All language subtitles for My Zombabe 2024-engcp

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (SoranĂ®)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Yasmine!

Yasmine!

Yasmine!

Yasmine!

Yasmine!

Yasmine!

Yasmine!

Yasmine!

Yasmine!

Yasmine!

Yasmine!

Pong! Tenang. Tenang, ya?

Tarik napas. Embuskan.

- Yasmine? - Kau bisa pingsan.

Yasmine? Di mana Yasmine?

Yasmine?

Yasmine!

Dia sudah tak di sini.

Gohan, apa aku bermimpi?

Ya, apa lagi?

Aku amat merindukannya.

Bagaimana bisa tidak?

Hingga kini…

Kau masih menyimpan ini di bantal!

- Ini yang seharusnya kau lakukan! - Hei! Jangan!

Ini mulai memburuk, Pong.

Dia menyakitimu. Dia menipumu.

Kita berisiko dimakan zombi, Pong!

Apa kau hanya bisa memikirkannya?

Jangan bilang kau masih…

Bahkan di dalam bantalmu?

Ayolah, Pong.

Jika aku melupakan wanita ini, apa artinya melanjutkan hidupku?

Terserah, lakukan sesukamu.

Ayo. Kapten mencari kita.

Kita akan terlambat.

- Cepat, Pong! Cepat! - Sebentar. Tunggu aku!

Memanggil untuk zumba pagi.

Kita dalam masalah karena mimpimu.

- Tunggu aku! - Cepat!

- Aduh! - Kubilang tunggu aku!

Cepat, Pong!

- Kenapa kalian terlambat? - Maaf.

Lanjutkan! Terus menari!

Awasi temanmu.

Orang yang terinfeksi, cenderung lupa langkah tariannya.

Berhenti!

Ahmed, kau tampak pucat.

Pak?

Yah…

Sabun pepaya efektif.

Benar. Populer belakangan ini.

Ahmed, kau adalah penari terbaik sejak kita memulai ini.

Kenapa ada kesalahan?

Kapten, ini ulang tahun pernikahan kami, jadi dia kurang tidur.

- Ya. - Selamat ulang tahun!

Dia kelelahan karena semalam.

Kelelahan? Kau sudah mengatakannya tiga hari ini!

Aku harus memaksamu agar bawa dia keluar!

Kapten, mungkin dia kelelahan karena menari.

Kita menari setiap hari.

Apa ini efektif, Kapten?

Kau mengeluh, Gusting?

Tidak, Kapten. Mungkin ada cara lain?

Kau saja yang jadi kapten!

Karena kau tahu banyak.

Ayo menari!

Ya, ayo menari!

Hentikan!

- Apa? - Hentikan!

Aduh!

Aduh. Sakit.

- Sakit? - Ahmed, katakan itu sakit.

Sakit.

Benarkah? Atau tak terasa?

Kapten…

Kapten.

Pejamkan mata.

Kapten, dia hanya mabuk.

- Dia mabuk. - Pejamkan mata!

- Apa? - Kapten!

Jijik!

Apa kau cuci tangan? Bau.

Baunya seperti kayu busuk.

Ahmed? Ahmed.

Apa kau mencium bau kentut Kapten? Ahmed.

Apa kau mencium bau kentut Kapten?

Ahmed, kumohon. Apa kau mencium bau kentut Kapten?

Kumohon.

Baunya seperti telur busuk.

Atau seperti ikan fermentasi.

Baunya seperti saus ikan?

Kumohon, katakan apa yang kau cium.

Apa yang kau cium, Ahmed? Kumohon.

Hentikan, Marisol.

Kapten, kumohon, jangan.

Kubilang hentikan.

Kapten!

Kapten, jangan! Kumohon, Kapten!

Kumohon, Kapten!

Kapten!

Kapten. Tunggu.

- Kapten! - Apa itu?

Ahmed! Kumohon.

Ahmed. Kumohon.

Apa kau ingat lagu kita? Kumohon!

Ayo nyanyikan lagu kita. Ya?

Ayo nyanyikan, ya?

Kumohon.

Hatiku masih memanggilmu

Meski aku berpura-pura

Aku tak bisa sembunyikan hangat pelukanmu

Memanggilmu

Kumohon.

Pa…

Pa…

- Lihat? Dia baik-baik saja. - Ayo! Bernyanyi!

Ayo, lagi.

Pa…

Pa…

Pa…

- Ahmed, tunggu! - Marisol! Minggir!

Jangan bersuara.

Ahmed akan diapakan?

- Ahmed! - Lari!

Kubilang minggir!

Jangan bersuara.

- Kubilang jangan bersuara. - Apa tindakan mereka?

Kubilang jangan bersuara!

Mari kita berdoa.

Untuk saudara dan saudari kita, Ahmed dan Marisol.

Mari kita serahkan kepada Tuhan, jiwa mereka

dan kenangan mereka.

Biar suara kita mencapai surga.

Ahmed dan Marisol,

kalian akan dikenang.

- Dalam hatiku. - Dalam hatiku.

Ahmed dan Marisol, apa yang menimpa kalian…

Kalian akan dikenang.

- Dalam hatiku. - Dalam hatiku.

Dalam nama Bapa,

Putra,

dan Roh Kudus.

- Ahmed! - Amin.

- Ahmed apa? Amin! - Maksudku amin.

Amin.

Aku bahkan tak ragu

saat akan kehilangan istriku, Fely.

Namun, itu yang terbaik bagi semuanya.

Memang tak mudah.

Namun, tak ada pilihan lain.

Kini yang penting bagiku adalah kalian. Kita.

Hanya sedikit dari kita yang masih hidup dan bisa diselamatkan.

Itu sebabnya kuperingatkan kalian. Sial!

Kalian hanya perlu mengikuti aturan kita

untuk satu sama lain.

Hanya yang kuat akan bertahan.

Begitu aku menemukan salah satu dari kalian terinfeksi virus,

aku tak akan ragu untuk mengulangi ini.

Apa kalian paham?

- Ya, Kapten. - Ya.

Dasar bodoh.

Jangan lakukan itu.

Tunjukkan hormat.

Ahmed dan Sol baru meninggal.

Pong, jika aku selalu serius, aku bisa gila.

Sudah tak ada rumah sakit jiwa.

Kau akan bawa aku ke mana?

Ayolah, maaf.

Berandal.

Kenapa taruh itu di kuburan mereka?

Aku bicara kepada Sol.

Saat kiamat ini terjadi,

dia bilang

aku harus menaruh foto-foto ini di makam mereka

jika ini menimpa mereka.

Kau seharusnya taruh itu juga.

CINTA YASMINE

Bagaimana denganmu?

Apa kau tak sedih?

Dunia berakhir.

- Kau tak pernah punya kekasih? - Jijik.

Kenapa kau tanya hal pribadi?

Entahlah.

Bagaimana denganmu?

Apa kau tak sedih dunia berakhir?

Namun, kau masih mencintai gadis yang salah?

Hei! Hentikan itu.

Yasmine bukan orang yang salah.

Dia hal terbaik yang pernah hadir di hidupku.

Dia merusak otakmu.

Aku muak bicara denganmu.

Tidurlah.

Terserah.

- Hai! - Hai!

Kenapa berhenti?

Aku suka permainanmu.

Benarkah?

Namun, aku suka suaramu!

Merci beaucoup.

- Resepmu? - Bodoh.

Merci beaucoup!

Itu "terima kasih" dalam bahasa Prancis.

"Prancis"?

Tentu! Apa kau yakin?

Apa?

Seperti katamu, teman.

Teman.

Bodoh.

Mari berpura-pura begitu.

Apa?

Aku kemari karena ingin dengar…

- suara indahmu. - Apa? Aku malu.

- Jangan malu! - Aku sangat malu.

Jangan…

Aku malu.

Tunggu, kenapa suaramu begitu indah?

Bagaimana kau tahu lagu itu? Aku belum selesai menulisnya.

Aku merasa seharusnya begitu.

Nadanya naik, lalu turun. Bagus, bukan?

Cobalah!

Suaramu luar biasa.

Sangat tepat.

Bagaimana tadi?

Sekali lagi?

Bodoh.

- Kenapa sendirian? - Kau yakin aku sendiri?

Kenapa?

Aku sendirian. Tidak, kau di sini.

Dari mana asalmu?

Kau ingin tahu bagaimana aku kemari?

Aku naik bus. Lalu bus menyala.

Berjalan hingga akhir perjalanan.

Kubilang, "Aku akan tinggal di sana."

Jadi, aku tetap di bus.

Lalu aku turun. Ada sopir bajaj.

Kubilang kepada sopirnya,

"Turunkan aku di dekat pantai, aku ingin tinggal di sana."

Kini aku di sini. Kau di sini.

Kini kita bersama.

Jadi, halo! Hai!

Hai!

Je m'appelle, Yasmine.

Apa "gumamel"?

Hei.

"Je m'appelle" artinya "Namaku adalah Yasmine."

Yasmine! Hai, Yasmine!

Pong.

Hei.

Apa kau mencari tempat tinggal?

Kenapa?

Aku tahu sebuah tempat.

Di mana?

Dalam hatiku.

Kita baru bertemu dan kau menggodaku?

- Tidak, sungguh ada… - Sudah habis.

Di sana!

RESOR DALAM HATIKU

Itu resor kami. Tempatku bekerja.

Kau sangat imut.

Terima kasih.

Selamat datang.

Aku belum tertawa sejak…

Sejak beberapa hari!

Terima kasih, Bong.

- Pong! - Jhong.

- Namaku Pong. - Vhong?

- Pong! - Vice?

Anne?

- Karylle! - Bersulang!

Ayo menyanyi lagi.

Kau konyol.

Apa itu?

Kapten, aku…

Aku digigit semut. Aduh!

Sedang apa kau di sini?

Hanya mencari angin.

Sebaiknya kau tidur, Pong. Atau kau akan diserang.

Ya, Kapten.

Ayo selesaikan ini. Tak akan lama.

Kau dahulu.

Pong! Saudaraku, kakakku.

Ada apa denganmu? Kau digigit? Pong?

Tenang. Berhenti berteriak.

- Aku tak apa-apa. - Baiklah.

Gohan, tolong aku.

Dengan apa?

Berhenti bicara.

- Apa yang kita lakukan? - Tolong aku.

- Kenapa kita menggali, Pong? - Diam.

Apa?

Astaga!

Pong, apa yang kita lakukan?

Pong?

Pong, apa kau yakin soal ini?

Kita akan membawanya pulang?

Pong, dia bukan lagi manusia.

Bagaimana dia bisa di sini?

Astaga, Pong.

Di mana kau menemukannya?

Kau mungkin membangunkannya. Ayo bantu. Dia menyedihkan.

- Apa kau si pangeran tampan? - Dia cantik. Aku hanya menolong.

Ini, tutupi dia.

Dadanya terbuka.

Di depan matamu.

Hei!

- Sudah larut! - Hei!

Memang sudah larut.

- Aduh! - Semua orang tidur, diam!

Jadi, itu salahku?

Aduh.

Serius, Gohan.

Suaranya luar biasa.

Tadi, aku sedang bermain gitar, dia menyanyikan melodinya.

- Kukira dia putri duyung. - Lebih seperti ikan paus!

Kubilang jangan berisik!

- Maaf. - Dia minta aku melanjutkan.

Ini pertama kalinya kudengar nyanyian seperti itu.

Rasanya menyenangkan.

Namun, Pong. Pong!

- Apa? - Kau tahu apa kata orang?

Mereka yang menyanyikan melodi terindah

akan meninggalkanmu dengan kenangan tersedih.

Keren!

Keren mukamu!

Jangan merusak suasana!

- Kenapa kau amat membenciku? - Tidurlah.

Baiklah!

Yasmine.

Jangan berisik.

Berbahaya jika mereka dengar.

Siapa kau?

Dia masih bisa bicara! Dia masih manusia!

Pong, ayolah.

Gohan, kumohon. Hanya kali ini, tolong.

Jika Kapten tahu, kita akan dibunuh.

Aku tahu! Itu masalahnya!

Pong, kumohon. Astaga!

- Dari yang kudengar, Gusting… - Ya?

Dia suka berjalan-jalan saat malam!

Kini lihat dia.

Itu artinya ada zombi berkeliaran di sekitar sini.

Kuharap mereka menangkap dan membunuhnya, atau kita akan jadi korban.

Astaga!

Kurasa salah satu dari kita menyembunyikan zombi.

Itu sebabnya!

Kenapa tak melaporkannya, Pong?

Jika kita laporkan,

kita akan dibunuh.

Bagaimana dengan orang yang tak melaporkanmu?

Mereka dibunuh juga. Benar, bukan?

Apa kau tak penasaran?

Bagaimana Ahmed menjadi zombi?

Bagaimana dengan Pak Gusting?

Coba pikirkan.

Artinya ada zombi menggigit mereka, bukan?

Siapa lagi pelakunya, Pong?

Siapa lagi?

Diam.

- Sedang apa kau? - Coba pikir.

Jika dia memang makan daging manusia,

saat aku membuka mulutnya,

seharusnya ada daging di sana.

Dari situ kita bisa tahu.

Benar.

Apa ini? Gantungan kunci?

Itu Metalhead milik Yasmine.

Peterseli?

Vegetarian!

Kaleng?

Yasmine! Kau bangun!

Ini. Ayo makan.

Siapa kau?

Siapa kau?

Maaf, aku tak ingat apa pun.

Tak apa, Yasmine.

Yang penting kau ingat yang perlu diingat.

Namaku Pong.

- Ini saudaraku… - Saudari!

Ya, saudariku. Gohan.

Ya.

Ayo makan.

Buka mulut!

Astaga. Buka mulut?

Memang dia bayi?

Bayi zombi?

Apa? Ada apa denganmu?

Aku ingat sekarang. Dia tak suka ikan.

Tunggu di sini, Yasmine.

- Permisi? - Apa?

Aku ingin cari daging. Dia tak makan ikan.

Kita hanya punya ikan. Apa masalahnya?

Dia tak suka. Dia suka kilawin.

Tidak, jika kau pergi, aku ikut.

- Gohan! - Bawa aku!

- Gohan! - Bawa aku!

Ayolah! Bawa aku!

- Gohan. - Apa?

Pong, aku takut.

Jangan takut.

Apa yang kita lakukan?

Pong?

Kau ingat terakhir kali kita lakukan ini?

Lakukan apa?

Saat aku bilang ingin makan kilawin?

Kau bilang kepadaku,

"Ayo, Gohan, mari berburu kambing."

Apa kau ingat, Pong?

Aku tak ingat.

- Kau tahu kenapa? - Kenapa?

Karena kau tak pernah melakukannya.

Tak pernah untukku.

Kini…

Seperti…

Kau rela melakukan apa saja demi memberi wanita itu makan.

Kau pecundang, ya?

Sulit dipercaya.

- Kau dengar itu? - Apa?

Bagaimana jika itu zombi?

Diam!

Maaf.

Aku takut, Pong!

Ini dia.

- Di sana. - Ini dia.

Kau terlalu lama.

Tunggu. Aku tembak.

Lari!

Pong!

Kemari.

Yasmine. Makanlah.

Enak?

Sialan, ini lezat!

Apa namanya?

Apa? Yah…

Kinilaw.

Ini kinilaw?

Yang pakai cuka?

Kinilaw yang dibuat dengan cinta.

Cinta? Langsung, Pong?

Maaf merepotkanmu.

Namun, terima kasih banyak.

- Karena aku boleh tinggal di sini. - Tak apa.

Kami menerima wisatawan, jangan cemas.

Namun, aku tak punya uang.

Tak apa. Aku akan tangani.

Boleh tanya sesuatu?

Kenapa kau kemari?

Tak ada. Aku hanya ingin…

pergi.

Ke suatu tempat di mana tak ada yang mengenalku.

Kau paham? Waktu menyendiri.

Aku paham.

Baiklah.

Selagi melakukannya, kau bisa tinggal di sini.

Jadi?

Apa kau menyukainya?

Ini enak.

Apa kau dengar?

Itu enak.

Artinya dia masih ingat.

Dia belum jadi zombi.

Apa kau sungguh suka?

Seberapa menyukainya?

Tidak…

Apa seperti, "Rasanya enak?" Atau…

"Sialan, ini lezat!"

Yang mana?

Ini enak.

Rasanya enak bagiku.

Itu!

Kau dengar?

Atau kau bilang itu enak…

karena kau bohong bisa merasakannya.

Katakan sesukamu, tetapi kau tak bisa merasakannya.

Karena kau zombi.

Kau zombi…

Dia bukan zombi, ya?

Dia bingung, lelah, dan letih. Dia bukan zombi.

Bukan zombi?

Dia adalah zombi.

Kuperlihatkan, Gohan.

Jika dia masih ingat sesuatu, artinya bukan zombi.

Namun, dia tak ingat apa pun.

Dia mengira tak bisa! Namun, dia bisa!

Imut sekali!

Aku biasa saja.

Cangkangnya.

Kau tak tahu malu.

Aku jarang dipuji. Biar kuterima kali ini.

Baiklah. Kurasa kau agak imut.

Sedang apa kau?

Ini?

Hari ini ulang tahun ibuku.

Setiap tahun, di hari ulang tahunnya, dia minta

agar kami mengumpulkan cangkang dari pantai.

Yang cantik.

Saat kami berikan kepadanya, dia akan taruh di lemari.

Gohan dan aku masih melakukannya meski dia sudah tiada.

Setiap tahun, kami masih mengumpulkan cangkang di hari ulang tahunnya.

Ibumu terdengar menggemaskan.

Benar.

Kau tahu? Dia mengajariku bermain gitar.

- Ya. - Itu sebabnya kau jago.

- Hei, kau tak apa? - Ya, aku tak apa.

- Aku baik. - Apa?

Ibuku bilang jika tanganku gemetar seperti ini,

aku harus bermain gitar.

Setiap bermain gitar,

aku jadi tenang.

Aku jadi rileks.

- Apa itu? - Tidak.

Tetap buka. Ya?

Ini dia.

Lakukan ini. Di sini.

Hilang.

Boleh minta?

- Apa? - Cangkangnya.

Tentu! Kami punya banyak.

- Boleh? - Silakan.

Ada banyak.

Jika setiap tahun, semua cangkang indah ini

membawa kenangan indah tentang ibumu…

bukankah lebih baik…

- Apa yang kau lakukan? - …jika kau selalu membawanya?

Cantik, bukan?

Biar kuperbaiki.

Itu dia! Sudah beres. Ke sana.

- Ke mana? - Di sana.

- Apa? - Foto.

- Foto? - Berpose.

Itu dia.

Siap. Satu, dua,

tiga!

- Dapat? - Ya.

- Lihat! - Boleh lihat?

Apa kau ingat ini, Yasmine?

Ini…

hadiah yang Gohan dan aku terima

di hari ulang tahun ibu kami.

Setiap tahun, aku merasa sedih di hari ulang tahun ibuku.

Hanya ini yang dia minta dari kami.

Namun, kau wanita pertama

yang lakukan ini untuk kami.

Kau membuat kami ingat kepada Ibu.

Kau ingat, bukan?

Yasmine?

Yasmine!

Apa yang kau lakukan?

Aku baru saja menyelamatkanmu, Pong.

Terima kasih.

Sama-sama.

Kau sudah putuskan?

Apa aku harus mempersiapkannya untuk ulang tahun Kapten?

Pong?

Kurasa aku dengar teriakan, Pong.

Apa itu?

Bukan apa-apa.

Terdengar seperti ini…

Lalu yang satunya seperti…

Tidak, bukan apa-apa.

- Bukan apa-apa. - Kau yakin?

Gohan hanya bermain-main.

Kami berlatih untuk pesta ulang tahun Kapten.

Kukira ada hal lain.

Kau!

Sampai nanti, ya?

Baik. Sampai nanti.

Maaf, Yasmine.

Hanya untuk malam ini.

Sampai kami kembali.

Jika kami tak pergi,

mereka akan curiga.

Maafkan aku.

Dua! Satu, dua, tiga! Ayo!

Kau adalah kapten impianku

Aku telah berdoa untuk kapten sepertimu

Kau menjaga duniaku aman dari bahaya

Kuharap kita bertahan selamanya Ulangi!

Kau adalah kapten impianku

Aku telah berdoa untuk kapten sepertimu

Kau menjaga duniaku aman dari bahaya

Kuharap kita bertahan selamanya

Apa itu?

Apa?

Bukankah dia imut?

Kulitnya putih.

Orang asing.

Apa dia orang Prancis?

Oui.

Oui.

Apa dia ayahmu?

Ayahku?

Ya, tentu.

Mau lihat ibuku?

Ayolah. Aku serius.

Apa aku harus bersaudara dengan orang yang kutonton di TikTok?

Tidak, tak perlu.

Apa tak boleh anggap mereka imut?

Lihat ini.

Lihat ini.

- Aku juga bisa. - Masa?

- Aku juga bisa. - Coba perlihatkan.

Empat! Tiga! Dua! Satu! Ayo!

Tunggu, aku rekam.

Satu! Dua! Tiga! Empat!

Itu dia!

Satu! Dua! Tiga! Berputar!

Terima kasih.

Sial, ini menyenangkan!

Apa kalian bersenang-senang?

Ya, Kapten!

Bagus!

Terkadang kita harus bersenang-senang.

Seperti masa lalu.

Aku rindu masa saat kita tak punya masalah.

Sebelum virus merusak segalanya!

Dahulu masalah kita sederhana.

Bagaimana kita bisa mengundang orang lebih banyak ke resor ini.

Pernah pikirkan itu?

Kini menakutkan.

Kita tak tahu seberapa lama bisa hidup seperti ini.

Benar, Kapten. Aku ingat

saat kita bahagia soal pengunjung pertama kita.

Ini karena wanita yang Pong bawa.

Siapa namanya, Pong?

Yasmine.

Itu dia! Yasmine!

Benar! Yasmine.

Pemabuk gila itu?

Jangan bicara begitu soal dia. Dia banyak berjasa.

Dia menolong kita, ingat?

Dia membuat resor lebih baik. Kita mendapat profit.

Benar? Namun, itu caramu membicarakannya?

Apa jasamu untuk kita?

Namun, aku bukan penipu sepertinya.

Pong?

Apa kau tahu dia ke mana?

Dia menghilang. Ke mana dia?

Aku tak tahu.

Sayang sekali.

Kalian tampak serasi.

Benar.

Kapten!

Terima kasih untuk makanannya. Ini enak.

Benarkah? Bahkan nasinya?

Hati-hati perkataanmu, Anette.

Kau bicara buruk soal Yasmine di depan Pong.

Jangan pedulikan dia, Pong!

Dia selalu bicara buruk soal semua orang.

Aku sudah terbiasa.

Pong!

Ya, Kapten?

Aku tahu kita punya banyak makanan,

tetapi pesta belum selesai.

Kau sudah mulai membungkus makanan!

Untuk siapa?

Tidak. Aku hanya bersemangat. Maaf, Kapten.

Ada apa dengan tanganmu?

Ini? Aku tak sengaja terluka.

Pong! Pong, Ulupong!

Usiaku mencapai 60.

Namun, aku belum pikun.

Aku tahu, dan menyadari

saat kalian bertingkah aneh!

Kalian orang bodoh!

Kalian paham?

- Ya, Kapten. - Ya.

Hanya kita tersisa.

Kita seharusnya tak saling menyimpan rahasia.

Karena rahasia itu

akan menjadi kematian kita semua!

Kalian paham?

- Ya, Kapten. - Ya.

Begitu aku menemukan kalian menyembunyikan sesuatu…

Kapten! Apa itu?

Apa?

Kemari.

Semuanya.

Selamat…

Selamat ulang tahun untukmu

Selamat ulang tahun…

Zombi!

Matikan apinya.

Semuanya pulang.

Kapten, perlu kita memburunya?

Tidak. Pulanglah. Aku akan tangani.

Brenda, ikut aku.

Kenapa aku?

Ikut aku.

Kujelaskan nanti.

Kapten, aku ikut denganmu.

Aku akan tangani.

Pulanglah.

Apa kau dengar Kapten? Dia bilang akan menanganinya.

Bagaimana soal Yasmine?

Jangan sebut namanya keras-keras!

Kapten? Apa perlu aku ikut?

Aku perlu seseorang berdoa bersamaku.

- Untuk beri keberanian. - Baiklah.

Tuhan, bimbing kami.

Jangan tinggalkan kami.

Terus berdoa.

Baik.

Tuhan, terima kasih untuk waktu ini. Tolong bimbing kami.

Kami perlu kesabaran-Mu.

Jangan tinggalkan kami.

- Terus berdoa. - Ya, Pak.

Tuhan, tetaplah bersama kami.

Jangan tinggalkan kami.

Jangan tinggalkan kami di sini, Tuhan.

Ben? Ada apa?

Maafkan aku. Aku lupa memberimu suntikan.

Apa?

Ayo. Kita pulang.

Kita hampir pulang.

Berbaringlah.

Tunggu.

Jangan bergerak.

Ayo. Makan.

Zombi!

Pong! Tolong aku!

Sial!

Pong!

Apa yang terjadi?

"Apa yang terjadi"?

Menurutmu apa?

Gohan?

Tolong aku.

Tolong kau?

Bantu aku membawa Yasmine pergi.

Kau mau ke mana?

Ke bulan.

Kami akan mengambil air.

Kapten Ben tak menjaga kita.

Dia bilang tak ada obat untuk virusnya, tetapi itu tak benar.

Kulihat dengan mataku sendiri.

Ny. Fely tak mati.

Apa?

Obat yang kusuntikkan kepada Yasmine,

itu yang Kapten Ben gunakan untuk menjaga Ny. Fely tetap terkendali.

Itu pasti mencegah kontrol virus.

Namun, tentunya, Kapten Ben tak akan bilang.

Dia telah berbohong soal istrinya mati,

agar kita tak menuduhnya mengurus zombi.

Bagaimana kau dapat obatnya dari Kapten Ben?

Lupakan.

Kau curi, bukan?

Tidak. Aku hanya pinjam.

Apa akan berhasil?

Yasmine?

Pong?

Apa kau mengenalku?

Siapa kau?

Pong!

Ini aku.

Apa yang terjadi? Di mana aku?

Di mana aku? Apa yang terjadi? Aku tak ingat apa pun.

Tak apa.

Pong di sini.

Aku tahu namamu Pong, tetapi tak tahu apa yang terjadi.

Apa yang terjadi?

Siapa kau?

Aku saudari Pong. Kita sudah berkenalan berkali-kali.

Bagaimana denganmu? Siapa kau?

Siapa kau sebenarnya?

- Jawab aku! - Hei!

Maaf.

Maaf soal saudariku.

Dia memang begitu.

Jangan cemas, Yasmine. Aku akan bantu kau mengingat.

Apa kau ingat ini? Melodi ini?

Katakan jika kau ingat.

Bagaimana dengan gerakan ini?

Satu, dua!

Satu, dua!

Satu, dua!

Ingat itu?

Gohan, dia ingat beberapa hal, tetapi butuh bantuan.

Apa maksudmu?

Foto itu. Ayo ambil.

Mungkin membantu!

Ini. Aku bawa mereka.

Ini. Ini foto-fotonya.

Apa kau ingat ini?

Apa kau ingat? Kau selalu bawa kamera.

Kau selalu memotret kami.

Kau memberikannya kepada kami.

Kau ingat, bukan?

Ini!

Ini logo dari resor kami.

Kau bilang kami harus menggantinya untuk dapat pelanggan.

Kau… Itu kau.

Kau membuatnya.

Logo baru kami!

Resor Dalam Hatiku!

Senyum!

Itu dia!

Ini, lihat.

Ini Ahmed. Dia bukan dari sini.

Dia amat suka tempat ini, dia putuskan tinggal di sini.

Dia dan Marisol menikah.

Aku bahkan hadir di pernikahannya.

Aku pengiring pengantin pria.

Sayangnya kau tak di sana.

Aku ingin berdansa denganmu.

Di mana aku?

Tidak, kau tak ada di foto.

Kau tak ingin di foto, ingat?

Karena kau tak mau di samping saudaraku.

Bagaimana jika foto kita berdua?

- Lebih baik jika ada kau. - Ayolah.

- Ayo berswafoto. - Aku tahu.

- Bukan kau. - Satu, dua.

- Tidak. - Satu. Baik.

Ayolah.

- Ayo. - Aku tak mau. Senyum.

Benar begitu. Sudah.

Kau tampan! Belum selesai.

Apa kau ingat?

Yasmine?

Yasmine?

Aku lupa bilang.

Ini adalah lagu yang kubuat.

Ini untukmu.

Jika kau tanya kenapa aku mencintaimu

Aku tak akan bisa menjawabnya

Aku akan tertegun

Oleh senyumanmu

Oleh matamu

Kenapa kau tak bisa melihat

Betapa kau membuatku bahagia

Betapa aku mencintaimu

Itu indah.

Untuk siapa?

Apa kau mau tahu untuk siapa?

Itu sebabnya kutanya.

Ini untukmu.

Apa?

Aku bercanda.

Ayolah, ini bukan untukmu.

Kau menyebalkan.

Kenapa?

Tak ada. Hanya sekadar bicara.

Aku tak akan lupa momen-momen itu.

Karena…

momen tersebut mengingatkanku

bahwa aku berharap kau tak pergi.

Apa kini kau ingat?

Kenapa kau tak ingat?

Nyanyikan lagi, Pong.

Dalam bahasa Prancis.

Mungkin dia akan ingat.

Berhenti bermain-main.

Lalu aku harus bagaimana?

Kini giliranku. Berikan itu.

Dalam bahasa Prancis.

Aduh.

Baiklah.

Apa ini benar?

Bagaimana lagunya?

Kuterjemahkan ke bahasa Prancis.

Jika kau tanya kenapa aku mencintaimu

Aku tak akan bisa menjawabnya

Sebentar.

Kenapa aku mencintaimu

Prancis-Tagalog.

- Astaga! - Ayo bait berikutnya.

Aku akan tertegun

Oleh senyumanmu dan matamu

Bagian itu tak tahu. Berikutnya.

Kenapa kau tak bisa melihat

Kenapa? Berikutnya.

Betapa kau membuatku bahagia

Ada bagian tanpa kata? Aku mulai dari sana.

Bagian tanpa lirik.

Satu lagi.

Betapa aku mencintaimu

Cinta?

Itu cukup. Terdengar bagus. Dia akan menyukainya.

Suaramu indah, Yasmine.

Ini untuk pacarku, Pierre.

Karena aku amat merindukannya.

Saat dengar lagumu, aku makin merasa jatuh cinta.

Terima kasih.

Dia pasti akan suka ini.

Pong, dia mulai lagi.

Yasmine? Yasmine.

Yasmine?

Yasmine, maaf. Aku berjanji akan kembali.

Aku akan cari obat, ya?

Tunggu di sini.

Ayo.

Pong?

Kini kau paham, Pong?

Kenanganmu bersamanya tak berpengaruh untuknya.

Namun, kenangannya dengan orang lain.

Kau membuang waktu, kau tahu?

Bukan kenangan kalian bersama yang membawanya kembali.

Namun, itu berhasil saat kau bernyanyi, bukan?

Itu membawa banyak ingatannya kembali.

Kenapa kita tak fokus menyembuhkannya?

Itu masalahnya, Pong. Kenapa?

Karena aku mencintainya!

Pong, ayo tinggalkan Yasmine di sana.

Jika kita tertangkap, kau kira Kapten Ben akan memaafkan?

Gohan, kenapa kita tak pergi?

Kini Yasmine butuh kita.

Pong, dahulu dia butuh kita juga, bukan?

Kau memberinya segalanya, bukan?

Meski kau tahu dia tak seperti perkataannya.

Halo? Ada orang di rumah?

Siapa di sana?

Kami polisi.

Maaf mengganggu.

Kami ingin tanya apa kau kenal wanita ini.

Siapa dia?

Namanya Jasmine Alcantara.

Kami dapat kabar bahwa dia terlihat di sekitar sini.

Dia dicari di Manila karena penipuan.

Jasmine?

Jasmine. Apa kau kenal dia?

Jasmine dengan "J" atau "Y"?

Jasmine dengan "J".

Tidak. Maaf.

Aku tak kenal dia.

Seseorang datang menanyakan arah ke kota.

Kami beri dia arahnya.

Dia menuju ke sana.

Begitukah? Baiklah.

Namun, jika kau dengar sesuatu tentangnya, tolong hubungi kami.

Semoga, kau tak berbohong.

Jika kami tahu kau menyembunyikannya,

kau juga akan dipenjara.

Aku paham, Pak.

Kita pergi.

Kenapa?

Jadi, begitu?

Kau anggap kami bodoh?

Apa?

Jangan berlagak bodoh.

Polisi tadi kemari.

Ya?

- Apa mau mereka? - Berhenti berbohong!

Jujurlah.

- Yasmine atau Jasmine? - Jasmine Alcantara.

Namun, sudah lama aku meninggalkan nama itu.

Aku menabung untuk pergi ke Prancis,

agar bisa bertemu pacarku, Pierre.

Aku coba bersosialisasi dan berakhir kacau.

Aku kehilangan semua uang klienku.

Aku tak bisa kembalikan, jadi polisi mencariku.

Aku kemari untuk sembunyi.

Namun, bukan niatku untuk menipumu, Pong.

Itu bukan niatku.

Aku yakin dia tinggal di sana.

- Apa kau yakin? - Ya!

Dia tinggal di sana. Dia selalu terlihat di rumah Pong.

Dia tinggal di sana.

Aku tak bercanda, aku yakin.

Baik, ayo.

Ada orang di rumah?

Inspeksi rutin.

Tentu, Kapten.

- Periksa seluruh rumah. - Baik, Pak.

Pong? Celana dalamku masih basah.

Jangan cemas, akan segera kering.

Gohan, bantu aku malam ini.

Aku tak mau.

Hidup kita dalam bahaya.

Zombi!

Semuanya, ada zombi!

- Ada apa? - Zombi!

Di mana?

Di sana! Ada zombi di sana!

Di mana? Di sini?

- Di sana! Di sana ada zombi! - Apa itu?

Di sana!

Mereka sudah pergi?

Aku aktris terbaik tahun ini.

Benar. Pegang ini.

- Apa rencananya? - Jangan cemas.

Ayo.

Ayo, cepat. Masuk.

Mama Fely?

Mama Fely.

Aku merindukanmu.

Rambutmu tampak berantakan.

Tunggu.

Biar aku menyisir rambutmu.

Lihat, rambutmu bercabang.

Aku sangat rindu rambutmu.

Dahulu, aku selalu merapikannya.

Sudah lama sejak kulakukan ini.

Gohan, ayo!

- Gohan! - Pong!

Gohan!

Cepat! Ayo, Gohan!

Gohan!

Cepat. Lari!

Lari!

Bukan di sana.

Bukan di sini.

- Lari! - Astaga, Pong!

- Astaga. - Ayo!

Fely!

- Lari! - Pong! Aku menjatuhkannya.

Ambil.

Cepat! Lari!

Cepat!

Ayolah. Aku hanya penasaran.

Penasaran?

Kau penggosip kotor.

Maaf, Tuhan.

Kita akan melihatnya.

Fely, kau masih hidup? Sedang apa kau?

Astaga! Apa-apaan ini?

Ada apa denganmu, Fely? Tidak, jangan! Astaga!

Maaf, Tuhan, karena mengumpat!

Sial! Maaf, Tuhan.

Maaf aku mengumpat lagi.

Fely, jangan!

Bedebah!

Apa itu?

Darah?

Sial.

Yasmine.

Ayo!

Cepat!

Hati-hati!

Ini, Yasmine.

Gohan dan aku sering kemari.

Kau lebih aman di sini daripada di resor.

Polisi akan mencarimu di sana.

Terima kasih, Pong.

Maafkan aku.

Tak apa.

Aku tahu kau bukan orang jahat.

Selama mengurus masalahmu, kau bisa tinggal di sini.

Pong.

Aku tak mau…

berasumsi…

Namun, Pong, aku juga tak mau menyakitimu.

Entah apa aku siap membalas

kebaikanmu kepadaku.

Aku tahu.

Aku tak bodoh.

Aku tak bisa biarkan kau hadapi ini sendiri.

Bagiku…

aku hanya ingin…

kau di sini.

Di mana kau aman.

Halo, Pierre?

Pierre, maaf. Maaf telah meninggalkanmu.

Oui.

Apa kau bisa menjemputku?

Oui, bébé. Oui.

Yasmine.

Kami akan keluar.

Kami akan cari makanan dan suplai.

- Ya. - Kami akan kembali.

Yasmine?

Jasmine.

CINTA YASMINE

Yasmine? Yasmine!

Ayo cari Yasmine.

Yasmine!

Yasmine!

Pong, ayo pulang, kumohon.

Tidak.

Yasmine!

Yasmine!

Yasmine!

Yasmine!

Yasmine?

Yasmine?

Yasmi…

- Ayo pergi. - Siap?

Astaga.

Pong?

Berhenti mengejarnya.

Tampaknya dia tak mau itu.

Ayo pergi.

Ayo pergi, Pong.

Pong, tunggu.

Apa?

Yasmine?

- Aku sudah muak, Pong! - Gohan! Tolong!

Gohan!

Lepaskan saudaraku!

Gohan! Bantu aku berdiri!

- Gohan! - Pong!

Ayo!

Tunggu!

Dia pria yang kau suka, bukan?

Benar.

Kau tak akan menyakitiku lagi!

Pong!

Pong!

Lari, Gohan!

Vaksinnya tertinggal! Ayo kembali!

Jangan cemaskan itu! Lari saja!

Kau tahu?

Dia menghancurkan kita.

Maaf.

Namun, aku benar. Sudah kubilang.

Bagaimana kondisimu?

Kau baik-baik saja?

Yah…

Berantakan.

Kau hebat dalam berkelahi.

Kau juga.

Sudah kubilang,

kau bisa menggantikan Dama.

Gohan?

Gohan?

Gohan?

Gohan?

Kau terasa hangat.

Gohan.

Aku tak apa, Pong.

Gohan.

Gohan, kau digigit.

Aku tak apa, Pong.

Goha…

Jangan bergerak, ya?

Aku akan ambil obatnya.

Tetap di sini.

Tunggu kakakmu. Ya?

Aku akan kembali.

Tetap di sini, ya, Gohan?

Aku akan kembali ambil obatnya.

Ayo pulang.

Ayo pulang, kumohon.

Pulang?

- Ya. - Pulang.

Kita akan pulang.

Kau dan aku akan pulang.

Kita akan pulang.

Yang terpenting

cobalah untuk tetap mengingat.

Sampai kita dapat obatnya.

Gohan.

Berdirilah, ayo.

Hei.

Aku minta maaf.

Karena meski

aku terus merepotkanmu,

kau tetap bersamaku.

Kau tak pernah meninggalkanku.

Setelah semua keputusan bodohku,

kau tetap bersamaku.

Kau benar.

Aku terus berusaha membuat Yasmine mengingat yang kuinginkan.

Namun,

itu tak ada gunanya.

Dia tak bisa ingat karena…

semua itu tak berarti baginya.

Ini untuk pacarku, Pierre.

Apa itu? Katakanlah.

- Boleh lihat? - Lihatlah.

Apa itu?

- Ular! - Itu menggigitku.

Di mana?

Tunggu, Pong.

Gohan, ada apa?

- Lihat ini. - Sedang apa kau?

Tenang. Biar kulakukan.

Hei, tunggu.

Apa itu?

Oui! Merci beaucoup…

Oui! Merci beaucoup…

Cukup! Ayo!

Por que contigo…

Kenapa dia muncul di hidupku

jika hanya akan meninggalkanku?

Kenapa cinta

harus tumbuh

jika akan mati nantinya?

Kini apa?

Hanya itu?

Itu sangat bodoh.

Kehidupan sial!

Aku sudah muak!

Pong, berbahagialah.

Lihat ini.

Masih ada cinta di sini.

Bertahanlah, Gohan.

Kakakmu di sini.

Tetap di sini, Gohan.

Fely!

Fely, berhenti melawan.

Berhenti!

- Berikan itu! - Sial kau, Pong!

Lihat perbuatanmu kepada istriku!

Pong, kau bajingan!

Berikan obatnya, Kapten!

Lari!

Fely!

Fely!

Fely!

Gohan, sudah dapat!

Di mana?

Maaf, Gohan.

Obatnya hilang.

Terima kasih, Yasmine.

Cangkang. Di mana Pong?

Gohan!

Dari mana kau?

Aku kembali ambil sesuatu.

Ini ulang tahun Ibu lagi.

Menurutmu dia bangga karena kita aman dan bersama, Pong?

Aku yakin dia sangat bangga kepadamu.

Seperti aku bangga kepadamu.

Aku juga yakin

kalian berdua akan bangga dengan ini.

Kau tahu?

Ini.

Saat aku mengambil ini,

aku berjuang keras.

Namun, mungkin…

aku di sini sekarang.

Kita bisa memakainya.

Ada sesuatu yang ingin kulakukan.

Astaga!

Apa ini sungguhan?

Seperti itulah seharusnya.

Gohan?

- Apa kau mengumpulkan ini? - Apa?

Tidak.

Namun, astaga, ini cantik.

Kau tahu apa yang lebih cantik?

Semua cangkang ini.

Aku mengumpulkannya saat mencarimu.

Voila!

Terjemahan subtitle oleh Andrianto

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.