Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PENGANTIN BARU
SELAMAT DATANG DI PERNIKAHAN KAMI
- Bersulang. - Bersulang.
Kau menyukainya?
Tentu saja. Terima kasih.
Tetapi aku sudah siapkan lebih banyak kejutan untukmu.
Tunggu.
Ada lagi? Kau bercanda?
Ada lagi.
Ta-ra!
Kanta!
Kanta!
Aku ada di mana?
Benz?
Benz?
Benz?
Benz!
Benz!
Kanta!
Benz!
Kau sudah periksa daerah ini?
Sudah periksa di semua tempat?
Ke balik gunung! Pergilah!
Kanta!
Kanta!
Pang?
Kanta!
Benz?
Benz?
Benz?
Kanta!
- Kanta! - Benz.
Kanta!
Kanta!
Kanta!
Tolong!
Tolong! Tolong aku!
Tolong!
Di mana aku?
Tolong aku.
Nn. Kanta.
Siapa di sana?
Aku tanya kau siapa.
Bagaimana kau tahu namaku?
Pikirkanlah.
Apa aku sudah mati?
Aku benar-benar sudah mati, 'kan?
Aku tidak mau mati.
Aku baru menikah satu hari.
Aku cinta Benz dan dia sangat mencintaiku,
dia tidak bisa hidup tanpaku. Kau mengerti?
Aku tidak mau mati!
Apa kau ingin kembali padanya?
Ya.
Aku mau.
Aku ingin kembali!
Di dunia zaman sekarang, orang tidak percaya cinta.
Tidak ada ikatan emosional.
Seks dianggap makanan.
Mereka makan ketika lapar.
Ganti restoran ketika bosan.
Hasilnya, indahnya cinta dirampas dari dunia.
Tetapi kau tidak.
Kau percaya cinta
dan menghargai cinta.
Lalu kenapa?
Kami akan memberimu misi.
Misi apa?
Misi apa? Beri tahu aku.
Kami ingin orang di dunia ini
menghargai cinta lagi sepertimu.
Bagaimana aku melakukannya setelah aku mati?
Jika kau selesaikan misi ini,
kau akan punya peluang hidup lagi.
Kau bisa melakukannya?
Karena kau sudah dipilih.
Kau percaya pada cinta.
Pria ini
menganggap seks sebagai mainan. Dia meniduri banyak orang.
- Tapi kami yakin dia salah satu… - Jangan bergerak.
…dari banyak orang yang bisa menghargai cinta lagi.
Tetapi seseorang harus memandu dia.
Kau pikir pria seperti dia
bisa menghargai cinta?
Tidak mungkin.
Jika kau bisa buat dia menghargai cinta lagi,
kau akan kembali pada orang yang kau cintai.
Bagaimana aku melakukannya?
Aku harus apa?
Tunggu.
Kau siapa?
Aku dewa cinta.
Kau harus buat Nonpawit kembali percaya pada cinta
di Hari Valentin ini,
karena hanya pada hari itu portal antara Surga dan Bumi terbuka
dan memungkinkanku mengirim kau kembali.
Ini hadiah untuk mereka yang percaya cinta.
Waktumu tiga bulan.
Tunggu sebentar.
- Aku harus apa? - Kau akan tahu.
Mulai sekarang, semua orang kecuali suamimu akan bisa melihatmu.
Dan awas,
jika kau coba beri tahu dia kau masih ada di sini,
kesepakatan kita akan batal.
Ini kamar siapa?
Bagaimana, Wanita Licik?
Di lantai?
- Hei! - Sial!
Ha?
Sedang apa kalian?
Katamu kau jomlo.
- Jomlo apanya? - Tunggu! Tenang, Kawan!
- Tenang! - Aduh!
Sudah berapa kali kau bertemu dia?
Aku pertama kali di sini.
- Aku tidak tanya kau, Bajingan! - Hentikan!
Nick.
- Hei! - Hentikan!
Ploy, kenapa kau lakukan ini?
Karena kau tidak pernah buat aku orgasme!
Tidak sekali pun kau buat aku mendesah!
Kau bodoh sekali! Idiot!
Apa yang akan kau lakukan? Kenapa aku tak boleh lakukan ini?
Jika kau tidak muncul, aku pasti sudah klimaks tiga kali, sial!
- Ploy! Akan kubunuh dia! - Tidak, Nick!
- Tidak! - Hei, hentikan!
Aku bisa melakukan itu?
- Mulai! - Sial!
- Mati kau! - Hei, Nick!
- Kembali ke sini! - Hei, berhenti, Nick!
- Sial, dia lolos! - Aduh!
Oh, sial!
Akan kutangkap kau!
Oh, sial. Kenapa sekarang?
Astaga! Kualitas tinggi juga.
- Hentikan! - Sial, keluar!
- Keluar, Bajingan. - Aduh.
Kau pria sialan. Aduh.
Sial!
- Keluar. - Astaga.
Sial! Bu, jangan lihat itu.
Ini akan mencakup semuanya, entah kau di dalam negeri…
Ayo bicara di luar.
Aduh.
Sial.
Ayo pergi, Bu. Bu?
Bu? Hirup ini.
Orang aneh!
Hei!
Kenapa kau tutupi? Lepaskan.
Timo, kau di mana? Pakai baju…
Anak aneh.
- Hei! Apa-apaan? - Kemarilah.
- Ha? - Ini.
Cepat, pakai baju.
Hei, cepat pakai baju. Itu cabul.
Bisakah kau berhenti jadi orang hina?
Tidakkah kau lihat masalah yang kau buat?
Apa? Bagaimana bisa aku orang hina?
Dapur di malam hari.
Kamar mandi di siang hari.
Dan kau baru saja tidur dengan pacar orang lain.
Hei!
Bagaimana bisa itu tidak hina?
Kau orang aneh, ya?
Kau suka lihat orang bercinta?
Kenapa kau lakukan ini?
Aku bukan orang aneh!
Aku baik dengan memperingatkanmu. Belajarlah mendengar.
Kau harus temui psikiater.
Mereka bisa membantumu. Ada perawatannya.
Pergilah untuk dirawat, lalu bantu masyarakat.
Hei!
Kau sebut itu menyetir?
Ha?
Ha? Keluar!
Hantu?
Apa-apaan?
Hei!
Dengarkan baik-baik.
Berhenti jadi manusia hina dan cari seseorang untuk dicintai.
Atau kau akan masuk ke dunia yang menyakitkan.
Mengerti?
Aku tanya apa kau mengerti.
Aku mengerti.
Nah, begitu.
PENJUALAN ASURANSI
Chuthamat! Kau capai kuota penjualan.
PEGAWAI - CHUTHAMAT, LALITA, SUNI
Suni!
Bagus sekali. Istimewa.
ASURANSI THAI THANAWAT
Lalita!
Lagi?
Kali ini, apa alasanmu?
Itu bukan alasan, tetapi dia pingsan
setelah lihat pria telanjang. Dia terkejut.
Dan untuk menjual padanya di ICU…
- Itu agak terlalu kejam. - Kenapa kau tak dapat kesepakatannya?
- Sebelum dia kaget! - Bagaimana aku bisa tahu?
Akan ada pria telanjang dan dia akan kaget?
Itu kecelakaan.
Kurasa tidak.
Kau tidak mencapai kuota
karena terlalu sibuk mengurus keponakanmu!
Bisakah tetap bahas pekerjaan? Itu terlalu pribadi.
Aku bicarakan pekerjaan!
Akan kubiarkan kau pilih
antara tetap bekerja di sini
dan tinggal di rumah dengan keponakanmu.
Dengan begitu, kau akan punya waktu pribadi.
Tik-tok.
Bedebah!
Turbo, ayo pulang.
KOH KOOD, KOH MAK
KOH CHANG
KOH KOOD
Benz…
Istirahatlah.
Kau bisa pingsan.
Aku baik-baik saja. Aku masih di sini.
KOH RONG
Benz!
Pang!
Bukankah sudah kubilang
jangan biarkan suamimu tahu kau masih di sini?
Apa? Aku belum lakukan apa pun.
- Aku hanya mau beri tahu Pang… - Kau akan beri tahu dia.
Bilang, "Pang, aku masih hidup, tetapi kau tidak bisa beri tahu Benz
karena aku buat kesepakatan dengan dewa." Betul?
Kau tidak bisa beri tahu orang dekatmu, atau suamimu akan tahu kau masih hidup.
Oke.
Bagaimana?
Mau lanjutkan?
Ya!
Tentu saja!
Hei!
Apa aku harus pakai ini selama tiga bulan ke depan?
Apa pun yang ingin kau pakai…
bayangkan saja.
Ya.
Halo.
Yang biasa, besar dengan harga yang kecil.
Lao!
Kemari.
Makanlah.
Ini.
AON
BAR LOVE AT FIRST SIP
- Oh, Non. - Hei. Kau baik?
Makin hari, kau makin manis.
- Oh, halo. - Hai.
- Hei. - Hei.
Nikmatilah.
Non?
Berhenti beli cumi-cumi dari toko itu.
Rasanya seperti makan permen karet.
Kau akan memakannya?
Ya.
Hei, mana cocolannya?
Di lantai bawah. Ambil sendiri. Kau harus lebih banyak jalan.
Astaga, kau hanya pedulikan jus wanita.
Namanya cocolan.
- Apa pesanannya? - Margarita.
Aduh, maaf.
Maaf.
Kau keberatan aku bilang aku sangat suka padamu?
Kau suka aku?
Kau sungguh suka aku?
Hei.
Aku ke sini cari kerja.
Ada iklan di situs webmu.
Kau sudah pekerjakan seseorang?
Benar.
- Pekerjaan itu. - Ya.
Ya, masuklah.
Ayo masuk.
Non, ada yang datang cari kerja.
Pekerjakan dia. Aku suka dia. Kemarilah.
Hei, ini Non, pemiliknya.
- Aduh. - Hei.
Maaf.
- Apa itu tadi? - Kakiku.
Kakiku.
- Kau orang aneh. - Tidak, itu kakiku.
Tunggu.
Hei, Nona!
Kembalilah untuk pekerjaan ini!
Halo, Sayang.
Kukira kau lupa ulang tahunku.
Ini ulang tahunmu. Bagaimana bisa lupa, Bonus?
- Aku rindu padamu. - Aku juga rindu padamu.
Halo.
Ada apa, Sayang?
Bukan apa-apa, Sayang.
Ada apa, Sayang?
Tak ada apa-apa, Sayang.
Kemari.
Kemari.
Aduh! Kau wanita gila, lepas!
Sudah kubilang cari seseorang untuk dicintai.
Kenapa belum kau lakukan?
Kenapa harus kulakukan? Ha?
Berbuatlah gila di tempat lain. Pergi.
- Hei. - Keluar.
Hei!
Jadi, kau tidak akan melakukannya?
Kenapa aku harus lakukan itu?
Ini hidupku. Ini penisku.
Baiklah. Kalau begitu, kau takkan bisa buat itu bangun sampai kau jatuh cinta.
Apa-apaan?
Apa yang kau tunjuk? Keluar, Wanita Gila. Aneh.
Hei!
Aku bercinta dengan siapa itu urusanku!
Aku kembali, Sayang.
Apa dia pegawai barumu?
Dia tidak sopan. Aku tidak suka itu.
Hanya wanita gila. Ayo lanjutkan.
Ayo, Sayang.
Oke.
Oke.
Apa-apaan?
Hei.
DEPARTEMEN UROLOGI (KOMPETENSI SEKSUAL)
Kau bisa melakukannya.
Terima kasih.
Tn. Nonpawit, silakan masuk ruang pemeriksaan!
Ya, aku Non.
Silakan masuk ruang periksa.
- Sial. - Hasil tes darahmu normal.
Penyebabnya bukan kekurangan hormon.
Aku curiga ada infeksi saraf pada penismu.
- Karena penggunaan berlebihan. - Hei.
Atau itu karma karena menyakiti orang lain.
Nona, boleh aku bicara berdua dengan dokter? Terima kasih.
Dream, kita sudah bahas bahwa kita tidak serius satu sama lain.
Kau bisa sebut aku apa pun,
tetapi harus bantu aku. Aku mau sembuh. Aku bisa sembuh, 'kan?
Bisa aku lakukan pemeriksaan menyeluruh lagi?
Ya, tentu bisa. Tentu saja.
Aku akan pakai kasusmu sebagai studi kasus.
Baik, Dream.
Selama kau sembuhkan aku, akan kuberikan apa pun.
Hei, Dream. Tunggu sebentar.
- Cepat. - Apa ini?
Hei, astaga.
Coba diagnosis penyebab
disfungsi ereksi ini. Silakan.
Permisi.
Apa?
Mungkin ini akibat kerusakan saraf,
- karena sama sekali tidak bergerak. - Benar.
- Oh, benar. - Ya, hanya tergeletak di sana.
- Oh. - Aneh sekali.
Tetapi dia masih muda.
Kurasa itu bukan karena kecelakaan.
Mungkin karena penyakit yang mendasarinya.
Mungkin itu psikosomatik.
Kasus ini harus dipelajari, Dokter.
Apa dia minum obat?
Hei!
Pasti karena ini.
Dia gila.
Ini… Aku serius. Dia gila.
- Apa penyebabnya? - Bukan itu.
- Ini dia. - Aku tidak gila.
Hei, jangan pegang!
- Ya, ini pasti kegilaan. - Dia pasti gila.
- Pasti itu sebabnya. - Astaga.
Jangan ganggu aku. Kenapa kau melecehkanku?
Pergi.
Jangan coba disembuhkan. Itu tidak bisa disembuhkan.
Jadi, aku tak bisa terangsang karena ucapanmu?
Aku tak peduli siapa yang percaya. Aku sama sekali tak percaya.
Hei!
Hei!
Sial! Hei!
Sial.
Sekarang percaya?
Apa kau hantu?
Aku bukan hantu.
Hei?
Hei!
- Sial. - Sial apanya?
Astaga.
Ha? Dan aku harus buat pria sepertimu
jatuh cinta sebelum Hari Valentin.
Paham?
Jadi, jika kau mau itu bangun lagi,
cari orang untuk dicintai.
Seperti yang pernah kau lakukan.
Kau sudah lihat, Bu? Aku kirim uang.
Ya. Aduh.
Aku bisa lalui bulan ini. Aku baik. Jangan khawatir.
Ya.
Itu saja.
Ya, aku harus pergi. Kami sedang makan malam.
- Kau bisa melaluinya. - Sial!
Lalu kenapa kau menunda bayar sewa?
Bu, halo.
Kate.
Membalas orang tua itu mengagumkan,
tetapi kau juga harus lihat kemampuanmu.
Pagi ini,
ada motor muncul di gerbangmu
beberapa kali.
Berapa yang kau pinjam?
Yah…
Aku pasti punya cukup uang untuk membayarmu akhir bulan ini.
Kau yakin?
Tolong rawat rumahku.
Baik.
Ayo makan.
Bulan depan, aku akan ajak kau makan shabu-shabu.
Tidak apa, Bibi Kate. Aku akan makan apa pun.
SAWANGROTCHANA SATTAHIP
Kawan!
Kau temukan sesuatu?
Belum ada.
Kau sungguh belum temukan apa pun?
Hei, Prayut, Prawit! Tetap di dekat bebatuan itu!
Kupikir aku lihat mayat. Terbang lebih rendah!
Bisa kau perbesar?
Drone itu harus lebih rendah.
Lebih rendah.
Itukah?
Hei, lebih rendah lagi.
Itu boneka seks, bukan manusia.
Astaga, orang bodoh mana yang buang boneka seks di sana?
Itu punyamu, 'kan?
Ya.
Kami permisi.
Hei, kita sudahi hari ini!
Jangan menyerah dahulu.
Aku yakin Kanta akan kembali.
Dia sangat mencintaimu.
Dia akan temukan cara kembali padamu.
Percayalah padaku.
Jangan menyerah.
BAR LOVE AT FIRST SIP
Ayolah.
Bergeraklah sedikit.
Sial.
Astaga, dasar bodoh.
Kenapa minum jam begini?
Kita mau buka.
Hei, itu miras, bukan susu.
Hati-hati. Jika kau terlalu menggilai wanita, barmu akan hancur.
- Hai. - Aduh.
Aku putuskan kerja di sini.
Karena aku ingin di dekatmu.
Kau sungguh ingin ada di dekatku?
- Ingin di dekatku? - Hei.
Itu terlalu dekat.
Maaf.
Ayo masuk. Ayo.
Ayo masuk. Ayo.
Silakan masuk.
Ayo. Non! Bangun.
Bodoh, bangun. Berhenti minum.
Tidak perlu wawancara. Dia lulus. Aku setuju.
Apa kau gila? Bagaimana kita tahu dia cakap?
Duh.
Apa aku akan mendaftar jika tidak cakap?
Tidak, kembali besok. Hari ini, suasana hatiku buruk.
- Tidak… - Belajar hargai waktu orang.
Siapa dia, Non?
Kupikir kau harus pekerjakan dia.
Agar dia bisa bantu kau atur waktu,
karena kau akan sangat sibuk.
Aku setuju.
Non, siapa dia?
Suaranya tidak seperti pacar kencanmu. Lebih mirip ibumu.
Kerabat, bukan ibunya.
Sial. Dia dengar aku berbisik.
Jangan mengacau dengannya.
- Dia perundung. - Sungguh?
Tetapi mulai sekarang,
aku akan awasi perilakunya seperti ibunya.
Hei, jadi, aku harus jatuh cinta agar bisa terangsang lagi?
Ya.
Bagaimana?
Kak Non!
Yang ini?
Ini orangnya. Dia cocok denganku dalam hal apa pun.
Bersiap kembali ke rumah hantu mana pun asalmu.
Kau suka baju ini?
Ini yang terbaik.
Aku cinta padamu.
Aku cinta padamu.
Aku sangat cinta padamu.
Masih malu.
- Ya. - Ah, aku cinta kau.
Aku cinta padamu.
Aku cinta padamu. Aku sangat cinta padamu.
Aku sangat cinta padamu.
Dasar nakal! Kau sebut ini cinta?
Benz?
Benz? Ini barnya.
BAR LOVE AT FIRST SIP
Benz?
Coba koktail mereka, dan lihat apakah kau suka.
Kalau suka, aku akan kembali dan buat kesepakatan, oke?
Baiklah.
Tetapi aku perlu jemput klien tur Jepangku dari bandara lebih dahulu.
Jangan jadi kucing saat aku kembali.
Kucing apa?
Kucing mabuk, apa lagi?
Aku akan kembali.
Kak, jangan…
Jangan menangisi pria mengerikan itu.
Dia tidak sepadan.
Sudah cukup buruk dia buat kau bohong bahwa kau kerabatnya.
Lupakan dia. Cari pria lain.
Wanita cantik sepertimu akan temukan yang lebih baik.
Astaga, aku tidak menangisi Non itu.
Oh?
Lupakan.
Bantu aku?
- Aduh. - Ini.
Apa?
Temanku di sebelah sana sekarang sangat sedih.
Kau bisa bantu hibur dia?
Lihat dia. Dia sedih sekali.
Astaga, Kak, hiburlah sendiri. Pergilah.
Tidak, aku tak bisa. Kami bertengkar.
Tolong, kumohon padamu.
Lihat dia. Dia sedih sekali.
Kumohon.
Aku tidak tahu dia sedih soal apa. Bagaimana aku akan hibur dia?
Bartender!
Ayolah.
Aku mau ini satu lagi.
- Aku harus apa? - Oke!
- Hei, aku tahu. - Apa?
"Aku tidak tahu apa yang membuatmu sedih.
Tetapi jangan menyerah.
Selalu ada harapan.
Tolong tetap bertahan."
"Tetap bertahan". Oke.
Yah…
Aku tidak tahu apa yang membuatmu sedih…
tetapi…
tolong jangan menyerah.
Selalu ada harapan.
Tetap bertahan.
TAKSI - METER
Wajahmu merah sekali seperti mau pecah, Benz.
Kau tidak apa?
Kita belum sampai?
Kau tidak apa?
Kenapa minum banyak sekali? Kau tidak tahan alkohol.
Kanta.
Jangan mati.
Aku cinta padamu.
Aduh!
Maaf.
Ada yang salah?
Aduh.
Aku jatuhkan ponselku.
Aku cari di mana-mana.
Tidak ada yang salah.
- Kita sampai. - Ya, Pak.
Kau tak apa?
Keluar sekarang, dasar hantu jahat!
Akan kutangkap kau. Akan kuburu kau.
Di mana kau?
Dasar jalang! Keluar!
Hari ini, akan aku buru kau!
Di mana kau? Keluar!
Keluar! Di mana kau?
Kenapa?
Kenapa memanggilku?
Aku hanya memanggilmu.
Katamu, ini akan bangun lagi jika aku jatuh cinta.
Kau terus bilang, "Aku cinta padamu", padanya.
Kau bodoh atau apa?
Kau sebut itu cinta?
Pikirmu seks oral itu cinta?
Apa salahnya aku tidak cinta siapa pun?
Ini hidupku. Ini penisku.
Pikirmu aku ingin mengacaukan hidupmu?
Sudah kubilang aku ditugaskan untuk itu.
Jadi, apa masalahmu?
Kau pernah mencintai seseorang, 'kan?
Melakukannya lagi akan membunuhmu?
Tidak semudah itu!
Apa kau tahu aku tumbuh di keluarga macam apa?
Saat aku kecil,
orang tuaku berkelahi.
Ayah suruh Ibu cari suami baru.
Ibu suruh Ayah cari istri baru.
Aku berdiri di sana.
Mereka tidak pedulikan aku.
Tetapi setelah itu…
aku masih percaya cinta.
Dan aku punya tujuan
untuk tidak pernah perlakukan cinta seperti orang tuaku.
Aku pernah mencintai seorang gadis.
Aku sangat cinta dia.
Aku beri dia segalanya.
Setelah lima tahun berpacaran,
aku menabung untuk pergi ke Inggris
demi memberi kejutan pada hari jadi kami yang kelima.
SELAMAT HARI JADI KELIMA
Pintunya dibuka, dan aku lihat pria
hanya pakai handuk
bersamanya di apartemennya.
Non! Tenanglah!
- Lepaskan aku! - Tenang!
Bodoh! Tenang, Bajingan!
Menurutmu bagaimana perasaanku?
- Apa karena itu semua… - Itu belum semua.
Setelah putus dengan Mind,
aku coba membuka hatiku,
tetapi tidak bisa melupakannya.
Aku takut meski hanya melihat dia melihat pria lain.
Aku coba melupakan Mind,
tetapi tidak bisa.
Aku mabuk tiap hari
agar tidak memikirkan Mind.
Tidak mudah bagiku untuk hidup dengan itu.
Hei, aku bisa mengerti dirimu.
Tunggu sebentar.
Jika kau mengerti aku,
buat penisku berfungsi lagi.
Jika kau lakukan itu,
aku akan temukan cinta dengan caraku.
Baiklah. Baik.
Akan kulakukan.
Aku perintahkan kau berfungsi lagi…
sekarang.
Hei.
Hei, itu mungkin berhasil.
- Cobalah. Pergi. - Ya?
- Pergi. - Hei, aku ikut.
Aku juga mau lihat.
Itu tidak berfungsi, karena aku tidak bilang "penis".
Penis.
Tidak mau mengeras.
Aku mengerti.
Aku tidak sebut namamu.
Penis Nonpawit, kuperintahkan kau berfungsi lagi!
Sial.
- Aku tahu kenapa… - Kau tahu segalanya!
Kau tahu segalanya, tetapi tetap gagal.
Tidak keras. Tidakkah kau lihat? Sudah berapa kali?
Sampai jumpa di rumahmu. Aku akan ke sana.
Pak, kenapa aku tidak bisa buat penisnya berfungsi lagi?
Begitu kau mengutuk seseorang,
kau tidak akan bisa mengangkatnya.
Satu-satunya cara agar penis Nonpawit bisa berfungsi lagi
adalah jika dia sudah jatuh cinta sesuai syarat yang kau sebut.
Eh?
Kenapa berbeda dari saat aku bisa perintahkan orang berhenti?
- Atau berjalan? Aku… - Kau tidak buat syarat.
Tetapi saat mengutuk Nonpawit, kau bilang,
"Mulai sekarang, kau tidak akan bisa buat ini bangun
sampai kau jatuh cinta."
Sial.
Gawat. Bisa…
- Bisa bantu? Aku tak tahu. - Sebelum pakai kekuatanmu, berhenti.
Pikirkan konsekuensinya.
Sial, aku akan dimarahi.
Ha? Jadi, maksudmu
jika aku tidak jatuh cinta lagi, penisku takkan pernah berfungsi lagi?
- Ya? - Ya.
- Ya? - Ya.
Apa-apaan? Ini urusan serius!
Tenang. Hei, tenang.
Jangan lakukan itu. Tenang.
Dengarkan aku. Ya.
Kau pria tampan.
Kau cakap dan baik.
Tidak sulit untuk pria sepertimu temukan cinta. Percaya aku.
Dan cintamu berikutnya akan baik,
karena aku ada di sini. Aku akan membantumu.
Astaga.
Hei, Non.
Kenapa telat sekali? Acaranya sudah dimulai.
Bagaimana jika mereka tak pekerjakan kau lain kali?
Astaga, aku sudah di sini.
TUNJUKKAN KULITMU
AKU SUKA SEKALI. KEREN. SANGAT MENARIK.
KAU SUDAH ADA YANG PUNYA? HATIKU TIDAK TAHAN.
Jangan lupa tekan tombol ikuti
karena aku akan beri berita terkini tentang semuanya.
Cukup untuk hari ini.
Dadah.
- Sudah oke? - Ya.
Bagus.
Margarita Tommy.
Aku tidak pesan itu.
Aku buatkan untukmu.
Aku tadi melihatmu menari, dan kupikir minuman ini
akan menyegarkanmu.
Terima kasih.
Selamat menikmati.
Wow, kau tampak berseri.
Bercinta dengan seseorang di toilet?
Hei, kembali kerja.
Pesan satu Margarita.
Non.
Kumohon padamu.
Dengan rendah hati, kumohon.
- Tolong, kumohon padamu. - Hei!
- Kasihanilah. - Hei, kau!
Aku akan berusaha dan buat diriku mencintai Toon secepatnya
agar kau bisa kembali ke surgamu secepat mungkin, oke?
TETAPI
CASANOVA INI PUNYA BANYAK PILIHAN
Non.
SATU, MANTANNYA
Aku tahu kau masih marah,
tetapi aku ingin bertemu kau.
Tidak ada yang ingin kubicarakan denganmu.
DUA, WANITA PANGGILANNYA
TIGA, GADIS SEBELAH RUMAH
Kau bisa bilang apa adanya.
Kau sedang apa?
Kenapa kau tidak memikat dia dan buat dia jatuh cinta?
Tetapi aku tidak bisa kendalikan masalah hati.
Matilah aku!
Terjemahan subtitle oleh Nur Cholis
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.