All language subtitles for 13.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Episode 13

Adik.

Kemarin, saudara Yao membawa berita kematian dermawan kami,

tapi juga membawa seorang pria.

Namanya yaitu... tapi juga membawa seorang pria.

Namanya yaitu...

... Xie Xun.

Julukannya adalah si Singa Emas.

Tuan Xie, terlalu banyak permusuhan selama bertahun-tahun.

Dia telah menghilang lebih dari sepuluh tahun.

Entah mengapa dia kembali ke Dataran Tengah?

Jadi musuh-musuhnya keluar untuk balas dendam.

Aku membawanya ke sini.

Musuh-musuhnya sedang dalam perjalanan.

Lawan kami terlalu banyak, kami tak bisa mengalahkan mereka semua

Tuan Xie adalah saudara angkat dermawan kami,

jadi kami harus melindunginya.

Di mana dia sekarang?

Kakak, semua yang di dalam terbakar.

WuJi.

Coba tebak tempat apa ini.

Ada bau terbakar...

Apakah vila Prem Merah ada di atas?

Pintar.

Ini gudang ayahku.

Orang di luar tak bisa masuk.

Geledah tempat ini! / Ya.

Para pengejar datang.

Lihat di halaman depan.

Satu.

Kalian, periksa halaman belakang. / Ya.

Dua, tiga.

Cari pintu belakang. Cepat. Cari pintu belakang.

Cari pintu samping! / Empat.

Ya.

Lima.

Mereka ada lima tim di sana.

Mereka pikir aku sudah melarikan diri dengan Tuan Xie.

Dan mereka akan segera pergi.

Tuan, tidak ada orang di sini. / Tuan, tidak ada orang di sini.

Ayo pergi.

Kakak, aku ingin memeriksa cidera Tuan Xie.

Hati-hati.

Baik.

Kondisimu sudah pulih, Tuan?

Adik kedua.

Shaolin, Kongtong, Kunlun.

Kalian adalah anjing!

Aku, Singa Emas, tidak takut pada kalian!

Pendekar Xie, kami bukan musuhmu.

Kami ini sekutumu.

Kau bukan sekutuku. Pembohong!

Pendekar Xie.

Ayah.

Pendekar Xie, kami berniat baik. Percayalah pada kami.

Ayah.

Biarkan aku keluar. / Ayah.

Dermawan kami telah menyelamatkan kami, dan kau adalah saudara angkatnya.

Meskipun kau membunuhku, aku takkan melawan.

Kau takkan melawan? Itu lebih baik.

Kau palsu.

Kau bukan Singa Emas. Jangan biarkan dia menipumu.

Kau ngomong apa bocah bau.

Adik, mengapa kau mengatakan itu?

Paman Zhu, aku tidak bisa membohongimu lagi.

Penolongmu adalah ayahku.

Singa Emas Xie Xun adalah ayah angkatku.

Aku takkan salah mengenalinya.

Matilah kau.

Ayah.

Kau baik baik saja?

Kau bilang dia palsu.

Kau jangan bercanda soal ini.

Paman Zhu, yang kukatakan benar.

Ayah angkatku buta. Pria ini bisa melihat.

Itu penipuan yang gagal total.

Ayah angkatku jadi buta,

tak seorang pun di dataran tengah yang tahu. Dia meniru ayah angkatku,

itu sebabnya dia tak tahu faktanya.

Kau sungguh putra dermawan kami?

Kalian memperlakukanku dengan sangat baik,

mana mungkin aku membohongi kalian?

Mengapa tak memberi tahu kami sebelumnya?

Aku terluka oleh tapak es XuanMing.

Aku ingin mencari tempat yang tenang dan damai untuk mati.

Aku tak ingin mengganggu orang lain.

Jadi,

aku menyembunyikan identitasku.

Lalu kudengar kau bilang sang dermawan adalah ayahku.

Semakin beralasan untukku tidak mengungkapkannya...

... karena itu akan tampak seperti aku mengaku-ngaku untuk dapat bantuan.

Kau sungguh putra Pendekar Zhang?

Kau punya sesuatu untuk membuktikan bahwa kau putra Pendekar ke-5 Zhang?

Kakekku...

... adalah pemimpin sekte Elang Langit Yin Tin Zeng.

Pamanku adalah Yin Yewang.

Ayah dan ibuku...

... bunuh diri saat ulang tahun ke-100 kakek guru karena paksaan sekte lain.

Makam mereka ada di Bukit Pangeran di Gunung Wudang.

Ayah, dia benar-benar putra dermawan kita.

Dalam hal ini, kita tak boleh lakukan kesalahan apa pun.

Kalau tidak,

kita akan bersalah pada pendekar Xie.

Penyesalan selalu terakhir.

Paman Zhu.

Dia jelas bukan si Singa Emas, Xie Xun.

Jika aku berbohong, biar Dewa membunuhku!

Adik.

Ikutlah denganku.

Adik.

Jika dia benar-benar palsu,

maka kita tidak bisa membunuhnya.

Kita harus menginterogasinya di mana pahlawan Xie berada.

Aku tahu aku seharusnya tidak bertanya secara terbuka.

Paman Zhu,

karena ayah dan ayah angkatku,

kekayaan keluargamu hilang, kau mengalami cidera,

mana bisa aku tidak memercayaimu?

Meskipun kau tidak bertanya, aku tetap akan memberitahumu.

Kejadiannya seperti ini.

Beberapa tahun yang lalu.

Orangtuaku tiba di pulau Es Api.

Jadi seperti itu kejadiannya.

Aku akan mengerahkan semua kemampuanku untuk melindungi Wuji.

Sekarang situasinya sangat genting,

balas dendam bukan prioritas utama.

Pendekar Xie sendirian di Pulau Es Api.

Hidupnya pasti sengsara di sana.

Jika aku bisa bertemu dengannya sekali lagi.

aku akan mati dengan bahagia.

Paman Zhu.

Kita bisa pergi ke Pulau Es Api bersama-sama. Bagaimana?

Wuji.

Ini tempat ayahku pernah sembunyi dari musuh.

Rumah pertanian yang dibangun khusus.

Dekat dengan Villa Plum Merah.

Masih ada beberapa rumah pertanian tersisa.

Paman Zhu.

kau benar-benar perencana yang teliti.

Kakak,

kau terluka.

Kita tinggal di sini selama beberapa hari sebelum berangkat.

Adik kedua,

Aku ingin kau mengatur perjalanan ke laut.

Ya.

WuJi.

WuJi.

Kau sudah tidur?

Jam 3 subuh, mengapa Jiuzhen datang ke kamarku?

Mengapa dia menotokku?

Untunglah Ayah angkat mengajarkan cara melepaskan diri dari totokan.

Katakan padaku. Kau lebih menyukaiku...

... ataukah lebih menyukai adik juniormu?

Tentu saja lebih menyukaimu.

Kau bilang begitu saat bersamaku,

tapi saat bersamanya kau akan bilang lebih menyukai dia.

Oh jadi dia menotokku...

... karena takut aku memergoki dia dan sepupunya.

Kalian berdua sedang apa?

Ayah.

Ayah. / Paman.

Sudah lama aku tidak bertemu kakak sepupu.

Dia jarang keluar.

Kami hanya mengobrol.

Sudah kusuruh untuk mengawasi Wuji,

namun kau diam-diam ke luar.

Jika dia melihat kesalahan sekecil apa pun,

maka semua usaha kita akan sia-sia.

Jangan khawatir, aku sudah menotoknya.

Dia sedang tidur pulas sekarang.

Takkan apa-apa. Aku akan melepaskan totokannya nanti.

Semuanya masuk, sebaiknya berhati-hati.

Paman, aku harus pergi.

Aku takut guruku khawatir.

Pulanglah dan rencanakan dengan gurumu.

Rencana rahasia ke Pulau Es Api...

... jangan sampai mengalami kecelakaan.

Ya.

Ayo.

Maksud paman Zu apa?

"Jika dia melihat kesalahan sekecil apa pun,

maka semua usaha kita akan sia-sia."

Apa yang ingin dia sembunyikan dariku?

Atau mungkinkah..

Guru.

kau bilang lautan sangat luas.

Jika kita tak bisa menemukan pulaunya,

kita bahkan tak bisa pulang ke rumah,

apa yang akan kita lakukan?

Jika kau takut,

tidak usah pergi.

Dalam kehidupan, untuk mencapai kesuksesan kau harus melalui kesulitan.

Jika kia beruntung, kita akan sampai ke Pulau Es Api.

Xie Xun ini, bahkan dengan kungfu tingginya...

... takkan seimbang jika melawan kita semua.

Kali ini,

golok naga akan jadi milik kita.

Memerintah di bawah Surga, tidak ada yang berani menentang.

Kakak Wu dan aku...

... akan menjadi yang paling dihormati, menjadi pemimpin dunia persilatan.

Tapi kudengar si Singa Emas Xie Xun...

... kungfunya sangat tinggi,

Raungannya di Gunung Wangpang...

... mengalahkan banyak pendekar terkenal, dan membuat mereka jadi gila.

Menurutku,

saat kita sampai ke pulau itu, kita jangan langsung menyerangnya.

Masukan saja racun ke dalam makanan dan minumannya.

Ya, dia orang buta.

Tapi meskipun kedua matanya masih bisa melihat,

dia tak pernah membayangkan bahwa putra angkatnya sendiri...

... akan membawa orang untuk melukainya.

Rencana ini bagus,

tapi dua generasi dari kita Zhu & Wu adalah orang yang mulia dan sopan.

Kita tak pernah menggunakan racun.

Terlebih lagi, aku tak tahu apa-apa tentang racun.

Paman Yao Ershu sering bepergian ke Dataran Tengah.

Dia punya rencana.

Zhen'er.

kita masih harus terus memainkan sandiwara ini.

Aku, si Singa Emas,

tidak takut siapa pun!

Di perjalanan ini,

kau harus lebih sayang kepada 'tamu' muda kita,

hanya setelah kita membunuh Xie Xun, maka kau bisa berhenti.

Bersikaplah cermat, dan jangan membuat kesalahan

Orang ini memang berbahaya.

Melihatnya menggunakan kungfu Wudang...

... untuk membunuh anjing penjaga Zhen'er,

aku sudah curiga dengan identitasnya.

Setelah itu, meminta aku untuk melawannya,

aku mengetahui bahwa kungfu-nya memiliki potensi.

Jika tidak begitu, bagaimana kita bisa menipunya?

Aku harus berkata,

untuknya, Ayah bahkan menamparku.

Ayah tak pernah menamparku sekali pun.

Sangat menyakitkan.

Benarkah?

Bisakah Ayah menjanjikan satu hal padaku?

Katakan.

Beberapa hari ini aku berada di dekat pria itu,

aku banyak menderita.

Setelah kita...

... sampai ke Pulau Es Api,

membunuh Xie Xun, mengambil golok naga,

izinkan aku sendiri yang membunuh orang rendahan itu.

Menggunakan strategi seperti ini untuk menipunya...

... untuk mengetahui lokasi Xie Xun...

... adalah sesuatu yang seharusnya tidak kita lakukan.

Bocah ini bukan orang jahat.

Setelah kita membunuh Xie Xun...

... dan dapatkan Golok Naga,

tusuk saja kedua matanya...

... dan tinggalkan dia di Pulau.

Adik Zhu.

kau sangat baik hati,

layak untuk kesopanan keluargamu.

Sial.

Adik.

Kau di mana?

Medan gunung ini sangat berbahaya.

Jika sesuatu terjadi padamu,

bagaimana kami menjelaskannya pada penolong kami?

Wuji.

Apa aku melakukan kesalahan? Keluarlah.

Adik?

Wuji!

Wuji!

Berhenti, jangan kabur.

Kejar.

Berhenti!

Jangan kabur.

Adik.

Jangan kabur.

Adik.

Adik!

Adik. Kami akhirnya menemukanmu.

Tempat ini berbahaya. Kembalilah bersama kami. / Jangan mendekat!

Atau aku akan melompat. Kau takkan bisa mendapatkan Golok Naga.

Baiklah.

Apa maksudmu? Golok Naga apa?

Berhenti bersandiwara.

Aku tak bisa dibohongi lagi.

Aku berbohong?

Ayahmu adalah penolongku.

Mana mungkin aku berbohong padamu?

Karena kau ingin Golok Naga.

Di depanku,

kau menampar putrimu, berdoa untuk ayahku,

dan bahkan membakar rumahmu sendiri.

Kau telah melakukan banyak upaya...

... hanya untuk menipuku agar mengkhianati ayah angkatku,

sehingga kau bisa mendapatkan Golok Naga.

Kalian benar-benar tercela.

Itu hanya golok biasa yang patah.

Kenapa aku menginginkannya?

Tapi kau putra penolong kami.

Ceritamu terdengar sangat menawan,

tapi kau hanya mengarangnya.

Aku juga ingin melihat...

... golok patah ini sangat mengagumkan.

Kalian tidak punya hati nurani.

Wuji.

Kau salah paham.

Perasaanku terhadapmu tulus.

Tak bisakah kau merasakannya?

Teganya kau memfitnahku begitu?

Jangan menatapku seperti itu.

Aku jijik denganmu.

Bukankah setelah mendapatkan Golok Naga kau akan langsung membunuhku?

Aku... / Aku benar-benar bodoh.

Sayang sekali aku begitu mengagumimu,

tapi kau menipuku dengan niat buruk...

... seperti ular jahat.

Baiklah.

Karena kau tidak percaya padaku,

maka aku akan mati juga...

... untuk membersihkan namaku.

Jangan!

Jangan bergerak.

Ikutlah bersamaku.

Jangan berani menipuku lagi.

Adik!

Ayah!

Paman!

Paman! / Ayah!

Kekuatan jahat Golok Naga sangat kuat.

Kau bahkan akan mempertaruhkan nyawamu untuk menyelamatkanku.

Kau hemat saja energimu,

kalau tidak kita mungkin takkan kembali.

Hati-hati.

Hati-hati.

Jika kau jatuh, kau akan mati.

Jangan kira karena telah menyelamatkanku, aku akan mengkhianati ayah angkatku.

Bahkan jika tulangku hancur, aku takkan membantumu

Kau masih tak percaya padaku.

Jika aku masih percaya padamu, maka aku pecundang.

Baiklah. Aku janji padamu.

Jika aku memaksamu untuk menemukan ayah angkatmu,

aku akan mati tanpa damai.

Dewa masih punya mata, melihat orang jahat sepertimu bersumpah mati.

Lihat ke sana.

Jika kita bisa sampai ke sana, kita bisa selamat.

Hati-hati.

Baiklah.

Lakukan seperti ini.

Ayo.

Hanya jika kau...

Baiklah, aku tahu.

Jika kau tidak mau, tidak ada gunanya memaksamu.

Benar tidak? Baiklah, dengarkan aku.

Merangkak perlahan ke sini.

Hati-hati!

Awan di mana-mana, kabut di mana-mana.

Sungguh pemandangan surgawi di dunia.

Paman Zhu.

Sepertinya kita akan tinggal di sini bersama.

Berdoa dan bermeditasi.

Terdengar bagus, kan?

Teruslah berbicara omong kosong.

Tidak ada apa-apa di sini,

apa gunanya berada di sini?

Kau telah menjalani kehidupan yang penuh kehormatan dan kebenaran,

tapi hari ini, Golok Naga telah menyebabkan bencana ini untukmu.

Apa kau menyesal?

Aku, Zhu Changling tidak pernah menyesali tindakan apa pun dalam hidup.

Sungguh?

Kau telah bekerja keras dalam hidupmu...

... dan sekarang jika aku memberimu Golok Naga,

kau memegangnya untuk memerintah dunia, apakah kau akan bebas?

Paman Zhu.

Kau telah hidup bertahun-tahun.

Telah mengalami dan menikmati banyak hal dalam hidup.

Jika kau mati sekarang, apakah kau punya sesuatu yang kau sesali?

Itu semua karenamu bajingan kecil.

Bahkan jika aku mati, jangan kira kau bisa hidup.

Jangan lari!

Berhenti!

Berhenti!

Berhenti!

Jangan kabur!

Adik.

Bisakah kau membantuku?

Ayolah, bantu aku.

Adik.

Aku mohon, aku dalam kesulitan.

cepat, cepat.

Sebelah sini.

Gawat. Racun Xuan Ming-ku bisa membunuhku kapan saja.

Aku akan tetap mati meskipun kabur.

Aku akan tinggal di lembah yang tenang ini dan menunggu kematian.

Sepertinya para Dewa mengasihaniku.

Paman Zhu!

Paman Zhu!

Paman Zhu!

Bisakah kamu mendengarku?

Adik.

Kembalilah ke sini

Aku janji takkan melukaimu.

Kau sudah melewati terowongannya?

Paman Zhu.

Aku sudah melewati terowongan.

Di sini rumputnya hijau dan bunga-bunga berlimpah.

Ini gua besar dengan pemandangan yang indah

Apakah ada yang bisa dimakan?

Ada buah...

... dan ikan, sangat enak.

Cepatlah, lemparkan beberapa ki sini.

Baiklah.

Masih ada lagi? / Ini.

Kau bilang di sana pemandangannya indah, dan banyak makanan,

Benarkah itu?

Benar.

Bantu aku melewati terowongannya.

Lubangnya terlalu sempit, kau tidak bisa masuk.

Bukankah aku akan mati kelaparan di sini?

Itu akan tergantung pada perasaanku.

Jika aku bahagia, aku akan memetik buah untukmu.

Adik kecil, ada apa?

Racunnya menyerang lagi?

Adik kecil.

Ada apa?

Adik kecil, kau baik-baik saja?

Adik kecil!

Adik kecil?

Kakak senior.

Pelan-pelan...

Cepatlah.

Berikan sayurannya.

Berikan itu padaku...

Sebelah sini

Kakak Senior. / Kakak Senior.

Cepat.

Mengapa makanannya belum siap?

Hampir selesai.

Kakak senior, hampir selesai.

Zhiruo, ayo cepat.

Kakak, mereka sudah bekerja secepat mungkin.

Tolong jangan terburu-buru.

Aku tak ingin mempersulit mereka,

tapi Kakak pertama tidak bisa menunggu lama.

jika kita tidak mempercepat, dia akan menghukum kalian semua karena lambat.

Ayo cepat.

Setelah semua orang selesai memasak, cepatlah berlatih kungfu,

kalau tidak Kakak Pertama akan marah.

Cepat, cepat.

Ya, Kakak.

Kakak, serahkan semuanya padaku.

Tidak Zhiruo.

kami, para saudari Emei, menghadapi bersama,

bagaimana kami bisa membiarkanmu melakukannya sendiri?

Zhirou.

Dapur terlalu besar, kau tak bisa melakukannya sendiri.

Para kakak senior.

Aku memiliki peringkat terendah dalam sekte Emei.

Sedikit lebih banyak pekerjaan adalah normal.

Pikirkanlah.

Jika kita semua terlalu lambat,

bukankah Kakak pertama akan jadi lebih marah?

Dan dia bahkan mungkin menghukum murid lain yang tidak bersalah.

Benar.

Perkataan Zhiruo benar.

Kalau begitu kami serahkan padamu.

Cepat pergi.

Ayo pergi.

Ayo.

Zhirou, terima kasih.

Terima kasih.

kita akan pergi dulu

(memberi petunjuk jurus)

(memberi petunjuk jurus)

Kuda-kudamu tidak stabil, aku menyia-nyiakan usahaku mengajarimu.

(memberi petunjuk jurus)

Kakak.

Bagaimana kalau makan dulu sebelum melanjutkan pelatihan?

Semua orang sudah lapar.

Semuanya kehabisan energi.

Siapa "Kakak tertua" di sini, aku atau kau?

Kuberi tahu kalian.

Guru sudah memerintahkanku untuk mengajari kalian.

Kalian harus mematuhi perintahku.

Jika satu orang tidak berlatih dengan baik, maka semua orang harus kelaparan.

Lanjutkan berlatih!

(memberi petunjuk jurus)

Bahkan tidak bisa memegang pedangmu.

Mengapa Guru menerimamu menjadi murid Emei?

Sungguh memalukan.

Angkat pedangmu.

Ya, Kakak Pertama.

(memberi petunjuk jurus)

Kalian harus memusatkan perhatian untuk berlatih sesuai intruksiku,

jangan berlatih seperti zombie.

Aku ingat ketika pertama masuk Emei.

Aku menghadapi lebih banyak kesulitan daripada kalian hari ini.

Tetapi aku...

... tak pernah merasa kesal sedikit pun,

hanya mengertakkan gigi dan dilatih siang malam.

Melihat kalian,

hanya tahu cara makan dan makan.

Dan kau!

Kemari!

Super bodoh, kemajuan lambat.

Kau terus melakukannya dan...

... aku akan memberitahu Guru untuk mengusirmu dari Emei.

Aku tahu aku tidak layak.

Aku akan berusaha lebih keras lagi.

Tentu saja kau harus melakukan yang lebih baik.

Wudang sudah tidak menginginkanmu.

Kalau bukan karena Guru kasihan padamu,

kau takkan tahu akan ada di mana sekarang.

Pergilah berlatih.

Baik.

Jika kalian tidak melakukannya dengan baik, maka tak ada yang boleh makan.

Kalian sebaiknya memperhatikan.

Ketika aku menjadi pemimpin baru emei,

hal penting pertama...

... adalah menendang semua murid yang tak becus.

Apakah aku mengatakan secara tidak benar?

Benar

Kakak pertama benar.

Kalian mengerti?

Kakak pertama benar.

Dia berlatih setiap malam?

Zhirou sangat ulet.

Dia yang termuda dari generasinya.

Banyaknya kerjaan di siang hari,

jadi dia berlatih pada malam hari di waktu senggangnya.

Kau kenapa?

Tunggu sebentar.

Biar kubantu.

Monyet kecil, aku mau mengobatimu.

Sini.

Jangan takut.

Sebentar lagi akan baik-baik saja.

Paman Zu, aku datang untuk memberimu makanan.

Tangkap.

Adik,

masih ada lagi?

Monyet kecil. berikan sini.

Adik, masih ada lagi?

Masih ada?

Cepat. Masih ada?

Cepat.

Tangkap.

Yang barusan, jurus pedang ini bernama Miejie (tanpa ampun).

Ini jurus ciptaanku sendiri.

Sekarang, gunakan jurus ini...

... untuk berduel satu sama lain.

Mari kita lihat siapa yang lebih baik.

Mana bisa kita melakukan ini?

Guru, aku kakak tertua, biar aku maju duluan.

Jing Hui, Jing Xuan.

Ya, Guru.

Kakak Pertama, maafkan kami.

Terima kasih, Kakak Pertama.

Guru, apakah muridmu ini sudah tampil baik?

Dalam waktu yang singkat...

... kau bisa mengingat 80% gerakannya.

Sangat bagus.

Zhiruo, untuk apa berdiri di situ?

Cepat. Maju dan tunjukkan jurusnya.

Guru.

Aku tidak melihatnya dengan jelas dan tak bisa memahaminya. Guru.

Aku tidak melihatnya dengan jelas dan tak bisa memahaminya.

Bahkan jika kami harus bertarung,

itu takkan memberi manfaat.

Kau bilang apa?

Mengapa kau tidak memikirkan tentang kemajuan.

Banyak orang ingin mempelajari jurus pedang Emei.

Ini kesempatan bagus.

Kau harus memanfaatkan setiap kesempatan.

Yang dikatakan Guru benar.

Adik Zhou harus berlatih lebih banyak.

Bersiap untuk bertarung.

Mana mungkin?

Kakak Pertama, maafkan aku.

Zhirou.

Yang kaugunakan barusan bukanlah jurus pedang Miejue.

Bukankah aku menyuruhmu menggunakannya untuk membandingkan gerakannya?

Mengapa kau menggunakan gerakan acak?

Guru.

Aku dalam situasi putus asa.

Gerakanku keluar secara tiba-tiba.

Maafkan aku, Guru.

Mempelajari gerakan jurus pedang harus dilakukan selangkah demi selangkah,

tidak bisa hanya main-main.

Jika salah gerakan, kau tak bisa berhasil.

Kau bisa terbunuh kapan saja. Kau mengerti?

Ya. Aku akan mengikuti intruksi Guru.

Bangun.

Kalian teruslah berlatih.

Ya, Guru.

Jangan khawatir.

Kurasa, kau akan belajar langsung dari Guru.

Takkan tinggal di sini dan lakukan pekerjaan kotor lagi. / Benarkah?

Tentu.

Hari ini kau mengalahkan Kakak Pertama.

Benar, kau luar biasa.

Tidak, Kakak Pertama hanya mengalah padaku.

Kakak pertama?

Kakak pertama.

Kenapa?

Karena masakanmu hari ini susah dimakan.

Zhirou, kau tak apa-apa?

Tidak apa-apa, kalian teruslah bekerja.

Teganya Kakak Pertama menampar seseorang.

Jangan bicara lagi.

Semuanya berhenti sebentar.

Kalian.

Belajarlah dari saudari Zhou.

Dia paling terakhir bergabung sekte ini, reputasinya rendah, tapi tidak perhatian.

Dia hanya berpikir tentang bagaimana berusaha untuk mencapai tingkat atas setiap hari.

Baru-baru ini, aku semakin mengerti.

Inilah panutan kalian.

Bakatku sangat rendah.

Jika kungfuku jadi lebih baik,

itu karena Kakak Pertama mengajariku setiap hari.

Sungguh?

Kalau begitu ayo coba lagi hari ini.

Aku sungguh ingin lihat seberapa jauh peningkatanmu setelah kuajari.

Juga, untuk memperlihatkan pada yang lain...

... kungfu yang kuajarkan padamu yang masih belum kupelajari seluruhnya.

Aku takut saudari lainnya akan menertawakanku.

Berhenti bicara, ayo bertarung.

Zhirou!

Kita harus bagaimana?

Aku mengaku kalah.

Terima kasih, Kakak, atas pencerahannya.

Kau ingin menang dariku.

Jangan bermimpi.

Diterjemahkan Oleh :

BlackSpiders IDFL™ SubsCrew

Kunjungi kami di http://idfl.me

Movie, West-Series, Asian-Series, Anime, Music, Software, Subtitle and Many More

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.