All language subtitles for Two.Champions.Of.Death.1980.1080p

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SPECIAL APPEARANCE: KWAN CHUNG, CAO DA HUA

STARRING: YU TAI-PING, YEUNG CHING-CHING

CO-STARRING: HUNG LING-LING, YIN HSIANG LIN, LIANG CHUO-KUN,

WONG KA-LEUNG, HA KWOK WING, LAI YOU-HSING, LAM CHI TAI, CHAN HUNG,

LAU FONG-SAI, SIAO YUK, CHEN HAN-KUANG, CHEN CHI-SHAN, CHAN SHU-KEI, XU WEI ZHEN

SOUNDS RECORDING: HSU PING-KUANG CINEMATOGRAPHY: TSAO HUI-CHI

GAFFERS: CHEN FEN, GUAN YING QUINN

HAIRDO: PENG YEN-LIEN, PROPS: LI WO

MAKEUP: WU HSU-CHING, COSTUME: LIU JI YOU

CONTINUITY SUPERVISOR: LU YUAN-MING

ASSOCIATE PRODUCER: CHEN LIEH SCENE MANAGER: LIU CHING-PENG

TONG QIAN JIN - LO MANG

Diterjemahkan oleh Yoe Riadi Jakarta, 05 April 2024

- Apakah Guru Zhi Shan memanggilku? - Ya.

San De, apakah Tong Qian Jin sudah datang?

Ya.

Kakak senior Tong.

Tong Qian Jin.

Kau berhasil melewati lorong Manusia Kayu.

- Boleh turun gunung sekarang. - Terima kasih atas bimbingan Guru.

Kau sudah bertahun-tahun di Shaolin.

Aku tahu temperamenmu dengan baik.

Keberanianmu lebih dari cukup, tapi ketenanganmu tidak cukup.

Jadi ingatlah untuk menjauh dari perkelahian dan masalah.

Jika tidak, akan terjadi bencana yang fatal.

Guru.

Murid seorang Manchuria.

Ayahku meninggal dalam usia muda,

meninggalkan aku dan ibuku yang ditindas oleh orang Manchuria.

Oleh karena itu, murid masuk Shaolin untuk belajar seni bela diri.

Tanpa diduga sebelum aku berhasil,

ibu sudah bunuh diri karena tidak tahan terhadap penindasan.

Kebencian yang mendalam ini...

Aku tahu pengalaman hidupmu,

dan juga tahu bahwa kau membenci orang Manchuria.

Jika tidak Shaolin yang bertujuan melawan Dinasti Qing dan memulihkan Dinasti Ming...

tak akan menerimamu orang Manchuria sebagai murid.

Tapi sekarang Dinasti Qing berkuasa.

Tujuan melawan Dinasti Qing dan memulihkan Dinasti Ming,

sementara simpan di hati dulu...

sambil menunggu datangnya kesempatan.

Meskipun kau membenci orang Manchuria, kau harus menyembunyikan kebencianmu.

Tapi...

Kakak seperguruan-mu, Hu Hui Qian, memiliki latar belakang yang mirip denganmu.

Ayahnya dibunuh oleh orang-orang pabrik tenun.

Sehingga dia menghancurkan pabrik tenun untuk membalas dendam.

Tidak nyaman bagi seorang guru melarang ini.

Karena dia telah membunuh pelatih silat dari perguruan Wudang di pabrik tenun...

yaitu Zhang Jin Hong dan Peng Tian Ci.

Hal ini menyebabkan permusuhan antara Sekte Wudang dan Sekte Shaolin..

Guru, Sekte Wudang pada dasarnya adalah antek-antek istana kekaisaran.

Bisa dibilang demikian.

Tapi Pendeta Alis Putih dari Wudang, yaitu Paman Gurumu Feng Daode,

awalnya berasal dari perguruan yang sama denganku.

Jika bukan karena masalah ini, mungkin tak akan terjadi permusuhan.

Berdirilah kau.

Tidak lama lagi beberapa saudara seperguruanmu,

seperti Li Jin Lun, Xie Ya Fu, Fang Xiao Yu, dan Fang Mei Yu,

mereka semua akan menyusul turun gunung.

Juga San De.

SAN DE

Setelah tiba di Guangzhou, kalian bisa menghubungi Hu Hui Qian.

Semuanya harus ingat tujuan Shaolin.

Yaitu melawan Dinasti Qing memulihkan Dinasti Ming.

Tapi kita harus menunggu kesempatan untuk bertindak.

- Dan jangan berani melupakannya. - Ya.

Murid mengerti.

Sebagai seorang guru aku punya perasaan...

bahwa biara Shaolin akan menghadapi bencana besar.

Dan sekarang adalah permulaannya.

Sekte Wudang adalah kuncinya.

Kalian harus pandai menangani diri sendiri.

AULA TAIHE

YU TAI-PING - LI DE ZONG

Adik ke-2, kau sudah dengar tentang apa yang terjadi di Guangzhou?

Ya. Ada seorang murid Shaolin bernama Hu Hui Qian,

yang telah menghancurkan pabrik tenun.

Dia telah membunuh pelatih silat di pabrik, dua bersaudara Zhang Jin Hong dan Peng Tian Ci.

- Lalu sekte Wudang kita membiarkannya saja? - Adik Lu.

Harap tenang dan bersabar.

Guru sudah mengetahui hal ini dan sangat marah.

Dia pasti akan menanganinya.

WANG LI - LI BA SHAN

Dimana adik Wei?

XU SHENGZHEN - LU YING BU

MEMPERKENALKAN: CHIEN HSIAO HAO

Anak ini sepertinya tidak tumbuh dewasa.

Sebenarnya dia memang jauh lebih muda dari kita.

Kukira Guru mengirim Er Huan turun gunung untuk suatu keperluan, tetapi bukan dia,

jadi dia merajuk disana.

Ngomong-ngomong, Er Huan dan adik Wei sebenarnya pasangan yang serasi.

Tapi kakak Li,

jika adik Wei menikahi putrimu,

kakak seperguruan menjadi mertua, bagaimana cara melihat senioritasnya?

Guru telah tiba.

CAO DA HUA - FENG DAO DE

- Guru. - Guru.

Silahkan duduk.

Kalian sudah tahu apa yang terjadi di Guangzhou?

- Ya. - Ya.

Sekte Shaolin bukan hanya menentang kita sekte Wudang,

tetapi juga melawan istana kekaisaran.

Pemerintah sangat murah hati kepada kita,

jadi kita mengambil kesempatan ini untuk berkontribusi pada pemerintah.

Wei Xing Hong.

Guru.

Xing Er, berapa umurmu saat tiba di sini?

Sudah berapa tahun di sini?

Murid diadopsi oleh guru pada usia 13 tahun.

- Di sini sudah 6 tahun. - Benar.

Sekarang kau sudah 19 tahun.

Sebentar lagi akan berusia 20 tahun.

Kenapa kau masih bertingkah seperti anak kecil?

Apakah kau mendengar apa yang guru baru saja katakan?

Apakah kau mendengarnya?

Kenapa kau tidak menjawab?

Ya, aku mendengarnya, tapi...

Apakah menurutmu ada yang salah?

Murid tidak berani.

Aku hanya merasa Guru dan Paman Guru Zhi Shan...

pada awalnya adalah murid dari sekte yang sama.

Seharusnya memiliki hubungan yang baik.

Penentangan Sekte Shaolin terhadap pemerintahan Qing adalah benar.

Kita murid Wudang juga orang Han.

Lancang kau!

Anak kecil tahu apa?

Zhi Shan keras kepala.

Sekte Shaolin tidak memahami keadaan saat ini.

Pemerintahan Qing telah menyatukan seluruh negeri.

Keinginan untuk memulihkan Dinasti Ming bukankah itu menghancurkan diri sendiri?

Guru bilang aku tidak boleh bertingkah seperti anak kecil.

Juga bilang anak kecil yang tidak tahu apa-apa.

Sudah cukup.

Kau memang masih anak-anak.

Jangan main-main lagi. Duduklah.

Dengarkan tugas dari guru.

De Zong.

Ya.

Kau adalah orang pertama di sekte ini,

dan beberapa tahun tinggal di istana mempelajari keterampilan senjata unik.

Aku perintahkan kau menjadi tim pertama yang turun gunung.

- Aku yakin kau dapat melakukannya dengan baik. - Murid pasti melakukan yang terbaik.

Baik.

Begitu turun gunung langsung ke Guangzhou.

Jangan berbelas kasihan saat bertemu dengan murid Shaolin.

Ya.

Ba Shan.

Ying Bu.

Kalian menjadi tim kedua...

- untuk mendukung De Zong. - Ya.

Ya.

Xing Er,

kau tunggu Er Huan kembali...

dan menjadi tim ke-3 yang turun gunung.

Kalian masih muda dan belum berpengalaman.

- Lebih baik saling menjaga. - Ya.

Paman gurumu Alis Putih...

juga telah mengirim murid tertuanya Gao Jin Zhong,

dan tiga bersaudara dari keluarga Yuan.

Kalian semua pernah mendengar tentang kehebatan kung fu Gao Jin Zhong.

Tinju Kera dan Tongkat Kera Yuan bersaudara...

juga merupakan musuh dari tinju Hu Hui Qian.

Gao Jin Zhong telah banyak memberikan kontribusi kepada istana kekaisaran.

Dia telah berulang kali menangkap pemberontak, dan telah dianugerahi gelar panglima tentara.

Sangat mudah berhubungan dengan pemerintah.

Mari kita lakukan sesuai rencana.

Mereka dalam gelap, kalian dalam terang.

Pada saatnya akan menghubungi kalian.

- Ya. - Ya.

TOKEN

Ini adalah induk dan anak dari Token Magnet Sekte Wudang.

Kalian semua tahu bahwa ini adalah lambang dari sekte kita.

Setiap orang membawa masing-masing satu lempeng anak token.

Murid Wudang yang tersebar dapat dipanggil kapan saja...

untuk membantu jika ada masalah.

Ini adalah induk magnet token.

Ketika anak-anak token menyatu kembali ke induknya, seperti guru datang secara pribadi.

Semua murid Wudang harus mematuhi perintahnya.

Melihat token bagaikan melihat guru, dan tidak boleh membangkang.

- Ya. - Ya.

Tolong!

Kenapa, kau mau ikut campur?

Siapa yang peduli padamu? Ini bukan urusanku.

Tapi kau menghalangi jalanku.

Tidak salah, kau dari Sekte Shaolin.

Kau mau mainkan trik seperti ini di depanku?

- Bagaimana kau tahu? - Bodoh!

- Lain kali berakting lebih meyakinkan. - Cukup!

Jujur saja.

- Kau sekte Shaolin yang mana? - Aku?

ARAK WUJIAPI

ARAK GAOLIANG

Dia punya tenaga yang besar.

Kudengar bahwa di antara murid Shaolin ada Tong Qian Jin...

yang punya tenaga besar.

Menurutku kaulah orangnya.

Tidak salah, akulah orangnya.

Serang!

Kudengar Sekte Wudang mengirim orang untuk mencari masalah dengan kami,

ternyata adalah kalian orang bodoh-bodoh ini.

Serang!

- Kejar! - Ya!

Kakak, orang ini terluka parah.

- Dia terluka oleh Pisau Penetes Darah. - Jangan banyak bicara.

Pembantu.

Bawa orang ini masuk.

Periksa apakah ada darah di pintu luar.

- Cepat bersihkan kalau ada. - Ya.

Jangan bergerak, aku sedang membalut lukamu.

Dimana Kakak Jin? Kenapa belum kembali?

Kau takut apa? Takut aku memakanmu?

Ini aku.

- Bagaimana? - Dia Li De Zong.

Siapa itu Li De Zong?

Li De Zong awalnya adalah murid dari Sekte Wudang.

Kemudian pernah jadi pembunuh dengan Pisau Penetes Darah.

Pisau Terbang Penetes Darah adalah keahliannya.

Kau beruntung tidak mati oleh pisau terbangnya.

Aku kena senjata rahasia. Itu bukan masalah besar.

Menurutku keterampilan melempar pisau terbang ini biasa saja.

Asal aku siap, aku bisa menghadapinya.

Benarkah?

Tentu saja.

Kalian dua bersaudara sangat ahli dalam seni bela diri.

Kelihatannya seperti ada sesuatu yang disembunyikan.

Juga mengetahui latar belakang Li De Zong.

Ceritanya panjang.

Mendiang ayah kami awalnya adalah anggota Pisau Penetes Darah.

Dia bekerja dengan Li De Zong.

Saat itu, mendiang ayah tidak mau menjadi mesin pembunuh.

Jadi dia melarikan diri dari istana,

dan hidup mengasingkan diri di sini.

Ayah berkata...

Pria sejati harus mengandalkan tinju dan tendangan untuk mencapai kemenangan,

tak perlu mempelajari ilmu pisau penetes darah atau sejenisnya.

Kekuatan fisik wanita lebih lemah.

Ada baiknya mempelajari senjata rahasia ini.

Jadi hanya mewariskan keterampilan melempar pisau kepada adik perempuanku.

Aku tidak mempelajarinya.

Dia hanya mengajariku cara menangkapnya.

Untuk berjaga-jaga jika bertemu musuh yang memakai senjata rahasia.

Kali ini Sekte Wudang turun gunung dalam jumlah besar...

untuk menghadapi murid Shaolin.

Jika kalian tidak bisa menghadapi Pisau Penetes Darah Li De Zong,

kau akan mendapat masalah.

Tolong ajari aku.

Adik ke-2, adik seperguruan Lu, kalian sudah datang.

Kakak, apakah kau pernah bertemu melawan Hu Hui Qian?

Belum bertemu.

Tapi aku pernah bertarung melawan Tong Qian Jin.

Dia terkena Pisau Penetes Darahku dan melarikan diri.

Kakak, kata Guru, tidak perlu berbelas kasihan.

Dia terluka oleh pisauku dan melarikan diri.

Aku belum menemukannya.

Cepat atau lambat, kita akan menemukan tempat persembunyiannya.

Kau menyebalkan, membuatku takut sekali!

Kau mau mencari Li De Zong?

Ya, aku ingin dia lihat.

Di mana mencarinya?

Aku akan coba mencarinya di tempat aku bertemu dengannya hari itu.

- Hati-hati. - Aku tahu.

RESTORAN RUYI

Mereka bukan tandinganku.

Pakai jurusku ini dan mereka akan jatuh.

- Setuju! - Tepat sekali.

Apa yang kau banggakan?

- Kau tidak sebagus itu. - Ayo!

Berhentilah membual!

Silakan duduk, mau makan apa?

Cepat pergi, Hu Hui Qian datang!

Pergi!

Hebat! Hu Hui Qian, kau memang sesuai dengan namamu.

Kau mengalahkan semua orang di pabrik tenun.

Tadi, mereka masih bersikap sangat sombong.

Begitu mendengar namamu, mereka lari.

Anda adalah...

Kakak senior Hu, adik Tong Qian Jin.

Adik junior Tong.

Adik junior Tong.

Guru awalnya memerintahkanku ke Guangzhou untuk menghubungimu.

Tapi begitu tiba, aku diganggu oleh orang-orang dari Sekte Wudang.

Berkelahi, terluka,

dan baru pulih.

Kakak Hu, jika kau senggang, datanglah ke tempatku.

- Aku akan jelaskan secara detail. - Baiklah.

Hei!

Kakak Hu, untuk apa kau membawa lentera dengan lilin menyala di siang hari bolong?

Terlalu gelap. Mana mungkin menyalakan lilin tanpa lentera?

Terlalu gelap? Betul, kata yang bagus!

Ada apa dengan kalian berdua?

Mengapa kalian tidak menunjukkan tandaku?

Putar lenteranya.

KLUB BARU HU HUI QIAN

KHUSUS PENGHANCUR PABRIK TENUN

Kakak senior Hu, kau sungguh hebat.

Kalian berdua pulang dulu.

Aku ada urusan dengan kakak senior kalian.

Jalan.

- Sudah sampai, di sini. - Baik.

Kau tak menduga, bukan?

Tidak menduga?

Kami sudah tahu kau mengikuti kami.

Bagaimana? Mari duduk di dalam.

Tentu, apa aku takut padamu?

- Kalian adalah... - Aku Jin Tai Lai.

Ini adik perempuanku, Bi Er.

Almarhum ayahku Jin Kun, kau pasti sudah mengenalnya.

Rupanya putra putrinya Jin Kun.

Itu sebabnya si Tong itu bisa menangkap pisau terbangku.

Dulu kau selalu ingin mengambil alih posisi mendiang ayahku.

Almarhum ayah tidak berpengetahuan sepertimu dan lebih memilih pensiun.

Tapi dia juga memberitahu kami,

jika pisau terbang kami tidak dapat mengendalikanmu,

jangan dipertunjukkan.

Jadi, kau yakin kalau kemampuan kalian...

lebih baik dariku?

Untuk apa kami turun tangan.

Teman kami Tong ini sudah cukup.

Baiklah, tunjukkan padaku seberapa hebatnya kalian.

Bagus.

Bagus! Jurus Banting Pintu Dengan Kedua Tangan bagus sekali penggunaannya.

Jangan takut,

aku tidak akan membunuh kalian.

Kalian bawa pulang mayatnya...

dan kirimkan pesanku.

Jika sekte Wudang ingin membuat masalah lagi dengan murid Shaolin,

ukur dulu kemampuan diri kalian.

Baik...

Tong Qian Jin!

Kali ini dia pura-pura baik hati melepaskan mereka kembali.

Suruh mereka untuk tunjukkan tempatnya.

Kita datangi tempatnya untuk membalaskan dendam kakak senior.

Akan menguntungkannya jika kita pergi ke tempatnya.

Biarkan dia ke sini, kita akan menunggunya.

KUIL YI LING

- Apa itu? - Ayo pergi lihat.

PEMBERITAHUAN UNTUK SEMUA ORANG

HU HUI QIAN DAN TONG QIAN JIN DARI SEKTE SHAOLIN

TELAH BERULANG KALI MENYAKITI ANGGOTA SEKTE WUDANG.

MURID SEKTE WUDANG, LI BA SHAN DAN LU YING BU, SECARA KHUSUS MENGUNDANG

HU HUI QIAN DAN TONG QIAN JIN

UNTUK MELAKUKAN DUEL SATU LAWAN SATU DI DEPAN KUIL YI LING

3 HARI KEMUDIAN.

TIDAK AKAN ADA TANGGUNG JAWAB JIKA TERJADI CEDERA ATAU KEMATIAN.

Pelan-pelan...

Letakkan di sana...

Hati-hati...pelan-pelan...

Oke, ayo jalan.

Selamat.

Selamat.

Kakak ipar, boleh menggunakan tangan, tapi jangan menggunakan pisau terbang.

Adik Tong, kalau istri orang lain yang dinikahi...

hanya menjewer telinga.

Kau menikahi orang yang bisa saja melemparkan pisau untuk melayanimu.

Apa yang ditakutkan, aku bisa menangkapnya.

Betul, kalau tidak bisa,

ada kakak ipar yang bisa membantu.

Tapi jika pengantin menggunakan pisau terbang di malam pernikahan,

Mungkinkah kakak ipar juga masuk ke kamar pengantin?

Tuan Hu, Tuan Tong.

Sekte Wudang telah memasang pemberitahuan...

di pintu Kuil Yi Ling, menantang kalian berdua untuk berduel.

- Kenapa mereka belum datang? - Aku juga heran.

Dari pagi tunggu sampai sekarang.

Tampaknya sekte Shaolin takut dengan sekte Wudang dan tidak berani datang.

- Benar. - Jangan bicara terlalu yakin.

Ketika tak ada seorang pun dari sekte Shaolin, ayo naik.

Siapa kalian?

Menurutku kalian bukan Hu Hui Qian dan Tong Qian Jin.

Kakak Senior Hu dan kakak Senior Tong pasti akan datang.

Waktu kematianmu belum tiba, tak perlu buru-buru untuk mati.

Kalian terlalu sombong, kami mau memberimu pelajaran.

Kalian bukan orangnya, pergi dari sini!

Aku lihat kalian terburu-buru mau mati.

Jangan kejam!

Tong Qian Jin di sini.

Dan aku Hu Hui Qian.

Dia punya tenaga yang besar.

Adik Li. Tong Qian Jin dan aku punya dendam pembunuhan terhadap kakakku.

Serahkan pertarungan ini padaku.

Dia terlihat sangat garang.

- Hebat! - Bagus!

- Dia dikalahkan. - Ya.

Mau keroyokan.

Tong, turun, biar aku yang hadapi.

Baiklah. Giliranmu.

- Kakak senior Tong, kau sungguh hebat. - Tentu saja.

- Ayo perhatikan. - Tentu.

โ€“ Bagus sekali, Senior Hu. - Kerja yang bagus!

- Kerja yang bagus! - Bagus sekali!

Kemenangan pertarungan sudah jelas.

Sudah dinyatakan tak ada pertanggungjawaban atas kematian atau cedera.

Apa yang ingin kalian lakukan?

Saudara Hu, adik Tong, ayo kita pergi.

Mereka sudah jelas menyatakannya dengan tulisan hitam di atas kertas merah.

TABLET ALMARHUM LI DE ZONG

Kakak tertua terbunuh.

Keterampilan pisau terbang wanita itu sama seperti dia.

Kita bukan tandingannya.

Kita harus menyingkirkannya terlebih dahulu.

Aku tidak tahu kapan Er Huan dan Junior Wei akan tiba?

Paman Guru, kalau begitu kita sekarang...

Tolong ceritakan secara detail keadaan ketika kalian pergi ke rumahnya hari itu.

- Ya. - Ya.

Mari, silakan masuk ke dalam.

SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU

Terima kasih.

- Selamat. - Silakan masuk.

Terima kasih...silakan masuk ke dalam.

Silakan ke dalam.

Kemarilah.

Mari...pengantin wanita.

Pengantin wanitanya datang...di sini.

Berlutut.

Sujud pertama.

- Ayo minum! - Bersulang!

Di hari bahagia ini, aku mau buat permainan.

- Boleh. - Tidak masalah.

Tapi tidak menarik bermain sendirian.

Minta pengantin pria menemaniku bermain sebentar.

Bagus, pengantin pria.

Kemarilah.

Pengantin pria tidak bisa bermain kungfu hari ini.

Pengantin pria tidak bermain kungfu hari ini?

Aku khawatir pengantin wanita juga tidak akan setuju.

Ayo, kita minum lagi.

Minum arak menambah semangat, membuat tinju Shaolin terlihat lebih bagus.

Benar katamu.

Bersulangโ€ฆ!

Mari!

Sudah selesai, ayo kita pergi.

- Lihat! Dia mabuk. - Ya.

- Dia mabuk.

Jika tidak mabuk, dia akan membuat masalah dan acara pengantinmu akan berantakan.

Aku ingin bermain dengan pengantin pria.

Bawa dia ke gudang kayu di halaman belakang dan kunci dia.

Jangan biarkan dia keluar membuat onar.

- Tidak baik itu. - Dia akan mengerti ketika sadar nanti.

Pembantu.

- Selamat tinggal... - Ya, jangan berisik.

Tetaplah tenang.

Kau kelihatan cakep.

Aku tidak mabuk.

Mari minum.

Siapa kau?

Bibiku tiba-tiba merasa tidak enak badan dan pulang untuk istirahat.

Aku akan menggantikannya.

Kau mau apa?

Hari ini adalah hari pernikahanmu.

Bagaimana boleh ada senjata di kamar pengantin? Aku akan menyimpannya.

Berhenti!

Kami yang berlatih seni bela diri tidak tabu dengan hal-hal tersebut.

Letakkan kembali pisau terbangnya.

- Tapi... - Aku suruh kau letakkan kembali.

Tadi kau bertanya siapa aku.

Sekarang aku beritahu padamu.

Aku putri Li De Zong, Li Er Huan.

Hari ini aku datang membalaskan dendam ayahku.

Aku akan membunuhmu dulu, lalu membunuh Tong Qian Jin.

- Mari bersulang! - Selamat minum!

Ada apa?

Kalian mau apa?

- Mau apa? Mengantar kado! - Sangat tidak sopan masuk seperti ini.

Mangantar kado, tak usah pedulikan.

Boleh bertanya siapakah Anda?

Margaku Feng, kerabat tua dari Tong Qian Jin.

Kerabat tua bermarga Feng?

- Aku tidak ingat yang mana. - Hebat, berani lupa dengan kerabat.

Kau bahkan lupa dengan paman gurumu.

Paman guru bermarga Feng?

Feng Dao De?

Kau tak dapat mengingatnya?

Paman guru Feng-mu yang memintaku...

- untuk mengantarkan kado untukmu. - Li Ba Shan?

- Bi Er! - Kenapa?

Bi Er!

- Bi Er. - Apa yang terjadi?

Apakah dia sudah mati?

- Apa yang telah terjadi? - Aku juga penasaran.

- Perbuatan siapa? - Apa yang sedang terjadi?

Istrimu yang menggunakan pisau terbang sudah meninggal.

Tong, kau pergilah ke neraka untuk menikah.

Sepertinya akan terjadi pertarungan sampai mati.

Menurutmu siapa yang akan menang?

- Ayo lari! - Pergi!

Jalan!

Pergi!

Menyebalkan!

Kenapa sekarang sunyi sekali?

Apa perjamuannya sudah selesai?

Dasar, membuatku mabuk takut aku mengganggu pengantin.

Sialan.

Tong Qian Jin, kau cukup sebagai teman!

Tong Qian Jin?

Tong Qian Jin!

Tong Qian Jin!

Tong Qian Jin!

Tong Qian Jin.

PERSEMBAHAN

TABLET ALMARHUM LU YING BU & LI DE ZONG

Kakak, keluarga Jin sudah meninggal. Tong Qian Jin sudah ditangkap.

Kami akan memotong hatinya untuk persembahan.

Kau bisa beristirahat dengan tenang di surga.

Kakak Senior Li, Er Huan.

Adik junior Wei sudah datang.

Siapa orang ini?

Tong Qian Jin.

Junior Wei, aku dengar dari Er Huan bahwa...

Guru memintamu untuk menghubungi Kakek Guru Alis Putih.

- Bagaimana? - Kakek Guru Alis Putih telah mengirim...

kakak senior Gao Jin Zhong dan 3 pendekar ahli dari keluarga Yuan.

Tapi aku tidak bertemu mereka.

Dia menyuruhku untuk memberitahu semuanya bahwa Biksu San De dan yang lainnya dari Sekte Shaolin...

diam-diam telah tiba di Kuil Xichan.

Kakak Senior Gao akan menangani mereka.

Dia menyuruh kita untuk tidak mengambil tindakan saat ini...

- dan menunggu kabar dari Kakak Senior Gao. - Baiklah.

Tunggu sebentar.

Orang ini terlihat seperti pria tangguh.

Kakak Senior Li, bagaimana kau menangkapnya?

Kakak De Zong meninggal di tangannya.

Kami memanfaatkan pernikahannya hari ini dan menggunakan trik untuk menangkapnya...

dan mengorbankannya hidup-hidup untuk kakak De Zong.

Menurutku, kakek guru Alis Putih meminta kita untuk tidak bertindak saat ini,

dan menunggu kabar dari Kakak Senior Gao.

Kau baru saja melancarkan serangan diam-diam saat ini.

Bisa dibilang karena aku tidak keburu menyampaikan perintahnya.

Tapi jika kau membunuh Tong Qian Jin sekarang,

bukankah sepertinya kau tidak menghormati perintah dia?

Balas dendam kakak De Zong harus dilakukan.

Itu sudah pasti, tapi kita harus menunggu.

Bukankah lebih bijaksana untuk menghubungi kakak Gao terlebih dahulu

dan menanyakan bagaimana cara mengurusnya?

Aku pikir Kakak Senior Gao pasti akan membiarkan kita membalas dendam.

Baiklah.

Er Huan, aku tahu kau merasa sedih.

Musuh juga telah jatuh ke tangan kita.

Kita tunggu 1 atau 2 hari, kau bersabarlah.

Baiklah.

Untuk sementara kunci anak ini di dalam kamar ini.

- Awasi baik-baik. - Ya.

KLUB BARU HU HUI QIAN

KHUSUS PENGHANCUR PABRIK TENUN

Jin Lun, ada kabar tentang Tong Qian Jin?

Belum ada.

Semuanya tidak bisa mengetahuinya.

Ini semua salahku, pagi-pagi aku sudah mabuk.

Bahkan tak tahu apa yang terjadi.

Kejadian sudah lewat, percuma menyalahkan diri sendiri.

Kenapa kau belum menurunkan lenteranya?

Karena ada masalah Tong Qian Jin, aku jadi lupa.

Kakak senior San De telah tiba di Kuil Xichan.

Dia ingin tempat itu menjadi basis kita.

Sekarang Li Ya Song, Xie Ya Fu,

Fang Xiao Yu, Fang Mei Yu, dan kakak-kakak senior lainnya...

mulai berkumpul di sana.

Kakak senior San De melarangmu untuk jangan menimbulkan masalah.

Tugas penting belum dilakukan sudah membuat mereka bersiaga.

- Kau harus mendengarkan dia. - Aku tahu.

Hei, kemari!

Bawa lentera ke belakang.

- Bakar saja tidak apa-apa. - Ya.

Baikalah, kau pergi ke Kuil Xichan.

Mohon bantuan senior San De dan yang lainnya untuk mencari tahu.

Baik.

Ada apa?

Kakak Hu, Kakak Li, kuil Xichan telah direbut oleh tentara Qing.

Apa?

Dini hari tadi, sekelompok besar tentara Qing menyerbu Kuil Xichan.

- Bagaimana senior San De? - Senior San De bertempur membunuh musuh.

Dia terluka parah menahan musuh dan menyuruh kami pergi.

Dia bilang tidak ada gunanya mati bersama.

Meskipun tentara Qing banyak, dengan kungfu kakak San De bagaimana bisa melukainya.

Tentara Qing tentu tidak bisa melukainya.

Tapi di antara mereka ada 1 orang bertopeng dan 3 lainnya bertopeng bentuk monyet.

Seni bela dirinya sangat tinggi, mereka pasti master dari Sekte Wudang.

Kakak senior San De dilukai oleh mereka.

Ada master lain dari Sekte Wudang di sini.

Menurutku Li Ba Shan belum punya kemampuan sehebat itu.

Mereka dengan wajah tertutup supaya kita tidak tahu siapa mereka.

Musuh dalam gelap, kita dalam terang, ini jadi masalah.

Kakak Senior San De.

Kau sudah terluka, kenapa masih membawa ember kayu ke mari?

Kota Kayu YANG adalah symbol panglima tertinggi kita.

Aku telah gagal.

Aku ingin kalian tidak lupa berperang melawan Dinasti Qing, mengembalikan Dinasti Ming.

MELAWAN DINASTI QING MENGEMBALIKAN DINASTI MING

PERINTAH KOMANDAN

AULA KESETIAAN

Hei, siapa kau?

Fang Xiao Yu.

Fang Mei Yu.

Namaku Li Ya Song.

Aku adalah Xie Ya Fu.

Aku Li Jin Lun. Siapa nama kawan ini?

Kau sebenarnya...?

Kau dari Sekte Wudang.

Tidak mudah punya keberanian seperti ini!

- Kau adalah Hu Hui Qian. - Benar, aku Hu Hui Qian.

Aku sudah lama mengagumi nama besarmu.

Bisa kita bicara berdua?

Apa yang ingin kau bicarakan?

Jika kau tidak berani bicara denganku sendirian,

kalian semua dapat melawanku sekaligus.

Kalau aku sampai mengeluh, aku bukan pemberani.

Apa aku takut padamu kalau sendirian? Ayo jalan.

Kakak senior Hu.

Aku ingin mendengarkan apa yang mau dikatakan teman dari Sekte Wudang ini.

Kalian tunggu saja di luar.

- Kau juga... - Ini yang ditinggalkan mendiang ayahku.

Mendiang ayah bilang, dimanapun ada ember kayu,

aku hanya perlu menunjukkan ini, dan mereka akan tahu bahwa aku adalah sesama loyalis Ming.

Boleh aku tahu namamu dan siapa ayahmu?

Aku Wei Xing Hong. Mendiang ayahku Wei Xiao Qin.

Dia mantan Menteri Perang Dinasti Ming, dia melawan Qing dan menjadi martir.

Tuan Muda Wei.

Kau adalah loyalis generasi kedua...

dan tampak masih muda. Kenapa bisa bergabung dengan sekte Wudang?

Aku masih muda ketika mendiang ayah terbunuh.

Aku diadopsi oleh guru Feng Dao De...

dan diajarkan seni bela diri.

Bisa dibilang kebaikan guru sangat besar.

Namun siapa sangka Sekte Wudang...

kini dimanfaatkan oleh istana kekaisaran.

- Aku benar-benar dilema. - Tuan Muda Wei...

mohon utamakan kebenaran.

Tahukah kau bagaimana kabar Tong Qian Jin?

Sobat Tong ditangkap oleh mereka.

Awalnya akan dipersembahkan sebagai korban kepada Li De Zong,

tapi dihentikan oleh ku.

Saudara Hu, jangan khawatir.

Aku pasti akan menyelamatkan Tong Qian Jin.

- Terima kasih, Tuan Muda Wei. - Selamat tinggal

Karena aku masih bersama Sekte Wudang,

tolong jangan membocorkan apa yang baru aku ceritakan tadi.

Tentu saja.

Selain itu pria bertopeng di Kuil Xichan hari itu...

adalah Gao Jin Zhong, murid senior paman guru Alis Putih,

dan ketiga juniornya bermarga Yuan.

Aku bahkan belum pernah melihat mereka.

Aku hanya tahu ilmu bela diri Gao Jin Zhong sangat tinggi.

Yuan bersaudara semuanya berlatih Tinju Monyet.

Konon sebagai cara untuk melawan tinju bunga mu, hati-hati saat bertemu dengan mereka.

Tak usah mencegahnya, biarkan teman ini pergi.

Senior Hu, kenapa kau membiarkan dia pergi?

Tentu saja aku punya alasan untuk melepaskannya.

Sungguh? Oke, oke...

Main lagi, cepat...

Sobat Tong, aku datang untuk menyelamatkanmu. Jangan bersuara.

Kau...

- Kau bukan dari Sektu Wudang? - Sobat, aku dari Sektu Wudang,

tapi...

Susah untuk dijelaskan saat ini.

Namaku Wei Xing Hong.

Tanyakan saja pada Hu Hui Qian, dan kau akan mengerti.

Sobat Wei...

Jangan banyak cakap lagi. Setiap saat akan ada yang datang, cepat pergi.

Kakiku mati rasa, tapi tidak apa.

Siapa?

Ini aku.

Xiao Hong, apa kabar?

Sedang apa kau tadi?

- Aku sedang tidur. - Masih mau bantah. Kau tidak mempedulikanku...

sejak datang kecuali hanya tidur.

Aku pergi ke tempat Paman Guru Alis Putih,

lalu aku bergegas kembali pulang. Itu sebabnya aku jadi lelah.

Baiklah kalau begitu kau tidur lagi, aku pergi.

Jangan pergi dulu.

Bukankah kau bilang lelah ingin tidur?

- Sekarang mau apa? - Tidak mau apa-apa.

Aku sudah cukup tidur, jadi kenapa tidak ngobrol saja?

Ayo, minum teh.

SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU

Senior Hu, kau bilang Tong Qian Jin adalah seorang pahlawan.

Tapi menurutku dia sentimentil.

Apa masalahnya istrinya meninggal?

Entah berapa banyak orang yang meninggal di bawah pemerintahan Manchu.

Ayah kakak senior Hu.

Ibumu sendiri.

Kakak dan adik seperguruan dari Shaolin.

Ada berapa banyak yang layak untuk disedihkan.

Hidung!

Telinga!

Sekali lagi.

Dahi!

Dagu!

Kau kalah lagi.

Untung hanya teh, kalau ini benar-benar arak...

- aku sudah dibuat mabuk olehmu. - Ayo lagi.

Hidung!

- Seseorang menyelamatkan Tong Qian Jin. - Pasti ditolong orang dari Sekte Shaolin.

MAKAM PENDEKAR WANITA JIN BI ER

MAKAM PENDEKAR JIN TAI LAI

MAKAM GURU SAN DE

Kau... kau kenal mereka?

Tidak kenal.

Lalu kau...

Aku kebetulan lewat.

Melihat saudara berdiri lama dan tampak sedih.

Ada tulisan pendekar wanita di batu nisan.

Pasti seseorang yang dekat dengan saudara.

Maka aku berani mempersembahkan minuman kepada mereka yang ada di dalam kubur.

Tuan kami mempersembahkan minuman kepadamu.

Kami akan melakukan hal yang sama.

Kalian tuan dan pelayan-pelayan sangat baik.

Bolehkah aku tahu nama tuan?

Namaku Gao Xiu Wen.

Boleh bertanya nama tuan pendekar?

Namaku Tong Qian Jin.

Pendekar Tong, hari ini kita bertemu secara kebetulan.

Bagaimana kalau kita ke pendopo dan minum bersama?

Adik Tong!

Kau sudah datang sendirian dulu ke sini.

Kami semua telah mempersiapkan persembahan dan berkumpul untuk memberi penghormatan.

Jangan bersedih sendirian.

Aku tidak sendirian.

Di sini ada Tuan Gao yang merupakan teman baik.

Mari aku perkenalkan kalian semua.

Tuan Gao.

Hu Hui Qian.

Li Jin Lun.

Li Ya Song.

Xie Ya Fu.

Kakak beradik Fang Xiao Yu...

dan Fang Mei Yu.

Mereka semua adalah senior dan juniorku.

- Tuan Gao. - Tuan Gao.

Sungguh menyenangkan melihat begitu banyak pahlawan hari ini.

Senior Tong.

Pelayan Tuan Gao punya potensi untuk belajar seni bela diri.

Belajar seni bela diri? Seni bela diri apa?

Tinju Monyet.

Adik ke-2, adik ke-3, hati-hati melayani, jangan nakal.

Tuan Gao, mohon maaf atas apa yang akan saya katakan.

Semua pelayanmu bertingkah seperti monyet.

Ini sangat aneh.

Kalau begitu aku akan menjadi pemimpin monyet?

Monyet-monyet kecil, jangan diam saja.

- Cepat bawa arak dan buahnya ke mari. - Ya.

Kalian para pahlawan pemberani,

Orang yang ada di dalam makam ini pastilah seorang pahlawan atau pendekar wanita.

Aku cukup beruntung bisa bertemu denganmu di sini.

Aku juga harus ikut memberi penghormatan.

Aku tidak berani terima.

- Semuanya silakan. - Silakan.

Mari kita semua duduk di lantai, minum arak dan buah. Silakan.

Melihat penampilan lembut Tuan Gao dengan banyak pelayannya.

Peralatan makan semuanya mewah.

Pasti Tuan Muda dari keluarga terhormat.

Sama sekali tidak.

Aku mengembara ke banyak negeri,

di mana aku merasa sedih...

dengan apa yang terjadi di negara kita.

Tolong jangan tertawakan kebodohanku.

Mari.

Mari.

- Mari. - Mari.

Xiao Hong.

Tahukah kau kenapa paman memukul keempat murid itu?

Karena mereka berjudi semalam,

tidak menjaga Tong Qian Jin dengan baik.

Aku pinjam belati yang kau punya.

Baik.

Tak perlu mencarinya, ada padaku.

Aku tak tahu kapan menjatuhkannya.

Dimana kau menemukannya?

Mereka berempat dipukul tanpa bersalah.

Kaulah yang melepaskan Tong Qian Jin.

Belati ini...

ada di kamar tempat Tong Qian Jin ditahan.

Aku tidak memberitahu paman.

Jika dia tahu, akan aneh jika dia tidak mengulitimu.

Aku tidak takut, tapi aku berhutang budi pada Guru.

Kalau tahu berhutang budi pada Guru,

kenapa kau masih melakukan hal itu?

Aku selalu merasa bahwa kita semua adalah bangsa Han.

Sekte Wudang seharusnya tidak membantu pemerintah Qing...

untuk menyingkirkan loyalis Ming.

Aku juga telah menasihati Guru berkali-kali.

Tapi yang kudapatkan hanyalah omelan.

Guru bilang bahwa Sekte Shaolin selalu lebih unggul dari sekte Wudang.

Hanya dengan cara ini kita bisa mendapatkan...

perhatian pemerintah dan menekan sekte Shaolin.

Itu demi egoisme Sekte saja tanpa menghiraukan kepentingan rakyat.

Guru juga bilang pemerintahan Qing telah menyatukan seluruh negeri,

melawan Dinasti Qing hanyalah penghancuran diri sendiri.

Bagaimanapun, aku tidak mengerti hal-hal ini.

Mendengarkan kata-kata Guru pasti tidak salah.

Kau dibesarkan oleh Guru sejak kecil.

Seharusnya kau lebih mendengarkan Guru daripada kami.

Kebaikan hati Guru yang mengasuhku sungguh mendalam.

Tapi bagaimana dengan orang tua yang melahirkanku?

Pemerintahan Qing membunuh ayahku.

Jadi aku harus membalas dendam.

Kau tahu dendam ayahmu harus dibalas.

Tong Qian Jin pembunuh ayahku. Kenapa kau melepaskan dia?

- Kau mau ke mana? - Aku akan kembali ke Wudang,

mendengarkan apa yang akan Guru katakan.

Er Huan kenapa pergi?

- Kami bertengkar. - Tidak berguna.

Kalian berdua masih seperti anak kecil.

Saudara Gao, apa yang kau lakukan?

Aku cukup beruntung bisa berteman dengan kalian.

Aku meminta pelayanku untuk menyiapkan makanan dan minuman.

Untuk sedikit berbagi dengan kalian.

Kami sudah dijamu beberapa hari yang lalu.

Hari ini saudara Gao berkunjung, seharusnya kami yang menjamumu.

Jadi kami sungguh tidak bisa menerima hal ini.

Kalian semua adalah pahlawan.

Kenapa masih ada pandangan duniawi?

- Ini... - Lupakan.

Biarkan dia, karena dia sudah menyiapkan semuanya.

Terima kasih, Saudara Qian Jin.

Ayo kita minum dulu.

Aku juga menyiapkan hadiah, mohon menerimanya

- Ini lebih-lebih tidak bisa menerimanya. - Hadiah tidak seberapa, mari lihat dulu.

Bawa kemari barangnya.

Aku hitung hari itu, ada tujuh dari kalian semua.

Pedang ini juga berjumlah tujuh.

Ini benar-benar tidak bisa diterima.

Pedang diberikan untuk pejuang. Malam ini aku akan melihat ilmu pedang.

Aku beruntung bisa berteman dengan para pejuang.

Aku sungguh sangat senang.

Wawasanku benar-benar terbuka hari ini.

Aku khawatir ini tak ada apa-apanya.

Menurutku ini luar biasa, sayang sekali aku tidak mengerti seni bela diri.

Celaka...

- Ada apa? - Ada pasukan tentara.

Serang!

Tuan Gao.

- Kalian mau apa di sini? - Aku mendapat perintah Jenderal...

untuk menangkap sisa anggota Shaolin dari kuil Xichan.

Mereka semua adalah temanku.

Kami semua sedang minum dan mendiskusikan ilmu pedang.

- Mana ada sisa anggota Shaolin? - Aku percaya apa yang dikatakan Tuan Gao.

Tapi bagaimana aku menjelaskannya kepada Jenderal?

Berikan kartu namaku pada Jenderal.

Katakan semuanya menjadi tanggung jawabku.

- Siap. - Siap.

Jalan!

Saudara Gao, terima kasih telah membantu kami.

Tuan Gao, kau...

Saudara Hu, mohon jangan khawatir.

Aku hanya mengandalkan kekayaan keluarga,

dan kami berkontribusi banyak kepada pemerintah,

jadi mereka memberi muka padaku.

Sebenarnya aku punya tujuan lain melakukan ini.

Mohon beri petunjuk...

Aku tahu kalian semua,

seperti yang baru saja dikatakan petugas,

adalah pahlawan dari Sekte Shaolin.

Aku membaca buku-buku bijak dan memahami perbedaan rasial.

Pemerintah Qing menduduki Tiongkok.

Tak ada seorang pun dari kita yang mau diperintah oleh orang barbar.

Oleh karena itu, aku selalu mempunyai ambisi...

untuk membantu tanpa melebih-lebihkan kemampuan diri sendiri.

Tak disangka Saudara Gao juga merupakan kelompok yang sama.

Ini luar biasa.

Sekte Shaolin bertujuan untuk melawan Dinasti Qing dan memulihkan Dinasti Ming.

Aku sudah lama mengaguminya.

Oleh karena itu, aku merasa cocok dan dengan tulus berteman dengan kalian.

Adapun berteman dengan orang-orang di pemerintahan,

itu hanya untuk menutup-nutupi saja.

Tampaknya Saudara Gao adalah orang yang bijaksana.

Aku tak berani menerimanya.

Meskipun sementara malam ini kita dapat membohongi mereka,

para pejabat akan curiga juga.

Menurutku, rumah ini tidak dapat ditempati lagi.

Aku punya tempat yang luas dan tersembunyi.

Tempat yang tepat untuk kalian menetap.

Jika ingin merencanakan sesuatu yang besar, tak akan terwujud dalam waktu semalam.

Harus punya tempat berkumpulnya para pejuang...

dalam menyusun strategi untuk mencapai hal-hal besar.

Aku ingin mengajak saudara Qian Jin...

untuk pergi melihat-lihat tempat itu besok.

Nanti kalian tetapkan harinya untuk pindah ke sana.

Baik.

Siapa?

Mundur!

Ini adalah 3 bersaudara Yuan. Mohon maafkan mereka.

3 kakak senior juga ingin bercanda dengan aku?

Semuanya berhenti.

Anda pasti Gao Jin Zhong, kakak senior Gao.

Aku benar Gao Jin Zhong.

- Adik junior ini... - Adik bernama Wei Xing Hong.

Junior Wei, guru pernah memberitahuku,

kau adalah murid kebanggaan Paman Feng.

- Keahlianmu memang mengesankan. - Kakak terlalu memuji.

3 bersaudara Yuan-lah yang menunjukkan belas kasihan.

Oh! Kakak senior Gao dan 3 bersaudara Yuan telah tiba.

Ini kakak seniorku, Li Ba Shan.

Kakak Senior Li, aku sudah lama mengagumimu.

Aku tidak berani. Kakak-kakak Senior silakan duduk di dalam.

Silakan.

Silakan.

Silakan.

Silakan duduk.

Paman Guru Alis Putih dan guruku telah memberi perintah...

untuk senior Gao yang mengatur dan...

kami semuanya mendengar perintahmu.

Tidak berani menerima.

Jangan sungkan dengan orang sendiri.

Dalam beberapa hari terakhir, aku menjadi sangat akrab dengan kekuatan musuh.

Tadi aku sengaja membiarkan adik-adik junior Yuan...

menguji keterampilan seni bela diri orang kita sendiri.

Mohon kakak senior Li jangan kaget.

Sudah seharusnya kita mengetahui kemampuan sendiri dan musuh kita.

Aku mau terus terang,

Kungfu adik junior Wei bagus.

Tapi kalau dilihat secara keseluruhan, meski jumlah kita banyak...

tapi mereka masih mempunyai keunggulan.

Pemimpin mereka adalah Hu Hui Qian dan Tong Qian Jin.

Masih ada sekitar lima pesilat yang bagus.

Di pihak kita ke-3 junior Yuan bekerja sama bisa menghadapi Hu Hui Qian.

Tapi tidak bisa menghadapi yang lain.

Kakak Senior Li, adik Wei dan aku...

menghadapi Tong Qian Jin dan yang lainnya.

Kita pasti akan menang,

tapi tidak yakin bisa membunuh mereka semua.

Aku terakhir kali membuat kesalahan saat di Kuil Xichan.

Akibatnya, beberapa di antara mereka berhasil melarikan diri.

Senior Gao, kau benar.

Aku sekarang sudah menyiapkan jebakan...

untuk menarik Tong Qian Jin masuk perangkap.

Asal kita singkirkan orang ini dulu,

sisanya biar kami bertiga bekerja sama.

Dipastikan tak akan ada seorang pun yang bisa lolos.

Besok aku akan memancing Tong Qian Jin pergi dulu dan akan membunuhnya.

- Junior Wei kau menyusul kemudian untuk membantu. - Baik.

Kakak Senior Li memimpin semua murid untuk mengepung...

dan memusnahkan kelompok pemberontak Shaolin ini.

Oke, kita bertindak sesuai instruksi Kakak Senior Gao.

Menurutmu bagaimana Tuan Gao ini?

- Dia orang baik. - Orang baik seperti apa?

Orang terpelajar yang memahami kebenaran dan suka berteman.

Kau tak merasa baiknya terlalu kebetulan?

Kau bicara apa?

Seorang terpelajar yang tidak mengerti seni bela diri.

Tapi dia suka berteman dengan orang dunia persilatan seperti kita.

Dia tidak hanya murah hati,

juga penentang Dinasti Qing.

- Semuanya cocok dengan selera dan tujuan kita. - Lalu kenapa?

Kau ini aneh, orang bersikap baik malahan salah.

Aku pikir kau harus lebih berhati-hati besok.

Semuanya mohon sampai di sini.

Saudara Hu.

Aku dan saudara Qian Jin setelah melihat tempat itu...

- akan datang mengundang kalian. - Terima kasih, saudara Gao.

Qian Jin, harap lebih berhati-hati di sana.

Aku tahu, kau jangan terlalu cerewet.

- Silakan. - Jalan.

Senior Hu.

Menurutmu bagaimana Tuan Gao ini?

Sulit untuk mengatakannya.

Aku sudah memberitahu Tong Qian Jin untuk berhati-hati.

Terlalu banyak prasangka.

- Oh kau! - Aku mencari Hu Hui Qian...

dan Tong Qian Jin.

Kenapa kau langsung masuk tanpa bertanya dulu apakah mereka ada?

Jangan buang waktu, aku ada hal mendesak mencari mereka.

Kau ingin menerobos.

Kau harus melewatiku dulu, Li Ya Song.

Apakah ada orang dari sekte Shaolin yang bisa mengerti?

Kau murid Wudang mau apa ke mari?

Apakah masih ada orang dari sekte Shaolin?

Senior Hu ke mari, orang Wudang ini ingin menimbulkan masalah.

Cepat tangkap dia.

Ya Song, berhenti.

Tuan Gao itu adalah Gao Jin Zhong.

Pelayannya adalah Yuan bersaudara.

Mereka ingin berkomplot melawan Tong Qian Jin.

Sekarang kemana dianya?

Celaka! Tong Qian Jin sudah pergi bersama mereka.

Bisakah kita mempercayai murid Wudang ini?

Kau tak tahu Tuan Wei ini, dialah yang menolong Tong Qian Jin.

Dia sama seperti kita,

juga penentang Dinasti Qing dan pemulihan Dinasti Ming.

Gao Jin Zhong terampil dalam perencanaan, dan ilmu bela dirinya tinggi.

Ikut denganku untuk menolongnya.

- Aku tahu kemana mereka pergi. - Cepat!

- Semua ambil senjatanya. - Ya.

Kita pergi sekarang atau akan terlambat.

Jalan.

Saudara Tong, perjalanannya masih jauh dari sini.

Aku ingin istirahat sebentar baru jalan lagi.

Di sini ada kedai teh.

Aku sebelumnya sudah memesan orang rumah untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk kita.

Kita pinjam kedai teh ini untuk makan dan minum sebelum berangkat.

- Baik, kau sudah memikirkan sebelumnya. - Silakan.

KEDAI TEH

Tidak ada seorang pun!

- Tidak ada. - Tidak ada...

Aku khawatir penyamaran Senior Gao telah terbongkar.

Kita cepat bantu dia. Jalan!

Bersulang.

Saudara Tong, namamu Qian Jin (1.000 pon).

Tapi apakah kau punya kekuatan sebesar itu?

Saat pertama kali memilih nama itu bukan itu maksudnya.

Namun untuk saat ini, kekuatan 1.000 pon mungkin belum sampai.

Saudara Gao, kau kelihatannya tidak percaya.

Kau lihat, untuk mencabut pohon itu apakah diperlukan tenaga 1.000 pon?

Setidaknya perlu tenaga ribuan pon.

Baik, aku akan cabut pohon itu dan tunjukkan padamu.

Perhatikan baik-baik.

Saudara Tong, hati-hati, jangan menggunakan terlalu banyak tenaga.

Dalam novel Water Margin, Lu Zhi Shen mencabut pohon willow...

hanyalah karangan seorang novelis.

Dia punya tenaga yang besar.

Kakak Senior Gao.

Adik Wei, apakah Kakak Senior Li membawa orang-orangnya ke mari?

Kakak Senior Gao telah mengendalikan Tong Qian Jin.

Aku ambil kesempatan ketika dia mengumpulkan tenaga untuk mencabut pohon itu,

dengan memakai 3 jarum unik aku tembus tiga titik utama di punggungnya.

Hebat, Kakak Senior Li dan orang-orangnya akan segera tiba di sini.

Tapi tidak tahu kenapa aku baru melihat...

Hu Hui Qian dan kelompoknya bergegas ke mari.

Apakah mereka sudah curiga terhadap Kakak Senior Gao?

Tidak apa-apa.

Sekarang aku dengan satu tangan...

bisa mengambil nyawa Tong Qian Jin.

Bunuh dia dulu, baru hadapi Hu Hui Qian.

Dengan kungfu kakak senior Gao dan tiga kakak senior Yuan,

sudah pasti menang menghadapi kelompok pemberontak Shaolin ini.

Tapi bisa menghemat tenaga lebih baik.

Maksudku serahkan Tong Qian Jin kepadaku.

Dengan menyandera dia, Hu Hui Qian dan anak buahnya tak akan berani melawan.

Jika mereka tidak mendengarkan, kita bunuh Tong Qian Jin di depan mereka.

Setidaknya itu bisa mengalihkan pikiran mereka.

Tidak menyangka adik Wei sangat licik meskipun masih muda.

Kalian bawakan senjata ke mari,

dan bawa Tong Qian Jin ke kedai teh.

- Pergi! - Pergi!

Beri aku golok dan kalian ke tempat kakak senior Gao sana.

Saudara Tong, kau kena serangan gelap Gao Jin Zhong.

Ketiga jarum unik ini telah menembus ke dalam titik akupunktur.

Ini hanya bisa dikeluarkan dengan besi magnet.

Untung saja saat aku turun gunung,

Guru memberiku sebuah lempengan Perintah Besi Hitam Wudang...

yang terbuat dari magnet.

Kau tahan sebentar, aku akan menyelamatkanmu.

Hu Hui Qian.

Sepertinya kau sudah tahu siapa aku.

Sekarang letakkan senjata kalian dan menyerah.

Kalau tidak, jika aku beri perintah,

maka kepala Tong Qian Jin akan langsung jatuh ke tanah.

Tong Qian Jin buta tidak bisa membedakan siapa kawan dan siapa lawan.

Matipun tidak masalah. Gao Jin Zhong, perintahkan saja.

Tapi menurutku kepala Tong Qian Jin sangat kokoh.

Aku khawatir kau tidak bisa membunuhnya.

Adik Wei, laksanakan.

Gao Jin Zhong, aku minta maaf.

Tong Qian Jin adalah teman baikku.

Tahukah kau bagaimana Hu Hui Qian mengetahui kau adalah Gao Jin Zhong?

- Aku yang memberitahunya. - Wei Xing Hong, kau memberontak?

Memberontak? Betul. Aku memberontak melawan Dinasti Qing.

Kalian bertiga hadapi Hu Hui Qian.

Aku akan menangkap Wei Xing Hong.

Hadang Gao Jin Zhong, jangan biarkan dia ke sana.

Saudara Hu, hati-hati, ketiganya adalah petinju monyet.

Sekarang mereka menggunakan tongkat monyet.

Saudara Tong, kau tahan sebentar. Aku akan mencabut jarumnya sekarang.

PERINTAH

Saudara Tong, kau terluka oleh 3 jarum unik di tiga titik akupunktur utama.

Meskipun jarumnya telah dicabut, untuk sementara kau tak dapat menggunakan tenagamu.

Kalau tidak, nyawamu bisa dalam bahaya.

Mereka bukan tandingan Gao Jin Zhong.

Hari ini meskipun aku harus mati namun aku harus membunuh pengkhianat ini.

Tong Qian Jin!

Wei Xing Hong, kau sudah gila?

Kenapa kau malah membantu sekte Shaolin?

Sekte Wudang tidak boleh membunuh patriot anti-Qing.

Pengkhianat, kau mengkhianati perguruan, sudah bosan hidup?

Senior Li, meski kau masuk lebih awal di sekte ini,

untuk kungfu, yang aku pelajari dari guru lebih banyak dari-mu.

Aku mengalah padamu demi Xiao Huan, jangan memaksaku.

Kakak Senior Li, kau terus memaksaku, maafkan aku.

Sudah cukup.

Hati-hati!

Xiao Hong!

Ayahku sudah meninggal,

dan aku hanya punya paman sebagai kerabat.

Kau membunuhnya.

Xiao Hong, kau dulu sangat baik padaku.

Ayahku sudah meninggal dan kau tidak membalaskan dendamnya.

Sebaliknya, berulang kali menyelamatkan musuhnya.

Hari ini kau membunuh pamanku.

Aku benar-benar tidak mengerti kenapa.

Guru telah membesarkanmu sejak kecil.

Kita bermain bersama sejak kecil.

Kali ini aku kembali ke Wudang, Guru memberi aku Tanda Perintah...

untuk memintamu pulang.

Tapi sekarang kau telah membunuh kakak senior dan mengkhianati perguruan.

Bagaimana kau bisa pulang bersamaku untuk menemui Guru?

Demi Sekte Shaolin,

yang tidak ada hubungannya denganmu,

kau tidak menginginkan apapun, baik Guru maupun aku.

Membunuh kakak seniormu, kerabatku.

Apa sebenarnya yang kau pikirkan?

Orang seperti apakah kau sebenarnya?

Xiao Hong.

Xiao Hong!

Kau telah terluka oleh tiga jarum unikku.

Belum tahu apakah masih bisa hidup?

Kaulah yang mati lebih dulu!

Diterjemahkan oleh Yoe Riadi Jakarta, 05 April 2024

T A M A T

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.