Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
ROMA, 67 SM KEBAKARAN BESAR MENYAPU KOTA.
KAISAR NERO MENYALAHKAN PARA PENGANUT YESUS KRISTUS
DAN SALAH SATU PEMIMPIN MEREKA, SAULUS DARI TARSUS,
YANG DIKENAL SEBAGAI PAULUS DALAM DUNIA ROMAWI.
PARA UMAT KRISTEN DIIKUTSERTAKAN DALAM SIRKUS BERDARAH NERO
ATAU DIBAKAR SEBAGAI LILIN ROMAWI UNTUK MENERANGI JALANAN.
Apakah tidak ada lagi?
Seseorang ditunjuk ke garnisunku dua minggu lalu.
Dia mahir dengan pedang.
Senang mengetahuinya.
Ada orang lain?
Tentu saja.
Nero, pelindung Roma.
Biarkan dia menjadi pusat kediamanmu.
Kaisar kita yang diberkati. Nero, pelindung Roma.
Ya, ini bagus. Untukmu.
Kuat, sehat, gigi bagus.
Dia akan baik melayanimu.
Mau ditemani?
- Lihat, itu Lukas. - Siapa?
Apakah itu Lukas?
Puji Tuhan.
Itu Lukas.
Lukas?
Priskila.
- Terima kasih, Eubulus. - Tentu.
Lukas.
Puji Tuhan.
Kami mulai khawatir.
Aku harus tunggu di gerbang lebih lama.
Namun, di sinilah kita.
Tempat ini, begitu banyak orang.
Banyak yang kehilangan rumah dalam kebakaran.
Yang lain diancam oleh tetangga, dianiaya di jalanan.
Kemarilah. Akwila di dalam.
Akwila.
Akwila.
Lukas. Pemandangan indah bagi mata yang lelah ini.
Senang bertemu denganmu, Saudara.
Pengaturanmu itu sempurna.
Ini masa sulit, tak bisa ambil risiko.
Aku tahu. Surat-suratmu yang tiba memilukan hati jemaat.
Jadi, kami kumpulkan kolekte.
Tak sebanyak harapanku.
Makanan, persediaan menipis.
Kami berterima kasih atas setiap koin.
Tarquin, tanyakan pada Heroditon dan Rufus
apa yang paling dibutuhkan. Ayo.
Tarquin? Dia sangat muda untuk disuruh.
Dia setia. Dia anak Romawi.
Orang tuanya mati dalam kebakaran.
Kami menampungnya. Ini Cassius, sepupunya.
Dia ikut saat dengar perbuatan jemaat.
Dia dibaptis setelahnya.
Akwila, semua bisa dipercaya?
Kita percaya pada Tuhan.
Ikutlah, ayo makan. Kau pasti kelaparan.
Masakanmu?
Entah apa aku selapar itu.
Ada kegelapan di atas kota ini kini,
yang tak ada saat Paulus dan aku di sini.
Kekejaman Nero memburuk.
Dia mengadakan sirkus lebih sering.
Pria, wanita, anak-anak...
Dicabik oleh binatang liar demi tawa khalayak.
Ya, Tuhan.
Nero berkata itu menunjukkan kepada Roma
bahwa pengikut Kristus ini bertanggung jawab
atas membakar habis setengah kota.
Bagaimana dengan semua orang yang kau tampung ini?
Berapa lama bisa kau sembunyikan?
Kami tidak tahu, Lukas.
Kami harus memutuskan.
Kami tak yakin akan tetap di sini dengan iman,
atau mengeluarkan semua jemaat dari Roma.
Priskila...
Dengan aniaya besar, kenapa tinggal?
Orang-orang putus asa.
Hanya kita cahaya di kota ini.
Namun, jika tinggal,
kita membahayakan banyak nyawa.
Banyak keluarga di sini.
- Mungkin saat kau bicara kepada Paulus... - Ya.
Ya, dia akan menjelaskan ini.
Dia tahu harus berbuat apa.
Kami berterima kasih.
Lukas.
Aku tahu kau butuh istirahat,
tapi ada banyak orang di sini yang butuh dokter.
Bawa aku kepada mereka.
PENJARA MAMERTINE ROMA
Ambil batu kapur ini, ayo!
Ayo, bergerak!
Cukup.
Berdirikan dia.
Ayolah, kau. Berdiri.
Paulus dari Tarsus.
Si penyebab separuh Roma berbaring dalam abu.
Aku berharap lebih.
Setidaknya pria yang berdiri tegak.
Aku Mauritius Gallas,
Komandan Legiun Ketiga Roma.
Lalu kini, Prefek baru Penjara Mamertine.
"Yang Mulia Kaisar Nero dengan ini menyatakan kau
seorang koruptor dan penipu.
Vonis terberat dijatuhkan kepadamu atas pengkhianatan
Untuk kejahatan ini, hukumannya adalah
mati dengan dipenggal atas perintah Kaisar Nero."
Sementara itu, kau sendirian dalam kegelapan.
Tambah 20 cambukan untuk si tua.
Dokumen Romawi palsu.
Gunakan ini jika kau dihentikan penjaga di kota.
Dilihat sekilas, lewatlah mereka.
Namun, jika dilihat lebih lama, kau akan terbunuh.
Mengerti.
Itu sinyalnya.
Damai Tuhan kita besertamu, Saudara.
Aku membutuhkannya.
Pokoknya ingatlah.
Kau hanya keluar kembali jika kuputuskan kau keluar.
Kau pasti orang yang berkuasa.
Aku akan kembali sebelum jaga malam berakhir.
Halo, Saudara.
Saudara.
Lukas.
Apa aku bermimpi?
Tidak.
Aku memang di sini.
Puji Tuhan.
- Puji Tuhan. - Kau punya luka baru.
Bangunlah.
Bisakah kau duduk?
Duduklah.
Ya.
Aku tak menduga akan melihat wajahmu di kehidupan ini lagi.
Sama-sama.
Masuk kemari pasti berbiaya mahal.
Tentu saja uangnya bisa lebih berguna
untuk para saudara kita.
Mungkin.
Namun, tak ada satu pun penentangan dalam jemaat.
Bahkan jemaat Korintus memberi banyak, jika kau bisa percaya. Maaf.
Aku bersyukur.
Aku menjadi tua di balik dinding ini.
Setiap tulangku hancur dengan nyeri.
Penglihatan mataku makin lemah.
Berhentilah mengeluh.
Kubawakan jubah baru,
dan air segar untuk mandi.
Jadi, kau akan menjadi pria tua yang bersih.
Aku senang kau tetap sibuk saat aku pergi.
Membuat dirimu ditangkap lagi,
menantang Nero lagi,
dan tampaknya masih sempat membakar setengah Roma?
Bagus, Pria Tua.
Aku menerima kabar persidanganmu di Forum.
Aku tahu kau sendirian.
Kau tahu aku tak akan pernah meninggalkanmu.
Kau di sini sekarang.
Memang begitu.
Beri tahu aku kabar baik yang mungkin bisa kuingat.
Ada kabar baik di Kreta dan Efesus.
Titus dan Timotius membungkam para guru palsu
serta meluruskan doktrin yang benar.
Lalu apa kabar kota ini?
Roma ternoda darah saudara-saudari kita.
Akwila dan Priskila menghadapi
keputusan sulit apakah tetap tinggal atau melarikan diri.
Paulus, banyak hal harus kita diskusikan,
tapi jemaat Romawi butuh...
Mereka butuh kebijaksanaan saat ini.
Kebijaksanaan apa yang bisa kuberikan?
Aku pergi ke kanan, Kristus mengutusku ke kiri.
Aku pergi kiri,
Kristus mendorongku ke kanan.
Aku punya banyak penyesalan,
membuat banyak kesalahan, tapi semua yang telah kulakukan,
Kulakukan untuk Kristus.
Pergi.
Aku akan segera kembali.
Dia hancur secara fisik,
tapi si tua yang suka membantah itu tetap penuh harapan dan keyakinan.
Ini kabar baik.
Aku berdoa agar kesendiriannya tak menghancurkannya.
Dia tak hancur,
tapi dia memang berjuang,
bahwa tugasnya untuk Kristus telah berakhir.
Paulus bersyukur kau mempertaruhkan nyawamu untuk jemaat ini.
Apa dia punya saran dalam hal ini?
Dia mendesakmu memahami sendiri ke mana Kristus memanggilmu.
Tanpa instruksi spesifik?
Tidak.
Hanya memberi teladan hidupnya sendiri.
Dia jauh lebih sehat hari ini.
Dia terlihat...
Ini, minum ini.
Akan meringankan nyeri.
Priskila? Priskila!
- Priskila! - Aku di sini...
Octavia? Apa yang terjadi?
Aku menemukannya di jalanan seperti ini.
Duduklah.
Duduk...
Kau terluka di mana?
- Di mana? - Octavia, di mana kau terluka?
Di mana kau...
Mereka membunuh suamiku.
Serta bayi laki-lakiku.
Mereka mendobrak pintu-pintu!
Kami seharusnya ke sini lebih awal.
Kau berdarah. Kau terluka di mana?
Itu bukan darahku.
Ini...
Ini darah bayiku.
Ini darah bayiku.
Bawa dia masuk, agar tak dilihat orang.
Ayo. Kau sudah aman.
- Tidak... - Ikutlah...
Mereka semua melihat wanita malang ini,
yang berlumuran darah keluarganya,
yang baru dibantai.
Wajah mereka dipenuhi ketakutan hebat.
Kristus telah menjanjikan
masa-masa sulit ini.
Kau tahu kau akan mati di Roma.
Namun, kau yakin akan kebenarannya.
Aku mengenal siapa yang kupercayai.
Aku meyakini sukacita
di tempat tujuanku.
Ya, tapi aku tak melihat keyakinan itu pada mereka, Paulus.
Para pria, wanita, dan anak-anak itu.
Aku tak bisa memperbaiki iman mereka.
Kau bisa menguatkan iman mereka,
sebagaimana surat-suratmu menguatkan mereka.
Kau mau aku menulis surat lagi?
Sudah saatnya mengalirkan darah.
Jalan itu berkembang.
Ada pria, wanita, anak-anak yang belum pernah bertemu kau.
Yang tak akan pernah bertemu kau.
Jadi, harus ada catatan tulisan tangan tentang Kisah ini.
Karena alasan itulah aku mencatat
tentang Tuhan kita Yesus Kristus untuk Theofilus,
agar dia akan tahu kisah Kristus.
Sekarang, orang-orang harus tahu kisahmu.
Kau ambil risiko mereka meneladaniku,
alih-alih Kristus.
Paulus.
Tidak, kepastianmulah yang membuka pintu kepada Kristus.
Aku tak pernah bertemu Kristus secara langsung,
tapi saat kudengar khotbahmu di Troas,
astaga, kulihat Kristus di dalammu.
Kutinggalkan keluargaku, teman-temanku, seluruh hidupku.
Kau akan menulisnya di sini?
Apa katamu?
Kau akan menulisnya di sini?
Ya.
Aku bisa menyelundupkan peralatan ke sini.
Ini bukan kunjungan terakhir kita ke Roma.
Jika kau tertangkap membawa dokumen
yang berasal dari penjara ini,
itu bisa berarti kematian.
Orang Yunani! Berdirilah.
Biasanya orang mencoba kabur dari tempat ini,
bukan membobol masuk.
- Mereka berkata kau dokter. - Benar.
Teman-temanmu berjabatan tinggi bagi seorang dokter.
Terutama dokter Yunani.
Kaisar menyatakan Kekristenan adalah kultus terlarang,
Paulus dari Tarsus pelanggar utamanya.
Kau tahu risikonya mati,
tapi kau, seorang Kristen Yunani,
dengan berani masuk ke penjara Romawi.
Dengan berani masuk ke penjaraku.
Aku minta maaf...
Prefek.
Seperti katamu, aku punya teman berjabatan tinggi.
Aku tahu orang-orang yang menyukaimu.
Mereka orang-orang baik,
yang telah berjuang dan berdarah demi Roma dan dewanya.
Hanya itu alasanku menghormati permintaan ini.
Aku berterima kasih.
Antar si Yunani kembali ke jalanan.
Dia tentu harus ambil risiko di sana.
- Kenapa kau di sini? - Hanya lewat.
- Tentu saja. - Hanya lewat.
Ayo lihat dokumen itu.
Aku tak akan mengkhianati dewa.
- Ya? - Tak akan pernah.
- Baik. - Hei, Kau. Kau! Kemarilah.
Kau, keluar.
Tunjukkan dokumenmu.
Sumpah, akan kuberi tahu yang lain.
Kau bisa apa?
- Apa? Kenapa kau bahas itu? - Jauhi aku!
- Kau yang menjauh! - Ini...
Bakar dia!
Tambah minyak!
Ini obormu.
Seperti lilin.
Kalian lihat ini?
Bakar hidup-hidup.
- Berdoalah kepada Tuhanmu sekarang. - Tidak.
Pengkhianat.
Kami ingin dengar jeritanmu!
Akwila.
Aku terbangun, kau tak ada.
Aku tak bisa tidur.
Lukas kembali. Dia aman.
Bagus.
Itu bagus.
Kita mengasihi kota ini seperti kota kita sendiri.
Aku hanya lihat wujudnya kini.
Roma milik Nero.
Kegilaan Nero.
Ini akan berlalu.
Dia bukan kaisar abadi.
Berapa orang lagi harus mati sebelum itu?
Keputusan ini amat membebaniku.
Aku tak menerima petunjuk dalam doa.
Jika tinggal, kita membuat nyawa semua saudara-saudari
di bawah atap ini dalam bahaya.
Jika kita pergi, berapa orang yang mengandalkan kita
yang kita buat bernasib mengerikan?
Kristus tegas saat berkata
Dia mengutus kita ke tengah serigala.
Dia juga menyuruh kita agar secerdik ular.
Tak berbahaya seperti merpati.
Seperti kata Paulus,
kita harus membuat keputusan sendiri.
Dia cinta orang-orang ini.
Bagaikan anak-anaknya.
Namun, dia masih punya ruang di hatinya
untuk semua yang hilang di Roma.
Sesuatu yang tak mudah bagiku.
Kulihat mereka membakar orang pagi tadi.
Dia pria yang kukenal wajahnya dari sini.
Seseorang yang kubantu.
Aku tak menolongnya.
Aku tak merasakan kasih pada orang Romawi ini.
Kejahatan ini tidak masuk akal bagiku.
Kita diminta membangun jemaat...
Kita diminta membangun jemaat di kota ini,
untuk mewartakan Injil Yesus Kristus,
untuk mengasihi kota ini,
tapi aku sudah tak melihat kejelasan tentang masa depan.
Apa kata Paulus?
Bahwa ini adalah sesuatu...
dibebankan kepada tiap pria dan wanita
dalam pikiran dan doa mereka.
Ada yang punya keluarga, punya anak.
Aku paham kalian ingin melindungi mereka, atau merasa dipanggil untuk tinggal.
Berisiko bahkan bagi satu orang, untuk menyelinap keluar gerbang, Akwila.
Mana mungkin kita bisa keluar?
Aku telah meminta Eubulus untuk menemukan cara.
Ada akuaduk tua yang terletak di bawah kota baru.
Sudah lama terkubur dan dilupakan.
Jalan masuk ke terowongan ini terletak di bawah properti
milik tiga keluarga kaya Romawi.
Kenapa mereka membantu?
Karena mereka menyadari bahwa Nero yang membakar habis
setengah kota mereka.
Mereka ingin tiran mati
dan Roma kembali kepada rakyat.
Kita mungkin dapat bantuan,
tapi jangan salah paham,
tugas ini tidak akan mudah.
- Ke mana kita akan pergi? - Ke Efesus.
Timotius ada di sana, mereka akan menyambut kita.
Yunani jauh lebih toleran terhadap kita.
Kita orang Romawi sebelum menjadi Kristen.
Ini rumah kita.
Aku tak menganggap remeh keputusan ini,
tapi aku yakin lebih banyak hal baik bisa dilakukan di luar Roma.
Akwila benar.
Namun, menurutku bagus juga jika tinggal.
Benar, Roma tak pernah segelap ini.
Namun, jika kita tinggalkan, apakah Roma tak akan gelap total?
Siapa yang akan membawa Tarquin?
Kalian tahu nasib yatim piatu di kota ini.
Mereka dibiarkan mati di jalanan,
atau dipaksa melakukan prostitusi di kuil.
Ada janda-janda di sudut jalan
mengemis koin untuk memberi makan anak.
Jika kita meninggalkan mereka,
siapa akan memberi mereka makan?
Siapa yang peduli?
Nero yang bertanggung jawab atas kematian keluargaku, bukan Roma.
Akwila bicara tentang mereka yang ingin menggulingkan Nero.
Apa ini bukan sekutu kita?
Benar. Kita sekutu.
Pikirkan kebaikan yang bisa terjadi
begitu Roma terbebas dari cengkeraman jahat Nero.
Tidak ada jawaban yang mudah.
Percayalah bahwa Tuhan memimpin.
Yang tersulit adalah memberi tahu para keluarga ini
agar mereka buka terowongan di area yang bisa dilewati tanpa terlihat.
Seseorang harus pergi ke Bukit Palatium, tapi itu...
Itu nyaris mustahil.
Nero tak memercayai mereka. Mata-matanya di mana-mana.
Aku saja yang pergi.
Tidak, Tarquin.
Aku bisa pergi. Mereka menganggapku yatim piatu, pengemis.
Tak ada yang melihatku dua kali.
Aku ingin membantu.
Tarquin, kemarilah.
Bawa ini ke teman-teman Romawi,
beri tahu mereka kita menerima bantuan mereka.
Kau anak yang sangat berani.
Kumohon berhati-hatilah.
Ya?
Pergilah.
Semoga kau selamat.
- Diberkatilah kau, Nak. - Terima kasih.
Jaga dirimu.
Semoga beruntung.
- Semoga berhasil. - Damailah.
- Aku tahu kau bisa melakukan ini. - Ya.
- Jadilah kuat. - Pasti.
- Aku bangga padamu. Pergi. - Terima kasih.
Hidupku tidak dimulai dengan kebencian.
Aku tak ingat perasaan itu di masa kecilku.
Aku selalu merasa diriku lebih mirip domba di tengah serigala.
Polos bagai merpati.
Aku di Bait Allas mempertahankan puasa dan doaku.
Stefanus keluar ke jalanan,
membawa amal untuk janda dan yatim piatu,
mewartakan kebenaran kepada pemabuk
dan orang timpang.
Aku tidak bercela dalam hukum kuno Israel,
sementara Stefanus menghujat di tanah Tuhan yang suci itu.
Jadi, kau berbuat apa?
Kami menyebarkan dusta,
menimbulkan kegemparan yang membuatnya diadili.
Apa argumen Stefanus?
Bahwa Yesus adalah Mesias,
serta Bait Allah sudah bukan satu-satunya tempat
di mana Tuhan bisa disembah.
Hujatan.
Kudengar ucapan terakhirnya bahkan di antara raungan khalayak.
"Tuhan Yesus, terimalah rohku.
Tuhan, jangan tanggungkan dosa ini pada mereka."
Bahkan dalam kematian, hujatan terakhir di bibirnya.
Pada saat itu, aku bersumpah untuk menghancurkan
semua orang yang menyebut Yesus dari Nazaret sebagai Mesias.
AnugerahMu cukup bagiku.
AnugerahMu cukup bagiku.
Dinding tak pernah bisa ditembus di sini. Tak pernah.
- Laporan dari malam itu. - Si Yunani?
Dia datang dan pergi sekali lagi.
Kau tahu apa tentang Paulus dari Tarsus?
Ada banyak rumor yang beredar.
Tukang sihir. Dewa.
Orang gila.
Kenapa orang Yunani itu mau mengunjunginya di lubang menjijikkan itu?
Paulus mendiktekan sesuatu.
Secarik surat?
Suatu kisah.
Kondisinya tidak lebih baik.
Dia akan sembuh.
Jika tidak?
Saulus...
Saulus...
Saulus...
Saulus...
Saulus...
Kenapa kau menganiaya Aku?
Paulus...
Paulus.
Ulurkan tanganmu.
Kau menjerit tadi.
Iblis menyelinap dalam kegelapan di sini.
Mengejekku...
siang dan malam.
Mengingatkanku pada duri mengerikan dalam dagingku.
Aku dihantui oleh diriku sendiri saat masih kecil.
Aku ingin memperingatkannya soal jalan yang akan dia tempuh.
Selama ini, aku dapat penglihatan tentang mereka.
Aku melihat mereka...
sedang menunggu...
di suatu tempat.
Namun, aku tidak tahu tempat itu.
Maknanya selalu tersembunyi dariku.
Pikiran yang menyiksa, Iblis berbisik
bahwa mereka tak menemukan kedamaian.
Mereka tidak menemukan sukacita.
Aku ingat saat Caelia masih kecil.
Dia biasa duduk di jendela...
melihat burung gereja kecil...
yang bersiul dan terbang di taman.
Dia akan di sana seharian jika kuizinkan.
Ingat rumah kita sebelum kebakaran?
Cahaya menembus jendela.
Bunga-bunga, pepohonan di taman.
Aku wanita bangsawan.
Istri pahlawan Romawi.
Ini kegilaan Nero.
Aku tak menyalahkan Nero.
Tak ada gunanya kau berjalan di sekitar tempat ini
seolah para dewa sudah ambil dia.
Mereka tak marah jika kau anggap tak bisa menyembuhkan?
Aku telah berkorban dengan setia setiap hari!
Hati nuraniku bersih.
Menurutku bukan aku yang doanya ditolak oleh para dewa.
Itu dia.
Mauritius.
Kemurunganmu akan membuat gadis cantik ini
lebih mahal daripada seharusnya.
- Biar kupesankan satu. Elysius. - Publius.
Terima kasih, tidak.
Pergilah.
Bagaimana kehidupan penjara?
Kau sama tahunya denganku. Itu aib.
Aib hitam memalukan bagi rumah dan keluargaku.
Sudah 20 tahun melayani Roma,
mempertaruhkan nyawaku demi kewarganegaraan
dan kini dipaksa mengambil tugas hamba menganggur
sementara Nero mengejek segala hal yang Roma wakili.
Ini masa-masa sulit, Temanku.
Itu sebabnya para dewa merahasiakan hari kematian kita,
agar kita bisa menikmati hidup ini.
Maafkan aku.
Teman, bagaimana putrimu?
Makin hari makin parah.
Aku berkorban kepada Bona Dea, tapi dia tak menjawab.
Berkorbanlah kepada Carna atau Meditrina,
dan Felicitas, Fortuna,
Juno, Libera, Sors, Spes, Trivia.
Ada seratus dewa yang bersiaga.
Paulus dari Tarsus ada di bawah pengawasanku.
Orang yang membakar Roma?
Dia hanyalah kambing hitam Nero.
Kau tahu apa tentang orang Kristen?
Jarang kutemukan di tempat yang sering kudatangi.
Aku tahu mereka punya kasih yang aneh
terhadap janda miskin dan yatim piatu jelek.
Jika kau ingin tahu pendapat dewa tentang mereka,
lihatlah saja ke sekitarmu.
Kau akan melihat mereka tak cocok untuk menerangi jalanan Roma.
Ada pria Yunani yang masuk dan keluar
menuliskan semacam surat.
Mauritius, benakmu sudah rusak
di dalam kegelapan penjara itu.
Bagaimana jika kau sita surat-surat ini,
temukan sesuatu yang berhubungan dengan kejahatan
- yang dituduhkan padanya? - Nero tak butuh bukti.
Pembunuhan sedang dibicarakan.
Separuh kota percaya Nero sendiri yang membakar,
tapi jika kau membawakannya sesuatu
yang menunjukkan bahwa orang Kristen bersekongkol
dan membakar Roma, kau akan menjadi pahlawan di mata Nero,
orang yang paling dihormati di seluruh Roma.
Mauritius, pikirkan putrimu.
Berapa lagi yang akan dewa dengarkan
jika Kaisar sendiri yang berkorban untuknya?
Benarkah dia telah melihat Mesias?
Maksudku Paulus.
Di mana Lukas? Lukas!
Eubulus! Bersihkan meja! Sekarang!
Akwila.
Hati-hati... Baringkan di sini.
Aku menemukannya di jalan.
Kata mereka, dia dipukuli oleh tentara
setelah meninggalkan Bukit Palatium.
Tidak!
Tidak...
Inilah akibat memercayai Tuhan.
Kita harus membalas kebrutalan ini.
Banyak dari kita hanya punya sedikit waktu di kota ini.
- Kita harus teguh sekarang. - Teguh?
Maka kita seperti anjing kurap?
Kita tidak berbuat apa pun untuk membela diri
sementara kita dikejar dari kota untuk diburu
- dan dibunuh. - Cassius!
Kami mengerti kemarahanmu.
Tarquin bagaikan putra kami sendiri.
Aku seharusnya tak membiarkan dia pergi.
Kenapa kau menyalahkan dirimu,
bukan mereka yang membunuhnya?
Siapa lagi yang mereka renggut darimu?
Wanita ini datang dengan berlumuran darah anaknya.
Apa yang akan kau lakukan, Cassius?
Katakan. Apa yang akan kau lakukan?
Kita balas perbuatan mereka.
Ya.
Bunuh mereka di kegelapan!
- Aku mendukungmu, Cassius! - Buat api dan bakar
di rumah mereka saat tidur!
Ucapanmu seolah belum mendengar ucapan Kristus.
Kau tak pernah berjalan dengan Kristus!
Kenapa kau menganggap-Nya akan katakan itu
- di hadapan iblis seperti Nero? - Diam!
Tenanglah.
Tak satu pun dari kita di sini pernah berjalan dengan Kristus.
Namun, Paulus mengikuti-Nya lebih lama daripada kita.
Aku melihatnya dipukuli.
Aku melihatnya dilempari batu dan dicambuk.
Tak sekali pun dia mengangkat jarinya kepada penindasnya.
Biarlah damai bersamamu, karena kita hidup di dunia,
tapi kita tidak berperang seperti dunia.
Damai dimulai denganmu, Cassius.
Kasih adalah satu-satunya cara.
Ada anak kecil Romawi bernama Tarquin.
Dia dibunuh di jalanan tadi malam.
Dia disayangi oleh jemaat.
Mayoritas dari mereka memercayai Jalan.
Namun, Tarquin punya sepupu yang...
Dia memecah belah mereka, Paulus.
Faksi para pemuda yang makin banyak...
Mereka ingin membalas.
Mereka ingin balas dendam.
Kita tak bisa membalas kejahatan dengan kejahatan.
Kejahatan hanya bisa dikalahkan dengan kebaikan.
Ya, mengingat semua yang telah mereka lalui,
bisakah kau menyalahkan respons mereka, Paulus?
Apa katamu pada mereka?
Kasih adalah satu-satunya cara.
Setelah semua yang kau lihat,
kau masih tak percaya?
Ini tak seperti yang pernah kulihat.
Astaga...
Ini dunia yang dicengkeram kejahatan.
Ini sirkus Nero.
Ini kebencian yang mendalam.
Darah mengalir di jalanan.
Janda dan yatim piatu mati kelaparan.
Bayi yang lahir dengan cacat kecil dibuang, dibunuh, disingkirkan.
Dunia ini...
Tidak tahu apa apa tentang kasih.
Kau akan menyerah atas dunia
- saat Kristus tak menyerah? - Kenapa tidak?
- Tidak! - Kenapa tidak?
Kasih adalah satu-satunya cara.
Kasih yang lama menderita.
Kasih yang baik hati,
yang tidak iri, yang tidak berbagga diri.
Kasih yang tak mempermalukan,
yang tak mencari keuntungan bagi diri sendiri.
Kasih yang tidak mudah marah.
Kasih yang bersukacita dalam kebenaran.
Kasih yang tak pernah senang dalam kejahatan.
Kasih yang melindungi,
percaya, berharap,
sabar menanggung segala sesuatu.
Kasih yang semacam itu.
Ulurkan tanganmu.
Apakah kau mengerti?
Maka tuliskanlah.
Aku pernah ingin balas dendam,
seperti Cassius dan para pemuda itu.
Aku mengenal jalan kehancuran ini melebihi siapa pun.
Aku membenci mereka yang mengikuti Kristus.
Aku memburu mereka seperti binatang liar.
Lalu saat mereka melarikan diri dari Yerusalem,
aku pergi ke Bait Allah kepada Imam Kepala,
agar mendapatkan wewenang untuk pergi ke Damaskus,
dan menangkap semua pengikut Jalan itu.
Aku bertekad untuk menjadi tangan keadilan Tuhan.
Murka-Nya.
Kau percaya apa yang kau lakukan
adalah karena cinta kepada Tuhan.
Cinta yang buta.
Aku hanya tahu Hukum Taurat.
Jika air mengalir menuruni gunung, apa selain mukjizat
yang bisa mengalirkannya ke atas?
Jalan menuju Damaskus...
adalah mukjizat untukmu.
Ya.
Jalan menuju Damaskus.
Saulus...
Kenapa kau menganiaya Aku?
Siapakah Kau, Tuhan?
Siapakah Kau, Tuhan?
Akulah Yesus...
yang kau aniaya.
- Ada apa? Apa yang terjadi? - Dia tak bisa melihat.
Di sini. Baringkan di sini.
Sesuatu... Sesuatu terjadi di jalan.
Seperti cahaya.
Ada suara... Suara seperti...
Seperti guntur.
Dia jatuh berlutut, seolah-olah dia dipukul jatuh.
Lalu dia meneriakkan kata-kata,
"Siapakah Kau, Tuhan?"
Sepanjang jalan kemari, dia mengatakan dengan lantang
bahwa Yesus adalah Mesias.
Saulus dari Tarsus.
Bisakah kau mendengarku?
Ananias?
Kau tahu siapa aku?
Tuhan memberiku penglihatan bahwa kau akan mengunjungiku.
Mereka memberitahuku...
bahwa kau sudah tak waras,
bahwa kau belum makan atau minum apa pun
selama tiga hari.
Tindakanmu terhadap mereka yang mengikuti Kristus,
dan semua kejahatan yang telah kau lakukan
dilaporkan dengan lengkap.
Aku tahu kau datang kemari dengan wewenang dari Imam Kepala
untuk menangkap semua orang yang memanggil nama Tuhan.
Aku orang jahat.
Aku pantas mati.
Ya.
Kita semua pantas mati.
Akan tetapi...
Kristus...
telah memerdekakan kita.
Saudara Saulus,
Tuhan Yesus
yang menampakkan diri kepadamu di jalan saat kau kemari,
telah mengutusku agar kau bisa melihat lagi,
dan dipenuhi...
dengan Roh Kudus.
Saudara Saulus...
Terimalah penglihatan matamu.
Segalanya dalam hidupmu berubah,
tapi kau melanjutkan.
Tiga tahun di Arabia.
Kenapa?
Petrus dan yang lain melewatkan tiga tahun bersama Kristus.
Aku harus lakukan hal yang sama.
Aku harus belajar cara berdoa.
Cara berbicara.
Cara mengasihi.
Baiklah, Pria Tua.
Ceritakan semua yang setelahnya.
Tahanan, berdirilah.
Orang Yunani juga.
Tuan.
Kursi, mungkin?
Aku akan berdiri.
Aku mengenali caramu berdiri,
seperti pria yang berulang kali dicambuk.
Kata mereka, tulang belakang bengkok dan tidak pulih.
Apa aku benar?
Kau benar.
Aku yakin kau tahu tanggung jawabku
atas penahanan setiap tahanan di sini.
Aku tahu bahwa kehilangan tahanan berarti kematian bagimu dan anak buahmu.
Betul sekali.
Maka kau mengerti kekhawatiranku saat ini.
Prefek, kau pikir kami merencanakan pelarian?
Seorang pria yang didakwa membakar Roma
bertemu secara rahasia dengan seorang Yunani semalaman.
Mungkin tak hanya rencana pelarian,
tapi pemberontakan.
- Demi tujuan apa? - Balas dendam.
Para pengikut kultus kalian dipukuli, diperkosa, dan dibunuh untuk olahraga.
Ini demi Tuhan bahwa kami menghadapi kematian sepanjang hari,
bahwa kami dianggap sebagai domba untuk dibantai.
Bahkan domba akan memberontak jika dicambuk cukup keras.
Kau pikir aku datang ke Roma melawan kehendakku?
Bahwa aku tidak sengaja berada di sel ini?
Aku sangat tak peduli tentang alasan kedatanganmu.
Aku mencemaskan dokumen ini,
yang dihasilkan di pusat penjaraku.
Tergantung pada temuanku, aku akan menentukan akibatnya.
Anggap si Yunani sebagai ancaman bagi Roma sampai terbukti bukan.
Tempatkan dia di kegelapan dengan Pengkhotbah.
Dia tidak membaik.
Berapa pun akan kubayar.
Ini bukan masalah biaya.
Ini tentang penyakit apa ini.
Aku belum pernah melihat yang seperti ini.
Kumohon.
- Aku mengerti, Cassius. - Mengerti?
- Jangan. - Kristus itu kasih.
- Damai. Sabar. - Kau tak paham.
- Ini respons daging. - Orang mati karena kita.
- Aku kehilangan keluargaku! - Keluarga?
Ya. Keluargaku.
Dengar! Aku masih punya keluarga. Aku tak mau membahayakannya.
- Rencana bodoh! - Pengecut!
Pikirkan keluargamu!
- Tidak! - Lalu, kau mau apa?
- Lirihkan suaramu! - Lukas dijebloskan ke penjara.
- Apa? - Persekongkolan.
Apa katamu?
Lukas telah dijebloskan ke penjara.
Aku punya orang yang mau menyerbu penjara dan membebaskannya.
- Untuk apa, Cassius? - Keadilan.
Keadilan?
Pikirkan Nero akan tampak bodoh,
- kehilangan yang katanya bakar Roma. - Tidak.
Jika kau tertangkap, mereka akan kemari.
- Dengar. Tolong. - Tepat.
Dengarkan aku! Kita bisa bersekutu
dengan para keluarga kuat ini untuk menggulingkan Nero.
Kita bisa membawa damai ke Roma jika kita memerintah.
Kristus meminta kita merawat dunia, bukan memerintahnya.
Dengarkan baik-baik.
Kalian semua, dengarkan aku baik-baik.
Beberapa dari kalian mungkin ingin tetap tinggal.
Beberapa lainnya mungkin ingin pergi.
Namun, jika salah satu dari kalian...
Jika siapa pun angkat senjata,
kalian tak punya tempat dalam jemaat ini.
Cassius dan yang lain akhirnya tenang.
Aku tak bisa berhenti memikirkan Tarquin.
Anak malang itu.
Kita mengirimnya ke sana, Akwila.
Aku tahu. Aku menyalahkan diriku.
Aku seharusnya mengantarnya.
Kita kehilangan banyak, Priskila.
Aku tak tahan memikirkan kehilangan lagi.
Aku yakin ini saatnya meninggalkan Roma, tahu bahwa kita
bisa lebih terlindung dan melayani di tempat lain.
Aku berdoa agar Tuhan bekerja melalui ini.
Aku berdoa agar kau memaafkanku,
karena aku yakin Tuhan memanggil kita ke jalan yang berbeda.
Aku tahu...
Aku tahu kau mencintai kota ini dan warganya.
Itu bagian dari dirimu. Aku mengerti.
Aku memberimu restuku.
Harus kukatakan...
Aku lebih suka kunjungan ke vila sewaan itu
kali terakhir kau dipenjara di Roma,
daripada lubang neraka yang indah ini.
Kau pernah rindu jalanan?
Kau pasti bercanda.
Kau tahu hidupku menyenangkan sebelum bertemu denganmu.
Komitmenmu yang tak tergoyahkan
menguatkanku melalui malam-malam dingin dan menyedihkan
di alam liar.
Perut bergemuruh.
Kaki dan punggungku sangat nyeri.
Kau dahulu suka menyanyikan lagu buruk itu di tengah malam.
Maaf, tapi itu lagu masa kecilku,
dan sudah kukatakan berkali-kali, hanya itu yang menidurkanku.
Suaramu terdengar lebih tinggi dari suara ibu Timotius.
Kami tak pernah bertemu.
Apa dia bisa menyanyi sebagus itu juga?
Lalu, dengkuran Petrus.
- Kita tak akan rindu itu. - Kita tak akan rindu itu.
Itu benar-benar...
Hari-hari sengsara bersamamu.
Aku merindukan itu.
Puji Tuhan karena melibatkanmu dalam hidupku, Saudara.
Entah aku akan berada di mana tanpa kau.
Dari malaria sampai kehilangan darah,
kau pasti sudah mati.
Lukas, tidak.
Itu cukup membosankan.
Hanya seorang pria berjalan-jalan memberikan pidato-pidato panjang.
Yang menarik hanyalah perajaman orang ini.
Mauritius...
Aku telah mendengar rumor gila tentang pria ini.
Seorang tukang sihir ilmu hitam.
Seorang pawang ular dan setan.
Pria yang mampu menyembuhkan orang timpang
hanya dengan sentuhan jubahnya.
Seorang penyembuh?
Maksudku, kita tak menunjuk pemimpin
hanya karena dia tersandung dan jatuh
lalu bepergian sedikit,
dan mengatakan beberapa hal.
Kisahnya pasti lebih banyak.
Kau harus membuatnya mengakui sesuatu.
Apa lagi yang akan dia katakan yang belum dia katakan di sidang?
Terdakwa akan mengatakan apa pun untuk menyelamatkan diri.
Namun, dia telah dihukum. Dia akan dieksekusi.
Tak seorang pun mau mati tanpa warisan,
tanpa membanggakan perbuatannya yang mulia,
agar dunia bisa mengingatnya selamanya.
Sentuhlah arogansinya.
Mungkin.
Aku datang kemari untuk menemukan kedamaian.
Kita tak bisa melihat Roma.
Kita tak bisa melihat telah menjadi apa kota hebat ini.
Aku salah menilaimu.
Kau lebih mirip prajurit daripada pengkhotbah.
Pria dengan banyak darah di tangannya.
Dosa kehidupan masa lalu...
Dengan anugrah Tuhan, telah dihapus.
Dosa, anugrah, belas kasihan.
Tulisan filosofimu tak mengatakan apa pun
tentang kenapa orang Kristen menganggapmu pemimpin,
dan kenapa Nero memilihmu sebagai musuh utama Roma.
Kurasa kau sudah tahu kebenarannya,
bahwa kami tak bertanggung jawab atas kebakaran itu.
Kenapa Nero menuduhkan ini kepadamu?
Banyak sekali rumor di jalanan tentang kuasamu.
Mungkin hal-hal supernatural inilah
yang dianggap ancaman oleh Nero.
Aku tak punya kuasa.
Kisah-kisah itu tidak benar?
Itu semua benar.
Jadi, kenapa pengikutmu membanggakan kuasamu?
Aku tak pernah mengatakan ini dalam hidupku untuk berbangga diri.
Aku hanya membanggakan kelemahanku
agar kuasa Tuhan bisa melekat padaku.
Sangat sedikit orang mengakui kelemahan.
Jelas tak ada yang membanggakannya.
Aku membanggakannya dengan senang hati,
karena kuasa ini ditabur dalam kelemahan.
Aku berasumsi kau telah terima kekayaan.
Tanah.
Pengaruh di antara pengikutmu.
Mungkin itulah yang membuat Nero cemburu.
Aku tak pernah menerima satu koin pun untuk tugasku demi Kristus.
Sungguh?
Kabar baik keselamatan adalah gratis.
Diberikan kepadaku secara gratis.
Aku pun memberikannya secara gratis.
Jadi, kau punya kuasa tertentu
tapi mengaku tak berwenang untuk menggunakannya.
Kau telah melakukan hal-hal ajaib, tapi tak menyombongkannya.
Kau tak berpenghasilan dari pekerjaanmu.
Kau makin tak mirip pemimpin, lebih mirip budak.
Seorang budak yang telah dimerdekakan.
Kita orang Romawi. Kita memang orang bebas.
Semua manusia adalah budak dari sesuatu.
Si orang Yunani...
Dia mempertaruhkan nyawanya untukmu.
Kenapa?
Dia yakin bahwa orang harus tahu tentang kepastian hidupku.
Putriku sakit.
Jika aku berdoa kepada Kristus, Tuhanmu, apa putriku akan sembuh?
Aku tak tahu.
Jalan-Nya bukan jalanku.
Jadi, kau tak menawarkan apa pun.
Aku menawarkan kebenaran keselamatan yang telah ditetapkan di hatiku.
Si Yunani boleh ambil dokumennya. Menurutku tak bernilai.
Dia akan dibebaskan besok.
Prefek Mauritius.
Orang Yunani itu... Lukas...
Dia dokter yang hebat.
Bakatnya tak tertandingi.
Tidak.
Aku tak mau para dewa marah karena orang Kristen ke rumahku.
Kukatakan kau bisa menolong putrinya.
Mana mungkin aku bawa kesembuhan saat dia dan Roma bawa penderitaan?
Kau tahu pria ini lebih baik daripada aku.
Kau...
dahulu berdoa kepada para dewa Yunani,
seperti dia kepada para dewa Romawi.
Dalam tulisanmu tentang Yesus, kenapa kau sering menulis
tentang orang miskin,
orang-orang buangan, dan orang asing?
Kurasa aku ingin orang lain mengerti
bahwa Kerajaan Allah terbuka bagi kita semua,
bahwa belas kasihanNya bagi semua orang.
Tepat sekali.
Kita tak boleh lupa bagaimana rasanya tersesat.
Lalu ditemukan.
Jangan khawatir, Saudara.
Ketika saatnya tiba,
kau akan punya kekuatan untuk melakukan hal yang benar.
Di mana dosa berlimpah...
Anugrah Tuhan lebih berlimpah.
- Tak ada lagi yang bisa kulakukan. - Mana mungkin?
Aku sudah tanya yang lain. Tak ada yang punya jawaban.
Putrimu tak merespons apa pun yang telah kucoba.
Aku sudah kehabisan ide.
Pikirkan sesuatu yang lain.
Persembahkan korban lagi.
Memohonlah kepada para dewa untuk nyawanya.
Dengarkan, Mauritius, kau orang yang baik.
Para dewa masih mendengarmu dan menyembuhkannya.
Kau tak bertemu si dokter.
Kau menyuruhku keluar mencari udara segar.
Jadi, aku keluar.
Tak ada lagi yang bisa dia lakukan.
Aku tak meragukannya.
Jangan bicara di sini.
Kau takut para dewa akan mendengarmu berbicara?
Lalu, kau menuduhku membuat para dewa marah,
tapi bagaimana denganmu?
Ada gosip di antara para istri penjaga
bahwa kau memperlakukan orang Tarsus itu,
yang meludahi wajah Roma, dengan simpati.
Dia warga Roma.
Jika ada sedikit kebaikan hati, itulah sebabnya.
Kebaikan hati apakah dalam melindungi orang Kristen Yunani,
melawan perintah langsung kaisarmu?
Kau harus diadili dan dieksekusi atas persekongkolan.
Namun, kau pikir aku yang membuat para dewa marah.
Aku melindungi si Yunani karena suami para penggosip itu
dibayar untuk menjaga dia.
Putrimu sekarat.
Kau berani mempermalukan dewa dengan tindakanmu?
Selama ini, aku sudah setia kepadamu.
Saat kau bepergian!
Saat kau pergi berkampanye.
Kau pikir aku tak kesepian?
Kau pikir aku tak lapar akan kasih sayang?
Aku tak punya apa pun.
Tak satu pun!
Kemudian, dia lahir.
Bayi perempuan yang berharga itu.
Dia adalah...
Sukacitaku.
Dialah hidupku saat kau bepergian.
Namun, kini, kau mengancam untuk mengambil sukacitaku,
merenggut hidupku, karena kau menolak untuk melihat caramu yang egois!
- Ini bukan kesalahanku. - Ini semua kesalahanmu!
Di hadapan semua dewa, kukatakan bahwa kematiannya
- menjadi tanggunganmu. - Cukup!
Lakukanlah.
Hindarkan aku dari kesusahan saat dia mati.
Berhenti!
Lewat sini. Lekas! Menyusuri koridor. Ayo!
Tolonglah! Kumohon!
Bebaskan kami!
Saudara, selamatkan kami!
Di bawah sini!
Cepat. Kami membebaskanmu.
Siapa mengutusmu?
Kami datang atas nama Kristus.
Kau berbuat jahat pada pejabat pemerintah atas nama Kristus?
Saatnya tiba untuk gulingkan kekuasaan terkutuk ini,
kembali kepada rakyat.
Atas otoritas siapa pikirmu Roma berkuasa?
Kau akan mati di sini.
Misimu akan mati bersamamu.
Kristus telah menang atas semua musuh oleh salib itu.
Katamu kau datang dalam nama-Nya,
tapi jelas kau tak mengenal-Nya.
Cassius, kita harus pergi. Sekarang.
Dasar bodoh.
- Periksa para tahanan. - Ya, Tuan.
Jadi, beginikah cara membalas kebaikanku?
Penjaraku dibobol.
Para penjaga dibunuh.
Akan selalu ada yang mencoba main hakim sendiri.
Kau tak menyebabkan ini?
Jika kami penyebabnya,
bukankah kau akan berada di sel menunggu dieksekusi?
Bagaimana mungkin bahwa hanya dengan ucapan,
kau menghina Kaisar?
Dengan ucapan, kau tampak menentang Roma sendiri.
Ucapan tidak mengancam akan meruntuhkan kekaisaran.
Karena mungkin itu bukan hanya ucapan.
Itu adalah kebenaran dari segalanya.
Kau terus mengatakan "kebenaran". Kebenaran.
Namun, itu hanya kebenaran menurut dirimu.
Jika itu satu-satunya kebenaran, semua orang akan percaya.
Tidak juga.
Kristus, Kebenaran, bangkit dari kematian.
Banyak yang masih tidak percaya.
Dusta. Isapan jempol.
Andai Kristus tidak bangkit dari kematian, maka khotbah kami sia-sia.
Begitu juga iman kami.
Kau tak ragu sama sekali?
Manusia tidak mati demi hal yang mereka ragukan.
Kau mengaku melayani Allah yang melebihi semua dewa,
tapi yang kulihat ini hanya pria tua yang dirantai.
Hidupmu, ringkasan tentang hajaran dan sel-sel penjara yang jorok.
Aku layak menerima lebih buruk, tapi...
Ada anugrah yang cukup bagi semua orang.
Untuk menjadi kaya,
bukan miskin.
Untuk menjadi kuat,
bukan lemah.
Memiliki budak dan pelayan, bukan menjadi.
Tidak perlu orang cerdas
untuk melihat dan tahu bahwa dunia kehilangan sesuatu.
Jangan meragukan kehebatan Roma.
Bagaimana dengan cinta bagi putrimu?
Apa tawaran Roma padanya?
Satu kata lagi, kukirim kau ke dewa apa pun.
Kau benar, putriku sekarat.
Para dewa tidak menjawab doaku.
Ada cara lain.
Tidak. Tidak ada.
Kristus-mu tak menyelesaikan apa pun.
Sentimen tanpa akal bagi yang terlemah dan termiskin
untuk membuat hidup mereka bisa dijalani,
sampai mereka terkubur di tanah dan dilupakan.
Besok, ada tontonan di sirkus.
Bawa si Yunani ke sana.
- Agar dia mati demi kemuliaan dewaku! - Tidak!
Semoga ini membantuku demi putriku.
Tidak!
Lukas. Lukas!
Kau seharusnya kabur saat ada kesempatan!
Tunjukkan kepada pria Tarsus cara Roma memperlakukannya musuhnya.
Bantu kami menyelesaikan perlombaan ini, Bapa.
Cassius dan yang lainnya menghilang.
Kota ini waspada.
Tega amat mereka melakukan ini?
Mereka membahayakan semua orang.
Para pemuda yang bingung dan egois bersama ambisi mereka.
Aku tak berharap mereka kembali.
Namun, Lukas akan mati di pagi hari,
bersama saudara dan saudari kita.
Aku hanya ingin membantu kota ini.
Kini, hanya ada bau busuk kematian di sekitar kita.
Berapa lagi akan mati tanpa kau di sini?
Hatiku hancur untuk Roma.
Aku tahu aku tak bisa bantu semua orang, tapi Kristus meminta kita berusaha.
Aku ingin tinggal di sini.
Namun, kita lebih kuat jika bersama.
Aku tahu siapa kau.
Kau yang bepergian bersama Paulus.
Lukas, si dokter.
Benar.
Tahu apa yang akan menimpa kita?
Kami tak diberi tahu apa pun.
Besok ada pertandingan.
Semuanya, berkumpullah.
- Berkumpullah. - Kemarilah...
Akan ada momen kesakitan.
Namun, hanya sesaat.
Hanya sesaat.
Lalu, kita akan pulang,
ke hadapan Tuhan kita Yesus Kristus selamanya.
Dengar, di dalam hatiku,
aku merasa harus ada ganjaran terhadap Romawi,
atas kejahatan yang telah mereka lakukan.
Namun, hanya ada satu cara.
Ingat saat Tuhan kita berbicara di salib.
"Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tak tahu apa yang mereka lakukan."
Dia juga meminta kita berdoa dengan cara yang sama.
Jadi, mari kita berdoa.
Bapa kami,
yang bertakhta di Surga,
dikuduskanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di Bumi seperti di Surga.
Berilah kami makanan kami secukupnya,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami mengampuni orang lain.
Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,
tapi lepaskan kami dari yang jahat.
Amin.
Kumohon selamatkan dia.
Aku tak mau kehilangan.
Apa pun caranya, kumohon.
Bawa si Yunani ke sini, sekarang!
Ya, Tuan.
Bisa kau selamatkan?
Cepat, berikan pisaumu.
Sekarang.
Dada putrimu penuh darah.
Jika tidak kukeluarkan, dia akan mati. Pisaumu, tolong.
Terima kasih.
Ulurkan tanganmu.
Pena dan perkamen, tolong.
Kau akan menemukan Akwila dan Priskila di sini.
Katakan aku mengutusmu untuk ambil semua ini.
Semua harus dibawa kepadaku segera.
Aku yakin aku tahu ada apa dengannya.
Ini penyakit yang pernah kulihat di Pulau Rodos,
tapi pekerjaanku banyak untuk menyelamatkannya.
Kau memercayaiku dengan nyawa putrimu,
seperti aku memercayaimu dengan nyawa mereka di sana.
Pergilah sekarang.
Tidak, sudah tak ada roti.
Buka pintu! Aku perlu bicara dengan Aquila dan Priscilla!
Bawa anak-anak.
Pergi...
Baiklah.
Buka pintunya! Kumohon!
Kumohon! Buka!
Kau Akwila?
Aku cari Akwila dan Priskila.
- Di mana Akwila? - Aku Akwila.
Lukas mengutusku.
- Lukas mengutusmu? - Ya.
Aku butuh bantuanmu.
Putriku sekarat. Kumohon...
Si Yunani masih hidup.
Puji Tuhan.
Berkat dia, putriku hidup.
Dia tak perlu menyelamatkannya.
Dia mengutusku ke suatu tempat untuk persediaan.
Itu penuh dengan pengikutmu yang bersembunyi.
Dia tahu aku bisa melaporkan mereka,
membuat mereka semua dilempar ke sirkus hari ini.
Aku berterima kasih.
Istriku dan putriku berterima kasih.
Aku berharap itu menunjukkan suatu kebenaran.
Maaf atas sirkus Nero.
Maaf karena pengikutmu tewas hari ini.
Kau pernah berlayar?
Pernah.
Bayangkan dirimu memandang laut yang luas di depanmu.
Kau meraih ke bawah dan memasukkan tanganmu ke air.
Kau mencedoknya ke arahmu.
Segera, air mulai bocor melalui jemarimu,
sampai tanganmu kosong.
Air itu ibarat kehidupan manusia.
Dari lahir sampai mati,
kehidupan selalu terlepas dari tangan kita sampai habis.
Bersama semua yang kau sayangi di dunia ini.
Namun, Kerajaan yang kubicarakan itu,
yang untuknya aku hidup,
adalah seperti sisa air di laut.
Manusia hidup demi secangkir air yang lolos melewati jemarinya.
Namun, mereka yang mengikuti Yesus Kristus
hidup demi lautan luas tak terbatas itu.
Bagaimana jika setelah semua ini,
aku masih tidak percaya pada Kristus-mu?
Aku tak berusaha meyakinkanmu.
Dengarkan aku.
Hanya ada satu momen.
Bukan aku.
Kristus sendiri yang melihatmu dan menghancurkan pertahananmu.
Pada saat itu, kau akan memahami bahwa kau sungguh dikenal oleh Allah,
dan benar-benar dicintai.
Aku akan berdoa agar momen itu datang untukmu.
Kurasa aku ingin berjalan kaki untuk menikmati matahari.
Tentu saja.
Kau menyelamatkan putrinya.
Mereka akan mengenal kita karena kasih kita.
Ini Jalannya.
Kudengar sorakan khalayak dari rumah orang Romawi.
Aku tidak akan melupakan wajah mereka selama hidupku.
Trompet akan terdengar paling keras saat mereka tiba di Rumah Bapa.
Perayaan besar terjadi hari ini.
Perayaan yang besar.
Jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan.
Jika kita mati, kita mati untuk Tuhan.
Baik kita hidup atau mati, kita milik Tuhan.
Itu cerdas.
Kini, ada bagian penutup.
Dengarkan ini. "Selama dua tahun,
Paulus tinggal di Roma di vila sewaannya sendiri."
Bukan. "Rumah."
"Dia menyambut semua yang menemuinya.
Dia mewartakan kerajaan Allah
dan mengajar tentang Tuhan kita, Yesus Kristus, dengan berani,
dan tanpa halangan."
Sudah. Itu akan membuatmu terdengar baik.
Lalu penangkapan keduaku?
Tertang persidangan di Forum, vonis Nero,
dari kegelapan sel penjaraku?
Aku memulai kisahku atas peristiwa ini
dengan pernyataan Yesus kepada pengikut-Nya,
untuk menjadi saksi-Nya di Yerusalem dan sampai ke ujung Bumi.
Kisah yang dimulai di Yerusalem 30 tahun silam,
kini telah tiba di Roma.
Jadi, ini akhirnya.
Namun, kematian hanyalah permulaan.
Kita akan bertemu lagi di jalan baru. Aku yakin.
Hidup adalah Kristus.
Mati adalah keuntungan.
Aku suka yang itu.
Tuliskanlah.
Kerja kita lancar.
Melebihi 100 salinan sejauh ini.
Kita akan membawa ini keluar Roma dan membawanya ke semua jemaat.
Ini akan membantu banyak orang.
Terima kasih.
Lukas.
Apa yang akan kau lakukan?
Aku tak bisa meninggalkan Paulus.
Setelah kami pergi,
aku tak bisa menjamin jalan keluarmu dari Roma.
Akwila, kau sudah bantu lebih dari cukup.
Aku merasa menyelesaikan tugas inilah yang terpenting.
Kurasa ada beberapa segi hidup yang layak dipertaruhkan.
Aku akan rindu kalian berdua.
Ini. Paulus meminta kalian memastikan
surat ini mencapai Timotius segera.
Tentu saja...
Jangan takut.
"Kepada Timotius, anakku yang terkasih,
Anugrah, rahmat, dan damai sejahtera dari Allah Bapa,
dan Yesus Kristus, Tuhan kita."
"Ingatlah Yesus Kristus yang telah bangkit dari kematian
yang adalah keturunan Daud."
"Jangan malu atas kesaksian tentang Tuhan kita,
atau tentang aku, tahanan karena Dia.
Melainkan ikutlah denganku dalam menderita demi Injil."
"Dengan kuasa Allah,
Dia telah menyelamatkan kita,
dan memanggil kita kepada hidup yang kudus.
Bukan karena apa pun perbuatan kita,
tapi karena tujuan dan anugerah-Nya sendiri."
"Inilah Injil yang kuberitakan,
yang untuknya aku menderita,
bahkan sampai dibelenggu seperti penjahat.
Namun, Firman Allah tidak dibelenggu."
"Karena darahku sudah mulai dicurahkan
seperti minuman persembahan.
Saat kematianku sudah dekat.
Aku telah menjalani perjuangan yang baik.
Aku telah menyelesaikan perlombaan ini.
Aku telah memelihara imanku."
"Tuhan menyertai rohmu.
Anugerah-Nya
menyertai kalian semua."
Terjemahan subtitle oleh Eunike Gloria
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.