Aku tahu apa yang kau lakukan di desa ini.
Aku melihat semuanya di ruangan itu.
Aku juga tahu perbuatanmu kepada putriku!
Aku ingin kau...
menghentikan perbuatanmu, dan pergi diam-diam dari desa ini.
Aku sungguh-sungguh.
Pergi.
Diam-diam.
Ini Gokseong.
Wilayahku.
Jangan macam-macam dan terbunuh...
Pergi saja.
Jika kau tidak pergi, kau akan mati.
Jika kau mendengarku, katakan sesuatu,
atau setidaknya anggukkan kepalamu!
Tolong jawab.
Jadi, kau...
Diam!
Kau akan membuatku marah?
Aku tidak layak dijawab.
Begitukah?
Kau bahkan tidak mau mendengarkan, 'kan?
Bukan begitu?
Aku berbicara kepadamu...
tapi kau tidak mau mendengarkan!
Apa ini?
Apa-apaan semua ini?
Apa-apaan?
Apa yang kau lakukan di kotaku!
Kau macam-macam dengan putri siapa?
Keparat!
Awas!
Apa itu?
Jong-Goo?
Sekarang apa?
Kau mulai paham?
Aku akan memberimu 3 hari.
Berkemas dan pergilah,
atau kau akan berakhir seperti anjingmu.
Terjemahkan.
Terjemahkan apa yang kukatakan.
Sudah berapa lama keadaannya seperti ini?
Baru beberapa hari.
Lalu?
Gejalanya sama dengan yang lainnya.
Pasti ada penjelasan untuk apa yang dia idap.
Mereka bilang tidak tahu.
Ada apa?
Ya, Tuhan!
Siapa yang melakukan ini?
Sayang!
Sayang!
Panggil suamimu.
Siapa yang melakukan ini?
Jong-Goo!
Jong-Goo! Ada apa?
Apa dia banyak minum?
Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Aku akan mencabut jarumnya 20 menit lagi.
Kurangi minum-minum, atau kau akan mendapat masalah besar.
Ya.
Sudah dimulai.
Kau sebaiknya menguatkan diri.
Apa yang aku katakan kemarin, kita akan melakukannya besok.
Di mana Hyo-Jin?
Kau tidak bisa mundur sekarang. Cari uang untuk ritualnya.
Di mana dia?
Di rumah. Di mana lagi memangnya?
Aku meminta nenek tetangga untuk mengawasinya.
Kau meninggalkannya sendirian dengan orang asing?
Apa kau sudah gila?
Jangan bergerak.
Hyo-Jin.
Sayang.
- Ada apa? - Ya, Tuhan!
Hyo-Jin!
Hyo-Jin!
Jatuhkan itu, Sayang.
Jangan menangis. Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Hubungi 911, cepat!
Apa yang terjadi?
Panggil ambulans sekarang!
Ada apa ini?
Bagaimana dia bisa melakukannya?
Tidak!
Ini semua ulah pria Jepang itu.
Sejak kami pergi ke rumahnya...
tubuhku kesakitan.
Aku mengalami demam tinggi dan melihat banyak hal.
Wajah seorang pria terus bermunculan dari dinding.
Kupikir dia tidak hidup.
Kita harus melakukan sesuatu.
Jika tidak, dia akan sampai pada kita terlebih dahulu.
Tutup pintunya!
Apa yang ada di stoples itu?
Yang mana?
Yang tutupnya merah.
Itu hanya kecap asin.
Bawa itu ke sini.
Apa kau tuli?
Minggir, ayo.
Mundur.
Apa itu?
Habislah aku...
Kita menghadapi roh jahat yang sangat kuat.
Kau tidak ingin pergi, bukan?
Ayo pergi!
Hentikan!
Hyo-Jin!
Kemari, kau!
Baru-baru ini, kau bertemu sesuatu yang tidak seharusnya, bukan?
Aku tidak memahamimu.
Bukankah kau mengganggu seseorang?
Dari semua roh jahat yang pernah aku lihat...
ini yang terkuat.
Kau mengganggunya.
Ya, Tuhan!
Apa yang bisa kita lakukan sekarang?
Siapa itu?
Siapa yang kau ganggu?
Beri tahu dia.
Seorang pria Jepang...
Sudah kuduga.
Dia bukan manusia.
Dia hantu.
Semua hal yang terjadi di sini adalah perbuatannya.
Jika kita tak melakukan apa-apa, bukan hanya putrimu...
tapi semua orang di kota ini akan binasa.
Pak!
Ini adalah Park Choon-Bae, petani dan pemilik rumah ini.
Dia membunuh istrinya juga?
Tampaknya begitu.
Siapa nama keparat ini?
Park Choon-Bae.
Lalu, bagaimana?
Apa maksudmu, "bagaimana"? Kita perlu menyingkirkannya.
Membuangnya, atau membunuhnya.
Aku akan memberikan mantra yang mematikan
pada jam Anjing besok.
Ya, Pak.
Kau punya uangnya?
Berapa banyak?
Sekitar 10 ribu, bukan begitu?
Aku akan menyiapkannya.
Baik.
Dengarkan.
Apa yang akan aku lakukan besok...
bukan ritual biasa.
Aku akan memberikan mantra kematian.
Itu amat berbahaya. Jadi, jangan melakukan hal tidak menyenangkan.
Tidak boleh ada hubungan intim.
Perhatikan makanan dan minumanmu.
Jika tidak, mantranya akan menjadi bumerang.
Baik, Pak.
Baiklah, kalau begitu.
Kau boleh pergi.
Boleh aku bertanya sesuatu?
Apa?
Pria Jepang itu...
Kau bilang dia hantu.
Lalu?
Aku tidak paham bagaimana manusia hidup bisa menjadi hantu.
Dia bukan manusia hidup.
Dia sudah lama meninggal.
Dahulu dia manusia.
Namun, sekarang tidak lagi.
Jadi, kalau begitu...
hantunya merasuki dia?
Begitulah awalnya.
Tidak semua yang bergerak, bernapas, dan berbicara, hidup.
Banyak orang telah binasa
karena mereka tidak menyadarinya.
Jika tidak dihentikan...
setan itu...
akan menghancurkan desa ini.
Setan?
Hantu jahat!
Bahkan di antara setan, dia adalah penguasa kejahatan.
Kalau begitu...
Kenapa?
Kenapa harus...
Putrimu?
Dosa apa yang dilakukan gadis kecil itu?
Ya.
Ketika kau pergi memancing...
kau tahu, apa yang akan kau tangkap?
Tidak.
Dia hanya memancing.
Bahkan dia tidak tahu apa yang akan dia tangkap.
Dia hanya membuang umpan...
dan putrimu menggigitnya.
Itu saja.
(Park Choon-Bae)
- Yang ini? - Bukan.
Uang.
Ya, uang.
Kurang 21 dolar.
- Tidak! - Tidak apa-apa.
Ayolah.
Suruh dia untuk berhenti.
Berhenti!
Berhenti!
Jong-Goo!
Jong-Goo!
Ada apa?
Lihat kemari.
Sayang?
Sayang?
Hyo-Jin!
Tolong buat dia berhenti.
Kumohon.
Tolong buat dia berhenti!
Ayah!
Ayah.
Ayah.
Hyo-Jin!
Kita seharusnya tidak melakukan ini.
Berhenti!
Berhenti!
Hentikan sekarang!
Berhenti!
Aku akan menghancurkan kepalamu!
Berhenti, kubilang.
Keluar.
Sekarang!
Semuanya berawal dari hari itu?
Aku akan mencoba berbicara dengan pendeta.
Apa yang kau katakan itu benar?
Ya.
Kau bilang dukun itu mengatakan ini padamu.
Dari sudut pandang mereka...
hantu adalah roh orang mati.
Namun, pria itu masih hidup.
Aku sudah mendengar tentang pria ini juga.
Rumornya, dia adalah profesor terkenal.
Ada rumor yang lebih kelam dan meresahkan juga.
Orang lain mengatakan dia adalah seorang biksu Buddha.
Namun, itu hanya rumor.
- Apa kau memercayainya? - Tidak, Pendeta.
Itu jelas bukan rumor belaka.
Kau terdengar sangat yakin.
Apa kau melihatnya dengan mata kepalamu sendiri?
Bagaimana kau bisa yakin tanpa melihatnya sendiri?
Bawa dia kembali ke rumah sakit.
Percayalah pada dokter. Biarkan mereka merawat putrimu.
Tidak ada yang bisa Gereja lakukan untukmu
Ikut aku ke rumah orang Jepang itu.
Apa?
Aku perlu melihat sendiri...
apa dia benar-benar hantu atau bukan.
Jika dia hantu...
maka aku tidak akan bisa membunuhnya.
- Di mana dia? - Apa semuanya ada di sini?
- Ya. - Kenapa menelepon kami pagi-pagi?
Cheol-Yeong tidak bisa datang. Babinya melahirkan.
Ada apa dengan wajahmu?
Ini bukan lelucon?
Kau serius, bukan?
Ya.
Berani bersumpah, atau kau akan celaka?
Berandal!
Ini bukan waktunya untuk bercanda.
Pergi!
- Tidak ada apa-apa? - Tidak.
Jangan hanya berdiri saja. Periksa bagian belakang.
Apa itu?
Keparat.
Byung-Gu! Di sini.
Cepat.
- Apa itu dia? - Di sana.
Di mana? Ikuti aku.
Di mana?
Apa-apaan...? Siapa itu?
Makhluk apa itu?
Jangan mendekat.
Jangan mendekat!
Mundur.
Hei! Hentikan.
Sudah cukup, Bung!
Maaf. Kau baik-baik saja?
Hentikan!
Apa yang kau lakukan padanya?
Dia tidak... wajar.
- Jatuhkan. - Lepaskan!
Yang Yi-Sam!
Ayah...
Lihat.
Ada satu lagi!
Itu dia.
Tangkap dia!
Tangkap dia!
Di mana?
Keparat itu...
Itu dia.
Di sana.
Keparat!
Ada apa?
- Kemarilah. - Apa? Kenapa kau berhenti?
Kemarilah!
Jong-Goo.
Ke mana dia pergi? Ke mana keparat itu?
Hei, Bung!
Turunlah. Hei!
Apa kau melihatnya?
Tidak! Jong-Goo!
Aku harus menangkapnya.
Aku harus menangkap keparat itu.
Tangkap keparat itu.
Aku tidak percaya ini...
- Aku harus menyelamatkan putriku. - Ayolah. Mari kita turun.
Aku harus menangkapnya untuk menyelamatkan putriku.
- Kita akan menangkapnya. - Aku harus menyelamatkan putriku.
- Kita akan menangkapnya. - Paham?
Sadarlah, Bung.
Kita harus menyelamatkannya.
Aku tahu, Bung. Aku tahu.
Aku harus menyelamatkan putriku...
Ayo, Bung.
Aku harus menangkap keparat itu.
Jangan menangis, Bung.
Jong-Goo!
(Istri) Kumohon, angkatlah.
Astaga! Apa itu orang?
(Istri)
Semut itu menelan umpannya.
Kau baik-baik saja, Sayang?
Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Kemari.
Kau baik-baik saja sekarang?
Kau baik-baik saja sekarang?
Minumlah.
Anak pintar.
Biarkan saja.
Aku ingin merapikan sedikit.
Tinggalkan. Ini semua berkat dukun itu.
Istirahatlah. Kau pasti kelelahan.
(Dukun)
Dasar bodoh.
...produsen tonik kesehatan di Jeonju.
Pemiliknya, Kim, menjual tonik jamur liar ke seluruh wilayah.
Tonik yang mengandung halusinogen mematikan itu...
dipasarkan secara ilegal sebagai obat untuk semua pelanggan lansia.
Para korban telah mengidap kekacauan mental yang parah...
- Tuan Yang Yi-Sam? - Ya.
Korban adalah induk semangnya.
Pamanmu juga pasti meminum tonik itu.
Itu menghebohkan seluruh kota.
Kita harus membawanya masuk. Kau harus menyewa pengacara.
Lagi pula...
dia juga korban.
Apa-apaan?
Kenapa kau datang ke sini?
Pergi.
(Panggilan tidak terjawab - Dukun)
Apa-apaan?
Apa ini...?
- Halo. - Ini aku. Hei.
Di mana kau?
Bagaimana denganmu?
Jangan tanya apa pun padaku.
Kau harus menemui putrimu, sekarang juga.
Katakan padaku apa yang terjadi.
Aku di tempatmu sekarang.
Apa? Kembali ke rumahmu sekarang.
Pertama, beri tahu aku apa yang terjadi.
Aku...
Aku salah membaca ramalannya.
Bukan... Bukan dia.
Apa yang kau bicarakan?
Aku memberi mantra pada hantu yang salah.
Aku melihat seorang wanita di depan rumahmu.
Aku membuat kesalahan besar.
Kesalahan yang sangat parah.
Bukan pria Jepang itu.
Wanita itulah roh jahatnya.
Itu semua adalah ulahnya.
Jadi, pulang sekarang. Aku dalam perjalanan ke sana juga.
Kalau begitu...
Siapa pria Jepang itu?
Dia berusaha membunuh wanita itu...
untuk menyelamatkan orang-orang darinya.
Paham?
Pria Jepang itu...
adalah dukun seperti aku.
Apa wanita itu...
memakai pakaian putih?
Ya... Apa kau sudah melihatnya?
Seorang wanita muda?
Ya... Itu dia.
Lindungi kami dalam pertempuran.
Jadilah pelindung kami terhadap kejahatan...
dan jerat setan.
Di mana dia?
Di mana Hyo-Jin?
Hyo-Jin?
Apa itu?
Kau mau ke mana tengah malam begini?
Aku bertanya padamu.
Di mana putriku?
Di mana dia?
Gadis setinggi ini?
Ya.
Hyo-Jin?
Itu benar.
Dia dirasuki oleh roh jahat.
Wanita tua itu memberitahuku...
pria Jepang itu adalah hantu.
Dia berusaha mengisap darahnya.
Tutup mulutmu!
Jawab aku!
Di mana Hyo-Jin?
- Kau melihat pria Jepang itu? - Di mana putriku?
Di rumahmu, di mana lagi?
Dia tidak ada di rumah.
Dia ada di rumah.
Dia baru saja kembali.
Jangan pulang sekarang.
Atau kalian semua akan mati.
Jika kau pergi sekarang, keluargamu akan binasa.
Apa yang kau bicarakan?
Pria Jepang itu menunggumu untuk kembali.
Untuk memusnahkan keluargamu.
Dia sudah mati.
Dia tidak mati.
Kematian tidak bisa menyentuhnya.
Setan akan segera memasuki rumahmu.
Kau pernah melihat setan itu sebelumnya, 'kan?
Di rumah tempat wanita itu gantung diri.
Itu adalah mimpi.
Itu bukan mimpi.
Aku memasang jerat untuk itu.
Tunggu di sini sampai dia tertangkap.
Hanya itu yang perlu kau lakukan.
Apa kau sebenarnya?
Wanita atau hantu?
Kenapa kau bertanya?
Aku perlu tahu...
apa aku akan memercayaimu.
Percaya saja...
dan keluargamu akan selamat.
Apa kau sebenarnya?
Mencoba menyelamatkan putrimu.
Seorang wanita...
Sayang...
Aku menelepon semua temannya...
Hyo-Jin?
Hyo-Jin!
Sayang...
Sayang...
Kapan setan itu datang?
Itu sudah sampai.
Hyo-Jin.
Sudah sampai?
Izinkan aku bertanya satu hal kepadamu.
Apa wujudmu yang sebenarnya?
Menurutmu apa wujudku sebenarnya?
Iblis.
Kau adalah iblis.
Kenapa kau tidak bisa menjawab?
Kau sudah mengatakannya.
Bahwa aku iblis.
(Dukun)
Aku hampir sampai. Di mana kau sekarang? Apa kau pulang?
Aku dengan wanita itu sekarang.
Jangan biarkan dia merayumu.
Jangan pernah!
Apa pun yang dia katakan...
kau harus segera pergi menemui putrimu.
Apa kau paham?
Paham?
Kau paham?
Apa itu dukunmu?
Jangan percaya apa yang dia katakan kepadamu.
Mereka bersekongkol.
Benar, 'kan?
Kau sudah yakin bahwa aku adalah iblis.
Itu sebabnya kau datang ke sini
membawa sabit itu.
Kata-kataku, apa pun yang kukatakan,
tidak akan mengubah pikiranmu.
Tidak.
Itu tidak benar.
Tidak diragukan lagi.
Kau ke sini untuk memastikan kecurigaanmu tentang diriku.
Itu tidak benar!
Jika kau mengatakan
bahwa kau bukan iblis,
dan mengungkapkan wujudmu yang sebenarnya,
maka aku akan membiarkanmu.
Ketika iblis itu terjerat...
ayam jantan akan berkokok 3 kali.
Tunggu sampai tangisan ketiga.
Kau akan membiarkanku?
Ya.
Sisa dua lagi.
Jangan goyah.
Kau akan pergi?
Ya.
Aku akan membiarkanmu.
Siapa bilang aku akan membiarkanmu pergi?
Maka, izinkan aku bertanya satu hal kepadamu.
Apa?
Kenapa dia melakukan ini?
Karena ayahnya telah berdosa.
Dosa apa?
Dosa apa yang kulakukan?
Ayahnya mencurigai orang lain...
mencoba membunuhnya...
dan akhirnya membunuhnya.
Itu karena putriku...
Itu untuk putriku!
Putriku! Putriku sakit lebih dahulu!
Bagaimana mungkin itu...
Bagaimana mungkin itu...
Satu lagi sekarang.
Bagaimana itu bisa terjadi...?
Jangan lakukan itu.
Apa yang kau katakan?
Apa kau bisa keluar dari sini bukan terserah padamu.
Sentuh aku dan lihat.
Hantu tidak memiliki daging dan tulang...
seperti yang kau lihat ada padaku.
(Park Choon-Bae)
(Park Choon-Bae)
Tidak.
Bukan itu.
Itu kau.
Bukan.
Ini semua ulahmu.
Jangan lakukan itu.
Hyo-Jin...
Jangan lakukan itu.
Hyo-Jin...
Tidak!
Apa yang kau lakukan?
Jangan!
Kenapa kau tampak bermasalah?
Hyo-Jin.
Sayang...
Ibu...
Lihat aku.
Lihat aku!
Kumohon. Lihat aku.
Lihat aku.
Kumohon...
Kumohon!
Sayang!
Sayang!
Hyo-Jin.
Hyo-Jin.
Hyo-Jin...
Hyo-Jin!
Kenapa keraguan muncul di hatimu?
Lihat tangan dan kakiku.
Ini aku...
Diriku.
Ya, Tuhan.
Hyo-Jin...
Tidak apa-apa.
Sayangku, Hyo-Jin...
Kau tahu Ayah seorang polisi.
Ayah akan mengurus semuanya.
Ayah...pasti akan melakukannya.
[ SUBTITLE By VIU ] ..::Resync/Edited By (Coffee_Prison)::..
(Sutradara Na Hong-Jin)
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.