Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kau harus telepon dia tiga kali karena tidak pernah dijawab.
Tunggu! Ada kabar terbaru.
Ingat anjing yang kita lindas tempo hari?
Coba tebak.
Dia masih hidup!
Dia masih hidup!
Kita pikir dia sudah mati, tapi ternyata masih hidup!
Anjing itu luar biasa!
Syukurlah kita tak menguburnya.
Ada apa? Kau tak jadi memasak makan malam?
Aku tak bisa memasak.
- Hari masih sore. Kita bisa pesan. - Aku tak bisa memasak karena...
aku dengar suara di dapur.
Di dapur ini?
Aku sungguh mendengarnya.
Aku mendengarkan sepanjang hari.
Mereka bicara.
Entahlah. Pipanya sudah tua, jadi, suka menimbulkan suara.
Apa yang kau dengar?
Tetangga kita, Walter, sedang renovasi.
Suaranya terdengar sampai sini.
Apa dia renovasi hari ini?
Kau mendengarnya?
Jangan takut.
Itu suara manusia.
Mereka bilang apa?
Mereka akan membunuhku.
Diterjemahkan oleh mifae
Berengsek.
Hari masih terlalu pagi untuk renovasi!
Berhenti memukul!
Bajingan!
Hentikan!
Kau harus dengarkan aku, Berengsek!
Bajingan! Jawab!
Walter, ini aku, Juan!
Hai, Juan.
Kau ada di dalam, Bajingan!
Aku bisa mendengarmu! Ayolah!
Bisa berhenti memukuli tembok?
Bisa berhenti memukul? Terdengar sampai rumahku.
Ini pukul lima pagi! Apa yang kau lakukan?
Aku akan panggil polisi! Apa itu yang kau mau?
Berengsek!
Tetangga sialan itu memukuli tembok setiap pukul lima pagi.
Itu bukan Walter.
Clara, apa itu kau?
Apa kau yang mengetuk?
Clara, hentikan!
Hentikan!
Sayang, lihat aku!
Hentikan, Clara! Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
Hentikan, Clara!
Hentikan!
Hentikan! Clara!
Apa yang terjadi?
Hentikan!
Clara, hentikan!
Hentikan!
Hentikan, Clara! Apa yang terjadi?
Hentikan!
Kami mau melepaskanmu, Tn. Blumetti.
Kami percaya padamu.
Tapi kau harus sedikit bekerjasama dengan kami.
Kalian sudah bicara pada pengacaraku?
Sudah.
Tapi tampaknya pengacaramu kurang percaya pada kami.
- Aku sudah melihat ini. - Tidak.
Kau belum pernah lihat yang ini.
Kami tahu kau tak membunuh istrimu.
Kami tak punya bukti kuat.
Tapi kami sedang menyelidikinya.
Lihat fotonya, Tn. Blumetti.
Ini bukan Clara.
Itu bukan istrimu.
Ini terjadi di AS pada tahun 1998.
Kasus yang sangat mirip.
Hampir persis.
Apa kasusnya terpecahkan?
Beri tahu kami semua yang kau ingat dari kejadian itu.
Aku sudah beri tahu jaksa penuntut.
Semua yang kau ingat selama dua pekan di...
- lingkunganmu. - Lingkungan itu.
Ada yang ganjil?
Kejadian di luar rumahku.
Tetanggaku, Walter.
Dia stres.
Dia renovasi rumahnya pada jam yang tidak wajar.
Renovasi?
Tetanggamu, Walter...
Walter Carabajal.
Halo?
Hai. Tolong sambungkan ke Dr. Albreck.
Siapa ini?
Namaku Walter Carabajal.
Dia sedang sibuk sekarang. Kau mau tinggalkan pesan?
Tidak.
Aku perlu bicara dengannya.
Ada masalah di rumahku.
Sudah beberapa bulan.
Awalnya, kukira itu hanya perasaanku
tapi ternyata semakin memburuk.
Agak sulit menjelaskan kejadiannya via telepon.
Siapa yang memberimu nomor ini, Tn. Carabajal?
Aku bicara pada banyak spesialis
dan mereka memberiku nomor ini.
Silakan telepon lagi besok.
Baiklah.
Aku akan telepon lagi besok.
Bisa sampaikan padanya bahwa aku telepon?
Kumohon!
Halo?
Hai. Apa kabar? Aku Walter Carabajal.
Aku butuh bantuan. Kumohon.
Aku tak bisa tidur selama beberapa pekan.
Obat yang kuminum tidak manjur. Aku dalam situasi sulit.
Beri tahu dokter aku melihatnya.
Bukan hanya suara dan benda bergerak sendiri lagi.
Aku melihatnya kemarin. Kurasa ada di kolong ranjang.
Dia tak bisa menemuimu saat ini, Tn. Carabajal.
Kumohon padamu!
Aku perlu bicara dengannya. Darurat.
Aku bisa gila.
Pak, silakan catat nomor spesialis lainnya.
Tidak, aku sudah bicara pada mereka semua.
Mereka bilang hanya dia yang bisa menolongku.
Aku bisa bayar dan lakukan apa saja.
Katakan saja padaku. Akan kulakukan.
Kumohon padamu.
Dr. Albreck tak terima kasus
tanpa analisis buktinya sendiri.
Dia tak bisa melakukannya saat ini.
Bagaimana aku berikan bukti sesuatu yang tak terlihat?
Maaf, Tn. Carabajal. Kami tak bisa bantu saat ini.
Hei!
Ada apa di rumahmu?
Kenapa?
Kenapa? Tembokku retak.
Kami mendengarmu memaku.
Aku sedang renovasi rumah.
Perbaikan.
Baik. Kau tak mengerti kau buat tembokku retak?
Kau minta bukti?
Akan kuberikan bukti.
Siapa kau?
Siapa kau?
Hei!
Kau sedang apa di sini? Pergi!
Jangan minum air itu!
Pergi! Aku tak mau melihatmu di sini!
Kau mendengarku?
Ini demi kebaikanmu sendiri. Pergilah.
Apa yang terjadi?
- Apa? - Ada kecelakaan!
Jika kau butuh sesuatu, beri tahu kami.
Terima kasih.
Halo?
Jano? Ini aku, Funes.
Funes?
Ramon?
Maaf meneleponmu larut malam. Aku takkan telepon kalau tidak...
Ini penting.
Kau pasti mengerti.
Tak apa.
Ada apa?
Ada kecelakaan empat hari lalu.
Bocah 10 tahun tewas
di depan rumahnya.
Sebaiknya kau datang kemari dan lihat apa yang terjadi.
Aku sangat butuh bantuanmu.
Baiklah.
Ada mobil yang menuju ke rumahmu
dan akan tiba dalam satu jam.
Baiklah.
Jano, hanya kau yang bisa jelaskan apa yang terjadi.
Siapa itu?
Terlalu pagi, kan?
Apa?
Kau tak apa-apa?
POLISI
Ada di dalam?
Kau tak takut apa pun, kan?
Kau tak pernah tahu.
Kita lihat saja.
Agen Guzman. Kau sudah kenal.
Ini Opsir Picarell.
Dia berpatroli di area ini.
Mereka lihat pintunya terbuka dan kondisinya seperti ini.
Maaf, Pak.
Kami boleh tunggu di luar?
Kau boleh pergi.
Mereka ketakutan.
Mereka punya alasan untuk itu.
Bocah itu tewas empat hari lalu.
Aku menghadiri pemakaman dan peringatannya.
Kau mengerti?
Ini orangnya?
Opsir bilang...
mereka melihatnya bergerak.
Sumpah, aku sempat melihatnya bergerak.
Baunya seperti mayat busuk.
Ya, memang bau.
Menurutmu Alicia...
merancang semua ini?
Lihat tangannya, Funes.
Robek. Lihat?
Dia menggali tanah selama beberapa hari.
Begini.
Ada banyak kasus mayat
yang digali oleh kerabatnya.
Beberapa orang tak mampu merelakan kematian anaknya.
Bahkan ada yang cukup gila untuk mencuri mayatnya.
Kita harus periksa baju Ibunya.
Mungkin ada jejak
infeksi bakteri
atau zat dari mayat.
Kau ragu.
Memang.
Aku sangat meragukan ini salah satu kasus itu.
Itulah penjelasan yang bisa kau berikan.
Kau mengharapkan penjelasan lain.
Benar.
Benar.
Karena penjelasannya memang bukan begini.
Tapi penjelasan inilah yang harus kau berikan.
Kau mengenal wanita ini?
Apa?
Kau mengenal wanita ini?
Sangat dekat.
Hubungan kami...
sangat baik.
Sudah bertahun-tahun.
Dia bergerak.
Apa posisi lengannya seperti itu tadi?
Kurasa begitu.
Apa maksudmu, Jano?
Kau memotretnya?
Kami tak melakukan apa-apa.
Tak apa. Jangan lakukan apa-apa.
Maksudmu?
Pokoknya jangan lakukan apa-apa.
Pilihan terbaik adalah menguburnya lagi.
Benar.
Menguburnya.
Kau bergurau, Jano?
Funes, biar kujelaskan.
Kau tahu kesulitan
yang mungkin ditimbulkan kasus ini.
Bayangkan jika harus melibatkan jaksa penuntut.
Temanmu akan dikirim ke RS Jiwa.
Melihat situasi yang ada, dia akan tinggal bertahun-tahun.
Kita harus menghindari hal itu. Kau setuju?
Apa yang harus kusampaikan pada yang lainnya?
Kejang paska kematian
karena akumulasi gas.
Mayatnya sudah membusuk.
Kita harus cari Valium untuk disuntikkan.
Sebaiknya Ibunya ditidurkan
saat kita membawa anaknya.
Jangan pernah matikan lampu lagi.
Ada apa, Nak?
Kenapa kau mendatangi kami?
Apa alasan kedatanganmu kemari?
Aku harus hubungi kakakku.
Dia harus beri tahu pendeta.
Aku tak mau dia dibawa pergi.
Jangan bawa anakku pergi!
Permisi. Apa aku mengenalmu?
Kau sangat bersemangat untuk memotret.
Apa aku mengenalmu?
Bukankah kau spesialis, Mora Allbreck?
Siapa kau?
Aku tak percaya akhirnya kita bisa bertemu langsung.
Namaku Mario Jano.
Senang jumpa denganmu.
Aku menghadiri
beberapa seminarmu.
Aktivitas gaib, metasimbiosis.
Aku penasaran apa yang kau cari di sini. Bisa kubantu?
Apa alamat ini benar?
Benar, ini tempatnya.
Aneh.
Aku menekan tombol interkom dan sepertinya diangkat
tapi tak ada yang bicara.
Dia tak menjawab telepon.
Kau kenal Tn. Carabajal? Melihatnya belakangan ini?
Tidak.
Begini.
Aku juga tak tinggal di sini.
Ini sangat kebetulan.
Bisakah kau...
ikut denganku?
Ini sangat menarik.
Sungguh.
Dr. Allbreck, kolega. Unggul di bidangnya.
Bisa bicara sebentar denganmu?
Tentu. Permisi.
- Kau memanggilnya? - Tidak.
Tapi ini bukan sekedar kebetulan.
Itu tidak penting.
Kita tak bisa bawa anak itu.
Kenapa?
Lihat waktunya.
Ada banyak orang yang akan melihat kita dan pasti kacau.
Kau bukan tak bisa urus masalah dengan pihak pemakaman, kan?
- Kau Deputi. - Bukan itu masalahnya.
Ada banyak orang di sini. Mereka bisa lihat anak itu.
Aku tak bisa melakukannya.
Kurasa kita harus melakukannya. Itu tindakan yang benar.
Benar, kan?
Ya.
Dia memotret!
Dia tahu yang dilakukannya.
Jano, dia memotret.
Percayalah padaku. Dia tahu yang dilakukannya.
- Kau tahu masalah kesehatanku, kan? - Ya.
Aku pensiun dalam dua bulan.
Reputasiku bersih.
Kau tahu masalah yang bisa ditimbulkan hal ini.
Dengarkan aku, Funes.
Ini tindakan yang benar.
Teman-teman Alicia sedang menuju kemari.
Mereka mau minum teh, tapi ada anak itu.
Dengarkan aku, Funes.
Kau belum tidur.
Kau gelisah.
Lakukan ini.
Bawa pergi para petugas itu.
Lalu pergi ke pemakaman dan bereskan masalahnya.
Tinggalkan aku, Dr. Allbreck, dan Alicia. Kami cari solusinya.
Suruh polisi patroli pergi dari sini
sebelum tetangga mulai bertanya.
Apa yang kau sembunyikan?
Kau lihat itu?
Aku akan kembali dalam beberapa jam.
- Apa kau menemukan... - Dengarkan aku.
Kita lakukan ini dengan benar.
Aku tahu. Kita harus beli dua karung semen.
Untuk apa?
Kau mau dia keluar dari makamnya lagi?
Sial.
Bau itu...
Ada yang busuk.
Bukan.
Bukan busuk, tapi mati.
Kita sepaham sekarang.
Duduklah. Aku mau katakan sesuatu.
Begini.
Aku bekerja di Dep. Forensik selama 15 tahun
bersama Deputi Funes.
Aku sering melakukan autopsi.
Suatu hari, aku menerima
mayat seorang pemuda.
Usianya 20 tahun.
Ada 14 lubang peluru di kepalanya.
Aku tak punya pilihan
selain membuka...
Aku memeriksa
tengkorak pemuda itu
selama lima jam.
Tiba-tiba...
dia memegang tanganku.
Dia meremasnya, membuka mata
dan memandangku.
Dia bangun?
Kukira aku hanya stres.
Tapi bukan.
Itu terjadi lagi.
Pada seorang pria tua.
Dia sudah meninggal selama dua hari.
Dia bangun.
Memandangku.
Lalu bicara padaku.
Aku tak berpikir menghubungi keluarganya
bukanlah ide bagus.
Keluarganya tiba di kamar mayat.
Bayangkan perasaan anak pria itu.
Tapi hal ini memang terjadi, Dokter.
Ini terjadi saat kita mencampuri
urusan di luar dunia manusia.
Kurasa kadang kita harus
membiarkan hal semacam ini.
Tidak terlalu memperhatikannya.
Setidaknya mengurangi perhatian kita. Kau setuju?
Pria tua itu meninggal.
Dan menyalahkan anaknya atas kematiannya.
Kurasa aku sudah baca bukumu.
Sungguh?
Sampulnya sangat bagus.
Apa yang membuatmu berpikir foto-foto ini...
Ini asli.
Aku takkan datang sejauh ini kalau merasa ragu.
Aku tak bilang ini palsu
tapi kebetulan ini sangat aneh.
Mungkin bukan kebetulan.
Ibu! Jangan!
Ada yang masuk!
Mayatnya harus dipindahkan.
PATRICIO NAVARRO
Takkan ada yang percaya pada ceritanya di rumah.
Untuk jaga-jaga saja.
Dia masih tidur.
Tidak lama.
Kita harus bertindak cepat.
Aku sudah bereskan masalah di pemakaman.
Kita harus memindahkannya.
Di mana dia?
Di lemari pendingin.
Cabut kabelnya, Jano.
Astaga, Jano.
Kita harus membawa lemarinya.
Deputi, bekerjasamalah dengan kami jika kau tak mau ini terulang lagi.
Untungnya, kami dapat persetujuan dari Deputi.
Tapi itu tidak cukup.
Kau harus paraf beberapa berkas
agar kami bisa melanjutkan kasusnya.
Kami butuh...
Kami harus menginap di rumahmu beberapa hari.
Kami butuh persetujuanmu.
Untuk apa?
Penyelidikan lanjutan, Tn. Blumetti.
Banyak aktivitas gaib terjadi di area tersebut.
Rumahmu juga kena dampaknya.
Tetanggamu sudah menerima.
Kami hanya butuh persetujuanmu.
Terima kasih, Tn. Blumetti.
Apa arti semua ini?
Berarti masing-masing kita akan tinggal di satu rumah
di mana kita yakin aktivitas gaib terjadi.
Untungnya, kita dapat bantuan Dr. Rosentok.
Dia kolega Dr. Allbreck
yang mengurus penyelidikan serupa
di AS dan benua lainnya.
Ada apa dengan tetanggaku, Walter?
Kami tak tahu apa-apa.
Sudah lama tak ada yang melihatnya.
Baiklah.
Semoga beruntung.
Kau butuh keberuntungan.
Kau...
- takut. - Ya.
Ya.
Itu wajar.
Aku takkan menyangkal.
Aku juga tidak menyangkal.
Aku juga takut.
Deputi.
Kami sudah masuk.
Bagus. Sudah periksa rumahnya?
Belum. Tagihannya tidak dibayar, jadi, tak ada listrik.
Aku bisa memperbaikinya.
Tidak perlu. Untuk temukan yang kita cari
lebih baik lampunya mati.
Baiklah.
Baik.
Kami akan terus mengabarimu.
Apa yang kita cari?
Bukti.
Petunjuk yang menjelaskan
soal kejadian malam itu.
Jadi...
Hanya petunjuk, kan?
Kau tak harus berada di sini malam ini.
Ketakutan itu...
me...
- Menular. - Benar.
Aku ada satu masalah.
Aku punya masalah
pengentalan darah.
Selain itu...
pendengaranku sangat lemah
jadi...
Berarti tempat ini...
tidak tepat untukmu.
Halo?
Halo?
Halo? Apa ini kau, Allbreck?
Halo.
Ya. Halo.
Aku mau bicara pada Alicia.
Maaf, dia tinggal bersama kakaknya
beberapa pekan.
Aku bisa berikan nomornya padamu.
Kau bisa mencatatnya?
Ya. Katakan.
โซ4242โฌ
1603.โฌ
Siapa ini?
Hai, Ali. Ini aku, Sarita. Dengar.
Aku meneleponmu karena Patito
pulang tanpa membawa ranselnya.
Katanya dia pergi ke rumahmu
untuk mencari mainannya.
Katanya tertinggal di sana.
Kabari aku kalau ada ranselnya.
Aneh, kan?
Alicia, kita perlu bicara. Ini sangat mendesak.
Tolong segera hubungi aku.
Ini sangat mendesak.
Ini aku, Sara.
Tolonglah, Alicia. Aku menghubungimu berhari-hari.
Patricio merekam sesuatu yang aneh di ponselnya.
Di halamanmu, dia...
memanjat tembok seperti yang biasa mereka lakukan.
Entah bagaimana aku mengtakan ini padamu.
Kami sangat takut!
Kau harus melihat ini.
Ini soal anakmu.
Juga soal mantanmu, polisi itu.
Aku tak tahu harus apa! Hubungi aku!
Aku akan coba cara lain untuk menghubungimu.
Ini sangat meresahkan.
Tolong hubungi aku.
Lepaskan!
Tunggu! Jangan bergerak
agar aku bisa menolongmu!
- Aku berusaha menolongmu! - Pisaunya!
Ini...
- Ini meng... - Menghisap.
Menghisap darah.
Ada sesuatu...
di lemari ini.
Ini menghisap.
Jangan tembak!
Jangan tembak!
- Apa? - Tolong aku!
Sial!
Bu, keadaan di sini semakin rumit.
Rosentok terluka.
- Beri tahu dia aku baik-baik saja. - Dia terluka.
Dia harus ke dokter. Ini darurat.
Kita ada di jalur yang benar.
Aku senang mendengarnya.
Aku yakin ini pusatnya!
- Pusat? - Sarang.
Kami ada dalam sarangnya.
Aku senang mendengarnya.
Terima kasih kerjasamanya.
Terima kasih.
Kita bicara lagi nanti.
Kau harus bersihkan darahnya.
Obat pereda sakit butuh waktu lama untuk bekerja.
Kau harus bergegas.
Bersikan darah yang kita tinggalkan di rumah ini.
Aku?
Kenapa harus aku...
Jangan buang waktu!
Waktu berjalan sangat cepat di sini.
PATRICIO NAVARRO
TEL: 4654-1750
Halo?
Jano, aku ada di luar. Aku mau pergi.
Tak apa. Jangan khawatir.
Maafkan aku.
Aku tidak...
Kurasa aku tak bisa membantu dalam hal ini.
Tak apa. Tenang.
Jujur, aku sangat takut.
Kau tahu masalah kecilku.
Aku melihat hal-hal...
Funes.
yang tak bisa kujelaskan di sini.
Hal-hal yang tak bisa kujelaskan.
- Funes. - Apa?
Di mana kau, Funes?
Aku di sini!
Di bagian mana dalam rumah itu?
Di dapur.
Apa yang terjadi?
Ada seseorang di jendela. Itu bukan kau, kan?
Apa maksudmu, Jano?
Tidak, kau benar. Dia tak berada di dapur.
Dia ada di ruang sebelah, tapi...
Di mana dia, Jano?
Tak ada orang di sini, Jano! Apa yang kau katakan?
Ya.
Itu aneh.
Apa yang aneh?
Entahlah. Aku melihatnya
tapi kemudian lenyap.
Jano! Sial! Kau di sana?
Rosentok! Aku akan pergi!
Aku akan pergi! Ini bukan bagianku.
Urusanku sudah selesai!
Ada sesuatu...
di bawah kita.
- Di bawah kita? - Aku menemukannya.
Tak ada apa-apa.
Tidak.
Tapi tidak kosong.
Tergantung sudut pandang.
Ada lebih dari satu sudut pandang.
Kegelapan. Terang.
Dua realita di tempat
dan waktu yang sama.
Kegelapan dan terang.
Sial! Dia bergerak!
Apa itu, Rosentok?
Astaga, Rosentok! Dia bergerak!
Dokter.
Allbreck, aku temukan apa yang kucari.
Aku senang ini berjalan lancar.
Aku tahu ini yang kau cari sejak dulu.
Benar.
Lalu kita harus apa sekarang?
Aku tak tahu.
Ayo dokumentasikan sebanyak mungkin.
Bagus.
Keluar dari sini!
Ada pecahan kaca di mataku!
Tn. Carabajal, kau mendengarku?
Aku Mora Allbreck.
Kau bisa mendengarku?
Dokter!
Temanku, Jano...
dalam masalah.
- Dia butuh bantuan. - Kau tak apa-apa, Funes?
- Tidak! - Tenang.
Jangan percaya semua yang kau lihat malam ini.
Dia mengetuk dari dalam lemari.
Dia minta bantuanku.
Aku membongkar sisi lemari itu.
Aku mau mengeluarkannya, tapi tidak bisa.
- Aku tidak bisa! - Dengar.
Tak semua yang kau lihat nyata!
Darah ini.
Ini bukan darahku.
Aku tidak terluka.
Ini darah temanku, Jano.
Juga ada darah Rosentok.
Apa maksudmu ini tidak nyata?
Bersihkan tanganmu.
Bersihkan!
Tak boleh ada darah di tanganmu. Tidak di tempat ini.
Makhluk ini menyukai darah.
Kau memakai air kran malam ini?
Aku harus...
tinggalkan tempat ini.
Kita harus hentikan penyelidikan.
Kau mendengarku, Dr. Rosentok?
Kita harus hentikan penyelidikan.
Kau mendengarku, Dokter?
Sesuatu...
Pasti ada penjelasannya, kan?
Tidak banyak.
Aku harus beri penjelasan pada yang lainnya!
Ada satu teori.
Aku janji akan berusaha mengerti.
Kami mempelajari dimensi yang berdampingan.
Dimensi ini diatur
seperti buah jeruk.
Ada kehidupan di keduanya. Kau mengerti?
Air dijadikan saluran oleh makhluk mikroskopis.
Mereka berkumpul, bersarang, dan berkembang biak.
Mereka bisa memakai raga kita.
Aku tak tahu makhluk apa mereka.
Juga kenapa mereka agresif.
Apa ada cara menghentikannya?
Apa?
Semua yang kau katakan padaku!
Tidak ada.
Aku kena serangan jantung.
Entahlah.
Tolong aku.
Kita harus pergi dari sini.
Bawa aku pergi dari sini.
Kau buat semua orang menganggapku gila.
Kau meyakinkanku bahwa ini tidak nyata.
Kau merenggut anakku.
Dan seseorang melihatmu.
Aku melihatmu.
Melihat videonya.
Aku melihatmu menyembunyikannya.
Kau mau sembunyikan anakku.
Kau mau sembunyikan dia, kan?
Kau menutup makamnya dengan semen. Kenapa?
Jawab aku. Kenapa kau melakukan itu?
Aku melakukannya demi kau!
Sumpah!
Untuk memberimu penjelasan.
Penjelasan yang hanya bisa kuberikan padamu.
Alicia, tolong antar aku ke RS!
Bawa aku pergi dari sini.
Naiklah.
Aku takkan meninggalkannya di sana.
Takkan kutinggalkan anakku di pemakaman.
Aku takkan meninggalkannya.
Tunggu, Funes!
Kami disiksa!
Baik.
Funes, kau dengar?
Aku coba menghubungimu selama berjam-jam.
Kantor polisi kacau.
Temanmu datang.
Ibu dari anak itu.
Dia mencarimu seperti orang gila.
Aku terpaksa memberitahunya di mana kau berada.
Kurasa dia menuju ke sana.
Aku sudah berusaha menghentikannya.
Kau tak menjawab telepon.
Kapten Funes.
Walikota juga ada di sini. Karierku dipertaruhkan.
Kau mendengarku, Funes?
Aku ada di sini.
Aku datang mencarimu.
Enrique.
Kau dengar?
Dengarkan baik-baik.
Pergi dari sana! Sekarang juga!
Ini perintah.
Enrique! Astaga. Ini perintah.
Pergi dari sana sekarang juga!
Enrique, katakan padaku kau mendengarku! Sial!
Kapten, aku dengar.
Aku di luar rumah Alicia.
Mobilmu tak ada di sini.
Temanmu, Jano, ada di sini.
Aku tak bisa lihat dengan jelas.
Dia berdiri di luar rumah.
Sikapnya sangat aneh.
Enrique, pegri dari sana. Ini perintah. Kau dengar?
Baik. Aku pergi dari sini.
Alicia, kita harus pergi!
Alicia!
Tn. Blumetti.
Ini Dr. Razzoni.
Ini Opsir Guzman.
Aku ingin memberitahumu percakapan ini direkam.
Dengan seizinmu.
Pernyataan semua pihak tak memiliki nilai hukum.
Tanggal 3 Oktober.
Pukul 6:40 malam.
Kau mengenali
tiga orang yang mengunjungimu tahun lalu?
Ya.
Kau ingat nama mereka?
Tapi kau ingat bicara pada mereka. Mereka bilang apa padamu?
Ingat.
Mereka datang untuk menolongku
karena mereka punya bukti
penyebab hilangnya istriku.
Apa lagi?
Mereka memintaku menandatangani berkas.
Ya, persetujuanmu.
Apa lagi?
Aku tak ingat.
Aku ada dalam pengaruh obat.
Kau kenal Deputi Funes?
Kenal.
Dia polisi.
Kekasih dari tetanggaku.
Alicia.
Benar.
Kapan terakhir kali kau melihatnya?
Aku melihatnya
di pemakaman anak Alicia.
Apa ada hal lain tentang...
Deputi Funes yang ingin kau katakan pada kami?
Dia punya masalah kesehatan.
Kami tak membahas hal lain.
Opsir Guzman ini...
bekerjasama dengan kami.
Dia melihat Funes membakar rumahmu dan rumah lainnya.
Beserta orang di dalamnya.
Dia buronan.
Kami yakin dia terlibat dalam kasus istrimu.
Tentang kasus istrimu.
Polisi temukan sidik jari
dengan darah istrimu tak hanya di kamar mandi
tapi di seluruh rumah.
Ini menghambat penyelidikan.
Apa dia datang bersama kalian?
Siapa?
Kejadian yang kami selidiki ini
bukan hal yang umum.
Apa dia orangnya?
Benar.
Dia berbeda dengan fotonya. Wajahnya terbakar.
Itu dia.
Dia datang bersama kalian.
Ya.
Dia datang bersama kalian.
Diterjemahkan oleh mifae
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.