Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kisah berikut serta tokoh dan peristiwa di dalamnya adalah fiksi.
UNIVERSITAS HARVARD UPACARA PEMBUKAAN KE-340 1991
Ayah, ini berlebihan.
Ini untukmu, Sayang.
Ada transportasi umum di Philadelphia.
Tidak perlu kau gunakan.
Ayah harus berhenti mencemaskanku.
Aku bisa menjaga diri.
Gelarmu, otakmu... Kau bisa melakukan apa pun yang kau mau.
Sekolah hukum, politik, Wall Street.
Namun, Ayah, ini yang aku mau.
Laura McKinney.
Aku Margaret Trudlow. Kau telat.
Maaf. Aku sedikit tersesat.
Ada perubahan mendadak pada staf pengajar.
Salah satu guru Sejarah Amerika, Pak Hack, mengalami insiden.
- "Insiden"? - Bertengkar dengan siswa kelas tiga.
Tidak perlu khawatir.
Namun, kau menggantikannya tahun ini.
Aku seharusnya mengajar Bahasa Inggris. Aku tak familier dengan Sejarah Amerika.
Para murid itu juga tidak.
Bukan masalah.
- Siap untuk tantangan. - Itu baru semangat Ivy League.
Ini kelasmu.
Kelasku di sebelah jika kau ada masalah.
Namun, aku yakin kau bisa.
Ada nasihat?
Jangan terlihat takut.
Hai, Semuanya.
Namaku Bu McKinney.
Bisa tolong turunkan itu?
Permisi. Duduk, Anak-anak.
Bisakah kau duduk?
Hei!
Anak-anak!
Hentikan!
Hentikan!
Sudah bertemu petugas?
Mereka menyuruhku menunggu salah satu detektif itu.
Sebentar.
Mereka tampak cukup sibuk.
Mau bicara denganku?
- Darnell Brent. - Aku Detektif Rush.
Kurasa aku punya bukti untuk pembunuhan Laura McKinney.
Dia guruku di Sekolah Menengah Reeves, ditembak di luar sekolah pada 1991.
- Katanya itu perampokan mobil gagal. - Menurutmu bukan?
Aku baru dapat Akta IV. Mulai mengajar di Reeves pekan lalu.
Kebetulan?
Dia alasanku mengajar.
Selalu menantang kami untuk membuat perbedaan. Sudah saatnya aku mencoba.
Apa yang kau temukan?
Aku ke sana akhir pekan ini untuk menyiapkan kelasku.
Aku menemukan meja kokoh tua dan tempat penyimpanan zaman aku sekolah.
Aku membuka lacinya dan menemukan ini.
Itu kunci-kuncinya, termasuk kunci mobil.
Bu McKinney tak akan keluar kelas tanpa membawanya,
apalagi keluar gedung.
Orang sering lupa membawa kunci mobil.
Sudah dua hari aku bekerja di sana.
Hal pertama yang kupelajari, selalu bawa kuncimu.
- Kuncitara sekolah? - Terutama malam.
Tidak bisa membuka pintu tanpa kunci.
Bu McKinney pasti tahu itu.
Dia bukan menuju mobilnya.
Jika bukan menuju mobilnya, dia mau ke mana?
Entah.
Harus kukatakan, Darnell, tak banyak yang bisa digali.
Aku tahu kau sibuk, tapi tak bisa kubiarkan ini begitu saja.
Setelah semua jasa Bu McKinney untukku...
Kedengarannya dia guru yang spesial.
Ya, yang terbaik.
Aku berutang budi.
Ulah Valens, 'kan?
Dia masih dendam soal puding loli bulan lalu?
Aku bukan pengadu.
Kau di pihakku atau melawanku.
Peringatan diterima.
Laura McKinney, 22 tahun.
Baru lulus, tewas di depan sekolah pada pukul 22.00.
Terakhir dilihat oleh Margaret Trudlow, sesama guru, beberapa jam sebelumnya.
Dia bergabung di Teach for America.
Sepupuku juga sama.
Mirip dengan Peace Corps.
Lulusan bekerja bertahun-tahun di sekolah negeri terburuk.
- Hanya yang berani yang bisa. - Mungkin juga gila.
Terkadang merekalah guru terbaik.
Selalu dia yang kau ingat, 'kan?
Ditembak di punggung dengan pistol kaliber .22.
Pelaku meninggalkan selongsongnya.
Ditambah lagi mobilnya.
Dia ditemukan tak jauh dari mobilnya, tapi ada kuncinya.
Saksi mata?
Ada Ny. Harris, tinggal di seberang sekolah,
melihat pria kulit hitam lari dari TKP.
Satpam Sekolah Menengah Reeves lebih dekat.
Carlton Rawls melihat pelakunya berdiri di atas tubuh Laura, lalu mengejarnya.
Hampir jadi pahlawan.
Namun, keduanya tak melihat pelaku menarik pelatuk.
Apa lagi pistolnya.
- Ayah korban akan datang? - Naik kereta dari New York.
Dia masih menyalahkan diri karena memberinya mobil.
Jika anakku mengajar di sana, akan kuberi pistol kaliber .38.
Era '91 tahun penuh pembunuhan.
Ada 501 kasus.
Detektif yang dahulu buang-buang tenaga.
Keterangan saksi, penempatan jasad...
Mereka fokus ke motif perampokan.
Aku mengabaikan motif pribadi. Mungkin berhubungan dengan sekolah.
Bagus, terima kasih.
Saksi mata kedua, Ny. Harris yang tua.
Katanya dia bersedia bertemu dan memberi keterangan.
Namun, tidak hari ini. Anjingnya mau pergi ke salon
dan besok ada klub buku.
Jual mahal.
- Ya. - Tinggal di Camden.
Kupikir aku akan mampir, mengunjunginya. Ada yang mau ikut?
Kuanggap itu tidak.
Aku mau ke Balistik terkait senjata pembunuhnya.
Bank data biometrik belum ada pada '91. Bisa berguna sekarang.
Pistolnya sudah hilang 17 tahun, Nick.
Ada peluang kita menemukannya di kasus lain?
- "Peluang"? - Kau tahu maksudku.
Nick...
Mereka menjual dasi, sepuluh dolar dapat tiga di sudut sana.
Mungkin kau mau melihat-lihat.
Kularang naik kereta bawah tanah.
"Terlalu berbahaya," kataku.
Kami menyelidiki kemungkinan ini tak terkait mobil Laura.
Dia pernah menyebutkan masalah pribadi?
Kami bertelepon minimal dua kali sepekan.
Sejauh yang kutahu, kehidupannya hanya sekolah dan rumah.
Tidak ada pria?
Setahuku tidak.
Pekerjaan itu sangat menyita waktunya.
- Dia sering lembur di sekolah? - Sepanjang waktu.
- Dia percaya pada program itu. - Kau tidak?
Mereka mengirimnya ke sana dengan banyak ide besar.
Betapa besar dampaknya.
Tanpa diberi tahu idenya tak didukung.
Tempat ini seperti kapal pecah.
Ayah.
Ada reservasi setengah jam lagi. Kau lupa?
Aku tahu ini buruk.
Nanti aku akan mengecat kelasku.
Menanam pohon pada musim semi. Memberi sedikit harapan.
Kau baik-baik saja?
Anak-anak ini hampir tak bisa membaca.
Apa lagi menulis.
Mereka sulit diatur.
Mereka tak mengacuhkanku.
- Kau sudah berusaha semampumu. - Lihat aku.
Sebesar apa pun usahaku, aku tetap tak bisa mengatasinya.
Saat Ayah mulai menggeluti bantuan hukum di Newark, kemampuan Ayah masih payah.
Tidak ada kasus yang menang.
Suatu hari, pengacara senior mendekatiku.
Dia berkata, "Lupakan soal fakta.
Ceritakan kisah pada juri."
Kisah?
Bukankah itu inti dari sejarah?
Ayolah, jangan terlalu keras pada dirimu.
Jangan diperbudak pekerjaan.
Ini lebih dari pekerjaan bagiku, Ayah.
Aku sudah berkomitmen. Aku akan mengatasinya.
Itulah Laura,
bertekad membuat perbedaan.
Entah apa dia sempat melakukannya.
Kurasa ya, Pak McKinney.
Salah satu muridnya yang mengangkat kasus ini.
Mengingatnya selama ini.
Pernahkah dia menyebutkan para guru
yang bekerja bersamanya?
Kurasa mereka tak berusaha menyambutnya.
Kenapa begitu?
Mereka sama, tapi gaji Laura rendah.
Kurasa mereka memandang programnya sebagai ancaman.
Ada guru yang mengganggu Laura?
Wanita di kelas sebelah, Margaret.
Dia seharusnya menjadi mentornya.
Terdengar lebih mirip bahaya.
KEPOLISIAN, IDENTIFIKASI SENPI
Apa kabar, Carla?
Ada kasus tak terpecahkan yang butuh identifikasi biometrik.
Dua pekan.
- Ini agak penting. - Semua juga, 'kan?
Ya, aku mengerti.
Maksudku, ini keadaan khusus.
Korbannya guru. Kau paham maksudku?
Ingat guru favoritmu? Bayangkan jika dia dibunuh.
Aku benci guruku.
Dengar, ini harus dipercepat.
Ada formulir yang harus diisi?
Tidak ada formulir atau pengecualian. Kasus baru jadi prioritas.
Ambil nomor. Datang dua pekan lagi. Paham?
Paham.
Hal yang kuingat dari malam itu hanyalah aku pulang pukul 17.00 tepat,
sementara Laura masih di kelasnya, seperti biasa.
Ini daftar muridmu.
Aku menyoroti yang bermasalah.
Banyak nama.
Hanya yang terbaik dan terpintar. Keuntungan sistem sekolah negeri.
Bagaimana hubunganmu dengan Laura?
Bu McKinney cukup baik.
Dia bekerja sampai pukul 22.00, menilai tugas, membuat silabus.
- Guru yang baik. - Aku tak bilang begitu.
Coba duduk yang tegak.
Kedengarannya kau membenci Laura sejak awal.
Bagaimana perasaanmu jika ada anak yang baru lulus
datang ke kepolisian dan berpikir dia punya semua jawabannya?
Dia pikir ini semacam misi,
tapi tak pernah ikut pelatihan
atau punya kemampuan.
- Contohnya? - Dia bahkan tak bisa mengatur kelasnya.
Itu seperti pertaruhan nyawa, sementara Laura sekarat.
Terdengar seperti Perang Dunia III.
Aku masuk, semua siswa tak bisa diam,
sementara dia hanya berdiri tak berdaya.
Ayolah, Margaret.
- Tak seburuk itu. - Dia tak akan bertahan sampai Natal.
Aku ingin bicara denganmu soal buku pelajaran ini.
- Ada apa? - Bukunya kurang.
Kutemui kepala sekolah,
dia bilang aku tak bisa memesan materi baru sampai libur Natal.
Apanya yang lucu?
Jika kau bertahan selama itu, minta Sinterklas memberimu buku itu.
Mengajar bukan sekadar menjadi ramah.
- Dia tak cocok jadi guru. - Apa pria yang membela Laura
- menyukainya? - Kenny Yates.
Dia tak perlu satu ruangan dengannya.
Dia masih mengajar?
Pindah ke tempat yang lebih bagus.
Sekolah paroki. Gaji berkurang, respek bertambah.
Ini tempat berbahaya.
Semprotan merica?
Butuh semacam perlindungan jika kau akan bertahan selama aku.
Laura tak membawa kuncinya pada malam dia dibunuh.
- Sudah kuduga. - Apa yang terjadi dalam situasi itu?
Larut malam, tak ada siapa pun.
Kau menemui satpam.
Selalu ada di pintu masuk depan.
Ya, pada '91,
dijabat oleh Carlton Rawls?
Dia lini pertahanan terakhir kami.
Terima kasih sudah menemui kami, Carlton.
Bukan masalah.
Aku menjaga seluruh kota.
Mereka tak keberatan aku ada di sini, sebagai tim tanggap darurat.
Jelaskan apa yang kau ingat.
Aku berada di posku, di dalam sini.
Ada suara tembakan.
Aku keluar pintu itu.
Dia ada di jalan ini.
Seorang pria berdiri di atasnya.
Dia pikir mobilnya bisa dibawa.
Pikirannya berubah saat melihatku lari.
Dia kabur ke arah sana.
Cerita yang menarik, Carlton.
Apa?
Itulah yang terjadi.
Dengar, Carlton. Ada saksi mata lain
yang melihat tersangka berlari melawati jendela apartemennya ke sana.
Itu artinya tersangka berlari
ke arahmu, bukan berlawanan, 'kan?
Kau tak berada di posmu.
Di mana kau saat itu?
- Sudah kubilang... - Tidak, kau berbohong.
Jika kau berbohong terus, kami akan mulai mencurigaimu.
Aku berada di lapangan parkir,
- di mobilku. - Menyembuhkan pengar?
Aku mencium wiski dari napasmu.
Kau melihat pistol itu?
Wajah tersangka?
Ada hal yang kau lihat?
Dia lari ke jalan.
Dengar, aku tetap mengawasi, walau dari dalam mobil.
Setiap pintu di sekolah ini digembok dari dalam kecuali dua.
Yang mana?
Pintu menuju lapangan parkir, tempat aku berada,
dan tempat Laura seharusnya muncul jika dia akan menuju mobilnya.
Dia tak membawa kuncinya, Carlton.
Menunjukkan dia tak menuju mobilnya.
Dia tetap harus keluar melalui lapangan parkir,
dan aku ada di sana.
Kenapa? Ada apa dengan pintu satu lagi?
Gang belakang tempat membuang sampah.
Sering kuperingatkan dia untuk tak memakai pintu ini.
Mengunci otomatis saat kau keluar.
Kuduga dia menghadapi masalah di dalam.
Kau tak berada di posmu.
Mungkin dia mencarimu.
Entah kenapa dia tak mendengarkan.
Dia tahu di luar sini berbahaya.
Mungkin sesuatu di dalam lebih berbahaya.
Kudengar kau menjaga Laura.
Itu lingkungan asing baginya. Dia meminta nasihat dariku.
Kalian dekat?
Rekan kerja.
Maaf, kebiasaan buruk.
Membantu berpikir jernih.
Baru berhenti?
Ya, lima tahun lalu.
Masih sering kambuh.
Margaret Trudlow bilang
Laura kesulitan menghadapi muridnya.
Dia harus berjuang sendirian.
Dia berusaha sebisanya.
Bagaimana perasaan para murid terhadap misi Laura?
Sekolah ini sama dengan penjara.
Betapa manis bagaimana naifnya dia percaya pada potensi anak-anak itu.
Buku pelajarannya kuno.
Jumlahnya kurang.
Buku yang ada sudah sobek.
Wajar anak-anak itu tak peduli.
Selamat datang di Reeves.
Setidaknya sekarang kau bisa mengendalikan muridmu.
SEKOLAH MENENGAH REEVES
Menyuruh mereka duduk dan diam bukanlah mengajar.
Kau sepuluh tahun di sini. Bagaimana bisa?
Sederhana.
Konsentrasi pada murid yang peduli saja,
jika kau bisa menemukannya. Lupakan sisanya.
Melupakan mereka?
Apa?
Sedang apa kau?
Duduklah.
Keluarkan buku pelajaran.
Sekarang, buang ke lantai.
Ayo, waktu kita tak banyak.
Bagus. Darnell, bisa bantu aku membagikan ini? Masing-masing satu.
Sejarah bukan hanya sesuatu dari masa lalu,
melainkan satu kisah.
Terjadi setiap hari.
Kalian pilih satu kisah dari koran itu,
lalu kita baca dan diskusikan apa artinya itu bagi kita
dan seluruh dunia.
Kami boleh menyimpannya?
Ya.
Ada masalah apa?
Dia pikir kita bisa dibeli dengan 35 sen.
Keluar, Renaldo.
Sekarang.
Sekeras apa pun kau berusaha,
pasti ada saja yang bandel.
Ingat namanya?
Terlalu banyak.
Alasan aku keluar.
- Buruk untuk kesehatan. - Kau yang harus mengubah keadaannya.
Sedang mengejar saksi kita, Ny. Harris, ke seluruh Camden.
Kata tetangga dia bermain bingo, tapi lokasinya rahasia
kecuali ada surat resmi berkop kepolisian.
Sial!
Saat kau berhasil menemuinya, suruh dia melihat buku tahunan Reeves.
Kau dapat tersangka?
Akhirnya. Murid di kelas Laura yang bernama Renaldo Ramos
dikeluarkan tak lama setelah dia tewas
karena mencuri dari ruang guru. Catatan kriminalnya tebal.
Kau menemukannya?
Belum. Ibunya dipanggil untuk dimintai keterangan.
Tentu saja akan membantu jika ada info soal senjata pembunuhnya.
Bukan salahku.
Petugas lab, Carla, menahan pemeriksaan.
Kurasa mungkin bos bisa menelepon dia.
Rantai komando berlaku bagi polisi, tapi warga sipil tak peduli.
Ada ide lebih baik?
Dua kata: Kue enak.
Kubilang Renaldo pergi.
Aku tahu. Tidak ada alamat atau nomor telepon.
Dia pria dewasa. Dia tak memberitahuku.
Kami ingin menanyainya.
Soal guru itu. Dia sudah memberitahuku.
Pihak sekolah bilang
kau mengajukan pengaduan diskriminasi.
Dia mengusik putraku.
Menghukumnya sepulang sekolah,
masih berani memanggilku, bilang Renaldo punya masalah.
Soal perilaku?
Semacam disabilitas belajar.
Ingin memintanya mengikuti tes.
Di mana diskriminasinya?
Sepuluh tahun di sistem sekolah,
tak pernah ada yang mengomentari anakku.
Tiba-tiba, dia mengalami disabilitas.
Sebab Laura mencoba membantu.
Aku tidak kejam.
Dia tidak pantas mati.
Dia seharusnya tak ikut campur.
Bisa beri tahu Renaldo kami ingin menanyainya?
Sudah kubilang dia pergi.
Beberapa kali.
Hanya untuk berjaga-jaga.
Kau percaya itu?
Renaldo pergi?
Aku juga tidak.
Scone hangat, berbagai rasa.
Sedikit penghargaan atas kerja kerasmu.
Mau membunuhku?
Aku mengidap celiac.
Aku alergi gandum.
Carla, aku sedang mencoba bekerja sama.
Aku butuh laporan balistik itu.
Kumohon.
Apa yang kau mau?
Aku suka musikal.
Terima kasih mau datang, Darnell.
Apa kau ingat salah satu murid
bernama Renaldo Ramos?
Renaldo Ramos? Sudah lama tak mendengar nama itu.
Dia dipenjara, 'kan?
Keluar masuk.
Kau pernah dengar tentang dia membawa pistol ke sekolah?
Kau kira dia membunuh Bu McKinney?
Kami tahu dia dendam padanya.
Guru yang lain menyerah padanya.
Bu McKinney mencoba mengajaknya ke suatu proyek, tapi dia menghambatnya.
Pernah dengar dia mengancamnya?
Tidak. Namun, aku tak akan terkejut.
Dia sudah mirip preman sejak dahulu.
Kau terlambat, Renaldo.
Masuk. Keluarkan buku tugasmu. Tunggu aku.
- Aku lupa. - Lagi?
Bagaimana bisa?
Tidak ada buku tugas, pulpen, atau kertas.
- Apa isi tasmu? - Kembalikan.
Aku mencoba bekerja sama, tapi tak bisa.
Apa ini? Narkoba?
Itu bukan punyaku.
Ada apa?
Renaldo memberimu masalah?
Tidak. Sudah kuatasi.
Kapan itu terjadi?
Entah. Beberapa pekan sebelum Bu McKinney meninggal?
Kau tak berniat menceritakannya?
Di Reeves, hal seperti itu pasti terjadi, bukan keanehan.
Bu McKinney bilang sudah dia atasi.
Renaldo pasti senang tumbuh di sini.
SACCARDO - SUBJEK, HEI RUSH, CANTIK
Itu dari Saccardo?
Ya.
Ada apa dengan botnya?
Apa maksudmu?
- Hanya bilang. - Dia di Divisi Narkotika.
Ciri khas mereka.
Dahulu aku di sana.
Tidak memakai Timberland.
Target muncul, arah pukul 05.00.
Renaldo Ramos?
Ada apa? Apa yang kau lakukan padanya?
Putraku kenapa?
- Hei, dengar... - Dia aman, Bu.
Terima kasih bantuannya.
GEDUNG ADMINISTRASI POLISI
Catatanmu tebal, Renaldo.
Penyerangan, perampokan, pencurian.
Bahkan mencuri di ruang guru saat di Sekolah Menengah Reeves.
Itu bukan aku.
Penjara, bebas bersyarat, penjara lagi.
Mungkin kau bukan ahli kejahatan.
Aku suka narkoba itu, Renaldo.
Yang ditemukan Laura McKinney di ranselmu.
Kau dan Bu McKinney tak akur, selalu menyorotmu.
Aku paham. Ada satu guru, Suster Beatrice.
Makan permen di kelas.
Plak! Hukuman instan.
Begitukah perlakuan Bu McKinney, keras padamu, Renaldo?
Dia baik.
Kenapa begitu?
Bisa saja melaporkanku.
Hanya mengirimku ke kelas murid bermasalah.
Itu karena kau mengancamnya.
Memperingatkannya jika dia melaporkanmu.
Aku sudah tak tahan sekolah.
Namun, dia tak membiarkanku pergi.
Mengomelimu, menghina ibumu.
Tidak. Dia berbeda dengan guru lainnya.
Dia mengharapkan sesuatu, dalam arti baik.
Membuat sekolah sedikit menyenangkan.
Apa ini?
Menurutmu apa?
Bodoh.
Kau boleh kembali ke bus, Renaldo.
Itu yang kau mau?
Ini hanya lahan kosong, Bu.
Sekarang kosong, tapi tak selalu.
Dua ratus tahun lalu, mereka membawa budak ke sini.
Dilelang tepat di sini,
tak jauh dari tempat Deklarasi Kemerdekaan ditandatangani.
Hei, bangun!
Baik, ini penting.
Tidak usah membahas buku.
Kita bahas sejarah yang masih ada dan hidup.
Sesuatu yang berarti.
Kita tinggal di salah satu kota paling bersejarah di Amerika.
Ke mana pun kau pergi, ada masa lalu.
Tinggal dicari.
Ini tugas kalian.
Kembalilah ke lingkungan rumah kalian
dan temukan sesuatu yang bernilai sejarah,
sekecil apa pun, dan tulis soal itu.
Cari tahu tempat asal kalian.
Lalu, kau bisa memutuskan tujuanmu.
Kisah yang mengharukan.
Aku yakin itu membuatmu ingin berubah,
lulus dengan terhormat.
Kau pikir aku tak bisa?
Dia mana kau pada malam Laura dibunuh?
Bekerja, membalik burger.
Jawabanmu cukup cepat. Berani kami periksa?
Apa pengaruhnya?
Kau sudah menghakimi aku salah.
Koreksi kami.
Kau harus menyelidiki si murid kesayangan.
Darnell Brent. Sungguh.
Kau harus lihat cara dia memandangnya.
Memberikan boneka hewan.
Hadiah, ya, 'kan?
Menaruhnya tanpa nama.
- Sungguh romantis. - Kami harus percaya padamu
karena kau bahkan tak lulus SMA.
Aku tak peduli.
Bisakah aku pergi?
Kau akan diberi sikat gigi.
Kau akan lama di sini.
Aku agak bingung, Darnell.
Kau yang mengangkat kasus ini.
Kukira kau mau memecahkannya.
Tentu aku mau.
Kau dan Bu McKinney cukup dekat?
Namun, lebih dari sekadar guru dan murid.
Apa maksudmu?
Kau menaruh hati padanya, 'kan?
Menaruh hadiah untuknya diam-diam.
Tinggal sepulang sekolah, hanya kau dan dia.
Mungkin kesan yang ditangkap salah.
Usia tak terpaut jauh.
Dialami kebanyakan orang.
Aku baru 15 tahun.
Kukira aku jatuh cinta.
Hebat.
Darnell, ini baru pokok pikiran.
Kau lihat perbedaannya?
Darnell, sedang apa kau?
Dia bilang jangan dipikirkan,
tapi dia memastikan kami tak pernah ditinggal berduaan.
- Pasti memalukan. - Ya.
Namun, kini aku guru.
Aku mengerti dilemanya.
- Kau ingin dekat dengan muridmu. - Namun, tahu batas.
Ya.
Ini penculikan, kau tahu.
Maaf kau merasa begitu, Bu.
Memancingku keluar gerejaku di hari bingo?
Seharusnya kau malu, Anak Muda.
Ya, Bu.
Silakan tunggu di dapur.
Aku akan segera menemuimu untuk menunjukkan foto.
Trik pura-pura ada masalah?
Kubilang padanya mobilnya ditabrak di lapangan parkir gereja.
- Dia keluar... - Kau membujuknya naik mobilmu.
Detektif Jeffries,
tidak bisakah kau menawariku minum?
Laporan balistik soal pistol .22 yang menewaskan Laura McKinney.
Aku bayar mahal untuk ini. Dua tiket Wicked dan makan malam.
Aku butuh penghargaanmu.
Kau pahlawanku.
Senjata pembunuhnya punya sejarah kotor.
Ditemukan polisi tujuh tahun lalu, perampokan toko miras.
Tersangkanya bilang ini pistol temuan. Alibinya dalam pembunuhan itu.
Aku melacak nomor serinya.
Pemilik aslinya seorang sopir taksi, pria Nigeria.
- Anak itu kebetulan sekolah di Reeves. - Pada '91.
Dia dirundung, membawa pistol kakeknya ke sekolah.
Disita oleh satpam.
Tebak siapa.
Aku pernah bertemu banyak orang bodoh selama karierku,
tapi kau yang paling parah.
Mau sebodoh apa lagi kau?
Menyita pistol seorang anak, tapi tak melaporkannya?
Ada alasannya?
Akan kurahasiakan, kudengar Laura sangat cantik.
Kau menaruh hati padanya?
- Bukan seperti itu. - Bahkan beberapa murid juga suka,
tapi kau berpikir,
"Sosok otoritas sepertiku
punya kesempatan."
Setelah dibantu sedikit miras, kau melancarkan aksi,
- tapi dia menolakmu. - Tidak.
Kau terbukti ada di TKP, Carlton. Juga memiliki pistol itu.
Kau sudah tamat.
Sudah kubuat laporannya.
Aku menyukai semua guru.
Menjaga mereka sebisaku. Makanya kusimpan pistol itu.
Seseorang membutuhkannya.
Kenapa dia membutuhkannya, Carl?
Aku tak bertanya.
Dia wanita yang baik.
Jika dia bilang butuh pistol, berarti dia membutuhkannya.
Aku hanya coba membantu.
Itu tugasku.
Saatnya untuk pindah profesi.
Tidak perlu berdiri.
Sedang apa kau?
Memeriksa apa ada senjata.
Apa satpam yang baru lebih membantu daripada Carlton?
Kau menyimpan dendam terhadap Laura?
Lebih muda, cantik, dan cakap dalam mengajar.
Pistol itu tak terkait dengan Laura.
- Lantas, untuk apa, Margaret? - Perlindungan.
Setelah 20 tahun berada di zona perang ini, aku diserang.
Mantan murid.
Tidak pernah merasa aman lagi.
Jadi, kau minta bantuan Carlton?
Aku tak pernah merasa nyaman membawa pistol itu.
Lalu, satu hari tasku dicuri dari ruang guru.
Itu terjadi sebelum Laura tewas?
Kenapa tak kau laporkan?
Tidak mau Carlton kena masalah.
Dia pria baik.
Teman dekatku, saat itu.
Kau pernah bertemu pacar Will?
Belum, tapi suaranya terdengar keras.
Wanita menyenangkan.
- Dapat info dari dia? - Semoga saja,
dia sudah tak tahan ingin melempar wanita tua itu.
Kembali ke '91, katamu kau melihat pria kulit hitam lari dari TKP.
Ini bukan pria kulit hitam.
Nak, kau pikir aku tak tahu bedanya?
Kubilang pria berkulit gelap berlari melewati jendela rumahku.
Dia yang kulihat.
Renaldo Ramos.
Lihat dirimu, Renaldo.
Sudah 32 tahun, masih tinggal di rumah.
Menganggur, bertingkah seolah-olah sudah paham kehidupan.
Terserah apa katamu.
Kau ada di sana pada malam Bu McKinney dibunuh.
Kau muak dengan perlakuannya.
Kau mencuri tas Margaret yang berisi pistol,
menunggunya, lalu dor!
- Aku bekerja. - Kau menganggur.
Aku tak membunuhnya.
Kami menemukan wanita tua yang melihatmu dari jendelanya.
Ada 30 saksi mata yang mengatakan kau memamerkan
semua barang yang kau curi dari ruang guru.
Sudah berakhir.
Hanya terlalu bodoh untuk sadar.
Aku tak mau dia marah.
- Jadi, kau menemuinya. - Tidak.
Dia menemuiku.
Sedang apa kau di sini, Bu? Lingkungan di sini tak aman.
Aku ingin melihat bekas kebakarannya.
Apa maksudmu?
Kata buku enam penghuni kehilangan rumah akibat kebakaran di gedung ini
sepuluh tahun lalu.
Sudah lama.
Satu orang memastikan semuanya dievakuasi, menjaga mereka.
Roberto Jimenez.
Itu cukup luar biasa.
Aku kenal tulisanmu, Renaldo.
Itu tugas yang kuberikan saat widyawisata.
Dia kakekku.
Bagus, Renaldo.
Seperti katamu, sejarah terjadi di mana pun.
Seperti kau datang ke Reeves, membuat perbedaan.
Kau mau kembali ke kelasku?
Jawablah. Jika mau masuk, aku harus dengar kau mengatakannya.
Ya, itu yang aku mau.
Baik.
Namun, kau harus mengaku soal narkoba itu.
Bu, itu bukan punyaku.
- Renaldo... - Aku bersumpah.
Mereka bilang aku mencuri, padahal tidak.
Mereka bilang aku pengedar, padahal bukan.
Semua orang bilang aku jahat.
Aku berhenti menyangkalnya.
Selalu menyalahkan orang lain atas hidupmu yang pahit
dan kesalahan.
Kau menyuruhku jujur. Itu jujur.
- Narkoba itu bukan punyaku. - Lantas, siapa, Renaldo? Murid lain?
Guru.
Pasti sulit meninggalkan sekolah seperti keputusanmu.
Kelelahan, 'kan?
Tempat itu membuatku tak tahan.
Aku harus keluar.
Namun, kita sama-sama tahu alasannya bukan kelelahan.
"Kau yang harus mengubah keadaannya."
Aku bisa mengenali pencandu dari jauh.
Ya, aku punya masalah.
Nyaris membuatku dipecat.
Terkadang berat.
Ya, masih seperti itu.
Pelan-pelan, benar, 'kan?
Separah apa? Satu atau dua gram?
Makin mahal dibandingkan dengan gaji guru.
- Aku menahan diri. - Ya?
- Ya. - Ya, aku juga.
Sampai suatu hari aku bangun dan melihat kekacauan yang kubuat.
Masalahnya, kemudian kita sembuh dan harus bertanggung jawab.
Hei, kita...
Masalah jangan ditutupi, tapi hadapi.
Seperti mencuri tas Margaret dari ruang guru.
Itu ulahmu.
Namun, bagian terburuknya, Kenny,
dan aku tahu kau merasakannya...
Bagian terburuknya kau menggunakan Renaldo sebagai tameng.
Kau memberi tahu Laura soal itu.
Kenny menjadikanmu tameng?
Seharusnya dia tak dilibatkan.
Selama bertahun-tahun, kenapa kau diam?
Kau serius?
Lihat diriku.
Siapa yang percaya orang sepertiku?
Aku ingin percaya padamu.
Aku ingin seperti Laura, tak hanya menganggapmu preman,
tapi kau harus jujur padaku.
- Sudah kukatakan semuanya. - Kecuali soal
kenapa kau ada di TKP.
Salahku dia mati.
Kenapa? Ada sesuatu terjadi?
- Dia kembali ke sekolah. - Untuk mengonfrontasi Kenny?
Aku mengikutinya. Menunggu di luar.
Ingin memastikan dia baik-baik saja.
Laura tahu soal kau dan Renaldo.
Semuanya dipertaruhkan.
Jika dia melaporkanmu, hidupmu akan hancur.
Dia tak paham. Ini penyakit.
Aku hanya ingin dia mendengarkan.
Kau ada di sana malam itu.
Aku butuh waktu untuk mempertimbangkan, tapi dia terus mendesak.
Kau harus keluar.
Mengundurkan diri dengan terhormat. Aku tak akan buka mulut.
Namun, kau harus mundur atau kulaporkan.
Berapa lama kau duduk di kelasmu, memikirkan pidato itu?
Laura, aku tahu ini buruk.
Ini masalah.
- Namun, sedang kuatasi. - Atasi di tempat lain.
Jangan di dekat murid.
Aku selangkah lebih maju.
Aku menemukan tempat rehabilitasi.
Ini selesai malam ini.
Aku janji.
Renaldo sedang berusaha keras memperbaiki diri.
Kau membunuhnya.
Sial! Biarkan aku bicara.
Hapus raut angkuh itu dari wajahmu.
Dahulu aku sepertimu.
Merasa senang mengajar. Aku yakin pada para murid.
Tempat ini membuatmu babak belur.
Lihat saja nanti.
Dalam lima tahun, kau akan jadi aku.
Laura, berhenti!
Kembali ke sini!
Sepuluh tahun aku bekerja di sana.
Lalu, anak ini. Dia pikir dia siapa?
- Aku guru yang baik. - Laura juga.
Dia spesial.
Membuatku ingin lulus.
Akan jadi yang pertama di keluargaku.
Dia pergi ke sana untuk membelaku, tapi aku mengecewakannya.
Aku tak bisa membantu.
Belum terlambat.
Ceritakan yang kau lihat.
Hei, lakukan demi dia.
Bu!
Bu!
DIDEDIKASIKAN UNTUK LAURA MCKINNEY
"DIA MEMBUAT PERUBAHAN", ANGKATAN 1992
DITUTUP, L MCKINNEY. H91-335
PROGRAM PAKET C
Nantikan episode kami berikutnya.
Terjemahan subtitle oleh Lingga
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.