Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Mereka bertarung dengan baik melawan banyak elf.
Memang, tapi lokasi ini tak punya nilai strategis.
Setuju. Pencapaian mereka tidak layak dipuji.
Namun, mereka membantu kita mengurangi kekuatan Kekaisaran.
Kita harus menghukum mereka!
Bukankah maksudmu memuji mereka?
Mereka menentang Ratu!
Tapi mereka juga membantu menyelamatkan Kerajaan!
Menurutmu itu membuat mereka menjadi pahlawan? Aku tidak setuju!
Menurutmu mereka pengkhianat?
Entah mereka mau menjadi teman atau musuh Kerajaan
mereka sendiri yang akan memutuskan.
- Theodore. - Ya, Yang Mulia!
Kenapa kau sangat gugup?
Tidak, bukan apa-apa.
Saya hanya tak mengira Anda akan memanggil nama saya, Yang Mulia.
Kau bawahanku yang paling setia, bukan?
Ya! Tidak diragukan lagi, Yang Mulia!
Bagus. Berarti aku bisa memercayaimu untuk melakukan sesuatu untukku.
Kau ingin makan apa, Nana? Daging sapi atau ikan?
Bukankah itu kanibalisme? Tapi hiu selalu makan ikan.
Apa saja. Lapar.
Baik.
Mereka pasti menyajikan minuman dulu sebelum makanan!
Itu biasa dilakukan untuk merayakan kemenangan.
Jangan terlalu berharap. Kita kabur dari penjara, ingat?
Ya, tapi kita menghancurkan benteng Sang Pemikir sebagai gantinya.
Benar. Kita mengembalikan kedamaian ke negeri mereka.
Kuharap itu cukup untuk meyakinkan mereka.
Kupikir aku sudah membuktikan betapa berharganya aku.
Ya, kalau bermain dengan lumpur dianggap berharga.
Jelas trik menembak lebih dihargai!
Hai! Pahlawan kalian telah kembali!
Terima kasih sudah menunggu untuk memulai pesta besar...
Suasana canggung apa ini?
Di mana jamuan untuk kami?
Sulit dipercaya kalian kembali.
Ya! Itu tidak mudah, percayalah!
Kalian kabur dari penjara
membuat kami kebingungan
selain itu, kalian menyerang wilayah musuh tanpa izin.
Beraninya kalian kembali!
Apa konsep malu tidak ada di dunia kalian?
Kami disuruh untuk datang ke sini.
Lagi pula, siapa kau?
Hei. Ada apa ini?
- Ini... - Diam.
Jangan bicara.
Kami membuat kalian memenangkan perang lebih mudah.
Kalian tidak dengar?
Kami menghancurkan benteng Sang Pemikir...
"Sang Pemikir," katamu?
Apa dia salah satu jenderal Kekaisaran?
Benar. Dia musuh kalian. Lalu kami...
Tapi "Sang Pemikir" berasal dari dunia kalian.
Kalian hanya membereskan kekacauan yang kalian buat sendiri.
- Benar, bukan? - Itu...
Kami juga membebaskan para elf.
Bukankah itu pencapaian?
Benar. Itu pencapaian signifikan.
Tapi manusia dari dunia kalian juga yang mencuci otak mereka.
Bukan salah kami. Itu perbuatan Kekaisaran...
Jangan lupa apa yang terjadi sebelum itu!
Kalian mengacau di Penjara Besar
membebaskan para tahanan
dan membiarkan musuh merebut benteng yang ditugaskan pada kalian!
Selain itu, kalian tak pernah berniat memperbaiki perilaku kasar kalian
mengganti pakaian aneh kalian, atau sikap lancang kalian.
Selain itu, kau ini apa?
Aku belum pernah melihat makhluk setengah manusia sepertimu.
Apa kau tahu kegaduhan yang kau timbulkan pada rakyat kami
hanya dengan berjalan di luar sana?
Nanaue!
Kau langsung menggunakan kekerasan! Kau hanya ikan bodoh, bukan?
Baiklah. Begitu rupanya.
Apa?
Kau tidak akan menerima kami, bukan?
Kau sama seperti polisi pengecut
yang menangkap penjahat hanya untuk menindas mereka.
Berengsek!
Itu maksudku! Sikapmu sangat tidak sopan!
Terutama dengan riasan konyolmu!
Jaga sikapmu!
Berhenti!
- Datanglah, Pedangku! - Hentikan.
Sial!
Kau ingin membelah perutnya lagi?
Seperti yang kau lakukan di penjara?
Jawab aku!
Beginikah cara kalian bekerja di sini?
Apa yang kalian lakukan? Penjaga, serang!
Sial.
Sayang sekali.
Kalian seharusnya tidak menyakiti seseorang dari kerajaanku.
"Sayang sekali"?
Lihat siapa yang bicara.
Kau sendiri yang menyuruhnya.
Aku tidak mengerti maksudmu.
Segera eksekusi mereka.
Yang Mulia, itu berlebihan!
Cecil.
Yang Mulia!
Baiklah.
Eksekusi si setengah manusia saja.
Karena pencapaian kalian dalam perang
dengan mengalahkan dua jenderal musuh
yang lain akan diasingkan.
Sial! Berengsek!
Mundur.
Tunggu!
Apa?
Seharusnya bukan ini yang terjadi. Aku sungguh minta maaf...
Bisakah kau berhenti meminta maaf?
"Maaf! Tolong maafkan aku!"
Mendengar omong kosong itu membuatku makin marah.
Aku kira akan ada jamuan besar.
Nana berharap itu juga.
Astaga, Kau bahkan tidak mencoba menghentikannya, bukan?
Padahal kalian yang memohon bantuan kami.
Aku...
Astaga, aku membencimu.
Kau hanya bisa bicara.
Apa ucapanmu sebelumnya?
Rasanya salah hanya mengikuti perintah?
Jangan membuatku tertawa.
Jika kau takut tak mematuhi ibumu, kenapa kau tak terus jadi bonekanya?
Lebih baik seperti itu.
Karena kami jadi tidak perlu bertarung.
Bidikannya tetap tajam walau dia mabuk!
Ya! Kita menang taruhan! Aku traktir minuman!
- Tidak mungkin. Dia berhasil... - Benar, Pramutama?
Sial.
Baik. Ambil ini, Berengsek.
Terima kasih!
Hanya sekali ini saja, ya?
Aku hanya menampilkan trik ini di acara spesial.
Percaya padaku, ini akan "melelehkan" hatimu...
Dundun Dun Dundun.
Dundun Dun Dundun.
Dundun Dun Dundun.
Dundun Dun Dundun.
Gila! Sihir yang aneh.
Aneh sekali!
Apa? Kalian seharusnya terkesan!
Aku mereka ulang adegan paling terkenal dalam sejarah film!
Apa? Apa itu "film"?
Benar. Aku lupa kami ada di Isekai.
Hidup kalian sangat menyedihkan tanpa ada film sebagai hiburan.
Dengar, film adalah...
Kau harus berhenti minum.
Jangan samakan aku dengan yang lain!
Aku tidak bisa mabuk.
Hanya orang bodoh yang bisa lepas kendali dan terus minum.
Kuncinya adalah ketenangan.
Tenangkan pikiranmu
dan matamu akan terbuka pada kedamaian di dasar botol.
Aku tidak enak badan...
Baiklah.
Kau masih minum?
Sekarang waktu yang tepat untuk minum.
Apa itu?
Ini? Keren, bukan?
Aku mengambilnya sebagai uang pensiunku.
Kau mencurinya.
Ayolah. Berhentilah minum.
Kecuali kau mau minum sampai mati.
Bukankah itu lebih nyaman bagimu?
Apa?
Maksudku, wanita tua itu, bosmu, mencoba
untuk mengambil... Apa namanya?
- Sumber daya dunia in
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.