All language subtitles for Beverly Hills Cop Axel F (2024) 1080p NF WEB-DL DDP 5.1 Atmos H.264 FLUX - WAN Encodes

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian Download
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian Download
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Apa kabar, Detroit? Kembali bersama Bushman.

Mari nikmati hangatnya suhu di Detroit.

Ada peringatan cuaca musim dingin.

Kecuali mau ke pertandingan Red Wings,

jangan keluar dari rumah.

Mari kembali dengarkan musik di WJLB.

Hei!

Hei, aku melihatnya!

Hai!

Mobilmu hangat, Foley?

Hei...

Aku bisa menahan kalian karena itu.

Enyahlah, Foley!

Penggemar hoki Detroit,

apakah kalian siap?

Mana uangnya?

Hei, Axel,

aku tak mau seperti penjilat.

Kau paham, 'kan? Tapi aku mau bilang,

kau inspirasiku menjadi polisi.

- Benarkah? - Ya.

Senang mendengarnya.

Saat kau meneleponku untuk meminta tiket,

jujur saja, aku girang benar.

Kubilang pada istriku, "Dari Axel Foley!"

Aku langsung ke sini dan bicara denganmu.

Jujur, kukira kau tak suka hoki. Jadi...

Tunggu, kenapa begitu?

Aku tak suka hoki? Atas dasar apa?

- Karena... - Apakah karena aku begini...

Bukan, jangan begitu.

- Bukan itu... - Kau...

Kau berasumsi aku tak suka hoki karena aku begini.

Kau tak pernah membahas hoki.

- Makanya... - Hoki ada dalam darahku.

Masa?

Kakek buyutku sebenarnya pemain hoki

untuk Liga Negro di Winnipeg.

Tim Winnipeg Kulit Hitam.

Tunggu, ada orang Negro... Maksudku...

Duh.

Apa ada liga hoki orang kulit hitam?

Jadi, maksudmu kau penggemar hoki,

tapi tak tahu dulu ada Liga Negro?

Yah. Axel, maafkan aku.

Aku jadi merasa tidak enak. Tapi aku akan jadi lebih baik.

Rupanya kau bercanda! Sial!

"Aku akan jadi lebih baik. Aku harus berubah.

Aku akan menjadi pria kulit putih

yang lebih baik."

- Aku begitu? - Ya.

- Tapi jika aku yang bicara, itu pasti... - Sangat menghina.

Dengar, ada kesempatan bagimu untuk jadi lebih baik.

Tempat ini akan dirampok, dan kau akan menemukan pelakunya,

berkat cara detektifmu yang gigih.

Tunggu, stadion akan dirampok?

Tempat ini akan dirampok. Pakai ini. Lihat ke sana.

- Kau lihat Junior Bollinger? - Ya.

Dia bekerja dengan kru 7 Mile yang membunuh tukang perhiasan di Berkley.

Tunggu, ya ampun.

Kau sudah dilarang mengejarnya.

Ya, jika Letnan tahu aku masih mengejar June,

aku mungkin akan dipecat. Nah, untungnya,

kita ke pertandingan, dan kau menemukan Junior di sana,

lalu kau yang memutuskan kita harus menangkapnya. Paham?

- Karena itu kau meminta tiket. - Ya.

- Kau tak mau kongko denganku. - Begini,

aku senang bisa kongko denganmu, tapi kita ada tugas.

Saatnya kau naik pangkat.

Astaga.

- Hei, Junior! - Sial!

- Sial. - Laporkan ini.

Apa yang dia curi, Axel?

Entah. Junior, kau mencuri apa?

Apa-apaan, Foley?

Aku sudah tobat.

Baguslah kalau begitu.

RUANG LOKER

- Bisa jaga Junior? - Ya.

- Oke. Pegang dia. - Mau ke mana?

Axel!

Kalian tak akan bisa lolos.

Tutup mulutmu dan tetap di situ.

Hei, mana alatku? Pelatih mau memasukkanku di babak ketiga.

Kau siapa?

Aku siapa? Kau yang siapa?

Kau pasti tak lihat berita.

Tak tahu soal transfer pemain Winnipeg? Aku pemain baru.

Cepat tiarap.

Hei, Keparat. Dengarkan aku.

Aku juara lima kali Piala Stanley,

dan aku tak terima kau menodongkan pistol padaku.

Aku mau ambil pelindung badanku. Mana pelindung badanku?

Kau pikir ini lelucon? Ini bukan lelucon.

Tenang.

Tak usah kaget, aku memang tak pernah memenangkan Piala Stanley.

Tembak bajingan ini.

Ambil barangnya.

Diam di situ!

Sialan!

Ayo!

Ambil motor!

- Foley! - Ayo!

Ayo naik!

Astaga, biasanya pria seusiamu sudah hidup tenang

dan bekerja di kantor karena mau bersantai.

Ini caraku bersantai. Kau sedang kurang santai?

Astaga! Sama sekali tidak!

Kita beralih ke rencana B.

Ini rencana A?

Hei!

Hei!

Atas kuasa negara bagian Michigan,

aku ambil kendaraan ini.

Enyahlah! Itu cuma imitasi.

Ini jelas sungguhan.

Baiklah, kau benar.

Itu jelas sungguhan.

Itu benar-benar sungguhan.

Aku mengejar penjahat dengan Axel Foley. Ya!

Laporkan ini, Mike.

Mau tahu, Sayang?

Kau pasti tak akan percaya.

Ya, aku dan Axel.

- Kami menghentikan perampokan... - Hubungi kantor!

Oh, kantor. Sudah dulu.

Ke jembatan! Ayo!

Ya, ini Detektif Mike Woody bersama rekanku.

Kami dalam pengejaran

dan mengendarai bajak salju.

L-15, harap diulangi.

Kalian di dalam bajak salju?

Ya, kami di bajak salju! Lantas kenapa?

Kerahkan semua unit ke Lake Shore dan Fifth.

Biar kutebak, pasti Foley.

Kau bilang, "Foley"?

Awas!

- Astaga! Sial! - Sini.

Woody, aku mau bicara dengan Biang Kerok Detroit.

Dia mau bicara padamu.

Aku tak memahami maksudmu, Bos.

Ini tanggung jawabku.

Tadi aku melihat hal mencurigakan.

- Sekarang juga! - Lalu... Baiklah.

Hei, Jeffrey! Aku hanya berniat menonton Red Wings kesayanganku,

lalu Detektif Mike Woody, si Wood Man ini...

Dia detektif hebat.

Menurutnya, orang-orang ini mungkin terlibat

dalam pembunuhan di toko perhiasan Southside Jewelers di Sixth.

Begitukah?

Jangan tersinggung, tapi Detektif Woody

belum memecahkan satu kasus pun selama lima tahun!

- Kehebatannya akhirnya muncul, Jeffrey. - Tuh!

Suara apa itu?

Axel, jika kau merusak properti kota...

Kuusahakan, tapi kau kenal Woody. Dia tak akan biarkan mereka lolos lagi.

Ya, tapi...

Baiklah, selamat malam.

Merunduk!

Aku mulai merasa gelisah, Axel.

Jangan menabrak mobil terus, oke?

Mari pastikan kau naik pangkat, Mike.

Sial!

Foley!

Foley Sialan.

Berhenti menabrak mobil!

Banyak titik buta di bajak salju.

Jangan!

Cukup! Aku tak jadi mau naik pangkat!

Sudah terlambat!

Bukan, aku bukan Wood Man!

- Kau Wood Man dan akan naik pangkat. - Tidak!

- Kau akan pecah telur! - Tak mau kupecahkan!

Sudah terlambat untuk mundur!

Tidak akan muat!

Sial!

Makasih atas tiketnya, Michael. Aku sangat menikmatinya.

Sama-sama.

Jangan bergerak!

Kalian ini kenapa?

Astaga. Lihat kekacauan ini. Kita mau bilang apa pada Pak Kepala?

Kita? Ini kasusmu, Mike.

Aku hanya menonton hoki.

Tidak lucu.

- Itu dia. - Foley si Sesepuh.

Lihat ada siapa! Kiper baru kita.

WAKIL KEPALA

Jeffrey!

Kau bangga pada dirimu?

Kau terlihat bangga. Kau terlihat sangat bangga.

Kau bangga padaku?

Empat puluh lima menit!

Komisaris Polisi berteriak padaku

selama 45 menit tanpa henti.

Tepatnya, memaki. Dia memakiku.

Aku berat mengatakannya, tapi tugas lapanganmu akan berakhir.

Tidak, aku suka kerja di lapangan.

Oke. Tapi mau tahu?

Mereka tak mau ada pahlawan jalanan lagi.

- Mereka mau pekerja sosial. - Aku amat sosial.

Itu tak lucu. Astaga, Axel. Kau tak bisa terus melakukan ini.

Dulu, kau hanya dimarahi. Kini, mereka akan ambil lencanamu.

Dan kau akan mengambilnya lagi seperti biasa.

- Makanya aku menyayangimu, Jeffrey. - Yah,

kini tidak lagi.

Aku sudah menyerahkan berkasku.

- Apa? - Ya.

Sudah waktunya.

- Tidak. Dengar. - Ya.

Ayo ke kantor Komisaris.

Bilang padanya karena kau makin tua, kau membuat kesalahan. Itu hal lumrah.

Aku serius, Axel. Dengar baik-baik.

Berapa pun sisa waktu hidupku,

aku ingin menghabiskannya dengan keluargaku

- dan cucu-cucuku. - Sejak kapan kau sayang cucu?

Aku sayang cucu-cucuku.

Tempo hari, kau bilang cucumu...

Ya, salah satu cucuku, tapi itu masalah sepele.

Kami sedang memperbaikinya.

- Kau menyebutnya sosiopat. - Aku...

Padahal, tadi kau bilang kau menyayanginya dan ingin terus bersamanya.

Aku cuma agak kesal.

Ada masalah, tapi sedang kami perbaiki...

Kapan terakhir kali kau bicara dengan Jane?

Jane sibuk.

Oh, begitu.

Dan keras kepala.

Seperti itulah dia.

Ya, dan kau tak akan pensiun.

Aku akan merindukan ini.

Hei, tunggu sebentar.

Ini jelas bukan waktu yang kaupilih untuk pensiun.

Kau mengorbankan dirimu atas masalahku.

Yah...

Dengar, Komisaris Polisi menginginkan tindakan tegas,

jadi aku harus bagaimana lagi... Paham, 'kan?

Apa?

"Apa?"

Menurutmu masaku sudah habis?

Dengar baik-baik.

Entah kau sadar atau tidak,

tapi kota ini masih bermasalah. Mereka butuh kita.

Tidak. Kau yang butuh kota ini.

Begitulah. Dengar ucapanku ini, Axel.

Pada akhirnya, semua ini hanyalah pekerjaan.

Pak Kepala.

Bicaralah dengan putrimu.

Ya.

Berbaliklah.

Yakin tak salah tempat?

Semoga saja.

PENGACARA

Sam Enriquez?

Jane Saunders. Aku pengacara.

Temanku bilang kau mungkin dijebak.

Uangku tak cukup untuk pengacara Beverly Hills.

Uangku juga. Biayanya jelas mahal.

Tapi tak akan kupungut biaya.

Kenapa aku harus memercayaimu?

Kau punya anak perempuan, 'kan?

Kau mau melewatkan dua puluh tahun kehidupannya?

Biarkan aku membantumu.

Ya?

Baiklah.

Pertama, kenapa kau berada di sebelah mayat polisi?

Periksa rekam jejakku. Aku tak terlibat.

Senjata pembunuhan di pangkuanmu. Bagasi penuh kokaina.

Kau terlibat, Sam.

Aku dibujuk untuk jadi penyelundup.

Dibujuk oleh pamanmu Chalino?

Jadi, kau di kursi penumpang bersama Letnan Copeland.

Apa yang terjadi?

Kami menuju tempat transaksi.

Copeland, seorang intel, entahlah... Dia yang menyetir.

Lalu?

Dia melihat SUV hitam membuntuti kami.

Dia berusaha menelepon, tapi ponselnya tak berfungsi.

Dan dia langsung panik.

Katanya, ponselnya diretas.

- Dia tahu dia sedang diincar. - Ya.

Lalu saat SUV hitam itu mendekati kami, ada yang menodongkan pistol ke jendela.

Lalu si pria bertopeng menembak Copeland?

Lalu?

Aku ambil kemudi.

Aku mengarahkannya ke SUV mereka,

tapi aku kehilangan kendali dan menabrak tiang.

Saat aku siuman, pistol itu sudah di pangkuanku,

dan aku di samping mayatnya.

Tn. Enriquez,

kita akan membahas mosi mengenai penggantian pengacara.

Anda berkenan melanjutkan mosi ini?

Saya berkenan. Ya.

Maka mosi dikabulkan. Baik, jika tidak ada hal lain...

Ada satu hal lagi, Yang Mulia.

Silakan.

Pembela akan mengajukan mosi

untuk meminta catatan keuangan Letnan Copeland

karena kami menduga dia terlibat tindak kriminal...

Yang Mulia, Penuntut beranggapan bahwa kami hadir

untuk membahas mosi penggantian pengacara,

alih-alih mendengarkan teori kurang matang Pembela...

Tentu saja, dengan senang hati

kami akan menunjukkan seluruh berkas yang relevan kepada jaksa.

Saya harap begitu, Pengacara.

Kedua rekening Copeland ada di Citibank.

Baik, mulai periksa kedua rekeningnya

dan lihat laporan pajaknya dalam lima tahun terakhir.

...harus bicara dengan bagian Hukum.

Apa yang kau... Hei!

Apa-apaan...

Tolong! Tolong aku!

Apa yang kalian lakukan? Hentikan! Tolong!

Lepas kasus Enriquez, Pengacara.

Bisa jelaskan ciri-ciri mereka?

Sudah kubilang mereka memakai topeng hitam.

- Janey... - Hai.

Rosewood.

- Kukira kau berhenti. - Aku tak berhenti, tapi memilih pergi.

Begitu versi yang kauceritakan ke orang?

Apa yang terjadi?

Menurutmu itu kebetulan aku naik wahana halilintar

di hari yang sama aku menuduh seorang polisi terlibat?

Janey, aku tahu aku yang melibatkanmu dalam kasus ini.

Tapi kau harus melepas kasus ini.

- Tidak. - Tinggalkan saja.

Aku tak mau memberi tahu ayahmu kau terancam.

- Jelas jangan. - Janey...

Aku serius, Billy. Berjanjilah.

Kau pikir kau dan ayahmu tak mirip?

- Sudahlah. - Kalian sangat mirip.

- Oke, cukup. - Saatnya pergi untuk memeriksa kondisimu.

Tak perlu ke rumah sakit. Aku baik-baik saja.

- Tuh, kurang jelas apa lagi? - Makasih.

- Begitulah Axel. - Baiklah. Aku pergi.

Bajingan mana yang menelepon orang malam-malam begini?

Axel, hentikan.

Axel. Aku tak kenal Axel. Kau salah sambung.

Nomor sialan mana yang mau kauhubungi? Siapa ini?

Ini tentang Jane.

Kenapa tak bilang dari awal?

Dia baik-baik saja, tapi remaja bernama Enriquez ini

terlibat kasus pembunuhan.

Jadi, kutanya Jane apa dia ada kenalan di firmanya

yang mungkin mau membelanya.

- Biar kutebak. Dia menawarkan diri. - Maaf. Aku tak bisa menghentikannya.

Dia memintaku janji untuk tak meneleponmu, tapi dia di luar kendali.

Axel, ada bajingan yang mengancamnya agar dia melepas kasus ini.

Dia tak terluka, 'kan?

Dia baik-baik saja. Tapi mereka tak main-main.

Oke. Aku ke bandara sekarang juga.

Dan Billy. Terima kasih sudah menelepon.

Maaf sudah melibatkannya, Axel.

Kau saudaraku.

Kau dan Janey sudah kuanggap keluarga.

Kenapa ada suara gonggongan? Kau di mana?

Aku di penampungan kendaraan sitaan. Aku sudah dapat barang bukti

yang bisa mengungkap semuanya.

Dengar, jangan beraksi sebelum aku sampai, ya?

Ada satu tempat lagi malam ini.

PELABUHAN SISI TIMUR?

Lalu aku akan menjemputmu di bandara besok pagi.

Sudah dulu.

Hei, terima kasih.

Oh, sekitar seminggu lagi, saat kau muak dengan cucu gilamu,

telepon aku. Nanti kita bikin kau tak jadi pensiun.

Itu tak akan terjadi, Axel.

Dengar, kau harus bicara dengannya.

Kau harus bicara dengannya dan perbaiki.

Aku tahu kau merasa waktumu masih banyak, tapi nyatanya tidak.

Tapi waktuku lebih banyak darimu, 'kan?

Oke. Keluarlah. Nanti kau ketinggalan pesawat.

Serius, Jeffrey. Kau harus berjemur. Kau tampak tua.

Hei, Nona. Dia terlihat lebih tua dariku sepuluh, lima belas tahun, 'kan?

Padahal, kami seumuran. Usia kami sama!

- Oke. Keluarlah! - Pindahkan!

- Kau tampak tua. - Aku tahu.

Hei.

Jaga dirimu di sana, oke? Usiamu bukan 22 tahun lagi.

Tenang. Aku akan baik-baik saja.

Aku disayangi di Beverly Hills.

Billy, kau di mana? Kenapa tak menjemputku?

Aku tak dapat mobil rental di bandara...

RENTAL MOBIL BEKAS

...tapi dapat harga miring di rental mobil lawas.

Aku menuju ke kantormu. Hubungi aku.

PERJANJIAN KAWIN

AKU SUKA BOKONGKU SEKSI

LEDAKAN SIFILIS HENTIKANPENYAKITKELAMIN.ORG

Kenapa lama sekali?

Lihat apa? Kalian pekerja serikat?

Tak ada istirahat siang di sini. Cepat, Bodoh.

- Siapa yang mengirimmu? - Menurutmu siapa?

- Beck? - Bukan, LeBron James.

Tentu saja Beck!

Dia selalu mencecarku soal ini,

jadi aku akan mencecar kalian. Kalian tahu sifat si keparat itu.

Tentu saja.

Omong kosong.

Lihat ini.

Film First Blood.

Serius? Ada kau di foto ini.

Bukan. Itu bukan aku. Itu aktor Wesley Snipes.

Banyak yang bilang aku mirip dia, padahal tidak.

Itu foto Wesley si tampan, 'kan?

Astaga. Kenapa lama sekali?

Siapa dia?

Sial! Astaga!

Ke sana.

Minggir! Awas!

Eh, Mbak Dishub. Jangan.

Ini darurat. Bisa pindahkan kendaraanmu?

Mbak? Oh, oke.

Tunggu saja di trotoar, Mas.

Itu dia. Tangkap dia.

Apa yang kaulakukan?

Jika kau tidak turun...

- Oke, biar tahu rasa. - Aku polisi...

Saya sedang menindak pembuat onar. Laki-laki, kemungkinan ODGJ.

Hentikan! Kata siapa boleh disemprotkan sebanyak itu?

Kenapa kau di situ?

Kau yang kenapa di situ?

Kubilang menepi, sekarang!

Berhenti menyemprotkan merica.

Maaf, Mbak Dishub.

Astaga!

Minggir!

Astaga.

Minggir, Jalang.

Ayo cepat!

- Apa-apaan? - Hei!

Dasar bajingan cerdik.

Sialan...

Bajingan!

- Hei! - Apa-apaan?

Persetan denganmu.

Sial!

- Beri jalan! - Menyingkir!

- Tunjukkan tanganmu. - Angkat tangan!

Baru muncul? Mana kalian saat aku ditembaki?

Angkat tangan!

Aku polisi Detroit. Namaku Axel Foley.

- Lencanaku di sakuku. - Jangan coba-coba!

Aku sudah 30 tahun jadi polisi dan jadi kulit hitam sejak lahir.

Aku jelas lebih paham.

Ini sangat memalukan.

Nah, salah sendiri kau ugal-ugalan tadi.

Ini mobil patroli kalian?

Aku lebih baik dipenjara karena melawan saat ditangkap

daripada naik mainan kecil konyol yang kalian pakai ini.

Kalian adalah polisi Lego.

Nyaman di belakang?

Kursinya bisa ditinggikan, tapi aku tak mau saja.

Detektif Foley.

Detektif Bobby Abbott.

Bisa panggilkan Taggart?

Pak Kepala Taggart? Dia sedang sibuk.

Bisa sampaikan Axel Foley datang?

Oke. Bagaimana kau mengenalnya?

Ini bukan kali pertama aku ke Beverly Hills.

Aku tahu. Pernahkah kau membaca berkasmu sendiri?

Ini sangat banyak.

Mengganggu ketenangan, terlibat baku tembak, menghindari polisi...

Itu tahun 1984, lalu ada lagi dari tahun 1987...

Lalu tahun 1994. Bukan main.

Taggart. Ada yang melihat Taggart?

Aku mau bicara dengan Taggart. Hei, kau! Bisa panggilkan Taggart?

Trent. Jangan lakukan.

Cepat, Trent. Panggilkan Taggart.

Kenapa kau ada di kantor Billy Rosewood?

Kau tahu Rosewood mencoba mengacaukan kasusku.

Kau mencoba membantunya?

Polisi Udara Kepolisian LA.

Jadi, kau dulu pilot hebat dan sekarang jadi polisi mal.

Kok bisa? Masa kejayaanmu habis atau kau memang tak mampu?

Tn. Foley, aku tahu kau andal melakukan ini.

Tapi dunia sudah berubah.

Kau tak bisa lagi duduk di meja seorang pria

sambil mengintimidasi kejantanannya

dan berharap bisa membuatnya minder berat

sampai melupakan topik pembicaraan.

Mungkin dulu cara itu ampuh, tapi itu tak mempan padaku.

Jadi, biar kutanya sekali lagi.

Kenapa kau ada di kantor Rosewood?

Hei, panggilkan Taggart, atau sekalian saja tuntut aku.

Aku jelas akan menuntutmu.

Dua tuntutan tindakan sembrono.

Dua tuntutan?

Ya.

Kau kenapa? Sedang apa?

Kenakalan masa muda.

Aku ingin menelepon pengacaraku.

Billy, aku mulai sangat khawatir.

Hubungi aku kembali.

Dengan Jane Saunders.

Jane. Ini ayahmu.

Sebelum kau tutup teleponnya, Ayah di Kepolisian Beverly Hills.

Ayah ditangkap dan... Halo?

Hei.

Teleponnya terputus. Bisa hubungkan lagi?

Dengar dulu, Jane.

Ayah baru ditangkap dan perlu bicara denganmu soal...

Oke. Dengarkan baik-baik.

Hei.

Kalian sudah bayar tagihan telepon? Ini tak berfungsi.

Aku mau telepon lagi.

Jangan memberiku tatapan heran. Telepon kalian yang butut.

- Kalau kurang jelas, aku... - Hei!

Rosewood menelepon Ayah semalam.

Keluarkan Ayah. Nanti Ayah jelaskan.

Billy bilang apa?

Jane.

Ayah sangat bahagia bisa bertemu denganmu.

Dan Ayah ingat betul bagaimana...

Aku kemari untuk membahas klienku, Samuel Enriquez.

Rosewood menelepon, 'kan? Apa katanya?

Memang, banyak yang perlu kita bicarakan.

Ayah datang demi memastikan keselamatanmu.

Kau mau begini? Di sini?

Sekarang? Serius? Setelah bertahun-tahun tak bicara padaku?

Taggart mau bertemu denganmu entah apa alasannya.

- Jane. - Hai.

Jangan bilang kalian saling kenal.

Bobby, ini ayahku.

Kalian sudah bersetubuh?

Apa?

Hei, Bobby.

Bisa beri kami waktu?

Setelah bicara dengan Taggart, akan Ayah ceritakan semuanya.

Oke?

Pak!

Pak Kepala John Taggart.

Dasar berengsek.

Beraninya kau melakukan ini padaku.

Sial! Aku merindukanmu, Kawan.

Bung, kenapa kau masih di sini?

- Kenapa belum pensiun? - Sebenarnya sudah,

tapi aku rujuk dengan Maureen, dan percayalah,

aku jadi tak betah di rumah.

Oh, maaf. Cade Grant. Axel Foley.

Halo.

Grant dulu seperti kita.

Kini dia memimpin Satgas Narkotika Antardepartemen.

Aku sudah dengar kisah Axel Foley sejak akademi.

Dulu, tiap si Taggart tua ini minum beberapa gelas,

dia akan bercerita berjam-jam.

Apa yang membuatmu ke Beverly Hills?

Aku dapat telepon dari teman lama, Billy.

Billy... Kasus ini membuatnya kacau.

Kini dia melibatkan Janey

sambil menjejalkan teori konspirasi anehnya.

Dia selalu punya insting soal hal semacam itu.

Axel. Putrimu membela pembunuh polisi.

Maaf. Jane Saunders adalah putrimu?

Ya. Pembunuh polisi?

Ya.

Dia menangani kasus Enriquez, yang membunuh intel bernama Copeland.

Wah. Aku baru tahu soal ini.

Putrimu bilang Copeland kotor.

Sebaik apa kau kenal Copeland?

Yah, dia dari Kepolisian Beverly Hills,

jadi jelas itu omong kosong.

Ya. Copeland anak buahku, Foley.

Aku yakin betul dia tak bermain kotor.

Dia juga polisi yang cerdas. Penyayang keluarga.

Dia bahkan jadi pelatih bisbol untuk Liga Anak.

Dia sangat baik.

Maaf.

Profesi ini menuntut kita banyak hal, 'kan?

Oke, silakan kalian lanjutkan.

Ya.

- Hai. - Hei.

Apa kabar?

Baik.

Kau tampak sehat.

Terima kasih. Kau juga.

Yuk. Mari kuantar.

Oke.

Sudah punya pacar?

Kurasa aku tak bisa membahasnya denganmu.

Baiklah.

Dengar, maafkan aku karena aku sempat menghilang.

Tak masalah.

Jadi, itu ayahmu?

Dia bukan ayahku.

Yah, dia memang ayahku, tapi lepas tanggung jawab.

Aku mengerti.

Apa?

Yah, sepertinya jadi masuk akal.

Apanya?

Dia polisi. Menangkap penjahat. Kau melakukan tugasmu.

- Kau berusaha membaca perasaanku lagi? - Untuk apa aku demikian?

- Perlu aku berbaring di sofamu, Dokter? - Astaga...

Mimpiku sangat liar tadi malam. Perlukah kita membahasnya?

Kau tahu, hubunganku dan ayahku tak begitu baik.

Maaf. Kita tak pernah...

- Kita tak pernah membahasnya. - Ya.

- Menurutku keluarga memang rumit. - Ya, menyebalkan.

Ya.

- Hei, Jane, tunggu... - Ini salah.

Rosewood pergi ke penampungan kendaraan sitaan semalam.

Kau tahu alasannya?

Bahkan kini aku tak tahu alasanku bicara denganmu.

Sejumlah orang mengobrak-abrik kantornya,

dan si Kapten Grant Yang Terhormat adalah kapten polisi pertama

yang memakai sepatu Gucci sultan. Ada yang aneh.

Jadi, kenapa Rosewood ke situ?

- Mobil Copeland ada di situ. - Yang benar?

Kapan terakhir kalian bicara?

Setelah...

Sudahlah, aku tak mau membahasnya. Senang bisa membebaskanmu.

Hei, tunggu dulu. Setelah apa, Jane?

Rosewood mungkin dalam masalah.

Yang dia cari di sana mungkin bisa membebaskan klienmu, 'kan?

Ya.

Antar Ayah ke penampungan kendaraan sitaan dan besok Ayah akan pulang ke Detroit.

- Lalu kita bisa kembali menjadi... - Jauh.

Itu bahasa Prancis?

Ayah yang menyetir.

Oke, kau yang menyetir.

Ya! Mary J.

Ingat kau dulu amat menyukai lagu ini?

Ayah tahu Ayah harus memberimu penjelasan...

Begini aturannya. Jangan bahas hal personal. Oke?

Ayah paham. Hanya saja, Ayah ingin menjelaskan

alasan Ayah menjauhkanmu dari Detroit. Di situ tidak aman.

Twelfth Street Mafia berniat membunuh keluarga Ayah.

Jadi, Ayah harus melindungi keluarga.

Karena Twelfth Street Mafia sungguh mengerikan.

Apa Twelfth Street Mafia menyuruhmu bercerai dan tinggal di Detroit?

Bukan, itu mau ibumu.

Dia sepuluh kali lipat lebih mengerikan daripada Twelfth Street Mafia.

Jadi, klienmu dituduh membunuh polisi?

- Dia tak melakukannya. - Tahu dari mana?

Karena dia hanya remaja yang menjadi penyelundup kokaina demi pamannya.

Siapa pamannya?

Bandar besar wilayah timur bernama Chalino.

Jadi, menurutmu Copeland korup?

Ya.

Tapi tak masuk akal.

Jika Copeland jadi kurir untuk Chalino,

kenapa Chalino membunuhnya?

Bisa tolong taruh berkasnya?

- Hei, pistolmu masih ada? - Tidak.

- Kau tak lagi ke lapangan tembak? - Tidak.

Aku pun sudah lupa cara keluar dari bagasi,

melepaskan borgol, mengintai,

dan semua teknik polisi aneh yang kaujejalkan padaku.

Jane, beberapa tahun lalu, Ayah menjalani terapi.

Kau menemui psikiater?

Kenapa kau sangat terkejut mendengarnya?

Tepatnya, bukan menemui psikiater, melainkan membaca artikel di internet.

Dengar, maksud Ayah,

segala hal yang Ayah ajarkan padamu,

seperti melepaskan borgol, sama halnya dengan orang tua lain

yang mengajak anaknya nonton pertandingan atau membelikan anaknya mainan.

Terkadang orang tua melakukan sesuatu karena tak tahu cara mengungkapkannya.

Makanya, mereka begitu. Paham, tidak?

Bisa jelaskan soal sosok ayah yang berhenti berusaha?

Paham, tidak?

Undangan terbatas! Gdrive Movie Collection Account

We ekslusif invites you To join WAN™ Members

For Account Access Get in WANHABIT.COM

Butuh dibantu?

Ya, kuharap aku dibantu.

Axel Foley, produser film baru Liam Neeson bertema balas dendam, Impound.

Kami sedang mencari penasihat teknis baru.

Kami harap kau orangnya.

Penasihat teknis, ya?

Aku tak tertarik bekerja di belakang kamera.

- Tidak dulu. - Oh, tak apa-apa.

Eh, sebentar.

Kau aktor? Rasanya aku pernah melihatmu.

Benar, 'kan? Aku melihatmu di mana, ya?

Mungkin di Jupiter Ascending.

Aku menjadi Sargorn Nomor Empat...

Ya! Sargorn Nomor Empat! Tentu saja. Kau luar biasa!

- Wah! Terima kasih banyak. - Hebat sekali. Aksimu keren.

Channing selalu membantuku.

- Masa? - Channing Tatum.

Jadi, ceritanya tentang apa?

- Ceritanya tentang... - Jangan! Kau pemerannya.

Kau bintangnya. Mari dengar dari dia.

- Kau mau aku yang cerita? - Ya.

Yah... Jadi, ceritanya tentang...

Ada Jupiter. Lalu...

Terbang?

Nah! Kau bercanda?

Cara terbangnya? Seperti ini...

Adegan favoritku. Aku suka bagian itu.

Hei, sepertinya dia cocok jadi Pastor Kilgore?

- Ya. - Kau Pastor Kilgore.

Pastor Kilgore adalah pahlawannya.

- Ini bukan mimpi, 'kan? - Ini sangat seru.

Aku sangat girang.

Film dimulai dengan Liam Neeson membobol penampungan kendaraan sitaan.

Tunggu. Wah. Tempat ini baru dibobol tadi malam.

Yang benar?

- Sumpah. - Tadi malam?

- Terekam kamera. Lihat. - Ah, masa?

Lihat saja.

Lihat? Aneh sekali. Sepertinya dia tahu kau akan datang.

- Kejadiannya semalam? - Ya.

- Benar-benar semalam. - Dan kebetulan kau...

Apa sebutannya? Takdir? Ini benar-benar takdir...

- Kita cocok. - Cocok banget.

Ini memang takdirmu. Jadi, tempat ini dibobol semalam?

Oh, omong-omong, bisa masukkan anjing-anjing itu

agar kami bisa keluar dan melihat-lihat? Untuk riset.

Oke. Tentu.

Kita akan melakukan riset, Pastor.

Ini persis seperti di Detroit Impound.

Sekaligus berbeda drastis.

Itu mobil Copeland.

Ini penyok karena kendaraan lain.

Kau lihat noda cat ini?

Kata Sam, pelaku mengendarai SUV hitam.

Nah, cocok.

Tunggu.

Ada yang memasang kamera pengintai.

Yang murahan pula.

Kartu memorinya hilang. Pasti ini yang dicari Rosewood.

Ini agak aneh.

Tak ada di laporan polisi soal kamera di mobil.

Jadi, artinya...

Artinya ada rekaman pembunuhan Copeland di kartu memori itu.

Itu yang mereka cari di kantor Billy.

Kau sungguh andal memecahkan teka-teki.

- Mungkin kau menuruni bakat Ayah? - Jangan coba-coba.

- Jangan apa? - Sok akrab. Jangan...

- Tak boleh sok akrab? - Ya.

Baiklah. Tidak boleh sok akrab.

- Kita sedang diikuti. - Tahu dari mana?

Andai jadi mereka dan tak menemukan yang Ayah cari,

Ayah pasti akan mengikuti kita dan merampas temuan kita.

Hei, kau punya cermin kecil?

Tidak. Kenapa?

Kita punya penggemar.

Jalan.

Berhenti di situ. Kita lihat siapa yang mengikuti kita.

Pepetkan lagi.

- Hai. - Hai, Nona Saunders.

Tn. George Romslo sudah menelepon balik.

Oke. Nanti kutelepon dia.

- Akan kusampaikan. - Dah.

Masuk ke situ.

Itu mereka.

Itu dua orang dari kantor Rosewood.

Di mana mereka?

Harusnya di depan kita.

Sial!

Omong-omong, sulitkah kau saat...

- Apa yang sulit? - Mengubah nama.

Kau mengganti namamu ke Saunders. Apa prosesnya mudah?

Ya.

Banyak yang harus diurus untuk jadi Saunders.

Ya, butuh pendirian kuat.

Saunders, Saunders.

Apa sekeren Foley? Ayah selalu tersenyum saat menyebut Foley.

"Hei, ini Foley."

- Ya, 'kan? - Apa lagi?

Foley terdengar kuat.

Lebih dominan dan enak didengar.

Foley. Jane Foley. Jane Saunders.

"Permisi, bagaimana ejaan namamu?" S...

A-U-N

D-E-R-S.

Saunders.

Baiklah.

- Tempat apa ini? - The Eastern.

Hei, kau tak akan boleh masuk. Ini klub sosial pribadi.

Selamat malam. Bisa perlihatkan nomor anggota Anda, Pak?

Ya. Nomor anggotaku adalah Marsekal Pemadam Kebakaran LA. 17484.

Ada inspeksi dadakan.

Bagaimana menurutmu, Dan Klimis?

Siapa nama Anda tadi? Karena Pak Sullivan baru pergi.

Jika sikapmu terus begitu, tempat ini akan kututup sekarang.

Oh, begini saja. Bisa perlihatkan lencana Anda lagi?

Tidak. Karena aku tak mengenalmu,

dan area ini rawan kasus pencurian lencana.

Tak akan kuperlihatkan...

Baik, saya akan hubungi Pak Sullivan.

Silakan saja. Saya rasa dia tak akan menjawab.

Mengingat dia baru saja pensiun. Tepatnya, dia dipecat karena mabuk saat bertugas.

Oh, saya baru tahu.

Dia kencing di dinding.

Kami sudah berusaha merahasiakannya dari pers.

Dorothy Hrbek, naradamping Kantor Wali Kota. Apa kabar?

- Baik. - Bagus.

Bisa beri tahu saya kapasitas maksimum di atas?

Delapan puluh lima.

Delapan puluh lima?

- Oh, 85 orang? - Baik.

Jadi, jika kami ke atas, jumlahnya pasti di bawah 85 orang?

Tak akan jadi 86 orang, 'kan?

- Tidak, Bu. - Lantas tak perlu khawatir.

Kami hanya perlu naik, menghitung,

memeriksa alat pemadam kebakaran, lalu segera pergi.

Segera pergi.

Baik, silakan saja.

Terima kasih, Dan Klimis.

Semoga jumlahnya 85.

Naradamping Kantor Wali Kota. Keren sekali.

- Tadi kau salah tingkah. - Tidak, itu disengaja.

Aku tak kuat melihatnya.

Masa? Wajahmu menunjukkan sebaliknya tadi.

Kau terpukau melihat aksi Ayah. Seperti anak yang melihat ayahnya bekerja.

Hei.

Hei, Semuanya.

Aku berutang permohonan maaf.

Karena yang di foto itu memang aku, bukan Wesley Snipes.

Maaf soal itu juga. Aku tak menduga akan bengkak begitu.

Seharusnya dikompres.

Oke. Beri kami waktu sebentar, ya?

Maaf soal itu, Foley. Nona Saunders. Senang bertemu kalian.

Oh, rupanya mereka anak buahmu?

Hei, kalian mau apa? Katakan saja. Minuman?

George membuat mojito yang luar biasa.

Tidak, makasih.

Kenapa mereka ke tempat Rosewood?

Billy Rosewood mengambil, maksudku, mencuri bukti penting

yang kubutuhkan untuk melanjutkan penyelidikan kasusmu.

Mereka bukan polisi. Kok, mengerahkan mereka, Kapten?

Dulu, kita bisa mendapatkan surat perintah dengan sedikit kreativitas,

tapi di kondisi saat ini,

kita harus sangat berhati-hati dengan semua ucapan dan sikap kita.

Kadang ada baiknya memiliki seseorang di luar rantai komando resmi.

Kau paham maksudku, 'kan, Axel?

Dalam hal ini, kurasa mereka agak berlebihan.

Ya, mereka memang agak berlebihan karena berusaha membunuhku.

Dari cerita Taggart, kau juga bukan orang suci.

Tapi kau memahami tekanan yang kualami, 'kan?

Kantor Wali Kota mencecarku.

Aku perlu mendapatkan barang bukti itu demi membersihkan nama Copeland,

dan akan kulakukan apa saja demi mendapatkannya.

Kasihan keluarganya.

Atau Enriquez. Benar, Kapten? Keluarganya juga kasihan.

Jujur, aku suka melihat ini.

Melihat kalian bersama.

Bekerja sebagai tim. Ayah dan putrinya. Bukan main.

Sungguh mengesankan melihatmu bisa mempertahankan

hubungan yang begitu kuat, meskipun dia melindungi

orang yang ingin sekali kaupenjarakan selama ini.

Aku kagum saja itu tak mengganggu pikiranmu.

Yang kita bahas bukan sekadar penjahat, melainkan pembunuh polisi.

Kok, kau bisa setoleran itu?

Kita mempertaruhkan nyawa setiap hari.

Ada perang di luar sana. Kita pantas mendapatkan lebih.

Seperti jam tangan Rolex-mu?

Rolex Daytona Emas. Cantik, 'kan?

Ya. Kau benar sekali saat mengatakan profesi ini menuntut kita banyak hal.

Dan tak membuahkan apa pun.

Nyatanya tidak juga. Itu pakem polisi Beverly Hills saja.

Yang kutahu, aku mendapatkannya dan aku menikmatinya.

Hei, terima kasih sudah mampir.

Pertemuan ini benar-benar menyenangkan.

Sepatu seharga seribu dolar, jam tangan Rolex... Pikir saja.

Ayah pernah lihat polisi korup, tapi yang ini di luar nalar.

Bagaimana menurutmu?

- Mau dengar pendapatku? - Ya.

Satu, Grant tahu yang terjadi pada Copeland.

Oke.

Dua, Grant tahu kita tahu, dan dia tak peduli.

- Jadi, A, dia bodoh... - Jelas tidak.

...atau B, dia berkuasa dan jelas berbahaya.

Sadar, tidak? Lihat apa jadinya jika dua orang genius bersatu?

- Foley dan Foley? - Saunders.

Oh, oke. Foley dan Saunders.

Menurutmu, Grant ada benarnya, 'kan?

- Soal apa? - Soal aku.

Aku lihat caramu memandangku saat dia bicara.

WANHABIT Database Cloud Movies Collection di Gdrive

Solusi film baru box office rilis lebih awal untukmu Terupdate setiap harinya - Terkategori - High Quality

All of Movies Indonesian Track Sub Dikodekan oleh WAN Encodes

For Account Access Get in WANHABIT.COM Now!

Yah, kau memang memilih untuk membela penjahat.

Jadi, aku menjadi pengacara untuk membuatmu kesal?

Ayah tak bilang begitu, tapi itu jelas ada dampaknya bagi kita.

Tak ada keputusanku yang didasari olehmu. Kenapa? Karena kau tak pernah ada.

Kita sama-sama bersalah. Anggap saja kita impas.

Itu mobil rentalmu, 'kan?

- Ya, tapi ini belum selesai. - Sudah selesai.

Kembalilah ke Detroit. Kita bicara lima tahun lagi.

Asal tahu saja, andai kau menemui psikiater,

orang tua tetaplah orang tua. Anak tetaplah anak.

Bukan kita, kau sendirilah yang mengacau. Selamat tinggal.

Oke.

Anda menghubungi Rosewood Investigation. Silakan tinggalkan pesan.

Billy, kau di mana? Hubungi aku.

Ada yang bisa saya bantu?

Ya. Aku Nigel Applebottom dari majalah Bon Appétit,

- Ya. - aku penasaran...

Ah, sudahlah. Aku sedang sangat lelah saja.

Ada kamar kosong?

Anda beruntung. Ada kamar dengan pemandangan resor yang indah.

- Bagus. Aku mau yang itu. - Baik.

Tarifnya 940 dolar per malam plus pajak.

Aku suka Beverly Hills.

Tamu pagimu sudah menunggu di ruang rapat.

Mitra butuh kau. Ada eksekutif minyak. Ini soal tumpahan minyak di pantai Alaska.

Mungkin ada negosiasi.

- Ini permintaan langsung dari klien. - Nanti kutelepon balik. Oke.

- Namanya? - Red Michaels.

Red Michaels...

Tn. Michaels.

Panggil aku Red saja.

Apa-apaan? Kau sedang apa? Kau bilang akan pulang.

Red Michaels tak pernah setengah-setengah.

Usir dia. Panggil sekuriti kalau perlu.

- Aku mau ke ruanganku. - Jane.

Lihat ini.

Itu dari buku harian Rosewood.

Ada yang kaupahami?

Tadi Ayah ke sana. Penjagaannya amat ketat.

Padahal, ini Beverly Hills.

Tebak siapa lagi yang ada di sana?

Orang-orang yang semalam.

Ya. Mereka berbahaya, Jane.

Kalau kau tak mau Ayah ada, tak masalah.

Tapi setidaknya kau harus dikawal. Akan Ayah carikan pistol.

Aku harus bicara dengan Sam. Ada yang dia tutupi.

- Mau Ayah yang bicara? - Jangan harap.

- Kenapa? - Karena kau bukan pengacara.

Tapi Ayah mirip pengacara.

Kau mirip penjual case iPhone di mal.

Apa?

Jane, ini profesi Ayah. Ini keahlian Ayah.

Kami sama-sama anak jalanan. Pasti dia buka mulut.

Oke. Setelah itu, kau ke bandara.

Tinggalkan kota ini dan jangan campuri urusanku lagi.

Sepakat.

Lepas setelan itu juga. Apa itu? Kau dapat dari mana?

Ayah membelinya di Hollywood. Setelan ini mantap.

Harganya $50. Setelah diskon, jadi $39,99.

Ya ampun.

Untuk harga $39,99, setelan ini keren, Jane.

Wah, itu berima.

Tunggu, aku tak boleh minum obat tiroid dan obat lever sekaligus?

Begitu, 'kan?

Astaga, Maureen. Tenang saja. Aku belum meminumnya sama sekali.

Apa lagi yang perlu ditakutkan? Leverku sudah mati secara klinis.

Oke, sudah dulu, ya.

- Itu berkas Copeland? - Ya.

Oh, masih ada?

Kukira sudah lenyap seperti toko DVD yang kalah dengan zaman.

Aku dari penampungan sitaan.

Kau tahu ada kamera pengawas yang dipasang di mobil Copeland?

Wajar sekali. Itu bagian dari operasi penyamaran.

Tapi tak ada satu pun di satgas yang memberitahuku soal ini,

padahal ini kasusku?

Detektif...

Kasus pembunuhanmu yang amat terkenal itu ternyata bisa selesai dengan sendirinya.

Jadi, sebaiknya kau tahu diri

dan berhenti berlagak antusias. Jelas?

Mohon maaf, Pak. Tapi coba Anda lihat ini.

- Itu bukan barang dari Departemen. - Benar.

Mana kartu memorinya?

Itu dia. Rekan lamamu membobol tempat kendaraan sitaan,

dan baru kemarin, Axel Foley mengacak-acak tempat itu.

Jadi, bisa dibilang, keadaan membuatku antusias

dengan sendirinya.

Sial.

Berengsek.

Anda menghubungi Rosewood Investigation. Silakan tinggalkan pesan.

Pesan suara.

Ayah jadi ketar-ketir, dia masih belum bisa dihubungi.

- Rosewood tak gampang digertak. - Justru itu yang bikin Ayah cemas.

Kita dibuntuti lagi. Pacarmu, Bobby, membuntuti kita.

Bukan pacarku.

Dia jelas pacarmu.

Kalian saling bertatapan saat di kantor polisi.

Biar jelas, kalian pernah pacaran, tapi sudah putus?

Oke, biar jelas, kau masih melajang?

- Malah, Ayah penganut selibat. - Oh, makasih infonya.

Ayah ingin menyampaikan beberapa hal yang belum sempat Ayah sampaikan.

- Duh, ini pidato, ya? - Bukan pidato.

Ayah bicara dari hati. Kau anak Ayah satu-satunya, 'kan?

Dan Ayah menjadi seorang ayah sejak kau jadi anak Ayah.

Tindakan Ayah didasari pengalaman. Begitu pun kau.

Saat usiamu lima tahun, pengalaman Ayah lima tahun.

Saat usiamu sepuluh tahun, lalu 20 tahun, dan kini usiamu...

- Lanjutkan. Coba sebutkan. - Ayah tahu usiamu berapa.

Aku bertaruh seratus dolar, kau tak tahu

- usia anakmu satu-satunya. - Pikirmu begitu?

Buktikan saja. Di hitungan ketiga. Satu...

Bronco. Di sebelah kanan.

Sikat!

Dua...

Tidak!

WANHABIT Database Cloud Movies Collection di Gdrive

Solusi film baru box office rilis lebih awal untukmu Terupdate setiap harinya - Terkategori - High Quality

All of Movies Indonesian Track Sub Dikodekan oleh WAN Encodes

For Account Access All Collection Get in WANHABIT.COM Now!

David 14! Ada baku tembak!

Aku butuh bantuan di jalan Wilshire dan Doheny!

Tidak!

Saat Ayah menembak, merunduk dan lari.

Kalian tak apa-apa?

Ya. Kau baik-baik saja?

- Ya. - Kau yakin?

Ulang tahunmu tanggal 24 Maret. Usiamu 32 tahun.

Tembakanmu lumayan tadi.

Oh, terima kasih.

Andai tak kaulakukan, pasti kulakukan sendiri.

Kau gengsi sekali meminta bantuan, ya?

Kau lagi berlagak jadi psikiater yang mencemaskanku?

Yah, mungkin saja gengsimu itu yang menjauhkanmu dari Jane.

Hei, kau tak tahu apa-apa soal hubunganku dengan Jane.

Kalau kau? Bagaimana hubunganmu dengan Jane?

Sudah kandas. Dia yang meminta putus.

Aku tak malu mengaku dicampakkan. Mau tahu apa alasan dia?

- Bisa kutebak. - Karena dia tak sanggup memacari polisi.

Siapa orang-orang ini?

Pembunuh suruhan kartel asal Adelanto.

Mayoritas ditangkap di sini bulan Oktober.

Biar kutebak, Rosewood yang menangkap.

Ya. Kasusnya tak diteruskan. Tuduhan dibatalkan karena kurangnya bukti.

Karena pengawas kasusnya adalah Grant.

- Kok, tahu? - Foley! Cepat kemari.

Sebentar, ya.

Tiba-tiba, para gangster ini menyerang kami dengan senjata api.

Sulit dipercaya! Ini Beverly Hills, lo!

Untung saja ada Manolo.

- Dia menggonggong... - Aku tahu kau marah,

tapi sebaiknya lihat ini dulu.

Mau tahu isi pikiranku?

Kurasa tiga hari lalu, aku merasa sangat sehat.

Aku cuma terbangun empat kali tiap malam untuk kencing.

Dan hari ini, tekanan darahku naik 40 poin.

Kulitmu terlihat amat sehat. Pengobatanmu manjur.

Astaga.

Ini kasus Billy selama berbulan-bulan.

WANHABIT Database Cloud Movies Collection di Gdrive

Solusi film baru box office rilis lebih awal untukmu Terupdate setiap harinya - Terkategori - High Quality

All of Movies Indonesian Track Sub Dikodekan oleh WAN Encodes

For Account Access Get in WANHABIT.COM Now!

Pelakunya sama. Mereka harusnya dipenjara, tapi malah dibebaskan.

Kami menguji kokainanya. Hasilnya, itu cuma bedak.

Billy menuduh Grant menukar kokaina yang asli.

Dia mati-matian menuduh Grant korup, tapi kubilang itu tidak masuk akal.

Tapi kau tahu Billy. Dia keras kepala. Akhirnya jadi banyak yang kesal.

Bukankah begitu tugas aparat?

Yah, dia akhirnya diberhentikan gara-gara itu.

Dia menyalahkanku karena tak mendukungnya. Tapi ketahuilah, aku amat mengenal Grant.

Dia polisi yang baik.

Aku sendiri yang membinanya.

Dia anak baru saat aku masih jadi polisi patroli.

Billy menjadi rekanmu selama 30 tahun. Dia sedang dalam masalah, Taggart.

Ayolah, Kawan.

Wah, sebentar.

Apa kau juga terlibat di sini?

Bisa-bisanya kau menanyakan itu.

Setelah 40 tahun kita berteman?

- Apa yang kauinginkan dariku? - Aku mau kau jadi polisi lagi.

Angkat kaki dari kantorku!

Kembalilah ke Detroit, tempat asalmu!

Abbott!

Yang benar saja! Kemari! Apa-apaan itu?

Kau mengubah Beverly Hills menjadi Ciudad Juarez.

Itu penyergapan. Mau bagaimana lagi?

Kau diskors, tanpa gaji.

Kami akan menyelidiki caramu menangani kasus pembunuhan Copeland.

Serahkan lencana dan pistolmu.

Kurasa kau memang tak mau memecahkan kasus ini.

Kau hanya suka mengurusnya.

Dasar berandal.

- Dia bilang apa? - Kini kita sendirian.

Dan kau serius tak mau menyerah?

Setelah kejadian tadi?

Memang, itu menakutkan.

Tapi menurut pengalaman Ayah, artinya tujuan kita mau tercapai.

Dekat dengan apa?

Aku bukan polisi yang andal dalam baku tembak.

Tak ada lagi yang bisa membantu klienmu atau menemukan Rosewood.

Hanya kita yang bisa.

Yah, hampir benar, tapi ini kasusku.

Kebetulan, kini waktu luangku banyak.

Kau diskors?

Ya.

- Biar kutebak. Baru pertama kali diskors? - Ya.

Selamat. Aku melahirkan karya terbaik tiap kali diskors.

Ya, aku senang kita berkumpul. Ada lagi yang perlu kuketahui?

Mau teh kamomil?

Terima kasih.

Kau baik-baik saja?

Aku baik-baik saja.

Kenapa?

Mau memastikan saja karena ini hari yang berat.

Hei. Di mana kau menyimpan gula?

Biar kuambilkan.

Oke. Menurut informanku,

rumah itu dibeli secara tunai pada bulan Agustus lalu.

Kau bahkan tahu gulanya ada di laci itu, ya?

Nyaman sekali di sini. Mungkin terlalu nyaman.

Siapa pembeli rumah itu?

Perwalian bernama Ocean Equities, LLC.

Mereka sering jual beli rumah mewah selama lima tahun terakhir.

Rekening bank mereka ada di cabang Century City,

atas nama Financiero Culiacán.

Culiacán. Itu pasti kartel yang mencuci uang narkoba.

Apa kaitannya ini dengan pembunuhan Copeland?

Belum jelas.

Sebenarnya jelas. Rosewood sadar ada yang aneh dengan rumah itu.

Rumah di sebelahnya mau dijual. Aku melihatnya saat menyisir lokasi.

Jika kita ke sana, mungkin aku bisa menyelinap.

Itu terdengar sah-sah saja.

Oke. Rumah itu bisa dilihat,

tapi harus buat janji.

Aku kenal orang yang bisa membawa kita masuk.

Ach-well!

Hei, Serge!

Hei! Senang bertemu...

Oke, kurasa cukup.

Ini Jane. Ingat Jane?

Ini pasti bukan Jane.

Itu Jane.

Dia cantik sekali! Kau masih ingat aku?

Mana mungkin aku lupa, Serge.

- Ini Bobby. - Detektif Abbott.

Maaf, siapa?

Detektif Abbott.

Hab-at?

Ha? Obat?

- Abbott. - Abbott.

Abbott. Detektif Abbott.

Ab. Butt.

Serge.

Kenapa?

Aku bisa...

Aku bisa merasakan gelora asramanya.

- Merasakan apa? - Gelora asrama antara...

- Asrama? - Daya tarik antara lawan jenis?

Oh, gelora asmara!

- Sudah berapa lama? - Oh, kami bukan pasangan.

Bukan lagi.

Aku sedang dalam misi penyamaran dengan Ach-well Foley. Senangnya!

Ach-well, mereka serasi banget. Gemas, deh.

Mereka bagai dua monget lompak.

Seperti apa?

Monget lompak.

- Monyet lompat? - Yang kawin seumur hidup.

"Monyet" kurang terdengar enak.

Coba cari sebutan lain. Jangan monyet lompat.

Jangan sebut kulit hitam monyet.

Sekalipun aksenmu begitu, kau bisa dihajar.

Serge. Sumpah! Kau kece sekali!

Alah! Kau yang kece!

- Kau! - Kau!

Ya, kalian diamlah.

Siapa ini?

Ini para klienku yang kuceritakan.

Pasangan yang benar-benar menakjubkan.

Makasih sudah mau menemui kami.

Aku Jacqueline dan ini suamiku, Chad.

Dan ini ayah mertua yang kaya raya dan sukses berat.

Halo, Ayah.

Baik, mau rumah yang bagaimana?

Aku mau mencari rumah yang cocok untuk putriku dan pujangganya.

Aku tak mau salah bicara, jadi...

Jackie saja yang jelaskan.

- Jelaskan apa? - Bahwa kau hamil.

- Aku akan jadi kakek! - Opa Ach-well!

"Kakek" saja.

- "Opa" lebih bersahabat. - "Kakek" lebih baik.

Punya anak memang membahagiakan, yah, meski kadang menyebalkan.

Anakku agak seperti kutu buku.

Usianya empat tahun, tapi bisa ditebak, 'kan?

Terbayang, tidak? Dia memakai kacamata dan semacamnya.

Elegan sekali, 'kan?

Astaga, tiang ini menyebalkan.

Ada delapan kamar, sepuluh kamar mandi, kolam renang, spa, sauna...

- Berapa kamar mandinya? - Sepuluh.

- Yang benar saja. - Tidak! Ini penting.

Nanti saat bikin pesta, tak usah pusing mau bercinta di mana.

- Aku suka pesta. - Kapan terakhir kali kau berpesta?

- Tadi malam. - Yang benar saja.

Tidak bercanda. Aku lelah, jadi aku butuh sauna.

Kita semua sauna bareng, yuk. Pasti seru, 'kan?

Ajak saja dua sejoli ini dan panaskan saunanya.

Aku harus menelepon bankirku.

Susul kami, ya.

Kalian menggemaskan, deh. Jujur, aku jadi agak kesal.

Tidak, aku turut senang.

Aku suka cinta dan kebahagiaan. Yang semacam itulah.

Rumah ini keren, 'kan?

- Ya. - Ini rumah impian.

Kalian suka kamar mandi?

- Tepatnya, butuh. - Sama. Aku juga.

Aku lajang.

Masa?

Oke, aku memang punya pacar,

tapi aku mendapatinya memotret kakiku diam-diam

dan menjualnya di internet.

- Apa? - Jadi, aku masih bimbang.

Mari lihat lemari penyimpanannya.

Apa menurutmu para penghuni sebelumnya sungguh menyukai rumah ini?

Ya. Mungkin mereka berkata,

"Bikin rumah ini makin menarik.

Mari beri sentuhan warna taupe yang dikombinasikan dengan gaya barok.

Kalau kau tak suka, enyahlah lewat pintuku yang putih."

Ya ampun! Kalian seru sekali.

Mohon maaf. Istriku selalu bersemangat soal desain interior.

Ya ampun. "Istri." Bisa-bisanya aku terus lupa. Sini.

- Oke. - Romantisnya!

Beres.

Jadi, Ashley...

Jadi, Axel...

Tunggu. Astaga.

Axel? Ashley?

Kalau digabung, jadi "Asli".

Jadi, kalian berminat?

Rumah ini tak cocok untuk kami.

Kami tak akan membelinya. Desainnya amat buruk.

Yuk. Harus lihat-lihat yang lain.

- Terima kasih. - Aku juga tak suka.

- Aku suka langit-langitnya. - Rumah yang jelek.

Aku sangat membencinya. Ah, tapi tidak juga.

Ya, ada apa?

Ada masalah. Foley ada di rumah itu.

Duh, benar saja. Sudah kubilang, bukan?

Perlu kita hubungi rekan kita di Sinaloa?

Tidak, jangan ada yang mati lagi.

Kita butuh kartu memori sialan itu.

Akan kutangani sendiri.

Salah satu SUV hitamnya disembunyikan di bawah terpal.

Noda cat ini terbentuk akibat benturan dengan mobil Copeland.

Ini yang kutemukan.

Aku pernah lihat ini.

Militer memakai ini untuk mengganggu sinyal seluler

- agar target tak bisa memicu bom rakitan. - Atau memanggil bantuan.

- Klienmu berkata jujur. - Berakhir sudah.

Urusan kita selesai.

Ya, urusanmu. Urusanku belum. Aku masih harus menemui Taggart.

Apa yang mau kautunjukkan?

Transaksi properti mencurigakan dan serpihan cat?

Grant pasti sudah tahu kita tadi di rumah itu

dan mobilnya sudah dipindahkan.

Kalau mau menangkap Grant, temukan kartu memori itu.

Yang tahu itu di mana hanyalah Billy.

Grant bukanlah targetku.

Aku bukan mencari pembunuh.

Aku mencari keraguan yang masuk akal dalam kasus Sam, dan sudah kuperoleh.

Bagaimana dengan paman Sam? Siapa namanya? Chalino?

Chalino, ya.

Dia mungkin mau buka mulut

karena Grant berusaha mengambinghitamkan keponakannya.

Kalian sudah gila atau bagaimana?

Aku bisa diskors karena kalian tak dipayungi hukum.

Saatnya menggunakan hukum.

Alah, hukum. Kita harus bicara dengan Chalino

dan mencari Rosewood. Kita harus bertindak.

Aku begitu bodoh, ya.

Rupanya ini bukan demi aku.

Ini bukan demi kasusku. Ini demi dirimu.

Hei, Ayah kemari karena mencemaskanmu.

Kau datang untuk unjuk gigi. Ini yang selalu kaulakukan.

Datang ke kota untuk menjadi pahlawan hebat.

Tipikal Axel Foley.

Ayah selalu ingin lebih berkontribusi untuk hidupmu. Ayah sudah berusaha.

- Berusaha bagaimana? - Kau yang menjauhi Ayah.

Ya, kau selalu menyerah dan tak pernah berjuang.

Padahal, aku putrimu.

Yang selalu kauperjuangkan hanyalah pekerjaan.

Aku memang tak pernah jadi ayah. Tapi...

Berarti apa pun yang mau kauucapkan tidak relevan.

Saat ayahku memindahkan aku dan keluargaku

ke Beverly Hills dari Chicago semasa aku kecil,

aku sangat kesal padanya.

- Kau besar di Beverly Hills? - Secara teknis, ya.

- Kenapa? - Oke. Kini semuanya makin jelas saja.

Bobby Beverly Hills.

Dengar, aku memang tak tahu alasan putrimu begitu membencimu,

tapi aku tahu alasanku membenci ayahku. Itu karena dia egois.

Kami dibawa kemari. Padahal, kami tak mau.

Lalu dia meninggalkan ibuku setelah kurang dari setahun.

Dia bahkan tak pernah memahami betapa sakitnya kami.

Dan beberapa tahun lalu, barulah dia meneleponku dan datang.

Dia menatap mataku dan meminta maaf.

Itu amat berarti.

Aku tak berutang maaf pada siapa pun.

Jane yang menjaga jarak denganku. Bukan sebaliknya.

Aku dapat info dari temanku yang bekerja di sini.

Katanya, seluruh operasi Chalino berbasis di tempat ini.

Jadi, mereka pasti bersenjata.

Kau gugup?

Tentu. Tapi aku baik-baik saja.

Wajar merasa gugup saat memasuki tempat yang dipenuhi senjata, 'kan?

Kau tak gugup sama sekali?

Bobby, aku dari Detroit.

Bagiku, ini seperti pergi ke restoran ayam goreng.

Ini tak seperti restoran ayam goreng.

- Mau pesan apa? - Dua bir.

Apa dia ada di sini?

Itu Chalino?

- Silakan. - Terima kasih.

Dia seorang penampil.

Tahu apa yang dibutuhkan setiap penampil?

Apa?

Merasa dihargai.

- Tidak. - Ya.

- Jangan! - Keren!

Chalino! Astaga!

Itu versi terbaik dari semua versi yang pernah kudengar.

Suaramu indah sekali.

Dunia harus mendengar suaramu!

Hei, kau sungguh ingin mencari gara-gara denganku?

Bicaramu melantur. Apa-apaan...

Kami kemari karena kami tahu keponakanmu, Sam, dijebak.

Dia akan dipenjara seumur hidup karena difitnah.

Kami mau memberimu tawaran. Kami bisa bebaskan keponakanmu.

Oke, Sayang. Kuterima tawaranmu.

Sekarang berbalik dan enyahlah.

Tapi kau harus membantu kami menyingkirkan Grant.

Kalian dengar itu?

Dengar aku baik-baik, mereka berdua adalah polisi.

Bisa-bisanya dua orang sialan ini

datang kemari dan sok akrab dengan kita.

Atas dasar apa aku harus memercayaimu?

Hei, tenanglah.

Putriku membela keponakanmu.

Dia juga hampir terbunuh.

- Pengacara Beverly Hills putrimu? - Ya. Mereka nyaris membunuhnya.

Makanya, aku ingin menyingkirkan Grant.

Kami dapat Grant, dan Sam bebas. Semua senang.

Ini hari keberuntunganmu. Mari bicara.

Oke! Waktunya bangun! Tempatku di sini.

Jadi, Grant harus kita apakan?

Grant... Dia kelas kakap.

Kelas kakap, paham?

Dia dibantu sejumlah polisi korup

yang melindungi bisnis kartel.

Narkoba. Itulah bisnis kartel. Kau pengedar narkoba.

Aku bukan sekadar pengedar. Jangan mengotak-ngotakkan.

Aku berkarakter sekaligus menarik.

Oke, kami tahu kau menarik.

Seperti bawang yang cantik.

Dan mengilat.

Kau penyanyi hebat.

Kenapa Grant membunuh Copeland?

Dia ingin kembali bersih.

Ditambah, kudengar dia menemui seorang detektif berkulit putih.

Rosewood.

Apa yang terjadi dengan orang itu?

Si detektif?

Dia kedapatan sedang mengintai di sisi timur pelabuhan.

Itu tempat mereka memasukkan narkoba.

Dan... Sini...

Itu saja yang mau kusampaikan.

Kita harus ke pelabuhan.

Sebaiknya kalian bergegas,

karena pengiriman terakhir berangkat malam ini,

karena situasi lagi memanas.

Makasih infonya.

Sama-sama. Tapi tunggu dulu...

Satu hal lagi.

Kalau kalian macam-macam,

aku akan meminta teman-temanku menghajar kalian.

Terutama kau.

Jangan sampai demikian.

Semoga berhasil.

Oke. Sekarang, kau ingat tempo hari

yang kau bicarakan soal jujur tentang perasaanmu?

Ya.

Sekarang, jujurlah padaku.

Baiklah.

Saat dia menodongkan pistol padamu, apa kau berak di celana?

Karena aku mendengar suara menceret,

lalu ekspresimu aneh,

dan aku melihat...

Angkat tangan!

Tangan di atas!

- Apa-apaan? - Tangan di mobil! Sekarang!

Baiklah!

Apa ini?

Opsir Abbott, sebaiknya kau jelaskan ini.

Aku dijebak. Ini jebakan sialan! Kalian...

Tidak. Dengar...

Astaga.

Aku kecewa padamu, Axel.

Kita seharusnya memerangi narkoba, alih-alih berpartisipasi.

Kau kebanyakan menonton film.

Jangan harap cara itu mempan di pengadilan.

Tapi kau tak perlu seperti itu, 'kan?

Kau tinggal mengurung kami di polsek ini

dan menyuap beberapa deputimu

untuk membuang kami di dermaga, bukan?

Ternyata, kita berdua jauh lebih mirip dari yang kausadari.

Kita berdua...

Kita akan menghalalkan segala cara demi meraih tujuan.

Aku ingin bertanya sesuatu.

Pernah dengar ucapanmu sendiri, tidak?

Karena segala yang kauucapkan hanyalah omong kosong belaka.

Hei, kau pernah ditembak selagi bertugas?

Oh, pernah.

Biar kutunjukkan sesuatu.

Keparat itu hampir mematahkan tulang betisku.

Kupikir aku tak akan bisa berjalan lagi. Kau tahu apa yang kudapat?

Pujian dan medali.

Medali sialan.

Menurutmu kartel akan memberimu apa?

Program pensiun 401K dan jatah vila di Boca?

Uangku bahkan tak cukup untuk biaya hidup di kota tempat aku tertembak.

Apa menurutmu itu adil?

Aku tak mendapat medali saat tertembak.

Medali macam apa yang kauterima?

Aku hampir mengagumimu, Axel.

Kau masih mati-matian bekerja di lapangan,

sekalipun profesi ini telah merenggut segalanya darimu.

Oh, bagaimana kabar Jane?

Undangan terbatas! Gdrive Movie Collection Account

We ekslusif invites you To join WAN™ Members

For Account Access All Collection Get in WANHABIT.COM

Ya.

Pak Kepala? Dengan Renee Minnick.

Aku dan rekanku berpatroli di akhir pekan.

Selamat. Kami sangat bangga padamu.

Johnny, apa-apaan?

Bantu aku membereskan ini.

Jangan sekarang, Maureen! Tak lihat aku lagi berolahraga?

Pak, semua baik-baik saja?

Ya. Pokoknya, jangan pernah menikah.

- Kenapa menelepon? - Kalau-kalau kau belum tahu,

Kapten Grant baru menangkap Foley dan Detektif Abbott

atas kepemilikan kokaina.

Kokaina?

Grant menangkap Foley?

Kau pasti sudah gila.

Demi Tuhan.

Apa-apaan?

Sial.

Kau kebanyakan menonton film.

Detektif Abbott.

- Apa-apaan? - Sudah kubilang. Kenakalan masa muda.

- Tunggu, kita mau bagaimana? - Ayo.

Lewat sini.

Sial.

Mereka di M-20.

- Yakin naik lift? - Sial, mereka kabur!

Kunci semua!

- Panggil bantuan! - Sial.

- Hei! - Apa?

Apa-apaan?

Hei! Kau mau ke mana?

Ikuti aku saja.

- Tunggu. Hei. - Ayo!

Kenapa kita ke atap? Ini tak masuk akal.

Karena ini di atap.

Tidak, jangan lakukan ini. Pokoknya, jangan. Ini ide buruk.

Kurasa kau agak bersikap negatif karena kita sedang diburu.

Kau pilot helikopter.

Dan aku yakin betul itu helikopter. Bisa berangkat?

Sialan!

Kenapa malah berteriak? Masuk ke helikopter!

Kami langsung mengunci akses. Mustahil mereka keluar.

- Jadi, mereka masih di gedung? - Ya, Pak.

- Tunggu apa lagi? Ayo berangkat. - Oke. Ya.

Cepat! Pikirmu ini penerbangan komersial? Ayo berangkat!

Seharusnya ini seperti naik sepeda!

Harusnya kau tahu cara menerbangkannya!

Kau pilot terlatih! Kau pasti bisa! Ayo!

Bisa diam? Aku harus fokus.

Perhatian, Seluruh Unit. Mereka ada di atap.

Mereka lepas landas. Cepat!

Astaga! Kukira kau pilot andal.

Aku pernah jadi pilot. Tapi aku bukan lagi seorang pilot.

Awas!

- Kau tampak gugup. - Memang.

Kenapa kau gugup?

Helikopterku pernah jatuh! Aku trauma dan belum pernah terbang lagi.

- Makanya, aku meninggalkan kepolisian LA. - Apa? Tunggu...

Daratkan!

- Hei! Sial! - Sial!

- Sial! - Astaga.

Kau menjatuhkan helikopter dan aku baru tahu sekarang?

Maaf, aku tak menyangka kita akan mencuri helikopter

dari atap kantor polisi!

Aku tak menyangka kau payah dalam menerbangkan helikopter.

Tahu begini, aku pakai cara lain!

Sudah kubilang ini ide buruk!

- Yah! - Kenapa?

Mereka di bawah ketinggian radar. Kita harus melacak mereka dari bawah.

Menuju ke barat.

- Apa-apaan? - Bisa diam dulu?

- Astaga! - Diam!

Mereka benar-benar gila, ya?

Menepi! Maksudku, mendarat!

Itu Grant!

- Astaga! - Dia menembaki kita!

- Aku akan pingsan sekarang. - Jangan!

Hei!

- Astaga! - Hei!

- Aduh! - Terbangkan helikopter ini!

- Singkirkan itu! - Kutembak kau jika tak menerbangkannya.

Aku akan menembakmu, lalu bunuh diri! Aku tak sudi mati karena helikopter!

Hei, apa-apaan ini? Hei!

Perhatian, Seluruh Unit.

Mereka menuju ke Kepolisian Beverly Hills.

Aku mau mendarat.

- Di sini? - Ya.

Astaganaga!

Foley! Kau pasti sudah hilang akal! Kau mencuri helikopter?

Grant!

Ada Grant!

Sialan!

Sial, dia mengenai kita!

Pegangan!

- Baling-balingku rusak! - Apa?

- Dia menembak baling-baling! - Apa ada yang lain?

- Sial! - Astaga!

- Bisakah kau diam? - Sial!

- Aku akan melakukan pendaratan keras! - Apa?

Pendaratan keras!

- Sial! - Tolong jangan bicara sekarang.

Bagus. Itu jauh lebih baik dari pendaratan yang mungkin kulakukan.

Tidak terlalu baik.

Tapi jauh lebih buruk daripada pilot sungguhan.

Ayo pergi.

Hei! Halo,

apa yang terjadi?

Ini kawasan pribadi.

Ada sedikit masalah di sini.

Ada yang masih terjebak di dalam.

Aku ingin membantu kalian.

Tapi masalahnya, kalian menempatkanku pada posisi sulit.

Secara hukum. Jadi...

Masa bodoh! Ada yang sekarat di dalam.

Lakukan sesuatu!

Sial! Baiklah. Aku harus menelepon pengacaraku.

Biar kediku yang menghubunginya. Davis! Kemarilah. Cepat.

- Davis, tolong kami! - Ayo.

Ada nenek-nenek yang terjebak di belakang.

Jadilah pahlawan.

Tahan napasmu. Selamatkan seorang wanita.

Hei! Kembali! Apa yang kalian lakukan?

Kita harus pergi dari sini.

Tunggu. Akan kucarikan mobil.

Mau mencuri mobil? Bagus.

Hei, Kawan! Aku mau berterus terang saja.

Kami detektif. Kami butuh pinjaman mobil segera

karena sedang bertugas, dan ini mendesak.

- Tunjukkan KTP. - Aku tak punya KTP.

Ceritanya panjang, kami dijebak. Ayolah, bantu kawanmu.

Aku memahami situasimu, Kawan.

- Jadi, bisa pinjami aku mobil? - Tidak!

Aku sudah sepuluh tahun bekerja di sini.

Kau mau aku bagaimana?

Aku harus memberimu mobil gratis karena kita berkawan?

Ya, kita berkawan. Bantulah kawanmu yang kesulitan.

Tidak. Kalau aku dipecat, kita tetap berkawan?

- Tak masalah? - Ya, kita berkawan!

Anakku tiga, dan anjingku harus menjalani operasi pinggul. Biayanya $43.000.

Harus kubayar dengan upahku.

Ayolah, Kawan. Ini mendesak.

"Aku kawanmu." Pikirmu kita sedang reuni?

- Kau orang baik. - Aku memang baik.

Kau cinta keluarga dan anjingmu. Tapi kami butuh bantuan.

- Bantulah kawanmu. - Ya.

Ny. Weinstein, apa kabar? Tinggalkan saja. Segera kupindahkan.

Tidak.

- Oh. - Aku suka mengubah logat.

- Kau tipe orang yang begitu? - Halo, lama tak jumpa!

Maksudmu menunggu, tuh, begini?

Kau boleh juga, Detektif Abbott.

Hei, Paman John.

Bisa kita bicara?

Grant menangkap mereka?

Ya, lalu mereka melarikan diri.

Aku sudah menerbitkan DPO untuk mereka,

tapi entah siapa saja yang Grant kendalikan.

Selama ini Billy benar tentang dia. Seharusnya kudengarkan.

Ayahmu belum mengabarimu, 'kan?

Astaga.

Aku mengatakan hal yang kurang baik kepadanya.

Cukup. Dia kurang pandai merangkai kata-kata,

tapi dia amat memedulikanmu.

Ini Axel. Tinggalkan pesan.

Hai, aku perlu bicara denganmu.

Tadi ucapanku agak tajam.

Telepon aku kembali, aku janji akan menjawab.

Jalan.

Informasi Chalino mengenai lokasinya kurang spesifik.

- Apa dia berbohong? - Entahlah. Kita harus terus mencari.

Apa ini?

Hei.

Itu truk yang keluar dari rumah kartel.

Mereka tak seperti pekerja serikat.

Jelas tidak.

Hei, itu mobil Rosewood.

Mobil biru yang bagian atapnya aneh. Ayo.

Baiklah. Kemarilah.

Ya, sini.

Akan kuberi tahu lokasi kartu memorinya.

Itu kusembunyikan...

di tempat kecil bernama...

"Enyahlah."

- Kenapa lama sekali? - Tamasya. Aku suka LA saat musim ini.

Asap kebakaran hutan dan kabut asapnya memiliki kesan tersendiri.

Jangan buat aku tertawa.

- Detektif Bobby Abbott. - Hai. Billy Rosewood.

Ya, aku tahu. Kita harus bergerak cepat.

Mereka hampir selesai memuat kokaina ke truk terakhir.

Memilih senjata jangan tanggung-tanggung.

Billy Rosewood. Aku merindukanmu, Kawan.

Sial.

Kau sembunyikan di mana kartu memori itu?

- Di pisau Rambo-ku. Di kantorku. - Kita harus beri tahu Jane.

Jane.

Halo, Axel.

- Grant? - Ya.

Di mana Jane?

Jane? Oh, dia baik-baik saja.

Yah, meskipun dia lumayan menyusahkanku.

Hei, aku memohon dengan sangat, ya.

Bawakan kartu memori dan truk itu sebelum aku khilaf dan gelap mata.

Di mana dia?

Kami di Gudang Sunset Point di Alameda.

Waktumu satu jam.

Bilang pada kartel jangan bunuh mereka

sebelum aku dapat kartu memori itu. Tutup tempat ini.

Suruh anak buahmu menghancurkan semuanya.

Dia menangkap Jane.

Kau memang bilang tak mau hadiah.

Oh, kalian manis sekali. Popok dewasa.

Kalian perhatian sekali. Terima kasih, Semuanya. Halo?

Hei, Jeffrey.

Foley, jangan bilang kau ditangkap lagi.

- Dua kali, tapi aku kabur. - Kau bercanda, 'kan?

Tolong lacak ponsel Jane. Aku harus memastikan keberadaannya.

- Rupanya kau serius. - Jeffrey, dia dalam masalah.

Oke, 738 Beverly Crest.

Keparat itu berbohong. Dia di rumah itu.

Ponselnya aktif. Sudah lama tak bergerak.

Kabari jika ada pergerakan.

Ya. Axel. Main aman.

Baiklah. "Main aman." Dia memintaku bermain aman.

- Kalian aman? Semua aman? - Ya.

Tak ada sabuk pengaman di tengah.

Persetan sabuk pengaman! Kita di ujung tanduk!

Kita butuh bantuan.

Kita buronan yang mengemudikan truk berisi kokaina.

Meminta bantuan bukanlah ide bagus.

Kau mau apa?

Apa-apaan itu tadi?

Meminta bantuan.

Aku merindukanmu, Axel.

Baru kali ini aku yang dikejar.

Lama-lama terbiasa, kok.

Dia sudah mengajakmu ke kelab striptis?

Belum. Tak akan pernah kuajak ke kelab striptis.

Kenapa?

Dia sudah tidur dengan anakku.

Oke, ini canggung.

Awas!

Taggart akan mencak-mencak.

Habis sudah bantuan kita.

- Berapa lama lagi? - Sepuluh menit.

Bagaimana rencananya, Kapten?

Mengambil kartu memori, membunuh ayahku,

lalu semua beres?

Wah, cerdas. Kau memang menuruni sifat ayahmu.

Tahu apa masalah terbesarku dengan ayahku?

Fokusnya yang tak berkesudahan. Itu membuatku gila.

Dia tak kenal lelah. Sayangnya, kini itu masalah terbesarmu.

Semoga beruntung, Keparat.

Aku tak butuh keberuntungan, Sayang.

Aku yang mengatur jalan ceritanya.

Enriquez, Copeland, Rosewood, Foley.

Tinggal satu yang perlu diurus. Kau.

Saat mendengar kabar bahwa ayahmu dibunuh oleh kartel,

orang pasti langsung percaya, karena mereka akan bilang,

"Wah, Axel Foley. Tak kusangka dia bertahan selama ini."

Tapi bagaimana dengan putrinya yang suci ini, Jane Saunders?

Menurutmu apa yang terjadi? Mungkin dia mengebut di Mulholland

saat menuju ke kantor polisi demi mencari tahu nasib ayahnya,

lalu dia menikung dengan kecepatan tinggi,

sampai mobilnya terjun dari tebing

tanpa tali truk derek yang menangkapnya kali ini. Bagaimana?

Semoga beruntung.

Awasi dia.

Lantai atas!

Maju! Akan kulindungi!

Jatuhkan senjata!

Foley Sialan. Lagi-lagi kita begini.

- Dia kehabisan peluru. - Sial.

Sini, Bajingan!

Taggart!

Astaga, Billy! Kau kumal sekali!

Mereka menyiksaku selama dua hari.

- Apa pembelaanmu? - Nih!

- Itu harus kuapakan? - Pakai untuk menembak penjahat!

Memang tak harus sekarang, tapi kau berutang permintaan maaf.

Astaga, Billy.

Aku baru menyelamatkanmu dan akan mati untukmu.

Akan sangat senang mendengarnya.

Mau tahu, tidak? Persetan dengan mereka.

Kita bantai mereka pada hitungan ketiga.

Ada dua masalah dalam rencana itu.

Satu, kau orang sinting. Dan dua, kurasa aku tak bisa bangun.

Jatuhkan senjata kalian!

Astaga! Kau memang tak pernah berubah.

Silva! Ke sini!

Di mana dia?

Axel Foley. Kau benar-benar bajingan, ya?

Dan itu merupakan pujian terbaik dariku.

Jane!

Hei, kita sedang apa di sini?

Kita cuma polisi tua yang kesepian, bukan?

Apa yang akan kita lakukan? Saling membunuh? Apa gunanya itu?

Jatuhkan senjatamu.

Oke.

Aku sudah kehilangan keluargaku.

Istriku menceraikanku.

Anak-anakku tak mau bicara padaku. Untuk apa pula?

Tak ada yang mau mendengar omong kosongmu.

Kau bukan polisi. Kau penjahat!

Jane!

Tidak.

Kau akan baik-baik saja.

Seharusnya aku memihakmu, Billy.

Jelas.

Sini.

Tidak. Baiklah. Cukup.

Kau tegang sekali.

Punggungku bermasalah.

Astaga. Axel.

Nona, tolong. Temui kami di rumah sakit. Ya?

Dia akan baik-baik saja.

Mau makan siang apa?

Daging cincang dan gorengan atau...

Oh, rupanya itu saja.

Gorengan apa? Gorengan jagung atau apa?

Cuma tertulis "gorengan".

Meski kesehatannya sudah membaik hanya dalam hitungan hari,

dia tetap harus dirawat dulu.

- Boleh kujenguk? - Di lantai dua.

Terima kasih banyak.

Mau pesan apa hari ini?

Boleh pesan burger ukuran sedang, kentang goreng, dan susu kocok vanila?

Baik. Terima kasih.

- Makasih. - Ya.

Sudah kuduga kau di sini.

Hei...

- Kau mau makan? - Kau saja.

Apa kabar?

Sehat betul. Ayah tak merasa lemas sedikit pun.

Jadi, Ayah baik-baik saja.

Apa yang Ayah lewatkan?

Kapten Grant dan lima lainnya tewas di TKP.

Tiga pelaku dirawat di bawah pengawasan.

Dan klienmu?

Hakim sudah menerima kartu memorinya. Jaksa Wilayah membatalkan semua tuntutan.

Sama-sama.

Kau sungguh tak apa?

- Kita harus kembali. - Ya, Ayah sehat.

Omong-omong, ucapanmu benar waktu itu.

Saat kau bilang orang tua tetaplah orang tua

dan anak tetaplah anak,

itu benar sekali adanya.

Ayah benar-benar mengacau.

Maafkan Ayah.

Yah...

saat kau bilang...

kau menjadi ayah sejak aku menjadi anak,

hal itu tak pernah terlintas di benakku.

Memang, orang tua yang memikul tanggung jawab,

tapi aku sudah dewasa juga.

Apa Ayah layak mendapat kesempatan?

Begini saja. Pertama, sembuh dulu.

Dua, saat kau meneleponku, kita bisa bicara.

Entahlah. Mungkin kau akan tinggal lebih lama.

Kau selalu bilang kau disayangi di Beverly Hills.

Oke, sepakat.

Ayah sangat bangga padamu, Jane.

Sungguh bangga.

Ayo kita kembali, Ayah.

Wah, keren. "Ayah." Ayah suka itu! Ya!

- Bisa bantu Ayah berdiri? - Ya.

Duduk jauh lebih mudah daripada berdiri.

Nah, begitu.

"Ayah." Bagus. Tinggal membiasakan diri dengan sebutan itu.

Duh, Ayah mulai lagi.

Ya, itu hampir... Ambil tas kecilmu.

"Tas kecil." Aku seakan pindah ke masa depan.

- Apa? - Ayah seperti berusia 83 tahun.

Ayah habis ditembak, makanya berjalan seperti...

Jangan berlebihan.

Padahal, Ayah tak perlu ditembak demi bisa bersamaku.

Memang, tapi ada baiknya Ayah ditembak. Akui saja.

Kalau Ayah tak ditembak,

kita tak akan menyeberang jalan begini seperti sekarang.

Berjanjilah Ayah tak akan pergi lagi.

BEBERAPA HARI KEMUDIAN...

Sersan, bolehkah aku menanyakan hal yang personal?

Tidak.

Seberapa sering kau dan Maureen bercinta?

Pertanyaan macam apa itu?

Itu bagus untuk pernikahan.

Keluar dari mobil sekarang. Keluar.

- Hei! - Hei!

Astaga.

Kalian berdua tim pengintai terburuk

yang pernah hidup.

- Titik. - Ya ampun.

Ini baru sepekan. Kau seharusnya istirahat di rumah sakit.

Ya, dan kalian harus mengawasiku dari sini agar aku tak ke mana-mana, 'kan?

- Ini ide Jane, 'kan? - Kami mencemaskanmu.

Jangan cemaskan aku.

Aku bosan terus-menerus di atas sana.

Di atas sana hanya ada sekelompok orang tua penyakitan.

Semuanya hanya bisa batuk, merintih, dan mengerang.

Kau yang cocok di sana, Taggart.

- Tak usah bawa-bawa aku. - Eh, aku mau makan steik.

- Aku lapar. - Tidak.

Kok, "tidak"? Aku cuma makan makanan RS selama sepekan.

- Aku butuh makan yang lain. - Tidak.

Apa? Aku tak mencari gara-gara. Aku hanya ingin steik.

Ayo berangkat. Ayolah. Kau tahu betul aku.

Kau mengenalku. Aku butuh ini.

Jangan, Billy.

Sersan. Kita berdua tahu aku akan menurutinya.

Baiklah. Ayo kita makan steik.

- Nah, begitu. - Yah, sebelum kita makin tua.

- Ayo berangkat. - Jangan bilang Jane.

Ini perintah.

- Oke. - Tenang, tidak akan.

Ini pasti akan seru. Percayalah.

Terjemahan subtitle oleh Zulfikar Irfan

Encodes by WAN™

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.