Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Yahudi Galilea.
Dua belas pria dan dua wanita.
Aku diberi tahu mungkin ada empat wanita di kelompok kalian.
Kalian pengikut Yesus dari Nazaret?
- Siapa yang bertanya? - Aku punya paket
untuk Andreas dan Simon, putra Yunus.
- Kau tidak menjawab pertanyaannya. - Apa isi kotak itu?
Aku pembawa pesan, bukan pengirimnya. Aku hanya diberi instruksi pengiriman.
Siapa pun yang bernama Andreas, majulah.
Aku!
Katakan siapa yang mengirimmu dan mungkin kami akan jelaskan.
Tenang.
Sampai jumpa lagi, Kawan-Kawan.
Aku tidak dipanggil Simon lagi.
Siapa pun yang mengirim ini bekerja dengan informasi kuno.
Mereka tidak tahu Ramah tewas.
Kenapa mereka menulis namamu lebih dahulu?
Aku kakaknya.
Mungkin seseorang yang lebih mengenal Andreas.
Mungkinkah dari si Pembaptis?
Orang mati tidak bisa mengirim paket.
Ya, itu masuk akal.
Apa ini?
Kita bisa dapat jatah makanan sepekan dari menjual kotaknya.
Yohanes jelas tidak mampu membeli ini.
Ingat sekantong emas yang ditinggalkan seseorang untuk kita sebelum Samaria?
Aku juga ingat sekantong gagak mati yang dikirim seorang pemberontak ke Tel Dor.
Orang-orang mengirim surat meminta penyembuhan dan tanda di kota mereka.
- Mungkin dari orang yang butuh bantuan. - Mereka mencoba membeli mukjizat Yesus.
Kami menerima hadiah terima kasih dari Fatiyah,
pemimpin Nabath di Dekapolis setelah makan.
Kenapa nama Andreas lebih dahulu?
Mungkin ada hewan gila di dalam yang dikirim untuk membunuh kita.
Baiklah.
- Baunya aman bagiku. - Buka saja.
Zee!
Zee!
Ini dari Yohana.
"Demi kesinambungan ajaran dan perbuatan Yesus dari Nazaret."
Kita harus membagi pekerjaan menjual ini untuk melikuidasi dengan cepat.
Satu orang akan terlalu lama. Jadi, bagi saja.
Aku? Sekarang? Ya.
Pisau memasak perak.
Zee?
Aku punya seseorang untuk ini.
Sutra dari Timur Jauh.
Tidak, kurasa itu bukan ide bagus.
Tapi kau tahu nilainya, Matius. Kau tahu cara mendapatkan harga bagus untuk itu.
Kukira kita semua setuju Yudas akan menangani uangnya.
Memang. Bawakan saja berapa pun yang bisa kau dapatkan untuk itu.
Kami memercayaimu, Matius. Selalu.
Lazuardi.
- Ametis, mirah darah, badar pati… - Berharga?
Melebihi batu delima.
Ini sudah cukup. Aku bisa menjanjikan itu.
Yakobus, kau pergi dengan Tamar dan Maria ke pasar.
Pastikan tidak ada yang mengganggu mereka.
Yang tersisa hanya koin.
Dan kotaknya sendiri.
Kau jual kotaknya, Natanael.
Aku akan ikut denganmu.
Dan koinnya?
Yudas, ambil koinnya dan masukkan ke tas.
- Tunggu apa lagi? Ayo. - Ayo.
Mari kita pastikan hadiah dari Yohana ini menjadi berguna.
Pergilah ke pasar.
Kau, Gedera dari Saduki, bersikeras tidak ada kebangkitan orang mati.
Hukum Suci Adonai tidak menyebutkan tentang akhirat.
Itu ada dalam lagu-lagu Daud.
Daud bukan Kitab Taurat.
Menurut Rusa di Kala Fajar…
- "Allahku, kenapa Engkau tinggalkan aku"? - Ya.
Tapi lebih jauh ke ujung.
"Kepada-Nya akan sujud menyembah semua orang sombong di Bumi,
di hadapan-Nya akan berlutut semua yang turun ke dalam debu."
- Aku sangat lelah dengan pemikiran ini. - Lalu di sini, di Nabi Daniel.
"Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur
di dalam debu tanah, akan bangun,
sebagian untuk mendapat hidup yang kekal,
sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal."
Entah bagaimana orang bisa menyangkal itu.
Bahasa metaforis.
Ini tentang kebangkitan nasional Israel
dari kekacauan di tengah debu orang-orang non-Yahudi.
"Kebangkitan" merujuk pada kedatangan Mesias,
saat orang Yahudi yang cinta hukum Tuhan bangkit dari tidur spiritual mereka,
sementara mereka yang menolak Mesias akan dipermalukan dan dihina.
Rabi Gedera, bagaimana kau menafsirkan kata-kata "hidup yang kekal"?
Hukum kekal Tuhan itu kekal.
Kehidupan yang berkomitmen mempelajari Kitab Taurat
adalah kehidupan yang berpusat pada masalah kepentingan kekal.
Itu Hayei Olam.
Bagaimana penolakan Saduki tentang akhirat
menyebabkan lebih setia pada Kitab Taurat dalam istilah praktis?
Kepraktisan adalah seluruh agenda kita.
Aku akan mengarahkan perhatianmu pada kata-kata dari Kitab Taurat Kelima.
"Jadi, Berpeganglah pada perintah, yakni ketetapan
dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilakukan."
Kehendak Tuhan adalah kita melaksanakan titah-Nya di sini, hari ini,
bukan di dunia setelah mati khayalan, tapi di dunia ini.
Pembacaan orang Farisi yang sangat harfiah tentang Nabi Daniel
berbahaya dan mengganggu.
Jika semua pekerjaanmu hanya untuk menerima hadiah di akhirat,
itu membuatmu buta akan realitas yang kau tinggali sekarang.
Bagaimana responsmu terhadap tuduhan bahwa kekayaan dan status sosial Saduki
membuat interpretasimu terlalu mudah?
Kelasmu sangat nyaman di kehidupan ini.
Kenapa kau harus mengkhawatirkan kehidupan berikutnya?
Orang Yahudi biasa hidup dengan ketidaknyamanan
hingga mereka mempertahankan harapan hidup yang lebih baik dalam kebangkitan.
Dan kau, Rabi Zebediah, menolak pesta harian Sanhedrin?
Gedera, kau harus menjawab interpretasinya, bukan statusnya.
Munafik!
Kalian berdua menuduh kekayaanku memutarbalikkan interpretasiku.
Kita berdua berkecukupan.
Intinya tetap sama meski kau ingin mengabaikannya.
Yanni, tolong ambil alih.
Rabi Gedera…
- Yussif. - Saudaraku.
Sedang apa kau di sini?
Lewat sini. Ayo, kemarilah.
Aku melihat namamu di daftar hadir Sanhedrin, dan kupikir itu kesalahan.
Aku juga, jujur saja.
Akhirnya kau berhasil, mengandalkan kekayaan dan koneksi ayahmu.
Aku tidak pernah mengira akan melihat hari ini.
Ada di sini.
Kau bisa menggunakan warisanmu bertahun-tahun lalu.
Untuk apa? Aku hanya tahu beasiswa.
Aku harus melayani rakyat kita dahulu.
Menyampingkan kecemburuanku sendiri, kurasa ayahmu kesal.
Ya, tapi kontribusinya baru-baru ini menunjukkan dia sudah melupakannya.
Ada sesuatu di sana.
Menurutmu para Saduki ada benarnya?
Satu-satunya hal yang kusetujui dengannya adalah kau tidak boleh membawa kekayaannya
ke dalam perdebatan.
Biarkan interpretasinya berdiri sendiri.
Sensitif tentang uang, Yussif?
Kita berdua menggunakan cara apa pun untuk mempertahankan kedudukan kita.
Kau menggunakan triangulasi birokrasi, aku menggunakan ayahku.
- Kenapa caraku terdengar lebih buruk? - Sekarang yang penting kita di sini.
Pertanyaan yang tersisa hanyalah kita mau apa dengan posisi baru kita.
Benar juga.
Meski kupikir aku tahu tujuanku kemari, dan belakangan ini…
Aku tidak yakin.
Apa yang berubah?
Mari kuajak berkeliling.
Kita akan tiba di Kota Suci saat malam.
Sebelum malam jika kita menjaga kecepatan tetap stabil.
Haruskah kita berkemah di tempat yang sama dengan Hari Raya Pondok Daun?
Ini bukan hari raya. Kemahnya akan menarik perhatian.
- Orang-orang mencarinya. - Lalu apa?
Penginapan?
Masalah yang sama.
Ada mata di mana-mana, dan dokumentasi, catatan untuk pengunjung.
Setelah hadiah Yohana, kita punya cukup uang untuk menginap di penginapan.
Mungkin beberapa, untuk menyebarkan ini dan menghindari kecurigaan.
Kita bisa menyamarkannya. Memakai nama palsu?
Nama palsu? Melanggar Perintah Kedelapan?
Kesembilan.
Dia benar, Yohanes. Berbohong adalah yang kesembilan.
Urutannya tidak penting. Berbohong adalah berbohong.
Zee, kau punya saudara di Yerusalem.
- Ya, Isai. - Terakhir aku melihatnya, dia tunawisma.
Itu bisa saja berubah. Dia pasti berubah.
Tapi kurasa kediamannya tidak akan mengakomodasi kita semua.
Jadi, apa ada yang punya paman kaya di wilayah atas?
Yudas bilang kita punya cukup uang untuk bermalam di bawah atap,
jika kita bisa menemukan cara untuk merahasiakan identitas Rabi.
Dan menyembunyikan kehadiran-Nya dari Yerusalem.
Ada yang sudah mencoba menghubungi Nikodemus?
Kita tidak tahu hati atau niatnya.
Aku sudah bicara dengannya, Yohanes. Hatinya terbuka.
Selamat pagi.
- Syalom. - Selamat pagi.
Syalom.
- Guru, Kau mau menginap di mana? - Properti teman-Ku, Lazarus.
- Kukira dia di Betania. - Benar.
Jadi, kita tidak akan langsung ke Yerusalem malam ini,
tapi kita akan menginap bersama Lazarus dan saudari-saudarinya.
Aku ingin bertemu ibuku.
Jadi, mari kita segera berangkat.
Ada yang bisa kubantu?
Berhenti!
Warga Yahudi.
Semuanya tetap tenang.
Lucuti senjata dan tinggalkan tas kalian. Kalian membawa tas kami sekarang.
Di bawah hukum Romawi, tentara bisa memaksa orang Yahudi membawa barangnya.
Secara acak?
Ada batasan hukum. Maksimal 1,6 km dan tidak lebih.
Guru, ini memalukan.
Kita akan patuh, dengan bermartabat.
Seperti apa rasanya,
berjalan seharian tanpa logam membebani kepalamu?
Pernah punya rambut helm?
Kau juga.
- Biar kubawakan. - Aku tidak begitu lemah, Matius.
- Aku bisa membawanya. - Maria, kumohon.
Cepat, Tikus-Tikus!
Tikus bertopi bagus.
- Guru, biar kubawakan. Kau harus… - Tidak.
Ini tidak cocok untuk-Ku dan kalian semua.
- Kita berdua tahu itu tidak benar. - Terima kasih atas perhatianmu, Yudas.
Berbulan-bulan sejak terakhir aku melihatmu di Kapernaum,
bagaimana kebijaksanaan dan perawakanmu tumbuh?
Selain sadar bahwa kau bisa memanfaatkan kekayaan keluargamu?
- Bisakah kau berhenti dengan itu? - Baiklah.
Tapi kau bukan Yussif mudah terpengaruh yang kukenal di Galilea.
Selalu kesulitan dengan tallit-mu.
Aku telah menjadi lebih berkomitmen, cerdas, dan jeli, Shmuel.
Siapa orang-orang yang kita lewati di pintu masuk?
Kau bilang kau jeli.
Maksudku dalam penyembahan.
Baik, jadi, kau jeli.
Sekarang mari kita cari tahu apakah kau mengamati.
Aku tahu apa itu juru tulis.
Kami juga menyebut mereka pengacara dalam artian mereka adalah otoritas utama
dalam Hukum Musa yang suci.
Penerjemah dan penengah perjanjian Tuhan dengan Israel.
Mereka tidak berpakaian serapi kebanyakan pengacara yang kukenal.
Itu posisi yang tidak dibayar.
Mereka punya pekerjaan kedua untuk mendukung pekerjaan di sini yang gratis.
Kenapa bekerja tanpa kompensasi?
Dengan harapan mendapat bantuan dari orang yang berpengaruh di sini
dan mengamankan kursi jika ada yang kosong.
- "Apa pun caranya." - Benar sekali.
Bagaimana dengan mereka?
Cincin ametis dan ratna cempaka, populer di Yunani.
Hiasan kepala biru orang Athena.
Yahudi Helenistik berkunjung dari Dekapolis?
Helenistik, itu benar, tapi bukan pengunjung.
Orang Herodian.
Tentu saja.
Pendukung Raja Boneka Herodes Antipas, dan juga Roma.
Mereka ingin mengamankan pengaruh politik yang lebih besar untuk diri mereka sendiri
dengan mengorbankan seluruh Israel.
Sangat berkompromi secara moral, egois, tersesat.
- Kaum Zelot membenci mereka. - Mereka juga membenci kita.
- Benar. Semua orang yang bukan Zelot. - Bahkan mereka.
Payot. Makin jarang melihat itu.
Mengikuti surat itu,
"Janganlah kau mencukur tepi rambut kepalamu berkeliling
dan janganlah kau merusakkan tepi janggutmu."
Pengikut Ajaran Shamai?
Mereka mungkin mengeluh tentang pengikut Hillel sekarang.
Tapi mereka pun taat pada Kitab Taurat.
Hanya saja Shamai lebih harfiah,
sementara Hillel fokus pada prinsip yang lebih luas.
Perselisihan terbaru?
Apa kau harus memberi tahu pengantin wanita di hari pernikahannya
bahwa dia cantik meski itu tidak benar.
Kurasa Shamai menolak karena itu bohong.
Ya, dan Hillel bersikeras pengantin wanita selalu cantik di hari pernikahannya.
Kisah yang lebih besar tentang Tuhan dan umat-Nya.
Hati-hati dengan ucapanmu.
Aku punya firasat tentangmu, Yussif.
Kau tidak berbohong saat bilang kau jeli. Cerdas.
Shmuel?
Apa ada masalah?
Masalah?
Sepanjang sejarah, manusia menyebut era mereka "masa membingungkan",
"masa-masa sulit".
Kurasa era kita sama saja.
Sejujurnya, aku senang kau di sini.
Kau hebat.
Terima kasih, Rabi.
Semuanya!
Perhatian, Semuanya.
Aku ingin mengajukan permohonan.
Biar kubantu. Tidak apa-apa.
Bukannya aku malu.
Aku malu.
Aku sangat marah mereka melakukan ini kepadanya.
Aku sudah sering melakukan ini.
Lain kali tidak akan lebih mudah.
Ini milik siapa?
Aku tidak pernah membayangkan momen seperti ini.
Dia bilang kita harus patuh.
Jadi, kita patuh.
Ironi menyakitkan dari beberapa ajaran-Nya.
Kau tahu apa kata orang suci yang melakukan sunat?
- Apa? - Apa?
"Bayarannya buruk, tapi kita bisa menyimpan tipnya."
Decanus, tanda itu adalah penanda kilometer.
Seumur hidupmu,
aku yakin kau belum pernah bersyukur atas hukum Romawi yang diabadikan.
Kami tahu ini kehormatan bagi kalian semua.
Berhenti di sini!
Kubilang berhenti!
Tujuanmu adalah pos 1,6 km di depan, bukan?
Benar. Tapi kami hanya diizinkan 1,6 km.
Dengan paksaan.
Tidak ada hukum yang melarang warga membantu atas kerelaan mereka.
Ayo, Kawan-Kawan.
- Tapi… - Jika ada yang mengatakan sesuatu,
katakan kami menawarkan.
Rabi, apa yang kita lakukan?
Kenapa kita membantu orang Romawi?
Yudas.
Di mana kita bertemu?
Di khotbah di Dataran Tinggi Khorazim.
Bagus.
Kapan pun kau kesulitan, pikirkan kembali pesan-Ku.
Mungkin biarkan kami mengambil kembali helmnya agar tidak ada kebingungan di pos.
Silakan.
Hei, jika ada yang memaksamu pergi sejauh 1,6 km…
Pergilah sejauh 3,2 km.
Kita mendapatkan wawasan baru yang membutuhkan pembahasan kembali.
Kita semua masih berduka saat mengingat bagaimana Gubernur Pontius Pilatus
memberikan dana dengan sangat barbar
dari kas bait suci untuk pembangunan Akuaduk Bier
guna membawa air ke Yerusalem.
Lebih buruk lagi, kita masih berduka
atas nyawa-nyawa yang gugur dalam protes untuk menolak provokasi ini,
dan dihancurkan,
dipotong-potong, isi perutnya dikeluarkan,
dan ditusuk ke tiang, dijadikan contoh bagi semua orang
bahwa tidak ada yang boleh menentang desain Pilatus untuk kota ini
atau cara yang dilakukannya untuk melaksanakannya.
Gedera, kau menyakiti kami
dengan menghidupkan kembali anekdot mengerikan ini.
Kami masih berusaha memulihkan diri.
Tidak bertanggung jawab jika mengabaikan bagaimana pertumpahan darah dahsyat ini
mungkin terbukti instruktif.
Instruktif?
Informasi kredibel telah mencapai telinga kita
bahwa kejadian itu sumber rasa sakit bukan hanya bagi kita, tapi bagi Pilatus.
Anak yang menangis telah terbukti tidak bisa menyesal.
Tidak saat pekerjaannya terancam.
Kaisar Tiberius terkejut karena Pilatus mencuri dari dana.
Itu tidak termaafkan, bahkan menurut standar Romawi.
Terlebih lagi dengan kebrutalan yang dia gunakan untuk menolak respons kita.
Apa maksudmu?
Tampaknya,
meski mustahil,
kini kita menginginkan hal yang sama dengan Pilatus.
- Apa dia sudah gila sekarang? - Aku tidak tahu apa yang dia bicarakan.
Kedamaian.
Pilatus menginginkan kedamaian.
Atau setidaknya, Kaisar.
Kaisar Tiberius Caesar Augustus tidak menyukai Pontius Pilatus.
Benar sekali. Posisi Pilatus sebagai prokurator Yudea dipertaruhkan.
Dia ditegur saat mengirim pasukan untuk membunuh kaum Galilea
saat mereka menawarkan pengorbanan di bait suci kita,
lalu diberi peringatan kedua atas pembantaian akuaduk.
Dia masih terlalu muda dan tidak tahu apa-apa untuk posisi ini,
dan kini dia resmi ditegur.
Kalau begitu, mari lakukan sesuatu agar kita bisa menyingkirkannya.
- Ya. - Pikiranmu selalu sempit, Zebediah.
Kita manfaatkan situasi lemahnya.
Urus beberapa hal yang kita tunda.
Seperti?
Itu keputusan badan pemerintahan dan komitenya.
Kita bisa menyarankan kepada Pilatus
bahwa pemimpin revolusioner merencanakan penggulingan untuk, katakanlah,
menyingkirkan perisai nazar Romawi dari istana.
Dia tidak suka penyuapan.
Apa pilihan lainnya?
Yussif, jaga ucapanmu.
Aku punya kedudukan. Aku akan menggunakan suaraku. Ini tidak masuk akal.
Dengar, aku mengerti maksudmu. Kemarilah.
Aku tahu ada hal-hal yang ingin kau capai, tapi kau anggota baru.
Tidak ada yang mengenalmu. Kau akan diteriaki.
Lalu aku harus mulai dari mana?
Pilih pertempuranmu.
Apa yang ingin kau capai?
Apa pun tujuanmu datang kemari,
kuncinya adalah masuk ke komite pria yang berkomitmen untuk tujuan yang sama.
- Apa saja komitenya? - Seluruh kepentingan Yahudi.
Ada komite Ritual Ketahiran dan Inspeksi Pengorbanan.
Sangat praktis.
Persepuluhan dan Perbendaharaan, Hukum Pertanian dan Pangan,
Pendidikan dan Tenaga Kerja, Hari Sabat dan Acara Festival.
- Tergantung alasanmu. - Aku datang untuk membuat perbedaan.
- Semua orang mengatakan itu pada awalnya. - Lalu apa yang terjadi?
Aku berusaha membantumu.
Yussif, kau berasal dari keluarga pengusaha terkemuka,
tapi kau memilih bekerja di antara orang biasa di perdesaan Galilea,
tempat di mana tidak ada ruang untuk intelektual seperti kita.
Tapi pada suatu titik, kau memutuskan beralih dari sikap mudamu yang sok benar.
- Aku tidak begitu. - Idealisme masa muda.
- Kau memutuskan untuk tumbuh dewasa. - Jangan menghinaku.
Kau condong pada interpretasi Hillel karena kontak dengan Nikodemus?
Apa waktumu dengan Nikodemus berdampak sebaliknya?
Tidak satu pun komite itu terdengar menarik bagiku.
Ada tugas jangka pendek juga.
Ada komite terpilih untuk Renovasi Bait Suci.
Reformasi Litigasi, Reklamasi Bersyeba di Perbatasan Selatan.
- Bersyeba? Bagian dari Edom, bukan? - Ya.
Kita semua ingin seluruh tanah Israel seperti yang dijanjikan Tuhan,
tapi orang-orang ini terutama terpaku pada bagian dari masa Hakim
yang menggambarkan perbatasan Israel,
dari utara ke selatan, sebagai "Dari Dan ke Bersyeba."
Mereka ingin mengambilnya kembali, memulihkan perbatasan asli.
Aku tidak bisa memikirkan hal yang lebih melelahkan atau sia-sia.
Aku bisa.
Pelestarian Artefak Daud untuk Arsip Nasional,
Investigasi tentang Pengarang Ayub.
Teori Pemenuhan Nubuat Pembuangan ke Babilonia Akhir,
Akurasi Sejarah Kitab Yudit, dan…
Tunggu. Apa itu tentang nubuat Babilonia?
Itu masalah akademis.
Daftar usulan nubuat dari masa Nebukadnezar II
yang mungkin telah dipenuhi melalui pemerintahan Antiokhos Epifanes
dan mana yang belum terpenuhi.
Yang itu.
Benarkah?
Kau tampak sangat yakin.
Aku yakin.
Biar kuperkenalkan kau.
- Jadi, Yesus. - Ya?
Saat Kau bilang pergi 1,6 kilometer lagi, sebenarnya 4,8 kilometer,
termasuk 3,2 kilometer untuk kembali dan mengambil barang-barang kita.
Suatu keajaiban masih ada di sini.
Benar.
Aku sangat bangga pada kalian.
Aku tahu betapa sulitnya itu bagi kalian.
Tapi kalian semua melakukannya dengan baik.
Sekarang, ke Betania.
Rabi?
Yudas, bagaimana keadaanmu?
Aku lelah.
Aku masih belum terbiasa hidup di jalanan, menjadi penginjil.
Benarkah?
Tunggu saja.
Aku juga lelah.
Kita hampir sampai.
Kau bisa melihatnya di depan.
- Kau pernah ke Betania? - Ya.
Sebenarnya, aku ingin bertanya.
Selagi Kau bersama ibu-Mu,
bolehkah aku mengunjungi rekan lama di kota itu?
- Lama? - Mantan rekan.
Dia menerimaku sebagai murid setelah ayahku meninggal.
Kedengarannya seperti orang penting.
Tidak lebih penting dari-Mu. Jangan salah paham.
Tidak apa-apa, Yudas. Aku mengerti.
Silakan temui dia.
Tapi mari tunggu sampai setelah makan malam, ya?
Ya.
Tunggu saja.
Yesus!
Kau di sini!
Kurasa kita di tempat yang tepat.
Akhirnya! Ayo. Kalian semua, lewat sini.
Hai, Maria.
Adonai di surga.
Kenapa Marta tersayang-Ku bersembunyi di rumah?
Tuanku.
Rabi. Maafkan keadaan rumah ini.
- Aku… - Tidak apa-apa.
Apa maksudnya ini?
Kau masuk ke sini tanpa pemberitahuan dengan orang-orang ini?
Marta kita, tertekan?
Lazarus, kami hanya lewat dan berpikir kami bisa…
Kau pikir ini penginapan? Kau tahu betapa sibuknya aku?
Berani sekali.
Kami hanya lewat
dan berpikir bisa menginap, tapi sepertinya aku salah.
Dia tertipu.
- Apa kabar? - Senang bertemu dengan-Mu, Kawan.
Senang bertemu denganmu.
- Kau seharusnya melihat wajahmu. - Harus tetap waspada.
Yesus, Kau mau apa? Air, zaitun, anggur?
Sesuatu yang lebih baik dari semua itu.
Sesuatu yang lebih baik dari itu?
- Dasar anak ibu. - Kau mengenal-Ku.
Dia pergi ke hutan untuk memetik buah beri.
- Sendirian? - Aku berusaha.
Sungguh. Tapi Kau tahu dia seperti apa.
Aku tahu. Dia sulit ditahan.
Sejujurnya, hanya dia di rumah ini yang tahu beri mana yang tidak beracun
dan di mana menemukan yang terlezat.
Dia sudah banyak berlatih.
- Lazarus, jemput dia. - Kenapa? Maria di sini.
Tidak apa-apa. Dia akan kembali sebelum gelap.
- Mari kita duduk saja. - Ya, tentu saja.
Perjalanan kalian pasti sangat panjang. Silakan.
Bergabunglah dengan kami.
- Aromanya lezat. - Terima kasih.
Di sini.
Zebediah.
Ini Yussif, putra Arnan.
Ya. Kudengar kau baru ditunjuk. Selamat.
Terima kasih, Rabi.
Senang melihat namamu tiba-tiba muncul di daftar.
- Aku tidak akan bilang… - Langsung saja.
- Dari mana kau dapat uang untuk kursimu? - Zebediah!
Keluargaku memiliki bisnis konstruksi terkemuka di Yerusalem.
Kepemilikan tanah adalah satu hal, tapi konstruksi?
Vulgar sekali.
Yussif!
Itu ketua komite Pemenuhan Nubuat.
Apa vulgarnya konstruksi?
Mereka pikir bangunan baru adalah aib bagi estetika kota.
Gedera. Pidato Pilatus yang kau berikan hari ini luar biasa.
Jadi, maukah kau mendukungku?
Mari jadwalkan makan siang dengan kau dan kolegaku, Yanni.
- Ini Yussif, putra Arnan dan… - Aku kenal Arnan.
Dia membangun rumahku.
Rabi mana yang mensponsori pendaftaranmu?
Annas, putra Seth.
Sesama Saduki.
Aku tidak akan bertanya kenapa dia mensponsori anggota baru partai pesaing.
Aku sudah tahu jawabannya.
Kita semua putra Israel, meski kita mungkin tidak setuju secara spesifik.
Lain kali kau bertemu teman lama ayahmu, Annas,
katakan aku ingin bicara tentang stan putranya.
Mereka sudah membeli kios pasar di Bukit Zaitun
bahkan sebelum terdaftar untuk dijual.
Aku ingin tahu siapa kontaknya.
Aku mungkin harus menyanyikan lagu untuk Kayafas tentang menantu Annas
dan insiden pemukulan budak.
Kujamin dia akan tahu apa yang kubicarakan.
Kau ingin aku mengancamnya?
Lewat sini, Yussif. Ada banyak orang yang harus kita temui hari ini.
Gedera, beri tahu aku tentang makan siangnya.
Bicara tentang makan siang, mari makan. Aku lelah.
- Aku lelah. - Lewat sini.
Itu menarik.
Kuda-kuda menyukainya.
Bagaimana kebun anggurmu?
Belakangan ini sangat kering, tapi kami baik-baik saja.
Berapa tarif sehari untuk penyiram dan pemangkas?
Kenapa? Kau butuh pekerjaan?
Tidak bekerja untukmu, itu sudah pasti.
Sama seperti pertukangan.
- Ayolah. - Ya.
- Satu dinar? - Ya.
- Aku kecewa. Kukira kau lihai. - Aku pria yang murah hati.
Benar.
Itu mengingatkanku pada sebuah kisah.
Semua baik-baik saja, Marta?
Aku baik-baik saja. Hanya…
Aku mengerti. Lanjutkan.
Dia… Silakan lanjutkan.
Baiklah.
Adapun hal Kerajaan Surga sama seperti seorang tuan rumah
yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja untuk kebun anggurnya.
Setelah dia sepakat dengan para pekerja mengenai upah sedinar sehari,
dia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
Kau membuatnya terdengar sangat sederhana.
Kira-kira pukul sembilan pagi,
dia keluar dan melihat orang lain menganggur di pasar.
Katanya kepada mereka, "Pergi jugalah kau ke kebun anggurku
dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu."
Mereka pun pergi.
Terima kasih.
Kira-kira pukul dua belas dan tiga pegang, dia keluar lagi dan lakukan hal yang sama.
Kira-kira pukul lima petang, dia keluar lagi dan melihat orang lain.
Katanya kepada mereka, "Kenapa kau menganggur di sini seharian?"
Kata mereka kepadanya, "Karena tidak ada orang yang mengupah kami."
Katanya kepada mereka, "Pergi jugalah kau ke kebun anggurku."
Saat malam tiba, pemilik kebun anggur berkata kepada mandornya,
"Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka,
mulai dengan yang masuk terakhir hingga yang masuk terdahulu."
Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima
dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu,
sangkanya akan mendapat lebih banyak,
tapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga.
Saat menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan rumah dan berkata,
"Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam,
dan kau menyamakan mereka dengan kami
yang seharian bekerja dan menanggung panas terik matahari."
Tapi tuan itu menjawab, "Saudara, aku tidak berlaku tidak adil kepadamu.
Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
Ambillah bagianmu dan pergilah.
Aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini seperti kepadamu.
Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku?
Atau irikah kau karena aku murah hati?"
Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu
dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.
Tunggu.
Orang yang bekerja satu jam dibayar satu dinar?
Itu 12 kali lebih banyak dari bayaran mereka seharusnya.
Kedengarannya pemilik kebun anggur ditipu.
- Apa Kerajaan Surga tidak adil? - Aku mengerti.
Aku senang menjadi yang terakhir.
Dari mata duniawi, Kurasa itu tampak tidak adil.
Tapi Aku tidak bilang kerajaan dunia ini.
Aku bilang surga.
Ini penghitungan yang berbeda.
Di mana orang tidak diukur dengan apa yang pantas mereka dapatkan.
Terima kasih. Ini tampak lezat.
Akan lebih baik jika aku tidak perlu melakukannya sendirian.
- Lebih baik? - Ya, lebih baik.
Lebih cocok untuk orang sepenting Kau.
Sepertinya Kau tidak sadar saudariku meninggalkanku untuk melayani sendirian.
Sejak Kau tiba di sini, dia belum melakukan apa pun untuk melayani-Mu.
Dia benar-benar mengabaikan semua yang kulakukan untuk membuat kalian nyaman,
dan sudah jelas dia tidak akan menyadari betapa keras aku bekerja sendiri.
Satu-satunya yang bisa mengubahnya adalah jika Kau menyuruhnya membantuku.
Marta, duduklah di sini bersama-Ku.
Bagaimana aku bisa duduk? Baru setengah pengikutmu yang dilayani.
Kita bisa membahas ini nanti.
Maafkan aku.
Aku tahu, tapi Aku ingin yang lain mendengar ini.
Tidak perlu malu.
Kau telah melakukan hal yang luar biasa.
Kau gelisah dan resah tentang banyak hal,
dan itu tidak sia-sia.
Keramahan akan selalu penting, dan Aku bersyukur atas perbuatanmu.
Itu yang pantas Kau dapatkan dan lebih lagi.
Niatmu baik,
tapi hanya satu hal yang benar-benar diperlukan.
Cara terbaik untuk melayani-Ku adalah memperhatikan kata-kata-Ku.
Itu prioritasnya.
Itu pilihan saudarimu.
Itu bagian yang bagus
dan tidak akan diambil darinya.
Diambil?
Makananmu, porsinya.
Itu luar biasa,
tapi itu akan pergi bersama seluruh dunia ini.
Kata-kata-Ku tidak akan pernah mati.
Maria telah memilih untuk makan sesuatu yang bernilai kekal.
Aku ingin kalian mendengar ini dengan jelas. Aku tidak menegur Marta.
Pelayanan itu indah.
Tindakan itu bagus.
Kau melakukan apa yang kau pikir diharapkan darimu.
Dan yang kau lakukan itu berharga.
Maria mungkin bisa sedikit membantu.
Tapi dengarkan ini.
Aku tidak mau kau terganggu dari bisa hadir bersama-Ku
dan teman-teman yang Kubawa.
Aku mengundangmu ke sesuatu yang lebih baik.
Duduk di kaki-Ku, mendengarkan kata-kata-Ku baik-baik,
dan menikmatinya sebagai santapan yang lebih bergizi daripada makanan.
Meski begitu, Aku jelas tidak mau menyia-nyiakan makanan luar biasa Marta.
Jadi, jika kalian semua mengerti, mari berterima kasih kepadanya dan makan.
Bagus!
Terima kasih.
- Terima kasih, Marta. - Luar biasa, Marta.
Istimewa.
Kata itu datang dari-Mu?
Aku suka istimewa.
Aku akan membawa sisanya, Andreas.
Aku akan membantumu, Lazarus.
Apa rasa cerah di bagian roti itu?
Aku menyelipkan sedikit min dan lemon ke dalam adonan.
- Brilian. - Baiklah. Siapa yang tidak dapat?
Kau baru makan satu.
Tidak. Di sini dahulu. Di sini dahulu.
Itu potongan kecil.
Aku akan bertarung sampai mati.
Maafkan aku.
Semua orang punya potongan yang lebih besar dariku.
Hei, aku mendorong gerobak seharian, dan aku merasa…
Aku mendorong gerobak.
Hei!
Hei!
Hei!
Hei!
Hei!
Putra ibu!
Ibu.
Ibu benar-benar di sini.
Kau benar-benar di sini!
Ya, tapi…
ada masalah besar.
- Kenapa? Apa yang terjadi? - Aku tidak tahu harus bagaimana.
Itu bisa merusak seluruh malam.
Mereka…
Mereka kehabisan anggur.
- Apa yang akan kita lakukan? - Aku tidak tahu.
Rabi?
- Maaf mengganggu. - Tidak sama sekali.
Kau bilang setelah makan malam.
- Apa sekarang waktu yang tepat? - Ya. Sampaikan salam-Ku kepada temanmu.
Senang bertemu denganmu lagi.
- Syalom. Syalom. - Syalom. Syalom.
- Kedengarannya seperti pesta di sana. - Benar, tapi…
- jangan masuk dahulu, ya? - Baiklah.
- Ikut Ibu ke sumur. - Sumur?
- Rambut-Mu perlu dicuci. - Benarkah?
Kurasa ini cukup bagus.
Jadi, Ibu menikmati rumah baru di Betania?
Itu bukan rumah, tapi ibu pikir kita tahu
kita tidak bisa kembali ke Nazaret.
- Ibu merindukannya? - Nazaret hanyalah tempat.
Setelah cara mereka memperlakukanmu…
Tapi makam Ayah ada di sana.
Pikiran ibu tinggal di tanah orang hidup, bukan orang mati.
Lazarus mengurus Ibu dengan baik?
Terlalu baik.
Jika terserah dia, Ibu akan duduk di dalam seharian,
berteduh dari matahari dan dimanjakan Marta seperti Ratu Syeba.
Ibu harus bersikap tegas dan bersikeras dia membiarkan ibu berkontribusi
dengan mengumpulkan biji dan beri.
Itu yang Aku dengar.
- Ibu. - Diamlah. Kau baik-baik saja.
- Rambut-Mu masih kusut seperti dahulu. - Ibu masih tidak lembut.
Kau dapat tangan kuat-Mu dari ibu, jangan lupakan itu.
Selama Ibu tidak menjilat jempol dan menyeka wajah-Ku lagi, tidak apa-apa.
Tidak perlu. Kau beruntung.
Syukurlah.
Ini mengingatkan Aku saat semuanya sederhana.
Tidak selalu sederhana. Kami kesulitan.
Beberapa malam ayahmu dan ibu harus memutuskan
siapa di antara kami yang akan makan.
Aku tahu.
Penting untuk mempelajari ketidakpastian kemiskinan.
Pengikutku…
mereka miskin dalam arti lain.
Cara mereka memahami, mendengarkan, iman.
Sayangnya, mereka miskin.
Seburuk itu?
Mereka meminta hal-hal duniawi,
posisi terhormat di sisi kanan dan kiri-Ku, dalam kemuliaan.
Mereka tersinggung saat Aku menunjukkan kerendahan hati dan rasa hormat
kepada penguasa di dunia ini
alih-alih mengubah tentara Romawi menjadi pilar garam.
Mereka hanya manusia. Apa yang Kau harapkan?
Aku juga manusia.
Sayang, ibu mengganti bedung-Mu saat itu kotor.
Percayalah, ibu tahu.
Yang membuat-Ku sedih adalah…
Ya, perasaan yang sangat manusiawi…
bahwa tidak ada yang memahami ini.
Bukan salah mereka sendiri.
Mereka hanya tidak mampu.
Aku mengucapkan kata-kata Bapa-Ku di surga
dan para pemimpin agama menyebutnya penistaan dan berkomplot melawan-Ku.
Beberapa orang biasanya salah paham.
Pengikut-Ku sendiri bilang mereka setuju,
tapi mereka bersikap dengan cara
yang membuatnya tampak seolah-olah mereka tidak pernah menyerap kata-kata-Ku.
Apa yang dibutuhkan agar mereka mengerti?
Nak?
Pahit.
Apa?
Itu jawaban pahit untuk pertanyaan pahit.
Kau bicara dalam perumpamaan.
Ya, terkadang.
Ingat saat ayah-Mu mengajari-Mu cara memotong sambungan dovetail?
Dia tidak melakukannya dengan bercerita.
Dia meletakkan tangannya di tangan-Mu,
melingkarkan jari-Mu di perkakas, dan membimbing-Mu.
Cemara, ek, tangkira.
Ini semua patuh pada tangan tuannya.
Tapi hati manusia…
itu hal lain.
Tidak ada salahnya mencoba.
Maksud ibu, terus terang saja.
Aku mencobanya baru-baru ini.
Kuberi tahu mereka apa yang akan terjadi. Mereka tidak mengerti.
Keinginan manusia untuk menghindari berita sulit
terkadang membuat seseorang tuli.
Benar.
Kau akan tahu nanti.
Ayo kita masuk.
- Ibu ingin melihat keadaan Simon. - Pertama, dia punya nama baru.
Benarkah?
Seperti Abram menjadi Abraham?
Semacam itu.
- Kau masih melakukan trik lama itu? - Hades dan Styx!
Bagaimana kau bisa masuk?
Kuncinya masih ada di bawah tanaman adas.
Kau tahu, lebih baik mengganti kunci
dan mengganti tempat menyimpan kunci setelah memecat pegawai.
Aku tidak memecatmu. Kau berhenti. Aku tidak mengira akan bertemu kau lagi.
Apa semuanya berantakan?
Kami hanya melewati Betania.
- Anggap saja rumah sendiri. - Maaf, aku…
Seharusnya aku mengetuk.
Apa rumah bagimu belakangan ini?
Kami nomaden. Kebanyakan berkemah.
Rabimu tak punya markas?
Kurasa Kapernaum.
Jika tempat kami membuat keributan bisa disebut rumah.
Kami secara strategis keluar dari Kapernaum untuk saat ini.
Terlalu banyak perhatian.
Kudengar ketenaran dan keburukannya menyebar dengan liar.
Bukankah seharusnya dia mengumpulkan pasukan,
bukan lari dari kota-kota terpencil di wilayah utara?
Aku lebih baru dari yang lain, jadi…
- Pendapatku tidak terlalu penting. - Dia bisa belajar banyak darimu.
Dia jelas tidak mengerti pentingnya persepsi dalam bisnis.
Bisnis apa pun.
Citra-Nya di kalangan pemimpin agama adalah masalah. Mereka terancam oleh-Nya.
Bukan hanya pemimpin agama.
Kudengar salah satu pengikutnya dibunuh oleh orang Romawi berpangkat tinggi.
- Benar atau salah? - Itu kecelakaan mengerikan dan tragis.
Pelakunya Pretor.
Dia dihukum dan diturunkan jabatannya karena insiden itu.
Mereka membunuh salah satu warga kita, tapi hanya dimarahi.
Bisa bayangkan jika kita menyentuh salah satu dari mereka?
Kita akan mencari tahu karena itu harus segera terjadi, bukan?
Kurasa begitu.
Yudas?
Dengar, Hadad…
Dia Mesias, tidak diragukan lagi.
Dia menyembuhkan orang. Dia membuat mukjizat.
Ajaran-Nya tidak seperti yang ada sebelumnya.
- Kau sendiri yang bilang, ingat? - Jadi, kenapa kau tidak terdengar yakin?
Aku ingat dia tidak mengambil persembahan.
Kerumunan itu sangat besar.
Dia punya tiap telinga, tiap hati, jadi, dia mengendalikan semua dompet.
Dia hanya perlu meminta.
Mereka akan bilang itu yang membuat-Nya hebat.
Tidak ada yang bisa menyebut-Nya guru palsu atau penipu.
Itu lebih dari yang bisa kukatakan.
Karena butuh makan?
Aku mengakuinya.
Aku…
Aku tidak mengerti apa yang kami lakukan atau kenapa kami melakukannya. Aku…
Atau kenapa kami tidak bergerak lebih cepat. Aku…
Aku berusaha belajar.
Sementara itu, aku…
Aku tidak kelaparan.
Kau pun kurus saat kita makan bak raja, jadi, bagaimana aku tahu?
Kau punya tabungan?
Aku berusaha berhati-hati dengan caraku membagi uang.
Aku menyisihkan untuk berjaga-jaga, tapi mereka sangat sering…
- Apa maksudmu "aku"? - Mereka menugaskanku mengurus keuangan.
- Kau tidak belajar apa pun dariku? - Aku sudah berusaha melupakannya.
Maaf. Aku…
Aku berterima kasih atas bimbinganmu, tapi…
Tapi kini aku mencoba menggunakan apa yang kupelajari untuk membantu grup.
Apa kau diberi kompensasi atas keterampilan khususmu?
Ada orang lain dengan keahlian luar biasa dalam pembukuan, tapi dia tidak mau.
- Dia mantan pemungut cukai. - Rasa bersalah.
Lihat siapa yang bicara.
Jika hanya kau saja yang memenuhi syarat dan bersedia,
maka kau pantas mendapat bayaran untuk pekerjaan khususmu.
Seperti kata Amsal Solomon,
"Celakalah dia yang mempekerjakan sesamanya dengan cuma-cuma
dan tidak memberikan upah kepadanya."
Itu bukan Solomon.
Tidak penting siapa yang mengatakannya. Prinsipnya tetap sama.
Kau juga tahu cara berinvestasi dengan bijaksana.
Ide bagus untuk mengambil sebagian kecil
dan menaruhnya di bank untuk mengumpulkan bunga.
Yesus punya perumpamaan tentang itu.
- Mendukung bunga? - Ya, sangat.
Maka kau seharusnya tahu bahwa kau melakukan apa yang Dia inginkan.
Aku datang bukan untuk meminta saran, Hadad.
Lalu kenapa kau datang? Selain terlihat bingung.
Di satu sisi, lebih suci dan malu.
Kau marah, Yudas.
Ya!
Pemahamanku terguncang.
Aku tidak tahu apa pun kecuali Dia-lah Mesias sejati
dan calon Raja Israel untuk duduk di takhta Daud.
Dan Dia memanggilku.
Memanggilmu dengan tujuan.
Sampai kau tahu apa itu,
setidaknya pastikan kau punya sumber daya
untuk melanjutkan misi
agar saat dia mengambil takhta Daud yang kau bicarakan,
kau adalah pilihan alami untuk menjadi Menteri Keuangan di bawah rezimnya.
Aku…
Aku tidak berpikir sejauh itu.
Mereka memberimu tanggung jawab fidusia penuh.
Berhenti menunggu izin untuk membantu pelayanan atau membuat keputusan dewasa.
Mereka semua harus dewasa, kau harus dibayar, dan dia harus memimpin.
Jika kau sungguh percaya Yesus adalah calon Raja Yahudi,
bantu dia bersikap seperti itu.
Untuk itulah dia menugaskanmu.
Sesi ditunda.
Sudah beberapa hari. Benar, Rabi Yussif?
Belajar banyak?
- Aku belajar yang harus kupelajari. - Semua orang memulai di suatu tempat.
Aku masih bukan salah satu dari 72 orang sepertimu. Kau akan menyusul.
Kuatkan dirimu. Sesi besok tidak akan terlalu menyiksa.
Semua harus pulang sebelum matahari terbenam Sabat.
Rabi Lehad! Rabi Yussif, kemarilah.
Aku tidak sempat memperkenalkanmu kemarin.
Ini Lehad, putra Ethnan.
Dia memimpin Komite Terpilih Reklamasi Bersyeba
dan Reformasi Perbatasan Selatan yang kuceritakan.
Suatu kehormatan bisa berkenalan denganmu.
Aku akan memutuskan apakah aku senang atau tidak
setelah menafsirkan jawabanmu atas pertanyaanku.
- Ya, sangat terkenal. - Apa pertanyaannya?
Ikan hadok atau kurisi?
Ikuti saja naluri pertamamu.
Kurisi.
Sandal tali atau kulit kekang?
Tali.
- Hillel atau Shamai? - Hillel.
- Kenapa? - Aku duduk di kaki Rabi Nikodemus.
Guru dari Guru, ditakuti semua orang, bahkan Shamai,
meski dia tidak mau mengakuinya, dan dihormati di seluruh negeri.
Dia pergi melakukan perjalanan penelitian selama berminggu-minggu.
Apa dia instruktur tamu spesial di sekolah Ibranimu?
Kau tampak terlalu muda untuk itu.
Dia mengunjungi Kapernaum tempat aku berlatih.
Kenapa kau memilih Kapernaum?
Untuk mengenal rakyat Galilea, jauh dari rumah keluargaku di kota atas.
Sangat mulia. Aku terkesan.
Mengingatkan kisah Samuel pergi ke Betlehem
untuk mengurapi salah satu putra Isai, Raja Israel berikutnya.
Mereka tidak berpikir Daud layak dibawa untuk dilihat Samuel.
Kau akan terkejut dengan apa yang kau temukan di tempat kecil dan tidak jelas.
Benar.
Rabi Shmuel bilang kau tertarik menggambar ulang perbatasan selatan Israel
untuk mencakup kota Bersyeba.
Benar.
Untuk menghormati janji awal Tuhan akan perbatasan daratan, utara ke selatan,
"Dari Dan ke Bersyeba."
Mungkin sulit menarik banyak antusiasme untuk agenda seperti itu
jika kita punya banyak urusan dengan Roma, bukan?
Kami punya strategi.
Bersyeba mungkin tidak tampak mendesak bagi orang-orang Sanhedrin,
tapi kami tahu apa yang akan menarik perhatian mereka.
Kematian Yesus dari Nazaret.
Maaf?
- Kau pasti bertemu dia di Kapernaum. - Pernah, tapi…
Dia punya musuh di mana-mana karena suatu alasan.
Ada kelompok di Tel Dor yang mengirim utusan ke Yerusalem
untuk melobi agar dia diperiksa dan dituntut.
Aku belum mendengar ada warga yang ingin menuntutnya.
Mereka menyatakan tindakannya menyebabkan kematian putri seorang pria.
Mereka bergerak untuk menuntut.
Dia membuat Yerusalem gugup,
dan seseorang yang dipercaya Pilatus dikatakan berada di sebuah acara
di Dekapolis di mana dia makan dengan penyembah berhala.
Roma menganggapnya serius sekarang.
Jika dia ditangkap atau dihukum mati karena usaha kita,
itu akan menarik perhatian pada tujuan kita.
Maafkan aku.
Aku agak terkejut kau begitu santai saat bicara tentang membunuh seseorang.
Bukankah hukuman mati hanya diizinkan di area bait suci?
Kapan kali terakhir Sanhedrin melakukannya?
Dia juga mengaku sebagai Anak Manusia.
Kesampingkan politik keputusan kita, dia bukan orang tak bersalah.
Darah di tanganmu tidak selalu berarti kesalahan.
Terkadang hasilnya bisa adil.
Jika orang Nazaret ini melanjutkan usahanya,
bangsa ini akan berterima kasih kepada kita.
Zaitunnya terlalu banyak. Aku harus pelan-pelan.
- Ini untukmu. - Untukku?
- Ya. - Benarkah?
- Lihat ini. - Terima kasih.
- Kau baik-baik saja? - Ya.
- Butuh bantuan? - Tidak perlu. Terima kasih.
- Aku akan kembali. - Baiklah.
Baiklah, Ibu.
- Jaga diri Ibu. - Kau juga.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.