Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kalian bisa melihat para penjahat di belakangku.
Pada tahun 2016, kedua negara berjanji
untuk bekerja sama dalam penyelidikan polisi.
Hari ini, pada pukul 16.00, hampir setahun kemudian,
ekstradisi yang pertama dimulai.
Sebanyak 47 penjahat Korea
yang kabur ke Filipina untuk menghindari penuntutan
diterbangkan dengan pesawat carter untuk pertama kalinya.
Karena ini jam sibuk,
polisi mengerahkan 180 lebih petugas dan tim SWAT...
Jung Dongpil!
Apa-apaan itu?
Dasar bedebah!
Ada apa? Hentikan dia!
- Berhenti! - Dasar berengsek!
Uang itu hasil jerih payahku!
Ayo akhiri ini.
Kau dan aku!
- Hentikan! - Persetan!
(12 September, Boulevard, Manila, Filipina)
Tahanan Korea yang ditahan di Filipina
akan berangkat dari Terminal Manila
menaiki kapal kargo pada pukul 17.00.
Mereka akan tiba dua hari kemudian pukul 19.00
di Pelabuhan Busan.
Mempertimbangkan ekstradisi yang pertama
saat sebuah bom menewaskan tujuh petugas
dan membuat 30 lebih pelancong cedera,
polisi telah mengubah rencana
dan akan menggunakan kapal kargo,
hindari kontak dengan warga sipil.
Dengan bantuan Otoritas Pelabuhan Busan,
mereka mengamankan kapal angkut 58.000 ton,
Frontier Titan, sebagai kapal pengangkut.
Bersama para napi di kapal itu,
terdapat 20 detektif lebih,
seluruhnya berpengalaman sepuluh tahun lebih di kesatuan.
Di antara napi ada dua buronan yang masuk daftar Interpol...
Kukira misi kita rahasia.
Benar, Pak.
Itu ada di berita.
- Mereka datang! - Berhenti. Sudah.
Apa kabar, Pak?
Bawa napi kalian!
- Keluarlah! - Cepatlah!
Berdirilah.
- Tunggu. - Ayo bergerak.
Sudah kubilang lepaskan saja kakiku!
- Cepatlah berdiri. - Baiklah.
Cepat.
- Di mana dia? - Di sana.
- Jalan. - Cepatlah.
Ayo jalan.
- Terus jalan! - Singkirkan tanganmu dariku!
- Kemarilah. - Ayo jalan.
- Aku akan jalan. Jangan sentuh. - Ke sini.
Tempat ini bau sekali!
Kemarilah, Bodoh.
Sungguh menjijikkan.
Lee Doil. Masuk daftar Interpol.
Sudah semua.
- Semuanya, naik ke kapal! - Naik ke kapal!
Nyawamu pasti ada sembilan.
Kukira kau sudah mati.
Putrimu cukup cantik sekarang.
Jongdu.
Dasar orang gila.
Ini bukan karyawisata.
Jaga sikapmu.
Diam!
Aku melihat fotonya.
Dia membuatku terangsang.
Dasar bedebah.
Ini kebrutalan polisi!
Diamlah!
- Ini tidak benar! - Kubilang diam!
Tahu
dirilah,
dan jaga sikapmu, Bodoh!
Kau tak pernah berubah!
Kenapa sangat berangin?
- Dasar bedebah! - Pak, sudahlah.
- Diamlah dan jalan. - Tidak mau. Ini omong kosong!
- Kau sudah gila? - Singkirkan tanganmu!
Hentikan Kapten Lee!
- Dasar bedebah. - Maaf, Pak.
Belum-belum sudah kacau.
Semoga tak terjadi apa-apa.
- Detektif. - Ada apa?
Siapa orang-orang itu?
Itu dokter dan perawat.
Sepertinya semua penjahat Korea ada di Filipina.
Dokter dari rumah sakit polisi batal datang,
karenanya kuhabiskan waktu kemarin menghubungi dokter setempat...
Aku sudah menyesali ini.
Kenapa aku menawarkan diri?
Pak, sudahlah!
Lepaskan. Lepaskan aku.
Kau akan membunuh anak itu.
Dasar bedebah.
Baiklah, lepaskan aku.
Kau melihat apa?
- Semuanya, naik! - Semuanya, naik!
- Berdirilah! - Ayo jalan!
Jalan, Bedebah.
Selamat datang.
Ayo.
(Project Wolf Hunting)
(Seo In Guk)
(Jang Dong-yoon)
(Park Hosan)
Ayo, cepat!
- Terus jalan! - Hei, diamlah!
Ke sini.
(Jung Somin)
Diam!
(Go Chang Suk / Jang Young Nam)
Siap, Pak.
(Son Jonghak / Jung Moon Sung)
Lepaskan aku.
Diam!
- Sudah lakukan yang kubilang? - Ya, Pak.
(Lee Sung Wook / Hong Ji-yoon)
- Ada apa? - Siapa kalian?
Apa ini?
Kalian tak boleh ke sini.
Siapa kalian?
Mohon perhatiannya.
Mohon perhatiannya!
Akan kukatakan dengan sederhana.
Aku kepala Operasi Khusus.
Mulai sekarang, timku akan mengambil alih
semua operasi terkait Frontier Titan.
Jadi, kalian bisa pergi lewat pintu itu sekarang.
Permisi.
Kau tak bisa masuk begitu saja dan mengusir kami.
Aku tak pernah menerima perintahnya.
Kuberikan kepadamu sekarang.
Sepuluh menit.
Tampilkan antarmuka VTOS di layar
dan siapkan semuanya.
Siap, Pak!
(Pejabat Penjaga Pantai Korea)
Minggirlah.
'Proyek Berburu Serigala.' Norak sekali.
(Proyek Berburu Serigala)
Terus jalan.
Berhenti mendorong!
Tak ada pesawat untukmu, Bedebah.
Sial!
Jangan melebih-lebihkan, Bedebah.
- Mari kita bersikap biadab. - Diamlah.
Kau akan memberiku masker sebelum turun?
Masuklah.
Kau harus sekasar itu?
Ko Gunbae.
Kau ditahan atas pembunuhan
yang dilakukan pada 23 April 2014.
Menurut hukum internasional,
kau sekarang di wilayah Korea
dan tak lagi di Filipina.
Tn. Park Jongdu.
Kau ditahan
12 September, pukul 16.20,
berdasarkan Pasal 250...
Dua, tujuh, sebelas...
Atas 13 pembunuhan dan bersekongkol membunuh.
Juga memerkosa...
Permisi, Detektif.
Maaf, tetapi kondisi pergelangan kakiku tak baik.
Duduklah. Kau melebih-lebihkan.
Tn. Ko.
Mengotak-atik mayat manusia dan 17 serangan tingkat pertama...
Pantas saja masuk daftar Interpol.
Daftar yang cukup luar biasa.
Namun,
kau berhak didampingi pengacara dan mengajukan banding.
Kau juga bisa menggugat penahanan di pengadilan.
Mengerti?
Sial.
Kurasa kita akan bepergian dengan bergaya.
Apa masalahmu, Bedebah?
Apakah kau tahu siapa aku?
Lepaskan!
Hei, santai saja.
Kulitku sensitif!
Choi Myungju, kau ditahan berdasarkan Pasal 250
atas pembunuhan suami dan ipar-iparmu.
Dengar!
Kalian akan dapat dua kali makan dan sekali ke toilet per hari.
Untuk keselamatan,
kalian hanya akan dapat odol tanpa sikat gigi.
Tidak.
- Sungguh omong kosong! - Diam!
Aku terlalu bodoh untuk pedulikan hak narapidana.
Tak ada kamera di sini.
Jadi,
kalau ingin kembali dengan selamat
ke tanah air tercinta,
jangan macam-macam.
Ayo bepergian dengan tenang.
Ingat, tak bisa kabur ke mana-mana.
Terima kasih sudah menunggu, Kapten.
Siap untuk berangkat.
Dimengerti. Kita akan berangkat
begitu mendapat izin dari pusat kendali.
Dimengerti.
Semua pos, siagalah.
Ingat sif kalian
dan manual darurat.
Jangan pernah lepaskan mereka dari pandangan kalian.
Aku tak perlu beri tahukan kalian
mengenai pemindahan pertama.
Jangan pernah lengah.
- Mengerti? - Ya, Pak!
Halo, Kapten.
Ini ruang kendali khusus.
Harap selalu memosisikan VHF-mu di Saluran 16.
Informasi dari radio diterima dengan nyaring dan jelas.
Kuhubungi Pusat Koordinasi Maritim
di Filipina dan Taiwan.
Sistem Peringatan Keamanan Kapal berfungsi.
Frontier Titan, berangkat tepat waktu
pukul 17.00 Waktu Filipina.
Kapal sedang keluar dok saat ini.
Lima, enam...
Kita membawa banyak.
Kurasa tak ada gunanya.
Dua, empat...
Aku hampir lupa.
- Dokter! - Ya.
Kau membawa minuman keras?
Tidak. Aku tak suka minum-minum.
Sungguh mengecewakan.
Aku biasanya butuh bir dingin untuk mengakhiri malam.
Aku harus bagaimana?
Sudah lima minggu aku pergi dari rumah.
Anak bungsuku mungkin sudah lupa wajahku.
Kenapa kita harus melakukan ini?
Sial.
Kalian hanya mempersulit diri sendiri.
Seperti memberi mereka makan di kantor.
Bukan pertama kalinya.
Para penjahat itu mendapatkan yang lebih baik daripada kita.
Mereka diberi makan, naungan,
bisa naik kapal gratis. Dasar bedebah.
Aku tahu kalian lelah dan tegang.
Ayo kuatkan diri, hanya tiga hari lagi.
- Kau sebaiknya tidur, Pak. - Benar.
Kami yang akan berpatroli.
Baiklah.
Aku pergi.
- Selamat malam. - Kau dokternya, bukan?
Ya.
Kami hendak membawakanmu makanan.
Tidak usah. Aku bisa mengambilnya sendiri.
- Aku pergi. - Ya, Pak.
Ambilkan untuk Dayeon dan Sujin.
Mereka bahkan tidak ada penggantinya.
Aku hampir lupa.
Terima kasih atas bantuan kalian berdua.
Sampai jumpa, Bos.
- Baiklah. - Beristirahatlah.
Panas sekali.
- Ya, Pak. - Semua aman.
- Bergerak pelan sekali. - Bergerak pelan sekali!
Dan kita pun berangkat.
- Ayo makan, Teman-Teman. - Terima kasih.
Kalian bawakan untuk kami juga, bukan?
- Tentu saja. - Sudah kuduga.
Terima kasih untuk segalanya.
Maaf merepotkan.
Pastikan tak ada yang terlewat.
Ya, Pak!
Berisik sekali.
Singkirkan tanganmu.
Sial.
Angkat lututmu.
Angkat lututmu, Bedebah.
Tersenyum?
Dasar orang gila.
Ini.
Hei.
Angkat lututmu.
Lutut.
- Aku juga haus. - Baiklah.
Aku juga lapar.
Ayo makan.
Baiklah.
Permisi.
Oh...
Apa kabar?
Aku membawakan makanan dan beberapa hal lainnya.
Sesuatu di mulutnya...
Aku hanya perlu menyuntikkan obat biusnya?
Jangan usil.
Lakukan saja tugasmu dan keluar.
Garis lintang 18'06".
Garis bujur 119'38".
Kecepatan.
12 knot. Kita melaju dengan lancar.
Akan segera memasuki perairan internasional.
Cuaca saat ini?
Ada peringatan hujan lebat
di Laut Tiongkok Timur.
Diperkirakan 30 mm per jam.
Kecepatan angin 13,5 m/detik.
Keadaan laut 4.
Seharusnya tak terlalu buruk.
Awasi saja keadaan lautnya.
Ada peledak di kontainernya?
Tidak, Pak.
Hanya kalsium klorida, bijih besi, dan semen.
Frontier Titan
akan memasuk laut internasional 7 menit lagi.
Sudah 12 tahun!
Kami dengar Gator kembali ke jalan menjual sabu-sabu.
Jadi, kami berpatroli dan mengintai
tanpa henti.
Kami akhirnya menangkapnya setelah dua minggu.
Hei.
Kau tahu di mana aku menangkapnya?
Kau tahu mengamen, bukan?
Apa?
Kau pasti tahu, penampil jalanan. Mereka bernyanyi dan menari.
Memainkan alat musik.
- Mengamen? - Ya, mengamen.
Aku menangkapnya di sana.
Dia bedebah,
tetapi romantis.
Benar.
Namun, tak ada apa-apa padanya. Tak ada ponsel, apa pun.
Jadi, aku bertanya kepadanya,
'Di mana ponsel dan barang-barangmu yang lainnya?'
Dia bilang meninggalkannya di kamar mandi rumah.
Kamar mandi?
Jadi, aku mengikutinya.
Bedebah itu membuka pintu
dan keluarkan pisau dari belakang!
Kami bertiga, termasuk aku.
Kau akan tahu saat membukanya.
Jadi, kubuka lebih dahulu?
Terserahlah.
Ini dia. Lihatlah.
'Three of a kind'.
Apakah aku mengejutkan kalian? Semua ini milikku.
Lihatlah. 'Straight'.
Apa-apaan ini?
Simpan 'three-of-a-kind'-mu itu.
Sial.
Kau sungguh memiliki 'straight'?
Bagaimana kau bisa tahu?
Apakah kalian curang?
Kami bertiga.
Dia hanya mengayunkan pisaunya secara acak.
Wus, wus...
Seperti orang gila.
Kau tertusuk?
Sudah tiga tahun
dan masih nyeri.
Itu yang kaurengekkan?
Lihat ini?
Di mana? Aku tak melihatnya.
Di sini. Itu 30 jahitan.
Tidak mungkin itu 30.
Kaulihat itu?
Di samping sini.
Itu 30 jahitan.
Sepertinya kau selamat dari ditusuk.
Aku sial sekali.
Sebentar lagi sifku dan aku belum tidur.
Aku seharusnya tak bermain...
Namun, kau mau bermain kartu...
Sial.
Apa itu?
Bodoh.
Sudah kubilang sembunyikan itu.
Kau melihat apa?
Selamat...
malam.
- Apa yang dikatakannya? - Sial.
Entah kenapa bahasa Inggris-ku lebih buruk saat di luar negeri.
Apakah hanya perasaanku?
Apa-apaan ini?
Bedebah!
Siapa kalian?
Sial!
Menyingkir dariku!
Dasar bedebah!
Kita bahkan harus membuka pintu
agar mereka naik di saat terakhir.
CEO akan marah
kalau mengetahuinya.
Itu polisi.
Mereka pasti akan melindungi.
Benar, bukan? Mereka akan melindungi kita.
Dapat. Sempurna.
Jadi, kapan akan hujan?
Itu selalu merusak musikku.
Katanya pukul 21.00.
Namun, kau tahu mereka tak pernah tepat.
Kenapa kau ke sini?
Apa ini?
Pak!
Kalian bisa mengemudikan kapalnya, bukan?
Ya.
Nyalakan lampu atap.
Apa yang kalian gunakan untuk menghubungi Korea?
Yang itu.
Apa? Apa ini?
Ada apa dengan ini?
Pak, sinyalnya hilang.
Apa maksudmu?
Aku juga kehilangan mereka di Inmarsat.
Kalian pasti bercanda.
Sistem Identifikasi Otomatis mungkin rusak.
Hubungi mereka di VHF.
Ya, Pak.
Bagaimana dengan alarmnya?
Apakah menyala?
Tidak.
Tak ada sinyal darurat sebelum komunikasi terputus.
VHF juga tak berfungsi.
Kegagalan peralatan mustahil
karena tak berfungsi sekaligus.
Hei, Bodoh.
Apakah aku meminta pendapatmu?
Aku memintanya? Dasar bodoh.
Jangan memberitahukan yang sudah kuketahui
dan cari solusinya!
Hubungi Organisasi Maritim Internasional.
Minta mereka mereset satelit. Lakukan sesuatu.
- Mengerti? - Ya, Pak!
Ini A-1.
F-1, kau mendengarku?
Ada apa?
Ada masalah?
Tak ada sinyal. Tunggu sebentar.
Ini Dayeon.
F-1, kau di sana? Kapten Lee?
Kalau ada yang mendengarku, harap jawab.
A-1.
Jawab gadis malang itu, dasar kalian bodoh.
Kau bersikap jelek. Apakah kau sedang karyawisata?
Aku akan mencari Kapten Lee.
Radio selalu mengalami masalah.
Kau akan dimarahi lagi
karena meninggalkan pos.
Detektif.
Lakukanlah sesukamu.
Hei, Sayang.
Bisakah kau mengirimkan detektif pria yang kekar?
Sungguh bedebah yang sombong.
Leherku.
A-1!
Kusarankan kau untuk diam.
Sayang.
Aku sebenarnya mendapatkan sinyal.
Boleh aku ke toilet?
Kau tidur?
- Aku tidak tidur. - Kita akan langsung tidur?
Tidak.
Astaga, aku lelah sekali.
Tidur saat bertugas?
Sial.
Aku hanya memejamkan mata.
Hei.
Apa yang kaulakukan?
Apa-apaan ini?
Apakah kau gila?
Hei, bagaimana kau melakukan ini?
- Maaf, akan kupasang lagi. - Bagaimana caramu melakukannya?
Apa-apaan...
ini?
Siapa kalian?
- Apa ini? - Kau tak perlu tahu.
Apa-apaan ini?
Dasar bedebah!
Itu menyiksa mulutku.
Kami rasa kapalnya mungkin dalam masalah.
Mungkin ada keterlambatan sinyal masalah...
Ada pergerakan di radar?
Mereka belum merespons...
Aku sudah memeriksa lokasi yang kalian sebutkan,
tetapi tak ada masalah dengan satelitnya
dan kapal lain di sekitar tak ada yang bermasalah.
Sudah periksa kalau itu masalah di dalam kapalnya?
Entahlah, tetapi
kami memeriksa semua yang bisa terjadi.
Kurasa kami tak bisa menemukan apa pun dari...
Ada masalah di lantai tiga!
Selamat malam, Pak!
Kakak.
Bebaskan Gunbae dahulu. Dia mungkin menunggu.
Siap.
Tunggu.
Berikan itu kepadaku.
Siapa pun yang tidak menelepon,
cari foto satelit dari lokasi
yang terakhir diketahui.
Hubungi Tiongkok atau Jepang kalau memang harus!
Lakukan segala cara.
Cari kapal itu.
Manis sekali.
Satu, dua, tiga. Tak ada orang?
Jawablah aku.
A-1.
Pak.
- Jangan bergerak. - Apa yang kaulakukan?
- Aku dokter. - Aku tahu.
Kenapa kau di bawah sana?
Oh...
Hei, Dayeon. Apa yang kaulakukan?
Perhatikan ke mana kauarahkan itu.
Maaf, Pak.
Maaf, dokter. Dia agak terlalu bersemangat.
Ya.
Aku sebenarnya mencarimu.
Apakah radio dan ponsel kalian berfungsi?
Semua tak berfungsi. Kami hendak memeriksanya.
Ada seseorang di atas sana.
Pak, lihat ke atas.
Apa-apaan itu?
Bukankah itu kapak?
Para bedebah itu.
- Ke sini. - Ya, Pak.
Sial.
Permisi.
Bagaimana denganku?
- Tanganku. - Ayo pergi.
Terima kasih.
- Terima kasih banyak. - Baiklah.
Terima kasih.
Ini membuatku merasa lebih baik.
- Terima kasih, Anak Muda. - Sama-sama.
Diberkatilah siapa pun yang memberikan kita amnesti.
Hei.
Di mana para wanita?
Polisi wanita itu cukup manis.
Hei, mau ikut?
Enyahlah.
Lupakan saja, Bodoh.
Dasar pecundang.
Kau mau ikut?
Dia milikku.
Jongdu!
Kenapa kau selalu berlumuran darah?
Rasanya enak menembak lagi.
Omong-omong...
Lihatlah siapa ini.
Kau mengenalnya, bukan?
Selebriti.
Lee Doil. Dia terlihat manis,
tetapi pembunuh yang kejam.
Bagaimana kau bisa berakhir di tempat ini?
Sudah berapa lama? Sepuluh tahun?
Kau sama sekali tak bertambah tua.
Apa yang kaulakukan?
Kau tak bisa lihat?
Kita membebaskan diri, agar bebas.
Omong-omong, terima kasih kembali,
dasar bedebah tak tahu terima kasih.
Kita akan Korea.
Kita tetap pada rute.
Jangan melakukan apa pun yang akan kausesali.
Kau pasti gila.
Apakah di sini ada yang ingin ke Korea?
Angkat tangan.
Dengan senang hati akan kuhajar.
Apa yang terjadi?
Sial.
Dasar bedebah!
- Sial! Dasar bodoh! - Jangan bergerak!
- Detektif! - Apa?
Terlalu berisik.
Gutae yang bodoh. Sudah kubilang santai saja.
Dia hanya terlalu bersemangat.
Kakak, bisakah kau bersih-bersih di sini?
Membersihkan lagi? Itu membatasiku.
Kau sebaiknya menjemput Myungju setelahnya.
Benar, Myungju. Dia pasti sangat marah.
Kau tahu jalan ke ruang mesin?
Ya.
Ikuti aku kalau kalian mau.
Kalau tidak...
silakan enyah.
- Aku akan pergi. - Baiklah.
Sayang sekali kau sudah mati.
Persetan denganmu!
Aku sungguh harus ke Korea.
Aku harus bagaimana?
Ini seharusnya tak terjadi.
Sial!
Omong kosong ini membuatku ereksi.
Menyerah sajalah.
Orang-orangmu sudah mati.
Pahami keadaannya. Orang-orangmu lebih dari mati!
Jongdu mungkin sudah memotong mereka sekarang.
Park Jongdu...
Bedebah itu.
Jatuhkan senjata kalian.
Jatuhkan!
Berdirilah.
Dasar berengsek.
Dayeon, menunduk!
- Kau tak apa-apa? - Ya.
Kau baik-baik saja?
Aku tahu kau syok,
tetapi apakah ada cara untuk menghubungi Korea?
Ruang mesin.
Telepon satelit.
(Ruang P3K)
Itu adalah suara tembakan.
Jangan konyol.
Mereka pasti sedang memperbaiki sesuatu.
Dari mana kau mendapat birnya?
Di dapur.
Kau mau?
Sudah kubilang aku tak minum-minum.
Kau dari mana?
Aku ke bawah...
Tunggu, itu tak penting.
Itu pasti suara tembakan.
Saat kembali, aku melihat detektif
dengan pistol dikeluarkan.
Kalau kau begitu khawatir,
aku akan pergi melihat ada apa.
Tidak! Jangan keluar!
Kapal ini penuh penjahat.
Kukira dokter tak kenal takut.
Kau pasti tak terkenal di antara wanita.
Sungguh bukan tipeku.
- Sangat mudah panik. - Ini tak mungkin terjadi.
Tak apa-apa.
Menurut ramalan, aku tak akan mati di luar negeri tahun ini.
Menyedihkan.
Kenapa ada orang yang tak suka bir?
Terima kasih.
- Kami sudah memindahkan semuanya. - Bagus.
Aku tak punya soju.
Setidaknya merokoklah
sebelum beranjak ke kehidupan selanjutnya.
Kita harus jaga terus menyala di dok.
Kita tak punya pilihan.
- Menurutmu pipanya pecah? - Tidak.
Akan kita periksa begitu berada di Korea.
Selama kapalnya terus berjalan...
Hei.
Kalian tak boleh di bawah sini. Kalian harus pergi.
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa, jangan takut.
Di mana telepon satelitnya?
RKM.
Bicaralah bahasa Korea, Bodoh.
Ruang Kendali Mesin.
Di atas sana.
Kalian berdua.
Tanganilah.
Kau ikut dengan mereka.
Siapa kalian?
Pak!
Apa-apaan ini?
- Sial. - Di mana yang lain?
Jungwoo?
Yang lainnya?
Aku tak tahu.
Kami berlari keluar begitu mendengar tembakan.
Para bedebah itu sungguh melakukannya kali ini.
Semua saluran komunikasi putus.
Mereka merencanakannya sedari awal.
Kita dipermainkan.
Kita harus menghubungi Korea.
Ruang mesin.
Dia bilang kita bisa menghubungi dari sana.
Kenapa kau membawa orang ini?
Tanpa aku, kapalnya akan berhenti.
Lucu, mereka mengatakan hal yang sama.
Aku kepala mekanik.
Terserah.
Kita sudah selesai di sini. Ayo kembali ke atas.
Ya.
Tugasmu di sini sudah selesai.
Apa yang kaulakukan?
Cukup.
Park Jongdu! Dasar kau bedebah!
Gutae, bedebah tak berguna itu.
Kalian tak boleh menembak di sini! Kapalnya akan berhenti!
Ini mesinnya!
Diamlah.
Apakah polisi boleh menembak siapa saja?
Begitukah?
Mulai sekarang, namanya membela diri, Bedebah!
Pak.
Aku tidak ikut mereka! Tolong aku!
- Aku juga... - Aku tak membunuh siapa pun.
Anak-Anak,
- ambil mainan kalian. - Siap!
Ya, ampun, aku harus bagaimana?
- Ayo pulang! - Jangan tembak!
Bedebah. Kau masih hidup?
Jangan bergerak!
Kau seperti zombi.
Kau tak mau mati.
- Jatuhkan senjata kalian! - Mundurlah!
Aku akan membunuhmu.
- Mundur! - Jangan bergerak!
- Berhenti! - Enyahlah!
Sudah kubilang, bukan?
Tak bisa kabur ke mana-mana.
Si bodoh ini. Siapa bilang aku akan kabur?
Ini kapalku sekarang, Bodoh.
Akan kubunuh kau!
Persetan denganmu!
Bedebah!
Bedebah!
Aku bukan bagian dari mereka! Jangan tembak!
Mundurlah!
Dasar bedebah.
Angkat tangan.
Dasar bodoh.
Tundukkan kepalamu!
Sial.
Apa-apaan ini?
Kakak! Ayo!
Minggir, Bedebah.
Dayeon, pergilah!
Dasar bodoh!
Matilah, Bodoh!
Peluru.
Enyahlah!
Sial!
Kalau ini bukan neraka,
aku tak tahu apa ini.
Di sini! Cepat!
Ada pintu!
Ayo, ke sini.
Tembak!
Cepat.
Ayo pergi!
Pakaian yang dikenakannya...
Itu bukan dari masa ini.
Aku di Penjara Muntinlupa selama 30 tahun.
Kita harus ke dokter dahulu.
Benar.
Ayo pergi.
Pak.
Kita mendapat foto dari
Pusat Koordinasi Maritim Taiwan.
Letaknya tak jauh dari lokasi yang terakhir diketahui.
Tampilkan fotonya.
- Ini dari kapan? - Dari 30 menit lalu.
Tak terlihat tenggelam.
Perbesar sekocinya.
Tak ada kerusakan pada buritan atau geladak.
Di mana itu?
Kenapa sangat terang?
Perbesar bagian akomodasi.
Sial.
Sudah kuduga para narapidana itu akan membuat masalah.
Kenapa polisi di kapal itu kalau mereka akan diam saja?
Untuk inikah mereka menghabiskan uang pajak?
Dasar bodoh!
(Pimpinan Pyo)
Laporan?
Aku mungkin sudah membiarkanmu bereksperimen terhadapku,
tetapi aku bukan kacung.
Kulakukan yang kauminta.
- Keadaan terkendali. - Terkendali?
Aku tak mau mendengarnya. Ayo tetap sederhana saja.
Kau akan ke sana langsung.
Untuk mendapatkan dia?
Aku?
Kapalnya di tengah laut.
Kau pasti sudah gila.
Kaupikir Penjaga Pantai
atau Departemen Pertahanan akan bekerja sama?
Ada banyak narapidana di kapal itu.
Kita tak bisa hanya mengangkutnya sendiri.
Bicaramu tak masuk akal.
Kau menempatkannya di kapal itu.
Kau bersikeras tak butuh keamanan tambahan, Kapten Oh.
Kita sudah lakukan caramu...
Jadi, apa maumu?
Aku hanya mau Alpha di kapal,
bukan yang penuh dengan narapidana kejam!
Kau membiarkannya menjadi bermasalah!
Dan sekarang itu salahku?
Kau tahu ini akan terjadi dan diam saja!
Kau mau aku melakukan apa?
Diam!
Dengar.
Ada helikopter Angkatan Laut AS
di pangkalan di depanmu.
Berhenti membuang-buang waktuku...
dan bawa Alpha kepadaku sekarang juga.
Apa? Hei, Bodoh...
Hei!
Dasar bedebah.
Sttt.
Si bodoh yang menyebalkan itu.
Diamlah, Bedebah!
Astaga!
- Kau tak punya tata krama? - Kau tak bisa mengetuk?
Kau belum pernah melihat wanita buang air besar?
Kenapa kau lama sekali?
Gunbae,
jujur saja.
Kau lupa, bukan?
Omong kosong.
Aku di sini sekarang. Jangan marah.
Persetan denganmu.
- Kakak. - Hai.
Tidak marah pada si bodoh yang mengerikan itu?
Berhenti menggerakkan tanganmu, dasar bodoh!
Yang benar saja?
Kau berbohong soal memiliki sertifikat, bukan?
Sial.
Kau melihat ini? Lihat? Lihat sampah itu?
Dasar berengsek.
Balikkan badan.
Aku terkejut tak ada pertumpahan darah.
Kalau ada, aku akan harus mandi,
dan aku tak punya pakaian.
Jangan ke mana-mana.
Tarik ini ke atas.
Aku tak pernah mau para narapidana itu naik kapal!
Kau memilih itu, Bodoh!
Kapan?
Cepat!
Kenapa ini tak berfungsi?
Airnya dingin sekali.
Kurasa dia sudah tak takut lagi.
Kenapa dia tidur di ruanganku?
Dokter, bangunlah.
Aku mendengar sesuatu di luar.
Apa itu? Tembakan?
Ada apa denganmu dan tembakan?
Itu bukan pistol.
Terdengar seperti jeritan.
Atau sesuatu terjatuh.
Oh.
Sekocinya terlepas.
Kenapa...
itu terlepas?
Larilah! Kabur!
Dokter! Apa yang terjadi?
Tak ada waktu untuk menjelaskan. Itu mengejar kita.
Biarkan aku pergi.
Ada di sana. Perawat Song...
Kenapa kau terus merundungku?
Kau harus tenang.
Apa yang terjadi kepada perawatnya?
Dia tewas.
Itu ada di ruang sakit.
Sebelumnya itu di ruang mesin.
Aku yakin sudah membiusnya.
Katakan kepadaku.
Monster itu.
Matanya dijahit.
Dia seperti mayat.
Dia memakai celana terusan seperti itu.
Siapa dia? Katakan apa yang kauketahui.
Aku tak tahu apa-apa.
Aku hanya melakukan yang disuruh.
Siapa menyuruhmu apa, Bodoh?
Aeon Genetics.
Mereka menyuruhku menyuntikkan
obat bius tiap enam jam.
Bayarannya besar.
Aku hanya melakukan yang mereka suruh.
Aeon...
Aeon Genetics?
Perusahaan farmasi besar itu?
Yang menjual vitamin
yang membuatmu sepuluh tahun lebih muda?
Ya.
Basemen.
Ada orang-orang dari perusahaan itu di sana.
Mereka akan tahu semuanya.
Ini berlebihan bagiku.
Bukankah ada kotak P3K di sekoci?
Ya, tetapi...
Sekocinya...
hancur lebur.
Tamatlah aku.
Ruangan di basemen.
Aku meninggalkan barang-barang medis di sana.
Pergilah memeriksanya.
Aku akan mencari apakah ada orang lain.
Sendirian?
Itu terlalu berbahaya. Aku akan ikut denganmu.
Aku baik-baik saja.
Ini TKP,
harus ada detektif yang bersama mereka.
Namun...
- Lewat sini. - Ayo pergi.
Ayo.
Hei, cukup berdandannya,
Jongdu menunggu kita.
Jongdu yang manis. Dia membajak kapalnya.
Dia mungkin saja menyebalkan,
tetapi anak itu jelas pintar.
Dasar bodoh!
Siapa kau?
Gunbae, ayo pergi.
- Pergilah. - Ayo pergi!
Cepat!
Tunggu...
Cepatlah, Bodoh!
Tolong!
Pergilah! Sekarang!
Tunggu...
Sejauh apa kita akan berjalan?
- Ada apa? - Tunggu.
Pintunya seharusnya tidak terbuka.
Tempat apa ini?
Sedikit lagi.
Kita sampai.
Bau apa ini?
Apa semua ini?
Astaga.
- Dokter. - Apa? Benar.
Astaga.
Apa ini?
Duduklah di sini.
Kakiku...
Pelurunya hanya menyerempetmu.
Lukanya tidak dalam.
Namun, tetap sakit.
Tolong pelan-pelan!
Tidakkah kau perlu diobati?
Ini dalam, harus kujahit.
Sepertinya luka yang dalam.
Itu banyak mengeluarkan darah.
- Stapler? - Bukan.
Tetap akan sakit.
Tak ada obat bius...
Kumohon, berjanjilah kau akan pelan-pelan.
Tentu.
Kau melebih-lebihkan. Tak sesakit itu. Jangan bergerak.
Kalau bergerak, harus kuulang.
Cukup!
Ya, hampir selesai.
Semuanya berbahasa Jepang.
Tunggu, aku akan memerbanmu.
Ini dia, narapidana yang kita temui.
'Nama, Kim Hangyu.
Lahir 1911.'
1911?
Itu usia kakekku.
Itu tidak masuk akal.
'Pada 1943, dia dipaksa masuk tentara Jepang,
bertempur dalam Pertempuran Filipina
dan kehilangan tangannya dalam pertempuran...
Dia ditahan di kamp Jepang di Mindanao Barat.
Menjadi bahan uji senjata manusia untuk Kemo...
Proyek Kemono
dengan dirinya memperlihatkan hasil terbaik,
mendapatkan predikat terbaik.'
Senjata manusia?
Bahan uji coba?
- Memangnya kenapa? - Aku saja.
Maksudmu...
dia sudah hidup sejak masa kependudukan Jepang?
Namun, kenapa dia di kapal ini?
Apa tadi itu?
- Monster sialan itu. - Cepat!
Di sini!
Gunbae, masuklah!
Cepat! Ayo!
'Bahan uji coba...
ALPHA.
Kekerasan Alpha
yang ekstrem dan tidak pilih-pilih bisa dilihat...
sebagai efek samping lobotominya
dan akibat dari gangguan stres pascatrauma yang berkembang
akibat terus kesakitan.'
Kenapa ini... Kenapa ini tak mau terbuka?
Tak mau terbuka!
Kau mau apa dari kami?
'Bahan uji coba Alpha...
hanya bereaksi terhadap gerakan yang mengancam
dan perubahan suhu tubuh.
Dia memiliki sifat genetik seekor serigala,
indra pendengaran dan penciuman yang sensitif.
Dia memiliki kekuatan lima kali dibandingkan orang biasa.'
Kau dahulu!
Kenapa ini tak mau terbuka?
Sial!
Gunbae, aku harus bagaimana? Ini tak mau terbuka.
'Namun,
protein Alpha tak menunjukkan
perubahan terkait dengan penuaan.
Sebagai kunci dari ilmu pengetahuan anti-penuaan
dan meningkatkan usia harapan hidup,
Alpha bisa menuntun kita kepada fase baru evolusi manusia.'
Itu seperti sel kanker.
Mereka sudah gila.
Cuma agar hidup beberapa tahun lebih lama.
Astaga.
Ini sungguh kiamat.
Apakah ada lagi?
Tunggu, akan ada lebih banyak...
Coba kulihat.
(Zamboanga, Filipina, )
(Lab ke-3 kamp konsentrasi Jepang)
Kau! Dilarang memotret.
Ya, Pak!
Semuanya, kita sudah menyelesaikan operasi akhirnya dengan berhasil.
Pak. Pak!
Apa yang terjadi?
Bunuh monster berengsek itu!
Ya!
Dasar bodoh!
Tolong aku.
Jangan bergerak!
Tunggu...
Myungju, minggir!
Tidak... Lepaskan dia.
Lepaskan!
Lepaskan dia...
Pak Polisi! Kemarilah dan lakukan sesuatu.
Kau harus keluar.
Aku tak bisa meninggalkannya.
Keluarlah!
Gunbae, keluarlah.
Keluarlah!
Dasar berengsek. Kau tak akan ke mana-mana.
Keluarlah!
Gunbae...
Myungju...
Itu sama sekali tak keren. Keluarlah!
Tidak...
- Keluarlah dari sana! - Tidak!
Suara apa itu?
- Kita sebaiknya pergi. - Baiklah.
Gunbae...
Berdirilah.
- Kita harus pergi. Cepat. - Namun, Gunbae...
Kapten, ini Kim.
Kami punya koordinat kapalnya
dari 20 menit yang lalu.
Sepertinya kapalnya berhenti.
Dimengerti.
Bersiaplah!
Ya, ampun.
Kemarilah.
- Apa yang kaulakukan? - Tetaplah di dalam.
Setidaknya aku harus merenggut satu tangan
atau aku tak akan bisa menghadapi anak buahku di alam baka.
Dasar bedebah menyedihkan.
Apakah itu...
Itu helikopter.
Pasti ke sini untuk menyelamatkan kita, bukan?
Apakah kau meminta bantuan?
Tidak, semua saluran komunikasi terputus.
Apakah Kapten Lee?
Lewat sini.
- Kau mau ke mana? - Cepat.
Tunggu aku!
Apakah kalian dari helikopternya?
Aku masih hidup...
Monster ini...
Dia membunuh semua orang di kapal.
Monster?
Polisi, narapidana, semua orang.
Dia membunuh semua yang ada di depannya,
meremukkan mereka seperti serangga.
Aku tak sanggup. Tidak...
Kita harus pergi!
Tak ada waktu untuk menjelaskan!
Dasar berisik. Kau terlalu banyak bicara.
Aku juga tak punya waktu.
Polisi!
Jangan bergerak!
Kau seharusnya malu menjadi polisi!
Tak bisa mengerjakan tugas mudah sekalipun.
Kalian cuma harus membawa kapalnya ke Korea.
Apakah itu terlalu sulit?
Dasar kalian...
orang-orang bodoh tak berguna.
Ayo pergi. Cepat.
Turunkan senjata kalian.
Siapa kau?
Kau belum berubah.
Masih saja kotor.
Sudah kuduga.
Kau orang yang kejam itu.
Lama tidak bertemu.
- Jangan bergerak! - Angkat tangan!
Jadi,
kau menempatkan Alpha di kapal ini untuk melacaknya ke Korea
dan mencari kami?
Itu kenapa Pimpinan Pyo bersikeras mengirimku ke sini.
Kurasa kau akan tahu.
Kenapa kau melakukannya?
Lagi pula, kalian semua penjahat tak berguna.
Aku hanya mendaur ulang mereka.
Apakah itu masalah?
Kami tak melakukannya.
Persetan denganmu.
Kalian membunuh saudaraku.
Tidak.
Itu bukan kami!
Matilah, Bedebah!
Rombongan hari ini sangat segar.
Siapa kalian?
Cepat bawa mereka.
Terus!
Berhenti!
Keluarkan babi-babinya.
Makanlah, Babi-Babi Kecil!
Keluarkan babinya!
Kita makan apa untuk makan malam?
Coba kupikirkan.
Sunggu baru mendapat tuna segar di tempatnya.
- Bagaimana kalau tuna? - Kedengarannya bagus.
Hei!
Kau tak apa-apa?
Kau sudah mati dan aku memberimu kehidupan baru.
Dasar bedebah tak tahu terima kasih.
Namun, kau kabur, bukan?
Kau tak bisa terluka atau menua.
Betapa bagusnya itu?
Aku mengerti,
tetapi kau seharusnya bekerja sama
saat kukirimkan orang-orangku.
Kau membuatku ke sana langsung.
Apakah itu anak laki-laki?
Atau perempuan?
Itu sudah lama sekali
sampai aku tak ingat.
Dasar bedebah.
- Monster itu kembali. - Kita harus bagaimana?
Kenapa orang tua itu terbangun?
Kita akan ambil kepalanya saja.
Tembak.
Cepat!
Dasar orang-orang bodoh yang tak kompeten. Sial.
Ke sini.
Ini agak mahal. Andai aku tak harus membunuhnya.
Terbangkan!
Jangan bergerak!
Siapa kau?
Itu tidak penting.
Bawa saja kami ke Korea.
Tak bisa. Aku harus mengisi bahan bakar.
Apakah dia serius?
Kalau begitu, pergi ke dekat sini!
Ke mana saja selain di sini!
Sayang sekali.
Dia sudah mati.
Jadi, setidaknya harus kubawa kau
agar tidak malu.
Tidakkah menurutmu begitu?
Seekor binatang
seharusnya tak berpura-pura...
menjadi manusia.
Ikutlah denganku tanpa melawan
atau kau akan membusuk di neraka.
Wajah putus asa itu.
Sekarang aku ingat.
'Ayah.'
Anakmu.
Terlalu merepotkan memindahkan mereka.
Kami harus mengerjakannya di sini,
alih-alih di Korea.
Cukup merepotkan memindahkan itu,
jadi lebih baik mengerjakannya di sini,
alih-alih di Korea.
Entahlah mengenai itu. Mereka sangat liar dan agresif.
Tak akan mudah.
Belum lagi biayanya.
Jangan khawatirkan biayanya, kami akan membayarnya.
Aku tak apa-apa.
Kita semua tahu...
pekerjaan kita mengandung risiko.
Kita yang paling buruk.
Biasanya butuh risiko yang sulit untuk menangani pekerjaan kita.
Mereka hanya binatang malang yang kotor.
Semoga kau mengerti.
Semoga kau punya belas kasih terhadap para binatang malang itu.
Tolong bukakan.
(Disutradarai oleh Kim Hong Sun)
(Choi Guyhwa)
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.