Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
IG: @muhammadilhamcahyadi Twitter: @m_ilhamcahyadi
Kau tahu?
Waktu menghancurkan segalanya.
Itulah intinya.
Apa yang sudah terjadi padamu?
Kurasa aku bisa curhat ke kamu.
Aku bersembunyi disini karena
aku meniduri putri kandungku.
Oh, itu kelainan orang barat!
Aku tak bisa berhenti memikirkannya.
Hanya dia yang aku punya. Yang lainnya sudah hilang.
Aku belum pernah punya apapun.
Putriku manis sekali.
Berhati-hatilah.
Kurasa kita semua ialah jelmaan iblis.
Itu bukan masalah besar.
Kita merusak segalanya dan orang lain bilang itu kabar buruk.
Itu menyedihkan.
Jangan lupakan kenikmatannya, kebahagiaannya.
Itu semua tidak...
Bukan akhlak buruk, hanya akhlak biasa saja.
Artinya kita perlu memulai dari awal.
Kembali bertarung.
Kembali hidup.
Bertarung lagi, jalani kehidupan lagi.
Betul! Mau minum sesuatu?
Tidak usah.
Aku tak punya uang.
Aku juga tak punya.
Apa itu? Suara apa yang di luar?
Bukan apa-apa!
Hanya kejadian kecil saja di bawah.
Selalu ada masalah sepele,
di diskotik Rectum!
Diskotik Rectum!
- Urusan polisi. - Urusan apaan?
- Polisi, pak. - Kriminal apaan?
- Kejadian pembunuhan? - Pembunuhan?
- Seseorang di bungkus kain ya? - Betul.
- Boleh aku tunggu disini? - Kenapa?
Aku hanya ingin uangku, aku tidak peduli kejadian disini.
- Kembalilah besok. - Morad!
Aku mengenal 2 pria homo yang tak mau bayar itu.
Tolong mundur dulu.
Coba perhatikan bajingan tolol sialan yang terbaring di tandu itu!
Lenganmu patah lagi, cowok manis?
Kuharap masalah yang menimpamu, ditipu juga!
Seperti Alex. Harapan itu butuh tumbal, butuh rasa sakit!
Bayarlah, anak manja!
Darahnya muncrat di sepanjang lorong ini?
- Tempat sialan! Dasar homo! - Bangsat!
Seorang homo melempar batu ke kita demi 2 bajingan tadi!
Kini kami punya bahan lelucon tentang kap mesin!
Mana bayaran kami, bajingan?!
Ayo kita ambil uangnya dan pergi dari sini, Morad.
Polisi sialan! Kota ini penuh homo semua!
Mereka ada dimana-mana!
Menyingkir dari jalur kami!
Singkirkan semua hal sialan ini!
Borgol dia. Dia akan di kurung selama 10 tahun.
Akan kumasukkan kau ke penjara, dasar pedofil gila!
Kau harus membayarnya!
Orang bijak sialan!
Semoga kau disodomi sampai mati! Sampai kotoranmu keluar, bangsat!
Aku mau uang tunai, bajingan Yunani!
Dasar babi terikat!
Pantas saja! Semua orang bijak ialah homo.
- Kau akan di tusuk disana! - Ke terminal!
Tak ada kondom di penjara. Kau akan terjangkit AIDS, pecundang!
- Kau mau kemana? - Aku mau mencari Tenia.
- Jadi? Bayar dulu. - Akan aku bayar!
- Kau kenal pria bernama Tenia? - Tidak, tak tahu.
Kami akan menemukannya.
Stop! Hentikan sekarang.
Kau bukan pria, kau itu binatang. Binatang saja tak mau balas dendam.
Ini kemauanku! Lepaskanlah. Ini urusanku.
- Mereka akan bunuh kamu, Marcus! - Itu urusanku!
Disini baunya busuk! Marcus, stop! Mereka akan membunuhmu!
- Kau kenal dengan Tenia? - Menyingkirlah!
Si Tenia!
Marcus, kembalilah! Aku tidak mau melindungimu!
Jangan pergi!
Marcus, stop! Marcus!
Kau mengetahui pria bernama Tenia?
Pierre!
Kau kenal pria bernama Tenia?
Si Tenia, kau kenal?
Si Tenia?
Pierre! Pierre!
Pierre, ayolah!
Marcus, ayo keluar dari sini!
Mereka ada di bawah, ayolah!
Turun saja ke bawah!
Ayo bantu aku!
Kau mengenal Tenia?
Mengapa kau tertawa?
Kau tahu si Tenia?
Tak tahu? Lepaskan aku!
- Kau tahu si Tenia? - Mau menjilat penisku?
Aku tak mau menjilat penismu! Kau tahu si Tenia?
Kau kenal pria bernama Tenia?
- Kau mau menghisap penisku? - Bangsat!
Hei kamu, kembalilah. Mau nge-seks?
Kau kenal si Tenia? Namanya seperti cacing pita.
- Si Tenia! - Mungkin di atas.
Si Tenia. Apa kau bernama Tenia?
Pergilah! Kau kenal si Tenia?
- Kau kenal si Tenia? - Tidak, entahlah.
- Kau bekerja disini? - Aku tak tahu siapa dia.
- Kau tak tahu? - Carilah, dia tak mungkin jauh.
Kau mengenal Tenia?
Tenia?
Bajingan!
- Kau kenal si Tenia? - Ya, pergilah!
- Hei, kau si Tenia? - Cacing pita ada di ususku, kawan.
Kau kenal si Tenia?
Apa kau mengenal Tenia?
- Dia pacarku! - Kau mengenalnya?
- Ya! - Dimana dia?
Kurasa dia berselingkuh!
- Dimana dia? - Dia berselingkuh!
- Lupakanlah Tenia! - Jangan sentuh aku!
Pukul aku, kawan! Pukul aku!
- Lepaskan tanganku! - Pukul aku!
Diamlah dan bawa aku padanya!
Pukul aku sayang, ayolah!
- Tunjukkan padaku! - Pukul aku!
Santailah, pria homo sialan. Aku bukan pria gila!
Tunjukkan dia padaku! Dimana dia? Bawa aku padanya!
Tenia akan menyodok pantatmu dengan kedua tangannya!
- Kau akan menjerit! - Aku akan menampar wajahmu!
Yakin ingin melihat si Tenia?
Pukul aku dulu! Pukul aku, tak apa-apa!
Kubilang bawa aku pada dia!
Akan lebih nikmat jika kau memukulku dulu, sayang!
Orang homo sialan, kau ingin aku memukul wajahmu?
Aku mencintaimu, kau mengingatkanku pada seseorang.
Ayolah, santai saja dulu atau aku akan menghajarmu!
Dimana dia?
- Belikan aku minuman dulu! - Beri dia minuman!
Minumlah. Dimana dia?
- Air soda? - Dimana dia?
Si Tenia? Di pantatku!
Sudah ketemu? Cacing pita di pantatku!
Dengar! Kau tahu ini botol, kan? Akan kutampar kau pakai ini!
Apa itu maumu, hah?
Mau kutampar semua lubang di wajahmu?
- Dimana dia? - Jangan khawatir, aku mengenalnya!
- Stop! - Aku mengenalnya!
- Bawa aku padanya. - Polisi sialan!
Bawa aku sekarang padanya!
Polisi yang baik akan di perkosa sampai mati!
Tunjukkan penismu, pahlawan super!
Ini yang kau mau? Bawa aku padanya.
Bawa aku padanya.
Dimana dia?
Lanjutlah! Dimana dia?
- Menyingkirlah! Sekarang! - Si Tenia ini sulit dicari, sayang!
Yakin ingin bertemu si Tenia?
- Dimana dia? - Pukul aku lagi maka kuberitahu kau!
- Dimana dia? - Itu dia!
Apa-apaan ini!
Apa kau Tenia? Apa itu kau?
Aku bertanya padamu!
Siapa si Tenia?
Aku bertanya padamu!
Menyingkir dariku. Kau mengenal Tenia?
- Siapa dia? - Santailah, kawan.
- Siapa dia? - Mengapa kau menginginkan dia?
Itu urusanku! Apa kau si Tenia?
- Sakit sekali pantatku! - Apa itu kau?
Aku bicara padamu, kawan!
Jangan! Stop!
- Aku mau menyodomi pantatmu! - Ya, tusuk pantatnya!
Lepaskan dia! Hei! Aku bicara padamu!
- Stop. - Bunuh dia!
- Dasar homo sialan! - Stop.
Dasar homo sialan!
Dasar homo sialan!
Stop!
Dasar homo sialan!
Stop!
- Stop! - Lanjutkan!
Luar biasa!
Menyingkirlah, kawan!
Dasar bajingan sialan! Hentikan amarahmu, tolong!
Kita hampir dekat.
- Stop! - Tunggu disini.
Ya, kutunggu disini!
Hei! Diskotik Rectum dimana?
Diskotik Rectum! Tempat orang homo berkumpul, dekat sini.
Kau sedang terangsang? Diskotik pelacur atau apa?
Kau ingin penis di pantatmu? Akan aku tunjukkan diskotik Rectum!
- Kau tak tahu dimana diskotik Rectum? - Hanya diskotik...
- Kau bukan homo? - Aku bukan homo.
Dimana tempatnya?
Bajingan homo!
Pierre!
Ayo bergerak!
Pierre!
Sekarang gimana? Apa lagi?
Siapa yang kau marahi tadi? Siapa yang akan kau pukul?!
- Ikuti aku! - Sudah gila aku mengikutimu!
Apa kau tahu diskotik Rectum?
Diskotik Rectum, diskotiknya orang homo?
- Di sana. - Ke sana?
Tepat ke arah sana!
Kamu mau kemana? Ayolah!
- Kita jenguk saja Alex di rumah sakit. - Kita sudah dekat!
Kau mau ikut?
Kau harus ikut!
- Ikut denganku! - Stop, bajingan sialan!
Jangan seperti pengecut! Ikut aku!
- Kau sakit jiwa! - Kita akan pergi ke diskotik Rectum!
Cepatlah!
Berkendaralah!
- Siapa yang mengejarmu? - Bajingan, bawa mobilnya!
Siapa pelacur yang mengejarmu itu?
- Beritahu dia kemana tujuan kita, idiot! - Ke diskotik Rectum.
- Apa itu Rectum? - Betul! Diskotik Rectum!
Semua orang tahu itu!
Dimana diskotik Rectum?
Jangan berteriak padanya!
- Diskotik orang homo! - Jangan berteriak!
Simpan tenagamu untuk menjenguk Alex nanti!
Pikirkan lagi, idiot! Tanamkan itu di otak monyet-mu!
Kau lebih tolol ketimbang tikus percobaan!
Sudah sampai? Diskotik homo Rectum.
Dimana posisi diskotiknya?
Diskotik orang Homo! Kau paham?
- Apa kau homo? - Tidak, aku bukan homo!
- Kubilang diskotik orang homo! - Diamlah, bangsat!
- Apa tidak ada diskotik di kota ini? - Banyak diskotik di kota ini.
Kalau begitu bawa kami ke diskotik orang homo!
- Kau pria homo! - Hei, aku bukan homo!
Tinggalkan aku sendirian!
Bawa kami ke diskotik Rectum! Paham?
- Apa itu Rectum? - Kau membuatku gila!
- Aku tak mau ke diskotik Rectum! - Kau punya HP?
Kau punya teman yang matanya sipit sepertimu?
Kau rasis padaku, akan aku hajar wajahmu!
- Cepatlah atau kupukul wajahmu! - Dia sedang stress, maafkan dia!
Tenanglah, pak. Maafkan kami.
- Dia sakit jiwa. - Akan kupukul wajahnya!
Tenanglah.
Pergi ke diskotik yang banyak cowoknya.
Dasar orang perusak kode genetika!
Orang Cina sialan! Bawa kami ke diskotik Rectum!
Turun sekarang! Diam! Turun!
Kau ingin aku keluar? Keluarkan aku, Cina bangsat!
Tolong turunlah! Kau bertindak berlebihan!
- Alex akan merasa malu! - Turun sekarang!
Tenanglah, kami akan turun.
Apa? Kau mau membuang kami?
- Turun! - Kau punya gas air mata?
Gas air mata apa ini, bajingan sialan?
- Turun! - Gulung saja sushi kotormu!
- Jangan sentuh aku! - Stop, Marcus!
- Turunlah, tolong! - Berapa ongkos kami?
Berapa harga ongkosnya?
Stop, Marcus!
Stop!
Hati-hati!
- Mobil taksiku! - Menyingkirlah!
Dasar maling! Ini mobil taksiku!
Kau gila! Kau sakit jiwa!
Menyingkirlah, pengecut sialan!
- Kau sungguh sakit jiwa! - Langsung ke diskotik Rectum!
Hentikan balas dendam sialan tak berguna ini!
Kami akan membayarmu, tetaplah disini, Marcus.
- Mereka hanya pelacur! - Apa yang kau harapkan?
Bagaimana mungkin kau bilang kalau ini bukan urusanku? Hentikan!
Apa? Kau mau menghajarku?
Kalian akan dapat uangnya. Mundurlah. Nanti kalian dapat.
Kau mengenal salah satu pelacur ini?
Bajingan!
Apa yang ingin kau lakukan?
- Kalau dia disini? - Kau tak tahu pasti!
Kau tak mau mencari tahu?
Tak ada yang tahu pelakunya! Ini tidak akan membuat Alex lebih baik.
- Kami ingin uang kami. - Nanti kalian dapat.
Siapa yang kalian kenal disini?
Kenapa kau marah sekali? Persetan dengan balas dendam bodoh ini!
Jangan bertindak tolol!
- Menyingkirlah! - Kau mau menghajarku, kan?
- Apa yang kau lakukan? - Pergi ke rumah sakit!
Kau mengenal 2 pelacur ini?
Tanya mereka.
- Siapa namanya? - Guillermo Nuñez.
- Kau kenal pria itu? - Tanya ke wanita bernama Donna.
- Apa? - Donna, namanya Donna.
Dia bilang apaan?
Donna, dia pelacur yang aku maksud tadi.
Jangan khawatir.
Kami lebih ahli ketimbang polisi.
Mabuk sembari pegang pistol! Bicara padanya, kau di tembak di tempat.
- Baiklah. - Apa yang kau bisa, pria hidung cokelat?
Aku paham tingkat ketololan manusia.
Yang mana? Hah?
Pelacur yang disana.
- Donna! - Menyingkir dari punggungku!
- Lihat aku, Marcus. - Kau mengenal Guillermo Nuñez?
- Tidak. - Kau tak mengenal pria itu?
- Tidak. - Kau tahu siapa yang kenal?
- Tak ada yang mengenalnya. - Ya. Saya sangat mengenalnya.
- Siapa dia? - Dia disana. Nama lainnya Concha.
Dia berkata apa? Si pirang yang disana?
Terima kasih, Donna.
Namamu Concha?
Kau mengenal Guillermo Nuñez?
Ayolah, santai saja. Jangan sakiti dia!
Kami tak akan menyakitinya!
Kau pikir menurutnya siapa kita?
- Mundur, mundur! - Saya mengenal Guillermo.
Temanku ini ingin tahu dimana posisi Guillermo Nuñez.
- Untuk apa? - Untuk apa?!
Apa masalahmu?
Aku butuh jawaban! Seseorang telah diperkosa!
Kau sakit jiwa atau gimana?
Kalian sentuh dia, maka aku tak mau bayar!
Dia gila, sungguh sakit jiwa.
Tenanglah Marcus, stop!
Marcus, stop!
- Lepaskan dia! - Hentikan!
Jauhkan dia dariku!
Stop Marcus, tolonglah!
Ada apa denganmu?
Kau mengenal Guillermo Nuñez?
Tunggu, tunggu! Sabar, sabar!
- Beritahu aku! - Baiklah, oke.
- Siapa dia? Dimana dia? - Dia itu aku, akulah si Guillermo!
Lihatlah. Paham? Akulah Guillermo!
Kalian menemukan waria (Wanita-Pria). Kerja bagus!
Lepaskan dia!
Artinya dia adalah saksi!
Dasar waria sialan! Berarti kau itu saksi saat di TKP!
Rasakan ini!
Terima ini.
Sekarang beritahu kami kronologi pemerkosaannya!
- Sayat dia! - Beritahu aku!
Pelakunya bernama Tenia! Namanya Tenia.
Aku mengenal Tenia. Dia tukang germo licik.
Dimana dia? Atau akan kutampar dan kusayat wajah jelekmu!
Beritahu aku, dasar waria busuk. Dimana dia?
Dia ada di diskotik kumpulan homo, diskotik pria gay.
- Nama diskotiknya? - Rectum.
Si Tenia ada di diskotik Rectum sekarang? Kau yakin?
Aku tahu tempatnya, itu diskotik paling menjijikkan.
Semuanya!
Pierre! Taksinya!
- Mata-mata sialan! - Taksi!
Mata-mata bajingan! Buka pintunya!
Buka! Buka!
Bajingan sialan!
Apa kau mabuk?
- Tidak. - Tak memakai obat?
Tak candu obat-obatan?
Tapi teman kerjamu itu,
dia memberitahu kami bahwa kau pakai narkoba setiap hari.
- Terserahlah. - Betul atau tidak?
Kau boleh memeriksaku kalau mau.
- Apa si korban pecandu juga? - Entahlah.
Entahlah? Tapi kalian tinggal bersama.
Kalian tinggal bersama, kan?
Kau tak ingin menjawabnya?
Kalian tak terlalu membantu.
Kau berpisah dengan si korban sebelum atau sesudah pesta?
- Kalian bersama kapan? - Sesudah, sesudahnya.
Sesudahnya. Berapa lama?
- 15 menit. - Itu baru jawaban!
15 menit.
Kalau Marcus? Kapan dia ikut berpisah?
Dia menyusulku setelah dari lorong itu.
Dia menyusulmu?
Apa dia sempat pergi selama pesta berlangsung?
- Entahlah. - Entahlah?
Apa ada hal yang ganjil saat pesta berlangsung?
Apa ada seseorang yang mengantar si korban keluar?
Apa si korban bertengkar atau berselisih dengan seseorang?
Tidak?
- Dengan kamu, mungkin? - Tidak.
Dengan Marcus?
Apa kau dan Marcus sedang bertengkar?
Kau tak sedang bertengkar dengan Marcus?
Aku butuh nomormu jika ada perlu lagi.
Aku catat dulu.
01-...
44-76...
Oke. Apa ini nomor telepon rumah?
Ini nomor telepon rumahmu? Oke.
Kembalikan KTP-nya. Ambil kembali KTP-mu.
Jika kami perlu kamu, kami akan menghubungimu. Pergilah.
Pergilah, kau boleh keluar sekarang.
Istirahatlah!
Selamat malam. Kau sehat?
Apa kau mengenal si korban yang babak belur tadi?
Kau tak sedang sehat. Ini sulit jadinya.
Kau menganggap hal ini tak mungkin terjadi.
Saat ini terjadi, kalian gemetar dan takut.
Apa kalian berdiskusi dengan polisi?
Menurutmu polisi mampu mengurus kasus ini?
Kalian pasti paham kalau polisi sama sekali tak peduli.
Mungkin mereka akan menangkap pelakunya, memenjarakannya,
memberi dia makan, mencuci bajunya, membersihkan badannya.
Polisi akan membawa pelakunya ke dokter.
Temanmu yang jadi korban mustahil di bawa ke dokter.
- Siapa kau? - Siapa aku?
Sampai kasus ini selesai, aku bisa menjadi partner-mu.
Aku bisa membantumu menemukan pelakunya.
Kalian orang baik, pakaian kalian sopan.
Nampaknya kalian berkecukupan.
Dengan sedikit bayaran, kami bisa membalaskan dendammu.
Si pelaku menumpahkan darahmu.
Darah yang memicu balas dendam.
Dendam ialah sifat murni manusia.
Laïd, kemarilah.
Kau akan mendapat gambarannya. Beritahu mereka.
Ini tanah air kami, rumah kami.
Kami bisa menemukan siapapun sebelum polisi tolol itu.
Dengarkan sahabatku ini.
Tidak lama lagi,
seseorang akan tahu kalau kami akan mencari pembunuh dan pemerkosa.
Kami akan menemukan pelakunya terlebih dulu.
Kami akan membuatnya mengerti agar tidak melakukannya lagi.
Kau mau balas dendam atau tidak?
Atau hanya ingin si pelaku masuk penjara?
- Kau mengenal pelakunya? - Pasti itu.
Polisi punya KTP si pelaku dari tas yang tergeletak di TKP.
Namanya Guillermo Nuñez.
Kau ikut? Jika mau ikut, bayar kami. Dendammu tuntas.
Kau takut?
Ada apa? Kau gemetar ketakutan.
Ini masalah antar-pria. Pengecut tak boleh ikut.
Paham?
Mau ikut? Kau terlihat... Bersemangat!
- Ayolah. - Kau ikut?
Ayo jauhi polisi tolol itu.
Pulang sajalah.
Kau tak paham seberapa beruntung kamu. Kau menyakiti Alex.
Oke, kita pulang. Kau merusak biji-ku dan merusak pestaku.
- Ada apa ini? - Ada pelacur yang di perkosa!
- Pelacur di perkosa? - Kami ingin pesan taksi.
- Ya, taksi. - Jangan, pak. Jangan disini.
- Kau bercanda? - Maaf, jangan disini.
Alex!
Alex!
Stop!
Apa yang terjadi?
Tenang, pak!
- Ada apa ini? - Dia terluka, kondisinya kritis.
Tenanglah.
Tenanglah dan biarkan kami menanganinya.
Tolong, lepaskan dia.
- Kami tak bisa bekerja begini! - Bawa dia menjauhi si korban.
Anda siapa, pak?
Kau mengenal si korban? Kau mengenal dia?
- Siapa anda? - Dia kekasihku.
Ini mustahil!
Dia kekasihku!
Taksi!
Lewat lorong saja, itu lebih aman.
Ini dia.
Saya tak mau lagi!
Kumohon!
Kau akan mati, pelacur!
Tunggu sebentar, kamu!
Apa yang kau lakukan?
Tunggu sebentar!
Tunggu!
- Lepaskan! - Kubilang tunggu!
Tolong!!
Tutup mulutmu! Apa aku menyakitimu?
Tutup mulutmu bajingan!
Apa ini yang kau mau?
Bisa tutup mulut sekarang?
Pelacur kelas atas!
Kau ingin tersenyum lebar, kan?
Pelacur busuk!
Apa ini membuatmu terangsang? Katakan padaku.
Kau terangsang?
Kau mau nge-seks?
Lihat dirimu!
Kau terlalu seksi sebagai pelacur!
- Tolonglah. - Diam!
- Lepaskan aku. - Diam!
- Angkat gaunmu! - Lepaskan aku.
Angkat gaunmu! Diamlah!
Lepaskan aku, tolong.
Tolong.
Menunduklah! Tengkuraplah!
Aku akan memperkosa kamu.
Menunduk, berbaringlah!
Tengkurapkan badanmu!
- Tolong! - Berbaringlah!
Tutup mulutmu!
Wow! Pantatmu seksi dan tebal sekali!
Akan kubuat kau terangsang, pelacur!
Siapa yang membeli gaun indahmu? Pacarmu yang memberinya?
Hanya orang homo tolol yang memberi gaun seperti ini!
Pelacur luar biasa!
Diamlah atau aku akan mencekikmu!
Paham? Diam saja atau aku cekik!
Lebarkan kakimu, angkat pantatmu, pelacur!
Diam!
Jangan bergerak!
Akan aku tusuk pantatmu.
Akan aku pecahkan lubang pantatmu!
Ku perkosa kau dengan nikmat yang belum pernah kau rasakan!
Pelacur kelas atas!
Jangan bergerak.
Kau suka di tusuk dari belakang ya?
Apa ayahmu memperkosamu dari pantatmu?
Seperti ini? Kau menyukainya?
Tunggu.
Jangan bergerak, pelacur manis.
Jangan bergerak.
Jangan bergerak, sayang.
Kubilang jangan bergerak.
Pelacur sialan!
Pantatmu benar-benar seksi dan tebal!
Akan aku ledakkan pantat seksimu ini!
Kalau kau buang kotoran di penisku, maka kau mati tercekik, paham?
Dasar pelacur kelas atas!
Wow, pantatmu tebal sekali!
Sungguh pantat seorang model!
Biasanya aku tidak pernah senikmat ini.
Pelacur mahal! Penisku tidak kecil juga, kan?
Kau bisa diam, pelacur sayang?
Nikmati penis besarku ini di pantatmu, pelacur!
Kau belum pernah menikmati penis sebesar ini, kan?
Kau berdarah atau sudah basah?
Lubang pantatmu nikmat sekali! Apa kau berdarah?
Enak sekali!
Nikmatnya!
Pantat ini seksi dan nikmat sekali!
Ucapkan, 'Ayah, ini enak sekali!'
Katakan, 'Ayah, ini nikmat sekali!'
Panggil aku ayah.
Panggil aku ayah, pelacur manis.
Tutup mulutmu!
Bangsat!
Wow! Ya Tuhan!
Luar biasa!
Enak sekali!
Kau mau kemana, sayang?
Kemana?
Mau kemana dengan gaun seperti itu?
Menurutmu aku sudah selesai menikmatimu?
Pelacur kelas atas! Tatap aku.
Tatap mataku saat aku berbicara padamu!
Tatap mataku, pelacur!
Pelacur bangsat, lihat aku!
Pelacur seksi sialan!
Pelacur mahal!
Persetan denganmu, kau sudah seperti mayat.
Apa dunia terasa seperti milikmu?
Hanya karena kau cantik, begitu?
Cewek cantik sialan!
Terima ini!
Akan kuperbaiki wajahmu! Supaya lebih cantik.
Aku belum selesai menikmatimu, sebentar lagi!
Pelacur seksi.
Apa itu cukup?
Kau mau lagi? Mau lagi?
Pelacur sialan!
Pelacur murahan!
Nikmati ini di wajahmu!
Kini aku selesai menikmatimu!
Kau sekarang jadi mayat, pelacur!
- Apa maksudmu? - Jauhi saja kehidupan ranjangku.
Meski aku jauhi, kau selalu menceritakan kisah ranjangmu.
Kau tak pernah cerita kehidupan seks-mu!
Kau mau bilang apa? Apa kau sungguh peduli?
Jadi bagaimana kabar penismu itu?
Sangat kecil!
Kau pecundang? Sering sewa pelacur? Kau sudah 3 tahun men-jomblo.
Apa kontribusimu? Aku suka menyendiri.
Apa kabar, Marcus?
Dirimu pastilah anugerah dari Tuhan untuk sahabatku yang bermasalah ini.
Apa masalahnya?
Masalah Pierre ialah kita harus cari cara jitu
agar dia tidak kesepian lagi.
Aku bisa mengeluarkan dia dari kesendiriannya.
- Oh ya, gimana? - Kemarilah.
Kalian berdua dan kami juga berdua.
Oh ya, demi penismu! Inilah tempat pelampiasannya.
Alex sedang kesepian sekarang, apa yang kau perbuat?
Kau suka membahas kisah ranjangku. Coba lihat kisah ranjangmu.
Kau takut untuk masuk ke dalam?
Aku paham penilaiannya! Jaga biji penismu, cium baunya!
Aku sudah pernah, sudah paham. 15-30 tahun lalu. Itu jorok!
Stop, stop, Marcus. Stop.
Kenapa tidak? Wanita ini baik.
- Ini tak adil bagi Alex. - Lepaskan aku!
Jangan lakukan itu! Besok paginya kau pasti menyesal.
Ayolah, luapkan saja. Ayo.
Tunggu, ini gratis! Sekali hisap saja.
Jangan hisap itu, lupakan saja.
Bangsat kau, Pierre. Segaris saja.
Hentikan, jangan lakukan itu.
Kau akan selalu tersiksa oleh kesepian, aku bersumpah!
Enak?
Ya, tapi aku harus bersama Pierre, sahabat tololku.
- Dia tak boleh sendirian. - Kau akan kembali?
Ya, terima kasih. Tadi itu keren.
Pierre!
Nona, kuperkenalkan padamu, ini Pierre!
- Dia pengen nge-seks! - Alex berdansa sendirian.
Jangan mengacau semuanya. Hentikanlah.
Ayolah, nona. Buat dia bahagia!
Buat dia senang... Atau tersiksa. Terserahlah!
Kau ingin membahas kehidupan seks-ku?
Apa yang kau perbuat?
Pierre!
Pierre!
Aku sudah dari tadi, Marcus, ayolah! Aku tak tahan lagi sikapmu!
Ayo Marcus, ayo!
Ini bukan demi aku, ini demi Alex!
Apa yang kau perbuat?
Jangan bertindak tolol! Lepaskan itu!
Alex berdansa sendirian. Ayolah.
- Marcus! - Ya, aku disini!
Ayolah.
Marcus, ini jorok sekali. Ayolah!
- Inilah hidup, sahabat. - Seharusnya kau tidak mengajak alex.
Bangsat kau.
Mengapa mengajak dia dan bertingkah tolol?
Apa yang kau hisap, hah? Minum air dulu!
Minumlah air, ayolah.
- Dewasalah sedikit! - Apa masalahmu?
Mengapa mengajak Alex dan bertingkah seperti bajingan?
- Tapi dia senang saat bersama kita! - Temui Alex.
- Bersenang-senanglah. - Kau sebut ini kesenangan?
Kau bertindak seperti ahli agama!
Ahli agama sialan! Kau mirip seperti pengasuh anak remaja!
Minum air dulu.
Minum air dulu.
Isi dari keran itu.
Airnya tidak keluar!
Aku tak tahan lagi, harus kencing. Banyak sekali orang disini.
- Stop, Marcus, stop! - Santai, kuhidupkan kerannya nanti!
Jangan lakukan itu. Kau bukan monyet. Ayolah.
Stop, Pierre! Ini muncrat kemana-mana!
- Kau tersiksa sekali! - Aku tak tahan jika kau begini!
Bagaimana jika Alex melihatmu?
Otakmu lebih tolol dari monyet!
Kau pecandu sialan!
- Cukup sudah, pecundang! - Apa?
Kau mengawasi dia!
Jangan begitu, Marcus!
- Betapa cantiknya dia! - Betapa cantiknya mereka!
Si brunette dan si pirang.
Kini waktunya nge-seks di atas pasir dan di bawah matahari.
Sudah kenal dengan temanku?
Hai.
- Siapa namamu? - Joanna. Kalau kamu?
- Vincent. - Hai, Vincent.
Sebenarnya namaku Marcus. Kamu?
Aurele.
Kenalkan, ini Alex.
- Ini Alex. - Aku tahu, sudah kenal.
Marcus, Marcus.
Kemari dan sebut namaku. Marcus, Marcus.
Ayolah!
Dia itu sahabat homo yang menginjak bijiku!
- Jangan begitu! - Dia terkena kutukan!
Aku kenalkan dia ke wanita cantik tapi tidak tertarik sedikitpun!
Dia tak pernah mabuk, tak minum alkohol. Sungguh penghancur biji!
Dia menunjukkan siapa jati dirinya!
Bukan, aku hanya suka mengawasimu.
Aku jadi ingat kenangan yang dulu.
Aku senang memerhatikanmu. Kau tidak pernah berdansa sebahagia ini.
Monyet ini balik lagi. Hentikan!
Lakukan sesuatu. Apa dia sehat?
Kau berhentilah!
Kau tak pernah berdansa sebelumnya.
Kau berdansa untuk menutupi rasa sakitmu karena bajingan itu!
Apa yang kau lakukan bersamanya? Kau tak pernah berdansa begini!
- Biarkan saja! - Aku tak masalah!
- Berdansa denganku! - Kau menakutiku, ini bukan dirimu!
- Menakutimu? - Monyet ini balik lagi.
- Menakutimu? - Dia lucu, kan?
Menurutmu dia lucu? Lihat, aku lebih lucu lagi.
Ayolah, menari denganku!
Aku mengawasimu. Jasmani dan rohanimu.
Ingatlah, kita perlu membahas ini. Santai saja.
Kau bermain-main dengan api.
Marcus pasti sedang bahagia sekarang.
Ayo, ikuti aku.
Alex!
Senang bertemu kamu!
Aku juga!
Beri salam pada temanku.
Apa kabarmu? Oh, maaf!
Apa kabarmu?
Kamu?
- Jadi? - Ini semakin membesar?
Aku tak bisa menghentikan pertumbuhannya.
Aku senang sekali! Ini bagus sekali!
Oh, hentikan!
Senang berjumpa denganmu!
Aku kelelahan. Berdansa sepanjang malam ini.
- Aku juga berdansa. - Bagaimana kabarmu?
Aku bahagia sekali, ini hari spesialku.
Kuberitahu kau sesuatu, aku bersama pacarku.
Pierre?
- Kurasa dia mabuk. - Dia sepertinya... Teler.
Ayo makan malam bersama suatu saat nanti.
- Aku suka itu! - Nanti aku ceritakan padamu!
- Beritahu aku! - Apa?
Belum saatnya.
- Bagaimana kondisimu? - Sehat.
- Janji? Ayo mengobrol. - Tentu, pasti.
Aku mau minum dulu, sampai Jumpa!
Hentikan!
Cium, cium, cium.
Apa kau teler?
Tidak!
Tidak mungkin, aku bersih (sadar) layaknya air musim semi.
Panggil aku Jean-François.
- Lihat matamu itu. - Mataku kenapa?
- Rahangmu membesar. - Terus?
Dadamu juga mengecil begitu!
Stop! Aku hanya ingin jalan-jalan.
Tapi aku tak bisa bertemu kamu.
Bagaimana mungkin kau keluar seperti ini?
Ini luar biasa!
Kau tahu, kau bukan lagi remaja 15 tahun.
Kau bisa bersikap baik, bertindak dewasa...
- ... Atau menjadi bajingan! - Hentikan!
Aku mau pulang!
Aku mau pulang dan istirahat.
Aku tak mau tinggal disini bersamamu.
Tampangmu seperti setan.
- Hentikan! - Stop, Alex.
- Biar kuantar pulang. - Jangan sentuh aku!
Alex!
Alex!
Alex. Ayolah.
Alex!
Kubilang, biar kuantar pulang!
Alex! Sialan!
Tutup pintunya.
- Aku pergi. - Kemana?
- Aku capek. - Capek? Maksudnya?
Kau baru saja berdansa. Ada apa?
Dia sungguh sangat teler, awasi dia.
Dia tidak membutuhkanku, kau yang membutuhkanku.
Jangan khawatir, tak akan ada apa-apa.
- Aku telepon kamu besok. - Besok?
Aku kesini demi kamu. Aku sudah lama tak melihatmu.
Aku butuh izin khusus untuk bertemu langsung dan melihatmu berdansa.
- Jangan sakiti dirimu. - Ini tidaklah sakit.
Aku suka bertemu kamu, ini sebuah kehormatan bagiku.
Sedikit bernostalgia. Itu saja, jangan pergi.
Aku telepon kamu besok pagi.
- Untuk apa? - Kau manis sekali.
Aku tidak manis. Jangan sendirian, disini tidak aman.
Aku sedang membaca buku menarik.
- Butuh berapa bulan? - Cukup lama, aku belum selesai.
Yang bisa kuberitahu ialah ceritanya spesial.
Dia membalikkan halamannya dan membantingnya.
- Memangnya kenapa? - Disitu tertulis...
Bukunya tertulis...
Tertulis bahwa masa depan sudah ditentukan.
Intinya begitu.
Juga tentang bukti kebohongan di dalam firasat mimpi.
Wow! Itu akan membuat kami tertidur!
- Bahkan mimpi itu sebenarnya buruk! - Apa yang seharusnya tertulis...
Aku sering bermimpi saat tertidur, hanya saat itulah aku bermimpi.
- Sialan! - Setidaknya kau nyaman bermimpi.
- Ini pemberhentian kita? - Bukan disini.
Pemberhentian selanjutnya.
Baguslah kau sering tertidur. Kau tertidur hanya 2 jam saja?
Jumlah waktu aku pingsan, bermandikan keringat, di badanmu...
Apa itu bagus? Beritahu aku. Aku mau tahu!
Kau tak boleh begitu! Malang sekali dirimu!
Apa yang harus kuperbuat agar kamu terangsang?
Stop! Kenapa kamu membahas masalah itu?
Ini salahmu. Kau mau berharap apa lagi?
- Jangan beritahu aku cara dia terangsang! - Kuberitahu kau nanti, aku janji.
- Jangan, seriuslah... - Apa?
Apa dia membuatmu terangsang?
Alex, kau berhak tak menjawab pertanyaan penolakan sosial ini!
Lihatlah si otak monyet ini! Ayolah, beritahu aku segalanya!
- Kalian dan rahasia kecil kalian! - Iya, Kita saling membuat terangsang!
Kau selalu butuh penjelasan! Kau ingin penjelasan atas apapun.
Bukan. Beritahu aku apa kalian saling terangsang?!
- Aku tak mau menjelaskan! - Semuanya baik-baik saja!
Itulah kenapa aku di depan dan kau di belakang.
Jangan bercanda, Alex. Tak ada siapapun disini.
Apa dia bertindak sesuatu yang menarik perhatianmu? Ayolah.
Kau tak berhak membahas itu bersamaku.
Kau tak boleh ngomong begitu, berdiskusi tentang itu!
- Berbarislah dan lihatlah yang terjadi! - Ini rumit sekali!
Seriuslah, kau tak pernah jalan-jalan?
Kau tukang komplain, kawan. Tapi aku pasti lebih baik.
Pierre...
- Apa dia pernah jalan-jalan? - Kau tak boleh bahas seks se-frontal itu.
- Kenapa tidak? - Kita bisa membahas apapun juga.
- Tapi perasaan kita sudah mendalam. - Kami bisa membahasnya tanpamu.
Kau ingin menjelaskan segalanya namun tak bisa.
Itulah inti dari seks. Cukup lakukan saja. Jangan banyak omong.
Oke, tapi jelaskan padaku hasil dan observasi kisah ranjangmu.
Apa kau nyaman atau biasa saja? Ya atau tidak?
- Denganmu? - Tentu saja tidak!
Stop! Kenapa kau berkata begitu?
Ahli jantungku bilang ini perihal berhenti atau mati.
Dia bilang mana yang lebih penting: Orgasme-ku atau jantungku.
- Jangan, seriuslah. - Stop!
Lihat, keretanya! Warna biru dan penuh warna!
Apa kau pernah jalan-jalan atau tidak?
Pierre, Pierre. Iya, kami akan beritahu kau tentang itu.
Dasar pembohong!
Pembohong hidungnya mancung, telingamu membesar!
- Hidungku? - Hidung apaan?
Lihatlah telingamu saat terkena angin!
Lihat itu! Lihat goyangannya!
Tuan dan nyonya, pasangan kekasih yang sedang orgasme akan masuk!
Sekali lagi!
Terkadang Alex berteriak dan merasakan orgasme
saat kepalanya ditekan di sisi ujung kasur.
Stop! Mengapa bilang begitu?
Tanda saat kami mendekati orgasme ialah ada memar di badan!
Kukira itulah yang sebenarnya!
Dia menangis! Darah dimana-mana!
-Itu semua masuk akal! - Kau tahu orang bilang apa?
Tak ada wanita yang tak bisa orgasme. Pasti si prialah yang tak pandai nge-seks.
- Itulah intinya! - Mengapa menyakiti dirimu sendiri?
Ini tidak sakit. Alex berkata jujur, aku pegang hal itu.
Aku tak bisa memberinya seks yang layak, aku terlalu pintar. Kau benar.
Yang mana dirimu dan 'pisang kecil'-mu serta testoteronmu ialah pil ekstasi!
- Kau bercanda. - Tidak, sungguh...
Kau nge-seks dengan pisang?
Bravo. Aku tak menduganya!
Sepasang kekasih sombong yang tak mau berbagi kisah ranjangnya!
- Kukira kau orangnya bebas! - Kau harus lebih bijak.
Akan aku tulis ini untuk jaga-jaga jika kau dan Alex mulai kelewat batas.
- Ini. - Terima kasih, kejutan!
Sebuah pil yang akan menyelamatkanku dan yang tak mungkin aku gunakan.
Nasgunk atau apalah sebutannya, terserah!
- Jadi, dewasalah... - Sudah telat!
Jika kau tak bisa menahan nafsu di umurmu kini, kau tak akan pernah bisa.
Jaga baik-baik ketololanmu. Kau pasti mampu.
Untuk membuat si tolol ini orgasme, ambillah pena..
Jangan merangsangku atau akan kulampiaskan pada anak kecil!
Jangan bercanda begitu di depan publik, itu tidak sopan.
Alex, apa triknya?
Apa Marcus suka berisik? Penisnya berambut? Baunya wangi?
Apa Marcus suka membentak dan berteriak?
Ayolah, aku tak percaya hal ini!
Kau selalu menganggap aku cerdas, ini perkara mudah, pertanyaan dasar.
Oh, anak manis!
Mengapa kau tak bernyanyi saat memintanya?!
Apa inti dari semua ini?
- Apa aku mempermalukanmu? - tidak.
Permisi pak, ibu...
- Permisi ibu. - Dengar...
Nyonya, tolong jaga dia agar tetap terangsang!
- Bagaimana dengan Sylvie? - Sylvie hampir sama dengan lainnya.
Setelah beberapa jam...
- ... Aku tak peduli dengan dia. - Kau tahu apa masalahmu?
Bagimu, seks ialah kewajiban.
- Apa? - Kewajiban.
- Atas dasar apa? - Atas dasar ini.
Kau melakukannya tapi kau tak berpikir disana.
- Kau bilang apaan? - Ini serius.
Sebenarnya, aku sama sekali tidak tertarik dengan kisah ranjangmu.
- Maafkan kami, Tuhan! - Dia yang memulainya dulu.
Oke. Saat di pesta, nanti kurung dirimu dan kita akan membahas hal ini.
Aku tak percaya hal ini!
Aku tak mengerti mengenai hal yang kau bisa tapi aku tak mampu.
- Ada yang spesial? - Kau terlalu tua, lupakan saja!
- Aku hanya 2 tahun lebih tua darimu. - Bodo amat!
Soal pacarmu, kan?
Masalahmu ialah kau terlalu fokus pada kualitas pacarmu.
- Kau harus membebaskan dirimu. - Keikhlasan!
Kau harus membiarkan saja dan berpikir tentang dirimu.
- Itu egois. - Bukan, itu lebih baik.
- Lagipula kau tegang sekali. - Itu dia!
Kau berpikir keras terhadap lainnya dan kau tegang.
Kau tegang karena kau tidak memikirkan dirimu.
Kau tahu? Kadang orgasme wanita ialah
perasaan saat sang pria juga be-orgasme.
Jika aku tidak merasakan pria itu orgasme...
- ... berarti kita tak akan ber-orgasme. - Tunggu, biar dia yang bicara.
Jika aku setuju bahwa pria tidak ingin merasa terangsang...
- Kau juga tak ingin terangsang, kan? - Aku tak bisa terangsang.
Memalukan sekali saat kau sadar sudah terlambat, setelah bertahun-tahun kau jomblo.
- Aku tak bisa orgasme karena... - Ingat semua usahaku
untuk bertahan selama berjam-jam?
Berjam-jam layaknya hewan, badanku berkeringat!
Jika aku nge-seks seperti kelinci, apa kau akan terangsang
saat aku mandi atau tertidur?
- Maksudmu begitu? - Biar kujelaskan, tidak!
Yang aku butuhkan...
Kau tak perlu semua penjelasan, paham?
Itu tidak rasional. Hanya orang aneh yang butuh penjelasan atas apapun.
Ada kalanya suatu hal tak butuh penjelasan.
Omong kosong sana-sini, cukup lakukan seks saja.
Setelah selesai, semua akan berakhir, aman-aman saja.
- Biar tubuh yang bekerja. - saat nge-sekspun, aku berbicara.
Ingatlah apa yang kukatakan saat kita nge-seks dulu!
Ingatlah semua hal yang aku lakukan saat membuatmu terangsang.
Semua yang aku ceritakan.
Kau menyukai semua ceritaku.
Aku tak pernah pakai pil ekstasi, kau sudah pakai 1-2 kali?
Jujur saja, Marcus tidak akan mendengar.
- Lebih dari itu. - Serius?!
Lebih dari 2 kali. Kau dengar itu?
- Lebih dari 2 kali! - Kau sungguh sangat mulia...
Namun saat akhir hayat nanti, saat kau orgasme, kau akan melemah.
Kemudian kau menyebut dia hewan primata.
Dia cuman tahu nge-seks, tak tahu cara ngomong.
Dia cuman bilang, "Aku mau nge-seks, aku mau makan, akulah Marcus."
Kalaun aku ingin mencoba variasi terbaru.
Waktuku rumit karena aku pengguna bahasa saat nge-seks.
- Hei, tuan bahasa! ayo. - sudah sampai?
Maaf, aku bersikap bajingan.
Kau bersikap tolol!
Hei, Alexandra.
Ini Pierre. Mobilku mogok.
Jadi kita naik kereta saja nanti.
Sampai jumpa setengah jam lagi.
Aku tadi bermimpi.
Aneh sekali.
Tanganku mati rasa.
Aku berada di lorong.
Sebuah terowongan.
Semuanya berwarna merah.
Kemudian...
Terowongannya terbelah.
Kurasa itu...
Karena menstruasiku.
Aku telat datang bulan, paham?
Seberapa telat?
Hanya beberapa hari.
Kita lihat saja nanti.
Kita tidur terlalu lama.
Bangunlah dan beli alkohol sebelum tokonya tutup.
Aku harus bersikap baik ke Pierre.
Setelah semua ini, aku menculik kekasihnya.
- Apa? - Aku juga harus...
Tidak.
Kau tak mencuri apapun dari siapapun, sayang.
Aku ini bukan barang, oke?
Kau tak mencuri apapun dari siapapun.
Ini semua pilihanku, semua ini keputusanku.
Sang wanitalah yang harusnya memutuskan.
Begitu.
Ya, inilah keputusanmu.
Lagipula...
Apalagi ini? Menghabiskan malamku bersama mantanmu?
Kau memaksaku bersama mantanmu, meski dia adalah sahabatku.
Dia sangat mencintaimu.
Kau harus terima akibatnya!
- Tidak, aku tak mau akibatnya. - Keputusanmu, tanggung sendiri.
Tidak, stop! Aku tak mau bangun!
Stop! Kau akan terima akibatnya karena ini!
Jika kau menyakitiku, kau akan menanggung akibatnya.
Sekarang, terimalah pembalasan dendam sebesar gajah!
Balas dendam yang akan memakan bayimu!
Stop!
Kau tahu aku tidak menyukai ini!
Akan aku balas balik dendamku.
Dengan ciuman.
- Kau menghantamku! - Aku tak melakukannya!
Apa aku menyakitimu? Jangan berlebihan!
Bangsat! Kau merusak biji-ku!
Pembohong. Apa aku sungguh menyakitimu?
- Kau sakit jiwa! - Kau juga sakit jiwa!
Aku mau membuat kopi.
Lihatlah pantat seksi ini.
Stop!
Stop, stop, stop.
- Kau mau kemana? - Mau buat kopi.
Kopi?
Kau tahu? Kau harusnya membeli alkohol sebotol!
Oke.
Coba lihat mataku. Ini sakit sekali.
Aku yakin ada sesuatu yang masuk ke mataku.
Bisa nyalakan musiknya?
- Kau tahu? - Apa?
Aku mau nge-seks di pantatmu.
Kukira kau pria yang romantis!
Oh, sungguh?
Aku mencintaimu.
Aku juga.
Bagaimana jika aku hamil?
Itu akan menyenangkan sekali!
Oh ya, tolonglah!
Ayo mandi.
Aku beli alkohol dulu!
- Kau punya uang tunai? - Hentikanlah!
- Hentikan apa? - Kau sama sekali tak ada uang!
Kau juga tak punya!
Baiklah, kalau kamu?
Akan aku ambil dari tasmu.
Sampai jumpa.
WAKTU MENGHANCURKAN SEGALANYA.
IG: @muhammadilhamcahyadi Twitter: @m_ilhamcahyadi
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.