Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
- Tangkap dia! - Ya.
Cepat bicara!
Kenapa kau berjalan-jalan di sekolah karate Bansan selama dua hari ini?
Apakah sekolah karate Bansan tempat untuk berjalan-jalan?
Sekolah Bansan adalah wilayah Korea. Kenapa aku tidak boleh masuk?
Taekwondo? Sial.
Jadi kau anti Jepang.
- Tangkap dia. - Baik, Pak.
Orang Korea baru saja masuk ke daerah sini. Di mana dia?
Aku bertanya padamu. Apa kau tidak dengar?
- Cari di sekitar sini. - Baik, Pak.
Angkat kepalamu.
Ada orang Korea di sini.
Bicara. Di mana orang Korea yang baru saja ke sini tadi?
Kau bodoh.
Sial.
Hentikan, jangan begitu kasar. Dia tukang kebunku.
Tukang kebun?
Jangan lupa, dia budak kolonial Jepang kita.
Aku bisa melakukan apapun padanya sesuka hatiku.
Ini bukan urusanmu.
Hentikan. Aku beritahu ini gereja, bukan tempat potong.
Biksu barat, bukankah kau percaya, orang harus hidup dengan kemanusiaan?
Bagaimana orang menganggap dia manusia?
Apa itu kemanusiaan?
Semoga Tuhan memberkati jiwamu.
Tuhan? Baiklah, aku adalah Tuhanmu.
- Bawa dia. - Baik, Pak.
Jangan.
Itu dia. Tangkap dia.
Berhenti mengejar dia.
Kembali.
Apa kalian saling mengenal?
Kenapa kau sangat kejam?
Mengampuni musuh sama saja membuatmu hancur.
Bapa, kau harus mengerti itu.
Aku tak mengerti dan tak mau mengerti.
Tapi aku harap kau bisa serahkan semuanya kepada Tuhan.
Bapa.
Aku harap kau memaafkan budak kolonial seperti kami.
Aku mengerti perasaanmu.
Tapi, ini bukan jalan yang tepat untuk menyelesaikan masalah.
Aku tahu, kita sudah berusaha bertahan.
Tapi kita tak bisa toleransi lagi, kita tak punya pilihan untuk membalas.
Aku percaya suatu hari akan berhasil.
Aku akan berdoa untukmu.
Paman, terima kasih atas simpati dan dukunganmu.
Aku bertanya-tanya, kapan kau mempelajari bela diri?
Paman Li mengajariku.
- Siapa? Paman Li? - Dia.
Apa kau yang mengajari dia beladiri?
Kenapa kau mengajari beladiri kepada wanita?
Paman, ini bukan salah dia, aku memaksa dia untuk mengajariku.
- Kau memaksa dia? - Ya.
- Karena aku tahu dia... - Mary.
Bapa, tolong berhenti bertanya. Kita harus segera pergi.
Pergi? Ke mana? Jepang tak akan melepaskan kita begitu saja.
Benar, paman. Ayo pergi agar kita bisa menghindari mereka.
Aku tak bisa meninggalkan gerejaku.
Bapa, kau harusnya paham, Jepang tak begitu ramah.
Lagipula, konflik terjadi di gerejamu.
Jangan menganggap kau mendapat perlakuan khusus hanya karena kau orang asing.
Paman, ayo pergi bersama kami.
Gereja tak bisa tanpa aku, aku juga tak bisa meninggalkan Tuhan.
Kalian pergilah.
Tuan, ada banyak orang Jepang sedang kemari.
Ayo lewat pintu belakang, cepat.
Di mana mereka?
Bodoh.
- Cari. - Baik, Pak.
- Cari. - Baik, Pak.
Tak ada orang...
Tidak ada siapa-siapa di sini.
Katakan ke mana mereka kabur.
Aku tak tahu.
Orang menjijikkan dan menyebalkan.
Ayo kita lihat seberapa kau bisa tahan.
- Angkat dia. - Baik.
Kau mau bicara?
Baik, ayo lihat apakah Tuhan akan menolongmu.
Hentikan.
Dia tukang kebun di sini. Orang Korea.
Apa maumu?
Aku mau kau melepaskan Bapa. Ini bukan salah dia.
Bukan salah dia?
Akulah yang melepaskan dia.
Kau pasti sangat berani. Siapa namamu?
- Li Jundong. - Li Jundong?
Jadi kau adalah ketua anti Jepang?
Benar.
Aku Li Jundong, yang memimpin restorasi Korea...
...yang kau menghadiahkan 500.000 dolar untuk kepalaku.
- Baik, ayo ikut dengan kami. - Baiklah.
Tapi, kau harus minta maaf kepada bapa karena kau telah menghina dia.
Kau mau aku minta maaf kepada dia?
Pergi beritahu Jenderal. Beritahu kalau Li Jundong di sini.
Bapa, aku minta maaf telah merepotkanmu.
Aku selalu mengira kau lebih dari seorang tukang kebun.
Tapi aku tak pernah mengira kau adalah Li Jundong.
Pahlawan nasional kerajaan Korea.
Mohon maafkan aku karena aku berbohong.
Karena situasi, aku dikejar oleh Jepang...
...aku tak punya pilihan selain bersembunyi di sini.
Aku mengerti, cepatlah pergi.
Pergi sebelum militer Jepang mengejar.
Kalau tidak, nyawamu dalam bahaya.
Bagaimana denganmu?
Mereka tak akan bisa menemukan bukti setelah kau pergi.
Aku ragu mereka akan memperlakukanku dengan jahat...
...biarpun mereka sangat brutal.
Bapa, tolong dengarkan aku dan ikut aku.
Orang Jepang ini tak akan mendengarkan alasanmu.
Aku orang asing, aku akan dilindungi oleh konsulat.
Pergi, cepat.
Tunggu sebentar.
Mary satu-satunya keluargaku, aku serahkan padamu.
Aku harap kau bisa menjaga dia dengan baik.
Pasti.
Akankah kau menyesal telah belajar taekwondo denganku?
Tidak, aku ingin belajar darimu.
Tapi kau orang asing.
Aku tak peduli, aku selalu berpijak pada keadilan.
- Bangunlah. - Terima kasih.
Aku tak tahu berapa kali aku sudah katakan padamu kau harus tahan...
...sampai waktu yang tepat.
Tapi kau masih menyebabkan masalah.
Tuan, ini bukan salah dia. Ini karena...
Beberapa wanita sudah hilang beberapa hari ini.
Mereka semua ditangkap oleh pria dari sekolah karate Bansan.
Mereka semua dikirim ke Jepang agar menjadi wanita penghibur.
Jadi, kau ke sana untuk mencari tahu?
Aku hanya ingin menyelamatkan mereka.
Kau sangat paham kalau sekolah karate Bansan adalah...
...organisasi rahasia untuk Jepang.
Bukankah kau seperti bunuh diri melakukan itu?
Bahkan Bapa dan Mary sekarang terlibat karena kita.
Kurasa mereka tak akan berani berbuat di gereja yang dikendalikan orang asing.
Ini benar-benar diluar dugaan.
Bertahun-tahun usaha kita sekarang sia-sia.
Mulai sekarang, kau dilarang pergi ke kota.
Mengerti.
Tuan, aku khawatir akan pamanku.
Aku ingin kembali ke gereja dan melihat dia.
Kau tak bisa ke sana sekarang, tunggu sampai besok.
Bicara. Atau aku akan pukul sampai mati.
Jangan menganggapku tak berani melukaimu karena kau orang asing.
Kau sudah melindungi Li Jundong.
Itu artinya kau adalah musuh melawan kerajaan Jepang.
Selamat pagi.
Selamat pagi, Tn. Li. Lama tak berjumpa, apa kabar?
Halo, lama tak berjumpa.
- Apa kabar bibi? - Baik-baik saja.
Tuan Li suka mie dengan sapi atau pangsit?
Mie dengan sapi, terima kasih.
Nona Huang.
Duduklah, ada sesuatu yang ingin aku bahas denganmu.
Ibu, keluarlah dan awasi kami.
Jangan khawatir, tidak banyak orang saat ini.
Ada apa?
Zhengzi pembuat masalah.
Aku tahu, dia ke sini dengan Mary kemarin.
Apa yang bisa aku bantu untukmu?
Aku minta maaf sudah merepotkanmu.
Jangan sungkan.
Tuan Li, aku mungkin orang Cina, tapi aku hidup di Seoul.
Aku menganggap Korea adalah kampung halamanku.
Aku harap Jepang akan segera pergi dari Korea.
Terima kasih.
Aku ingin kau mengunjungi Bapa Louis di gereja.
Baik, tetap di sini dan habiskan mienya, aku akan ke sana.
Bapa.
Bapa.
Bapa Louis.
Bapa, Bapa.
Bapa Louis.
Berhenti berteriak, dia tidak ada di sini.
- Bagaimana kau tahu itu? - Tentu saja aku tahu.
Jika butuh bantuan, kau bisa bicara denganku.
Aku akan kembali lagi.
Apa maumu?
Katakan siapa yang mengirimmu untuk mencari Bapa.
Aku jemaat gereja, apa salahnya aku menemui Bapa?
Jadi kau adalah jemaat gereja.
Berhenti membual.
Kau bahkan tak tahu cara doa di gereja.
Bagaimana mungkin kau adalah jemaat gereja?
Cara doa apa?
Setiap jemaat harus melakukan ini sebelum masuk ke gereja.
Apa kau mengerti?
Apa ini maksudnya?
Katakan. Apa Li yang mengirimmu untuk ke sini?
Hentikan omong kosongnya.
Aku tak tahu seseorang dengan nama itu.
Lalu kenapa kau datang?
Ini gereja, semua orang bisa datang ke sini.
- Kenapa kau ada di sini? - Aku...
Aku datang untukmu.
Aku bukan orang Korea.
Aku tahu kau orang Cina.
Wanita Cina muda adalah favoritku.
Bawa dia.
Tunggu.
Beritahu aku di mana Bapa Louis.
Aku tak tahu.
Kau mau bicara?
Baiklah.
Ada di penjara bawah tanah sekolah karate Bansan.
Kenapa kau begitu lama dalam berbelanja?
Terlalu ramai di sini.
Satu gelas anggur putih, tolong.
- Pergi, aku diikuti. - Di mana Bapa?
Dia ditangkap oleh orang dari sekolah karate Bansan.
Ada apa dengan anggurnya, ini air.
Aku minta maaf, maafkan...
Aku akan di sebelah, apapun yang terjadi.
Akan baik jika konflik tetap terhindar di sini.
Maaf, aku akan menyajikanmu anggur yang baik lain kali.
Lagipula, anggur berasal dari air.
Sulit berbisnis akhir-akhir ini.
Ibu, jangan takut jika terjadi sesuatu.
Masuk dan duduklah, semuanya.
Itu dia.
Siapa namamu?
Aku Huang Xijin. Apa yang bisa aku bantu?
Seseorang membunuh orangku di dalam gereja. Apakah kau?
Apakah aku membunuh salah satu orangmu?
Pak, aku yakin kau pasti salah.
Itu kau. Aku melihat semuanya, kau tak bisa menghindar.
Pak, kau pasti membuat kesalahan. Dia hanya wanita muda.
Bagaimana bisa dia mengalahkan pria besar sepertimu?
Lagipula dia di sini membantu usahaku.
Dia tak pernah pergi dari tempat ini.
Aku yakin itu dia.
Aku sudah mengikuti dia dari gereja.
Bagaimana bisa kau menuduh orang tak bersalah?
Aku percaya Buddha, aku tak pernah ke gereja.
Ya, kau tak bisa menuduh.
Apa ini?
Tertetes saat aku beli sapi.
- Bodoh. - Bagaimana bisa kau menyerangku?
Ayo, kita selesaikan di tempat petugas keamanan.
- Bawa dia. - Baik, ayo.
Jangan sentuh aku.
Baiklah, aku akan ikut kau.
Aku tak takut padamu, ayo.
Bagaimana kau bisa sangat kasar?
Lihat di mana lagi kau bisa kabur.
Bagus, aku tak perlu kabur lagi sekarang.
Aku adalah orang yang membunuh orangmu.
Datang padaku jika kau ingin balas dendam.
Pergi.
- Tuan Li. - Hapkido Nona Huang luar biasa.
Terima kasih, tapi ilmu taekwondo Tuan Li luar biasa.
Bapa Louis ditangkap.
Kita harus cari cara untuk menyelamatkan dia.
Aku pikir itu tak akan mudah.
Itulah kenapa kita tak bisa mengampuni Jepang.
Sekolah karate Bansan hanyalah kamuflase.
Itu sebenarnya adalah organisasi rahasia top Jepang.
Bapa pasti dalam bahaya.
Bapa adalah orang asing, aku kira mereka tak akan melukai dia.
Faktanya, Mary sudah melapor ke kedutaan.
Sulit dikatakan, Jepang tak pernah menurut pada keadilan.
Maaf, aku harus kembali.
Aku tak mau ibuku khawatir.
Terima kasih bantuannya, Nona Huang.
Sama-sama.
Jangan ragu menghubungiku jika kau butuh bantuan.
Apa yang kau lakukan, Xiao Ming?
Bibi menyuruhku memberitahumu agar jangan kembali.
- Berapa lama mereka di sana? - Beberapa waktu.
Apa yang ibuku katakan?
Dia bilang untuk menunggumu dan suruh aku jangan kembali.
Kakak, orang Jepang itu sangat brutal.
Jangan takut, kita akan masuk lewat pintu belakang. Ayo.
Tak perlu tunggu, kakak tertua.
Sial. Bawa yang tua dan bawa yang muda.
- Baik, bawa dia. - Baik.
Ayo.
Aku tak melanggar hukum. Kenapa menangkapku?
Hentikan omong kosong, ayo.
Tolong.
Tolong aku.
Tolong.
Sial.
Ayo.
Pergi.
Lepaskan.
Kau berengsek.
- Bawa dia. - Baik, Pak.
Bunuh dia.
Ibu.
Pergi.
Ibu. Ibu.
Aku akan membalaskan dendam untukmu, ibu.
Aku tak tahu apalagi yang bisa aku katakan, Nona Huang.
Ini salahku.
Aku tidak menyalahkanmu.
Jepang selalu kejam terhadap penduduk.
Aku akan balas dendam.
Nona Huang, aku harap kau bisa bergabung dengan kami.
Musuh kita sama. Jepang.
- Di mana Mary? - Dia di sini tadi.
Selama kau beritahu kami di mana mereka, aku akan lepaskan Bapa.
Kami orang asing, kami punya kekebalan diplomatik.
Apa hakmu menahan Bapa?
Karena dia anti Jepang.
Dia berbahaya bagi kerajaan Jepang.
Siapa yang anti Jepang?
- Li Jundong. - Omong kosong.
Dia adalah pahlawan lokal Korea.
Aku sudah sabar denganmu, kembalilah dan pikir lagi.
Aku tak akan pergi, aku tidak pergi sampai aku bertemu pamanku.
Baik, bawa Bapa ke sini.
Master.
Paman.
Anakku, apa yang kau lakukan di sini?
Kenapa mereka menyiksamu seperti ini, paman?
Anakku, saat Tuhan dipaku di papan, apakah dia balas dendam?
Kau terluka berat.
Darah dan daging hanyalah batasan fisik.
Jiwa adalah satu-satunya yang murni.
Mereka tak bisa menaklukanku.
- Bawa dia. - Baik, Pak.
Pergilah anakku, Neraka bukan tempatmu.
Aku akan pergi ke kedutaan dan memohon pembebasanmu.
Aku akan tunjukkan padamu seberapa kuat aku.
Jadi tak ada gunanya taekwondo.
Sial. Hentikan. Biarkan dia pergi.
- Kenapa? - Lepaskan dia.
Pergi dari sini.
Berhenti.
Ambil pesan ini untuk Li Jundong.
Dia harus datang untuk ditukar dengan Bapa dalam 24 jam.
Jika dia tidak muncul, bersiaplah menjemput mayat Bapa.
Jika dia benar-benar ke kedutaan, ini akan lebih buruk.
Kita bisa menghindarinya.
Tapi bukti apa yang mereka punya?
Mayor, biarkan aku bersulang untukmu.
Bagaimana situasi di timur laut Cina?
Cukup baik.
Tapi penduduk sana berani, sentimen anti Jepang mereka kuat.
- Kau harus memperhatikan itu. - Ya Mayor, aku mengerti.
Terutama orang Korea yang terbang ke tempat ini.
Jangan khawatir, kita punya banyak mata-mata di sekolah.
Mereka tak akan bisa kabur.
Pendeta Perancis sudah mengakui?
Dia cukup keras kepala. Dia tak akan memberitahu di mana Li berada.
Tapi ini tak boleh bocor.
Jika tidak, kita akan mendapat masalah diplomatik.
Jangan khawatir, Mayor Li tak akan bisa lolos kali ini.
- Apa kau yakin? - Ya.
Aku akan membawa berita baik untukmu besok, Mayor.
Bagus, jika kau bisa menangkap Li Jundong, akan jadi kontribusi bagus.
Aku akan membuat laporan untuk komandan Tahara besok.
Kau akan dipromosikan menjadi kepala agen rahasia di Seoul.
Baik pak, aku berterima kasih atas promosinya.
- Kapan kau akan kembali? - Besok.
Bagus, kau bisa bermalam di sini malam ini.
Pilih beberapa wanita untuk kesenanganmu.
Baik, terima kasih, Pak.
Bagus, ayo bersulang untuk kerajaan Jepang.
Aku keberatan. Kau bunuh diri kalau pergi ke sekolah karate Bansan.
- Aku tahu, tapi aku harus. - Kenapa?
Bapa Louis ditangkap oleh Jepang karena aku.
Dari sisi moral dan keadilan, aku harus hadir untuk kebebasan dia.
Ini kebajikan dari wanita.
Jepang tak pernah memenuhi janjinya.
Jika kau ke sana, mereka mungkin tak akan menukarmu untuk Bapa.
Tuan, ini salahku, biar aku yang menggantikanmu.
Jangan bicara lagi, aku memutuskan untuk pergi.
Aku akan pergi ke sekolah karate Bansan besok pagi.
Tn. Li, kau harus seimbang di antara kepentingan umum.
Kau tak bisa bertindak atas emosimu sendiri.
Kau harus berpikir demi negaramu.
Karena negara kita ditaklukkan, kebebasan dan hak kita hilang.
Zhengzhi, sulit memenuhi restorasi negara kita.
Aku harap kau bisa pergi ke tempat lain.
- Ke mana? - Cina.
Baiklah.
Setelah aku pergi ke sekolah karate Bansan besok pagi...
...kau bisa ke Cina dengan dokumen ini.
Baik.
Nona Huang, kami butuh bantuanmu kali ini.
Bisa hanya aku dan adik Kim yang ke sana?
- Aku mau pergi juga. - Kau tak boleh.
Kenapa?
Tanpa ijin Bapa, aku tak bisa membiarkanmu pergi.
Baiklah.
Aku akan bertanya pada pamanku untuk pergi ke Cina besok.
Kota mana di Cina yang akan kau tuju, Nona Huang?
Kami akan pergi ke Liaoyang dulu.
Jika kau bisa pergi, kau bisa bertemu dengan kami di Penginapan Zhou.
Dijalankan oleh pengusaha temanku.
- Bagaimana denganmu Tn. Li? - Kau bisa pergi duluan.
Aku akan menemuimu setelahnya.
Bukankah kau pergi ke sekolah karate Bansan?
Ya.
Aku ragu tempat kecil seperti Bansan akan menyulitkanku.
Apa yang bisa aku lakukan untukmu?
Aku mau bertemu guru dari Sekolah karate Bansan.
Jadi kau mau menemui guru kami? Siapa kau?
- Li Jundong. - Li Jundong?
Tunggu di sini, aku akan memberitahu dia.
Katakan padanya aku ke sini untuk ditukar dengan Bapa Louis.
Baik.
Guru kami menunggumu di dalam. Ke arah sini.
Aku di sini, biarkan Bapa pergi.
Baik.
Kau...
Tunggu.
Kau kemari dulu.
Jangan, jangan kemari.
Kau bodoh. Apa kau sudah lupa dengan negaramu?
Pergi. Aku tak mau kau ada di sini. Pergi, sekarang.
Aku minta maaf, Bapa.
Pergi, kau tak perlu minta maaf.
Arahkan yang benar dan serang dengan senjatamu.
Dia sudah masuk dalam jebakan dan menyebabkan kematian Bapa juga.
Apa maumu?
Aku mau menyelamatkan tuanku.
Paman.
Aku harus menyelamatkan tuanku.
Bisakah kau bertindak tanpa emosi?
Jika Tuan Li kalah, menurutmu kau bisa menyelamatkan dia?
- Ayolah. - Aku harus pergi.
Ada apa dengan semua keributan ini?
Apa kau lupa misi yang ditugaskan oleh tuanmu?
Semua dokumen penting ada di tanganmu.
Kau harus mengirimnya ke markas pusat di Shanghai.
Aku harus membalas dendam untuk ibuku.
Ini bukan waktunya balas dendam pribadi.
Aku harus pergi sekarang.
Bagaimana denganku?
Kau orang asing, kau dilindungi oleh kedutaan.
Tidak, aku ingin ke Cina bersamamu.
Kau lebih baik jangan pergi.
Tetap di sini dan jadi pendukung informasi kami.
Kau harus memberitahu situasi mengenai Tuan Li.
Baiklah.
Ayo.
Hadiahnya 500 dolar.
500 dolar.
Hadiahnya 500 dolar.
- Kenapa? - Apa yang terjadi?
Pahlawan revolusi, kau kira kau sanggup mengembalikan negaramu?
Li Jundong, aku bisa saja membiarkanmu mati.
Aku juga bisa membiarkanmu hidup.
Kau sekarang di bawah kendaliku.
Lebih baik kau pikirkan.
Jika aku mati, aku masih punya penerus. Jika penerusku mati...
...kami masih punya jutaan rakyat di Korea.
Kami Korea bersatu.
Cepat atau lambat kami akan mengusir penjajah dari negeri kami.
Kalian Korea bersatu? Sebaiknya berhenti bermimpi.
Kau terlalu jauh memikirkan murid-muridmu.
Katakan.
Katakan pada gurumu.
Apa tujuanmu datang ke sini?
Katakan.
Aku datang untuk mengadu...
Teruskan.
Adik Kim dan Nona Huang sudah pergi ke Cina.
Mereka ke sana untuk membentuk basis restorasi baru.
Ke mana mereka pergi?
Teman murid Nona Huang...
Siapa nama dari temannya ini?
Aku tak tahu.
Kau dengar dia.
Jika dia tak tahu, aku yakin kau tahu.
Katakan.
Siapa nama dari teman wanita Cina itu?
Ini kesempatan terakhirmu agar selamat.
Aku tak mengerti kenapa kau melakukan ini.
Kenapa?
Biarkan aku menjawab dia.
Karena aku ditawari 500 dolar.
Demi 500 dolar?
Jadi kau mengkhianati negaramu sendiri dan temanmu demi uang?
Guru...
Jangan salahkan aku.
Aku makan makanan tak layak bertahun-tahun.
Aku minum air asin dengan bubuk cabai bertahun-tahun.
Aku bahkan lupa rasa sayur, daging dan ikan.
Aku mau kaya, aku mau hidup lebih baik.
Jadi...
Jangan salahkan aku...
Li Jundong, kau harusnya berhenti menjadi guru.
Katakan.
Siapa nama teman wanita Cina itu?
Aku mengurus muridku dengan tidak adil.
Aku membiarkan mereka makan makanan tak layak...
...dan sekarang mereka ingin kaya.
Aku membiarkan dia memenuhi hasratnya.
Beritahu dia untuk kemari. Aku akan beritahu dia.
Kemarilah.
Aku akan penuhi keinginanmu.
Kemari.
Ke sini, lebih dekat.
Jika mereka bisa mendengarku, kau tak akan mendapat 500 dolar.
- Air. - Baik.
Besok kau kawal dia ke Cina.
Ke Cina?
Gunakan dia sebagai umpan untuk memancing pengikutnya.
Baik.
Anggur.
Bakpao.
Apa yang tertulis di surat?
Dua orang anti Jepang terbang ke sini dari Korea.
Guru dari sekolah Bansan ingin kita menangkap mereka.
Kau boleh pergi dan beristirahat.
Aneh, kenapa dia mau ke sini?
Siapa?
Guru dari sekolah Bansan.
Aku pikir situasinya pasti serius.
Kalau tidak, dia tak akan pergi ke Manchuria.
Bawa pasukan bersamamu dan pergi periksa.
- Baik, Pak. - Tunggu.
Jika ada orang Korea terlihat, jangan biarkan mereka pergi.
Baik, Pak.
Bakpao ini sangat enak.
Kau orang Korea. Darimana kau datang?
Seoul.
Bawa dia.
Ayo.
Kenapa menangkapku?
Hentikan omong kosongnya. Ayo.
Sangat tak mengira kalau Jepang bisa menjajah di Cina.
Ini bukan waktunya untuk kita mencampuri urusan orang lain.
Ayo cepat, laporkan kepada Mayor.
Baik.
Tn. ZHou.
Bukankah kau harusnya ada di Seoul? Berapa lama kau di sini?
Apa ada kamar tersedia, Tn. Zhou?
Ya, ikut aku.
Ada yang mencurigakan di sini?
Aku membunuh orang Korea.
- Kenapa kau membunuh dia? - Karena dia melawan.
Dia sepertinya bukan orang yang kita cari.
Suratnya jelas menyebut satu pria dan satu wanita.
Wanitanya orang Cina dan punya ilmu beladiri.
Perintahkan orangmu untuk menangkap siapa saja yang dari Korea.
Baik, Pak.
Bagaimana kau tahu mereka datang?
Orang dari sekolah karate yang memberitahuku.
Guru mereka mendapat surat dari pimpinan Korea.
Bagaimana bisa pemerintah Cina mengindahkan tirani mereka?
Ini Manchuria, kawan.
Ini tempat di mana Jepang bercokol.
Mereka pasti mencari dengan teliti.
Jadi aku sarankan kau tak mengarah ke selatan untuk sementara.
Bisa kita menetap di sini?
Kenapa tidak nyaman, adik kecil?
Aku tak akan sampai di sini jika bukan karena ajaran guru.
Aku akan mencari cara untuk mengeluarkanmu dari sini.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Ayo, kita harus tidur.
Guru dari sekolah karate Bansan tiba.
Kau tiba dengan cepat.
Mayor memerintahkanku untuk ke sini secepat mungkin.
Kenapa kau harus ke sini sendiri?
- Siapa dia? - Li Jundong.
Li Jundong?
Pemimpin pemberontak anti Jepang.
Selamat atas promosimu.
Ceritanya panjang, ayo kita bahas di dalam.
Silakan.
Silakan duduk.
Adik. Tuangkan teh.
Apa kau punya informasi tentang dua penjahat anti Jepang?
Belum.
Jika mereka berani ke sini, mereka tak akan lolos.
Kecuali, mereka tak lewat sini.
- Aku yakin mereka lewat sini. - Kenapa?
Salah satu murid Li Jundong adalah wanita Perancis.
Dia sudah diincar dari Korea.
Aku akan mengirim seseorang untuk menangkap dia.
Tak perlu.
Mereka akan datang sendiri untuk bunuh diri.
Apa yang ingin kau pesan?
Maaf, aku tak memesan apa-apa.
Aku akan pergi setelah duduk sebentar.
Kau tak memesan, bagaimana kami ijinkan itu?
Jika setiap pelanggan hanya duduk dan memesan...
...bagaimana kami dapat untung?
Pergilah...
Aku kemari untuk bertemu dengan Nona Huang.
Tidak ada yang namanya Nona Huang di sini.
Pergi.
Baik, aku pergi, kenapa kau begitu kasar padaku?
Kau datang duluan dengan tuduhan.
Nona Huang.
Kita akan diskusi di dalam.
- Kenapa kau ke sini lagi? - Dia datang menemuiku.
Aku datang bersama guru.
Di mana guru kami? Di mana Tn. Li?
Guru sudah ditangkap dan dibawa keluar Seoul.
Ayo kita pergi dan selamatkan dia.
Jangan terlalu menurutkan kata hati.
Aku harus menyelamatkan guruku.
Tentu saja kita harus menyelamatkan Tn. Li.
Tapi kita butuh rencana bagaimana cara menyelamatkan dia.
Mereka telah menyiksa guru dengan sadis.
Makan dulu.
Aku akan memanggil tetua dan kita diskusi bersama.
Aku belum makan berhari-hari.
- Aku harus pergi. - Ke mana?
Aku akan menyelamatkan guru.
Tunggu Nona Huang kembali dan kita bisa diskusi.
Tidak perlu, dia tak akan setuju.
Habiskan makananmu dan aku tinggalkan pesan untuk dia.
Ayo.
Nona Huang, kita akan menyelamatkan guru.
Tolong antar dokumen ini ke selatan. ZhengZhi.
Ayo. Bersulang.
Guru. Guru.
Kenapa kau tidak mendengarkanku?
Sekarang kau jatuh dalam perangkap mereka.
Kita akan mati bersama jika perlu.
Aku tak bisa diam saja dan membiarkan mereka menyiksamu.
Kau hanya tidak menurut padaku.
Percuma, kau kira kau bisa menyelamatkanku?
Aku mempertaruhkan nyawaku jika perlu.
Pergilah.
Selama kau bisa menyelesaikan misi yang aku tugaskan padamu...
...aku akan bisa beristirahat dengan tenang.
Ingat itu.
Hidup sangat berharga.
Tapi harga dari kebebasan lebih berharga.
Sekarang pergilah.
Pergi? Tidak secepat itu.
- Pergi. - Baik, Pak.
Hentikan.
Siapa dia?
Itu wanita Cina.
Apa ini maumu?
Nona Huang, kau...
Ini daftar anggota dari restorasi Korea yang kau incar.
Tunggu, Nona Huang.
Kau tak bisa melakukan ini. Kau tak bisa.
- Ada satu syarat. - Apa itu, katakan.
Pertama, kau biarkan mereka pergi.
Beri aku daftarnya dulu.
Nona Huang, kau tak bisa berikan padanya.
Tn. Li.
Seperti pepatah, di mana ada kehidupan, di situ ada harapan.
Aku membuat kesalahan besar...
Beritahu dia untuk datang dan ambil.
Nona Huang, tolong minggir. Ini masalah antar orang Korea.
Kau harus biarkan aku menangani ini.
Baiklah.
Tn. Li.
Nona Huang, mewakili seluruh orang Korea,...
...aku ingin berterima kasih padamu.
Sama-sama. Sesama petarung bela diri, kita punya dunia yang sama.
Waktu berjalan terus, kita harus segera pergi.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.