Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
..:: Terjemahan subtitle oleh INDOFILEM21 ::..
Iblis berkata: "aku lebih baik daripadanya". Engkau telah menciptakanku dari api sedangkan dia dari tanah."
"Tangguhkanlah aku sampai mereka dibangkitkan."
JIWA
Bu.
Kapan kita bisa memotong yang lain, Bu?
Kenapa kau tidak mengambil arangnya dulu?
Masih panas, Bu.
Boleh aku pilih satu untuk hari ini?
Kau ini...
Cukup. Panggil Along.
Periksa perangkapnya.
Bolehkah?
Angah.
Along.
- Awasi adikmu. - Baiklah, bu.
Along, ini cukup untuk seminggu.
Jangan bicarakan itu.
Ayo.
Along!
Along!
Ingat apa yang ibu katakan. Tundukkan kepalamu.
Cepat.
Ibu!
Tunggu disini.
Angah.
Bukankah sudah kubilang ambil arangnya tadi?
Nak, darimana asalmu?
Siapa namamu?
Gadis kecil, aku akan mengambilkanmu air.
Dia mungkin dari desa di seberang sungai.
Tersesat di hutan.
- Kupikir... - Dia mungkin bisu, bu.
Bu, biar kubersihkan.
Ayo bawa dia ke desa di seberang sungai.
Mungkin penduduk desa mengenalnya.
Ada apa denganmu?
Bu.
Siang ini di perangkap
kami melihat seekor rusa.
Mati. Tergantung di pohon.
Lalu? Apa yang kalian lakukan?
Aku ingin membawa rusa itu pulang.
- Cukup untuk seminggu. - Kau gila?
itu sudah mati, tergantung di pohon.
Seekor harimau mungkin sedang mengintai di sekitar.
Hei, jangan mengambil apapun di hutan.
Dengarkan baik-baik.
Jangan pernah percaya semua yang Kau lihat atau dengar
di hutan.
Jika ayah ada, dia akan...
Lalu?
Apa dia disini sekarang?
Lagi pula, tidak ada harimau di hutan ini.
Yang ada hanya buaya dan kadal.
Ibu, buaya, dan kadal tidak memanjat pohon.
Kau benar.
Atau bisa jadi...
ini sesuatu yang lain.
Sesuatu yang selalu dibicarakan orang tua...
terkait dengan rusa.
Mereka bilang...
Ia suka berkeliaran di sekitar hutan
dengan anjingnya yang menyeramkan.
Siapapun yang melihatnya
akan jatuh sakit
atau mati.
Apa maksudnya "sesuatu" ini, Bu?
Ia bersumpah untuk tak kembali ke rumah
sampai mendapatkan apa yang diburu.
Siang dan malam
berburu,
membunuh makhluk yang tak terhitung banyaknya
terutama...
rusa
dan anak-anak.
Membuang yang tidak menguntungkan.
Sampai suatu hari...
hutan memantrainya.
dia menjadi penghuni hutan biasa
atau beberapa orang menyebutnya...
pemburu hantu.
Dia memakan daging.
dan meminum darah.
Sampai hari ini,
Dia masih berburu.
Jadi, rusa itu mungkin...
Ketika kau mendengar anjing menggonggong...
atau suara stoples
terbang berkelompok di malam hari
Kau akan tahu bahwa itu dekat.
Jadi saat ada di dekatnya,
ambil
dua batu
pukul mereka sambil berteriak.
"Kakek, berikan kami hati mereka"
"Kakek, berikan kami hati mereka"
Kenapa kita harus mengatakan itu, bu?
Kau harus memainkan permainannya,
tanyakan apa yang diburunya
sehingga dia percaya bahwa kau adalah pengikutnya.
Bu.
Seperti apa suara kendi itu?
Apa?
Jadi...
rusa...
Artinya itu dekat?
Sederhana saja.
Temukan dua batu lalu......
Dia di sini.
Bu!
Saat bulan purnama,
kalian semua akan mati.
Apa yang kita lakukan sekarang, Bu?
Permisi.
Aku baru saja lewat.
Lihat.
Batu-batu ini terlihat aneh.
Itu sebabnya aku mampir untuk melihatnya.
Tidak tahu.
Mereka jatuh tadi malam.
Dari mana asalmu?
Aku dari seberang sungai.
Aku datang ke sini untuk mengumpulkan tanaman di rawa.
Kuharap kau tak keberatan.
Kami tidak keberatan sama sekali.
Kau harus memberitahu suamimu juga.
Kami hanya bertiga.
Kau bisa memanggilku Tok.
Aku harap kau tak keberatan dengan apa yang akan kuceritakan kepadamu.
Aku tahu beberapa hal.
Lihat.
Batu-batu ini pertanda buruk.
Sering kali, hal-hal buruk akan segera terjadi.
- Kupikir... - Tinggallah sebentar.
Minum kopi
atau teh?
Sudahlah.
Aku harus pergi.
Mungkin lain waktu.
Kenapa tidak kalian berdua
pergi memilih batu-batu ini
dan membuangnya?
Ayolah. Pergilah.
Aku punya beberapa saran.
Jika ada yang salah
apa pun
datang cari aku.
Aku tinggal di bukit itu.
Along.
Bulan purnama akan terjadi dalam beberapa hari, benar?
Ya. Kenapa?
Kenapa?
Kau tidak dengar apa yang dikatakan gadis kecil tadi?
Itu omong kosong.
Entah apa yang terjadi padanya saat dia tersesat di hutan.
Seharusnya aku tidak menyapanya hari itu.
Bukan itu.
Along.
Tadi malam, kupikir aku melihat...
Apa yang terjadi pada gadis itu bukan kesalahan kita.
Jadi, perlu diingat, jangan ceritakan ini kepada siapa pun.
Along?
Ibu, kau mau kemana?
Along masih demam. Aku akan mencari Tok.
Along?
Kita hidup terlalu jauh untuk meminta bantuan orang lain.
Kita perlu menghindari kemalangan itu.
Mungkin hanya penyakit tapi siapa yang tahu?
Hal seperti ini tak bisa dianggap enteng.
Sesuatu yang jahat telah memasuki daerah ini.
Pulanglah dan lihat putrimu.
Ambil ini.
Buang jauh-jauh ke dalam air.
Dan merpati ini,
lakukan seperti yang kukatakan.
Mengerti?
Kau tak perlu tinggal di bukit itu.
Jangan khawatir.
Aku sudah terbiasa.
Kami jarang kedatangan tamu.
Akan menyenangkan ada orang dewasa lain bersama kita.
Aku hanya punya anak-anak ini.
Sakit di leher.
Kau merindukan Ayah?
Menurutmu Ayah akan kembali?
Aku tidak tahu.
Aku hanya berharap dia akan segera kembali.
Aku juga.
Jika Ayah ada,
Ibu takkan rewel seperti dia sekarang.
Dengar ini.
Aku punya beberapa saran untukmu.
Hei, tidak apa-apa.
Sudah malam.
Aku harus pergi.
Baiklah.
Bila kau ingin berkunjung, mampir kapan saja.
Kakek, bawakan kami hati mereka...
Kau pernah melihat seorang gadis?
Tinggi badannya.
Tidak, kami tidak melihatnya.
Kau yakin?
Tidak ada yang datang.
Coba cari di sekitar desa seberang sungai.
Aku datang
dari sana.
Tak ada anak lain selain anak-anakku.
Cari dia di tempat lain!
Bu.
Tidakkah menurutmu orang itu terlihat seperti pemburu?
Dia bahkan punya tombak.
Sepertinya dia baru saja kembali dari perang.
Kotor. Tidak sopan.
Ada yang tak beres dengan orang asing itu.
Apa maksudmu?
Tepat. Kenapa dia mencari gadis itu?
Itu sebabnya.
Mungkin gadis itu melarikan diri darinya.
Siapa yang tahu?
Aku hanya bertanya.
Dia mungkin ayahnya.
Banyak hal aneh terjadi sejak kedatangan gadis itu.
Dan sekarang,
orang asing ini.
Mungkin dia penyebabnya.
Kita sekarang hidup dalam waktu yang berbahaya.
Banyak orang yang putus asa
dan merasa tidak aman.
Angah!
Angah...
Angah!
Along?
Along?
Along?
Along?
Along?
Along?
Apa yang terjadi dengan Along?
Along hilang.
Dia tidak ada di sana saat kami bangun pagi ini.
Aku bisa merasakan ada orang asing di sekitar sini.
- Seorang pria? - Ya.
Dia mampir ke rumah kami kemarin.
Kenapa?
Apa yang dia inginkan?
Dia bertanya apakah kita pernah melihat seorang gadis kecil.
Seorang gadis kecil?
Jadi kau melihatnya?
Kemarin Along jatuh sakit
dan dia menghilang hari ini.
Kupikir itu terkait dengan dia.
Aku tidak yakin.
Aku pergi ke sana.
Aku akan mencoba untuk mencari sepanjang jalan.
Along?
Kau mau pergi kemana?
Apa yang terjadi denganmu?
Aku menemukannya di hutan.
Bodoh! Jangan coba-coba menipuku! Apa yang telah kau lakukan pada putriku?
- Aku akan menggorok lehermu dengan parang ini! - Tanyakan sendiri padanya!
Dimana kau mendapatkan belati ini?
Jadi memang benar gadis kecil itu ada di sini.
- Sudah kubilang tak ada orang di sini. - Jangan berani bohong padaku!
Ya, dia ada di sini.
Along!
Dia mengikuti kami pulang.
Ibu membawanya.
Ibu memberinya makanan.
Along!
Tuan.
Biarkan aku membawamu...
ke tempatnya.
Tolong jangan ganggu keluargaku.
Diam, Angah!
Anak ini akan membawaku padanya.
Setelah melihat gadis kecil, Aku akan meninggalkan tempat ini.
Tidak apa-apa, bu.
Aku di sini.
Biarkan Angah membawanya padanya.
Along.
Banyak hal telah terjadi.
Kami tidak tahu harus berbuat apa.
Ada lapangan terbuka
dengan pohon besar yang mati di tengah.
Dia disana.
Kau yakin itu bukan dia?
Tinggalkan saja tempat ini.
Dimana?
Ke desa di seberang sungai?
Butuh satu hari untuk sampai ke sana.
Dengan kondisimu seperti ini?
harus seperti apa kondisiku...
sebelum kita bisa pergi, bu?
Kita harus membawa arang itu bersama kita, Along.
Kau juga tahu itu.
Kita punya
tak ada.
Katakan padaku, bu.
Kapan terakhir kali ibu sujud dan meminta bantuan?
Apa kau masih mengharapkan suamimu yang sudah mati itu kembali dan membantu?
Atau...
apa kau menungguku untuk bersujud untukmu, bodoh?
Kenapa kau tidak mati saja, Ibu tak berguna!
Tok.
Apa kau menemukan adikmu?
Bersabarlah, Nak.
Kita semua milik-Nya.
Tok.
Ada yang salah di sekitar sini.
Sesuatu yang tak bisa kita lihat
dan itu jahat!
Selalu ada sesuatu yang jahat di sekitar kita.
Kau tak perlu takut.
Hal-hal yang tidak dapat kau lihat atau pegang
tidak ada kekuasaan atasmu.
Hal ini hanya dapat menyakitimu melalui manusia.
Orang asing...
Jadi, ingat.
Jangan terlalu percaya orang lain.
Lari!
Jadi benar kau melihat gadis kecil itu.
Dimana mayatnya?
Kami meninggalkannya di lapangan terbuka.
Semoga orang lain melihatnya.
Aku tak ingin anak-anakku...
Angah sudah menunjukkan kepada orang asing itu di mana mayat itu.
Dialah yang menemukan Along.
Kita harus membantunya sebagai balasan.
Tolong?
Apa dia mengatakan dari mana asalnya?
Benarkah?
Dia mengatakan dari desa seberang sungai.
Kau tahu apa yang terjadi di desa itu?
Apa?
Semua rumah dibakar hingga rata dengan tanah.
Tidak ada yang tersisa.
Apa yang terjadi sebenarnya?
Kenapa gadis kecil itu kabur?
Gadis kecil itu bukan kabur.
Kau seharusnya sudah tahu sekarang
bahwa dia bukan anak biasa.
Jadi siapa orang asing itu?
Apa yang harus kita lakukan?
Segalanya menjadi rumit.
Manusia berkembang dan binasa bersama dengan alam.
Dan sekarang, orang asing itu mendapatkan kembali tubuh anak itu.
Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Bu!
Tolong aku.
Aku perlu meminta sesuatu.
Angah?
Kau sudah mengemasi arangnya?
Ambil saja apa yang kita punya.
Masih ada sedikit lagi.
Cepat, kita tak punya banyak waktu, Angah!
Aku lapar.
Bolehkah aku makan dulu?
Kau pergi sekarang dan lakukan apa yang ibu katakan!
Angah?
Angah?
Angah!
Angah?
Angah!
Bukankah kau bilang kau akan meninggalkan tempat ini.
Kau sudah menemukan gadis kecil itu.
Kenapa kau masih di sini?
Aku kesini untuk mencari anakmu.
Apa yang kau inginkan dari anakku?
Siapa kau sebenarnya?
Tolong jangan salah paham.
Jangan berani bohong padaku.
Kita tidak punya banyak waktu.
Keadaan ini akan memburuk.
Memburuk?
Apa yang lebih buruk daripada memiliki mayat putriku di dalam rumah
sementara putraku hilang?
Dengar kataku!
Kau harus percaya padaku jika kau ingin tetap aman.
Kalau tidak...
Kalau tidak apa?
Tolong percaya padaku.
Bukankah aku yang menemukan putrimu yang hilang di hutan?
Apa benar kau yang menemukannya?
Jangan berbohong padanya!
Kau harus meninggalkan tempat ini.
Jangan percaya...
Kenapa kau tidak meninggalkan tempat ini dengan tenang?
Wanita ini!
Kau harus pergi sekarang jika kau ingin aman.
Baik.
Aku sendiri yang akan menemukan anakmu.
Kurasa...
kau lebih membutuhkan tombak ini daripada aku.
Aku tak mengerti.
Jangan pergi.
Kau tak bisa melawannya.
Kau sebaiknya menunggu di sini.
Percayalah.
Aku harus temukan Angah sebelum dia yang menemukan.
Biar aku yang melakukannya.
Jaga putrimu.
Kita tidak tahu apa yang dia lakukan pada mayat gadis itu.
Lebih baik jika aku membunuhnya.
Tunggu disini.
Aku telah membunuh anak itu.
Kau rela mengorbankan hidupnya.
Apa kau memperhatikan wajahnya dengan baik...
saat kau membunuhnya?
Bukankah kau kasihan padanya?
Dia kerasukan.
Aku tidak bisa menyelamatkannya.
Sama seperti putriku.
Dia sudah menyelesaikan bagiannya.
Tubuh ini untuk anak berikutnya.
Sekarang giliran anak itu.
Izinkan aku bertanya lagi.
Apa yang sebenarnya kau lihat...
saat kau menggorok lehernya?
Sangat mudah untuk menipu manusia.
Kau diberi banyak tanda.
Kau bisa menyelamatkan keluarga itu.
Tapi yang kau pikirkan hanya putrimu.
Kau egois.
Jadi, kenapa aku harus sujud...
kepada manusia sepertimu?
"Manusia"?
Apa maksudmu?
Siapa kau sebenarnya?
Kau tak perlu tahu siapa kami.
"Kami"?
Itu kau!
Kau menipuku dengan trikmu!
Yang perlu kita lakukan hanyalah berbisik.
Dan kau menuruti bisikan kami.
Kau lebih kuat!
Kau tahu bahwa kita tak punya kuasa atasmu
kecuali itu kehendak-Nya.
Apa lagi yang akan kau lakukan pada putriku?
Ini hanya mayat...
yang akan membusuk dan menjadi tanah.
Balas dendam tanpa akhir!
Kau rela mengutuk diri sendiri karena tanah!
Waktumu telah berlalu.
Jangan menyesali masa lalu, karena sudah berakhir,
atau menjadi mabuk dengan hadiah fana.
Kefanaan milik kita.
Tapi kehidupan selanjutnya...
akan menjadi abadi...
sebagai jiwamu.
Menurutmu kemana jiwamu akan pergi?
Akankah jiwamu...
bangkit seperti api yang mencapai langit
atau akankah jiwamu...
jatuh seperti abu yang berserakan di tanah?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.