All language subtitles for Forgetting-Sarah-Marshall-2008-UNRATED-BluRay-DTS-CtrlHD

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[ SUBTITLE BY NETFLIX ] Resync/Edited By (Coffee_Prison)

Bagus untukmu, Pete.

[ FOTO TERSANGKA ]

[ 365 HARIMU... ]

SELAMAT LIBURAN DARI PETER & SARAH

Sorotan Access Hollywood pada pahlawan seksi, Sarah Marshall.

Pemirsa, ini Access Hollywood. Aku Billy Bush.

Tiap minggu, jutaan penonton senang melihat

karakter seksi dan pintar Nn. Marshall, Maddy Stark,

bersama Billy Baldwin yang muram dan pemikir,

detektif yang sulit mencinta, Hunter Rush.

- Ini bukan yurisdiksimu. - Aku baru jadikan ini yurisdiksiku.

Bisa kau bilang "tengkar kucing"?

Di luar kamera, Sarah mesra dengan pacar komponis sukses, Peter Bretter.

Dia tak terkenal,

tapi musik suram dan keji Bretter menata suasana bagi kekuatan seram ini.

Lihatlah.

Bagaimana menurutmu?

Kurasa sulit baginya untuk memasuki kontes kecantikan lagi.

Tanpa wajah.

Tampaknya semua mungkin bagi pasangan yang menarik ini.

Semua bisa terjadi.

INFANT SORROW "LAKUKAN SESUATU"

Kita harus lakukan sesuatu

Sebelum Ibu Pertiwi makin terluka

Kita harus lakukan sesuatu

Nikmatilah lagu terbaru Infant Sorrow.

BAGAIMANA KAU MEMBACA BILA BUTA

Penyanyi dan perayu terkenal, Aldous Snow, minta kita berubah...

SODOMI KETIDAKTOLERANSIAN

...dalam lagu kebangsaannya, Kita Harus Lakukan Sesuatu.

Kuharap, sekali ini, kita dengarkan pesan itu. Selamat malam.

Perdana Menteri dan Pak Presiden Sebaiknya lihatlah, bukan hanya aku

Bukan. Kerumunan makin membengkak Dan mereka ingin berteriak

Hai, Sayang.

Hanya bekerja.

Selada.

Ya. Jelas.

Aku tak tahu kau akan pulang begitu cepat.

Bagus. Sampai jumpa sebentar lagi.

Baik, sampai jumpa.

Sudah waktunya melakukan sesuatu

Seseorang harus lakukan sesuatu Kita harus lakukan sesuatu

Seseorang itu kau dan kau Kau dan kau

Aku berdoa Ini tak akan hilang dan lenyap

Aku berdoa kita belajar Kebenaran dari kesalahan

Aku berdoa hari yang rusak ini Tak akan berlangsung terlalu lama

Kau tiba begitu cepat. Aku punya kejutan untukmu.

Peter, seperti yang kau ketahui,

aku sangat mencintaimu.

Kau mau putus denganku?

Pete, apa kau...

Beri aku waktu.

Baiklah.

Jangan pergi.

Pakailah baju. Kita bisa duduk membicarakan ini.

- Aku tak bisa apa-apa saat ini. - Maafkan aku, Pete.

Aku mencintaimu.

Pakailah dulu bajumu, ya?

Aku tak akan memakai baju.

Aku tahu apa artinya, jika aku pakai baju, berarti selesai.

Maafkan aku.

Ayo kita bicarakan tentang dia.

Aku merasa...

Aku telah merasa

sejak lama bahwa kita makin menjauh.

Hidup kita berbeda.

Siapa pria itu?

- Siapa dia? - Apa?

Bukan itu intinya. Tak ada orang lain.

Aku tahu apa yang terjadi di sini. Sungguh.

Kau kerja keras belakangan. Kita tak ada waktu bersama.

Kau lupa rasa bersamaku.

Mungkin jika kita berpelukan,

kau akan ingat rasanya.

- Tidak. - Peluklah aku.

Tolong. Kita mulai.

Ada orang lain.

Aku minta maaf.

Liz dan aku tak mendatangi tempat seperti ini.

Kenapa kita ke sini? Baunya seperti parfum penari telanjang.

Aku akan kena herpes karena duduk di sofa ini.

- Kau tak apa-apa? Ya? - Ya.

Jangan bertanya terus. Aku baik.

- Kau keluar! - Terima kasih atas peluang ini.

Selamat tinggal!

Terima kasih, Semuanya.

Selamat tinggal!

Aku baik dan senang.

Mungkin kau harus mengerjakan drama musikal Drakula.

Kau sudah kerjakan cukup lama. Kau akan tenang. Kreatiflah.

- Pikirkan dirimu. - Aku harus bercinta.

Kau bukan kakak tiriku lagi. Kau orang asing tiri.

- Kenapa bicara begitu? - Brian!

Kau tak harus bercinta saat ini.

Tidak. Aku harus berejakulasi di payudara seseorang.

Itu jorok. Aku pergi dari sini.

Dan jika apapun, kau meninggalkan P mu di V...

dan meniupkannya di dalam V, jadi kau bisa punya B-A-B-Y...

dan jadi orang normal.

Aku pergi, kawan. Aku keluar dari sini.

Dia meniduri seseorang. Paham, Bri? Itu saja yang bisa kupikirkan.

Dia ada di luar sana.

Sebelum lakukan hal sama, aku seperti mau mati.

Jadi, temani aku bicara dengan gadis malam ini.

Baiklah. Aku akan menolongmu. Akan kutemani kau.

Peter, apa pekerjaanmu?

Musisi.

Dia merendah. Dia bekerja di serial Crime Scene.

Ya Tuhan!

- Memang begitu. - Tidak, aku suka serial itu.

Tunggu, Crime Scene Scene of the Crime atau Crime Scene Phoenix?

Scene of the Crime.

Oh, Tuhanku! Aku suka acara itu.

Menurutku, kalian berdua sangat menarik.

Pelan-pelan saja.

Kurasa bercinta dengan satu dari kalian

akan membuatku sangat senang.

Kau lucu sekali.

Hubungan 5,5 tahunku baru selesai,

jadi aku tak mencari hubungan serius.

Hanya kegiatan seks.

Hentikan itu.

Kau mau pulang?

Maaf, kau membuatku tertawa.

- Sungguh? - Ya.

Kau mau pulang?

Hentikanlah.

- Tadi seru. - Ya.

Secara keseluruhan, kurasa berjalan lancar.

Aku ingin bercinta denganmu!

- Kau menangis? - Apa? Tidak.

Aku minta maaf kalau aku sekarang jadi begitu aneh.

Tidak, tidak apa-apa.

Kau sudah aneh..

cukup banyak sepanjang waktu, jadi ini tidak.. tidak biasa. Oke.

Semalam, seperti orang bodoh, aku bercinta dengan wanita tak kukenal.

Aku memakai kondom, tapi

aku takut kena penyakit kelamin.

Peter, aku dokter anak. Kau sadar menduduki mainan pemadam kebakaran?

- Benar. - Anak kecil berlarian?

- Ya, ini baru. Aku suka. - Aku sibuk.

Kau bisa periksa penisku?

Ayo. Biar kulihat.

- Maaf. - Tak apa. Ayo.

Bagus.

- Kau hampir tak lihat. - Penismu bagus.

- Penis yang indah. Peter! - Selagi di sini, aku bisa cek darah?

Pacarmu memutuskanmu, bukan? Apa kau sedih?

Jangan menangis. Gunakan penismu. Bercintalah dengan semua yang bergerak.

Pakai saja kondom.

Dengar, aku sibuk, ada banyak anak-anak, aku harus bekerja, oke?

Kau ingin sesuatu?.. Balon atau permen loli?

Aku baru orgasme.

Hai.

Hai.

Hai.

Hai.

Hai.

Baik.

Kau bisa tak mengatakan itu berulang kali?

Kau bisa membungkamku.

- Kau bawa pembungkam? - Dan borgol.

Kau mau membungkamku?

Sepertinya begitu, sekarang.

Ada apa hari ini?

Situasi biasa di lab.

Begitulah setelah 20 tahun di Kriminal.

Ada apa di sini?

Penis korban ditemukan di belakang alat pendingin.

Aduh!

Bisakah kita bilang "es penis"?

Ayo lakukan.

Baik, aku siap.

Penis korban ditemukan di belakang alat pendingin.

Mungkin musik yang biasa saja. Yang suram dan keji.

Seolah kehilangan penismu itu hal buruk.

Kau ingin suram dan keji.

Ayolah, aku punya tiket Allman Brother, aku harus pergi!

Begitulah setelah 20 tahun di Kriminal.

Ada apa di sini?

Peter! Peter, Ya Tuhan!

Kau meniduri Billy Baldwin, bukan?

- Begitu, bukan? - Pete.

- Berhenti memandangiku. - Pete!

Kau tahu tak dibayar untuk sesi hari ini, bukan?

- Aku tahu. - Dasar brengsek.

Peter. Ini Brian.

Pergilah.

Dengar, pemilik rumahmu memanggilku...

bilang ada asap keluar dari tempatmu.

Siapa, Tn. Lopez? Dia pembohong!

Dia tidak...

Kami mengkhawatirkan dirimu, Petey.

Yah, ayolah, Peter. Buka pintunya.

Pemadam kebakaran akan datang kesini dan mendobrak pintu.

Kau tak pernah keluar rumah dalam 2 minggu.

Kenapa kau kuat sekali?

Aku merasa kuat!

Jangan pergi dariku. Mendekatlah.

Rumahmu jorok, Peter.

Jangan pergi dariku.

Kau bakar apa? Ayolah.

Semua.

Semua yang mengingatkanku padanya harus musnah!

Kukira aku tak apa-apa, Brian, ternyata aku kacau sekali.

Taruh fotonya.

Taruh itu. Ayo taruh.

- Aku mencintainya. - Aku tahu.

Dengar. Liz dan aku, kami sayang Sarah.

Menurut kami, dia hebat. Setuju?

Tapi semuanya...

Aku hanya jujur.

Setiap kali dia mampir ke rumah kami,

dia selalu bersikap

kau tahu, seperti perempuan menyebalkan!

Baik, pelan-pelan.

Mengencani Sarah tak seperti mengencani Liz.

Dia lebih baik dari Liz.

Kau sungguh mau bahas ini?

Kau sungguh mau bahas ini?

- Ya. Maaf. - Dia ibu dari calon anakku.

Kau saudara tiriku. Tak sedarah.

Aku tak ragu-ragu menyakitimu. Aku akan mengalahkanmu.

- Maaf. - Brengsek!

Aku hanya kesal.

Kendalikan dirimu.

Aku sedang berusaha. Sulit sekali di sini.

Brian, ke mana pun aku melihat, teringat dia.

Dia membelikan aku ini.

Karena aku selalu membiarkan kotak sereal terbuka.

Sereal jadi melempem.

Saat aku pulang, dia menungguku dengan ini.

Ini membuat sereal tetap segar.

Aku punya sereal paling segar.

Bagaimana kalau berlibur? Ke pegunungan Alpen.

- Alpen? - Pergilah ke Gstaad. Itu yang terbaik.

Aku bisa ke Hawaii.

Dia selalu bicarakan tempat bagus di Hawaii.

Tidak. Aku tak akan ke sana.

Tak boleh ke sana karena Sarah Marshall telah mendengar Hawaii?

Maka pergilah ke Hawaii. Lakukanlah.

Tidak. Jangan hancurkan komputer.

Aku cuma hapus foto.

Aku mau hapus dari komputerku.

Kau bahkan tak hapus permanen.

Begini...

Jika kami rujuk, aku mau punya beberapa foto itu.

Kau gila.

- Jangan dihapus. - Semua harus dihilangkan. Selesai.

Itu menggembirakan. Aloha!

Aku Sarah Marshall dari Crime Scene: Scene of the Crime.

Dan ketika aku tak mencari bukti, aku terbang dengan Hawaiian Airlines...

Permisi.

Hai, bisakah aku pesan bloody mary lagi, kumohon?

Punyamu masih ada.

Ini hanya pesanan antisipasi.

Baiklah, aku akan segera kembali.

Apa yang kau pikirkan karena sepertinya pendarahannya parah sekali?

Dia ditikam di aorta atau ini adalah time of the month-nya.

Aloha!

Pendaftaran di sini.

- Kau yakin? - Mari lakukan.

- Baru menikah? - Ya, bagaimana kau tahu?

Ada debu ajaib pengantin baru di seluruh tubuh kalian.

- Istriku. - Suamiku.

Rantai pengikatku.

Jangan menggeliat dan kemarilah.

Kemasukan apa kau ini?

Bukan aku, belum.

Ini kunci kamarnya. Kamar kalian siap. Nomor 222.

- Kuncinya di dalam, lift di kanan. - Mahalo.

Selamat.

Ini untukmu. Silakan minum jus POG.

Selamat datang di Turtle Bay. Bisa kubantu?

Aku mau daftar masuk. Namaku Peter Bretter,

tapi aku belum memesan tempat.

Aku hanya coba-coba.

Beraninya!

Kamar sudah penuh, tapi griya tawang Kapua tersedia.

- Baik. Harganya? - 6.000 dolar per malam.

- Wow. - Pemandangannya indah.

Pastinya. Tapi harganya terlalu mahal bagiku. Maaf.

Sayang sekali. Sangat indah

hotel ini.

Ya. Sarah Marshall dari Crime Scene.

Orang senang dia ada di sini.

Dia mantanku. Kami baru putus 3 minggu lalu.

- Maaf. - Benar. Ini tak apa-apa, bukan?

- Tuan? - Tak apa-apa. Itu dia.

- Apa dia melihatku? Dia datang ke sini? - Ya.

- Andai tak pakai baju ini. - Bagus.

Coba lepas kancingnya?

Pasang lagi.

- Peter! - Hai.

- Hai. - Sedang apa kau di sini?

Ke sini untuk membunuhmu.

Sungguh, sedang apa di sini?

Aku mengalami masa yang sulit di LA.

Lalu aku datang ke sini, dan kau ada di sini.

Kurasa terlalu gila untuk jadi...

Halo, Objek seks.

Aku kehilangan sepatu. Apa kau melihatnya?

Seperti yang ini, tapi yang jelas pasangannya.

Permisi, Bu, aku kehilangan sepatu. Seperti yang ini. Temannya.

Pasangan sepatu yang itu.

Bukan versi jahatnya, tapi begitulah.

Sepatu seperti ini, tapi kaki satunya. Kalau tidak, dua-duanya kanan...

Aldous, ini Peter.

Baiklah, Peter. Senang berkenalan. Aldous.

- Senang bertemu denganmu. - Mantan pacarku.

Hai, aku Aldous Snow.

Aku tahu kau. Kau sangat terkenal.

Benar. Aku terkenal karena dosaku.

Apa kau juga menginap di sini?

- Sebenarnya tidak. - Maaf.

Permisi, Tn. Bretter, Nn. Marshall.

Kami bisa menyewakan griya tawang Kapua untukmu selama 4 malam.

- Sungguh? - Ya, Pak.

- Bagus. - Jangka waktu yang baik.

Jika mau makan bersama di salah satu malam...

- Aldous. - Kami sangat...

Tidak. Kau baik sekali, tapi nikmatilah wisata kalian.

Aku akan baik-baik saja sendirian.

- Baiklah, Peter. - Griya tawang Kapua ini...

- Selamat berwisata. - Kau juga.

Aku suka bajumu, itu berwarna-warni.

- Sampai nanti - Sampai ketemu.

Aku memakai dua sepatu pagi ini, benar?

Terima kasih membantuku. Aku tetap tak sanggup bayar kamar itu.

Tak ada yang sanggup. Kecuali Oprah atau Celine Dion.

Sungguh, tak apa-apa.

Kau boleh menginap, tapi karena bukan tamu,

kau bersihkan sendiri.

Maka, ini kunci kamarmu.

Nikmati liburannya.

Kenapa kau membantuku?

Dia sudah bersama pria lain. Agak kacau.

- Benar? - Ya.

- Terima kasih. - Tak apa-apa.

Bergembiralah.

- Rachel Jansen. - Jansen.

- Terima kasih banyak. Maksudku... - Bergembiralah.

Ini malapetaka!

Tenanglah, Kawan.

- Ada hotel lain di sana? - Tentu, tapi aku tak mau pergi.

- Seolah kabur. - Kenapa berbisik?

Kau tak menguntit, bukan?

Aku pernah punya pacar.

Liam dan Noel Gallagher pernah bercinta dengannya di depanku.

Jadi itu mirip.

Itu agak aneh, sebenarnya.

Jika kau ingin ganti hotel, aku mengerti.

Tidak, aku tak mau ganti hotel.

Jangan buntuti. Kembali ke kamarmu.

- Mereka pergi! - Kenapa cari mereka?

- Entahlah. - Kau bersikap bodoh.

Lari! Pergilah! Kembali ke kamarmu!

- Mereka sedang apa? - Peter, pergi.

Ya Tuhan! Mereka di sana.

- Aku lihat mereka. - Ke kamarmu.

Peter, kembali ke kamarmu.

- Aku akan masuk. - Kembali ke kamarmu, Peter.

Kau dengar aku? Peter, kembali ke kamarmu.

Hei!

Hai. Kamar yang bagus.

Pergi!

Aku di griya tawang Kapua.

Sedang apa kau? Brengsek!

Bersenang-senanglah.

Dengarlah, Bajingan!

Kau bodoh. Kembali ke kamarmu, Peter.

Kau menikmati itu?

- Suka yang kau lihat? - Sangat menyakitkan.

Tapi aku kenal Sarah, aku yakin telah merusak harinya.

Tahu bagaimana pembunuh bermasturbasi sebelum melakukan tiap pembunuhan?

Begitulah teorinya.

Lihatlah di mikroskop.

Ya, tampaknya tempat dia pergi,

dia harus tahu cara bermasturbasi.

Ya Tuhan!

- Halo. - Hai, Peter?

- Sarah? - Bukan.

Ini Rachel Jansen, dari meja penerimaan.

- Hai! - Hai, ada apa di sana?

Ada keluhan soal tangisan histeris wanita.

Ya, aku juga mendengarnya.

Tampaknya dia mengalami saat yang sulit.

Kukira datang dari lantai di atasku.

Kau di lantai teratas.

Aku akan coba meredakan tangisku.

- Kau baik-baik saja? - Ya, selamat malam.

Baiklah.

Aku ingin jual ganja kepadamu, Jeremy, tapi aku sedang bekerja sekarang.

Karena kau telepon aku di tempat kerja, kau tahu aku sedang bekerja.

Aku tak bisa pergi dan menjual ganja.

Aku bisa jual ganja seusai kerja.

Tunggu, aku akan meneleponmu lagi. Mahalo, benar.

- Hai, apa kabar? - Hai.

Aku ingin makan malam.

- Baik. Apa istrimu akan bersamamu? - Tidak.

Kekasihmu?

Tidak, aku tak punya pacar.

- Kau sendirian? - Ya.

Payah.

Baik. Untuk satu orang. Ini daftar anggur dan menu. Mari.

Mau majalah atau sesuatu? Akan bosan jika duduk sendirian.

Tak apa-apa. Terima kasih.

Aku akan sangat depresi.

- Ya. - Ini menunya.

Terima kasih.

Bagusnya, kau mendapat meja terbaik di sini.

- Ya? - Ada Aldous Snow di sana.

Aku tahu.

- Aku akan sopan bertanya. - Jangan.

Kawan!

Duduklah bersama kami. Kami akan senang.

Tidak, terima kasih. Aku butuh minum.

Apa kalian mau minum?

Tidak, karena...

7 tahun bersih. Itulah arti tato ini.

7 tahun bersih narkoba dan miras.

Jika aku minum anggur seteguk di akhir hari,

akan kujilat bokong pramusaji agar diberi uang untuk beli kokaina.

Paham maksudku? Jijik.

- Aku sudah dengar itu. - Hei, apa kabar?

Bagaimana sajian sayurannya?

Ini biasa saja.

Biasa saja. Bagus, aku tahu.

Kau mau menikah denganku?

Ya Tuhan. Ya!

- Dia menerima! - Bagus.

- Ya Tuhan! - Selamat.

Aku senang sekali! Ya Tuhan!

Peter!

Ada apa?

- Kau baik-baik saja? - Ya. Aku baik-baik saja.

Dengar. Kau mengikutiku?

- Asistenku bilang aku akan datang? - Tidak.

- Kau bicara dengannya? - Aku tak bicara dengannya.

Tidak semua tentangmu.

Hawaii tempat yang indah. Orang ke sini biasanya bukan untuk membuntutimu.

Jadi kau benar-benar akan menginap?

Kurasa ya. Aku suka di sini. Seperti di rumah.

Aku menyukainya.

Ya, kau harus di sini.

Aku hargai pengertianmu.

Tampaknya Aldous mungkin berbagi banyak jarum,

terima kasih mengencaninya setelah aku. Aku hargai.

- Semoga liburanmu menyenangkan. - Selamat makan.

Terima kasih.

Penggemar jalang.

Penguntit gila.

Ini liburan. Kurasa aku akan minta pina colada.

Lihatlah pria ini.

Lihatlah pria ini.

Bukan kita, Kawan. Bukan kita.

Aku main di Sex and the City. Apa kabar, Miranda?

Aku Samantha. Aku bercinta dengan semua orang.

Mungkin bagus mereka di sini.

Tahu maksudku? Mungkin ini ujian dari Tuhan agar aku melupakannya.

Atau mungkin pertanda dari Tuhan bahwa kau harus bersamanya.

Aku suka serialnya.

Bila mereka gabungkan seksualitas dan kekerasan, aku suka.

Ada apa dengan kalian? Lanjutkan hidup.

Aku dengar katamu, tapi tak semudah itu.

Semudah itu. Aku janji.

Aku tinggal di South Central.

South Central. Aku benci itu. Makanya aku pindah ke Oahu.

Kini aku bisa sebutkan 200 lebih jenis ikan.

- Kau tak bisa. - Aku bisa.

- Lakukan. - Kau tak bisa.

G. Ikan hias ghost pipefish, ikan grill, ikan grouper, ikan punggung hijau...

Apa ikan resmi Hawaii?

Humuhumunukunukuapua'a.

Ya, benar.

Hei. Kau siap?

- Ya, baru mau tutup bar. - Baik.

Halo, Tn. Bretter, Tn. Brayden. Di mana istrimu?

Dia di tempat tidur.

Bagaimana keadaan istrimu?

Tak terlalu asyik. Dia rumit, seperti The Da Vinci Code,

tapi lebih sulit dipecahkan.

Tapi hidup penuh pelajaran. Kita belajar hal baru setiap hari.

Aku ingin tahu apa yang kupelajari besok.

- Baiklah. Selamat malam. - Selamat malam, Tuan.

Malam, Tuan.

Aku akan menjumpai klitoris mitos.

Jadi, Peter, apa kau bisa mengeluarkan wanita yang menangis dari kamarmu?

Aku bisa kirim orang naik.

- Kau bisa? - Ya.

Itu lucu sekali.

Serial Sarah Marshall payah. Siapa yang peduli?

Aku yang membuat musiknya.

Apa aku sebutkan, musiknya keren?

Kau baik sekali mengatakan begitu.

Tak harus begitu. Itu bukan musik.

Tak ada melodi, hanya nada.

Hanya nada suram dan keji.

"Pembunuh anjing bermasturbasi berkeliaran lagi.

"Dia bunuh pemiliknya, tapi anjing bahagia."

Aku bukan Aldous Snow, kurasa.

Waktunya memulai musik

Semua akan menerangi cahaya

Ya, akan memulai acara The Muppet Show malam ini

- Krim kocok atau buah beri? - Krim kocok.

Ini dia, Tuan. Selamat sarapan.

Mejanya bagus, sangat dekat ke prasmanan.

Aku senang kau suka. Mahalo.

Selamat pagi, Tuan. Mau minum apa? Jus jeruk, kopi?

Bagaimana dengan jus nanas ditambah dengan sedikit rum?

Tentu. Aku suka gayamu. Pria koktail.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Kita sudah pesan kayak di laut siang ini.

Sayang, aku tahu, tapi kau tahu aku ingin lihat...

- Hai. Halo, Kawan. - Hai.

Apa kabar? Bagaimana malam kalian?

- Bagus. - Hebat.

- Aku tak bisa rasakan apa-apa. - Baik.

- Apa enak? - Masih tak rasakan apa-apa.

Baik, karena aku merasa sakit.

- Kau mau melakukannya untukku? - Ya.

- Ya. - Tidak.

Tuhan taruh mulut di kepala ada alasan. Tidak!

- Aku mau ke kamar kecil. - Baik.

Apa baik-baik saja dengan...

Aku mau ambil wafel.

- Ini minumanmu. Sarapan untuk juara. - Terima kasih.

Jangan bilang siapa-siapa, tapi... Ini perhatian tambahan untukmu.

Terima kasih.

- Santai saja. - Kau juga.

- Hai. - Hai.

Ini tempat yoga, ya?

Ya. Tapi dilarang bawa alkohol di studio.

Oh, tidak. Maksudku, tentu saja. Ini hanya jus nanas.

Yah, dilarang bawa minuman dari luar di studio.

- Bisakah kuletakkan? - Tentu.

- Keren, terima kasih. - Aku suka topimu.

Terima kasih.

Tolong buka topinya sebelum kelas dimulai.

Hei, semuanya...

Kenapa kalian tak memegang teman kalian?

Maaf, aku mengenalmu dari cover Namatse Magazine. Aku fans berat.

Terima kasih. Itu manis sekali yang kau katakan.

Aku menghargainya. Sebenarnya, aku tak melakukan yoga.. untuk perkenalan.

Tentu, tentu saja kau tidak akan.

Lalu berhentilah melakukannya dengan baik.

Itu sangat fleksibel. Itu bagus.

Dan kau, aku mengenalmu dari pertunjukanmu.

Terima kasih.

Kau kelihatan lebih tinggi di pertunjukanmu.

Tidak.

Tidak, sekarang aku tahu.

Oke, kalian akan memulainya dengan meletakkan telapak tangan di dada kalian.

Hari ini kita akan memulai dengan Surya Namaskar atau Salam Matahari.

Mari kita menarik napas dalam-dalam.

Keluarkan napas dan lepaskan tangan.

Tarik napas, lengan diangkat ke langit. Lanjutkan.

Bagus. Keluarkan napas dan lipat ke depan.

Kuat, kuatkan punggung. Bagus, bagus sekali.

Ingat ini bukan kompetisi.

Meskipun kalian berdua tampaknya yang paling bagus di kelas.

Bagus sekali. Bentuk yang sempurna. Kalian berdua. Sempurna.

Dilanjutkan dengan anjing menghadap ke bawah.

Bagus. Hal ini benar-benar penting dalam pose ini...

kalau kau melengkungkan punggungmu dan menjaganya tetap lurus pada saat yang sama.

Aku merasa seperti itu adalah gagasan yang berbeda.

Tidak. Itu karena kau melengkungkan punggungmu ke atas bukan meluruskannya.

Oke.

Bagus, ya. Berkeringatlah. Keluarkan racun-racun dari pagi ini.

- Ayolah, nona. - Namaku Prana.

dan aku tahu kalau itu bukan sekedar jus.

Kau tak perlu lagi penyesuaian.

Jadi aku hanya akan melakukan ini untuk diriku sendiri.

Hanya untuk mempelajarinya dari tubuhmu.

Mengingat tubuhmu.

Bagus. Kaki yang kuat.

Ayolah.

Kulit dan bentuk yang sempurna.

Oke, kelas. Sekarang aku akan melanjutkannya ke tripod headstand.

Ini pose yang lebih lanjut.

Jadi jika kau tidak merasa nyaman atau cukup kuat.

Kalian bebas untuk berbaring di matras kalian...

dengan pose anak kecil.

Aku mengerti.

Baiklah, jadi mari semuanya turunkan badan ke matras.

Lakukan posisi persiapan untuk tripod headstand.

Jika kau tak merasa nyaman...

Tidak usah malu untuk berbaring di matras dalam pose anak kecil.

Nona, aku mengerti. Oke.

Bagus, jadi mari siap-siap untuk naik. Bagus.

Pak, jika kau mau berbaring dalam pose anak kecil.

Sekarang jika kalian semua dengar perkataanku,

Jika kau mau di pose anak kecil, itu tidak masalah.

Baru-baru ini ada kasus yang dapat cedera.

Naikkan, naikkan.

Aku tak mau kalian mematahkan leher kalian.

Ada apa? Tenang saja.

Kakiku, itu apa.

Kita melakukan headstand tanpa suara hari ini.

Aku melakukan handstand, sialan! Aku melakukan handstand.

Oke, kalian tahu, kenapa tidak kita sudahi saja.

Terima kasih Tuhan.

Bagus, semuanya. Bagus.

Hai.

Apa kau Chuck?

Astaga. Mereka tak mau mengganti selebaran itu.

Itu nama daratku. Nama Hawaii-ku Koonu.

- Keren, maaf. - Tidak, tak apa-apa.

Koonu punya arti keren dalam bahasa Hawaii?

Berarti Chuck.

Aku masukkan ke basis data.

Itulah yang bisa dilakukan di internet, ketik saja namamu,

dan muncul begitu saja.

Siapa namamu?

- Aku Peter. - Peter.

- Ya. - Aku beri nama Hawaii.

Hebat.

Pepiopi.

- Bagus. - Pepiopi, matamu tampak sedih.

Mungkin sedikit.

Hanya ada satu obatnya.

Apa itu?

Ganja. Kau punya?

- Tidak. - Ayo kita berselancar.

Baik, saat di luar, aku ingin kau lupakan nalurimu.

Aku, Koonu, akan jadi nalurimu.

Jangan lakukan apa-apa.

Jangan coba berselancar, jangan lakukan.

Sedikit bertindak, makin banyak bertindak.

Ayo kita lihat kau bangun. Bangun!

Bukan begitu.

Lebih pelan. Turun. Coba kurangi. Lakukan lagi.

Bangun.

Tidak, terlalu pelan. Kurangi.

Bangun.

Bangun.

Kau terlalu cepat. Kurangi. Turun.

Kini bangun.

Berhenti! Turun.

Ingat, jangan lakukan apa pun.

Jangan bergerak. Bangun.

Harus lebih dari itu.

Kau cuma berbaring. Seperti selancar tubuh.

Lakukan saja. Rasakan. Bangun.

Ya. Bukan begitu, tapi kita akan temukan di sana.

Ayo berselancar.

Semua orang belajar caranya, ayo.

Cuaca di luar adalah cuaca

Berapa lama tinggal di sini?

Entah. Aku berhenti pakai arloji saat pindah ke sini.

- Wow, keren sekali. - Ya.

Ponselku ada jamnya, jadi aku tak butuh arloji.

Benar, jadi sebenarnya sama saja.

- Berapa umurmu? - Aku tak percaya umur atau angka.

Jika harus memberi angka,

kurasa usiaku 44 tahun.

Sialan!

Terima kasih ajak aku ke sini.

Kali pertama aku merasa senang setelah 3 minggu.

Kau harus kembali ke papan itu.

- Ya? - Begini caranya.

Bila mengalami hal buruk, bilang saja, "Masa bodoh." Lalu pergi.

Ya. Tidak. Kau benar.

Kau hanya perlu pakai baju selam, naik ke papan...

Jika diserang hiu, apa kau tak mau berselancar lagi?

Mungkin, ya.

Ayo mulai. Aku akan traktir Tacos.

Bisa coba dengarkan aku, Brian?

Aku bingung dan tak tahu harus apa.

Kenapa topi itu? Kau berperan di Buena Vista Social Club?

Topi ini bagus.

Kau anggota Brat Pack yang mana?

Kau seperti salah satu orang yang dicurigai membunuh JFK.

Lucu sekali. Itu hebat.

Suruh dia mencari teman.

Pergi dan bertemanlah.

Liz ada di sana?

Tidak, dia tak ada di sini, Kawan.

Aku mendengarnya.

Dia sudah pergi.

Kau melihat siapa?

Apa?

Apa dia masih... Hai, Liz.

Tidak, sumpah demi makam ibuku... Baik, itu tadi Liz.

Dia tak ada di sini sejak tadi.

Pergi dan temui orang. Kami begitu.

- Selalu saat liburan. - Selalu.

Aku sudah mencoba, ada beberapa orang di sini,

tapi mereka agak aneh.

Bersikap ramahlah.

Setrika kemejamu.

- Setrika kemejamu, tampak rapi. - Bahkan kausmu.

Ada gadis di meja penerimaan yang cukup manis.

Ya? Lakukan percintaan semalam lagi.

Sebelumnya berhasil baik.

Kau mau apa dariku? Katamu harus bertemu orang.

Ajak kencan. Mungkin dia butuh pemulihan.

- Kesempatannya banyak untuk itu. - Bisa kita sepihak?

Baik, maaf. Kita satu pihak. Maaf.

Kau harus kencani dia.

Aku akan mengajaknya.

- Ya. - Kata istriku.

- Hei, aku juga ada di Hawaii! - Hebat.

Aloha, Jalang!

Itu keren sekali.

Mereka bukan suku asli Amerika, Brian.

- Bri... - Sedang apa?

- Luha. Benarkah itu? - Benar.

Itu disebut hula.

- Luau? - Bukan, hula.

Kau melakukan luau?

Luau

Hai.

Peter.

Kau tampak cantik. Maksudku, bajumu indah.

- Terima kasih. - Ya.

Ini akan asyik.

Aku bisa bantu apa lagi, Peter?

Tidak, aku mau minum. Aku akan masuk.

- Selamat hari 4 Juli! - Terima kasih.

Aloha!

Terima kasih banyak.

- Sudah? - Tidak, aku baru duduk dan mulai.

- Lezat. Terima kasih. - Aku pergi.

- Maaf, apa? - Mahalo.

Hai, Peter.

Hai, Kawan.

- Hai. - Hai, bagus.

Permisi.

Semuanya, minta perhatiannya sebentar.

Ada tamu istimewa bersama kita di sini hari ini.

Dia penyanyi utama band Infant Sorrow,

pemusik kesukaanku sepanjang masa. Dia keren.

Tolong, ayo kita...

Mari undang dia naik ke sini, Tn. Aldous Snow. Ayolah.

Bagilah bakatmu.

Panggilan tugas.

Aku coba tak dikenali, ini aneh. Seolah kerja bagiku. Tak asyik.

Hei! Terima kasih!

Terima kasih. Pengenalan yang baik.

Pemuda yang eksentrik dan percaya diri.

Aku persembahkan lagu untuk wanita cantik di sini hari ini.

Yaitu Nona Sarah Marshall, itu dia.

- Sarah, aku mencintaimu! - Lihatlah dia, memukau!

Setua langit kuno

Mataku berkeliaran

Tapi kau mengejutkanku

Saat kau biarkan aku ada di dalam dirimu

Di dalam dirimu

Di dalam dirimu

Ini artinya ereksi.

Ajari aku cara bertumbuh Saat aku bergerak di dalam dirimu

Di dalam dirimu

Di dalam dirimu

Kuingin berada, salahkah berada

Di dalam dirimu

Di dalam dirimu, yang resah temukan mimpi

Hai.

- Kau dari prasmanan sarapan? - Ya.

Krim kocok atau buah beri? Ya. Aku Peter.

Kemo.

- Senang berkenalan. - Aku juga.

- Ambillah bir ini. - Terima kasih.

Sarah Marshall.

Ya.

Bagaimana tahu aku pernah dengannya?

Dwayne dan Chuck memberitahuku.

Rachel juga.

Dengar dari semua orang. Kau harus hentikan.

Itu seperti The Sopranos.

Sudah selesai.

Cari serial baru.

Kau butuh pelukan.

Kemarilah.

Terima kasih.

Kau baik sekali.

Aku pergi. Siapkan babi untuk luau besok.

Datanglah membantuku. Agar pikiranmu teralihkan.

- Ya? Kau tak keberatan? - Tidak.

Aku harus bilang, aku koki yang cukup andal.

Baiklah!

Tidak bisa! Jangan paksa aku!

Lakukan!

Maaf!

Kau kini bisa berhenti menangis.

Dia sudah mati.

Aku tak menangis.

Berhentilah menangis.

Aku tak menangis. Aku bukan bayi.

Sungguh? Karena kau seperti bayi besar.

Maaf. Aku tak bermaksud begitu.

Hai.

Kau mau pergi malam ini, tidak melakukan tugas hotel?

Ya. Tentu saja.

Kami akan membuat pesta di pantai seusai kerja.

Kau boleh datang.

- Mungkin kita bisa pergi bersama? - Ya, terserah.

Tak harus, jika tak mau.

- Kupikir mungkin... - Jangan buat aneh.

Kau mau pergi atau tidak.

- Aku mau sekali. - Baiklah.

Bagus. Naik dan ganti kemejamu, kita bertemu di depan lima menit lagi.

- Ini asyik sekali. - Kau suka?

Kenapa kau datang ke Hawaii?

- Seorang pria. - Tentu saja.

Pemuda peselancar, WCT, peringkat 44 teratas.

Jelas.

Kami berpacaran selama 2 tahun.

Keluar dari sekolah, pindah ke sini bersamanya.

3 minggu kemudian ketahuan selingkuh. Jadi aku pindah, itu saja.

Dasar brengsek.

Tidak, dia hanya seorang pemuda.

Pernah terpikir untuk pulang, selesaikan sekolah, atau...

Tidak.

Tidak. Aku bekerja di hotel,

tak harus ada masa depan di sana.

Baik, giliranku.

Baik.

Jadi, bagaimana kesanmu menulis musik untuk acara TV?

Asyik. Orang-orangnya hebat.

Senang dapat gaji tetap. Aku sangat beruntung.

- Astaga, kau membencinya. - Aku sangat membencinya.

Maka, lakukanlah sesuatu.

Maaf.

Aku cuma bilang, jika kau benci sesuatu, ubahlah.

- Jangan diam saja. - Aku mencoba.

Aku sedang mengerjakan opera rock.

- Ya? - Ya.

Apa tema opera rock-mu?

Drakula.

Ya, dan cinta abadi. Itu temanya.

Dan kurasa keduanya serasi.

Dan aku...

Aku membayangkan untuk melakukannya dengan boneka.

Dengan orang juga.

Kenapa Drakula?

Karena dia pria seperti orang lain. Dia hanya ingin dicintai.

Tiap mendekati manusia wanita, dia membekap dan membunuhnya.

Perasaan yang tak asing bagiku.

Apa? Itu hanya lelucon.

- Sial. - Apa?

Mantanku. Jika aku lari, kau lari.

- Kau paham? - Tidak sama sekali.

- Brengsek! Sialan! - Rachel, sedang apa kau?

Sudah kubilang tetap di pulaumu.

- Tenanglah. - Perjanjian usai 9 April.

Maka mulai lagi, Berengsek.

- Kau bukan kepala desa, tapi aku. - Dari orang bodoh?

- Cium bokongku! - Biar kutangani. Aku kenal temannya.

Silakan.

Hai, kau ingat aku saat sarapan?

- Ya, pria koktail, benar. - Ya.

Ini bukan sarapan. Apa, kau bersama gadisku?

Hangatkan dia saat malam?

Sedang apa kau di sini?

Pukul dia!

- Benar. Pukul dia! - Ayo! Kita pergi. Rachel?

Kau dapat yang layak bagimu.

Hanya pemuda? Tidak, pria itu orang dewasa.

Bukan. Dia bajingan. Aku tak percaya pernah mengencaninya.

- Kau jadi gila. - Ya.

Kalian tak waras.

Kau seperti gadis dari Flavor of Love.

- Dari apa? - Kau.

"Aku akan membunuhmu."

Baik, aku akan ambil minum lagi.

Akan kuambilkan. Tak apa-apa.

Kau tak harus membayariku. Aku bukan gadis seperti itu.

Kau tampak cantik sekali.

Beri aku Crime Scene. Beri aku gadis nakal.

Andre si Raksasa, tolong minggir.

Mutombo, tolong minggir, ayo.

Kau tahu ada fotomu yang mengumbar dada dipasang di toilet pria?

Ya. Aku sangat membencinya.

Pacarku memintaku melakukannya.

Keoki mengambilnya, di sana.

Aku minta dia melepaskannya,

tapi katanya akan merusak keseimbangan tempelan.

Kau ingin aku menurunkannya?

Tidak, dia akan membunuhmu. Benar-benar membunuhmu.

Ada kejutan untukmu.

Sungguh, apa?

Kita akan rehat.

Malam ini ada tamu istimewa dari daratan,

menyanyikan lagu dari drama musikal Drakulanya.

Sambutlah, Tn. Peter Bretter.

Peter!

Ya! Tunjukkan bakatmu, Macan!

Jangan.

Peter!

- Rachel... - Drakula! Peter!

Tunjukkan!

Apa kabar?

Terima kasih.

Aku bisa mainkan lagu lain. Kupikir di luar konteks...

Drama musikal Drakula!

Terima kasih.

Aku mulai sulit percaya hal akan membaik

Aku terlalu lama tenggelam untuk percaya Nasib akan membaik

Aku hidup terlalu keras untuk percaya Kini hal akan menjadi lebih mudah

Aku masih coba hilangkan kepedihan Dari pelajaran yang kupetik

Jika aku temui Van Helsing, Aku bersumpah akan kubunuh dia

Percayalah, tapi aku bersumpah Aku tak akan membiarkan begitu

Darah akan mengucur di wajahnya Bila dia dipenggal

Kepalanya di lengan bajuku Itu caraku memberi tahu yang satu ini

Betapa aku mencintaimu

Mati

Mati

Mati

Aku tak bisa

Hebat!

Terima kasih.

Terima kasih.

Jadi, aku sangat bersenang-senang malam ini.

- Ya? - Ya, situasi jadi agak seru.

- "Agak"? Kau bisa bilang begitu. - Ya.

Tapi sangat asyik, dan kau baik. Terima kasih telah mengajakku keluar.

Tidak, aku senang sekali. Terima kasih.

- Sungguh? - Ya.

Maaf.

Maaf, aku tidak mau merumitkan situasi.

- Tidak, tentu saja! - Ya?

Tidak. Aku sangat memahami itu.

- Aku senang sekali. - Berjabat tangan?

- Entahlah. Baik. - Baiklah.

- Baik. Hati-hati saat pulang. - Kau juga.

- Terima kasih lagi. - Dah.

Aku di buaian dengan gadisku

Memandang lautan bergulir

Keadaan telah hebat saat ini

Karena kami ada di Hawaii

Hai, Kawan.

Hai, Kawan. Aku Koonu.

Ya. Aku ingat. Aku Peter. Kita bertemu di les selancar.

Ya, kau yang bekerja dengan Kaiser Permanente.

Bukan, aku Peter. Kita mengobrol di lautan.

Itu asyik.

Baik. Boleh aku katakan sesuatu?

- Aku tadi kencan dengan Rachel. - Itu bukan kencan.

Dia melayani pelanggan, Kawan. Dia pergi denganmu karena kasihan.

Itu kencan. Percayalah. Aku tahu kencan dan itu kencan.

Pasti kau kira penari telanjang menyukaimu juga.

Itu tak perlu.

- Benar. - Jangan buang waktu.

Percayalah. Jalan buntu. Aku tahu.

- Kau lihat mantannya? Dia konyol. - Siapa, Greg?

Aku suka Greg, Kawan.

Dia pukul orang pakai bintang laut.

- Baik, itu konyol. - Pria itu aku.

Kawan, temanku di sini, di saat bulan madunya?

Bercinta sebanyak mungkin yang dia bisa.

Kau bercinta dengan keras dan kasar? Ayolah.

Istri ingin aku melakukan sesuatu yang menurutku tak patut.

Biar kukatakan, jika Tuhan perencana kota,

Dia takkan menaruh taman bermain dekat sistem pembuangan air.

Kami berusaha bercinta, tapi tak mendapat kenikmatan.

Kami seolah... Aku menusuk bagian intimnya dan...

Itu tak asyik, menyebabkan kegusaran. Bercinta itu...

Lalu bila tidak bercinta...

- Dia harus dihentikan. - Kau puncak lelucon.

Cincin keparat ini.

Sialan.

Situasi akan membaik.

Hai.

Hai. Kau mau kembali ke tempat tidur?

Tentu.

Bersenang-senanglah.

Aku suka rambutnya.

Aku ingin tahu apa sesuai dengan bulu kemaluan.

Julian, ada apa?

Astaga.

Serial dibatalkan.

Bagus, karena itu keinginanmu.

Ya, memang.

Kukira kami punya waktu setahun lagi. Tampaknya begitu, dan...

Ini akan baik karena ini transisi ke film yang lama kutunggu.

Jangan salah paham, tapi ini mengejutkan.

Ayo ikut tur denganku.

Akan kudendangkan kau setiap malam di depan ribuan wanita.

Aku tak tahu kau pergi tur.

Ya, dua minggu lagi. Tur Infant Sorrow selama 18 bulan di 43 negara.

Itu akan jadi tur besar.

Ya. Aku tak bisa ikut karena harus bekerja.

Aku aktris yang bekerja.

Tidak lagi.

Kau aktris yang tak punya pekerjaan. Bagus.

Kau bisa jadi ratu penggemar, ratu Para Pengisap Sengsara.

Pengisap Sengsara.

Pengisap Sengsara. Entah kenapa disebut begitu.

Tn. dan Ny. Snow, maaf. Maaf mengganggu.

Hotel ingin memberikan kue kelapa tambahan.

Ini dari hotel. Jelas bukan dari aku pribadi, jadi...

- Ya, terima kasih. - Baik.

Kapan kau berencana memberitahuku hal ini?

- Aku baru beri tahu tadi. - Ya, aku tahu.

Tapi memberitahuku sekarang tak sama seperti memberitahuku.

Aku tak beri tahu kau aku terkena herpes kelamin

karena saat ini tak kambuh.

Kalian ingin sampanye dengan kue, atau tanpa kue?

Aku tak minum alkohol.

Baik, aku ke sini untuk memberi contoh laguku.

Aku memujamu, dan hanya ingin memberi contoh laguku.

Dengarkan saja dan...

Baik.

Karena kau tak ingin jadi orang yang duduk,

menonton BBC dan bilang,

"Oh, aku lihat pria itu! Dia dulu pramusajiku,

dan aku menyingkirkan dia seperti orang lain di kehidupannya.

Aku salah besar karena dia sangat berpengaruh besar bagiku saat ini,

dan aku merasa buruk sekali!"

Suara Inggris bodoh itu, apa itu aku?

Sayangnya, ya.

Kau benar-benar akan menyukai ini.

Aku akan mendengarnya. Ketika kau sudah pergi.

Jangan bilang siapa pun di hotel.

- Apa kabar, Kawan? - Apa kabar?

Peter, aku punya kabar menarik pagi ini.

Aldous menularkanmu gonorhea?

Tidak. Kenapa aku akan memberitahumu soal itu?

Crime Scene dibatalkan.

Wow...Wow

- Kau baik-baik saja? - Ya.

Aku sudah menunggu untuk ambil langkah selanjutnya,

berperan di film sejak lama, jadi ini hal bagus.

Ini bukan The View. Kita bisa bicarakan ini dengan jujur.

Aku tak mau keluar dari lampu sorot dan dilupakan.

Aku tak mau menghilang.

Aku takut. Aku ingin jujur.

Aku sangat ketakutan sekarang.

Karena, tampaknya, aktris yang bisa bertahan hidup

adalah yang menunjukkan vagina. Maaf, aku menolak.

Aku punya martabat.

Tubuhku tak bisa operasi plastik. Aku akan tumbang.

Aku takkan lakukan itu, atau eksploitasi diri.

Dengar. Kau akan baik-baik saja. Kariermu masih panjang.

4 tahun sebelum usia 30.

Semua akan baik-baik saja.

- Apa kabarmu? - Aku kacau.

Sungguh, aku takkan punya peluang. Tidak, aku akan baik-baik saja.

Aku diam-diam telah mencuri uangmu sejak lama.

Kau selalu pandai menghiburku, Pete. Terima kasih.

Mati

Mati

Mati

Aku tak bisa

Bagus sekali, Peter. Aku hanya tak memahaminya.

Tingkatkan saja. Jangan mainkan lagi karena aku tidak...

Dengarkan sekali lagi dan lihat...

Di mana Aldous?

- Tn. Snow, aku boleh bertanya? - Baiklah.

Aku mau menyenangkan istriku di sini saat bulan madu, tapi tak tahu caranya.

Punya masalah bercinta? Tak tahu cara memakai ini?

- Aku tahu. - Kalian pernah bercinta?

- Kami tak bisa. - Kenapa?

- Agama kami. - Benar. Tuhan dan lainnya.

Itu tak akan jadi masalah. Tuhan harus hadir di ranjang.

Beri tahu saja yang harus kulakukan.

Penetrasi secara dalam dan menstimulasi klitoris.

Kau harus begitu. Itu intinya.

Jika bisa libatkan anus, itu sempurna.

Paham.

Jelajahi telinganya.

Cobalah untuk melakukan gerakan berputar.

Kau prianya.

Tuhan ada dalammu.

Aku tak apa-apa.

Takut, tapi tak apa. Aku akan dapat yang lain.

Itu menarik. Tahu apa lagi yang menarik?

- Apa? - Aku ada di bulan.

Aku mau bahas sesuatu. Kau bisa diam?

- Baik, aku akan bicara, lalu... - Udara!

Ada saat menarik dengan Sarah.

Apa? Aku tak mau dengar momen menarikmu dengan Sarah.

Lalu bicara dengan siapa?

Bukan aku. Apa aku pernah punya momen menarik dengan mantan?

- Kau punya mantan pacar? Tidak! - Tidak.

Tidak.

Aku ingin dapat pandangan wanita soal hal itu.

- Sungguh? - Tidak.

Masuklah dan silakan duduk.

- Tetap di sini. Kau... - Bukan. Itu kameranya.

- Aku cuma mau beri tahu dia. - Bukan.

Ingat betapa dia menyakitimu.

- Liz? - Ya?

- Agak jauhlah dari mikrofon. - Hanya...

Tidak, lebih dekat.

- Lebih jauh. - Ya.

- Lebih dekat. - Lalu...

- Lebih jauh, lebih dekat. - Entahlah.

- Kepala di bawah. - Aku payah.

- Dengar aku? - Ya, lebih dekat. Lebih jauh.

Aku tahu tindakanmu. Sama sekali tak lucu.

- Hentikan itu. - Apa?

- Dia sedang apa? - Ayolah. Ya, lucu sekali.

Hei, kalungmu bagus, Liz.

- Apa sedetik lalu kau memakainya? - Terima kasih!

- Itu jorok! Hentikan. - Aku tak paham.

Dia bilang jika aku memuncratkan spermaku padamu...

Apa?

...itu akan jadi kalung mutiara.

Kenapa?

- Beneran lucu. - Maaf.

Hei, Drakula!

Saat kujumpai Van Helsing, Aku bersumpah, akan kubunuh dia

Itu lucu sekali, Kawan!

Hei, Pete.

Aku akan pergi ke Lazy Joe malam ini, dan aku ingin tahu apa kau mau ikut.

Kurasa aku bingung, karena kukira tadi malam...

Astaga. Lupakan saja. Asyik di luar sini.

Ya, pasti begitu.

Baik. Kau tahu?

- Aku mau pergi dengan teman. - Baiklah.

Jika kau setuju, daripada Lazy Joe, aku mau ke Laie Point.

- Sungguh? Katanya itu sulit dicapai. - Ya.

Baiklah.

- Hei! - Apa kabar?

- Kami baru mau mendaki. - Tidak, kau akan menyelam.

Kami akan mendaki.

Ini musim kura-kura laut bercinta. Ayo.

Mereka bercinta selama 3 jam. Itu mengagumkan.

- Tidak, mendaki. - Kami mau mendaki.

Apa? Kau yang rugi.

Kenapa tak ada yang mau ikut menyelam?

Bagaimana keadaanmu?

Hebat.

Kurasa aku belum pernah dibanjiri keringat seperti ini.

Seolah aku terkena demam.

Sudah kubilang ini sulit dicapai. Kita bisa ada di Lazy Joe.

Ya.

Sialan.

- Kau baik-baik saja? - Tidak.

Kita sungguh mendaki tebing ini, ya?

Lihat!

Ini indah sekali.

Kini serialmu selesai, kau akan selesaikan drama musik Drakula?

Tak semudah itu.

Sarah selalu kira itu gila, dan...

Kau memang gila. Semua orang juga begitu. Siapa peduli?

- Aku tak ingin lakukan apa-apa. - Kenapa?

Karena aku patah hati.

Aku tak bisa bayangkan lakukan apa pun kini.

Alasan sama kau tak kembali sekolah.

Mungkin bagus jika kita disakiti seperti itu.

Aku tak tahu denganmu, tapi aku jadi kebal rasa.

Ya. Seolah tak ada lagi yang harus ditakuti.

- Ya. Benar. - Benar.

Kita bisa lompati batu ini, dan tak akan sesakit perbuatan mereka.

Lompatlah.

Bukan, itu hanya metafora.

Tidak. Lakukan saja.

Kau akan baik-baik saja.

Lompatlah.

Apa-apaan?

Ya Tuhan! Aku membuatnya bunuh diri!

Kau pasti gila!

- Kau mau lompat atau tidak? - Tidak!

Ayolah, Peter! Aku bisa lihat vaginamu dari sini!

Aku bisa lihat vaginamu!

Aku akan lompat!

Pengecut! Ayolah!

Tolong, Tuhan. Jangan biarkan aku mati hari ini.

- Aku tak apa-apa! - Bagus!

- Aku akan lepaskan, ya? - Jangan!

Jika jatuh langsung, kau mungkin terkena batu dan mati!

- Jelas. - Ya.

Jadi aku harus apa?

Pijakkan kakimu ke batu,

dan lompatkan dirimu!

- Seperti kodok? - Entahlah, Peter! Lompat saja dari batu!

- Aku akan lompat! - Baik!

1..!

2..!

2..!

- 2,5..! - Lompat!

3..!

Ya Tuhan!

- Kau lihat itu? - Ya, aku lihat!

Aku di sana. Aku saksikan.

Terima kasih.

Ayo.

Ada Yesus di antara pahamu,

tapi dengan janggut lebih pendek.

- Mahalo. - Aloha.

- Seks! - Aku keram.

Baik.

Petey?

Maaf. Aku mengetuk berulang kali.

Kau memang pingsan. Ken minta aku ke sini.

Dakota Fanning dan krunya butuh ruangan ini.

Dia suka berada di sini.

Berarti aku harus tinggalkan hotel?

Ken dapat kamar.

Aku akan terima. Aku mau bergaul dengan Rachel lebih lama.

Itu tisu sedih atau gembira?

Mungkin kau harus beri aku waktu sebentar.

Ini satu-satunya kamar yang tersedia!

Aku yakin begitu!

- Hei, apa kabar? - Baik.

Sungguh?

Ada kesedihan di balik mata itu. Kesedihan yang hanya...

Lupakan saja basa-basi ini.

- Aku mau berdiri di ombak sebelum pergi. - Kurasa kau belum siap.

- Aku siap menunggangi raksasa, Koonu. - Kurasa kau siap.

Petey!

Hai.

Nn. Marshall, bisa kubantu?

Ada rumah makan sushi yang enak di sini?

Ya, ada tempat asyik sekitar 5 menit dari sini bernama Asuki.

Bagus.

- Mau kuambilkan peta? - Ya.

Baiklah.

Jadi, kita ada di sini.

Menuju Kamehameha, lalu melewati Funako Loko Marsh.

Tempatnya tepat di sebelah kiri.

Akan butuh waktu sekitar 5 menit.

- Bagus. Terima kasih. - Sama-sama.

- Aku melihatmu dengan Peter Bretter. - Ya.

Dia mantan pacarku.

Ya Tuhan. Maaf sekali.

- Jangan. - Tidak begitu.

- Tidak... - Tak apa-apa.

- Aku senang kau menemaninya karena... - Astaga. Tidak.

- Sepertinya kau sangat baik dan cantik. - Terima kasih.

Astaga. Kau jauh lebih cantik.

Tidak, kau cantik sekali.

Sungguh?

- Ya. - Wow, terima kasih.

Satu hal lagi tentang Peter.

Dia orang yang sangat baik. Baik sekali, sebenarnya.

Ya.

Jangan menangis, Nona Marshall.

Astaga. Mau kuambilkan tisu?

Tidak, aku tak apa-apa.

Baiklah.

- Terima kasih, Rachel. - Sama-sama, Nona Marshall.

Hei!

Kau juga berselancar?

Ya ampun. Aku hanya mengapung.

Bersentuhan dengan laut dan lainnya. Sangat menyenangkan.

Memang, ya.

- Aku akan maju. - Sebelum kau pergi, aku mau beri tahu,

aku dengarkan iPod Sarah suatu hari,

dan walaupun banyak lagu kacangan dalam benda itu,

ada satu lagu yang cukup kusukai.

Aku periksa, dan itu ternyata salah satu lagumu.

Itu mengingatkanku akan Neil Diamond yang gelap dan gotik.

Itulah tujuanku sebenarnya.

Benar.

Sial.

Sialan, kau asyik.

Sulit dikatakan karena aku membencimu dalam berbagai hal, tapi...

Sudah. Aku paham kenapa dia suka kau.

Tanpa pertimbangkan selera, kurasa. Setidaknya selera dia.

Dia bersamaku 5 tahun, jadi begitulah.

Ya, kau 4 tahun lebih lama dariku.

Kau tidur dengan Sarah setahun lalu?

Kukira kau sudah tahu! Peter, jangan anggap serius.

- Dasar bajingan! Kau... - Jangan marah karena itu.

Kau tak bisa bersikap santai soal ini!

Ini bukan Eropa. Ada aturan di sini.

Maaf sekali. Aku minta maaf karena membuatmu marah, Peter.

Kuharap ini tak merusak persahabatan kita.

- Untuk apa itu? - Menurutmu apa? Ini hal penting!

Lalu aturan di laut? Itu tak boleh.

Lalu aturan antara pria?

Kau tak boleh tiduri pacar orang!

- Pikirkan... - Pergi!

- Baiklah! - Pergi dari sini!

Ya Tuhan!

Koonu! Pria ini butuh pertolongan! Koonu!

Sebentar.

- Aku harus hubungi meja penerimaan? - Sakit.

Ada batu karang di kakimu!

Bisa cabut dari kakiku? Bisa lakukan sesuatu?

Aku mau, tapi aturan hotel... Aku tak boleh melakukan hal seperti itu.

- Mereka akan cemas. Asuransi... - Bisa hubungi meja penerimaan?

- Ya. - Sakit sekali.

Koonu, hubungi meja penerimaan sekarang!

Baik, Pria monster.

- Pete, dia tak akan lakukan apa-apa. - Aku takut darah.

Lihat. Karang menancap di kakiku. Cabutlah!

Satu, dua.

- Kau tak bisa cabut. - Sangat dalam.

- Cabutlah! - Tiga!

Sialan!

Baik, sudah kudapatkan. Selesai.

Semua tampak baik-baik saja.

Sudah! Mereka akan datang cepat.

Tolong ambilkan handuk. Aku kehilangan banyak darah.

Kau terdengar seolah dari London.

Ya, aku berasal dari London.

Ada apa?

Kau pingsan. Aku tak mau kau bangun sendirian.

- Bagaimana temanmu? Dia baik? - Ya.

Dia dijahit, dan tertidur.

- Kau ingin dengar hal yang lucu? - Apa?

- Siap tertawa? Karena ini lucu sekali. - Baiklah.

Edward Scissorhands bilang kalian sudah bercinta

selama setahun saat kita masih berpacaran.

Sial.

Bagaimana, Sarah?

Aku minta maaf, Peter.

Jangan bangun dan jalan.

- Bisakah kau... - Jangan sentuh aku.

Aku tak menyentuhmu.

Kau bisa duduk?

Baik, aku akan duduk. Aku duduk karena aku mau,

bukan karena permintaanmu, ya?

Bagus.

Setahun?

Dengar. Aku paham.

Aku mau tahu apa tindakanku yang membuatmu selingkuh.

- Aku... - Pete, bukan karena tindakanmu.

Kau tak melakukan apa-apa. Kau baik sekali.

Bisa berhenti basa-basi dan bicara padaku?

Baik. Hentikan basa-basi.

Sulit untuk mengurusmu saat kau berhenti mengurus dirimu sendiri.

Aku coba membuatmu keluar.

Aku coba membuatmu pergi dari pulau kecil kesayanganmu, sofa.

Kau tak mau lihat sinar matahari!

Kau pernah pakai celana olahraga selama seminggu! Setiap hari.

MINGGU

SENIN

SELASA - RABU KAMIS - JUMAT - SABTU

Kau tak boleh lewat!

Jika itu celana Sean John, takkan apa-apa.

Karena mereknya Costco, seolah tindakanku buruk.

Tak ada urusan dengan merek. Kau tak paham.

Maaf, aku akhirnya tak menjadi apa yang kita harapkan.

Aku sudah berusaha keras. Aku janji. Aku tak memiliki hal itu dalam diriku.

Kurasa jika kau mungkin mencoba lebih keras.

Aku sudah mencoba!

Kau tak tahu betapa kerasnya aku mencoba, Peter.

Aku bicara dengan ahli terapi, ibuku. Aku baca setiap buku.

Aku ikut seminar cinta, seminar seks. Semua gagal.

Tak ada yang membuatmu berbeda. Aku tak mau tenggelam bersamamu lagi.

Jangan berani-berani duduk di situ dan bilang aku tak mencoba.

Aku sudah mencoba.

Kau hanya terlalu bodoh untuk menyadarinya.

Kukira kau pakai kemeja yang kubelikan.

Apa? Tidak. Aku suka kemeja pemberianmu.

Aku sangat mengagumi Sir Tommy Bahama. Dia pria berbakat.

Tapi malam ini, kurasa ini sesuai.

Terima kasih. Ya, Sarah membelikan ini untukku.

Ini jauh lebih nyaman daripada ranselku.

Topimu keren!

Terima kasih. Pacarku yang membelikannya!

- Aku mengejekmu! - Baik!

Sarah, boleh kupinjam lipstik ini?

Tentu, aku tak peduli.

Kurasa bagus. Jika tak suka, gantilah.

Aku suka. Awalnya tak suka, kini aku merasa...

Astaga. Resor ini kecil.

Hai, Peter.

Hai. Wow.

Aldous, Sarah, ini Rachel.

Sarah belikan kemeja ini.

- Aku bisa menduganya. - Tampak bagus.

- Kau keren. - Tampan.

- Betul, bukan? - Terima kasih.

Tn. Snow, maaf sekali. Aku tak tahu kalian akan datang.

Kalian harus tunggu 5 menit.

- Aku tak tahu kalian datang. - Baik. Tak masalah.

Aku tak lihat kalian, jadi...

Tak perlu menangis.

Aku tak menangis.

Ini bukan masalah, sungguh.

- Meja kalian siap. - Bagus.

Semoga malam kalian seru.

- Terima kasih. Selamat makan. - Ya. Gabunglah dengan kami.

- Baik. - Bahkan tidak dalam mimpi. Apa?

- Baiklah. - Baik.

- Bagus. Keren. - Tentu.

Baik. Kusiapkan 2 kursi.

- Baik. - Tak masalah.

Asyik.

Jadi ini terjadi. Kita akan biarkan ini terjadi.

Aku minta maaf.

Aku tak mengira dia akan setuju.

Aku tahu.

Apa? Aku cuma terima undangan. Aku tak mau tak sopan.

Situasi kita jadi buruk. Aku harus semeja pakai kemeja ini.

Kau juga pakai tanpa peduli.

Australia mengagumkan.

- Sungguh. Tempat hebat untuk syuting. - Ya?

Rachel, kau akan menyukainya.

Aku ingin sekali pergi ke sana.

Tunggu, kapan rilisnya?

Sudah rilis.

Sudah rilis.

Kau tahu, ini pulau.

- Terisolasi. Film tak sampai ke sini. - Ya. Jelas.

Kau menyukainya?

- Film itu? - Ya.

- Itu... - Film yang sangat buruk.

Menurutku itu premis konyol.

Apa yang akan terjadi jika ponselmu membunuhmu?

Kenapa ponsel bunuh orang? Itu konyol.

Bagaimana ponsel bisa punya agenda dan bunuh orang?

- Sudah kubilang saat dia baca naskah. - Kau memang suara hati.

Kucoba, tapi tak didengar.

Berkeliaran membunuh orang. Ponsel yang membunuh.

- Kenapa tak lepas baterai? - Ya! Itu dia.

- Pertarungan selesai. - Kita menang.

Aku tak suka.

Itu bukan untuk semua orang, tapi...

Itu konyol. Ini adegan kesukaanku.

Kring, kring. Halo?

- Benar. Itu takkan terjadi. - Ya.

Itu takkan terjadi.

Itu metafora untuk kecanduan teknologi.

Untuk masyarakat, untuk betapa kita mengandalkan teknologi.

Aku paham. Aku setuju.

Metafora untuk film buruk.

- Pilihan tepat bagiku saat itu. Paham? - Tentu.

Ini canggung.

Ya?

- Kini agak lebih canggung. - Sedikit.

Maaf, bisa kami minta sebotol anggur lagi?

- Tentu. - Terima kasih.

Tn. Snow?

Jus kranberi dengan sedikit jeruk nipis.

Jus kranberi atau koktail kranberi? Bisa kucampur dan tambah jus jeruk.

Aku tak peduli.

Baiklah.

Boleh minta sebotol anggur lagi?

Aku belajar sesuatu dari kecanduan,

hidup itu sesingkat kedipan bintang yang berakhir terlalu cepat.

Jika berkesempatan bersama wanita,

kenapa tak lakukan hal paling menarik yang bisa dilakukan?

Maksudku bukan berbincang-bincang, mengobrol tak jelas.

Serahkan diri dalam hal yang kuno dan kekal.

Temukan hal yang abadi, berkelanjutan. Serahkan diri dalam bercinta.

Aku akan menyanggah.

Dengan hormat, tentunya, Tuan. Mungkin bagimu, itu berhasil.

Bagiku, menyenangkan juga belajar mengenal seseorang.

Tidur dengan mereka, bagus. Tapi aku suka mengenal seseorang.

Tapi dia...

Maksudnya, dia akan tidur dengan siapa saja, tapi dia bercanda.

Aku tak bercanda. Itu yang kupercayai.

Jadi...

Agar kita jelas dan aku bisa berfokus pada tesis pusatmu malam ini,

langsung melewati semua basa-basi, maksudmu

kau pikir kau berhak meniduri siapa saja, di mana saja, kapan saja?

- Ya, benar. - Itu maksudmu?

Tak sekeras ucapanmu, Sayang. Tapi benar, itulah...

Astaga! Kena kemeja!

Cungkil mataku, jangan kotori kemeja!

Itulah yang kupercayai, Sarah.

Selesai bercanda, bisa kau ambil serbet?

Kurasa sudah kuperbaiki, melawan tantangan.

- Aku layak dapat penghargaan desain. - Ambillah air mineral.

- Pelayan, kami bisa minta... - Aku sudah lihat dari jauh.

- Baik. - Bersandarlah.

Tak apa. Bukan di situ. Kau rajin sekali. Terima kasih.

Lepaskan gelasnya. Kau harus pergi. Sampai jumpa. Begitu.

Ya ampun.

- Panggil dokter. - Bagus.

- Aku suka Hawaii. - Rasanya enak?

Ya, menyenangkan, tapi kurasa seminggu maksimal.

Lebih dari itu, aku akan gila,

karena kurasa Hawaii itu tempat melarikan diri

untuk orang yang tak bisa menghadapi dunia nyata.

Ya, tak banyak orang belanja dan ahli terapi hewan peliharaan.

Astaga. Ini kehidupan yang sulit.

Aku suka tinggal di sini.

- Ada yang mau anggur lagi? - Sudah cukup.

Aku ada pertanyaan cepat, Tn. S.

Aku mau tanya, bagaimana menurutmu contoh laguku?

Apa kau memahaminya?

Tidak. Aku akan mendengarkan itu, tapi lalu aku melanjutkan hidupku.

Belum semuanya?

Tidak, belum. Karena kau tahu, aku melakukannya dengan instingku...

dan mereka tidak bagus.

Kau tahu apa, Bro? Dasar Brengsek, oke? Bajingan

Aku tak bisa berteriak sekarang karena aku akan dipecat.

Boss ku akan mendengarku.

Dan lalu aku tak bisa membayar pinjaman pendidikanku.

Tapi kau tahu apa? Kau seorang bajingan. Aku benci kau.

Aku membeli semua rekamanmu.

Sepanjang waktu ini, aku coba untuk bergaul denganmu.

Aku akan menyuruh memberikan makanan terburuk disni

Disisa liburanmu, Bajingan!

Aku suka dia. Itu cukup mengharukan.

Tunggu.

Kau yakin tidak terlalu mabuk?

Berhentilah bersikap terlalu peka.

Aldous.

Bangun.

Aldous. Bangun.

Bercintalah denganku.

Baik. Kau di atas, aku lelah.

Dengarkan.

Ya!

- Ya. - Ya!

- Oh, ya! - Ya!

- Ya! Ya Tuhan! - Ya!

- Di situ! - Ya!

- Ya! - Ya! Dia orgasme!

Ini seks terbaik!

Baik, cukup.

Apa?

Aku salah ikut ke sini denganmu.

Aku juga belum selesai!

- Bisa kau diam? Baik. - Baik!

Kau masih cinta pria kamar sebelah?

- Maaf? - Kau harus lihat dirimu saat makan tadi.

Lalu kita kembali ke sini, dan kau berakting dengan sangat buruk.

Aku pernah dengar wanita pura-pura orgasme tapi tak pernah melihatnya.

Itu sangat membuatku gusar.

Kau harus lihat dirimu saat makan tadi.

"Aku Aldous Snow." Bualan, bualan.

"Aku tak mau alkohol. Terima kasih."

Bualan, bualan.

Itu benar-benar kesan yang reduktif.

Jika aku mau melihatmu berakting jelek, aku tinggal melihat acara TV mu.

Yang mana, tentu saja, aku tak bisa melihatnya sekarang, karena sudah dibatalkan.

Oh Tuhanku, kau beneran menusuk.

Kau tahu? Biar kukatakan sesuatu tentang tato ini.

Itu Buddha. Itu Nordik. Itu Hindu. Itu tak ada artinya.

Benar-benar ideologi yang bertentangan.

Itu tak menjadikanmu warga dunia, tapi membuatmu penuh bualan.

Itu asli atau kau pura-pura?

Baik. Aku mungkin akan pergi saja.

Aku akan tidur beberapa jam, dan pergi besok pagi, ya?

Aku benci musikmu.

Ya, aku meniduri pelayan kamar hari itu.

Apa kau tidur?

Tidak lagi.

Aku tahu akan pergi beberapa hari lagi, jadi aku tak tahu

apa artinya ini, tapi...

Aku sangat suka meluangkan waktu denganmu.

Aku tahu. Aku juga.

Hei.

Selamat pagi.

Kau mau ke mana?

Luau untuk Pabrik Tekstil Korea.

- Bunuh saja aku. - Asyik.

Senang.

Aku ingin kau tahu ucapanku sungguh-sungguh semalam.

Aku tahu.

Aku juga begitu.

- Aku boleh bertemu kau lagi malam ini? - Ya.

- Aku selesai jam 19.00. - Hore.

Sampai jumpa.

Tuan, Mai Tai pagi hari.

Kau tahu?

- Aku tak mau minum alkohol pagi ini. - Bagus.

- Lompat! - Jangan paksa aku!

Hai. Selamat pagi, Kawan.

- Apa kabarmu hari ini? - Aku baik. Kau baik?

Aku sangat baik, Kawan.

- Kau tampak bersemangat. - Aku...

Aku gembira semalam.

- Selamat. Bagus. - Terima kasih.

- Kau bagaimana? Kenapa ada tas? - Benar. Aku pulang ke Inggris, Kawan.

- Kau dan Sarah akan ke Inggris. - Tidak. Aku pergi sendirian.

- Ya. - Kalian bertengkar?

Ya. Bagaimana kau bisa melayaninya selama 5 tahun? Entahlah.

Kau patut mendapat medali, liburan atau setidaknya pelukan dari orang.

Kau di sini baru seminggu.

Entahlah. Bagiku, seminggu itu seperti liburan bersama,

entah, aku takkan bilang Hitler, tapi jelas Goebbels.

- Seperti berlibur singkat dengan Hitler. - Ya ampun.

Begini, setidaknya kini kalian bisa rujuk kembali.

Tidak.

Aku punya hubungan yang baik dengan Rachel, dan aku mau itu berhasil.

Mungkin kau bisa dapatkan keduanya. Rachel dan Sarah.

Mereka cocok saat semalam, bukan? Jadi mungkin...

Pertama, aku bukan pria seperti itu.

Walau begitu, kurasa aku tak punya kemampuan seksual agar itu berhasil.

Ya. Itu bakat.

Aku akan bilang, jika kau balikan lagi dengan Nn.Marshall.

Pegang dengan hati-hati, karena, kau tahu...

Baik. Mobilku sudah datang.

Jadi aku akan pergi sebelum sesuatu menimpaku.

Sebelum hidup jadi lebih gila.

Apa ada yang akan ambil itu?

Jangan biarkan mereka menekanmu.

Tenang saja.

Lihat sopirku. Kami akan bercinta.

Katanya jelas aku belum berhenti mencintaimu.

Lalu dia pergi.

Dasar bajingan.

Lalu aku mulai berpikir, bagaimana jika dia benar?

Bagaimana jika aku masih mencintaimu?

- Sarah... - Biar aku selesai bicara, Pete.

Bagaimana jika aku membuat kesalahan besar?

- Sarah. - Ya?

- Sarah. - Ya?

Jangan menarik wajahku ke wajahmu.

Kenapa?

Kau tak suka?

Menarik bajuku ke arahmu itu sama seperti menarik wajahku.

Kita menginap satu malam lagi di sini bersama, lalu pulang dan...

- Anggap tak pernah terjadi. - Hadapi kenyataan. Tidak.

- Begitukah? - Bukan.

Aku mencintaimu.

Itu tak adil bagimu mengatakan itu kepadaku.

Kumohon, Peter.

- Katakan kau menyesal. - Aku menyesal.

Aku merindukanmu.

Aku minta maaf.

Aku merindukanmu, Peter.

Baiklah.

Bernafsulah untukku, Pete.

- Aku tahu yang harus kulakukan. - Baik.

Lakukan saja. Ayo. Bernafsulah.

- Aku mencoba. - Baik.

- Biar kulakukan sebentar. - Baik.

Aku sangat menginginkanmu. Aku merindukanmu.

Kau tak mau dibantu?

- Tak mau kubantu? - Bisa diam sebentar?

- Kau mau tanganku? - Mungkin jangan bicara itu maksudku.

Kau mau mulutku?

- Ya, mungkin mulutmu. - Baiklah.

Ada apa, Peter?

- Entahlah. - Mau lagi?

Kau bisa terus mencoba jika mau.

Ada apa denganmu?

- Tak ada masalah denganku. - Baik.

- Tidak. Baik. Apa kau... - Ada yang tak terasa benar lagi.

Kau minum tadi? Kadang saat minum...

Maaf.

Tidak, aku tak minum apa-apa hari ini.

Mungkin masalahnya kau hancurkan hatiku hingga berkeping-keping,

dan kemaluanku tak mau lagi bersamamu. Tak mau lagi!

Kau tahu apa yang baru kusadari?

Kau setan jahat. Paham?

Pernikahan di Hawaii! Sangat orisinal!

- Hai. - Hai, Rachel.

- Sarah dan Aldous putus pagi ini. - Kejutan besar.

Jadi aku melihat keadaan Sarah, dan...

Aku ke sini karena tak mau membohongimu.

Ada hal yang terjadi.

Aku sangat menyesal untuk itu, tapi aku lega itu terjadi karena

aku kini bisa melihat jelas bahwa Sarah dan aku tak cocok.

Hal apa?

Aku naik untuk pastikan dia tak apa-apa, lalu keadaan jadi aneh.

Tapi kini semua baik-baik saja.

Aku ingin kau mengerti ucapanku sungguh-sungguh tadi pagi.

- Tepatnya apa? - Kami bercengkerama sedikit.

Diamlah, dan beri tahu apa perbuatanmu.

Aku masuk ke kamarnya, dan dia menangis terus.

Aku merasa harus menghiburnya.

Lalu dia mulai menciumku karena aku menghiburnya.

Lalu aku menciumnya karena dia menciumku karena menghibur.

Lalu dia mulai melepas bajuku dan bajunya.

Lalu dia melakukan seks oral 10 hingga 15 detik padaku.

- Baik. Peter, pergilah. - Itu saja. Maksimum.

Terima kasih telah menginap di Turtle Bay.

Rachel, jangan begini. Aku beri tahu karena aku peduli...

Dengarkan aku, Peter.

Aku juga kacau. Aku paham.

Tapi itu bukan alasan untukmu bersikap kurang ajar.

Aku tahu aku mengacau sebentar, tapi aku tak seperti bajingan lain.

Kau tak boleh bersama siapa pun sekarang.

Siapa pun.

Aku tahu...

Aku tahu ada sesuatu di sini, dan aku tak salah soal itu.

Ya, hanya berlangsung 4 hari, tapi aku tahu kau juga merasakannya.

Aku ingin kau pergi.

Jangan tulis surat. Jangan telepon. Jangan kirim email.

Peter, kau harus pergi.

Aku takkan ganggu lagi.

Maafkan aku.

Aku tak tahu harus apa.

Sedang apa kau? Mencuri karyaku?

Aku ingin kau taruh kembali. Taruh, Kawan!

Berikan foto itu.

Tisu toilet. Kau buang tisu?

Berikan fotonya.

Jangan bodoh. Berikan fotonya!

Silakan pukul semaumu. Aku tak akan mengembalikan foto itu.

Ya?

Tidak. Peter, kubilang aku tak mau bertemu kau.

Aloha, aku Sarah Marshall dari Crime Scene: Scene of the Crime.

Bila aku tak mencari bukti,

aku menerbangkan Hawaiian Airlines ke tujuan kesukaanku.

Duduk dan nikmatilah hiburan dalam pesawat.

Aku tahu aku akan begitu. Mahalo.

Semua orang membencimu

Semua ingin kau mati

Karena Peter, kau payah

Peter, kau payah

Peter, musikmu buruk sekali

Peter, kau payah

Peter, kau tak melakukan Apa pun yang bernilai

Peter, kau payah

Menulis musik tapi kau malah Duduk dan menulis lagu jelek ini

Kegiatan membenci diri

Temuilah psikiater Aku benci psikiater

Temui saja seorang psikiater

Aku tak suka psikiater

Kau harus temui seorang psikiater

Temui psikiater

Aku tak mau pergi

Sulit dipercaya semua akan lebih baik

[ RASA UNTUK CINTA ]

Ditulis, Disutradarai Peter Bretter Drama Musikal Boneka Drakula

- Apa lagi yang harus dipikirkan. - Karena dia...

Sarah menjilatnya. Itu tak penting.

- Tentu itu penting. Dia... - Dia apa?

Dia tolak seks oral dari mantan saat melakukannya.

Tahu bagaimana itu bagi pria? Namanya putus nikmat.

Dia seperti Gandhi, tapi lebih baik. Dia suka boneka.

Aku suka boneka.

Aku suka Fraggle Rock, Lamb Chop. Aku suka Elmo.

Sesame Street, Bert dan Ernie, Snufflelupagus. Sangat menghiburku.

SEBUAH RASA UNTUK CINTA JAM 20.00 MALAM INI

Ini lagu yang kukira takkan kutulis

Pada malam aku sekarat

Maaf atas segala kesalahan yang kuperbuat

Aku sudah bosan mencoba

Itu impian yang indah Kini biarkan dia datang membunuhku

Itu dia

Iblis yang menghantui jalan-jalan Di London

Aku datang untuk membunuhmu

Inilah aku!

Kutinggalkan kau berdarah Di penjara bawah tanahku

Aku takkan pernah menurutimu Aku akan mengoyak tenggorokanmu

Tolonglah, Tn. Van Helsing Dengarkanlah aku

Dia hanya pria yang ingin bebas

Baringkan dia di mobil jenazah Kau harus akhiri kutukan ini

Dia yang terburuk

Jangan pergi cintaku

Aku tak bisa ucapkan selamat tinggal

Kekuasaanku berakhir

Sudah waktunya untuk mati

Aku hamil

Drakula

Apa yang telah kulakukan?

Telah terbang ke atas

Siapa yang membunuh Drakula?

Tapi dia menemukan sebuah rasa

Sebuah rasa untuk cinta

Hidupku adalah kebohongan

Drakula yang manis Aku rindu pangeran mudaku yang mati

Aku takkan melihatnya lagi

Hingga kematianku

Betapa indah impian itu

Menemukan rasa untuk cinta

Sebuah rasa untuk cinta

Kau datang. Tak kupercaya kau datang.

Peter, ini hebat.

- Itu lucu sekali. Ya. - Terima kasih.

Aku tak sadar itu komedi

sampai ada yang bilang, lalu semua jadi jelas.

- Berapa lama kau di sini? - Belum tahu.

- Berani. - Ya.

Ya, aku lihat-lihat beberapa sekolah.

- Selamat. - Ya, mungkin.

Kau tak menelepon.

Kau melarangku. Dan aku menurut.

- Benar. - Itu tak mudah.

Aku mungkin menelepon sekali dan menutupnya.

- Tidak. - Dari nomor pribadi.

Tidak.

- Mungkin. - Peter!

- Kerja bagus. - Bergabunglah.

- Sebaiknya kau kembali. - Mau jalan-jalan selagi di sini?

- Mungkin kita bisa makan atau... - Ya.

- Ada nomorku? - Ya. Aku akan meneleponmu. Pergilah.

- Kemarilah. - Ya, aku harus ke sana.

Ya. Berbaurlah.

- Hei, Peter! - Bretter! Kemarilah dan temui ibuku!

- Pergilah. - Aku akan pergi.

- Hei, Peter. - Kerja bagus, Bretter.

- Dramanya keren. Bagus. - Bagus.

- Kerja yang bagus. - Bagus. Keren.

Keren sekali!

Peter, selamat.

Aku ingin berterima kasih. Aku bergembira malam ini.

- Bagus. Aku mau ganti baju karena gatal. - Sudahlah.

- Selamat. - Terima kasih.

Hei, Peter?

Aku baru akan meneleponmu.

Peter.

- Maaf. - Berhentilah tertawa.

Bisa berhenti tertawa?

Aku merindukanmu.

Aku hanya...

Aku mau bilang kalau aku sering memikirkan...

[ SUBTITLE BY NETFLIX ] Resync/Edited By (Coffee_Prison)

Musim gugur ini, Sarah Marshall kembali dalam peran baru.

Istrimu tak punya musuh yang kau ketahui.

Bersiaplah untuk serial terberani dalam televisi.

- Aku pulang, dan dia terbaring di sana. - Benar.

Di dunia yang tak tahu siapa yang harus dipercaya.

Charlie, siapa Franco Marconi?

- Tidak. - Senjata. Jatuhkan senjata.

Turuti naluri hewanmu.

[ NBC ] MUSIM GUGUR INI

- Bagaimana kau tahu? - Dia peramal hewan.

Sarah Marshall kembali dalam Animal Instincts.

Hidup itu payah.

Ke mana kau pergi, di situlah kau akan berada.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.