Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
HARAP TENANG DI PERPUSTAKAAN
Widyawisata sudah berakhir,
sisa kehidupan SMA pun hanya enam bulan!
Nilai studi kalian semua sudah meningkat,
dan tujuan untuk lulus berlima dengan senyuman pun makin nyata!
Karena itu, aku ingin mengambil cuti
sebagai guru privat selama libur musim panas.
Ma-Masuk akal...
Uesugi juga harus belajar untuk ujian masuk.
Uesugi.
Kalau ada waktu, sempatkan main ke rumah kami, ya!
Atau mau pergi ke pantai bersama kami?
Kau bisa lihat baju renang teman sekelasmu, lo.
I-Ichika!
Fuutarou...
Ya. Kalau aku ada waktu luang...
Uesugi! Libur musim panas adalah waktu peserta ujian masuk menahan godaan!
I-Iya...
Daripada aku, kau sendiri bagaimana?
Aku masih bisa bertemu Fuu di tempat kerja selama libur musim panas.
Aku harus memanfaatkan kesempatan ini.
Lalu, aku punya hadiah untuk kalian.
Apa ini?
Balasan hadiah ulang tahun.
Sebuah album?
Aku tidak punya uang.
Aku tak bisa siapkan hadiah untuk lima orang.
Karena itu, aku minta bantuan Takeda dan Maeda untuk membuat ini.
Ini adalah catatan kenangan kalian berlima.
Kita sudah mengalami banyak hal, ya.
Uesugi, kau diam-diam memotret kami, ya?
Ya ampun. Tidak perlu diam-diam,
kalau hanya foto, aku bisa berikan sebanyak yang kau mau.
Namun, semuanya foto yang bagus,
dan menunjukkan sifat asli kita.
Terima kasih, Fuutarou.
THE QUINTESSENTIAL QUINTUPLETS
MUSIM PANAS TANPA KEBETULAN (BAGIAN AWAL)
Pagi ini, aku menemukan buku ini di bawah kasur Kakak.
K-Kalau itu...
Aku tidak menyangka Kakak diam-diam membaca buku seperti ini.
PANDUAN PERCINTAAN UNTUK ANAK SMA
Aku sampai kaget!
Bukan begitu!
Temanku memaksa aku pinjam buku itu!
Lalu, kebetulan saja aku simpan di bawah kasur!
Memangnya Kakak punya teman, ya?
Ada telepon!
Halo, dengan Uesugi!
Baik. Aku berikan teleponnya kepada Kakak, ya.
RUMAH SAKIT UMUM
Maaf.
Aku ingin menutup toko untuk sementara waktu.
Begitu, ya.
Semoga lekas sembuh.
Kukira aku bisa bertemu Fuu selama libur musim panas.
Tidak bisa dibiarkan.
"KALAU TIDAK BISA TARIK, MAIN ULUR SAJA" Jadi, ini yang namanya teknik cinta...
Begitu, ya. Ada macam-macam.
Ajaran leluhur memang luar biasa.
Maaf menunggu.
Lama banget, Nino.
Omong-omong, bunga ini...
apa cocok untuk dipakai hadiah menjenguk?
Memangnya kenapa kalau aku sedikit terlambat?
Dasar cowok perhitungan.
Kalau panas kan bisa tunggu di dalam.
Otakmu itu cuma pajangan saja, ya?
Bawa dua buket bunga segala, kayak orang bodoh.
Tunggu sebentar...
Bau keringat.
Parah banget.
Kau kerasukan apa?
Mau sampai kapan bengong di situ?
Ayo ke ruang rawat manajer.
Cepat sedikit, Uesugi.
Ini, ada sedikit hadiah.
Terima kasih.
Uesugi juga terima kasih sudah datang.
Mau sampai kapan diam di situ?
Memangnya buket bunga di tanganmu itu untuk apa?
Ini bunga.
Iya, itu bunga.
Ada apa? Sedang bertengkar?
Tidak perlu disembunyikan.
Bukan.
Sudah kubilang bukan.
Orang ini...
Mentang-mentang tidak bisa ditarik, dia main ulur!
Duh, aku haus.
Uesugi, belikan aku minum.
Apa dia juga baca buku yang sama denganku?
Kalau beli air minum, sudah jelas yang suhu biasa, dong!
Tak kusangka dia akan coba secara langsung,
ternyata ada juga sisi manisnya.
Ya ampun, hal segampang ini saja tidak bisa.
Dasar payah.
Tidak berguna.
Mulai menyebalkan.
Kau ini, ya...
Bisa jaga sikap, tidak...?!
Jangan sentuh aku.
Biar aku beli saja sendiri!
Uesugi.
Apa kau yakin tidak tahu alasannya?
Tanpa kau sadari, apa kau sudah melakukan sesuatu,
atau tidak melakukan apa-apa pada gadis itu?
Tepat sasaran, ya.
Biar kuberi tahu saja.
Dia sedang marah, lo.
Kukira Nino sedang berusaha menarik perhatianku.
Betapa congkaknya diri ini.
Memalukan banget!
Uesugi.
Coba dengarkan baik-baik.
Kau pasti bisa mendengarnya.
Teriakan isi hati gadis itu.
Aku sudah berlebihan!
Aku kelepasan bilang, "Jangan sentuh aku."
Namun, kalau Fuu menyentuhku, aku pasti akan kembali normal!
Bagaimana ini?
Apa dia akan membenciku?
Semuanya salah Fuu karena tidak mau menoleh padaku!
Meskipun begitu, akting seperti ini membuat hatiku ikut sakit.
Sebelum aku jatuh cinta pada Fuu, aku tidak pernah sekasar itu.
Iya, tidak pernah.
Sulit juga, ya.
Nino.
Papa.
Aku dengar, kau akhirnya mau pulang.
Aku sudah mendapat kabar dari Ichika.
KONTRAK PEMBATALAN SEWA
Aku memang membeli kamar itu untuk kalian.
Kalian boleh pakai, tak usah pedulikan aku.
Kamar itu...
Oh, maaf. Aku harus pergi lagi.
Kau masih marah?
Fuu...!
Apa, sih, Uesugi?
Aku sudah mau pulang.
Sebelum itu, bawa ini.
Apa, sih? Mau menyogok pakai bunga, ya?
Itu bukan untukmu.
Bunga itu untuk ibumu.
Peringatan kematiannya bulan depan, 'kan?
Aku sedang cuti jadi guru privat.
Agak cepat, sih... tapi aku ingin berikan itu.
Sampai jumpa.
Tunggu!
Fuu, jangan ikut menghilang.
Seperti ibu...
Yang lain juga akan pergi
dan berpisah suatu hari nanti.
Akan tetapi...
Apa Fuu akan selalu ada di sampingku?
Nino, kau...
Jadi, kau bukan mulai membenciku?
Ya ampun! Bikin ribet saja!
Semuanya jadi kacau!
Kalau tidak bisa tarik, ya main ulur!
Sepertinya kau tidak paham yang begitu!
Ya ampun. Apaan, sih...?
Maaf, ya.
Ternyata memang itu.
Bikin panik saja.
Kau panik karena aku?
Dasar gampangan!
Hei, kau sudah ketahuan.
Benar-benar, deh.
Yang gampangan itu rupanya aku.
Ternyata harus aku yang berlari mengejarmu.
Uesugi, dasar pria penggoda sok polos!
Laut!
Oke, aku mau istirahat.
Tidak boleh!
Kalau datang ke pantai, harus masuk ke laut dulu!
Aku sudah dengar dari Kak Itsuki.
Hari ini mereka akan pergi main ke pantai!
Bagus juga kalau bisa kebetulan papasan!
RAIHA YANG MULAI DEWASA KARENA SUDAH SMP
Lo? Ternyata kalian datang juga.
Oh, rupanya ada Uesugi.
Lama tidak ketemu.
Apa kau menikmati musim panas?
Salah.
Yang benar saja...
Kalian datang berduaan saja?
Bukan kami saja.
Anak kelas juga datang, lo.
Rasanya kami sudah kirim surel ke tempatmu juga.
Oh, iya. Sudah lama aku tidak cek ponsel.
Lo? Kok?
Ada yang aneh. Kenapa kita tidak ketemu?
Andai saja kita bisa ke pantai.
Apa boleh buat.
Hari ini jadwal kita pindahan.
Fuutarou ikut ke pantai, tidak, ya?
Kurasa dia bukan orang yang mau ikut.
Mungkin saja dia pergi sambil menemani Raiha.
Meski tidak kelihatan, Fuutarou sebenarnya pandai mengasuh...
Ini, 'kan...
Itu lukisan buatan Kiku.
Sudah lama tidak lihat.
Betul.
Setahun yang lalu, ya?
Kita harus mengurusnya karena bos agensiku
tiba-tiba harus pergi dinas.
Kiku hebat sekali, tidak banyak rewel.
Ternyata om itu sudah menikah, ya?
Sekarang bukan waktunya membahas itu.
Di UAS mendatang, kita harus pastikan kalian tidak dapat nilai merah!
Mereka bertiga membolos dan pergi ke luar, ya.
Kalian berdua harus belajar untuk ujian...
Hei, kau!
Kau harus jadi teman mainku!
Kiku.
Mau main denganku?
Aku bukan anak kecil!
Main boneka sudah ketinggalan zaman.
Sekarang sedang tren main rumah-rumahan!
Bocah.
Kau berperan jadi papaku.
Kalau begitu, aku yang jadi mama.
Aku tidak punya mama.
Mama pergi bersama selingkuhannya.
Realistis banget, ya?
Buka pintu.
Wah, ternyata kantor papa seperti ini.
Kalian berdua jadi karyawan kantor ini.
Karyawan kantor?
Betul. Kalian berdua menaksir papa.
Detail macam apa itu?
Kiku, mereka berdua...
Pak Bos, kapan kau akan mengajakku pergi makan bersama?
Ayo pergi malam ini.
Miku sudah mulai jujur, ya.
Akan tetapi,
aku tidak akan kalah kalau soal akting.
Kiku mau mama baru, tidak?
Curang.
Aku yang akan jadi mama.
Memangnya Miku bisa jadi Mama, ya?
Kalau begitu, kalian berdua...
Sebutkan apa yang kalian suka dari papa.
Ba-Bagian yang kami suka...
Eh... Apa, ya?
Aku kurang paham, sih...
Meski tidak kelihatan, dia punya sisi yang jantan...
Pintar, bisa diandalkan,
tubuhnya tinggi, keren.
Kurasa papa tidak termasuk kategori tinggi.
Be-Benar juga.
Kita sedang membicarakan bos, ya.
Kiku sendiri suka yang mana?
Aku tidak butuh Mama.
Kenapa?
Karena aku tidak kesepian.
Karena Mama, Papa jadi kesusahan.
Selama ada papa, aku tidak kesepian.
Jangan memaksakan.
Apa yang kau lakukan?! Hentikan!
Anak gadis seusiamu
mustahil tidak kesepian karena tidak punya ibu.
Jangan sok dewasa seperti itu.
Kau boleh bersikap egois seperti anak seusiamu.
Sisi yang seperti ini.
Aku yakin dia tidak sadar...
Kehangatan yang mampu merangkul orang lain.
Fuutarou punya itu.
Hati yang hangat itu pula
yang sudah membuatku meleleh.
Fuutarou.
Ayo berpacaran denganku.
Pacaran? Maksudnya?
- Eh? Itu... - Salah, dong.
Menikahlah denganku!
Menikah?
Eh?!
Kenapa tiba-tiba...?
A-Aku harus jawab apa...?
Baiklah.
Kiku, kita dapat Mama baru. Bagus, 'kan?
Meski hanya dalam permainan rumah-rumahan.
Aku pulang!
Lo? Kok?!
Ada anak gadis yang manis!
Kenapa kau ada di rumah kami?
Kalian sedang apa?
Main rumah-rumahan.
Aku baru saja menikah dengan Miku.
Apa yang baru saja kau lakukan?
Asyiknya, aku juga mau ikut main!
Ada peran yang masih kosong?
Anjing peliharaanku!
Anjing? Guk, guk!
Yang berdua di sana jadi nenek!
Walah, ternyata kami juga diajak main.
Aku mengisi peran apa barusan?
- Ne-Nenek... - Tidak kedengaran.
- Ternyata bukan. - Bikin kaget saja.
Meski yang ini salah sasaran,
tapi aku serius, kok.
Sepertinya begitu.
Namun, entah mengapa...
Aku ingin menjadikan Fuutarou milikku seorang...
Namun, aku juga suka melihat
kita berenam seperti ini.
Kiku sehat-sehat saja, tidak, ya?
Dia sedang manja ke papanya di lokasi syuting tempo hari.
Aku juga ingin perlihatkan ke Fuutarou.
Boleh juga, tuh.
Nomor yang Anda hubungi sedang tidak aktif.
Mohon hubungi beberapa saat lagi.
Tidak diangkat.
Fuutarou... Aku ingin ketemu.
Aku yakin dia sedang kesepian seorang diri sekarang.
- Kanan, kanan! - Kiri, kiri!
Yang mana, sih?!
Dia adiknya KM kelas kita, lo.
Manisnya.
Mau makan mi goreng?
Si kembar Nakano sehat-sehat saja?
Kenapa tanya padaku?
Uesugi, ini masih sakit, lo.
Aku kan sudah minta maaf!
Kau masih merengek, ya? Cowok, bukan?
Aku juga tertawa, sih. Menyenangkan, ya.
Aku juga senang melihat Uesugi menikmati hari ini.
Apa aku terlihat bersenang-senang?
Kelihatannya, sih, begitu... Aku salah, ya?
Setelah ini, kami mau main kembang api. Kau mau ikut?
Tidak, aku mau pulang.
Raiha juga kelelahan.
Titip salam ke teman-teman.
Aku tidak sangka.
Seorang Uesugi berusaha akrab dengan teman sekelas.
Benarkah?
Sejak awal juga sudah seperti ini.
Tidak, ah.
Kalau membandingkan saat kelas satu...
Kau sudah berubah banyak.
Apa yang...
Oh, bukan.
Siapa yang membuatmu berubah?
Kau pasti tahu jawabannya.
Aku main ke pantai lagi setelah beberapa tahun,
dan bersenang-senang bersama kalian, juga teman-teman sekelas.
Kenyataannya memang begitu.
Namun, aku merasa ada yang kurang.
Aku tahu, kok.
Sial.
Kalau mereka juga ikut...
Pasti lebih menyenangkan.
RAIHA
Kalian sedang pindahan, ya?
Makanya kalian tidak ikut ke pantai.
Betul, kami tidak menyangka Raiha akan pergi ke pantai.
Maaf karena tidak mengabari.
Nyaris saja kami papasan dengan mereka.
Kalau mereka bertemu Uesugi, aku tidak tahu akan ada drama apa lagi.
Pokoknya, aku harus menjaga kedamaian ini!
Eh? Mau gantian?
Boleh, kok.
Halo. Ini aku.
U-Uesugi?!
Iya, begini... A-Aku punya...
Usulan untuk kalian...
Ka-Kalau tidak mau...
Kalian bisa tolak.
Mau main ke kolam renang?
Kenapa malah kau yang ajak?!
Kami adalah kembar lima yang akrab!
Aplikasi ini keren, ya!
Wajah kita benar-benar tertukar!
Selanjutnya, aku juga mau.
Wah, kombinasi ini bagus banget!
Kok, aneh, ya?
Hentikan!
Lo?
Aplikasinya tidak bisa
bedakan wajahnya, ya?
Jangan tiba-tiba berubah, dong!
Perutku sampai sakit!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.