Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Oke, aku mulai.
Satu, dua...
Tiga.
Mulai lagi.
Apa yang kau lakukan di sini?
Ini toilet senior.
Di mana kau dapat itu?
Ingin lihat?
Kau ingin mencoba?
Apa menurutmu muat untukku?
Tidak. Tapi muat untukku.
Apa kau ingin mencoba?
Ini, coba!
Tunggu.
Sulit melepasnya.
Hampir!
Lepaskan, aku saja.
Ini.
Jangan rekam aku!
Muat.
Aku ingin mencoba juga.
Buka pintu ini.
Buka pintunya atau aku akan memanggil guru BK.
Bu, pintunya macet.
Mungkin kau bisa bantu membukanya.
Aku akan hitung sampai tiga.
Satu,
dua,
tiga!
Zaffan!
Apa yang kau lakukan?
Orang seperti apa yang menganggap itu menyenangkan?
Toilet adalah tempat umum,
bukan ruang pribadi.
Tarik turun lengan bajumu!
Inilah orang
yang tidak menghormati sekolah
atau peduli teman-temannya.
Siapa yang ingin bergabung dengannya?
Ayolah!
Naik ke depan sekarang!
Kenapa senior tidak bisa
memberikan contoh yang baik kepada juniornya?
Kalian akan jadi orang tidak berguna
jika terus bersikap seperti ini.
Ujian akhirmu tinggal
beberapa bulan lagi.
Dan jawab ini.
Mengapa hanya murid Tiongkok yang mendapat nilai tertinggi?
Setiap tahun?
Dimana murid Melayu?
Selalu menimbulkan masalah, dan berakhir di sini di atas panggung.
Sampai jumpa, Pak!
@zahrahh87official [Telegram] [Iklan/Request Sub]
Beri aku stiker.
Membosankan, semuanya bintang.
- Aku akan tempel di wajahmu! - Jangan yang biru.
Tempelkan ke wajah Farah.
Tunggu.
Tempelkan dengan benar.
Zaf, seragammu cantik sekali.
- Tempelkan satu di sini. - Di sini?
Tasku!
Kalian menempelkannya di punggungku?
Tidak.
- Ya. - Tidak.
Cantik sekali,
sumpah.
Zaffan!
Hei, ini lucu.
Tidak! Jangan lakukan itu!
Bunuh saja.
Jangan.
Lepaskan. Kasihan.
Oke,
ayo main lagi.
Orang yang paling basah
akan memakan katak hidup-hidup
selama-lamanya.
- Oke. - Aku tidak mau.
Satu, dua, tiga!
Ini dingin!
Rasakan!
Kau selalu pamer.
Sekarang lihat siapa yang harus memakan katak hidup.
Kapan aku pamer?
Kenapa kau masih memakai itu?
Aku hampir tertangkap tadi.
Aku sudah bilang aku minta maaf.
Hanya pelacur yang memakai itu.
Di mana kau mendapatkannya?
Farah.
Farah.
Oke.
Baiklah, aku akan melepasnya.
Salam.
Salam.
Salam.
Salam.
Apa kau pulang seperti itu?
Seragamku basah.
Di mana? Perlihatkan padaku.
Ini basah kuyup!
Jika orang kehujanan, apa mereka akan melepaskan pakaiannya?
Apa mereka akan telanjang sepertimu?
Mungkin harus. Seperti ini.
Hentikan!
Hentikan!
Sakit, Ibu!
Dasar keras kepala!
Kau tidak punya malu!
Ibu!
Biarkan semua orang melihatmu!
Kau bikin malu keluarga kita!
Ibu!
Ibu!
Ada apa?
Kau kotor sekarang.
Kita aman.
Ia sudah pergi.
- Apa kau melihat itu? - Ia meraung.
Bodoh!
Itu berbahaya.
Hei, aku mau lihat.
Dia akan mati.
Hei, Zaffan. Kau berak?
Ingin ditunggu?
Tidak, aku keluar sekarang.
Itu keren.
Ayo pergi.
Cium!
Cium!
Ayo cepat masuk.
Ayo pikirkan nama untuk klub kita.
Kalau begitu, masuklah.
Aku tidak perlu masuk.
Mengapa?
Masuk. Kita akan mulai.
Salam, kelas.
Kita berjanji akan berbagi segalanya.
Kau tidak boleh menyimpan rahasia.
Farah!
Farah, kembalikan!
Tidak. Pertama, ceritakan semuanya kepada kami.
Tidak!
Apa kau baik-baik saja?
Farah, maaf.
Bukannya kami tidak tahu.
Semua orang membicarakannya.
Seluruh sekolah mengatakan kau haid.
Tapi aku bisa melewatkan salat sekarang, dan kau tidak.
Beruntung.
Tapi itu menjijikkan.
Kenapa kau tidak makan?
Aku tidak lapar.
Ibuku bilang kau bisa mati tersedak jika makan itu.
Lihat ini.
Dalam sebuah cerita, seorang murid mengalami nasib yang lebih buruk.
Ina terlalu ceroboh dalam mencuci pembalutnya.
Suatu malam,
dia berubah menjadi gila dan mulai tertawa histeris.
Tidak hanya itu,
dia juga mengancam akan lari ke hutan sendirian di malam hari.
Itu omong kosong!
- Aku hanya membaca apa yang tertulis. - Biarku lihat.
Ina menjadi lebih memberontak
kepada orang tua dan gurunya.
Akhirnya, dia menghilang pada suatu malam,
tidak pernah terlihat lagi.
Ada banyak saksi
yang mengaku pernah melihatnya di hutan.
Kau harus hati-hati.
Aku tidak ingin menjadi yang pertama.
Apa itu menyakitkan?
Aku tidak tahu.
Saudariku selalu kram.
Dan terkadang berjalan dengan kaki kangkang.
Tidak,
membersihkannya yang merepotkan.
Kemudian ingat untuk mengganti pembalut.
Pernah sekali,
darah saudariku tembus di sofa
ketika kami menonton TV.
Darahnya menetes ke mana-mana.
Baunya busuk,
seperti pasar ikan.
Ayahku sangat marah padanya. Itu menjijikkan!
Kau tahu,
kau sebaiknya membersihkannya dengan benar.
Dikatakan di sini
jika kau tidak membersihkan darah dari pembalutmu dengan benar,
setan akan menjilat darah itu dan mengikutimu kemana-mana.
Aku tidak ingin itu terjadi padaku.
Lihat.
Kau dapat mengaturnya untuk dua orang.
Lihat!
Aku ingin telepon juga.
Telepon ini dapat digunakan oleh semua anggota klub.
Dapatkan Bonus 50% - Auto Jadi Sultan = HANYA DI LXWHITELABEL.COM =
Ayo pergi.
Mengapa?
Ayo pergi saja.
Bukan apa-apa, mungkin hanya angin.
Atau mungkin...
itu Ina.
Bisakah kau tidak menyebutkan namanya?
Mengapa?
Kau takut.
Ya, kau takut!
Tidak!
Zaffan!
- Kami akan korbankan kau kepada Ina. - Lepas!
- Pegang kakinya, Mariam. - Jangan!
Ina akan memakanmu.
Jangan berani-berani melakukan itu padaku lagi!
Pelacur!
Apa katamu?
Mariam!
Zaffan!
Zaffan!
Zaffan!
"The father.... to work"
"How does the father... to work?"
Apa itu?
Maaf, Bu.
Bisakah kau memperhatikan saat sedang belajar?
"Goes".
"Goes"?
Correct.
"The father goes to work."
Perhatikan kata kerjanya.
Paham?
Alright. Next.
"The mother..."
Okay, I'll give you an example.
"The mother... at home."
"The mother cooks at home."
Oke?
Tunggulah, Zaffan.
"I go, you go"
"he or she goes."
Mengerti?
Okay, next one.
Tolong, Bu.
- Aku perlu ke toilet. - Tinggal sepuluh menit lagi.
"The students... at school"
Siapa yang bisa jawab?
Kenapa kau tidak bilang dari tadi?
Ini sungguh memalukan.
Kau bukan anak kecil lagi.
Bagaimana kau masih bisa kencing di celana?
Sebaiknya kau pulang saja.
Dia sangat menjijikkan.
Sungguh memalukan, kencing di celana!
Kenapa dia jadi aneh akhir-akhir ini?
Bagaimana dia bisa kencing di celana?
Itu menjijikkan... dan bau!
Aku pikir dia bahkan belum mandi.
Hari itu aku kira bau bangkai.
Rupanya dia!
Mungkin kita harus memberitahunya.
Untuk apa?
Dia memiliki hidung.
Dia seharusnya bisa mencium bau dirinya sendiri.
Aku tidak ingin duduk di sebelahnya.
Aku perlu bernapas.
Tentu saja. Tak seorang pun ingin duduk di sebelahnya lagi.
Kau akan mati karena kekurangan oksigen!
Pernahkah kau mendengar tarian TikTok gwiyomi?
- Ya. Nurizamrin, kan? - Ya!
Teman-teman...
Di sini, Farah.
Hei, Mariam.
Bisakah kita pulang bersama hari ini?
Aku kira tidak.
Oke.
Tapi...
Aku bisa menunggu sampai kalian selesai.
Farah bilang tidak bisa.
Akhir-akhir ini hama semakin banyak.
Ingat…
ketika kau membantuku membersihkan senjataku?
Ayah, aku ingin bergabung pramuka.
Bisakah kita pergi dan membeli seragam hari ini?
Itu program sekolah?
Ya. Jika kau aktif dalam mata pelajaran ko-kurikuler,
kau memiliki peluang lebih besar untuk dapat beasiswa untuk sekolah berasrama.
Aku akan bicara dulu dengan ibumu.
Ayah...
kemana kau pergi?
Aku bisa ikut?
Tapi kau tidak boleh bolos sekolah.
Satu, dua, tiga, empat... satu regu.
Satu, dua, tiga, empat... regu berikutnya.
Satu, dua, tiga, empat, lima. Lima di regu itu.
Oke, mulailah mendirikan tendamu.
Dan ingatlah,
organisasi dan kerja sama regu itu penting.
Ayo lihat regu mana yang selesai lebih cepat.
Cepat, cepat!
Minumlah.
Jika tidak habis,
kami aku akan membuang semua barangmu ke sungai.
Ayo kita lihat
siapa yang bisa menahan kencing
sampai besok pagi.
Jangan melihat ke atas.
Sesuatu sedang mengawasimu dari pepohonan.
Jadi jangan melihat ke atas.
Farah, lihat ke atas.
Aku bilang jangan melihat ke atas!
Aku tidak bisa tidur di sini.
Ketika dia hendak kencing,
dia bilang dia melihat seseorang melihat ke bawah dari pohon itu.
Kenapa dia begitu bodoh pergi sendirian?
Bagaimana jika aku ingin kencing nanti?
Tahan sampai pagi.
Teman-teman.
Terdengar suara-suara aneh.
- Apa ada yang mendengarnya? - Suara apa?
Oke, cukup!
Mari kita berdoa bersama.
Siapa pun yang bangun, bangunlah sekarang.
Itu semua karena dia.
Anak perempuan tidak boleh berkemah di hutan saat sedang haid.
Itu menjijikkan.
Mereka harusnya memeriksa semua gadis sebelum mengizinkan mereka melakukan perjalanan ini.
Aku sudah tidak haid lagi.
Itu datang tadi malam
karena ia bisa mencium baunya.
Kadet!
Berkumpul!
Kita harus berkemas cepat.
Bus berangkat satu jam lagi.
Kopral Farah, hitung cepat
Dua belas.
Dua belas?
Bukan tiga belas?
Ada yang lihat Liyana?
Siapa yang melihat Liyana pagi ini?
Junior? Kalian berada di tenda yang sama dengannya.
Tolong, semua. Ada yang lihat Liyana?
Liyana!
Aku tidak ingin lebih lama lagi di tempat ini.
Di mana pasanganmu?
Siapa peduli?
Liyana!
Liyana!
Kadet, pastikan kau tetap bersama pasanganmu!
Liyana!
Siapa disana?
Dapatkan Bonus 50% - Auto Jadi Sultan = HANYA DI LXWHITELABEL.COM =
Bu, aku telah menemukannya!
Ayo cepat!
Apa kau baik-baik saja?
Mengapa kau meninggalkan kemah?
Kau tidak boleh berkeliaran sendirian. Itu tidak aman.
Wanita itu berkata bahwa para senior
tidak akan bisa merundungku di sini.
Wanita apa?
Di sini!
Dia di atas sana.
Zaffan menemukannya.
Liyana!
Bagaimana kau bisa sampai di atas sana?
Jangan turun dulu
Kita akan mencari bantuan.
Aku bisa pergi.
Aku bisa memanggil pengurus perkemahan.
Kau dan kau, pergi bersamanya.
Para kadet semua
berhasil menyelesaikan sesi kemah akhir pekan baru-baru ini.
Aku ingin memuji semua kadet
atas prestasi mereka bekerja sebagai sebuah tim.
Aku juga ingin memberikan pujian khusus
kepada anggota kadet terbaru kita.
Dia tidak hanya lulus semua modul wajib,
dia juga menunjukkan kepemimpinan dan keberanian alami,
yang harus menjadi contoh bagi orang lain.
Tepuk tangan untuk Nur Zaffan binti Azman.
Selamat, Zaffan!
Murid-murid ,
tinggal beberapa bulan lagi ujian akhirmu.
Bagi yang berada di posisi atas
kemungkinan besar akan berhasil,
sedangkan bagi yang berada di peringkat bawah...
Aku tidak yakin apa yang akan terjadi pada mereka.
Sekali lagi aku akan membacakan nama-nama di peringkat atas.
Pertama, Chiew Xin Yee.
Kedua, Priya Nadesan.
Namanya lagi!
Ketiga, Nur Zaffan binti Azman.
Keempat...
Farah binti Muhamad Zaid.
Dan kelima, Lim Khai Sim.
Selamat untuk kalian semua!
Dan semoga sukses untuk sekolah kita...
Pertama kau bergabung pramuka,
dan sekarang kau ingin menjadi pengawas?
Aku tidak ingin menjadi pengawas.
Mengapa kau terus meniruku?
Tidak bisakah kau jauh-jauh dari kami?
Mengapa aku ingin menirumu?
Aku mendapat peringkat ketiga. Kau mendapat peringkat keempat.
Aku tidak bisa melakukannya.
Ini, kosongkan.
Apa yang salah denganmu?
Mengapa kau memakai itu?
Kenapa tidak bisa?
Jangan mengada-ada.
Kita di rumah, lepaskan.
Aku tidak mau!
- Hentikan, Bu! - Apa yang merasukimu?
Zaf! Kemarilah!
Pergilah! Jangan repot-repot kembali!
Aku benci mereka semua!
Keluar.
Dia di dalam.
Ayo.
Zaffan.
Kami ingin memeriksa
kau tidak haid saat salat tadi.
Jika kau tidak menyembunyikan apa pun, kau dapat menunjukkannya kepada kami, bukan?
Keluar!
Jangan sentuh aku!
Diam!
Diam!
Aku bilang, diamlah!
Yang benar saja?
Teman-teman, lihat ini.
Kamera.
Farah, lihat ini.
Jee, pegang kakinya.
Kau pelacur. Kau akan hamil dalam waktu singkat.
Kau bisa menjadi tumbal kita.
Diam!
Kau tahu? Baumu membuatku mual.
Setiap kali aku melihatmu, aku ingin muntah.
Menjauh dariku!
Apa yang terjadi padamu?
Bu, dia tidak berhenti gemetar. Tolong!
Apa yang terjadi di sini?
Jauhkan dia dariku!
Dia sakit!
Bawa aku pulang! Aku perlu membersihkan seluruh tubuhku.
Hubungi pusat medis.
Pak, kemana kau membawanya?
Hubungi pusat medis sekarang!
Siapa yang punya telepon?
Apa tidak ada yang punya telepon?
Apa yang sedang terjadi?
Bangun!
Apa kau melihat Farah?
Murid-murid,
seperti yang sudah aku katakan,
hari ini kita kedatangan
seseorang yang sangat penting.
Mari semua dengarkan baik-baik
apa yang dia katakan hari ini.
Silakan.
Assalamualaikum.
Aku tidak mendengar kalian menjawab salamku.
Dalam hitungan ketiga,
aku ingin semua orang mengatakan:
"Selamat pagi, Dr. Rahim."
Satu, dua, tiga!
Selamat pagi, Dr. Rahim.
Aku tahu tidak nyaman duduk di bawah terik sinar matahari.
Lihat di sana.
Aku pikir bahkan gurumu
bosan!
Jadi percayalah saat aku mengatakan
aku di sini bukan untuk membuang-buang waktumu.
Tapi kalian semua harus mengerti
tujuan aku di sini.
Aku di sini untuk membicarakan sesuatu yang sangat...
serius.
Berdiri.
Selamat pagi, Pak.
Selamat pagi. Duduklah.
Aku akan mengabsen sebelum kita memulai kelas.
Saat aku menyebut namamu, angkat tangan.
Alya.
Hani.
Rupanya Bu Azizah juga terkena dampaknya.
Siapa lagi yang kena?
Semua toilet dan ruang kelas di lantai atas sudah dikunci.
Mungkinkah itu masih ada di sana?
Aku tidak tahu.
Sepertinya tidak ada satu pun dari mereka yang mengingat apa pun.
Eliza?
Eliza hadir.
Mengapa kau terlambat?
Cepat!
Siapa namamu?
Aku berbicara padamu.
- Siapa namanya? - Farah.
Farah.
Apa Eliza hadir? Oh, ya.
Zaffan.
Hadir.
Zaffan hadir.
Baiklah.
Seperti yang kalian semua tahu, hari ini aku menggantikan Bu Azizah.
Farah.
Temui aku di ruang BK setelah kelas.
Paham?
Baik, buka buku pelajaran bab 6.
Pasukan, berbaris!
Pasukan, luruskan barisan.
Pandangan ke depan.
Istirahat.
Istirahat di tempat.
Selamat pagi, murid.
Selamat pagi, Bu.
Sekarang aku akan menyerahkan kepada pemimpin pasukan, Izza,
untuk latihan baris berbaris hari ini.
Perhatian!
Silakan, Izza.
Pasukan, hadap kiri.
Cek satu, dua.
Pasukan, kaki kiri, maju jalan.
Kiri, kanan, kiri…
Berhenti!
Cek satu, dua.
Pasukan, kaki kiri, maju jalan.
Kiri, kanan, kiri…
Berhenti!
Cek satu, dua.
Farah!
Minggir.
Suruh ia pergi!
Ambilkan perlengkapanku!
Ada bayangan hitam!
Aku melihatnya!
Dapatkan Bonus 50% - Auto Jadi Sultan = HANYA DI LXWHITELABEL.COM =
Mereka semua terpengaruh oleh kehadiran sesuatu yang gelap.
Sangat gelap.
Dr. Rahim akan berusaha
mengusir setan ini jauh-jauh.
Kau beruntung.
Masih lemah di sini.
Masih lemah.
Setelah kita menemukan sumbernya…
kita bisa mengusirnya.
Keluar!
Aku tahu kau di sini.
Keluar!
Kau harus pergi!
Mengapa?
Jangan mendekatiku!
Kau ada di mana?
Keluar!
Aku tahu kau di sini.
Aku melihatmu ketika kau masuk dalam air.
Keluar!
Aku tidak ingin kembali ke sekolah.
Aku juga tidak.
Jangan rekam aku.
Tidak, aku hanya melihat ini.
Kau merekam, aku bisa melihatnya.
Oke.
Ayo tinggal di sini selamanya.
Ya, ayo!
Kita akan membangun rumah pohon.
Aku serius.
Aku juga serius.
Tempat ini,
di sini.
Tidak ada yang bisa menemukan kita.
- Serius? - Ya.
- Apa yang kau mainkan? - Batu.
Batu? Dan sekarang kau akan membuangnya?
Aku tidak ingin kembali ke sekolah.
Hentikan omong kosong ini.
Lepas!
Keluar!
Jangan sentuh aku!
Keluar!
Jangan sentuh aku!
Keluar!
Keluar!
Keluar!
Jangan sentuh aku!
Keluar!
Kau harus berjanji kepadaku
bahwa dia tidak akan terluka.
- Salam. - Salam.
Kalian semua diterima di pusat perawatanku.
Jika kau memerlukan bantuan,
perawatan apa pun...
pintuku selalu terbuka.
Jangan ragu menghubungiku.
Kau dapat WhatsApp aku,
DM aku di IG, atau Facebook.
Halaman Facebookku memiliki banyak testimoni.
Coba lihat. Bagikan, sukai.
- Salam. - Salam.
Ini kuat.
Aku merasakan kehadiran yang kuat.
Tn. Azman.
Bu.
Tolong duduk lebih dekat.
Tidak apa-apa.
Yang di belakang bisa mendekat.
Bagi yang takut,
bisa melihat dengan mata tertutup.
Tidak ada saudara?
Tidak.
Bagaimana dengan teman?
Aku tidak mau.
Aku tidak ingin duduk di sebelahnya.
Lihatlah temanmu.
Dia menderita.
Kau tidak ingin membantunya?
Kau tidak ingin melihatnya sembuh?
Ya.
Kau tidak ingin melihatnya sembuh?
Mau.
Pegang dia erat-erat.
Dia akan melawan dan meminta untuk dilepaskan,
dia akan meraung, memohon dan menangis minta tolong.
Namun kau harus ingat bahwa...
perempuan di depanmu ini bukan lagi putrimu.
Kita akan mulai sekarang.
Kau dapat menggunakan ponsel.
Kau dapat memfilmkannya dengan ponsel.
Ingatlah untuk menandai Dr. Rahim.
Oke, kita akan mulai.
Jika kau tidak ingin merasakan sakit lagi...
keluar sekarang.
Keluar.
Keluar.
Sepertinya ia tidak mau bekerja sama.
Berikan perlengkapanku.
Hadirin semua
Produk ini
tidak pernah mengecewakan.
Buka mulutnya.
Buka.
Sedikit saja.
Teruslah menepuk. Ia ingin keluar.
Lepaskan aku.
Ke mana kau mau pergi?
Jika aku melepaskanmu, kemana kau akan pergi?
Jika aku melepaskanmu,
kau harus berjanji kau tidak akan pernah kembali.
Bisa?
Kau akan pergi dari sini…
terbuang.
Bagaimana?
Apa kau mengerti apa yang aku katakan?
Jika aku melepaskanmu,
kau harus berjanji tidak akan pernah kembali.
Apa kau mengerti?
Apa kau mengerti?
Dia keras kepala.
Dia sangat keras kepala.
Lepaskan aku!
Kau melihatnya?
Oke.
Keluarlah dan tunjukkan dirimu. Aku ingin melihat wajahmu.
Keluarlah sekarang.
Sakit, bukan?
Lihat.
Jangan sentuh aku!
Rasakan.
Keluarlah sekarang.
Apa sebenarnya yang kau inginkan?
Apa yang kau inginkan?
Keluar.
Tunjukkan dirimu.
Keluar.
Dia tidak menginginkan apa pun!
Lepaskan saja dia!
Diam!
- Ini terlihat palsu. - Diam!
Orang ini penipu.
Apa ada yang ingin menggantikanku?
Maju ke depan.
Silakan.
Ada apa dengan omong kosong air ini?
Pergi!
Hentikan! Suruh dia pergi!
Keluarlah dan tunjukkan dirimu!
Keluar sekarang!
Aku akan membunuhnya!
Hentikan!
Pegang dia.
Kita harus memukulnya
sampai ia menunjukkan dirinya.
Ini, pukul dia.
Pegang dia.
Pukul dia!
Ayo, pukul dia!
Pegang dia.
Minggir!
Jangan biarkan dia lolos!
Tangkap.
Bisakah kau memegang putrimu?
Pergi.
Pegang dia!
Berhenti!
Dapatkan Bonus 50% - Auto Jadi Sultan = HANYA DI LXWHITELABEL.COM =
Aku ingin
mendoakan kesuksesan bagi semua senior
yang akan memulai ujian tahun terakhir.
Aku harap kalian semua bekerja keras.
Bagi yang masih belum siap,
kurasa sekarang sudah terlambat.
Satu hal lagi,
karena aku sudah terlalu sering mengingatkanmu...
harap perhatikan baik-baik jam malam yang baru.
Semua murid harus
didampingi oleh orang tua atau wali
saat bepergian ke dan dari sekolah.
Aku tidak ingin melihat siapa pun
berkeliaran di luar rumah sendirian.
Apa kau mengerti?
Aku ingin mencarinya.
Dia sudah pergi, Farah.
Apa yang kau pakai?
Mariam.
Munah.
Biarkan aku duduk di sini.
Mungkin dia akan kembali.
Aku ingin menunggunya.
Tunjukkan uwu-mu!
Kau ada di mana?
Aku menemukanmu!
Aku tahu aku menemukanmu!
Aku tahu kau di sini!
Mariam, berhenti!
Tunggu aku!
Mariam!
Hentikan!
Tidak apa-apa Farah, aku baik-baik saja.
Tidak apa-apa, Farah.
Oke, mulai?
Satu, dua,
tiga.
https://t.me/zahrahh87officialsub
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.