All language subtitles for The Instigators 2024 English ORG 5.1 1080p WEB-DL x264 6CH

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Aku tak bisa membicarakannya.

Kenapa tidak, Rory?

Aku bisa bilang ini. Aku merenungkan kehidupanku,

dan, kenyataannya, aku membuat kekacauan, kau tahu?

Aku tak menyalahkan siapa pun, aku tak mengasihani diriku,

tetapi itulah kebenarannya.

Aku membuat kekacauan.

Itu bagus.

Bagaimana menurutmu kau membuat kekacauan itu?

Itu tak penting. Tak bisa diperbaiki.

Itu penting.

Apa kau ingin menjalin kembali hubungan dengan mantan istrimu?

Tidak, dia tak akan kembali.

Dan dia tak salah. Itu salahku.

Bagaimana dengan putramu?

Kenapa kau enggan bicara?

Apa kau merasa putus asa?

Aku merasa baik-baik saja.

Dengar, hanya saja... Kau tahu, aku...

Aku tak bisa menjawab beberapa pertanyaan. Kau bisa berada di posisi yang sulit.

Atau kau akan menahanku di rumah sakit. Kau bisa membuatku kesulitan.

Apa kau membahayakan dirimu sendiri?

Tidak untuk saat ini.

Apa maksudmu, Rory?

Dengar, aku melakukan apa yang harus kulakukan.

Aku melakukan hal-hal yang benar,

dan aku mengetahui beberapa waktu lalu, situasinya tak akan membaik.

Jadi kubilang pada diriku,

"Jika kau masih merasa seperti ini dalam setahun ke depan,

maka kau bisa bunuh diri saja."

Kapan kau memikirkan rencana ini?

Sekitar setahun lalu.

Rory?

Apa kau yakin sudah mencoba segala cara?

Belum semuanya.

Orang hebat, ya?

Kau pikir kau orang penting?

Membicarakan rahasia perdagangan terlarang kita?

Apa yang kau pikirkan?

Apa yang terjadi jika kau buka mulut tepat sebelum pemilu?

Punya hipotesis soal itu?

Kau mengirim peringatan, orang-orang tak mau bekerja.

Semua orang ketakutan.

Sekarang posisiku sulit.

Karena aku mendapat kesempatan ini.

Kesempatan sekali seumur hidup,

dan kini aku tak bisa menemukan orang yang ingin bekerja

gara-gara masalah yang kau buat.

- Bisa kuperbaiki! - Bagaimana caranya?

Aku punya anak buah. Aku punya kru. Akan kami lakukan.

Kau bekerja dengan para petugas kebersihan bodoh di Quincy

dan mengacaukan segalanya untuk semua orang lain.

Siapa yang cukup waras untuk melakukan pekerjaan ini sekarang?

Tiup lebih keras.

- Baik. Aku berusaha! - Seperti balon. Letakkan bibirmu di situ.

Balon.

Tak terdeteksi alkohol. Kendaraan terbuka.

Cobby Murphy!

- Apa-apaan? - Baiklah.

Kembalikan dia sekarang juga!

Apa yang kau lihat? Pergilah ke dalam.

Cobby!

Lain kali kau datang kemari, akan kupanggil polisi.

- Terry. Hei. - Aku tak mau...

Ya, kau mau dengar lelucon?

Apa?

Mau tahu lelucon yang kudengar hari ini? Terry. Mau dengar yang lain?

- Halo. - Ada Cobby Murphy di sana? Aku Scalvo.

Cobby Murphy. Beri teleponnya pada Cobby Murphy.

Sebentar.

Kau tak bisa dengar lelucon?

Cobby!

Ada apa? Astaga.

Ya?

Apa masalahmu?

Kau suka tinggal di Walpole?

Kau mau kembali ke sana?

Bermain-main dengan teman-temanmu?

Astaga. Tenanglah, Pak Kelly.

- Halo. - Ada pekerjaan penting.

- Ya. - Jika kau mau, temui aku satu jam lagi.

Ya, baiklah. Dah.

Jika itu memang seperti yang kuduga, maka sebaiknya kau enyah saja

dan pergilah dari barku.

Baiklah.

Semoga beruntung.

Tahukah kau?

Aku menciptakan keberuntunganku sendiri.

Pak Kelly?

Kau punya sesuatu untuk diminum hari ini?

Kau sepupu Brenda? Si marinir?

- Ya. - Apa pekerjaanmu sekarang?

Aku mengampelas lantai.

Kau si mantan narapidana?

Apa maksudmu?

Apa yang kau maksud?

Ya, sempat dipenjara, tapi tak perlu bicara kasar padaku.

Apa-apaan ini? Apa masalahnya?

Dia loyal. Bisa menjaga rahasia.

Ya, aku seorang pembela profesional, 'kan, Scalvo?

Hei, kami mengurusmu, 'kan?

Ya, dua hingga tiga tahun di Walpole, Berengsek.

- Kau dipenjara 18 bulan. - Lebih 18 bulan dari sepantasnya.

Astaga. Tamatlah aku.

Setelah menjalani hidup di bisnis ini,

ini yang kudapat atas segala masalahku?

Sekelompok orang bodoh...

Sekelompok...

Kau pikir itu lucu?

Donat...

Sekarang, aku berasumsi

kalian semua tahu dalam seminggu,

kota Boston akan mengadakan pemilihan wali kota.

Sudah pasti bahwa Miccelli akan terpilih kembali.

Setiap empat tahun dia menang.

Empat tahun lagi, empat tahun lagi.

Ayo!

Dan pesta di malam pemilu

akan menjadi ajang transaksi kotor.

Lima ratus dolar hanya untuk masuk lewat pintu.

Miccelli itu kolot.

Tumpukan uang tunai. Seratus dolar per minuman. Tak terima Venmo.

Tak terima PayPal. Tak terima kripto dan pembayaran nontunai lainnya.

Uang tunai.

Semua orang dan siapa pun yang ingin mendapat kontrak

akan datang membawa tas hitam.

Semua ini tidak akan diberitahukan ke Partai Demokrat Massachusetts.

Jadi di mana pestanya?

Wharf.

Akan ada banyak uang di sana.

Dan akan tetap di sana, dibiarkan terbuka seperti lukisan Kelahiran Venus,

sampai truk lapis baja muncul di pagi hari.

Baik, jadi kita akan merampok wali kota.

Kurang lebih begitu.

Berapa upahnya?

Pekerjaan lima belas menit.

Kalian masing-masing akan mendapat 10% dari 300.000 dolar.

- Bagaimana jika uangnya lebih dari itu? - Maka kalian akan dapat lebih.

Dan jika lebih sedikit?

Maka upah kalian lebih sedikit. Begitu cara kerja persentase.

Aku butuh $32.480.

Aku pun butuh penis sepanjang 38 cm,

tapi akan kuberi tahu apa yang Tuhan bilang padaku.

"Mungkin lain kali."

Baik. Senang berkenalan dengan kalian.

Berapa yang kau butuhkan?

Aku butuh tepat $32.480.

Bagaimana jika jatahmu lebih dari itu?

Lebihnya untukmu saja.

- Ya? - Ya. Tetapi jika kurang...

Aku tahu. Kau akan dapat uangmu bagaimanapun caranya.

Ya.

- Sepakat. - Sepakat.

Aku boleh lanjut bicara?

Masuk lewat perairan.

Parkir kapalnya di bawah dermaga.

Naiki tangga belakang.

Harusnya ada empat atau lima orang di sana sedang beres-beres atau apa pun itu.

Tepat di luar dapur ada kantor. Uangnya ada di situ.

- Hadiah utama. - Semua berjalan lancar.

Kalian langsung pergi dari sana.

Scal akan membawa uangnya.

Maka uangnya akan dia ambil.

Dengar. Baik. Duduklah.

Baik, duduklah.

Sekali lagi kau berkomentar, kulempar kau ke laut.

Kalian berdua akan diantar kembali ke dermaga.

Lakukan apa pun urusan kalian.

Dalam beberapa hari, kalian akan dikunjungi Tn. DeChico.

Itu Tn. DeChico.

Setelahnya, kita semua tak akan pernah bertemu lagi.

Ya, tapi bagaimana jika Choi yang menang pemilu?

Bagaimana jika apa?

Mark Choi, si penantang.

Bukan peninggalan masa lalu, melainkan visi masa depan.

Choi. Choi salah satu pilihan.

Trik kotor yang sama.

Korupsi yang sama dengan yang sudah pernah kita lihat.

- Dia kandidat bagus. - Ya, bagaimana jika dia menang?

- Orang Tionghoa itu tak akan menang. - Kau tak perlu teriak.

Aku hanya berkata banyak faktor tak jelas dalam hal ini.

Bisa kalian berdua biarkan kami bicara sebentar?

Hei, jika kau dapat uangnya, maukah kau membeli klub kapal pesiar?

Itu seperti prasmanan untuk orang-orang berengsek, 'kan?

Hei, seperti itukah biasanya hal seperti ini berjalan?

Apa maksudmu?

Semua yang terjadi di sini.

Ini misi pertamamu?

Aku paham tugasku.

Agak telat untuk ganti karier, 'kan? Usiamu sudah 60 tahun?

Bukan berganti karier.

Lalu apa yang kau lakukan?

Ini sesuatu yang harus kulakukan.

Sekali saja.

Jangan sampai yang kali ini gagal.

Mereka tak akan menyentuh uangnya.

Tentu saja.

Dan kau singkirkan orang bodoh itu.

Dengan senang hati.

Ini sangat rumit, jadi tolong perhatikan.

- Kapalnya akan merapat di sini. - Ini skema terkini?

Sudah jelas.

Kita akan parkir kapalnya di sini,

kita ikat, lalu naik lewat tangga belakang.

- Ini denah dapurnya... - Hei, apakah ini katalog dari Zillow?

Bisa tolong dengarkan saat aku bicara?

Apa yang kau lakukan?

Mencatat.

- Mencatat? - Ya...

- Mencatat konspirasi kriminal? - ...informasinya banyak...

Pukul 06.07. Perhentian pertama di pagi hari.

Mereka bersenjata, dan mereka siap untuk menjadi pahlawan.

Artinya kita sudah harus pergi dari sana pada pukul 06.07.

Pukul 06.07.

Semisal salah satu dari mereka ingin berlagak jadi John Wayne.

Baiklah.

Penjaga di gerbong membawa senapan kaliber 38 mm sepanjang sepuluh cm.

Ada pistol lain di truk

bersama dengan senapan 12 gauge di sisi pengemudi.

Kau kenal mereka?

- Apa? - Kau kenal para penjaga itu?

Tidak. Tidak secara pribadi.

Jadi itu hanya berdasarkan intuisi seperti Jedi? Seperti Yoda?

Aku sudah riset.

Manajer restoran Wharf. Dave Wedge, 55 tahun, dua anak.

Sepasang Labrador. Bersekolah di sekolah kuliner.

Bekerja sepuluh tahun di trattoria di pusat kota.

Terkenal pengecut. Dia tak akan menghalangi kita.

Ya.

Mustahil.

Hei, tutup mulutmu.

Bagaimana kau bisa tahu reaksi dia akan seperti apa?

Sekolah kuliner? Apa kau serius?

Kau memberi kami profil LinkedIn seseorang.

Kita akan mencuri restoran.

Kau bersikap seolah kita ada di film The Thomas Crown Affair.

Setelah urusan kita selesai, kau dan aku, kita akan bicara.

Bagaimana menurutmu, Genius?

Tak ada komentar.

Baik. Sudah saatnya. Siap?

Satu lagi. Yang terakhir. Aku janji.

Jika aku memberi perintah dan mereka tak melakukannya.

Bilang saja, "Aku bersenjata."

Maka itu yang akan kulakukan.

Sudah siap.

Hei!

Hati-hati, Scal.

Kau mau melakukannya?

Tidak, kau kaptennya.

Kau tak terlihat tegang.

Karena aku tak tegang. Pukul 06.07.

Apakah kau benar-benar waras?

Bagaimana denganmu?

Tidak, tetapi aku sadar soal itu.

- Apa-apaan itu? Kapal tak bergerak. - Kita terjebak.

- Goyangkan kapalnya. - Jangan goyang...

Kau menyeretnya melintasi bebatuan.

Mencoba membawa kita pergi.

Terus goyangkan.

Astaga. Kita tenggelam.

Mayday, Berengsek. Mayday, Kapten.

- Kita tenggelam, Kapten. - Sial!

Aku sangat ingin berenang di air bersuhu 15 derajat.

Kapal kita kebocoran banyak air.

Dari mana kau dapat lisensi kapten kapalmu? Aku ingin ikut kelasnya.

Kau akan datang di pertengahan kelas dan lalu berkata,

"Keluar dan berjalanlah, Teman-Teman."

Setidaknya ini bulan Januari.

Jadi, jika kita tak dapat uangnya,

setidaknya kita akan kena pneumonia. Itu hasil positif.

Diam dan fokuslah.

Itu hanya air selokan, Teman-Teman. Ayolah.

Tangga, topeng, pintu, dapur. Merunduk.

- Diam. Kenakan topengmu. - Wedge, brankas, uang, pukul 06.07.

- Tiga, dua... - Pukul 06.07.

Tunggu! Pertanyaan singkat. Yang terakhir.

Persetan dengan pertanyaanmu.

Jalan! Masuk ke dapur!

- Sekarang! Jalan! - Merunduk!

Letakkan ponsel kalian di wastafel. Merunduk. Merun...

Sial.

Sial!

Ikat mereka.

Kita hanya punya enam tali pengikat, Genius.

Cari solusinya.

Apa yang kau lakukan?

Maaf. Ibuku menelepon.

Ambil ponsel mereka.

Merunduk! Letakkan ponsel kalian di wastafel.

Merunduk.

Baik. Ini yang akan kita lakukan. Rekanku ini, Tn. Longbaugh,

akan membantu kalian masuk ke pendingin.

Tn. Longbaugh, apa kau suka menyakiti orang?

Apa?

Apa kau suka menyakiti orang?

Aku bersenjata!

Ya, kau bersenjata.

Tetapi kau tak mau sampai harus menggunakannya, 'kan?

Tidak, aku tak mau gunakan pistol ini sama sekali.

Bernapaslah dalam-dalam, berdiri,

keluarkan ponsel kalian, letakkan di konter.

- Masuklah ke pendingin. Ayo. - Pendingin. Letakkan ponsel di konter.

Letakkan ponsel di konter.

Bawa apa pun yang kalian butuhkan. Ada banyak makanan dan minuman.

Tolong bersikap baik satu sama lain. Lakukan gerakan jumping jack.

- Hangatkan diri kalian. - Satu-satu. Baiklah.

- Tak akan ada yang terluka. - Dulu pekerjaanku mencuci piring.

Itu mimpi buruk. Aku pernah bekerja di dapur.

- Seperti kamar ganti pria dengan makanan. - Begitu.

Hei, kenapa kalian ada banyak?

Acara masih berlangsung dari semalam. Semua orang menggila karena Choi menang.

Jangan berdempetan. Apa? Mark Choi menang pemilu?

Kukira dia tak akan menang.

Miccelli belum menyerah.

Masih ada banyak orang di luar sana.

- Apa-apaan? - Hei, Mark Choi.

Sudah kubilang dia kandidat bagus.

Di mana? Di mana uangnya?

Tadinya ada banyak. Sudah dua kali penjemputan dalam semalam.

Isi tasnya.

- Dengan apa? - Isi saja.

Mau tas yang lebih kecil?

Di mana semua uangnya?

Sudah dibawa tadi malam karena ada banyak.

- Tunggu. Uangnya tak ada? - Tidak, tak ada uang.

Pergi dari sini!

Sial!

- Berani mengancamku, Berengsek? - Hei. Jangan. Sudah cukup.

Persetan dengan ini.

Ada apa denganmu?

Kau bilang hasilnya sudah pasti.

Kubilang ada margin kesalahan.

Sialan kau.

Kau harus menyerah.

- Pendukung garis keras menggila. - Kau harus tutup mulut, Alan.

Seperti kata Benjamin Franklin yang hebat,

"Kita semua harus bersatu karena jika tidak,

kita hampir pasti akan tercerai-berai."

Wali kota akan segera datang.

Kumohon, mari beri dia sambutan hangat saat dia tiba.

Empat tahun lagi!

Saat orang Tionghoa-Amerika vegan yang tak minum miras itu masuk ke kantorku

dan melakukan akuntansi paling mendasar sekalipun,

kita semua akan dipenjara.

Kanan atau kiri? Kanan atau kiri?

Hei, apa kau yakin dia punya dua Labrador?

Maksudku, kau bilang dia terkenal pengecut.

Jadi, kupikir mungkin dia hanya punya satu Labrador.

Tak ada tempat seperti ini di petanya.

Hei, Kapten, apakah mungkin hasil risetmu salah?

Teruslah bicara, Berengsek.

Jelas dia tak bersekolah di sekolah kuliner.

- Catatannya tercoreng. - Mungkin sekolah di BU.

Tutup mulutmu.

Kanan, lalu mungkin ke kanan?

Bagus.

Pak Wali Kota. Apa kabar?

Nak, ada banyak kemungkinan di sini, paham?

Diam. Tutup mulutmu.

Kosongkan kantong kalian, sekarang.

Sekarang! Keluarkan semuanya.

- Persetan dengan itu. Ayo pergi. - Masukkan semuanya ke tas.

- Ambil barang-barang mereka. - Ayolah, Bung.

Ambil barang-barang mereka.

Semuanya. Perhiasan, keluarkan itu. Masukkan ke tas. Cepat.

Maaf. Masukkan ke tas.

- Masukkan arlojinya ke tas. - Kita tak ada waktu untuk ini.

Ambil. Yang di sana. Ambil arlojinya.

- Ini hadiah dari istriku. Dari Zales. - Masukkan ke tas.

Ya, kau bisa beli lagi.

- Sedang apa kau? - Terima kasih. Masukkan ke tas.

Apakah itu emas?

Ini?

- Ini punya kakekku. - Masukkan ke tas.

Dengar, Nak, akan kuanggap sangat membantu...

Masukkan ke tas!

Yang Mulia.

Terima kasih.

- Ayo pergi. Ayo. - Ayo.

- Ayo. - Sedang apa kau?

Nak, kau tak mau lakukan ini.

Jangan sentuh itu.

Apa yang kau lakukan?

Ayo pergi.

Dia melihat wajahku. Mereka semua melihat wajahku.

- Urus anak nakal ini, Pak. - Ayo pergi.

Apa kau sadar apa yang kau lakukan saat ini?

- Coba saja. - Letakkan pistolnya. Pergilah.

Berhenti menggerakkan tanganmu.

Berengsek, jika kau menembaknya, tamatlah riwayat kita.

Kita hanya bicara. Hanya itu yang kita lakukan.

- Berbaliklah. Kami akan pergi. - Kita pergi sekarang.

- Letakkan pistolnya. - Jangan biarkan dia pergi.

- Lakukan, Pak. - Letakkan pistolnya, pergilah.

Kita dirampok di belakang sana.

Tembak dia.

Astaga.

Ayo, ayo, ayo.

Sial.

Ayo. Apa yang kau lakukan?

Sial.

Aku baik-baik saja.

Ini pukul 06.07.

Apa kau berpikir untuk meninggalkanku?

Sial.

Maaf. Pukul 06.07.

Halo.

Hei!

Apakah mereka tak pernah telat?

Berikan kuncimu.

Angkat tanganmu.

Tidak. Aku yang menyetir.

- Masuk! Aku menyetir. - Aku akan menyetir.

Aku yang menyetir... Masuklah kemari.

Kau mau meninggalkanku lagi? Begitu? Mau meninggalkanku?

- Astaga. - Ayo, cepat!

- Kenapa kau menyetir? - Kau tahu alasannya.

Kedua lenganku sehat. Kedua lenganku berfungsi.

Kau punya satu lengan untuk menyetir.

"...pukul 06.07. Maafkan aku."

Belok kanan. Belok kanan.

Ayo, ayo!

Tunggu, mobil! Awas!

KEPOLISIAN BOSTON

Kau menabrak mobil polisi.

Ya, mereka masih punya banyak.

Kini mereka tahu harus mengejar orang di truk berlapis baja.

Kuda? Apa mereka pikir kita baru merampok kereta?

Awas. Awas.

Perhatikan jalannya.

- Aku tahu harus apa. - Tenanglah.

Sial. Tenang?

Aku menyetir dengan satu lengan.

Jadi biarkan aku menyetir. Bertukarlah denganku.

Agar kau bisa melemparku keluar pintu dan meninggalkanku?

Penyeka kaca.

Tak ada penyeka kaca? Apa kau akan membantu?

Biar kutangani.

Satu keuntungan lagi dari punya dua lengan yang berfungsi.

- Sial. - Apa?

Kenakan sabuk pengamanmu.

Kenapa kau berbisik?

- Kenakan saja! - Kenapa kau berbisik?

- Kenakan saja! - Apa-apaan?

Yang benar saja!

Apa-apaan?

- Ayo, ayo! - Hei! Apa yang kau lakukan?

- Apa yang terjadi? - Ada orang di belakang sana.

Ada orang di belakang?

Ya, kurasa ada orang di belakang.

- Kurasa kita bisa... - Berapa orang yang kau lihat?

Berapa apanya?

Berapa orang yang kau lihat saat kita mengambil truknya?

- Maksudku, ada orang... - Kulihat satu orang.

Apa kau lihat orang di dok pemuatan?

Aku tidak... Bagaimana aku...

Harusnya ada dua orang. Aku hanya melihat satu.

- Yah... - Ke mana yang satu lagi?

Mungkin kali ini hanya ada satu orang.

Untuk menjemput uang? Mustahil.

Tunggu, jadi menurutmu satu orang masuk untuk mengambil uangnya,

yang satunya lagi sembunyi di belakang truk

- dan mengunci dirinya di sana? - Ya. Kurasa begitu cara mereka.

- Itu tak masuk akal. - Kurasa begitu cara mereka.

Kurasa mereka menyimpan orang gila di belakang truk

dan memberinya pistol berpeluru,

dan mereka bilang jika ada yang membuka pintunya, bunuh saja.

Lalu mereka memberinya Medal of Valor.

Kau tak akan dapat Medal of Valor, John!

- Kau pernah merampok truk seperti ini? - Tidak.

Dengar, kurasa tak begitu caranya.

Lalu apa yang kudengar terjatuh di belakang truk?

Bagaimana aku bisa tahu? Mungkin tas besar berisi uang.

Bukan tas uang.

Ada John Wayne yang terjatuh di belakang truk ini,

terduduk di sana menunggu kesempatan untuk menembak kita.

Keluarlah dengan tangan terangkat atau kami akan menenggelamkan truk ini!

Kau pikir dia hanya menunggu di belakang situ?

Ya, karena dia gagal melewati ujian masuk kepolisian,

jadi dia mencari pekerjaan lain yang membolehkannya membawa pistol

dan membunuh seseorang dan menjadi pahlawan.

Halo? Ada orang di dalam?

Kurasa dia tak akan menjawab.

- Kurasa tak ada orang di dalam. - Kita harus kabur.

- Bisa jadi ada banyak uang di situ. - Tak ada uang di dalam sana.

Aku harus melihatnya.

Kau sulit dipercaya.

Demi $32.000?

Kita tak bisa berdiam diri di sini.

Wajahmu akan ditembak.

Sebentar saja. Hanya sebentar...

Bukan masalah teknik.

Astaga.

Ini dia.

Baiklah, siap?

Satu, dua...

- Tunggu, tunggu. - Astaga.

Aku baru menyelamatkan nyawamu.

Dia bisa mendengar kita, dan dia akan beraksi menurut hitungan kita...

- Dia bahkan tak ada di sana. - ...dan wajahmu akan ditembak.

Hitung dengan jari.

Siap?

Satu.

Dua, tiga.

- Sialan kau! - Sial. Astaga!

- Apa kau tertembak? - Tidak, tidak.

Aku merasakan peluru melewati kepalaku. Astaga. Itu gila.

- Apa aku menembaknya? - Tidak, kau meleset, Berengsek.

Aku masih di sini. Masih tepat di sini.

Tembakanmu meleset, Bodoh.

Kau berkesempatan menjadi pahlawan dan kau gagal.

Lepaskan pintu itu,

dan sebaiknya siapkan senjatamu, Berengsek.

Karena aku akan memburu kalian.

- Kami juga! Kau akan mati, John! - Kami juga! Mati kau!

Persetan ibumu!

Aku akan membunuh orang ini.

Aku akan membunuhmu!

Maka buka pintunya.

Ayo kita selesaikan!

Ini tiga detik terakhir dalam hidupmu, John.

Tiga detik terakhir dalam hidupmu!

Panjatkan doamu.

- Baiklah, ayo! - Tiga detik terakhir.

Satu!

Apa kau yakin dengan yang kau lakukan?

Aku dari Quincy.

Menyalakan mobil tanpa kunci adalah bagian kurikulum sekolah negeri.

Baiklah, awas.

- Aku yang menyetir. - Tidak, minggirlah.

Aku yang menyetir. Masuklah.

Ayo, cepat.

Kenapa kau bersikeras ingin menyetir?

Karena kau akan meninggalkanku.

Buat apa aku meninggalkanmu?

Ya. Aku pernah dengar omongan seperti itu.

Kau bahkan tak bisa menggunakan persneling mobilnya.

- Sampai jumpa. - Gunakan mode drive.

Jadi, kau ingin aku lakukan apa di sini?

Kita merampok wali kota. Tak berjalan dengan lancar.

Jadi, aku butuh... Kita butuh dua orang bodoh dari Quincy itu...

disingkirkan, paham?

Mati.

Lalu aku harus apa? Mereka hilang.

Semoga harimu menyenangkan.

Hubungi orang psikopat yang bekerja dengan Scalvo itu.

Orang gila satunya lagi.

Siapa? Booch?

Suruh dia tangani kekacauan ini.

Ini semua pada awalnya adalah salah dia dan Scalvo.

Orang-orang tak berguna!

Suruh dia mencari mereka.

Ambil uangnya.

Aku akan pergi ke kabinku.

Jangan lupakan fakta kita baru merampok wali kota.

Siapa yang membunuh komisaris polisi?

Jangan cemaskan itu, Francis.

Biarkan para binatang yang bekerja di sini mengurus itu.

Aku...

memanggilmu untuk membentuk satuan tugas khusus.

Siapa saja?

Hanya kau, Francis.

Gelang kakekku hilang saat kekacauan itu terjadi.

Gelang?

Hizzoner adalah penyayang keluarga.

Ada nilai sentimental.

- Kau paham, Frank? - Kau ingin aku lakukan apa?

Ya, maksudku, lakukan apa pun yang kau bisa, Frank.

Itulah tugasmu di sini.

Butuh apa pun dari kami?

Bagaimana bisa semua ini menjadi masalahku?

Kau dan bosmu, kalian bahkan tak ingin aku terlibat.

Itu karena kau bodoh, Booch.

Jadi, kau mau apa dariku?

Kau ingin aku membantumu membuat flan?

Cari dua orang yang direkrut temanmu dan bunuh mereka sebelum mereka bicara.

Cari mereka di mana?

Mungkin sekarang mereka sudah separuh jalan menuju Montreal.

Rumah kuning.

Siapa yang kau hubungi?

Aku ingin uangku.

Kau akan bilang apa?

"Uangnya tak ada. Temanmu mati, tapi aku masih ingin dapat 50 ribu dolar"?

Jatahku $32.480. Itu kesepakatannya.

Itu dia.

Aku tak tahu harus bilang apa.

Pak B akan membunuhmu.

Kau tahu, kau salah satu urusan yang belum terselesaikan.

Richie, kau terlihat seperti orang baik,

tetapi aku akan mencabut penismu dengan tangan kosongku,

dan akan kubuang ke sungai.

Tak perlu bicara begitu.

Tolong jangan katakan hal yang spesifik.

PENGAMPELAS LANTAI

Yang benar saja. Ya?

Hai,

aku menelepon untuk membahas pesananku tadi pagi.

Ada masalah.

Masalah apa?

Kuenya hancur.

Tak ada lilin.

Seseorang menembak kue mangkuknya.

Ya, cukup omong kosong soal kue itu. Apa yang terjadi?

Dengar, Scalvo mati. Cobby tertembak.

Aku butuh jatahku. Dan kau harus perbaiki situasinya.

Baik. Di mana kau?

Salisbury Beach, Rincone Lane. Satu-satunya rumah berwarna kuning.

Tunggu saja di sana.

Kami akan mengirim dokter.

Ini hari keberuntunganmu.

Rumah Pak Kelly.

Siapa itu Pak Kelly?

Dia mengelola barku.

Kau punya bar?

Tidak. Dia yang punya. Aku hanya minum di sana.

Kurasa itu barnya.

UNIT OPERASI KHUSUS

Kopi.

Aku dengar kabar soal sahabatmu Scalvo.

Apakah dia orang yang tampan?

Tak bisa kutebak karena kepalanya hancur.

Aku hanya membuat donat.

Aku tak tahu apa-apa.

Tetapi kau kenal beberapa orang, 'kan?

Masalahnya, ada barang penting hilang saat terjadi kekacauan di Wharf.

Kekacauan?

Gelang emas.

Dengar, Detektif. Aku hanya seorang pembuat roti.

Kecuali jika ini interogasi resmi, aku harus bekerja.

Richie, kumohon.

Ada polisi yang tertembak mati.

Aku muncul di tempatmu setelahnya.

Dan aku tak akan menahan diri.

Lakukan apa yang harus kau lakukan, Frank.

Ini yang dia punya.

Terima kasih.

Ini hangat.

Ya, ini bukan rumahku.

- Biar kulihat. - Pelan-pelan.

Itu sakit.

Apa yang kau lakukan?

- Mencoba melihat sisi satunya lagi. - Sedang apa kau?

Ya, ya. Bertahanlah.

Aku tak melihat luka keluar peluru.

Lalu harus apa?

Keluarkan pelurunya.

Sial. Baik, lakukanlah.

Aku tak mau macam-macam dengan luka itu.

Tunggu. Kukira kau marinir.

Ya, aku seorang mekanik.

Bagus sekali.

Kita tunggu saja dokternya.

Kurasa aku akan minum bir hangat dan mati kehabisan darah.

Pak Kelly pemilik bar. Harusnya dia punya bir yang lebih enak dari ini.

Orang ini punya banyak pecahan satu dolar.

Apa-apaan?

Mereka mencuri gelang seseorang.

Tampaknya itu berharga.

Baik. Jika itu berharga, buat apa kuserahkan kepadamu?

Tahu kenapa kau akan memberinya kepadaku?

Karena siapa lagi yang menginginkannya?

Frank Toomey.

Frank Too... Baiklah. Aku paham. Akan kuberi kepadamu.

Kau cerdas, Booch.

Sangat cerdas.

Saat kita di mobil, kau lihat kuda yang mengejar kita?

Aku selalu ingin menjadi koboi.

Obrolan bagus. Koboi?

Ya.

Apa cita-citamu?

Guru. Bagaimana bisa? Aku suka anak-anak. Dapat libur musim panas.

Rasanya kita semakin mengenal satu sama lain.

Duduk-duduk di rumah pantai. Bisa apa lagi selain mengobrol?

Entahlah. Mungkin aku akan mengabaikanmu

dan jalan-jalan sendirian di pantai.

Ya, silakan. Aku akan berbaring di sini dan mati kehabisan darah.

Hei, apa kau pernah tertawa?

Tidak.

Sebaiknya kau coba.

Hidup akan mengacaukanmu. Dan kau hanya bisa tertawa.

Contohnya, hal terbaik yang pernah kulakukan sepanjang hidupku,

yang sekarang akan berakhir, jadi aku bisa bilang ini.

Hal terbaik yang pernah kulakukan membuatku dipenjara tiga tahun.

Orang-orang jahat.

Mereka membuat adikku mengonsumsi narkoba.

Mereka memberinya tugas.

Tentu saja, tugasnya kacau.

Scalvo meninggalkannya di pojokan, memegang tas.

Anak malang itu sudah dua kali terkena masalah hukum.

Jadi, dia bisa dipenjara delapan hingga sepuluh tahun.

Tapi kami mirip.

Jadi kubilang aku pelakunya.

Aku yakin dia menghargai itu.

Ya, aku yakin begitu.

Tetapi dia overdosis saat aku dipenjara.

Dan kau melakukan ini untuk mereka?

Bukankah itu konyol?

Jadi, ada apa dengan $32.000 itu?

Itu jumlah uang yang kubutuhkan.

Ya, tetapi kenapa secara spesifik $32.480?

Karena aku tak bisa menemui putraku.

Kenapa tak bisa?

Biaya pengacara dan tunggakan tunjangan anak, hipotek, biaya sekolah,

pinjaman untuk perangkat hoki dengan bunga sepuluh persen.

Percayalah, aku tahu secara spesifik berapa jumlahnya.

Tapi kau masih bisa melihatnya.

Aku tak bisa menatap matanya.

Anak-anak tak peduli soal uang.

Maksudku, kenangan terbaik sepanjang hidupku

adalah ketika aku dan adikku duduk di beranda saat badai salju.

Seluruh jalan diselimuti...

kota menjadi terdiam, hanya mendengarkan salju berjatuhan.

Seperti kesunyian, tetapi lebih baik.

Kau tak terlihat seperti orang yang suka kesunyian.

Maksudku uangnya tak penting.

Yang penting adalah hadir dan menonton anak itu bermain hoki.

- Ya? - Kudengar kau butuh dokter.

- Kau dokter? - Ya, tentu.

Aku praktisi perawatnya.

Baiklah. Sebentar.

Hei, kurasa mereka tak mengirim dokter.

Hei, Berengsek.

Booch, bagaimana sekolah kedokteran?

Kulakukan segalanya untuk mereka, dan mereka mengirim kau.

Di mana barang curiannya?

Tunjukkan hasil curiannya.

- Hei, apa kabar? Baiklah. - Hei, Cobby, apa kabar?

Apa-apaan ini? Upah penari striptis?

Hanya ada beberapa ribu dolar. Tak ada uang di sana.

Ada arloji emas yang bagus, Booch. Dari Zales.

Akan cocok dengan jaketmu.

Sial. Hadiah besar. Lihat ini, Colani.

Astaga.

Baiklah, Orang-Orang Bodoh. Kalian berdua, berlutut.

Booch, kau mencoba bersikap dramatis?

Biar kutangani. Kau tunggu di luar.

Wah, kau pahlawanku, kau tahu itu?

Aku tahu kau bersikap... Apa sebutannya? Kurang ajar?

- Ajar kurang. - Pergi dari sini.

Ya, enyahlah. Kau bodoh dan bau.

Persetan ibumu.

Kalian orang-orang cerdas, berlututlah.

Tak akan ada yang berlutut, Booch.

Yang benar saja.

Berlututlah kalian berdua.

Ayolah, kau tak mencium baunya? Dia tak bisa menciumnya.

Ada banyak gas di rumah ini sekarang.

Jika kau menembakkan pistol itu, kita meledak seperti pesawat Challenger.

Ya, kau asal bicara saja. Kau juga tak bisa menembak.

Aku sudah sekarat. Itu tak penting.

Berikan kunci mobilmu.

Kau tak bisa mengambil mobilku.

Ambil kuncinya.

Ambil pistolnya.

Kau hanya bilang kuncinya.

Ya, ambil keduanya. Ambil gelangnya juga.

Kau mau disuruh-suruh olehnya?

Booch, kau sangat bodoh.

Kau tak bisa membunuhku, dan aku sudah tertembak.

Kau akan mengacaukannya. Kau tahu itu, 'kan?

Mungkin. Tapi sekarang aku membuatmu kerepotan, Booch.

Baiklah.

Si...

Itu sulit dipercaya.

Hei, Orang Baru.

Kau pikir bisa bertahan berapa lama dengan rekan yang terluka parah?

- Kudengar mereka punya pasukan... - Sulit dipercaya mereka tertipu.

...datang jauh-jauh dari Vermont untuk menangkap kalian!

Kau pikir itu tak lucu?

Kau baik-baik saja?

- Aku tak baik-baik saja. - Hei, kau tak apa-apa.

Bagaimana kabar di sana?

Aku kedinginan. Minyaknya habis.

Aku sedang di luar memakai celana chino dan sepatu kulit,

membelah kayu di tengah salju, dan suhu menurun.

Toomey datang.

Seberapa buruk?

Sangat buruk.

Astaga.

Tebak dia mencari siapa?

Persetan kau, Richie.

Dua orang dari Quincy.

Mereka mengambil sesuatu milik wali kota.

Sesuatu yang sangat dia inginkan kembali.

Tetapi ada hal lainnya.

Richie, aku akan terkena serangan panik

jika kau tak selesaikan omonganmu.

Kita tak dapat uang dari, kau tahu...

Berengsek!

Sialan!

Kau kembali ke Boston memakai mobil curian?

Astaga, kau pasti gila.

Untuk sesaat terasa tenang dan sunyi.

Kukira kau sungguh mati.

Kini aku harus lakukan apa yang sudah dibicarakan.

Bicarakan apa?

Apa yang akan kau lakukan?

Kau tak pernah bicara denganku...

Aku harus bicara denganmu. Masalah darurat.

- Aku sedang ada pasien. - Ya, permisi.

Kau bergelar dokter medis, 'kan?

Hei, Sobat...

- Kita tak ada masalah. - Tak masalah. Rory, tunggu di luar.

Aku sungguh butuh kau sekarang, Dok.

Tunggu di luar.

- Maafkan aku. - Baiklah.

Sangat mendesak.

Tembakan ke bahu.

Pelurunya masih di sana.

Hai.

Apakah kau yang ada di berita itu?

- Wali kota? - Ya, ya.

Ada polisi yang mati.

Kami mencoba hentikan itu.

Faktanya, polisi itu menembakku.

Jadi, sejujurnya, aku juga korban.

Kau harus hubungi 911.

Mereka akan menangkapnya, lalu aku juga akan ditangkap,

dan kami berdua akan dibunuh.

- Dia butuh dokter. - Kau dokter.

Aku hanya butuh kau mengeluarkan pelurunya, mengobatinya,

dan kami akan pergi.

Jika kulakukan permintaanmu, Rory, aku akan melanggar hukum.

Bagaimana jika kau jadi tawananku?

Maksudku dengan seizinmu.

Lalu secara resmi, menurut hukum, kau akan jadi tawananku,

dan kau harus lakukan apa yang kusuruh.

Dia sungguh terluka.

- Kau tak akan melukai orang lain? - Tidak.

- Tak akan melukai diri sendiri? - Tidak.

Dan kau akan menyerahkan diri?

Setelah kulakukan yang harus kulakukan, aku akan menyerahkan diri.

Dan aku tawananmu, paham?

- Bagus. Baik, masuklah. - Tidak, kau harus nyatakan itu, Rory.

Baiklah. Kau tawananku.

Katakan kau akan membunuhku jika aku tak membantumu.

Aku tak punya pilihan?

Kau punya pilihan.

Kau sudah memilih.

Kau orang dewasa. Kau bertanggung jawab atas tindakanmu.

- Ambil keputusan sekarang juga. - Baik. Aku akan...

Akan kubunuh kau jika kau tak membantuku.

Bagus.

Obrolan macam apa ini?

Kau akan menyukainya.

Baiklah.

Astaga, jangan di sofa.

Di meja.

- Tunggu, tunggu. - Bertahanlah.

Baiklah.

Wanita itu dokter?

- Ya. - Dokter apa?

Jangan cemaskan itu.

Hei. Kau pernah melakukan ini sebelumnya?

Tidak. Tetapi aku pernah menjadi dokter residen junior

di IGD Beth Israel jika itu yang kau tanyakan.

Apa yang kalian bisikkan?

Sejujurnya, luka tembakan adalah favoritku. Aku suka melihatnya.

Baguslah.

Hai. Bagaimana kabarmu?

Tak begitu baik.

Aku dr. Rivera.

- Keberatan jika aku mengecekmu? - Silakan saja.

Baiklah.

Itu lubangnya.

Energimu bagus.

Dia menyelamatkanku.

Bagaimana perasaanmu saat dia melakukan itu?

Apakah itu bersih?

Ya, cukup baik.

Pasti rasanya menenangkan

saat dapat dukungan seperti itu di lingkungan yang menakutkan.

Ceritakan padaku soal itu.

Miccelli harus pergi! Hentikan kriminalitas!

USIR MICCELLI SEKARANG

Sudah kucoba semua kombinasi angka yang kupikirkan.

Jika brankasnya tak terbuka sekarang, aku bisa kena masalah.

Jika aku kena masalah, kau pikir akan kubiarkan semua orang hidup damai?

Mereka bersiap untuk menyalahkanku, Alan!

Kita hanya butuh waktu dan keberuntungan.

Keberuntungan? Kita akan diusir, Alan.

- Ada perkembangan? - Tidak.

Miccelli harus pergi!

Mereka harus membuka brankasnya, Alan. Demi kau, aku, dan semua orang.

Ya, kami semua beroperasi atas dasar asumsi itu, Pak.

Hei, Victoria, mereka sudah coba 26 alih-alih 28?

Sudah, Pak.

Astaga, apa yang terjadi di kota Boston?

Tak bisa temukan satu orang yang bisa membobol brankas?

Aku melihat terpal, kukira seseorang hendak membunuhku.

Masih mungkin terjadi.

Hei, kau membuat lelucon.

Dia meninggalkan sweter untukmu di meja.

Kita harus pergi.

Apa kau mengambil ponselnya?

Dia bisa dipercaya. Dia...

Maksudku, kami bersepakat.

Kau hanya perlu...

Mobil pasukan akan segera tiba.

Apa aku akan kecewa?

Polisi bersedia bernegosiasi.

Kubilang aku tawananmu.

Dan juga, sebagai doktermu, kau bisa masuk dalam kategori 851,

yang berarti kau telah menyatakan

keinginan bunuh diri yang didasari masalah kesehatan mental

dan dipaksa untuk terlibat dalam perampokan.

Apa yang kau rasakan?

Aku kecewa.

- Hei, kembalikan kunciku. - Terima kasih sweternya.

- Rory, ini kesepakatannya. - Kubilang setelah aku lakukan sesuatu.

- Aku tak akan biarkan kau bunuh diri... - Cepat.

...atau membuat dirimu terbunuh.

Ya, tetapi kau memberi tahu lokasi kami ke pasukan polisi yang sedang marah.

Tidak begitu. Aku menghubungi pejabat di kepolisian negara bagian.

Rory, aku berkonsultasi dengan kepolisian. Mereka tak akan bohong kepadaku.

Kau dengar itu? Pasti menurutmu itu lucu.

- Mereka ingin bernegosiasi. - Mereka pikir kami pembunuh polisi.

- Memang begitu! - Itu tak benar.

Pelakunya orang lain.

Mereka akan memburu kami habis-habisan.

Kau akan bertanggung jawab atas kematian kami.

Apa kau bilang? Aku menyelamatkan hidupmu.

Ya. Agar orang lain bisa membunuh kami?

Sial.

- Apa itu 851? - Bukan itu yang kulakukan.

- Kau mencoba bunuh diri? - Kau sudah berjanji.

Kau juga sudah berjanji.

Semuanya melanggar janji. Apa kau mencoba bunuh diri?

Rory, kau harus percaya padaku.

Tidak. Aku harus lakukan yang harusnya kulakukan.

Aku harus perbaiki masalahnya.

Kubilang aku akan lakukan itu, lalu aku akan menyerahkan diri.

Aku akan tepati janjiku.

Mungkin aku saja yang menyetir.

- Masuk ke mobil. - Hanya mempertimbangkan...

- Masuk ke mobil. - Baiklah. Persetan.

Rory.

- Apa yang kau lakukan? - Tak akan kubiarkan kau mati.

Tak bisa.

Situasinya semakin membaik.

Lihat, negosiator kita.

- Kau pikir ini lucu? - Ini lucu.

- Mundurlah. - Aku mencoba menghentikannya.

Angkat tangan kalian.

Keluar dari mobil.

Sekarang!

Ayo, ayo, ayo.

Para polisi itu dari Rhode Island?

Apakah mereka tak ada urusan di wilayah mereka sendiri?

Bagaimana mereka tiba dengan cepat?

Pertama tiba di TKP.

Kurasa jika kau dari negara bagian terkecil, kau tak punya urusan.

Rory, kau mengemudi dengan ceroboh.

Aku sedang kejar-kejaran mobil berkecepatan tinggi.

Pikirkan soal perkembangan kita.

Pikirkan soal kau ingin menjadi orang seperti apa.

Kau ingin menjadi orang seperti apa?

- Tanyakan dirimu. - Tolong ganti lagunya.

Rory, tanyakan dirimu bagaimana semua ini bisa membantumu.

- Ini daftar putar lagumu? - Tolong ganti lagunya.

- Bukan aku yang memilih! - Baiklah.

Biasanya sopir yang memilih lagu.

Tekan tombolnya. Aku tak peduli. Ubah saja lagunya.

Sudah diganti.

- Rory, kau mengalami krisis. - Tidak.

Situasi ini krisis. Aku baik-baik saja.

Lihatlah semua negosiator kita di sebelah sana.

Sepertinya mereka siap untuk bersepakat.

Rory, kau mengkhianati semua cita-cita yang kau katakan kepadaku.

Cita-cita? Kau psikiater, ya?

Astaga, yang benar saja.

Kau punya terapis?

Kukira kau membedahku. Kau bahkan bukan dokter sungguhan.

- Apa? - Sobat, kau ingin bunuh diri?

Hei, dari mana asalmu?

- Aku dari Lynn. - Ya. Itu masuk akal.

Apa maksudmu?

Kau dari Lynn? Kota penuh dosa?

- Ya, aku dari Lynn. Kau dari mana? - Aku pernah mengencani gadis dari Lynn.

Aku lebih suka saat kau menangis.

Bagaimana bisa seorang psikiater mengolok-olok orang yang menangis?

- Aku tidak... - Aku bahkan tak menangis.

Aku tak mengolok-olok siapa pun. Aku bicara padamu karena...

Kenapa kau membayar orang untuk menghinamu saat kau menangis?

Kau bukan pasienku, dan kau tak sopan.

Tahukah kau? Bawa kita semua terjun dari jembatan. Bunuh kita semua.

Aku tak mau dipermalukan karena menyatakan perasaanku.

Hentikan dia di sisi lainnya. Hentikan dia!

Rory, kau harus berhenti. Kau harus hadapi masalahmu.

Ya, aku akan melobi agar kau tak menghentikan mobilnya.

Mereka itu Pasukan Negara Bagian Vermont.

Mereka mengejar kita, mengikuti kita.

- Hei, ke arah mana? - Jalan raya 93.

Sembilan puluh tiga?

Semua unit, mohon waspada.

Kendaraan tersangka memasuki terowongan.

- Datang dari kanan. - Hentikan dia!

Sial.

Jika kita selamat, apa kau mau minum kopi bersamaku?

Jangan macam-macam denganku.

Apakah kau menolak?

Ayo, ayo.

KEPOLISIAN WORCESTER

- Apa masalahmu? - Kembalilah ke Vermont!

- Kurasa kita aman. - Hei, pergilah ke Quincy.

Quincy. Quincy.

Ke sana.

Pergilah ke barku.

Tunggu, kau punya bar?

Kenapa semua orang tak percaya itu?

Untuk keperluan klaim asuransiku,

aku ingin kau memastikan mobilnya hancur total.

- Ya. - Mungkin ini sudah rusak berat.

Kurasa ini sudah hancur.

Waktunya pergi.

Tiga puluh tahun menjalani bisnis ini.

Sulit dipercaya aku akan kabur ke Kanada gara-gara Cobby Murphy.

Dia tak bisa menutup mulutnya.

Kecuali saat dia menjaga rahasia kita di Walpole.

Menurutmu dia akan lakukan apa saat Toomey menangkapnya?

- Dia akan bocorkan informasi soal kita. - Ya, itu sudah pasti.

Dia akan bernyanyi seperti Billie Holliday.

Kabin ini tak cukup jauh.

Aku suka sirop maple.

Neil Young.

Hoki es.

Jalan-jalan di luar.

Apa kau bisa menyukai semua itu sambil berbahasa Prancis?

Apa?

Au revoir.

Apa-apaan?

Itu berhasil.

- Kau harus masuk dan berputar ke kanan. - Ya, sempurna.

- Berulah lagi. - Ya, kau hebat.

Kau tak bilang ini kamar mandi.

- Itu kamar mandi. - Sial.

Orang ini, Pak Kelly, kenapa dia tak segera memanggil polisi?

Karena aku seperti putra yang tak pernah dia punya.

Putra yang tak pernah dia punya atau inginkan?

Bagiku kau tak terlihat seperti dokter.

Apa kau mati kehabisan darah?

Itu poin bagus. Tetapi, apa yang kau lakukan?

Apa kau bisa meresepkan obat atau hanya mengobrol dengan Rory sekali seminggu?

Kau sungguh mengira aku akan bocorkan kerahasiaan pasien?

Tidak, aku hanya ingin bilang, bukankah mereka butuh perawatan nyata?

Tak bisa kubayangkan desa yang dipenuhi anak-anak tak berdaya

dihancurkan oleh misil SCUD dan kemudian,

"Ceritakan soal masa kecilmu, dan kau akan baik-baik saja."

Baik, pertama-tama, kau bodoh.

Kedua, Rory mendapatkan perawatan yang baik.

Terakhir, aku punya gelar dokter medis yang dibutuhkan untuk meresepkan obat.

Baik. Aku tak tahu itu.

Syukurlah.

Jika aku pasienmu, apakah kau bisa membantuku?

Kau tak akan jadi pasienku.

Maksudku, semisal kau harus melakukannya.

Tak ada kata "harus". Aku menjaga batasan yang sehat.

Ya.

Seperti berlarian dengan sepasang orang payah,

- pura-pura menjadi tawanan? - Kau tidak payah, Rory.

Setelah Pak Kelly tiba,

kita akan terima bantuan apa pun yang bisa dia berikan.

Rory...

Lalu akan kulakukan yang harus kulakukan, setelahnya aku akan serahkan diri.

Kurasa aku akan pergi ke Bolivia sendirian.

OPERASI KHUSUS

Apakah itu Pak Kelly?

Apakah Pak Kelly punya tank?

KEPOLISIAN BOSTON

Sial.

Sial.

Sembunyi. Sembunyi.

- Di mana? - Astaga.

Ceritakan padaku soal batasan sehat itu.

Aku melakukan tugasku. Aku di sini untuk Rory.

Apakah pasienmu ada yang mati? Apa karena itu?

Diamlah.

Ya.

- Tidak, aku paham. - Kau tak tahu apa-apa.

- Mereka melihat banyak hal. - Berhenti bicara.

- Mereka kembali, mereka putus asa. - Kau banyak bicara.

- Tak ada yang membantu. - Entah bagaimana kau bertahan hidup

- selama ini. - Aku tak banyak bicara.

Diamlah.

Biarkan aku bertanya.

Apa yang salah denganku?

Aku serius. Aku ingin tahu.

Gangguan hubungan sosial pada orang dewasa.

Mungkin berasal dari masalah keterikatan yang terganggu saat kecil.

Kau merasa diabaikan orang-orang.

Tidak, bukan itu.

Kau lebih nyaman saat merasa diabaikan dan kesepian.

Saat ada yang berkata jujur padamu, kau bicara agar kau tak mendengarnya.

Aku mulai paham kenapa banyak pasienmu yang menembak diri mereka.

Cobby, jika kau ingin punya teman, jadilah seorang teman.

Halo, Frank. Apa kabar?

Kurasa itu polisi.

Suruh Cobby naik kemari.

Kau dalam masalah besar, Nak.

Pak K...

Bisa biarkan kami bicara, John?

Tentu, Frank, aku akan keluar.

Silakan mengobrol.

Aku akan coba untuk tak buat kekacauan.

Lakukan sesukamu, Frank.

Aku punya asuransi.

Semoga kau juga punya asuransi untuk rumah pantaimu.

Aku mencoba membantumu, Cobby.

Tuhan tahu aku sudah mencoba.

Duduklah.

Aku punya pistol.

Kau akan pakai itu untuk menembak seseorang?

Tidak.

Maaf.

Kau pernah lakukan tindak kriminal sebelumnya?

Tak pernah lakukan tindak pidana.

Pak, jika aku boleh bicara mewakili mereka...

Tidak boleh.

Siapa kau?

- Dia tawanan kami. - Dia psikiater kami.

Aku bukan psikiatermu.

Kau dibayar murah.

Ya, sudah jelas.

Jadi, itu saja? Kami ditangkap?

Kurasa dia tak kemari untuk menangkap kita.

Di mana barangnya?

Di mana apanya?

Dia membicarakan soal ini.

Biar aku bertanya sesuatu.

Kenapa wali kota sangat peduli soal ini hingga mengutus orang sepertimu?

Bukan urusanku.

Yang artinya jelas itu bukan urusanmu.

Dengar, Nona. Kau akan pergi denganku.

Tetapi aku tawanan mereka.

Dan aku menyelamatkanmu.

Letakkan tangan kalian di bar saat pasukan dengan mobil C-11 datang.

Mereka bersenjata, dan mereka minum banyak kopi.

- Mereka tak akan pergi. - Minggir, minggir.

- Mundur. - Kau yang mundur.

Biarkan Kepolisian Boston menanganinya.

Sedang apa kau?

Dia bilang letakkan tangan di bar. Kuletakkan tanganku di bar.

Kau tak menciumnya?

Mencium apa?

Sial.

Tunggu apa lagi?

Apa kita melewatkannya?

Ayo, ayo!

Panggil pemadam kebakaran Quincy kemari.

Pasti ada kebakaran.

Kebakaran besar.

Kebakaran sangat besar.

Kita harus apa sekarang?

Kita pergi ke Montreal.

- Montreal? - Ya, Montreal.

Kita akan aman di sana.

Baiklah. Kenapa?

Itu di Kanada.

Ya, aku tahu di mana kota itu. Tetapi...

Apa kau kenal seseorang di sana?

Tidak.

Bagaimana kita bisa pergi ke sana?

Lewat jalan raya.

- Ikuti penanda di jalan. - Selagi dikejar semua orang?

Bagaimana caranya melewati perbatasan?

Aku tak tahu.

Kita akan parkir di Niagara Falls dan berjalan menyeberang.

Suhunya minus 46 derajat Celsius di sana.

Saljunya setebal enam meter.

Di tengah musim dingin?

Butuh papan luncur anjing dan kawanan anjing husky untuk seberangi perbatasan.

Kau mau berjalan menyeberang memakai sepatu kets?

- Apa kau pernah ke Montreal? - Tidak pernah.

Memang apa bedanya?

Montreal itu ide buruk.

- Montreal ide buruk? - Buruk.

Ya, Montreal itu ide buruk.

Jadi semua orang salah tentang Montreal.

Kau pernah merampok bank?

Apa?

Merampok bank.

Kau tak akan merampok bank.

Aku butuh uang.

Bagaimana caramu merampok bank?

- Bagaimana? - Ya.

Masuk saja. Pakai topeng.

Pakai topeng setelah masuk?

Atau sebelumnya?

Sebelumnya.

Bagaimana jika ada penjaga bersenjata?

Bagaimana dengan kunci waktu di brankas?

Bagaimana jika mereka tak menyimpan uang lebih dari dua ribu dolar di lemari?

Lupakan saja soal brankas besar.

Kau hanya akan mati tertembak sia-sia.

Merampok bank itu ide buruk. Kita akan ke Montreal.

Montreal tak menyelesaikan masalahku. Sama sekali.

Ya, aku tak mau masuk penjara lagi.

Selamat bersenang-senang di Montreal.

Selamat bersenang-senang merampok bank.

IMIGRAN MEMBUAT AMERIKA HEBAT

UANGKU $ MICCELLI

18, 13, 87, 18, 20, 26, 71, 29, 80.

Itu nomor yang ada di gelang milik wali kota.

Kau butuh $32.480?

Ya.

BOSTON BARU WALI KOTA BARU

MARK CHOI UNTUK WALI KOTA

Miccelli harus pergi!

BALAI KOTA BOSTON

Dua puluh lima tahun penuh penyuapan.

Wali kota ini mungkin lebih kaya daripada Syah Iran.

Jika dia mengirim Frank Toomey untuk mengambil gelangnya,

percayalah gelang itu berharga.

Nomor-nomor itu adalah kombinasi kunci brankasnya,

dan brankas itu ada di kantornya, karena itu dia belum pergi.

Jadi, maksudmu kau ingin merampok wali kota lagi?

Aku tak bilang yang pertama kali berjalan lancar, tetapi...

mereka tak akan mengira kita cukup bodoh untuk mencoba lagi.

Semua akan masuk penjara kecuali jika kita mengeluarkannya.

Masukkan saja brankasnya ke lori

dan keluarkan dari kantor ini!

Wali kota tak akan melupakanmu, Frank.

- Cepat kerjakan. - Sudah dapat, Pak.

- Pengecut! - Sudah dapat!

Hentikan tindak kriminal!

KEMBALIKAN DEMOKRASI

BERSIHKAN BOSTON!

Miccelli harus pergi!

Hentikan tindak kriminal!

PEMADAM KEBAKARAN BOSTON

Menurutmu mereka menyimpan kunci truk ini?

Kita kemari untuk ambil seragam. Kini kau mau ambil truknya?

Bukankah mencuri truk damkar itu seru?

- Pemadam kebakaran. - Damkar Boston.

- Pemadam Kebakaran Boston. - Damkar Boston.

Damkar Boston.

Apa kau tahu itu mengarah ke mana?

Ya, masuk ke sini, melintas ke sana, dan naik.

Ya, tetapi naik ke mana? Bagaimana kau tahu?

Akan masuk ke gedung.

Percayalah, akan masuk ke suatu tempat.

Alan, ini rencana pensiunku.

Baik. Ya.

Kau merasakannya?

- Kebakaran. - Apa-apaan?

- Harap tinggalkan gedung. - Evakuasi?

Ke arah sana! Ayo!

Berhasil.

Kau merasakan betapa beratnya sepatu bot ini?

Jika kau bilang Montreal lagi, aku bersumpah, kubunuh kita berdua.

Sekadar memberi tahu. Jari-jari kakiku kepanasan.

Terjadi kebakaran di gedung.

- Ini bukan uji coba, Pak. - Sial!

Mohon tinggalkan gedung sekarang juga.

Aku harus mengevakuasimu dan semua staf ke tempat aman.

Bisa beri aku waktu sebentar?

Pak, kumohon, aku hanya melakukan tugasku.

- Astaga. - Sekarang, Pak!

Apa yang terjadi di sini?

- Pak! Kita harus pergi sekarang juga! - Jangan sentuh aku!

- Aku wali kota. Kau tak bisa... - Ayo! Sekarang, Pak!

Ayo! Cepat!

Mau ke mana kau? Hei!

Gedungnya kebakaran!

- Jangan pergi tanpa uangnya, Alan. - Ayo, Pak!

Hati-hati, Alan.

Gedungnya kebakaran.

Kupikir petugas damkar lewat tangga.

Petugas damkar lewat tangga.

Hei!

Sedang apa kalian berdua?

Hei!

Naik tangga seperti yang lain.

Jangan menghindariku!

Kami tak apa-apa. Tenang!

Hei!

- Cepatlah. - Cepat? Hari ini aku tertembak.

Hei!

- Orang ini. Sialan. - Enyahlah!

Bisa ulangi?

Jangan persulit keadaan. Kita sedang memadamkan api.

Berbalik! Aku harus apa?

Apa-apaan ini? Aku akan buat kau...

Aku tak punya pilihan.

Hei! Mau ke mana kalian?

Jangan masuk ke kantorku!

- Hei! - Enyahlah!

Hei, bilang apa kau kepadaku?

Jangan menghindariku!

Kau pikir ini main-main?

- Berhenti! Sekarang! - Dia tak akan menyerah.

- Ayo, ayo! - Jangan tutup pintu itu!

Jangan macam-macam...

Astaga.

- Orang ini. - Sulit dipercaya.

Yang benar saja!

Apakah semua orang di kota ini harus berlagak jadi pahlawan?

Aku bukan pahlawan.

Hei, hentikan! Hentikan!

Kami punya tawanan, dan dia akan dilempar dari balkon!

Apa yang kau lakukan?

Aku mengulur waktu.

Ini perampokan.

Kita bisa dipenjara empat hingga tujuh tahun.

Kini kita bisa dipenjara 20 tahun karena menculik orang.

Ada yang menggedor pintu dengan kapak.

Aku berimprovisasi.

Lebih buruknya lagi, ini gedung federal.

UU Keamanan Dalam Negeri berlaku. Tak ada batas penahanan bagi teroris.

Akan jadi prioritas tertinggi. Siap menembak untuk membunuh.

Ditambah lagi, aku pegawai pemerintahan.

Jadi, itu akan memicu respons besar-besaran.

Kau memicu respons besar-besaran.

Airnya berhenti.

Mereka memanggil negosiator.

Mereka tak memanggil...

Mungkin itu dari negosiator.

Itu brankas yang amat besar.

Sial. Siang yang luar biasa.

Ada apa?

Ada kebakaran besar di balai kota.

Ya. Untunglah alat penyiram itu sungguh berfungsi, ya?

Kacau sekali di sana.

Aku akan bawa ini pulang.

KEPOLISIAN NEGARA BAGIAN VERMONT

DEPARTEMEN MANAJEMEN PROPERTI KOTA BOSTON

Siapa yang bertanggung jawab di sini?

Hei!

Siapa yang bertanggung jawab di sini?

Pak Wali Kota!

Ada masalah keamanan yang berkembang pesat.

Ada penembak jitu?

Pak, sedang disiapkan sekarang.

Sangat sederhana, paham?

Bunuh para penjahat itu, kusiapkan parade untuk kalian.

Gunakan kepala kalian, Teman-Teman. Mari ringkus mereka.

Tujuh puluh satu,

dua puluh sembilan...

Delapan puluh.

Astaga.

- Ya. - Mustahil.

Tunggu, tunggu. Apa?

Astaga.

Kau bilang jatahmu $32.480?

Kurang lebih.

Permisi. Petugas.

Petugas!

Aku ingin bersepakat dan serahkan bukti ke pengadilan.

Jangan sekarang, Alan.

Kami sedang sibuk.

Aku ingin imunitas dari penuntutan sebagai imbalan atas kerja sama penuh.

Barang bukti selama 20 tahun.

Penyuapan, rekening bank luar negeri yang tak bisa dilacak.

Kau tahu kami bukan polisi, 'kan?

Kami bahkan bukan petugas damkar.

Aku ingin kalian menjadi saksi bahwa aku bekerja sama secepat mungkin.

Kerja bagus.

Ada pahlawan di mana-mana.

Apakah itu M82A1?

Tentu saja. Bahkan tak diizinkan dipakai di lapangan tembak.

Beri aku sepotong.

Beri aku bir, Joe.

Mari hantam mereka.

Tunggu apa lagi?

Seperti peristiwa pengepungan Waco di luar sana.

Hei, Bobby Orr menandatangani tongkat ini.

Ya, mungkin itu palsu. Kebanyakan palsu.

Ya, aku melihatnya bermain. Menonton pertandingan terakhirnya.

- Ya? - Ya.

Berapa usiamu?

Saat itu usiaku tujuh tahun.

Lutut Bobby cedera. Dia tak bermain bagus. Tetapi aku di sana.

Ya, dia bilang padaku agar tak melupakannya.

Bobby Orr menyuruhmu agar tak melupakan pertandingannya?

Bukan Bobby Orr. Ayahku mengajakku ke sana.

Sierra tim satu melihat sasaran dengan jelas.

Awas!

Terus tembaki mereka!

Sial.

Ayo, ayo!

Minggir!

Berhenti menembak! Tim SWAT!

Ada tawanan di dalam. Berhenti menembak!

Itu yang kubicarakan!

Menjauh dari jendela!

Astaga! Sial!

Berhenti menembak!

Sial! Astaga!

- Kau tertembak? - Ya.

Kau?

Maksudmu kena tembakan?

- Ya. - Ya.

Sial. Di mana?

Lenganku sakit. Kurasa kena tembakan.

Kau sudah tertembak di lengan.

Entahlah, beri aku waktu sebentar. Aku baru berbaring.

Siapa yang suruh berhenti menembak?

Aku tak memberi perintah.

Ada pengacaramu di sana, Pak.

- Siapa? Alan? - Ya.

Negosiator akan masuk.

Kau tahu harus apa?

Ya.

- Ya. Ini kena tembakan. - Mustahil.

- Ini luka peluru. - Mustahil.

Menurutmu apa? Keram otot?

Swetermu sobek karena merangkak di lantai.

Ini solusi untukmu. Jarum dan benang.

Itu solusi untuk masalahmu.

Karena hanya aku yang tertembak hari ini, aku tahu rasanya seperti apa.

Tak ada yang tertembak.

- Menurutmu itu apa? - Bukan luka tembakan.

- Aku menyelamatkanmu dari peluru. - Kau menyelamatkanku?

Bisa saja kau kena itu di sofa saat kau berputar di pojokan.

Aku tertembak dua kali hari ini, aku hanya ingin itu diakui.

Kenapa kau pikir itu...

Itu luka goresan.

Ruangan penuh.

Rory. Rory, ini aku. Dokter Rivera.

Aku sendirian.

Sebentar.

- Hai. - Hai.

Boleh aku masuk?

Hai, Dok.

Kalian baik-baik saja?

Ya. Kami baik-baik saja.

Sayangnya, aku tertembak. Lagi.

Dia tak tertembak.

- Ya, aku kena tembak. - Kau negosiator?

Ya, benar.

Pengacara wali kota, Alan Flynn. Aku hendak bekerja sama.

Alan tawanan baru kami, tetapi dia tak lebih baik darimu.

Hai, Alan.

Aku suka rompi itu. Kau terlihat cantik.

Ada apa, Rory?

Aku akan dapatkan uangku sebesar $32.480.

Bagaimana perasaanmu?

Baik-baik saja.

Apakah biasanya memang seperti ini?

Cobby, tolong jangan menyela.

Tetapi, tidak, biasanya pasien menjawab pertanyaan.

Kau dapat uangnya. Kau dapat apa yang kau inginkan.

Apakah rasanya seperti yang kau duga?

Bisa kuantar uangnya ke putramu. Akan kusimpan di balik rompi antipeluruku.

Keluar dari sini dan kuantar kepadanya.

Kau berhasil.

Kau bisa... Apa sebutannya? "Manfaatkan kesempatanmu".

Jadi, apa yang kau rasakan?

Aku tak mau mati.

Aku tak mau mati.

Butuh keberanian besar untuk mengatakan itu.

Aku sungguh bangga padamu.

Ya, Cobby.

Aku juga tak mau mati.

Itu bagus, Cobby.

Aku tak mau mati.

Alan, kau bukan bagian dari sesi ini.

Baiklah.

Aku siap untuk menyerahkan diri.

Apa kau gila? Jika kau menyerahkan diri, mereka akan membunuhmu.

Kau harus lari.

Tunggu. Semua yang kau bilang sedari awal adalah...

Aku sudah bilang itu sedari awal.

Kau ingin aku bilang apa? Aku salah?

- Ya. Aku akan suka itu. - Tidak, itu...

- Maksudku, apakah itu sulit? - Baik. Ya. Aku salah.

Sial.

Apa?

Kurasa aku ingin pergi ke Montreal.

Subyek pria dan wanita keluar dari gedung.

Apakah mereka akan keluar?

Ya, Pak. Mereka pasti akan keluar.

Baiklah.

Terasa menyenangkan saat menjalaninya.

Sial, itu berat.

Bukan punyaku.

Berhenti! Kembalilah! Mundur!

Berhenti!

Aman, aman!

- Hei! - Dah. Kami petugas damkar. Sampai jumpa.

- Selamat malam. - Astaga.

- Astaga! - Astaga.

Apa kubilang? Apa kubilang?

- Kau tidak salah. - Jadi petugas damkar itu ide bagus?

Kita akan ke Montreal! Ayo.

- Ayo! - Montreal! Ayo!

Siapa yang menyetir truk pemadam kebakaran itu?

Mereka lihat truk damkar ini sekali saja, mereka akan biarkan kita masuk.

Kami datang. Minggir.

Pahlawan Amerika akan lewat.

- Seberapa jauh ke Montreal? - Sekitar 480 km.

Seberapa jauh menuju kebebasan? Kami akan ke Montreal!

- Montreal. - Ke Montreal menaiki truk damkar!

Tak ada yang bisa menghentikan truk ini.

Tidak ada!

Sial.

Mobil! Mobil! Kau menabrak mobil di sebelah sini.

- Sial! Dia datang. - Ayo. Cepat!

Ayo! Lebih cepat! Ayolah!

- Aku mengebut! - Kau melambat!

- Naikkan persnelingnya. - Sudah dinaikkan.

- Sudah berjalan secepat mungkin. - Naikkan lagi persnelingnya!

Dorong! Dorong!

Dia itu berengsek.

- Lebih cepat! - Sudah mengebut!

- Coba banting setir! - Aku sedang banting setir!

- Kemudikan ke arah lain! - Aku mencoba banting setir!

Sial!

Sial!

Pintumu.

- Aku tak bisa... Ini macet. - Ke arahmu. Buka pintunya.

Ini hanya pengait. Hanya penga...

Itu dia.

Angkat tangan, Berengsek.

Apa kau sudah gila?

Kami sedang jalani perawatan. Ya.

Keluar. Letakkan tangan kalian di truk.

Pak, aku punya sesuatu

yang menurutku akan menarik bagimu.

Apa?

Boleh aku masukkan tangan ke kantong untuk mengambilnya?

Ini adalah bukti penyuapan selama 20 tahun.

Kami bersedia memberinya kepadamu untuk ditukar dengan kebebasan kami.

Yang kutawarkan adalah kau masukkan ini ke kantongmu,

kau berbalik, dan kau pergi.

Kau tak perlu bekerja lagi sepanjang hidupmu,

- dan kami menghilang. Itu saja. - Kami akan pergi.

Layanan kesehatan gratis, perawatan gigi gratis,

potong rambut, grup lelaki, pembersihan kutu.

Bisa berolahraga.

Tak akan kehilangan dompet.

Atau pernikahan.

Sudah kucoba.

Tidak bagiku.

Tak perlu memilih baju lagi.

Seperti Einstein.

Menurutku orang itu tak tahu beberapa hal.

...73 ke Montreal sudah siap memulai kenaikan awal di gerbang...

Wali Kota Miccelli?

Siapa? Aku?

MICCELLI, JOSEPH 180 CM 108 KG KEPOLISIAN BOSTON

Pak Wali Kota, aku ingin bilang

aku sangat mendukung platform antikorupsimu.

Jadi, saat kita menuntut kedua pria dari Quincy ini,

pengacara mereka, tentunya, akan memasukkan diska ini sebagai bukti

dan rekening yang terdaftar di dalamnya,

yang menampung uang tak terlacak sebesar 100 juta dolar.

Jadi, kita akan kembalikan 100 juta dolar tak terlacak kepada negara

yang sebenarnya bisa kita...

Pak Wali Kota, tolong lihat kemari.

Tetapi, Pak Wali Kota, jika kita tak menuntut kedua orang itu,

maka diska ini tak akan dijadikan barang bukti.

Baik, ini hari keberuntunganmu. Keluarlah! Ayo.

Ayo, Sobat. Cepat.

Hati-hati kepalamu.

Turun. Kau juga. Ayo. Kemari. Turunlah.

Turunlah, tahan.

Selamat berlibur.

Berkat program Kesempatan Kedua Wali Kota Choi.

Semoga kau memanfaatkannya dengan baik.

Hei, kami punya sepatu bot.

Ya, itu sudah dikembalikan ke pemadam kebakaran.

Ya, tapi ada beberapa barang pribadi di dalam sepatu bot itu.

Uang tunai? Ya, sudah kami ambil.

Terima kasih banyak.

Apa yang terjadi?

- Apa yang... Apa? - Jalan terus.

Jadi, kita bebas?

- Ya. - Kita bebas. Wah.

Mark Choi itu, ya?

Sudah kubilang. Kandidat yang hebat.

Harus kubilang, tak kuduga itu akan terjadi.

Kau hebat, Choi.

Choi memilih untuk melakukan perubahan.

Aku selalu gagal membuatmu tertawa, ya?

Ya, kau berhasil.

Aku tak ingat kau tertawa.

- Aku tertawa. - Aku membuat banyak lelucon.

- Tak ingat kau mentertawakannya. - Aku tertawa.

Kapan kau tertawa?

Saat kau tertembak kedua kalinya.

Yang benar saja.

- Hei. - Apa?

Lupakan saja.

Jaga dirimu.

Ya, jaga dirimu.

Tak terdeteksi alkohol. Kendaraan terbuka.

Kau menongkrong sembarangan.

Ya, kau tahu caranya hubungi polisi.

JUNIOR JAM-FEST BRUISERS JUARA 2014-2015

KELOMPOK USIA 11-12

Apa-apaan?

Butuh sepatu bot.

Terjemahan subtitle oleh Dysan Aufar

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.