All language subtitles for The.Glass.House.2001.720p1080p.BluRay.x264.AAC-[YTS.MX]-Indonesian

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Tolong!

4 MIMPI BURUK MALAM PROM

Filmnya membuat aku ketakutan setengah mati.

Dia bukan Meryl Streep.

Siapa Meryl Streep?

Zoe, dia Katie Holmes bagi orang tua kita.

Jadi, ke mana kita selanjutnya?

- Aku harus pulang. - Tidak.

Turunkan aku dekat rumah.

Aku tak mau orang tuaku tahu. Mereka pikir aku tidur.

Kalian tidur tepat waktu?

- Aku tidur pukul 10.00. - Pukul 09.00, Rhett cepat tertidur.

- Siapa yang antar anak-anak? - Aku.

Nicki menjual kopi di sekolah, aku janji membantunya.

Aku tahu ini jelek.

Jangan bilang "jelek", tapi "tak memuaskan" atau "kurang".

Aku tak butuh bekal. Aku bisa jajan bersama Tash.

Makan piza tiga hari beruntun? Kurasa tidak.

Itu sangat bagus.

Proporsinya sangat pas.

Tapi apa kau menggambar yang kau lihat?

Hal termudah justru yang tersulit. Melihat apa yang ada di hadapanmu.

Jadi, ke mana kita nanti malam?

Aku dihukum. Aku kepergok orang tuaku saat menyelinap pulang semalam.

- Astaga, bagaimana bisa? - Ayahku memasang detektor gerak.

Sepertinya orang tua terlalu mencemaskan kita di usia tua mereka.

Aku masih dipercaya.

Indah sekali.

Ya, ini 20 tahun yang bisa dibilang lumayan.

Bagiku, lebih baik dari 20 tahunku tanpamu.

Untuk 20 tahun pernikahan kita.

Dan untuk anak-anak kita, aman di rumah.

Keren, kau mengecoh mereka!

Laki-laki pengendara Mustang, pula!

- Hebat. Kita mendorong persaudaraan kita. - Bukan hanya dorongan itu yang kau tahu.

Sindiran.

- Apa pesta akhir pekan ini? - Full Moon Underground.

Aku dengar di San Bernardino. Mungkin hari Sabtu.

Aku akan bilang aku menginap di rumahmu, Tash.

Apa? Aku heran tipuan lamamu itu masih manjur.

Aku bisa bilang apa? Orang tuaku sangat polos.

Aku akan bawa tongkat pendar jika ada yang bayar bensin.

- Ide hebat. - Usaha bagus, Nak.

Istirahatlah. Akhir pekan ini akan luar biasa.

- Sampai jumpa, Tasha. - Selamat tidur nyenyak!

Baiklah.

Mereka melaporkanku ke polisi.

Halo!

Halo!

Maaf aku pulang larut.

Ruby Baker?

Ya, Aku Ruby.

Lalu...

Jangan hiraukan mereka, aku tidak hilang. Aku hanya pergi.

Orang tuamu kecelakaan mobil.

Mereka baik saja?

Ruby, sebaiknya kau duduk, Sayang.

Mereka baik saja?

Rekanku akan membantumu duduk.

- Ruby. - Aku bisa duduk sendiri.

- Aku paham. - Mereka baik saja?

- Tenang. - Kenapa tak jawab?

Kami di sini untuk membantu. Kau akan baik saja.

Tenanglah.

Ruby?

Ruby? Kau akan baik saja.

- Periksa denyutnya. - Bisa dengar aku, Ruby?

"Mereka seperti mimpi.

Di waktu pagi, seperti rumput yang bertumbuh.

Di waktu pagi, berkembang dan bertumbuh.

Di waktu petang, lisut dan layu.

Sungguh kami lenyap karena murka-Mu dan kehangatan murka-Mu mengejutkan kami.

Kau menaruh kesalahan kami di hadapan-Mu

dosa tersembunyi kami di dalam cahaya wajah-Mu.

Sungguh, segala hari kami berlalu karena gemas-Mu.

Kami habiskan tahun-tahun kami seperti keluh.

Ajarilah kami menghitung hari-hari kami

sehingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Mungkin Rhett Baker ingin maju dan mengatakan sesuatu. Rhett?

kAku hanya...

Aku hanya ingin bilang...

Aku...

Aku hanya...

Tak apa-apa.

Aku tak kerja dengan Dave dan Grace atau bertemu mereka tiap hari, tapi...

Aku sudah kenal mereka 10 tahun.

Aku yakin jika mereka dengar ini...

Grace...

pasti akan tertawa geli.

Kalian tahu itu.

Dave akan menggumamkan kata-kata yang disensor.

Mereka hanya ingin dikenang sebagai orang biasa.

Memang seperti itulah mereka.

Hanya orang biasa.

Tapi mereka tetap hidup

melalui anak-anak mereka dan di hati kita semua.

Ruby?

Kau ingat aku?

Aku Paman Jack, adik ibumu.

Aku akan tunggu di mobil.

Aku hanya mau bilang, jika kau butuh sesuatu

apa pun yang bisa kulakukan.

Bukan hanya beberapa minggu atau bulan ke depan, tapi kapan pun.

Bagaimana bisa kita tak pernah bertemu selama, entahlah, 10 tahun?

Kau pernah bertemu adikku, Rhett?

Tentu pernah.

Kita sudah lama tak jumpa, tapi...

Pertama, aku tinggal cukup jauh. Chicago.

Lalu, bagaimana kau bantu kami?

Entahlah. Ada telepon. Ada surel.

Kau dan ibuku tak pernah bersurat.

Benar.

Ruby, saat saudara semakin tua, mereka kadang berpisah.

- Kau dan Rhett dekat sekarang. - Tidak.

Selain DNA, kami tak punya kesamaan.

Aku pun dulu merasa begitu pada ibumu. Itu salah.

Aku dulu berpikir jika tidak sibuk

aku akan cuti sebulan, berkunjung

untuk mengenalmu, adikmu, serta Grace lagi.

Senang berjumpa lagi. Maaf hal itu tak berjalan lancar.

- Aku telepon kau nanti. - Baik.

Ruby?

Hai.

- Aku Alvin Begleiter. - Hai.

Aku turut berduka.

Dahulu aku pengacara harta orang tuamu.

Aku bantu mereka membuat wasiat.

Apa yang ingin mereka lakukan dengan uang mereka dan sebagainya.

Sebenarnya, urusan terpenting saat ini adalah siapa yang akan mengurus kalian.

Kau dan Rhett.

Kurasa kau kenal keluarga Glass?

Mereka tetangga sebelahku. Aku sudah kenal lama.

Bagus, karena aku tahu orang tuamu

memilih mereka setelah mempertimbangkan matang-matang.

Ada hal lain.

Orang tuamu sangat hemat.

Dengan jatah warisan ibumu

asuransi jiwa ayahmu...

Itu sudah lebih dari cukup untukmu dan Rhett seumur hidup.

Maka, kau jelas tak kenal Rhett.

Itu bagus. Aku suka itu.

Aku beri kartu namaku. Kuharap tak ada kendala.

Tapi jika ada urusan, masalah...

Aku pengacara harta, tapi aku juga pengacara kepercayaan.

Dan aku ingin menjadi seseorang yang bisa kau percaya.

- Hubungi aku, ya? - Baiklah.

Tn. Glass.

- Ruby. - Terima kasih.

Ibu dan ayahku pasti sangat menyukai pidatomu.

- Mereka pasti suka. - Kemarilah.

Bagus.

Kita akan melalui ini.

Kita akan melaluinya bersama.

Ruby.

Kami akan merawatmu.

DIJUAL

Hei!

Kalian siap untuk Malibu?

Itu perubahan besar. Jujur saja.

- Tapi bukan tempat terburuk juga. - Keren! Ini mobilmu?

- Kau sudah masuk? - Mobil perusahaan. Kupinjam hari ini.

Keren!

Tempat ini besar sekali!

Rubes, lihat pemandangan ini.

Ya, cukup indah.

- Keren! Meteorit! - Itu benda seni, Rhett.

Terry, ajak mereka keliling. Aku akan pesan makan malam.

Ayo kita keliling.

Jadi, kamar utama.

Tempat olahraga.

- Teater rumah. - Keren.

- Tak perlu keluar rumah lagi. - Andai begitu.

Ini Vicky. Dia datang hampir setiap hari.

- Halo, Nak. - Halo.

Halo.

Ini kamar kalian.

Untuk sementara, tentu saja.

Bereskan barang kalian, adaptasi, dan kita bertemu di ruang makan.

Kita satu kamar?

Jika kau mengintipku ganti baju sebelum tidur, kuhajar kau.

Kita ada calamari, risotto, dan jamur portobello.

Dan salad sayur dengan sayur Swiss.

- Kau punya Garfield? - Apa itu?

- Makanan kaleng tak sehat. - Tapi, kenapa kau makan?

Ayo, Anak-anak. Cicipi calamari-nya.

Itu cumi-cumi?

- Sayang, malam ini... - Aku akan telepon Domino's.

Terima kasih.

Bisakah kau menghadap tembok?

Kau Penyihir Blair?

Lebih buruk dari itu. Bisakah kau hadap tembok saja?

Matikan senter itu!

Sayang, hanya ada sekolah negeri.

Percayalah, tak akan ada geng anak nakal.

Aku tak takut tertembak mati.

- Ruby, kau anak baik... - Ini bukan soal baik atau tidak.

- Ini soal menjadi... - Murid baru?

Di tengah tahun ajaran.

Ada pepatah yang kami ajarkan pada pasien di Bangsal Perawatan.

"Ini pun akan berlalu."

Ini pun akan berlalu.

Hai.

Silakan duduk di belakang.

Kita ada murid baru.

Mau perkenalkan diri, Nn. Baker?

Kau baru perkenalkan.

Hai.

Aku Ruby Baker.

Aku dulu sekolah di Shady Lane. Di daerah Valley.

Itu bukan pilihanku. Kesialanku lahir di sana.

Kenapa pindah ke sini?

Itu kesialan yang lain.

Mari kita buat Ruby merasa nyaman.

Terima kasih tumpangannya, Vick.

Asyik!

Aku tak bisa percaya. Tak bisa percaya!

Sama. Satu saja sudah berisik dan meresahkan.

Bukan. Kau tak bisa main Pokemon Snap di PlayStation.

Tapi kau bisa main Ape Escape. Tapi tidak bisa di N-64.

Ibu dan ayah pasti marah.

Jangan bahas mereka.

RUBY - PAKAIAN BARU UNTUK AWAL YANG BARU! ERIN

Tak satu gadis pun mewarnai rambutnya.

Laki-lakinya berselancar dan berenang seharian.

Kebiasaan berjemur di bawah matahari yang aneh.

Kedengarannya cukup seksi.

Jadi, aku seharian ini memeriksa penyeranta-ku

aku pikir kau akan menelepon, ternyata tidak.

Aku berniat saat makan siang, tapi ponsel dilarang di sekolah.

Dan anak-anak itu tak peduli.

Mereka tak menyadari kehilangan kebebasan warga negara.

Mungkin terlalu sering terpapar UV. Seakan teler permanen.

Ruby?

Aku beli macam-macam makanan.

Pasta dingin, salad.

Ruby, menurutku akan lebih baik jika kau perbaiki sikapmu.

Aku tak keberatan dengan makanan bungkus. Aku tahu kalian sibuk.

Itu juga bukan dari Wendy's.

Maksudku sikapmu pada sekolah barumu.

Sikapku?

Aku mendengar obrolanmu.

Kau menguping teleponku?

Tidak, aku memang mau menelepon ke luar, tapi bukan itu intinya.

Intinya, kau harus membuat anak-anak itu menyukaimu.

Kalau tidak, kau akan mengisolasi, menyabotase dirimu sendiri.

Kau akan kesulitan.

Baik, aku paham.

Aku belajar sesuatu.

Ruby?

Ruby...

- Bangun. - Aku bangun.

- Bangun. - Ibu?

Ibu?

Astaga, kau menakutkanku.

Aku dengar suara-suara. Aku pikir pencuri atau anjing.

Aku belum terbiasa punya anak di rumah.

Ayo.

Terima kasih.

Kau pasti kedinginan.

Jangan berenang pukul 03.00 pagi lagi, ya?

Dengan kaca sebanyak ini, semua terdengar.

Aku akan memasang alarm malam.

Kau ikut?

Meski mengemudi mabuk di kalangan remaja California

semakin berkurang, kita tak boleh berpuas.

Seperti yang ditunjukkan gambar ini

alkohol tetap jadi masalah nomor satu di kalangan pemuda saat ini.

Tahun ini, lebih dari 20 persen pengemudi remaja...

Jadi, bagaimana hari pertamamu di kelas mengemudi?

Lumayan.

Mereka masih menayangkan film mengerikan?

Sayang, itu masa kelam.

Pasti mereka sudah punya cara mengajar lebih baik. Bukan begitu?

Boleh aku permisi?

Pengaman anak-anak yang menyebalkan.

Ruby?

Burukkah?

Maksudku kelas mengemudinya?

- Bisa kubayangkan. - Tidak, itu...

- Aku sedang datang bulan. - Oh.

Ikut aku.

Terima kasih.

MORFIN, ATIVAN, VICODIN, DEMEROL

Rekomendasi empat dari lima dokter.

Kram ini akan berlalu.

Akan kumatikan begitu sampai di posisi aman.

Tak apa. Aku tak peduli.

Itu agak menenangkan.

Erin, keluar dari sana!

Apa yang kau lakukan di kamar mandi? Jujur!

- Apa maksud pertanyaanmu? - Jawab!

Aku tak akan menjawabmu! Selamat malam!

- Sedang apa kau? - Bersiap tidur. Aku letih.

Jaga bahasamu. Anak-anak di rumah.

Jangan main-main denganku, Erin.

Kau tahu persis apa maksudku.

Aku terlalu letih menebak maksudmu. Aku muak dengan tuduhanmu.

Letih? Kau menyebutnya itu sekarang?

- Berapa kali aku... - Sudah kulakukan semua...

Kau bilang kau...

Ruby?

- Hai, aku Hannah. - Hai.

Hai.

Menurut rumor kau kena percobaan akademik di sekolah lamamu.

Tanpa basa-basi, ya?

Benar. Lalu aku bercinta dengan ketua himpunan

lalu mereka mencabutnya.

Aku bercanda.

Aku seharusnya di rumah temanku Tasha saat malam minggu

membuat esai tentang Konferensi ALTA, tapi malah ke pesta.

Hari minggunya, aku begitu mabuk lalu mengunduh esai dari internet.

- Rabunya, aku ketahuan. - Hannah!

- Hei! Aku pergi dulu. - Sampai jumpa.

Hei, sedang apa? Itu si murid baru?

Hei, Ruby.

Ada tayang perdana di Westwood, dan perusahaanku antar banyak orang.

Aku harus mampir, memastikan semua lancar. Mau ikut?

Aku ada PR, mungkin tiga jam lagi. Cukup sulit, jadi...

Pas sekali.

Kita akan menonton sampai akhir filmnya, atau langsung ke pesta?

Sebenarnya, lupakan Westwood.

- Para sopirku bisa tangani acara kecil. - Malam, Pak.

Nona ini pai cokelat. Aku Ketel One, pakai es batu.

Baik.

Terima kasih.

Pesta itu pasti akan rusuh. Sebenarnya aku ingin bicara denganmu.

- Ini. - Terima kasih.

Aku ingat saat kalian pindah ke dekat rumah kami, kapan, 11 tahun lalu?

Lucu. Aku melihat perabot yang diangkut masuk.

Erin melihat ada gadis kecil.

Tapi kau kesal.

Kurasa karena pindah jauh.

Kau hanya diam.

Hanya memeluk boneka plastik di dadamu.

Kurasa itu Barbie Malibu. Ramalan akurat, 'kan?

Maksudmu menyedihkan.

Bukan.

- Kurasa kau sudah lama berpaling. - Dari apa?

Dari memeluk boneka plastik.

Kuharap begitu.

Semalam, saat kalian bertengkar...

Bukan karena kami, 'kan?

Bukan.

Suami-istri terkadang suka...

saling membuat kesal, karena mereka bisa.

Itu suatu bentuk keintiman. Bentuk yang lebih rendah, hal sepele.

Ada yang belum kukatakan soal Erin.

Bisa terasa kesepian hidup dengannya.

Tapi itu bebanku, bukan bebanmu.

Jam tidurku sudah lewat, Terry.

Tentu.

Ayo kita pulang.

Terry...

Kau tak memakai sabukmu.

Hei.

Jangan terlalu berisik.

Rhett dan Erin pasti sudah tidur.

Ya?

Hamlet merasa ada yang salah

tepat di hadapannya, yang dia sendiri bisa tangani.

Aku minta dua halaman Jumat depan

tentang apa maksudnya, dan apakah dia berhasil.

BEGLEITER, TEPPER & BRICE PENGACARA

Sebelum orang tuaku...

Pernahkah mereka membahas soal mencari wali lain untuk kami?

Selain keluarga Glass?

Tidak.

Kurasa mereka menginginkannya.

Mereka memberitahumu?

Tidak. Tapi orang tuaku tak terlalu dekat dengan mereka setelah mereka pindah.

Ruby, keluarga Glass bukan orang tuamu.

Mereka tak akan jadi orang tuamu.

- Tapi jika mereka melakukan sesuatu... - Kami sekamar, Rhett dan Aku.

Itu tidak wajar.

Dan malam lalu, aku dan Terry berdua di mobil, dan dia...

Apa? Dia melakukan apa?

Dia memasang sabuk pengamanku.

Tapi caranya mencondongkan badannya, itu tidak... Dan aku merasa...

Aku tahu itu terdengar bodoh, tapi...

Lalu aku masuk, Erin sedang menyuntik badannya.

Aku lihat dia pegang suntikan.

Dia tampak begitu teler.

Ruby.

Cobalah memahami ini.

Kecelakaan itu mengakibatkan

kalian menjadi yatim piatu.

Jadi, jika tak berjalan baik dengan keluarga Glass...

kalian tak ada tempat lain.

Kalian akan ditampung negara.

Aku tak menakut-nakutimu.

Aku hanya memberitahumu fakta kehidupan.

Aku diantar pembantu di separuh perjalanan dari Malibu

lalu menebeng di sisa perjalanan, aku takut sekali.

Tapi aku bertekad, begitu sampai, kau pasti membantu kami.

Saat bertemu, kau bilang aku bisa mempercayaimu.

Baiklah.

Baik.

Aku percaya padamu.

Dan aku tahu harus menghubungi siapa.

Ini tak akan mudah. Aku tak bisa janji akan berhasil.

Tapi aku janji akan memeriksa ini.

Pegang kata-kataku.

Terima kasih.

Saat kita bicara setelah pemakaman...

kau berkata...

warisannya lebih dari cukup.

Berapa banyak tepatnya?

Itu pertanyaan untuk petugas dana perwalian di Bank Federal LA.

Tapi di antara kita...

empat juta dolar.

Jadi, kau tahu, secara finansial kalian sangat aman.

Ya.

Sekarang, pulanglah. Dan lakukan satu hal untukku.

Jangan menebeng.

- Ini yang terakhir, ya? - Ya, Pak.

Alvin Begleiter menelepon.

Aku baru mendapat kunjungan mencemaskan dari Ruby Baker.

Rhett, tinggalkan saja piringmu.

Kerjakan PR-mu.

PR-ku juga banyak.

Jangan pergi dulu.

Apa yang kau lihat semalam tidak seperti yang kau pikirkan.

Erin menderita diabetes.

Aku merahasiakan itu.

Aku tak mau kau dan Rhett khawatir.

Penyakitnya tertangani.

Jadi yang kau lihat semalam

adalah Erin menyuntikkan insulin malamnya.

Pasti mengejutkan melihat itu.

Satu hal lagi.

Terry bilang kau bersikap agak tak nyaman padanya semalam.

Itu membuat kami sedih.

Kami ingin kau mempercayai kami.

Kami butuh kepercayaanmu.

Reaksiku memang berlebihan. Maafkan aku.

Aku belum sepenuhnya terbiasa di sini.

Kita semua begitu.

Kita semua stres.

Boleh aku mengerjakan makalah Hamletku?

Jika butuh bantuan, beri tahu aku.

Itu bagus.

SMA MALIBU BARAT SISWA PENGEMUDI

Bagus. Sekarang, tarik rem tangannya dan keluarlah.

Ruby, giliranmu mengemudi selanjutnya.

Kau boleh lebih menginjak gasnya.

Maaf. Aku pengemudi yang buruk.

Tak ada pengemudi buruk, hanya kurang pengalaman.

Tarik napas, Ruby. Mulailah kemudikan lagi.

Sampai jumpa.

GLASS TRANSIT TBK

Tidak, Tn. Robinson. Maaf. Dia tidak ada.

Dia akan menghubungimu begitu sempat.

Hai.

- Aku Ruby Baker. Aku... - Aku tahu siapa kau, Ruby.

Baiklah.

Aku ikut pulang dengan Terry begitu dia siap.

Dia sedang ada pertemuan sekarang.

Jika mau menunggu, ada ruang santai di belakangku.

Baik, terima kasih.

Glass Transit. Bisa kubantu?

Teknisi servis yang tersedia, harap ke kantor.

- Jadi, ada apa, Terry? - Hal biasa.

Jangan khawatir. Aku bisa menanganinya.

Tn. Glass, soal jadwal pembayaran.

Sudah tenggang, uangnya tak ada.

Soal jadwal pembayaran. Nicole mengalami...

Menurutku itu tak masuk akal.

- Kau yang ajukan jadwalnya. - Aku tahu.

- Aku tidak bohong. Kami harus... - Kalau tidak bohong, apa namanya, Terry?

Optimisme yang naif.

Tapi, optimis adalah sifatku.

Aku yakin pada diriku.

Aku segera menemuimu.

- Steve, pelangganmu menunggu di kantor. - Kata-kataku...

- Mana uang yang kami pinjamkan? - Kalian tak menyimak. Uangnya...

- Selalu ucapkan uangnya ada. - Ya.

Bisa kubantu?

- Mobil siapa ini? - Entah. Tiba-tiba ada di sini.

Tiba-tiba kapan?

Entahlah. Beberapa bulan lalu?

Mobil kami dulu seperti ini.

Kau tak boleh di sini.

Ruby?

Kejadian tadi bukan apa-apa, hanya kendala bisnis.

Aku harap kau tidak panik.

Orang bisa aneh soal uang.

Aku tak bermaksud datang tanpa memberi tahu.

Aku menunggu Vicky, dia tak datang.

Kita terpaksa memecat Vicki. Erin yang seharusnya jemput

- tapi dia sibuk di RS. - Tunggu.

Kau memecat Vicky?

Ya, terpaksa.

Dia mengantarmu tanpa izin kami.

Hanya ke Santa Monica, ke Promenade, untuk menongkrong.

Bagaimana kau tahu dia mengantarku?

Bagaimana kami tahu?

Tugas kami untuk tahu.

Kerjamu berat tadi, Erin?

Tidak, Ruby, terima kasih.

2467

Hamlet.

Kau benci kebimbangannya, 'kan?

Jadi, tidak jadi, tidak, tidak jadi, jadi tidak.

5 DOKUMEN SESUAI "DAVID A. BAKER"

KLIK DI SINI UNTUK MELIHAT ARTIKEL GRATIS

PRODUSER RADIO PUBLIK, ISTRINYA DI KECELAKAAN MAUT AKHIR PEKAN

BAKER HILANG KENDALI DI JALAN MULHOLLAND

KADAR ALKOHOL TINGGI DALAM DARAH

MENURUT SAKSI BMW SEDAN

BMW

Mobil ayahku Saab.

BMW

TULIS

ALVIN BEGLEITER PENGACARA HUKUM

A.BEGLEITER@BTBLAWFIRM.COM

KEPADA TN. BEGLEITER, BISAKAH ANDA

TOLONG MENCARI TAHU BMW SIAPA

YANG ORANG TUAKU KENDARAI MALAM ITU?

KIRIM SEKARANG

EMAIL TERKIRIM.

HAMLET OLEH: RUBY BAKER

DRAMA PEMBALASAN DENDAM

HAMLET DRAMA BALAS DENDAM BERBAHASA INGGRIS TERBAIK

HAMLET: SI PAHLAWAN DI DRAMA YANG SALAH?

Terry!

Terima kasih.

Sudah menyelesaikan makalahku.

Itu salah.

- Ruby. - Ya?

Bisa ikut aku?

Tentu.

Ruby Baker?

Aku Nancy Ryan.

Aku inspektur dari Departemen Pelayanan Sosial.

Kata pengacara hartamu

kau mungkin bermasalah dengan walimu, itu benar?

Ruby, tenang dan terbukalah denganku.

Perbincangan kita tertutup. Baik?

Jadi, kau 16 tahun

dan adikmu 11 tahun

dan kalian satu kamar tidur?

Ya, sementara.

Dan...

kau melihat Erin Glass menyuntikkan badannya?

Dia bilang diabetes.

Diabetes? Baik, aku akan mengkonfirmasi itu.

Kau menulis perkataanku, supaya ada dua transkrip.

Ucapanku tetap saja percuma

dibanding ucapan Terry Glass dan Dr. Glass, benar?

Maka saat ini selesai

akan aku telepon mereka, kita bertemu di rumah

agar aku bisa verifikasi langsung semuanya.

- Baik? - Tapi...

Bagaimana aku tinggal jika mereka tahu aku mengadu?

- Kau mau tinggal dengan mereka? - Kadang situasinya baik.

Semalam, Terry membantuku.

Mungkin itu supaya aku tetap senang, dan tidak buka mulut.

Aku tahu ini menakutkan, tapi jangan khawatir.

Di situasi ini

kami akan bilang ingin melakukan inspeksi rutin di tempat.

Jika belum selesai saat kau tiba

berpura-puralah kita tak pernah bertemu atau berbicara.

Kau tak tahu alasanku datang. Paham?

Ny. Ryan, ini suamiku Terry Glass.

- Halo. - Halo.

Ini harus di tengah jam sibuk?

Hanya 15 menit pemberitahuan?

Kita akan selesaikan ini secepatnya, Tn. Glass.

Terasa mengganggu. Ayo, cepat saja.

- Boleh aku... - Tentu.

Tampaknya hanya satu anak tidur di sini.

- Ya, Rhett. - Rhett.

Dan yang perempuan, Ruby, punya kamar sendiri?

- Tentu. - Dia 16 tahun.

Kamar yang bagus.

Sepertinya mereka sudah pulang. Kau ingin bertemu?

Ya. Hanya untuk menyapa.

Dr. Glass, boleh kulihat lantai atas dulu?

Aku tahu ini membuat tak nyaman, tapi ini juga penting.

Demi keamanan anak. Hanya memastikan semua aman

bagi anak usia 11 tahun.

- Humilin-L dan R. - Diabetes tipe 1, ketergantungan insulin.

Kami bisa menanganinya.

Kelihatannya begitu.

Ini dua anak terbaik di dunia.

Hai. Kau pasti Rhett. Aku Nancy Ryan.

- Senang bertemu. - Senang bertemu.

Rhett, apa kegiatanmu di malam hari?

Setelah mengerjakan PR, aku membaca.

Dan kau pasti Ruby.

Kamarmu sangat bagus.

Maaf merepotkan. Kau sediakan mereka tempat tinggal bagus.

- Terima kasih, Dr.Glass. - Terima kasih.

- Terima kasih. - Kami antar ke luar.

- Terang dan indah di luar. - Aku tahu...

Kau membaca? Kau bohong.

Aku belajar darimu.

SEKOLAH WESTCOTT

KEPADA TN. TERRY GLASS, SEKOLAH WESTCOTT MENYAYANGKAN KEPUTUSANMU TIDAK MEMASUKKAN

ANAK-ANAK KE INSTITUSI PENDIDIKAN KAMI.

AKU MELAMPIRKAN CEK PENGEMBALIAN DUA BIAYA PENDIDIKAN SEBESAR $30.500.

Sampai jumpa.

CHICAGO

CHICAGO

RUBY & RHETT, AKU INGIN TUNJUKKAN KOTAKU.

AKU MEMIKIRKAN KALIAN. SEMOGA KALIAN BAIK SAJA. TOLONG TELEPON.

SALAM SAYANG, PAMAN JACK 312/177-0437

- Kau memikirkan apa? - Tenang saja.

Pesanlah makanan, Sayang.

Kau suka kamar barumu?

Waktunya pas sekali.

AMERICA ONLINE MASUK

MENYAMBUNGKAN KE AMERICA ONLINE...

LANGKAH 2: HUBUNGI *70,618-555-9702

Ayolah, Tn. Begleiter.

AKUN INI TELAH DITUTUP.

Halo?

Maaf mengganggumu di rumah selarut ini.

Tapi aku tak bisa tidur, memikirkan, "Di mana uangnya?"

MENDENGAR

Sebaiknya kau tahu.

Enam bulan lalu, aku dapat rekan. Rekan pendana dan...

aku baru tahu

si bedebah itu mencuri dariku.

Aku tak paham. Apa sangkut paut ini dengan utang kita?

Aku menunggu, Tn. Glass.

Tn. Glass, kau mendengar?

Ya.

Dia membebankan pengeluaran pribadi pada perusahaan.

Terry, jika aku ingin mendengar kisah kehidupan yang menyedihkan

aku bisa menonton berita lokal.

Sementara, cicilanmu selanjutnya jatuh tempo besok, titik.

Kau paham, Tn. Glass?

Tn. Glass?

Ya, aku di sini.

Aku akan minta ganti rugi dari rekanku itu.

Aku juga dapat sumber uang baru.

Celengan besar baru pribadiku.

Kau akan segera menerima 30 ribu dariku.

Untuk bunganya saja itu tak cukup.

Kau harus segera bayar pokok utangnya.

Tentu. Tapi aku butuh waktu lebih. Tidak terlalu lama.

- Seminggu, paling lama. - Seminggu?

Kami beri dua hari, sebagai bantuan, karena kami menyukaimu.

Kami tak ingin kau pulang besok malam

melihat rumah bagusmu hangus terbakar

beserta istrimu di dalamnya.

*69

Ya?

SIMPAN KE MEMORI

"Aku bisa ceritakan kisah yang kata-katanya akan menyiksa jiwamu

membekukan darah mudamu

membuat kedua matamu terbelalak, dimulai dari bolanya.

Dan semua bulumu berdiri tegak.

Jika kau menyayangi ayahmu

balaskan dendam dan pembunuhannya yang tak lazim.

Pembunuhan terkejam.

Tapi pembunuhan terkejam, aneh, dan tak lazim ini."

Begleiter, Tepper dan Brice.

Ini Ruby Baker mencari Tn. Begleiter.

Tunggu sebentar.

- Halo, Ruby. Kau terima surelku? - Tidak, Terry menghapus akun AOL-ku.

Atau mungkin tagihan tak terbayar oleh tindakan panikmu.

Terserah. Kau sudah tahu soal BMW itu?

Ya, BMW itu.

Ya, terdaftar atas nama perusahaan: G.T.T.

Glass Transit Tbk.

- Perusahaan Terry. - Kau sudah paham sekarang?

Ruby, tolong ikut aku.

Aku telepon lagi nanti.

Sampai jumpa.

Ini Nn. Bassett, Wakil kepala sekolah.

Ruby, makalah yang kau kumpulkan ke Tn. Kim...

Itu karanganmu, tanpa dibantu?

- Ya. - Harold Bloom pun tidak?

Frasa "Tarian kebimbangan Hamlet" seperti bukan tulisan muridku.

Aku menemukannya dan kalimat lainnya di buku terbaru Tn. Bloom

Shakespeare: The Invention of the Human.

Kami diberi tahu kau punya catatan tindak plagiarisme di sekolah.

Kau paham kami perlu mengambil tindakan tegas di sini?

Diberi tahu?

- Oleh siapa? - Bukan itu masalahnya, Nona.

Kecurangan seperti ini harus mendapat ganjaran.

Kami sudah bicara pada walimu.

Tentu saja.

Sejujurnya, kami tak yakin kau bisa terus bersekolah di sini.

Jadi?

Tanya saja Terry.

Atau mungkin ini waktunya kau mulai belajar bertanggung jawab.

Ya, mungkin begitu.

Pukul 04.00.

SEKOLAH AKSELERASI PEREMPUAN CEDAR FALLS, WASHINGTON

Hai, kau menghubungi Jack Avery.

Aku di luar negeri, pesan akan rutin kuperiksa.

Silakan tinggalkan pesan.

Rhett. Ayo, Rhett. Bangun.

Jangan bersuara. Ganti pakaian. Kita pergi.

- Ke mana? Dengan siapa? - Jauh. Denganku.

- Hentikan! Kau bisa melihatku! - Memangnya ada yang bisa kulihat?

Di luar hujan. Aku sedang tidur. Aku tak mau pergi.

zHarus mau. Pasti seru.

Mereka membagikan kaset Dragon Ball Z gratis di Blockbuster.

Kita berangkat pagi agar tak berdesakan.

Benarkah?

2467

Tutup pintunya.

Bagaimana kalau mereka tahu?

Aku yang tanggung. Masuk saja.

Kau tak tahu caranya?

Bisa pelan sedikit?

Satu yang kupelajari dari Terry. Pakai sabuk pengaman.

- Rubes, Terry akan membunuhmu. - Ya, mungkin.

Matikan itu.

Matikan itu!

Awas!

Kau hampir menabraknya!

Makanya, matikan radionya!

- Aku ingin pulang. - Tidak bisa.

Apa maksudmu tidak bisa?

Kau dengar kataku, genius. Artikan itu.

Kita harus kembali! Kau menjebakku.

- Aku akan kena masalah. - Keluarga Glass yang menjebakmu.

Maksudmu? Tidak, mereka tidur.

Maksudku, aku akan diusir agar tak merepotkan

dan kau tinggal dengan mereka.

Aku suka Terry dan Erin.

Tidak, kau suka kemewahan yang membutakanmu

sampai tak menyadari apa yang jelas.

Kau membohongi petugas sosial yang bisa bantu kita.

Aku tak tahu dia petugas sosial.

- Aku hanya tahu... - Kau tak mau pisah dari Nintendo-mu.

Mereka menyuapmu.

Kita mau ke mana?

Entahlah. Yang penting jauh.

Sial.

Jangan bicara aneh-aneh.

Jalan tol ditutup sampai Sunset.

Ada longsor. Kau harus lewat Malibu Canyon atau...

Boleh aku lihat SIM Anda, Nona?

SIM-ku?

Dan juga STNK.

Itu...

Ada di sana, di antara barangku.

Kalau tak salah tadi di sini.

Kau harus menepi ke pinggir dan keluar dari mobil.

Petugas!

Mereka anak-anakku.

Terry Glass, Glass Transit.

- Ingat limosin parade tahun lalu? - Ya, bagaimana kabarmu?

Rhett, anak malang. Kemarilah. Tidak apa.

Ada sedikit masalah sikap di rumah kami.

Dia sedang melalui masa sulit, Sayang.

Tak ada yang paham pikirannya.

- Kau tahu, kebiasaan remaja. - Aku mengerti.

Semoga sukses.

Geser, Sayang.

- Bisa putar di sini. - Terima kasih.

Kau tak mau bilang sesuatu?

Kau membunuh orang tuaku.

Itu tuduhan gila dan menyakitkan.

Jelas-jelas kau diancam oleh rekan bisnismu. Aku lihat itu.

Seperti kata Erin, "Kami butuh kepercayaanmu, Ruby."

Tentu kau membutuhkannya. Nilainya 4 juta dolar.

Aku punya bisnis yang sukses. Istriku juga dokter sukses.

- Aku punya... - "Celengan pribadi baru."

Itu kata-kata yang disalahartikan. Sekadar kata.

Kalau BMW-mu yang dikemudikan ayahku malam itu?

Kenapa dengan itu?

Kupinjamkan BMW untuk ulang tahun pernikahan mereka

agar Dave tak perlu mengemudikan mobil Saab bututnya

yang sudah kuperbaiki.

Berbuat baik itu tidak mudah.

Sebab dalam otak remajamu, kau memuntirnya jadi...

Apa yang kau pikirkan?

Aku mengakali kemudi atau remnya?

Ya. Aku bisa mengerti itu. Itu psikologi dasar.

Kau tak mau ayahmu disalahkan.

Faktanya, dia terlalu mabuk malam itu.

Coba tanya dirimu, kenapa mereka sampai semabuk itu?

Akibat sikap buruk siapa mereka minum?

Mari kita luruskan.

Kau dan Rhett adalah milikku.

Sebaiknya lupakan kesedihanmu

gejolak remajamu, fantasimu, dan mulai...

Tolong!

- Lepaskan, bajingan! - Tenangkan dirimu, Nak.

Ada apa di luar?

Kakakmu mengamuk, Sayang.

Ayo, kembali ke kamarmu.

Lepaskan aku! Menyingkir kau!

Lepaskan!

Kau...

Dengar baik-baik, Ruby.

Terserah kau mau apa, asalkan Rhett bersama kami 7 tahun lagi.

Kami cuma butuh satu anak.

Erin, hentikan dia! Aku mohon!

Erin!

Erin, tolong aku! Kumohon!

Dia tak akan menyakitimu. Aku janji...

Tidak! Erin. Jangan!

Erin, jangan...

Terima kasih sudah mendengar.

Kau akan merasa lebih baik, Ruby.

Beristirahatlah. Santai.

- Kita ke mana? - Aku pilih mal.

Tunggu sebentar. Ada yang tahu kabar Ruby?

- Aku tak dengar kabarnya sebulan ini. - Aku juga. Dia tak balas surelku.

Kenapa Nn. Malibu itu?

Sibuk bersenang-senang dengan kawan lama?

Kalau begitu, kita juga.

- Halo? - Di mana sisa uang kami, Tn. Glass?

Kau tak akan percaya ini.

Bank mengirimkan cek dengan kode pos salah.

Ada orang bodoh di bank salah menulis dua nomor terakhirnya.

Jadi, aku butuh tambahan...

Selanjutnya.

Kami harus merombak rumah. Demi anak kami.

- Pak. - Putra kami

semakin lama semakin dewasa. Si gadis juga sudah remaja.

Entah apa kau punya anak. Tapi...

Biaya konstruksi di Malibu sangat tinggi.

Aku perkirakan setidaknya aku butuh 250 ribu dolar.

Kami harus lihat cetak birunya, Tn. Glass. Perlu proses persetujuan.

Kita tak bisa dapatkan cetak biru tanpa arsitek.

Dan arsitekku meminta uang muka tunai. Dia yang berkuasa.

Kalau tidak salah, sebelumnya...

kami meminjamkanmu 30 ribu dolar untuk itu. Baru bulan lalu.

Tapi itu baru satu ruang, Ted. Belum termasuk sayap baru.

Bukankah salah satu prinsip perwalian

adalah memastikan kenyamanan anak?

Ini surat amanahnya.

Aku diizinkan memakai dana amanah untuk merombak rumah.

Dan bukankah tak seharusnya

seorang wali berkorban finansial demi memenuhi kewajibannya?

- Tn. Glass... - Aku bayar dua uang sekolah

di Sekolah Westcott.

Aku memperkerjakan pengasuh.

Mereka berobat di terapis terbaik untuk melupakan traumanya.

Aku rencanakan jalan-jalan keluarga untuk memperluas wawasan mereka.

Tapi setiap akan mencairkan uang, rasanya sulit sekali.

SEKOLAH WESTCOTT TN. TERRY GLASS

TELAH DITERBITKAN CEK PENGEMBALIAN SENILAI 30.500 DOLAR

- Dari mana itu? - Kukira darimu minggu lalu.

Makanya, aku terkejut saat katamu kedua anakmu didaftarkan di Westcott.

Aku bilang Westcott?

Kami berubah pikiran. Di sana terlalu mewah.

Harus yang terbaik untuk anak-anak.

Bukankah begitu?

Terima kasih mau menunggu, Dokter. Apa pesananmu?

Ya. Aku butuh 5 lusin suntikan Fentanyl 10cc

dan aku butuh dua lusin suntikan Demerol 20cc.

Kami sudah kirim 60 Fentanyl hari Senin, Dokter.

Ya, tapi sesuai catatanku

aku harus menambah dosis obat bius 6 pasien.

Dokter Glass?

Dedre, tunggu sebentar. Aku sedang telepon apotek.

Dokter Wise ingin bertemu di kantornya.

Direktur medis.

Bangun, Ruby.

Putri Tidur.

Kerjamu tidur saja.

Aku jadi takut.

Kau kehilangan lisensi medismu.

Itu luar biasa.

- Aku mengidap penyakit. - Ya, namanya mengasihani diri sendiri.

Ditambah kau lahir tanpa nyali.

Jadi, menurutmu aku lemah?

Mungkin benar.

Tapi setidaknya aku tidak serakah dan ceroboh

sampai meminjam jutaan dolar dari rentenir di Tarzana...

Yang seharusnya sudah lunas!

Tadinya semua lancar

sampai kau ikut campur.

Lancar? Pria bajingan!

- Dulu aku ini dokter! - Ya, tapi kau jadi pencandu narkoba.

Tidak sampai kau lakukan itu.

Di mana kau saat itu?

Benar.

Aku lihat peluang, Erin.

Aku lihat peluang, dan kuambil.

Sebab aku punya yang kau tak punya.

Aku punya nyali, tekad.

Tak ada kesempatan kedua. Aku langsung mengambilnya.

Aku tak mau lagi lakukan ini.

Dengar.

Ini sudah terjadi.

Sekarang, yang penting adalah membatasi kerusakan. Paham?

Bagus.

Kita harus singkirkan gadis itu.

Kita sudah kehabisan stok, bukan?

Kita tak punya apa-apa untuk Ruby.

Sebaiknya aku pergi mencari obat.

~Dan bila tak dapat obat di LA...

FLORIDA 1988 LIBURAN HAWAII 1970

LIBURAN HAWAII 1970

Hai!

Melambailah ke kamera, Ruby. Ayo, melambailah.

Mereka tak bisa menangkapku!

- Sini ke air, Erin! - Tunggu! Aku ikut!

Baiklah.

Putar aku, Erin! Lebih cepat!

Anak baik.

Rhett. Rhett, minggir.

Erin, butuh kerja keras...

tapi akhirnya aku menemukan morfin.

Erin?

Astaga, jangan sekarang.

Erin?

1875 Montego Canyon.

Kurasa kau ingin tahu.

Ruby?

Sayang?

Terry ingin duduk, dan bicara dengan kalian.

Kalian merepotkan sekali, kalian tahu?

Di mana kakakmu?

- Di mana kakakmu? - Lepaskan aku!

Mestinya kalian di sini dari awal.

Apa itu?

Dia keluarkan Jaguar.

Dia kembali ke dalam.

Baiklah, perhatikan terus.

Dia tidur.

Dia tertidur.

Kita ganti rencana, paham?

Kenapa dia lakukan itu?

Dia mabuk berat!

Dia menghabiskan sebotol vodka.

Lihat. Tergeletak di sana.

Aku juga bisa lihat itu.

Begleiter! Ada apa?

Tn. Glass.

Mintalah istrimu periksa itu.

- Dia sedang pergi. - Aku telepon kantormu dari tadi

mereka bilang kau di rumah.

Aku terus menelepon, tak ada yang jawab. Jadi, aku datang.

Bank memblokir akun perwalianmu sementara menunggu penyelidikan.

Petugas perwalian... Dia merasa ada penyalahgunaan.

- Dasar brengsek. Tn. Glass, aku bekerja keras demi kau.

Aku peringatkan kau tentang klaim gadis itu

tentang surelnya, tentang tuduhannya

karena aku, dan keluarga Baker percaya padamu.

Tapi kalau kau bohong, pengadilan akan turun tangan.

Dan kalau anak-anak ini diambil darimu...

mereka tak punya tempat lain.

Dia pikir dia membantu.

Tn. Glass, di mana anak-anak?

Sedang les musik. Les piano.

Lihat saja. Nanti harus kubelikan mereka Steinway.

Lalu petugas bank akan bilang, "Kenapa tak Kazoo saja?

Sial.

- Itu Testarossa-ku. - Tidak, itu Testarossa kita.

Sampai uangku kembali, itu Testarossa kita, Terry.

Mau keluar kota pagi ini? Tanpa selesaikan urusan kita?

Konyol! Kenapa kau pikir begitu?

Pagi ini istrimu menelepon dan memberi tahu kami.

- Istriku? - Benar.

Sebelum pergi, bagaimana kalau kau bayar dulu

dan lunasi semua pinjamanmu?

Dia belum punya uangnya.

- Ada apa, Terry? - Tanya saja dia.

- Rekan pendanamu? - Dia merampokku.

- Astaga, aku pergi dari sini. - Tidak bisa.

- Kau tak boleh pergi. - Benarkah?

Ya. Kurasa kami pantas dapat penjelasan.

- Dariku? - Benar.

Aku tak ada kaitannya.

Hei.

- Orang sulit sekali mendengar. - Puas, Terry?

Kau senang?

Astaga, Terry. Kau pembuat onar.

Kurasa urusan kita sudah beres.

Tidak. Ayolah. Kita akan bahas di mobil.

- Ayo. - Bahas apa?

Ayo, Terry. Berjalanlah dengan gagah ke Jaguar-mu.

Dia sumber masalahnya. Kau sudah mengurusnya.

Sisanya cuma masalah untung.

Jangan Jaguar-nya. Volvo saja.

Tunggu di sini sebentar.

- Jalan-jalan sebentar dengan mobil. - Tidak! Jangan di dalam sana!

Tidak! Jangan di dalam sana! Jangan!

Aku bahkan tak punya kuncinya.

Tenang saja, Terry. Kami punya kunci semua mobilmu.

Ambil Volvo saja. Jangan Jaguar.

- Ayo! - Baiklah, kau menang!

Kau menang. Ini sudah berakhir.

Ambil Volvo saja, ya?

Kau membuatnya sulit, Terry.

- Terserah. - Ambil Volvo-nya.

Setia pada merek. Aku suka itu, Terry.

Gadis sial.

Kau senang bercanda, ya?

- Kita naik Jaguar. - Tidak!

80 KM/JAM

110 KM/JAM

Kau belum pernah ke kantor Tarzana bukan, Tn. Glass?

Ada lapangan bola tangan dan sauna.

Di belakang, ada ruang istimewa.

Kedap suara sepenuhnya.

Kenapa...

125 KM/JAM

Kenapa...

145 KM/JAM

Kauapakan mobil ini?

Kauapakan mobil ini?

Hai, kalian butuh bantuan?

Ya.

- Semua terkendali? - Ya, sudah diurus.

Terry?

Kalian diamlah di mobil.

5-L-110, sepertinya ada kecelakaan di Southbound, Malibu Canyon.

- Aku akan selidiki. - Baiklah.

5-L-110, ada kendaraan terguling, satu luka parah.

Meminta dua unit bantuan, 10-4.

Ruby.

Jangan takut.

Ruby, cepat jalan!

- Di mana kuncinya? - Jangan takut.

Kita akan mati! Ayo cepat!

Cepat, cari kuncinya!

Ruby!

Aku butuh bantuan.

- Dia semakin dekat! - Dapat kuncinya!

Dia semakin dekat!

Cepat! Jalan!

Kenapa berhenti? Kita harus kabur!

Tak apa, Sayang.

Pakai sabukmu.

- Kau mau apa? - Pakai sabukmu!

- Semua sudah dimaafkan. - Ruby, kau mau apa?

Kalian baik-baik saja? Tunggulah di mobilku.

DAVID A. 26 DESEMBER 1954 15 MARET 2000

GRACE H. 24 JANUARI 1958 15 MARET 2000

Semua akan lebih mudah ke depannya.

Aku sudah merasakannya.

Ayo pulang.

TRANSLATOR CREDIT: FRANKO

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.