Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Episode 30
Ulangi perkataanku.
Junior Zhou Zhiruo bersumpah pada Surga.
Jika di masa depan aku menyukai Zhang Wuji.
Jika aku menjadi istrinya.
Roh orang tuaku tidak akan tenang.
Guruku, Kepala Biarawati Miejue, akan jadi setan yang gentayangan setelah mati.
Dia akan menghantuiku siang dan malam.
Jika aku punya anak dengan dia,
Putraku akan selamanya menjadi budak.
Putriku akan selamanya menjadi pelacur.
Katakan!
Junior Zhou Zhiruo...
... bersumpah pada Surga.
Jika di masa depan aku menyukai Zhang Wuji.
Katakan!
Jika aku mencintai Zhang Wuji.
Maka roh orangtuaku...
... tidak akan tenang.
Guruku Kepala Biarawati Miejue...
... akan menjadi setan yang gentayangan setelah mati.
Dia akan menghantuiku siang dan malam.
Jika aku punya anak dengan dia,
Putraku akan menjadi budak,
putriku akan menjadi pelacur.
Tuan Zhang.
Aku punya pertanyaan untukmu.
Tolong jawab aku dengan jujur.
Jika aku membunuh Nona Zhou-mu.
Apa yang akan kau lakukan?
Nona Zhou tidak pernah menyinggungmu,
mengapa kau membunuhnya?
Ada beberapa orang yang tidak aku sukai.
Jadi aku membunuh mereka.
Mengapa aku harus menunggu sampai dia menyinggungku untuk membunuhnya?
Beberapa orang terus menerus menyinggung perasaanku.
Namun aku tidak membunuh mereka.
Seperti kau.
Apakah kau tidak cukup menyinggung perasaanku?
Nona Zhao.
Aku menyinggungmu karena aku tak punya pilihan lain.
Tapi kau menyelamatkan paman ketiga dan keenamku.
Dan aku berterima kasih padamu untuk itu.
Kau bodoh sekali.
Luka Yu Daiyan dan Yin Liting disebabkan oleh bawahanku.
Kau jangan salahkan aku.
Tapi berterima kasih padaku.
Paman ketigaku terluka dua puluh tahun yang lalu.
Pada saat itu, kau belum dilahirkan.
Tapi itu semua adalah bawahan ayahku,
yang menjadikan mereka bawahanku juga.
Jadi apa bedanya?
Berhenti mengubah topik pembicaraan.
Aku bertanya padamu.
Apa yang akan kau lakukan jika aku membunuh Nona Zhou-mu?
Apa yang akan kau lakukan padaku?
Akankah kau membunuhku?
Sebagai balas dendam untuknya?
Aku tidak tahu
Kau hanya tak ingin mengatakannya, bukan?
Orangtuaku dipaksa bunuh diri.
Orang-orang yang menyebabkan kematian orangtuaku,
aku ingat dengan jelas.
Sekte Emei.
Shaolin.
Hua Shan.
Kong Tong.
Tapi sekarang aku sudah lebih dewasa.
Aku mengerti lebih banyak tentang filsafat,
namun aku semakin kurang mengerti...
... siapa yang sebenarnya menyebabkan kematian orang tuaku.
Kau tidak bisa bilang pelakunya adalah Pendeta Kong Zhi,
atau Tuan Tiexing.
Tidak mungkin kakek atau pamanku.
Itu bahkan bukan bawahanmu.
Ah er.
Ah san, Tetua XuanMing dan yang lainnya.
Situasi benar dan salah...
... tidak mungkin untuk diurai.
Meskipun mereka pembunuhnya...
... dan aku membunuh mereka semua.
Lalu apa?
Orangtuaku takkan hidup kembali.
Sejujurnya, beberapa hari terakhir ini aku telah berpikir.
Jika kita tidak membunuh...
... dan bisa akrab,
bukankah itu bagus?
Balas dendam demi balas dendam tidak pernah berakhir.
Aku tak mau membunuh untuk membalas dendam.
Aku juga tak ingin melihat orang lain terluka atau terbunuh.
Itu karena kau punya hati yang baik.
Kalau itu aku,
aku tak bisa melakukan itu.
Siapa pun yang membunuh ayah atau kakakku,
atau orang yang kucintai,
aku tidak akan hanya membunuh orang itu, tetapi seluruh klan.
Termasuk setiap teman dan keluarga terakhir.
Aku akan membunuh mereka semua.
Tentu saja,
itu termasuk Nona Zhou-mu.
Kalau begitu, aku akan menghentikanmu.
Jika kau membunuh Nona Zhou...
... atau siapa pun yang terkait dengan bawahanku.
Aku takkan lagi menganggapmu teman.
Aku takkan pernah melihatmu lagi.
Bahkan jika kita bertemu,
aku takkan berkata sepatah kata pun padamu.
Jadi kau saat ini menganggapku sebagai temanmu?
Jika aku membencimu di hatiku,
aku takkan berada di sini minum anggur denganmu.
Aku merasa sangat sulit untuk membenci seseorang.
Orang yang paling aku benci...
... adalah Cheng Kun.
Tapi sekarang dia sudah mati.
Aku benar-benar merasa kasihan padanya.
Dan berharap dia tidak mati.
Jadi kalau aku mati besok,
bagaimana perasaanmu?
Kau mungkin berpikir,
"Baguslah."
"Wanita jahat itu akhirnya mati."
"Itu menyelamatkanku banyak masalah di masa depan."
Tidak.
Aku tidak berharap kau mati.
Tidak sedikit pun.
Nona Zhao Min, jangan menyulitkan kami lagi.
Lepaskan anggota dari enam sekte,
lalu kita semua bisa berteman, bukankah itu lebih baik?
Sangat bagus.
Itulah yang aku harapkan.
Kau adalah Ketua Sekte Ming, kata-katamu sangat berbobot.
Kau bisa berbicara dengan mereka.
Katakan pada mereka untuk menyerah kepada pemerintah.
Aku akan minta ayahku memberi tahu Kaisar.
Setiap orang bisa mendapat hadiah.
Pemerintah saat ini bobrok.
Dan telah menyebabkan penderitaan besar bagi rakyat.
Kau meminta kami untuk bersekutu dengan pemerintah? Itu tidak mungkin.
Apa?
Kau ingin mengaku berkhianat?
Kau baru sekarang menyadari ini?
Aku sudah tahu sejak lama.
Aku hanya perlu mendengarnya darimu.
Menerima ini sebagai kebenaran.
Tanpa ada jalan lain dan penundaan.
Murid Zhou Zhiruo berlutut dan menerima perintahmu.
Pendiri Guo Xiang di atas sebagai saksi.
Miejue, ketua Emei generasi ketiga...
... dari sekte Emei.
Dengan ini memerintahkan Zhou Zhiruo dari sekte kami...
... untuk menjadi Ketua Sekte baru.
Guru.
Guru.
Aku masih muda.
Aku belum lama bergabung dengan Sekte.
Aku sungguh tak bisa menerima tanggung jawab yang begitu besar.
Guru.
Kita pasti akan bisa melarikan diri dari sini.
Guru tidak harus mundur secepat itu.
Hari itu di depan makam Pendiri Guo,
aku sudah mengatakannya.
Aku akan menyerahkan posisi ketua sekte kepadamu.
Apakah kau menganggap remeh perkataanku?
Guru.
Apakah kalian sudah selesai?
Kalain masih punya lebih banyak kesempatan untuk berbicara nanti.
Mundur.
Cepat!
Aku punya tugas lain untuk dilakukan.
Zhiruo, perintahku tak bisa ditarik kembali.
Jika kau tidak mendengarkan,
kau "tidak menghormati gurumu, menghancurkan leluhurmu".
Aku tidak akan berani.
Tetapi aku benar-benar tidak bisa melakukannya, Guru.
Aku telah memintamu untuk menjadi Ketua Sekte dan bukan kakak perguruanmu...
... bukan karena aku mendukungmu,
tetapi karena menjadi ketua sekte,
kau membutuhkan kungfu yang luar biasa.
Untuk berdiri tegak di antara semua pendekar besar.
Guru.
Kungfuku lebih rendah dari saudara perempuan lainnya.
Zhou Zhiruo.
Ini adalah keinginan terakhirku.
Ulurkan tanganmu.
Berdiri sekarang.
Kau adalah ketua sekte sekarang.
Ini perjanjian rahasia tertinggi dari ketua sekte sebelumnya yang diwariskan.
Memberikan padaku, aku bahkan tidak menginginkannya.
Tapi dia masih si kecil seksiku.
Murid?
Bocah busuk, berani pergi?
Aku akan menghukumnya nanti.
Sayangku.
Si kecil yang cantik.
Akhirnya kita akan bisa...
... basah bersama seperti badai...
Kenapa kau?
Aku sudah menempatkan Wanita tua dan putrimu di sel yang sama.
Kau bisa menyelamatkan mereka kapan saja.
Kenapa kau di sini menyerangku?
Katakan padaku...
Pertama kau meracuni adik juniorku.
Kau merencanakan semua drama ini untuk menyakitiku.
Pasti ada hubungan antara kau dan sekte iblis.
Aku tidak percaya...
... seorang pria tua yang cabul sepertimu menunjukkan kecerdasan.
Baiklah kalau begitu.
Aku akan mengatakan yang sebenarnya hari ini.
Identitasku yang sebenarnya adalah...
... Utusan Kanan sekte Ming,
Fan Yao.
Aku sudah merasa kau tidak berguna.
Dan kau berpikir bahwa kau kuat. Cerdas di antara yang lainnya.
Tapi aku mengerti,
kau hanya tidak berguna.
Aku juga tahu obat apa yang kau miliki.
Membius dan bermain dengan Selir Han Shi,
lalu kembali dan menyerangku, kan?
Tapi...
... aku menggagalkan rencanamu.
Mungkin aku harus menusukmu sampai mati.
Hanya saja,
aku sudah menotokmu,
jadi kau tidak punya kekuatan.
Begini saja.
Biarkan aku menyelesaikan tugasku, aku akan kembali...
... dan kita akan melihat siapa yang lebih baik.
Jika kau punya nyali, lepaskan totokanmu sekarang.
Baik...
Nikmati badai basahmu dengan wanitamu.
Oke?
Aku akan memenuhi keinginanmu.
Tujuan utama Emei...
... telah Guru limpahkan padamu.
Bukankah kerja keras dan usahaku untuk bangkit...
... bernilai sebanyak...
... perasaan nakal bocah busuk itu padamu?
Guru.
Sepanjang hidupku,
aku tak pernah memohon pada siapa pun.
Aku memohon padamu hari ini.
Ya?
Guru, jangan katakan itu.
Berjanjilah. / Jangan lakukan itu.
Bisakah kau berjanji padaku?
Zhirou.
Kau sekarang adalah ketua sekte Emei.
Memuliakan sekte Emei.
Membantu dunia.
Inilah hal-hal yang aku serahkan di tanganmu.
Kau harus mencapainya.
Guru.
Aku tak punya kemampuan.
Ini terlalu membebaniku.
Guru harus menyerahkannya kepada kakak seperguruan yang lain.
Kau.
Kau adalah pemimpinnya sekarang.
Kau masih bicara seperti itu.
Jika kau melakukan ini,
kau tidak terhormat.
Kau menggertak gurumu...
... dan menipu para leluhur.
Kau bukan muridku lagi.
Guru, aku...
Zhiruo.
Setan.
Kau masih ingin kami bertanding dengan gadis jahat itu,
jadi kau bisa mencuri kungfu kami, kan?
Kungfu Wudang...
... tidak akan diserahkan.
Jika kau ingin membunuh maka bunuh saja.
Kau bisa membunuh kami,
tapi kau tak bisa mempermalukan kami.
Aku tahu kalian semua salah paham.
Aku akan menjelaskan semuanya hari ini.
Sebenarnya, aku bukan tentara bayaran dari Ruyang Wang.
Tapi aku adalah Utusan Kanan sekte Ming.
Fan Yao.
Beberapa tahun yang lalu aku menyusup ke istana Ruyang untuk memata-matai,
untuk menyelidiki situasi.
Selama ini, kalian menderita.
Untungnya, aku telah mendapatkan penawar racun Pelemah Saraf.
Kami mengikuti rencana pemimpin kami.
Tunggu sampai semua mengkonsumsi penawarnya,
kami akan mengeluarkan semuanya dari kuil Wan An.
Silakan mengkonsumsinya sesegera mungkin.
Kami takkan tertipu oleh trikmu.
Gadis jahat itu, Zhao Min punya banyak trik aneh.
Apa yang kau tawarkan kepada kami, pasti bagian dari rencananya untuk menipu kami.
Jangan percaya padanya.
Seorang pemuda harus dianggap dengan hormat.
Pikirkan tentang itu, sekarang kalian berakhir di penjara sekarang.
Kalian tidak punya tenaga dalam.
Jika aku ingin membunuh kalian,
akan semudah membalikkan tangan.
Mengapa aku harus melakukan ini?
Aku tidak menipu kalian.
Aku mendapatkan obat penawar ini dari Lu Zhangke.
Jangan buang waktu lagi.
Kau mengatakan ini adalah penawarnya.
Bagaimana aku tahu ini bukan racun?
Baiklah, kau tidak percaya padaku. Lihat aku memakannya.
Fan Yao, biar aku duluan.
Kakak.
Ayah.
Baiklah, situasinya mendesak.
Kalian gunakan tenaga dalam untuk menghilangkan racunnya.
Aku akan menyelamatkan yang lain.
Sampai jumpa.
Zhiruo.
Zhiruo, bangun.
Guru.
Aku tidak berguna.
Maaf, aku mengecewakan Guru.
Di antara saudari seperguruanmu, kungfumu yang terbaik.
Dan hanya kau...
... yang bisa memikul tanggung jawab besar ini.
Hanya kau yang bisa memuliakan Emei.
Zhiruo, bisakah kau berjanji pada guru?
Zhiruo, Guru berlutut untuk memohon padamu.
Guru, tolong bangun.
Guru memohon padamu.
Hanya kau yang bisa melakukannya, Zhiruo.
Guru.
Zhiruo, Guru hanya punya dua keinginan dalam hidup ini.
Pertama.
Jatuhkan pemerintahan saat ini.
Kedua.
Memuliakan Emei.
Melampaui Wudang dan Shaolin.
Menjadi yang terbaik di komunitas sekte.
Selama kau melakukan apa yang kukatakan,
maka keduanya akan terwujud suatu saat nanti.
Guru.
Jika kau tidak setuju,
aku tidak akan mati dalam damai.
Guru.
Tolong berjanjilah padaku.
Jika tidak, aku akan berlutut di sini dan tidak akan berdiri.
Aku janji.
Aku janji.
Berdirilah.
Ini penawar racun Pelemah Saraf.
Cepat ambil ini. Aku akan kembali lagi nanti untuk menyelamatkan kalian.
Kami akan menyerang dari dalam dan luar kuil Wan An.
Kau siapa? Mengapa kau memberi kami penawarnya?
Aku Utusan Kanan sekte Ming, Fan Yao.
Aku telah menerima perintah dari ketua sekteku untuk menyelamatkan sekte-sekte lain.
Bagaimana kalian sekte jahat bisa sebaik ini?
Kepala biarawati.
Ini sungguh penawarnya.
Para pendekar Wudang telah memakannya.
Cepatlah.
Guru.
Zhang Wuji dengan tulus ingin menyelamatkan pamannya.
Jadi mungkin kata-katanya tidak sepenuhnya salah.
Kau lupa apa yang aku katakan?
Bahkan jika itu benar,
aku masih takkan menerima amal dari sekte jahat.
Kau.
Kau benar-benar rubah yang licik.
Kau sudah menebak dengan benar.
Ini bukan penawar racun.
Karena sekte Emei selalu menentang sekte Ming,
Aku datang untuk meracunimu biar mati.
Hari ini aku ingin melihat...
... apa kau punya nyali untuk menelan racun ini.
Kepala Biarawati MieJue hanyalah pengecut yang takut mati.
Sekarang kau harus berpikir bahwa hidup lebih baik daripada mati.
Baiklah.
Maka aku akan mengabulkanmu.
Aku akan membuatmu menderita sampai mati.
Guru.
Zhiruo.
Jangan lupakan kata-kata Guru.
Paham?
Sudahlah, jangan menangis lagi.
Murid yang baik.
Segera, gurumu akan masuk neraka.
Karena kau paling menyayanginya,
kenapa kau tidak mati bersamanya?
Jangan! Guru.
Jangan!
Tidak. Zhiruo.
Sekarang kalian berdua telah menelan racunnya.
Dalam waktu singkat, usus kalian akan pecah dan kalian akan mati.
Jika ingin meringankan penderitaan kalian, ikuti saranku untuk bermeditasi dan mengatur pernapasan.
Ada apa?
Zhiruo sudah lama berada di sel Guru.
Dia masih belum kembali.
Mungkin Guru punya beberapa tugas penting untuknya.
Berdasarkan peringkat dan kungfu,
Kakak MinJun adalah yang paling terkemuka
Dalam kondisi normal, guru kita akan selalu menugaskan beberapa tugas padanya.
Menurutku,
pasti ada sesuatu yang terjadi.
Semua orang ada di sini.
Apa maumu?
Apa maumu?
Guru Miejue kalian...
... dan muridnya Zhou Zhiruo...
... sudah menelan racunku.
Karena kalian berasal dari sekte yang sama,
maka kalian harus berbagi bencana dan kekayaan.
Dan mati bersama.
Kakak, kakak.
Tidak.
Dari semua sekte,
aku paling benci sekte Emei.
Kalian sombong.
Sekte Emei telah membunuh orang-orang kami.
Hari ini aku bisa melenyapkan kalian semua.
Itu membuatku bahagia.
Matilah kalian semua.
Aku tak ingin mati.
Kepala Pelayan Ha.
Kami telah mencari di semua kamar,
tapi masih belum bisa menemukan selir itu.
Menurutku,
masih ada satu kamar yang belum kami periksa.
Tuan Lu.
Tuan Lu.
Tuan He, apa yang terjadi?
Ku Toutuo adalah mata-mata.
Dia yang menculik selir dan juga menipu saudaraku.
Nona Zhao.
Sebagai seseorang dari keluarga kekaisaran,
bagaimana kau bisa tahu tentang penderitaan orang awam?
Gubernur lokal kejam dan korup.
Kehidupan manusia bagai rumput bagi mereka.
Rakyat memandang Pemerintah dengan kebencian.
Meskipun aku seorang Putri, aku sudah berada di antara masyarakat.
Mana mungkin aku tidak menyadari kesulitan yang dihadapi rakyat?
Kau bilang ada pejabat korup yang tidak mematuhi hukum dan menindas rakyat.
Aku sudah melihatnya.
Aku bahkan telah mengambil tindakan untuk menghentikannya.
Benar.
Saat pertama kali kita bertemu,
kau melakukan intervensi terhadap tentara yang melanggar.
Kaisar sendiri tahu tentang masalah ini.
Dia mengirim surat keputusan untuk menghukum para pejabat yang memalukan Pemerintahan.
Meskipun demikian, ada yang melakukan tipu daya, menutupi perbuatan para gubernur yang sesat ini...
... sebagai kaki tangannya.
Meski aku nampak angkuh dalam posisiku sebagai Putri.
Tetapi aku hanyalah seorang wanita.
Bukan pejabat Pemerintah yang ditunjuk.
Aku tak punya kekuasaan mutlak untuk melakukan apa pun.
Tapi, aku akan menjamin bahwa di daerah yang dipimpin oleh kakakku,
akan berjalan sesuai aturan hukum yang ketat dan hal-hal ini tidak akan terjadi.
Aku tahu kau ingin berkontribusi.
Tetapi berada dalam posisi yang sulit.
Pemerintah telah lama kehilangan kepercayaan rakyat.
Peluang mereka hilang.
Apa pun yang kau lakukan,
tidak dapat memutar balik waktu.
Aku memang dilahirkan di keluarga Kekaisaran.
Sekalipun itu usaha yang sia-sia, aku tetap harus berusaha semaksimal mungkin.
Jika kau adalah aku, tidakkah kau akan melakukan hal yang sama?
Menyakiti rakyat jelata...
... atas nama melindungi negara?
Aku takkan bisa melakukannya.
Bukankah kau, demi Sekte Ming, mengambil nyawa orang lain?
Sekte Ming telah berbuat baik untuk rakyat, menegakkan keadilan sebagai mandat mereka.
Hanya untuk mempertahankan kendalimu atas negara ini, kau melukai begitu banyak pendekar dari komunitas sekte.
Di mana "kebaikan pada orang-orang" atas tindakan itu?
Tuan Zhang.
Jika aku bukan dari Keluarga Kekaisaran.
Jika aku bisa sebagai rakyat jelata.
Duduk di sini dan mendiskusikan politik denganmu.
Mengemukakan pandanganku.
Betapa indahnya itu.
Ya.
Jika aku bisa mengesampingkan posisiku sebagai Ketua Sekte Ming.
Bebas dan tanpa batasan melakukan apa yang aku sukai,
maka kita tentu akan menjadi teman baik yang bisa saling mengutarakan apa pun.
Bersulang.
Sayangnya kita hanya bidak di papan catur.
Ditakdirkan untuk menjadi milik pihak yang berlawanan...
... di medan perang.
Yang bisa kita lakukan adalah menerima kenyataan itu.
Bersulang.
Amitabha.
Guru, sudah cukup lama.
Kenapa kita masih belum mati?
Aku juga tidak merasakan sesuatu yang aneh.
Sebaliknya, aku merasa ada energi yang mengalir di dalam.
Guru.
Mungkin kita benar-benar menelan penawarnya?
Zhiruo.
Mari kita coba atur pernapasan.
Dasar bajingan, keluar ke sini sekarang.
Aku akan bertarung sampai mati.
Tuan Lu, bagaimana rasanya berbaring?
Saudaramu datang untuk menjemputmu.
Aku tak punya pilihan lain selain membawamu kepadanya.
Kepala pelayan Han, pimpin beberapa orang untuk menjaga sebelah sana.
Yang lain ikut denganku menyelamatkan saudaraku.
Ayo. / Baik.
Tunggu.
He Biweng.
Jika kau berani melangkah masuk ke pagoda,
aku akan melemparkan si tua Lu ini.
Ku Toutou.
Jika kau menyakiti saudaraku.
Aku pasti akan menotong tubuhmu jadi beberapa bagian.
He Biweng.
Kau dan anak buahmu jangan berani mendekati gerbang bahkan satu langkah pun.
Jika tidak, aku tidak akan segan melakukannya.
Aku akan menjatuhkannya.
Aku akan membiarkanmu menyaksikan semua tulangnya patah di depanmu.
Mari kita lihat apa kau akan menyesalinya.
Tuan Ku, mari kita bicarakan ini.
Pangeran Qin kami sedang mencari Selir Han.
Turun ke sini. Jangan menyebabkan masalah lagi.
Kepala pelayan Han, ada sesuatu yang tidak kau ketahui.
Bandot tua ini telah naksir Selir Han sejak awal.
Aku memergoki mereka.
Itulah alasan mengapa aku menangkap mereka di tempat.
Aku ingin membawa mereka ke pangeran dan membiarkannya memutuskan hukuman mereka.
Dan juga, He Biweng adalah saudaranya. Dua bersaudara ini melakukan pemberontakan, melakukan kejahatan besar.
Kau harus membantuku menangkap mereka.
Kau berbicara omong kosong.
Jangan dengarkan omong kosongnya.
Selir Han diculik olehnya.
Kami berdua setia kepada pangeran.
Mengapa kita mau melakukan hal tersebut?
Kepala pelayan Han, ada sesuatu yang harus kau ketahui,
Sebenarnya, aku ditugaskan oleh Komandan (ayah Pangeran) untuk mengawasi mereka.
Komandan sudah tahu bahwa Bandot tua ini sedang mengincar Selir Han,
itulah sebabnya dia menugaskanku untuk mengawasi mereka.
Aku tidak menyangka itu benar, itulah alasanku menangkap mereka.
Dialah yang harus kita tangkap.
Ini...
Kenapa kau jadi bingung?
Apakah ada di antara kalian yang menemukan Selir Han?
Lapor, Pangeran, dia ada di dalam pagoda.
Pangeran, tolong bertindak bijak.
Ku Tuoto telah menangkap Selir Han dan saudaraku.
Dia menjebak semuanya, kita perlu menangkapnya.
Pangeran.
Jangan dengarkan omong kosongnya.
Kau harus tahu bahwa penampilan orang ini sama sekali berbeda dari kepribadiannya.
Dia sebenarnya seorang pria mesum.
Dia telah mengamati Selir Han sejak awal.
Aku ingin menangkap dua orang ini dan menyerahkannya kepadamu, tetapi tidak ada cukup waktu.
Karena ada hal seperti itu, Tuan Ku, silakan ke sini untuk berbicara.
Pangeran.
Bukannya aku tak mau ke sana,
He Biweng di sana, Jika aku turun, dia pasti akan membunuhku.
Pangeran, dia bicara omong kosong.
Dia telah mencuri obat penawar milik kakakku.
Dia pasti berencana menyelamatkan para pemberontak yang dipenjara di Pagoda. Kita jangan membiarkannya berhasil.
Pangeran.
Dialah yang bicara omong kosong dengan memfitnahku.
Dia melakukan semua ini hanya karena dia ingin menjebakku.
Kau harus percaya padaku.
Sejak awal kau telah membuktikan kesetiaanmu, mana mungkin aku tak percaya perkataanmu.
Ke sini dulu.
Aku jamin akan menyelidiki masalah ini secara adil dan takkan menguntungkan siapa pun.
Aku juga menjamin bahwa He Biweng takkan membahayakanmu.
Pangeran.
Bukannya aku tak percaya padamu, aku memercayaimu.
Tapi dua rubah licik ini,
aku tak bisa memercayai mereka.
Dan juga, kakiku terluka. Aaku tak bisa turun segera.
Kepala pelayan Ha, bakar Pagodanya. Siapkan anak buahmu dengan busur dan anak panah.
Siapa pun yang melompat turun dari Pagoda, panah sampai mati.
Jangan sampai ada yang lolos.
Ya, Pangeran.
Pangeran, kau jangan menyalakan api.
Saudaraku ada di atas sana.
Begitu Pagoda itu terbakar, dia akan ikut terbakar.
Pangeran.
Jangan ada yang berani menyalakan api.
Kau berani menentang perintahku?
Pangeran, jangan lakukan ini.
Nyalakan api!
Pangeran, jangan lakukan ini.
Tuan Zhang.
Jika ada saat ketika aku bersedia menyerahkan status kebangsawananku...
... dan meninggalkan rumahku,
bersedia menjadi orang biasa.
Pada saat yang sama, kau bukan Ketua sekte Ming,
tapi orang biasa.
Bukankah itu luar biasa?
Jika ada hari seperti yang kau katakan.
Aku telah pindah ke pedesaan...
... dan menjalani hidup sebagai rakyat jelata.
Aku akan menjadi tabib.
Membantu mengobati yang sakit.
Jika ada hari seperti itu,
aku ingin kau membawaku bepergian ke 4 penjuru dunia,
ke ujung Utara-Tenggara-Barat.
Melewati gunung tertinggi, aliran sungai terpanjang.
Menjalani hidup tanpa beban.
Apakah kau bersedia ikut denganku?
Tentu saja.
Tentang ini,
Nona Zhao, kau terlalu banyak berpikir.
Sudah malam, biar aku mengantarmu pulang.
Apakah aku itu tidak disukai?
Bahkan menghabiskan lebih banyak waktu denganku,
kau tidak mau.
Bukan itu yang kumaksud.
Tidak ada yang bisa memprediksi masa depan.
Jika suatu hari, impian kita menjadi kenyataan.
Bisakah kau memperlakukanku sedikit lebih baik?
Bisakah kau memperlakukanku...
... sama seperti kau memperlakukan Nona Zhou?
Aku.
Kau adalah temanku.
Nona Zhou juga temanku.
Tidak.
Kami dua junior yang berbeda.
Dia adalah dia, aku adalah aku.
Bagimu, antara dia dan aku,
siapa yang lebih cantik?
Tentu saja, kau lebih cantik.
Apakah kau ingat.
Kau telah berjanji untuk melakukan tiga hal untukku.
Jadi sekarang aku punya permintaan pertamaku.
Baiklah.
Aku ingin kau membantuku mendapatkan Golok Naga.
Apa? Kau tidak mau?
Permintaan ini tentu saja tidak melanggar jalan ksatria.
Itu juga bukan sesuatu yang tidak bisa kau capai.
Golok Naga milik ayah angkatku.
Bagaimana aku bisa mengkhianatinya dan mengambil goloknya?
Aku tidak memintamu untuk mencurinya...
... atau mengambilnya untuk kusimpan.
Aku meminta untuk meminjamnya dari ayah angkatmu untuk kulihat.
Aku ingin melihat apa yang istimewa dari Golok Naga ini.
Mengapa para pendekar dari komunitas sekte ingin menjadikannya milik mereka.
Hanya satu jam.
Itu yang kubutuhkan untuk melihatnya.
Lalu aku akan mengembalikannya kepadanya segera.
Ini...
Apa?
Kau adalah anak angkatnya,
jangan bilang dia takkan mengizinkanmu meminjamnya.
Bukannya dia tidak mau.
Meskipun golok ini terkenal di seluruh sekte,
tetapi sebenarnya, tidak ada yang istimewa.
Goloknya sangat berat...
... dan sangat tajam.
Terserah kau jika kau tidak mau,
atau kau lebih suka...
... aku memintamu untuk melakukan sesuatu yang lain?
Tapi aku ingin mengingatkanmu, itu akan jauh lebih sulit.
Baiklah, aku berjanji padamu.
Ayah angkatku dan aku telah kehilangan kontak selama bertahun-tahun.
Aku tidak yakin apa aku dapat menemukannya.
Ini akan menjadi perjalanan yang berbahaya,
karena pulau ini memiliki suhu panas dan dingin yang ekstrim.
Kau tidak perlu menempatkan dirimu dalam risiko bersamaku.
Aku suka mengambil risiko.
Selain Golok Naga,
aku juga ingin tahu orang seperti apa ayah angkatmu,
orang yang kau hormati sebagai pahlawan.
Baik.
Tapi izinkan aku menyelesaikan beberapa hal terlebih dahulu,
lalu kita bisa pergi dalam beberapa hari.
Pagoda kuil Wan An terbakar!
Oh tidak, Pagoda kuil Wan An terbakar!
Tuan Ku!
Nona Zhao, ada yang harus aku lakukan, aku akan pergi.
Tuan-tuan.
Pangeran membakar Pagoda.
Kita harus mengambil kesempatan dan melompat keluar.
Cepat dan atur pernapasan kalian.
Aku akan memeriksa Sekte lainnya.
Aku ingin tahu apa yang terjadi di luar.
Apinya semakin parah. Jika terus berlanjut, kita semua akan mati.
Tuan, kami terjebak.
Tuan-tuan, cepat.
Ini mendesak, cepat keluar.
Cepat!
Bergerak cepat, apinya akan sampai ke sini.
Cepat!
Cepat!
Menuju ke atap.
Cepat!
Cepat pergi!
Ini takkan berhasil, kita harus turun.
Tunggu!
Nyala api naik ke atas.
Kita tidak bisa turun. Kita harus naik.
Tidak ada jalan keluar di puncak pagoda.
Api masih menyala dan kita akan tetap mati.
Saat ini tenaga dalam kita telah kembali.
Kita bisa bertarung langsung dengan mereka.
Jangan!
Ada delapan pemanah di luar sana.
Kita tidak bisa melawan mereka.
Lihat.
Nyala api telah naik ke tingkat ini, tidak perlu dipertimbangkan, cepat naik ke atas.
Cepat!
Cepat, naik ke atas.
Guru, sepertinya ada api di luar.
Abaikan saja, teruskan meditasinya.
Kepala Biarawati, kau harus berhenti membuang waktumu.
Mereka membakar pagoda, apinya sudah mendekat.
Semua murid Emei-mu...
... sedang menunggumu di puncak pagoda.
Yang Xiao, kau di sini.
Aku telah menyelesaikan tugasku.
Tentu saja aku datang untuk membantumu.
Pangeran, jika api terus menyebar,
pagoda akan segera berubah menjadi abu.
Begitu juga orang-orang yang ada di dalamnya.
Orang-orang ini tidak akan menyerah sampai akhir, maka tak ada gunanya bagiku untuk membiarkan mereka hidup.
Bunuh mereka semua.
Zhiruo, bagaimana kondisimu?
Aku sudah lebih baik, Guru.
Baiklah, cepatlah...
... pergi dan temukan saudara seperguruanmu.
Guru. / Pergilah.
Ku Toutou, kau pantas mati! Kau mencuri penawar milik kakakku...
... untuk menyelamatkan kekasih lamamu, Kepala Biarawati Miejue...
... dan putri harammu, Zhou Zhiruo.
Beginikah caramu membayar kebaikan kami?
Dengan mempersulit kami?
Mengapa?
Diam!
Dasar makhluk tak tahu malu! Apa yang kau katakan?
Kepala Biarawati Miejue. Kau datang pada saat yang tepat.
Beri tahu kekasih lamamu, lepaskan kakak seperguruanku.
Jika itu bukan penawarnya, kau dan keluargamu tidak akan bisa bersatu kembali.
Jika kau setuju untuk melepaskan kakak seperguruanku,
aku jamin keluargamu yang terdiri dari tiga orang akan bisa pergi dengan aman.
Keluarga tiga orang apa?
Bajingan tak tahu malu.
Kepala Biarawati, perkataanmu benar.
Dia memang licik dan tak tahu malu.
Bagaimana dia bisa bilang bahwa kita memiliki hubungan asmara di masa lalu.
Dia juga bilang bahwa Nona Zhou adalah putri kita yang tidak sah.
Kau lihat.
Beraninya kau membuat tuduhan palsu dan merusak reputasiku?
Aku ingin membunuhmu!
Aku terlambat, kalian berdua telah melakukannya dengan baik.
Ketua Sekte.
Utusan Kanan Fan dan 6 Sekte terjebak di pagoda.
Tidak bisa keluar.
Bukan aku yang bilang begitu.
Kekasih lamamu yang bilang.
Kau seharusnya membuat perhitungan dengannya.
Apakah kau bilang hal seperti itu?
Dia bohong.
Kepala Biarawati, kau jangan dengarkan ocehannya.
Kuberitahu, dia suka mabuk.
Hal-hal yang dia katakan pasti pembicaraan saat mabuk.
Kau lihat bagaimana mungkin kita...
Nona Zhou cantik,
lalu lihat bekas luka di wajahku.
Mana mungkin aku bisa punya anak yang sangat cantik.
Aku tak peduli apa yang orang katakan tentangku.
Kau!
Zhiruo, pergi dulu cari saudara seperguruanmu.
Bagaimana dengan Guru?
Aku akan membunuh si brengsek ini dulu, lalu aku akan pergi mencarimu.
Zhiruo, cepat pergi. / Guru, kita harus pergi bersama.
Nona Zhou. Kau tidak lihat gurumu sibuk sekarang?
Jika kau tinggal di sini, kau akan mengganggu konsentrasinya.
Kau sebaiknya pergi.
Aku punya ide.
Utusan Kanan Fan, bagaimana kondisinya di sana?
Jangan khawatir, Ketua sekte.
Semua Sekte telah memakan penawarnya,
dan mereka berkumpul di puncak pagoda.
Api terlalu besar di sana.
Kami tidak bisa turun.
Aku akan mencoba mencari rute pelarian lain.
Baiklah, beritahu semua orang untuk tetap tenang.
Aku akan mencari jalan.
Baik.
Tangkap mereka semua!
Ketua sekte, luangkan waktumu untuk berpikir.
Dia saudaraku, tolong jangan sakiti dia.
Aku tak punya niat untuk menyakitinya selama kau memerintahkan orang-orangmu untuk memadamkan api.
Tangkap dia!
Zhang Wuji adalah pendekar berilmu tinggi.
Para biksu ini bukan lawannya.
Paling-paling, kita bisa menahannya selama satu jam.
1 jam sudah cukup,
api akan mencapai puncak pagoda,
dan 6 Sekte akan dimakamkan di lautan api.
Tak peduli seberapa hebat kungfu Zhang Wuji, dia takkan bisa menyelamatkan mereka.
Itu usaha yang sia-sia.
Kakak benar-benar akan membakar pagoda...
... untuk membunuh anggota 6 sekte tanpa penguburan?
Mereka tidak menjanjikan kesetiaan mereka pada Istana,
hukumannya adalah mati.
Jika tidak lebih cepat, maka nanti.
Itu perintahnya.
Dan karena mereka semua ingin menjadi pahlawan,
aku akan mengirim mereka ke neraka.
Aku bahkan akan membiarkan mereka mati dengan cara yang spektakuler.
Api telah menyebar tak terkendali.
Tidak ada jalan keluar, bahkan jika kau pendekar yang punya kungfu hebat.
Para biksu.
Ada api di luar, tolong ikuti aku.
Cepat.
Guru.
Guru.
Cepat jalannya.
Guru.
Guru.
Guru!
Ayah, apinya semakin parah.
Apa yang harus kita lakukan?
Mungkin ada peluang jika kita melompat turun.
Kau tidak bisa.
Pagoda ini tingginya lebih dari 130 kaki, meski tenaga dalam kita sudah pulih, tulang kita akan patah jika kita melompat.
Amitabha.
Kita tak bisa mengendalikan takdir kita.
Takdir apa?
Aku menahan diri beberapa hari terakhir ini, memikirkan cara untuk membalas dendam.
Aku tidak menyangka hari ini,
aku akan mati di bangunan yang terbakar.
Aku tak bisa menerima ini.
Zhiruo. / Guru baik-baik saja?
Jangan khawatir.
Ada banyak ahli kungfu di sini. Kita akan pikirkan jalan keluar dari sini.
Aku mengkhawatirkan guruku.
Itu semua salahmu. Mengapa kau meninggalkan guru kita sendirian?
Jika guru kita ada di sini, akan mudah untuk keluar dari ini.
Kakak senior. Guru menyuruhnya pergi dulu.
Tolong jangan salahkan dia lagi.
Kakak, kau yang tertua di sini.
Bagaimana jika terjadi sesuatu pada guru,
Kau harus mengurus kami.
Kakak senior, coba pikirkan.
Apa yang akan kita lakukan?
Berhenti bicara omong kosong.
Guru akan baik-baik saja.
Dia akan segera muncul.
Guru!
Diterjemahkan Oleh :
BlackSpiders IDFL™ SubsCrew
Kunjungi kami di http://idfl.me
Movie, West-Series, Asian-Series, Anime, Music, Software, Subtitle and Many More
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.