All language subtitles for Green.Room.2015.BluRay.REMUX.S-HD.MA.5.1-KRaLiMaRKo

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Subtitle dari KlikFilm Ripped and Synced by MonoProbe

Sial.

Sam.

- Sam, bangun. - Ada apa?

- Apa yang kau lakukan, Tiger? - Kita tidak menabrak?

Kau yang harus beri tahu kami, Brengsek.

- Kurasa aku tertidur. - Ya.

Selagi mesin mobil menyala.

Bagus. Terisi penuh.

Kau juga menghabiskan daya baterainya?

Kau mendengar radio?

Ada gelanggang seluncur sekitar 3 km dari sini.

- Dengan area parkir luas. - Seluncur es atau sepatu roda?

Anggap saja tempat itu dibuka. Kenapa?

Para pemain hoki menyerang.

Entahlah, Bung. Aku sudah melihat cukup banyak peseluncur yang handal.

Pukul 07.00? Baiklah. Aku akan ikut.

- Sam? - Tad.

Keren. Aku kerja di malam hari, tapi akan kususul kalian saat sarapan.

- Baiklah. - Aku di kamar 2 di atas.

Datanglah kapan pun. Silakan parkir di sisi area parkir.

Masuklah dari pintu belakang agar tidak ada yang melihatmu.

Baiklah. Setuju?

- Semua ini punya jamur. - Orang ini keren.

Kenapa? Karena dia bangun pukul 05.00 pagi...

...untuk mengoleskan sperma ke rambutnya?

Tidak, dia benar.

Riri.

Kau menelepon siapa?

- Apa ini urusanmu? - Aku akan kirim tagihannya.

- Aku mau tidur. - Kita akan minum-minum.

Satu, dua, tiga, empat, satu, dua, tiga, empat!

- Selamat pagi. - Selamat pagi.

Kau yang pertama tidur, ya?

Baiklah, aku bersama The Ain't Rights dari Washington, D.C.

Secara teknis, kami dari Arlington.

Bagus. Dan ini untuk Seaside HCFM.

- Bukan untuk Zine? - Aku akan membuat versi cetaknya...

...tapi ini akan diputar di stasiun kampus kami.

- Silakan, kalau memang bagus. - Ya.

Apa kalian sedang menggarap lagu baru?

Ya. Ada beberapa lagu. Mungkin cukup untuk 7 inci.

Keren. Apa kalian akan merilis satu lagu?

Ya, jika kami sanggup membiayainya.

Tidak, aku sungguh menyukai gaya analog.

Yang membuatku mengetahui fakta bahwa kalian sulit ditemui.

Kenapa tak ada keberadaan media sosial?

Karena memesan lebih banyak pertunjukan...

...menjual banyak album akan meningkat pesat.

- Ini bukan Hard Rock. - Tidak ada yang ingin kelaparan.

Tapi, saat kau mengerjakannya dalam dunia maya, kau kehilangan...

- ...tekstur yang bagus. - Apa maksudmu tekstur?

Hanya... Kau harus merasakannya.

Musik adalah efek. Waktu dan agresi.

Unik secara teknis.

Dan dibagikan secara live, lalu selesai.

Energinya tidak akan bertahan.

- Kecuali kau adalah Iggy Pop. - Ya, itu bagus untuknya.

Tapi, kurasa aku tidak ingin terus mendengar Minor Threat di tahun 70-an.

Tiger terus mendengarnya.

Aku tidak akan hidup seperti era 70, jadi...

Baiklah. Kita akan beralih ke salah satu tradisiku.

Masing-masing sebutkan band metal favorit kalian.

Hanya satu?

Jika aku menyebutkan Black Sabbath, apa aku akan bertemu Ozzy dan Dio?

Pemberitahuan, sebutkan saja nama bandnya.

Baiklah.

Misfits. Bukan, The Damned.

- Tidak, astaga. Misfits. - Poison Idea.

- Cro-Mags. - Itu juga bagus. Aku tahu.

Baik, katakan sesuatu, Bung.

- Bagaimana dengan Steely Dan? - Tidak, Candlebox.

Dia seorang Juggalo.

Britney Spears.

- Hei, kau akan mengedit ini, 'kan? - Aku bisa memotongnya sedikit.

Tidak, siarkanlah sesuai versi aslinya, Bung.

Kapan ini akan disiarkan? Mungkin kita harus mengisi acaranya.

Ya...

Pertunjukan terakhirku di pusat kota tidak berakhir dengan baik.

Banyak muntahan, kotoran.

Komisaris daerah mengetahuinya dan mencabut ijinku.

Kalian sudah dalam perjalanan.

Tidak, kau harus memberikan kami negosiasi harga.

Kami sudah bepergian sejauh 145 km.

Sudah ada barisan kerumunan.

Makan siang, 50 persen dipotong di muka dan...

...kalian akan menjadi berita utama.

- Apa masih ada yang punya tagihan? - Tidak.

Aku selalu tidak punya uang dan kesepian

Aku bertanya pada diriku Aku telah menjadi apa?

Aku telah menjadi apa?

Aku pasti mabuk, aku pasti teler

Aku bertanya pada diriku, aku telah menjadi apa?

Matikan itu.

Aku sudah beri bagianku, rumah itu juga sudah, tapi aku tidak...

Dibagi empat, masing-masing enam dolar.

687. 88 jika kau berkumpul.

Dasar badut mode menyebalkan!

- Astaga. - Tenanglah, Jujitsu.

Ya, kami juga tidak ingin masuk penjara.

- Kurasa kau baru mengakhiri tur ini. - Ya. Kita akhiri saja.

Baiklah. Jadi, kita akan menuju D.C. Bahan bakar kita cukup.

Kita harus menyedot bensin untuk sisa perjalanan.

Itu bukan masalah. Ada nasi dan kacang.

Kita bisa menuju utara, dengan membawa 80 dolar.

- Apa yang kau lakukan? - Aku mau menelepon sepupuku.

Aku bisa mengatur pertunjukan besar untuk kalian.

- Di mana? Di sini? - Di sini sepi.

Kalian harus beraksi di dekat Portland.

Kita curi saja vinilnya.

Baiklah. Semua beres.

Pertunjukan siang hari, besok, berkumpul pukul 13.00.

Kalian tampil pukul 15.00. Aku sudah meng-SMS alamatnya.

- Berapa bayarannya? - 350 dolar, dikurangi tagihanmu.

Asal kau tahu kebanyakan di sana adalah kumpulan anak punk.

Skinhead? Ada sebagian di setiap acara.

- Apa? DMS? Sharp? - Sayap kanan, atau...

...secara teknis, sayap kiri, tapi mereka tidak bergabung.

- Tapi, sepupumu tidak masalah? - Ya.

Jangan bahas politik, tapi tetaplah bersama Daniel.

Aku akan ikut, tapi dia dan pacarnya akan datang.

Aku harus membereskannya.

Jadi, mereka tidak akan membakar salib, 'kan?

Kami hanya memainkan musik rock.

Aku memainkan musikmu terdahulu, musik yang lebih berat.

Biasanya aku memainkan versi orisinilnya, tapi...

...karena yang ini tidak pernah terjadi...

Bisakah aku tetap memutar wawancara itu?

- Ya. Di radio apa? - 85,5 FM.

- Sarapan bagi para juara. - Tad-pole...

Maaf aku hampir menghapusmu.

Tidak masalah.

Aku mengerti.

Setidaknya dia bisa menggambar.

Ya, itu cukup manis.

Pat...

Ada sesuatu yang tidak pernah kukatakan padamu.

Untuk urusan itu...

Apa?

Apa yang baru kudengar tadi?

- Buka jendelamu. - Astaga.

- Kau teman-teman Tad? - Dia mengirim kami.

- Apa kau sepupu Dan? - Daniel.

Kalian tampak teler.

Satu malam di rumah Tad akan membuatmu teler.

- Dan jika pacarmu akan... - Jangan bahas itu.

- Baiklah, aku hanya... - Ya, tidak perlu khawatir.

Tidak usah membicarakan dia, aku dan gadis itu.

Pemain drum?

Pemain drum?

Pakai peralatan di sini atau milikmu?

- Pakai peralatanku. - Baiklah, pasang alat di sini.

Omong kosong.

Aren't Rights? Ya.

Tampillah di bagian ini. Jangan memblokir gang.

Si pemilik tidak mau tahu soal kode api.

Cek peralatan 15 menit lagi, kalian tampil 20 menit lagi.

Baiklah.

Hei, Tiger. Kau baik-baik saja?

- Ya. - Orang-orang ini menyeramkan, 'kan?

- Mereka memberi aturan ketat. - Kecuali itu kapal selam.

Hei. Aku punya ide konyol.

Di mana tadi kau katakan cadangan listriknya?

Ini seperti transformer mini, tiga wanita seperti XLR, tapi bukan...

Tes, tes, satu, dua.

Baiklah!

Tidak ada gitar.

Hei. Kita bukan, kan?

Ini adalah idemu. Kau mundur saja.

Aku akan beri tahu mereka kalau kau orang Yahudi. Ayo.

Hadirin sekalian. Kami band Ain't Rights.

Atau Aren't Rights. Sama saja.

3, 2, 1!

Brengsek!

Terima kasih. Itu versi cover.

- Apa selanjutnya? - Koroner.

Yang ini gratis.

Apa yang terjadi dengan kode api?

Maaf, Semuanya. Kami harus beri tempat untuk penampil utama.

Cowcatcher, ya?

Ya. Kami harus mengamankan tempat ini.

Ini dia. Semuanya ada di sana.

Kalian akan ikut denganku? Baiklah.

Akan kuambilkan satu lagi untuk di perjalanan.

Baiklah, ayo.

- Kau tidak apa-apa dengan itu? - Aku akan berhati-hati. Aku mengerti.

- Sial. Ponselku. - Apa?

- Ponselku. Aku akan ambil... - Biar aku saja.

- Terima kasih. - Ya.

Permisi.

- Astaga. - Hubungi polisi.

- Masa bodoh. - Hei, hentikan! Brengsek!

Sudah kubilang ikuti aku.

Tidak! Lari! Cepat, cepat, cepat!

Ya, kurasa begitu. Entahlah. Ada penikaman. Dia...

- Sial! - Mereka tidak mengunci pintunya.

Mereka tidak mengunci pintunya!

Tidak, jangan bicara dan jangan sentuh mereka.

- Tetaplah di situ! - Tidak apa-apa.

- Apa yang terjadi? - Tunggu sebentar!

Sesuatu yang mengerikan.

Baiklah. Tidak apa-apa.

Tidak apa-apa. Jangan khawatir. Masuklah kembali.

Masuk, ke ruangan.

Hei, cepat! Naik ke atas. Tidak apa-apa. Ayo.

- Ayo. - Tidak apa-apa.

- Ada apa ini? - Tidak apa-apa.

- Ya, Tuhan. - Matikan musiknya.

- Kau tidak mengunci pintu. - Kau ada di sana!

- Sampai aku tidak... - Diam!

Halo? Ya, kami mendapat gangguan.

Tadi aku melaporkan adanya penikaman.

Penikaman.

Apa yang terjadi?

- Apa kau menelepon Darcy? - Dia dalam perjalanan.

Dia tahu soal band itu. Bukan ini.

Kalian tidak bisa menahan kami di sini. Biarkan kami pergi.

Kami tidak menahan kalian. Kalian hanya tetap di sini.

- Ini giliran kalian. - Apa maksudnya itu?

Tenanglah! Semuanya tenang. Polisi menuju kemari.

- Kau lihat betapa mudahnya ini? - Brengsek!

- Lihatlah perbuatanmu ini! - Amber, tenanglah!

Ya. Kumohon.

- Darcy sudah di sini? - Belum. Aku butuh uang tunai 600.

- Kau baru mengambil 350. - Seseorang tewas.

Tetap harus mendapatkan pemasukan.

- Apa lagi yang kau butuhkan? - Pengikut sejati.

Bagaimana jika dua?

Mungkin dia tidak mati.

Aku hanya berkata...

Tak ada darah. Kau tahu? Mungkin dia...

Memang kita siapa berkata bahwa...

- Ayolah. - Apa yang kau lakukan?

Sial!

- Itu darahnya. - Ya, Tuhan.

Kita harus pergi. Kita harus pergi sekarang juga.

Kami tidak melihat apa pun.

Kami sangat mabuk.

Baiklah. Tunggu saja, ya. Polisi sedang dalam perjalanan.

Lebih dari yang dibutuhkan.

- Kau ingin aku melakukannya? - Tidak. Ini bukan yang pertama kali.

Cepat.

Ayo.

Baiklah. Sudah.

Biarkan mereka melihatnya.

Pisaunya.

Ini hampir mendekati kejahatan pidana, jadi jangan khawatir tentang itu.

Sebenarnya, kembalikan uang itu padaku.

- Apa? - Ini seperti voucher.

Kami akan menyimpannya untukmu. Ayolah

Jika kau menginginkannya kapan pun, akan kami gandakan.

Biar aku yang bicara.

- Kau korbannya. - Ya, Opsir.

Berlutut, kalian berdua. Pergelangan kaki menyilang.

Itu pemiliknya. Aku juga menghubungi dia.

Baiklah, biarkan mereka bekerja.

- Kau pemiliknya? - Ya, Bu.

Cowcather. Aman.

- Hei, di mana para polisi itu? - Ambil barang-barangmu.

- Bagaimana dengan kami? - Apa yang kau lakukan?

Aku sedang mengatasinya. Pegangan yang erat, Amber.

Musikmu lumayan bagus.

Apa?

Apa nama lagu kedua terakhirmu?

Toxic Evolution.

Itu sulit, Kawan. Itulah yang kulakukan padanya.

Baiklah.

- Dia punya enam peluru. - Sungguh?

- Jika kita semua pergi sekaligus... - Astaga, tunggu sebentar.

- Untuk apa? - Kami tidak melakukan apa pun.

- Tidak penting. - Ini disebut magasin.

Peluru adalah bagian yang akan masuk ke otakmu...

...jika kau terus bicara omong kosong.

Dan pistol ini hanya punya 5 magasin, bukan enam.

Karena semuanya besar dan hanya 5 yang muat ke silindernya.

Jadi, tolong diam dan jangan mengujiku.

Reece, kau memperburuk situasi.

Kita duduk. Dan kita menunggu.

Dan kita mati?

Tidak jika kau duduk dan menunggu.

Hanya ada satu panggilan ke 911 pukul 15.45.

- Lalu panggilan dariku pukul 15.47. - Kau menelepon?

- 911 menelepon kembali dan kujawab. - Tolong perjelas.

Siapa lagi yang tahu selain... Tadi kau bilang sepupu Daniel?

Tad. Dia meng-SMS alamat pada kami semalam.

Tapi, dia tidak tahu apa-apa.

Kecuali siapa mereka, di mana dan mungkin di mana mereka selanjutnya.

Sial. Periksa e-mail.

Mereka memainkan musik mereka di keramaian.

Kalau begitu, kita anggap seluruh dunia tahu.

Dan mereka akan melacaknya.

Berikan padaku.

Aku ingin mengulur waktu dan mengisi ini sampai kita bisa...

- Mengisi? - Itu tembakan yang cukup cepat.

Aku menghargai inisiatifmu dan kami semua sayang Werm.

Dia adalah saudara.

Mungkin kau sudah mengunjungi dia di penjara.

Itu memberikan perbedaan.

Kini kita semua dalam masalah. Karena tindakan impulsif.

Karena tindakan egois. Di bawah tempatku.

Kau melihat jalan keluar untuk ini?

Untuk mereka? Tidak.

Kita masih harus menemukan satu lagi.

Baiklah. Ini bagus.

Tidak ada senjata. Kau tidak punya papan tanda "dilarang masuk"...

- ...di kediamanmu? - Kami punya tanda "Awas ada anjing".

Itu lebih baik.

- Apa ada yang tahu kita di sini? - Tidak ada yang peduli. Tad?

- Kurasa kita harus pergi. - Kurasa juga begitu.

- Orang berikut yang bergerak... - Semuanya baik-baik saja?

- Waktunya pas. Gabe? - Ya. Bukalah.

- Tidak. - Di mana polisinya?

Kau ingin aku yang buka pintunya atau kau ingin kutembak?

- Mundur! - Apa yang terjadi?

- Mereka mencoba menyerangku. - Jangan tembak mereka!

- Kau tahu? Mereka penyebabnya. - Di mana polisinya?

- Berikan senjatanya pada mereka. - Katakan sekali lagi?

Sudah berakhir. Berikan senjatanya pada mereka.

Baiklah, sudah kubilang mereka mencoba menyerangku...

Kalau begitu, keluarkan pelurunya! Berikan saja. Sekarang!

- Jangan tembak mereka! - Apa Darcy di sini?

- Ada. - Aku di sini.

- Tuan-tuan, akulah pemiliknya. - Kenapa kau tidak bilang...

Maaf soal ini. Aku sedang melakukan pengejaran di sini.

Mereka melakukan pertunjukan musik.

Terima kasih. Tapi, kami hanya buka pintu untuk polisi.

Atau kami simpan pelurunya.

- Magasinnya. - Aku tidak keberatan soal itu.

Baiklah. Kuberikan senjatanya pada mereka.

- Aku akan keluar sekarang. - Tidak.

- Biarkan dia buka pintunya. - Tunggu.

Tidak, dia berikan senjatanya pada kita.

Tidak ada yang membiarkanku melakukan apa pun.

Aku sudah berikan senjata itu padamu.

- Bagaimana situasinya? - Dia benar.

- Apa maksudmu? - Pat, lakukan hitungan.

- Di mana polisi itu? - Butuh waktu lama di sini.

Mundur.

Aku hanya ingin memastikan tidak ada lagi yang terluka.

Baiklah. Kuberikan senjata itu...

Sekarang!

Tangkap dia sekarang!

Ada apa?

Justin?

Pintunya harus dikunci.

Sial! Sam!

Ayo!

Ambil pelurunya!

- Baiklah, isi senjatanya. - Apa yang terjadi di sana?

- Buruk! - Baiklah! Bagus.

Sebaiknya kita menunggu polisi.

- Justin? - Dia baik-bak saja!

- Baiklah. - Tapi dia harus menunggu juga.

Mengerti. Baiklah.

- Menurutmu mereka tahu? - Kurasa mereka lebih pintar darimu!

Darcy.

Maafkan aku.

Kita akan lakukan di sini. Tingkatkan permainan.

Hei, bagaimana soal gonzo tadi?

Jadi, dalam sebuah turnamen, aku mematahkan lengannya...

...atau dia keluar dan kami pergi membeli burger.

- Patahkan. - Ayo.

Tapi, kita punya senjata. Kita biarkan saja dia...

Tunggu. Aku tidak mau. Paham?

Perasaanku tidak enak mengenai ini. Siapa yang inginkan ini?

- Bukan aku. - Tidak, aku tak bisa menembak.

- Aku bisa. - Tidak. Bukan kau.

- Kalau begitu, peganglah. - Peganglah, Sam.

Akan kuambil jika aku berdiri.

Jika kulepaskan, apa yang akan kau lakukan?

Menghabisi semua orang di ruangan ini.

Kau akan mengatakan "Crisscross, applesauce". Katakanlah.

Aku akan mengatakan "crisscross apple sauce".

- Bagus. - Kini bersandarlah di kursi itu.

Apa ada jalan lain untuk keluar dari sini?

Tidak.

Kau sudah beri tahu mereka hari ini?

Tidak masalah. Mereka profesional.

Kau mungkin kehilangan sepasang pagi ini. Mungkin banyak.

Seperti yang kukatakan, mereka profesional.

- Mereka mendapatkannya. - Kau akan mendapat ganti rugi.

Astaga, berapa banyak orang dalam daftar itu?

Sebanyak 120 untuk satu kemungkinan bagus, dua untuk umpan anjing.

Tidak ada pejantan, tidak ada pemenang...

...kecuali kau ingn bayar dua puluh ribu di muka.

Ini mungkin merugikan mata pencaharianmu, Clark.

Selama tidak merugikanku, kau aman.

Mereka akan menjadi polisi, jadi amankan tempat itu.

Mungkin kau bisa menaruh kecoak di asbak itu.

Taruh Daniel di pintu itu dan bawa van-nya.

Sial. Kuncinya.

- Kurasa ada pada mereka. Entahlah. - Kita butuh kunci itu.

- Banyak yang harus kukerjakan. - Pergilah. Ini tanda bahaya.

Aku tidak akan menaruh Daniel di pintu itu.

Baiklah. Banyak yang harus dikerjakan. Di mana Daniel?

Dia keluar, aku menggantikannya.

Semuanya baik-baik saja?

Temui aku di gudang peralatan.

- Ini mobil baru? - Ya.

Nyalakanlah. Kurasa mobilnya mampat. Penyaring yang salah.

- Mobil ini keren. - Ada apa?

Aku butuh pasukan. Hanya tali merah.

- Malam ini? - Tidak.

Daftarnya.

- Ini semua yang mengetahuinya? - Ya. Termasuk band itu.

- Tahu apa? - Terkendali.

Mulai dari sini, tidak ada penambahan satu nama pun...

...kecuali mereka menyuruh tali merah.

- Ada 80 orang di sana. - Kau ditambah 4 orang.

Berikan kuncinya pada Gabe andai kita perlu bermain valet.

Kita kehilangan cahaya.

Mengerti?

Awas. Mungkin itu si pria asbes.

- Kau tidak... - Itu bukan asbes.

...punya ponsel, ya?

Mereka mengambilnya. Ponselnya juga.

Aku ingin menggeledahnya.

Hati-hati. Yang itu mungkin tidak bisa diprediksi.

Ambil saja.

Apa yang kau temukan?

"Fleish wolf"?

"Fleish" berarti... Flesh atau daging.

Seperti salad daging. Itu bahasa Jerman.

Berarti daging serigala?

- Benda ini padat. - Bagus.

Tidak ada apa-apa disini.

Baik. Kosongkan sakumu.

Geledahlah aku, Brengsek.

Tembak saja dia.

Ayo.

- Boleh aku bangun? - Di kursi itu. Pelan-pelan.

Keluarkan semuanya.

Ayolah. Yang satu lagi.

Keputusan yang bagus.

Keluarkan semuanya, astaga.

- Apa itu? Berikan padaku. - Berikan...

Tunggu, apa itu ponsel?

Sial. Arahkan ke pintu.

Mungkin itu polisi. Ada penggerebekan.

- Apa kau serius? - Sial, Ilsa!

Diam. Baiklah, Justin. Jangan bergerak.

- Jangan ada yang bergerak! - Jika kita di belakang...

- Jangan ada yang bicara! - Berhati-hatilah.

Hisap ini.

Baiklah.

Jika dia melakukan sesuatu yang tidak kau suka, tembak saja.

Terima kasih, Amber.

Buat dirimu nyaman.

- Cukup pintar untuk seorang Nazi. - Aku bukan Nazi.

Bagaimana kau bisa ada di sini?

Ada orang yang menyakitiku.

Teman-teman...

- Teman-teman. - Masa bodoh denganmu.

Sepertinya terjadi kesalahan di tenaga listrik kita.

Genset kita terbakar, tapi kami sudah menelepon untuk di perbaiki hari ini.

Kita akan coba lagi hari Minggu. Tidak ada biaya tambahan.

Gratis minuman dari pukul 14.00 hingga pukul 16.00.

Bagi yang menghadiri lokakarya pembelaan ras di hari Rabu...

...anggaplah itu sudah dimulai, kecuali kalian dengar sebaliknya.

Dan ingat, ini sebuah gerakan, bukan pesta.

Baiklah. Tetaplah selamat. Semoga beruntung.

Siapa yang belum merokok?

Baiklah, kalian akan ikut denganku.

Kau tidak khawatir mereka akan bicara?

Mereka punya prioritas.

Beri tahu mereka bahwa kita yang mengadakan pesta ini...

...jika mereka tertahan selama beberapa hari.

Bangkitkan semangat lebih dulu.

- Jalan Grove? - Heroinku, orang kulit hitam...

...andai salah satu dari orang bodoh ini tertangkap.

Baiklah. Bersembunyilah di tempat aman!

Harta karun?

Siang hari. Di bawah.

Mereka memindahkan peralatan kita.

- Ya? - Tuan-tuan...

- Kami akan mengeluarkan kalian. - Apa polisi sudah datang?

Mereka datang dan pergi. Situasinya agak rumit.

- Kita akan celaka. - Tapi, aku mulai kesal.

Bisakah kalian dengar aku jika aku bicara dengan volume seperti ini?

- Ya. - Bagus.

Bisakah kita hanya memilih satu suara?

- Ya. - Baiklah.

Kini kalian terjebak. Itu bukan ancaman, tapi fakta.

Kami punya senjata berisi peluru. Itu juga suatu fakta.

Kami punya lebih banyak senjata.

Kami hanya ingin kalian keluar. Tanpa senjata.

Senjata api yang kalian pegang itu ilegal.

Aku ingin itu disingkirkan sebelum pihak berwajib datang.

Tapi, kalian menolak dan beginilah situasinya sekarang.

- Omong kosong. - Ya.

Kita di sini.

Maafkan rekan-rekanku. Mereka panik.

- Ya! Yang benar saja! - Dengar!

Tidak ada yang mencoba membereskan situasi ini.

Apa pun yang kalian lihat atau lakukan tidak lagi menjadi urusanku.

Beri tahu siapa pun sesuka hati kalian.

Yang kuminta hanyalah agar kalian paham jika kalian ditahan di sini...

...demi keselamatan kalian sebelum kalian dibebaskan.

Baiklah. Terima kasih.

Tapi untuk lebih jelasnya, polisi akan kembali.

Mereka sudah datang, lalu pergi.

Itulah yang mengkhawatirkan kami!

Aku hanya ingin senjata itu disingkirkan.

Baiklah.

- Hati-hatilah. - Maaf.

- Apa yang akan kita lakukan? - Kita gali lantainya.

Sementara mereka menunggu? Mereka bisa menembak kita kapan pun.

Ya, tapi tidak akan. Dari mana kita tahu kalau mereka punya senjata?

Mereka punya senjata. Itu sudah pasti.

- Kami akan mempercayaimu? - Kami tidak punya keuntungan apa pun.

Mintalah ponsel sebagai ganti senjata itu.

- Benar. - Bagaimana dengannya?

Begitu kita memberikan senjatanya, bagaimana jika dia...

Aku akan mengikatnya.

Baiklah. Kita cari tahu pendapat mereka?

Baiklah.

Kami akan menukar senjata ini dengan ponsel.

Maaf, tidak bisa.

Baiklah, bagaimana jika senjata api legal?

Itu lucu. Justin, kau masih hidup dan baik-baik saja?

- Aku masih hidup. - Baiklah, bagus.

Tuan-tuan, semoga kalian menghargai situasi ini.

Situasinya jelas sudah berjalan kacau.

Tapi, jika kalian tidak menyerahkan senjata itu...

...ini tidak akan berakhir baik.

Menurut pendapatku, aku datang ke tempat bisnisku...

...dan ada band dari luar kota yang terkurung dalam ruangan...

...dengan senjata api ilegal.

- Ayolah! - Seseorang terluka di dalam sana.

Dan... Mungkin masih ada sandera lagi.

Apa yang harus kulakukan? Apa aku berhak ikut campur?

Haruskah kutendang pintunya dan mulai menembak? Atau...

Bisakah kita singkirkan senjata itu dari masalah ini?

Itu adalah pertanyaanku.

Kalian punya waktu 30 detik untuk menjawab.

Baiklah, tunggu.

- Bagus, ada yang punya ide cemerlang? - Justin, berbaringlah di lantai.

Berbaring di lantai sekarang. Cepat.

Sekarang, Sam. Keluar dari sini...

...pelan-pelan, aku ingin kau mengambil senjatanya dariku.

- Baiklah. - Kau bisa?

Ya.

Baiklah, pelan-pelan. Kau bersikap baik...

...dan aku juga akan bersikap baik.

Kumohon, jangan lakukan apa pun.

- Ini gila. - Semua berkata begitu.

Tapi kita harus menyerahkan senjatanya atau kita tembakkan.

- Aku memilih itu. - Kau tidak memilih! Paham?

- Kita mengambil kesempatan, jadi... - Habislah kita, Teman-teman.

Setidaknya dengan ini kita jadi tahu.

Yang kita lakukan sekarang adalah mengulur waktu.

- Untuk mereka. - Amin.

Saat ini, aku penasaran.

Kami akan memberikan senjatanya. Tapi, kami akan simpan pelurunya.

Baiklah. Itu aman bagi semua orang.

- Baiklah, mari kita geser sofa ini. - Baik.

Jangan bergerak.

- Baik, ayo mundur! - Baiklah.

Sekarang saatnya.

- Boleh aku mendekat? - Tidak!

Tidak, aku akan melemparkannya.

Hati-hati. Itu hadiah.

- Mereka mau membunuh. - Tahan senjatanya!

- Tidak! Ya Tuhan! - Lepaskan, Brengsek!

Tahan!

Baiklah!

Sial!

Lenganku! Sial kau!

Astaga!

Ambil itu! Cepat!

Sial.

- Bantu aku menggesernya! - Astaga!

- Bantu aku menggesernya! - Sial!

- Ayo! - Ini akan segera berakhir, Semuanya.

Aku akan menghancurkanmu.

Pelacur!

Cabut pisau pemotong itu!

Cabut pisau pemotong itu dari tangannya!

Ayo.

- Beri tahu aku jika dia tewas. - Baiklah!

Lihat aku.

Dia tewas!

- Tekanlah itu. Tekan! - Aku tahu.

Bernapaslah.

Dia tidak tewas!

Kau bisa?

Berapa lama lagi sampai kita tahu? Untuk memastikan.

Astaga.

Astaga.

Semua senjata api.

Clark akan menanganinya dari sini.

Dia memberimu ETA?

Kau bilang tidak ada panggilan.

- Benar, Bagus. Ponsel... - Apa yang terjadi di sana?

Jebak Neal. untuk besok. Dinding gipsum baru, memasang lantai.

Katakan padanya ada kebocoran. Pintu dan kusennya juga.

- Apa yang terjadi? - Ada sedikit masalah malam ini.

Ada band tamu yang melukai salah satu anggota kita.

Siapa?

- Emily. - Mungkin Big Justin juga.

Kalau begitu, apa yang kita lakukan di sini? Ayo ke sana.

Kita tidak akan tercerai berai dengan yang kita lakukan.

Kami simpan segala pertanyaan sampai si brengsek ini disingkirkan.

Darcy.

Baiklah. Satu kesempatan terakhir jika ada yang ingin buang air.

Aku kehilangan senjata itu.

Kau memegangnya lebih lama dariku.

Aku akan pergi. Tidak ada lorong udara.

Tidak ada sistem pembuangan.

Tidak ada apa pun.

Itu dia.

- Sekarang pukul berapa? - Ini bukan siang hari.

Ada sesuatu.

Menyingkir.

Sial.

Sekarang cari pintu.

Beri tahu aku.

Aku turut prihatin soal temanmu.

Sial!

- Baik, menyingkir! - Sial!

Apa terkunci?

Mungkin di sisi lainnya. Kita kehabisan waktu.

Tunggu, ada ventilasi.

Saluran pipa selebar 15 cm. Semoga kau berhasil.

Bukankah kita harus menyusuri sekeliling lagi?

Baru saja kita lakukan! Ayo, dorong.

Heroin.

Ini bukan soal dia atau kita.

- Ini bunker raksasa. - Ulurkan tanganmu.

- Jalan buntu raksasa. - Berikan padaku. Tahan.

Di atas sana. Baik, berpalinglah.

- Mungkin kita memanfaatkan ini. - Kita tamat.

Aku tamat.

Kau bisa menutup pintu di belakangku jika ingin membuat strategi.

Kita belum siap!

Menurutmu apa yang sedang mereka lakukan di sana?

Itu dia. Kita tidak tahu.

Kita tahu mereka ingin mencelakai kita.

Mereka memiliki senjata.

Baiklah, kenapa mereka tidak menghabisi kita sejak tadi?

Kita tidak boleh menghilang. Mereka ingin kita ditemukan.

Benar. Ambillah sesuatu, bersiap untuk lari.

- Lalu kita mati. - Ya, tapi semakin lama kita menunggu...

...hal itu akan semakin pasti terjadi.

- Tiger, kau siap? - Hampir selesai.

Kita tidak bisa menanggapi ini terlalu serius.

Kita akan menggunakan ini seperti paintball.

Apa?

Rick Silva.

Membantu mengatur paintball untuk pesta bujang pemain seluncur.

Dan kita kekurangan pemain untuk mengisi seluruh ruang.

Jadi, mereka memasangkan kita dengan para mantan marinir ini.

Dan di beberapa babak pertama, mereka...

...menghajar kita habis-habisan.

Tidak ada korban di pihak mereka.

Dan aku hanya sembunyi di balik pohon ini sampai aku tertembak.

Diselimuti cat. Tapi, Rick...

Tiger, kau sudah selesai?

Baiklah.

Pat, kau juga sudah selesai. Maaf, kita harus pergi.

- Tidak apa-apa. - Apa itu obrolan singkat?

- Siap? - Ya.

Kita semua tidak akan hidup, tapi...

Entahlah. Mungkin kita semua tidak akan mati.

- Ini. - Tidak, aku hanya akan berlari.

Aku mengerti.

Baiklah. Sial! Simon dan Garfunkel.

Band metal.

Prince.

Aku...

- Aku tetap menyukai Misfits. - Setuju.

Kita akan pergi?

Ya.

Madonna dan Slayer.

Ini dia.

Awas!

Apa itu?

Mereka memaksa kita keluar.

Berapa banyak jalan keluar di sana?

Pintu utama, belakang, mungkin dapur.

- Aku selalu... - Bagaimana dengan jendela?

Lihat saja sendiri.

- Sial. - Diam.

- Perlukah kita bersembunyi? - Lakukanlah sesukamu, Bung.

Kita harus berpencar.

Benar.

Sial! Sam, di sana!

Tiger!

Sial!

Sial!

Sial!

Biarkan saja.

Sial.

Fas!

Voran! Fas!

Sial!

Ayo.

Mereka ada di mana-mana! Di mana Reece?

Hanya kita saja.

Ayo. Cepat.

Sam, lihat.

"Fleishwolf".

Itu sebuah lagu.

Itu artinya "penggiling daging".

Naik! Cepat.

- Kau mengistirahatkannya? - Dia sudah bekerja.

Kirim satu lagi. Kirim dua, selesaikan.

Matikan audio feedback itu. Jika aku mengirim dua anjing petarung...

...menurutmu apa yang akan mereka perbuat?

Kirim aku ke sana. Aku akan mengakhirinya.

Berikan saja aku aturannya.

Baiklah.

Hanya boleh pakai pisau. Tidak masalah jika tidak rapi.

- Jangan mengenai tulangnya. - Baiklah.

- Bawa Jonathan. - Pasukan ganas.

Tetaplah kurung dia sampai misi kita selesai.

Dia masih bernapas?

Sedikit, ya.

Biarkan dia berdarah. Nanti lebih baik untuk waktu kematian.

- Kunci? - Tidak.

Mereka datang.

Aku tidak bisa melakukan ini.

- Jangan! - Kembali!

Tidak!

Di mana Emily?

Apa yang kau lakukan? Hei!

- Siapa pelakunya? - Werm pelakunya.

Omong kosong.

- Yang mana? - Apa yang mereka katakan padamu?

Kau ingin tahu?

Kau ingin dia tahu?

- Tahu apa? - Werm tahu kalau dia mau pergi...

...tapi dia tidak mengatakan kalau dia bersamamu.

Penggiling daging.

Lagu itu adalah isyarat mereka.

Kau harus pergi.

Ayo.

Ayo pergi.

Ini terlalu lama.

Gabe?

Kau tidak ingin Daniel menjaga pintu. Kenapa?

Belum jelas. Dia dan Emily...

Mereka sepasang kekasih.

Kau mengenali ini?

- Tidak, Pak. - Tentu saja tidak.

Kau masih membagikan selebaran saat mereka sukses.

Ini dari Paskah sebelumnya.

Seharusnya pergi setelah pesta sepatu boot.

Dia baru mulai bicara.

Amber masih hidup dan berkata bahwa Werm pelakunya.

Tidak usah pedulikan itu.

Kau...

Werm yang menyelamatkan kita semua.

Sam?

Tidak apa-apa. Maksudku, ini buruk.

- Kau juga tidak tahu? - Dia bersama kami.

- Tidak ada. - Kita harus berpencar.

Kurasa yang ini memiliki saluran yang lebih lebar.

Kita tidak akan muat melewati itu.

Daniel, dia bisa membantu.

Kenapa? Siapa dia?

Pengkhianat. Jika mereka belum tahu, maka kini mereka tahu.

- Aku bisa mengeluarkan kita dari sini. - Sebuah konspirasi.

Tidak, hanya sebuah malapetaka.

Masih ada pisau dan taring untuk para tamu...

...tapi kita kehabisan waktu.

Sekarang, jika kalian harus menembak, tembaklah sekali.

Jika lebih dari sekali, lakukan tembakan bersamaan...

...karena kalian bisa kehabisan peluru.

Untuk Daniel dan Amber, mereka bisa...

Apa yang terlupakan oleh kita?

Ada sebuah sungai di kedua sisi, dan tambang di sisi lainnya.

Kita bisa kembali ke jalan utama secara paralel, dan mencari bantuan.

Bagaimana kita bisa melewati pintu itu?

Aku tahu sesuatu yang tidak kalian ketahui.

- Bagus. Apa? - Aku tahu di mana kami menyimpan...

Terlalu lamban.

Bisa kita pergi?

Sekarang?

Kita punya senjata. Kurasa.

Ya.

Ya!

Berikan aku dua.

- Tenanglah! Bukan dia! - Mundur!

- Jangan tembak! - Fas!

- Lepaskan! - Sam!

- Lepaskan! - Sam!

- Di sana! - Kita tidak akan pernah keluar.

Kau tahu, aku beruntung.

Setidaknya mereka akan menembakku tadi.

Yang ketiga saja, Tuan-tuan. Yang keempat boleh pergi.

Saatnya memulai pembersihan. Aku akan membutuhkan sapu.

Ini seharusnya sudah terjadi. Saatnya berlari cepat.

Baik, Pak.

Bagus.

Berterima kasihlah padanya.

Hampir lolos dariku. Kita.

Bukankah kita seharusnya panik?

Aku lapar.

Aku tidak boleh mati di sini bersamamu.

Kalau begitu, jangan.

Kau tahu, merasakan bebas hanya untuk...

Hei, aku ingin mendengar sisa obrolan singkat kalian.

Tidak. Itu tidak lagi berlaku.

Ayolah. Aku penasaran.

Kegiatan paintball, kau ketakutan.

Ya, Rick Silva.

Kami dihabisi oleh para veteran Irak yang tangguh ini.

Itu jelas berlaku.

Samaran lengkap, senjata paintball otomatis seharga seribu dolar.

Mereka tahu perang sesungguhnya dan memainkan perang sungguhan.

Taktik, isyarat tangan, berdampingan.

Mereka menghabisi kami semua.

Lalu, Rick bersiap dan berkata masa bodoh.

Dia tidak peduli jika tertembak.

Tidak peduli jika tidak bisa berlindung.

Saat itu tidak ada harapan.

Jadi, di pertandingan terakhir, peluit berbunyi...

...dan dia beraksi di sana. Seperti orang bodoh.

Memakai sepatu kets dan celana pendek...

...dan dia menghabisi seluruh tim mereka.

Dia tidak berhenti.

Terus berlari dan tertawa, dan menembaki mereka sampai mati.

Pura-pura mati. Sedangkan kita menghadapi senjata sungguhan.

Ya.

Begitulah, kita tidak bisa memainkan perang sungguhan.

Mari berpura-pura.

Untukmu.

Kita baru melakukan pembersihan malam ini.

Kau sudah mendapatkan ini.

Mungkin, kita akan memaksa Neal tergantung pada kekacauannya.

Mulai menjadi band tuan rumah yang baru.

Kita harus kembali pada rutinitas kita.

Kau kira Cowcatcher akan bicara?

Aku lebih mencemaskan kebiasaan mereka.

Harus benar-benar menjauh dari heroin orang kulit hitam itu.

Ada kelompok jahat yang melakukan babak ini.

Kita sudah siap.

Ini semua tergantung pada apa yang terjadi di sini.

Sekarang, mari kita perjelas.

Ini bisa membuatnya bertahan selama beberapa jam.

Kuanggap itu bantuan pribadi jika dia mati dengan daging di giginya.

Ayo.

Perintah mengigit adalah Fas. Hanya itu yang kau lakukan.

Abaikan. Tembak saja siapa pun yang masih tersisa.

Mereka tidak perlu diperhitungkan. Forensik tak lagi jadi permasalahan.

Kita terlambat mengakhiri ini, semuanya hanya sia-sia.

- Kalian punya kaliber 12? - Tidak, ada di kantor.

- Coba cari di bar. - Berapa sisa pelurumu?

- Tiga. - Berarti kau punya satu tambahan.

Tidak ada peluru.

Di belakang bar. Sebaiknya kita mulai.

Sial!

Tenang!

Tenanglah!

Jangan ditembak.

- Ada apa? - Anjingnya panik. Dan matikan ini!

Sedang kuupayakan! Asalnya bukan dari mixer kita.

Pergilah, kami bisa atasi ini. Dan jangan beri tahu Darcy.

Atau Clark.

- Bisa kita pergi? - Ya.

Menyerahlah! Badut mode menyebalkan!

- Berbaliklah! - Shazbot!

Apa? Siapa itu?

Aku Odin.

- Berikan senapannya. - Tidak, aku saja yang pegang.

Kalau begitu, turunlah ke lubang ini.

- Tiga tembakan? - Ya.

Kau mendengarku menembak 2 kali, kau harus turun.

- Ini perangkap. - Ya, benar.

Kau ingin memberi tahu Darcy?

Dia pasti akan marah.

Lindungi aku.

Sial!

Bawa Gabe.

Kita butuh 2 orang di sini dan satu orang di atas.

- Siapa yang dapat sembilan? - Kurasa Alan, tapi aku tidak yakin...

Sial! Blokir tempat ini!

Pat!

Dia punya tiga peluru lagi!

Brengsek!

Gabe!

- Amber! - Ya?

Lupakan saja!

Dua peluru lagi!

Upaya yang bagus!

Mati saja kau!

Sial!

Pat! Satu peluru lagi!

Sial.

Kosong.

Sial!

Aku menembaknya.

Ya pasti.

Aku heran dengan bajingan itu.

Jika aku punya ide...

Ada anjing lagi?

- Orang? - Bukan. Bukan di sini.

Mereka ada di jalan.

Aku tidak ingin dipenjara.

Ada yang tahu cara menyalakan mobil dengan menyulut kabelnya?

Tidak.

Lagipula aku akan menghindari jalanan.

Apa kau akan menembakku?

Di mana Werm?

Kami mengirimnya pulang, tapi aku tidak akan...

Diamlah sampai kita keluar.

Itu rumah tinggal.

- Apa yang mereka lakukan? - Sesuatu yang tidak ingin kau lihat.

Kita bisa menelepon polisi jika kita sampai di kebun buah.

Apa kau melihat mereka mati.

Dua. Bukan yang ketiga.

Aku akan pergi.

Telepon polisi jika kau sampai di sana.

Jika kau menghilang, aku akan menemukanmu.

Tentu.

Aku berjanji.

Kau juga harus pergi.

Lindungilah diri kita.

Kau melakukan 3 putaran.

Dan aku melihatmu memompa senapan berburu.

Cukup adil.

Apa kau percaya padanya?

Duduk!

Bawa makanannya!

- Astaga. - Bawa makanannya!

Seharusnya itu sudah cukup.

Biarkan saja.

Bersikaplah yang baik.

Menurutmu mereka membiarkan mesin mobilnya menyala?

Ya. Itu akan mengurangi tekanannya.

Umumkan ini.

Kau dapat anjingnya?

Ya.

Ikat dia.

- Berikan senjatamu. - Aku tak punya senjata.

Aku akan menembakmu nanti jika tidak kau berikan.

Lemparkan.

Mereka melimpahkan kesalahan pada kita.

Kau masuk tanpa izin.

Ini tampak mencurigakan bagiku.

Baju itu untuk menutupinya. Aku tidak akan lakukannya seperti itu.

- Mereka mengambil senjataku. - Diam.

Dengar.

Kita akan melakukan itu?

Untuk apa lagi kita berjalan kemari?

Entahlah. Tadi aku ingin merusak TKP ini.

Kukira kita akan meninggalkan TKP yang baru.

Ini mimpi buruk.

Bagi kita semua.

Katakan padaku bahwa kata-kata bodoh itu adalah ucapan terakhirnya.

Apa kau punya ponsel?

Sangat Lucu. Kau ketakutan saat malam hari.

Kita butuh polisi.

Ya, aku melakukan gaya analog.

Yang membuatku sadar bahwa kalian sulit ditemukan.

Aku tahu itu apa.

Apa yang apa?

Band metal favoritku.

Ceritakanlah pada seseorang yang peduli.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.