All language subtitles for Gangs of Godavari 2024 UNCUT Dual Audio [Hindi-Telugu] ORG 5.1 1080p WEB-DL x264 ESubs

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali Download
bh Bihari
bs Bosnian Download
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German Download
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Desaku adalah sebuah pulau terpencil di Sungai Godavari antara Rajah Mundri dan Kovvur

Berabad-abad lalu sebelum ada hukum, pelaku kejahatan ditindak sesuai adat desa

Selama berabad-abad, mengikat trisula telah menjadi tradisi di pulau-pulau kecilnya

Tiada yang tahu asal-usulnya,

namun masih diikuti hingga saat ini

Di sebelah timur pulau-pulau ini terdapat gua

Terjemahan: Gendrol89 Selamat Menonton Jepara 17 Juni 2024

Berjalan melalui perairan,

ada Dewi Gangga di antara trisula.

Setiap trisula yang diikat adalah tantangan duel.

Trisula yang pernah diikat di Lanka selalu berakhir dengan kematian lawan

karena dendam seorang penduduk pulau berlangsung selama sepuluh generasi

Ketika trisula ditancapkan ke tanah dan simpulnya diikat,

berarti kematian bagi orang yang dituju

RATNA

Kenapa begitu heboh untuk membunuh orang tua?

Siapa yang kau kirim untuk melawannya?

Pisau, parang, sabit, celurit...

Tak ada luka di tubuhnya yang tak disebabkan oleh salah satunya.

Dia bukan manusia, Bang.

Dia adalah binatang!

Ratna,

sudah lama sejak kami mengikat trisula melawanmu.

Kami telah coba membunuhmu sejak itu.

Kami sadar ini di luar kemampuan kami.

Tapi sekarang kami tahu kelemahanmu.

Kau sudah siap untuk mati?

Atau akankah kau melindunginya sampai mati?

Aku siap untuk mati.

Namun sebelum itu...

Aku ingin bertemu dengannya sekali saja.

Sebelum bertemu dengannya, dia harus tahu tentang masa laluku.

Bujji, aku tak tahu apakah aku baik atau buruk

Tapi aku tak ingin reputasi yang baik

karena bukan seperti itu cara hidupku

Bajingan tengik!

Ada apa, kak?

Dia tidur semalaman denganku dan kabur tanpa membayar.

Sudahlah, kak. Biarkan saja.

Siapa yang peduli dengannya? Aku hanya ingin uangku.

Bajingan tengik, kembalilah dan akan kupatahkan kakimu.

Kecuali jika pelacur mulai meminjamkan uang,

sistem tak akan membaik.

Aku tadi mencuri seribu.

Dan aku memberimu seratus.

Tolong berkati aku.

Semoga kau diberkati.

Masuk, keluar. Masuk, keluar. Masuk...Puja Saibaba!

Tak banyak yang bisa dilakukan di Godavari, kecuali mengeruk pasir sungai tengah malam

Menghabiskan uangnya untuk mabuk dan berjudi serta terlibat pencurian kecil-kecilan

- Seratus! - Dua ratus.

Yadu, Obu, Shivudu, Pothu, Vaira, Raju…

Kami semua tinggal di pulau yang sama

Tapi aku tidak bergaul dengan siapa pun

Ratna akan memilih "masuk" atau "keluar"?

Kapan dia bersama kita?

Dia orang luar dan akan memilih "keluar".

Kata-kata yang bagus.

Baiklah.

Kita ikuti firasatmu.

Lima ratus untuk "keluar".

Aku pilih seribu untuk "masuk".

- Masuk, keluar! Masuk... - Apa?

Itu uang Ratnamala lagi?

Kenapa dia berikan segalanya untukmu?

Dan tidak kepadaku?

Kenapa kau tidak rekomendasikan aku padanya?

Masuk, keluar!

Puja Saibaba!

Ya.

Katakan.

Bilang kau akan bicara dengannya dan akan kulepaskan.

Katakan!

Sentuhlah apa yang menjadi milikku...

dan inilah yang terjadi.

Balayya, jantungku berdegup kencang Tolong tenanglah

Cukup. Hentikan.

Lagunya bagus 'kan? Kenapa tidak diputar?

Enyahlah!

Sudah bagus diberi tumpangan. Malah ngelunjak!

Jangan marah, Bang.

Jauhkan tanganmu.

Oh, sialan! Sikapnya!

Nak, ambilkan rokok.

Bang!

Aku juga mau.

Kenapa kau membuatku kesal?

Aku ngidam berat, Bang.

Akan kupatahkan gigimu.

Tutup pintunya dan diamlah.

Bajaj-nya hilang, Pak.

Hilang ke mana?

Dicuri, Pak.

Dicuri bagaimana?

Syukurlah.

- Apa Ratnamala? Kangen? - Bajingan!

- Dengar… - Bajingan!

- Mau merampok apa lagi? - Dengar dulu.

Masih ada kata-kata tersisa?

Kenapa menyalak? Bajingan kotor.

Sakit!

Sebelum mengerang kesakitan, kau tak akan kapok.

- Jangan memukul. - Mana uangku?

Mulai hari ini,

aku yang memasok sabun, sampo dan pasta gigi di area ini.

Apa yang sudah kau lakukan?

Aku telah mencuri bajaj penuh sabun dan sampo dari seseorang

Di rute ini?

Ya, Pak.

Besoknya dia kembali dengan bajaj penuh barang

Tentu saja mereka fokus ke depan

- Siapa itu? - Ternyata tumbukan ada di belakang

Pak.

Kita temukan bajaj-nya.

Pak! Barang-barangnya hilang.

Bajaj satunya pun dibawa kabur.

HARI KETIGA

Ketiga kalinya beruntung, dia datang bersama bosnya

Oh, tidak! Dia kembali!

Halo!

- Aku tahu kau di sekitar sini. - Dia pendek tapi sangat lihai.

Rasakan kenikmatan mengendarai bajaj ini.

Dan jika kau datang ke kantor besok,

Akan kuberikan penjualan di wilayah ini.

Mari kita berbisnis.

Dia menawarkan kesepakatan

Apa keuntunganmu dalam hal ini?

Kalau kau mencuri, aku merugi.

Jadilah penyalurku, akan menguntungkan...

bagi kita berdua.

Benar sekali!

Mencuri dariku sudah cukup buruk.

Masih tega mencuri dari mereka?

Apa kau lakukan semua ini dengan sukarela?

Lihatlah bagaimana permainan Tuhan.

Dia tempatkan nafsu di bawah segalanya.

Dan rasa lapar sedikit di atasnya.

Aku tak ingin hidupku berkutat pada kedua hal tadi.

Suatu ketika sebuah keinginan muncul dalam pikiran ini,

mulai memainkan banyak trik.

Tanganku bisa menarik kerah baju orang...

atau menyentuh kaki mereka.

Untuk hidup dengan baik...

kita harus melepaskan rasa malu.

AGEN RATNAMALA

Siapa Ratnamala ini?

Belum paham juga? Pasti ibu atau kakaknya.

Mantap! Dia menggairahkan.

Sudah lihat?

Kenapa menggunakan namaku?

Kenapa namaku?

Memangnya aku punya siapa lagi?

Ambil gambar. Murthy! Cepat, Bro.

Kau memanggilku Bro di hari kedua, Pak?

Ratnamala…

Kenapa berteriak?

Sebutkan hargamu dan tidurlah denganku.

Bajingan!

Aku memilih dengan siapa aku tidur.

Kenapa?

Apa itu? Selain dia, Kau tak suka siapa pun?

Kau seorang pelacur. Tiduri siapa pun yang membayarmu.

Pergi atau pisaunya akan memotong lehermu.

Mengerti?

Keangkuhan ini karena Ratna 'kan?

Aku akan merampoknya malam ini.

Lalu kau akan lihat.

Kenapa kita memasok barang malam hari? Jahat sekali!

Pikiranku terganggu, Murthy.

Kupikir akan reda setelah bersamamu.

Baiklah, ceritakan keinginan terakhirmu.

Apa lagi, Pak? Rumah bagus, keluarga...

Kenapa menyebutnya permintaan terakhir?

Halo!

Yadu berencana merampok barangmu.

Barang apa pun yang membuatmu mendapatkan penjual,

dia berencana merampoknya darimu dan mendapatkan penjual

Aku mungkin menjadi rebutan di antara kalian berdua.

Namun alasan sebenarnya adalah dia iri dengan kemajuanmu.

Siapa mereka, Pak?

Mereka terlihat seperti monster!

Seharusnya aku sadar saat kau menyebut "permintaan terakhir".

Hentikan dia!

Yesu!

Panjat!

Ambil kemudinya.

Jika menantangku dan berbuat jahat, Aku akan menghajar kalian.

Shivudu! Keluarkan.

Malli!

Ratna!

Malli!

Malli…

- Malli! - Malli!

- Malli, bangun! - Bangun!

Terjebak lumpur, Murthy!

Itu apa, Beedi?

Hamparan pasir, Pak!

Begitu banyak?

Tadi kulihat sepuluh orang memuat pasir ke traktor.

Banyak hal terjadi tanpa aku tahu?

Bukan hanya kamu. Separuh penduduk desa pun tak tahu.

Mereka pastikan itu.

Mesin hidrolik dilarang untuk menambang pasir.

Tapi orang-orang ini menggunakannya.

Faktanya, pasir hanya boleh ditambang sedalam tiga atau empat meter.

Tapi mereka menggali lebih dalam lagi

Mereka melewati pos pemeriksaan dan polisi membiarkan.

Itu karena...

pemilik tambangnya seorang MLA yang sudah menjabat dua dekade, Doraswami Raju

Namun kerajaan bisnisnya punya saingan di pihak oposisi.

Yaitu Nanaji. Seorang tuan tanah

Terdapat patung tinggi di tengah desa

Itu patung ayahnya

Dia berikan tiket pertama kepada Doraswami Raju untuk ikut pemilu

Tapi Doraswami sangat cerdik

Dia berpindah partai dan menang pemilihan melawan anak buah Nanaji

Dianggap penghinaan,

Nanaji telah berusaha bertahun-tahun untuk memenangkan anak buahnya melawan Doraswami

Nanaji menginginkan kekuasaan

Doraswami menginginkan uang dan kekuasaan

Ketika pasir di bawah kakinya adalah uang, tak usah malu untuk duduk di kaki Doraswami

Belum pernah melihatmu. Siapa kau?

Pak, aku tinggal di pulau kecil.

Aku mengagumimu, Pak.

Aku tak pernah melihatmu di sana.

Bang, pembawa bendera berada di depan atau di belakangmu.

- Untuk apa di sampingmu? - Bicara yang jelas.

Bang, mulai dari mencari buruh angkut. Aku akan urus semuanya.

Beri aku satu kesempatan, Pak. Aku akan membuktikan diri.

Adik ipar?

Masukkan dia ke dalam tim.

Semudah itu?

Pak…

Aku akan membuktikan diri.

Apa yang akan kau buktikan?

Aku di urutan berikutnya setelah bos.

Kau tak dapat melakukan apa pun tanpa melewatiku.

Untuk apa aku melewatimu, Bang?

Bagus.

Ratna telah tiba. Kegilaan harus menyentuh titik tertinggi!

Pilih Perahu!

Pilih Perahu!

Kemari!

Ayo.

Dia menikmati saat aku menari di depannya, tapi aku harus melakukannya

Hal ini sangat penting karena...

Aku harus pergi dari dapur ke kamar tidurnya

Perempuan tua sialan!

Pak, sudah waktunya ke rumah pertanian.

Sobek sarungnya.

Cepat tutup pintunya.

Aku semakin dekat dengan Doraswami Raju akhir-akhir ini.

Kau tetap dipanggil makelar untuk apa pun yang kau lakukan.

Kau hanya melihat perzinahan.

Tahukah apa bisnis yang sebenarnya?

Para pria yang kau lihat sebenarnya mengelola tambang pasir Doraswami Raju.

Uang sampai ke tangan mereka dulu.

Mereka minta komisi cukup besar.

Tapi jika berani mencuri, mereka akan membunuhmu.

Kemari! Cepat. Kenapa menjatuhkan uangnya?

Uang!

Menjual Miras ilegal, pemukiman besar, semuanya dilakukan di sini.

Setiap bulan uang pasir dikirim ke Raja.

- Dia hitung dan diserahkan ke kakaknya. - Kakak!

Sudah semua? Jangan sampai kurang sepeser pun.

Tidak sepeser pun. Simpanlah.

Tidak menyisakan sepeser pun di rumah pertanian.

- Banyak yang terjadi di tempat ini. - Ya.

Ambil tas ini dan berikan padanya.

Bang.

Untuk Nyonya? Biar aku berikan tasnya.

Cukup sediakan sayuran.

Jangan melewati batas. Pergi!

Berikan sana.

Gelandangan.

Pak! kau membungkuk di kakinya.

Mengirimkan gadis-gadis.

Kau abaikan bisnis kita dan mengekor mereka.

Tapi mereka tidak menganggapmu.

Apa semua ini, Pak?

Mari kembali ke bisnis kita.

Kau ingin minum, Murthy?

Untuk apa aku menambah penderitaanku?

- Beedi, berhenti. - Berhenti!

Sedang apa kalian?

Tidak ada, Bang.

Ayah dan yang lainnya pergi mencuri bersama Yadu dan salah satunya meninggal.

Istrinya mengajukan keluhan terhadap ayah kami.

Yadu kabur. Polisi menjemput ayahku dan yang lainnya.

Ada apa? Kenapa membawanya? Pak!

Dia salah apa? Tolong lepaskan.

Ke mana kalian membawanya?

Baik. Kalian pulanglah.

Kematian suamimu tak ada hubungannya dengan suami mereka.

Juga…

Aku akan mengurus pendidikan anakmu.

Katakan saja jumlahnya.

Kau telah bekerja keras untukku.

Katakan apa yang kau inginkan.

Pak…

Pak!

Sejauh ini kita hanya memasok pasir.

Tapi mulai sekarang, kita harus ikut membangun perumahan.

Kita menyediakan batu bata. Kita meletakkan fondasinya.

Kenapa berhenti di situ? Secara sederhana,

setiap fondasi yang dibangun di Godavari akan menghasilkan uang untuk kita.

Apa rencananya?

Kita memiliki banyak orang.

Tapi yang kita butuhkan adalah harimau pemburu.

Pak.

Mereka yang menyelam ke dalam Godavari untuk mengeruk dasarnya,

Masing-masing dari mereka setara seratus orang.

Mereka tidak segan-segan mengancam, meneror atau membunuh.

Percayalah.

Bagaimana bisa?

Bagaimana jika kau menipuku?

Sebutkan harganya.

Aku ingin lima ratus ribu.

Kenapa? Kau mau berikan?

Ya ampun.

Aku khawatir dia akan meminta banyak.

Beri dia lima dan simpan lima belas sisanya.

Ayah…

- Apa kabarmu? - Baik, Ayah.

Suamiku, apa kabar?

Siapa yang membebaskan kami?

Ratna.

Mulai sekarang aku akan melakukan pekerjaan kotor.

Berita menyebar sebelum lepas dari lidah.

Maukah bekerja untukku dan menjaga rahasia?

Wanita dan uang...Keduanya bisa masuk ke ruangan mana pun

Marah memukul bangku tak ada gunanya.

Pemilu semakin dekat. Lakukan sesuatu untuk mengumpulkan uang.

Bagaimanapun, kau mengambil keuntungan penuh dari Tuan Doraswami Raju.

Namun seorang Brahmana yang dihormati telah meramalkan sejak lama...

bahwa pencuri akan menjadi raja dan pelacur akan mengajarkan etika.

Bagian terburuknya kau berkhotbah etika untuk dirimu sendiri.

Pak.

Sepertinya ada kecelakaan.

Pak!

Dia tampaknya dari keluarga besar.

Beedi! Pernah melihat penampilan ratu?

Beedi! Hentikan mobilnya. Dia terbangun. Berhenti!

Pasti dia mengganggunya. Ada apa, Pak?

Kau akan baik-baik saja, Nyonya.

Takkan ada yang terjadi padamu.

Takkan terjadi apa-apa.

Takkan kubiarkan sesuatu menimpamu.

Dia sedang apa, Beedi?

Takkan kuizinkan.

Takkan kubiarkan sesuatu menimpamu.

Oh, tidak! Dia tertidur.

- Beedi! - Pak?

Dia tampak ramping.

Tapi ternyata cukup berat.

Mobilnya sini.

Beedi, dia bangun.

Minggir. Biarkan dia bernapas. Ini seorang gadis!

Aku akan melindungimu dengan hidupku.

Dokter! Buka pintunya, dokter!

Pada saat seperti ini, kau harus tunjukkan kasih sayang bukan nafsu.

Dia gadis lugu, Pak. Jika kau menyentuhnya, dia akan hancur.

Aduh! Dia sadar.

Syukurlah. Kau sudah sadar.

Dokter bilang aku membawamu tepat waktu.

Tenang. Aku sudah menelepon ayahmu. Dia sedang dalam perjalanan.

- Kau menelepon ayahku? - Ya.

Dengan izin siapa?

Sebenarnya aku mengambil mobil itu tanpa sepengetahuan ayahku.

Jika dia tahu tentang kecelakaan ini, dia akan membunuhku.

Oh, tidak.

Jika membawaku sejauh ini, kau pasti orang yang baik.

Di mana Bujji?

Oh, ada ayahku Sebaiknya aku berbaring.

Sudah bagus belum?

Pasien terluka tidak akan tersenyum seperti itu.

Ayo pergi.

Rahmat Tuhan.

Tadi aku bertemu seorang gadis.

Cantik sekali!

Dia bersinar bahkan dalam gelap.

Jika bukan karena kulit gosong ini, aku pasti akan lebih bersinar.

Aku sedang cerita.

Kenapa menyela dan menambahkan nasibmu?

Aku tahu apa?

Kau bicara tentang kepekaan dan keindahan.

Aku tak tahan dan harus menimpali.

Aku memeluknya lembut...

namun dia memar-memar.

Lalu kenapa tak kau lepaskan?

Kalau hatinya hancur bagaimana?

Saat orang tuanya tahu tentangmu, hati mereka akan hancur.

Ya.

Kau benar.

Pak Nanaji…

Jantungnya akan berhenti 'kan?

Dia putri Nanaji?

Dia lebih menghargai reputasinya daripada nyawanya.

Jika tahu kau terlibat dengan putrinya,

dia akan membunuhmu.

Biarkan aku terlibat dulu.

Doraswami Raju hanya MLA di atas kertas.

Dalam urusan lahan, mereka bilang hanya Nanaji yang mampu menyelesaikan.

Itulah jenis kekuatan yang kau pegang.

Pak, aku harus ceritakan sesuatu.

Ada pria bernama Ratna. Dia menjadi populer baru-baru ini.

Anak buah Doraswami Raju dan bahkan telah membentuk gengnya sendiri.

Dia menjaga tambang pasir Doraswami.

Dia menduduki salah satu lahan kita.

Haruskah aku memanggilnya?

Kau menduduki tanah mereka lalu datang sambil membawa sabun dan sampo.

Kau yang berdosa tapi ingin mereka bersih-bersih?

Bodoh!

Dilarang bertemu orang lebih tua dengan tangan kosong.

Belajarlah sopan-santun.

Untuk apa kau datang jika tak punya motif?

Ya ampun!

Ide-ide jahat datang dari otak kotor itu?

Kau kemari bukan untuk Ayahnya! Kau kemari untuk putrinya?

- Itu Ratna? - Dia menatapmu. Lihatlah.

Itu akan mengurangi nilaiku.

Salam, Pak.

Jika tanah yang kau inginkan, ada ratusan yang tersedia.

Tapi untuk menarik perhatianku, ini adalah satu-satunya cara.

Katakan.

Apa yang kau inginkan dariku?

Memukuliku atau memenjarakan aku bukanlah masalah besar bagimu.

Tetapi kau tidak melakukannya.

Apa yang kau inginkan dariku?

Siapa itu?

Penjahat mana yang berani menculikku?

Pak Pak Pak!

Mereka menculikmu juga?

- Ratna! - Ya.

Ada yang menculik kita.

- Mereka menculik kita? - Ya!

- Benarkah? - Ya!

Oh tidak! Beraninya kalian menculik sosok Tuhanku?

Sebutkan hargamu dan aku akan melemparnya ke mukamu.

- Ratna! - Tahan aku jika kalian mau.

Ada apa, Pak?

Untuk apa membayar para idiot ini?

Jangan berikan sepeser pun.

- Jangan memukulnya. - Aduh! Siapa itu?

- Tolong jangan pukul. - Aduh!

- Bosku adalah Tuhanku. Jangan pukul dia. - Siapa yang memukulku?

- Kalian takkan dapat sepeser pun. - Berikan saja uangnya, Pak.

Jangan, Pak!

- Jangan main-main dengan mereka. - Aku bilang tidak.

Berikan saja uangnya, Pak.

- Ratna! - Mereka juga memukulku.

- Dia tak bersalah. Jangan sakiti. - Berikan saja uangnya.

Kenapa menghajarnya seolah-olah dia berutang pada kita?

- Aku rasa dia tak mau bayar. - Hentikan, Pak.

Aku akan membunuhnya.

Kenapa menghajarnya seperti itu?

Dia seorang MLA. Dia Doraswami Raju.

Lalu bagaimana cara kita membayar Nanaji?

Penghasilan kita bagus kan, Pak?

Jika dia tak mau membayar, lepaskan saja.

Kau ingin memakai setiap cincin yang kau temukan.

Ya, cincin di jari…

Ambil apa pun yang kau mau. Jangan ambil cincinku!

Ini sentimen tiga puluh tahun. Lepaskan!

Katakan berapa maumu. Aku akan membayarnya.

Satu?

Dua?

Tiga, empat, dan lima!

Lima ratus ribu?

Bodoh idiot!

Kau pikir Nanaji pemenang lotere yang membahas ratusan ribu?

Pak…

- Halo! - Ini aku.

Ada apa?

Aku butuh uang secepatnya.

Kirim lima puluh juta.

Kau habis kalah sabung ayam?

Sepeser pun tak akan kuberi.

Diam, goblok!

Aku diculik!

Harus dikirim ke mana?

Aku punya sedikit permintaan.

Ratna yang malang tak bersalah.

Jangan sakiti dia.

Idiot.

Pak Pak Pak...

Aku tak bisa melihat, Pak.

- Pak… - Tunggu, aku lepas dulu.

- Pak… - Aku saja.

Syukurlah.

- Pak, kau baik-baik saja? - Aku baik-baik saja.

- Ratna! - Pak.

- Tak ada yang boleh tahu. - Soal dihajar atau uangnya?

- Keduanya! - Baik, Pak.

Tidak boleh ada yang tahu. Hati-hati.

Dan mulai hari ini kau akan menyimpan semua uang dari tambang pasir.

Kenapa aku, Pak?

Sudah lihat yang terjadi 'kan?

Istriku tidak bersedia memberikan sepeser pun meski nyawaku terancam.

- Benar sekali. - Simpanlah mulai sekarang.

Pak, itu uang yang banyak bagiku...

Pak?

Lakukan saja.

Baik, Pak. Baik.

Siapa pun dia, aku harus tahu namanya.

Setelah dia mati, baru aku datang ke rumah pertanian, Dewi.

Sampai saat itu, kunci rumah pertanian itu!

Ini kerjaan orang dalam.

Simpan rahasia ini dan temukan pelakunya.

Kita beri pelajaran kepada penjahatnya.

Tapi ada dua orang bersenjata 'kan?

Ke mana mereka?

Aku menyuruh mereka pergi karena kupikir itu pemborosan uang.

Dengan uang tebusan yang kubayarkan, seluruh pemilih bisa diberi makan.

KIOS AIR GRATIS

Kios air di musim dingin? Jorok sekali!

Katakan sesuatu, Murthy. Biasanya kau berisik.

Tak kusangka kau orang seperti ini.

Kenapa mengubah suaramu?

Orang seperti apa?

Kau jahat sekali.

Kau merampas tanah kami?

- Ya. - Kenapa?

Tahu bagaimana rasanya ketika Godavari banjir?

Wanita, anak-anak...

Bisa bayangkan kesulitan mereka?

Mereka membutuhkan lahan untuk hidup.

Itu kenapa aku mengambilnya.

Jika perbuatanku salah, silakan panggil aku penjahat.

Merampas lahan memang salah 'kan?

Kita mengambil tanaman dari bumi...

atas nama kelaparan.

Tapi ketika merebut dari orang lain, kita menyebutnya kejahatan.

Jika itu tidak salah, bagaimana ini salah?

Jika ini salah, begitu juga dengan itu.

Bukan berarti...

Ada apa?

Mayat tak dikenal. Mau dibakar bersama sampah.

Sialan! Berikan sini.

Nyalakan kendaraan.

KREMATORIUM HINDU

Ini milik kaum elit 'kan?

Mereka akan mendengarkanmu. Suruh mereka membukanya.

Aku tidak tahu tentang kelahirannya.

Tapi setiap kematian layak mendapatkan martabat. Suruh mereka membukanya.

Ratna! Bangunlah. Bangun!

Bangunlah...

Bangun!

- Ada apa, Kak? - Kemarilah.

Bersumpahlah dan katakan padaku. Katakan padaku.

Kau mengambil tanah itu untuk kami atau tidak. Katakan.

Siapa yang bilang?

Kau melakukannya atau tidak? Jawablah dengan jujur.

Ya.

Kalian lihat? Sudah dengar?

Kalian sebanyak ini. Pernahkah kalian...

- Sialan! - berpikir untuk kepentingan kita?

Dia melakukannya.

Dia akan membangun rumah bagi kita.

Kita tak akan mengalami masalah lagi.

Apa ini, Ratna?

Aku ingin menunggu sampai selesai.

Siapa yang memberitahunya?

Lihat di sana.

Astaga! Gadis ini?

Apa maksudmu dengan membagikannya?

Jika Nanaji tahu, dia akan mengubur kita.

Benarkah akan kau bagikan?

Setengah mati kudapatkan, untuk apa kubagikan?

Ada urusan apa, Nyonya?

Ucapanmu kemarin membuatku sedih.

Sekarang musim dingin.

Aku membeli sweater untuk anak-anak.

Juga,

jika ayahmu tahu perbuatanku, dia bisa menyakitiku.

Aku tak ingin hal itu terjadi, itulah sebabnya...

Ini.

Dokumen lahan.

Semuanya atas namaku.

Tak ada yang bisa mengganggumu.

Boleh bertanya sesuatu?

Kenapa begitu percaya padanya?

Kenapa hanya aku?

Seluruh warga desa mempercayainya.

Sial!

Aku akan tetap menemuimu.

Terjemahan: Gendrol89 https://subsource.net/u/1278503

Ada yang ingin kusampaikan.

Aku ingin pernikahan yang layak denganmu.

Aku ingin punya anak denganmu.

Sampai nanti.

SALAM UNTUK KEBANGGAAN TELUGU NTR

Kenapa tiba-tiba memanggil kami, Pak?

Aku akan memberitahumu.

Dengar!

Dengar baik-baik, semuanya.

Hasil dari pertemuan ini tidak boleh bocor.

Kita akan berganti partai.

Partai mana, Pak?

Partai Nanaji.

Apa tak akan menimbulkan masalah, Pak?

Siapa yang berani dengan kita?

Nanaji sudah tahu?

Belum.

Namun para petinggi partai menyadari itu.

Kita akan bergabung dengan partai di hadapan mereka besok.

Kenapa kita berpindah partai, Pak?

Ketika partai oposisi menemuiku beberapa hari yang lalu,

mereka menjanjikan kursi menteri dan mengajak kita bergabung.

karena partai kita akan kalah.

Mereka yang akan membentuk pemerintahan.

Memang benar.

Partai mereka akan menang.

Namun para kandidat akan menjadi milik kita.

Kakak ipar!

Kakak ipar!

Oh tidak!

Berhenti…

Sial! Kalian serendah ini?

Bahkan menyerang Nanaji? Memalukan.

Karena khawatir kami akan bergabung dengan partaimu.

Kau merusak patungmu sendiri dan menyalahkan kakak iparku?

Kalian seperti alas kaki Nanaji! Sama sekali bukan tandingannya.

Alas kaki yang sama telah menginjak kepalamu selama dua puluh tahun!

Omong kosong, dasar orang dungu!

Wanita jauh lebih baik darimu.

Nanaji!

Kau terpeleset.

Aku tak ada kaitan dengan kejadian ini.

Tapi biar aku beritahu!

Aku tak akan bergabung dengan partaimu.

Aku akan bertarung dengan partaiku sendiri.

Jika punya nyali, bertarunglah denganku.

Mari selesaikan masalah ini selamanya!

Kenapa aku harus membungkuk untuk melawanmu?

Kau hanyalah sandal di bawah kakiku.

Sandalku sendiri yang akan melawanmu.

Ratna!

Jika tanah yang kau inginkan, ada ratusan yang tersedia.

Tapi untuk menarik perhatianku,

ini adalah satu-satunya cara.

Katakan.

Apa yang kau inginkan?

Dengan izin Nanaji...

Aku akan melawan bosku, Pak.

Kau pandai dalam kata-kata.

Kau juga cerdas.

Namun itu belum cukup.

Apa lagi yang kau inginkan, Pak?

Ambilkan aku lima.

Siapa yang memukulku?

Ya Tuhan!

Orang ini?

Orang ini?

Apa? Kau akan melawanku?

Benar?

Ya, Pak.

Rakyat Lanka yang telah membuatnya menang,

mari kita temukan pria Lanka juga untuk melawannya.

Betapa rendah hati sikapnya!

Lalu buruh tani ini maju melawanku?

Sehari setelah menculikmu, Nanaji menerima lima puluh juta.

Sopirnya cerita padaku.

Nanaji dan kamu menerima panggilan dari nomor yang sama.

Saat kami verifikasi,

ternyata milik asisten Ratna di sebuah toko

Pak,

Ratna yang menculikmu.

Jangan remehkan dia, Pak.

Ya Tuhan!

Pak…

Kau bajingan!

Aku mendapatkan tiket untuk pertama kalinya.

Aku datang untuk mengambil berkatmu.

Aku tak menamparmu karena kau lawanku.

Kau tahu betul alasannya.

Kembalikan uangku.

Dan pergilah!

Uang apa, Pak?

Yang mana, Pak?

Uang dari tambang pasir.

- Aku menyuruhmu menyimpannya 'kan? - Bukan itu, Pak.

Kau sembunyikan? Benar? Tanpa sepengetahuanku?

Diam! Masuklah!

Bukankah karena keserakahanmu, aku harus menyimpan uang itu padanya?

Kakak ipar, kenapa kau marahi kakakku?

Bajingan ini!

Katakan. Di mana uangnya?

Uang yang mana, Pak?

Uang dari tambang pasir!

Apa yang tersisa, Pak?

Untuk pemilu, rapat partai, alkohol, mengumpulkan orang...

dalam mobil dan truk, semuanya habis!

HORMAT KAMI, LANKA RATNAKAR

Bahkan, aku harus merogoh kocek dari kantongku juga.

Pak…

Tamparlah aku atau maki aku. Aku selalu menjadi pengikutmu.

Aku berada di sini.

Bang, aku takkan pernah meninggalkanmu.

Nyonya, jangan ambil hati dan memesan makanan di tempat lain.

Aku akan mengirimnya dari rumahku.

Menang atau kalah ada di tangan Tuhan.

Sampai jumpa setelah pemilu, Pak.

Tolong, berkati aku.

Berkati aku, Pak.

Suaraku selalu untukmu, Pak. Sampai jumpa, Pak.

HORMAT KAMI, LANKA RATNAKAR

Apakah itu nasib buruk Doraswami,

simpati untuk Nanaji...

atau hanya keberuntunganku, entahlah.

Setelah selesainya penghitungan putaran terakhir,

Lanka Ratnakar menang atas kandidat Doraswami Raju...

dengan mayoritas 52.320 suara!

Semua orang menunggumu di luar, Pak.

Murthy,

apa yang kau tulis di spanduk itu?

Apa lagi?

Tertulis "Pemimpin muda Ratnakar".

Aku tak ingin omong kosong "pemimpin muda" ini.

Tulislah sesuatu yang kuat!

Sesuatu yang mirip film Mr. Balayya.

Bobili Simham atau Samarasimha Reddy

Sesuatu seperti itu!

Itu mungkin cocok untuknya, tapi tidak untukmu...

- Murthy… - Pak?

Tiger…

Tuliskan "Tiger Ratnakar".

Ratna! Kau buat Doraswami Raju gigit jari!

- Kita menang! - Kita telah menang, Ratna!

Penampilanmu keren!

- Ratna! - Bagaimana dengan rumahnya?

Bagaimanapun kau telah meraihnya. Kelihatannya bagus.

- Hidup… - MLA Ratnakar!

- Hidup… - MLA Ratnakar!

Dia menang, mengumpulkan masa dan langsung kemari.

Kita harus apakan dia?

- Hidup… - MLA Ratnakar!

Salam, Pak!

Setelah terpilih sebagai MLA, kau orang pertama yang kutawarkan.

Jangan bilang menderita diabetes. Kau harus makan ini.

Nyonya, ini untukmu.

Aku turut bahagia, Ratna.

Oh terima kasih, Nyonya.

Beraninya kau duduk di depannya, idiot!

Raja…

Kenapa kau membuatku melakukan kekerasan, Raja?

Aku lebih tua darimu.

Bagaimana jika aku mengingat semua hal ini?

Mengajukan kasus terhadap kalian semua?

Dan melempar kalian semua ke penjara?

Tapi aku takkan pernah melakukan itu.

Karena aku selamanya adalah orangmu.

Aku pamit.

Aku pamit, Nyonya.

Aku pamit dan semoga kalian semua berkembang di bawah kepemimpinanku.

Beradalah dalam batas kemampuanmu.

Dia menghajar kita dan pergi!

Dan kau tak bisa berbuat apa-apa!

- Hidup… - MLA Lanka Ratnakar!

- Hidup… - MLA Lanka Ratnakar!

- Hidup… - MLA Lanka Ratnakar!

Kupikir ini akan menjadi hari bahagiaku dalam dua puluh tahun.

Namun aku tak menyangka hal itu juga membuatku sedih.

Kau tahu siapa dia?

Tak ada kebiasaan buruk yang tak dia lakukan.

Dia sudah ceritakan semua, Ayah.

Kau tak tahu sedang terjebak dalam perangkap siapa.

Kau tak tahu apa-apa tentangnya.

Bujji…

Katakan saja padaku.

Kau ingin aku membawamu hidup bersamaku?

Atau meninggalkanmu, Bujji?

Siapa yang ingin kau ambil dari rumah...

Ayah!

- Hidup… - MLA Ratnakar!

Bujji…

Ini adalah rumah kita mulai sekarang.

Bujji!

Aku tidak memiliki istana sepertimu.

Tapi kau adalah ratu dari istana ini.

- Kau menang, bro! Kau menang! - Mengerti?

Dasar bodoh! Aku sedang bicara dengannya! Enyahlah!

- Ayo, Bujji. - Ratna…

Aku tak peduli dengan hal lain.

Tapi kau memberi mereka tanah 'kan?

Berjanjilah padaku.

Ayo

Peresmian Kompleks Perumahan Oleh LANKA RATNAKAR, MLA KOVVUR

- Hidup… - Tiger Ratnakar!

Orang-orang memang bodoh.

Sesuai harapanmu, mereka memanggilmu "Tiger."

Ini soal kebiasaan, Murthy.

Kita ulang empat kali, mereka gunakan lima kali.

Kau sudah melakukan hal baik.

Kapan lagi bisa melihat plakat seperti itu?

Jika melakukan upacara peresmian, Bujji dan rakyat akan senang.

Memangnya akan dibangun?

- Penyelamat si miskin… - Tiger Ratnakar!

- Penyelamat si miskin… - Tiger Ratnakar!

- Penyelamat si miskin… - Tiger Ratnakar!

Ratna!

Apa semua ini?

Tanah siapa yang akan kau bangun?

- Tuan MRO! - Pak?

Kau tahu tentang tanah ini.

Pertama, usir mereka.

Kenapa mengusir kami?

Mana bisa? Aku punya dokumennya.

Dasar pencuri!

Sialan!

Nyawamu bahkan tak sebanding dengan sandalku.

Beraninya menyalak di depanku, dasar orang rendahan!

Apa kau baru saja memukul MLA?

- Pak! Pak! - Nanaji!!

Nanaji…

Nanaji!

Nanaji!

Dia meninggal, Pak.

Memang benar bahwa ayahmu dan aku pernah menjadi rival,

tapi aku tak pernah berharap dia mati.

Kau telah menikahi monster.

Dia menduduki lahan kita.

Bukankah perampasan tanah itu salah?

Kau tak tahu sedang terjebak dalam perangkap siapa.

Bujji telah mengajukan kasus terhadapmu.

Aku akan tetap berada di kantor polisi sampai dia mencabut kasusnya.

Kalian tidak usah ikut.

Panggil semua orang yang menentang Ratna.

Baik.

Hari ini kita akan habisi Ratnakar.

Aku memanggil kalian untuk memberi tahu bahwa...

Doraswami belum kalah.

Pak, semua orang sudah pergi. Kenapa tetap diam di kantor polisi?

Mereka dari desa kita?

Mereka dari Lanka?

Siapa yang kau kirim, Pak?

Dia menyebut dirinya "Tiger".

Itu sebabnya kita mengirim pemburu.

Bagaimana kau akan membunuhnya, Pak?

Dalam gelap gulita

Bagi pemburu yang terlatih. Malam bukanlah halangan, Pak

Mereka bernyanyi tentang dia!

Dia tidak setangguh yang kau kira.

Aku yakin dia terbaring tak bergerak.

Dia telah ditikam.

Berapa tikaman, Pak?

Berapa?

Tiga.

Pak!

Dia persembahkan tiga tikaman pertama kepada Ibu Gangga!

Ibu Dewi telah mengambil alih.

Semua orang akan dalam kegilaan!

Pak, dia telah membakar kantor polisi.

Tolong pergi ke tempat aman, Pak.

Botak!

Di mana Doraswami?

Ayo.

Tolong lepaskan dia, Ratna!

Kau membawaku ke kantor polisi untuk membunuhku!

Kau mendatangi istriku dan meneteskan air mata buaya!

Ratna!

Ratna! Tolong lepaskan dia.

Kumohon, Ratna! Lepaskan dia!

Tolong lepaskan dia!

Ratna! Lepaskan dia!

Dengarkan aku!

Ratna, dengarkan aku! Lepaskan dia!

Tolong! Lepaskan dia!

Ratna!

- Nyonya! - Lepaskan dia atau tidak?

Bunuh aku jika kau mau, Bujji.

Takkan kulepaskan sebelum dia mati.

- Ratna! - Ratna!

Ratna!

Bantu aku. Ayo bawa ke rumah sakit.

Cepat, cepat. Ratna! Cepatlah.

- Ratna! Ratna! - Ayo cepat.

Beedi! Nyalakan Jeep!

Pak! Bangun, Pak!

- Kau akan selamat, Pak. - Pak!

- Bangun, Pak. Bangunlah. - Pak!

Bangun, Pak.

- Ratna… - Pak?

- Cepatlah! - Ratna…

- Ayo pergi. - Ramana!

- Buka matamu! - Ratna!

- Buka matamu! - Ratna!

Beedi!

Aku membunuh ayah Bujji dan merasa bersalah.

Aku memaksanya...

Aku memaksanya untuk menembakku.

Dan sekarang, aku juga membuatnya bersalah.

Orang berdosa berumur panjang.

Aku akan baik-baik saja.

Aku Ratnamala.

Aku sudah mengenalnya sejak dia masih kecil.

Aku tak tahu apakah dia akan bertahan.

Tapi…

ketika dia baru berusia delapan tahun, dia meninggal sebagai manusia.

Ayahmu penyebabnya.

Ibu Ratna meninggal saat dia masih kecil

Ayahnya tak pernah ada untuknya

Dia lebih sering mendengar tentang ayahnya daripada melihatnya

Geddaraju selalu yang pertama maju...

setiap kali desa menghadapi masalah

Setelah di penjara empat tahun karena bentrokan antara warga desa dan...

pemerintah selama banjir, akhirnya dia bebas

Ayahnya adalah dunianya

Dan bagi ayahnya, desa adalah dunianya

Geddaraju, Nanaji memberi kita pekerjaan.

Pada masa Nanaji dan Doraswami bersama,

Nanaji membuat Doraswami Raju ikut pemilu

Ketika menyadari Doraswami akan kalah,

Dia suruh Geddaraju dan anak buahnya membuang kotak suara ke sungai

KANTOR HAKIM SUB-DIVISI KOVVUR, DISTRIK GODAVARI BARAT

KOTAK SURAT SUARA

Kalian naik Jip.

- Aku akan mengikutimu. Cepat. - Baik.

Tapi Geddaraju punya rencana lain

Berhenti! Hentikan mobilnya.

Di mana Geddaraju?

M. RAJESH KUMAR, PETUGAS DIVISI PENDAPATAN

Dia serahkan kotak suaranya kepada petugas pemilu.

BILIK SUARA NOMOR 5 BILIK SUARA NOMOR 39

Seluruh penduduk desa protes

Kau membahayakan nyawa kami.

Setiap kali Godavari banjir,

Kita menghadapi bahaya dengan menyeberangi sungai

Adakah yang berubah selama ini?

Keadaan itu harus berubah.

Jika berubah lebih baik,

warga desa akan diuntungkan.

Jika lebih buruk, biar aku tanggung sendiri.

Biar kuhadapi sendiri.

Seseorang telah menantang Nanaji untuk pertama kalinya

Semua orang paham bahwa harga dari reputasi para pemain besar adalah nyawa

Lanka berubah menjadi neraka

Kau bilang akan hadapi sendiri.

Tapi kenapa polisi menangkap semua orang kecuali kamu?

- Jangan pukul kami, Pak. - Pak!

Pak!

Nanaji datang.

Nanaji datang untuk orang-orang ini?

Agar dirinya menjadi orang besar, dia mengkhianati kalian.

Jika polisi menyentuhmu meski tahu kalian anak buahku,

itu karena dia membuka mulut.

Masalah ini selesai setelah dia mati.

Atau seluruh desa akan musnah.

Terserah kalian!

Nanaji membuat mereka dipukuli dan juga menyelamatkan mereka

Dia berhasil meyakinkan bahwa Geddaraju pelakunya

Disebabkan amarah dan kecewa karena merasa dikhianati

Anak buah Geddaraju kemudian mengikat simpul pada trisula

Setelah diikat, mereka tak akan lepaskan sampai dia mati

GEDDARAJU

Balas dendam di Lanka berlangsung hingga sepuluh generasi

Jika salah satu dari kalian membunuhku...

tak akan ada kehormatan dalam kematianku.

Ambillah.

Ratna…

Jangan sedih.

Jangan takut.

Kelahiranmu adalah kebebasanmu.

Kematianmu adalah pembebasanmu.

Kemajuan adalah hak setiap orang.

Tak ada yang bisa merebutnya darimu.

Aku tidak takut mati.

Tapi setiap orang berhak mati dengan terhormat.

Ketika aku mati, kaulah yang harus menyalakan apinya.

Jangan berpikir.

Aku tunduk pada Bunda Gangga...

dan menyerahkan hidupku ke Sungai Godavari.

Sejak saat itu dia mulai menyendiri dan tidak mempercayai orang

Aku cukup dekat dengannya tapi...

tidak mampu merubahnya.

Bujji!

Murthy, pastikan dia minum obatnya.

Dokter melarangnya makan daging.

Bujji!

Mereka juga melarangnya merokok!

Jika diam padaku, Aku tak mau makan, Bujji.

Obu, makan malam akan diantar bibi.

Baik, Nyonya.

Bujji…

Kenapa cerewet seperti perawat lalu pergi?

- Bujji! - Ratna!

- Pegang infusnya. - Pak…

- Bujji! - Pak, semua orang melihat.

Bujji, kau menembakku! Kenapa masih merajuk?

Pak, hati-hati.

Bujji!

Bujji.

Jika masih diam, entah apa yang akan kulakukan...

Bujji…

Kumohon percayalah padaku.

Aku tak berniat membunuh ayahmu.

Aku tahu.

Aku tahu pada saat menembakmu.

Orang tidak menyadari perbuatannya ketika marah.

Itulah sebabnya aku cabut kasusku terhadapmu.

Kau ingin aku bagaimana?

Jangan ada lagi perkelahian di rumah kita.

Aku bersumpah padamu.

Berjanjilah padanya.

Aku banyak menyusahkan Bujji.

Dia sangat bersikeras.

Dia tak mau ada masalah masuk rumah.

Tak akan kubiarkan orang bahkan seekor lalat menyakiti Bujji.

Terjemahan: Gendrol89 https://subsource.net/u/1278503

ANAK PEREMPUANNYA MENJALIN ASMARA DENGAN PEMBUNUH AYAHNYA.

Bujji…

Bujji! Bujji!

Hei!

- Tolong bangunkan! - Bujji! Bangun!

Bujji! Bujji!

Siapa pelakunya?

Bujji…

Bujji… kau akan baik-baik saja!

Bujji, bangun!

Bujji! Bujji…

Siapa bajingan pelakunya? Kurang ajar!

Tak seperti yang kalian kira, Ratna bukan keras kepala, bodoh atau lugu...

Dia pengecut.

Kita baru mengenalkan rasa takut padanya...

melalui istrinya

Ketika menemukannya terbaring di jalanan seperti itu,

dia akan cukup marah untuk membunuh anak buah Nanaji.

Hari ini dia akan melakukan kesalahan besar

Bukan aku pelakunya.

Hanya Ibu Dewi yang bisa menyelamatkannya sekarang.

Aku tahu apa yang akan kau lakukan.

- Relakan saja. - Mereka menyentuh istriku, Bujji!

Terus kenapa? Mau membunuh mereka?

Di satu sisi, aku bertanggung jawab atas kematian ayahku.

Jika ini cara mereka melampiaskan amarah, biarkan saja!

Aku bertanggung jawab atas semuanya.

Mereka seharusnya balas dendam padaku, tapi malah menyentuhmu!

Aku tak akan menyisakan siapa pun.

Kau marah karena mereka menyentuh istrimu 'kan?

Sudah tahu seluruh desa menyebutku apa?

Mereka bilang aku akan punya anak dari pembunuh ayahku!

Kau akan membunuh mereka semua?

Bujji…

Aku tidak terpelajar sepertimu.

Aku hanya tahu satu hal.

Jika ada yang menggangguku, Aku menerkam mereka!

Sudah cukup!

Aku sudah cukup sabar.

Semua demi anakku.

Katakan sejujurnya.

Jika bukan karena kehadiran bayi ini,

kau pasti sudah meninggalkanku 'kan?

Hanya sebatas itu kau mengenalku?

Obu! Lepaskan mereka.

- Hei... - Ada apa?

Kita punya bayi laki-laki.

Bagaimana dia?

Dia mirip denganku.

Semoga tidak menuruni sifatmu.

Itu juga yang kutakuti.

Baiklah, sampai nanti.

- Murthy! - Pak?

Aku diberkati dengan seorang putra. Kita harus rayakan.

Mari beri makan seluruh desa.

Itu mudah dilupakan.

- Adakan acara menari saja. - Sialan kau!

Lupakan semua.

Putra Ratna telah lahir.

Harus tercatat dalam sejarah. Titik!

- Persetan dengan kehidupan ini! - Oh, tidak!

Harga cermin itu sepuluh ribu rupee.

Diam!

Tutup mulutmu!

Bukan begitu.

Semua itu uang kita.

Ratna hamburkan atas nama putranya.

Raja benar-benar tak berguna. Dan putramu bebek lumpuh!

Kalau dramamu sudah selesai, mari duduk dan bicarakan.

Malas duduk! Bicara saja!

Kenapa kau kalah melawannya?

Karena nasibku sedang buruk.

Bukan.

Partainya mendapat angin yang menguntungkan saat itu.

Tapi beberapa dari kita menang.

Aku orang yang tak berguna!

Lalu apa?

Kau tak pernah menganggapnya rival.

Sekarang aku menganggapnya.

Dan berbahaya.

Jika tahu, dia akan waspada.

Lalu kita harus bagaimana?

Suruh orang yang tidak dianggapnya sebagai pesaing untuk menjadi lawannya.

Siapa?

Dari pulau mana pun Nanaji membawanya untuk melawan kita,

ayo kita pecah.

Pemberontak lain akan lahir di sana.

- Hidup... - Nanaji!

- Hidup… - Nanaji!

- Hidup… - Nanaji!

- Hidup… - Nanaji!

- Hidup… - Nanaji!

- Hidup… - Nanaji!

Ratna!

Yadu maju untuk melawanmu.

Departemen Pajak Penghasilan!

Geledah!

PENGGEREBEKAN RUMAH MLA RATNAKAR.

PENGGEREBEKAN RUMAH MLA KOVVUR.

Setelah membunuh Nanaji,

Ratnakar mempermalukan istrinya untuk mendapatkan simpati.

Aku bersamamu.

MLA RATNAKAR DIBERHENTIKAN DARI PARTAI.

PIMPINAN PUSAT MARAH KEPADA RATNAKAR.

Selamat, Pak. Kau akan menjadi ayah lagi.

RATNAKAR AKAN BERTARUNG SEBAGAI CALON INDEPENDEN.

RATNAKAR MENGATAKAN BAHWA IA AKAN DATANG SENDIRIAN DAN MENANG.

MASYARAKAT LANKAN MARAH KEPADA RATNAKAR KARENA TIDAK MEMBANGUN PERUMAHAN.

MLA RATNAKAR MENYERANG ORANG TAK BERSALAH. DUA ORANG TEWAS, EMPAT ORANG TERLUKA.

Anggota kedua belah pihak harus menjaga disiplin.

Penghitungan akan dimulai sebentar lagi.

Lihatlah mereka dan belajarlah.

Dia duduk sendirian dan yang lainnya berdiri.

Lihatlah kalian!

Kalian duduk di sampingku, seolah-olah ini sebuah pesta.

Duduk, duduk.

Pelajari saja.

Pada akhir putaran pertama,

Lanka Ratnakar memimpin Paiboina Yadayya dengan seribu suara.

Pada akhir putaran kedua,

Lanka Ratnakar memimpin Paiboina Yadayya dengan mayoritas 3.000 suara.

Pada akhir putaran ketiga,

Lanka Ratnakar memimpin Paiboina Yadayya dengan mayoritas 5.000 suara.

Itu bosku.

Sialan!

- Ayo kita pergi. - Kakak ipar! Tolong tunggu.

Jika dia kalah, aku akan membuka kembali rumah pertanian.

Sepertinya mustahil.

- Kakak ipar, tidak. Dengarkan aku. - Jangan hentikan aku.

SMAN KOVVUR

Pada putaran akhir,

Paiboina Yadayya menang melawan Lanka Ratnakar dengan 50 suara.

Saudara kita menang!

Kalian kalah!

Kita yang menang, kenapa mereka bersorak?

Murthy, kenapa hanya 50 orang? Memalukan sekali.

Pak, kita kalah 50 suara.

Apa maksudmu kalah?

Apa maksudmu kalah?!

Kali ini kau atau aku. Ayo Bajingan!

Ratna!

Aku akan melihat akhir hidupmu.

Akan kutunjukkan siapa diriku.

Ratna, dia Chinnadora.

Aku tak percaya dengan kekalahanku,

dan Doraswami tak percaya dengan kemenangannya

kecuali satu orang

Semua kasus lama yang melibatkan MLA...

Lanka Ratnakar, dibuka kembali satu per satu.

Pasal 144 diberlakukan

Polisi mengepung area tersebut

Situasinya tidak terkendali

Ada yang ingin kau sampaikan?

Betapa anehnya wanita!

- Hidup… - Tiger Ratnakar!

- Hidup… - Tiger Ratnakar!

Kami menahan terdakwa Ratnakar selama tiga hari dan memerintahkan penyelidikan lebih lanjut.

PENGADILAN NEGERI, KOVVURU

Dewi Kanchi Kamakshi! Dewi Madhura Meenakshi!

Dewi Kasi Visalakshi!

Kau telah membuktikan selalu mengawasi.

Kau benar-benar di sana! Sungguh!

Hei!

Buka rumah pertanian!

LAPAS PUSAT - RAJA MAHENDRA VARAM

Kakak ipar,

mereka telah membawanya untuk membunuhnya.

Jika kau menutup pintu, akan kubuka botolku.

Pak.

Kumar!

Sudah kau bunuh penjahat itu?

Belum, Pak.

Bunuh dia sekarang!

Aku harus dengar suaranya.

Lepaskan dia.

Apa yang terjadi, Pak?

Aku bilang lepaskan!

Menyentuh sehelai rambut di kepalanya,

maka kepala orang ini akan terpenggal seperti melon.

Beri aku sebatang rokok.

Berikan telepon kepada Ratna.

Ratna!

Doraswami di tanganku.

Bagaimana kerja samanya?

Tak kusangka akan seperti ini.

Begitulah cara kerjaku. Teruskan.

Mengira aku akan mati,

Yadu mengundang biduan?

Kudengar dia cantik.

Biarkan dia istirahat dulu.

Kenapa kau di sini?

Ratna.

Kenakan gelang ini, bajingan!

Dia mengobrak-abrik pesta kita...

sementara kau di sini sibuk minum-minum.

Kau MLA-nya ataukah dia?

Jika terus begini, orang akan perlakukan kita seperti pelayan.

Tak ada yang akan menghormati kita!

Sialan.

Jika hal ini sangat menyengat kita, lalu bagaimana dengan pria itu?

Menjadikan aku seorang MLA...

dan menawarkan rasa hormat.

Tapi ketika beberapa gadis lemah mengarahkan pisau ke lehernya,

bagaimana perasaan kita?

Hal ini sudah lebih jauh dari yang seharusnya.

Kita harus melangkah sejauh yang tak dia duga.

Mari kita hentikan hal ini.

Obu.

Adakan pertemuan.

Akan kuberikan apa pun yang mereka inginkan.

Aku tidak ingin ada masalah lebih lanjut.

Jika memungkinkan, jadilah agresif. Kalau tidak, jadilah penurut.

Bajingan kotor.

Dan kau ingin aku mempercayainya?

Enyahlah!

Bajingan tengik.

Kita membencinya karena tidak mau bergaul dengan kita.

Tapi setelah semua yang telah kau lakukan, dia sukarela bergabung dengan kita.

Yadu!

Dia siap menawarkan apa pun yang kau minta.

Jika ini berhasil, tak akan ada masalah di antara kita

Coba pikirkan.

Mereka berulang kali memintamu.

Kenapa tidak menemuinya sekali saja?

- Dia tak bisa dipercaya. - Ya.

Kami yang menjamin.

Percayalah pada kami.

Meskipun kau tinggalkan aku, kau tetap keluargaku.

Aku akan datang untukmu.

Pergilah.

Manusia terdiri dari tiga jenis.

Kualitas rendah, sepertimu.

Yang kedua adalah tipe berongga.

Mereka yang mengecam semua orang, seperti para pemilih kita.

Yang ketiga adalah kualitas yang unggul.

Seperti kami.

Pak, jangan berkelahi lagi.

Bosku siap mengembalikan semua uang yang dia ambil darimu.

Dia belajar dari pengalamannya setelah bercukur bersih.

Ayo kita mencukurnya lebih bersih.

Jangan sampai ke sana.

- Ambil uangmu kembali. - Berikan.

Beedi!

Semuanya lima puluh juta.

Seharusnya sepuluh.

Aku hanya ambil lima.

Bagaimana dengan bunganya?

Itu melesat seperti sebuah dosa.

Aku hanya membawa lima.

Kurangnya akan diantar Murthy.

Bagaimana dengan tambang pasir?

Ambil saja.

Ada sebuah program yang disebut Fakta Luar Biasa di E-TV.

Tampaknya kami sedang menjalaninya hari ini.

Ratna!

Satu kali kunjungan ke penjara benar-benar membuatmu takut 'kan?

Ya, Pak. Aku takut.

Aku juga punya istri dan anak.

Akan kujalani hidupku jika kau izinkan.

Baiklah.

Ada lagi?

Ya…

Jangan menulis "Tiger" pada spanduk lagi.

Hei!

Kalian ingin uang, aku berikan.

Kalian ingin tambang, aku berikan.

Tiger gelar yang kuberikan untuk diriku. Apa masalahmu dengan itu?

Distrik ini hanya boleh ada satu harimau.

Hanya aku.

Dan itulah aku.

Ambillah.

Kuberikan padamu.

Obu! Nyalakan mesin perahu.

Ratna…

Kau bisa dipercaya?

Pak…

ini demi istri dan anak-anakku.

Kau masih tidak percaya?

Jika kau mau, aku bersumpah demi dia.

Aku bersumpah demi ayahmu.

Aku bersumpah padamu.

Tak ada gunanya bersumpah padanya.

Aku juga bersumpah padamu.

Enyahlah!

Ratna!

- Ratna! - Tiger!

Tiger.

Kau ingin membunuhku di kantor polisi. Aku membiarkannya.

Kau ingin membunuhku dalam baku tembak dengan polisi,

Aku mengampunimu.

Tapi kau mencoba menyentuh istri dan anakku. Bagaimana mungkin aku mengampunimu?

E-TV juga menayangkan program yang disebut Kejahatan dan Kekejaman.

Apa kau tidak menontonnya?

Bayi London!

Kau pikir bisa membawaku ke Godavari dan merampas semua asetku?

Kau hanya bisa membawaku ke sungai.

Tetapi aku dibesarkan di Godavari, kau bajingan!

Hei!

Jika duo ayah-anak ini berencana mengajukan kasus terhadapku,

Aku akan ajukan kasus sebaliknya karena telah membunuh MLA partaimu sendiri.

Doraswami Raju!

Manusia terdiri dari tiga jenis.

Wanita, pria...

dan politisi.

Obu!

Urusan kita sudah selesai. Kita pulang.

Tunggu, Ratna!

Apa yang telah kau lakukan itu salah.

Batu sebesar ini! Mereka lempar ke istri dan anakku!

Bagaimana jika ada yang kena anakku? Apa mereka tidak salah?

Membunuh seseorang selama negosiasi... bukankah itu pengkhianatan?

Ya! Aku pelakunya!

Mereka tidak!

Kau aman karena tinggal di sini. Tapi kami tinggal di Lanka!

Kami bertemu satu sama lain setiap hari.

Kalau begitu tidak usah bertemu.

Siapa yang menyuruhmu tinggal di Lanka?

Kenapa tidak tinggal di sebelahku saja?

Tak semudah yang kau katakan, Ratna.

Kau masih terdengar seperti anak buah Yadu!

Kenapa mencap kami anak buahnya? Kaulah yang salah!

Ya! Beginilah aku.

Jika menyukaiku, maka tinggallah. Kalau tidak, pergilah!

Ayo pergi.

Eeranna, kudengar mereka telah membunuh Yadu.

Sekarang, kita tak tertandingi di desa ini.

Apa-apaan ini! Dasar bajingan!

Kita mungkin saling bertengkar.

Tapi begitu kembali ke desa, kita semua adalah satu.

Idiot tak berguna!

Ada apa?

Ada masalah apa?

Aku membunuh Yadu.

Apa maksudmu?

Dimana Obu?

Beraninya kau kemari! Orangmu membunuh dan kau datang untuk menghibur!

- Mau membuat drama? - Dengar...

- Raju! Lakukan yang seharusnya. - Dengarkan aku.

- Ini sangat tragis. - Dan itu karenamu.

- Tunggu! - Akan kulihat akhir hidupnya.

Raju!

Jangan…

Dasar bajingan. Mereka tidak mengangkat.

- Halo? - Bang, aku putra Obu.

- Bagaimana? - Apa yang terjadi, Bang?

Kenapa ayahku dan yang lainnya hadir di pemakaman Yadu?

Ya!

Mereka berpikir yang lain benar dan aku salah.

Jika mereka menyerang rumah kita, kenapa kita harus diam, Bang?

Pergilah, beritahu ayahmu!

Kabari jika butuh sesuatu. Aku bersamamu.

Kami tidak butuh apa-apa, Bang.

Kami akan memasang trisula.

- Halo? - Karma tak menyisakan siapa pun, Bujji.

Anak buahnya sendiri telah berbalik melawannya.

Desa telah melepaskan ikatan terhadapnya.

Ratna tidak di sana 'kan?

Tidak.

Anak buah Ratna sendiri yang memasang trisula untuk membunuhnya.

Siapa yang memberitahumu?

Kelompok ayah.

Bicaralah dengan Obu.

Bajingan itu tak akan mau menjawab.

Sekarang bagaimana?

Ya Bang.

Di mana ayahmu dan yang lainnya?

Mereka di kuil untuk pemasangan trisula.

Apa yang terjadi, Bang?

Bang? Bang?

Halo?

Anak buahku sendiri menghunus pedang ke arahku.

Jika ingin melawan Ratna, kau bunuh kami dulu...

atau…

kami akan membunuhmu.

Maksudmu kita harus mengampuni dia?

Bukan itu.

Lepaskan dia dan kami akan masuk penjara.

Beritahu kami berapa banyak kebutuhan keluarganya.

Kami akan mengaturnya.

Biarkan keempat bajingan ini masuk penjara. Kita bisa membunuhnya kapan saja.

Aku tak percaya.

Kau pasti keliru.

Aku baru bisa berpikir jernih sekarang.

Coba hubungi Obu jika kau mau.

Dia akan menjawab.

Ya?

Panggil dia untuk makan siang.

Baiklah.

Orang-orang yang dipercaya ayahku ternyata yang membunuhnya.

Tapi tak akan kubiarkan hal itu terjadi padaku.

Karena kau menyukainya, aku telah membuat kari ikan.

Silakan makan sepuasnya.

Ratna.

Jangan salah paham denganku. Aku marah.

Ratna!

Lupakan masalah Yadu, Ratna.

Kami akan mengurusnya.

Dan kau harus waspada untuk beberapa hari ini, Ratna.

Tak ada yang bisa dipercaya.

Kami bertengkar dan mengambil inisiatif untuk kembali.

Kenapa kau tidak bicara?

Balas dendam di Lanka berlangsung selama sepuluh generasi.

Tapi cinta bertahan sampai mati...

dan bahkan setelah kematian.

Obu!

Ada apa?

Shivudu!

- Ratna, apa yang sudah kau lakukan? - Murthy!

Ratna! Apa yang sudah kau lakukan?

Beedi! Murthy!

Obu… Obu!

Apa yang terjadi, Pak?

- Ada apa, Pak? - Segera bawa mereka ke rumah sakit.

- Shivudu! - Buka matamu!

Shivudu, bangun.

Ayo cepat!

Obu!

Murthy, cepat bawa mereka!

Pak, Nyonya akan melahirkan. Tolong segera datang.

Cepat.

Bang,

apa yang terjadi pada ayahku dan yang lainnya?

Pak, ini perempuan.

Kau telah menjadi hebat.

Cukup hebat...

untuk membunuh temanmu sendiri.

Selama ini aku pikir diriku rendahan,

tetapi kau telah membungkuk lebih rendah dariku.

Bagaimana bisa kau lakukan ini pada anak buahmu sendiri?

Bujji, akan kujelaskan semuanya setelah sampai rumah.

Aku akan,

Bujji!

Bujji! Bujji!

Bujji!

Kau telah menjadi hebat.

Cukup hebat…

untuk membunuh temanmu sendiri.

Bujji!

Bujji, Bujji, Bujji!

Bujji…

Bujji, aku di sini!

Bujji.

Beedi!

- Beedi! - Pak?

Bawa bayinya.

- Jangan… - Pak!

Beedi!

Beedi!

Mengertilah.

Bujji!

Bujji!

Bujji!

Bujji, bangun!

Bujji! Bangun!

Bujji…

Persis seperti ini caramu berlari dan menggendongku saat...

- pertama kali kita bertemu, Ratna. - Bujji...

Bujji, tolong jangan katakan itu!

Itu semua bohong 'kan?

Jangan bicara seperti itu, Bujji!

Bujji!

- Tunggu. - Bujji.

Takkan ada yang terjadi padamu.

Bujji…

Bujji!

Aku tahu masa lalumu, Ratna.

Kau berpikir seluruh penduduk desa telah mengeroyok dan membunuh ayahmu.

Tapi...

Sebenarnya ayahmu memilih mati demi desa, Ratna.

Hidup ini tidak melulu tentang meraih, Ratna.

Sekali-kali memberi dan lihatlah.

Kau akan memahami kehidupan.

Bujji…

Berjanjilah padaku.

Bujji…

Dimana putraku?

Putramu meninggal.

Anak-anak Obu juga.

Putrimu selamat.

Jangan biarkan anak kita tumbuh bersamamu.

Mereka jangan sampai sepertimu

LAPAS PUSAT - RAJA MAHENDRA VARAM

Terjemahan: Gendrol89 https://subsource.net/u/1278503

Penjahat itu pantas dibunuh oleh pisauku, Obu!

RATNA

Apa kabar, Bujji?

Kau takut?

Bukan begitu cara ibu membesarkan aku.

Kau marah padaku?

Bertahun-tahun kau menolak bertemu.

Bukankah aku juga ingin bertemu?

Aku melakukan banyak dosa, Bujji.

Bahkan aku malu melihat diriku.

Aku telah banyak berbuat dosa.

Ibumu dan kamu menulis surat untukku 'kan?

Mungkin yang kau lihat hanya Abjad,

tapi aku bisa mendengar suaramu.

Aku ingin sekali bertemu denganmu.

Tapi kupikir keselamatanmu lebih penting.

Aku tak ingin bayanganku ada padamu, Bujji.

Dari semua orang di sekitarku,

siapa di antara mereka yang bahagia?

Kau kehilangan ibumu.

Kau dulunya punya kakak.

Ibumu…

Entah kenapa dia jatuh cinta padaku.

Dia memiliki kehidupan yang mewah.

Aku menyeretnya ke dalam hidupku dan...

Bujji-ku sangat berharga.

Bahkan sampai sekarang...

segera setelah kau melihatku,

Kau hanya bertanya apakah aku tak ingin bertemu denganmu.

Bujji, kau tak pernah bilang, "Sialan! Orang macam apa kau ini?"

Itu sudah cukup bagiku, Bujji.

Beban telah terangkat dari dadaku.

Orang tua biasanya ingin terlihat hebat di mata anak-anak mereka.

Mereka menyembunyikan kekurangannya.

Tapi kenapa kau pastikan aku tahu tentang setiap kesalahanmu?

Itu tidak perlu 'kan?

Ibumu...

Aku tak bisa sepenuhnya memahamimu.

Tapi pastikan bertemu anak-anak setelah mereka mengetahui segala tentangmu.

Berjanjilah padaku.

Bujji….

Aku ingin membesarkanmu jauh dari konflik-ku.

Tapi sekarang konflik telah mendekatimu.

Aku ingin kau tahu tentangku.

Kau tidak bertanggung jawab atas kematian anak-anak mereka.

Kenapa tidak memberi tahu mereka?

Ratna!

Istri Yadu memberi tahuku melalui telepon...

bahwa Chinnadora membunuh anak Obu.

Bunuh anak-anak itu.

Setelah itu Obu dan anak buahnya akan balas dendam dengan membunuh Ratna.

Jika hal ini sampai tersebar,

Istri Yadu khawatir Chinnadora akan balas dendam dengan menyakiti anaknya

Jika bilang aku bukan pembunuhnya, mereka akan bertanya siapa pelakunya.

Jika aku ungkapkan nama-namanya,

mereka akan membunuh anak itu dan masuk penjara.

Atau anak itu akan membunuh mereka dan menjadi Lanka Ratna yang lain.

Aku tak ingin kedua hal itu terjadi.

Amarah Godavari dan air mata pulau-pulau kecilnya...

biarkan berakhir denganku, Bujji.

Kau tak ingin orang lain berakhir sepertimu.

Di situlah kau telah menang, Ayah.

Waktu habis!

Sampai jumpa.

Jangan berharap untuk kembali ke tempat seperti ini, Bujji.

Bujji…

Bagaimana dia?

Lumayan.

Kalau Chinnadora dalang semua ini, kenapa Ayah mengampuninya, Bu?

Seseorang selalu mengubah sejarah

Praktik menggunakan pisau di Lanka dihentikan setelah Ratna

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.