All language subtitles for Kill.2023.WEBRip.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian Download
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

- Kerja bagus. Sampai jumpa lagi, keparat. - Ya Pak!

Rathod!

Cepatlah, kawan!

Aku belum ke kamar mandi selama 10 hari.

Kau bau seperti kotoran.

Seolah baumu seperti buket mawar.

Kapten Viresh Chatwal.

Nanti kutemui di kamar.

Kapten Amrit Rathod.

Jangan bangunkan aku sampai besok.

Ayolah, kawan.

Kita minum dulu lalu istirahat.

Bro!

Tulika mencoba menghubungi.

Ini penting. Telepon dia.

Kau hilang. Tolong telepon aku sekarang.

Amrit, kau di mana?

Aku mencoba menghubungimu selama berhari-hari.

Ayah mempertunanganku dengan seseorang.

Itu akan terjadi besok.

Besok!

Aku akan ke Ranchi.

Kak,

kenapa kau menyetujui pertunangan ini?

Tidak penting dengan siapa aku tunangan.

Aku hanya akan menikahi Amrit.

Hati-hati.

Selamat datang! Diberkatilah kau!

- Selamat, Bu. - Untukmu juga.

- Terima kasih. - Silakan datang ke rumah kami.

Kunjungi kami.

Sampai jumpa.

Kau... sudah mati!

Dengar, sudah selesai kan.

Temui aku di toilet lima menit lagi.

Pemikiran yang bagus! Tapi tidak.

Bukankah sudah kubilang aku tidak bisa lari dari Ranchi?

- Itu terlalu berisiko. - Percayalah padaku.

Kita akan pergi sebelum ada yang mengetahuinya. Ayo.

Tidak.

Kau mendengar kembang api tadi?

Itu suara tembakan.

Bisa saja ditujukan untuk kita.

Ayahku

terlalu kuat. Jadi... tidak, terima kasih. Pergilah sekarang.

Kau tidak mau bersamaku?

Kenapa aku harus mati untuk bisa bersamamu?

Aku mau menjalani hidupku bersamamu, Kapten Rathod.

Batalkan.

Apa?

Tapi aku sudah siap di posisi.

Itu berisiko, Harimau. Batalkan misi.

Dia tidak mau kawin lari karena takut pada ayahnya.

Bagaimana jika dia menolak menikahimu karena lelaki itu? Lalu bagaimana?

Kawan,

cinta kami jauh lebih kuat daripada ayahnya.

Kalimat yang luar biasa, Kapten!

Pertunangan yang indah.

Kami akan segera menemuimu.

- Diberkatilah kau! - Tunggu sebentar.

Diberkatilah kau, sayang.

Masukkan tasnya ke dalam.

Aku akan bawa masuk. Kau tidak perlu.

Oh bung!

Tolong turunkan aku.

Ayah sudah meneleponku.

Sudah kubilang, begitu dia ingin melakukan sesuatu, dia tidak mau berhenti.

Maaf.

Terima kasih.

Sialan!

Halo?

Untuk apa punya ponsel jika kau tidak mau menjawabnya?

Untuk menonton YouTube!

Fani!

Aku mencoba untuk sampai ke kereta. Jangan pikir aku melewatkannya.

Dengarkan baik-baik.

Kami sudah sampai di perlintasan kereta api.

Kau punya waktu 30 menit untuk pekerjaannya.

Berapa nomor gerbangmu?

Fani?

Nomor gerbang?

Permisi... gerbong berapa ini?

- A1. - A1. Terima kasih.

Fani, jawab aku!

Fani?

A1.

A1.

Ingat, kau hanya punya 30...

Jika aku mati lebih cepat, itu karena anak bodoh ini.

Paman, tolong...

Kau!

Ini aku!

Amrit, kita harusnya bertemu di Delhi.

Kau akan membuatku terbunuh.

Aku harus pergi. Ayah akan mencariku.

Amrit!

Amrit?

Apa!

Amrit, apa yang kau lakukan?

Tulika Singh...

Maukah kau menikah denganku?

Kau benar-benar gila.

Benar-benar gila!

Tolong katakan ya secepatnya,

toilet ini penuh aroma.

Ya.

- Ya? - Ya!

Sebentar.

Kenapa wajahmu bersinar?

Kau tentara?

Ya.

Kami berdua tentara. Kami sama-sama Kapten.

Itu impian kecilku bisa masuk Angkatan Darat.

Benarkah? Maka kau harus mendaftar.

Tapi jadi konflik emosional antara Ibu Tersayang dan Ibu India.

- Ibuku tidak mengizinkanku. - Diam!

Kau perlu alasan untuk menggangguku.

Itulah kenyataannya.

Tolong pindahkan kakimu dari jalan.

- Maaf. - Maaf!

Kau mahasiswa?

Ya Pak.

Di mana kau kuliah?

Aku kuliah di Universitas Kanpur.

Benarkah?

Anakku juga diterima di Universitas Kanpur.

- Tapi aku gugup mengirimnya. - Kenapa begitu?

- Bu, aku mau ke toilet. - Ajak Virat.

Tolong, aku bisa sendiri.

gerbongan, asrama, biaya kuliah. Aku akan megurus semuanya. Jangan khawatir.

Itu akan sangat membantunya.

Catat nomorku.

Dua... dua-dua...

Maaf, Nak. Ada orang di dalam.

- Yang lainnya juga? - Ya.

Ya, sembilan-delapan-dua-dua...

Sembilan-delapan-dua-dua...

- Tiga-tiga... - Nomor telepon yang bagus!

Itu nomor VIP.

Tunggu. Aku ke sisi lain.

Siapa namamu?

Gangadhar Mahto.

Gangadhar Mahto.

Kenapa mereka bersiap-siap?

Stasiun berikutnya berjarak dua jam lagi.

Aku mendengarmu.

Aku naik kereta malam. Aku akan sampai pagi di Delhi.

Halo?

Ibu, kami akan sampai jam 7:30.

Tidak, sayang,

tiket Amritsar kita perlu dipesan.

Aku bahkan tidak seharusnya di sini. Dia memohon dan terus memohon...

- Suaramu tidak jelas. - Halo?

Halo?

- Pinky, ada jaringanmu? - Tidak, aku tidak dapat jaringan apa pun.

Lupakan saja, aku akan menelepon besok pagi.

Duduklah dengan tenang!

Jangan ada yang bergerak!

Mau ke mana kau lari? Hentikan dia. Tangkap dia!

Ambil uangnya!

Di mana Ahaana?

- Dia ke toilet. - Aku akan memeriksanya.

- Mau ke mana kau? - Ayah... Ahaana.

- Hei! - Apa yang menghentikanmu?

Kami saling mengenal!

Tidak ingatkah kau? Aku minta kasih tahu berapa nomor gerbongnya?

Kau tersenyum cerah dan menjawab, A1!

Aku berterima kasih padamu.

Sekarang kita berteman, kan?

Berikan.

Tolong!

Sabun muka apa yang kau gunakan?

Dia menghalangi pandanganku.

Lihat bagaimana wajahnya menerangi malam!

- Permisi... - Mundur!

Seluruh kepolisian negara bagian akan dikerahkan untuk menangkapmu.

Kau tidak tahu dengan siapa kau bermain-main.

Dia Baldeo Singh Thakur.

Pemilik Shanti Transportasi.

Astaga!

Kita dapat jackpot!

Pergi dari sini.

Virat!

Karena kita sudah menemukan tambang emas, mari kita hentikan penjarahannya.

Bagaimana kalau kita culik mereka?

- Kau membuat kesalahan besar. - Benarkah?

Aku memperingatkanmu...

Baldeo!

- Jangan ada yang bergerak. - Mundur!

Ada apa dengan semua ratapan ini?

Anakku!

Anakmu masih hidup.

Lelaki besar itu yang mati.

Apa...

Hey!

Anakku!

Siapa namanya?

Aku menunggu.

Virat.

Virat?

Sial!

Seandainya aku tahu, aku tidak akan membunuhnya.

Aku penggemar berat Virat.

Sialan!

Kau masih belum memberitahuku tentang pembersih wajahmu.

Berikan aku jam tangan itu!

Cepat!

Ponsel, dompet, semuanya cepat! Berikan!

Berikan aku dompetmu! Keluarkan!

Apa yang kau lihat? Kau mau aku menusukmu?

Cepat, berikan!

Kami akan membunuhmu.

Ayo.

Aku belum pernah berhubungan seks di kereta yang bergerak.

Lepaskan aku!

Tolong lepaskan dia!

Aku akan membunuhnya!

- Paman! - Ayah!

- Minggir! - Ayah!

Pergilah, selagi kau masih bisa!

- Ayah. - Ayo pergi.

Amrit!

Kau baik-baik saja?

Aku akan memeriksa sebelah sana.

Ayah...

- Bangun. - Minumlah airnya.

Dia berdarah!

Mereka memutus rem daruratnya.

Kita tidak bisa menghentikan keretanya.

- Ahaana. - Ahaana! Dia ke toilet.

Cari dia.

Kami akan memeriksanya.

- Tapi kalian harus keluar dari sini. - Aku akan membantumu berdiri.

Ayo.

Ayo.

Ibu...

Ahaana?

Ahaana?

Aku akan periksa sebelah sana.

Bu, dia tadi lewat sini. Aku akan memeriksanya.

- Biar kulihat... - Bu, pergilah dengan Ayah.

- Ayo. - Ayo!

Paman!

Angkat dia.

- Hei, minggir! - Angkat dia.

Hati-hati.

Amrit.

Pergilah bersama mereka. Dan jangan duduk bersama.

Tidak...

Tak ada yang melihatmu selain mereka berdua, Tuli.

Amrit, ikutlah dengan kami.

Aku akan baik-baik saja. Aku janji.

- Aku akan segera ke sana. - Amrit...

Pergilah!

Pergilah.

Aku akan segera menyusul.

Seharusnya kau tidak membunuhnya.

Kita bisa menahannya. Sekarang jadi kekacauan besar.

Itu keputusan yang harus diambil dalam sepersekian detik. Dia mau bunuh ibu Tulika.

Mereka menusukkan pisau ke tubuhnya.

Ayah.

Ayah!

Apa yang akan kukatakan pada Ibu?

Kita harus beri tahu Beni.

Kita turun 10 menit lagi dan akan menemuinya.

Bagaimana kita bisa pergi begitu saja, Paman?

Mereka harus membayar.

Bagaimanapun, dia paman kita.

Kami akan periksa sebelah sini, kalian periksa ke sana.

Kita tidak akan melepaskannya!

Dia saudaranya Beni!

Tidak!

Jangan beritahu ayah sepatah kata pun.

Dan jangan ada yang menyentuh bajingan itu.

Hanya Ravi yang berhak membalas kematian ayahnya.

Mari kita temukan Baldeo Singh Thakur untuk membayar dosa ini.

Aku tidak akan mengampuni mereka.

Ayo!

Sarju!

Keparat, hentikan!

Kalau tidak, aku akan membunuh anak ini.

- Ayah! - Di mana Thakur?

Di mana Baldeo Singh Thakur?

Lepaskan anak itu.

Mari kita bahas ini dengan tenang...

Viresh!

Gerakkan pantatmu!

Bajingan!

Kau membunuh ayahku.

Aku tidak akan melepaskanmu!

Amrit?

Apa yang terjadi?

Dia membawa Viresh.

Apa?

- Amrit, aku tidak menemukan Ahaana... - Tulika...

Lepaskan aku. Lepaskan ikatanku!

Kau tidak akan lolos begitu saja.

Kawanmu sedang menuju neraka.

Kau bersiap untuk segera menyusul.

Berapa banyak orang gengmu?

- Di gerbong mana mereka? - Persetan!

Kau masih hidup karena kita ada di sini.

Jika aku bertemu denganmu di medan perang, aku akan menguburmu hidup-hidup.

Jika aku melepaskannya,

kau akan kehilangan kakimu.

Kau tidak akan mati.

Hanya saja tak punya kaki!

Katakan.

B1, A1, A2, dan A3.

Ada 36 bandit.

Mereka memblokir empat gerbong.

Ahaana tidak ada di sini. Dia juga tidak ada di gerbong A2.

Mungkinkah dia ke arah sebaliknya?

Duduk!

Minggir!

Di mana Ravi?

Di mana dia?

Ya?

Apa?

Siddhi!

Keretanya melambat.

Lepaskan aku!

Adik ipar...

Siapa yang melakukan ini?

Mana senjatanya? Berikan!

Tidak bisa. Aku tadi sudah coba menembakkan.

- Aku tidak peduli... - Senjata buatan negara ini bisa jadi bumerang!

Bang!

Ravi tidak ada di sini. Mereka menangkapnya.

Itu sebabnya aku membawanya ke sini.

Kita mau Ravi kembali.

Orang yang melakukan ini pada Babban adalah...

Baldeo Singh Thakur.

Pemilik Shanti Transportasi.

Sialan!

Aku mengatakan yang sebenarnya.

Adikmu itu pamanku.

Baldeo Singh Thakur adalah alasan dia meninggal.

Kau bisa tanya pada Ravi.

Lelaki ini punya teman.

Dari cara mereka bertarung...

Aku yakin mereka tentara.

Untuk menangkap mereka, berpikirlah seperti Dhoni.

- Dhoni? - Mahendra.

Kurangi penjagaanmu.

Saat dia menyerang, langsung hajar. Kalahkan!

Hati-hati!

- Kau ke sana. - Hati-hati!

- Hati-hati! - Maju terus.

Oke.

Lepaskan aku!

Untuk berjaga-jaga.

Apa maksudmu?

Kau mengkhawatirkanku?

Di sini tidak aman, Tulika.

Satu-satunya hal yang penting,

mulai besok, aku akan jadi istrimu.

Aku memperingatkanmu,

Aku sangat menuntut.

Amrit, tolong bawa Ahaana kembali.

Dia sangat penting bagiku.

Aku akan bawa Ahaana kembali.

Aku berjanji.

Ayo main Slot Gacor Maxwin di PerdanaSlot88 Ketik di google “Perdana Slot88” Atau simpan link berikut bit.ly/perdana-slot88

Dia seorang tentara?

Komando Penjaga Keamanan Nasional.

Kenapa kau tidak memberitahuku tentangnya?

Apa gunanya?

Pada akhirnya aku akan tunangan dengan siapa pun yang kau pilih, kan?

Jika ayah dan anak perempuannya sudah selesai berbelanja lamaran,

kalau begitu tolong aku.

Kakiku terpeleset.

Aku lebih suka melemparmu keluar.

Diam dan tetap di situ!

Pegang dia.

Awasi dia.

- Sohail! - Sohail!

Arif!

Berhenti!

Hei, lepaskan!

Pegang tangannya.

Arif!

Kau menikamnya! Arif!

Anakku!

Tangkap dia!

Jangan ada yang bergerak.

Tolong bantu dia.

Hajar dia!

Arif, buka matamu.

Arif!

Kita bertemu lagi!

Kau baik-baik saja?

Ya. Sialan!

Kelihatannya parah!

Ayo. Bangun. Bangun!

Kau tidak memegang senjata dengan benar.

Pergelangan tangan halusmu bisa terkilir.

Senjata juga bisa disebut kekuatan karena suatu alasan.

Perlakukan sebagai sambunganmu. Tunjukkan cinta padanya.

Lengan harus tetap lentur dan pergelangan tangan harus...

Kuat!

Satu goresan saja di leher maka...

Permainan akan berakhir!

Aku bicara berdasarkan pengalaman. Aku akan mengajarkanmu.

Ambil kuncinya! Pergi dari sini.

Cepat! Hati-hati!

Melarikan diri dan meninggalkan ayahmu?

Kenapa kau tidak memanggil polisi sekarang?

Di mana polisimu? Hubungi mereka sekarang!

Tulika!

Lepaskan aku!

Hei, nona cantik!

Apa masalahmu?

Kau bukan tentara, Nona.

Kalau dia, benar!

Tapi mengingat situasinya

sepertinya dia tidak akan bisa menyelamatkanmu.

Itu tidak penting.

Bagus sekali!

Ayo bersenang-senang!

Bukankah aku sudah beritahu untuk tidak...

Tulika!

Tulika!

Tuli!

Kau punya nyali!

Amrit...

Amrit...

Tidak! Tulika!

- Di mana ayah? - Di gerbong B1.

Kita pergi lima menit lagi. Bawa ayah dan kemasi semuanya.

- Oke. - Paman!

Bawa keluarganya.

Ayo. Bergerak!

Paman? Ayo cepat!

Jangan ada waktu yang disia-siakan.

Bangun.

Dan lemparkan mereka.

Selamat peringatan tahunan keempat!

Bagaimana kau bisa mengingatnya setiap tahun?

Karena aku lebih mencintaimu.

"Aku mencintaimu lebih dalam!" Brengsek! Perlihatkan tanganmu.

Tanganku?

- Ya! Perlihatkan. - Ini.

Semua untukmu!

Amrit.

Lihat, kau punya bulan sabit yang tepat.

Artinya, aku semakin mencintaimu.

Tapi garis hidupmu sepertinya lebih panjang.

Lihat?

Aku menyatu dengan garis hidup kita bersama.

Sekarang kita hanya berbagi satu kehidupan.

Bechan!

Mundur!

Lepaskan aku, Fani!

- Ayo keluar. - Aku tidak akan melepaskanmu.

Angkat dia.

Hentikan dia!

Apa yang kau tunggu? Ayo!

Berhenti atau aku akan membunuhmu...

- Paman! - Paman!

Ambil tas lainnya. Cepat! Kita harus turun.

Paman...

Mereka membunuh Ayah!

Bajingan!

Asmara Commando membuat kita seperti bom.

Dia membunuh semua orang.

Apa maksudmu?

Mereka keluarga, Fani.

Persisnya kenapa aku menyelamatkannya dan membawanya kembali.

Aku bertanya-tanya kenapa tiap orang jadi sumber cinta saat ini?

Kenapa kau membunuh perempuan itu?

Katakan!

Aku tidak mau menari di pepohonan bersamanya.

Aku menuntut tebusannya.

Dia menantangku. Mengiris lenganku.

Jadi, aku membunuhnya.

Kau tahu apa yang kau lakukan?

Kau menyadari anak siapa dia?

Paman, mereka bukan tentara biasa.

Mereka pasukan komando.

Kita tidak aman di kereta.

Menurutmu kita aman di luar?

Apa Baldeo Singh Thakur akan mengampuni kita?

Dia membunuh anaknya!

Kita tidak bisa biarkan mereka hidup.

Kita harus membunuh mereka semua.

Jangan ada yang menyentuh Baldeo Singh Thakur.

Sialan dengan idemu!

Setidaknya dengarkan kata-kata emasku.

Berapa banyak kekacauan yang kau mau?

Dewi Kekayaan menyinari kita dengan cahaya keemasannya.

Dan kau tidak mau melihatnya!

Culik keluarganya. Minta tebusan. Kemudian bunuh mereka semua.

Berapa banyak orang kita yang akan terbunuh?

Tepat sekali!

Apa yang akan kau berikan pada keluarga yang mati hari ini?

Bagaimana orang-orang kita bisa bertahan hidup, Ayah?

Baldeo Singh Thakur adalah akar penyebab semua ini.

Dia harus membayarnya!

Pasukan komandonya ada di ruang B1, kan?

Ya.

Pelan-pelan.

Aku akan ambil kotak P3K.

Kau menemukan Ahaana?

Di mana dia?

Kenapa lama sekali, Baldeo?

- Apa yang terjadi dengan Ahaana? - Di mana anak-anak?

Katakan sesuatu.

Kenapa kau menangis?

Tulika bersamamu kan. Di mana dia?

Kenapa kau tidak mengatakan apa-apa?

Di mana Tulika?

Mereka membunuh Tulika.

Apa?

Terbunuh?

Siapa yang membunuhnya?

- Tidak mungkin! - Aku tidak mempercayaimu!

Mereka...

Mereka mendorongnya keluar dari kereta!

Gaunnya berwarna merah muda.

Tidak! Anakku!

Saat dia jatuh, gaunnya jadi merah.

Sayangku!

Merah!

Tulika.

Tolong temukan Ahaana dan bawa dia kembali.

Dia sangat penting bagiku.

Aku akan bawa Ahaana kembali.

Aku berjanji.

Apa yang kau lakukan?

Aku harus pergi.

Kita kalah jumlah.

Lagipula mereka akan turun di stasiun berikutnya.

Aku berjanji padanya

Aku akan bawa Ahaana kembali.

Jika mereka tahu dia adiknya Tulika,

mereka tidak akan melepaskannya.

Kalau begitu, ayo.

- Aku ikut. - Viresh!

Kau tidak dalam kondisi yang baik.

- Aku tidak peduli, aku ikut. - Dengarkan aku!

Mereka membutuhkanmu di sini.

- Tapi... - Dengarkan aku.

Aku sudah kehilangan Tuli.

Aku tidak mau kehilanganmu.

Mereka akan turun dari kereta ini

tapi untuk pemakaman mereka.

Katakan! Di mana pasukan komandonya?

Minggir!

Brengsek, dengan siapa mereka?

Bagaimana aku tahu?

Kau tidak tahu?

Siapa yang bersama mereka? Ibu? Ayah?

- Katakan! - Aku tidak tahu apa-apa!

Fani!

Kita buang-buang waktu.

Bajingan...

Kumohon!

Kami berhasil melarikan diri dari para bandit.

Tolong biarkan kami pergi. Jika tidak, mereka akan membunuh kami.

- Tolong biarkan kami pergi. - Kumohon.

Di mana ayah?

Dia tidak kembali?

Hei! Apa yang kau sembunyikan?

Mundur.

Tidak, kumohon!

Beritahu ayahmu,

Aku datang untuknya.

Ranjan!

- Beri ruang. - Ranjan.

Ranjan. Apa yang terjadi?

Baringkan dia.

Minggir.

- Ranjan! - Ambilkan air.

Ranjan!

Komando itu

dia datang untukmu.

- Tidak apa-apa, tenang saja. - Tenanglah.

Ranjan!

Ranjan! Tidak!

- Ranjan! - Ranjan!

- Ranjan! - Ranjan!

Kau yang memulai kekacauan ini.

Dan kami yang harus membayarnya.

Kami tidak akan melawan mereka.

Kami mau turun dari kereta ini.

Apa kau bilang? Kau mau turun?

Ayahku masih bersama mereka.

Kau buta? Ranjan kembali sendirian.

Dia pasti sudah mati.

- Karena kau! - Hentikan!

Cukup!

Lepaskan aku.

Drama apa ini?

Sekelompok pengecut!

Yang menuju kemuliaan.

Jika kau tidak punya nyali untuk bertarung

maka duduklah di rumah dan berikan instruksi.

Kau tidak pantas jadi bandit.

Kami mau turun. Hanya itu saja!

Aku juga.

Kau mau pergi?

Ayo.

Ayo turun!

Menurutmu akan tetap aman nanti?

Baldeo Singh Thakur salah satu penumpang di kereta ini.

Tak berdaya. Rentan. Tak punya kekuatan.

Tapi jika dia turun dari kereta ini,

dia akan memastikan kita semua terbunuh.

Masih mau pergi?

Ayo lanjutkan.

Aku tidak akan berjalan di depan.

Kau duluan.

Ayo main Slot Gacor Maxwin di PerdanaSlot88 Ketik di google “Perdana Slot88” Atau simpan link berikut bit.ly/perdana-slot88

Jalan. Ayo!

Terus jalan!

Kau tetap di belakang.

Ayo!

Terus jalan.

Jalan! Maju terus!

Ayo!

Ravi, apa yang terjadi?

Badlu...

Paman!

Paman, kemari!

- Badri! - Fani!

- Paman! - Minggir.

Tidak!

Bawa dia ke sini!

Jalan. Ayo!

Terus jalan!

Sarju!

Murari!

Bechan!

Badlu!

Turunkan dia.

Turunkan dia.

Murari!

Pegang dia! Turunkan dia!

Turunkan dia. Turunkan Bilas.

Bechan! Badlu!

Bilas!

Turunkan dia.

Turunkan dia.

Ayah!

Ayah!

Ayah!

Lepaskan ikatannya.

Angkat dia.

Ayah!

Fani!

Angkat sama-sama.

Mereka membunuh Ayah.

Siddhi!

Siddhi, jangan.

- Minggir, Paman. - Jangan.

Minggir, aku akan...

Aku akan mencabik-cabiknya!

Aku tahu kau bisa. Tapi pahamilah ini.

Mereka memasang ini untuk membuat kita bingung.

Mereka mengintai di dekat kita agar kita jatuh ke dalam perangkap.

Siddhi, kita akan balas dendam.

Kau mendengarku?

Sabar dulu.

Kita akan membalaskan dendamnya. Oke.

Bangsat...

Dengarkan.

Jangan ada lagi aksimu. Mengerti?

Jangan ada lagi omong kosong.

Dari mana?

Dari mana datangnya semua cinta ini?

Kenapa kau tidak memasukkanku ke dalam buaian?

Kau akan membuat semua orang terbunuh.

Setelah 30 tahun, ini pertama kalinya kita dapat masalah.

Kau sudah mengecewakan semua prinsipku.

Pilaharalah anjing atau kucing,

tapi jangan pelihara kesalahpahaman, Ayah.

Kau bukan Spider-man atau Batman.

“Dengan kekuatan yang besar, datang pula tanggung jawab yang besar.”

Kita bandit. Kita perampok.

Seluruh keluarga kita perampok.

Prinsip, taik kucing.

Kau melihat seorang perempuan muda di sini? Sekitar 15-16 tahun?

Kau di sini. Di mana Sohail?

Sohail aman.

Dia ada di gerbong A3 di depan.

Viresh bersamanya.

Jangan khawatir.

Aku mencari seorang perempuan berusia 15-16 tahun.

Ada di antara kalian yang melihatnya?

Ya.

Ada.

Tapi para bandit membawanya

bersama beberapa orang lain ke gerbong lain.

Pergi dari gerbong ini. Cepat.

Kosongkan. Ayo, bangun.

- Pindah. - Ayo.

Hati-hati... cepat!

Tinggalkan tasnya!

Duduk!

Kau tidak mendengarku?

Mau ke mana kau?

Kami juga mau ikut bersamamu.

Itu terlalu berisiko.

Mereka mampu melakukan apa saja.

Mungkin aku tidak bisa mengalahkannya. Mohon mengerti.

Tidak apa-apa.

Kami tidak melakukan apa pun karena kami pikir ini bukan urusan kami.

Jika kami membantumu sejak awal, mungkin Arif...

Aku ikut juga.

Jangan lihat fisikku.

Aku bisa sangat membantu.

Api!

Pak, keretanya terbakar.

Siapa sih!

Halo?

Api? Di kereta ini?

Siapa yang mengunci ini?

Sepertinya api ada di sini.

Sungguh menyedihkan! Tidak ada yang melihat apinya.

Polisi datang!

Terima kasih Tuhan!

Bajingan itu menguncinya dan melarikan diri.

Kita akan tiba di stasiun, Paman.

Siddhi, periksa gerbongnya.

Bawa semua barang kita

dan pastikan kumpulkan semua orang kita.

Fani, periksa gerbong yang lain.

Jika kau menemukan Baldeo Singh Thakur, habisi dia.

- Thakur... - Jangan berdebat!

Tarik rem daruratnya. Lakukan!

Tutup pintunya.

Turun.

Kau khawatir denganku, kan?

Cintamu akhirnya bersemi hari ini.

Hey!

Lari! Lari!

Laki-laki berkemeja tipis itu.

Dia pemimpin mereka!

Polisi!

Polisi ada di sini.

Kecepatan kereta bertambah.

Polisi pasti sudah memberi tahu di stasiun berikutnya.

Kenapa kita bisa terlibat dengan polisi?

Kita tidak akan melakukannya.

Ke sini!

Orang-orang ini yang akan menghadapi polisi.

Tidak! Natthu!

Ini akan berguna.

Ayo kita lempar mereka.

Kenapa?

Kenapa kau membunuh ayahku?

Kenapa kau membunuh ayahku?

Kenapa?

Kenapa kau membunuh anakku?

Kenapa? Kenapa?

Kenapa kau membunuh anakku?

Arif!

Apa yang membuat Siddhi lama sekali?

Aku akan memeriksa.

Tunggu sebentar.

Jangan buka penutupnya dulu.

Paman!

Paman! Paman.

- Paman... Saudaraku... Siddhi... - Apa yang terjadi?

- Siddhi... - Apa yang terjadi padanya?

Ikut denganku. Pegang dia.

Pegang dia.

Paman...

Jalan!

Bawa penumpang dan berjalan maju.

Kita kacau.

Kita seharusnya turun bersama Fani.

Kau memastikan dia aman.

Paman, ayo turun.

Aku setuju.

Menurutku begitu.

Tolong dengarkan kami.

Ayo turun.

Paman, kita harus turun.

Paman!

Ayo! Jalan ke depan.

Jalan!

- Kalian. Jalan! - Terus berjalan!

Jalan ke depan.

Keluar!

Atau kami akan membunuh mereka semua.

Keluarlah sekarang.

Tetap di situ.

Jangan melangkah selangkah pun!

Atau aku akan mengukirnya seperti kalkun.

- Ayah! - Ahaana!

Bawa dia ke sini.

Tenang.

Duduk!

Kau harus berbaring. Tolong jangan bangun.

- Kau kehilangan banyak darah. - Amrit...

- Kumohon berbaring. - Polisi ada di sini.

Polisi bersama kita. Jangan bangun dulu.

Aku kembali!

Jatuhkan senjatamu!

Mundur.

Dasar bodoh! Memintaku menjatuhkan senjataku. Dan malah jatuh ke tengkoraknya!

Tragis sekali.

Lihat! Hari-hari bahagia datang kembali.

Anak Ayah yang lain, kan?

Dibunuh satu dan satunya muncul.

- Baldeo, kau seorang pesulap! - Dibunuh?

Ayah?

Tuli?

Tidak tidak tidak tidak. Ayah!

Ya ya ya ya!

Lari!

Paman!

Kemari.

Paman!

Aku baik-baik saja.

Berhenti!

Ke mana perginya bajingan itu?

Tunjukan dirimu!

Keluar!

Pak prajurit! Tolong selamatkan aku!

Ravi!

Paman.

Berhenti. Tahan!

Paman, ada suara tembakan di gerbong lain.

Itu pasti polisi.

Jangan bunuh dia.

Kita bisa menggunakannya sebagai umpan.

Mundur.

Prajurit lemah. Mainan tentara yang rusak!

Jangan biarkan mereka melarikan diri.

Bajingan!

Ayo jalan!

Kita akan tiba di stasiun. Ayo cepat!

Ayo!

Pegang dia erat-erat! Kau tidak mengenalnya dengan baik.

Dia berusaha keras jadi seorang Rambo.

Aku mendudukkannya di pangkuanku dan membuatnya mati kehabisan darah.

Indah sekali!

Aku tidak menanyakan namanya, sekarang beri tahu namamu sebelum kau mati.

Prajurit? Kau mendengarku, prajurit?

Fani!

Kau belum membunuhnya?

Tidak, aku belum membunuhnya.

Siapa namamu?

- Apa masalahnya? - Bukankah sudah kubilang untuk membunuhnya?

Lepaskan aku! Kita tidak bisa membuatnya tetap hidup!

Terkadang kau keras kepala seperti anak kecil.

Kita tidak bisa membuatnya tetap hidup!

Atau kita tidak akan bertahan.

- Apa yang kau mau... - Ayah macam apa kau?

- Kau memperburuk keadaan. - Kau tidak pernah setuju denganku.

Baldeo akan membuat hidup kita seperti neraka.

Jangan!

Paman!

Jangan biarkan mereka lepas!

Paman!

Ayah!

Ayah!

Ambil air!

Ayah! Ayah!

Ayah!

Betapa parahnya dia terbakar!

Lihatlah wajahnya...

Bajingan!

Bangun. Ayo pergi!

Oke, ayo!

Siapa orang yang bisa membunuh seperti ini?

Aku hanya membunuh empat orangmu.

Kau membunuh 40 orang keluargaku!

Kau bukan seorang pelindung.

Kau monster. Monster bajingan!

Tuan Komando! Kau masih dalam pelatihan?

Kau hampir tidak bisa mengimbangiku.

Bagaimana kau akan melindungi negara?

Tidak!

Prajurit kecil!

Ini persis bagaimana aku membunuh pujaan hatimu.

Dia pikir dia bisa melawanku.

Sekarang kau akan menemui nasib yang sama dengannya.

Pahlawan Tulika...

Alih Bahasa: Kuda Lumping Medan, 26 Juli 2024

Apa aku harus mati untuk bisa bersamamu?

Aku mau menjalani hidupku bersamamu, Kapten Rathod.

Ayo main Slot Gacor Maxwin di PerdanaSlot88 Ketik di google “Perdana Slot88” Atau simpan link berikut bit.ly/perdana-slot88

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.