Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Nonton sambil dapat cuan? Pause sebentar & Kunjungi link dibawah! -> klik.site/maxwin2
Film ini merupakan karya fiksi berdasarkan peristiwa bersejarah.
Semua karakter, jabatan, organisasi, dll didramatisasi
untuk tujuan sinematik saja.
...1969
Ketua skuadron
kita harus meninggalkan area misi.
Kita harus kembali, pak.
Mengalami kesulitan?
Sama sekali tidak, ini gampang.
Yeah? Manuver berbalik!
Manuver berbalik!
Turun!
Balikkan pesawat!
Bagaimana? Lumayan 'kan?
Tak tertahankan, pak.
Mendongaklah.
Dong-cheol, kau suka pemandangan ini?
Kapten.
Ini luar biasa.
Sangat mempesona!
Ini Bravo-Delta, Tango 1, jawab!
Batalkan misi, batalkan misi!
Koordinat target, Area 3-1, 10.000 kaki!
Ini bukan latihan!
WILAYAH UDARA KOSUNG, PROPINSI GANGWON
Hotel-Lima 5208!
Perbatasan Korea Utara di depan, belokkan pesawat!
5208, jawab, jawab!
Tak ada respon, akan kuperiksa kokpitnya.
Kursi si Kapten kosong, Co-Pilot nya di kendali.
Min-su?
Identitas Co-Pilot terkonfirmasi.
Prajurit Cadangan Angkatan Udara, Seo Min-su!
Min-su, ini aku!
Kau mengarah ke Korea Utara, belokkan pesawat!
Berdasarkan tujuan penerbangannya, Co-Pilot berniat menyebrang!
Tango 1, tembakan peringatan!
Siap!
Senjata aktif!
Target terlihat!
Jika kalian semua ingin mati,
ayo belokkan pesawat.
Jangan tembak! Ada yang tak beres!
10 mil sampai ke perbatasan.
Tango 1, meminta laporan situasi 5208!
Tetap menuju Utara! Mungkin ada orang lain di kokpit!
Tango 1! Tembak di mesin kanan dan paksa untuk mendarat!
Tak bisa!
Ini pesawat penumpang.
Ketua Skuadron disini!
Pesawat mesin kembar bisa mendarat hanya dengan satu mesin! Tembak saja!
30 detik lagi sampai perbatasan!
Jika bahan bakar kebakar, semua orang bisa mati!
Kau harus tembak sekarang juga supaya mendarat di wilayah kita!
Ini perintah, tembak sekarang!
Tae-in, ayo! Tembak saja!
Melintasi perbatasan dalam 10 detik!
Apa yang kau lakukan?! Tembak sekarang!
Minggir, akan kutembak!
5 detik!
4
3
2... / Tak bisa.
HIJACK 1971
Menurut kalian siapa yang kututup telponnya sekarang?
Aku kurang yakin...
Kubilang jangan mengganggu!
Maaf, pak!
Kantor Kepresidenan mengatakan panggilan terus terputus...
Biarkan mereka tersambung selama 2 menit.
Maaf? Baik...
Gara-gara kamu, 51 warga kita dibawa ke Korea Utara.
Apa susahnya menembak satu mesin pesawat jelajah?!
Aku tak bisa ambil resiko atas tindakan yang akan dilakukan pembajak terhadap pilot...
Tak ada tanda-tanda pembajakan!
Min-su saat itu bertingkah aneh.
Kau kenal dia, dia tak akan bersedia menyebrang ke Korea Utara!
Dengar.
Apa Presiden peduli dia itu pria seperti apa?!
Tinggal semenit lagi, silahkan beralasan yang meyakinkan.
Mereka semua masih hidup.
Setelah pemerintah memulai negosiasi...
Negosiasi dengan komunis?!
Teruslah beralasan senjata gagal fungsi.
Dasar bajingan tidak patuh!
Dong-cheol, kau diskors dari penerbangan selama sebulan.
Tae-in, ajukan surat pembebasan tugas.
Bubar.
Tae-in.
Seberapa banyak keluarga besarmu?
Sekitar 20, pak.
Berapa 20 kali 51?
1000 lebih, pak. / Ingat,
semua orang-orang itu akan menderita gara-gara keputusanmu yang sok kemanusiaan itu.
Pemulangan kru pesawat YS-11 dan penumpang telah diputuskan.
Bertempat di Zona Demiliterisasi besok, dan mereka akan disambut oleh keluarganya...
Kim Yong-dae, dibebaskan.
dan jurnalis dari kedua domestik serta media internasional.
Pemulangan akan tertahan dan menjalani penyelidikan menyeluruh,
sebelum kembali ke rumah mereka.
Daftar penumpang saat ini yang dikonfirmasi dipulangkan sebagai berikut:
Kapten Yoo Joon-seok...
Saljunya sudah disekop?
Apa itu?
Apa orang-orang tak menonton berita?
Ini sudah lama sekali sejak nama Min-su dibersihkan.
Kau hapus saja, ya? [KOMUNIS! MATA-MATA!]
Akan kuambil cat. [KOMUNIS! MATA-MATA!]
Biar kubawa itu.
Young-sook!
Silahkan lewat sini.
Aroma masakannya enak sekali.
Yeah?
Sudah selesai? / Ya, sudah selesai.
Baguslah.
Ini seperti baru 'kan? / Bagus sekali.
Joon-woo, jaketmu bisa kusut.
Biarkan saja dia. Bayangkan senangnya dia ayahnya pulang.
Kita juga senang.
Kau dan aku harus ke salon rambut besok.
Apa rambutku terlihat berantakan?
Aku tak sempat merawat rambut.
Young-sook,
semoga masakan istriku separoh enak masakanmu.
Kepingin sekali kelaparan mulai besok?
Whoa. / Makanlah selagi panas.
Joon-woo, mau cicipi?
Tidak. / Tak mau?
Bibi. / Yeah?
Mie gelas. / Tentu.
Kamu makan yang banyak.
Ini kutambah.
Ini sangat enak. / Yeah?
Terima kasih.
Karena apa?
Karena mengurus kami,
nanti kubalas kebaikanmu seumur hidup.
Tak usah begitu, ini sudah semestinya.
KEMBALINYA 11 PENUMPANG YS-11
ZONA DEMILITERISASI KOREA
Jangan melakukan kontak dengan para repatriasi!
Mereka diperbolehkan pulang setelah penyidikan,
jadi jangan dekati mereka!
Kau lihat dia? / Bentar.
Naikkan para repatriasi ke bus.
Semua keluarganya suruh minggir.
Kenapa suamiku tidak datang?
Apa sudah semuanya?
Pak, total 39 repatriasi sudah naik.
Berangkatkan busnya.
Kapten!
Mana sisanya?
Mohon perhatian!
Hari ini ada total 39 repatriasi!
Sisa 7 penumpang, 2 kru pesawat, 2 pilot
tak masuk daftar hari ini, maka silahkan pulang!
Tunggu sebentar!
Mestinya kau jelaskan mengapa mereka tak masuk daftar?
Sudahlah, bereskan!
Jalankan bus!
Pak, bagaimana nasib mereka yang tidak masuk daftar?
Pemulangannya ditolak.
Partai Komunis tidak mengirim mereka.
Ingat,
semua orang-orang itu akan menderita gara-gara keputusanmu yang sok kemanusiaan itu.
[39 Penumpang Korean Air Lines Dipulangkan]
39 dari 50 yang diculik telah dibebaskan
sementara 11 lainnya ditahan oleh Korea Utara.
Kesaksian yang dipulangkan menyatakan 11 orang itu diisolasi dan dibawa
dikarenakan punya kemampuan khusus.
Sementara itu, Korea Utara mengkalin telah menawarkan $2 juta pada pembajak Cho Chang-hee,
diduga mendorong aksi teroris terhadap Korea Selatan.
Pemerintah menerapkan langkah-langkah seperti mengerahkan marsekal udara bersenjata...
1 TAHUN KEMUDIAN
BANDARA SOKCHO
Barang kami sudah terjual habis!
Habis! Habis!
Itu pesawatnya!
10.
Mendarat.
Rem parkir aktif.
Cek.
Rem parkir aktif.
Cek.
Terima kasih, semoga harinya menyenangkan.
Terima kasih, sampai ketemu lagi.
Kerja bagus.
Korea Utara Harus Segera Mengembalikan Warga Korea Selatan yang Diculik
Min-su... semoga saja dia selamat dan sehat di Korea Utara.
Apa sudah melakukan pendaratan solo?
Belum, Kapten.
Sudah setahun, apa kapten lain tak mengijinkanmu?
Apa kau berniat mau memberiku kesempatan?
Lain kali, kau akan mendapat kesempatan.
Aku turun dulu.
Silahkan.
Terima kasih, Kapten.
Terima kasih, pak. / Hati-hati.
Ok-soon, apa kau tahu?
Pilot lain tak tahan sama Co-pilot itu.
Kenapa begitu?
Dia dulu pilot pesawat tempur yang tidak mematuhi perintah tahun lalu
dan membiarkan pesawat penumpang itu menyebrang ke Korea Utara.
Kuyakin ada alasannya.
Alasan apa?
Aku menganggap, dia diasingkan.
Aku yakin.
Korea Utara Harus Segera Mengembalikan Warga Korea Selatan yang Diculik
Nonton sambil dapat cuan? Pause sebentar & Kunjungi link dibawah! -> klik.site/maxwin2
Bukankah koefisien merupakan kelipatan 2?
Rumus yang merata.
Kamu dari Woochang Tengah?
Ya.
Senang bertemu denganmu, aku juga berasal dari sana.
Senang bertemu denganmu.
Hey, apa kau tak mau terbang bersamaku?
Apa serunya terbang sendirian?
Hai, kamu.
Apa kau mau cokelat?
Boleh.
Permisi.
Silahkan.
Nih.
Terima kasih. / Apa kamu jago lari?
Ya.
Sembunyi disini?
Selamat datang, pak.
Yeah, minta satu.
"Hope"?
Apa enak?
Aku suka desainnya.
Kenapa kau tak menembak?
Dengar-dengar dulu Min-su atasanmu.
Ya.
Kuingin tahu apakah kau bisa dipercaya menjaga keselamatan penumpang kami.
Aku dulu agak gugup.
Karena Min-su berada di kokpit?
Karena para penumpang.
Kulihat dia menggelengkan kepalanya,
seolah dia tak mau membahayakan para penumpang.
Kau gagal sebagai seorang prajurit.
Tapi pilot komersial pasti bisa.
Benar.
Membuat keputusan logis di situasi begitu?
Ini soal naluri, naluri menyelamatkan orang lain.
Bila kusudah tembak mesin itu dengan akurat, apa semua orang bakal selamat?
Siapa yang tahu.
Tak ada yang mau berkedip kalau semuanya bisa kembali ke rumah.
Semuanya ini hanya soal hasil.
Maafkan aku, pak.
Tadi kau ngapain?
Aku harus buang air besar...
Apa kami berangkatnya besok?
Sebentar, minggir!
Hentikan!
Sebentar! Sebentar!
Apa yang kau lakukan?
Maaf, permisi!
Jangan dorong-dorong!
Ow, itu panas!
Bisa buka pintunya?
Matikan rokoknya!
Ya ampun, mereka akan berlarian kayak anjing 'kan?
Ok-soon, kapan mereka akan mulai menjual kursi yang dipesan?
Tak lama lagi.
Seberapa cepat kau lari 100 meter?
Dalam 11 detik.
Kubilang 100 meter, bukan 50 meter.
Memang itu yang kumaksud.
11 detik? Kau bukan pelari Olimpiade.
Selamat siang, selamat da... / Sini, sini!
Mohon jangan berlarian!
Selamat siang, selamat datang.
Silahkan masuk.
Kau memang pelari Olimpiade.
Selamat siang, selamat datang.
Mohon jalan pelan-pelan.
Kita hampir sampai di depan.
Aku akan duduk dekat jendela.
Selamat siang, selamat datang.
Bu? Bu!
Bu?
Kau boleh pakai sepatunya.
Sepatumu.
Ibu, sepatumu.
Mari duduk disini.
Ups! Maaf, tasku yang duluan duduk situ.
Apaan?
Pindahkan.
Sebaiknya jaga nada bicaramu.
Hormatlah sama yang lebih tua.
Sayang, kita bisa duduk disini.
Minggir! Minggir!
Tn. Park!
Mau lewat!
Maaf, Tn. Park, lewat sini.
Ramai sekali hari ini.
Sebelah sini, pak.
Dekat barang bawaan?
Kau kalah dari anak itu?
Ijinkan kutaruh mantelmu di bagasi atas.
Terima kasih.
Astaga, kemana kau jentikkan abu rokokmu?
Pak.
Kau tak boleh buang abu rokok ke lantai.
Silahkan pakai asbak ini.
Sirip sayap, siap. / Sirip sayap, siap.
Cek.
Biar dia naik pesawat bawa itu!
Apa kau tak tahu itu tidak diperbolehkan?
Ada apa itu? / Jangan bersikap begitu!
Itu tak diperbolehkan disini!
Bukan seolah barang kecil ini bisa membuat berat pesawat.
Kenapa dia tak boleh?!
Dengar, tuan, apa kau tak merasa bersalah padanya?
Permisi! Permisi!
Lihat, pilotnya datang.
Ada apa ini? / Co-pilot.
Ada seekor ayam di dalam kabin.
Ayam?
Sudah kubilang ke dia berkali-kali itu tidak diperbolehkan...
Menurut hukum keamanan penerbangan...
Apa tak bisa itu ditaruh di bagasi kargo? / Tak ada kurungannya,
bisa penyet dalam bagasi. / Dilarang bawa binatang. Titik. Ngerti?
Putriku sakit...
Tolong berdirilah. Akan kucarikan solusinya.
Pak Pilot.
Singkirkan saja ayam itu dan terbangkan pesawat ini!
Dia mau masak ayam itu untuk putrinya yang sakit!
Mohon, tenang dulu.
Aku mengerti!
Kami tak bisa lepas landas kalau ada keributan di kabin.
Rute busnya dihentikan, apa kau tak mau pergi ke Seoul?
Tentu saja kumau. / Mau 'kan?
Kalian harus ke Seoul. / Tentu, kami mau.
Kumohon kerjasamanya.
Bu, pegangi ayamnya.
Tapi, pak... / Sebentar.
Marsekal, biar aku atasi ini, tolong siapkan lepas landas.
Pesawat kita sekarang akan lepas landas.
Mohon pasang sabuk pengamannya.
Kita mau lepas landas, silahkan duduk.
Mohon pasang sabuk pengamannya, terima kasih.
Angkat bagian ini dulu.
Hotel-Lima 5212,
angin, 190 pada 11 knot.
Aman untuk lepas landas.
Aman untuk lepas landas.
Landas pacu 05, Hotel-Lima 5212.
Landas pacu aman.
Lepas landas, mulai lepas landas.
V1.
Putar!
23 JANUARI 1971, 13:07
Lihat, rumah itu sekecil kacang!
Aku bisa menyaksikan keajaiban begini berkat putraku yang seorang jaksa.
Lihat, lihat.
Dia pasti bisu. / Sudahlah.
Pastinya frustasi tak bisa bicara.
Hentikan berbahasa isyarat, ini memalukan.
Itu.
Ya ampun.
Kenapa kau terus mengendus-endus? Ini jelas bau tai ayam.
Apa ayam itu eek?
Bentar!
Ini.
Wow...
Ya ampun, dia bertelur.
Nih, cobalah.
Apa? / Ayo.
Tapi ini sangat berharga...
Kenapa kau bepergian sendirian?
Ibuku meninggal, dan aku akan tinggal dengan kakak tertuaku.
Ya ampun, bisanya dia mennggalkan anak yang baik begini?
Saat aku kembali dari luar kota, dia kelaparan sampai mati.
Aku mengremasi mayatnya dengan tanganku sendiri.
Itu buruk sekali, nak...
Akan kuaktifkan autopilot-nya.
Ya.
Hey, mau coba rokok impor?
Boleh?
Ini cuma rokok.
Terima kasih.
Kuingin kau yang mendaratkan hari ini.
Apa bisa?
Kuingin lihat kemampuanmu,
dan menyerahkan nyawaku ditanganmu.
Sekarang kita akan mulai layanan saat terbang.
Kau berikan ini pada kami?
Kami ada teh hitam, kopi dan cemilan.
Bu.
Ini nanti bakal lebih lama
sampai kau bertemu dengan putrimu.
Kau suka belut?
Aku tak pernah makan belut.
Tanpa minum.
Belut dan minuman itu berdampingan.
Tentu.
Maka mari kita adakan pesta saat kita mendarat di Gimpo,
sama minum. / Pasti menyenangkan, Kapten.
Bom!
Ada bom! / 3.
2.
1!
Kapten, tarik!
Kita kehilangan ketinggian!
800!
7!
6!
5!
4!
3!
2!
Kita bisa menabrak pada ketinggian segini, tarik lebih kuat!
Dorongan penuh...
Kapten, dorongan penuh!
Dorongan penuh!
Periksa level keseimbangan. / Level keseimbangan.
Level stabil.
Tae-in, apa yang meledak?
Aku kurang tahu.
Cek tekanan minyak. / Ya, pak.
Masih bagus, pak.
Arahkan ke laut!
Turuti perintahku
maka tak ada yang mati.
Ke arah laut.
Oke, baik.
Tapi aku harus periksa kondisi kabin dulu.
Sialan!
Kau tuli ya?! Arahkan ke laut!
Satu bom sudah meledak.
Status, cek. Aku harus periksa kabin dulu.
Kau buka mulut lagi, kupotong lidahmu.
Cek status lebih dulu.
Kami bisa turuti maumu.
Tae-in, pergilah ke belakang dan periksa badan pesawat.
Biar aku yang belokkan pesawat.
Aku pegang kendali!
Nonton sambil dapat cuan? Pause sebentar & Kunjungi link dibawah! -> klik.site/maxwin2
Tolong bisa injak ini?
Apa? Kau bilang apa? / Aku butuh bantuanmu.
Minggirlah. Biar aku saja.
Apa itu tadi? Apa yang terjadi?
Kita dalam situasi dibajak.
Tadi aku sedang memberikan teh hitam,
dan tiba-tiba penumpang dari depan mulai teriak...
Ok-soon, tak apa.
Tapi mana senjatanya?
Kau melihatnya?
Kalau kau menemukannya, sembunyikan rapat-rapat.
Ok-soon, aku butuh bantuanmu.
Sekarang kau bertanggung jawab atas keamanan kabin ini, ngerti?
Apa kusanggup melakukannya sendirian?
Kau pernah dilatih untuk ini, ikuti buku panduannya.
Kita tutupi dulu lubangnya.
Pergilah ke belakang ambilkan jaring.
Marsekal?
Marsekal.
Kau bisa bantu aku? / Tentu.
Apa yang sebenarnya...
Pelan.
Apa kita semua akan mati? Apa semua baik-baik saja?
Situasinya masih terkendali.
Mohon kembali duduk. / Baik.
Pegangi ini, ke posisi situ. / Baik.
Kencangkan kunci pada sisi itu. / Oke, terkunci.
Ok-soon, ambilkan kotak P3K.
Apa ada dokter atau perawat di pesawat ini?
Dokter atau perawat?
Ya begitu.
Apakah ini masalah politik atau kau menginginkan uang?
Aku tak tahu soal politik.
Lurus saja terus.
Ke Oeongchi. / Di area Sokcho?
Apa itu wilayah asalmu?
Balutannya agak kendor.
Akan kukencangkan sekarang.
Ow! / Tolong yang pelan.
Akan kuperiksa.
Tahanlah.
Ok-soon, tolong pinsetnya.
Tn. Park...
Tahanlah.
Uangku, itu uangku yang paling berharga...
Tekan ini. Kau tak apa-apa.
Terima kasih.
Ok-soon, pergilah ke kokpit, Kapten juga butuh bantuan.
Pak Pilot.
Kita menuju kemana?
Kita akan ke Seoul 'kan?
Ya.
Kujamin kau sampai tujuan.
Ada lubang di pesawat ini, kita sekarang kayak lagi perang!
Bagaimana mungkin kami tidak cemas!
Kau bilang apa?!
Kalian lihat ini?
Huh?!
Kalau kalian tak mau mati, tundukkan kepala.
Pakai ini.
Diam semuanya!
Pesawat ini sekarang menuju ke...
Korea Utara.
Mayday, mayday, mayday.
Hotel-Lima 5212.
Hotel-Lima, kami situasi sedang dibajak...
Mayday, mayday, pembajakan pesawat..
Ahhh..!
Jika kalian menghubungi lewat radio tanpa ijinku...
ini akan meledak.
Tetap di pesisir dan menuju Utara.
Baiklah, menuju ke Korea Utara.
290.
Ketinggian 3.000 kaki, kecepatan 240 knot.
Kencangkan kopling.
Bagus! Ikuti saja perintahku.
Ok-soon! Tolong kemarilah.
Kapten butuh perawatan.
Ok-soon, cepat!
Masuklah.
Kapten, matamu tak apa-apa?
Tak apa, buta satu mata tak membuatku mati.
Kenapa kau sangat maksa untuk pergi ke Korea Utara?
Apa kita lagi pawai kematian?
Orang tinggal di sana juga, tahu.
Kakakku dibawa ke sana selama perang,
tapi menjadi pejabat dan hidup mewah.
Jadi, kau melakukan ini untuk menemui kakakmu?
Orang ini menjadi pahlawan di sana
saat dia membawa pesawat dari Gangneung.
Penyebrang Heroik Cho Chang-hee! Datanglah ke Utara!
Membawa pesawat ini ke sana aku bisa mendapat $2 juta.
Mari bertukar kursi.
Mengapa?
Berdirilah.
Ayo.
Hey!
Hey kamu!
Saat orang itu kembali kita sergap dia dan lumpuhkan.
Sergap dia?
Apa...
Kalau kita diculik sekarang, keluarga kita bakal mati kelaparan.
Dan bagaimana kalau kau terbunuh?
Pedagang kayak kita tak ada gunanya di sana, mereka akan memulangkan kita!
Apa kau sudah lupa?
Dulu aku polisi selama Perang Korea!
Bagaimana mungkin mereka tahu itu?
Pak, aku ikut denganmu.
Kau yakin?
Seorang nelayan di desa sebelah dibawa ke Korea Utara.
Dia berhasil kembali,
tapi polisi terus-terusan menyiksanya karena dia dianggap mata-mata.
Berdiri.
Ok-soon.
Saat kita melintasi perbatasan, hancurkan semua Identitas penumpang.
Identitas?
Mungkin kita tak kembali.
Kau siap? / Ya.
Ikat dia erat-erat.
Dia suruh ikat erat-erat.
Bisa kau tarik kencang? Ini keliru. Tarik ke arahmu, pak.
Brengsek!
Ke belakang. / Baik.
Ada turbulence di depan, pegangi koplingnya.
Sekarang!
Apa itu?
Kita harus bagaimana? / Aku tak bisa melewati turbulence sensirian.
Tumbangkan dia sekarang!
Tidak! Kumohon!
Kau mau mati?!
Ke kanan! Ada celah.
Gil-ja, cepat! Minggir!
Ini akan meledak!
Kau komunis!
Ini sudah berakhir, kau komunis bangsat!
Aku tak bisa napas gara-gara bau komunismu!
Enyah kau!
Komunis, komunis!
Co-pilot!
Tae-in!
Orang brengsek kayak kamu...
Tunggu, kumohon! / Lepas!
Hentikan.
Apa kau ke sini untuk membunuhku?
Jangan sakiti penumpang. Aku mohon.
Tundukkan kepala kalian!
Menunduk!
Kalian semua ingin mati?!
Kamu juga! Berlutut!
Aku tak tahan lagi! / Tolong jangan lakukan ini, nak.
Apa kau tak dengar yang kukatakan?!
Sebentar lagi kita akan menyebrangi perbatasan, kita tinggal mendarat saja.
Tolong hentikan.
Tolong! Hentikan! Hentikan!
Apa kau mau sampai ke Korea Utara sebagai pembunuh?
Tolong hentikan, aku mohon.
Dia pantas dihukum.
Pak Pilot.
Korea Utara tak menanyakan masa lalu kita.
Baik, aku paham.
Pergilah.
Dia akan baik-baik saja.
Siapapun tolong, kumohon tolonglah...
Biarkan aku lewat.
Ada orang terluka.
P3K MASKAPAI
Kumohon tolonglah...
Penumpang sekalian, disini Kapten yang bicara.
Pesawat kita terpaksa masuk ke Korea Utara.
Sesuai perintah pramugari, mohon hancurkan Identitas KTP kalian.
Sebentar lagi kita akan memasuki wilayah udara Korea Utara.
Mohon hancurkan KTP kalian.
Apa kita sungguhan ke sana?
Ok-soon.
Bisa lepaskan aku?
Mohon hancurkan KTPnya dan serahkan.
Terutama mereka yang tentara, polisi, PNS, dan insinyur.
Kita memasuki Korea Utara, mohon hancurkan KTPnya.
Terutama mereka yang tentara, polisi, PNS, dan insinyur.
Kita melintasi perbatasan.
"Jaksa"
Mohon hancurkan KTPnya.
Terutama mereka yang tentara, polisi, PNS, dan insinyur.
Kenapa ibu memakannya?
Buat apa ibu memakannya?
Aku tak apa-apa.
Ibu akan melindungimu meski di Korea Utara.
Hey, Yong-dae, apa kau di rumah?
Kami ke sini untuk inspeksi.
Yong-dae.
Kudengar kau menghubungi kakakmu di Korea Utara...
Itu tak benar!
Tolong jangan sebut-sebut komunis itu.
Tentu saja!
Apa kau sudah dengar?
Gerilya bersenjata komunis datang untuk membunuh presiden kita.
Kenapa kau punya semua selebaran komunis ini?
Apa itu? / Itu bukan punyaku!
Kau komunis brengsek!
Dasar kau kepa...
Kenapa kau lakukan ini terhadapku?!
Apa salahku?!
Jangan ganggu hidupku! / Kau bajingan!
Jangan ganggu aku! Aku bukan komunis!
Komunis sialan, sebaiknya kau dipenjara.
Berdiri!
Yong-dae!
Yong-dae!
Ibu!
Ibu!
Ibu!
Bu!
Bu, tidak!
Bu! Kumohon!
Bu!
Terutama mereka yang tentara, polisi, PNS, dan insinyur.
Lepaskan aku!
Apa kau akan biarkan dia membawa kita ke Korea Utara?
Ayo kita akhiri ini sebelum menyebrangi perbatasan.
Mohon hancurkan KTPnya.
Permisi. / Aku ingin melepaskanmu,
tapi aku takut...
Cepat.
Mohon KTPnya.
Lebih cepat.
Bentar.
Cepat.
Mohon KTPnya.
Ini tak bisa lepas.
Kau tak menemukan KTPnya? Biar kubantu.
Hey!
Bentar, tunggu.
Apa kau menaruhnya di saku?
Sebelah sini?
Sialan!
Tetap di situ.
Apa yang terjadi? / Kita kehabisan bahan bakar.
Tae-in, daratkan pesawat.
Ya, pak.
Mau coba-coba mengelabuiku?
Lihatlah, lihat meteran bahan bakar ini?
Kita sudah melintasi perbatasan,
kita berada di Korea Utara.
Apa kau mau...
bersumpah dengan nyawamu?
Pasti.
Kapten, mulailah penurunan.
Menurunkan.
Nonton sambil dapat cuan? Pause sebentar & Kunjungi link dibawah! -> klik.site/maxwin2
Kapten, berapa ketinggiannya?
Aku tak bisa lihat...
Kau bisa mendaratkan sendiri?
Pak, bisa kau pegang tuas saat pendaratan,
dan mengaktifkan pengereman?
Dia akan membunuh kita lebih dulu saat dia sadar kalau ini bukan di Korea Utara.
Yang benar saja?
Pegangi erat.
Kalau kau lepas, ini akan meledak.
Kau gila? Dia cuma anak-anak...
Apa?
Hey, nak.
Jangan nangis, jangan nangis.
Kubilang, jangan nangis!
Kau tahu yang dilakukan bocah lebih tua di desa kami pada bocah kecil?
Ingin membasmi komunis,
mereka menyiram air panas padanya.
Tak percaya?
Kau lihat ini?
Lihat ini?
Pegang erat-erat.
Apa yang kamu lakukan?! Kita sedang mendarat!
Naikkan pesawat. / Kita di Korea Utara.
Aku melihat danau Hwajinpo.
Apa landas pacu darurat itu bagimu terlihat seperti Korea Utara?
Naikkan pesawat.
Kalau tidak, dia yang akan mati bukan dirimu.
Maafkan aku! Aku tak mau mati!
Aku tak mau mati!
Tolonglah aku!
Tolonglah, aku mohon!
Aku tak mau mati! / Naikkan!
Tolonglah, aku mohon!
Kumohon.
Tolonglah, aku mohon! Aku tak mau mati!
Naikkan!
Tolong pak, aku tak mau mati!
Tolonglah, aku mohon! Dia akan membunuhku!
Pak! Kumohon!
Putar balik!
Kapten, pendorong!
Dorongan penuh!
Dorongan penuh!
Tae-in...
Tae-in!
Aku tak apa-apa...
Cukup, bajingan!
Mataku sudah parah, jika terjadi apa-apa padanya,
kita semua akan mati, dasar tolol!
Mati? Hidup itu lebih menakutkan.
Peluru selanjutkan akan ke kepalamu!
Aku mendengarmu dengan jelas.
Kembalikan anak ini dulu.
Kita bisa bicarakan ini.
Bangun.
Nak.
Nak, kau tak apa... / Bentar.
Pak Pilot.
Ibuku bilang padaku
sambil membersihkan nanah bekas luka bakar,
aku harus selalu mengambil tempat terakhir di hidup ini.
Saat aku masuk SMP menduduki peringkat teratas di kelasku,
seorang guru mengatakan aku membawa malu
pada sekolah, karena siswa terpintar adalah seorang komunis.
Seorang pecundang, bukan siapa-siapa di Selatan,
bisa menjadi pahlawan di Utara.
Pak Pilot.
kau dan aku bisa menjadi pahlawan.
Mengapa kau mau membahayakan nyawa demi mereka yang bukan siapa-siapa.
Kita bisa hidup mewah di Korea Utara.
Aku mengerti.
Baiklah, aku turuti yang kau minta.
Tapi turunkan penumpangnya lebih dulu.
Kita bisa turunkan pada jalur pendaratan darurat, hanya butuh waktu 5 menit.
Dan apakah kita hidup mewah ataupun jadi pahlawan,
akan kuturuti apapun yang kau minta.
Apa kau menganggap aku bodoh?
Mereka yang mau tetap disini biar disini.
Para penumpang ini punya keluarga besar lebih dari seribuan orang,
jika kita tetap ke sana, mereka bakal dicap sebagai komunis,
dan hidup sengsara sama sepertimu.
Kau membahayakan nyawamu dengan menemui kakakmu.
Aku juga membahayakan nyawaku.
Tolong, turunkan saja mereka.
Apa-apaan?!
Angkatan Udara! Itu Angkatan Udara kita!
Angkatan Udara kita datang!
Tae-in.
Rubah radio ke frekuensi darurat.
Frekuensi darurat.
...segera berbalik.
Kau memasuki zona larangan terbang.
Ini Angkatan Udara Republik Korea!
Berbalik ke Selatan.
Tango 1, memulai pencegatan jalur penerbangan.
Akan kuperiksa kokpit.
Hotel-Lima 5212!
Ini Angkatan Udara Republik Korea!
Kau terbang di zona larangan terbang.
Dong-cheol. / Putar haluan.
Putar haluan ke Selatan!
Tae-in.
Tae-in, ini aku, Dong-cheol.
Apa yang terjadi?
Skuadron Tango, cegat jalur terbang!
Tango 1, mulai penerbangan peringatan, Tango 2, siaga.
Baik, Tango 2, tahan posisi.
Dimengerti.
Memulai terbang peringatan.
Mereka akan menembak kita.
Jika betul, mengapa pesawat terakhir bisa mencapai Korea Utara?
Ok-soon!
Jangan nangis, ada Angkatan Udara.
Bagaimana kalau begini? Merasa baikan?
Target menuju 020.
Tidak merespon, mereka lanjut ke tujuan.
Tango 1, beri tembakan peringatan, tembakan peringatan!
Senjata utama aktif.
Tango 2, minggir!
Dimengerti.
Tembak, tembak, tembak!
Kau lihat?
Melintas ke perbatasan sekarang! / Mereka akan menembak mesin kita
dan memaksa kita mendarat. Kita harus hindari itu dulu.
Ini Lee Ok-soon.
Tekan interkom saat pesawat jet itu di belakang sayap kita lagi.
Ya, pak.
Tae-in! Tae-in! Jawab!
Dong-cheol, ini aku, jangan tembak!
Kami semua bisa mati kalau kau tembak tangki bahan bakar.
Situasinya beda dengan yang terakhir.
Skuadron MIG Korea Utara sedang ke sini.
Skuadron kami juga dilacak.
Ini bisa memicu perang.
MIG KOREA UTARA MELACAK DARI LANDASAN UDARA WONSAN
Tembak pesawat tempur Korea Selatan saat ditemukan.
Tango 1, paksa mendarat dengan menembak mesinnya!
Dimengerti.
Ok-soon, sebelah sana.
Co-pilot.
Co-pilot!
Gagal menembak mesin! Gagal menembak mesin!
Kau diijinkan menembak jatuh, tembak sekarang!
Tembak, tembak, tembak!
Aku akan mundur ke dalam awan.
Skuadron Korea Utara mendekati perbatasan, tembak jatuh sekarang!
Kapten, bersiaplah melepas bahan bakar!
Aku tak bisa lihat apa-apa.
Mereka akan di belakang kita lagi.
Siaga.
Lepas!
Target tak terlihat, jarak pandang terhalang, jarak pandang terhalang!
Kami menerima perintah untuk menembakmu jatuh, mendaratlah di pantai sekarang.
Baik, akan turun.
Kapten, aku akan mendaratkan di pantai.
Turunkan roda pendaratan.
Jangan macam-macam denganku!
Kita menuju Utara.
Menuju Utara!
Apa yang kau pikirkan? Tak ada waktu lagi!
Apa sungguh kau mau melintas perbatasan?
7 mil sampai perbatasan.
FOX 2, FOX 2,, kuulangi FOX 2!
FOX 2?
Skuadron Korea Utara mendekati perbatasan!
Tembak jatuh sekarang juga! / Dimengerti!
Tae in, FOX 2, FOX 2!
Pesawat putar balik! Apa yang kau lakukan?!
FOX 2...
Itu sinyal misil!
Kuulangi Hotel-Lima 5212,
peringatan terakhir, kembali ke Selatan!
5212! Kembali ke Selatan!
Tak mungkin menghindari yang ini.
Kita akan tertembak misil dan mati disini.
Tak ada waktu lagi, tembak jatuh sekarang juga!
Kuulangi, tembak jatuh!
Senangnya jalanku menuju ke neraka ditemani.
Tango 2, menyingkir!
Misil siap ditembakkan, minta konfirmasi untuk menyerang.
Aman untuk menyerang, tembak sekarang juga!
Dimengerti.
Tango 2, apa yang kau lakukan?!
Minggir!
Bravo Delta! Meminta pembatalan perintah tembak jatuh.
Aku akan memaksanya mendarat darurat.
Ini situasi pembajakan. / Ditolak! Tembak jatuh sekarang juga!
Ini situasi pembajakan.
Pembajak mengancam pilot.
Tembak jatuh sekarang!
Kuulangi, tembak sekarang juga!
Tango 2, minggir! Mundur sekarang!
Meminta sekali lagi!
Meminta perintah mundur! Meminta perintah mundur!
Target adalah pesawat penumpang!
Tae-in, ini kesempatan terakhirmu.
SKUADRON MIG KOREA UTARA
Ini kesempatan terakhir. / 5 mil sampai ke perbatasan!
Kita mendarat saja di pantai.
Tango 1, Tango 1. Patuhi perintah!
Sambil menghancurkan belatung yang memakan ibuku.
Aku sudah mati saat itu.
Terbang lurus.
Tae-in.
Kau sudah berusaha semampumu.
Jatuhkan pesawat ke daratan sebelum melintasi perbatasan itu.
Biarkan keluarga mereka yang mencari mayat-mayat mereka.
Jangan putar balik.
Tae-in.
Jangan putar balik!
10 detik sampai perbatasan.
9!
Tembak.
8! / Tembaklah aku, brengsek!
Tembak!
7!
6!
Manuver berbalik!
Pendorong! / Dorongan penuh!
Kalian membungkuklah dan pegangan erat!
Nonton sambil dapat cuan? Pause sebentar & Kunjungi link dibawah! -> klik.site/maxwin2
Hotel-Lima 5212 putar balik, menuju Selatan!
Mengarahkan moncong pesawat ke Selatan. Meminta perintah tembak jauh dibatalkan.
Meminta perintah tembak jauh dibatalkan.
Kapten, tolong pegang kendali.
Tae-in, apa yang akan kau lakukan?
Aku tak bisa lihat apa-apa.
Tarik tuas dalam 10 detik.
Pak, aku yang akan mendaratkan setelah aku kembali.
9...
10...
Biar aku saja!
Kemarilah ke kokpit.
Kapten.
Duduk di sampingku dan jadilah mataku.
Ini sudah berakhir!
Aku harus pergi ke Korea Utara!
Aku harus pergi!
Aku harus pergi!
Jangan berani bergerak!
Jangan bergerak!
Masukkan pinnya lagi.
Tolong hentikan ini.
Kami upayakan kau dirawat dulu.
Kau harus hidup.
Kita semua harus hidup untuk memastikan tak ada lagi yang teraniaya sepertimu.
Pak Pilot...
Jangan berani bergerak!
Kuperingatkan kau, jangan bergerak!
Bom! Merunduk!
Merunduk!
Itu bom!
5212! 5212!
Kapten! Ketinggian berkurang!
Bagaimana statusmu? Badan pesawatmu goyang.
Bagus, berhasil.
Tae-in?
Co-pilot! Pak!
Co-pilot! Pak!
P3K! P3K!
Co-pilot! Pak!
Kau mengenaliku?
Marsekal!
Apa yang terjadi?!
Pembajaknya sudah tewas!
P3K!
Hotel-Lima 5212, pembajak tewas, pembajak tewas!
Pandu kami ke pantai terdekat untuk pendaratan darurat.
Mengarahkan ke pantai, 150.
Pertahankan ketinggian.
Tae-in, masuklah sini!
Kalau kau tak apa-apa, masuklah sini!
Co-pilot! Kau pendarahan parah!
Kita hentikan pendarahannya dulu.
Biar kuurus.
Hotel-Lima 5212.
Pertahankan arah saat ini.
Pertahankan kecepatan saat ini.
Ini pereda nyeri, kau akan merasa baikan.
Marsekal!
Pin pengamannya...
Cari pin pengamannya!
Semuanya, cari pin pengamannya!
Harus ada yang tutupi ini!
Oke...
Beres. / Terima kasih.
Marsekal!
Apa ini betul?
Kau bisa lepaskan.
Dia berhasil, dia berhasil!
Bu, kita akan mendarat sebentar lagi, tolong kembali ke kursimu.
Tak apa, tolong kembalilah duduk.
5212, pertahankan ketinggian.
Mengarahkan ke pantai, 140.
Arah saat ini, 150.
Kencangkan sabuk pengaman, dan merunduk!
Bantu aku!
Tae-in! Masuklah sini!
Aku tak bisa mendaratkan sendirian!
Ya, aku datang...
Pak Pilot...
Pegangan aku, berdirilah.
Tae-in, pegang tuasnya.
Aku memegangnya.
Pak, roda pendaratan tak berfungsi.
Katup tekanan pasti tertembak.
Ada tuas manual di bawah pijakan situ.
Saat kuhitung sampai 3, tarik sekuat-kuatnya!
1, 2, 3!
Tarik!
Itu bergerak!
1, 2, 3!
1, 2, 3!
5212, lajumu terlalu cepat, kurangi kecepatan.
Ok-soon, bisa beritahu aku saat meteran kecepatan mencapai 180?
Baik.
Sekarang.
Co-pilot.
Aku tak apa-apa, tolong bersiaplah untuk pendaratan.
Ya, pak.
Akan bersiap untuk pendaratan.
Sebentar lagi kita mendarat! Bersiaplah untuk pendaratan!
Tae-in...
Pasang sabung pengaman dan merunduk. / Kau bisa lakukan ini?
Ya. / Bagus...
Lakukan pengumuman.
Para penumpang sekalian, disini Co-pilot yang bicara.
Kita akan melakukan pendaratan darurat di pantai.
Jaga-jaga terhadap benturan, mohon periksa sabuk pengaman...
dan tundukkan kepala.
Aku minta maaf tak bisa mengantar kalian ke tujuan.
Gil-ja... mengapa kau menangis?
Apa kau tak lihat pilot itu sudah berupaya keras?
Arah pantai, 140.
Semoga berhasil, tuan-tuan.
Aku melihat pantainya.
Apa yang terjadi?
Kenapa lampunya mati?
Mesinnya...
Tae-in, kita kehabisan bahan bakar...
Tae-in?
Co-pilot, pak?
Tak bisa tidur?
Kau sudah berusaha semampumu.
Mereka masih hidup,
jadi, mereka akan kembali.
Apa Min-su berpikiran begitu juga?
Setidaknya aku berpikiran begitu.
Selama kau masih hidup, akan bertahan apapun yang terjadi.
Beralih ke mode melayang.
Melayang.
Melayang.
Ada pesawat!
Evakuasi!
Buka sabuk pengaman! Keluar dari pesawat!
Ok-soon, kau disini?
Ya.
Kapten, kau tak apa-apa? / Ya, aku baik-baik saja.
Co-pilot! / Ok-soon,
uruslah penumpang lebih dulu.
Ya, Kapten.
Tae-in.
Kau tak apa-apa?
Ya...
Han-bong.
Han-bong, lompat!
Ayo ke belakang!
Lihat itu! / Ayo kita lihat!
Pegangi bawahnya, pelan! / Hati-hati!
Pegangi kakinya!
Keluarlah duluan. Pelan-pelan!
Sayang, tak apa, lompat!
Hati-hati.
Sekarang waktunya.
Tae-in.
Tadi itu peluang bagus dalam kegelapan.
Kapten, semua 59 penumpang sudah aman!
Co-pilot.
Co-pilot, bangun!
Tolong buka matamu, pak!
Co-pilot...
Semuanya masih hidup!
Mereka semua masih hidup!
Berkat pendaratan daruratmu.
Kerja bagus.
Tae-in...
Kerja bagus.
Kau berhasil...
Nonton sambil dapat cuan? Pause sebentar & Kunjungi link dibawah! -> klik.site/maxwin2
Pada 23 Januari 1971, Pesawat Korea f-27 mendarat darurat di Pantai Chodo di Kosung.
Seluruh 58 penumpang dan kru selamat, hanya 2 tewas yaitu pembajak 22 tahun dan Co-pilot yang menjatuhkan dirinya ke bom.
Meskipun terluka, pilot utama, Lee Kang-heun, berhasil melakukan pendaratan darurat,
suatu prestasi yang dianggap dalam sejarah penerbangan komersial.
Sementara itu, 11 penumpang dan kru YS-11, yang diculik tahun 1969, belum dipulangkan.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.