Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Musim gugur 1996.
Perkenalan.
Satu. Perkenalan.
Halo, aku dari Inggris.
Aku Ben Taylor dan aku dari London.
Halo, aku Mandy Taylor. Aku dari London juga.
Halo, aku Jane...
Ahmet!
Dari mana asal Mandy dan Ben Taylor?
London.
Mandy dan Ben Taylor berasal dari London.
Bagus sekali. Terima kasih Ahmet.
Di sana.
- Sampai di depan pintu jam 07.00. - Oke. Selamat petang. - Sampai jumpa.
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Kau harus menandatangani.
Di sini.
RUANG MANTEL
Terima kasih.
Hai, pemula!
Kemari.
Tetap di sini. Aku akan segera kembali.
Sapa semua orang, begitu kerjanya. Lalu tuliskan nama mereka.
Lagipula belum ada yang datang.
Ini cara membuka pintunya. Mengerti? Bagus.
Halo bang.
Aku perlu menuliskan namamu.
Islamis Aczmendi sialan!
“Ancaman ekstremisme agama
pertumbuhannya mengkhawatirkan,” kata presiden.
Ke mana saja kau?
Ada yang harus kulakukan.
- Kau bilang kau akan kembali! - Jangan ribut, kita ada di sini.
- Apa yang dimaksud dengan "Aczmendi"? - Hah? - "Aczmendi." Apa itu?
Siapa yang bilang?
Siapa yang bilang?
Orang bodoh mana yang menggunakan kata itu?
Dengar.
Batu kecil bisa menghancurkan gerobak besar.
Tuhan, beri aku kesabaran...
- Biji bunga matahari? - Oke.
Kalau mau, aku juga punya biji asinan. Coklat, jus...
Terima kasih.
Ada di lokerku.
Kau punya loker atau supermarket?
Kita bisa mendapatkan semuanya dengan uang.
Ayo tidur!
Besok sekolah.
Ayo, teman-teman.
Cepat.
SMA TRAKYA
Eyelashes (Bulu mata)
Wrinkles (Kerutan)
Scar (Bekas luka)
Dark (Gelap)
Curly (Keriting)
Eyebrows (Alis)
Moustache (Kumis)
Bagus sekali. Kita ulangi sekali lagi.
Emin! Abdullah!
Cukup!
Kalian berlima. Pergi ke ruang bawah tanah.
Bersihkan dengan baik.
Hakan, ke loteng! Kau tahu apa yang harus dilakukan. Ajaklah seseorang. Cepat!
Kau urus sisanya. Pergi ke taman dan bersihkan semua tempat.
Ya Pak. Ayo.
Ayo, bergerak!
Gantung poster lainnya di tempat yang terlihat.
Sembunyikan semua buku berbahasa Arab.
Matikan lampunya.
Sembunyikan apa pun yang berbahasa Arab.
- Tutup pintunya. - Oke.
Hati-Hati!
- Itu berdosa, kan? - Tidak.
Ini bahasa Arab, sakral.
- Tidak semua hal dalam bahasa Arab itu suci. - Lalu apa itu?
Hanya selebaran.
- Kenapa membakarnya jika itu hanya selebaran? - Untuk menyelamatkan Yurt sialan ini.
Menyelamatkan dari siapa?
Dari para hantu.
Cepat cepat!
Gelap. Kita akan nyalakan lampu dan menutup tirainya.
Pelan-pelan.
Ahmet! Kemari, Nak. Ambil sapu itu. Tinggalkan tasmu.
Sapu sebelah sini.
Bantu mereka.
Ahmet! Lakukan dengan hati-hati.
- Berhenti, bodoh! - Tidurlah!
Kami mengikuti kurikulum resmi, Komandan.
Ini hanya pendidikan agama.
Komandan Salih sudah memeriksa semuanya sebelumnya.
Semua guru kami dipilih oleh Kementerian Agama.
Jatuhkan.
- Jatuhkan, kubilang. - Lepaskan aku! - Jatuhkan!
Baiklah, ayo keluar dari sini.
Kau bisa membuat kita dapat masalah.
- Ayo pergi. - Cepat!
Bergerak!
Di mana ayah?
Luar kota.
Berikan aku bantalnya.
Ayo main Slot Gacor Maxwin di PerdanaSlot88 Ketik di google “Perdana Slot88” Atau simpan link berikut bit.ly/perdana-slot88
Poster menjauhkan malaikat, begitu kata ayahmu.
Jadi kita tidak punya malaikat sebelumnya.
Kenapa malaikat peduli dengan poster Bon Joviku?
Tanyakan pada ayahmu saat dia datang.
Ibu.
Aku tidak mau kembali.
Izinkan aku tinggal di sini. Kenapa aku tidak bisa tinggal di rumahku sendiri?
Aku merindukanmu.
Hah?
Behlul Hodja akan datang besok.
Itu minggu depan?
- Tidak, dia mau mengunjungi kita dulu. - Dia akan mengunjungi kita?
Bukan kita...
“Kita”, para jemaah.
- Terimakasih Ibu. - Selamat menikmati, sayang.
- Kau tidur dengan baik? - Ya.
Kenapa kau melarikan diri?
Terlalu berat untuk jiwa manismu?
Ayo makan.
- Aku yakin tertukar, bukan dicuri. - Bagaimana bisa, Kerim? Itu celana Zegna.
Pasti dicuri. Siapa lagi yang mampu membelinya?
- Hal seperti itu tidak terjadi di asrama. - Kerim.
- Jangan kirim dia kembali. - Aku memasukkan hidungku ke barang-barangmu?
Deterjen cucian bisa kau beli atau pot bunga bisa kau pilih.
Karena itu bukan urusanku.
Tapi memutuskan di mana Ahmet tinggal adalah urusanku. Uruslah urusanmu sendiri.
Kumohon. Dia sudah mencoba, dia tidak mampu lagi. Kita akan menyewa Hodja untuk mengajarinya.
Dia akan terbiasa.
Aku akan mengantarnya kembali besok.
Ahmet?
Kita akan terlambat.
Masa depanmu masih panjang.
Umur yang panjang bisa melakukan hal yang benar.
Aku berharap
saat aku masih kecil, aku memiliki seseorang yang melakukan ini untukku.
"Begini," kuharap dia berkata "inilah cara yang benar."
Kuharap dia melindungiku dari kejahatan.
Agar aku tidak menghabiskan hidupku dalam dosa.
Terima kasih Tuhan.
Tuhan memberkatiku dengan jalan yang benar.
Tapi aku terlambat.
Aku tidak mau kau terlambat.
Pergilah ke sana, pelajari, resapi semuanya.
Jangan sepertiku.
Kau adalah penebusanku, keselamatanku.
- Pak Kerim, selamat datang. - Apa kabar Pak? - Baik.
- Behlul Hodja sudah datang? - Ya, dia menunggu kita.
Kerim!
Anakku.
- Bagaimana kabarmu anakku? - Aku berdoa untuk kesehatanmu. - Tuhan memberkati.
Aku diberitahu baja yang kau kirim untuk Yurt sudah tiba kemarin.
Tapi, kami masih kekurangan semen.
Beberapa saudara kita berjanji membantu.
Mungkin ada masalah. Mereka tidak menepati janjinya.
Kami juga berterima kasih atas bantuanmu dalam hal ini.
Silakan masuk.
- Semoga pekerjaanmu dimudahkan. - Terima kasih.
- Aku akan membantu jika lenganku tidak patah. - Ya oke!
Bagaimana kau bisa masuk ke dalam lingkaran?
Kau tidak bisa masuk begitu saja. Kau harus merasa layak mendapatkannya.
Bagaimana?
Sederhana. Jadilah seorang Muslim yang baik.
Tunjukkan caranya, aku akan lakukan kerjaanmu di gerbang. Kapanpun kau mau.
Di sinilah egomu berada.
Ego ibu dari semua pikiran buruk dalam dirimu.
Anggap saja seperti tikus! Ada tikus di sini, oke?
- Bagaimana dengan tupai? Aku benci tupai. - Tidak. Itu pasti tikus.
Angkat lidahmu.
Kita kunci bajingan itu di dalam, oke?
Oke, kenapa kita menguncinya? Kalau buruk kenapa di simpan?
Tidak akan pergi, itulah yang menjadikan kita manusia. Atau kita akan jadi malaikat.
Kita punya keinginan, kan?
Gairah, hasrat.
Kita melihat sesuatu, lalu ingin membelinya. Kita melihat perempuan, kau tahu. Ingin mendapatkannya?
Hanya hilang saat kita tidak menginginkan hal ini.
Maksudmu saat kita mati?
Jika hanya terjadi saat kita mati, berarti akan tetap ada saat kita hidup.
Ya, tentu saja. Kita hanya mengawasinya.
Ini seperti mengatakan, "Aku memperhatikanmu kawan, tenanglah. Jangan melakukan hal bodoh. Oke?"
Tutup matamu.
Tundukkan kepalamu.
Jangan terlalu tunduk.
Tutup matamu.
Tundukkan kepalamu, pelan.
Arahkan hatimu.
Ada cahaya datang ke hatimu dari atas
dan tercermin di kepalamu.
Seperti yang dicerminkan, egomu semakin mengecil. Mengerti?
Sekarang, kau harus melakukan ini dengan Yakup Hodja.
Hanya dia yang bisa mengizinkanmu masuk ke dalam lingkaran.
Makan malam sudah siap!
Ayo. Kita kelaparan.
Kita hamba Al-Quran.
Dengan iman yang murni, kekuatan dan semangat.
Kita hamba Al-Quran.
Dengan iman yang murni, kekuatan.
Kita hamba Al-Quran.
Dengan iman yang murni, kekuatan.
Baunya enak.
Bung.
Kaulah orangnya.
Keluar.
Apa itu?
Aku membelinya dari supermarket, Pak.
Bisa membersihkan lantai jadi lebih baik, baunya lebih enak, tidak seperti sabun biasa. Aku membelinya sendiri.
Oh kawan!
Tolong panggil Hodja. Tidak menyenangkan seperti ini.
Sebo! Ambil remote dari Hodja.
Bilang padanya, Musa tidak bisa mendengar apa yang dikatakan singa.
Tidakkah kau mendengar itu hanya diam.
Apa? Hal lama yang sama setiap hari.
Jangan sentuh itu!
Kau akan merusaknya.
Kau tidak tahu apa yang terjadi terakhir kali?
Hal yang terjadi bulan lalu. Dan...
"Hakan."
TV ini tanggung jawabmu, Nak.
"Jika terjadi sesuatu..."
Lalu dia pergi.
Tidak! Lihat arlojinya!
Dia mengendalikannya.
Kau melakukannya lagi.
Bagaimana kau melakukan itu?
Berikan padaku.
Biar aku mencoba.
Beralih ke TV.
Mereka akan bercinta?
Astaga, dia seksi.
Jika dia milikku
Kau terlalu cantik, kau tidak membutuhkan bunga.
"Oh ya, aku pernah melihat hantu."
Faktanya, aku tinggal bersama salah satunya selama bertahun-tahun.
'Oh Bibi Elisabeth, bagaimana bisa kau, 'seru anak kakaknya.
Bibi Elisabeth menoleh melihat mereka
"lalu tersenyum."
Duduklah, anak-anak.
Kemari, sayang.
Bu Semra, maaf mengganggu. Anak-anak, aku punya teman sekelas baru untuk kalian.
- Nikmati kelasnya. - Terima kasih Pak.
Halil, duduklah di belakang, untuk sementara.
- Nanti kita atur ulang kursinya. - Ya Bu.
Silakan, sayang.
- Namamu Sevinç, kan? - Ya.
- Selamat datang. - Terima kasih.
“Bibi Elisabeth menoleh melihat mereka dan kemudian tersenyum.
“Hantuku sama sekali tidak berbahaya,” katanya.
Bahkan, dia melihat ke perapian lagi
"dan berkata, 'Sebenarnya, aku sedih karena kehilangan dia.'"
Mereka bilang semua orang sama, kan?
Itulah yang mereka ajarkan di sekolah.
Itu tidak benar, Nak.
Ada orang yang punya kedudukan lebih tinggi.
Mereka dihiasi oleh cahaya ilahi.
Mereka ada...
Mereka ada meskipun kau tidak bisa melihatnya.
Merekalah yang berada di dalam lingkaran.
Menurutku kau belum cukup dewasa untuk memikul tanggung jawab ini.
Kau perlu berusaha lebih keras.
Baiklah, Pak. Bagaimana aku tahu aku sudah cukup beruasaha, Pak?
Mau datang lagi?
Bagaimana aku tahu aku sudah cukup berusaha, aku sudah cukup dewasa?
Ahmet! Kenapa aku di sini?
Menurutmu apa yang kulakukan?
“Ilmu adalah harta orang mukmin yang hilang.
Di mana pun mereka menemukannya, mereka harus membawanya.”
Oleh karena itu, aku akan mengetahuinya!
Kau boleh pergi.
Juga...
Cobalah untuk tidak mengambil inisiatif.
Batasi dirimu pada apa pun yang kami berikan.
- Oke? - Ya Pak.
Apa masalahnya?
Aku tidak menemukan barangku, Pak. Aku meminjamnya dari seorang teman.
Sepertinya sudah tercampur aduk. Dia akan membawanya kembali malam ini.
Anakku, singkirkan sandal itu.
- Ya Pak? - Ada apa semua ini Yukup Hodja?
- Apa aku melakukan kesalahan? - Sepatu anak laki-laki itu hilang!
- Sepatunya hilang? - Ya.
- Apa saranmu, Pak? - Temukan!
Sepatu seseorang hilang.
Sepatu olahraga merah.
Siapa pun yang mengambilnya
harus mengembalikannya besok pagi.
Agar kita bisa melupakan kejadian ini.
Aku akan berdoa pada Tuhan untuk pengampunannya,
padahal dia taat pada iblis.
Bagaimana kita tahu dosa adalah dosa?
Jika melukai hati nuranimu dan mengganggumu, maka itu dosa.
Apa yang kita lakukan saat ada sesuatu yang mengganggu kita?
Kita harus bertobat!
Apa jadinya jika tidak bertobat?
Berarti kau sudah melakukan dosa yang paling besar.
Ketiadaan rasa hormat.
Jika kau mati dengan keburukan dalam jiwamu Tuhan akan mengirimmu langsung ke Neraka.
- Apa sakit saat jarimu terbakar? - Ya Pak.
Pasti sakit. Bayangkan kau membakar semua tanganmu.
Bayangkan kau memasukkan tanganmu ke dalam api dan meletakkan di sana.
Itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan api Neraka.
Jika kau mati tanpa bertobat, kau akan terbakar selamanya.
Pak, bisa kau membantu anak-anak ini membayangkan keabadian?
Teman-teman, bayangkan dunia ini.
Anggaplah dunia ini adalah gudang
diisi dengan gandum.
Setiap seribu tahun, seekor burung datang dan mengambil sebutir biji-bijian.
Seribu tahun kemudian, dibutuhkan hal lain. Dan lagi, seribu tahun kemudian.
Dengan begini, gudang akan jadi kosong.
Akan kosong. Pada akhirnya.
Tapi keabadian tidak akan berakhir.
Ahmet?
Apa yang kau lakukan?
Tidak ada, aku bermimpi buruk.
Apa yang kau lakukan?
Yakup Hodja kena flu. Aku membuatkannya teh.
Aku sebenarnya tidak mau masuk ke dalam lingkaran itu.
Sepertinya aku menginginkannya, tapi aku tidak menginginkannya.
Itukah yang memakanmu?
Mungkin aku suka tupai ego.
Itu tikus.
Terserah.
Lagipula aku akan pergi ke Neraka.
Aku punya seorang teman saat aku masih kecil.
Suatu hari, kami duduk di taman.
Saat itu matahari terbenam, langitnya berwarna merah.
Aku belum pernah melihat seperti itu.
“Akan jadi lebih merah,” katanya.
Dia mendekat dan berkata,
“Matahari akan mendekat dan mengubah kita jadi ayam goreng.”
Aku jadi takut, aku tidak bisa bergerak sepanjang malam.
Neraka itu ada.
Tapi anak kecil yang percaya semuanya sudah lama pergi.
Teman-teman!
Ayo.
Ini sudah pagi.
Bangun!
Karena tidak ada sepatu,
kita perlu melakukan tes ini.
Kau akan makan buncis ini.
Siapapun pencurinya akan membengkak dan meledak.
Dia kemudian akan menyesal. Dia akan menangis, "kenapa aku melakukannya?"
Dia mempermalukan dirinya sendiri di hadapan Tuhan.
Sebentar lagi dia akan dipermalukan di hadapan kalian.
Berbarislah di barisan!
Cepat.
Buka.
Berikutnya.
Berikutnya.
Ayo.
Buka.
Lebih lebar.
Ayo, kalian.
Selamat liburan, semuanya.
RUANG MANTEL
Masuk ke dalam! Masuk kembali!
Dengarkan.
Karena sepatunya tidak ditemukan,
liburan bulanan akan berlangsung setiap tiga bulan.
Mengerti?
Kemari!
Jangan bodoh.
Liburan bulanan dibatalkan, sampai sepatu ditemukan.
Jika tidak ditemukan, tidak akan ada hari libur!
Masuk ke dalam sekarang!
Ini spesialisasiku.
- Kau mengacaukannya. - Tunggu dan lihat.
Apa masalahnya dengan buncis?
Bengkak dan meledak?
Pernah terjadi sebelumnya.
Tidak ada yang membengkak dan meledak.
- Aku tahu siapa yang melakukannya. - Kau tahu?
Bagaimana kau tahu?
Dia masih kecil, dia sangat ketakutan. Dia tidak mengatakan sepatah kata pun.
- Dia menunggu. - Kemudian?
Lalu tidak terjadi apa-apa. Dia tidak membengkak dan meledak.
Masalahnya buncis adalah omong kosong. Mereka tidak bisa menemukan siapa yang melakukannya.
- Kenapa kau tidak mengatakan apa-apa jika kau tahu? - Aku tidak mengadu pada siapa pun.
Bukan seperti itu aku.
Kau laki-laki yang tangguh.
Diam.
- Ayo makan! - Aku sedang makan.
Aku harus makan sepertimu?
Bagaimana caraku makan?
Bajingan.
Ke mana kita?
- Apa yang kau lakukan? - Diam?
Masuk.
- Cobalah. - Tidak.
Baiklah. Aku hanya menawarkan, bukan memaksa. Untukku jadi lebih banyak.
Itu motoku.
Itu bukan moto.
- Oke profesor, itu gayaku. Gayamu? - Lebih baik.
Kau melihatnya? Lihat pepohonan itu?
- Ada pembangunan di dekatnya. - Ya.
Aku punya sepupu, Ali. Dia dapat pekerjaan, plesteran.
Dia meminta pekerja memberikan pekerjaan untuknya.
Pekerjaan yang sempurna. Dia menghasilkan banyak uang.
Tidak ada yang menghasilkan uang dari orang lain.
Itu kau.
Aku sangat mengaguminya.
Setiap kali aku datang ke sini, aku merasa bersemangat.
- Bersemangat? - Ya, dengan cara yang aneh.
Aku merasakan kupu-kupu di perutku.
Aku membayangkan masa depan.
Aku membayangkan aku keluar dari tempat ini.
Aku bebas.
Dari sini.
Aku terbuka, melewati.
Bung, di sini!
Ahmet!
Selama aku di sini,
kau tidak akan bisa masuk ke dalam lingkaran!
Bu, siapa yang lebih besar?
AtatĂĽrk yang lebih besar atau Tuhan?
AtatĂĽrk tidak mati. Dia tinggal di hatiku.
AtatĂĽrk tidak mati. Dia tinggal di hatiku.
Dia membawa bendera.
Dalam perang peradaban.
Dia mengatasi semua rintangan.
Dia membawa bendera.
Dalam perang peradaban.
Dia mengatasi semua rintangan.
Revolusi yang memberdayakan masyarakat Turki visimu.
Masa muda adalah milikmu
Kau memiliki masa muda
Kau tidak mati, kau tidak bisa mati.
Ada seorang perempuan.
Aku ingin menciumnya.
- Alarm berbunyi. - Kau tidak bisa hadir?
Tidak, aku tidak bisa.
Aku memandangnya dan bilang, "Dia tidak bisa melakukannya."
Yang itu juga tidak bisa melakukannya.
Ahmet?
Ahmet juga tidak bisa. Bisa kau, Ahmet? Ada yang keluar, Ahmet?
Dia hampir punya janggut, jangan lakukan itu padanya.
Aku tidak melakukan apa pun. Aku tahu bagaimana dia mematahkan lengan itu.
Seandainya dinding bisa bicara?
Aku suka pergi ke bioskop. Aku suka menonton film horor.
Apa yang kau suka, Mandy?
Sevinç! Bagaimana denganmu? Apa yang mau kau lakukan di waktu luangmu?
Aku suka mendengarkan musik.
Aku lebih suka mendengarkan musik klasik.
Ada hal khusus?
- Aku suka Vivaldi. "Empat musim". Aku paling suka "Musim Dingin". - Bagus sekali.
Terima kasih, Sevinç.
Halil, bagaimana denganmu? Apa yang kau sukai?
Aku suka menonton olahraga.
Aku suka menonton sepak bola.
Bagus sekali.
Ayo main Slot Gacor Maxwin di PerdanaSlot88 Ketik di google “Perdana Slot88” Atau simpan link berikut bit.ly/perdana-slot88
Ini untukku?
Terima kasih sobat. Ini buku?
Selamat tahun baru, kawan.
- Sekali lagi terima kasih, kawan. - Terima kasih kembali.
Ahmet, selamat tahun baru.
Kau membelikannya untukku? Terima kasih.
Lihatlah burung-burung itu.
- Pemula! Kau terlambat juga? - Ya.
Hakan.
Ahmet.
Cukup.
Berikan padaku.
Dia membutuhkan sabuk yang lebih besar.
Semuanya, bersiaplah ke tempat tidur.
Jangan ada seorang pun mendengar suara orang-orang berdosa.
Ahmet. Oh...
- Teman-teman, lihat siapa yang datang. - Kaulah orangnya!
- Terima kasih sobat. Sampai jumpa. - Kerja bagus, Ahmet!
- Kau buang air besar? - Ssst!
Kau tidak pergi?
Aku terikat di sini dengan keyakinanku.
Aku suka di sini.
Apa artinya mencintai? Itu omong kosong.
Ya, tapi itu omong kosongku.
Saat semua orang pergi, inilah waktunya untuk tinggal di sini.
Tidur sampai jam 10, setelah sholat subuh.
Sarapan untuk para raja. Tidak ada batasnya.
Kami akan memasak apa saja.
Teruskan. Kau tidak bisa memikatku.
Kamar asrama buka sepanjang hari.
Keren.
Terima kasih Pak Kerim. Kami bekerja seperti biasa.
Pak Kerim, alasanku meneleponmu
karena protes tersebut,
mereka menelepon kami dan mengatakan sampai pemberitahuan lebih lanjut,
kami tidak boleh mengirim anak-anak ke rumah.
Siapa yang memerintah? Behlul Hodja?
Tidak, kami diinstruksikan... dari atas.
Oh begitu. Terima kasih.
Liburan dibatalkan.
Apa yang terjadi?
Dibatalkan.
Kerim, aku mau melihat anakku.
Kerim?
Bicaralah padaku, Kerim!
Kita akan pulang.
Aku tidak mau pulang!
Menurutmu, ke mana kau akan pergi?
Masuk.
Hentikan!
- Apa-apaan ini? - Koin keberuntunganku.
- Sialan! Ini nyata! - Ya.
Bagaimana kau memainkannya?
Pamanku memberikannya padaku.
Dia pemburu harta karun?
Aku punya paman gila seperti dia,
selalu mencari hal-hal seperti ini.
Kalau mau jual, aku bisa bantu.
Tidak, tidak perlu.
Cuci mulutmu.
- Di mana aku? - Di tempat tidurku.
Aku tidak bisa membawamu ke tempat tidurmu.
Lihat apa yang kubawakan.
Keren kan?
Mereka punya beberapa barang di sini.
Yakup! Dia datang.
Aczmendis dengan jelas menyatakan mereka menentang sekularisme.
- Ganti! - Diam, sudah kucoba.
Kelompok sekuler adalah musuh kita.
- Ayo! - Sudah kucoba.
Warga menyalakan dan mematikan cahaya selama satu menit.
- Bukan begitu. - Tunggu.
Cepat.
Protes meningkat setiap hari.
- Sialan, ayolah. - Ini macet.
...mayoritas yang diam selama ini bereaksi karena meningkatnya fanatisme agama.
Kembali ke tempat tidur.
- Kenapa kau mematikan lampu 3 kali? - Apa?
Lampunya. Kenapa 3 kali?
Tak kenapa-napa. Hanya kebiasaan lama.
Halo, ini Kerim Gok.
Oh, halo Pak Kerim!
Bolehkah aku bicara dengan Ahmet? Ibunya mau bicara dengannya.
Pak Kerim, kami sedang berlibur minggu ini. Bukankah Ahmet sudah di rumah?
Pak Kerim?
Ayolah.
Kita akan terlambat ke sekolah.
Hajar mereka!
Sevinç! Apa kabarmu?
- Baik, kau? - Aku baik-baik saja.
Aku mau mengucapkan terima kasih atas hadiahnya.
- Terima kasih kembali. Kau menyukainya? - Ya sangat.
Senang kau menyukainya.
Aku menyukainya.
Benarkah? Apa yang kau sukai dari itu?
Pohonnya, warnanya.
Bentuknya seperti hati.
Bukankah kau di paduan suara?
- Aku keluar. - Kenapa?
Memakan terlalu banyak waktu. Jadi aku berhenti.
- Aku juga anggota paduan suara di sekolah lama. - Kenapa kau berhenti?
Karena aku pindah ke sini.
Oh ya.
Jika kau memutuskan untuk bergabung lagi, beri tahu aku.
Tentu. Tentu saja. Kita bisabersama.
- Kau pernah mendengar tentang laki-laki Aczmendi di sekolah? - Apa?
Kau pernah mendengar? Katanya ada anak di sekolah yang tinggal di Yurt!
Aku belum pernah mendengarnya.
Menakutkan ada orang seperti itu di antara kita.
SOLIDARITAS PADA SYARIAH.
Turki negara sekuler dan akan tetap sekuler!
Turki negara sekuler...
Ahmet?
Ahmet?
Diam! Tutup mulutmu!
Kau! Anak Islamis! Tangkap dia!
- Kemari! - Lepaskan!
Lari!
"Apel yang buruk merusak tong."
Kau pernah mendengar pepatah ini?
Orang ini adalah contoh nyata dari hal tersebut.
Bukan asramanya yang buruk.
Tapi dia.
Kita tidak seharusnya menghakiminya
meski dia tidak adil padamu. Benar?
Akhirnya, kita akan berlibur.
Baiklah, itu saja.
Ayo, keluar dari sini.
Oh wow.
Hodja, terima kasih banyak.
Kau seharusnya tidak...
Tidak apa-apa, anakku.
Ngomong-ngomong, Hodja,
Aku tidak bisa cukup berterima kasih karena membantuku mengatasi situasi yang tidak menguntungkan ini.
Itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang kau lakukan, Nak.
Jangan sebutkan itu, Hodja! Ambil ini.
- Bu, Ayah mengatakan sesuatu? - Seperti apa?
Aku bawa Rabıta, aku masuk ke dalam lingkaran.
Tidak, dia tidak mengatakan apa pun.
- Aku yakin dia merasakannya. - Merasakan apa?
Dia gila? Itukah alasan dia menatapku seperti itu?
Kenapa dia marah padamu?
- Dia mungkin merasakannya. - Merasakan apa?
Mereka yang mendapatkan Rabıta, yang bisa masuk dalam lingkaran...
Mereka merasa lebih dekat dengan Tuhan.
Bu, aku tidak merasakan apa pun.
Kau hanya belum cukup menjalani hidup.
Kau akan merasakannya nanti.
Dia akan terbiasa dengan suaminya.
Pernikahan adalah sesuatu yang sakral dalam agama kita.
Dia akan terbiasa dengan semua itu.
Rapor yang bagus sekali!
Bagus sekali, Ahmet sayang.
Terima kasih, Hodja.
Bagus sekali, Ahmet.
Semua murid yang tersisa di asrama juga menyukainya. Benarkan, Enes Hodja?
Kudengar, bahasa Inggrisnya juga bagus. Dia pandai pelajaran Alquran.
- Kami memulai Tajwid minggu ini. - Dia sangat pandai.
Dia anak yang penuh rasa mau tahu.
Mashallah. Dia mencoba untuk sukses.
Bekerja untuk akhirat.
Insya Allah dia akan masuk SMA yang bagus
dan tetap tinggal di asrama kami.
Siapa tahu suatu hari nanti dia akan jadi Hodja.
Kuharap begitu.
Ahmet? Ahmet?
- Biar aku mengantarmu, Hodja. - Tidak perlu.
Terima kasih sudah datang.
Semoga kedamaian menyertaimu.
Selamat malam.
Buka pintunya!
Apa yang kau lakukan?
Kemari.
Anak macam apa kau?
- Begitukah caraku membesarkanmu? - Apa lagi yang kau inginkan dariku?
Kau memalukan!
- Aku sudah melakukan semua yang kau minta. - Lepaskan!
Bukankah aku anakmu?
Tuhan tidak bicara padaku!
Tuhan tidak bicara padaku seperti Dia bicara padamu.
Apa yang akan kau lakukan? Membunuhku?
Maukah kau membunuhku?
Ayah.
Hentikan.
Mereka lupa ada hierarki dalam kawanan.
Ayah mereka tidak menoleransi ini.
Berapa banyak yang kau perlukan untuk memulai bisnis itu?
Paling banyak 40 atau 50 K. Kenapa?
Aku bisa menemukan uang itu.
Lebih dari yang kau butuhkan.
Kita bisa kaya.
Kita bisa merasakan kupu-kupu di perut kita setiap hari.
Bagaimana?
Ingat pamanku yang gila? Dia pernah mengajakku sekali.
Polisi tidak menganggap mencurigakan.
Karena aku kecil, kau tahu.
Aku ingat ke mana kami pergi. Kita bisa menemukannya.
Kaulah orangnya!
Bangun.
- Mereka tidak akan memperhatikan mobilnya hilang? - Tidak. Hodja baru tidak seperti Yakup.
Dia tidak pernah memeriksa mobilnya.
Ada cukup roti untuk kita malam ini.
- Kita butuh sekop dan senter. - Senter? Untuk apa?
"Untuk apa?"
Aturan nomor satu: Tidak boleh berburu harta karun di siang hari.
Kenapa kau membuatku terburu-buru?
Karena aku sangat menginginkannya.
Sialan kau!
Ayo ayo!
Ayo, hajar!
Berapa bang?
20?
Terlalu banyak untuk kita.
Kau beli dua?
Biar aku mencobanya.
Makan semuanya.
Hakan.
Ini enak, ayolah!
Apa-apaan? Kembalikan celana pendekku! Kembalikan! Jangan membuangnya.
Dasar jalang.
Kau berhasil. Sedikit.
Bagaimana?
- Lebih baik? - Tentu saja.
Kulitnya bagus, lembut seperti kapas,
pinggangnya ramping.
Matanya coklat tajam.
Bagaimana perasaanmu?
Entahlah.
Aku merasa dewasa.
Seperti jadi seorang laki-laki.
Aku juga mau jadi seperti laki-laki.
Kau bertanya tentang lampu.
Apa?
- Lampu. Menghidupkan dan mematikan 3 kali. - Bagaimana?
Itu satu untuk masing-masing. Satu untuk Ibu, satu untuk Ayah, satu untukku.
Apa yang terjadi jika kau melakukannya sekali?
Mereka mati.
...2, 3, 4, 5, 6, 7, 8!
Astaga, mereka idiot. Mereka tidak melihat. Lihat bagaimana dia.
Seolah dia menemukan sesuatu.
Jangan tertawa, jangan tertawa! Mereka akan menangkap kita.
Dia akan menemukan penisku.
Apa yang kau lakukan?
Jangan yang itu, yang ini.
Apa-apaan ini?
Milik perempuan.
Kita akan mengendarai bayi manis ini?
Bukan hanya mengendarai. Kita akan kacaukan.
Terus dorong!
Dorong.
- Ayah akan dengar, ayo. - Diam dorong saja!
Ada air mancur di ujung jalan. Kita belok ke kanan.
Rem. Air mancurnya dekat. Kita akan berjalan.
Sial.
- Sepatuku! - Biarkan saja.
Dayung!
- Hakan? - Apa?
Kita salah belok.
Apa?
Kita mengambil jalan pertama, ingat? Itu sebabnya ini sangat lama.
Dengar, aku punya ide.
Ayo ke mobil dan kembali besok pagi.
Kita meninggalkan bekas. Kita tidak melihat apa-apa.
Kita tidak bisa kembali.
Kenapa tidak?
Karena apa? Temukan itu nanti.
Kau bahkan tidak bisa menemukannya.
Saat aku bersama pamanku, kami menemukannya dengan mudah.
Ada ladang jagung di sana.
Dari sana, kita ambil jalur ke kanan kedua atau ketiga.
Kakiku sakit sekali. Bagaimana dengan kakimu?
Mobilnya!
Bagaimana dengannya?
Truk roti. Itu tanggung jawabku.
Aku tidak bisa kembali.
Apa yang kau bicarakan?
Mereka akan mengusirku.
Aku akan jadi tunawisma.
Aku tunawisma.
Kendalikan dirimu.
Anjing itu memakan otakmu?
Jangan bodoh.
Kita akan jadi bajingan kaya malam ini, ingat?
Sial, aku tidak mau!
Kau sudah kaya.
Apa yang terjadi, kawan?
Semuanya bohong. Kau mengarang semuanya.
Hakan idiot.
Saat kau mengatakan "harta karun", Hakan melompat ke atas.
Katakan sesuatu.
Katakan, "Aku terlalu takut melakukan sendirian makanya aku membawamu."
Kau melarikan diri untuk membuat ayahmu kesal.
Bajingan.
Itu rencanamu.
Ya, dari awal. Itu sebuah rencana, kau memanfaatkanku.
Jauhkan itu dariku.
Aku tidak akan pernah kembali ke rumah itu.
Ke mana pun kau pergi, aku akan datang.
Kau memanfaatkanku! Kau mengacaukanku!
Kubilang aku mau ikut denganmu.
Aku mau bersamamu. Apa lagi yang kau mau?
Kau menyayangiku?
Aku menyayangimu.
Kau tahu siapa yang mencuri barang-barangmu?
Kau menyayangiku?
Kau tidak akan berteman denganku jika kita tidak terjebak di Yurt yang sama.
Aku bahkan tidak bisa mendekati lingkunganmu, sialan!
Kau seharusnya melihatku menjual barang-barangmu
di toko barang bekas.
Mereka membayarku mahal.
Kau bahkan tidak bisa membayangkannya.
Tadinya aku akan mencuri jam tangan itu,
tapi kau tidak pernah melepasnya.
Ini, kemurahan hatimu?
Ini, kemurahan hatimu?
Kau mengacaukan hidupku.
Hakan.
Hakan apa?
Kau mengacaukan hidupku.
Aku tunawisma!
Kau mengacaukanku! Kau mengacaukanku!
Hakan?
Hakan?
Hakan?
Hakan.
Kita hamba Al-Quran.
Dengan iman yang murni, kekuatan dan semangat.
Dua anak yang lebih besar menyerang mereka karena mobilnya.
Yang satu dipukul di kepala, pingsan, dan mereka lari.
- Anakmu membawanya ke rumah sakit. - Bagaimana kabar anak satunya?
Tidak ada yang parah. Dia hanya mengalami gegar otak.
Terima kasih Tuhan.
Aku tidak mau dosa ini menimpanya.
Kau berhenti mencintaiku. Kau berhenti mencintai kami!
Aku mencoba melindungimu.
Dari apa?
Kau tidak peduli dengan kami. Yang kau inginkan hanyalah jemaatmu.
Lakukan apapun yang kau mau!
Anakku tidak akan membusuk di Neraka!
Bisa saja anak kita yang terbaring di rumah sakit itu!
Berikan! Berikan padaku!
Aku orang Turki.
Aku benar.
Aku bekerja keras.
Prinsipku
melindungi anak di bawah umurku,
menghormati orang yang lebih tua...
Nabi kita bersabda, “Jika kau tidak mendengar suara bising anak-anak…
yang bermain di masjid,
saat itulah kita harus khawatir dan bertanya pada diri sendiri,
"'Bagaimana masa depan akan terbentuk?'"
mencintai negaraku,
mencintai bangsaku, lebih dari diriku sendiri.
Itu bukan suara bising, itu suara malaikat.
Kita perlu mendidik anak-anak kita,
tempatkan rasa takut akan Tuhan ke dalam hati kecilnya.
Wahai AtatĂĽrk yang tertinggi, pendiri sekuler Turki.
Aku bersumpah aku akan berjalan tanpa henti
di jalan yang kau buka
menuju target yang kau tunjukkan pada kami,
pada cita-cita yang kau dirikan.
Izinkan aku
berbakti
pada Turki.
Berbahagialah orang yang menyebut dirinya Turki.
Kita perlu mempersiapkan mereka untuk dunia yang lebih baik.
Kita perlu membesarkan generasi saleh yang beriman pada Tuhan dan takut akan Tuhan.
- Mari kita lihat siapa yang ingat apa yang kita pelajari di semester 1. - Ini ujian?
Tidak, latihan saja.
Tidak mudah dalam suasana saat ini, dengan tekanan yang ada pada kita.
Tapi kita akan berjuang dan kita tidak akan menyerah.
Dan Tuhan akan tersenyum pada kita menunjukkan belas kasihan-Nya.
Saat ini, ada seorang laki-laki di sini yang mendukung kita.
Seorang laki-laki yang memimpin dengan memberi contoh pada keluarganya.
Hari ini dengan dukungan Kerim Gok,
kita akan memulai pembangunan gedung asrama baru.
Kerim sudah terpilih
menjadi kepala operasi
untuk wilayah Marmara, termasuk kitai.
Alih Bahasa: Kuda Lumping Medan, 06 Agustus 2024
Teruskan.
- Kau pindah lagi? - Ya.
Jemput aku di sini mulai sekarang.
Ibrahim berkata, “Wahai anakku sayang, aku melihat dalam mimpiku
"aku harus mengorbankanmu.'"
Ayo main Slot Gacor Maxwin di PerdanaSlot88 Ketik di google “Perdana Slot88” Atau simpan link berikut bit.ly/perdana-slot88
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.